DOA DARI BUKAN SIAPA_SIAPA


Tuhan, perkenankanlah kami mengadu padaMu, karena kami hidup dinegeri yang selalu tidak mendengar pengaduan kami.

 

Disebuah negeri yang:

Orang-orang pintarnya merasa berhak memperdaya kami yang bodoh ini

Orang-orang kayanya merasa yakin bahwa uang yang dimilikinya akan mampu membeli suara kami

Orang-orang yang tampak soleh dan beriman merasa yakin akan lebih duluan masuk surga daripada kami yang serba “pas-pas”an ini..

 

Disebuah negeri yang kamu kutuk padahal katanya sudah merdeka begitu lama

Dinegeri orang-orang bodoh seperti kami selalu bertanya:

 

Mengapa hutang kami semakin banyak padahal kami tak pernah tahu apalagi  menikmatinya

Mengapa kekayaan alam semakin terkuras habis dibawa ke negeri luar, sedangkan kami tidak tahu apa yang kami dapat

 

Tuhanku, semoga Engkau bersedia memberi kami petunjuk agar negeri kami bisa maju seperti yang kami saksikan di televisi tentang negeri lain

 

Tuhanku,

 

Kami tak faham mengapa pabrik-pabrik dinegeri ini tak dapat bertambah jumlahnya, sehingga teman buruh kami semakin susah karena harus di-outsourcing

 

Kami tak juga mengerti mengapa kemudian kami harus membeli barang-barang dari Cina, karena pabrik disini tak ada yang bisa membuatnya

 

Mengapa petani semakin susah hidupnya, ditengah kebanggaan dengan angka impor beras meningkat

Mengapa korupsi dan suap tidak pernah dianggap perbuatan durja, dan jika ada yang ditangkap selalu ada ulama yang berdoa untuk pelakunya.

 

Tuhanku,

 

Hadirkanlah pemimpin yang dapat jadi teladan untuk kami yang bodoh ini, yang mau mendengarkan kami, karena selama ini kami tak mampu mengadu lewat wakil-wakil kami, pemimpin yang mengerti keadaan kami yang tak punya apa-apa.

 

Kami tak mampu bersuara dengan pemimpin yang datang dengan segala kegagahannya.

 

Kami butuh pemimpin yang tegas, yaitu bisa kami jadikan teladan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah

 

Yang cerdas, yang mampu menyelesaikan masalah-masalah kami dengan tuntas segera, karena kami tak cukup tabungan untuk menunggu dalam waktu yang lama.

 

Semoga rumah-rumah disurga belum “fully booked” oleh orang-orang yang lebih beriman dari kami, semoga Engkau masih menyisakan sedikit tempat bagi kami, selamatkanlah kami yang terhina ini dunia ini, semoga kami tidak terhina di akhirat, berilah kami petunjuk agar hidup kami bukan untuk disia-siakan, dan janganlah Engkau matikan kami sebelum mendapat hidayahMu.

 

Kami sadar bahwa jika kami meninggal nanti makam kami pasti bukan di bukit seperti San Diego yang indah, karena kami tahu bahwa kami ini bukan siapa-siapa.

 

Semoga Engkau memberikan jawaban atas pertanyaan kami, semoga Engkau maafkan kelancangan dan kekurang santunan kami…

 

Ampunilah kami Tuhan, karena kami bukan siapa-siapa, kami cuma satu angka dari sekian juta suara.

Jakarta, 16 Juni 2014

Di copy dari FB :  Martunus Mohammad Haris

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s