Tanjung Bicari Kaimana


Tanjung Bicari Kaimana

Beberapa kata kunci saya tulis dulu aja biar tak lupa tentang hal2 yang akan ditulis. Tanjung Bicari, Bitsyari, Besari, Sisir, makam keramat Habib Muthahar Alhamid, Sisir, Kapiten, Raja Aituarauw, Namatota, Kampung Seram, Kaki Air, Crooy, Coa, Pasar Senja.

13 Mei, ini tanggal istimewa bukan sih ?

Tanggal apa coba tebak ? Ya buat orang Jakarta tak pernah lupa ya. Pembakaran Mall dan ruko diseantero Jakarta tahun 1998. Ratusan orang mati di Yogya Department Store Klender. Pasar swalyan Goro Bekasi diserbu rakyat dan dijarah habis2an. 12 Mei sehari sebelumnya terjadi penembakan mhs Trisakti. Peristiwa mengerikan, yang sampai hari ini tak jelas siapa yang bertanggung jawab. Semua lewat begitu saja, dengan memakan banyak korban. Oh sudah sudah… cukup sekali saja jangan lagi terjadi peristiwa macam itu. Kitorang bikin yang manfaat saja jangan yang begitu he…

But today I’ve been  in Kaimana, now I’m writing this text at Hotel Kaimana Beach (KBH). Tadi pagi kitorang duduk2 minum kopi di Resto depan hotel, resto namanya sama Kaimana Beach juga, mungkin yang punya sama dengan yang punya hotel. Duduk ngobrol sambil mandang ke laut lepas. Pantai berpasir melebar ke laut. Kala air surut muncullah semacam pulau pasir banyak binatang laut yang masih tertinggal di pulau2 pasir itu. Tiga anak laki bermain gembira di pulau kecil itu basah2an gembira tanpa beban bebas dan senang. Mengapa harus mengganggu anak2 yang selalu gembira di tepi laut. Jadi untuk apa sekolah ? sekolah itu susah, sekolah itu tegang, harus ulangan harus ujian harus UASBN harus Ujian Akhir Sekolah. Setelah itu toh susah cari kerja. Sedang tak sekolah jadi biasa kerja sendiri cari penghidupan tidak dihidupi oleh orang lain. Apalagi kalau ikan ada tinggal pancing sedikit, daun2 dan buah untuk makan tinggal ambil di halaman atau sedikit ke hutan. Hidup ini mudah toh ?

Ouw Yeee !! (itu kata project P di iklan).-

Satu dua bangau kecil mencari makang ikang (mirip kaya orang Makassar ya, begitu seringnya saya dengar orang sini bicara… ikang fauzi kaleee…), kopi, blinjo, airputih, pisang jadi santapan kami berdua. Tak perlu dicritakan isinya obrolan penting gak penting. Oh tentu saja obrolan itu membelah dunia dari timur kebarat utara keselatan bawah laut ke outer space, dari dunia tembus ke akhirat alam nyata mixing dengan alam khayal, tasawuf filsafat sampai sosiologi. Kadang Khopingho bertempur dengan Nagasasra. Spongebob ketemu Sangkuriang. Dari penjahat sampai nabi, Malaikat jin dan hantu serta Tuhan, juga turut menyemarakkan suasana omongkosong pagi.

Itulah kira2 isi obrolannya… gak penting isinya yang penting gunanya untuk kemaslahatan bangsa ini…. Wuah…hebat kali..?

Semua dikupas tuntas dibahas dengan berbagai metodologi dengan tidak pernah melupakan fakta dan data eksperimen berbasiskan formula tertentu sesuai dengan standar ISO dan SNI. Sehingga analisis yang akurat dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik, dimana diskusi merupakan bumbu penyedap yang wajib walau selalu menyimpang dari hipotesa. Kesimpulan sebagai sebuah pernyataan tesis tetap harus ada, dan tidak perlu menampilkan apa-apa yang sudah jelas sebagai hasil pengamatan. Ini yang sering ditulis oleh para peneliti pemula dan peneliti tua sekaligus. Biasanya peneliti lokal tak punya keberanian untuk menyatakan pendapat karena begitulah mereka dididik, menjadi manusia peragu. Alias tak berani tanggung jawab. Sintesis yang muncul atau hasi eksperimen yang menyimpang disebut kesalahan pengukuran karena menggunakan tools yang tidak akurat… oouw dorang bodoh kali… gitu kata orang sini. Fenomena alam yang terjadi tidak dibaca (karena tak cocok dengan teori dan tak sesuai dengan pola pikir awal dan frame of mind yg awam) tapi dihindari dengan selalu mencari-cari kambing hitam, alatlah yang salah, orang lainlah yang salah, atau kalau ada kambing terutama yang hitam selalu jadi sasaran untuk di blame. By the Way sambil ngetik teks ini di TV ditayangkan penguburan jenazah dari korban jatuhnya pesawat Hercules TNI-AU di Magetan dimana ada 90 an orang meninggal dunia. Suasana duka keluarga korban sangat terasa, isak dan tangis keluarga yang ditinggalkan menambah luka semua yang melihat pemakaman. Pesawat tua itu sudah seharusnya mendapat perawatan yang lebih baik atau kalau mau lebih save lagi harus di-grounded- segera demikian juga dengan pesawat2 tua lainnya. Budget untuk TNI mungkin perlu ditambah untuk mengganti peralatan tua dengan peralatan yang baru.

Setelah satu tandan pisang habis dikunyah oleh dua primata ini, muncul ide untuk mengunjungi SMA dan SMK di Kaimana ini.maka ditelponlah pak Monas (Mohammad Nasir)yg segera sigap mengirim mobil Avanzanyadengan supir khususnya si Ufi tentu item dan kriting karena dorang asli dari Kaimana. Diantarlah kami visit dua SMK yang ada. Ternyata keduanya sudah tutup. Padahal hari baru jam 1330 an kira2. Tapi semua sudah kosong. Rupanya tak ada kegiatan berarti di Kaimana ini jadi semua orang tidur siang di rumah. Jam 14 semua guru sudah berada di rumah masing2 dengan keluarganya.

Kenapa torang musti cari susah ?

Jadi kami baik lagi hotel, barujam ½ 4 pergi keluar cari internet di warnet. Cuma ada dua komputer disitu, setelah satu jam ngoprek2 tapi tidak juga bisa dpt web yang dicari karena kecepatannya sangat rendah, pergilah primata bertisyert ini naik beca ke kota menuju pasar senja di tengah kota. Silakan tengok videoklip orang desa masuk kota karena noraknya naik beca di Kaimana. Lalu balik hotel naik angkot, dijlan ketemu Monas jadi dorang kasi kita pinjam mobil dg si Ufi supirnya yang njemput jam 5 utk bisa berenang di pantai.

Dasar laut jelas terlihat karena jernihnya air. Dan sampai jauh menjorok ke laut muka air tetap rendah paling hanya sampai perut. Puas2lah berenang disitu sehinggak hampir tiap hari kadang pagi kadang sore dua primata yang lepas dari kandangnya di UI sukaria berenang. Dan airnya ma’… hangat… coba bayangin mandi di laut air hangat. Luarbiasa kan ?

Di pantai itu ada pak Moro dan Nenek rambut putih, pemilik rumah pinggir pantai yang kasi kitorang mandi air tawar di perigi yang airnya jernih padahal hanya 2 meter dalamnya di pantai pasir lagi. Malamnya kami sempat tahlilan di salah satu rumah Alhamid dan selesai itu disuguhi macam2 makanan, Alhabib Al Muhammad bin Idrus Alhamid ketemu sama Hababah Syifa untuk mengecek silsilah Alhamid mulai dari Hadramau sampai di Papua. Semua catatan istilah itu ada di bukunya Habib. Lihat videoklip.-

Beberapa keywords yang saya tulis di depan akan sy jelaskan sedikit. Sisir daerah agak jauh ke timur dari Kaimana naik boat 2 jam. Habib Muthahar, makam keramat di Tg Bicari yang perlu naik boat 30 menit dari Kaimana. Nanti di cerita selanjutnya akan ada ttg Tg Bicari. Crooy nama tempat di Kaimana. Coa daerah bandara Kaimana. Namatota, nama pulau naik boat kearah timur 2 jam yang jadi perkampungan dg penduduk 300 an jiwa. Kami juga sempat bermalam di kampung itu. Kampung Seram, daerah pinggir pantai dekat pelabuhan dimana saudara2 Aituarauw dan Alhamid banyak tinggal. Mohdar Alhamid sebagai tokoh Gerindra di kampung Seram ini dengan anaknya Fadil yang aktif dengan berbagai kegiatan. Masjid besar dengan kubah yang besar sedang dibangun disini, mesjid ini sempat dikunjungi oleh rombongan mentri (Menko Kesra Aburiza, Menhub Jusman dan Mendagri). Kaki Air, daerah yang banyak air (sumber mata air) di kota Kaimana. Banyak orang mandi dipinggir jalan raya kalau kami lewat naik angkot.

(Raldi 13Mei09, diketik 21Mei09. Hari mundurnya Suharto th 1998).-

Lanjutan Tg Bicari.

15 Mei 09, nulis sambil ndengerin deklarasi calon Presiden dan wakilnya ’SBY Berbudi’, SBY Bersama Boediono. Tulisan ini menutup jumat sore sampai malam. Tadi ndengerin sambutan dari beberapa orang, 3 menteri Wagub Papua Barat dan Bupati Kaimana. Semua itu di Resto depan hotel, jadi mentri2 yang datang itu Aburizal, Jusman SD dan Mardiono (Mendagri). Mereka datang tadi siang setelah solat jumat.-

So tadi siang torang jalan2 critenye, naik speedboat ke Tg Bicari atau Besari atau Bitsyari, spt yang diinginkan oleh Alhabib AlMuhammad. Siapa yg berani menentang keinginan Yth Anggota MWA UI ini (Majelis Wali Amanah Univ Indonesia, semacam Board of Director yang memberi mandat pada Rektour UI utk bekerja. Jadi Rektor ini takut sama mereka, ada 29 orang semua jawaralah pokoknya), gak ada yg bisa nentang sekali beliau niat, semua harus jalan. Demikian juga niatnya utk kunjung ke Tg Bicari dimana ada makam keramat Alhamid disana. Beliau kasi perintah pada Fadil anaknya Mohdar Alhamid, maka sibuklah Fadil telpon kesana kemari. Meski nunggu lama s/d jam 3, tapi akhirnya dapat juga speedboat sekalian dengan bensinnya dua tangki membawa dua dzuriyat primata ini melaut mulai dari Kampung Seram menyusur ke kiri pinggir pantai arah timur melalui tebing2 curam dipinggir laut. Kelihatan bekas2 kikisan ombak menghambar diselingi tanaman hutan liar kadang2 ada anggrek juga yang tumbuh diantara tebing. Dasar laut kelihatan jernih bening dan indah transparan seperti bayangan dibalik kaca atau akrilik semua terlihat sampai karang dan tumbuhan laut dibawah.

Luarbiasa…. benar dan tak bohong secuilpun… Indah dan bersih bawah lautnya. Dan pesisir tebingnya… Ada gambar2 reptil dengan warna merah. Katanya manusia purba, tapi blkgan dari pak Bupati kami dengar, ini mungkin 200-300 tahun yang lalu saja. Banyak lubang mirip gua di tebing nan menjulang tinggi. Sungguh indah alam ini. Tebingnya tegas dan menantang para climbers…Pastinya dong ini surga bagi pemanjat tebing. Adakah alam yang lebih menarik dari pantai pesisir ini, ciptaan Allah tak ada duanya. Pasti sulit mencari bandingannya. Rumput laut yang ada dibawah perahu terlihat dengan jelas menunjukkan kejernihan air lautnya.

½ jam kira2 sampailah kami di Tg Besari. Dimana ada makam keramat dari Habib Muthahar Alhamid, terkucil ditengah hutan yang sunyi yang ada hanya nyanyi burung.

Dan makam itu ada penjaganya yang menyambut kami kala datang tadi, hitam seperti layaknya orang papua, hanya bercelana pendek lusuh tanpa baju. Ia menegur kami masyaAllah, ”Assalamualaikum..” mengagumkan sendiri ditengah hutan hanya menjaga makam. Bila anda ada waktu perhatikan videoklip saya (Tanjung Besari) makan waktu 9 menit tapi didalamnya ada penjaga makam itu. Waktu kami bersalaman tangannya hangat.-

Selesai itu kami mampir di penangkaran mutiara (betul gak istilahnya penangkaran… kaya penangkaran kura2 aja ya). Di kecamatan Sisir tapi kata pengantar kami daerah itu masih Besari. Disitu ada juga kubur keramat yg mereka sebut ’kapiten’ di tempat penangkaran mutiara itu.

Sedikit telat, kemarin saya menyaksikan Senja Indah dari arah pelabuhan Istilahnya orang sini bilang kurang ’dapat’ karena matahari tidak bulat tertutup awan hanya sebagian sinarnya saja yang terlihat. Bagi saya senja itu bahkan tiap hari tetap indah karena langsung kita liat diatas laut. Bahkan kami lanjutkan dengan mengambil foto dan video di restoran di kota yang menghadap kelaut. Bahkan di restoran itu ketika kami pesan kopi mereka tidak mau dibayar karena mereka ngenalin mobilnya pak Monas, rupanya mobil itu sudah sangat dikenal disitu sehingga kopinya mau dibayar malah tra mau.

(Ral 15Mei09 diketik 21Mei09).-

2 responses

  1. I must express my appreciation to you for rescuing me from
    this particular crisis. Right after searching through the online world and
    coming across concepts which were not beneficial, I was thinking my entire life
    was well over. Living minus the strategies to the difficulties
    you have resolved through your good blog post is a critical case,
    and the kind that would have in a wrong way damaged my
    entire career if I hadn’t come across your web site.
    Your actual competence and kindness in handling every item was helpful.
    I am not sure what I would’ve done if I hadn’t come upon such a subject like this.
    I can at this moment look forward to my future. Thanks a lot so much
    for your expert and amazing guide. I won’t be reluctant to endorse your web
    sites to anyone who should get tips on this subject matter.
    -0-
    ini spam…tapi…biarin deh…kasihan…

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s