Bagaimana inkubator diangkut ke Sopeng Sulsel


From putra asparpin jayaAdd contact
To koestoer@eng.ui.ac.idAdd contact
Date 05-08-2014 13:23
 
 
    Saat saya di percayakan Bapak Djaja Nur Mas membawa Inkubator dari Universitas Indonesia ke Kab. Soppeng Sulawesi Selatan dengan pesawat udara.

    Setelah dari Universitas Indonesia Inkubator di bawa ke rumah di Kebon Jeruk untuk proses packing :
 
1. Bagian dalam Inkubator saya lem dulu dengan lacban bening , baru pasang kembali penutupnya supaya tidak bergerak komponennya . 
 
2. Setelah itu di bungkus pakai karton lembaran yang lemas gampang terlipat , baru di ikat pakai tali rapia ke semua sisi .
 
3. Kemudian di buatkan kardus yang tebal baru di lapisi dengan sterofoam (busa) ke semua sisi bawah atas dan samping , setelah itu di masukan Inkubator baru di tutup rapi dengan lacban . 
 
4. Mengingat Inkubator ini terbuat dari Acrillyc , maka saya ikat lagi pakai tali rapia supaya tidak bergerak/bergeser posisi , setelah ikatan rapih baru di bungkus dengan plastik lalu di lakban dan di ikat lagi pakai tali rapia .
 
5. Kemudian berangkat ke AirPort dengan mobil avanza , setelah sampai di AirPort Cengkareng rencana mau di bungkus lagi menggunakan plastik yang tersedia di AirPort ternyata petugasnya belum datang karena masih jam 04.00 Pagi , sedangkan saya Cek In jam 04.15 Pagi , pesawat berangkat jam 05.15 Pagi.
 
6. Sempat saya bingung karena Inkubator sudah mau di bagasi , akhirnya saya keluarkan dari tas yang sudah di siapkan dengan tulisan JANGAN DI BANTING/DI BALIK BERLOGO GELAS. Dan saya minta di pasangi tanda pecah belah ( Fragille ) ke petugas Cek-In lalu saya ucapkan BismillahHirrahmanirrahim . 
 
7. Setelah sampai di AirPort Makassar saya menunggu bagasi begitu saya lihat bungkusan Inkubator masih rapih saya ucapkan lagi Alhamdulillah . 
 
8. Inkubator saya masukan lagi ke mobil Rush untuk melanjutkan perjalanan ke Kab. Soppeng jarak tempuh lebih kurang 180 km , setelah sampai ke Soppeng saya buka satu persatu lem lacban pelan-pelan langsung di tes Alhamdulillah semua berfungsi . 
 
9. Lampu Neonnya (Red: lampu bluelite fototherapy) di bungkus pake kardus tebal baru di lacban semuanya kemudian saya bawa naik di kabin .
 
    Demikian share saya kepada Bapak ,  semoga bermanfaat
 
 
Wassalam
 
 
A. Wahidin Arsyad

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s