Inspirasi dari Tere Liye

Tulisan Tere Liye – Ada baiknya utk dishare ke anak2 kita.. dgn harapan mudah2an bisa menginspirasi dan memantapkan pilihan anak2 kita nantinya…


Tere Liye

Adik2 remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luamaa sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu. Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya. Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di LN, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kalian adalah generasi berbeda. Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia. Apa cita-cita kalian? Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan2 yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film seperti Iron Man, Avengers, Minion, maka besok2 giliran film kalian yang ditonton orang. Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok2 giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian memakai baju, pakaian buatan orang lain, besok2 giliran orang lain yg pakai baju kalian. Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok2 giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.
Itulah dunia kalian. Masa depan. Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka saat itu tiba, kita bisa benar2 bilang: Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda. Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh2, tahan banting, kita bisa menjadi yang terbaik di bidang yg kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jika masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian. Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita. Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian bisa lebih berwarna. Kalian bisa jadi apa saja. Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel menentukan jam kerja sendiri.

Yakinlah, besok lusa, karya kalian akan menaklukkan kota-kota jauh, bahkan negara-negara jauh. Besok lusa, profesi kalian akan memiliki reputasi hingga pulau-pulau seberang, benua-benua luar. Kalian bukan lagi generasi yang bahkan naik pesawat saja mahal dan susah. Atau mau berkirim kabar harus memakai telegram dan pager. Sambutlah masa depan kalian yang gemilang. Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi2 penuh passion dan suka-cita. Itulah panggilan generasi kalian. Dan saat kalian bisa menggapainya, kalian bisa berteriak sekencang mungkin: Merdeka! Karena hidup kalian sungguh sudah merdeka.

Mulailah dari sekarang, remaja. Cari hobi dan aktivitas bermanfaat. Tekuni. Besok-besok kalian menjadi master di bidang tersebut. Maka kita tidak lagi bicara tentang besok pagi2 berangkat kerja, sore2 pulang nanti macet, aduh, besok sudah Senin lagi, melainkan bicara: besok saya akan menginspirasi siapa, nanti sore saya akan mengubah apa, dan besok Senin saya akan meluncurkan karya apa lagi. Demikian.


Tere Liye


Komen saya :

Anak muda yang luarbiasa !  Sangat menginspirasi. Yakin Indonesia akan semakin maju kalau anak mudanya kaya gini.

Time To Be Meaningful

Time To Be Meaningful
(Introduction to Free Incubator for Nusantara)
This writing was made before our invitation for inspiring talk in Kalimantan.
Apparently in Balikpapan. We are accustomed to witnessing the rising public’s
enthusiasm for what we have been doing. But it is far more important about the way
to convert the positive energy into real WORK, real ACTION. Affection would never
happen, had we done nothing. There, the spirit is simply fading, as we are being
confused on uncertainty in which we create it over. Our daily disorder.
Alright. There is no use of wasting energy for the sake of such resistance. So we
decided to make a commitment. We want to prove that a prospering work exists not to
impress others. It is all the excellence from the long story that ensures the quality, and
there gains reputation and trust as well. We have already undergone it for these 5 years
(more). Also, we have done varied ways to fulfill those all. The unit is not to be intended
for any commercial; must be lent continually as it has already been in many provinces
and their rurals.
More, we strictly give the borders to any institution or company; notably not to
oppose against our goal: serving the marginal community. Why? We might think that
excellence does come only from “smart work” (i.e. cooperating with stabilized
company). But the answer is NO! We already have an understanding for babies’
nutrition. It will actually lead the mothers’ way of thinking to give formula instead of
breast milk (ASI). But the right one is doing the contrary. We are just letting the wrong
be right. That way is going to be a tough one, isn’t it?
Besides, innovation would only occur if (and if only) we had been through
challenge and overcome it in cheerfulness. Finding way with all the might we have.
The aim is to arouse the entrepreneurship’s spirit. Therefore, we invited all the SMEs
having any interest for our program to collaborate together. Also, we are often asking
the volunteers to actively seek for the preemie and yellow Nusantara babies as well in
need of help. Entrepreneurship is gained through our local wisdom, gotong royong
along with any upcoming innovation.
Independent Community
It is obvious that collective awareness is the thing that drives our nation, our
country into the elegant one. Our volunteers in Jonggol are keen to make charitable
deeds in their region; including the free wheel-chair. Donation keeps coming for them.
Then, other role models are Zona Bombong Purwokerto and Blood For Life
Foundation (BFLF) with free ambulance program. Recently, BFLF has just made
application for blood donation, Go-Blood. Not to mention superfine service from a
volunteer and his family in Surabaya (also once they accompanied our unit to
Madura), Friday free-porridge in Yogyakarta inspired by the vision of our activity. A
massive impact. Yes. Because we are proactively filling and supporting for one another.
We utilize our network to sustain the empowerment’s practice. For eligibility,
strategical approach to both medical and non-medical people, and the foremost one is
to arouse those that have been living very poorly. We want to raise, encourage them
that they have the right to get the equality for health service. Still, we often urge them
to spread the spirit of sharing and living for one another; not to be the close-minded
ones. This is the unity that depicts Indonesia.
Sustained welfare is being pondered by us too. Now, we are developing the
incubator for the twin. We have already lent the incubator over for twins and triplets
too; but it is the modification from the single-large scale one for hospital. Another one
is the mini generator for the regions with bad supply of electricity from State Electric
Company (PLN). It came into our mind after witnessing the hardship of our people
living in uneven area and its rural to be reached by PLN. They have to be through
approximately six hours without power. We found it out in Rancabungur a fortnight
(two weeks) ago. The mother told us that there would be a 8 – 10 hours period without
power in her place. And it was still in Jabodetabek miserably. Then how in everywhere
else? We have probably never wondered it before.
It is the reason that we want that our incubator can be used without depending
on the State Electric Company (PLN) in future one day. At least there will be power
while being cut off. We are working so very hard to fully perform it immediately. The
main and simulation are already complete. What is left is to do the real experiment
before entering the real step. A truly wonderful thing… From misery, we do actually
change it to ease, availability, productivity, happiness, and so the good on. That is the
way to carry out our role towards independent community.
Devotion by working. Thus has become our motto for long ago. And devotion is
the prime objective on our activity. Man has to live, grow in the society, and work for
it. The young is literally the leading player. And we are to orient to the WORK -the true
one- along with our action. True dedication does only come from the ones that needn’t
look for self-explication (position, existence, occupation, and so forth) and have very
brave, thoughtful, yet keen heart. The risk is apparent: being against unpleasant truth.
But alas, some of us choose to follow this saying: “Evil-minded people dare do
the evil. Good people daren’t do the good.” Obviously, we don’t even have the courage
to be through uncertainty in this world. Many say it as a consequence, but the thing is
that we are not prepared yet. COME ON! Even though the first sentence of the saying
cannot be changed, otherwise we can for the second one. DARE TO DO THE GOOD.
We are what we do, not what we say we will do. There will be more brilliance to
entirely solve nowadays problems in our beloved country. But it is acquired in sacrifice,
hardwork, then COURAGE to FIGHT FOR IT. Better than ZERO action. The same goes
on our activity. And this is the ongoing test for us. Work (creation) is to be obtained,
not to be opposed against no action. Not on our watch. Let’s sharpen and better our
compassion. Time to be meaningful!
Juan Karnadi
Digital and Publication
Yayasan Bayi Prematur Indonesia

From Raldi A. Koestoer: Juan Karnadi join the club on April 2016, he looked-like an autist student, but infact he has a lot of excellence. Among others in IT (please click, Arduino sketch-coding, and in writing an article in bahasa as-well-as in english. The above pages is one of his creation. As a 7th semester student in Teknik Komputer, he’s done a lot of things which makes progress for the incubator’s team.

Saatnya Jadi Bermakna

Saatnya Jadi Bermakna
(Pengantar Inkubator Gratis untuk Nusantara)
Tulisan ini dibuat jelang pertemuan kami dengan adik-adik serta para pendidik di sebuah universitas Kalimantan. Tepatnya di Balikpapan. Sudah terbiasa kami tiap kali melihat antusiasme publik yang begitu memuncak akan apa yang kami lakukan. Tetapi ada yang jauh lebih penting dari itu, yakni bagaimana mengkonversi energi positif tadi menjadi sebuah karya nyata. Efek tular tidak akan terjadi, bila kita tak kunjung berjalan, urung bergerak. Doing something. Dan akhirnya semangat pun menguap, dan berpusarlah kita dalam ketidakpastian yang kita buat sendiri. Itulah penyakit kita.
Baiklah. Sia-sia kita menghabiskan energi kalau hanya membahas hal demikian. Maka kami pun membuat sebuah komitmen. Jadi kami ingin membuktikan bahwa sebuah karya yang menyejahterakan lahir bukan karena terlihat hebat. Ia terbentuk dari perjalanan panjang yang menjamin kualitas, sehingga kemudian memperoleh reputasi dan kepercayaan. Kami pun telah menjalaninya selama lima tahun lebih. Beragam upaya juga telah kami lakukan demi mewujudkan semua itu. Kami melarang adanya aktivitas komersil dalam bentuk apa pun di kegiatan kami; juga pembiaran tak terpakainya inkubator gratis yang telah tersebar di banyak daerah serta pelosoknya.
Tak berhenti sampai disitu. Kami pun memberi batasan terhadap berbagai institusi dan perusahaan. Utamanya agar tidak merintangi tujuan awal kami: melayani kaum marginal. Salah satunya menolak pemasangan label mereka pada inkubator buatan kami. Mengapa begitu? Masalahnya kebanyakan kita mengira bahwa pencapaian dapat diperoleh dengan sekadar kerja cerdas saja. Cukup bekerjasama dengan institusi/perusahaan yang telah stabil. Padahal ini keliru. Termasuk di dalamnya soal asupan bayi. Hal demikian dapat membentuk cara berpikir yang salah dari kaum ibu bahwa susu formula lebih baik dari ASI. Yang benar justru sebaliknya. Jadilah kita gampang terperangkap mengikuti segala jalan pintas yang ada. Memang tampak berat.
Lagipula inovasi hanya terjadi ketika berada dalam tantangan dan menjalaninya dalam kegembiraan serta keceriaan. Terus berusaha mencari jalan. Intinya membangkitkan semangat kewirausahaan. Karena itulah kami mengajak para UKM berkolaborasi untuk kemudian kami bina. Agen relawan juga kami tuntut supaya punya inisiatif mencari para bayi Nusantara (prematur dan kuning) yang memerlukan pertolongan. Entrepreneurship diperoleh dalam kearifan lokal gotong royong serta berjalan seiring terus bermunculannya inovasi-inovasi baru.
Masyarakat Mandiri
Nyata kita saksikan hari ini bahwa kesadaran kolektif telah memberikan sebangsa sebuah kepastian membangun keutuhan tanpa beban masa lalu. Membuat kita membawa perjalanan sendiri menuju bangsa spektakuler. Ada agen relawan kami di Jonggol yang gemar mengadakan kegiatan-kegiatan sosial di daerah sekitarnya. Bahkan suami-istri ini menggratiskan peminjaman kursi roda. Donasi pun terus berdatangan. Juga komunitas Zona Bombong di urwokerto yang menjadi mitra kami lewat program Si Bulan (Siaga Ambulans). Siapa pun yang sakit segera dijemput di tempat, lalu diantar ke layanan kesehatan yang ingin dituju. Langkah serupa juga diambil oleh mitra kami di Aceh: Blood For Life Foundation (BFLF). Belakangan, yayasan ini telah berhasil membuat aplikasi pencari donor darah, Go-Blood. Anda bisa lihat liputannya yang telah ditayangkan CNN Indonesia beberapa waktu lalu. Tak lupa pelayanan prima dari seorang agen relawan kami serta keluarganya di Surabaya (sampai ke pulau Madura) dan penyedia bubur gratis di hari Jumat yang terinspirasi kegiatan kami di Yogyakarta. Ini berdampak sangat masif. Ya. Karena kita proaktif saling mengisi dan melengkapi satu dengan yang lain.
Jaringan yang ada kami manfaatkan guna menunjang pelaksanaan pemberdayaan. Baik kelengkapan sarana-prasarana produksi inkubator, pendekatan strategis terhadap pihak medis maupun non-medis, dan yang terpenting mengangkat warga pra-sejahtera dari keterpurukan. Kami ingin agar mereka yang jauh dari kata sejahtera tergugah bahwa mereka berhak mendapat persamaan dengan kaum berada dalam kualitas pelayanan kesehatan. Mereka pun juga kami ajak menyebarluaskan semangat berbagi dan saling menghidupi. Biar hidupnya tidak pedit (pelit dan kikir). Inilah ikatan persatuan yang menggambarkan Indonesia.
Tak luput perhatian kami akan peningkatan kesejahteraan. Kini kami tengah mengembangkan inkubator khusus untuk bayi kembar. Sudah berkali-kali kami meminjamkan inkubator untuk kembar dua maupun tiga. Tapi yang kami pinjamkan ialah masih hasil dari modifikasi inkubator besar skala rumah sakit yang dikhususkan untuk satu orang bayi saja. Dan masih ada lagi pengembangan yang kami lakukan: pembangkit mini khusus untuk menyalakan inkubator kala mati listrik. Kesadaran kami ini berawal kala melihat betapa sulitnya masyarakat daerah -dan pelosoknya- terjangkau oleh listrik PLN. Enam jam (kurang lebihnya) tanpa listrik harus mereka lewati. Bahkan ada yang lebih parah. Itu kami dapati ketika mengambil inkubator yang telah selesai di pakai minggu lalu ke Rancabungur. Pada kami, sang ibu berujar bahwa listrik di daerahnya mati setiap 8 – 10 jam. Itu masih di Jabodetabek. Lantas bagaimana dengan yang diluar Jawa? Bisa Anda bayangkan sendiri.
Itu sebabnya kami ingin agar inkubator bisa digunakan tanpa perlu bergantung suplai listrik. Setidaknya masih ada listrik ketika aliran di putus PLN. Kami pun tengah mengupayakannya agar bisa segera terealisasi dalam waktu dekat. Kerangka inti dan simulasi telah selesai. Tinggal real experiment di lapangan dengan alat sebenarnya sebelum masuk pada penerapan dan tahap lebih jauh berikutnya. Ah… Indahnya. Dari yang tadinya tragedi kini dapat kita ubah bersama menjadi kemudahan, ketersediaan, keproduktifan, kebahagiaan, dan hal bermakna lainnya. Demikian upaya kami mengamalkan ilmu menuju masyarakat mandiri.
Berbakti dengan berkarya. Itulah motto kami. Benar. Bakti adalah keutamaan dari kegiatan kami. Manusia harus tinggal, tumbuh, dan mumpuninya membaktikan dirinya pada masyarakat. Kaum muda yang jadi pemeran utamanya. Dan kita harus berorientasi pada karya dan tindakan nyata. Dedikasi untuk berbakti hanya datang dari mereka yang sudah tidak memerlukan penjelasan diri (kedudukan, eksistensi, jabatan, dan seterusnya) dan memiliki hati, wisdom, serta keberanian yang kuat. Resikonya jelas: langsung berhadapan dengan unpleasant truth.
Sayangnya sebagian kita memilih mengikuti pepatah ini: “Orang jahat berani berbuat kejahatan. Orang baik TIDAK BERANI berbuat kebaikan.” Gamblang sekali nyali kita menghadapi ketidakpastian dunia ini. Banyak orang mengatakan itu sebagai konsekuensi, tapi sebenarnya lebih karena ketidaksiapan kita. Kita lebih suka mementingkan pendapat kita tentang kehidupan ketimbang bagaimana menjalani kehidupan itu sendiri. Tidak! Kalaupun tidak bisa membalikkan kalimat pertama pepatah diatas, kita bisa untuk kalimat keduanya. Berani berbuat kebaikan.
We are what we do, not what we say we will do. Kelak makin banyak akal menyelesaikan permasalahan di negara kita saat ini. Tapi perlu pengorbanan, lalu kegigihan untuk memperjuangkannya, dan waktu untuk mencapai keberhasilan itu. Jauh lebih baik daripada cuma gemar berwacana saja. Dan hal ini juga berlaku di tempat kami, dan kami pun membiasakan diri. Tidak boleh ada yang berakhir jadi wacana. Not on our watch. Mari asah dan pertajam kepedulian. Saatnya Jadi Bermakna!
Juan Karnadi
Digital dan Publikasi
Yayasan Bayi Prematur Indonesia

Bikin EKG sendiri

Bermula dari ngurusin inkubator sampailah kami sekarang pada satu kondisi yang memancing jiwa keinsinyuran kami. Setelah beberapa kali mengunjungi RS besar dan kecil termasuk Puskesmas, terlihat banyak hal masih sangat perlu ditangani. Jadi bayi prematur itu beratnya sangat minim, kalau bayi normal Indonesia beratnya 2,5 kg maka bayi yang sering kami tangani ini ada yg … Baca lebih lanjut

Bayi Nusantara Sehat

Laporan perkembangan bayi prematur yg berada di inkubator per kondisi pagi ini 09Juli2017
Alhamdulillah sehat pak bb nya sudah 2 kg, oia pak saya ingin mengembalikan inkubatornya insya allah senin ya pak
nur jannah bogor
2,50 kg
Heri Budianto Pacitan
Bayinya masuk nicu sejak hari rabu, karna apnea 7x beruntun dicek ada penyumbatan di livernya.. Ini dirawat di rsud ketileng.. Inkubatornya apakah sy pul
stefani semarang
Alhamdulillah bayi sehat walafiat. Iya insyAllah hri rabu saya akan kesna untuk mengembalikan.sblmnya trmksh
Heri wahyudi
Alhamdulillah sehat, sdh mulai gak krasan lama2 didlam inkubator, pagi stelah diseka biasanya diinkubator klo siang diluar, dan dedeknga skg tidur diluar sdh gak kdinginan.. beratnya skg 2100gram
Uul qumala Lamongan
2 kg..lebih 250 ons pak
Heri Budianto Pacitan
Baik.. Nanti sore sy pulangkan ke tempat sy ambil kemarin..
stefani semarang
Bayi sehat, nyaman di inkubator, berat terakhr blm tau.
Yuliana kebumen
Fototerapinya sudah dikembalikan kemarin siang ke ibu vivi agen cipinang, pak.. Terima kasih ya sudah banyak membantu..
Kety Listiani Ciracas
Alhmdullh sehat bu berat badan udah naik
Mustakim ciledug
Ya ini bayi alhamdulillah sudah sehat rencananya besok senin sy kembalikan pak sebelum dah sesudahnya sy ucapkan terima kasih
Syahroni Ciganjur
Selamat pagi. Berat bayi sdh 2.5kg. Sdh sy info ke oak hadi.. cuma beliau sarankan jangan buru2 dikembalikan gpp.. krna belum ada yg menggunakan. Terimakasih banyak… kalau mmg barus dikembalikan bs hari ini jg..
ferly stephanie mataram
assalamu,wrwb. bp/ibu keadaan ramdan sehat. dan skrg alat yg dipinjamkn sudah sy kembalikan krn sudah cukup, jga sudah susah buat anak. bongsor. 2. dankm mengucapkan byk trimaksh yg banyak atas bantuannya. smoga tetap jaya, dan berkah slalu.
Darsih pasar rebo
Alhammdulillah Baik prof, Alhammdulillah Sudah 1938 kg prof, Terima Kasih Prof Atas Doa Nya…
Rianto bekasi
Kbr baik pak. Sebentar pak nnti sya timbangkan dlu adek bayi nya
Ihsan nurudin karanganyar
Kabar ade kecil semakin baik, nyaman sekali dia tidurnya.. sekarang sudah 2000 gram beratnya
Zia Fauziah Fuadah
Nyaman dan berat bdn ya 1kilo 2 ons trmks
Ngatiman Sukoharjo
Nur asiyah Surabaya


Tulisan Eka Pratama (ITB 2002)

(artikel ini penuh makna, silakan disimak).-

Saya bukan ustadz. Saya hanya seorang “truth seeker” yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur’an. Tentang mengapa ayat Al-Qur’an sering kali sulit dimengerti?
Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis?
Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita?
Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa berbahasa arab dalam mempelajari Al -Quran?
Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Qur’an?

Mendengar pertanyan-pertanyaan ini seperti dejavu. Teringat pertanyaan-pertanyaan saya sendiri beberapa tahun yang lalu, yang bahkan lebih liar dari ini. Tapi Alhamdulillah… Justru pertanyaan-pertanyaan seperti itulah, yang jika kita mencari jawabannya dengan tulus dan murni untuk mencari kebenaran (bukan kesombongan), kemudian kita menemukan jawabannya, akan membuat iman kita kokoh dan tak tergoyahkan.

Tulisan ini mungkin tidak bisa menjawab semua pertanyaan di atas. Saya hanya sharing pengalaman saya sendiri, yang mungkin bisa diambil manfaatnya dan dipakai untuk memotivasi. Motivasi untuk terus mencari jawaban, menggunakan segala potensi yang kita miliki, termasuk akal. Dan akal bukanlah logika tanpa batas. Akal adalah logika yang tunduk dan rendah hati.

Motivasi bagi siapapun yang memiliki pertanyaan yang sama, atau bahkan yang sedang mengalami krisis keimanan, atau untuk siapapun yang pada titik tertentu dalam hidupnya mulai bertanya: Mengapa saya ada di sini? Untuk apa sih tujuan hidup ini? Apa yang terjadi setelah saya mati? Dari mana saya tahu saya memiliki keyakinan yang benar?

Well, mari kita mulai.
Alhamdulillah…I was born as a muslim. Yup, orang tua dan keluarga saya juga muslim. (Saya tidak sedang mengomentari istilah agama warisan yang ditulis seorang remaja baru-baru ini, hehe.)
Saya hanya mau menceritakan bahwa saya sangat menyesal karena sangat terlambat menyadari anugrah Allah yang telah menakdirkan saya terlahir di keluarga muslim. Penyesalan yang baru terjadi beberapa tahun ke belakang, mungkin sekitar tahun 2014. Sebelum itu, interest saya terhadap ilmu agama sangat minim, sangat jarang ikut kajian, apalagi baca buku agama. Ibadah pun pas-pasan, shalat subuh sering kesiangan, baca Qur’an jarang-jarang, zakat kadang-kadang, pas ada yang minta bantuan paling enggan, puasa bulan Ramadhan juga datar-datar aja dan lewat begitu aja tanpa ada perubahan. Fokus saya saat itu adalah: uang, bayar utang, menafkahi istri dan anak, membangun rumah tangga, rumah, mobil, pendidikan anak dan sejenisnya. Karena menurut saya pada saat itu, itulah yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam hidup.

Hingga suatu saat ketika utang semakin sedikit, penghasilan makin naik, karir pekerjaan semakin baik (walaupun menuntut waktu lebih banyak dan tanggung jawabnya lebih besar), rumah sudah ada, mobil sudah ada, biaya kesehatan ditanggung, saya mulai suka bertanya sendiri: What’s next? (Selanjutnya apa?).
OK, next-nya mungkin rumah yang lebih bagus, mobil yang lebih bagus, dan sejenisnya. Dan ketika semua itu tercapai, saya mulai ngerasa aneh. Kok kerasa hampa ya? Ngga sebahagia yang dibayangkan sebelumnya. Meanwhile, tanpa disadari tuntutan pekerjaan makin ganas, dan stress mulai melanda. Instead of baca Qur’an, musik-film-game lah yang jadi andelan. Stress memang hilang, tapi sesaat. Besoknya balik ke kantor stress lagi. Sampai akhirnya semua itu mulai berpengaruh ke kesehatan. Mulai sering sakit, daya tahan tubuh drop, sering kena maag, asam lambung, dll. Saya kadang menjadi sedikit delusional, sering membuat lagu sendiri, membuat puisi sendiri, kadang hanyut di alam khayalan dan angan-angan kosong. Rindu akan kedamaian, yang abstrak, yang entah bagaimana mencapainya.

Sampai suatu hari, saya jatuh kepeleset di stasiun dengan posisi jatuh terduduk. Ceritanya panjang sebenernya, singkat cerita saya jadi ngga bisa berdiri, ngga bisa duduk, apalagi jalan, karena setelah diperiksa dokter, ada urat yang kejepit di punggung/pinggang. Ada cairan lumbal disc yang pecah dan menjepit saraf. Saya harus dioperasi, walaupun cuma operasi kecil. Tapi tetep harus dibius total. Saya masih ingat betul, pemandangan terakhir yang saya ingat di ruang operasi, sebelum saya ngga sadar, adalah lampu di atas ruang operasi. Melihat lampu itu dengan syahdu, saya membatin: “Gimana kalau ada yang salah dan saya mati? Inikah akhir perjalanan hidup?”

Alhamdulillah saya masih hidup, dan operasinya berjalan lancar. Beberapa hari kemudian saya sudah bisa pulang ke rumah dan menjalani masa pemulihan. Sudah bisa duduk, berdiri dan berjalan walaupun belum normal. Saya mulai suka bermimpi yang aneh-aneh. Suatu hari saya bermimpi sedang digantung di atas lautan api yang menyala-nyala. Astaghfirullah….mimpinya serasa begitu nyata, sampai pas bangun pun rasanya masih teringat bagaimana panas yang terasa.

Mimpi itu seperti lecutan yang menghantam keras. Setelah itu saya mulai sering membuka Al-Qur’an, dan mulai membaca buku-buku agama. Air mata pun mulai sering menetes. Rasa sesal mulai meresap ke dalam hati.

Mimpi berikutnya tak kalah menakutkan. Ketika terbelalak melihat matahari terbit dari arah barat. Dan seketika itu datang rasa sesal yang begitu nyelekit. Tertutup sudah pintu taubat. Astaghfirullah…

Setelah itu, semangat mempelajari Al-Qur’an semakin menggebu-gebu. Pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri terus terlontar. Saking banyaknya pertayaan sampai harus dicatat untuk dicari jawabannya kemudian. Seperti terlahir kembali menjadi orang yang baru. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Mengapa saya ada di dunia ini?”, “Apa tujuan saya ada di sini?”, ” Apa tujuan hidup ini?”, “Apa yang terjadi setelah kita mati?”, “Bagaimana saya tahu apa yang saya yakini ini benar?”, “Apa sih sebenarnya isi Al-Qur’an?”. Bahkan sampai bertanya, “Apa buktinya ya Qur’an itu benar dari Sang Pencipta, dan bukan buatan manusia?”, dan “Apa buktinya ya Islam itu benar?”.

Berhubung pertanyaan saya agak liar, saya kadang menghindari pertanyaan langsung kepada ustadz. Karena setelah saya sensor pertanyaannya pun, seringkali jawabannya kurang memuaskan. Seringkali malah saya mendapat renspon bahwa pertanyaan saya ini ngga patut, dan bahwa keyakinan itu ya harus yakin aja, bahwa agama itu diyakini dengan hati, bukan dengan akal. Dan seringkali diakhiri dengan kata “Pokoknya begini, dan begitu”. Terpaksa saya iya kan aja, walaupun saya membatin, “Kalau keyakinan itu ya harus yakin aja, orang yang beragama lain juga bisa pake argumen yang sama dong. Terus masa ada multiple kebenaran, padahal antara satu dan yang lain bertentangan? Taklid buta dong jadinya.”

Sehingga saya lebih banyak mencari sendiri melalui membaca buku, artikel, menonton video ceramah, dokumenter, dll. Hingga seorang teman memperkenalkan saya dengan video-video Ust. Nouman Ali Khan, begitu juga teman lain yang memperkenalkan dengan video Dr. Zakir Naik. Walaupun tidak pernah bertemu, mereka terasa begitu dekat di hati. Both of them are my heroes. Isi ceramahnya benar-benar persis dengan apa yang saya butuhkan. Saya sangat beruntung, bahasa Inggris yang sehari-hari digunakan di tempat kerja, ternyata sangat berguna untuk mendengarkan ceramah mereka berdua dalam bahasa aslinya.

Saya sangat terinspirasi dengan Dr Zakir Naik ketika beliau sedang berdebat dengan seorang atheis, kemudian beliau berkata, “So you’re an atheist? Congratulation! You’re half a moeslim. To become a moeslim you need to admit that there is no god, except Allah, Laa ilaaha illallah. You already believe there’s no god, correct? Then my job is to convince you another half: illallah, except Allah.” (Jadi anda ateis? Selamat! Berarti anda setengah muslim. Untuk menjadi seorang muslim, anda harus mengakui bahwa tidak ada tuhan, selain Allah, Laa ilaaha illallah. Anda sudah percaya bahwa tidak ada tuhan, benar? Jadi saya tinggal meyakinkan anda setengah bagian berikutnya: illallah, kecuali Allah).

Beliau juga menjelaskan bahwa kunci untuk menjawab pertanyaan: “Apa bukti Islam lah yang benar?”, adalah Al-Qur’an. Bahwa selain menjadi petunjuk dan pedoman hidup, Al-Qur’an juga merupakan sebuah mukjizat. Hard proof bahwa itu memang berasal dari Tuhan Yang Esa, Allah. Beliau menguraikan bagaimana ayat-ayat Qur’an mendahului science sebanyak 1400 tahun. Sesuatu yang baru-baru ini saja ditemukan science, ternyata sudah disebutkan Al-Qur’an 1400 tahun yang lalu, di tengah gurun pasir tandus, melalui Nabi yang Ummi (tidak bisa baca tulis). Siapa kah yang memberi tahu Nabi Sallallahu’alaihi wasallam, jika bukan Allah The Creator.

“Di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”
(Adz Dzaariyaat: 20-21)

Beberapa di antaranya:
1. Teori Big Bang dan asal usul alam semesta yang baru di era science modern ditemukan (1980an), yang menyatakan bahwa alam semesta saat ini terus mengembang. Dan dulu merupakan suatu kesatuan massa besar namun kemudian terjadi ledakan besar sangat dahsyat (big bang) yang terus mengembangkan alam semesta. Hal ini ternyata sudah diisyaratkan dalam Surat Al-Anbiyaa: 30
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

2. Bulan bercahaya dengan memantulkan sinar matahari. Hal ini juga baru diketahui science modern. Dulu orang menyangka bulan memancarkan cahayanya sendiri. Dan ayat Qur’an sudah menyebutkannya jauh lebih dulu dalam Surat Al-Furqaan: 61 dan juga ayat-ayat lain. Al Qur’an selalu konsisten menyebutkan matahari dengan “Syams” atau “Siraaj (obor)” atau “wahhaaj (lampu menyala)”. Dan cahaya bulan dengan kata ” muniir” yang artinya tidak mengelurkan cahayanya sendiri.

3. Besi yang sekarang ada di bumi, tidak terbentuk saat bumi terbentuk pertama kali. Penemuan astronomi modern mengungkap bahwa logam besi yang ada di bumi ternyata berasal dari benda-benda luar angkasa. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan di dalam inti bintang-bintang raksasa. Hal ini lagi-lagi sudah disebutkan dalam Surat Al Hadid: 25. Pada ayat ini, kata “Anzalnaa” berarti “Kami turunkan”.

4. Gunung sebagai pasak yang memiliki root/akar yang menhujam ke lapisan dalam bumi sebagai penstabil kerak bumi. Hal ini baru diketahui ilmu geologi modern. Dan Al Qur’an sudah menyebutkan ini dalam Surat Thaha: 6-7, Surat Al-Anbiyaa:31, dan Surat Lukman:10.

5. Gunung yang bergerak perlahan (beberapa cm per tahun). Juga baru diketahui ilmu geologi modern. Dan Al Qur’an sudah menyebutkan ini dalam Surat An Naml:88.

6. Fenomena pembatas antara dua perairan. Seperti di daerah Selat Giblatar, yaitu pertemuan antara Laut Mediterania dan Laut Atlantik. Diungkapkan oleh ahli Oseanografi Francis J. Cousteau. Dan ini sudah disebutkan dalam Surat Ar-Rahman: 19-20 dan An-Naml: 61.

7. Penciptaan manusia di dalam kandungan ibu. Dr Keith Moor, seorang ahli embriologi dibuat takjub dengan begitu akuratnya Al-Qur’an mendeskripsikan perkembangan embrio dalam Surat Al-Alaq:1-2, Surat Al-Mu’minuun:12-14, Surat Al Qiyamah:38 dan Surat Al Hajj: 5.

Dan masih banyak lagi dan tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini karena begitu banyaknya. Subhaanallah…
Sedikit demi sedikit pertanyaan-pertanyaan itu mulai menemukan jawabannya masing-masing. Di sini saya mulai menyadari betapa pentingnya menguasai bahasa Arab klasik. Karena terjemahan kadang doesn’t even scratch the surface. Terlalu banyak makna yang hilang.

Keyakinan terhadap kebenaran Al-Qur’an semakin terasa mantap. Meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab. Kitab agama lain pun ada yang mempunyai kandungan science. Apakah itu berarti kitab mereka pun benar? Untuk meyakinkan, berarti ada satu hal lagi yang harus dipastikan, yaitu apakah informasi yang berada di dalam Al Qur’an itu intact atau utuh dan free from corruption? Di sini juga saya pun bertanya-tanya mengapa ayat-ayat Al Qur’an terlihat seperti melompat-lompat dan seperti tidak sistematis?
Di sinilah kajian-kajian Ust Nouman Ali Khan begitu banyak memberikan jawaban yang memuaskan.

Ust Nouman begitu mendalam membahas sisi linguistik Al-Qur’an, yang membuat saya benar-benar terpukau dengan Al-Qur’an. Semangat untuk belajar bahasa Arab klasik terasa makin menggebu-gebu jadinya. Sebagai seseorang yang hobi menulis dan membuat puisi, saya dibuat takjub dengan surat-surat yang incredibly poetic, terutama surat-surat Makkiyah. Walaupun baru mulai belajar bahasa Arab, I can’t help myself ketika mendengarkan ayat-ayat yang begitu puitis, seringkali tak kuasa menahan air mata yang mengalir, karena keindahan bahasanya yang begitu kuat terasa, meskipun didengar oleh telinga saya yang non-arab. Lebih indah dari lagu atau irama mana pun. Lebih dahsyat dari puisi mana pun. Belum lagi jika ayat itu berhubungan dengan penciptaan atau alam. Bagi penggemar science seperti saya, yang sering nonton video dokumenter tentang alam, bagaimana terbentuknya bumi, luar angkasa, bintang-bintang, blackhole, dan sebagainya, ayat-ayat scientific dan luar biasa puitis itu benar-benar menembus ke dalam jiwa.

Saya pun dibuat takjub dengan Ring Composition Structure di beberapa Surat Madaniyah. Serta ayat-ayat yang incredibly symmetric. It’s so mind boggling, menakjubkan. Jelas sudah, manusia tidak memiliki mental capability untuk membuat yang seperti ini. It’s definitely word of God.

Berikut beberapa contoh-contoh keindahan linguistik dalam Al-Qur’an:
1. Dalam Surat Al-Muddatsir ayat 3, Allah SWT berfirman,
‎ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
Terjemahan simpelnya: “dan agungkanlah Tuhanmu”, sedangkan terjemahan yang lebih mumpuninya: “dan nyatakanlah hanya keagungan Tuhanmu saja”
Huruf و dalam bahasa Arab, sebenarnya tidak selalu berarti “dan”. Huruf و dapat digunakan untuk 21 jenis fungsi, dan salah satunya sebagai isti’naf yaitu untuk memulai kalimat baru. Sehingga sisanya berbunyi رَبَّكَ فَكَبِّر
Nah sekarang perhatikan dengan baik. Kalimat tersebut dimulai dengan huruf ر dan diakhiri dengan huruf ر juga. Huruf kedua adalah huruf ب dan huruf kedua terakhir adalah huruf ب juga. Huruf ketiga adalah huruf ك dan huruf ketiga terakhir adalah huruf ك juga. Dan huruf ف di tengahnya. Subhanallah! Suatu rangkaian simetris yang hanya terdiri dari 7 huruf. Dalam bahasa Indonesia kita perlu menuliskan “dan nyatakanlah hanya keagungan Tuhanmu saja”. Dan Qur’an hanya membutuhkan 7 huruf yang disusun secara sangat elegan.

2. Dalam Surat Ya Sin ayat 40, Allah SWT berfirman,
‎ لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Terjemahannya simpelnya: “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”
Allah SWT berfirman tentang benda-benda angkasa, dimana masing-masing “berenang”/”melayang”/beredar/berputar pada garis edarnya. Sekarang perhatikan kata كُلٌّ فِي فَلَكٍ
Perhatikan huruf pertama ك dan bagaimana diakhiri dengan huruf ك juga. Huruf kedua adalah ل dan huruf kedua terakhir adalah ل juga. Huruf ketiga adalah ف dan huruf ketiga terakhir adalah ف juga. Dan di pusatnya ada huruf ي
Sekarang mari kita ilustrasikan:
‎ ك – ل – ف – ي – ف – ل – ك
Pusat dari rangkaian huruf tersebut adalah huruf ي yang merupakan huruf pertama kata berikutnya يَسْبَحُونَ yang artinya mengorbit/berputar. Subhaanallah! Bagaimana mungkin manusia bisa merangkai kata sedahsyat ini? It’s so not human. It could only come from God.

3. Ayat Kursi yang tentunya sudah familiar bagi seorang muslim.
Ayat ini terbagi menjadi 9 kalimat:
‎ (1) اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (makhkluk-Nya)”
‎ (2) لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ
“tidak mengantuk dan tidak tidur”
‎ (3) لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
“Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi”
‎ (4) مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya”
‎ (5) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
“Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka”
‎ (6) وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء
“dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki”
‎ (7) وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ
“Kursi-Nya meliputi langit dan bumi”
‎ (8) وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا
“Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya”
‎ (9) وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar”

Kalimat pertama diakhiri dengan 2 nama Allah, yaitu الْحَيُّ (Yang Maha Hidup) dan الْقَيُّومُ (Yang Maha Mandiri; Sumber dari segala sesuatu). Dan kalimat pertama ini, memiliki kesamaan dengan kalimat ke-9, dimana juga disebutkan 2 nama Allah, yaitu الْعَلِيُّ (Maha Tinggi) dan الْعَظِيمُ (Maha Besar).

Kemudian lihatlah kalimat ke-2, dan hubungannya dengan kalimat kedua dari akhir (kalimat ke-8). Mengantuk dan tidur adalah sifat makhluk. Manusia misalnya, akan mengantuk jika kelelahan. Tapi bagi Allah, memelihara dan menjaga langit dan bumi tidak membuatnya lelah atau berat.

Kemudian perhatikan kalimat ke-3, dan koneksinya dengan kalimat ketiga dari akhir (kalimat ke-7). Dua kalimat tersebut saling melengkapi. Pada kalimat ketiga, Allah menegaskan bahwa Dia lah pemilik apa yang ada di langit dan di bumi. Dan pada kalimat ke-7, Allah menegaskan bahwa Kursi-Nya, Kerajaan-Nya meliputi langit dan bumi. Di dunia ini, pemilik yang memiliki suatu properti, belum tentu penguasa/raja yang memiliki kerajaan/authority. Dan raja yang memiliki kekuasaan, belum tentu sebagai pemilik. Karena kepemilikan itu, terhadap suatu objek atau properti. Sedangkan kerajaan adalah mengenai kekuasaan untuk mengendalikan orang. Di dalam ayat ini Allah sedang menegaskan bahwa Allah adalah Pemilik sekaligus Raja bagi langit dan bumi.

Kemudian kalimat ke-4, dan hubungan maknanya dengan kalimat keempat dari akhir (kalimat ke-6). Di kalimat ke-4 Allah menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki authority, kecuali Allah memberikannya. Dan ini dilengkapi dengan kalimat ke-6 yang menegaskan bahwa tak ada seorang pun yang memiliki ilmu-Nya, kecuali Allah menghendakinya.

Dan lihatlah bagaimana kalimat ke-5 yang berada di tengah, yang bertindak bagai cermin bagi kalimat di depan dan di belakangnya, sambil menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di depan dan di belakang mereka.
Who speak like that? Subhaanallah! So beautiful!

4. Surat Al-Baqarah, surat terpanjang dalam Al-Qur’an, dengan jumlah 286 ayat, has take the symmetry to the whole new level. Struktur ini dinamakan Ring Composition Structure. Hal ini baru-baru ini saja ditemukan melalui penelitian linguistik modern.

Surat ini bisa dibagi menjadi 9 bagian, berdasarkan tema:
Bagian 1: Keimanan & Kekafiran
Bagian 2: Penciptaan & Pengetahuan
Bagian 3: Hukum yang diberikan kepada Bani Israil
Bagian 4: Ujian yang telah dijalani Nabi Ibrahim
Bagian 5: Perpindahan arah kiblat shalat
Bagian 6: Muslim akan diuji
Bagian 7: Hukum yang diberikan kepada muslim
Bagian 8: Penciptaan & Pengetahuan
Bagian 9: Keimanan & Kekafiran

Perhatikan bagaimana kesembilan tema tersebut simetris dan seperti membentuk struktur cincin, dengan bagian ke-5 sebagai cermin atau pusat tema. Dan di dalam bagian ke-5 ini terdapat ayat ke-143, yang posisinya tepat di tengah surat (total ayat ada 286), perhatikanlah bunyi ayat ini:

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143)

Subhaanallah! Pernyataan umat Islam sebagai umat pertengahan, lokasinya tepat berada di tengah surat ini.

Dan ternyata struktur ini bukan hanya ada pada level makro (tema) saja. Tetapi juga pada sub-tema. Jadi terdapat struktur cincin di dalam cincin. Misalnya saja pada Bagian 8 – Penciptaan & Pengetahuan:

Bagian awal (ayat 254): Mukmin harus mengeluarkan sebagian harta dari apa yang Allah berikan

Bagian tengah (ayat 255-260): Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Allah memberi kehidupan dan kematian.

Bagian akhir (ayat 261-284): Perumpamaan tentang zakat/sedekah

Bahkan struktur ini tidak berhenti pada level sub-tema saja, tapi bahkan pada level ayat. Misalnya ayat 255 yaitu ayat Kursi yang telah dibahas sebelumnya.

Level kepresisian yang menakjubkan ini, jelas terasa sebagai mukjizat ketika mempelajari Sirah Nabawiyah atau sejarah Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam. Saat itu, saya baru paham bahwa ayat-ayat Qur’an itu diturunkan secara piecemeal, sedikit demi sedikit, sesuai dengan kejadian atau tantangan-tantangan yang dihadapi Nabi Sallallahu’alaihi wasallam saat menjalani misinya sebagai Rasulullah. Dengan kata lain, ayat-ayat yang turun adalah jawaban terhadap kejadian atau tantangan yang dihadapi tersebut. Dan kejadian atau tantangan tersebut jelas-jelas di luar kontrol beliau. Contoh kongkrit nya misalnya: Seseorang mukmin bertanya kepada beliau tentang suatu permasalahan, atau ketika musuh menantang beliau. Respon dari hal ini berupa turunnya ayat kepada beliau, menjawab situasi spesifik yang beliau hadapi. Dan turunnya ayat ini tidak harus berurutan di surat yang sama dan tidak harus turun secara kronologis. Selama kurun waktu 23 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan, out of sequence (tidak berurutan). Segera setelah suatu ayat turun, barulah Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wassallam akan diinstruksikan oleh Allah untuk meletakkan ayat ini di posisi ini di surat ini. Dan ayat itu di posisi itu di surat itu. Dan seterusnya, sehingga posisinya fixed.

Dan perlu diingat, pada saat itu Qur’an adalah oral tradition. Para sahabat Nabi tidak melihat Qur’an seperti kita sekarang, dalam bentuk kitab (tertulis). Mereka mendengar Al-Qur’an. It’s an audio experience, not visual experience. Sebuah pengalaman audio namun setelah dituliskan ternyata membentuk suatu struktur linguistik yang luar biasa. Is that humanly possible?

Al-Qur’an ini, tidak seperti buku biasa buatan manusia. Ayat yang sekilas terlihat melompat-lompat ternyata membentuk suatu struktur yang luar biasa.

Fakta lain sebagai hard proof bahwa Al-Qur’an memiliki struktur linguistik yang perfectly balanced adalah statistik kata di dalamnya. Di era modern ini Al-Qur’an sudah bisa dianalisis struktur linguistiknya menggunakan komputer. Jumlah total suatu kata tertentu dalam Al-Qur’an bisa dihitung dengan cepat dan mudah. Perhatikan fakta-fakta berikut:
– Kata “ad-dunya” (dunia) terhitung sebanyak 115 kali. Dan kata “al akhirat” (akhirat) persis sama sebanyak 115 kali.
– Kata “malaaikat” (malaikat) terhitung sebanyak 88 kali. Dan begitupun kata “Syayaatiin” (syaitan) sebanyak 88 kali.
– Kata “al-hayaat” (Kehidupan) terhitung sebanyak 145 kali. Dan begitupun kata kematian sebanyak 145 kali.
– Kata “Ash-shaalihaat” (amal baik) terhitung sebanyak 167 kali. Dan begitupun kata “As-saya-aat” (amal buruk) juga sebanyak 167 kali.
– Kata “ibliis” (iblis) terhitung sebanyak 11 kali. Dan kata berlindung dari iblis, terhitung sebanyak 11 kali.
– Frasa “mereka berkata”, terhitung sebanyak 332 kali. Dan kata “Katakanlah”, juga sebanyak 332 kali.
– Kata “bulan” sebanyak 12 kali
– Kata “hari” sebanyak 365 kali

Again, is that humanly possible?

Saya begitu dibombardir dengan kedahsyatan mukjizat Al-Qur’an. Dan ternyata itu belum selesai. Al-Qur’an juga menawarkan dahsyatnya struktur matematis yang dimilikinya. Salah satu yang mencolok adalah huruf-huruf initial yang mengawali beberapa surat seperti ق di Surat Qaf, huruf يس di Surat Ya Sin, dan sebagainya. Mari kita perhatikan beberapa contoh berikut:

– Jumlah huruf ق di Surat Qaf ada 57. Dan 57 =
3 x 19. Artinya, 57 adalah kelipatan 19. Sehingga jumlah huruf ق di Surat Qaf merupakan kelipatan 19.
Dan ternyata jumlah huruf ق di Surat Asy-Syura juga ada 57. Jika jumlah huruf ق di kedua surat itu dijumlahkan, 57 + 57 = 114. Dan 114 = 2 x 3 x 19. Kelipatan 19 lagi.
– Jumlah huruf ي di Surat Ya Sin ada 237, dan jumlah huruf س ada 48. Jika dijumlahkan, 237 + 48 = 285. Dan 285 = 3 x 5 x 19. Kelipatan 19 lagi.
– Jika initial حم yang terdapat pada Surat Al-Mu’min, Surat Al-Fussilat, Surat Asy-Syura, Surat Az-Zukhruf, Surat Ad-Dukhan, Surat Al-Jasiyah, dan Surat Al-Ahqaf, dijumlahkan maka:
Surat Al-Mu’min: terdapat 64 huruf “ha” dan 380 huruf “mim”
Surat Al-Fussilat: terdapat 48 huruf “ha” dan 276 huruf “mim”
Surat Asy-Syura: terdapat 53 huruf “ha” dan 300 huruf “mim”
Surat Az-Zukhruf: terdapat 44 huruf “ha” dan 324 huruf “mim”
Surat Ad-Dukhan: terdapat 16 huruf “ha” dan 150 huruf “mim”
Surat Al-Jasiyah: terdapat 31 huruf “ha” dan 200 huruf “mim”
Surat Al-Ahqaf: terdapat 36 huruf “ha” dan 225 huruf “mim”
Jika kita jumlahkan semua, hasilnya: 2147. Dan 2147 = 113 x 19. Kelipatan 19 lagi.
– Initial عسق di Surat Asy-Syura juga tidak terlepas dari ini. Jumlah huruf ع ada 98. Jumlah huruf س ada 54. Jumlah huruf ق ada 57. Jika dijumlahkan, 98 + 54 + 57 = 209. Dan 209 = 11 x 19. Kelipatan 19 lagi.
– Begitu pun initial كهيعص di Surat Maryam. Terdapat 137 huruf “Kaf”, 175 huruf “Ha”, 343 huruf “Ya”, 117 huruf “Ain”, dan 26 huruf “Shad”. Jika dijumlahkan, 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798. Dan 798 = 2 x 3 x 7 x 19. Kelipatan 19 lagi.

Subhaanallah! Jika Al-Qur’an ini sudah tercampuri tangan manusia (corrupted), dan misalnya satu huruf ق saja hilang, atau huruf ي hilang, atau huruf lainnya, maka saya tidak akan bisa menikmati mukjizat kelipatan 19 ini sekarang. Dan perhatikanlah Surat Al-Muddatsir ayat 27-31 berikut ini:

“Dan tahukah kamu apa Saqar itu?
Ia tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
Yang menghanguskan kulit manusia.
Di atasnya ada sembilan belas.
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.”
(QS. Al-Muddatsir: 27-31)

Ini baru beberapa contoh saja. Masih banyak lagi contoh-contoh lain yang bertebaran di dalam Al-Qur’an. Dan semakin dalam kita menyelam ke dalam Al-Qur’an, semakin banyak harta karun yang kita temukan. Dan harta karun itu seperti tidak ada habisnya. Bagai lautan luas. Dan sepertinya kita tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memahami semuanya.

Dan setelah mukjizat demi mukjizat, sudah saat nya hati dan akal kita tunduk kepada Allah. Jalani perintah-perintah Allah di dalam Al-Qur’an. Patuhilah perintah-perintah Rasul-Nya. Atii’ullaha wa atii’urrasul. Taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Because Al-Qur’an is a “live” guidance. Kita akan terkejut ketika kita sedang menghadapi suatu masalah hidup, dan ketika membuka Al-Qur’an, secara kebetulan kita mendapati ayat yang seakan-akan merespon langsung atas permasalahan kita. Ketika akan melangkah ke dalam kemaksiatan, tiba-tiba saja teringat ayat-ayat Allah yang melarang perbuatan tersebut. We will receive His Guidance thru His words in the Qur’an.

Jadilah hamba-Nya. The summary of entire Qur’an is basically to accept the fact that we are slaves and He is our Master (Ringkasan seluruh Qur’an pada dasarnya adalah untuk menerima kenyataan bahwa kita adalah hamba dan Dia adalah Rabb kita). Satu-satunya tujuan hidup kita, the sole purpose of this life, adalah mengabdikan diri kepada-Nya. Itulah satu-satunya cara agar kita mendapatkan kedamaian yang sesungguhnya. Kedamaian di Surga-Nya.

‎وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”
(QS. Az-Zariyat: 55)

Minat Bikin Buku Cari Editor

Kemarin saya posting di FB, isinya spt berikut: – Diriku mo bikin buku 1000 hal…bagi 2 deh jd 500..adakah editor muda yg bs bantu..isinya ttg penyelamatan 1000 nyawa.. kontak cv needed.-

Sudah ada beberapa orang menyatakan minat dengan mengirim email ataupun juga messenger, diantaranya ada kawan lama yang relatively tidak muda, ini bikin saya rada kurang enak perasaan. BTW rasanya perlu saya intro sedikit sebab musababnya.

Anda tentu tahu kegiatan saya 5 tahun terakhir ini, utamanya meminjamkan inkubator gratis kepada para ibu bayi prematur. Demikian banyak pengalaman yang kami dapatkan dari kegiatan ini membuat diri saya berpikir, mengapa tidak di-share saja ke masyarakat umum utamanya kaum muda agar menjadi inspirasi bagi mereka untuk kita secara bottom-up menolong diri sendiri kalau meminjam istilah Bung Karno dulu BERDIKARI (Berdiri Diatas Kaki Sendiri). Dari sekedar mampu membuat satu alat sekali lagi SATU ALAT saja, ternyata sekarang sudah bisa menolong ribuan bayi dan yang lebihnya lagi bisa menolong ortu bayi dari kesulitan finansial orang tak mampu, yang membelit kala mereka punya bayi prematur (bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dikandungan) disaat baru lahir (neonatal). Silakan search di google dan youtube, berita aktivitas kami telah tersebar di 20 negara (Asia: Nepal, Vietnam, Malaysia, Cina, thailand. Berikut Eropa: Inggris, Perancis, Spanyol, Italy, Hungary dll. Afrika: lupa lagi saya).-
Disamping itu saya ini kan blogger sekaligus juga vlogger, jadi sudah banyak tulisan saya sepanjang tahun-tahun pertama peminjaman gratis inkubator ini di blog saya Mulai 2016 aktivitas blog ini sudah banyak di cover oleh web inkubator yaitu Tentu saja sekarang sudah lebih pro karena ditangani oleh rekan muda kita yang 1/2 autis tapi pintar komputer, dialah Juan Karnadi yang senang menyebut dirinya ‘digital-strategist’. Nah artikel di blog inilah yang ingin saya masukan jadi… Apa ya istilahnya? Mungkin gini yg tepat. Jadi background dan sekaligus foreground dari kisah ibu dan bapak bayi termasuk juga saudara atau penghubungnya. Mengapa demikian ?… Nah ini istimewanya… Karena semua coversation kami dengan pihak keluarga bayi tercatat dengan sempurna. Lha koq bisa ? … Itulah rahasianya. Jadi begini per Juni 2017 ini agen relawan kami ada di 50 kota dan kab kota, sedangkan per september 2016 jumlah user inkubator (bayi prematur) sudah 1500. Kami melayani semua conversation mereka melalui SMS-Gateway Center. Itu artinya percakapan sms kami dengan bapak ibu bayi, ataupun dengan agen relawan, semua tercatat di komputer…Amazing bukan ?
Itulah kemudian niat saya menggabungkan semua artikel yang saya buat di blog dengan coversation dg ortu-bayi berikut dengan foto-fotonya bahkan dengan videonya. Lha kalo bayinya saja sudah lebih dari 1500 berarti conversationnya kan paling kurang segitu juga. Lalu bila dengan 1 bayi saja percakapan digital itu bisa jadi dokumen 1 halaman kan artinya kita pasti bisa bikin lebih dari 1500 halaman. Katakanlah kita seleksi sedemikian rupa antara dokumen percakapan dengan ditambah artikel saya (mungkin 100-200 hal), ditambah lagi dengan foto dan video…masa ya gak lebih dari 1000 hal. Malah saya kira bisa 2000 hal. Tapi bikin segitu banyak tulisan walau sudah ada bahannya, mungkin malah gak kelar-kelar.

Berikut ini info yang perlu untuk calon editornya.
Saya sebut info-dokumenter yaitu conversation kami dengan bapak ibu bayi ada dalam bentuk data Excell. Berbentuk tabel dimana ada catatan waktunya tanggal dan jam menit detik. Tercatat dalam bentuk FILO (First In Last Out). SMS masuk yang awal akan tertera di tabel excell sebagai baris yang terakhir. Fahamkah ? Kalau kurang faham nanti saya kirim contoh datanya. So… so what ? Si calon editor harus mahir mengolah excell terutama untuk menjadikan data itu urut kembali menjadi FIFO (First In First Out). Bagaimana caranya ? tentu saja dengan menggunakan fungsi SORT atau saya menyebutnya sorting. Namun tidak cukup dengan single sorting tapi juga dengan double-sorting atau bahkan triple-sorting. Saya mengenal model spreadsheet ini jaman dulu dari LOTUS, sekarang sudah ganti Microsoft-Excell pastilah sudah lebih canggih. Kemudian karena yang dikerjakan ini lebih dari 1000 halaman maka kita perlu bikin programnya atau di excell namanya MACRO-EXCELL supaya bisa cepat selesai. Kalau tidak maka kita harus bikin action lebih dari 1000 kali, cape dong…
Yang kedua adalah kemampuan wordprocessing dengan Microsoft-Word, tentu yang ini banyak yang bisa. Tapi kali ini kita harus memadukannya dengan pembuatan e-book. Untuk membuat e-book sudah banyak software-nya dan bisa di-unduh gratis, atau ada juga yang online. Namun saya sendiri belum pengalaman bikin e-book. Dulu pernah sekali bikin e-book, tapi dikerjakan rame2 dengan mahasiswa. Jadi mereka yang lebih berperan dalam pengerjaannya. Nah kelanjutannya ini adalah ide saya… Jadi begini, bahan artikel saya di blog itu banyak yang include dengan videonya. Jadi saya ingin agar disamping foto maka videonya ini juga masuk dalam e-book. Jadi e-book nya kekinian banget… Mengapa ? karena ada videonya didalam.
Selesai dengan target e-book, baru kita mikir tentang versi cetaknya. Tentu saja lebih mudah, karena menurut saya kita tinggal potong videonya dari versi e-book ditambah penjelasan bahwa videonya bisa dikonek dengan link, karena semua video itu ada di youtube.

Kami punya anggaran untuk merealisasikan buku ini, tentu saja tidak terlalu banyak. Saya juga tidak ingin menyiksa orang dengan bekerja tanpa bayar, namun diharapkan idealisme yang sama dengan spirit kami dalam aktivitas ini. Visi misi kami adalah menolong bayi prematur yang berarti juga menolong ibu bapaknya, dengan demikian kami mengharapkan pembicaraan mengenai anggaran ini bukan menjadi hal yang utama, tapi niat untuk menolong sesama haruslah menjadi landasannya. Atau dengan kata lain tentang allowance mengerjakan editing diatas bisa ‘negociable’. By the way Kalau bisa untuk buku yang pertama (500 an hal) selesai dalam waktu 3 bulan ? Boleh juga anda tuliskan penawaran anda tentang allowance 3 bulan ini… Maunya berapa gitu… Ingat ya ada tawarabn royalti dibawah.

Tambahan untuk semua itu adalah mengontak penerbit, kita seleksi dulu mana penerbit yang sesuai dan kemudian nego mengenai ini itu dan sebagainya. Editor buku diharapkan jadi manager yang ngurus penerbitan juga. BTW saya juga akan menawarkan pada editor prosentase dari ROYALTI bagian kami. Itulah sebabnya mungkin allowancenya ‘moderate’ tapi bagian royalti nanti bisa lebih berarti.

Mereka yang berminat dengan berbagai requirement diatas, silakan kirm CV ke koestoer


Raldi A. Koestoer – 10 Juni 2017.-

Fototerapi GRATIS untuk bayi kuning

Tim Inkubator UI (dan Yayasan Bayi Prematur Ind – Jokja) , juga meminjamkan dengan gratis lampu FOTOTERAPI (bluelite). Sejauh ini (4 th) sudah menyelamatkan banyak bayi yang terkena billirubinemia (bayi kuning). Mereka yang memerlukannya silakan kontak SMS center kami (kirim SMS):

0856 5931 2070

Sejauh ini semua terlayani dengan baik.

Fungsi terapi sinar biru ini akan mengubah bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh bayi. Terapi penyinaran sinar biru dengan menggunakan lampu Blue Light biasanya dilakukan di rumah sakit. Mengingat biaya yang mahal hingga mencapai belasan juta rupiah maka dengan lampu ini kita bisa melakukan penghematan dengan melakukan terapi tersebut dirumah sendiri.

1. Mata bayi ditutup dengan kain kasa agar cahaya sinar dari fototerapi tidak merusak retina mata.
2. Pakaian bayi dibuka agar penyinaran bisa merata ke seluruh tubuh.
3. Lampu Blue Light diletakkan pada jarak 10 20 cm diatas tempat tidur bayi.
4. Mengganti posisi bayi secara berkala agar penyinaran merata. Kadang bayi perlu tengkurap.
5. Bayi harus-sering diberikan ASI untuk melancarkan pencernaannya dan terhindar dari dehidrasi akibat efek panas sinar biru. 2-3 jam sekali.
6. Lama penyinaran biasanya 2-4 hari tergantung kadar bilirubin. Minimal berlangsung selama 24 jam. Selanjutnya setiap 24 jam dievaluasi lagi apakah bayi masih perlu mendapat perpanjangan waktu penyinaran. Evaluasi dilakukan dengan melihat tanda fisik bayi atau dengan pemeriksaan laboratorium, yaitu memeriksa kadar bilirubin dalam darah bayi.
7. Bila kadar bilirubin 12-15 mg/dl, terapi dilakukan selama 2-3 hari. Bila kadarnya mencapai 15-20 mg/dl terapi dilakukan selama 3-4 hari.

Semoga bayi Indonesia sehat semua.

Untuk lebih banyak melihat kegiatan kami silakan klik


Berita inkubator gratis sampai di negeri Cina

Indonesian professor of this invention, save thousands of newborns … …
2017-05-16 to see Indonesia

Indonesia Kuril travel agency WeChat public ID: nusarayatour

Since the home incubator, Hela Marti in the care of less than the daughter of Mary Maria when the peace of mind more. (Agence France-Presse)

As of last year, as many as 670,000 preterm infants in Indonesia need help with an incubator, but the cost is affordable for most poor families. A professor of engineering in Indonesia, so self-made incubator for low-income families free to borrow, so far saved thousands of newborn life.

62-year-old professor of the University of Indonesia, Radi use their own expertise to design and manufacture a lightweight, easy to carry the premature child incubator, and in 2012 to start his incubator lending plan. Each incubator production fee of 3.5 million rupiah (about 1775 yuan), Lardy raised funds through fundraising, access to the middle class, including many health care workers generous.

Has made 180 incubators

The program was originally implemented in Jakarta and has now been extended to another 48 cities covering the western Sumatra Island to the easternmost Papua area.

Raldi hoped that the plan could be further extended to 300 cities. He said he has made 180 incubators so far, helping about 1,500 newborns, including twins and triplets. He said: “Our success rate is one hundred percent .1500 baby all healthy and well.”

In February this year, the birth of Mary Mary is one of the beneficiaries, the premature birth was only 1.2 kg, the weight is less than half of the general newborns. Under the government insurance plan, Maria May to stay in the hospital incubator for seven weeks. Her situation is stable, the hospital will she was discharged, but when she was only 1.5 kg, still need to incubator, but after the discharge of the incubator is no longer insured

Mary Marie’s father asked for help from friends, where the incubator plan. He said: “I made a cell phone text message, the other soon responded. Not a few minutes, an operator contacted me, said the baby can be home to receive an incubator.

Mari Mayma currently weighs 2.4 kilograms, although most of the time she has to stay in the incubator, but her parents are now finally put down the heart of stone, and occasionally hug her daughter.
Related Reading:
Sepa Island, what’s fun?
What are the large exhibitions in Indonesia in 2017?
Fun Bali: 5 days 4 nights trip, fast up …
Fun Bali: 4 days 3 night trip fresh baked, go for fast …….
Fun Bali: 3 days 2 nights trip, quickly walked ……..
Bali food new places: old Korean home Muslims, about it?
Fun Bali: Car Rental (7 cars) ……..
Indonesia’s most classic 8-day tour, so play the most cool [Indonesian manuscript]
Bali 2 days 1 night trip, walk up …….
Issue 187: Wang dispensers and Tintin find a trip to Indonesia
Tintin’s Indonesian Impression Note (2) Yogyakarta: The Kingdom of Motto
Yogyakarta 2 days a night trip, feel the cradle of Java civilization …….
Sumatra Benniu Festival, experience a different kind of Indonesian scenery (10 people from the group)
Median 4 days 3 nights tour, feel the charm of Sumatra
A water platform wedding plus two nights private pool villa accommodation only 20000 yuan
Insert the wings, study the understanding of the Indonesian market ……..
Love her, take her to Bali wedding … …

Wonderful recommendation:

Bali romance wedding wedding company
We chat number: Baliromance (← long press)
Bali professional wedding photography, wedding planning (church wedding, lawn wedding, water wedding) experts, high-end overseas wedding private custom experts
Indonesia Qiandao International Travel Service
Micro signal: nusarayatour(← long press copy)
See Indonesia for the Indonesian Qiandao International Travel Service WeChat public number
(Jakarta, Bali to the agency), the main business: business and business reception, exhibition contractors and reception, business registration and change, visa processing, ticket hotel reservations, car rental, travel services, free exercise, Bali wedding planning and wedding photography, wedding rental services.
Jakarta Chinese Muslim Restaurant (Sulaiman Resto)
Micro Signal :Wudivip 2 (← long press)
Indonesia Jakarta’s first northwest flavor of the Muslim restaurant, since its opening in 2012, by China and Indonesia all levels of customers of all ages.
Eiffel Language Center
We chat number:Eiffel Language Center (← long press)
艾孚语言中心,您的印尼语学习掌上宝! (印尼语培训,中文培训,中印尼英三语翻译,留学中国.印尼)

Testimoni Pemakai Fototerapi

    • rinibramantoroAlhamdulillah…. akhirnya hasil cek kadar bilirubin dek Indra hari ini sudah bisa bikin tersenyum. 9.2 mg/dL, yg artinya dibawah nilai rujukan maksimal <12 mg/dL.
      Deg2an dimulai sejak usia hari ke-3 dek Indra, Senin 8 Mei 2017, saat itu dokter Sp.anak menyarankan dek Indra dirawat di RS utk disinar krn hasil periksa lab, didapati kadar bilirubin 12.3 mg/dL. Dengan pertimbangan Ario, si kakak, sudah batuk2 masuk angin mungkin krn capek bolak balik rumah-RS, akhirnya kami memutuskan hari senin itu tetap pulang ke rumah. Dokter Sp.anak kasih noted; besoknya langsung kontrol cepat…bawa hasil lab terbaru. Dan astaghfirullah, Selasa 9 Mei, hasil lab menunjukkan angka kadar bilirubin 13.4 mg/dL 😭. Alhamdulillah suami tetap cool, sementara saya sudah merasa kliyengan kepala cenut2. Suami @bramabdinagoro terpikir hubungi seorg sahabat dan panutan yaitu Prof. Raldiartono @koestoer , guru besar Dept Teknik Mesin FTUI, yang sudah sangat dikenal krn jasa beliau dalam hal sociopreneur, peminjaman inkubator gratis. Ternyata saya baru tahu kalau beliau juga mengembangkan alat fototerapi /sinar biru utk bayi kuning. Dapet tanggapan baik bgt, alat fototerapi bisa dipinjam hari itu juga dan bisa lsg diambil ke kampus FTUI utk dibawa pulang ke rumah. Alhamdulillah, setelah perjuangan lebih kurang 10 hari sejak 9 Mei s.d. hari ini 19 Mei, didptkan hasil lab yg menggembirakan.
      Agak lama, sampai 10 hari, krn prakteknya dek Indra tidak di fototerapi 24 jam spt jika di RS, krn kalau di RS bayi yg disinar/fototerapi minum ASI dari botol (ibu harus memompa ASI), sedangkan saya krn alat fototerapi di rumah, masih bisa memberi ASI langsung. Malem juga ga full di fototerapi krn khawatir saya ketiduran, bayi kehausan atau terbangun & ngusel2 penutup mata (hrs dijaga jgn menatap sinar biru nya lsg).
      Terima kasih Prof. Raldiartono dan tim yg hebat..sudah sangat membantu bayi2 di Indonesia dg peminjaman inkubator & fototerapi nya👍👍 Barakallah…Semoga Prof. Raldiartono & tim selalu sukses 🙏
    • ningsih_ayeeshaAlhamdulillah.. Semoga dedek indra tambah sehat ya mba 😘😘
    • rinibramantoroMakasih mba @ningsih_ayeesha 😘 iya mba…skrg sdh lebih lega, ga dagdigdug lagi…Semoga sehat terus ya
    • rinibramantoroMba @ningsih_ayeesha , senin kmrn aku n dek Indra ikut anter Ario les Yamaha lho…tp nunggu di mobil aja
    • ningsih_ayeeshaYa ampun udh diangkut aja mba si kecil.. Yha gak liat deh, 😍😍
    • rinibramantoroHihihi, senin kmrn sekalian abis dr yamaha, lanjut ke RS Bunda buat kontrol ke obgyn..pas emang jadwalnya senin
    • Delete CommentkoestoerSemoga sehat terus…
    • rinibramantoroAamiin YRA, Prof @koestoer

  • ningsih_ayeeshaAlhamdulillah.. Semoga dedek indra tambah sehat ya mba 😘😘
  • rinibramantoroMakasih mba @ningsih_ayeesha 😘 iya mba…skrg sdh lebih lega, ga dagdigdug lagi…Semoga sehat terus ya
  • rinibramantoroMba @ningsih_ayeesha , senin kmrn aku n dek Indra ikut anter Ario les Yamaha lho…tp nunggu di mobil aja
  • ningsih_ayeeshaYa ampun udh diangkut aja mba si kecil.. Yha gak liat deh, 😍😍
  • rinibramantoroHihihi, senin kmrn sekalian abis dr yamaha, lanjut ke RS Bunda buat kontrol ke obgyn..pas emang jadwalnya senin
  • Delete CommentkoestoerSemoga sehat terus…
  • rinibramantoroAamiin YRA, Prof @koestoer


NAME STU NO Assign Exams Fin score
Bintang Samodro 1406641882 77.5 75.8 76.6
Fauzan Widianto 1406641911 76 74.0 75.0
Manal Aimam 1606971325 84 82.0 83.0
Marc Suteau 1606971331 77 75.5 76.3
Karim R. Karjadi 1406547206 76 75.0 75.5
Satrio Utama 1406546046 75.5 76.8 76.1
Pandya Dhira 1206291853 76 74.0 75.0

MOVE ON – Seri 2

Tentu saja artikel ini lanjutan dari seri 1… Nah di akhir seri 1 kita bicara ttg kementrian, khususnya Ristek (lihat seri-1: Sekarang sejak disatukan jadi Kemenristekdikti maka…Tebak apa yang terjadi ?

Pastilah anda sudah tahu jawabannya kan ? Tapi mungkin istilahnya akan berbeda untuk masing2 orang. Menurut saya istilahnya adalah MAKIN MUBAZIR. Artinya semakin besar anggarannya mungkin jadi 10-20 x lipat dari 5-6 th lalu, tetapi program-programnya semakin tidak berguna untuk rakyat Indonesia. Jadi berguna untuk siapa ? Hanya untuk segolongan kecil orang saja. Siapa mereka itu ? Pertama ya orang2 di kementrian itu, yangpakai batik keren dan kadang pakai jas  mondar-mandir cengengesan karena merasa berjasa untuk negara, padahal cuma ngabisin budget negara tanpa manfaat untuk rakyat. Yang kedua adalah para peneliti baik di Universitas maupun di Litbang yang terus-menerus melaksanakan proyek penelitian yang samasekali tidak berguna untuk rakyat mau si TM sekalipun yang katanya jurnalnya ada di Q1 (yang paling bergengsi), nilai Scopusnya dan juga H-indexnya sudah banyak. Bukannyapenelitian itu tidak berguna sama sekali tetapi bagi saya cukup sekali dua kali saja setelah itu harus switch pada kemanfaatannya untuk orang banyak. Pengabdian Masyarakat (Darma ke 3 Universitas) adalah hilirnya. Jadi haru segera melangkah ke hilir jangan terus berada di muara. Tentu saja itu lebih enak karena berada di zone nyaman. Break-up the comfort zone…karena kalau tidak sebenarnya kita tetap di tempat bahkan sebenarnya mundur. Coba bandingkan dengan anak2 muda yang berada didunia digital sekarang ini ada yg sudah berhasil dengan ide kreatifnya membangun start-up business. Membuka lap kerja puluhan sampai ratusan ribu orang (lihat GOJEK).-

Karena berasal dari Univ yg sama  dg TM, kalau ketemu selalu saya tanya “Jadi…uda ada gunanya belum riset anda ?” Dia selalu tersipu malu, karena tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Dan kemudian muncullah jawabannya yang high-class yg tidak akan dimengerti oleh orang biasa, emang sih dia orang pintar jadi bisa aja car alasan yang seakan-akan masuk akal. Tapi buat saya semua itu NGOMONG-DOANG, wacana terus. Tidak pernah ada eksekusi. Kalau mau lihat kementrian yang berhasil maka lihatlah Kementrian Kelautan dan Perikanan yang panglimanya Susi Pujiastuti. Sangat membumi keberhasilan programnya jelas. Emang dia lulusan Universitas ? Pasti bukanlah. Jadi mereka yang gelarnya tinggi dan banyak, gak manfaat. Istilahnya mereka seperti singa yang mengembik. Tentu saja lebih bagus kambing yang mengaum.-

(seri-2 selesai dulu).-

Cerita Bahagia

Cerita bahagia Peminjaman Inkubator Gratis…
Bayi kami lahir pada tanggal 7 februari 2017 dengan berat badan 1,25 kg. Karena lahir prematur bayi kami harus dirawat di dalam inkubator ruang NICU yang berada di RS terbaik Bogor.17391933_1890212101LiaPrayogi
Timbul rasa kecemasan akan perawatan si kecil jika suatu hari dirawat di rumah. Salah satu teman kami menyarankan utk meminjam inkubator di Fakultas Teknik Universitas Indonesia secara Cuma-cuma (gratis). Pada awalnya saya tidak percaya, alat semahal inkubator di pinjamkan begitu saja. Untuk menghilangkan rasa penasaran saya cari informasi tsb lewat Youtube dan google. Dan…
Hebat, ternyata benar adanya informasi ini, terlebih lagi inkubator ini hasil karya Anak Negri (produk lokal). Mendebarkan…

Profesor Raldi Artono Koestoer, beliau lah sang pencipta Inkubator gratis ini..

Tak perlu lama berpikir, langsung saya SMS ke no 0856-5931-2070 untuk mendapatkan info lebih jelas. Secepat kilat sms saya langsung di balas. Pelayanan sms center nya cepat, lugas, jelas.

Sebulan lebih setelah dirawat di RS langsung saya konfirmasi ulang ke nomer 0856-5931-2070 “inkubator gratis”, dan saya langsung diminta datang ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk ambil Inkubatornya. Begitu mudahnya tanpa ribet …

Alhamdulillah saya bisa langsung ketemu Profesor Raldi Artono Koestoer dan tim. Begitu hangat mereka menerima kedatangan kami.
Langsung diberi arahan tentang penggunaan inkubatornya dan tata cara perawatan bayi.

Penjelasannya sangat jelas, mudah dipahami, dan luarbiasa benar2 pinjam gratis… 🙂
Dan akhirnya saya bisa langsung bawa inkubator nya ke rumah di cilebut, Bogor.
Alhamdulillah Maryamah Khairunnisa (putri pertama kami) bisa langsung nyaman beristirahat di dalam inkubator yang sangat menakjubkan ini.

Saya Yulia Herawati dan Prayogi sebagai orangtua dari Maryamah Khairunnisa dan atas nama keluarga besar kami mengucapan banyak terima kasih kepada Bapak Profesor Raldi Artono Koestoer dan tim beserta Yayasan Bayi Prematur Indonesia atas kebaikannya dan ketulusannya meminjamkan Inkubatornya kepada kami secara gratis.

Faktor Kesuksesan

Untuk anak muda, kiranya baik untuk memperhatikan faktor-faktor berikut. Untuk orang tua, bisa digunakan dalam pendidikan anak. Faktor apa saja yang membuat seseorang itu sukses, utamanya BUKAN IQ… Jadi prestasi akademis yang biasanya dipersepsikan sebagai IQ ternyata tidak termasuk dalam 12 faktor utama ini.


Ingin tahu 12 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan anda dan anak anda kelak?

1. Jujur
2. Disiplin
3. Pandai bergaul
4. Dukungan dr pasangan hidup
5. Bekerja lebih keras dr yg lain
6. Mencintai apa yg dikerjakan
7. Kepemimpinan Yang Baik dan Kuat
8. Semangat & berkepribadian kompetitif
9. Pengelolaan Kehidupan yang baik
10. Kemampuan menjual gagasan ide dan produk
11. Berinvestasi dg bijak
12. Pandai melihat peluang


Tahukah anda IQ menduduki posisi nomor berapa ?…

Nomor Berapa ayo…?

Nomor tigapuluh…

Estafet Inkubator Purwokerto-Tasikmalaya

Berikut ini adalah kisah seru penyelamatan bayi prematur di Tasikmalaya oleh para sahabat mulia Agen Relawan Inkubator Gratis di Purwokerto, yang tergabung dalam komunitas Zone Bombong. Komunitas yang gemar menolong sesama ini telah mempunyai ambulans sendiri, dan aktivitasnya mengantar orang sakit dikenal sebagai SIBULAN (Siaga Ambulans) utk daerah Purwokerto dan sekitarnya.


Julius Setya Kesuma added 6 new photos — with Juan Karnadiand 6 others.

2 hrs · Purwokerto ·



“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya. ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang ditangannya atas segala sesuatu dan kepadanyalah kamu dikembalikan”(QS Yasin 82:83)

“Jangan pernah kamu berputus asa dari rahmat Allah…”(QS Az-Zumar : 53)

3 hari lalu tiba tiba ada sms masuk dari “bos” di head office inkubator: “Apakah si bulan zona bombong bisa mengantarkan inkubator ke tasikmalaya?”
Masih ragu, akhirnya saya jawab: “baik mas akan saya koordinasikan dengan temen2 dulu”.
Kenapa harus ragu? Iya karena belum lama ini si bulan nya zona bombong mengalami kecelakaan cukup serius, sehingga belum bisa beroperasi kembali.

Mencoba menghubungi jaringan si bulan semuanya memang sedang sibuk mengantar pasien ke berbagai tempat, tapi belum ada yg menuju ke barat arah Tasik atau Bandung.

Saya tidak boleh berhenti berusaha! saya tahu bahwa inkubator ini sudah diharapkan sekali kehadiranya oleh orang tua bayi prematur di Tasikmalaya. Ibunda si jabang bayi juga beberapa kali sms memberi kabar bahwa bayinya sudah pulang dan menanyakan kapan inkubator akan diantar ke rumahnya. Tidak boleh panik, sebagai hambahNYA kita hanya boleh berharap dan memohon kepadaNYA, Allah akan memberi petunjuk.

Nekatlah ba’da sholat subuh langsung saya keluarkan jurus andalan saya…hehe apa itu?
Iya jurus andalan saya ketika terdesak adalah woro2 di di bbm, fb dan whatsapp; begini bunyinya:

_Selamat pagi kawan, salam ibadah berjama’ah. Hari ini saya butuh armada atau tepatnya tumpangan untuk mengantar #INKUBATOR gratis untuk menolong bayi prematur dari Purwokerto ke Tasikmalaya, jadi jika ada kawan2 yang hendak ke Tasik atau ke Bandung melewati Tasik, mohon kesediaanya untuk meluangkan space di mobilnya seukuran 1×0,5 m2. Di Tasik sudah menunggu relawan yang secara estafet akan mengantar ke rumah bayi prematur tsb_

…keyakinan saya cuma satu, Allah akan bantu saya, Allah yang maha besar akan menggerakan hati temen2 saya untuk membantu mengantarkan inkubator ini hingga ke rumah bayi prematur di Tasikmalaya (5 jam perjalanan darat dari Purwokerto).

Alhamdulilah sekali lagi Allah hadir tepat waktu, rekan rekan saya di zona bombong satu per satu menghubung saya bahwa mereka bersedia membantu mengantarkan inkubator ini.
Mas Aw Wijaya telepon bahwa beliau sedang otw ke Tasik dan sudah sampai di Wangon, beliau bersedia mengantar inkubator gratis ini ke Tasik asal ada yang mengantar ke Wangon.
Tik tok tik tok saya lagi siap siap mau mandi berniat mengantar inkubator ke Wangon, kling kling ada Whatsapp masuk, ternyata dari Mas Aan alias Kang Ahmad MC Kondang Zona Bombong itu,” Mas Jul saya bersedia mengantar ke Wangon” katanya sangat lantang!
ALHAMDULILLAH YA ALLAH, kentara sekali nikmatMU untuk hamb, siap mas silahkan ke rumah inkubator sudah siap!!

Finally inkubator dibawa oleh beberapa relawan sbb:
Etape 1 : Sabtu Jam 9.00 Kang Ahmad mengambil inkubator di rumah agen relawan Purwokerto (saya)
Etepe 2 : Sabtu Jam 9.15 Kang Ahmad mengantarkan Inkubator dari Purwokerto ke Wangon, jarak tempuh 1 jam;
Etape 3: Sabtu Jam 10.30 Mas Aw Wijaya menunggu di Wangon dan mengantarkannya ke Tasikmalaya, jarak tempuh 4 jam;
Etape 4: Mas Danial Kusumah menunggu di Tasikmalaya dan mengantarkannya ke rumah bayi prematur (peminjam) pada hari Minggu Pukul 11.

Inkubator sukses terbang ke rumah bayi prematur, berikut laporannya:

_Peminjaman 1 unit inkubator gratis kepada keluarga Bapak Muchamammad Dharsono dan Ibu Hen hen Herlina yang beralamat di Kampung Bobojong, Tasikmalaya. Putri pertamanya yang bernama Anindita Ceisya Syahmina, lahir pada tanggal 3 Maret 2017 dengan berat badan 1.500 gram dan panjang 30 cm di RS TMC Tasikmalaya. Semoga dengan dukungan dari inkubator ini, bayi Anindita dapat tumbuh sehat Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin._

Terima kasih kpd semua pihak yg telah mendukung, Prof Raldi Artono Koestoer dan Ibnu ‘Rehan’ Roihan selaku Selaku Centre Yayasan Bayi Prematur Indonesia, serta Mas Heri Kristanto yang telah turut aktif menebarkan semangat perjuangan ini.

Terima kasih untuk para relawan (Kang Ahmad & Mas Aw) & rekan rekan komunitas zona bombong serta Mas Danial Kusumah yang telah ikhlas membantu dan tanpa pamrih mengantarkan inkubator gratis ini hingga sukses terbang ke Tasikmalaya menolong bayi prematur. Peminjaman kali ini adalah yang paling berkesan, melibatkan banyak orang, menjadi berkah untuk banyak orang, karena nantinya saya tidak ingin masuk surga sendirian!! Teruslah nganan!!!

Alhamdulillahi robbil ‘alamin
Jazakumullah khairan katsiran
Jazakumullah ahsanal jaza


Silahkan SMS KE SMS Center
0856-5931-2070 (SMS Only)
Hubungi Agen Relawan Purwokerto

Support by Yayasan Bayi Prematur Indonesia


Image may contain: 2 people, people smiling, people standing
Image may contain: 2 people, people standing and stripes
Image may contain: 2 people, people standing
Image may contain: 2 people, people standing
Image may contain: 1 person, sitting and indoor















Rian Dodonk
Rian Dodonk mantapp.. mas heri ada dimna2 ya..
Like · Reply · 1 · 1 hr


Heri Kristanto
Heri Kristanto Yg blm kesampaian seumur umur blm pernah kaki ini bercengkerama dgn bumi serambi mekah..semoga sy segera bs silaturahmi ke aceh bang Rian Dodonk
Like · Reply · 2 · 1 hr


Heri Kristanto replied · 2 Replies · 21 mins
Indra Wawan M
Indra Wawan M Subahannalloh…insya Alloh berkah dan smoga Alloh terima amalan mas Julius Setya Kesuma…aamiin
Like · Reply · 2 · 1 hr


Danial Kusumah
Danial Kusumah Barokalloh..aa Heri sama aa Julius mantap jiwa
Like · Reply · 2 ·

Move On – Seri 1

Rasanya lebih menggigit kalau kita menggunakan istilah anak muda sekarang di medsos. Namun kemungkinan ada beberapa pengertian yang mirip, nanti kita lihat lebih lanjut dalam tulisan ini. Jadi artikel ini tentu saja ditujukan untuk kalangan tertentu, bila tidak keberatan saya sebut saja, untuk mereka yang sudah rada berumur dalam banyak pengertian. Bila ingin lebih eksak saya sebut saja mereka yang sudah berusia 45 th keatas. Bukan berarti sebuah angka mutlak 45 itu, bisa saja lebih muda dari itu atau lebih tua dari usia itu. Tapi bila sudah lebih tua, saya kuatir sudah merasa terlambat.
Saya cerita ttg diri sendiri dulu deh… Biar jelas ini merupakan pengalaman jadi pastilah – sesuai kata dengan perbuatan -. Setahun atau dua tahun menjelang umur saya 45, ada perasaan gelisah dalam diri saya. Sepertinya hidup ini koq kurang tantangannya, rasanya sejauh ini saya koq belum berbuat apa-apa yang bermanfaat. Paling ya untuk diri sendiri dan keluarga. Kemudian Allah memperjalankan saya kemana-mana dan mempertemukan saya dengan banyak profesor hebat dari berbagai negara. Berdiskusi ttg pendidikan mulai dari selevel SMA (saya visit SMA di Manila) s/d dengan studi S1, S2 dan S3 di berbagai negara. Saya diberi kesempatan melihat lebih dari 100 an laboratorium canggih dan sederhana di seantero dunia. Sampai saya bosan… Lalu napak tilas religius Mekah madinah masjidil Aqsha, Betlehem Yerusalem Amman Laut Mati Masjid Ibrahim dua kali ke Vatikan… Gak tahu lagi deh… Jadi untuk apa Allah menunjukkan tempat itu semua kepada saya. Lalu bikin makalah ilmiah untuk ikut seminar, rasanya mudah saja, Asal sudah bikin penelitian eksperimental, semua bisa di-report kembali karena semua itu sesuatu yang memang dikerjakan jadi resultnya juga tidak perlu dipersoalkan atau dibantah. Dan yang agak lebih mengesalkan saya, seakan-akan hebat dan canggih tapi tidak ada gunanya. Bahkan buat saya sendiri saja tidak ada gunanya apalagi untuk orang lain. Dulu belum jaman Scopus dan indeks-indeksan seperti sekarang. Jadi penelitian yang dilakukan tidak ditujukan untuk menambah angka kredit. Research for the sake of research only. Pernah suatu saat saya berada di seminar di kota Surabaya. Pembicara utamanya Ir Suleiman dulu direktur PT PAL (bikin kapal) beliau ini termasuk koleganya Habibie (mantan Pres dan d/h juga Menristek), ini yang disampaikan “Gak bisa kita meneliti sekedar meneliti saja, sekarang harus berubah, meneliti harus ada gunanya untuk bangsa ini”. Walaupun saat itu audience tidak ada yang bereaksi, jauh sesudah itu kata-kata itu terngiang ditelinga saya.

Masuk Ristek
Tahun 2004 saya pindah ke RIstek jadi pejabat eselon II istilahnya disana ASDEP (Asisten Deputi). Lumayan untuk pengalaman, jadi saya memahami birokrasi pemerintahan secara lebih detail, dan menurut saya sekarang semua itu hanya bikin saya jadi bodoh saja. Jadi peg negeri seakan kita dilarang untuk kreatif, itu sebabnya saya katakan untuk saya ini adalah medan yang kurang tepat. Jauh lebih baik jadi dosen yang atleast mentrasnfer ilmu tiap hari pada peserta didik, ilmu paling tidak jadi bermanfaat. Budget negara habis untuk sesuatu yang tidak manfaat. Saya yakin sampai sekarang pun masih begitu. Disatukan jadi Kemenristekdikti-pun tidak merubah keadaan. Malah lebih banyak duit habis untuk hal yang tidak bermanfaat. Walhasil 2 tahun disitu, saya mengundurkan diri, karena untuk saya kurang manfaat.
Sebulan sekali kompartemen Energi bikin meeting. Yang hadir para ahli dari berbagai lembaga riset, BATAN, BPPT, LIPI, Kem ESDM, juga ada Universitas. Setelah sekian bulan bertemu, sepakatlah para ahli ini bikin Buku Putih Energi. Guna memberi masukan pada pemerintah mengenai kebijakan Energi untuk negara kita. Task-force ini kemudian intens rapat bukan saja di kantor tapi juga sampai menginap di hotel. Jadilah kemudian sebuah buku yang warnanya putih isinya tentang berbagai hal tentang Energi. Pimpinan gugus ini dulu pak HH (Alm), tentu saja beliau sudah bekerja keras untuk bisa menjadikan buku ini sebuah karya yang diharapkan bermanfaat untuk pembuat kebijakan Energi di Indonesia. Namun sampai sekarang (itu tahun 2006) saya tidak pernah mendengar buku putih itu dijadikan acuan bahkan disinggung orangpun tidak. Boleh dibilang kerja keras yang menghabiskan budget sekian tapi tidak ada gunanya. Ini sekedar salah satu contoh saja kerjaan yang tak bermanfaat di kementrian, saya yakin masih banyak lagi kerjaan ataupun proyek yang mubazir dikalangan pemerintahan.
(Sementara saya hentikan disini dulu. Segera menyusul Seri 2…Pada frekwensi dan gelombang yang sama di blog saya. Jadi…jangan kemana-mana).-


Inexpensive NICU v1

NICU disini adalah singkatan dari Neonatal Intensive Care Unit, jadi kira-kira NICU ini adalah ICU-nya bayi terutama bayi baru lahir (neonatal), juga bayi prematur dan bayi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Tentu saja saya tidak perlu berpanjang kata mendefinisikan apa saja isinya. Bila anda tahu tentang ICU (AI Si Yu) maka seperti itulah isinya hanya saja untuk bayi ditambah dengan Inkubator bayi. Dan segala sesuatunya spesial untuk bayilah pokoknya.
Seperti saya sampaikan pada artikel yang lalu tentang kunjungan kami ke RSIA Lestari di Cirendeu bahwa beberapa tahun yang lalu saya pernah melihat Menkes menyampaikan di TV (Kalau tak salah ibu Nafsiah Mboi, yang saya ingat beliau rambutnya disasak tinggi). Investasi untuk ruang NICU bisa memakan biaya 1 s/d 2 Milyar rupiah. Tentu saja nilai itu wajar untuk skala komersial atau harga pasar. Sehingga waktu kunjungan ke RSIA diatas saya sampaikan bahwa kami akan bikin NICU yg murah. Istilah kami, waktu itu asal terpikir begitu saja ‘Inexpensive NICU’. Toh kata NICU-nya sendiri sudah bahasa Inggris jadi sekalian saja padanannya kami buat bahasa Inggris juga.
Sebenarnya ide bikin NICU itu terlintas sewaktu kami berkunjung ke RS Pendidikan di Makassar bulan Septermber tahun 2014. Saat itu RS tsb baru dibangun dan tentu saja ruang NICU nya baru juga dan belum pernah dipakai malah. Saat itulah saya bertanyatentang banyak hal, diantaranya mengenai harga peralatan NICU itu. Harga Inkubatornya tentu saja diatas 100 an lah kan seakan-akan canggih. Juga terlihat ada lampu fototerapi yang terlihat bentuk lampu bluelite-nya melingkar-lingkar seperti ular. Ada juga Patient-Monitor yang bukan saja canggih semua sudah digital tapi juga bentuk danwarnanya secara estetika sangat memikat dan Kata orang sana harganya puluhan jutalah. Saat itulah dalam hati saya berkata kalau alat inkubator itu yg berharga 100 an itu bisa kami buat menjadi hanya 3,5 an saja dan juga fototerapi yang 20 an itu bisa kami buat dengan ongkos 1 saja, lha mengapa tidak kami lanjutkan dengan membuat peralatan lain dengan mutu terjamin, seperti 2 alat diatas yang sudah terbukti menyelamatkan lebih dari 1500 an bayi di 47 kota/kabupaten.
Pastilah kalangan awam bilang “Mana mungkin invest NICU 1 M itu dibuat jadi 10 J saja ?”. Tapi kami bukan orang biasa, utamanya kami punya motivasi dan semangat yang tinggi, mirip dengan semangat para pendaki gunung. Modal kami yang utama tentu saja backup dari Allah SWT, yang pasti mengulurkan tangan pada mereka yang punya niat baik. Tentu saja niat kami adalah untuk menolong gol pra-sejahtera. Untuk mereka yang mampu sudah ada solusinya di RS besar yang punya fasilitas lengkap. Tapi buat gol men-bawah harus bagaimana ? Apalagi didaerah yang fasilitasnya amat minim. Kami sudah lihat sendiri di banyak daerah banyak RSIA yang tidak memiliki inkubator.
(Sementara ceritanya di-cut sampai disini dulu, dan akan segera disambung besok-besok. Tolong diingatkan).-

Tafsir Annisa 138-139

Tafsir Annisa 138-139, oleh Nadirsyah Hosen
Chenia M. Sepita Sofyan (dari Facebook).-
Yesterday (25 Feb 2017) at 2:19pm ·
Tafsir al-Nisa: 138-139 bukan mengenai Pilkada
“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi AWLIYA dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”
Mari kita jujur pada keilmuan kita, dan jangan ikut-ikutan main politik. Setelah sebelumnya gagal mempolitisir terjemahan QS al-Maidah:51, kali ini sebagian pihak terus menerus mengangkat terjemahan QS al-Nisa:138-139 dengan melabeli muslim yang pilih kandidat non-Muslim sebagai munafik. Masalahnya, kata “awliya” baik dalam QS al-Maidah:51 maupun QS al-Nisa:139 sama-sama tidak bicara soal pemimpin.
Parahnya lagi banyak yang tidak bisa membedakan teks asli al-Qur’an dalam bahasa Arab, dengan terjemahannya. Yang ngotot mengatakan orang lain munafik karena memilih pemimpin non-Muslim itu ternyata hanya pakai terjemahan satu versi, padahal terjemahan lainnya tidak mengatakan Awliya sebagai pemimpin. Kok ngotot gara-gara terjemahan? Ironis bukan?
Mari lihat sendiri Qur’an terjemahan di rumah masing-masing. Cek QS al-Nisa ayat 139. Apa terjemahannya? Cek juga terjemahan dalam berbagai bahasa lain, nanti kita akan terkejut membacanya.
Pelacakan saya terhadap kitab-kitab tafsir klasik saya belum menemukan yang mengartikan awliya dalam QS al-Nisa ayat 139 sebagai pemimpin. Umumnya mereka mengartikannya sebagai teman setia, pelindung, penolong atau sekutu. Akan ada yang protes: Kalau sebagai teman setia saja tidak boleh apalagi sebagai pemimpin? Sampai di sini anda sudah ngeles dengan memakai logika yang tidak sahih. Katanya anda ingin berpegang pada al-Qur’an dan membela ulama, kenapa setelah ditunjukkan penjelasan para ulama, anda justru memakai logika? Ini namanya memaksakan logika anda untuk menarik-narik ayat al-Qur’an agar sesuai dengan kepentingan politik anda. Dengan kata lain, anda tidak membela al-Qur’an tetapi membela logika anda sendiri.
Tafsir al-Thabari mengartikan awliya pada ayat ini sebagai penolong dan kekasih, bukan pemimpin. Kata “kafir” dalam QS al-Nisa ayat 139 ini menurut Ibn Abbas ditujukan kepada Yahudi. Tafsir Khozin juga berpendapat serupa. Sayyid Thantawi menguatkan pendapat Ibn Abbas ini. Kalau kita mengikuti alur ketiga kitab tafsir ini, yang secara khusus dilarang adalah menjadikan Yahudi di Madinah saat itu sebagai penolong dan pelindung serta teman setia, bukan semua orang kafir.
Tafsir al-Qurtubi mengatakan awliya dalam ayat ini konteksnya membantu dalam amalan yang berkenaan dengan agama. Tafsir al-Munir juga mengatakan hal yang sama. Itu artinya, kalau kita ikuti alur kedua kitab tafsir ini, berhubungan baik dengan non-Muslim di luar masalah agama, seperti bermuamalah, bertetangga, bekerja, transaksi, dll, dibenarkan oleh Islam. Kedua Tafsir ini –yang satu klasik, dan yang satunya modern– mengutip riwayat Nabi yang saat hendak berjihad didatangi seorang musyrik yang hendak membantu Nabi dalam jihadnya itu. Tawaran bantuan orang Musyrik ini ditolak oleh Nabi (HR Abu Dawud). Jadi, inilah konteks yg dimaksud QS al-Nisa ayat 139, bukan soal kepemimpinan.
Saya terus terang tidak keberatan siapapun yang menang. KH Mar’ruf Amin sudah menegaskan bahwa beliau pun rela dan akan menerima siapapun yang menang dalam proses Pilkada yang demokratis, transparan dan jujur. Saya tidak keberatan Anies-Sandi yang menang. Saya pun akan menerima kalau Ahok-Djarot yang menang. Yang penting semuanya rukun, damai, dan menegakkan politik etis tanpa mempolitisir ayat suci, bertarung dengan elegan, menawarkan program yang bermanfaat buat rakyat, dan menang secara terhormat.
Pada saat yang sama umat harus terus diedukasi dan diberi pencerahan akan makna dan kandungan ayat al-Qur’an sesuai tafsir para ulama, bukan pakai logika dan kepentingan para politisi. Setiap upaya mereduksi ayat suci ke dalam kubangan politik kotor harus kita lawan. Setiap upaya pembodohan terhadap umat dengan semata hendak membangkitkan emosi massa harus kita tangkal. Setiap penafsiran dan penerjemahan yang tidak sesuai dengan qawa’id tafsir harus kita jelaskan dengan merujuk kepada kitab-kitab tafsir yang mu’tabar. Mari kita jujur pada keilmuan kita!
10 rujukan kitab Tafsir saya cantumkan di bawah ini (monggo kalau ada yang berkenan melengkapi referensi ini):
1. Tafsir al-Thabari:
‎دِينِي أَوْلِيَاءَ: يَعْنِي أَنْصَارًا وَأَخِلَّاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ , يَعْنِي: مِنْ غَيْرِ الْمُؤْمِنِينَ {أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ} [النساء: ١٣٩]
2. Tafsir al-Qurthubi:
‎وَتَضَمَّنَتِ الْمَنْعَ مِنْ مُوَالَاةِ الْكَافِرِ، وَأَنْ يُتَّخَذُوا أَعْوَانًا عَلَى الْأَعْمَالِ الْمُتَعَلِّقَةِ بِالدِّينِ. وَفِي الصَّحِيحِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْمُشْرِكِينَ لَحِقَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَاتِلُ مَعَهُ، فَقَالَ لَهُ: (ارْجِعْ فَإِنَّا لَا نَسْتَعِينُ بِمُشْرِكٍ).
3. Tafsir Ibn Abbas:
‎ثمَّ بيَّن صفتهمْ فَقَالَ {الَّذين يَتَّخِذُونَ الْكَافرين} يَعْنِي الْيَهُود {أَوْلِيَآءَ} فِي العون والنصرة {مِن دُونِ الْمُؤمنِينَ} المخلصين {أَيَبْتَغُونَ} أيطلبون {عِندَهُمُ} عِنْد الْيَهُود {الْعِزَّة} الْقُدْرَة والمنعة {فَإِنَّ الْعِزَّة} المنعة وَالْقُدْرَة {لِلَّهِ جَمِيعاً}
4. Tafsir al-Tsa’labi:
‎ثم وصف المنافقين فقال { ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ } أنصاراً وبطانة { مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلْعِزَّةَ } يعني الرفد والمعونة والظهور على محمّد وأصحابه.
5. Tafsir Hasyiah al-Shawi:
‎قوله: { أَوْلِيَآءَ } أي أصحاباً يوالونهم ويستعزون بهم، لزعمه أن الكفار لهم اليد العليا، وأن الإسلام سيهدم لقلة أهله.
6. Tafsir al-Munir:
‎وتضمنت الآية المنع من موالاة الكفار، وأن يتخذوا أعوانا على الأعمال المتعلقة بالدين.
‎وفي الصحيح عن عائشة رضي الله عنها أن رجلا من المشركين لحق بالنبي صلّى الله عليه وسلّم يقاتل معه، فقال له: «ارجع فإنا لا نستعين بمشرك»
7. Tafsir al-Wasith Sayyid Thantawi:
‎والمراد بالكافرين هنا: اليهود – على أرجح الأقوال – فقد حكى عن المنافقين أنهم كانوا يقولون: إن أمر محمد صلى الله عليه وسلم لن يتم فتولوا اليهود، ولأن غالب سكان المدينة – من غير المسلمين – كان من اليهود
‎وقوله { مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ } حال من فاعل يتخذون. أى: يتخذون الكفار أنصارا لهم حالة كونهم متجاوزين ولاية المؤمنين ونصرتهم.
8. Tafsir al-Qasimi:
‎ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ } أي: يتخذونهم أنصاراً مجاوزين موالاة المؤمنين
9. Tafsir al-Khozin:
‎ثم وصف الله تعالى المنافقين فقال تعالى: الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكافِرِينَ أَوْلِياءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ يعني يتخذون اليهود أولياء وأنصارا وبطانة من دون المؤمنين وذلك أن المنافقين كانوا يقولون إن محمدا لا يتم أمره فيوالون اليهود فقال الله تعالى ردا على المنافقين: أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ يعني يطلبون من اليهود العزة والمعونة والظهور على محمد صلّى الله عليه وسلّم وأصحابه فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعاً
10. Tafsir al-Sya’rawi:
‎وأول مظهر من مظاهر النفاق أن يتخذ المنافقُ الكافرَ ولياً له؛ يقرب منه ويوده، ويستمد منه النصرة والمعونة، والمؤانسة؛ والمجالسة، ويترك المؤمنين.
Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia – New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Lestari Peduli Sebuah Pengabdian

Lestari Peduli Sebuah Pengabdian
Bermula dari kontak-kontakan dengan email, akhirnya kami berkunjung ke RSIA Lestari di Cirendeu Tangsel. Terus-terang saya sudah agak lupa wajahnya. Tapi beliau membahasakan dirinya ‘mbak TIti’ kepada saya. Dulu akhir tahun 90 an rasanya saya pernah ketemu dan bicara tentang sesuatu hal, dan kemudian jaman dulu lagi waktu saya masih kecil saya pernah melihatnya mungkin juga berbicara. Oleh karena itu saya ingat tinggalnya disebelah HI (Hotel Indonesia). Salinan kalimatnya yang menyebutkan, kami masih sepupuan: “…kita sebetulnya kan saudara sepupu jauh ( dari kel RP Soeroso)…”. Semangatnya bikin saya malu karena beda umur dengan saya saja sudah satu dekade. Ceritanya bikin saya terharu, sudah lama dan bisa bikin pemulung bisa punya penghasilan tetap.
Jadilah pagi itu dengan mas Rehan dan manager Transport pak Gatot, kami menuju Cirendeu dan waktunya 1 jam melalui jalan belakang lewt Cinere yang sudah sangat dipahami oleh manager.
Tertegun dan terharu saya mendengar cerita beliau tentang effort-nya mendirikan RSIA itu. Mulai dari tanah sekian kali sekian milik orang Betawi yang dibayar dari hari kehari dengan hasil praktek dokternya tanpa surat secuilpun. Mengigat pesan ibundanya yang terngiang ditelinga, untuk menolong golongan prasejahtera dan jangan cari kaya dari Rumah Sakit. Kata anak-anak muda sekarang itulah sebuah LEGACY yang perlu kita pertahankan.
Obrolan sejarah sebuah perjuangan panjang sampai dua dekade itu tertangkap video. Dengan demikian lebih baik kita dengarkan saja walaupun tidak mewakili semua, namun ‘ghiroh’nya bisa menjadi penyemangat orang muda terutama mereka yang bergerak dibidang kesehatan sampai pelayanan masyarakat.


Cita-cita kami adalah membuat INEXPENSIVE NICU. Dua atau tiga tahun yang lalu Menkes …Saya lupa namanya tapi rambutnya disasak. Beliau bilang bahwa investasi ruang NICU butuh biaya 1-2 milyar rupiah. Nah disini kami mau berinovasi dari 1 Milyar menjadi… 10 juta saja. Jadi abis2nya kira 10-20 juta lah.  Mohon doa anda semua…20170223_123326

Kelas Yang Menginspirasi

Oleh: Salsabila Putri

SatuSemesterku di S 404
Waktu tak terasa berlalu begitu cepat. Kurang lebih sudah satu semester saya menjalankan rutinitas sebagai seorang mahasiswa. Masih sangat melekat di kepala saya momen-momen mendebarkan ketika menunggu keputusan SNMPTN, momen dimana Universitas Indonesia mempercayakan saya untuk mengenyam pendidikan di salah satu universitas terbaik di negri ini. Banyak sekali pengalaman berharga yang telah terjadi pada kehidupan saya selama satu semester ini. Salah satunya tersimpan rapi di kelas S-404. Kelas MPKT-B dengan fasilitator Prof. Raldi beserta teman-teman yang telah berhasil mengisi hari-hari saya selama satu semester ini.
Saat pertama kali mendapat mata kuliah MPKT-B, jujur saya sempat merasa kebingungan karena belum tahu apa tujuan dari mata kuliah ini. Ditambah lagi, saya harus berbaur dengan orang-orang dari departemen lain, orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Seiring berjalannya waktu saya merasa sangat nyaman dan bersyukur dapat berada di kelas ini. Dari kelas inilah saya dipertemukan dengan dosen yang sangat menginsipirasi saya, Prof. Raldiartono. Setiap harinya ia selalu memberikan inspirasi dan semangat kepada kami untuk terus berkarya dan mengabdikan diri kepada Indonesia. Ia adalah pencetus Inkubator gratis. Inkubator ini ditujukan kepada kaum marginal yang pada praktiknya dalam kehidupan sehari-hari masih sangat sulit u ntuk mendapatkan akses kesehatan.Oleh karenaapa yang telah ia lakukan ini, Prof. Raldi menyebut dirinya sebagai bapak dari bayi prematur. Dari apa yang telah Prof. Raldi lakukan saya dapat mengambil nilai-nilai baik yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu untuk terus membantu sesama tanpa pamrih. Prof. Raldi juga berpesan agar kami semangat belajar serta memotivasi kami agar kami bisa pergi ke Paris suatu hari nanti. Namun, dibalik sosoknya yang inspiratif ini, ia bukanlah sosok yang kaku melaikan sosok dosen yang sangat asik. Ia sangat baik dan selalu menciptakan suasana yang menyenangkan di kelas seperti dengan cara menyanyi ataupun berfoto bersama. Lagu favorit kelas kami adalah Indonesia Jaya oleh Harvey Maliholo, lagu ini memiliki pesan yang mendalam dan lagu ini pula lah yang menjadi lagu perpisahan kelas kami. Sifatnya ini juga membuat saya tidak malu untuk mengeluarkan aspirasi dalam forum dikelas karena ia sangat open-minded dan menghargai semua pendapat murid-murid dikelasnya.

Selama satu semester saya belajar banyak dari MPKT-B ini. Metode CL dan PBL yang diterapkan pada MPKT-B ini menurut saya sangat baik dalam melatih pola pikir sebagai seorang mahasiswa dan memang sudah seharusnya diterapkan sejak awal semeseter. Dari kelas MPKT-B ini saya belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan juga bekerja sama. Jika saya boleh jujur, bekerja sama bukanlah hal yang mudah. Ketika kita bekerja dalam satu kelompok pasti ada kendala yang terjadi. Selama proses pembelajaran MPKT-B ini saya beberapa kali diberikan kesempatan sebagai ketua kelompok. Dari kesempatan itu saya belajar untuk menjadi pemimpin yang baik, membagi tugas sama rata sehingga tidak terjadi sentralisasi dalam pengerjaan tugas. Selain itu, saya juga lebih mampu berpikir kritis karena mata kuliah ini serta berani mengemukakan pendapat yang didukung oleh fakta. Namun, kekurangan dari mata kuliah ini adalah masih banyak orang yang belum mampu menerapkan metode CL dan PBL dengan baik sehingga hanya mengandalkan orang-orang tertentu dari kelompoknya saja, mungkin hal ini tidak terjadi di kelas kami namun banyak sekali terjadi di luar sana. Selain itu pemanfaatan scele sebagai wadah diskusi online pun belum terlaksana dengan baik. Namun saya yakin dengan pelaksanaan sistem yang lebih matang, MPKT-B akan menjadi maat kuliah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan para mahasiswa nantinya.
Salah satu hal penting yang saya dapatkan dari kelas ini adalah, saya terpacu untuk bermimpi. Fasilitator saya yang luar biasa telah membuat saya sadar bahwa kita harus mempunyai mimpi yang besar. Mimpi besar saya adalah menjadi seorang consultant yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Indonesia. Selain itu, saya ingin sekali memiliki lembaga yang menaungi pendidikan anak dari kaum marginal serta lembaga yang berkaitan dengan empower women. Menurut saya, pendidikan adalah salah satu kunci utama untuk kemajuan Indonesia di masa depan, dan anak-anaklah yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa Indonesia ini. Saya ingin menciptakan bibit-bibit unggul yang berkualitas dan menghapus batasan latar belakang yang mereka miliki saat ini. Saya ingin semua anak memiliki hak yang sama untuk belajar, memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.
Satu semester bukanlah waktu yang singkat, namun jika dilewati dengan hati yang ikhlas dan keceriaan waktu itu terasa berjalan begitu cepat. Saya merasakan hal itu di kelas S- 404 ini. Berbagai suka duka saya dapatkan dikelas ini, sampai akhirnya semua kenangan tersebut saya tutup rapat dan letakkan dengan baik di salah satu bagian di memori saya. Saya berharap, meskipun kelas ini telah usai namun kita semua masih dapat terus berhubungan satu sama lain dan mungkin suatu saat nanti kita sama-sama dapat mengirimkan sebuah foto ke grup Whatsapp kita dan berkata “Pak, alhamdulillah saya saat ini berada di Paris!”.

Ditulis oleh: Salsabila Putri Styaningrum (1606827504)

Vaksin Penyebab AUTIS

Artikel ini copas dari WAG. Tidak ada info ttg sumbernya.-

“Vaksin Penyebab AUTIS”

Buat para Pasangan MUDA. Oom dan Tante yg punya keponakan… atau bahkan calon ibu … perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kpd yg masih punya anak kecil spy ber-hati2. Stlh kesibukan Lebaran yg menyita waktu, baru skrg sy bisa dpt waktu luang membaca buku “Children with Starving Brains” karangan Jaquelyn McCandless,MD yg (terjemahannya) diterbitkan oleh Grasindo.
Ternyata buku yg sy beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50.000,-itu benar2 membuka mata sy, dan sayang sekali baru terbit stlh anak sy Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar2 membuat sy menangis.
Selama 6 bln pertama hidupnya (Aug 2001-Feb 2002), Joey memperoleh 3x suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3x suntikan vaksin HiB. Menurut buku tsb (hal 54-55) ternyata dua macam vaksin yg diterima anak sy dlm 6 bln pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet
Thimerosal, yg terdiri dr Etilmerkuri yg menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yg meledak sejak awal thn 1990 an. Vaksin yg mengandung Thimerosal itu sendiri sdh dilarang di Amerika sejak akhir thn 2001.
Alangkah sedihnya sy, anak yg sy tunggu kehadirannya selama 6 thn, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yg bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dgn harapan memperoleh treatment yg terbaik, ternyata malah “diracuni” oleh Mercuri dgn selubung vaksinasi.

Beruntung sy msh bisa memberi ASI sampai skrg, sehingga Joey tdk menderita Autisme yg parah. Tetapi tetap saja, sampai skrg dia blm bicara, hrs diet pantang gluten dan casein, hrs terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya hrs dibarengi dgn diet supplemen yg keseluruhannya sangat besar biayanya.

Melalui e-mail ini sy hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Dep Kesehatan, tolonglah baca buku tsb dan tolong musnahkan semua vaksin yg msh mengandung Thimerosal. Jgn sampai (dan bukan tdk mungkin sdh terjadi) sisa stok yg tdk habis di Amerika Serikat tsb di ekspor dgn harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas2 spt contohnya vaksin Hepatitis B, yg skrg sedang giat2 nya dikampanyekan sampai ke pedesaan.
Kpd para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dgn menolak vaksin yg mengandung Thimerosal tsb, cobalah bernegosiasi dgn dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yg tdk mengandung Thimerosal.

Juga tolong e-mail ini diteruskan kpd mereka yg akan menjadi orang tua, agar tdk mengalami nasib yg sama spt sy.

Sekali lagi, jgn sampai kita kehilangan satu generasi anak2
penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dr keluarga yg berpenghasilan rendah yg utk makan saja sulit apalagi utk membiayai biaya terapi supplemen, ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yg daftar tunggunya sampai ber-bulan2) , yg besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.

Terakhir, mohon doanya utk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman2 senasibnya di Indonesia yg skrg sdg berjuang membebaskan diri dr belenggu Autisme.

“Let’s share with others… Show them that WE care !” Persiapan kita utk cucu ya….

BPJS dan Bayi Prematur

Berikut ini adalah sebuah artikel yang ditulis oleh ibu Enny Bonaventura tentang pengalamannya sejak dua tahun menjadi agen relawan Peminjaman Inkubator Gratis untuk daerah Jonggol-Bogor dan sekitarnya.


Enny Bonaventura tagged you and 17 others in a post.
Enny wrote: “Terimakasih Tuhan .. pertolongan-Mu tak pernah terlambat .. Puji Tuhan .. Kamis 26 Jan 2017 malam, telah terlaksana peminjaman inkubator gratis untuk bayi ibu Kartikasari dan bapak Dwi Aryanto .. Ibu Kartikasari adalah seorang karyawan pabrik di kawasan Karawang .. di usia kandungan yang ke 6 bulan, ibu Kartikasari merasakan kontraksi pada saat sedang bekerja di pabrik .. karena ini adalah kehamilan yang pertama, maka beliau tidak mengerti bahwa kontraksi tersebut adalah benar2 tanda untuk melahirkan, maklum .. usia kandungan-nya kan baru 6 bulan. Pada hari Rabu 25 Jan 2017 kemarin, bayi perempuan ibu Kartikasari di lahirkan secara normal dengan berat 1200 gr. Pada saat kelahiran bayi mereka yang tak di sangka-sangka karena sebelum waktu-nya ini .. ayah sang bayi yaitu bp Dwi Aryanto, tengah berada di kampung halaman mereka di Klaten Jawa Tengah .. sebagai buruh serabutan. Untunglah ibu Kartikasari tinggal di rumah kakak ipar nya, yaitu bp Budi Utama .. Kakak Ipar yang baik ini dengan sigap membantu segala sesuatu yang di perlukan pada saat darurat ini : antar ke rumah sakit .. cari info peminjaman inkubator gratis .. dll Tadi-nya .. keluarga ini berharap, bisa menggunakan kartu BPJS dari pabrik tempat ibu Kartikasari bekerja. Namun apa daya, ternyata kartu BPJS yang ada ternyata hanya BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS tenaga kerja dana pensiun .. yang tidak bisa di pakai untuk biaya melahirkan. Biaya Rumah Sakit yang mencapai 8 juta rupiah sungguh sangat mengagetkan keluarga ini .. padahal baru dua hari di rumah sakit.. maka mau tak mau harus tanda-tangan pulang paksa, walaupun pihak team medis katakan .. paru2 bayi belum kuat .. bisa-bisa sampai parkiran saja sudah meninggal sang bayi ini.

Betapa hancur hati sang ayah, mendengar kondisi bayi di inkubator, dan biaya yang begitu berat bagi mereka .. maka segala sesuatu yang bisa di jual .. di jual saja untuk segera melunasi biaya Rumah Sakit … Dengan kondisi yang panik & sedih ini, sang ayah segera berangkat dari Klaten menuju Karawang, untuk mendampingi sang istri dan menebus bayi-nya dari rumah sakit. Namun di tengah situasi yang berat ini, Tuhan tidak meninggalkan keluarga ini .. SMS yang di kirim ke SMS Center Peminjaman Inkubator Gratis, segera mendapat jawaban, dan segera di koordinasikan dengan kami, agen relawan wilayah Jonggol. Inkubator segera di siapkan .. di bersihkan .. di sterilkan .. di cek fungsi2-nya 🙂 Kira2 jam 7 malam sampailah keluarga ini dari Karawang, di antar mobil sewa.

Dan berceritalah ayah ibu bayi ini mengenai kondisi mereka, mulai dari kelahiran bayi yang sebelum waktu-nya, BPJS yang ternyata bukan BPJS Kesehatan, sampai kondisi sang ibu yang terpaksa berhenti kerja karena melahirkan, dan ayah-nya yang juga tidak ada penghasilan pasti karena bekerja sebagai buruh serabutan.. Hp sang ayah udah mulai sering error .. sementara sang ibu tidak ada hp .. Padahal hp untuk ibu ini sangat penting untuk komunikasi dengan SMS Center. Tuhan sungguh baik, pada siang hari sebelum keluarga ini datang, ada seorang bapak baik hati menyumbangkan hp sederhana. Maka segera kami salurkan donasi hp tersebut. Sang ayah sampai menangis terharu karena merasakan kebaikan Tuhan di tengah kondisi keuangan yang morat marit ini. Adik bayi juga memerlukan tabung oksigen, karena paru-paru belum kuat .. dan lagi-lagi betapa baik Tuhan mengasihi keluarga ini, karena tabung oksigen baru saja kemarin-nya di kembalikan oleh peminjam sebelum-nya .. jadi bisa di pinjamkan buat adik bayi 🙂 Menjelang pulang, ternyata sang ibu belum menghasilkan ASI .. dan pihak rumah sakit menyarankan agar adik bayi di beri susu BBLR .. Kembali kami salurkan donasi susu BBLR dan susu Lactamom untuk ibu menyusui .. lagi-lagi .. ayah bayi trenyuh dan meneteskan air mata .. karena merasakan betapa besar kasih Tuhan buat mereka 🙂 Sehat terus cepat besar yah adik bayi cantikk 🙂 Tuhan sungguh mengasihimu .. :)”


Terimakasih kepada prof Raldi Artono Koestoer, mas Ibnu ‘Rehan’ Roihan, bp Renthona Singarimbun, ibu Lili Lie, ibu Betty Eljani, cik Odilia Astuti Wijono Banjuradja, Jo-Jo Puspa, koh Ari Sadewo Wahyu .. Semua anggota COOL Mahoni : Gerryawan Liem, Mei Ing, Vitriana Damayanti, Hepi Nuarti, Meyman Gulo, Meiboni Zebua, Prisca Mauretz, Nurpatria Mauretz, Zita Irwana, Anastasia Vitta, Erik Aditya Yudha, Nona Chaty Joseph, Ruth Cory Lusianna, Holy Butar .. dan masih banyak lagi yang tidak dapat di sebutkan satu per satu .. Tuhan berkati kita semua atas pelayanan ini 🙂

Bagi rekan-rekan semua yang baik hati, mari kita sebarkan info peminjaman inkubator & lampu foto terapi gratis ini ya .. supaya lebih banyak lagi bayi prematur, bayi kuning & keluarga-nya yang bisa tertolong 🙂 God bless

Bratislava nuju Budapest Raldi A. Koestoer

Perjalanan dari Bratislava menuju ke Budapest lamanya 2,5 jam dengan coach-bus Eurolines. Bus itu isinya hanya 10 orang jadi kami bisa slonjoran didalam. Dan enaknya sudah dilengkapi dengan wifi gratis dan charger HP. Mau apalagi ? Jalannya di Eropa bagus gak ada lubang2 tolnya rata semua. Kanan kiri pemandangan tertutup salju tipis, WC tersedia, shockbreaker empuk. Tinggal kita tidur saja dengan senderan bisa di tracking ke belakang.

Inkubator Menolong Bayi Cileungsi

Puji Tuhan .. terimakasih Tuhan .. Atas pertolongan Tuhan .. peminjaman inkubator gratis sore tadi sudah terlaksana dengan baik. Ceritanya, siang tadi jam 11.30 an kembali suster Evlin Gledis dari ruang NICU RSUD Cileungsi hubungi kami via WA, menanyakan apakah ada inkubator yang bisa di pinjam. Setelah kami pastikan bahwa ada inkubator untuk di pinjamkan, suster Evlin segera hubungi ke pihak keluarga, bahwa ada inkubator yang bisa di pinjam, gratis. Pihak keluarga rupa-nya masih kurang yakin bahwa benar2 gratis, lalu mereka hubungi salah satu kerabat yang bekerja sebagai perawat di RS lain. Ternyata, kerabat yang perawat ini belum pernah dengar ada inkubator di pinjamkan gratis 🙂

Maka suster Evlin harus meyakinkan keluarga bahwa peminjaman ini benar2 gratis. Setelah bertemu dengan pihak keluarga yang tinggal di kampung Jeprah RT 001 RW 011 desa Jonggol, kecamatan Jonggol, kami akhirnya paham, mengapa keluarga ini khawatir untuk biaya peminjaman. Ternyata, ayah ibu bayi Sabrina, yaitu bp Asep & ibu Leli, sehari-hari-nya tidak ada penghasilan tetap. Ayah bayi kerja serabutan, ibu bayi tidak bekerja. selain itu, kondisi ibu Leli juga tuna rungu dan kurang bisa bicara, tangan kiri dan kaki kiri kurang ada tenaga, jadi kalau menggendong bayi tidak bisa bertumpu ke tangan kiri. Untuk segala aktivitas harus di bantu nenek bayi.

Tapi di tengah kondisi Ayah Ibu bayi yang serba terbatas itu, kami melihat bagaimana Tuhan mengasihi keluarga ini. Ibu Leli yang hamil kembar, melahirkan di usia kandungan 8 bulan, posisi bayi dalam kandungan, yang satu normal, yang satu lagi melintang.

Bisa di bayangkan bagaimana kesulitan keluarga ini untuk masalah biaya. Syukurlah, perangkat desa tempat mereka tinggal, membantu pembuatan BPJS darurat, yang menggunakan surat keterangan tidak mampu, baik untuk ibu bayi .. maupun untuk bayi kembar-nya. Sayang sekali bayi kembar yang sulung, lahir dengan berat 1700 gr akhirnya berpulang kepada sang Pencipta, setelah bertahan 3 minggu, karena kelainan jantung. Sehingga tinggal sang adik, yang lahir dengan berat 1300 gr yg bertahan hingga 37 hari di RSUD Cileungsi, sampai kondisi paru2 yang tadinya infeksi, akhirnya sembuh & stabil. Bayi Sabrina pulang ke rumah dengan berat 1475 gr setelah di rawat selama 37 hari 🙂

Dengan berat 1475 gr, bayi Sabrina memerlukan inkubator untuk di pakai di rumah 🙂 Keluarga bayi sangat mengucap syukur karena peminjaman inkubator ciptaan Prof Raldi Artono Koestoer ini benar2 gratis 🙂 Sungguh terharu melihat bagaimana guyub rukun nya keluarga & tetangga di sekitar rumah bayi Sabrina ini. Begitu inkubator datang, semua tetangga dan kerabat berkumpul menyambut bayi & inkubator nya 🙂 Heboh dehh 🙂

Sesampai di rumah, bayi Sabrina menangis karena lapar & haus. Bayi Sabrina belum bisa menyusu langsung pada ibu. ASI di pompa hasilnya sedikit. Sementara sang ayah pergi membeli susu khusus untuk bayi BBLR, tidak berhasil. Akhirnya, puji Tuhan ada persediaan susu BBLR di rumah kami yang bisa di berikan untuk bayi Sabrina, semoga cocok ya susu BBLR nya 🙂 Terimakasih kepada bapak donatur yang baik hati 🙂 Sehat terus yah adik bayi Sabrinaaa .. Tuhan sangat mengasihimu 🙂

Terimakasih kepada prof Raldi Artono Koestoer, mas Ibnu ‘Rehan’ Roihan, bp Renthona Singarimbun, ibu Margaret Lie, ibu Betty Eljani, cik Odilia Astuti Wijono Banjuradja, Jo-Jo Puspa, koh Ari Sadewo Wahyu .. Semua anggota COOL Mahoni : Gerryawan Liem, Mei Ing, Vitriana Damayanti, Hepi Nuarti, Meyman Gulo, Meiboni Zebua, Prisca Mauretz, Nurpatria Mauretz, Zita Irwana, Anastasia Vitta, Erik Aditya Yudha, Nona Chaty Joseph, Ruth Cory Lusianna, Holy Butar .. dan masih banyak lagi yang tidak dapat di sebutkan satu per satu .. Tuhan berkati kita semua atas pelayanan ini 🙂

Bagi rekan-rekan semua yang baik hati, mari kita sebarkan info peminjaman inkubator & lampu foto terapi gratis ini ya .. supaya lebih banyak lagi bayi prematur, bayi kuning & keluarga-nya yang bisa tertolong 🙂 God bless


Adilla Pratiwi 82 78.37 67 78 77
Adimas Yosia Prasetiyo 82 79 84 81 81
Andreas Exa Saputra 87 82.26 86 95 87
Ayu Jayanti 82 79.11 78 79 80
Aziza Nurul Fitri 82 81.21 83 76 81
Cindhy Nafa Sari 82 81.58 74 74 79
Dano Hanifah 82 65.88 62 58 68
Dicky Nurachman 81 81.95 71 87 80
Dinda Rahmadita 82 81.74 84 91 84
Dinda Wulan Alindi 82 81.32 77 78 80
Dwira Satria Arby 85 82.26 71 84 81
Dyah Pustika Apsari 82 81.58 77 74 79
Edgar Harvian Tanchurya 82 80.16 75 75 79
Felita Setiawati Haryo Subowo 82 81.53 73 84 80
Ferdinand Teguh 82 78.95 78 86 81
Fidhela Setiawati Haryo Subowo 82 81.63 80 86 82
Galuh Yustisia Nugroho 82 81 88 75 82
Irvi Nurul Jannah Siahaan 81 80.89 81 85 82
Jessica Mediasri 82 81.53 70 79 79
Kenny Fathurrahman 85 79.53 75 83 81
Medhira Fathinadia 82 77.89 92 75 81
Meilia Agatha Priska Sinabariba 87 82.16 68 77 80
Mimin Edwar 82 81.47 62 75 76
Mu’to Naimah 82 81.16 71 70 77
Nanda Rachmintan Septira 82 77.22 81 70 78
Resa Astuti Harahap 82 81.16 65 81 78
Rininta Rahmadianti 82 81.63 80 81 81
Rizky Alya Putri 82 81.53 88 89 84
Salsabila Putri Styaningrum 85 81.37 80 84 83
Septiana Crista Debora 81 81.63 82 79 81
Shania Asril Anwar 81 79.56 73 75 78
Tiffany Karisma 81 76 79 58 75
Verrel Alhafizh 85 81.21 84 85 84
Widia Rahayu Nita 81 80.74 80 76 80
Zelika Razna 85 77.58 76 75 79
Zhafira Rahmayanti 82 81.89 80 76 80

Bayi Prematur Hari ini 18Des16

Y Bayi Prematur dan Neonatal

18/12/2016 12:54:27
Dear Tim UI, 1. Alhamdulillah semakin sehat, nyaman & nyenyak ketika tidur. 2. Pagi tadi ditimbang 2,55kg. Mulai kemarin kita coba tanpa inkubator, kalau semakin baik mgkin hari rabu kita antarkan ke UI. Terimakasih banyak team UI..
Kuswanto bekasi

18/12/2016 08:28:34
Sudah tidak d inkubator pak,kmarin sudah di ambil pak aji.trimakasih banyak tim ui sudah meminjamkan inkubator gratis untk anak saya..trimakasih banyak
dwi cahyono mojokerto

8/12/2016 08:20:33
Iya sekarang sudah mendingan .mksh bnyk atas perhatianya dan peminjaman inkubatornya ya pak..
April Istiar Purbalingga

18/12/2016 08:02:53
Alhamdulillah Sudah 2,4kg. Rencana mau balikin Inkubator. Apakah hari mggu buka? (Red: Tutup mas)…
Dwi Poedjiastono TangSel

18/12/2016 07:59:09
Alhamdulillah sudah, cek up sudah normal kuningnya. Bisa dikembalikan ke mana ya alatnya? Terima kasih banyak, alatnya sungguh membantu.
dian kurnia jagakarsa

18/12/2016 07:27:19
Alhamdulillah sehat, hari ini beratnya 1925gr, terimakasih
Siti Masruroh Mojokerto

18/12/2016 07:23:40
Alhamdulilah bayinya nyaman tidur di inkubator, berat badannya sudah 2200 g
muhlasin banjarnegara

18/12/2016 07:22:13
Alhamdulillah pak dedenya nyaman tidur di inkubatornya. Berat dedenya sekarang sudah naik alhamdulillah 1.360 gram. Mohon maaf pak saya agak telat lapornya, tadinya jam 8an saya akan lapor. Terimakasih banyak bapak/ibu atas bantuan dan doanya.
andry cimahi

18/12/2016 07:17:17
1.Alhamdulillah sehat,nyaman pak. 2.Beratnya 1900gr. Terimakasih
zulfa tangerang

Jadi Penceramah Seminar Kesehatan

Ngimpi apa saya, koq tahu-tahu ikut jadi penceramah pada sebuah seminar kesehatan di Bandung. Bermula dari pesan WA yang dikirim oleh pak Budiman dari RBC (Rumah Bersalin Cuma-cuma): [10:57, 9/30/2016] RBC Dir: Assalamualaikum..sehat prof?
[13:12, 9/30/2016] RBC Dir: Dalam rangka Milad 12 th Klinik RBC( Rumah Bersalin Cuma-cuma) kami akan mengadakan event selama 2 hari, tgl 25 & 26 , hari pertama akan mengadakan seminar kesehatan, dan hari kedua ceramah..untuk seminar salah satu pemateri yg akan kami undang adalah bpk prof Raldi mewakili pemerhati kesehatan..smg prof ada waktu dan bersedia …maaf dok baru via wa, resminya akan kami kirim proposal nya, maaf dan trims..

Kenudian setelah dua kali diundur dari tgl 25 Okt lalu 23 Nov dan diundur lagi 03Des, jadilah kemudian seminar tsb diselenggarakan.


Pembicaranya a.l. – Dr. H. Hanny Rono S., Sp.OG(K), M.M  – dr. Jeffry Iman Gurnadi, SpOG(K) FM, M.Kes (Praktisi Kesehatan, Founder RBC) – Dr Tita Farida. Sp.A, M.Kes  – Raldi A. Koestoer (bukan dokter) dan Bidan Kesih (Bidan peraih Srikandi Award).

Pagi dari rumah jam 07.10 kami berangkat dari rumah Gg Bekmisar Kahfi 2 Cipedak Jaksel, bersama Rehan asisten saya di Tim Inkubator UI dan Gatot manager transportasi. Kami berbekal 1 unit inkubator dan 1 unit fototerapi yang akan kami hadiahkan kepada RBC sebagai kado ulang tahunnya. Sepanjang perjalanan saya kebanyakan tidur saja sampai di Pasteur baru bangun. Jl Pajajaran tidak sulit menemukannya. Poltekkes itu ternyata cukup besar bahkan mungkin tanah luas di Jalan itu milik Kemenkes semua. Karena gedung-gedung disebelahnya kelihatannya dibawah Dinas Kesehatan semua. Disambut oleh pak Budiman saya langsung masuk auditorium yang cukup besar bahkan ada balkonnya. Ruangan penuh dengan ibu-ibu. Perkiraan saya mereka itu pastilah bidan dan perawat sekitar Bandung.

Sungguh saya tidak menyangka sebegitu banyak audience-nya. Rupanya saat saya masuk ibu dokter Tita (Dr Tita Farida. Sp.A, M.Kes) baru memulai paparannya. Tentu saja karena beliau dokter spesialis anak dan ceramahnya tentang bayi, saya menyimak dengan penuh perhatian. Buat saya ini sebuah kuliah saja. Inilah kira-kira isinya

1) Evidence based dalam menegakan diagnose Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) dan Klasifikasinya 2) Evidence based faktor risiko, penyebab, permasalahan yang menyertai Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) 3) Evidence based dalam penatalaksanaan dan terapi penatalaksaan Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) 4) Metode Kangguru 5) Simulasi Resusitasi bayi baru lahir.


Dengan ibu dokter Tita Farida SpA dari RS Batangkara Bandung

Duh banyak juga saya dapat ilmu dari ibu dokter Tita dari RS Bayangkara Sari Asih. Sesudah makan siang jam 13, mulailah giliran saya bicara. Waktu yg diberikan pada saya 1 jam 15 menit. Tentu presentasi saya lengkap dengan clipon mic, video dan sound-system. Termasuk meja kecil utk show-up inkubator. Pastilah ruang auditorium itu terkadang ramai dengan tepuk tangan karena lebih mirip acara inspirasi dan motivasi. Sekaligus saya peragakan cara operasi inkubator Grashof kami yang sangat mudah. Hanya tinggal tekan tombol sekali waktu start dan sekali waktu matiin setelah selesai pemakaian 24 jam x 30 hari (biasanya orang pinjam satu bulan). Pastilah waktunya jadi melar baru selesai jam 14.30.  Dibawah ada foto bersama pak Habe Sungkaryo direktur RBC (jenggot tebal).


Untuk saya seminar ini sangat istimewa, kenapa ? Puluhan kali saya bicara di seminar tapi hampir semua mengenai engineering dan teknologi. Baru kali inilah saya berdampingan dengan para dokter atau para ahli kesehatan. Walaupun sudah beberapa kali turut menguji  S3 di FIK (Fak Ilmu Keperawatan) dan saat ini ada disertasi yang sedang berjalan dibidang Bi0medik FKUI. Tak lupa kami sampaikan juga bahwa sudah lebih dari 1500 bayi tertolong sejak 4 tahun kami memulai aktivitas ini.

Alhamdulillah semoga dengan syiar peminjaman gratis inkubator di Bandung ini, akan lebih banyak lagi bayi prematur yang tertolong.

Coding Excell Farrel

Data kami di Excell baru sekarang sempat diolah. Kami minta bantuan dari seorang mhs teknik mesin angkatan 2015 namanya Farrel. Kemudian dengan caranya yang luarbiasa…yaitu membuat program dengan MACRO-EXCELL. Dan hasilnya menakjubkan, kami bisa mengetahui berapa jumlah persis setiap tahun bayi yang kami tolong. Sekaligus juga kami bisa search apa saja, mulai dari nama bayi, berat bayi, tgl lahir dan banyak lagi yang lain. Dibawah inilah Codingnya…Bravo Farrel…


Sub SearchBox()

Dim myButton As OptionButton
Dim MyVal As Long
Dim ButtonName As String
Dim sht As Worksheet
Dim myField As Long
Dim DataRange As Range
Dim mySearch As Variant

‘Load Sheet into A Variable
Set sht = ActiveSheet

‘Unfilter Data (if necessary)
On Error Resume Next
On Error GoTo 0

‘Filtered Data Range (include column heading cells)
Set DataRange = sht.Range(“A4:K517”) ‘Cell Range
‘Set DataRange = sht.ListObjects(“Table1”).Range ‘Table

‘Retrieve User’s Search Input
mySearch = sht.Shapes(“UserSearch”).TextFrame.Characters.Text ‘Control Form
‘mySearch = sht.OLEObjects(“UserSearch”).Object.Text ‘ActiveX Control
‘mySearch = sht.Range(“A1″).Value ‘Cell Input

‘Loop Through Option Buttons
For Each myButton In ActiveSheet.OptionButtons
If myButton.Value = 1 Then
ButtonName = myButton.Text
Exit For
End If
Next myButton

‘Determine Filter Field
myField = Application.WorksheetFunction.Match(ButtonName, DataRange.Rows(1), 0)

‘Filter Data
DataRange.AutoFilter _
Field:=myField, _
Criteria1:=”=*” & mySearch & “*”, _

‘Clear Search Field
sht.Shapes(“UserSearch”).TextFrame.Characters.Text = “” ‘Control Form
‘sht.OLEObjects(“UserSearch”).Object.Text = “” ‘ActiveX Control
‘sht.Range(“A1”).Value = “” ‘Cell Input

End Sub

Berikut sedikit contoh datanya untuk bayi yang kami tolong th 2014:

Gazelle Al Muchsin Sitti Nur Afny Andri Ramadan RS Budi Kemuliaan Jakarta 08778242574xx
Nabila M. Ayu Ningsih Rohmani RSUD Cilegon Lampung –
Malika Salma Alwi Lindawati Muhammad Alwi RSI Cempaka Putih Jakarta 0877820097xx
Qhanaya Harisha Putri Febriy Hari Saputra Bogor 08966577345xx
Haikal As Sirozi Fera Rosmayanti M. Sirozjudin RS Al Ikhsan Bandung 0857212158xx


Mohon doa anda agar kami bisa menyebarkan peminjaman gratis inkubator ini ke seluruh Nusantara. FYI saat ini sudah ada di 39 kota dan atau kabupaten kota.

Jelang Pertemuan Agen Relawan

Ide menulis sesuatu menjelang pertemuan para agen relawan peminjaman gratis inkubator bayi ini baru datang tadi sore selagi pulang kantor. Kemarin saya posting di WA Agen Relawan, bahwa para agen perlu bertemu dan saya usul lokasinya (istilahnya sekarang TKP) sebaiknya di Jawa-Tengah. Semua tentu paham bahwa agen yang paling banyak itu berada di Jawa-Tengah dan Jogja. Jadi tentu lebih fair bila kita selenggarakan meeting itu di salah satu kota Jateng.

Bulan Juni lalu pak Adji dari Surabaya pernah juga usul ide yg sama. Walaupun saat itu saya setuju, namun dalam hati saya masih mikir. “Memangnya siapa yang mau sponsorin ?”

Setelah sabtu yang lalu saya bertemu dengan pak Candra dan pak Harry. Yang di FB saya panggil ‘Mujahid Joglo’ Jogja Solo, barulah terpikir oleh saya pentingnya sebuah pertemuan. Pertanyaan yang diajukan baik pak Candra maupun pak Harry membuat saya tersadar bahwa… banyak sekali pengalaman kami di Markas ini, yang notabene sudah menolong lebih dari 1500 an bayi, yang perlu di-share kepada para agen. Rasanya belum pernah ada, orang atau institusi sekalipun yang pernah menangani demikian banyak bayi prematur (yang pastilah bermasalah…FYI tidak ada bayi prematur yang tidak bermasalah) dengan metodologi yang sangat praktis. Buat kami di markas yang HANYA DUA ORANG SAJA, menolong bayi prematur seperti, kalau orang Betawi bilang ‘kaya makan kacang goreng aja’. Artinya saking seringnya kita lakukan setiap hari, sampai rasanya enteng saja tidak berat sama sekali. Bahkan tidak cemas sama sekali. Itupun kami kerjakan sambil kami bekerja profesional. Saya sebagai dosen di UI dan asisten saya mas Rehan, sambil sekolah menyelesaikan studi S2 nya. Kakak saya dokter anak senior (usianya 73 th) beliau inilah yang th 1989 dulu menyuruh saya untuk bikin inkubator, yang tentu saja sudah praktek puluhan tahun, tidak pernah menangani bayi prematur kembar tiga sedangkan kami di markas sudah beberapa kali menangani prematur kembar 3.

Satu hari ada rekan dosen kolega di lab yang datang pagi-pagi ngobrol di kantor saya sambil ngopi. Beliau tanya sudah berapa bayi yg ditangani, saya jawab biasa saja ‘sudah 1500’, demikian jawab saya, tentu saja ini membuatnya terkejut. Tapi pernyataan saya selanjutnya ini bikin beliau lebih kaget lagi. “Bulan lalu kami baru menolong bayi kembar tiga……  UNTUK YANG KETUJUH KALINYA”  – ini bikin kopinya muncrat dari mulut -. Untung saja beliau tidak menghadap ke saya, tapi rada kesamping, sehingga saya selamat dari semburan kopinya…

BTW masih ada segudang lagi cerita baik dari saya maupun mas Rehan, yang tidak akan habis dalam waktu 7 jam sekalipun. Karena tentu saja kepada para agen relawan saya akan cerita blak-blakan semua yang ada -behind the scene-. Isi dapurnya dari apa yang kami alami di markas. Saya sitir kata-kata pak Adji agen kita di Surabaya, bila ditanya apa suka dukanya mengurus peminjaman inkubator gratis ini ? … Tidak ada dukanya…SUKA SEMUA.

Kembali ke meeting yang kita rencanakan. Kira-kira saya sih satu hari penuh cukuplah untuk meeting kita agar bisa saling tukar menukar pengalaman. Kalau kita mulai jam 9 maka 15 menit pertama pembukaan dan agenda pertemuan. Setelah itu 15-30 menit perkenalan antar agen relawan, inipun bisa disambung dengan break kopi. Kemudian 1 jam pemaparan dari saya termasuk pemutaran beberapa kliping video. Dilanjut dg 1 jam tanya jawab dan komentar, usulan, dlsb. ISHOMA jam 12-13 Istirahat Sholat dan Makan Siang.

Acara siang 1 jam pertama ide saya adalah konten medis ttg 1) Kelahiran bayi 2) Bayi prematur 3) Bayi kuning. Tentu saja saya mengharap rekan senior perawat kita ibu Heni dan ibu Anggoro serta dokter Sylvie. Lebih berperan daripada saya sendiri. 1 jam lagi adalah Rencana selanjutnya. Misalnya Jateng perlu jadi contoh terutama karena sudah bisa saling mengisi antara 1 kota dengan kota lain yg inkubatornya kurang. Soft promotion seperti apa yg sesuai dengan visi misi kita. Lalu Bgmn mempercepat penyebaran ke Sumatera Kalimantan Sulawesi dan Indonesia Timur. Kerjasama seperti apa yang patut kita jalankan. Sudah ada penawaran dari satu BUMN utk CSR mereka, namun format yang sesuai masih perlu kita bicarakan.

Tentu saja saya berterimakasih kepada bapak-bapak yang sudah menyatakan ingin membantu dan mendukung. Untuk saya pernyataan itu kurang tegas. Pernyataan yg tegas itu begini: ” Saya Mr XXX bersedia untuk menjadi PIC nya”. Nah itu baru tegas. Itulah ide sementara yang ada, tentu saja usulan dan komentar dari para agen akan sangat dihargai untuk bisa meningkatkan layanan kita agar bisa menolong lebih banyak bayi prematur dan BBLR.

Live Simply Love Generously

Piano lessons


At the prodding of my friends I am  writing this story.  My name is Mildred Honor. I am a former  elementary school Music Teacher from Des Moines, Iowa.

I have  always supplemented my income by Teaching Piano Lessons… Something  I have done for over 30 years. During those years,
I found that Children have  many levels of musical ability, and even though I have never had the  prodigy, I have taught some very talented students. However, I have also had my share of what I call ‘Musically Challenged  Pupils.

One such Pupil being Robby. Robby was 11 years old when his Mother (a Single Mom) dropped him off for his first Piano Lesson.

I prefer that Students (especially Boys) begin  at  an earlier age, which I explained to Robby.  But  Robby said that it had always been his Mother’s Dream to hear him  play the Piano, so I took him as a Student.

At the end of  each weekly Lesson he would always say ‘My Mom’s going to hear me Play someday.’  But to me, it seemed hopeless, he just did not have any Inborn Ability. I only knew his Mother from a distance as she dropped Robby off or waited in her aged Car to pick him up.  She always waved and smiled, but never dropped  in.

Then one day Robby stopped coming for his Lessons.   I thought about calling him, but Assumed that because of his lack of Ability he had decided to pursue something else.  I was also glad  that he had stopped coming. He was a Bad Advertisement for my Teaching!

Several Weeks later I mailed a flyer recital to the  Students’ homes. To my surprise, Robby (who had received a flyer)  asked if he could be in the Recital. I told him that the Recital  was for current Pupils and that because he had dropped out, he really did not Qualify.

He told me that his Mother had been Sick and Unable to take him to his piano lessons, but that he had been practicing.  ‘Please Miss Honor, I’ve just got to Play,’  he insisted. I don’t know what led me to allow him to play in the  Recital – perhaps it was his insistence or maybe something inside of me saying that it would be all right.

The night of the Recital came and the high school gymnasium was packed with Parents,  Relatives and Friends. I put Robby last in the Program, just before I was to come up and thank all the Students and Play a finishing  piece. I thought that any damage he might do would come at the end of the Program and I could always salvage his poor performance  through my ‘Curtain Closer’.

Well, the Recital went off without a Hitch, the Students had been Practicing and it Showed.  Then Robby came up on the stage. His Clothes were Wrinkled and his Hair looked as though he had run an egg beater through it. ‘Why wasn’t he dressed up like the other Students?’ I thought.  ‘Why didn’t his Mother at least make him Comb his Hair for this Special  Night?’

Robby pulled out the Piano bench, and I was Surprised when he announced that he had chosen to play Mozart’s Concerto No.21 in C Major.  I was not prepared for what I heard next.   His fingers were light on the keys, they even danced nimbly on the Ivories.  He went from Pianissimo to Fortissimo, from Allegro to Virtuoso; his Suspended Chords that Mozart demands were  Magnificent!  Never had I heard Mozart played so well by anyone his age.

After six and a half minutes, he ended in a Grand Crescendo, and everyone was on their feet in Wild Applause!!!  Overcome and in Tears, I ran up on stage and put my arms around Robby in Joy.

‘I have never heard you Play like that Robby,  how did you do it?’  Through the Microphone Robby explained:  ‘Well, Miss Honor, Remember I told you that my Mom was sick?   Well, she actually had Cancer and Passed Away this Morning.  And well… she was Born Deaf, so tonight was the first time she had ever heard me Play, and I wanted to make it  Special.’

There wasn’t a Dry Eye in the house that  evening.  As People from Social Services led Robby from the stage to be placed in to Foster Care, I noticed that even their Eyes were red and Puffy.  I thought to myself then how much Richer my Life had been for taking Robby as my Pupil.

No, I have never had a Prodigy, but that night I became a Prodigy…  of Robby. He was the Teacher and I was the Pupil, for he had taught me the meaning of Perseverance and Love and Believing in Yourself, and may be even taking a chance on someone and you didn’t know why.

Robby was Killed years later in the Senseless  Bombing of the Alfred P. Murray Federal Building in Oklahoma City  in April, 1995.

A Footnote to the story. If you are thinking  about Forwarding this Message, you are probably wondering which People on your address list aren’t the ‘appropriate’ Ones to receive this type of Message. The Person who sent this to you believes that we can all make a Difference!!!

Thank you for reading this… !! May God Bless You Today, Tomorrow and Always.

If God didn’t have a Purpose for us, we  wouldn’t be here!
Live Simply.
Love Generously.
Care  Deeply.
Speak Kindly.

Bayi di Aceh tertolong…

Blood For Life Foundation added 4 new photos.

Bahagia itu yang ada dalam hati kami melihat pasangan Muda yang baru menikah dan memiliki bayi yang tampan meskipun pada saat lahir beratnya 1100 gram atau 1,1 kg di RS.Ibu dan Anak …
Kami mengecek kondisi bayi yg bernama Raji Yurkiansyah yg memakai Inkubator Portabel….meskipun hujan lebat..akhirnya kami sampai di Gampong dyah Baro Lampase Banda Aceh…Rumah kontrakan papan yang sederhana tapi semangatnya luar biasa…Alhamdulilah setelah memakai inkubator portabel beratnya si bayi sudah 1,7 kg dan kondisi sehat serta ibunya juga bisa istirahat yg cukup dan terus memberi ASI agar kondisi berat bayi cepat normal…Alhamdulilah hampir 2 tahun yg lalu Prof Raldi dari Universitas Indonesia Seorang penemu inkubator portabel mengamanahkan 2 unit inkubator portabel kepada BFLF sudah 7 bayi premature yang menggunakan inkubator portabel ini dan alhamdulilah sehat2 semuanya……………..
Niat kami semoga Inkubator Portabel ini bisa di miliki seluruh kab dan kota se Aceh sehingga bayi2 Premature yang lahir di Aceh dan menjadi normal kembali dengan peminjaman Gratis ke Rumah orang tua yang memiliki bayi2 premature tidak ada masa waktu peminjaman sampai bayinya normal baru dikembalikan ke BFLF…Mohon doa sahabat agar niat ini terwujud..amin ya Rabbal alamin




Harsumud 28 Okt

Harsumud, Hari Sumpah Pemuda dirayakan setiap tanggal 28 Okt. Kalau dulu saya pernah tanya pada bapak saya,”Koq bisa sih para pemuda itu bikin sumpah sakti, dan betul terasa sakral sampai puluhan tahun kemudian.”Padahal saat itu negara Indonesia saja belum ada.  Bapak saya cuman bilang ” Itu sudah kehendak Allah.”

Saya sendiri merasa bahwa pemuda masa itu memang luarbiasa semangatnya. Bukan berarti dimasa berikutnya juga kurang semangat. Tapi mungkin karena gejolak perjuangan saat itu memang begitu memuncak, terutama rasa ingin membebaskan diri dari kungkungan penjajajhan Belanda. Fotonya hari ini di harian Kompas terpampang dan tertulis beberapa nama mulai dari Prof Mr Sunario s/d dr Pangaribuan Siregar. Tanpa mengecilkan semua yang hadir pada pertemuan bersejarah itu.

Lihat daftar panitia dan peserta kongres tahun 1928 itu, di link berikut

Nasionalisme pemuda jaman kini mulai bangkit juga. Utamanya di media daring, kita tidak menutup mata terhadap penggunaan medsos yang diantaranya untuk maksud negatif. Namun bisa dilihat para pemuda dan mahasiswa kita sekarang yang tanggap terhadap keunggulan internet, sudah mulai bergerak menolong sesama dengan mnggunakan media daring ini. Mulai dari media sosial, sampai dengan penggunaan blok sudah banyak menolong gol pra-sejahtera. Ada juga yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan juga meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat bawah. Diantaranya dan tak lupa kegiatan kami menolong bayi prematur dengan link:

Sudah tertolong lebih dari 1500 bayi di 37 kota/kabupaten seantero Nusantara. mohon doa bapak dan ibu sekalian semoga kami bisa menolong bayi diseluruh Nusantara. Visi kami adalah menolong bayi dengan meminjamkan dengan gratis inkubator gratis utamanya untuk kalangan tidak mampu. Lihat brosur kami.


Tentu saja promosi di dunia daring di motori oleh anak-anak muda, yang dengan trampil membuat hubungan dengan banyak pihak menjadi lancar. Tentu tanpa kecanggihan dunia IT tak mungkin kami mampu menjangkau 37 kota dan kabupaten. Dan lucunya justru kami menggunakan Teknologi 2G yang sudah agak ketinggalan tapi malah bisa tembus sampai dengan gol yang paling bawah. Pemulung saja sekarang punya Handphone sehingga bila mereka ingin minta bantuan untuk pinjam inkubator mereka bisa langsung menghubngi kami melalui SMS Center gateway

0856 5931 2070

Dengan teknologi ini kami bisa tembus ke semua golongan. Sekalipun silaturahmi dengan agen relawan semua dilakukan dengan Whatsapp. Inti dari aktivitas sosial menolong bayi prematur ini adalah karena jaringan agen relawan yang dibangun berbasiskan kearifan-lokal kita yaitu GOTONG-ROYONG.

Jadi bayi di Aceh ditolong oleh orang Acehbayi di Cilegon ditolong oleh oreang Cilegon, bayi di Malang ditolong oleh orang Malang. Masyarakat sudah bisa berdaya sendiri. Dari tadinya aktivitas ini bermula dari Pengabdian Masyarakat di kampus sekarang sudah menjadi aktivitas Pemberdayaan Masyarakat seluruh Nusantara.


































































































































































Kalimat Ajakan

1 BAHAGIA: Berbagi Kebaikan, menolong sesama, melihat Senyum Lepas Terpancar, dan menggerakan Masyarakat Nusantara untuk saling Bergotong-royong.
2 Inti dari penggugah sosial: berbagi dan memberi lebih. Semangat penggugah sosial itu datang dari semangat berbagi. Jadilah bermakna untuk sesama, dan juga semesta.
3 Kita harus berkarya nyata untuk kepentingan sosial. Saatnya menghidupkan gotong-royong dan kepedulian. Ciptakan kehidupan produktif penuh gerakan dan aksi melayani mereka yang belum sejahtera.
4 Keinginan kuat memperbaiki masa depan datang dari mereka yang sudah selesai dengan dirinya. Mari lakukan tindakan bermakna. Lepas dari masa lalu, mengutamakan kesejahteraan masyarakat, dan menghilangkan egosentris dan egosektoral.
5 “Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.” – Mahatma Gandhi
6 Berbagi Kebahagiaan dengan Inkubator Gratis.
Kami hanya ingin memberi, berbuat kebaikan, menolong serta melayani bayi-bayi yang memerlukan kehangatan.
7 Sebuah bangsa yang bahagia adalah bangsa yang mengedepankan keterbukaan dan gotong royong, mengutamakan keterlibatan kolektif berkelanjutan. Keluar dari belenggu diri, dan hasrat menguasai.
8 Saatnya kita bergerak, mengurus yang tak terurus, memberdayakan yang tak terberdayakan, dan menyejahterakan yang belum tersejahterakan.
9 “We only live once. But if we do it right, once is enough. See beyond imperfection. Better NOW than LEVER (Later and Never).”
10 Mari mengambil langkah. Kitalah aktor penentu sejarah perjalanan bangsa. Mulailah sebuah tindakan nyata, saling berbagi dan memperhatikan kesulitan. Karena hidup adalah kebahagiaan yang harus kita bagikan.
11 end mailview-right

Intro to Mech Eng Midtest

Take Home Midtest
Introduction to Mechanical Engineering

Facilitator : Raldi A. Koestoer

Write in the first case above, Your Name, NPM, Email, Mobile Phone No., Group No.

Conditions: This take home midtest must be done individually. Open book, open note, open internet, it is forbidden to copy-paste. Date issued Friday 14/10/16 at 19.00. Should be collected from the classroom (every student) direct to the  coordinator and then coordinator to teacher Tuesday 18/10/16 at 16:00. Working with 12 points MSWord Times N Roman typeface.

Problem 1 (20%)
Explain briefly (0,5-1 page) what you want to do after completing your studies at UI in other words what profession you choose just after graduation. Furthermore, what your dreams or what would be your goal in the next 15 years (what do you want to be?).

Problem 2 (50%)
Power Plant (Steam Power Plant) is an installation for generating electrical energy then the energy will be transmitted and distributed all over the city and the countryside. Fuels used include coal, diesel (HSD) or gas. (A) Explain the working principle of this power plant, with four main components. (B) Explain with figures or schematics illustration, functions and principles of each of the four main components.
(C) See the last digit of your NPM (Student’s number). If your last digit include or in between of: 0-3: please choose Geothermal system, 4-6 Nuclear Power System, Solar Power System for 7-9. Explain with the picture of how the above system works and compare the advantages and disadvantages with the Steam Power Plant.

Problem 3 (30%)
Briefly explain (a) how a mechanical refrigeration cooling system works with four main components. The working fluid is used and why you should use such a strange working fluid on the system, why don’t use only water as the working fluid. (B) Fill in your group’s data sheet on the measurement of AC system. T means the temperature. T ambient outdoor air, T air out of condenser (outdoor unit), the average room indoor T, T air out of evaporator.
Now use your logical thingking to answer the following questions: (c) What is the inlet air temperature of Condenser? Why the temp in and out of condenser is different
And what is the evaporator inlet air temperature? Why the temp in and out of Evaporator is different. Describe all of your logic.

Masalah ortu bayi

Heh heh heh… Maaf semua, saya baru online… Ya, ibu Andi Musdariah dari Makassar agen relawan kita. Semestinya p Djaja Nur bisa kontak langsung. BTW kejadian spt bayi di Makassar itu sudah bbrp x terjadi di Markas dan sy yakin kejadian spt itu hampir tiap hr ada di negara kita ini. Mari kita pikirkan bgmn solusinya. Dg inkubator kita persoalan 50% bisa tertangani, sedang 50 sissanya masih puluhan juta bahkan ada yg lebih dr 100 jt…. Nanti dilanjut mau jemput orang dulu…
Yah ini saya lanjutkan cerita ttg masalah ortu bayi kg kekurangan dana utk bayinya yg masih di RS.
Suatu hari datang permintaan inkubator dari ibu Milah (nama samaran). Tentu kami layani spt biasa. Pada saat sudah terjadi kesepakatan ibu Milah kirim berita bahwa bayi tidak bisa keluar dari RS karena harus melunasi dulu tagihan yg besarnya k.l. dua digit. Hal yg sama pernah kami alami 2 th seblmnya namun tagihannya hanya satu digit saja. bila size-nya segitu Markas bisa membantu saat itu juga bayi bisa keluar. Perlu diketahui juga Agen Krawang pernah membantu ibu bayi yg kena tagihan dua digit utk mengeluarkan bayinya dari RS. Nah lanjut ke ibu Milah tadi, krn tagihannya besar saya berpikir mungkin salah satu donatur yg pernah membantu bisa turun tangan. Saya kontaklah, walaupun bisa membantu tapi hanya 1 digit saja, tentu masih kurang. Makin hari makin tambah tagihannya ibu Milah menjerit-jerit di SMS. Dan kami hanya berdoa saja… Ndilalah entah bantuan itu dtg darimana saya juga tidak tahu, setelah satu minggu ternyata akhirnya bayi bisa keluar dengan pelunasan yang sdh 2x lipat dari tagihan semula. Bayi ibu Milah akhirnya tertolong dg inkubator. Lima minggu kemudian setelah bayi sehat keluarga besar mereka datang dengan bayi kakek nenek om tante bapak dan ibu kakak bayi. Mereka mengucap terimakasih tak terhingga atas bantuan inkubator gratis sehingga bayinya yg saat itu tertidur digendongan ibu Milah sudah sehat.
Alhamdulillah…bahwa sebuah persoalan bisa ‘selesai sendiri’. Saya anggap saja bahwa semua itu selesai karena doa saya (Yang ini memang saya sering ke GR an).
Dulu waktu kami bincang-bincang dg bang Andi Noya (Kick Andy show), beliau kasi solusi begini. Yayasan Kick Andy sudah punya donatur tetap utk masalah URGENT. Shg bila diperlukan setiap saat bisa di call dan dana dikirim langsung pada yg butuh. Jadi tdk melalui bang Andi Noya lagi. Hanya info dan rekomendasinya saja yang berasal dari bang Andy Noya. Tentu saja Kick Andy dg metrotv-nya sudah sangat terkenal dan sudah mendapat kepercayaan yang besar dari masyarakat sehingga KA itu mudah mendpt donatur urgent spt diatas. Dan bang Andy juga kasi catatan begini “Pak Raldi kan melihat kami sekarang, spt-nya mudah, tapi dahulu kami juga susah merangkak sedikit demi sedikit, bahkan banyak juga dapat cemoohan orang.”
Namun demikian, tidak perlu kuatir, mintalah pertolongan pada Allah SWT, niscaya bantuan entah darimana akan datang. Dan kita tetap fokus menolong bayi dengan inkubator dan fototerapi gratis, karena orang lain tidak bisa melakukannya.
Bukankah kita merasakan ‘kebahagiannya’ kala bayi yang ditolong sudah sehat. Kita ikut bahagia bersama keluarga bayi, kita ikut bahagia bersama keluarga besar bayi. Sesungguhnya sebuah kelahiran itu seyogyanya membawa KEBAHAGIAAN.
Salam Semua from Raldi – Cipedak Jagakarsa.-

Foto pertama Agen Relawan Surabaya bpk Adji Pramudia. Foto kedua Agen Relawan Solo bpk Harry Sukono.













PTM 02 2016 v2 Senin GK306

Alan Habibullah 1406532614
Alvin Julian Rahmat 1506674154
Mohamad R Priatmoko 1506674141
Dhimas Andianto 1506674160
Muhammad A Dewantoro 1506674135
Davigara D. Primayandi 1506674173
Ignatia A Chita Nirmala 1506674236
Rayzi Rizqika 1506674223
Firhan Rizki Hardian 1506674192
Febrina Astarinadya 1506674204
Adryan Rizky Alviano 1506674210
Taufan Cahyo 1506674186
Muh Fa’iq Vidi Wardhana 1506674255
Dita Cahyani 1506674261
Hamida Yuan Malayin 1506674274
Muh Rayidd Fansuri 1506674280
Yahya Dimas Zakaria 1506674293
Arief Wildhan Naro Putra 1506674305
Savira E Dermawan 1506674311
Raden Bregas D Hatmojo 1506674324
Takdir Hidayat Salim 1506674330
Ryan Ramadhan Arifin 1506674343
Yala Abrara 1506674356
Immanuel Nunut Pardamean Poltak Saktiwan 1506674362
Alfien Muhammad 1506674381
Habibie Muhammad Ega 1506674425
Hardi Krisnanto 1506674394
Randitia Andika Putra 1506674412
Romy Rolineo Munthe 1506674375
Trianti Puji Sadermi 1506674406
Khairul Fakhri 1506674431
Anton Permana 1506674444
Nabila Alifani 1506674450
Muhammad Farrell Hidayat 1506674463
Afiq Amhar Nuryadin 1506674476
Muhammad Rizky Habibie 1506674482
Dadan Kosasih 1506674495
Mega Tri Hartono 1506674500
Erlangga Novtrama Ciko 1506674513
Ahmad Fauzan 1506690385
Muhammad Iqomatuddin K 1506724013
Afif Irfin 1506724234
Poly 1506724846
Muhammad Hadafi Faturrahman 1506725243
Febriyan Yusuf Anwar 1506725842
William Jerrel 1506725962
Felix 1506726164
Rho Asa Geo 1506726353
Bisma Renata Artala 1506727822
Bagas Pratomo 1506730376
Muhammad Rabbani Reksoprodjo 1506731864
Muhammad Hazmi Amirullah 1506734632
Ali Fajar Hadi 156728850
Shafyandra Farras Maulidina
Jeremy Ranatan 1506736991
Lulu Safira 1506734651
Lasta Azmillah Akbar 1506736410
Amadeus Dewangga 1506737161
Teddy Heriyanto 1506738315
Andika Ramadhan Gurnida 1506742943
Aria Dito Warganegara 1506742981
Umar Abdul Aziz 1506743063
Aprian Bamta Sinuraya 1506743044
Kukuh Tri Margono 1506742962
Timothy Felix Vickary 1506743031
Laksamana Andromeda
Kresna Septian 1506743076
Leonardo Fabianto 1606885523
Maulana Trinanda 1606885851
Arya Amardani 1606886085
Christopher Clement Rusli 1606887573
Ahmad Yusuf Ismail 1606889553
Andhika Purnama Adrian 1606894074
Josua Argha Prima 1606894124
Harrison 160689411
Irfan Abdurahman Setiawan 1606889566
Mukhtar Hadi 1606892094
Muh Yusuf A  1606894175
Andaru Wiratama 1606904503
Barly Joshua Djaja 1606895631
Yohanes Bobby Sanjaya 1606896193
Celine Kevin 1606904516
Muhammad Farrell Athallah Nursidin 1606904522
Raden Gavin Coraggio Puntadewa 1606895650
Hakan Tandjono 1606904560
Gilang Fauzan 1606904604
Herbert Jusuf P. 1606904586
Kevin Noventa 1606904636
Raden Nanda Ghalib A. 1606904554
Romy Dzaky Amin Amany 1606904541
Kelompok 16
Serafina Purti Deborah Simatupang 1606904642
Rilend Ariq Putra 1606904674
Humam Syauqi Dawa 1606904680
Muhammad Fachrurozy Al Firdaus 1606904661
Agie Rifanggi 1506796082
Yolanda Rudy Johan 1506730344
Amalia Pradipta Arsyad 1506674242



PTM-01 2016 v2

PTM-01 Pengantar Tek Mesin 01 JUMAT Jam 13-14.30

No NPM Nama
Group 1
1 1206241861 Cahyo Mangunnegoro
2 1306405004 Hariz Bayu Wicaksono
3 1406532311 Hugo Wibowo Haryoseno
4 1406532324 Ade Luthfi
5 1406532330 Ary Virgiawan Zaelani
6 1406532343 Farhan Harish Mufid

Group 2
7 1406532356 Ganang Adhitama
8 1406532375 Sekar Monika Setyorini
9 1406532381 Miftah Shidqi Ramadhan
10 1406532394 Andro Cohen
11 1406532412 Nabila Aditya
12 1406532431 Bima Putra Pamungkas

Group 3
13 1406532444 Yusuf Abdurrakhman Saleh
14 1406532450 Muhammad Syafiq Azmi
15 1406532463 Muhammad Barryl Anggriawan
16 1406532476 Muhammad Naufal Lubis
17 1406532482 Valerie Deva Simangunsong
18 1406532495 Muhammad Fadli Zein

Group 4
19 1406532500 Abdul Hakim Muzakki
20 1406532513 Try Mulya
21 1406532526 Bayu Amarta Zulkarnaen
22 1406532532 Luky Luxasa Sunara
23 1406532545 Fadillah Herman
24 1406532551 Irvanda Adam Pramono

Group 5
25 1406532564 Adrian Rajendra
26 1406532570 Tania Mentari Desriyani
27 1406532601 Rahadian Dwi Putra
28 1406532620 Iqbal Rizky Ramadhan
29 1406563696 Ahmad Alfan Farizi
30 1406564414 Damian Nicolas

Group 6
31 1406565682 Jefri Alfonso Sigali
32 1406565865 M Zikri Habibi
33 1406566735 Olga Marcelina
34 1406567750 Ihsanur Rohim
35 1406567965 Jordy Angkawidjaja
36 1406568734 Fachreza Imam P

Group 7
37 1406570146 M W Ajiwibowo
38 1406570562 Nugraha Pancasaputra
39 1406571180 Dendang Bayu Aji
40 1406573236 Rizal Ibnu Wahid
41 1406574131 Wimba Pramudita Widi
42 1406574661 Rheza Daniswara

Group 8
43 1406574674 Hisyam Farhansyah Lubis
44 1406574913 Taro Agustian D
45 1406575714 Muhammad Sidqi H
46 1406576194 Pancar M Pribadi
47 1406577442 Immanuel Santoclin B
48 1406579454 Rizal Idram Namo

Group 9
49 1406603541 Derizar Ihsan Pratama
50 1406603636 Afif Muhammad Rabbani
51 1606822030 Muhammad Jihadil
52 1606822320 Rachman Setiawan
53 1606822926 Aswin Nidham Ahmad Silanda
54 1606823216 Idwandi Fedori

Group 10
55 1606824004 Hanif Furqon Hidayat
56 1606824396 Anandirizki Naufal Winardi Abubakar
57 1606824465 Amrullah Farad Sunaryo
58 1606824566 Gumiwang Natrat Cekas
59 1606824774 Nur Akhmad Fajar Khozali
60 1606825051 Adam Sultansyah

Group 11
61 1606825474 Naufal Abi Nubli
62 1606826243 Tanwir Ahmad Farhan
63 1606827076 Muhamad Agil Fadhel Kurnianto
64 1606827132 Rafi Naufal Akbar
65 1606827712 Sekar Asrini Lambang
66 1606828974 I Dewa Gede Ryan Andhika

Group 12
67 1606829094 Wahyudi Prasidhatama
68 1606829610 Romi Putra
69 1606829756 Auli Rahman
70 1606830303 Natasya Farisa Purwoko
71 1606831350 Dio Teguh Prabowo
72 1606832952 Fathnan Fat-ham Mubiina

Group 13
73 1606835185 Muhammad Yusuf Raihan
74 1606835260 Rizkyawan Wibawa
75 1606835626 Ahmad Hamzah Syafiq
76 1606836364 Nugraha Danadipa
77 1606836420 Lintang Kusuma Asmara
78 1606837530 Darfian Ruswifaqa

Group 14
79 1606837644 Tjokorda Gde Satya Yoga
80 1606838092 Ronaldo Yosua
81 1606838520 Shabrina Kartika Putri
82 1606838905 Dania Nurul Paramita
83 1606876525 Muhammad Jeri At Thabari
84 1606877452 Ahmad Syauqi Suhairi
97 1606883884 Muhamad Anggoro Jofansya

Group 15
85 1606877774 Farel Abdia Harfy
86 1606878663 Rivaldo Gere Gurky
87 1606878865 Victor Chai
88 1606879306 Muhammad Thareqky
89 1606879823 Muhammad Arifin Julian
90 1606880011 Gavin Cakraditya
98 1606884874 Bethanivitra Arisoni

Group 16
91 1606881115 Aldo Renaldy
92 1606882055 Wiratama D Sungkono
93 1606882332 Mohamad Raihan Umar
94 1606883083 Adinugroho Anindito
95 1606883285 Husein Ammar
96 1606883410 Refa Yudhatama Ramadhan
99 1606885246 Muhammad Ghazy Alghifari

Ceramah Sambil Main Gitar

Saya biasa mengisi kuliah perdana Kapita Selekta di Dep Teknik Mesin. Tapi kali ini mhs digabung bbrp dep yaitu Mesin Metalurgi Prog Internasional dan Prodi Kapal. Sudah dua tahun terakhir inisaya kalo ngasi ceramah selalu diselingi dengan permainan gitar tunggal. Dan tentu saja hanya satu lagu karena kalo kebanyakan itu namanya pertunjukan musik bukan ceramah. Tentu saja ini bukan untuk menunjukkan kemampuan bermusik saya tapi sekedar bicara ttg multiple-intelligent yaitu kecerdasan berganda artinya jangan melihat seseorang itu dari IQ nya saja karena kunci sukses itu bukan IQ semata tapi ada macam2 yang lain. Saya kasi contoh WS Rendra yang pengetahuannya amat luas didunia filsafat dan kebudayaan, sedangkan beliau terkenal justru sebagai penyair kondang dan juga stradara dan pemain teater terkenal.

Disini saya mau kasi lihat waktu saya main gitar di kuliah perdana kapita selekta tgl 1 Sep 2016 yang lalu di ruang auditorium K-301. Dibanyak ceramah LPDP juga saya selalu bermain gitar satu lagu tentu saja saya memperkenalkan gitar klasik yang sekarang lebih populer dengan istilah finger-style karena lagu-lagunya bukan lagu klasik lagi tapi lagu pop. Terimakasih pada Dr Ir Badrul Munir yang telah merekam selama 45 detik.

Ceramah Arcandra Off-shore platform

Arcandra Tahar mantan menteri ESDM, memberikan ceramah umum di UI khususnya di Fak. Teknik. Ruangan K-301 auditorium yang mampu memuat 300-400 orang penuh dengan hadirin yang terdiri dari mhs, dosen dan alumni. Bahkan sampai di balkon atas hadirin penuh sekali dan tentu saja ada yg duduk di lantai dan berdiri di pinggir.
Arcandra murid dari 2 orang disainer off-shore platform di Houston Texas dan bekerja bersama mereka. Saya lupa nama2 mereka, tetapi yang satu sudah almarhum wafat pada usia 87 th. Sedangkan satu lagi masih ada dan masih berhub erat dg Arcandra usianya sdh 70 sekian thn. Berbagai tipe anjungan lepas pantai diperkenalkan mulai dari tipe awal yang rigid dan hanya bisa utk laut dangkal. Kedalaman s/d 1500 ft (bagi 3 saja jadi meter). Selanjutnya utk laut dalam dirancang dengan mooring sistem dan sudah dipakai di North-sea. Tapi ada yang terguling kaki diatas kepala dibawah karena terjangan ombak besar dan badai. Lalu dirancanglah oleh Arcandra tipe lain yang bisa tahan ombak bahkan sampai 6 derajat kebebasan dan dipatenkan. Di Amrik biasa orang bikin paten dan bukan hal yg istimewa. Rancangannya sudah dibeli oleh kontraktor minyak Amrik dan mancanegara. Mungkin ada 7-8 tipe sesuai perkembangan teknologi terakhir. Diantaranya ada juga yg sudah dipakai di Indonesia (dimananya saya lupa)
Nah… Kemudian yang terakhir yang paling modern yang beliau katakan Front-end off-shore oil rig platform bukan saja bisa menanggulangi ombak keatas bawah samping atau bahasa teknis nya six degrees of freedom, rancangan Arcandra yang terakhir ini juga…TAHAN GEMPA 9,5 SKALA RICHTER. Gempa sekeras itu belum pernah terjadi di Indonesia. Rancangannya ini sudah diuji-coba dengan baik dan berhasil dipasang di Peru.
Dalam diskusi beliau juga menjelaskan ttg blok Masela yg problem utamanya adalah transportasi gas. Lalu mengapa Amrik sekarang surplus minyak, bahkan ada satu saat ditahun-tahun y.l. belum lama Amrik produksi minyaknya terbesar di dunia bahkan mengalahkan Timur-Tengah. Semua itu karena TEknologi yang berkembang terus. Sekarang di AMrik ada Shale oil and gas, sehingga produksi naik 2-3 kali lipat dari tahun2 seblmnya.
Presentasi sangat menarik dengan gambar dinamis, penjelasan dengan bahasa sederhana jadi semua orang mengerti. Kondisi migas Indonesiapun beliau kelihatan menguasai berapa kebutuhan berapa produksi DN dan berapa impor. Tentu bukan itu saja masih banyak yang lain yang juga dibahas dalam diskusi tanya jawab. Pertanyaan penting menyangkut kemampuan industri kita utk bisa membuat konstruksi platform juga dibahas dan kesimpulannya Indonesia bisa bikin sendiri karena teknologinya tidak jauh dari Pressure-Vessel yang sudah bisa dibikin oleh banyak perusahaan DN digabung dengan galangan. Beliau juga sudah lihat kemampuan PT PAL yang bila diperlukan siap utk bikin sendiri anjungan laut dalam rancangan Arcandra. BTW kalau mau tahu lebih dalam silakan tanya sendri sama orangnya. COz saya bukan ahlinya dibidang ini. Salam Raldi 070916.-

Inkubator CKD

CKD singkatan dari Completely Knocked Down, atau terjemahannya kedalam bahasa Indonesia adalah Lepas-Pasang. Prototipe pertama kami buat di Djokja untuk kepentingan kami sendiri display dll. Sedangkan prototipe kedua sudah dibawa ke Mamberamo oleh Dokter Indah Permata. Alhamdulillah per hari ini ada bayi yang sedang tidur dalam kehangatan dan kenyamanan di Puskesmas Mamberamo Tengah Kobakma. Dokter Indah membawanya sendiri dengan hanya memasukkan inkubator tipe G tersebut kedalam koper. Bravo kita ucapkan kepada disainernya IBNU-ROIHAN mhs S2 Dep Teknik Mesin UI. Mari kita lihat moving-pic nya.

Tipe sebelumnya adalah tipe utuh (tipe F) yang hanya bisa dibagi dua bagian atas dan bagian bawah. TEntu saja untuk pengiriman di pulau Jawa tidak ada masalah, tetapi bila dikirim keluar Jawa maka resikonya bisa pecah karena bagian atas terbuat dari akrilik. Dan kami pernah mengalami inkubator pecah waktu dikirim ke Aceh. Sudah biayanya mahal karena volumetrik resikonya pun berat. Karena itu kami mendisain lagi tipe G lepas-pasang seperti yang anda lihat videonya diatas.

Berikut ini adalah moving-pic tipe F yang sejauh ini s/d th ke 4 sudah menyelamatkan k.l. seribu limaratus bayi prematur di 36 kota/kab kota.

Mohon doa dari anda semua, semoga kami bisa menolong lebih banyak lagi bayi-bayi kita, yang mungkin 40-50 thn lagi akan menjadi pemimpin bangsa kita. Siapa tahu 50 thn lagi ada yang jadi Presiden NKRI.

Berikut ini kita lihat inkubator tipe baru yaitu tipe lepas-pasang sedang ‘in-action’  di puskesmas Kobakma di Mamberamo Tengah Papua. Kiriman dokter Indah Permata.

bayi papua Image 2016-09-01 at 15.01.55Bayi Ibu Una, prematur BB 1000gram . Bayi pertama rawatan inkubator di Puskesmas Kobakma, Mamb.Tengah, Papua. Mohon doanya Bapak/Ibu.

Inovasi baru ini direncanakan dan dikonsep sejak tahun 2015. Dirancang oleh sdr Ibnu Roihan yang sudah saya sebutkan diatas. Pembuatannya terutamabagian atas akrilik dilaksanakan di Jokjakarta dengan bantuan komunikasi yang intens dengan Agen Relawan disana yaitu bapak CANDRA. UKM Workshop Laser-Cutting yang memadai dan responsif dipimpin oleh Bapak Darwin, menjadikan 2 batch protipe bisa menjadi kenyataan di bulan Juni 2016. Dan akhirnya pada awal September 2016 tipe baru ini sudah mulai bekerja di ujung timur negara kita yaitu di Mamberamo tengah atas bantuan seorang dokter wanita lulusan UNDIP dokter Indah Permata. Tidak lupa pula dokter Dedi Simanjuntak yg saat ini berada di kampus John-Hopkins Baltimore USA, awardee LPDP PK-55. Beliaulah yang membidani hub komunikasi dg dokter Indah. Terimakasih kepada FTUI yang telah membiayai purwarupa ini melalui bapak-bapak  Dedi Priadi (Dekan), M Asvial (Wadek), Akhmad Yuwono (Manager Litbang), Nasruddin (Kadep Tek Mesin). Mohon doa anda semua agar cita-cita kami menolong bayi prematur di seluruh Nusantara bisa menjadi kenyataan.