Rumah Sakit Mahal


Percakapan dengan Ernaxx (ppeminjam inkubator). Percakapan di bawah ini lebih kurangnya sama pada saat kejadian tanpa di-dramatisir berlebihan dan juga tidak menuduh suatu yang negatif kepada pihak manapun. Sebagai kesaksian dan juga sharing info antara peminjam dengan tim inkubator. Kode E: Ernaxx R: Rexxx (Ernaxx datang mengembalikan inkubator dan selanjutnya Rexxx sedang meletakkan inkubator di rak) Dan percakapanpun dimulai. R: (dengan nada pelan). hmm, kabarnya bayinya meninggal ya, mba? E: iya, Pa. R: meninggalnya di rumah sakit atau di rumah? E: di rumah, Pa. sejam setelah di rumah. Jadi sempat masuk ke inkubator sekitar sejam dan meninggal. R: kalau boleh tahu, kenapa ya meninggalnya? E: (sambil menunjuk mengibaskan tangan ke kanan). Setengah badannya merah, Pa. R: merah? Maksudnya? E: kayanya pembuluh darahnya pecah. Jadi setengah bagian (kanan/kiri) merah. Punggungnya juga merah. R: oh. Terus boleh nanya sesuatu? Ini tentang mba waktu sms minta pinjam inkubator, mba bilang di sms “kalau udah lebih dari jam 12, kami harus nambah 10 juta”. Itu maksudnya apa ya? Kalau boleh diceritakan. E: (mimik wajah berubah sedikit kesal). oh ya itu. Gini, Pa. jadi waktu semalam sebelum memutuskan melahirkan ada 2 keputusan yang berbeda. Kami udah dapet pahitnya deh pokoknya. R: pahitnya? Maksudnya? E: jadi sewaktu konsultasi, ada 2 dokter dengan 2 keputusan yang berbeda. Satu dokter kandungan dan satu lagi dokter anak. Dokter kandungan pahit banget bicaranya. R: emang bicara apa? E: dokter kandungan bilang, ini harus segera di caesar, tapi pasti bayinya meninggal. Nah kalo dokter anak bilang, bisa lahir normal, tapi itu pasti harus masuk NICU. Dan harus bayar 10 juta per hari. R: (dengan nada kaget). Hah..! 10 juta per hari? Rumah sakit apa bayar segitu mahal? E: Rumah Sakit SM Cbng. Sebenarnya disuruh pakai BPJS dan suruh urus sekarang. Tapi dibilang sama pihak rumah sakit, kalau BPJS perorangan tidak diterima. Yang diterima BPJS perusahaan. Sedangkan BPJS perusahaan sedang diurus, jadi tidak bisa sekarang dipakai. R: ya ampun.. jadi orang tua si bayi memutuskan paksa pulang si bayi? E: iya.. itu pun udah dibilang sama dokternya juga. Pahit banget dah bicaranya. R: maksudnya? E: iya yang tadi. Jadi si dokter anak bilang, kalaupun si bayi masuk NICU, ngga aman deh dengan kondisi seperti ini. (maksudnya harapan hidup kecil). R: (menghela nafas). Mau tanya juga, hanya untuk klarifikasi. Karena si bayi sudah masuk ke inkubator dan kemudian meninggal, saya hanya mau tanya, apakah meninggalnya si bayi karena inkubator kami? E: tidak, Pa. karena kondisinya seperti itu memang. R: Ya sudah, mba. Kami dari tim inkubator hanya bisa mengucapkan belasungkawa kepada keluarga. Salam untuk orang tua si bayi. Mohon maaf dari kami, karena tidak bisa memberikan banyak bantuan kepada anda beserta keluarga. Jadi sampaikan saja turut berduka cita kami kepada orang tua si bayi. E: terima kasih juga, Pa. sudah memberikan kesempatan menggunakan inkubator ini. R: iya. Semoga semuanya ada hikmahnya. Setelah mendengar cerita dari mba, kan kami juga tahu permasalahannya. Jadi kami juga bisa mengambil hikmahnya. Mungkin ke depannya, ada sesuatu yang bisa kami rubah sistemnya menjadi lebih baik. E: iya, Pa. R: oke. Itu saja. Terima kasih sudah mau cerita dan mau mengantarkan kembali inkubatornya. Salam untuk semuanya. E: iya. Pamit dulu. Assalamu’alaikum. R: Wa’alaikumussalam.

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s