Fototerapi untuk Bayi Kuning


Telah tersedia sebuah peralatan NICU untuk bayi baru lahir yaitu FOTOTERAPI, guna penyembuhan bagi bayi yang menderita BILIRUBINEMIA (bayi kuning).

Digunakan bersama dengan inkubator karena prinsipnya alat ini merupakan terapi kulit dengan sinar jadi bayi harus dalam keadaan telanjang hanya menggunakan pampers saja. Supaya tidak kedinginan maka bayi ditaruh di inkubator, sinar bluelite bisa menembus lapisan transparan atau akrilik sehingga sinar bluelite bisa sampai menyentuh kulit  bayi kuning. Mata bayi juga harus ditutup dengan kain warna gelap.

Inkubator Fototerapi ini disediakan untuk

DIPINJAMKAN SECARA GRATIS

kepada ibu bayi untuk digunakan di rumah. Pelayanan Pengabdian Masyarakat dari Universitas Indonesia ini sementara hanya bisa mencakup daerah JABODETABEK saja. (2014 sdh ada di Yogyakarta).

Please kontak:

Raldi A. Koestoer – 081619921xx (skr 2014 mel Center SMS 0856 5931 2070)

Email koestoer@eng.ui.ac.id

Baca juga:

https://koestoer.wordpress.com/maksa-pulang-bayi-prematur/Beji-20130902 fototerapi (4)

BAYI KUNING

Pigmen bernama bilirubin adalah faktor penyebab dari bayi kuning (ikterus) yang harus di kenali dan waspadai. Sebetulnya, setiap orang memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin. Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.

Sebagian lainnya karena ketidak-cocokan golongan darah ibu dan bayi. Peningkatan kadar bilirubin dapat diakibatkan oleh pembentukan yang berlebih atau adanya gangguan pengeluarannya.

Ikterus pada bayi baru lahir dapat merupakan bentuk fisiologik dan patologik. Yang bersifat patologik dikenal sebagai  hiperbilirubinemia yang dapat mengakibatkan gangguan saraf pusat atau kematian.
Sampai saat ini ikterus masih merupakan masalah pada bayi baru lahir, terjadi sekitara 25% – 50% pada bayi lahir cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi lahir kurang bulan. Pemeriksaan adanya ikterus pada bayi muda dapat dilakukan di rumah dan pada waktu kunjungan neonatal. Untuk pemeriksaan gejala kuning di rumah adalah dengan membawa bayi ke dalam ruangan yang memiliki penerangan yang jelas atau dengan lampu fluorescent. Bila kulit bayi tergolong putih, tekanlah jari anda secara perlahan-perlahan ke bagian dahi, dada, telapak tangan dan telapak kaki. Kemudian angkat tangan anda dan perhatikan adakah semburat warna kuning pada bagian tubuh bayi yang ditekan tadi. Bila kulit bayi tergolong hitam, paling jelas bisa diteliti pada gusi atau bagian putih di area mata. Sedangkan pemeriksaan di klinik, dokter anak akan memeriksa kesehatannya. Kadar bilirubin sendiri baru bergerak pada hari ke 3 atau ke 5 setelah kelahiran. Jadi apakah tingkat bilirubin bayi anda normal atau tidak,  baru diketahui 3 atau 5 hari. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan pemeriksaan dalam. Bayi akan diambil darahnya sedikit, biasanya di ujung jari kaki, kemudian diteliti dan diperiksa di laboratorium.

Hal ini normal terjadi pada bayi jika:
  • Warna kuning muncul setelah 2×24 jam kelahiran.
  • Derajat bilirubin sekitar 10 mg%
  • Jika bayi mendapat susu formula, warna kuning akan mencapai puncaknya yakni sekitar 6-8mg% pada hari ketiga.
  • Jika bayi diberikan ASI, kadar bilirubin puncak dapat mencapai 7-14 mg%.
  • Bayi tetap aktif menangis dan kuat menyusu.
  • Urin bayi tidak berwarna kuning tua atau cokelat.
Untuk bayi dalam keadaan yang normal, warna kuning ini akan hilang bila fungsi organ hatibayi sudah benar-benar matang. Karena pada saat itu hati sudah mampu mengubah bilirubin menjadi larut dalam air dan membuangnya dari tubuh. Normalnya, warna kuning itu akan hilang di hari ke-7.Tidak normal. Orang tua  perlu waspada jika warna kuning itu muncul:
  • Sebelum 24 jam pertama setelah bayi lahir.
  • Melalui pemeriksaan laboratorium, peningkatan kadar bilirubin terjadi sangat cepat, melebihi 5 mg% per hari.
  • Warna urin kuning tua atau cokelat.
Warna kuning atau tingkat bilirubin yang tinggi ini bisa disebabkan karena berbagai hal, antara lain:
  • perbedaan golongan darah
  • kekurangan enzim GPO
  • infeksi besar
  • Hb darah tingi
  • sumbatan sistim empedu
  • gangguan metabolic atau endokrin
  • faktor ras
  • kelainan genetic.
 Atau bisa juga dikarenakan usia ibu yang sudah lanjut, ibu dengan diabetes atau tekanan darah tinggi, ibu yang kekurangan zat seng,obat-obatan tertentu, proses persalinan dengan menggunakan alat, bayi prematur, atau pemotongan tali pusat yang terlambat.
Perlu Fototerapi? Jika kadar bilirubin bayi tinggi, maka fototerapi (terapi sinar biru) perlu dilakukan. Karena kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan keracunan pada otak bayi, yang akhirnya dapat menyebabkan retardasi mental atau palsi serebral.Dan jika kadar bilirubin sudah pada tahap yang membahayakan, bisa dilakukan transfusi tukar, yaitu menukar darah bayi dengandarahgolongan Odengankadartertentu dansebelumnyatelahdilakukanujisilang.Namun jika kadar bilirubin masih tidak terlalu tinggi, pemberian ASI bisa sangat membantu. Dengan memberikan ASI sesering mungkin, maka proses transportasi bilirubin ke sel hati bayi menjadi lancar.
Selain itu  bila ada matahari, Anda bisa menjemur bayi sekitar 15-30 menit pada pukul 07.00 – 09.00.

Sumber : Bayi Kuning, Kenali dan Waspadai http://bidanku.com/index.php?/bayi-kuning-kenali-dan-waspadai#ixzz2dnaKM7as
Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook

 

Beji-20130902 fototerapi (1)

2 responses

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s