Sebuah Tindakan Nyata…

Duh…duh…dah lama tidak menulis, untuk kembali menulis ternyata memerlukan energi dan effort yang cukup besar agar bisa mulai lagi. Dari tadinya seminggu dua kali, kemudian berhenti lama dan kadang menulis pendek, sepertinya seakan terpaksa karena sudah terlanjur menyebut diri blogger (?? sok tau banget, nyebut2 diri sendiri blogger). Namun experience kali ini kiranya sangat berkesan dan tentu saja kami ingin bagi kepada siapa saja agar bisa menginspirasi dan menggerakkan hati mereka-mereka yang punya kemampuan lebih untuk mulai melangkahkan kaki menolong sesama. Kali ini kepergian kami ke Ende dipersiapkan cukup lama karena berbagai hal. Mulai tahun lalu Kepala RSUD Ende Dokter Surip Tintin yang datang sendiri untuk berdiskusi lama dengan kami di lantai dua DTM-FTUI. Saat itu boleh dibilang terjadi ‘ketidak-sepakatan’…betapa kurang enaknya dikuping sehingga lebih baik kita tidak usah mendengar kata yang berkonotasi negatif itu. Padahal beliau sudah jauh-jauh datang dari Nusa Tenggara Timur dengan nyasar di 3 fakultas di UI baru ketemu ‘kandang’ kami di pojok yang sepi. Sampai suatu saat di minggu kedua Februari tahun ini datanglah email dari Ende, menanyakan kemungkinan untuk bekerjasama. Beberapa kondisi yang saya ketahui dari tahun lalu adalah bahwa mereka sulit menolong bayi karena dari 8 inkubator yang berfungsi hanya satu, lainnya tidak jalan. Bahkan waktu ka,i disana, tidak ada yg jalan sama-sekali sehingga yg rusak itupun terpaksa dipakai juga. Dan seperti yang anda ketahui semua, untuk level RS, harga inkubator sama-sekali tidak murah. Tentu saja berjut-jut IDR nya apalagi kemudian harus diangkut begitu jauh ke Ende, dan mereka didaerah hanya tahu nerima saja, segalanya ditentukan di pusat. Amanah dari kami amat jelas, yaitu bila ingin menggunakan inkubator Grashof dari FTUI ini, maka pemakaiannya harus GRATIS, tidak boleh dipungut bayaran. Tentu saja untuk yang lain-lain boleh dipungut biaya. Yang lain itu misalnya untuk obat, untuk perawat, untuk dokter, dll. Kemudian inkubator Grashof ini boleh dipinjamkan ke rumah ortu bayi, demikianlah jalannya di kota-kota lain yang dikordinir oleh para Agen Relawan yang memang khusus kami pilih orang-orang yang mau bekerja tanpa dibayar. Setelah cukup panjang ber-email-ria jadilah kesepakatan pengadaan inkubator, ceramah seminar dan pelatihan untuk RSUD Ende dan puskesmas disana. Barang dan peralatan dikirim dalam 3 batch pengiriman dengan Pos-Indonesia. Saya sendiri tidak menduga bahwasanya perjalanan ke Ende memakan total waktu dari CGK ke bandara sana memakan waktu total 7 jam. Dengan berhenti di Bali, Kupang ganti pesawat baru ke Ende, termasuk transit dan menunggu. Kami berdua berselisih satu hari berangkatnya karena asisten Ibnu ‘Rehan’ Roihan harus memberi contoh unpacking peralatan agar tidak ada yang rusak dan pecah. Comissioning test juga dilakukan untuk 2 unit yang datang pertama pas Rehan tiba disana. Kondisi RS itu memang memprihatinkan, serba kekurangan. Lalu semangat atau etos kerjanya kurang, jam 12 mereka sudah siap kukut-kukut. Nongkrong di tempat parkir, jam 2 pada masuk lg buat…ngabsen doang. Tentu saja asisten saya terheran-heran, mitra teknisinya 2 orang tidak terlihat antusias alias ogah2an. BTW saya tetap semangat kasi ceramah tgl 15 April, walau dijemput telat krn pak Wayan Arnama CP yg ngurusin kami, malu2 minta maaf krn jam 9 baru sedikit orang yg dtg. Tapi saya tenang saja karena sudah makan asam-garam bergaul dengan sejenis bangsa melayu ini. Toh akhirnya terkumpul juga 30 an orang dari berbagai kalangan perawat, dokter, teknisi, Ka admin, wakil dari AUSAID datang juga, yang merupakan sponsor membantu RS utk kegiatan ini. Hadir juga dokter internship dari UI Jakarta dan UGM Yogya. Dibuka oleh dokter Heni Kabag Pelayanan RSUD, slide transparan dan cuplikan video dari TV baik metro, SCTV dll ini rupanya menggugah juga. Cerita saya yang berbasis pada pengalaman handling ratusan bayi bahkan dengan kasus-kasus yang berat termasuk kembar dua kembar tiga, menjadi dasar bagi ceramah saya, yang membuat mereka tertawa dan pada saat yang sama juga terharu. Koq bisa bayi-bayi itu tertolong tanpa biaya, koq bisa inkubator dipinjamkan ke rumah…bahkan dengan gratis lagi. Koq bisa… listrik rumah yang cuma 450 Watt itu dipakai untuk inkubator bayi. Semua saya ceritakan dengan gamblang termasuk apa yang terjadi di Banyuwangi, Jember, Malang, Yogya, Magelang, pemalang, Cilegon…dll. Pak Mamnun wakil dari AUSAID sampai tidak sanggup mengeluarkan kata-kata saat beliau pegang mic utk bertanya, sakingnya beliau tidak menduga demikian besarnya impact dari peminjaman gratis inkubator bayi ini yang telah menolong hampir 400 an bayi sejak dimulainya pada bulan Januari 2012. Tentu saja ceramah Socio-Technopreneurship motivasi dan pencerahan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kalau bisa sedikit saya urut mulai dari Poltek Makassar Unhas, Akper  Makassar, Poltek Sungailiat-Bangka, Univ Neg Jkt, PNJ-Cevest Bekasi, RSUD Ende ini dan esok harinya di Poltekkes Keperawatan Ende. Masih banyak yang harus dilakukan, terutama untuk menyebarkan  ke seluruh Nusantara. Boleh dibilang inilah kerjaan saya sampai mati nanti. Angka Kematian Bayi di NTT sangat tinggi boleh dibilang dua kali dari Jakarta sehingga aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi ini pastilah bisa membantu mengurangi angka kematian bayi. Motivasi diatas maksudnya juga untuk mendorong anda-anda yang punya keunggulan. Agar memilih satu saja untuk dikerjakan dengan serius agar bisa membantu masyarakat kita yang masih terpinggirkan.

Di facebook saya tulis…Jangan NATO NADO NAPO NARO NARMO… Maksudnya No Action Talk Only, yg ini tentu anda sdh tahu semua. Lah kemudian yg lain ini saudaranya No Action Design Only, No Action Plan Only, No Action Research Only, dan yg terakhir No Action Road Map Only… Duh sapa bilang gampang musti konsisten wal istiqomah…

Iklan

Harapan Baru Untuk Bayi Prematur

Harapan Baru Untuk Bayi Prematur

Oleh: Adara Sekar Kedaton,

Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2012 Universitas Indonesia

Awal kehidupannya di Bumi manusia akan mengalami tahap yang sama menjadi sosok bayi terlahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama, terutama pada bayi yang terlahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat badan lahir kurang dari 2.5 kg. Bayi akan disebut prematur jika terlahir dari kandungan berusia dini, dan dapat menyebabkan sebagian besar organ tubuhnya belum berfungsi dengan baik.

AdaraFisip_3291029733894501926_n

Menurut para ahli dibidang kedokteran mengatakan bayi prematur disebabkan beberapa faktor diantaranya kekurangan asupan gizi, kondisi stress saat mengandung, sang ibu mengalami gangguan penyakit jantung; darah tinggi; asma; kencing manis; serta penyakit dalam lainnya atau faktor masalah janin itu sendiri lepasnya plasenta sebelum waktunya; mengalami pendarahan dini; letak plasenta yang menutupi jalan lahir.

Bayi yang masih dalam kandungan memiliki rata-rata suhu sebesar 37 celcius. Sedangkan ketika bayi lahir suhu udara luar kandungan sebesar 30 celsius. Perbedaan suhu membuat bayi prematur yang terlahir dengan berat badan dibawah normal menderita hipotermia (kedinginan) karena simpanan energi dalam tubuhnya tidak sanggup beradaptasi cepat dengan perubahan suhu. Maka dari itu, bayi perlu berada dalam naungan inkubator (penghangat bayi) sebagai tempat sementara penyesuaian kondisi suhu. Dengan demikian bayi akan merasa nyaman tanpa menggigil karena kedinginan.

Biaya rumah sakit mahal  

Perawatan khusus untuk bayi prematur memakan banyak biaya. Penyewaan inkubator di rumah sakit dibanrol dengan harga yang tinggi. Hal inilah yang membuat dosen Fakultas Teknik Mesin, Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA tergerak dan membuat gebrakan untuk peminjaman inkubator bayi secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

Berawal dari proyek World Bank, melalui Direktor Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang didedikasikan untuk melakukan pengembangan ke masing-masing departemen Universitas. “Tahun 2010 ada proyek dari World Bank, proyek itu dibagi menjadi sub-proyek yang salah satunya bernama Advanced Technology Implication (ATI). Artinya kita mengimplikasi hasil dari laboratorium ke masyarakat pengguna. Dapatlah saya salah satunya, membuat inkubator bayi lalu kita sumbangkan ke rumah sakit ibu dan anak, sekaligus ke puskesmas-puskesmas di Jakarta. Saat proyek selesai, sisa uang saya buatkan inkubator lagi, untuk disumbangkan ke bidan-bidan serta bayi yang membutuhkan di seputar Depok, Pasar Minggu, dan Jakarta Selatan,” kata Prof. Raldi.

Melalui tulisan-tulisannya di blog, masyarakat mendapatkan informasi untuk inkubator bayi yang dipinjamkan secara gratis. Selain itu, kerap kali media-elektronik membantu Prof. Raldi agar gagasan berkembang ke berbagai daerah. Namun berbagai kendala seperti transportasi serta biaya listrik menjadi keluhan bagi masyarakat yang ingin meminjam inkubator bayi.

“Saya meminjamkan inkubator untuk golongan menengah kebawah, karena biaya untuk rumah sakit mahal apalagi untuk bayi prematur yang masuk ke ruangan (NICU). Jadi kami pinjamkan agar masa di ruangan perinatologi dapat dijalani di rumah. Setelah beberapa bulan di tahun 2012, saya membuat ukuran yang kecil dengan berat 13 kilogram, portable dan hemat energy 40 Watt saja”, kata Prof Raldi.

Agen relawan

Saat mendengar pernyataan Prof. Raldi untuk mengembangkan inkubator bayi di seluruh pelosok Indonesia, beberapa pihak bersedia menjadi agen relawan untuk meminjamkan inkubator bayi secara gratis. Ada pula muncul donator yang memberikan sumbangannya dengan ikhlas. Kini, agen relawan tersebar ke 15 kota di Indonesia meliputi Provinsi Jawa, Kalimantan Barat, Bali dan kemudian di Banda Aceh. “ November lalu ada relawan dari Jayapura yang datang langsung ke Fakultas Teknik, Universitas Indonesia mengambil satu paket inkubator bayi untuk menolong bayi-bayi prematur di Papua”, kata Prof Raldi

Saat ini terdapat 60 buah inkubator bayi yang sebagian ada di seputar Jabodetabek dan sebagian ada diluar daerah di tempat agen relawan, yang aktif dipinjamkan. Beliau mengatakan akan terus meminjamkan inkubator bayi agar dapat disebarkan ke 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Pengguna Inkubator bayi

Indri Haryanti, ibu berusia 28 tahun merupakan satu dari antara masyarakat yang menggunakan inkubator bayi karya Prof. Raldi. Putra pertama Indri, Adrian Putra Pratama terlahir lebih cepat dari perkiraan dokter (7 bulan) dengan berat badan 1.2 kg. Saat itu, Indri merasa keberatan dengan biaya rumah sakit yang tinggi, ditambah harus menyewa inkubator bayi per hari seharga Rp 1.000.000. Ketika mendapatkan informasi tentang peminjaman inkubator bayi secara gratis, ia segera menghubungi Prof. Raldi

“Belum terdaftar menjadi anggota BPJS menyulitkan saya untuk membayar rumah sakit, karena terhitungnya sebagai pasien umum,” kata Indri.

Cerita lain datang dari Siti Nurhawati, 40 Tahun meminjam inkubator bayi bukan karena tidak terdaftar sebagai anggota Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), melainkan rumah sakit tempat ia melahirkan anak ketiganya terbatas untuk meminjamkan inkubator bayi.

“Putra ke-tiga saya, Syafiq Muhammad Ali lahir secara prematur dengan berat badan 1.5 kg. Kebetulan suami saya pernah menonton acara televisi tentang peminjaman inkubator bayi secara gratis dari Prof. Raldi. Saya dan suami segera menghubungi beliau (Prof. Raldi)” ujar Siti Nurhawati.

Syafiq yang kini memiliki berat badan 2.9 kg, sudah lepas dari inkubator bayi yang digunakannya selama satu bulan. Siti mengatakan, Prof. Raldi melakukan hal yang luar biasa karena dengan kemuliaannya dapat membantu masyarakat tidak mampu yang memiliki bayi prematur.

Untuk mengetahui kondisi bayi secara berkala, Prof. Raldi melalukan monitoring secara langsung setiap minggu kepada orang tua, serta mengirim pesan melalui sms center, menanyakan perkembangan bayi terutama beratnya. Tidak ada persyaratan tertentu dan batas waktu peminjaman, hingga berat badan bayi normal 2,5 kg. Jika saat pengembalian inkubator bayi mengalami kerusakan, Prof Raldi tidak menuntut ganti rugi. “Harapan saya bisa membantu menyelamatkan bayi prematur sekarang agar kelak mereka menjadi generasi yang akan memimpin kita,” kata Prof Raldi.

Sms Center: 0856 59312070   Email: koestoer@eng.ui.ac.id

Facebook: Fanpage Y Bayi Prematur  (Telah dimuat di Radar Depok 17 Des 2014).

Purnabakti bpk tris budiono

Berkat pak tris, bayi di Jatim tertolong

Tentu saja kita semua keluarga besar DTM-FTUI kenal siapa pak tris BM. Apalagi saya yang sejak awal karier, bahkan sejak mhs dulu, sudah kenal betul dengan beliau berikut dengan karakternya yang special. Meminjam kata-katanya alm Prof Nakula “Kalau tidak ada pak tris kita nggak guyub”.

Teman-teman di lantai dua ini menyaksikan kegiatan saya dalam peminjaman incubator gratis kepada keluarga bayi premature, demikian juga pak tris tentunya. Sehingga datanglah beliau pada suatu hari ke ruangan saya yang selalu ditemani oleh Rehan asisten yang banyak nangani peminjaman incubator ini.

“Apa yang saya bisa bantu ?”, demikian gaya offeringnya straight-to-the point. Tentu saja saya senang mendengar model tembak langsung seperti ini tanpa basa-basi. Saya sampaikanlah bahwasanya kami perlu adanya Relawan untuk daerah Jawa-Timur, karena saat itu baru ada satu orang Relawan di Malang dengan hanya 2 unit inkubator. Sedang Jatim adalah derah yang populasinya besar tentu saja bayi prematurnya juga banyak. Permintaan dari sana banyak yang tidak tertangani. “Oh gitu ya nanti saya carikan”. Datanglah beliau bbrp hari kemudian dengan mengajukan seorang calon bernama Dhoho Sastro alumni FHUI. Info dari pak tris, beliau ini juga punya kegiatan social member bantuan hukum untuk orang susah di daerah Jember dan sekitarnya. Kebetulan saat itu juga ada rombongan rekan-rekan muda dari pak Dhoho yang datang ke ibukota, yang disarankan oleh pak tris untuk mampir di DTM mengunjungi kami di markaz incubator lantai 2 DTM.

Jadi presentasilah saya dan Rehan kepada mereka dengan slide yang sudah selalu siap, dan seperti biasa ceritalah saya dengan mendramatisir semua aspek masalah bayi premature. Beberapa anggota mereka yang wanita sampai bercucuran airmata sesenggukan mendengar kisah sedih para keluarga bayi yang kebanyakan berasal dari golongan menengah bawah. Sedangkan anggota mereka yang cowok kelihatan Cuma cengangas-cengenges saja.

Pendeknya jadilah pak tris donasi 2 unit (sekian juta loh artinya) yang ditempatkan di Jember dengan pak Dhoho sebagai Relawannya. Bahkan sekalian beliau yang mengantar incubator tsb ke Jember. Nah pada saat mau pergi itu bulan Agustus 2014 kalau tak salah, saya nitip beberapa unit pada beliau. Jadilah saya yang menentukan route perjalanannya. Kalu bukan pak tris orangnya pastilah gak ada yang mau menuruti permintaan route saya itu.  Pak tris yang awalnya hanya mau anter 2 unit incubator itu saya titipin 4 unit tambahan. Dengan demikian saya minta routenya menjadi

Jakarta – Pantura – Semarang – Magelang – Yogya – Malang – Jember

Ho..ho..ho.. ngelunjak ya. Itulah titipan incubator saya untuk agen di beberapa kota tsb diatas. Entah apa mobilnya saya lupa, tapi yang jelas penumpangnya jadi gak boleh banyak, coz kursi belakang di tekuk dan dicopot semua supaya muat banyak incubator.

Alkisah setelah 2 unit Jember tersedia, beberapa permintaan di Jatim bisa terlayani berkat usaha giat dan ikhlas dari pak Dhoho Sastro dan anak buahnya. Pak Dhoho ini saya sebut sebagai Relawan GOLD, yang artinya relawan yang bekerja antar jemput incubator untuk gol men-bawah, persis seperti yang kami lakukan di Depok ini. Kliennya dimonitor dengan seksama, sehingga perkembangannya kamipun bisa memantau juga dari jauh. Karena komunikasi SMS baik dengan agen maupun dengan klien berjalan lancar.

Tak nyana, minggu lalu ada SMS spt berikut:

Selamat malam, maaf sy Pak Markus Ruku dari Banyuwangi Jatim, sy dapat no.Hp ini dari internet bahwa tim ini telah menyediakan inkubator, terus bgmn kami bisa dapat inkubator krn saat ini kami mengadopsi anak yg dibuang br umur 6 bulan, berat bebi hanya 1,1kg. tolong balas terima kasih

Kemudian setelah melalui lomunikasi silang menyilang dengan agen Jember, rekomen pak tris ini (Pak Dhoho), akhirnya,

Slmt sore sy menginformasikan bhw kami sdh mengambil inkubatur di Jember tadi malam, hy blm kami gunakan krn bayi kami minum susu masih menggunakan sonde oya ralat berat badan bayi per 17 januari turun mjd 920grm tapi kuningnya sdh tdk ada

Kita doakan semoga bayi dengan berat minim di Banyuwangi bisa tertolong.

Bantuan dari pak tris, mencarikan relawan, mendonasi 2 unit, mengantar ke Jember dengan rute se akan2 tdk efisien, ternyata berarti banyak untuk menolong bayi di Jawa-Timur.

Sekelumit persahabatan, sebuah tindakan nyata, dibarengi dengan kepedulian yang tinggi, berdampak langsung pada penyelamatan bayi terbuang nun jauh di ujung timur pulau Jawa…Terimakasih pak tris…

(Ral 23Jan15).- (diposting 160215).-

Menolong bayi prematur kembar

Menjelang 3 tahun umur kami, pantaslah bila saya menulis sesuatu tentang kegiatan

– Peminjaman Gratis Inkubator Bayi –

yang khusus kami sebut sebagai aktivitas SOCIO-TECHNOPRENEURSHIP. Saya persingkat sebutannya menjadi Socio-Technop saja.

Di Indonesia istilah Socio-Technop  rasanya baru kamilah yg memperkenalkannya. Ini untuk tidak mengatakan bahwa di duniapun belum ada orang lain yang memperkenalkannya, bukan itu saja, bahkan di dunia belum juga ada yang menjalankannya (apalagi di planet ya…). Kalau Socio-Entrepreneurship di FISIP (Fak Ilmu Sosial) sudah ada banyak. Basis Teknologi itulah yang membedakan antara kami dengan mereka.

Sedikit laporan progresnya, tahun pertama, 18 Jan 2012 peminjaman pertama. S/d Des 2012 mungkin baru ada 10 bayi tertolong, itupun hanya disekitar Depok dan Pasar Minggu saja. Baru tahun kedualah, utamanya melalui blog saya koestoer.wordpress.com aktivitas ini mulai dikenal. Bolehlah saya bilang sudah 100 an bayi tertolong. Baik untuk peminjaman gratis inkubator bayi prematur (hipotermia) maupun peminjaman gratis Fototerapi untuk bayi kuning (bilirubinemia). Akhir th ke 3 sekarang ini sudah adalah 300 an bayi yg tertolong untuk kegiatan diatas. Di tahun ketiga inilah Socio-Technop ini mulai berkembang ke 15 kota dari Banda-Aceh s/d Jayapura. Fokus kami menolong golongan kurang mampu, mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sehingga media massa cetak dan elektronik berdatangan untuk turut menyebarluaskan peminjaman gratis untuk di rumah ini. Kemajuan ini kami sebut PROGRES LOGARITMIK. Mulai 0 – 1 – 100 th kedua – (300 setlh 3 th) menuju 1000 di tahun ke  4 dst.

Banyak pihak yang telah membantu kami, mulai dari tentu saja FTUI dan UI mel DRPM, lalu ada individu dosen dan mhs, Kemenkes BPOM BPFK, Politeknik Unhas Babel dan LIPI, Pu ATKIB FKUI, FIK (Fak Ilmu Keperawatan), bbrp Yayasan, AHTRG, Lab P. Kalor, Kolega Caffee 2nd floor, BFLF Aceh. Dan banyak pihak lain yang sulit kami sebutkan satu persatu.

Seringkali airmata keluar karena sedih, namun sering juga karena haru, karena muka ceria dari bayi yg tertolong. Tak terhitung lagi air mata ibu bayi yang takjub dan tidak menduga bahwa ada di dunia ini mahluk yang selalu siap menolong mereka yang sedang ditimpa kesulitan berat. Nyatalah bahwa tali ikatan ibu dan bayi sangat erat. Bila ibu STRESS bayi stress dan bila ibu HAPPY bayi juga happy. Secara hormonal sangat menolong karena ASI langsung moncor, kalau ibu stress ASI tak keluar. Sepertinya Universitas Indonesia yang besar ini hadir dan berkenan datang menyediakan tempat tidur kecil yang hangat untuk bayinya yang sedang menderita kedinginan. Sesungguhnya kabin penghangat itu layaknya seperti hotel bintang lima untuk bayi.

Diantara 300 an bayi diatas, banyak juga bayi kembar dan bahkan bayi TRIPLET (kembar tiga). Dan kami sudah antisipasi dengan memodifikasi inkubator besar menjadi Twin-incubator (inkubator untuk bayi kembar, thanks to Ibnu Roihan the designer). Bayi triplet di Subang, Bandung dan Jakarta, kami prioritaskan untuk mendapatkan kesempatan pertama. Karena bisa dibayangkan, punya bayi prematur satu saja sudah sulit apalagi dua apalagi TIGA. Khususnya saya tidak bisa membayangkan kesulitan ibu bayi menangani hal ini… Pendek kata: ‘…bantuin aja deh.’ Socio-Technop ini telah menginspirasi banyak orang sehingga muncullah relawan dari banyak kota dan kami sebut mereka ini THE PLAYING-CAPTAIN (lihat https://koestoer.wordpress.com/2014/06/30/tingkatan-relawan/).

Cita-cita menuliskan pengalaman unik ini dalam buku 1000 hal tentulah harus dimulai dari satu halaman… Dan inilah kami mulai dengan sebuah contoh konversasi SMS dengan orang tua bayi kembar, yang baru tadi siang mengembalikan inkubator.

-0-

TANGGAL WAKTU ISI PESAN
17/10/2014 07:21:59 Slmt pagi, sy ingin minta tolong, sy butuh pinjaman inkubator buat anak kembar kami yg baru lahir, berat anak kami cuma 1,97 kg dan 1,52 kg. Bgmn cara kami bisa mndptkannya?
17/10/2014 07:42:19 “Kami Tim-UI dan Y Bayi Prematur bekerjasama dg AMEDIC, Siap membantu anda dg LAYANAN GRATIS Peminjaman Inkubator bayi dan fototerapi (utk bayi kuning) di rumah.

17/10/2014 07:42:24 Kirim info 1)nama bayi (A,B bila kembar) 2)tgl lahir 3)berat lahir BB PB 4)nama ibu, HP 5)Ayah, HP, email 6)alamat 7)RS mana 8)Kpn pulang. ** Siapa dimana ?
17/10/2014 07:54:31 1)A. Makkah Athallah Musyaffa B. Madinah Karimatu Nisa 2)10 Oktober 2014 3)A. 1,97 kg – 43 cm B. 1,60 kg – 41 cm 4)Lies Herlinda 5)Yakub Ferdi 0812894
17/10/2014 10:41:00 sdh tersedia inkubator bayi kembar…apakah bpk bisa ambil hari ini ? ditunggu jwb nya.
17/10/2014 10:43:36 “Dimana pak ambilnya?
Alamatnya?
apa kendaraan nyari sendiri apa sudah ada disana?”
17/10/2014 10:49:51 pinjam mobil deh kijang panther, soalnya inkubatornya besar. Kami bayarin jg gpp. Mobil bak klo bs terpalnya bersihin dulu, biasanya kotor.
17/10/2014 10:59:10 Saya tidak punya mobil.. Klo bisa diantar dan ada biaya antarnya, biar saya bayar biaya antarnya. Berapa?
17/10/2014 11:06:49 Baik pak, klo mobil jenazah muat gak ya… Sy mau pinjam mobil jenazah
17/10/2014 11:09:17 boleh deh ditunggu seblm jam 17.00.-
17/10/2014 11:12:08 Bisa minta Alamatnya?
17/10/2014 11:15:23 Pak Yakub, Lokasi ambil Inkubator kembar: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 (Sdr Syarif); Mhn tidak memberi apapun, sblm j 17. Msk seb satpam.
17/10/2014 11:16:47 Baik pak.. Sy berterima kasih sekali sekali sebelumnya.
18/10/2014 06:27:21 Pagi pak,,, suhu inkubator waktu pengambilan 37c – dan saat pasang dirumah semalam suhunya 38 c. Apakah masih normal? Terima kasih
19/10/2014 06:07:37 ” (Tim-UI) Bpk ibu Yakub,
1)Gmn kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya ?
2)Sdh berapa beratnya ?”
24/10/2014 07:06:47 Kabar bayi sehat,, kedua bayi beratnya nambah 0,05
30/10/2014 08:04:36 (Tim-UI) Bapibu Yakub, 1)Gmn kabar bayinya, apa terlihat nyaman tidurnya ? 2)Sdh berapa beratnya ? 3)Brp suhu kabin bayi ? Kami doakan Smg sgr sehat.
30/10/2014 08:10:11 Makasih doanya ya pak
30/10/2014 08:10:11 Pagi pak Raldi : 1) Bayi sehat. Tidurnya kadang nyaman-kadang kurang nyaman 2)berat anak pertama 2,2..berat anak kedua 1,7 3)suhu kabin naik turun 37-38.
05/11/2014 07:43:03 (Tim-UI) Bpk ibu Yakub, 1)Gmn kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya ? 2)Sdh berapa beratnya ? ? Kami doakan Smg segera sehat. Salam.
06/11/2014 15:42:21 “Bayi sehat pak. Yg pertama beratnya 2,2…yg kedua 1,8
Makasih doanya ya pak”
10/11/2014 14:54:40 (Tim Inkubator-UI) Bpk ibu Yakub, 1)Gmn kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya ? 2)Sdh berapa beratnya ?
10/11/2014 15:44:27 Bayi sehat pak. Yg pertama beratnya 2,8…yg kedua 1,9 pak
22/11/2014 07:34:42 ” (Tim-UI) Bpk ibu Yakub,
1)Gmn kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya ?
2)Sdh berapa beratnya ? Kami doakan Smg segera sehat. Salam.”
22/11/2014 08:12:26 Kabar bayi sehat pak raldi, yg pertama sudah 3 kg. Yg kedua sudah 2,3 Pak. Tidurnya nyaman pak. Makasih pak doanya.
04/12/2014 20:13:43 ” Center incubator UI: Bapibu Yakub, Sdh brp berat bayi skr ?
Apakah bayi nyaman tidurnya didlm inkubator ?”
11/12/2014 12:01:36 ” Bapibu Yakub,
Gmn kbr bayi, nyamankah tidurnya ?
Sdh brp beratnya skr ?”
12/12/2014 10:27:03 ” Bapak ibu Yakub,
Gmn kbr bayi, nyamankah tidurnya ?
Sdh brp beratnya skr ?”
12/12/2014 10:27:41 “Kabar bayi sangat sehat.. Sudah besar gak nyaman lagi di inkubator. Berat 2,9 kg.
Saya mau mengembalikan inkubator tapi belom punya uang buat sewa mobil”
12/12/2014 10:27:41 ” karena saya sedang tidak bekerja lagi.
Jadi nunggu istri gajian bulan ini. Maaf ya pak. Trims”
12/12/2014 15:47:10 “Kabar bayi sangat sehat.. Sudah besar gak nyaman lagi di inkubator. Berat 2,9 kg.
Saya mau mengembalikan inkubator tapi belom punya uang buat sewa mobil”
12/12/2014 15:47:10 ” karena saya sedang tidak bekerja lagi.
Jadi nunggu istri gajian bulan ini. Maaf ya pak. Trims”
29/12/2014 23:13:15 ” Gmn kabar bayi, apakah tidurny nyaman ?
Brp Beratnya skr ?”
30/12/2014 00:18:02 Tidurnya nyaman. Beratnya 3 & 4 kg. Maaf sy belum mengembalikan inkubator. Soalnya sy sudah lama tidak bekerja dan tidak punya uang buat sewa mobil. Kapa
30/12/2014 00:18:02 n saya bisa mengembalikan inkubatornya??? Trims
30/12/2014 07:11:11 Ok km bantu, sy kirim uang 200 bwt anda sewa mobil ya…kirim no rek tab deh..smg bayi anda makah madina d ibu Lies selalu sehat.
30/12/2014 14:35:26 No Rek BCA 46612780xx. Atas nama Lies Herlinda. Saya dan istri beserta Makkah dan Madinah sgt berterimakasih sekali pak. Doa kami buat bapak dan semua team.
30/12/2014 22:08:52 “Sdh dikirim///RALDI ARTONO KOESTOER
Issuer Bank Name Bank CIMB Niaga
Account 466127809xx
Beneficiary Name LIES HERLINDA
Bank Central Asia
Amount IDR x00.000,00”
31/12/2014 11:50:02 Baik. Terimakasih pak. Nanti sy kabari klo sudah saya kembalikan. terimakasih sekali lagi yg sedalam2nya.
31/12/2014 21:13:28 kembalikan senin saja, krn 1 Jan libur dan weekend tutup…
05/01/2015 11:30:26 Yakub Slmt Thn Baru… Sdh brp berat bayi ? Bila sdh lbh 2,5 kg, mhn alat dikembalikan.
05/01/2015 14:34:54 Slmt tahun baru juga pak Raldi. Sy sedang mengembalikan inkubatornya sekarang. Si kembar sudah 3 kg lebih. Sy dan istri sgt berterima kasih sekali. Sekali lg terimakasih pak.

-0-

Bayi prematur kembar Makkah dan Madinah

Ayah bayi prematur kembar di Markaz Inkubator lantai 2.

Ayah bayi prematur kembar di Markaz Inkubator lantai 2.

Yakub, Ayah bayi kembar prematur. Berpose didepan tin-incubator

Yakub, Ayah bayi kembar prematur. Berpose didepan twin-incubator

Tamu Baznaz

Markaz Inkubator di lantai 2 mendapat kunjungan istimewa dari

Husein Ibrahim MBA Laksamana Muda TNI-AL (Pur).

Beliau adalah Dewan Pengawas Baznas dan pada saat yang sama punya yayasan poliklinik di Solo yang pasiennya siapa saja tidak bayar alias gratis dan kemudian dijadikan member dengan kartu. Sehingga saat ini membernya sudah berjumlah 12 ribu… Asal Pati dan kenal dg SBY dari sejak mantan Pres itu masih berpangkat mayor dan sering dikasi buku sama pak Husein ini.

Wah misinya sudah cocok nih dengan inkubator gratis. Dan benar saja, beliau sedia bekerjasama untuk yayasannya menjadi agen relawan inkubator di daerah SOLO.

Alhamdulillah memang kami pernah punya calon peminjam inkubator bayi dari Solo dan terpaksa harus ambil di ageHusein Ibrahim MBA - IMG_0221n terdekat yaitu di Yogyakarta. Di sebelah kami terlihat sebuah inkubator kembar, hasil  modifikasi sdr Ibnu Roihan. Dari inkubator gaya RS yang lama, dan sudah banyak berjasa menyelamatkan bayi kembar prematur (mungkin sudah 4 atau 5 kembaran, berarti kali dua ya, bayi prematur).

Demikianlah Allah SWT mendatangkan relawan2 berhati mulia yang sedia bekerjasama mengelola kegiatan Socio-Technopreneurship, Peminjaman gratis inkubator bayi untuk di rumah, yang kini sudah tersebar di 15 kota. Modal pertamanya hanya 2 inkubator untuk biaya produksinya…murah hanya 5 juta rupiah saja (delivery Depok). Dengan amanah, pemakaiannya gratis terutama untuk golongan yang tidak mampu. Kontak SMS center 0856 5931 2070… Mereka yang butuh bantuan ortu bayi, kami tunggu, mereka yang berhati mulia untuk jadi relawan juga kami tunggu.

Beliau usianya masih muda…tigapuluh…tujuh….dibalik.

 

Sebuah catatan dari calon agen relawan:

Saya Andixx Rahaxx dari Bandung,

Memiliki anak istimewa yang  lahir pada tanggal 28 Februari 2012 lahir premature 32 minggu dengan berat 1,6 kg, yang harus dirawat di NICU selama 1,5 bulan , dengan menghabiskan biaya 144 juta rupiah. Berangkat dari biaya yang mahal saat melahirkan anak, saya merasa tertarik menjadi relawan dikarenakan ingin membantu warga yang tidak mampu disekitar bandung yang memiliki anak lahir prematur, agar bisa merawat bayinya sendiri. Saya tertarik melihat apa yang Profesor Raldi Artono Koestoer lakukan sungguh sangat mulia, perkenankan saya juga membantu menyelamatkan bayi prematur.

Tamu dari 50 Kota Sumbar

Jumat 05 September kemarin kami kedatangan tamu dari 50 Kota Sumbar…Hiii banyak amat 50 kota ?
Jadi begii ceritanya…50 Kota adalah nama sebuah kabupaten (atau katakanlah sebuah kota) yang lokasinya diSumatera Barat. Jadi bukan jumlah kotanya ada 50, tapi namanya saja yang 50 Kota. Kota terdekat yang biasanya dikenal orang adalah Payakumbuh. Nah mulai jelas sekarang.
Ibu Emirilia seorang Arsitek datang ke markas inkubator di lantai 2 DTM-FTUI bersama suaminya, yanag ternyata kerjanya di Kudus (insinyur mesin pula’ lagi). Menyampaikan niatnya untuk menjadi relawan peminjaman inkubator gratis untuk kabupaten sumatera barat itu.
Puskesri
Bayi prematur disana tidak tertangani. Jadi bila ada kasus kelahiran BBLR dan prematur, yah boleh dikatakan banyak yang tidak bisa ditolong sehingga Angka Kematian Bayi tinggi. Akses ke mana2 susah dan Puskesri jauh (Pusat Kesehatan Nagari, kalau di Jawa Puskesmas). Bidan yang ada dikampung tidak ada yang memiliki inkubator, jangankan bidan Puskesri-nya juga tidak memiliki inkubator bayi. Waktu saya tanya bagaimana listriknya, eh ternyata disana setiap rumah punya GEN_SET. Jadi tentu saja tiap hari mereka nonton tv semua punya kulkas dlsb. Kami lega, karena dengan demikian inkubator bisa nyala terus, dan kami sejauh ini masih mengandalkan pasokan energi listrik.
Iklim lokal
Kami bertanya tentang iklim lokal, dinginkah panaskah. Ternyata agak dingin katanya. Justru sangat berbeda dengan daerah Pakanbaru yang panas karena dikelilingi oleh kebun sawit. Oh begitu ya…jadi terpikir langsung berapa power pemanas yang diperlukan untuk inkubator disana nanti.
Visi Misi inkubator Gratis
Tentu saja kami sampaikan visi misi kami yang menginginkan agar inkubator ini bisa digunakan untuk bayi prematur tanpa biaya samasekali. Karena itulah kami hanya akan melakukan serah terima dengan biaya produksi 2,5 juta per unit berdasarkan kerjasama, jadi bukan jual-beli. Kami tidak menjual inkubator. Jadi dengan siapa Tim Inkubator UI ini bekerjasama ? dengan para relawan. malah lebih jelasnya saya sebut KORDINATOR RELAWAN. Untuk penjelasan yang lebih dalam silakan lihat di:

https://koestoer.wordpress.com/2014/06/30/tingkatan-relawan/

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/calon-agen-peminjaman-inkubator/

Jadi ada persyaratan umur, krn nanti hrs bertanggung jawab terhadap keberlangsungan aktifitas peminjaman inkubator. Tentu saja berjiwa volunteer, membantu orang lain adalah kesukaannya. Berjanji tidak akan mengkomersilkan kegiatan ini. Semua ini adalah hubungan dari hati ke hati dan hanya Allah-lah saksinya.

Sejak Januari 2012 sampai dengan September 2014 (2,5 th lebih sedikit), kegiatan ini sudah merambat ke 12 kota.

Saya coba sebutkan mulai dari yang terjauh.  1) Banda Aceh 2) Denpasar 3) Jember 4) Malang 5) Yogyakarta 6) Magelang 7)Semarang 8) Pemalang 9) Jabodetabekban (ini markas di Depok) 10) Cilegon 11) Ngandak (Kalbar) 12) Sopeng (Sulsel)

Akan menyusul 3 lagi… Kab 50 Kota (Sumbar), Perawang (dekat Pakanbaru) dan Jeneponto (Sulsel). Semoga lebih banyak bayi prematur bisa tertolong di bumi Allah ini…Mari kita hangatkan bayi-bayi itu agar nyaman tidurnya dan sehat badannya.

Kami ini apalah artinya, tentu tidak akan mampu berbuat sejauh itu. Memangnya siapa yang mendatangkan manusia-manusia yang berhati mulia untuk membantu kami menyebarkan program ini ke kota-kota lain… PASTILAH ALLAH YANG MEMBUKAKAN SEMUA PINTU.

Saya berhenti menulis karena menangis lagi…dan lagi…setiap hari..

 

Bagaimana inkubator diangkut ke Sopeng Sulsel

From putra asparpin jayaAdd contact
To koestoer@eng.ui.ac.idAdd contact
Date 05-08-2014 13:23
 
 
    Saat saya di percayakan Bapak Djaja Nur Mas membawa Inkubator dari Universitas Indonesia ke Kab. Soppeng Sulawesi Selatan dengan pesawat udara.

    Setelah dari Universitas Indonesia Inkubator di bawa ke rumah di Kebon Jeruk untuk proses packing :
 
1. Bagian dalam Inkubator saya lem dulu dengan lacban bening , baru pasang kembali penutupnya supaya tidak bergerak komponennya . 
 
2. Setelah itu di bungkus pakai karton lembaran yang lemas gampang terlipat , baru di ikat pakai tali rapia ke semua sisi .
 
3. Kemudian di buatkan kardus yang tebal baru di lapisi dengan sterofoam (busa) ke semua sisi bawah atas dan samping , setelah itu di masukan Inkubator baru di tutup rapi dengan lacban . 
 
4. Mengingat Inkubator ini terbuat dari Acrillyc , maka saya ikat lagi pakai tali rapia supaya tidak bergerak/bergeser posisi , setelah ikatan rapih baru di bungkus dengan plastik lalu di lakban dan di ikat lagi pakai tali rapia .
 
5. Kemudian berangkat ke AirPort dengan mobil avanza , setelah sampai di AirPort Cengkareng rencana mau di bungkus lagi menggunakan plastik yang tersedia di AirPort ternyata petugasnya belum datang karena masih jam 04.00 Pagi , sedangkan saya Cek In jam 04.15 Pagi , pesawat berangkat jam 05.15 Pagi.
 
6. Sempat saya bingung karena Inkubator sudah mau di bagasi , akhirnya saya keluarkan dari tas yang sudah di siapkan dengan tulisan JANGAN DI BANTING/DI BALIK BERLOGO GELAS. Dan saya minta di pasangi tanda pecah belah ( Fragille ) ke petugas Cek-In lalu saya ucapkan BismillahHirrahmanirrahim . 
 
7. Setelah sampai di AirPort Makassar saya menunggu bagasi begitu saya lihat bungkusan Inkubator masih rapih saya ucapkan lagi Alhamdulillah . 
 
8. Inkubator saya masukan lagi ke mobil Rush untuk melanjutkan perjalanan ke Kab. Soppeng jarak tempuh lebih kurang 180 km , setelah sampai ke Soppeng saya buka satu persatu lem lacban pelan-pelan langsung di tes Alhamdulillah semua berfungsi . 
 
9. Lampu Neonnya (Red: lampu bluelite fototherapy) di bungkus pake kardus tebal baru di lacban semuanya kemudian saya bawa naik di kabin .
 
    Demikian share saya kepada Bapak ,  semoga bermanfaat
 
 
Wassalam
 
 
A. Wahidin Arsyad

Bayi Sembuh Sendiri

Beberapa hari yang lalu saya menerima sms dari bapak bayi, tepatnya tgl 14 Juni 2014. Seperti biasanya prosedur kami dari Tim Inkubator FTUI, setiap sms yang masuk yang isinya k.l. permintaan peminjaman inkubator, maka akan kami kirim -greetings- (sapaan) lebih dulu.

Mengapa demikian ? Seakan-akan koq cuma nambahin pulsa saja, tanpa guna. Mengapa tidak -straight to the point- saja.

Biar nanti dijelaskan melalui contoh konversasi dengan bapak bayi.

Sebelumnya mohon maaf, nama tidak dirahasiakan untuk kepentingan contoh kontak komunikasi bagi masyarakat banyak sehingga diharapkan menjadi informasi yang berguna.

-0-

(14/06/14)

(YY) Ass. Prof. Perkenalkan nama sy gatot prof, beberapa hari yg lalu istri sy melahirkan anak kami yg kedua, berat badan anak kami waktu lahir hanya 1,9  Prof, dan sepertinya harus menggunakan inkubator, tapi kami tidak mampu untuk menyewa atau membawanya ke rumah sakit, setelah sy membaca artikel prof, sy ingin sekali meminjam inkubator nya prof. Mohon penjelasannya prof. Terima kasih

Pak Gatot dimana

(15/06/14)

(YY) Sy di bogor prof, tepatnya di ds. Tegalwaru rt. 05/03 kec. Ciampea kab. Bogor prof.

Kami Tim Inkubator-UI bekerjasama dg Y Bayi Prematur Indonesia, Siap membantu anda dg LAYANAN GRATIS Peminjaman Inkubator bayi utk di rumah.

(ini -greetings- Tim Inkubator)

(16/06/14)

(YY) Terima kasih prof. Atas bantuannya.

Kirim 1 nama bayi 2 berat lahir BB PB 3 nm ibu hp 4 nm ayah hp pek 5 alamat rmh 6 RS 7 kpn pulang 8 bs ambil di UI depok ?

(ini prosedur selanjutnya utk mendptkan data-data yang kami perlukan)

1. Nama bayi, Naura Darmadi putri, 2. BB 1,9 kg, PB 45cm, 3. Nama ibu, Novita sari, hp. 0856952021xx, 4. Nama ayah, Gatot Farmasi, hp. 0812103333xx, karyawan swasta, 5. Ds. Tegalwaru rt. 05/03 kec. Ciampea kab. Bogor, 6. Bidan Yana, A. Md, Perum Griya Dramaga Asri. Jl. Wijaya kisah II blok H1 no. 22-23, ds. Cibanteng kec. Ciampea kab. Bogor. Telp. 0251-86213xx, 7. Bayi kami sudah pulang sejak tanggal 10 juni 2014.

(pertanyaan no 6 sebenarnya kami hanya perlu nama RS saja untuk mengetahui level RS tsb. Ada juga sebenarnya bayi yang lahir di rmh atau di tempat praktek bidan dan atau puskesmas).

(YY) Maaf prof. Nama ayah, Gatot Darmadi

Pak Gatot Darmadi, apakah bs ambil inkubator di UI Depok..

(Pertanyaan ini sebenarnya sebuah pernyataan sudah -dealt-  artinya inkubator tersedia dan siap untuk dipinjamkan)

Timbangan bayi digital dipinjamkan dalam satu paket dengan inkubator, per 2-3 hari ibu bayi lapor berat bayi.

timbangan bayi digital dipinjamkan dalam satu paket dengan inkubator, per 2-3 hari ibu bayi lapor berat bayi. Satu alat lagi adalah Temperatur digital.

Lokasi Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 (Sdr Syarif); Mhn utk tidak memberi apapun pd petugas. Jam 9-16 Hari ini atau bsk.

(YY) Terima kasih, mungkin besok akan sy ambil, kalo boleh tau ukuran inkubator nya sebesar apa, untuk penyesuaian kendaraannya

50x60x70 cm3

(YY) Terima kasih

(17/06/14)

(YY) Ass. Prof. Kami ucapkan terima kasih sebelumnya atas bantuan peminjaman inkubator nya, setelah kami konsultasi dengan dokter bayi kami sudah tidak memerlukan inkubator lagi, mudah2an inkubatornya bisa digunakan untuk bayi lain yg lebih memerlukannya. Sekali lagi kami sekeluarga mengucapkan terima kasih.

Ok congrats bayi anda sehat..

(YY) Terima kasih prof.

-0-

Jadi setelah berpengalaman 2,5 thn mengurus peminjaman inkubator ini, ternyata banyak hal terkait yang bukan sekedar masalah medis bayi prematur.

Tentu saja maslaha lain yang berat adalah berkaitan dengan ekonomi dan finansial. Dimana keluarga bayi harus bayar DP dan juga biaya perhari di ruang NICU. Hal ini tentu memberatkan dan membuat bapak bayi dan terutama sekali IBU BAYI menjadi cemas dan stress. Jadi ada masalah psikologis rupanya. Simak masalah yang terkait… Medis Teknis Ekonomis dan Psikologis… (sudah 4 fakultas tuh…)

Dan berikut ini informasi dari para perawat yang berpengalaman dan para ibu

BILA IBU HAPPY MAKA BAYI HAPPY

BILA IBU STRESS MAKA BAYI STRESS

Jadi ada tali batin dari hati ke hati antara ibu dan bayi yang tidak terlihat mata. Namun eksistensinya hanya dirasakan oleh para ibu dan bayi itu sendiri.

Bukankah kita semua pernah mengalami sembuh dari sakit karena sugesti belaka. Hal itu menunjukkan bahwa antara jiwa dan raga sangat erat hubungannya. Misalnya dulu saya pernah sakit batuk, lumayan berat waktu di rumah. Terus saya pergi ke dokter. Baru saja sampai diteras tempat menunggu para pasien…eh…walah…batuk saya sudah hilang. Jadi waktu masuk berhadapan dengan dokter, saya malu banget, bilang kalau saya batuk tapi tidak bisa membuktikannya. Dan pak dokterpun senyum-senyum saja, sepertinya dia sudah mahfum bahwa banyak pasiennya yang sembuh hanya dengan sugesti psikologis saja.

Dengan demikian GREETINGS kami (sapaan) yang berbunyi ” Kami siap membantu dengan LAYANAN GRATIS…” kata gratis itu membuat para ibu menjadi lega, tentu saja para bapak juga lega. Namun kelegaan ibu itu meningkatkan gairah hidup dari bayi prematur. Yang tadinya lemah menjadi kuat. Berat badan cepat meningkat apalagi bila mendapat asupan ASI langsung dari ibunya. Bayi langusng bisa membuka matanya dan celingukan kanan kiri melihat ibunya…Dan yang menakjubkan, ini dilihat sendiri oleh petugas kami (bukan saya) bayi waktu masuk inkubator kami yang hangat…dia bisa langsung tersenyum… Luarbiasa…

Satu dari tiga permintaan peminjaman inkubator gratis ini bayinya sembuh sendir. Apakah itu karena greeting kami ? …Saya juga tidak tahu. Bila memang begitu… Kenapa tidak saya greetingin aja, lha wong gratis koq, gak ada ongkos ataupun energi sama sekalai ngegreetingin orang.

Bila ada bayi yang sembuh sendiri dengan cara ini, maka tiada kata yang lebih indah kecuali rasa syukur kepada Allah SWT…

 

AHLAN BIK RS UMMI BOGOR

Berikut ini kami sajikan perbincangan kami dengan salah satu keluarga bayi prematur yang esok hari akan mengambil inkubator di Depok

assalamualaykum, afwan saya adibu akhbar sus, alhamdulillah anak saya yahya al fajr lahir prematur berat 1.5, sekarang lagi rawat di ruang perinatology R S UMMI bogor, saya butuh inkubator, krn biaya dirumag sakit udah 20juta lebih, mohon bantuannya

Kami Tim Inkubator-UI bekerjasama dg Y Bayi Prematur Ind, Siap membantu anda dg LAYANAN GRATIS Peminjaman Inkubator bayi utk di rumah (Tinkuba-UI)

kami mohon informasi lebih lanjut untuk mendapatkan layanan inkubator tersebut

Kirim info 1)nama bayi 2)tgl lahir 3)berat lahir BB PB 4)nama ibu, HP 5)Ayah, HP, pek, email 6)alamat 7)Kpn pulang 8)Bs ambil UI Depok ? (Tinkuba-UI)

Yahya Al Fajr 3 Mei 2014 1550 gram 36 cm Ria Yuniarti 0856933717xx Adibu Akhbar Sus 085677152xx Polri adibuakhbarsus@gmail.com ciapus gg purnama kab. bogor kepulangan masih menunggu keputusan dokter jazakalloh khiron katsiron..saya benar2 mgharapkan bantuannya. smoga Alloh membalas kbaikan anda smua. informasi mengenai layanan gratis inkubator ini sperti angin sejuk untuk kami.

kapan bayi pulang nanti kontak kami lagi. (Tinkuba-UI)

jazakalloh khoiron katsiron, barakalloh fiik,,,inysa.ALLAH nanti kami kabarin, syukron

assalamualaykum, Tinkuba-UI, saya adibu akhbar sus ayah dari yahya al fajr (prematur), anak saya insya ALLAH sudah bisa pulang besok, rumah kontrakan saya listriknya hanya 450 W, apakah inkubatornya bisa dengan daya rumah kontrakan saya?

boleh ambil inkubator A-04M, besok rabu, uk 85x45x55 cm3 listrik 80 Watt. (Tinkuba-UI)

Alhamdulillah.,,maaf pak, ambilnya dimana alamatnya, diruangan mana? dan jam berapa? maaf khawatir nyasar, berapa biaya administrasi yg perlu dibayar

Lokasi ambil/antar kembali Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 (Sdr Syarif); Mhn utk tidak memberi apapun pd petugas. Ahlan bik…Gak bayar, semua gratis. Aktivitas ini Pengabdian Masyarakat UI. Salam. (Tinkuba-UI)

Komen orang atas tayangan di SCTV

Tayangan SCTV yang berkaitan dengan Peminjaman Gratis Inkubator Bayi pada Liputan 6 bisa di klik pada posting yang lalu tentang Pelindung Bayi prematur

gaharaha2 mahasuhuk ehescehetehevehe jahadihi bahanyahak yahang mahauhu pihinjehem ihinkuhubahatohor bahayihi…te her la ha lu hu…
Like · · Promote ·

 

May 6

Terpujilah engkau Pak Prof u/ membuat inkubator bg para keluarga yg memerlukan.smoga slalu dlm kesehatan dan lindungan-Nya

 

Arbi Riantono @arbiriantono
Follow Suivre

@Ririn_wilda nih mbak sang penemu inkubator @artonokoestoer di follow aja buat nambah pengetahuan :p

 

idho Irwansyah @dhodhoreedho
Follow Suivre

félicitations Prof Raldi @artonokoestoer

 

Ririn Wilda @Ririn_wilda
Follow Suivre

Ya اَللّهُ msih adkh yg smulia it?? :O bpak prof. Raldi Kartono pncpta n pnyedia inkubator grtis, dy pnylmat bayi2 prematur ank bngsa Ind. – 6 mai

Testimoni dari Malang

Yth. Prof. Raldi Artono Koestoer dan Y Bayi Prematur dan Neonatal
Assalamualaikum. WR. WB
Pertama – tama Puji Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Alloh SWT. atas berkat sifat kasih sayang-NYA masih memberikan kami kesempatan kepercayaan untuk mengasuh anak kami yang lahir dalam kondisi Prematur,
Kedua, kami ucapkan terima kasih banyak kepada Prof Raldi Artono Koestoer selaku pencetus Program Penyelamatan Bayi Prematur Indonesia dan Bpk Totok Wahyudi selaku Agen peminjaman Inkubtor Wilayah Malang. Perantara program dan Inkubator yang kami pinjam ini, anak kami bisa tumbuh besar selayaknya bayi normal yang lain. sekali lagi terima kasih banyak. semoga apa yang di perjuangkan dalam program ini. menjadi ladang amal di dunia yang mana hasilnya bisa di petik di akherat kelak. amin barakalloh
Insya Alloh dalam minggu minggu ini kami akan mengembalikan inkubator tersebut dikarenakan anak kami sudah cukup besar sehingga sudah tidak membutuhkan inkubator tersebut. dan saya pribadi selaku orang tua siap membantu meninformasikan tentang program ini kepada orang orang orang yang membutuhkan.
wassalamualaikum. WR.WB
Biodata kami
Nama Ayah : EKO SAPUTRO
Nama IBU : NUR LAILI FAUZIAH
Nama Anak : “Achmad Hisyam Bahrul Maajid”
TTL : Malang 24 Maret 2014
BBL : 1,7 Kg
Tinggi Lahir : 41 cm
BBS : 2,6 Kg
Tinggi Skrg : 60 cm
dibawah ini foto anak kami mulai pertama lahir di inkubator RS
danketikaberkembangdalaminkubatorC02 dirumah — with Raldi Artono Koestoer.

Dzikrul Qolby's photo.
Dzikrul Qolby's photo.
Like ·  · 
  • Raldi Artono Koestoer Mhn ijin utk sy copas di blog saya dan blog Y Bayi Prematur dan Neonatal
    -0-
    Info penting Program Peminjaman Inkubator untuk di rumah.
    Sudah ada Agen Relawan Peminjaman inkubator di beberapa kota, yaitu:
    Pemalang
    Semarang
    Magelang
    Malang
    Bali
    Landak – Kalimantan Barat (Sdr Emilius P. Sudirjo di wilayah Ngandang)
    Segera menyusul:
    Banda Aceh
    Cilegon
    Kirim pesan bayi prematur SMS Center +62856 5931 2070
    Email: koestoer@eng.ui.ac.id
    FB Fanpage : Y Bayi Prematur dan Neonatal
    Twitter : @artonokoestoer
    Blog : yabapi.blogspot.com ; koestoer.wordpress.com
    Terimakasih atas bantuan dan doa anda semua..–

Bayi Kembar Prematur

Sejak kami memulai melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Peminjaman Gratis Inkubator Bayi, bulan Januari 2012 sampai dengan hari ini, seingat saya sudah ketiga kalinya kami melayani bayi kembar dua. Bayi normal dalam kandungan 37 minggu kurang dari itu disebut bayi prematur. Sedangkan bayi prematur kembar tiga sudah dua kali kami layani. Yang kedua bahkan sekarang ini masih menggunakan dua inkubator kami (bapak Beni Ridwan).  Istilah kami sedang ON, karena biasanya durasi  peminjaman 4-6 minggu. Sampai dengan Maret 2014 mungkin sudah ada 130 an bayi prematur  mendapatkan bantuan dari layanan kami ini.  Serta sejak akhir tahun 2012 kami sudah mengantisipasi keperluan inkubator bayi untuk bayi kembar dua. Dan…dan…diluar dugaan kami…,  muncul permintaan peminjaman untuk bayi…bayi…KEMBAR TIGAAAA… (lihat di https://koestoer.wordpress.com/2014/03/05/keren-banget-triplet-8-b-9-k/).

Sambil nonton Indonesia’s Got Talent ada Putri 8 th buta karena dulunya lahir prematur 6 bulan, dan nyanyinya bagus luarbiasa…Sungguh berlinang airmataku… Terbayangkah oleh anda ? Dunia ini gelap baginya… Selamanya.  Namun Allah Maha Kuasa memberikan bakat nyanyi yang luarbiasa kepada Putri yang tidak bisa melihat karena buta dari lahir.

Melanjutkan cerita bayi kembar prematur diatas, begitulah akhir 2012 kami memodifikasi inkubator lama yang mangkrak bertahun-tahun kerjaan mhs… Saya lupa tahun berapa (Ismud, Irjun…sapa lagi ?).Biasanya kami melakukan pengujian di lab 3 hari 3 malam nonstop 24 jam. Namun belum selesai diuji, baru sehari… permintaan peminjaman sudah datang. Terpaksa, walau belum selesai diuji  Inkubator Ganda ini dipakai juga. Tentu dengan pengawasan penuh dari kami, kontak tiap hari dengan ibu bayi, guna meyakinkan kinerja dari inkubator bayi kembar yang pertama. Alhamdulillah semua lancar.

Inkubator ganda tsb masih berukuran besar sama dengan inkubator Rumah Sakit sehingga transportasi agak sulit. Pengangkutannya tidak bisa dengan mobil biasa harus dengan mobil jip agar bisa diangkut. Karena keterbatasan itulah kemudian kami putuskan untuk memodifikasi lagi,  kami potong lagi bawahnya jadi lebih transportabel, isitilah kami jadi

– Modified Dual Grashof Incubator –

…duh repot banget namanya…Sungguh mati ini cuma supaya kelihatan keren aja koq !

Dan…dan…baru di test setengah hari…sudah datang permintaan:

Selamat siang pak, saya nurhuda +62878837484xx tinggal di cilangkap depok,kami baru dianugrahi bayi kembar akan tetapi kelahirannya prematur 28 minggu,berat bayi 1,4 dua2nya, kami bermaksud minta bantuan inkubator bgm n caranya pak, itupun kl berkenan , td saya tlp tp ga bisa ke no ini, baby kami sudah 1 minggu dirs simpangan depok. Trus bgm caranya, baby kami kembar, ada ga yg muat 2 baby, untuk saat ini baby masih ada di rumahsakit udah 1 minggu,. Nama  hassan dan husain putra nur, lahir  31 maret 2014,  berat hassan 1.35, husain 1, 4.

Belum juga ba bi bu beliau sudah datang…

Photo: Bapak bayi kembar hasan dan Husein, pak Nurhuda. Berfoto dengan inkubator khusus bayi kembar (modified by Ibnu Roihan), yg baru saja selesai ditest.

Tuh orangnya berikut dengan modified incubator-nya

Bayi Hussein lebih dulu pulang dari RS beberapa hari yang lalu April tgl 13, sedangkan hari ini Hassan pulang join saudara kembarnya yang sudah lebih dulu tidur dalam kehangatan inkubator ganda yang dimodifikasi oleh disainer muda Ibnu Roihan (si Rehan, belum setahun lulus sekarang mbantuin saya. Seblm rencananya mau lanjut S2).

Mari kita lihat si kembar berdua’an lagi, teriring do’a kami dan do’a anda semua agar hassan dan hussein segera sehat bersama inkubator ganda buatan FTUI.

kembar Nurhuda 20140426 v2

 

Bila ada kerabat anda yang memerlukan layanan kami, silakan kontak:

Peminjaman Gratis Inkubator Bayi untuk di rumah

SMS Center 0856 59312070 (hanya SMS)

Email: koestoer@eng.ui.ac.id

Semoga bermanfaat.-

=0=

Sekaligus sebagai laporan singkat. Seri terakhir inkubator Grashof  yang dibuat adalah seri E ada 5 unit. Satu unit sudah dikirim ke Bali untuk agen relawan di sana. Beberapa agen relawan inkubator sudah ada di kota lain yaitu Semarang, Magelang, Pemalang dan Malang serta Kalimantan Barat (Ngandak dekat Pontianak…halo Emil, plis kirim berita bila ada info yang bisa di share). Sekarang sedang dibuat enam unit seri F. Dua unit akan segera dikirim ke Banda Aceh (halo ibu Ratna Sari, siap terima ya…tapi ngirimnya gimana ?…jauh banget).

Ini bayi kembar tiga yang lagi ON, anaknya pak Beni Ridwan di Petukangan Selatan.

kembar 3 yg lagi ON (Sedang meminjam inkubator FTUI)

kembar 3 yg lagi ON (Sedang meminjam inkubator FTUI)

Peminjaman inkubator di koran Metropolitan

Lihat foto koran Metropolitan hal pertama dan kedua sebelah bawah, tgl 18 April 2014. Berita tentang Peminjaman Gratis Inkubator.

Saya sendiri belum pernah baca koran ini.

Judulnya:

1. Pakai Bahan Khusus Laris Dipinjam Keluarga Miskin

2. Rancang Bangun Inkubator Khusus Bayi Kembar

 

Koran Metro hal 1,  METJKT180414_1

Koran Metro hal lanjutan...

13-19 METJKT180414

raldi artono Koestoer, profesor pembuat inkubator murah

Pakai Bahan Khusus, Laris Dipinjam Keluarga Miskin
Inkubator bayi biasanya hanya
dimanfaatkan orang tua dari
kalangan ekonomi menengah ke
atas. Maklum, harga sewa atau
belinya relatif mahal. Untungnya,

sEDErhana:

Prof Raldi Artono Koestoer

raldi artono

mampu menciptakan inkubator

Koestoer
(kanan) dan

yang murah. Dia bahkan sering

inkubator

meminjamkan karyanya itu

bikinannya.

kepada warga miskin.

ARYO MAHENDRO

PADA 1989, Raldi baru menyelesaikan
kuliah doktoralnya di Universite de Paris
Creteil di provinsi Val de Marne. Waktu itu
kakaknya meminta Raldi memperbaiki sebuah bayi itu pun dilakukan. Hasilnya, alat tersebut muda. Dia melihat implementasi alat canggih
inkubator yang rusak. Pembongkaran dan kembali berfungsi. tersebut hanya terjangkau oleh kalangan
pemeriksaan terhadap mesin penghangat Sejak itu pula, tercetus ide di benak Raldi berduit. ”Kalau di rumah sakit, orang tua

aryo mahEnDro/jawapos
pasien harus keluar uang Rp 1–8 juta per
hari hanya untuk fasilitas inkubatornya,”
kata Raldi. Guru besar Departemen Teknik
Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia
itu pun memutar otak.

Raldi ingin membuat alat kesehatan secanggih
itu. Tetapi, alat itu harus murah,
mudah, portable, dan hemat listrik. Sebab,
menurut dia, inkubator sejatinya hanya
digunakan untuk menjaga suhu tubuh bayi
agar tetap pada 34 derajat Celsius. Sementara,
hanya rahim ibu yang dapat menghangatkan
suhu tubuh bayi yang lahir terlalu cepat.

”Jadi, inkubator ini konsep dasarnya seperti
menggantikan dekapan hangat sang ibu
untuk bayinya yang masih rapuh,” jelas pria
yang juga personel grup musik The Prof
Band tersebut.

Kemudian, pada awal 1995, pria yang mengidolai
Mick Jagger tersebut mulai mengembangkan
dan memodifikasi inkubator

MITI dan Steinbeis visit UI-Inkubator

Lab NICU di lantai 2 Dep Teknik Mesin dikunjungi oleh MITI dan Steinbeis.

Mereka ingin mendengar cerita tentang program peminjaman gratis inkubator untuk masyarakat gol menengah kebawah. Bos Jerman ini terkagum-kagum mendengar inovasi tentang Grashof Incubator… Dia kaget waktu saya bilang Grashof itu peneliti asal Karlsruhe…

Foto 2 steinbeis

Mengenai sejarah pengembangan inkubator di FTUI, bisa di klik pada link berikut:

https://koestoer.wordpress.com/tim-inkubator-dengan-majalah-swa/

https://koestoer.wordpress.com/keren-banget-triplet-8-b-9-k/

Mereka yang membutuhkan layanan gratis kami utk peminjaman inkubator di rumah silakan kirim pesan melalui

SMS 0856 5931 2070 

SMS center kami.-

Semoga bermanfaat...

 

 

 

 

 

Cara Membawa Inkubator dg Bagasi Pesawat

Dear Emil,

Terimakasih atas sharingnya membawa inkubator dari Jakarta ke Pontianak.

Mohon ijin untuk saya posting di blog, karena bulan depan akan ada yang membawa inkubator dari Jakarta ke Bali, yaitu sdr Wayan Nata. Beliau bersedia menjadi agen peminjaman inkubator gratis untuk daerah Bali.

Salam.

On 25-03-2014 12:51, Emilius Sudirjo wrote:
> Dear Bg Raldi,
>
> Sebelumnya maaf kalau lambat merespon permintaan abang untuk share
> pengalaman membawa inkubator portabel dengan bagasi pesawat. Berikut
> pengalaman saya:
>
> Saat harus membawa inkubator dari UI ke Pontianak (dengan pesawat
> udara) terus lanjut lewat jalur darat ke Ngabang(Kab.Landak, KalBar)
> saya sempat berpikir 2 pilihan, yaitu dengan menggunakan bagasi atau
> dibawa masuk ke kabin. Karena dimensinya yang cukup besar ternyata
> tidak muat untuk dibawa masuk ke kabin. Alasannya adalah terkendala
> pada tempat penyimpanan di kabin. Akhirnya saya memutuskan membawa
> dengan bagasi.
>
> Pertama saya sempat berpikir mau membuat pallet kayu dengan dilapisi
> peredam kejut/benturan sehingga aman sampai ke tujuan. namun karena
> terbatasnya waktu yang saya miliki maka saya mencari cara lain.
> Akhirnya saya hanya membungkus dengan menggunakan kardus tebal yang
> kaku. Bagian yang tersulit adalah membungkus bagian tutup inkubator
> yang terbuat dari acrillyc. Untuk bagian bawa karena terbuat dari kayu
> saya tidak melapisi dengan bahan lain, tapi hanya dengan kardus saja
> kemudian di plester dan diikat. Nah untuk bagian tutup acrillycnya
> setelah saya bungkus dengan kardus (dengan posisi bagian atas terbuka)
>
> , bagian dalamnya saya pasang peredam kejut dengan menggunakan kardus
> yang digulung membentuk bagung seperti lampu neon. saya pasang sekitar
> 8 peredam kejut, 4 melintang dan 4 membujur. selanjutnya dibandara
> saya minta dibungkus dengan plastik bening. saat check in saya minta
> dipasangi tanda pecah belah (fragille) kepada petugasnya. Puji Tuhan
> sampai di Pontianak inkubatornya selamat, dan juga saat dibawa dengan
> taksi ke tujuan akhir inkubatornya tetap bisa berfungsi.
>
> Demikian share saya Bang, semoga bermanfaat
>
> salam,
>
> Emilius
>
> Emilius Sudirjo, MSc

Deklarasi

Banyak tanggapan masuk di Fesbuk menyambut tulisan saya mengenai sebuah testimoni dari seorang ibu yang bayinya waktu lahir beratnya hanya 1 kilo namun sekarang sudah sehat dan lucu berikut dgn foto bayi waktu lahir berbelit selang infus, juga foto saat sekarang sudah gemuk dan lucu.
Beberapa ada yang tanya ttg armada inkubator ada juga yang menawarkan kerjasama bila ada hasil-hasil penelitian lain.
Kumpulan inkubator (saat ini ada 10 berbagai jenis), kami sebut ARMADA. Inkubatornya sendiri kami sebut tank amphibi… Jadi gak cocok ya ? Semestinya armada itu utk kapal perang. Tapi waktu musibah banjir melanda Jakarta, inkubator ini berguna juga utk menyelamatkan bayi di rmh mrk yg kebanjiran, walaupun kemudian diungsikan bbrp blok dari situ. Jadi itulah akhirnya saya sebut ARMADA TANK AMPHIBI.
Like · · Share · 22 hours ago near Jakarta ·
Adapula dari rekan muda Andy…
Andy Tirta Prof, Semoga jadi amal jariyah kebaikan selalu… puluhan, ratusan bahkan mungkin nanti ribuan anak2, akan punya satu Bapak Angkat, Prof Raldi namanya
Raldi Artono Koestoer Sudah saya declare ” Sayalah ayah dari semua bayi prematur…”
-0-

Jadi memang sudah saya deklarasikan sejak tahun 2012:

SAYALAH AYAH DARI SEMUA BAYI PREMATUR.

Dengan demikian tidak ada kemungkinan lain bagi saya kecuali harus menolongnya dengan segala daya upaya. Mohon bantuan do’a dari anda semua.

Minjem Gampang Mbalikin Susah

Sabtu sore biasanya kami gunakan untuk jalan-jalan dengan sambil makan diluar. Karena sang anak bbrp hr y.l. ulang tahun, ibunya berinisiatif membelikan kado walau sudah agak telat karena senin s/d jumat sore, anak tinggal di asrama. Sambil nunggu mereka saya buka HP BB, tahu-tahu saya baca “Pak Raldi…Mantabs…” Tertulis dari Hamdi (M99) yang tergabung di milis alumni mesin. Saya ingat ini orang yang kayanya arab keriting, logatnya jawa, dan memang benar ternyata dia lampirkan foto Koran Jawapos yang awal terbitnya dan tentu juga terkenal di Surabaya atau daerah Jawa-Timur.

Reportase Hilmi Setiawan Jawapos

Reportase Hilmi Setiawan Jawapos

Seperti yang saya beritakan juga di blog saya, bahwa kami di kantor dikunjungi jurnalis Jawapos, yang mau meng-cover berita tentang kegiatan kami seputar Peminjaman Gratis Inkubator Bayi untuk bayi premature di rumah. Nah sekarang baru keluar rupanya reportase Hilmi Jawapos tgl 08 Feb 2014. Esok harinya istri saya bilang “ Udah ada tuh di Koran Padang Ekspress…” Wah rupanya Jawapos ini group Koran daerah sekarang jadi bisa diposting di Koran daerah lain. Melalui Facebook juga banyak yang kasi selamat dan kasi semangat, untuk kami melanjutkan serta mengembangkan upaya menolong bayi premature di rumah ini.

Calon Agen Malang

Berbarengan dengan itu di hari sabtu, bapak Totok Wahyudi. Calon Agen Peminjaman incubator yang berdomisili di Malang datang ke rumah. Diskusilah kami panjang lebar tentang pengalaman selama dua tahun ini dari Januari 2012 s/d Januari 2014. Ternyata beliau bukan saja bersedia membantu kegiatan volunteer ini tapi beliau bersama teman-temannya sudah mengumpulkan uang untuk minta dibikinkan incubator. Seperti pernah saya launch sebelumnya bahwa satu incubator perlu biaya bikin 2,5 juta. Mereka sudah mengumpulkan s/d 5 juta, jadi bisa untuk 2 inkubator. Ditambah dengan satu hibah dari saya, maka bulan Maret nanti pak Totok akan datang ke Jakarta dengan kendaraan yang cukup besar akan mengangkut 3 unit incubator untuk daerah Malang dan sekitarnya. Diharapkan bulan Maret nanti hujan sudah mereda jadi jalan darat Jakarta ke Malang bisa lebih aman dari hujan dan banjir.

Agen Kalimantan

Calon Agen dari Kalbar datang Senin Seperti sudah direncanakan dan sudah konfirmasi, rekan alumni muda sdr Emilius Sudirjo dating dari Kalimantan Barat, kota Ngabang kabupaten Landak… Mohon maaf Emil, saya belum pernah dengar nama daerah itu, untung juga kamu cerita jauhnya 100 km dari Pontianak. Jadi untuk agen Kalbar ini satu paket yang kami hibahkan untuk menyelamatkan bayi premature adalah:

1 unit incubator Grashof, 1 unit Fototerapi double lamp, 1 unit timbangan bayi digital, dan 1 unit Termometer digital.

Terimakasih pada sdr Emilius Sudirjo

Terimakasih pada sdr Emilius Sudirjo

Emil datang dengan satu orang teman (orang Jakarta). Tentu mereka rada kebingungan bagaimana caranya dengan Lion-air Emil akan bawa paket incubator dan fototerapi. Untuk bagian akrilik atas bisa dilepas sehingga bagian fragile ini bisa ditenteng tangan. Nanti kalau dia ditahan dan di-tanya2 sama pramugari bilang aja ini alat penting untuk puskesmas dan RS di Kalbar. Jadi dengan demikian markas kami sekarang kosong, coz semua armada lagi bertugas baik di Jabodetabek maupun di luarkota.

Inkubator dan fototerapi satu paket

Inkubator dan fototerapi satu paket

Nah inilah problemnya, gimana nanti kalau ada bayi di Jkt yang perlu incubator ? SMS Permintaan peminjaman Sby Dari minggu pagi sudah beberapa kali HP saya berbunyi. Dan seperti biasa tidak saya ladeni…kenapa ? Coz banyak sales ini itu yang nawarin ini itu juga, jadi aja skrg saya gak pernah nyautin telp. Kalau ada nomor yang tidak saya kenal selalu saya sms balik “Kirim sms aja…” begitu call-back saya.

Muncul 2 permintaan di minggu pagi…Selamat Pagi Pak, saya Ixx +62812316269xx dari Surabaya … Hari ini saya baca Jawa Pos tentang incubator gratis untuk warga miskin yg Prof ciptakan dan kebetulan pula teman kami kemaren masuk RS karena p’darahan hebat lagi padahal usia kandungan baru 7 bln kurang 17 hari dan oleh dokter diminta untuk di lahirkan paksa karena keadaan yg memaksa, teman kami kesulitan untuk biaya, apk kami bisa ajukan ke Pak untuk meminjam inkubator tersebut untuk teman kami ?? Atas perhatian dan feedback dari Prof kami ucapkan banyak Terima Kasih / Ixx Surabaya. Dan menyusul minggu malam dari kota Bogor…Assalamualaikum.. Saya sanxx dr bogor +62896382352xx, sudah 2 hari ini melahirkan bayi prematur , diusia 8 bln dgn berat 1600 gr , saya bc di internet bpk menyewakan inkubator gratis utk warga miskin , apa msh ada? Terima kasih, mohon balas secepatnya, karna selamat di rumahsakit sudah menelan biaya yg besar, saya mohon bantuannya terima kasih.

Tarik nafas dalam-dalam, saya rada keder pastilah… Namun ini sudah ke sekian kalinya saya menghadapi persoalan seperti ini jadi…Stay calm, tenang, tenang pasti ada solusinya. Mengapa keder ? Yah tentulah karena markas kami kosong semua armada tempur tank amfibi kami sedang berjuang menyelamatkan bayi sehingga tidak ada yang ready di markas besar. Beberapa peminjam yg sdh lama, 3 mg sampai satu bulan lebih, saya kirimi sms nagih incubator bila bayinya sudah sehat diatas 2,3 kg. Hanya dua (dari tiga) yg menjawab positif bayinya sudah normal dan sehat, tapi masih belum bisa mengembalikan. Inilah sifat manusia gampang meminjam susah mengembalikan. Dalam hati, apakah saya harus nyewa sejenis debt-collector buat nagih. Tapi mana ada yg volunteer, pastilah minta bayaran yg tinggi krn harus juga nyewa preman bertatoo…Duh segitunya buat nagih incubator… Pastilah ada jalan yang lebih halus, kan Allah juga yg akan menggerakkan hati mereka. Allahlah yg sanggup membolak-balikkan hati manusia. Apa akal…? Nah muncullah dibenak saya, mengapa tidak saya forward saja sms ibu yg panic mau minjam incubator pada mereka pemakai yg sudah lama…? Bukankah mereka juga mengalami hal yang sama bulan yang lalu ?

Ini dia fwd-nya: Mari kita saling membantu sesama >> >> Assalamualaikum.. Saya sanxx dr bogor +62896382352xx, sudah 2 hari ini melahirkan bayi prematur , diusia 8 bln dgn berat 1600 gr , …dst sama dg diatas…

Benar ternyata mereka menjawab, krn mungkin teringat pengalamannya sendiri waktu panik bulan2  lalu saat bayi prematurnya baru lahir. Berikut jawaban mereka: Dari pak Yax: ya prof.mhn maaf ini sy sdg tugas luar kota blm sempat utk kembalikan inkubator.hr kamis ini br kembali ke bdg.klo tdk terlalu mlm sampai rmh,sy akan langsung ke depok.mhn maaf sblmnya prof.

Dari pak Andxx: Insya Allah besok segera pak….hari ini saya masih nyari kendaraan utk besok tetapi masih digunakan….mudah2an bsk pagi ada kbr baik utk kesana….kalo tidak saya akan cari yg lain segera…Alhamdulillah hari ini bayinya sudah tidak mau di inkubator lagi….Segera besok mohon doanya untuk dimudahkan Terimakasih.

Demikianlah cuplikan cerita – one day in the life – , semoga bermanfaat bagi kita semua.

Menulis sambil mendengarkan – Ana Vidovic plays Sonatina –

Jawapos Datang

Kegiatan Socio-Technopreneurship (demikian kami sebut supaya kelihatan keren) Peminjaman Gratis Inkubator bayi untuk menolong bayi prematur di rumah, rupanya menarik perhatian salah satu media cetak. Datanglah di hari kamis tgl 06 Februari 2014 jurnalis dari koran Jawapos, berbadan besar agak gendut sdr Hilmi Paxxxx (dikasi xx spy kelihatan misterius). Janji jam 10 an tapi baru dtg jam 11.30 dikarenakan motornya kempes dan bocor melulu coz tak sanggup menahan bodi yg terlalu berat majikannya.

Begitu datang langsung beliau motret sana sini dgn kamera sakunya. Tentu saja kami agak heran krn biasanya jurnalis kalo dtg bawa peralatan foto video yg beratnya s/d  10 ton, tapi yg ini rupanya lain, badan boleh besar tapi tustel tetap kecil. Selesai motret, mulailah wawancara, tp sebelum itu saya nanya dulu: ” Apakah anda sudah membaca dari bbrp artikel yg saya kirim melalui email ?…. Wah belum sempat pak…”  Tentu saja kita tidak perlu heran karena memang kerja wartawan adalah untuk mengejar berita, bukan baca artikel.

Mulailah saya ditanya-tanya ini itu, dan tentu saja, seperti juga kepada wartawan yang lain, saya sampaikanlah kebohongan-kebohongan saya mulai dari kanan kiri atas bawah depan belakang dimensi satu sampai empat, dari  A sampai Z. Lalu beliaupun  pura-pura serius mencatat bualan saya tentang inkubator. Setelah selesai kami berdua tertawa puas terbahak-bahak. Saya tertawa senang karena merasa sudah berhasil menipu wartawan, sedang wartawan merasa senang karena telah menipu narasumber dengan pura-pura2 mencatat. Toh saya katakan padanya, anda lihatlah semua artikel yang saya kirim, semua kegiatan kami ada koq disitu. Di cuplik sana sini aja, semua itu sudah lebih dari cukup.

Selesai jurnal kita pagi sampai siang ini, sambil beliau pulang saya bilang ” Jangan lupa fotonya dikirim email ya…”

Dan malam ini saya sudah terima kiriman fotonya yg saya posting bersama tulisan ini.

Tim Inkubator UI, Syarif, Rehan, Raldi.

Tim Inkubator UI, Syarif, Rehan, Raldi.

Raldi dan Hilmi dari Jawapos dengan Inkubator Grashof

Raldi dan Hilmi dari Jawapos dengan Inkubator Grashof

Testimoni pemakai inkubator

Sudah berselang dua tahun lebih, kami meminjamkan secara gratis inkubator bayi untuk bayi prematur di rumah. Paling concern tentu para ibu yang punya bayi atau masih akan punya bayi lagi. Demikianlah, dan salah satu ibu punya blog dan cerita di blog tentang aktivitas SOSIO_TEKNOPRENEURSHIP di Dep Teknik Mesin FTUI. Secara diam-diam tanpa memberitahukan pada beliau saya reposting saja… Seakan-akan membuktikan dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat kami di UI.

http://bundawannabe.wordpress.com/2013/04/22/sewa-inkubator-gratis/

Peminjaman inkubator GRATIS untuk di rumah.

Kontak SMS +62816-1992186, Email koestoer@eng.ui.ac.id

Partisipasi Menolong Bayi Prematur

Seperti diketahui Tim Inkubator UI bekerjasama dengan Yabapi (yayasan Bayi Prematur Indonesia) telah menjalankan program spesial, sejak Januari 2012 (berarti sudah dua tahun lebih), yaitu:

PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR UNTUK MENOLONG BAYI PREMATUR

Sudah lebih dari seratusan bayi tertolong oleh kegiatan pengabdian masyarakat di Dep Teknik Mesin FTUI ini. (Update 2016, sudah 1500 bayi tertolong di 40 kota dan kab kota). Lihat di beberapa tulisan kami di blog ini juga, misalnya:

– https://koestoer.wordpress.com/2013/03/11/bayi-kembar-sudah-sehat/

– https://koestoer.wordpress.com/bayi-prematur/inkubator-bayi-gratis/

Sampai dengan Januari 2014 ini  kami memiliki 14 inkubator yang terdiri dari 3 inkubator besar (versi lama) dan 11 inkubator kecil (versi baru untuk rumahan yang kami sebut Inkubator Grashof). Dua unit kami hibahkan ke Pemalang, satu unit ke Semarang dan satu unit ke Magelang. Sehingga di Pusat Jabodetabek ini ada 10 unit yang di akhir Januari habis dipinjam semua. Dengan demikian pastilah kami harus memperbanyak lagi jumlah armada inkubator kami. Baik di pusat maupun di agen yang kami sebutkan diatas tersedia juga unit fototerapi untuk menolong bayi kuning. Alat ini juga dipinjamkan dengan gratis demi menolong bayi kuning di rumah.

Namun ternyata permintaan bantuan peminjaman inkubator  masih tetap banyak dari masyarakat. Persoalan utamanya adalah masyarakat gol menengah bawah tidak mampu membayar biaya Rumah Sakit karena perharinya harus bayar Rp 500 rb s/d 5 juta rupiah. Banyak pula yg kesulitan karena utk masuk RS mereka hrs bayar DP dulu sekian juta. Mereka ini perlu kita tolong dengan meminjamkan inkubator utk menghangatkan bayi yg kedinginan krn lahir sebelum waktunya. Bayi prematur ini mengalami hipotermia (kedinginan). Bayi prematur menggigil kedinginan terutama dimusim penghujan seperti ini Des-Maret. Bayi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah).

Karena itu kami membuka kesempatan kegiatan ini menjadi LADANG AMAL bagi bapak dan ibu atau siapa saja, yang mau berpartisipasi membantu dengan:

berinfak

Sedekah

Wakaf

Donasi

Menyumbang untuk kegiatan menolong bayi prematur dengan inkubator gratis.

Disain inkubator kami spesial untuk ditempatkan di rumah dan berdaya listrik sangat hemat antara 20 Watt s/d 50 Watt saja. Jadi bisa jalan di rumah kecil yg daya listriknya hanya 450 W tanpa masalah. Untuk diketahui inkubator di Rumah Sakit daya listriknya besar antara 300-500 Watt. Portable lihat ukurannya di https://koestoer.wordpress.com/2014/01/30/armada-inkubator-300114/

Biaya pembuatan satu inkubator adalah Rp 2,5 juta (dua juta limaratus ribu rupiah) (update 2016 Rp 3,5 jt).

Kami menerima partisipasi anda dalam bentuk sumbangan berapa saja serelanya NON-TUNAI, boleh seperempat inkubator, boleh setengah inkubator, boleh SATU, boleh DUA atau berapa saja seikhlasnya.

Silakan kirim melalui :

Rekening tab bank  CIMB-NIAGA a.n. Raldi Artono Koestoer

Nomor  703033790700

Kontak SMS dan info : HP 0856 5931 2070  ; Email : koestoer@eng.ui.ac.id

Mengingat banyaknya permintaan dari luar kota, kami berencana untuk membuka kegiatan yang sama di beberapa kota lain (sudah di 3 kota diatas) bahkan untuk 34 provinsi seluruh Indonesia, targetnya tahun ini mungkin satu di Jabar,  satu di Jatim dan satu di Kalimantan Barat. Per Januari 2014 ini kami sudah berhasil membuka AGEN PEMINJAMAN DI PEMALANG, SEMARANG dan MAGELANG.

Mohon doa dari bapak dan ibu, agar kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa berkembang dan utamanya utk mengurangi  angka kematian bayi di negara kita dengan menolong dan menyelamatkan bayi prematur. Menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan semuanya.

– SAVE OUR BABIES –

-0-

Update 2017 bisa dilihat di berita BBC-NEWS dengan link berikut:

Nagih inkubator dg sopan

(Tim Inkubator UI) : Bapak ibu Fxxxx, gimana kabar bayinya ? Sdh berapa beratnya sekarang ? Kami doakan agar cepat sehat dan normal semua. Salam.

(Ibu Fxxxx) : Alhamdulillah kbr bayi sy sehat. Skrg beratnya 2,5. Aamiin, terima kasih pak doanya.

(Tim UI) : Kami turut gembira bayi bapak ibu sdh sehat dan normal kembali. Kami doakan agar bayi sehat seterusnya, dan gunakan selalu asupan ASI. Namun masih banyak bayi prematur lain yg memerlukan pertolongan, bila tidak keberatan kami mohon inkubator dikembalikan. Terimakasih telah bekerjasama dgn baik.

(Ibu Fxxxx) : Iyaa pak…memang rencananya kami akan mengembalikan inkubator. Krna bayi kami pun sdh tdk betah bobo di inkubator. Dlm bbrp hari ini kami akan mengembalikannya.

Orang Miskin Dilarang…

Dua minggu yang lalu saya baca subjudul di majalah Tempo, tulisannya begini

ORANG MISKIN DILARANG SAKIT

Artikel pendek itu menunjukkan betapa beratnya bagi orang kurang beruntung atau golongan menengah kebawah bila mereka sakit dan dirawat di Rumah Sakit. Biayanya yang besar tidak mungkin tertanggungkan oleh mereka. Bukan gol bawah saja tapi gol menengah juga terancam jatuh miskin bila ada familinya yang masuk RS, karena mahalnya biaya operasi maupun perawatan.

Namun bukan itu saja yang menjadi keluhan bagi gol menengah kebawah bila gaya subjudul Tempo dipakai maka pernyataannya menjadi

ORANG MISKIN DILARANG MELAHIRKAN

Mengapa demikian ? Simak saja SMS yang saya terima kemarin:

Selamat Sore Pak.Raldi, istri saya baru pasca melahirkan dengan usia kehamilan 7 bulan & mendapatkan bayi prematur, sedangkan saya tidak mampu untuk perawatan bayi saya di Rumah Sakit dengan biaya Rp.4.juta/hari. Tolong bantuannya Pak bagaimana caranya saya bisa pinjam alat inkubator untuk bayi prematur saya untuk saya rawat sendiri dirumah. Terima Kasih, Hormat saya FAXXXX. (20Jan14).

Jadi bila melahirkan bayi premature sedangkan anda tidak punya uang sekian juta, jangan harap bisa merawat bayi di RS, lha wong ongkosnya sehari 4 juta rupiah sedangkan perawatan bayi premature biasanya lebih dari sebulan. Katakanlah 30 hari, jadi total 30×4 = 120 juta keluar ongkos. Gol menengah setelah jual motorpun masih belum bisa menebus biaya perawatan bayi prematur. Walhasil setelah jual motor, bapak bayi kudu cari pinjaman ke sanak saudara agar bayinya bisa keluar dari RS.

Jadi bagaimana solusinya ?

Tenang…tenang…saudara-saudara. Jangan panik… Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, semua penyakit ada obatnya dari Allah. Demikian juga tidak ada persoalan yang tidak ada solusinya…Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Karena itulah kami berinisiatif untuk meminjamkan inkubator bayi dengan gratis atau tanpa bayar kepada keluarga bayi prematur untuk merawat bayinya di rumah, sekali lagi di rumah bukan di Rumah Sakit. Aktivitas sosial Pengabdian Masyarakat yang berawal dari kegiatan di Dep Teknik Mesin FTUI dengan subproyek ATI (Advanced Technology Implementation) berlanjut menjadi kegiatan yang kami sebut:  Socio-Technopreneurship.

Berawal dari 2 unit incubator besar, yang kami pinjamkan pada keluarga bayi premature di rumah di awal Januari 2012. Sekarang sudah berkembang, armada incubator berbagai tipe kami miliki sebagai hasil pengembangan teknologi di FTUI dalam dalam produk Alat Kesehatan berbasis teknologi termal, disain manufaktur dan sedikit elektronik. Akhir Januari 2014 ini kami memiliki total 14 unit berbagai ukuran. Empat unit diantaranya disumbangkan pada agen peminjaman di Jawa-Tengah yaitu di Pemalang 2 unit, Semarang 1 dan Magelang 1 unit. Cita-cita besar kami ingin mengembangkan aktivitas Socio-Technopreneurship ini ke 34 provinsi di Indonesia.

Tiga Agen Peminjaman di Jawa-Tengah

Bapak Suwarso agen di Pemalang desa Kendalsari sebenarnya sudah dari tahun lalu menjadi mitra kami. Beliau adalah teman sekelurahan dari pak Jos Istiyanto dosen di DTM-FTUI. Pak Jos pernah cerita kalau di desanya ada orang yang juga meminjamkan incubator ala kadarnya kepada tetangga karena dulu bayinya premature dan beliau kemudian bikin dari kayu dengan pemanas botol-botol berisi air panas. Inkubator yang kami hibahkan ternyata bermanfaat untuk menolong bayi disana bahkan ada yg datang mengambil dari Semarang.

Tgl 16 Januari 2014 kami berangkat ke Jawa-Tengah dengan membawa 3 paket incubator untuk dihibahkan ke Pemalang, Semarang dan Magelang.

-0-

Peminjaman Gratis Inkubator Bayi

Telah diserah-terimakan satu paket inkubator yang terdiri dari:
1 unit inkubator Grashof
1 unit timbangan bayi 5 kg
1 unit termometer digital
1 unit fototerapi untuk bayi kuning
Kepada Agen Relawan Peminjaman Inkubator di
Pemalang (Bapak Suwarso)
Semarang (Ibu Anggorowati)
Magelang (Ibu Heni Setyowati)
Semoga bermanfaat untuk menolong bayi prematur di Jawa-Tengah.
Paket Inkubator ini dipinjamkan secara gratis untuk di rumah bukan untuk di Rumah
Sakit.
Mereka yang memerlukannya silakan kotak Call Center SMS

+628161992186

Kami akan berusaha sebaik mungkin melayani anda tanpa biaya.

-0-

NATO NAPO dan NARO

Banyak orang berilmu di Negara kita ini. Namun ilmu tinggallah ilmu bila tidak diaplikasikan maka dia akan tetap jadi ilmu saja tidak jadi apa-apa. Dia baru berguna manakala dia daplikasikan sehingga bernanfaat untuk manusia lainnya. Pandai dan pintar tinggal sekedar pandai saja, hanya berguna untuk cari makan diri sendiri saja, lalu apa gunanya jadi orang yang se’akan2’ pandai tapi tak manfaat. Tidak perlu pandai dan pintar asal mau berpikir sedikit saja sudah cukup, lalu harus… sekali lagi harus…BERTINDAK. Barulah dunia dan alam sekitar ini bergerak, mereka bereaksi terhadap tindakan kita. Tindakan positif menghasilkan reaksi dunia seisinya positif juga.

NATO No Action Talk Only kita sudah kenal semua, Bahasa gaulnya ‘ngomong doang’, semua baru jadi kenyataan bila ada tindakan, problema sebenarnya baru akan muncul bila dikerjakan sesuatu. Antara Teori dengan praktek jauh bedanya seperti jarak Antara hulu dengan hilir sungai.

NAPO No Action Plan Only, nah ini khas mereka yang berada di kampus dan Lembaga Litbang. Bikin rencana aja, bikin rancangan aja tidak ada yang selesai menjadi sesuatu yang berguna, hanya tinggal dikertas dan power-point saja. Lalu ada lagi dan sangat membosankan terus menerus dilakukan, tanpa memandang siapa sih sebenarnya yang membutuhkan uluran tangan anda orang2 ‘the so called’ berilmu…Ya rakyat itulah. Bikin dong sesuatu untuk mereka, paksain, pikirin. Resources income-nya darimana ? Mulailah dengan uang sendiri dulu… Duit sisa proyek (sisa proyek penelitian kan banyak). Nah karena uang sendiri kita jadi irit, mikir jadi fokus, dengan sendirinya nilai tambah jadi meningkat. Uang sedikit hasil jadi banyak bahkan berkualitas, dampak positif langsung muncul. Tentu saja semua itu karena Allah yang bukakan jalan. Memangnya ide brilyan itu datang darimana ? Dari Allah pastinya, manusia apalah bisanya… Kalau hanya untuk menghabiskan uang negara aja sih gampang (yang notabene uang rakyat)… Yang susah kan nyarinya. Jadi pejabat yang cuma duduk manis aja sih very easy, istri senang, anak2 semua sekolah bagus dan berhasil, fasilitas ini itu dapat tanpa usaha. Kursi empuk, semua rekening ditanggung negara. Anda berada di comfort-zone, tidak mau berubah, berusaha mempertahankan kursi empuk dan fasilitas negara… Untuk apa sekolah ? Untuk apa jadi sarjana dari Univ terkenal ? Untuk apa gelar yang tinggi dan banyak ? Untuk apa jadi guru besar ?… Ngomong doang.

NARO No Action Research Only, hasilnya Cuma bertumpuk kertas saja, terus2an…Salah dong, karena research itu cukup sekali dua kali aja lalu aplikasikan terutama mereka yang berada dibidang teknik. Pikirkan gimana caranya… dan focus, jangan uang dijadikan tujuan. Takkan ada hasilnya, bahkan award ini itu, sertifikat ini itu, lupakan saja. Cukup sekali dua saja, selembar ijazah, selembar sertifikat, award sekian juta jangan dijadikan tujuan. Tapi bila ada orang lain yang bisa tertolong, terbantu, alam yang terpelihara, energy yang jadi hemat. Kaum marginal yang terangkat, itulah yang diperlukan Negara ini.

Mulailah dengan berdoa, karena hanya atas ijin dan ridho Allah-lah segala sesuatu bisa berubah. Demikian juga kita, mohon doa pada Allah agar apa yang inginkan bisa terjadi. Allah pasti akan memberi petunjuk bila tujuan kita itu baik, Beliau pasti akan membuka pintunya bila anda mulai BERTINDAK saat ini.

Raldi Artono Koestoer – 21 Jan 2014.-

Bayi Prematur Mandi

Bayi prematur bernama Karima Azmya lahir tgl 21 November 2013 dengan berat hanya 1600 gram (BBLR Berat Bayi Lahir rendah). Atas bantuan program Pengabdian Masyarakat DTM-FTUI  orang tua bayi mendapat pinjaman gratis inkubator bayi untuk di rumah. Dengan demikian bayi mendapat perawatan intensif dari ibunya dan juga mendapat asupan ASI langsung, terlihat bahwa bayi menunjukkan tanda sehat dari gerak-geriknya. Tinggal lagi perlu dinaikkan berat badannya. Bantuan inkubator sangat bermanfaat karena dengan begitu bayi bisa tidur nyenyak tidak kedinginan dimalam musim penghujan yang kadang untuk bayi prematur masih terlalu dingin.

Bayi anda perlu bantuan inkubator ?

Kontak saja dengan SMS :

Tim Inkubator UI   + 62 857 958 760 13

Atau email saya : koestoer@eng.ui.ac.id

Inkubator Grashof buatan FTUI yang khusus untuk digunakan di rumah. Hemat Energi hanya 40 Watt, enteng portable hanya 13 kg. Bayi prematur sangat nyaman didalam inkubator dirumah dalam pengawasan ibunya.

Lihat bayi prematur didalam inkubator Grashof.

Metode Kangguru untuk bayi baru lahir

Bayi baru lahir seringkali merasa kedinginan di udara terbuka karena belum cukup energinya untuk melawan perubahan suhu lingkungan yang tadinya 37 dgC didalam kandungan ibu menjadi 29-30 dgC di ruangan biasa (apalagi di ruang perinatologi 25-26 dgC atau ruang NICU 22-24 dgC). Sehingga bayi perlu dibantu dengan cara menghangatkan mereka, dan cara yang paling ampuh adalah dengan digendong didada ibunya. Bayi dengan demikian mendapatkan transfer kalor dari tubuh ibunya dan kemudian bayi merasa nyaman karena bisa mendengar dan merasakan detak jantung ibu, inilah yg disebut Metode Kangguru. Bayi yang berada di RS seringkali terpisah dari ibunya dengan demikian bayi sulit mendapatkan ASI yang secara natural merupakan asupan yang terbaik untuk bayi. Sedangkan bayi yang berada dekat atau apalagi selalu dipeluk oleh ibu, akan merasa nyaman, hangat, terlindungi dan tidak stress. Kondisi yg demikian itu amat diperlukan oleh bayi kurang bulan atau bayi prematur. Ruang NICU di Rumah Sakit seringkali mengabaikan hal ini, sehingga orang tua harus mendiskusikan sebaik-baiknya dengan petugas kesehatan yang menangani bayi.

Bayi prematur, bahkan yang sangat mungil sekalipun sebenarnya lebih membutuhkan kontak kulit dengan ibu (atau ayahnya) daripada dimasukkan ke dalam inkubator. Bukti-bukti menunjukkan bahwa metabolisme  bayi prematur (atau bayi berkebutuhan khusus) jauh lebih stabil ketika menempel/kontak kulit dengan ibu. Napas bayi lebih stabil, lebih rileks dan tenang, tekanan darahnya lebih normal, kadar gula darah serta suhu kulit mereka pun lebih baik. Semua ini terjadi jika mereka dirawat dengan metode Kangguru (Kangaroo Mother Care) yaitu melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi hampir sepanjang hari. Bahkan ibu yang melakukan metode Kangguru ini dapat memproduksi ASI lebih banyak, ia dapat menyusui bayinya lebih segera dan bayi akan menyusu lebih baik. Sebuah dokumen dari WHO mendiskusikan hal ini panjang lebar dengan berbagai referensi. Anda dapat mengunduhnya secara gratis di   – http://www.who.int/reproductive-health/publications/kmc/text.pdf.

Anda dapat pula menunjukkan dokumen ini kepada dokter anak dan petugas kesehatan sebagai bahan diskusi.

Jadi penggunaan inkubator bayi sebenarnya merupakan alternatif disaat ibu perlu beristirahat atau mungkin perlu beberapa waktu melepas bayinya.

Bayi-bayi prematur dapat meraih payudara ibu bahkan bayi yang lahir pada usia kandungan 28 minggu sekalipun. Pada bayi prematur yang lahir di minggu ke 30 pun mereka dapat melekat dan menyusu langsung dari payudara.  Beberapa bayi (baru) yang lahir di minggu 32 bahkan dapat menyusu penuh. Menyusu penuh artinya menyusu langsung pada payudara saja, tanpa bantuan pemberian ASI melalui botol atau selang. Penggunaan Metode Kangguru, dan mengenalkan payudara ibu sesegera mungkin setelah bayi lahir meningkatkan kemungkinan bayi mendapat ASI penuh. Metode ini dapat dilakukan di mana pun.

-0-

Lihat juga artikel lain tentang bayi prematur dan inkubator bayi:

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/grashof-incubator/

https://koestoer.wordpress.com/2013/09/02/inkubator-fototerapi/

https://koestoer.wordpress.com/2013/11/02/untuk-34-propinsi-peminjaman-gratis-inkubator-bayi/

Ruang NICU dan peralatannya

Ruang NICU

Banyak rumah-sakit yang mengklaim telah memiliki NICU, namun sesungguhnya belum memenuhi standar. Angka kematian dan kejadian neonatal di negara-negara berkembang hingga saat ini masih tinggi. Meski demikian, unit-unit dan layanan kesehatan, belum bisa berbuat banyak yang disebabkan upaya yang dilakukan selalu terganjal banyak kendala. Antara lain belum tersedianya infrastruktur dan peralatan yang memadai serta minimnya tenaga medis dengan latar belakang pendidikan khusus Neonatal Intensive Care Unit (NICU).  

Penanganan pasien neonatal pada dasarnya tidak bisa disamakan atau disatukan dengan pasien dengan keluhan dan penyakit lain. Untuk neonatal, pasien harus mendapatkan penanganan dan perlakuan ekstra khusus. Sebab risiko kematiannya sangat tinggi. Meski demikian, beberapa rumah-sakit tetap melakukan perawatan terhadap pasien neo natal, dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan. Akibatnya, penanganan yang dilakukan tidak maksimal. Inilah yang menyebabkan angka kematian pasien neonatus tetap tinggi.

Idealnya, penanganan kasus neonatal harus dilakukan dalam ruang perawatan khusus yang terdiri dari tiga level, berdasarkan derajat kesakitan, risiko masalah dan kebutuhan pengawasannya.

Level pertama
adalah untuk bayi risiko rendah, dengan kata lain bayi normal yang sering digunakan istilah rawat gabung ( perawatan bersama ibu) atau

Level II untuk bayi risiko tinggi tetapi pengawasan belum perlu intensif.  Pada level ini bayi diawasi oleh perawat 24 jam,  akan tetapi perbandingan perawat dan bayi tidak perlu 1-1. Sedangkan pada level  III, pengawasan yang dilakukan benar-benar ekstra ketat. Satu orang perawat yang bertugas hanya boleh menangani satu pasien selama 24 jam penuh. Pada ketiga level peran dokter boleh dibagi, artinya 1 orang dokter pada ketiga level, akan tetapi dengan ketrampilan dan pengetahuan khusus mengenai masalah gawat darurat pada neonatus.


Level III

Sesuai dengan namanya, perawatan intensif harus dilakukan secara khusus oleh seorang perawat terus menerus selama 24 jam. Tapi kalau perawatan dilakukan terhadap beberapa pasien, itu namanya bukan intensif. Tujuannya, agar kita bisa merawat bayi-bayi risiko tinggi secara baik dan benar. Sehingga bayi yang sakit itu jangan sampai meninggal. Setelah dirawat, dia harus sembuh. Dan sembuhnya itu juga bukan sekedar sembuh, tapi kalau bisa sembuh tanpa cacat,” tegas Kepala Unit Neonatal sebuah Rumah Sakit, Dr. Eric Gultom Sp.A.

Selain pengawasan oleh dokter dan perawat secara intensif, dukungan peralatan juga sangat membantu kesembuhan pasien. Sebab perubahan klinis pasien neonatal sangat cepat, sehingga membutuhkan peralatan bantuan monitor, mesin  dan peralatan penunjang lain  yang cukup mahal.

Meski penting untuk dapat mewujudkan Unit NICU sesuai standar, tapi ada hal lain yang menurut ahlinya dokter anak dapat dengan mudah dilakukan. Hal itu adalah memberikan informasi dan pengetahuan pada calon ibu atau ibu muda untuk menjaga dan merawat kehamilannya dengan benar. “Apa pun namanya, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati,” tambahnya.

-0-

Metrotvnews.com: Meninggalnya bayi Dera Nur Anggraeni yang baru berusia 7 hari menjadi pemberitaan utama di beberapa media akhir-akhir ini. Publik pun menyoroti dugaan penolakan sejumlah rumah sakit ibu kota untuk menerima bayi itu. Alasan pihak rumah sakit adalah kurangnya fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Diketahui, rumah sakit di DKI Jakarta hanya memiliki 143 unit NICU. Hal ini yang memicu bayi bernama Dera Nur Anggraeni ditolak sejumlah rumah sakit sehingga terlambat mendapatkan perawatan intensif dan kemudian meninggal. Apa sebenarnya NICU dan mengapa keberadaannya terbilang kurang di rumah sakit Jakarta?

NICU adalah ruangan khusus di rumah sakit untuk merawat bayi baru lahir sampai usia 30 hari apabila dia memerlukan pengobatan dan perawatan khusus di bawah pemantauan tim dokter. NICU sering diibaratkan ruang ICU khusus bayi.

Dengan sarana dan prasarana medis yang lengkap dan canggih, NICU diharapkan mampu mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital yang dialami oleh bayi-bayi baru lahir, yang disebabkan kelahiran prematur kurang dari 37 minggu atau pun lahir dengan penyakit bawaan.

Sementara itu, jenis perawatan di NICU pun disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Mulai dari bayi sakit ringan dan tidak perlu infus, bayi sakit sedang dan perlu inkubator, infus, oksigen, dan monitor jantung dan paru, untuk bayi sakit berat yang perlu penanganan dan pemantauan ketat, hingga perawatan bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu atau berat badan kurang dari 510 gram.

Berbagai alat canggih pun tersedia di dalam NICU. Seperti di Brawijaya Women & Children Hospital (BWCH), fasilitas alat canggih di dalam NICU termasuk:

1. Inkubator, untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bayi baru lahir khususnya bayi prematur atau bayi sakit.

2. Infant Warmer, untuk menstabilkan dan mengontrol suhu tubuh bayi terutama saat baru lahir.

3. Infusion Pump, untuk memberikan cairan infus atau obat-obatan secara akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.

4. Syringe Pump, untuk memberikan cairan infus dan obat-obatan dengan aman, ketepatan sangat akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.

5. Berbagai alat monitor seperti monitor jantung paru dan pulse oximeter), yakni untuk memantau denyut jantung dan pernapasan bayi serta kadar oksigen dalam darah secara terus-menerus.

6.Alat bantu pernafasan C-PAP (continous positive airway pressure), untuk bayi-bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan akibat paru-parunya tidak dapat mengembang secara sempurna.

7.Ventilator multifungsi, untuk merawat bayi dengan gangguan pernapasan berat.

Sayangnya, ketersediaan fasilitas yang sangat penting untuk keberlangusngan kehidupan awal bayi ini malah terbatas di Indonesia. Hal itu disebabkan biaya investasi NICU yang sangat mahal. Diperkirakan, investasi satu ruang NICU bisa mencapai Rp 5 miliar sampai dengan Rp7 miliar. Biaya mahal ini menyebabkan tarif perawatan di ruang NICU ini menjadi tinggi sehingga tidak terjangkau oleh golongan menengah kebawah. Akibatnya fungsi sosial Rumah Sakit dalam menolong masyarakat apalagi untuk mengurangi tingkat kematian bayi menjadi tidak pernah terlaksana. Harus dipikirkan cara terbaik untuk menangani hal ini. Salah satunya adalah dengan program peminjaman gratis inkubator bayi. Lihat di

Peminjaman Inkubator Bayi Gratis

https://koestoer.wordpress.com/2012/06/07/menolong-bayi-prematur/

Untuk 34 Propinsi Peminjaman Gratis Inkubator Bayi

Klik di

https://koestoer.wordpress.com/2013/11/02/untuk-34-propinsi-peminjaman-gratis-inkubator-bayi/

-0-

Salinan dari blog Isye Ismarani.

Peralatan apa saja yang ada di NICU ?
Secara singkat beberapa peralatan yang ada di NICU yang biasa di gunakan pada bayi-bayi yang di rawat di NICU, hal ini tergantung dari berat ringannya kondisi bayi.

  1. Feeding tube: Sering bayi di NICU tidak bisa mendapatkan makanan yang mereka butuhkan melalui mulut langsung, sehingga perawat akan memasang selang kecil melalui mulut sampai ke lambung. Sebagai jalan untuk memasukan ASi atau susu formula.
  2. Infant warmers: Ini adalah tempat tidur dengan penghangat yang ada diatasnya. Sehingga bayi dapat terhindar dari hipotermi, orang tua dapat menyentuh bayi di warmers, yang tentunya berbicara dulu kepada perawat.
  3. Inkubator : Ini adalah tempat tidur kecil yang tertutup oleh plastic keras yang transparan, suhu di incubator diatur sesuai dengan kondisi bayi. terdapat lubang di setiap samping incubator sebagai jalan untuk perawat dan dokter memeriksa pasien. Orang tua dapat menyentuh bayinya lewat lubang tersebut.
  4. Jalur infus: Sebuah catheter kecil yang fleksibel yang dimasukan kedalam pembuluh darah vena. Hampir semua bayi yang di rawat di NICU di infuse untuk kebutuhan cairan dan obat-obatan, biasanya di lengan atau kaki atau bahkan dapat di buat umbulikal chateter (sebuah cateter yang di masukan ke umbilical) pada situasi tertentu dibutuhkan IV line yang lebih besar untuk memasukan cairan dan obat-obatan, ini di lakukan oleh dokter bedah pediatric.
  5. Monitors: Bayi di NICU tersambungkan ke monitor sehingga staff NICU akan selalu mengetahui tanda-tanda vital mereka. Dalam satu monitor dapat terekam beberapa tanda-tanda vital, antara lain denyut nadi, pernafasan, tekanan darah, suhu dan SpO2 (kandungan oksigen dalam darah )
  6. Blue light therapi: therapy cahaya yang di gunakan untuk bayi-bayi yang kadar biliribinnya lebih tinggi dari normal, biasanya di gunakan di atas bayi dengan bayi telanjang dan matanya ditutup dengan pelindung mata khusus, lamanya therapy cahaya tergantung dari penurunan kadar bilirubin, biasanya di periksa ulang setelah 24 jam pemakaian cahaya.
  7. Bubble CPAP : Alat bantu napas dengan menggunakan canul kecil ke dalam lubang hidung bayi, hal ini biasanya di gunakan untuk bayi yang sering lupa napas ( apnoe )
  8. Ventilators: mesin napas yang di gunakan untuk bayi yang mempunyai gangguan nafas berat, hal ini dengan menggunakan selang kecil melalui hidung atau mulut sampai ke paru.

Untuk 34 Propinsi Peminjaman Gratis Inkubator Bayi

“Ass. Pak saya Yusxx, anak kedua saya baru lahir tgl 1’nov’13 pkl 19.45 WIB,di Rsb Avisena JakSel. Berat bayi hanya 1050 gr, Alhamdulillah smpai saat ini krna blum bisa mendapatkan NiCu bayi masih diinkubator dalam keadaan sehat. Besok istri saya sudah harus pulang dan pihak rumah sakit juga meminta untuk serta membawa bayi. Kami membutuhkan inkubator untuk dirumah. Rumah kami mengontrak di Jl. H.mochtar raya No50B rt.09 rw.12. Kreo, ciledug. Tangerang. Mohon bantuannya pak.”

SMS diatas adalah pesan yang datang malam ini pada jam 21.13 di telpon genggam saya, dan ini adalah permintaan kedua yang datang hari ini karena permintaan  sebelumnya datang lebih dulu dari Bandung melalui wifon (622291xxxxx), lihat SMS berikut:

“Slm, pa sy yg barusan tlp.td pake wifon, sms pake hp. Gini pa, sy punya saudra, mlhirkan prematur 1,18kg, tgl.28-10-kmren, sy mo bantu cari info ntuk perawatan d rmh, krn ga sanggup biaya sangat mahal, sampe kmren mo pulang paksa, cuma nggak jadi krn ga tega, buat bayar ibu,bayi kita ga sanggup byr,sampe pbkb motor djaminkan d rmh sakit, sampe ibunya bisa pulang, cuma byinya belum bisa. Jd barangkali bpk bisa bantu kami pa,.Sy dgn mia, trims.”

Demikian banyak orang tua bayi prematur yang membutuhkan pertolongan agar bayinya bisa tempatkan di inkubator bayi agar mendapatkan lingkungan yang hangat karena bayi prematur tidak kuat menghadapai perubahan suhu dari perut ibu 37 dgC ke tempat udara biasa 29-30 dgC.  Di ruang AC Rumah Sakit apalagi sering sampai 22 dgC.

Sejak bulan Januari 2012 kami meminjamkan inkubator dengan gratis di rumah ortu bayi prematur. Awalnya hanya ada dua inkubator, alhamdulillah atas bantuan dari berbagai pihak sekarang armada kami berjumlah 9 inkubator. Boleh dibilang tujuh diantara sembilan selalu berada diluar markas alias dipinjam oleh ortu bayi di rumah mereka. Kebanyakan karena tidak sanggup bayar rumah sakit dimana bai premtur harus masuk ruang NICUdengan biaya paling murah satu juta perhari (dan paling mahal dari info para ortu, lima juta perhari). Bayangkan… Siapa yang sanggup bayar segitu ? Karyawan gol menengah saja (ini suami istri insinyur), merasa berat untuk bayar lebih dari 2 minggu. Sebab itu mereka mengontak kami untuk bisa mendapat bantuan peminjaman inkubator gratis.

Cita-cita kami adalah ingin mengembangkan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini ke seluruh Indonesia atau ke 34 propinsi, karena kami yakin didaerah pastilah banyak juga yang memerlukan bantuan seperti ini. Sampai dengan dua tahun ini pelayanan kami baru bisa dilakukan utamanya di Jabodetabek saja. Sekalipun demikian sudah ada juga yang meminjam dari Bandung, Subang dan Ciamis.

Sudah berapa bayi yang ditolong selama dua tahun ini ? Ini kira-kira saya saja… Ada 30-40 bayi tertolong. Dengan durasi peminjaman antara 1 s/d 6 minggu, karena di rumah bayi mendapat asupan ASI dari ibunya, maka berat bayi cepat bertambah. Saya selalu menganjurkan pada ibu bayi untuk memberi asupan ASI eksklusif ada juga yang memberi tambahan dengan susu formula karena ASI dirasa kurang. Tapi utamanya tetap ASI.

Inkubator-Fototerapi

Salah satu produk FTUI ikubator fototerapi sedang digunakan untuk bayi kuning

Semoga aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi untuk di rumah ini bisa dikembangkan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia sehingga banyak bayi kita dapat tertolong sekaligus kegiatan ini bisa untuk mempercepat target MDG untuk Indonesia yaitu mengurangi tingkat kematian bayi.

Artikel lain mengenai kegiatan peminjaman ini bisa dilihat di:

https://koestoer.wordpress.com/2013/09/02/inkubator-fototerapi/

https://koestoer.wordpress.com/2013/01/15/tim-inkubator-dengan-majalah-swa/

Mereka yang ingin berpartisipasi dengan memberikan DONASI/WAKAF/INFAQ/SODAQOH, sila klik di:

https://koestoer.wordpress.com/donasi-wakaf-inkubator/

Kontak SMS center Tim Inkubator UI

085659312070

Silakan krim pesan.

Bayi Prematur Sudah Sehat

Bayi pak Hanafi terlahir premature dengan berat hanya 1,7 kg. Beliau mengontak kami untuk memanfaatkan ‘Peminjaman Gratis Inkubator Bayi’ sebagai program pengabdian masyarakat di UI.

Satu bulan bayi premature berada di incubator di rumah pak Hanafi k.l. dari tgl 12 Juni s/d 12 Juli 2013, dan kini sudah sehat dengan berat 5,4 kg. Disamping inkubator kami juga melengkapinya dengan timbangan bayi, hasil rekayasa kami sendiri, sehingga kami bisa memonitor perkembangan bayi terutama beratnya setiap 2 hari sekali, melalui sms-an dg ortu bayi.

Alhamdulillah semoga bayi selalu sehat karena dapat asupan ASI, kami doakan juga semoga kelak sang bayi menjadi anak yang berbakti pada orang tua dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara.

Berikut dibawah ini komunikasi kami dengan orang tua bayi.

-0-

20130908_093447_293776

Terlampir fotonya Prof 😀

Salah satu pengalaman kami, untuk meningkatkan berat badan perlu juga pakai susu tambahan khusus untuk prematur selain ASI juga tetap diberikan. Kebetulan kami pakai produk susu “NAN dari Nestle”. Sebelum pakai itu rasanya agak lambat naiknya. Namun sekarang tetap pakai ASI juga Prof.

Demikian Prof, mungkin info tersebut bisa berguna bagi orangtua lainnya yang bobot bayi prematurnya agak lambat.

Salam,
Hanafi

2013/9/9 Raldi Artono Koestoer <koestoer@eng.ui.ac.id>
Mantab banget…

Kirim fotonya dong…

On Mon, 9 Sep 2013 05:46:29 +0700, Ahmad Hanafi wrote:

Assalaamualaikum wr.wb prof Raldi, apa kabr prof. Mudah2an prof,
keluarga dan tim di teknik mesin UI mendapatkan hidayah, keselamatan
dan  kesehatan dari Allah.
Alhamdulillaah bayi saya sudah mencapai 5, 4 kg kemarin. Dan kondisi
sehat. Mudah2an ke depan nya selalu diberikan kesehatan.

Aamiin.

Salam
Hanafi

On Jul 12, 2013 1:26 PM, “Raldi Artono Koestoer”  wrote:

Dear p Hanafi, wassww,

Ya ok inkubator sdh diterima.

Terimakasih banyak atas cheese-cookies nya.

Semoga bayi selalu sehat.

Wassalam

Raldi.-

On Fri, 12 Jul 2013 13:14:10 +0700, Ahmad Hanafi wrote:

Assalaamualaikum prof. sayangnya tadi saya tidak sempat ketemu
prof Raldi. Terima kasih banyak atas kemurahan hati Prof dan teknik
mesin UI. Semoga menjadi berkah dan amal jariyah.

Mohon maaf sekali apabila selama ini  merepotkan, dan hal yang
kurang berkenan dari saya.

Sekali lagi terima kasih Prof.

Salam
Hanafi
On Jul 10, 2013 8:43 PM, “Ahmad Hanafi”  wrote:

Assalaamualaikum wr.wb semoga prof dan keluarga diberikan
kesehatan dan keselamatan.
Alhamdulillaah anak saya sudah 2500 gram per hari Senin tanggal
08 Juli 2013.
Alhamdulillaah saat ini anak saya udah tidak betah lagi di
inkubator, kalau tidur udah kepanasan. Tidur di luar udah
merasa nyaman.
Insya Allah Jumat pagi saya bisa antar kembali inkubator nya ke
Teknik Mesin UI. Mudah2an ada yang bisa memanfaatkan selanjut
nya kalau saya segera kembalikan.
Apakah bisa di hari Jumat tersebut saya antar Prof?

Salam
Hanafi

On Jul 1, 2013 9:05 PM, “Ahmad Hanafi” wrote:

Baik Prof,  terima kasih.

Hanafi
On Jul 1, 2013 2:52 PM, “Raldi Artono Koestoer” wrote:

betul termometernya yang itu…

On Mon, 1 Jul 2013 14:29:01 +0700, Ahmad Hanafi wrote:

Baik pak Prof, kalau seperti itu insya Allah saya akan
ambil opsi kedua saja prof, dengan cara mempertahankan fungsi engsel
sebaik mungkin. Aamiin pak Prof, terima kasih atas doanya.

Alhamdulillaah, berat bayi saya semakin besar berkat
pertolongan Allah antara lain melalui inkubator dari pak Prof dan
Teknik Mesin UI.

Mengenai thermo meter itu, apakah thermometer yang
seperti saya lampirkan Prof?. Kalau keliru, mohon koreksinya pak Prof.

Salam,
Hanafi

2013/6/30 Raldi Artono Koestoer

Dear p hanafi.

Anda bisa kembalikan ke t4 kami, kami ganti dengan yg
lain.

Namun kami ingin tahu apakah anda tdk keberatan bila
diganti dg inkubator yg berukuran besar.

If OK dtg saja bw inkub yg rusak itu utk diganti dg yg
besar. Dan smtr bayi tdk
di dlm inkub harap digendong atau didekap terus oleh
ibunya. Shg panas badan ibu bisa menghangatkan
bayi spt inkubator.

Bisa juga inkub yg pintunya rusak di lakban saja dulu,
toh dlm 1-2 mg ini, bayi anda akan naik
beratnya s/d 2,5 kg, berarti sdh normal.

Kami doakan semoga bayi segera normal kembali.

Salam.-

On Sun, 30 Jun 2013 07:25:52 +0700, Ahmad Hanafi wrote:

Assalaamualaikum wr.wb, pak Prof. Alhamdulillaah Anak
saya beratnya per hari ini 2200 gram.
Saya baru timbang karena seminggu ke luar kota.
Pak Prof. saat ini pintunya udah hanya tinggal 1 engsel saja.
Bagaimana ya prof. saya khawatir rusak juga akhirnya
pintunya gak bisa terpasang lagi. Mohon masukan Prof.
Demikian Prof,  terima kasih.

Assalaamualaikum wr.wb.

Hanafi

On Jun 24, 2013 5:29 PM, “Ahmad Hanafi”  wrote:

Baik Prof. terima kasih.
Per hari ini berat bayi saya mencapai 2050 gram.
Demikian prof. terima kasih.

Salam
Hanafi

On Jun 23, 2013 7:01 PM, “Raldi Artono Koestoer”
wrote:

ya memang engselnya sdh lepas, di lem boleh saja.
Anda tdk perlu kuatir kalau inkubator itu rusak.
Kami yg bertanggung jawab utkmemperbaikinya
termsk jg biayanya.

Bgmn dgn perkembangan bayi anda, mhn di monitor
berat badannya per 2 hari. Pls kirim sms infonya.

Smeoga bayi anda segera sehat dan normal kembali.

Salam

Raldi

On Sun, 23 Jun 2013 18:38:34 +0700, Ahmad Hanafi
wrote:

Assalaamualaikum pak prof berat anak saya
kemarin 1,9 kg.

Mengenai pintu inkubator nya, engsel paling kiri
dari awal saya terima sudah lepas prof. Kemarin engsel pintu yang
paling kanan lepas juga.
Sekarang tinggal engsel yang tengah saja. Saya lem saja
boleh prof ya.

Salam,

Terima kasih prof.
On Jun 18, 2013 3:23 PM, “Ahmad Hanafi”
wrote:

Baik pak Prof. terima kasih, saya coba cari untuk
thermo meternya.

Salam,
Hanafi

2013/6/18 Raldi Artono Koestoer

Dear p Hanafi.-

Ttg termometer, tdk apa kalau pecah tak usah pusing.
Beli aja termometer digital di apotik u mengukur suhu
tubuh bayi  harganya k.l. 20 rb, bentuknya kecil seukuran jari telunjuk..
Termo itu bisa juga digunakan utk mengukur suhu kabin bayi.
Jadi beli 2 aja sekalian.

Termometer yg ini tdk mudah pecah. Jadi nanti satu utk
bapak dan satu dikembalikan ke saya sebagai ganti yg pecah.

Lubang diatas inkubator prinsipnya harus selalu terbuka.

Kasi asupan ASI terus biar sehat. Bayinya diajak ngomong dan sering diusap, di sayang2.
Bayi bisa mendengar. Dua hari sekali timbang beratnya, dan sms ke saya berapa beratnya.

Saya doakan semoga bayi cepat normal dan sehat.

Alhamdulillah.-

Salam.-
Raldi Artono Koestoer
Upaya menolong bayi prematur

https://koestoer.wordpress.com/bayi-prematur/inkubator-bayi-gratis/20130908_093447_92249

Bayi Kembar Tiga Triplet

TRIPLET
Sudah 2 bulan yang lalu saya memperkirakan akan ada permintaan peminjaman incubator untuk bayi kembar. Kami mengantisipasi beberapa permintaan sebelumnya, mungkin sudah 3x ada yang meminta pinjam incubator bayi kembar. Dari ketiga itu hanya satu kami layani yaitu permintaan kedua untuk bayi Anindita dan Anindiya  lihat di

https://koestoer.wordpress.com/bayi-kembar-sudah-sehat/,

tentu dengan meminjamkan incubator single biasa tapi dipakai berdua. Kelihatan juga di foto mereka berdua rada kesempitan, padahal inkub yang kami pinjamkan itu yang ukuran paling besar yang ada ditempat kami.
Oleh karena itulah kami kemudian berusaha membuat incubator untuk bayi kembar. Kali ini dengan memodifikasi inkub no 3 yang palibg besar. Dipannya diangkat beberapa sentimeter sehingga dua bayi bila diposisikan melintang bisa cukup leluasa. Dirancang bangun oleh Ibnu Roihan ST (baru jadi nih…waktu diminta bantu dia masih skripsi, jadi terpaksa nurut). Manufakturingnya diserahkan pada Ir Syarifudin Kepala Teknisi, walaupun agak lambat tapi akhirnya selesai juga. Belum selesai barangnya sudah ada permintaan dari seorang ibu di Grogol, bayinya kembar. Setelah 3 hari komunikasi SMS akhirnya keluarga ini tidak jadi meminjam inkub karena bayinya bisa tetap di RS dan pembayarannya ditanggung asuransi hamper 100%. Konon menurut info ibu itu sudah 15 hari bayinya di RS biayanya sudah sampai 60 juta. Tapi karena dibayari oleh asuransi mereka tenang-tenang saja.

inkubator bayi kembar

inkubator bayi kembar

Belum seminggu jadi…tahu2 muncul lagi permintaan peminjaman dari Bandung. Yang ini nenek sayang cucu (ibu Rani), “Ponakan saya melahirkan bayinya kembar, di Rumah Sakit biayanya tinggi, bapak bayi kurang aktif, jadi saya yang carikan incubator”, demikianlah nenek sayang cucu berceloteh tentu melalui SMS juga. Besok paginya sudah datang mobil besar untuk mengangkut incubator bayi kembar ini karena saya sudah kasi tahu harus pakai mobil setara kijang panther. Karena special untuk bayi kembar ukurannya p x l x t ini adalah 80 x 70 x 150 cm3. Pak Syarif sebagai asisten saya urusan incubator sudah saya sms sehingga pagi2 beliau sudah menyiapkannya termasuk timbangan bayi, dan surat peminjaman. Hari ini berarti sudah ada seminggu incubator bayi kembar itu berada di Bandung.
Tahu-tahu menjelang tengah malam kemarin muncul SMS permintaan peminjaman. Mari kita lihat komunikasi SMS nya.
-0-
B: Selamat malam pak..maaf menggangu..kl boleh sy mau pinjam inkubator untuk bayi triplet sy bisa atau tidak? biaya rumah sakit mahal sekali.sy minta tolong pak
Isteri sy:hany Yolanda Anak kembar triplet sy: Haikal (2kg) Haidar (1,8kg) Haiman (2,5kg) Lahir:14juli2013 Nama sy:Bagus adi leksono Pekerjaan:swasta Alamat: Pamanukan Subang
Sy mau minta tolong pinjam inkubator,sy bersedia ambil dan kembalikan bila anak2 sy sudah baik pertumbuhan fisiknya.sy mohon bantuan prof.
-0-
Wuuhh… Dalam hati saya, baru minggu lalu ada bayi kembar sekarang bayi kembar tiga ? Gimana ya nyebutnya… betul TRIPLET gitu kali ? Kenapa jadi banyak yang dobel dan tripel gini sekarang ya ?
Hal ini agak mengherankan saya, untunglah kami sekarang sudah mengantisipasi.
Jadi…sampai dengan akhir tahun lalu. Kami hanya memiliki 6 inkubator dari berbagai jenis. Sedikit saya cerita sejarah peminjaman incubator gratis ini. Karena asalnya bikin inkub untuk RS, maka awalnya yang ada adalah 2 inkubator besar dan satu incubator tak sempurna. Yang terakhir ini kerjaan mahasiswa beberapa tahun yang lewat, belum selesai bikin ini itu tim sudah bubar berantakan, jadi aja nongkrong ngejogrog barang setengah jadi (Si Irjun tuh…). Lalu oleh tim 2012 Kristof dan Dimas, incubator yang terbengkelai ini direparasi. Maka jadilah ada 3 inkubator awal dan yang terakhir inilah yang paling besar yang kemudian kami rubah jadi incubator untuk bayi kembar. Akhir tahun lalu dan awal tahun ini kami sudah memiliki armada 6 inkub dengan komposisi 3 besar dan 3 kecil. Yang tipe kecil, lahir karena kebutuhan untuk kemudahan transportasinya maka ukurannya dibuat kecil dan hemat energi. Lihat artikel tentang inkubator grashof di blog ini juga. https://koestoer.wordpress.com/2012/08/07/inkubator-grashof/

Hatta suatu saat di awal tahun 6 penghangat ini dipinjam semua, dan pada saat itu juga datang 6 permintaan peminjaman melalui SMS. Maka dengan sangat berat hati dan terpaksa, saya menjawab SMS itu demikian ” Kami ingin sekali menolong bapak ibu dengan meminjamkan inkubator kami dengan gratis, namun dengan sangat menyesal kami tidak dapat memenuhi permintaan, karena semua inkubator yang ada sudah dipinjam semua”. Gak enak rasanya menjawab demikian itu, karena tentu mereka sangat kecewa dan tak tahu harus minta tolong kemana lagi. Timbullah niat saya untuk memperbesar armada ini. Mulailah saya kirim email pada beberapa orang mantan murid dan teman dekat, bila mereka ingin infaq sedekah jangan jauh2 tapi nyumbang aja buat  bikin inkubator. Berdatanganlah bantuan itu dari kiri kanan, bahkan cukup malah lebih untuk bikin beberapa  inkubator lagi. Segera saya realisasikan, jadilah 4 inkubator rumahan, 2 dari kayu dan 2 dari metal.  Satu diantaranya saya sumbangkan untuk agen kami di Jawa Tengah yaitu di Pemalang melalui kemurahan hati rekan dosen Dr Ir Jos Istiyanto. Hal ini sesuai dengan visi misi kami untuk mengembangkan aktivitas sosial ini ke seluruh wilayah Indonesia. Berarti langkah pertama sudah dimulai melalui Pemalang Jawa Tengah. Jadi daerah Jawa Tengah bayi prematur  yang memerlukan peminjaman inkubator gratis, silakan kontak mel Pak Jos

Bapak Jos Istiyanto, no HP +6287780977472,

Email : josist@eng.ui.ac.id

https://koestoer.wordpress.com/inkubator-gratis-di-jawa-tengah/

Bersama asisten kami merencanakan untuk membuat Phototerapy untuk bayi kuning, karena sebelumnya memang ada juga permintaan alat ini untuk bayi kuning. Sekarang masih dalam tahap manufakturing, biar lambat insya Allah akan selesai sebelum lebaran ini.

Let’s go back to our SMS conversation…

-0-

A: Boleh dtg senin pagi
B: Terima kasih banyak prof. Kira2 pakai mobil avanza bisa ngga prof?
A: Bisa
B: Itu untuk 3 bayi muat prof.
A: 3 inkubator…
Kami bisa meminjamkan inkubator gratis, Tlg kirim info dg email (kalau ada, kalo gak sms jg boleh). 1) nama bayi (kalo kembar tulis semua) 2)tgl lahir 3) berat lahir 4) nama ibu, HP, email 5)nama ayah, HP, email 7) alamat lengkap 8) R Sakit mana 9) Kapan bisa pulang. 10) Tahu drmana ttg kami ?- Email saya koestoer@eng.ui.ac.id

B: Jd 1 bayi 1 inkubator prof?maaf prof malam2 menggangu.ini sy msh d rmh sakit prof.anak2 sy msh di RS di inkubator. Biayanya sampai skrg sdh 23jt. Sy iseng browsing dpt no telp prof.
A: Bayi prematur memang berat biayanya, jd kami menolong ortu bayi dg home incubator, jwb dulu info data yg kami butuhkan
B: Nama bayi(triplet):
1.Haikal (2kg)
2.Haidar(1,8kg)
3.Haiman(2,5kg)
Lahir:14 juli 2013    Hp isteri:081319208879    Hp suami:081381416010   Email isteri:Yolandahany@yahoo.com
Email suami: Bagusadi38@gmail.com  Sementara ini masih dirawat di RS.Mekar Arum Jl.Cipendeuy subang

A: Alamat rmh lengkap ?
B: Desa Kertajaya
Rt 02 Rw 01 no 45
Kec.Tambak Dahan
Kab.Subang

2 dari 3 bayi triplet sedang di fototerapi

2 dari 3 bayi triplet sedang di fototerapi

-0-

Itulah cerminan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat di Dep Teknik Mesin FTUI ini, sudah banyak bayi prematur yang tertolong. Mengapa bisa lancar sekarang ini ? Rumusnya sederhana… KERJAIN AJA GAK USAH BANYAK CINGCONG…

Nanti Allah yang akan membantu segala sesuatunya, buktinya cabang Jawa Tengah sekarang sudah mulai bisa jalan.

Sekaligus dalam rangka bulan Ramadhan ini, mari kita doakan agar bayi-bayi prematur kita yang mengalami berbagai kesulitan diawal kehidupan bisa tertolong semua dan jadi sehat walafiat beriman dan bertaqwa, untuk bisa bermanfaat bagi bangsa dan umat.

Menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan semuanya…

Raldi A.K. 19 Juli 2013.- Ramadhan ke 10.-

-0-

Lihat juga artikel lain tentang inkubator:

MAKSA PULANG BAYI PREMATUR

MENOLONG BAYI PREMATUR

BAYI PREMATUR

INKUBATOR DES 2009

LAB NICU – FTUI

DEWI TVONE DILIPUT RALDI-TV

GRATIS KOQ GAK PERCAYA

GELAR ILMU DAN INVENSI

TERIMAKASIH DARI CILEBUT

-0-

Editing 20 Juli 2013, 06.15.

To chat with Ratna and other friends, turn on chat.
Chat Conversation Start
6 hours ago

Prof. Raldi apa kabar? Sedikit curhat, hr ini saya berbuka puasa dengan teman-teman di Aceh.. Cerita-cerita, salah seorang teman yg bbrp bln lalu tinggal di Serang akhirnya harus kehilangan anak keduanya yg lahir prematur (anak pertamanya jg meninggal dlm kandungan)..Anak keduanya ini lahir prematur umur kandungan 7 bulan. Hampir sebulan di RS, akhirnya keluar RS krn tak mampu lg bayar RS..dan otomatis hrs melepaskan inkubator utk anaknya…karena tdk tau informasi dimana dan bagaimana meminjam inkubator tanpa hrs opname di RS, akhirnya anak keduanya hanya dapat bertahan hidup sebulan dirumah…Sedih sekali saya mendengar kisahnya…seandainya saya tau, saya akan menghubungi Prof dan mhn meminjamkan inkubator tsb untuk anaknya….Tapi yaa semua memang sudah takdir Allah….Semoga inkubator yg Prof ciptakan, dapat terus bermanfaat membantu ibu-ibu yg sangat membutuhkan alat ini untuk anak tercintanya…Terima Kasih

salam bu Ratna… Kalau mau bantu di Aceh ? kita bikin agen fasilitator peminjaman gratis inkubator bayi. Bisa saya awali dg menyumbang gratis 1 inkubator dari UI Depok.
Assalamualaikum wr.wbWaahh boleh sekali pak….Alhamdulillah sekali jika bs dibantu…karena selama ini, saya sering berhubungan dengan ibu-ibu perempuan di daerah/desa2 yg jauh dr kota Banda Aceh…Terima Kasih Prof….Saya senang sekali dan berterima kasih sekali kepada Prof Raldi yg membantu kami ibu-ibu di Aceh.. Mengenai mekanismenya seperti apa, nanti Insyaallah jika saya kejakarta, kita bs berdiskusi kembali…

4 hours ago
Tolong pikirin bgmn cara mbawa kesananya…
2:54pm
Iyaa pak, Insyaallah saya usahakan bagaimana caranya bs dibw ke Aceh…

Bayi Prematur Sudah Berusia 1 Tahun

Hampir satu tahun yang lalu ibu Ari mngontak kami untuk mendapat bantuan pinjaman inukubator bayi. Kali ini beliau berkirim kabar pada kami menyampaikan bahwa bayinya yang dulu lahir prematur sekarang sudah sehat ceria dengan berat 8 kg sama seperti layaknya bayi normal. Artikelnya bisa dibaca diblog ini juga dengan judul

Inkubator bayi gratis

(silakan klik judul tsb kalau ingin membaca artikelnya)

-0-

Ayk commented on Inkubator Bayi Gratis

Assalamualaikum pak Raldi, apa kabar. Saya ibu dari bayi prematur yang fotonya nampang di postingan diatas. Alhamdulillah anak saya tsb sebentar lagi setahun, beratnya sekitar 8 kilo, sehat, lincah dan aktif. Terima kasih banyak atas bantuan bapak.

Sekaligus mohon izin menuliskan tentang inkubator gratis bapak di blog saya, terima kasih.

-0-

Kami juga turut gembira karena  bisa membantu ibu bayi dengan aktivitas nyata sebagai bentuk dari Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi khusnya di UI ini. Asal muasalnya kegiatan ini adalah litbang di laboratorium Teknik Mesin FTUI, yang terus berlanjut sampai sekarang.

Dari banyak pengalaman kami berkomunikasi dengan orang tua bayi, nyatalah bahwa problem utama mereka adalah ketidak sanggupan membayar biaya perawatan bayi prematur di Rumah Sakit. Salah satu contohnya, minggu y.l. ada pak Ib yg datang meminjam inkubator pada kami. Beliau bilang waktu masuk harus bayar deposit 5,5 juta, namun setelah 3 hari beliau diminta lagi uang katanya depositnya sudah habis. Lha.. jadi 3 hari itu saja ongkosnya sudah lebih dari 5,5juta ? Ternyata masuk ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ceritalah si bapak biaya perhari kamarnya 525 rb, masuk inkubator 725 rb, obat2an 1,2 jt, tambah lagi pakai alat bantu nafas, entah berapa saya tidak ingat biayanya… heudeuh saya aja dengarnya pusing apalagi bapak dan ibu bayi. Sedangkan bayi prematur akan lama berada di RS, jadi akan bayar berapa nantinya ?

Sulitnya lagi adalah b ayi prematur akan dipisahkan dari ibunya. Dengan sendirinya sulit mendapatkan asupan ASI. Kadang bisa dengan bolak balik ngantar ASI si bapak, tapi jadinya akan sangat repot karena tiap hari harus bolak balik RS. Sudah gitu juga harus segar jadi masuk kulkas di rumah dan di RS. Lah kalo abis terpaksa deh pakai susu formula, yang sengaja dipaksain utk dipakai sebanyak-banyak di RS. Bahkan dokterpun akan sengaja menyuruh untuk menggunakan susu formula dengan alasan “Nanti kalau tidak cukup asupannya gimana ?”  Saya sudah hapal bahasanya dokter “salah didik” ini. Koq saya tahu ? Soalnya persoalan itu saya hadapi waktu anak saya yg lahir belakangan (saya sudah berusia 44 th jadi sudah tua). Anak saya normal lahirnya, toh si dokter juga perawatnya maksain kami menggunakan susu formula. Saya melotot ngeliatin dokternya “Tidak anak saya harus ASI”. Gak enak mukanya langsung, heran juga dia, koq ada orang yg berani nentang. Tentulah saya berani karena saya sudah pengalaman jadi orang tua 44 thn, saya tdk yakin kalau orang lain atau bapak muda akan berani seperti saya. Apalagi dokter kan memang kompetensinya disitu jadi dia menggunakan ilmunya itu di jalan yang salah. Percayalah pada saya, mereka semua nanti akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah baik di dunia apalagi di akhirat, karena menentang penggunaan ASI dan menjauhkan bayi dari ibunya. Mereka dapat bagian tuh dari berapa jumlah susu formula yg terpakai di RS.

Salah satu penyebab kematian bayi yaitu karena infeksi, infeksi sering terjadi pada bayi yang tidak mendapatkan ASI karena kurangnya zat kekebalan tubuh bayi. Bayi yang tidak mendapat ASI lebih berisiko 4,9 kali terkena diare daripada yang mendapat ASI Demikian juga bayi yang tidak mendapat ASI lebih berisiko 10.52 kali terjadi kematian akibat diare (Lamberti, 2011). Pemberian ASI sejak dini dapat mengurangi  kematian bayi (Edmond, 2006). Oleh karena itu pemberian ASI secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian bayi.

Mari kita sedikit lihat angka secata global dan kita bandingkan dengan beberapa negara tetangga lain.

Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator kesehatan bangsa yang masuk dalam target Millenium Developmental Goals keempat. Berdasarkan data bank Dunia tahun 2010 angka kematian bayi di Indonesia 35.3 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini lebih tinggi dibanding negara ASEAN lain seperti Malaysia (6.3), Thailand (13), Singapura (2.6) (WHO, 2011).  Sementara target MDGs menurunkan angka kematian bayi sampai 23/1000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Indonesia, 2009). Bisakah kita mencapai target MDG 2015 yang sudah dekat ini…Hmmm saya tidak yakin bila sistem management kesehatan kita masih amburadul seperti ini.

So… udahlah jangan banyak cingcong kita tolongin aja bayi2 kita. Utamanya jangan dikasi yang lain selain ASI (ASI eksklusif) karena ASI adalah obat bagi semua penyakit bayi.

(Raldi A. Koestoer – 22 April 2013)

Bayi Kembar Sudah Sehat

Anindita dan Anindiya dua bayi kembar yang lahir tgl 01 Feb 2013 sebelum waktunya alias premature. Keduanya mendapat bantuan pinjaman gratis incubator dari Tim Inkubator UI yang kemudian mengantarkan penghangat bayi tersebut kerumah ortunya pak Ratno tepat pada waktunya.

Bapak bayi mengeluh karena makin lama bayi di Rumah Sakit maka biaya akan makin membengkak. Mereka ini gol tanggung yang tidak punya KJS… Wah tentu saja lha wong tinggalnya di Bojong yang tidak termasuk wilyah DKI. Berikut ini adalah komunikasi SMS dengan bapak bayi.

05/02/2013 21:59

Maaf pak ganggu Saya ratno tinggal di citayam pada hari jumat istri saya lahir tapi belum waktunya masih 8 bulan ketubanya pcah di opersi cesar lahir kembar premature yg gede 1,9 yang kecil 1,8. Untuk biaya di rumah sakit HGA depok 5 juta 2 bayi per hari. Saya sudah tidak sanggup membiayai bayi saya . Boleh tidak saya pinjam alat inkubator. Terimakasih

06/02/2013 12:11

Tlg kirim info dg email (kalau ada, kalo gak sms jg boleh). 1) nama bayi 2)tgl lahir 3) berat lahir 4) nama ibu, HP, email 5)nama ayah, HP, email 7) alamat lengkap 8) R Sakit mana 9) Kapan bisa pulang. 10) Tahu drmana ttg kami ?- Email saya koestoer@eng.ui.ac.id

06/02/2013 13:15

Nama bayi : 1 anindita 2 anindiya

Berat : 1 =1.9 kg 2 = 1.8 kg

Tgl lhir : 1 februari 2013

Nama ibu : heny, 083872311085

Nama ayah : ratno d 089606714270

Alamat : perumahan depag no 29 rt 10 rw 15 pabuaran, bojong gede, bogor.

R sakit : hasana graha alfiah , depok studio alam

Pulangnya kalo sya sudah ada buat tebusan bayi saya, saya lg nyari duit dulu buat deposit perawatan.

Saya tahu dari internet google cara perwatan bayi prematur di rumah.

Mohon bantuanya..

Terimakasih

11/02/2013 11:22

Pak Ratno, apakah bayinya sdh di rumah ? Bila ya, apa bayinya nyaman di dlm inkub ?

11/02/2013 11:25

Sudah pak. nyaman pak, tapi sempit maklum ber2 . Terimaksih pak .. Klo boleh pnjam 1 lg boleh ga pak.

11/02/2013 11:26

udah banyak yg ngantri mau pinjam pak… maaf.

11/02/2013 11:29

Apa bisa difoto saat 2 bayi ada di dlm inkubator. Kirim dg HP atau email. Terimakasih seblm nya.

11/02/2013 11:49

Sudah sya kirim potonya, pak !

Saya ucapkan terimakasih banyak pak.amal ibadah bpk psti di terima Allah swt .

11/02/2013 12:23

Dikirim kemana fotonya pak Ratno, di email dan di HP gak ada ?

11/02/2013 12:25

ke hp

11/02/2013 16:10

di hp gak ada, tlg kirim lewat email juga deh ya, terimakasih.

12/02/2013 13:26

Pak Ratno, sy sdh terima fotonya. kalo suhu inkubator sdh lebih dari 37, tolong lubang tangannya dibuka saja. Kelihatannya terlalu tinggi. Biar nanti kristof mhs saya dtg kesana utk nyetel. cc kristof

12/02/2013 14:07

Maaf pak tadi sya sudah tanya kayanya si kabel sensornya jatuh di deket lampu, bukan ada di tengah jadi suhunya tinggi.

12/02/2013 14:18

Iya kemungkinan besar emang gitu, sensornya shrsnya di tengah, kalo gak taro disamping dekat kaki bayi. Kristof sedang nuju kesana, sekalian periksa. cc kristof>> Maaf pak tadi sya sudah tanya kayanya si kabel sensornya jatuh di deket lampu, bukan ada di tengah jadi suhunya tinggi

12/02/2013 14:24

Terimakasih banyak pak ngerepotin… terus , saya ga tau deh mo bales apa ke bapak, terimaksih banyak pak

12/02/2013 16:33

Saya minta didoain aja ama bapak >>Terimakasih banyak pak ngerepotin… terus , saya ga tau deh mo bales apa ke bapak, terimaksih banyak pak

12/02/2013 16:58

Pastilah pak. amal kebaikan bapak akan menjadi tabungan di surga nanti.terimakasih pak

19/02/2013 08.00

Bgmn perkembangan bayinya ? Sdh brp beratnya sekarang ?

19/02/2013 09:48

Maaf pak, baru bales.. sudah membaik pak satunya kmaren, tapi yg stunya di rawat skarang pa kadar gulanya rendah .. Sama kuning pak.. Mau di jemur bayinya di bogor hujan terus pak.

19/02/2013 10:00

Pa Ratno, Kami ada fototerapi bila bpk memerlukannya bisa kami antar. cc Kristof, ilham >>Maaf pak, baru bales.. sudah membaik pak satunya kmaren, tapi yg stunya di rawat skarang pa kadar gulanya rendah .. Sama kuning pak.. Mau di jemur bayinya di bogor hujan terus pak.

19/02/2013 10:03

ya terserah pak profesor aja.. Tapi fungsinya apa ya pak ! Terimakasih

19/02/2013 11:18

Terima kasih banyak pak atas bantuanya saya tidak bisa membalas apa apa. Cuma allah yang membalas kebaikan bapak

19/02/2013 11:29

buat bayi kuning

11/03/2013 08:33

Bgmn perkembangan bayinya ?

11/03/2013 09:30

Allhamdulliah sudah baik !! Oh iya pak kalo saya mau mengembalikan inkubatornya gimana ! Atas bantuan bapak saya ucapkan terimakasih

11/03/2013 09:31

Kalo nanti siang diambil oleh p gatot gimana ?

11/03/2013 09 :32

Iya ga apa apa pa ?

11/03/2013 19 :08

Terimakasih banyak pak atas bantuanya..

Allhamdullilallah berat anak saya sudah tambah

Anindiya tadinya 1,9 kg sekarang sudah menjadi 3 kilo

Yang anindita tadinya 1,8 kg sekarang 2,5 kg

-0-

Berikut ini foto dari bayi kembar yang sudah sehat.

Ibu bayi yang berbahagia karena bayi kembarnya sudah sehat.

Bayi Kedinginan

Malam pak,

Saya baca blognya dan waktu itu liat reviewnya di metro tv, mau menanyakan apakah bisa meminjam inkubatornya utk bayi saya.

Saya lahiran 28 des 2012, berat bayi 1,6kg, diirawat di NICU/Perina 2 minggu.

Pulang ke rumah tanggal 11 januari kemarin dgn berat 1,650 dan sampai sekarang beratnya masih 1,9kg.

Bbrp hari terakhir ini sepertinya anak saya masuk angin krn lumayan rewel dan sering buang angin setelah nangis yg lumayan keras. Kebetulan kamar kami memang agak berangin dan cuaca buruk akhir2 ini menyebabkan kamar lebih sering terasa dingin dibanding hangat.

Jika saya bisa mendapatkan pinjaman inkubator dari prof tentunya akan sangat membantu sekali untuk menghangatkan bayi saya, dan bisaa membantu untuk lebih cepat proses naik berat badannya, karena dgn berat seperti skrg riskan sekali terkena penyakit.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih byk, Pak..

1) nama bayi 

- Lighthalzen Omar Gurnixxx

2)tgl lahir

- 28 desember 2012

 3) berat lahir

- 1,650 kg

 4) nama ibu, HP, email 

- Putxx M. Gurnixxx, 0838753876xx, putrimgurnixxx@gmail.com
			
5)nama ayah, HP, email 

- Pastovielxx M. Gurnixxx, 0812988150xx

7) alamat lengkap 

 - Jln. Swadaya Mulia No. xx

Ds. Limo - Cinere

Depok 165xx 

8) R Sakit mana 

- RSIA Hermina Ciputat

9) Kapan bisa pulang.

- sudah pulang dari tanggal 11 Januari

 10) Tahu drmana ttg kami ?

- internet & metro tv

-0-

Oke Prof, saya usahakan mobilnya utk senin.

Sebelumnya tks banyak utk bantuannya

------Original Message------

From: Koestoer

To: putrimgurnixxx@gmail.com
			
Subject: bisa ambil senin

Sent: Jan 26, 2013 10:57 AM

 Dear ibu putri,

 Kalau mau ambil hari senin bisa jam 10 an.

 Ukurannya cukup besar tinggi total 1,5 m panjang 100 cm lebar 80 cm.

 Ada baiknya ambil pakai mobil jeep.

 Salam

Bayi yang kedinginan…

Bapak bayi pakai jaket kepanasan

Kontak Peminjaman Gratis Inkubator Bayi utk Jakarta Selatan dan Depok:

SMS +62816 1992186

Email:   koestoer@eng.ui.ac.id

 

Tim Inkubator dengan Majalah SWA

Menyusul liputan dari media elektronik TVONE pada bulan Desember 2012 yang lalu, beritanya bisa disimak di

halaman ini, dan juga turunan beritanya.

Berikutnya tanggal 15 Januari 2013 hari Selasa, salah satu media cetak datang menemui tim Inkubator FTUI. Majalah SWA (kalau tak salah ini majalah bisnis ?) datang ke kampus UI diwakili oleh 2 wartawannya yaitu Rangga dan Wisnu. Mereka khusus datang utk meliput Tim Inkubator FTUI dengan aktifitasnya
PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR UTK BAYI PREMATUR.

Dibawah ini adalah isi dari wawancara tersebut.

1. Apa yang mendorong Anda membuat Inkubator bayi yang dapat disewakan dengan harga murah?

Wah ini jawabannya sebenarnya panjang. Baiklah saya coba persingkat sejarah aktivitas PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR ini. Koreksi sedikit, kami tidak menyewakan tetapi meminjamkan dengan gratis.

Alkisah di th 1989, kakak saya dokter anak membawa pulang sebuah inkubator buatan DN yang sdh rusak kerumahnya. Saya ada disitu, setelah saya lihat, saya bilang kpd kakak, inkubator ini banyak salahnya dlm pembuatan, terutama tanpa adanya pengaman utk pemanasannya dan sistem pemanasannya sendiri terkesan asal saja. Lalu dia bilang – Kamu paham sistemnya ? – Jawab saya – Tentu saja..- – Lho kenapa gak kamu saja yang bikin, daripada orang lain yang tidak mengerti, malah salah dan berbahaya untuk bayi ? -. Perlu diketahui sebelumnya bahwa background saya adalah Mechanical Engineering and Heat Transfer (Teknik Mesin dan Perpindahan Kalor). Mulailah terpikir oleh saya saat itu untuk membuat Inkubator bayi ini. Namun demikian baru tahun 1994/95 saya mulai meneliti dengan bahan kardus dan triplek yg dimensinya sebesar kabin bayi inkubator. Dari sisi energi, utk memenuhi ketentuan suhu 33-34 dgC di kabin bayi dengan memasang pemanas sekian watts dari bawah tidak ada problem namun utk mengendalikan suhu agar tetap konstan menjadi kendala karena harus menggunakan kontroler elektronik yg waktu itu cukup mahal (buatan eropa dan Jepang).

Singkat kata setelah melalui beberapa tugas skripsi dan munculnya produk dari NIC (New Industrial Countries, Taiwan Hongkong Korea. Cina saat itu blm muncul). Mulai ada kontroler yg relatif murah namun kinerjanya meyakinkan setelah melalui banyak kali pengujian. Produk pertama tugas skripsi inkubator bayi dari kayu muncul dengan sistem pemanas lampu tahun 2002. Kemudian group mhs FTUI th 2003 ikut PIMNAS ke XVI di Solo (Pekan Ilmiah Mhs Nasional). Kami menjadi primadona sehingga masuk berita harian KOMPAS setengah halaman. Namun demikian keputusan juri lebih bersifat politis ketimbang teknis sehingga kami tidak menjadi juara saat itu.

2. Seperti apa teknologinya? Apa yang membedakan dengan inkubator yang banyak dipergunakan di rumah sakit sekarang? Bagaimana soal reliabilitasnya?

Teknologi inkubator konvensional sebenarnya sangat simpel. Inti utamanya adalah kita ingin mendapatkan suhu 33-34 dgC yg sebenarnya adalah suhu yg sedikit lebih rendah dari suhu 37 dgC selama bayi dlm kandungan ibu. Berat bayi prematur (BBLR-Berat Bayi Lahir Rendah) sangat rendah dibawah 2 Kg (ada yang sampai 1,2 Kg), shg bayi tidak cukup punya energy (massa kalor) utk berada di suhu ruangan 28 dgC (hipotermia, bayi kedinginan). Tentu caranya adalah dengan memberikan kalor dgn pemanasan kedalam sistem dlm hal ini adalah pemasangan heater dibawah yg kemudian ditiup dg fan keatas dimana bayi berada. Teknologi selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan suhu itu tetap konstan 33-34 dgC yaitu dengan menggunakan kontroler elektronik. Dengan begitu suhu akan terjaga pada suhu dan kelembaban yang diinginkan.

Teknologi baru kami adalah membuat sistem dengan SIRKULASI ALAMIAH dan konveksi alamiah. Artinya udara dari bawah mengalir sendiri keatas tanpa fan dengan system ducting khusus dan system lubang fresh-air tertentu, serta dengan menggunakan pemanas yg dalam hal ini lampu dengan wattage yg kecil yang sdh diukur sesuai dengan kebutuhan kalor di ruang bayi. Sistem kami ini tidak menggunakan fan lagi, sehingga sangat silent (tak ada bunyinya) sehingga bayi merasa nyaman didalamnya. Bahan materinya juga khusus dipilih yang bersifat isolative terhadap bocor listrik, jadi sangat aman bagi bayi dan perawatnya. Kebutuhan listrik yang kecil ini (10x lebih kecil daripada inkubator biasa yang ada di Rumah Sakit) menyebabkan incubator ini bisa digunakan di rumah orang yg tidak mampu yg listriknya hanya terbatas 450 Watt saja. Untuk perbandingan,  konsumsi listrik segitu bila kita gunakan  incubator konvensional, maka listriknya sudah langsung habis, sehingga rumah tidak bisa pakai listrik utk keperluan lain. Sistem incubator grashof ini sudah kami uji coba berkali-kali pada berbagai keadaan. Pagi siang sore malam, utk derah dingin (mis Puncak), ruangan ber AC dan non AC. Namun demikian kami anjurkan agar tidak menggunakan AC, karena dalam ruang tanpa AC saja bayi premature sudah kedinginan apalagi kalau pakai AC. Dengan demikian dapat dikatakan incubator ini sangat reliable, sejauh ini sejak kami mulai dengan program peminjaman gratis, inkubator grashof sudah menyelamatkan sekian puluh bayi premature. Grashof sendiri adalah nama seorang peneliti Jerman dalam bidang konveksi alamiah yang wafat tahun 1897.

3. Kalau dijual, berapa kira-kira harganya? Apakah terjangkau oleh Puskesmas-Puskesmas di Indonesia, terutama di pelosok-pelosok?

Inkubator kami ini tidak untuk dijual, dan hanya akan dipergunakan untuk keperluan social membantu masyarakat, utamanya adalah utk membantu gol yg tidak mampu karena mereka harus membayar mahal utk berada di RS atau puskesmas, atau mungkin tidak ada akses sama sekali ke puskesmas apalagi Rumah Sakit.

Utk bagian yg komersial kami sudah punya perusahaan alkes yang memang diperuntukkan bagi kegiatan komersial meningkatkan produksi DN. Bila ada pihak yg memerlukan incubator bayi utk keperluan social membantu masyarakat miskin, silakan datang utk bekerjasama dengan kami.

4. Apakah memungkinkan diproduksi secara massal? Apakah dia perlu investor untuk memproduksinya secara massal?

Memproduksinya secara masal sangatlah mudah, namun sementara ini kami ingin membangun infrastrukturnya terlebih dahulu yg berbentuk jaringan dengan pihak lain dikota lain dengan mrk yg mempunyai visi misi yg sejalan dengan kami sehingga suatu saat nanti menjadi sebuah gerakan nasional diseluruh negeri untuk menyelamatkan bayi-bayi premature kita.

Bila ada investor yg mau membantu tentu saja bisa. Kami sebut ‘Angel Investor’ krn visi dan misinya harus sejalan dengan kami. Yaitu Mengutamakan kepentingan masyarakat banyak utamanya kaum yg tidak mampu. Sistem demikian ini sekarang dimungkinkan dengan adanya program2 CSR dari berbagai perusahaan, dimana mereka menyisihkan sebagian kecil profitnya utk membantu gol tdk mampu atau juga untuk pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan.

5. Apakah Anda sudah menghitung berapa besar kebutuhan untuk Puskesmas dan klinik-klinik kecil di seluruh Indonesia?

Pertanyaan ini lebih layak diajukan pada Kemenentrian Kesehatan yang lebih bertanggung jawab. Kami hanya ingin membantu langsung masyarakat dengan TINDAKAN NYATA dengan menggunakan ilmu yang ada pada kami serta kemampuan manajemen organisasi  dengan segala ketulusan dan keikhlasan sekaligus menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa atau siapa saja yg ingin belajar mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan Teknologi untuk rakyat.

Kami yakin bahwa Allah selalu ada beserta kami, timur dan barat adalah milik Allah kemana wajahmu menghadap disitulah Allah ada. Menolong satu jiwa berarti menolong semuanya. Raldi A. Koestoer – 08161992186 – koestoer@eng.ui.ac.id

Dewi tvone diliput Raldi-TV

Reporter tvone, DEWI, kali ini malah diliput oleh Raldi-TV di kampusUI Depok.
Dewi yang biasanya mewawancarai narasumber, sekarang terbalik malah diwawancarai oleh narasumber. Jadilah dia masuk TV dan di broadcast oleh Raldi-TVdi youtube.

Topik yang dibicarakan adalah

Peminjaman Gratis Inkubator Bayi
Info penting untuk ibu bayi prematur
karena inkubator ini bisa dipinjam di rumah sehingga
bayi bisa langsung di rawat dan diberi ASI
oleh ibunya sendiri. Dengan demikian bayi jadi cepat tumbuh sehat.
Semoga bermanfaat untuk mengurangi Angka Kematian Bayi.

Kontak : Raldi SMS 081619921xx (Center gateway incubator 0856 5931 2070)
Email koestoer@eng.ui.ac.id

Lihat juga berita sebelumnya di:

https://koestoer.wordpress.com/2012/12/18/tvone-diliput-oleh-tim-inkubator-ftui/

Salam sehat selalu.-

TVOne diliput oleh Tim Inkubator FTUI

Tim TVone yang terdiri dari mbak Dewi, mas Marwan dan mas Joni datang ke lantai 2 DTM-FTUI. Mereka terperangah karena maksud hati meliput thu-tahu malah diliput oleh Tim Inkubator FTUI.
Lihat saja liputannya di video youtube ini.
Setelah diceritakan panjang lebar tentang pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Inkubator yang lahir dari Lab Perpindahan Kalor DTMFTUI ini, mereka merasa terharu sehingga waktu pulang mereka menangis sampai termehek-mehek.
Duh kasihan sekali mereka…

Gratis koq gak percaya

Dalam menjalankan fungsi Pengabdian Masyarakat, kami dari Dep Teknik Mesin UI memberikan pelayanan : PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR BAYI.

Utamanya adalah untuk menolong bayi premature, yang seringkali lama dirawat di Rumah Sakit, sehingga menghabiskan biaya yang banyak. Dan diantara permasalahannya itu adalah karena bayi mesti berada didalam incubator karena mengalami hipotermi.

Nampaknya di Jakarta ini pelayanan gratis sudah jarang ada, sehingga pelayanan kami dalam menolong bayi premature ini sering tidak dipercaya oleh masyarakat. Banyak yang ngomong kira-kira begini:”Haree geenee mana ada yang gratiiiisss…”

Foto: Inkubator ikut pameran teknologi di Balairung.-

Buat kami itu wajar saja karena kehidupan Jakarta ini yang sudah serba komersil mungkin menjadikan penduduknya berpola-pikir serba bayar. Memang juga kata-kata ‘profesinalisme’ itu menyesatkan. Artinya orang hanya mau kerja sesuai profesi dengan kualitas memadai …asal bayarannya cocok. Jadi kalau tidak dibayar para professional ini …TIDAK MAU BEKERJA. Duh…segitunya ya manusia. Padahal kami justru berpola-pikir sebaliknya, kami ingin bekerja dengan hati untuk menolong sesame manusia tidak perduli kaya miskin, tidak perduli agamanya apa, tidak perduli sukunya apa…TITIK.

Dan disuatu pagi muncullah SMS ke handphone saya, demikian.

Bapak Bayi:  Ibu sri suyxxx  pkerjaan swasta.Ayah masxx suwartoyo kerja swasta.Kp sindangkarsa rt05 rw09 sukamaju baru tapos depok.Bayi lahir cowo kmbar prematur sesar1.55Kg165.d rs tumbuh kembang 18.10.12 drawat 10Hr d rs.D rawat d rmh seminggu yg 1.55 meninggal.Yg 1.65D rwt d sentra medika depok smpe skrang.Tlong bsa bantu anak kami ga .Salam masxx.

RAK: Bisa

Bapak Bayi: CaraNya gimana.memang gratis beneran.Terus terang untuk nebus perawatan yg d rs tumbuh kembang saja entah darimana nanti.Belum yang d rs sentra medika sampe seKarang masih d rawat.Kami trauma klo pulang paksa apalagi skrang musim hujan.Trimakasih

RAK: Gratis koq

Bapak bayi: Terus kita gimana nih.nunggu bayi pulang dulu atau gimana.TeRus terang klo ada biaya kami ga bisa

RAK: Gak ada biaya sama sekali…boleh dtg ke t4 kami dulu utk lihat, Kampus UI Depok, FTUI Gd Dep Teknik Mesin Lt 2.

Bapak Bayi: Wkt terbatas ga smpe kapan.Menghubungi siapa

RAK: s/d bayinya sehat…

Bapak Bayi: Maksudnya untuk konsultasi ke ui sampe jam berapa. d luar jam kerja atau minggu bsa ga soalnya saya masih kerja

RAK: Utk ngeliat inkub-nya bukan utk konsultasi (saya bukan dokter). Kalau dtg hanya bisa waktu kerja, sabtu minggu tutup. Sampeyan ini terlalu banyak nanya. Pertanyaan berikut bila tdk penting tidak akan kami  jawab. Salam Raldi.-

Demikanlah sebuah sampel hubungan komunikasi antara kami dengan masyarakat yang utamanya adalah orang tua dari bayi premature. Alhamdulillah sejauh ini sudah cukup banyak yang mendapatkan pelayanan dari kami. Problemnya sekarang adalah adanya beberapa permintaan dari luar kota, bahkan cukup jauh, kami masih belum tahu lagi bagaimana bisa menangani masalah ini. Bila anda ad aide dan mungkin punya fasilitas, dengan tangan terbuka kami bersedia untuk bekerja sama. Salam Raldi 09Nov12.-

Maksa Pulang Bayi Prematur

Maksa Pulang
Cerita ini berkali-kali saya dengar dari para ibu bayi dan bapak bayi dimana bayinya lahir premature. Bayi premature artinya bayi lahir sebelum waktunya. Biasanya sebelum 37 minggu banyak juga 34-35 minggu , bahkan kurang dari itu, karena sesuatu dan lain hal, bayi sudah lahir.
Sebagai akibatnya banyak bayi premtur menderita hipotermi (kedinginan). Wajar saja karena dalam perut ibu, suhunya 37 C sedangkan begitu ‘mbrojol’ suhu udara luar 30 C bahkan sering di Rumah Sakit semua ruangan pakai AC pendingin jadi suhu lebih rendah lagi s/d 25-26 C. Ya so pastilah si bayi kecil yang beratnya saja dibawah normal (lebih kecil dari 2 kg) kedinginan dan menggigil terus. Wong bayi normal aja sering kedinginan juga. Apalagi karena beratnya kurang maka…ini bahasa kami dibidang – Heat Transfer – massa kalornya amat sedikit, sehingga simpanan energy dalam tubuhnya tidak sanggup menahan perbedaan suhu antara suhu luar dan suhu tubuh.
Nah dengan begitu si bayi perlu dimasukkan kedalam incubator (penghangat bayi) yang membuat suhu menjadi lebih hangat dari suhu luar yaitu menjadi antara 32-35 Celsius. Dengan demikian bayi jadi tidak lagi kedinginan dan nyaman tidur tanpa menggigil. Namun bayi premature sekalipun sudah tidak ada kelainan, berat badannya lambat naik ke berat normal, salah satu sebabnya adalah bayi tidak mendapatkan ASI (air Susu Ibu) karena ibunya sudah pulang kerumah sedang bayi masih di RS. Sehingga ada kesulitan member asupan ASI bagi bayi yang masih di RS. Lalu oleh pihak RS bayi dikasi susu botol, yang tentunya kurang match dengan si bayi. Dan tentunya berat badannya jadi lambat naiknya. Akibat inilah yang menjadikan si ibu bayi atau bapak bayi cemas, karena counter jalan terus. Bayar RS itu yang seharinya bervariasi dari Rp 350.000,- s/d Rp 5 juta, membuat ibu dan bapak bayi pusing tujuh keliling. Kalau saya ambil rata2 sejuta saja sehari maka bayi premature yang lama di RS, misal 3-4 minggu (seringnya lebih dari itu) akan bayar 30 juta’an. Bahkan ada suami istri muda yang bilang ke saya bahwa mereka samapi jual mobil segala. Karena harus menebus bayinya yang tinggal lama di RS. Lha kalo bayinya selamat masih untung… Kalo bayinya kemudian meninggal juga ? Gimana dong ?
Dua kali sial dua kali rugi. Udah sih bayar RS mahal eh… bayi meniggal pula… Sedih, sakit… rugi …gak tahu deh apa nyebutnya. Jadi dimana seharusnya kelahiran anggota baru mustinya menambah kebahagiaan keluarga tapi malah membawa petaka. Sejak kami bikin program PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI GRATIS, banyak bapak dan ibu bayi premature yang mengeluhkan hal ini pada kami.
Manajemen Kesehatan macam apa ini, mbok ya digratisin aja ongkos bayi lahir premature itu. Lain daripada itu, seringkali RS menahan bayi untuk tidak boleh pulang. Karena banyak tinjauan masalah kesehatn bayi premature yg belum bisa terpenuhi, seringkali bukan karena hiptermi saja. Nah si ayah karena cemas akan bayar mahal sering MAKSA minta supaya bayinya pulang saja kerumah. Biarin deh dirumah toh resikonya sama saja dengan di RS. Tapi masalahnya mereka sudah tidak kuat bayar RS soalnya.
Karena itu dengan program kami ini, sengaja kami selalu jawab “Ya kami bisa meminjamkan incubator bayi untuk dirumah”, maksudnya adalah dengan begitu si bapak PD ngomong ke RS kalo dirumah juga ada incubator. Banyak yang kemudian di OK kan oleh dokter di RS karena memang di rumah bayi bisa mendapatkan perawatan di incubator sekaligus bisa disusui oleh ibunya. Dan dari pengamatan kami selama ini, ternyata bayi yg mendapat ASI dari ibunya, beratnya cepat sekali bertambah menjadi berat normal bayi. Rata-rata satu minggu berat sudah naik s/d 2 kg, sehingga dalam waktu pendek bayi premature bisa sehat kembali. Istilah saya dan para mhs tim incubator “ASI tuh nendang banget”.
Dibawah ini contoh permintaan peminjaman incubator gratis kami, karena bapak bayi maksa minta bayinya segera pulang dari RS.
-0-

produk terakhir inkubator Grashof
Produk buatan Indonesia asli, TKDN 100%, hemat energi 10x lipat lbh hemat, enteng. Hanya utk dipinjam-gratiskan. DTM-FTUI.-

selamat pagi pak
,sya sonjaya umur 25th.
tgl 12 septmber kemarin istri sya melahirkan di RSCM, tetapi prematur dan itupun dioperasi.
berat bayi sya hanya 1100gr, slama dirawat saya mnggunakan jampergsal dan itu berlaku slama 28hri dan berakhir pda tgl 10 okt besok, tapi sya tdak punya biaya untuk melanjutkan perawatan sbagai pasien umum, jadi sya mmtuskan untuk mmbawa pulang paksa bayi saya. bisakah saya meminjam inkubator untuk merawat bayi saya dirumah?
berikut adalah biodata kami:
1.ibu Fxxxx xxxxxx m, 20th, alamat: kp.cilenggang rt.11/04 kel.cilenggang-kec. serpong-kota tangerang selatan, pekrjaan ibu rumah tangga.
2.bpk.Sxxxxx, zhaxxxxx@yahoo.co.id, hp +628193222xxxx, serabutan (gudang).
3. vixxxx xxxxxx, lhir 12/09/2012 di RSCM, berat 1100gr.
kondisi bayi stabil, tdk diinfus, sudah minum ASI, hanya beratnya msih 1500gr jadi belum keluar inkubator.
mohon dibantu dan trimakasih banyak sebelumnya.
-0-
Yah demikianlah kondisi rakyat kebanyakan kita. Jaminan kesehatan masih belum bisa meng-cover banyak hal, termasuk didalamnya problem kelahiran bayi premature ini.
-0-

Program : PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI – GRATIS

SMS +628161992186 (Raldi).-

Email koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

Ada lagi contoh, bapak yg pusing krn bayar RS mahal, per 05Nov12.-

Iyaa pak.. Bayi saya prematur 6 bulan.. Beratnya hanya 900 Gram, Butuh alat2 seperti diatas untuk bertahan hidup.. Bapak mgkn ada rujukan RS yang terjangkau untuk biaya perawatan NICU per hari nya? Saya sudah coba ke RS fatmawati, budi kemuliaan, cipto, harkit dll tapi semuanya full, Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk di Rujuk dari RS. Sentra Medika Cibinong ke RS lainnya yg lebih terjangkau biaya perawatan NICU per hari nya.. Saya sudah tidak sanggup membayar biayanya 5jt/hari di RS.. 😦

Maksa Pulang Bayi Prematur

Maksa Pulang
Cerita ini berkali-kali saya dengar dari para ibu bayi dan bapak bayi dimana bayinya lahir premature. Bayi premature artinya bayi lahir sebelum waktunya. Biasanya sebelum 37 minggu banyak juga 34-35 minggu , bahkan kurang dari itu, karena sesuatu dan lain hal, bayi sudah lahir.
Sebagai akibatnya banyak bayi premtur menderita hipotermi (kedinginan). Wajar saja karena dalam perut ibu, suhunya 37 C sedangkan begitu ‘mbrojol’ suhu udara luar 30 C bahkan sering di Rumah Sakit semua ruangan pakai AC pendingin jadi suhu lebih rendah lagi s/d 25-26 C. Ya so pastilah si bayi kecil yang beratnya saja dibawah normal (lebih kecil dari 2 kg) kedinginan dan menggigil terus. Wong bayi normal aja sering kedinginan juga. Apalagi karena beratnya kurang maka…ini bahasa kami dibidang – Heat Transfer – massa kalornya amat sedikit, sehingga simpanan energy dalam tubuhnya tidak sanggup menahan perbedaan suhu antara suhu luar dan suhu tubuh.
Nah dengan begitu si bayi perlu dimasukkan kedalam incubator (penghangat bayi) yang membuat suhu menjadi lebih hangat dari suhu luar yaitu menjadi antara 32-35 Celsius. Dengan demikian bayi jadi tidak lagi kedinginan dan nyaman tidur tanpa menggigil.

Bayar RS Mahal

Namun bayi premature sekalipun sudah tidak ada kelainan, berat badannya lambat naik ke berat normal, salah satu sebabnya adalah bayi tidak mendapatkan ASI (air Susu Ibu) karena ibunya sudah pulang kerumah sedang bayi masih di RS. Sehingga ada kesulitan member asupan ASI bagi bayi yang masih di RS. Kalau mau rawat gabung bisa saja, tapi bayarnya jadi leih mahal lagi.  Lalu oleh pihak RS bayi dikasi susu botol, yang tentunya kurang match dengan si bayi. Dan tentunya berat badannya jadi lambat naiknya. Akibat inilah yang menjadikan si ibu bayi atau bapak bayi cemas, karena counter jalan terus. Bayar RS itu yang seharinya bervariasi dari Rp 350.000,- s/d Rp 5 juta, membuat ibu dan bapak bayi pusing tujuh keliling. Kalau saya ambil rata2 sejuta saja sehari maka bayi premature yang lama di RS, misal 3-4 minggu (seringnya lebih dari itu) akan bayar 30 juta’an. Bahkan ada suami istri muda yang bilang ke saya bahwa mereka samapi jual mobil segala. Karena harus menebus bayinya yang tinggal lama di RS. Lha kalo bayinya selamat masih untung… Kalo bayinya kemudian meninggal juga ? Gimana dong ?
Dua kali sial dua kali rugi. Udah sih bayar RS mahal eh… bayi meniggal pula… Sedih, sakit… rugi …gak tahu deh apa nyebutnya.

Program peminjaman inkubator rumahan (gratis)

Jadi dimana seharusnya kelahiran anggota baru mustinya menambah kebahagiaan keluarga tapi malah membawa petaka. Sejak kami bikin program PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI GRATIS, banyak bapak dan ibu bayi premature yang mengeluhkan hal ini pada kami.
Manajemen Kesehatan macam apa ini, mbok ya digratisin aja ongkos bayi lahir premature itu. Lain daripada itu,  seringkali RS menahan bayi untuk tidak boleh pulang. Karena banyak tinjauan masalah kesehatn bayi premature yg belum bisa terpenuhi, seringkali bukan karena hiptermi saja. Nah si ayah karena cemas akan bayar mahal sering MAKSA minta supaya bayinya pulang saja kerumah. Biarin deh dirumah toh resikonya sama saja dengan di RS. Tapi masalahnya mereka sudah tidak kuat bayar RS.
Karena itu dengan program kami ini, sengaja kami selalu jawab

“Ya kami bisa meminjamkan incubator bayi untuk dirumah”,

maksudnya adalah dengan begitu si bapak PD ngomong ke RS kalo dirumah juga ada incubator. Banyak yang kemudian di OK kan oleh dokter di RS karena memang di rumah bayi bisa mendapatkan perawatan di incubator sekaligus bisa disusui oleh ibunya. Dan dari pengamatan kami selama ini, ternyata bayi yg mendapat ASI dari ibunya, beratnya cepat sekali bertambah menjadi berat normal bayi. Rata-rata satu minggu berat sudah naik s/d 2 kg, sehingga dalam waktu pendek bayi premature bisa sehat kembali. Istilah saya dan para mhs tim incubator

“ASI tuh nendang banget”.
Dibawah ini contoh permintaan peminjaman incubator gratis kami, karena bapak bayi maksa minta bayinya segera pulang dari RS.
-0-

produk terakhir inkubator Grashof
Produk buatan Indonesia asli, TKDN 100%, hemat energi 10x lipat lbh hemat, enteng. Hanya utk dipinjam-gratiskan. DTM-FTUI.-

selamat pagi pak
,sya sonjaya umur 25th.
tgl 12 septmber kemarin istri sya melahirkan di RSCM, tetapi prematur dan itupun dioperasi.
berat bayi sya hanya 1100gr, slama dirawat saya mnggunakan jampergsal dan itu berlaku slama 28hri dan berakhir pda tgl 10 okt besok, tapi sya tdak punya biaya untuk melanjutkan perawatan sbagai pasien umum, jadi sya mmtuskan untuk mmbawa pulang paksa bayi saya. bisakah saya meminjam inkubator untuk merawat bayi saya dirumah?
berikut adalah biodata kami:
1.ibu Fxxxx xxxxxx m, 20th, alamat: kp.cilenggang rt.11/04 kel.cilenggang-kec. serpong-kota tangerang selatan, pekrjaan ibu rumah tangga.
2.bpk.Sxxxxx, zhaxxxxx@yahoo.co.id, hp +628193222xxxx, serabutan (gudang).
3. vixxxx xxxxxx, lhir 12/09/2012 di RSCM, berat 1100gr.
kondisi bayi stabil, tdk diinfus, sudah minum ASI, hanya beratnya msih 1500gr jadi belum keluar inkubator.
mohon dibantu dan trimakasih banyak sebelumnya.
-0-
Yah demikianlah kondisi rakyat kebanyakan kita. Jaminan kesehatan masih belum bisa meng-cover banyak hal, termasuk didalamnya problem kelahiran bayi premature ini.
-0-

Program : PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI – GRATIS

SMS Tim Inkubator UI – +62 856 5931 2070

(SMS Center gateway)

Email koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

Ada lagi contoh, bapak yg pusing krn bayar RS mahal, per 05Nov12.-

Iyaa pak.. Bayi saya prematur 6 bulan.. Beratnya hanya 900 Gram, Butuh alat2 seperti diatas untuk bertahan hidup.. Bapak mgkn ada rujukan RS yang terjangkau untuk biaya perawatan NICU per hari nya? Saya sudah coba ke RS fatmawati, budi kemuliaan, cipto, harkit dll tapi semuanya full, Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk di Rujuk dari RS. Sentra Medika Cibinong ke RS lainnya yg lebih terjangkau biaya perawatan NICU per hari nya.. Saya sudah tidak sanggup membayar biayanya 5jt/hari di RS.. 😦

Inkubator Grashof

Berbasiskan pada visi kami untuk menolong bayi prematur, maka muncul ide bbrp waktu yang lalu untuk membuat inkubator spesial yang hanya diperuntukkan menolong bayi prematur dengan sistem peminjaman inkubator gratis. Jadi tentu bukan untuk bersaing dengan produk lain dipasaran, karena alat ini memang tidak untuk dijual NOT FOR SALE gitulah ceritanya. Dengan demikian juga harus murah dan tentunya memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan. Jadilah setelah runding punya runding kami mendisain inkubator baru, yang namanya mungkin agak aneh buat yang belum pernah mendengarnya yaitu
INKUBATOR GRASHOF.
Buat mahasiswa teknik mesin, nah cari dulu siapa itu Grashof ?
Lalu mengapa kami menamakannya demikian, pasti ada apa2nya ya… Dengan menggunakan ilmunya si Grashof ini maka inkubator ini tidak lagi memerlukan kontroler suhu. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa antara volume pada suhu yang dikondisikan dengan energi input yang diberikan dan aliran fluida yang terjadi secara natural. Sistem mekanisme Perpindahan Kalor Konveksi ini rumus2nya dibuat oleh Grashof Insinyur Peneliti dari Karlsruhe Jerman (w. 1893).
So buat yang sudah bisa menjawab mengapa disebut dengan nama diatas, silakan tulis komennya. Dan tak lupa terimakasih pada Kristofer, yang dengan rajin mendisain dan menguji 3 model prototipe Inkubator Grashof ini.

Lihat juga di

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/video-incubator-grashof/

Mau lihat salah satu permintaan peminjaman inkubator ?

Lihat email dibawah ini, dan hal ini juga menunjukkan gundahnya para ibu bayi prematur karena mahalnya ongkos perawatan bayi prematur di Rumah Sakit.

-0-

Assalamualaikum wr.wb….

Saya baru saja melahirkan baby premature pada tanggal 31 July 2012. Baby di lahirkan karena saya mengalami penyakit PEB (PREEKLAMPSIA BERAT). Jadi terpaksa baby nya dilahirkan terlebih dahulu dengan alasan dokter SPOG untuk menyelamatkan Ibu nya terlebih dahulu. Baby saya lahir dengan berat badan 800Gr. Dan sekarang masih ada diruang NICU. Karena biaya di RS sekitar Rp.5.000.000,- / Hari, itu cukup memberatkan buat keluarga saya. Maka dari itu saya dan suami berniat untuk membawa pulang baby saya. Karena menurut dokter anak untuk masa hidup nya hanya sekitar 30%. Tetapi saya dan suami tidak putus asa dengan keputusan dokter. Saya ingin berusaha semaksimal mungkin untuk mengasuh, merawat dan menjaga anak saya yang bernama Ramzi.

Setelah saya browsing dan mencari informasi, dan saya menemukan website bapak yang bersedia meminjamkan alat incubator untuk baby prematur. Ada sedikit harapan yang sangat besar saya waktu itu, makanya saya mencoba untuk sms dan telp bapak. Siapa tau ada sedikit rezeki dan harapan dan mukjizat untuk anak saya Ramzi. Dan alhamdulillah bapak membalas sms saya. Harapan dan semangat saya dan suami menjadi bertambah. Mudah2an ini memang rezeki anak saya Ramzi.

Rencananya saya dan suami akan membawa anak saya Ramzi pulang kerumah pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012. Setelah mendapatkan hasil semua check up dan usg kepala dan Jantung. Maka dari itu saya sangat berharap ada mukjizat dan rezeki buat anak saya kembali ke rumah. Kalau untuk hasilnya nanti seperti apa. Saya dan suami hanya bisa bismillah, tawakal dan berserah diri pada Allah SWT.

Berikut ini adalah data – data kami :

Data Bayi :
Nama  : Ramzi Ali Ramadhan
Lahir Tgl : 31 Juli 2012
Berat Badan : 800Gr
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Dilahirkan di : Rs. Hermina Bekasi Barat
Rencana Pulang : 7 Agustus 2012

-0-

Raldi A. Koestoer 07 Agustus 2012, Ramadhan pertengahan 1433 H.-…Franz Grashof (11 July 1826 – 26 October 1893).-

https://koestoer.wordpress.com/2012/02/07/pinjam-pakai-gratis-inkubator-bayi/

Adakah yang bisa menolong ?

Efektif sejak Jan 2012 kegiatan social kami di DTM-FTUI yang berawal dari program IMHERE membantu puskesmas dengan produk DTM dalam hal ini incubator bayi, berlanjut dengan – Peminjaman gratis incubator bayi – Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu bayi premature yang harus dimasukkan incubator dengandemikian bayi bisa dirawat di rumah oleh ibunya.
Berbagai persoalan muncul, kebanyakan adalah karena kesulitan biaya RS, salah satunya bisa dilihat dari hubungan SMS, seperti yg bisa dibaca dari konversasi dibawah ini dari tgl 20 Juli 2012 s/d 21 Juli 2012.
Bila ada diantar pembaca yang bisa membantu orang tua bayi premature dibawah ini baik material maupun immaterial (fasilitas, koneksi dll), harap langsung kontak saja ybs, karena no HP ada tertera dibawah ini.
Menolong kaum duafa di bulan yang suci ini amatlah dianjurkan. (Raldi 23Jul12 ; 05.50).
–00—

XX: Mlam pak..bayi sya prematur,dan kami sudah belasan jt habis buat biaya,kami tdk snggup lgi msti berlama2 di rs ,krna biaya yg sngat mencekik kami.kalu bisa sya meminjam incubator untk anak sya pak cheryl namanya..trimks
Bisa pokoknya insya Allah kami usahakan… Nanti pagi sy sms lg…Raldi.
XX: Iya pak..byar brpa pak?Rs ank sya di mitra kemayoran smpai saat ini jg kami msh mncari buat kluarin ank sya,krna terlalu byk untuk ini itu..sya mau serahkan smua ini pda Tuhan dngan alat incubator ini,smua bisa beres.trimks bnyk pak raldi..sya dngan berry.
Gak bayar koq…gratis.-
XX: Trimks pak raldi..
Insya Allah bisa , tlg kirim info dg email (kalau ada, kalo gak sms jg boleh). 1) nama bayi 2)tgl lahir 3) berat lahir 4) nama ibu, HP, email 5)nama ayah, HP, email 7) alamat lengkap 8) R Sakit mana 9) Kapan bisa pulang.- Email saya koestoer@eng.ui.ac.id

XX: Sya tdk ada email ,FB sya ada. 1)chery tesalonika zefanya 2)12 juli 2012 3)880Gram 4)aina 5)tiberias 08176558887 6)baladewa kiri rt 05 rw 011 no 5,jak pus 8)RS mitra kemayoran 9)blum bsa plng ktnya pak..

Bila inkub ada di rmh apakah bayi boleh pulang. Bila memang demikian inkub sgr kami antar…
XX: Sya bingung pak ,msti bgaimana ngomong dngan RS ini.sya sih mau nekat aj dngan keadaan ini..tpi RS itu byk persyratan untk lepas dri oxygen2 itu,bpak ad kesimpulan dngan bayi berat 880g ?.trimks..
Ini sy konsul ke bidan, smg bs jd pertimbangan >> Maaf Prof br bls… Klo pendapat saya bayi dg berat 900 cukup berat tuk perawatan dirmh… Karna paru2 blm matang dia butuh 02,nutrisi nya dr infus dan ngt(selang makanan)…memang y utama inkubator supaya tdk terjadi hipotermi.,tp perlu perawatan khusus…o ya,bayi prematur jg rawan terjadi infeksi…trimakasih
XX: Prof kira2 ada dokter yg lebih murah tdk buat anak kami..krna kami sudah gk snggup dsni,trlalu besar biaya nya ditmbah dngan obat2an.
XX: Tq prof untk info ke bidan nya..
Emang brp sih biayanya sehari ?
XX: 10hri sja sdh hbis 20jt prof..
XX: Obat2an aja sehari kami mesti tebus 500rb..smpai tertingginya 1,7jt prof tq
Waduh mahalnya… Apa bisa cari RS yg lb murah…?
XX: Itulah prof..sya aja udh kelimpungan.cr2 info tpi kmi jg krng pngetahuan ttg RS prof..klo gk tebus obat mah msh bsa prof,mslhnya shari itu bsa smpe 700rban buat obat sja
Bisa minta obat generic gak ?
———