Itikaf dimalam Nuzulul Quran


ITIKAF DI MALAM NUZULUL QUR”AN2005

23.37 – 20 Okt 05
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat sekali, tahu-tahu sduah bulan puasa lagi. Yang terakhir saya menulis bebas seperti ini mungkin bulan Januari yang lalu. Waktu itu rasanya juga baru lewat bulan puasa dimana saya nulis di mesjid Istiqlal di saat itikaf di 10 malam terakhir. Sekarang sudah malam ke 17 berarti malam Nuzulul Quran untuk bulan puasa tahun ini. Tadi malam saya menyimak sebentar pidato presiden SBY menyambut NQ di mesjid Kalimantan Selatan (Banjarmasin kalo gitu ya ?)bukan seperti biasanya di mesjid Istiqlal. HAri ini memang tepat satu tahun umur kabinet SBY jadi sebentar lagi tanggal 27 beliau akan bikin semacam laporan kinerja setahun atau mungkin malah akan mengganti beberapa mentrinya seperti yang sedang santer di beritakan oleh media massa. Kita liat ajalah nanti seperti apa jadinya kebanyakan pengamat menilai bahwa kinerja cabinet SBY ini kurang baik terutama dari segi ekonomi kehidupan rakyat kecil yang makin sulit disebabkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang terlalu drastic kemudian disusul oleh subsidi tunai langsung (STL) yang banyak salah sasaran sebab BPS (Biro Pusat Statistik) datanya kurang akurat.
Di mesjid Attin ini untuk kedua kalinya pada bulan puasa ini saya itikaf. Yang pertama adalah pada malam minggu pertama bulan puasa dengan ditemani oleh Qose, Ganjar, Bangsugi dan Doni. Namun sekarang saya sendirian walaupun tentu ada beberapa orang lain sekitar 20 orang tapi saya tidak kenal semua. Memang sengaja saya tidak mengirim SMS ke teman-teman itikaf saya yang biasa saya ajak , memang kali ini saya ingin sendiri.. entah kenapa yang begini ini keinginannya suka datang tiba-tiba. Bahkan sekarang ini malam jumat saya jarang itikaf biasanya malam minggu tapi tadi pagi waktu jalan ke kantor keinginan untuk itikaf sendirian muncul demikian saja. Waktu pulang satu mobil dengan Lina (istri) saya utarakan maksud itu , lina kelihatannya agak kurang setuju. Tapi dia tahu kalo saya sduah tidak menjawab berbagai argumennya yang menganjurkan untuk tidak pergi, itu artinya keinginan saya sudah bulat dan tidak bisa dibantah lagi.
Tahun ini saya jarang menulis seperti yang saya singgung diatas, terakhir nulis bulan Januari yang lalu. Itu waktu, band the Profs dimana saya bergabung didalamnya, sedang show di Unair Surabaya. Biasanya tulisan saya keluar seiiring dengan perjalanan keluar kota (dulu biasanya kalau perjalanan ke LN, tapi sekarang sudah jarang ke LN jadi ya kalau keluar kota saja). Namun tahun ini walaupun saya banyak juga keluar kota tapi tidak ada selembarpun yang saya tulis sampai dengan bulan Oktober ini . Sebabnya ada berbagai hal, diantaranya kepergian itu tidak sendiri biasaya kalau dengan teman sekerja kalau ada waktu senggang banyak ngobrol. Tentu sebagai akibatnya jadi tidak bisa nulis. Sebab kedua, memang perjalanan dinasnya amat menyibukkan dan waktunya amat sempit sehingga tidak ada waktu menulis. Yah… apa boleh buat tulisan saya dalam buku Dua Dekade (kalau anda belum baca versi terakhir 2005, minta aja mungkin masih ada sisa, buku otobio ini saya bagikan gratis). And of course this essay will be a part of my publication of my otobiography. Guyz, after all sudah jam 00.16 let me sleep a while..
01.10. – Tahun ini waktu saya disibukkan oleh kerja di Kementrian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) sejak bulan Februari tahun 2004. Kadang saya cerita tentang tempat kerja yang baru ini (udah hampir 2 tahun jadi nggak baru lagi ya). Walaupun rada kurang enak tapi gak apa-apalah itung-itung sharing pengalaman idup. Mengapa saya tidak mau cerita tentang lingkungan kerja ini walaupun sudah jadi ’seakan-akan pejabat’ (walupun Cuma eselon 2 tapi banyak juga yang ngincer)}. Eh koq malah gak mau bicara? Nah gini sebabnya… Inipun saya tidak akan cerita detail. Pertama saya melihat banyak sekali kekurangan-kekurangan dari kantor pemerintah ini terutama dari segi adminitratif lebih persisnya administrasi keuangan. Jadi kita yang berada disitu jadi sering kebingungan ini kita korupsi nggak sih. Nah dengan sendirinya banyak terjadi pembenaran-pembenaran yang diragukan kebersihannya. Wah ini udah kelewat nglantur ya ngomongnya padahal awalnya ngomong itikaf. Kalo gitu kita hentikan saja dulu sampai disini lainkali disambung.

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s