Harta Bahasyim 885 M ?



*** Dari milis ***
Wow… Harta Bahasyim Rp 885 Miliar
sumber:  http://nasional.kompas.com/read/2010/09/30/18572023/Wow….Harta.Bahasyim.Rp.885.Miliar-8

*JAKARTA, KOMPAS.com* — Sementara penanganan kasus Gayus Halomoan
Tambunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum selesai, kini Direktorat
Jenderal Pajak kembali disorot setelah kasus terdakwa Bahasyim Assifie,
mantan pejabat tinggi di Ditjen Pajak, mulai bergulir ke Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan.

Tak tanggung-tanggung, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Bahasyim
melakukan tindak pidana pencucian uang dengan total nilai Rp
885.147.034.806. Dakwaan itu dibacakan saat sidang perdana di Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (30/9/2010).

Fachrizal, salah satu JPU, mengatakan, Bahasyim sebelum tahun 2002 sudah
memiliki uang sebesar Rp 30 miliar. Uang itu diakui Bahasyim dimiliki dari
hasil usaha jual-beli tanah dan mobil, valas, cuci cetak foto, penyertaan
modal pada suatu perusahaan, dan usaha lain. Sejak tahun 2003, Bahasyim
sudah tercatat sebagai nasabah prioritas BNI dengan dana Rp 1 miliar.

Dari dana itu, kata JPU, Bahasyim membuka rekening Taplus Bisnis
Perorangan di BNI atas nama istrinya, Sri Purwanti, dengan saldo awal Rp
633.063.416 pada Oktober 2004. Lalu, berdasarkan rekening koran sejak 2004
hingga 2010, terdapat transaksi masuk ke rekening itu sebanyak 304 kali
dengan total sekitar Rp 885,1 miliar.

JPU mengatakan, di antara 304 transaksi masuk itu, terdapat 15 transaksi
yang dilakukan oleh Bahasyim dengan total Rp 4.175.750.000. Uang itu
disetorkan antara November 2004 dan Januari 2006 oleh Yanti Purnamasari,
Customer Relationship Manager BNI.

Menurut JPU, uang itu diduga hasil tindak pidana selama Bahasyim berkerja
sebagai Kepala Kantor Pemeriksa dan Penyidikan Pajak Jakarta VII, Kepala
Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Koja, dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Jakarta Palmerah. Terakhir, dia menjabat Inspektur Bidang Kinerja
Kelembagaan, Bappenas, hingga 30 Maret 2010.

“Karena dalam kurun waktu antara tahun 2004 dan bulan Maret 2010, secara
formil terdakwa tidak memiliki usaha yang dapat menghasilkan keuntungan
dengan nilai yang relatif besar. Dengan pekerjaannya sebagai PNS, terdakwa
diperkirakan hanya mempunyai penghasilan sekitar Rp 30 juta per bulan.
Dengan demikian, uang yang ditempatkan terdakwa pada rekening itu patut
diduga hasil kejahatan yang berkaitan dengan jabatannya,” papar Fachrizal.

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s