Tingkatan Relawan


Dari acara Hitam-Putih Deddy Corbuzier minggu lalu di stasiun TV Trans-7, masuklah banyak SMS ke center gateway kami. Diantara mereka yang mengirim SMS itu, banyak juga yang mau membantu sebagai relawan peminjaman inkubator untuk daerahnya. Setelah sekali dua kali komunikasi dengan kami, akhirnya batallah keinginannya untuk menjadi relawan… Mengapa demikian ?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, perlu kiranya saya menjelaskan tentang tingkatan-tingkatan relawan itu menurut versi kami.

Relawan level PENONTON

Kita umpamakan aktivitas ini adalah sebuah pertandingan sepak bola, karena sekarang lagi musimnya World-Cup 2014 di Brazil. Relawan jenis penonton ini, beli karcis pertandingan lalu nonton bola, katakanlah di GBK. Waktu nonton di tribune kelas 1 lantai bawah, kadang teriak-teriak maki-maki penyerang kesebalasan favoritnya yang salah tembak gagal masukin. Namun bila kesebalan favorit masukin bola, dia jingkrak-jingkrak saking senangnya. Pulang kerumah, puaslah dia sambil bilang:” Gak percuma gue bayar 50 ribu, favorit gue menang. Dia bisa menang kan karena sumbangan gue tiap kali beli karcis tuh…” Tapi kalau favoritnya kalah dia maki-maki:” Sialan…gue udah bayar 50 ribu masih kalah juga.” Walaupun demikian kalau ada bola di GBK dia tetap setia nonton dengan bayar 50 rb, karena memang hobinya nonton bola. Jadi sambil nyumbang favoritnya sambil dia sendiri senang karena hobinya memang nonton bola.

Relawan level Korlap

Relawan jenis ini, setingkat diatas penpnton biasa diatas. Kalau Persija bertanding di GBK, sebagai JAKMANIA dia aktif ngumpulin teman-temannya utk pergi nonton bareng ke GBK. Bahkan di Twitter dan Fesbukpun dia udah teriak-teriak maki-maki tim lawan sambil ngomporin temannya utk nobar. Dan dia aktif nyari sewaan bus sehingga mereka bisa ramai-ramai datang ke GBK naik diatas bus sambil bawa bendera, walaupun didalam bus itu kosong.

Relawan level Pengurus

Ini level yang lebih tinggi. Karena rasa tanggung jawab terhadap tim favorit… Maka beliaupun sebagai seorang profesional yang sudah lebih mengerti manajemen, berusaha membaktikan diri untuk tim kesayangannya dengan menjadi pengurus. Karena untuk jadi pemain sudah tidak mungkin karena usia, namun tetap ingin berperan dan berpartisipasi aktif untuk tim kesayangannya. Sekian tahun kemudian karena memang jelas kontribusinya naiklah beliau menjadi Kepala Bidang Pencarian Dana. Mereka yang sudah berumur terus menjadi penasehat dan aktif bikin koneksi networking dengan bekas-bekas pejabat. Sehingga organisasi bisa maju.

Relawan level Pemain (PLAYER)

Dia yang berperan dilapangan. Aktif bergerak sana sini, kalau tim kalah ikut kena makian penonton. Salah tendang dikit bisa abis dicemooh oleh tabloid Olah-Raga. Tapi kalo menang, ikut disanjung sana-sini. Kalo masih muda, cewe-cewe bahkan artis pada mengerubunginya. Serasa dunia ini benar-benar miliknya. Relawan ini serius berlatih, mengkaji teoritis dan praktis, berlatih tak kenal lelah. Maju mundurnya tim tergantung dirinya. Pro-aktif mengejar bola, sekalipun tanpa bola atau bolanya tidak ada. Karena gerak tipunya dibutuhkan untuk mengecoh lawan.

Relawan level Kapten Bermain (Playing Captain)

Dialah manusia yang bertanggung jawab terhadap tim. Ikut bermain aktif dan pro-aktif. Memberikan umpan yang manis pada si goal-getter, tidak haus pujian, mengatur strategi sesaat itu di lapangan. Dia harus jeli dan pintar (IQ tinggi). Gerakannya maju mundur depan belakang. Bila diserang lawan dia juga jadi benteng yang tangguh, bahkan berjibaku sampai titik darah terakhir untuk timnya. Untuk timnya dia mau mengorbankan dirinya, waktunya, hartanya bahkan keluarganya (rela tidak pergi berlibur dengan anak-anak karena harus bertanding).

-0-

Jadi apa yang saya katakan kami masih membutuhkan relawan untuk sebuah kota besar agar aktivitas Peminjaman Gratis Inkubator ini bisa berjalan lancar adalah dari jenis PLAYING-CAPTAIN. Diinginkan mereka yang sudah berumur 40 an keatas. Mengapa ? Karena sudah cukup banyak pengalaman menghadapi hidup ini, secara organisai manajemen sudah cukup tahu dan matang. Dan juga sudah cukup mapan dari segi finansial, kan ini peminjaman gratis sehingga dia sendiri tidak boleh tergiur untuk mengkomersilkan kegiatan ini. Sebab memang sangat mudah tergelincir dan terus-terang saja memang menggoda. Buktinya hampir semua orang mengatakan ” Mengapa tidak di komersilkan saja ? ” Dan memang dianya sendiri harus jadi donatur betulan dan dibuktikan. Karena itu saya minta mereka yang umur 50 tahun harus infaq dulu 2 inkubator (sama dengan 5 juta rupiah). Teman-teman yang seumuran saya 60 th yang menggebu ingin membantu menjadi terhenti bahkan terhenyak, mengira saya akan makan duit itu. Tahukah mereka untuk siapa inkubator itu ? Ya untuk dia sendiri kan katanya mau membantu bayi prematur dikotanya jadi dua inkubator untuk start awal menolong bayi dikotanya sendiri. Masa menolong orang dari kotanya sendiri tidak mau ? Bila tak setuju  Artinya anda levelnya memang belum sampai di Relawan Playing-Captain seperti yang saya ceritakan diatas itu. Kalaupun anda kaya punya rumah milyaran, punya mobil bbrp dengan harga ratusan juta, belum tentu anda punya jiwa yang rela dan ikhlas, seperti Relawan Playing-Captain.

Ada pertanyaan, memangnya orang muda tidak bisa mempunya jiwa yang rela seperti relawan yang dimaksud diatas. Masalahnya anda harus mempunyai pengalaman kehidupan dulu dan itu harus dijalani jadi bukan ujug-ujug, dan tidak bisa dipercepat. Anda harus berkeluarga dulu, punya anak dulu, anak beranjak besar dengan segala persoalannya harus anda hadapi. Badai kehidupan harus anda lewati dulu. Itu sebabnya saya tidak pernah percaya pada ustad yang muda, karena belum membuktikan dirinya tahan terhada experience waktu kehidupan. Ilmu boleh saja dia tinggi, kan hanya baca buku saja, bahkan anak muda sekarang bisa canggih berbekal AlQuran di Ipad, ustad tua jadi kalah. Tapi soal pengalaman hidup darimana dia akan dapat tanpa dijalani sendiri. Buktinya banyak ustad muda yang tegelincir karena godaan duniawi.

Demikianlah sekilas tentang relawan, semoga bisa menjawab pertanyaan beberapa mitra, mengapa mereka ditolak padahal sudah menyatakan diri bersedia menjadi relawan.

Iklan

2 responses

  1. program luar biasa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.
    saya pribadi mempunyai seorang putra berusia 4 hari (saat komentar ini dibuat), bayi 7 bulan, dengan berat badan masih 1600 gram. Dan belum diberi nama.
    Saat ini bayi saya masih di ruang inkubator di ruang Perinatologi di RSUD Ade Mohamad Djoen Sintang, Kalimantan Barat.
    Kata dokter, minimal butuh bb 1700 gr bila bayi boleh di bawa pulang.
    Pertanyaannya:
    Saat di rumah nanti, apa bisa aman dengan bayi saya tsb?
    Sebab jarak antara rumah sakit dengan rumah saya butuh waktu perjalanan naik kendaraan 3 jam.
    Andai bisa, saya mohon diberi pinjaman inkubator untuk bayi saya.
    Terima kasih.
    ————-
    Fom Raldi to hnnoval@gmail.com
    bpk kirim dulu permintaan singkat ke center gateway 0856 5931 2070.
    Nanti diberi petunjuk dari situ

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s