Twin-incubator Produk FTUI

Bayi prematur kembar tertolong oleh inkubator bayi kembar buatan FTUI… Twin-incubator ini khusus dibuat untuk bayi kembar, karena berdasarkan data kami dari Sekian banyak bayi prematur itu 10-15 persen adalah bayi prematur kembar. Satu bayi kembar saja, ibunya sudah sangat kerepotan apalagi dua sekaligus. Karena itu tahun 2017 kami merancang baru dalam sebuah tugas akhir skripsi (Edu, Rehan dan Raldi) dilanjut dg prototipe awal 2018 oleh Tim Inkubator, maka … JREEENNGG…. Jadilah sebuah Twin-incubator.

The only one producer of twin-incubator in the country…

Nothing compare with it…

-‐– NO TALK ACTION ONLY.. —-

Inkubator bayi kembar terpakai di Cilacap agen relawan ibu Lily Wulandari, sudah menolong ratusan bayi prematur dengan aktivitas Peminjaman Gratis Inkubator Bayi utk Nusantara bersama YABAPI Yayasan Bayi Prematur Indonesia.-

Inkubator bayi kembar diangkut dengan mobil Avanza ke rumah ibu bayi prematur di Majenang Cilacap
Bayi kembar Cilacap

Twincub (biar short nyebutnya) ini baru digunakan di 3 lokasi Jabodetabek, Jonggol dan Cilacap. COz bentuknya yg agak jumbo ini, transportasi ke lokasi yang jauh masih menjadi masalah. Sejak tahun 2012 s/d sekarang kami sudah menolong bayi TRIPLET sebanyak 17 pasang. Kalau bayi kembar sudah gak keitung lagi banyak banget.

Tapi coba deh anda lihat di foto, kayanya buat 3 bayi prematur (Indonesia) juga masih cukup kabin bayinya… Gmn menurut anda ?

Berikut kembar 3 yang ke 18

HNP Saraf Kejepit

Tema : HNP (saraf Kecepit)
Oleh : Dr. Suseno, Dosen UGM Yogyakarta
…………………………..

Nambah Wawasan untuk Deteksi Diri

SARAF KECEPIT …..
dalam istilah medis sering disebut HNP.

HNP singkatan dari
HERNIA NUKLEUS
PULPOSUS

Perlu diketahui dulu jumlah
tulang belakang manusia,
terdiri dari tulang =

Leher : 7 ruas
Punggung : 12 ruas
Pinggang : 5 ruas
Bokong : 5 ruas
Ekor : 4 ruas
……………………………….
Jumlah : 33 ruas

Dalam satu manusia kalau di total ada 206 ruas.

Kapan manusia bisa dikatakan JADI TUA.
Adalah dimulai dari sejak usia 30 tahun.
Sel-selnya mulai cabik-mencabik, apalagi
ditambah dengan gaya hidup yang buruk.

SARAF KECEPIT /HNP
adalah kondisi ketika BANTALAN /CAKRAM
diantara vertebrata (tulang belakang) keluar dari posisi yang semula dan menyepit syaraf yang berada di belakangnya.

Kondisi ini disebut orang dengan istilah SARAF KECEPIT / HNP.

Karena bantalannya itu LUNAK, bila mengalami tekanan bisa berpotensi PECAH,
sehingga terjadilah
penyempitan syaraf pada jalur vertebre
(Tulang belakang).

Penyebab HNP :

  1. Cedera yang merobek.
  2. Gerakan yang salah.
  3. Sering memikul beban berat diatas kemampuan.
  4. Kebiasaan & sikap tubuh yang keliru, dan terakumulasi lama.
  5. Mengangkat beban yang berat saat membungkuk.
    6.Jatuh terduduk dan keras, dapat mencederai vertebre (tulang belakang).

Pemicu HNP :

  1. Kegemukan.
  2. Postur tubuh tidak pada posisi yang benar.
  3. Gaya hidup yang kurang sehat (kurang gerak).
  4. Kompresi pada Vetebre.
  5. Kelainan vertebre.
  6. Genetika.
  7. Perubahan degeneratif yang mengurangi kekuatan stabilitas tulang belakang, sehingga rentan terhadap cedera.
  8. Faktor usia.

Gejala HNP :

  1. Awalnya nyeri berat di punggung, lalu pinggang & bokong, selakangan hingga tungkai.
    Bila parah bisa mengalami kelumpuhan.
    Kalau terjadi pada pria, next dapat menimbulkan impotensi.
  2. Kelemahan OTOT dan jari kaki.
  3. Rasa baal/kesemutan di pinggang hingga kaki.
  4. Nyeri sering timbul pada saat membungkuk/duduk lama dan berkurang bila berbaring.
  5. Keluhan sering timbul pada saat menggerakkan leher.
  6. Nyeri di belakang kepala, leher, bahu, lengan dan jari-jari tangan.
  7. Rasa Baal atau kesemutan di leher sampai ke tangan.

HNP dapat terjadi
di cakram mana saja.
Secara statistik =
90-95% HNP terjadi di tulang pinggang (Lumbal).
6- 8 % di tulang leher (Carnival).
1- 2 % tulang punggung.

Pencegahan HNP :

  1. Cegah obesitas.
  2. Duduk dengan sikap yang benar.
  3. Olahraga rutin (minimal senam ringan) untuk menjaga kelenturan tubuh & kekuatan otot, terutama bagian tulang belakang.
  4. Hindari mengangkat beban yang berlebihan.
  5. Perbaiki nutrisi (suplai gizi).

Penanganan HNP :

  1. Fisioterapi, traksi Korset punggung.
  2. Operasi / bedah
    laminuktomi.

PENGOBATAN SARAF KECEPIT DARI NUTRISI

  1. Makanlah makanan yang kaya akan KALIUM, seperti:
    Aprikot
    Pisang
    Alpokat
    Kacang
    Kentang
    Air kelapa muda.
    Dapat membantu mengembalikan fungsi syaraf, dan meredakan gejala syaraf yang kecepit.
  2. Makanlah makanan yang kaya akan KALSIUM, seperti susu, keju, yogurt, Daun kale, bayam,
    Sawi hijau tua,
    dapat membantu Kesehatan syaraf & juga meningkatkan
    KESEHATAN ANDA
    Secara keseluruhan.

Rambut dan kuku =
Tidak ada saraf nya..
Maka dari itu kalau dipotong tidak terasa sakit..

Semakin kita tua =
semakin kena resiko Saraf kecepit lho!

Karena kita semakin tua, DNA kita semakin mengecil dan aus..

Tambahan :
CARA HITUNG BERAT
BADAN IDEAL :
tinggi badan – 100
= ….. – 10% = …. Kg
(Itu berat badan idealmu).

Contoh:
TB 155 – 100 = 55
55 – 10% = 49,5 kg
(Berat badan ideal)
itu diriku. Pas.

Kalau berat badanmu melebihi 10 kg dari yang semestinya = anda dinyatakan obesitas..

LANSIA/PANJANG UMUR
ada 2 golongan :

  1. Panjang umur yang BAHAGIA adalah = ORANG YANG SEHAT, KAKINYA TETAP BERFUNGSI, DAN BISA BER-AKTIVITAS.
  2. Panjang umur yang menderita = orang sakit-sakitan, tidak bisa kemana-mana, lumpuh, stroke.
    Maaf, sudah ngompol = ngerepotin anak, mantu, dan cucu.

_Demikianlah laporan hasil Seminar tentang Saraf kecepit/ HNP..

Kiranya bermanfaat buat kita semua..

Smelter Gresik Pengolahan Tambang Freeport

INILAH salah satu monumen besar Presiden Jokowi: proyek hilirisasi produk Freeport. Jadi kenyataan. Hampir.

Saya ke lokasi proyek itu pekan lalu. Saya ingin tahu apakah rencana besar itu benar-benar dilaksanakan.

Dari proyek ini akan dihasilkan 30 ton emas murni. Juga 600.000 ton tembaga. Dengan kemurnian 99,9 persen. Lalu perak, 200 ton. Masih banyak produk lain seperti platinum dan paladium. Hampir semua produk kimia tambang dihasilkan di situ. Kecuali lithium.

Lokasi proyek ini di Gresik, dekat Surabaya. Yakni di kawasan industri JIIPE: Java Integrated Industrial Port Estate. Di pinggir laut. Di bibir Selat Kamal.

Dari Jiipe ini bisa terlihat, dengan jelas, sisi barat Pulau Madura.

Proyek Jiipe ini seluas 3.000 hektare. Dulunya tambak tradisional. Ditambah hasil reklamasi seluas 400 hektare. Di tanah reklamasi inilah pelabuhan Jiipe dibangun. Pelabuhannya dalam: draftnya 14 meter. Kapal kelas Panamax bisa sandar di sini.

Tahap pertama pelabuhan itu sudah jadi. Bahkan sudah difungsikan. Material proyek banyak yang didatangkan lewat pelabuhan baru ini.

Berarti, ke depan, seluruh kondensat dari Freeport di Papua dikapalkan ke lokasi ini. Tidak lagi dikirim ke berbagai negara seperti Jepang dan Korea.

Di Jiipe, kondensat itu diproses. Menghasilkan emas. Juga tembaga. Juga perak. Juga hasil tambang lainnya.

Kapan semua itu bisa dilakukan di Jiipe Gresik? Paling lambat pertengahan 2024. Sebelum Pilpres. Kalau terus dikebut.

Presiden Jokowi masih akan sempat meresmikannya.

Presiden Jokowi sudah tiga kali ke Jiipe. Sejak peletakan batu pertama. Perkembangan proyeknya terus dimonitor. Tentu Presiden Jokowi sendiri yang akan meresmikannya kelak.

Proyek itu kini memang lagi dikebut. Tiang-tiang pancang lagi dihujamkan ke bumi. Diperlukan 22.000 titik pancang di proyek itu. Tiap titik tidak hanya satu tiang pancang. Bisa tiga atau empat. Betapa larisnya produk tiang pancang Adhi Karya maupun Wijaya Karya. Apalagi kedalaman pancang itu bisa 45 meter.

Tidak semua lahan Jiipe untuk Freeport. Tapi lahan untuk hilirisasi produk Freeport itu luas sekali. Seluas 1 km2. Atau 100 hektare. Tahun depan, ketika proyek mencapai tahap puncak, sekitar 14.000 karyawan akan bekerja di situ.

Intinya, hilirisasi Freeport ini tidak lagi hanya gagasan atau keputusan. Sudah sedang dilaksanakan.

Keputusan hilirisasi semua produk tambang itu sebenarnya sudah diputuskan tahun 2008. Waktu itu Freeport sudah lebih ”maju” dari sektor nikel atau bauksit. Setidaknya Freeport sudah mengolah tanah Papua yang dikeruk itu (ore) menjadi kondensat. Pengolahannya dilakukan di dekat Timika. Kondensat itu diekspor. Lewat pelabuhan Timika.

Waktu itu, nikel dan bauksit masih ekspor dalam bentuk tanah dan air (ore). Hanya sebagian kecil yang diolah oleh PT Antam.

Dunia nikel terus berusaha mengulur waktu, agar tetap dibolehkan ekspor ore. Pemerintah awalnya gentar. Takut kehilangan penghasilan devisa.

Kini setelah dipaksakan, hilirisasi nikel harus dicatat sebagai sukses besar. Meninggalkan Freeport.

Lalu giliran Freeport yang harus mengejar. Awalnya Freeport berusaha mengulur waktu. Agar tetap diizinkan ekspor dalam bentuk kondensat. Alasannya: Freeport kan sudah mengolah ore menjadi kondensat.

Dalam proses ore menjadi kondensat ini Freeport hanya mengambil sekitar 30 persennya. Sisanya ditinggal di Papua. Dalam bentuk limbah hasil cucian.

Setelah saham Freeport dikuasai Indonesia (51 persen) keputusan hilirisasi itu pindah ke tangan pemegang saham mayoritas.

Done!

Diputuskanlah hilirisasi 100 persen. Dilakukan di dalam negeri. Di Gresik. Di Jiipe.

Kawasan industri Jiipe ini milik dua kongsi: PT AKR Group (60 persen) dan BUMN Pelindo (40 persen). Tapi kepemilikan kawasan pelabuhannya dibalik: Pelindo 60 persen, AKR 40 persen.

Kini sudah banyak industri yang masuk ke Jiipe. Sari Roti pun sudah punya pabrik di sana. Saya baru tahu bahwa Sari Roti itu perusahaan Jepang. Berkongsi dengan Salim Group.

Bank Indonesia juga akan membangun gedung di sini: lahannya 17 hektare. Grup Djarum pun sudah masuk. Mungkin untuk masa depan industri elektroniknya yang maju pesat.

“Dengan adanya bahan baku seperti emas, tembaga, dan perak di sini, pabrik-pabrik yang terkait bahan baku itu baiknya ke sini,” ujar Naresh Anchalia, direktur operasi Jiipe. Ke hilirnya banyak sekali turunannya.

Tentu hasil terbanyak proyek Freeport itu nanti adalah slak. Jumlahnya bisa 1,1 juta ton/tahun. Sebenarnya ini jenis limbah. Tapi limbah itu ada harganya. Pabrik semen sangat membutuhkan. Industri konstruksi memerlukannya: 1,1 juta ton tahun.

AKR adalah perusahaan lama. Milik orang Surabaya: Soegiarto Adikoesoemo. Di tahun 1970-an Soegiarto sudah mendirikan pabrik sorbitol: PT Sorini. Itu pabril sorbitol pertama di Indonesia. Bahan bakunya singkong. Sorbitol adalah bahan baku pasta gigi. Juga bahan baku obat-obatan. Agar mencapai level food grade.

Sorini lantas ekspansi ke Tiongkok. Ia mendirikan pabrik sorbitol yang lebih besar di Liuzhou, dekat Guilin.

Grup AKR terus ekspansi ke bidang kimia. Berdirilah Aneka Kimia Raya. Lalu masuk ke bahan bakar minyak. Pompa bensin terbanyak setelah Pertamina adakah milik AKR.

Pabriknya yang di Tiongkok lantas dijual. Total. Soegiarto fokus usaha di Indonesia. Ia mengembangkan industrial estate di Gresik itu.

Kini manajemen AKR di tangan generasi kedua. Soegiarto punya menantu yang hebat: Haryanto Adikoesoemo. Pimpinan puncak grup ini dipegang oleh sang menantu.

Keluarga ini adalah simbol tertinggi hubungan kerukunan dan kepercayaan antara menantu-mertua. Soegiarto adalah mertua terbaik. Haryanto adalah menantu terbaik. Dan sukses besar. (Dahlan Iskan).

Freeport Jiipe

Oleh: Dahlan Iskan
Senin 18-07-2022

CPO dan Petani

CPO dan petani oleh EJB

“ Jel, kenapa harga minyak goreng masih tinggi? Tanya florence.

“ Ya karena jual CPO untuk Biodisel masih disubsidi pemerintah. Pengusaha kan patokan harga CPO biodisel. Mana mau mereka jual harga migor dibawah harga untuk biodisel.”

“ Tapi kenapa harga TBS ( Tandan buah Segar ) rendah banget. Padahal harga ekspor CPO masih bagus. “

“ Pajak ekspor 55% dari harga jual. Pengusaha kebun sawit milih engga produksi. Mereka lebih milih beli dari petani. Mau engga mau , biar cuan engga berkurang ya mereka beli TBS dari petani dengan harga murah. Ya resiko pajak dibebankan kepada harga TBS. “

“ Terus kenapa harga TBS di Malaysia bisa lebih mahal?

“ Malaysia itu punya sistem tata niaga sawit bagus sekali dan mereka bangun itu berbasis suplly chain. Jadi udah industri sifatnya. Semua stake holder diuntungkan. Makanya harga beli TBS mereka lebih mahal daripada Indonesia. Dan mereka lead soal harga CPO dunia.

Beda dengan kita. Pengusaha sawit umumnya mental rente. Mana ada di otak mereka soal supply chain. Di otak mereka cuan dan cuan. Apalagi likuiditas mereka tergantung bandar di Singapore dan kartel harga dikuasai malaysia”

“ Duh kasihan jel dengan petani sawit. Jumlah mereka ada 2,6 juta orang. Kalau masing masing ada 4 orang keluarga maka itu ada 10 juta lebih rakyat suffering. Mikir engga sih pemerintah? solusinya gimana ?

“ Solusi bukan hanya soal aturan tapi tindakan intervensi. Pemerintah harus masuk ke pasar. Pemerintah harus bangun pusat stok dan logistik untuk menampung DMO itu. Sehingga DMO berpihak kepada petani. Kemudian cabut subsidi biodisel. Sehingga proses downstream CPO lebih merata terutama untuk minyak goreng. Selagi CPO untuk biodisel disubsidi selama itu pula terjadi distorsi dalam upaya memperluas downstram CPO.”

“ Wah sederhana aja ya”

“ Dan..”

“Apa ?

“ Itu pajak ekspor 55% harus masuk ke APBN. Jangan masuk ke Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS). Karena skema ini tidak transfarance. Lebih banyak dimanfaatkan oleh pengusaha besar khususnya untuk biodisel. Dah gitu aja”

“ Duh konglo lagi konglo lagi. Apa mereka engga kenyang kenyang”

“ Ya itu karena pemerintah lemah dan politik terperangkap dalam cenkraman oligarki bisnis. Apalagi sebentar lagi mau pemilu. Semua perlu modal untuk jadi pemenang.”

“ Jadi kapan mereka mikirin rakyat kecil?

“ Lah sejak kapan ada yang mikirkan rakyat kecil? Bego aja..Salah rakyat kecil baper engga jelas.” Kata saya tersenyum. Florence mencibir ke saya. “ lue sama aja dengan mereka. Penjajah” Katanya

578Hindarto Lilik dan 577 lainnya

101 Komentar

Suka

Komentari

Kirim

Beasiswa G20

Beasiswa G20 “Pulih Bersama, Bangkit Perkasa” dibuka hari ini! Kandidat terbaik akan dipilih berdasarkan kualitas diri dan profesional, prestasi akademik, dan yang paling utama: potensi untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Beasiswa bergengsi dari pemerintah Australia ini menawarkan pengalaman studi yang istimewa, termasuk kunjungan ke Parlemen Australia dan pertemuan dengan pemerintah tingkat tinggi dan pemimpin industri di Australia. Beasiswa ini diberikan khusus untuk program studi yang sesuai dengan area prioritas G20 Indonesia,

yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transisi Energi Berkelanjutan, dan Transformasi Digital.

Ayo ciptakan perubahan dengan Beasiswa G20 “Pulih Bersama, Bangkit Perkasa”.

Pendaftaran ditutup 7 Agustus 2022. Perempuan, penyandang disabilitas, dan pelamar dari Area Fokus Geografi serta pelamar dari kelompok marginal sangat disarankan untuk mendaftar. Informasi lengkap:

https://australiaawardsindonesia.org/content/1170/12/g20-recover-together-recover-stronger-scholarships?sub=true

Jika ada pertanyaan, silakan kirim teks via WhatsApp di +62 812-8980-4911

atau

email longtermawards@australiaawardsindonesia.org.

MPKT RALDI 2022

NPM sort N. Komponen Nilai Nilai
0,5 0,2 0,2 0,1 Akhir Huruf
2106631526 82.5 82.5 82.25 81.8 82.38 A-
2106633582 81.5 84.5 82,0 82.55 82.31 A-
2106634875 83,0 82,0 81,0 82.25 82.33 A-
2106634982 84,0 89.25 83.43 85.15 85.05 A
2106635575 81,0 81.75 81,0 82.3 81.28 A-
2106636400 82.5 80.5 83.5 82.2 82.27 A-
2106638646 84,0 91.5 84.14 85.6 85.69 A
2106704553 80,0 80.5 80.25 82.35 80.39 A-
2106705202 83,0 82.25 81.25 83.2 82.52 A-
2106705360 82.5 81.33 82.25 81.8 82.15 A-
2106705575 80,0 82,0 80.13 82.75 80.7 A-
2106705650 83,0 82,0 80.88 81.9 82.27 A-
2106705682 82.5 85.33 83.38 85.15 83.51 A-
2106706174 81,0 82,0 80.86 82.7 81.34 A-
2106706855 82.5 84.67 82.75 86.5 83.38 A-
2106708753 81,0 82.33 83,0 81.9 81.76 A-
2106709182 80,0 80,0 81.25 82.6 80.51 A-
2106709232 82.5 90,0 84.13 87.65 84.84 A-
2106717272 80,0 80.33 80.13 82.75 80.37 A-
2106727525 80,0 81.33 80.13 82.6 80.55 A-
2106727670 80,0 60,0 80.38 62.35 74.31 B
2106727802 81.5 84,0 81.86 83.35 82.26 A-
2106727916 81,0 80,0 80.86 82.15 80.89 A-
2106727922 81.5 81,0 81.29 82.6 81.47 A-
2106728130 80,0 81.33 80.13 82.55 80.55 A-
2106728856 82.5 87,0 83.5 84.4 83.79 A-
2106728982 81.5 73.25 81.57 62.35 77.95 B+
2106729026 81.5 84.67 82.43 83.75 82.55 A-
2106729202 81.5 60,0 81.29 50,0 74.01 B
2106729625 81,0 85,0 82.29 81.05 82.06 A-
2106729726 83,0 82,0 80.63 83.4 82.37 A-
2106729751 83,0 80.33 80.63 82.7 81.96 A-
2106729814 84,0 80.67 83.57 82.35 83.08 A-
2106729865 84,0 61.33 83.14 66.3 77.52 B+
2106729871 81,0 88.67 82.14 84.7 83.13 A-
2106729915 84,0 80.67 83.14 82.45 83.01 A-
2106731806 83,0 84.67 82.38 85,0 83.41 A-
2106731895 84,0 85.33 83.86 84.4 84.28 A-

UA dan UT 50% — T Man 20% – T Kel 20% – Lain2 10%

Yang dapat B dan B+ karena tidak mengumpulkan tugas…

Yuk Loncat ke Hi-Tech..

“ Kita sedang persiapan riset membuat produk.”

“ Produk apa ?

“ Produk ini bertujuan memperbaiki kinerja bandwidth satelit. Misal, saat kondisi cuaca buruk, ketika koneksi dengan beberapa stasiun bumi atau salah satu stasiun pengiriman. pusat hilang. Itu bisa dieliminate. Alat itu tetap menjamin koneksi dengan jaminan layanan 99,9%. “

“ Duh Risa, saya mau tanya. Ini udah lolos di BDG ?

“ Ya udah. Ada apa Ale.?

“ Itu engga sesuai visi kita. Kita engga boleh masuk ke riset supervisory control and data acquisition system. “

“ Oh gitu ya Ale. “

“ Ok sambungkan saya dengan James. Saya mau bicara lewat Safenet.”

“ Ya Ale.” tak berapa lama James nampak di screen. “ B, apa kabar. Kapan ke Hong Kong. “

“ Ya rencana awal bulan juli. James, apa dasar diloloskan riset supervisory control and data acquisition system.”

“ Permintaan tinggi sekali di China dan negara lain. “

“ Kamu tahu. itu sistem tidak pernah stabil. Belum pulang modal, kita harus terus cash out

“ Bro, kita udah hitung dengan teliti. Engga ada masalah.Dampak sosial bagus untuk daerah terpencil”

“ James, saya pedagang. Engga ada urusan dengan sosial. Hentikan riset itu. “

“ Jadi apa usul kamu?

“ Ganti dengan riset enhancement satelite. “

“ OK. Tolong cerahkan saya”

“ Peluang bisnisnya global. Rata rata kinerja satelite itu hanya 70%. Kalau kita bisa naikan jadi 90%. Kita bisa jual 20% itu kepada satelite provider. Itu multibillon dollar business. Kita jadi pemasok terkhnologi. “ Kata saya.

“ Apa mungkin? Tanya james.

“ OK Risa, sambungkan saya dengan David, di Tel Aviv. Saya mau bicara.” Kata saya. Tak berapa lama nampak David di screeen. “ B, apa kabar. “

“ Kabar baik. David, kirim file daftar laboratorium riset enhancement satelit”

“ Ok B. “ Tak berapa lama file masuk ke server safenet.

“ James baca itu dan bentuk team dekati lab riset itu. Saya tahu riset mereka itu sangat premature. Tapi kalau digabungkan dengan riset Indonesia, bisa sempurna.”

“ Emang Indonesia, mampu?

“ Kamu pikir Indonesia anak bawang dalam riset satelit. Soal tekhnologi dasar indonesia

terbaik risetnya. Hanya soal terapan Indonesia tertinggal. Itu bukan engga mampu. Tapi karena pemerintah engga dukung dana riset”

“ Ok ” kata james.

“ Risa, jadwalkan ketemu dengan team riset dari Indonesia. “

“ Siap.” Kata Risa. ‘ segera saya ke jakarta.”

“ Ok saya hentikan riset yang ada sekarang, Kita focus kepada enhancement satelit. “ Kata James.

“ Ok Thanks End of conversation.”

***

Salinan dari WAG.-

EJB.-

Masukan untuk presiden

Tidak lelah memberi masukan kepada presiden.

Sejak periode kedua Jokowi, saya mulai mengawal segala kebijakan Jokowi. Karena periode pertama Jokowi sudah laksanakan semua program janjji kampanye nya. Selanjutnya bagaimana mengawal paska eksekusi itu. Maklum besar sekali anggaran di gelontorkan.

Pertama saya ingatkan ada masalah pada BUMN. Silahkan lihat tulisan saya di blog tahun lalu ( https://erizeli.aboutbusiness.info/…/68-bumn-terancam… dan https://erizeli.aboutbusiness.info/…/jokowi-dikerjain…). Maklum begitu besar resiko modal yang dipertaruhkan Jokowi. Proyek infrastruktur ekonomi adalah andalan Jokowi yang dikerjakan dengan segala daya. Itu bisa diterima karena sudah lama kita terlambat membangun infrastruktur.

Kedua, saya ingatkan pentingnya ketahanan pangan. Karena dampak krisis global dan pandemi. Terjadinya perubahan supply chain yang mulai menggunakan bahan pangan untuk energi ( lihat tulisan saya tahun 2020 https://erizeli.aboutbusiness.info/…/05/kartel-pangan.html dan https://babo.lentera.biz/…/krisis-pangan-setelah-covid… ). Periode pertama anggaran disalurkan sangat besar untuk bangun bendungan dan perluasan lahan termasuk estate food.

Ketiga. saya ingatkan bahaya taper tantrum. Karena kenaikan suku bunga the fed akan berdampak kelangkaan likuiditas global. Ini bisa berdampak tantrum yang merambah ke sektor produksi real dengan kenaikan harga komoditas strategis, seperti crude dan pangan ( migor ). Anda bisa baca tulisan saya di blog tahun lalu ( https://erizeli.aboutbusiness.info/…/bahaya-taper… ) dan ( https://erizeli.aboutbusiness.info/…/krisis-energi… )

Tetapi apa yang terjadi dengan tulisan saya itu? Banyak inbox masuk. Mereka tuduh saya cebong KW dan HTI. Bahkan pernah Detik (media massa), benturkan saya dengan Adian Napitulu dan Eric Tohir. Sayapun di bully oleh team hore Adian dan Eric. Yang saya sedihkan adalah ring 1 Presiden mampu membangun stigma bahwa yang kritik pemerintah adalah kadrun. Dan kerumunan nitizen ikut ikutan membully saya.

Ketahuilah bahwa krisis politik di Suriah itu bukan dipicu oleh agama. Tetapi oleh gagalnya pemerintah mengatasi kenaikan harga pangan yang melambung. Rakyat frustrasi karena tak mampu beli gandum. Disituasi frustrasi soal perut itu, apapun bisa terjadi. Nah saat itulah oposisi yang kalah pemilu lawan Bashar, menggunakan narasi agama memberontak. Sama juga krisis politk di Srilanka, karena harga pangan dan BBM melambung. Keadaan itu bisa saja terjadi di Indonesia bila tidak bisa antisipasi kenaikan harga pangan dan energi.

Bagi mereka yang hidup dari konten dukung presiden hidup mereka nyaman. Bagi mereka yang ada di ring kekuasaan menikmati kemewahan dari pendukung yang ogah mikir. Padahal mereka yang tidak mau mengingatkan presiden yang dia pilih, itu sama saja ikut menanggung dosa akibat collateral demage. Kan konyol.

Tugas saya hanya mengingatkan saja dan tentu selalu ada solusi. Saya tidak ada urusan sikap orang lain, apalagi politik. Ini antara saya dan Tuhan saja. Saya yakin Jokowi orang baik dan saya bela dia dari para oportunis disekitar dia.

Oleh : EJB

Ide Bikin Puridis untuk Basmi Covid-19

Kami mau bikin makalah, berikut ini adalah poin-poinnya.

1) dari mana ide bikin puridis

– pandemi covid-19 maret 2020 (tingkat kematian, penularan via udara dan sentuhan, dll) – SITASI

– diketahui virus ini bisa bertahan cukup lama di udara – SITASI

– banyak yg terpapar di ruangan tertutup – non sirkulasi ke lingkungan

– ruangan ac berbahaya (kelembaban rendah akan membuat partikel kecil mudah mengambang) – SITASI

– di ruangan kerja, posisi orang berdiri dan duduk. itulah level ketinggian penularan karena posisi hidung

– perlu alat yg dapat memfiltrasi udara di ruangan tertutup 

– air purifier hanyalah penyaring udara, tidak membunuh / menon-aktifasi virus

– dikembangkanlah puridis, dengan penambahan lampu UVC sebagai disinfeksi – SITASI 

– lampu UVC 254nm terbukti menon-aktifkasi virus corona – SITASI

– HEPA filter yang bisa menyaring partikel hingga ukuran 0.01 mikron – SITASI

– debu, kuman, partikel kecil, hingga virus, tersaring dan didisinfeksi dalam satu proses di alat tersebut

2) 

a. effort kita dalam mendisain 

– banyak alat disinfeksi saat itu yang diciptakan bersifat cairan yang meninggalkan residu, seperti cairan disinfeksi dll – SITASI

– perlu terobosan cepat dan aman untuk penggunaan di lingkungan manusia dalam menanggulangi penyebaran covid di dalam ruangan

– dengan mengadaptasi ducting dalam suatu gedung yang digunakan dalam HVAC, maka dibuat rancangan ducting mini yang portable yang berguna untuk memfilter dan disinfeksi – FOTO

– kondisi serba terbatas (wfh, mobilisasi terbatas, dll) – SITASI

– saat itu (namanya lupa, psbb bukan ya?), mulai pertengahan maret diberlakukan penutupan aktifitas di kampus, izin dengan fakultas untuk melakukan penelitian dan penggunaan ruangan

– semua diskusi pengembangan desain oleh tim, lewat online 

– pembelian komponen juga dilakukan serba online yang juga berdampak pada durasi pengiriman yang lebih lama karena terhambatnya jalur pengiriman dan sdm yang terbatas 

– semua usaha yang dilakukan untuk mencoba membantu yang bisa dilakukan dari bidang rekayasa teknologi untuk kepentingan bersama, khususnya nakes saat itu

b. realisasi prototyping  

– covid semakin menyebar, perlu langkah cepat 

– tim yang sudah terbiasa membuat di ukm perkayuan, memutuskan membuat di sana

– diskusi tatap muka diperlukan untuk menjelaskan detail dari setiap komponen yang ada dan dimulailah produksi tersebut

– produksi tergolong cepat, karena di saat awal pandemi, semua kegiatan hampir off. sehingga permintaan kami dapat di realisasikan dengan cepat

– 2 unit purwarupa desain hingga realisasi hanya dalam 1 bulan dari awal juni hingga juli – FOTO

– qc fisik (hasil di ukm), qc performa (uji lab di mrc), evaluasi (gambar) untuk pengembangan selanjutnya – FOTO

– cepatnya desain dan proses produksi bukan sekedar kemauan tim, tetapi memang sudah ada yang membutuhkannya untuk kegiatan operasional. 

– evaluasi produk purawrupa pertama dilakukan dan dilanjutkan ke pembuatan purwarupa kedua dan selanjutntya

– dan dilakukan terus menerus mengenai evaluasi produk untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal

3) Kerjasama dg rskgm dari mulai mereka tutup s/d berani buka (praktek gigi lagi)  

– contoh kasus rskgm ui, baru renov, rencana (jika tidak ada pandemi), juli 2020 akan segera dibuka

– renovasi yang tidak terpikirkan adanya pandemi covid, perlu solusi cepat untuk mencegah penyebaran lebih masiv

– rskgm adalah tempat interaksi dokter dan pasien yang sangat dekat (mulut pasien dan hidung dokter)

– akhir bulan mei, tim survei lokasi untuk mengetahui denah setiap lantai yang akan digunakan dan urgensi di setiap lokasi 

– urgensi di rskgm adalah ruang tindakan / perawatan. dimana banyak pasien yang membuka masker saat menjalankan prosedur. disitulah akan dipasang puridis

– agustus dan oktober kita serahkan 2 unit puridis untuk dipasang masing2 di ruang anak dan dewasa – FOTO

– bukan hanya memasang, tim juga mengambil data pengambilan sample partikulate matter dengan alat ukur kadar partikel dalam ruangan – FOTO

– bukan hanya puridis, kami juga memasang lampu moveable room decontamination untuk ruangan tindakan dan lampu hf-uvc untuk ruangan ganti APD – FOTO

– ditutup dengan surat testimoni – SITASI

4) Bgmn RS POLRI menggunakan PURIDIS  

– bukan hanya berproduksi, kami tim acovus saat itu dinamakan, menyelenggarakan webinar mengenai penanggulangan penyebaran covid dengan teknologi, salah satunya memperkenalkan puridis – FOTO E-FLYER

– dari webinar, peserta berbagai macam, dari kalangan mahasiswa, umum, dan juga rumah sakit

– dari webinar tersebut, RS polri mengontak untuk mengetahui info bagaimana agar dapat memiliki alat tersebut. dan diajak lah pertemua di mrc serta pemaparan di rs polri – FOTO

– dan sepakat untuk menggunakan 20 puridis 

– psbb semakin ketat saat itu, karena diterapkan ppkm level 4 yang membatasi pergerakan masyarakat lintas wilayah, sehingga mobilisasi dan proses produksi tidak secepat awal membuat purwarupa – SITASI

– 20 puridis baru dapat direalisasikan dalam 3 bulan untuk dapat digunakan secara bertahap – FOTO 

– puridis digunakan di beberapa lokasi di rs polri, lobby, ruang klinik, ruang pasien, dll – FOTO

– selain puridis, rs polri juga menggunakan spidec (smart pillar decontamination) pengembangan lanjut dari MRD (moveable room decontamintaion) yang digunakan rskgm – SITASI

– hingga saat ini kedua jenis alat tersebut masih digunakan dan sangat membantu dalam penyebaran covid di ruangan tertutup     

5) Rencana pengembangan skrg pasca covid

– setelah 2 tahun berjalan sejak awal pandemi, tahun 2022 covid di indonesia sudah melandai – SITASI

– tetapi tetap menjadi perhatian di bidang kesehatan, mengenai hidup bersih dan pemakaian masker

– sama seperti virus lainnya, walau kasus menurun, virus tersebut tetap ada di sekitar kita, tergantung bagaimana kesiapan antibodi masing masing dalam menanggulanginya

– oleh karena itu, puridis tetap dikembangkan. yang awalnya diprioritaskan untuk ruangan di rumah sakit yang notabene saat itu untuk melindungi nakes. sekarang bisa dikembangkan untuk keperluan individual. 

– pengemabnagn selanjutnya adalah membuat mini puridis, agar dapat diguakan di kamar, ruang kerja, dan lainnya. walau dirancang lebih kecil, performa akan tetap dijaga agar tetap dapat memfiltrasi dan mendisinfeski virus, kuman, dan partkel lainnya di udara. sehingga menjadi langkah preventif dalam penyebaran covid atau penyakit lainnya yang menular lewat udara. serta menggabungkan sistem IoT dalam produk tersebut agar dapat memonitor dan mengontrol dari jarak jauh.

– sehingga upaya hidup lebih bersih, selain dari upaya diri sendiri seperti mencuci tangan, upaya dari teknologi juga membantu secara tidak langsung yang tidak dapat dilakukan oleh manusia secara otomatis. 

Beasiswa S1 S2 13 Juni 2022

Panasonic membuka kesempatan kalian mahasiswa di tingkat S1 dan S2 untuk mendapatkan bantuan beasiswa sebesar 24 juta/tahun untuk mahasiswa aktif S1 dan 36 juta/tahun untuk mahasiswa aktif S2.

Pendaftaran akan dibuka hingga 13 Juni 2022.

Informasi lebih lengkap dapat melihat tautan di bawah ini:

Panduan Umum Beasiswa Panasonic: https://bit.ly/FTUIxBeasiswa-Panasonic_Panduan

Bisa juga dilihat di :

https://mobile.twitter.com/BemFTUI/status/1534143676200284165


Form Pendaftaran Beasiswa S1: https://bit.ly/FTUIxBeasiswa-Panasonic_S1
Form Pendaftaran Beasiswa S2: https://bit.ly/FTUIxBeasiswa-Panasonic_S2

BeasiswaPanasonic

Konglo Influencer Politik Indonesia

Oleh: Nama Penulis ada dibawah

Ada yang bertanya kepada saya. Sejauh mana kekuatan modal mempengaruhi politik di Indonesia dan siapa saja mereka. Saya mencoba merangkai informasi sekitar mereka dan ini bukan rahasia umum. Jadi saya hanya mengurai puzzle.

Pertama. Adalah mereka yang mendapatkan rente dari bisnis Pharmasi dan Rokok. Semua tahu lah. Raja pharmasi di Indonesia adalah  Kalbe. Boss nya, Boenyamin Setiawan kini menempatkan dia dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar Rp. 60 triliun. Kemudian, boss Rokok. Dari kelompok Djarum. Mereka masuk orang terkaya nomor 1 di Indonesia dengan total kekayaan Rp 285,65 triliun.

Kedua. Prayogo Pangestu. Dia pendiri dari PT. Chandra Asri. Raja petrokimia di Indonesia yang kini kerjasama dengan Pertamina. Dia juga pemilik pembangkit listrik panas bumi yaitu yakni PLTP Wayang Windu, PLTP Salak, dan PLTP Darajat, yang ketiganya berada di Provinsi Jawa Barat. Juga pemilik dari PT. Indo Raya Tenaga, konsorsium pembangkit listrik Jakarta dan Banten. yang bermitra dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kekayaannya mencapai 5,6 miliar dollar AS versi Forbes. Rangking kedua terkaya di Indonesia.

Ketiga. Antony Salim. Indofood masuk 10 perusahaan terbaik di Indonesia. Total omzet PT Indofood Sukses Makmur tahun 2018 mencapai Rp73,39 triliun. Indomaret dengan jumlah gerai 15.335 unit meraih omzet tahun 218 sebesar Rp. 73,37 triliun. Kalau ditotal kedua perusahaan itu omzet yang diraih mencapai Rp. 147 Triliun.

Di luar Indofood , Anthoni juga masuk ke bidang lain. Seperti bersama CT dia memiliki saham di Bank Mega. Bersama Medco dia punya saham di beberapa bisnis Medco. Bersama Martua Sitorus dia juga punya saham di beberapa bisnis. Sementara investasi di luar negeri di bawah First Pacific limited diserahkan kepada profesional tanpa dia terlalu ikut campur. First Pacific Limited, terdaftar di Bermuda, markasnya  di Connaught Place Central, Hong Kong. 

Keempat. Adalah mereka yang bergerak dibidang rente Tambang dan minyak Sawit. Raja tambang saat sekarang adalah Low Tuck Kwong. Dikenal sebagai raja batu bara, pendiri Bayan Resources. Miliki Kekayan Rp35,1 Triliun. Garibaldi Thohir, pemegang saham utama Adaro Energy, salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia. Saat ini kekayaannya mencapai US$1,76 miliar atau Rp23,4 triliun. 

Lim Hariyanto. Lim dan keluarganya pengendali PT. Bumitama Agri. Saat ini, dikabarkan kekayaannya mencapai US$910 juta setara Rp12,8 triliun. Arini Subianto. Dia putri dari raja minyak Indonesia Benny Subianto yang meninggal pada Januari 2017. Dia juga punya saham di Adaro Energy.  Armada bisnisnya adalah Persada Capital Investama. Edwin Soeryadjaya, boss dari PT.  Saratoga Investama Sedaya. Saat ini, kekayaannya mencapai US$660 juta atau setara Rp9,2 triliun.

Kelima. Raja property. Mereka adalah Keluarga Widjaja, Mochtar Riady & keluarga, Husodo Angkosubroto, Alexander Tedja, Hary Tanoesoedibjo, Osbert Lyman, Tommy Winata. Mereka terhubung dengan keluarga Cendana dan kroninya. Sebenarnya sumber uang mereka bukan hanya dari property tetapi dari juga bisnis Perkebunan, Media, Telekomunikasi dan perbankan. Kalau dengar rumor mereka berada dibalik kemenangan Anies dalam Pilgub DKI 2017, wajar saja. Karena portfolio mereka terbesar di Jakarta.

Mereka semua itu sebenarnya jauh dari kegiatan politik praktis. Kedekatan mereka dengan elite politik kebanyakan melalui para pengusaha yang juga elite partai dan ring satu presiden. Bukti keterlibatan mereka dalam  money politik tidak ada. Yang jelas mereka termasuk pembayar pajak terbesar. Namun semua tahu penguasaan resource yang mereka punya tidak akan bisa tanpa ada dukungan politik dan power kekuasaan dari tingkat pusat sampai daerah.

***

Buku Democracy for Sale: Dark Money and Dirty Politics, by Peter Geoghegan, published by Head of Zeus. Menurut buku ini. Selalu alasan pembenaran pentingnya demokrasi adalah agar tidak terulang lagi kekuasaan seperti Hitler, Mussolini, Stalin. Mereka adalah Icon kegagalan kekuasaan anti demokrasi. Kebetulan AS sebagai pemenang perang dunia kedua. Memaksakan agar demokrasi sebagai jalan menuju era baru dunia yang damai dan menghormati kebebasan. Namun yang jadi masalah setelah sekian dekade. Terbukti Demokrasi memang tidak pernah mundur namun gagal maju. 

Mengapa ?

Jawabannya, ada tiga. 

Pertama. Peran korporat dalam sistem politik sangat dominan menentukan arah bandul. Maklum korporat  lewat pajak menanggung  anggaran nasional lebih dari 80%. Walau korporat  hanya segelintir namun ia menanggung beban sosial dan ekonomi negara. Itu  sudah berlangsung sejak tahun 1970.  Sulit membantah bahwa oligarki bisnis itu kukunya mencengkeram batang leher elite. 

Kedua. Peran uang haram atau uang gelap atau uang rente yang masuk kedalam sistem politik. Penetrasi uang rente ini luar biasa sehingga membuat demokrasi hanya sebatas prosedur formal saja. Kenyataannya pemerintah bekerja untuk kepentingan rente saja. Yang  miris, uang rente itu sulit dilacak pajaknya. Mereka dilindungi oleh elite politik.

Ketiga. Transformasi media massa ke  ekosistem informasi yang terstruktur sehingga informasi bisa di-create sesuai kehendak modal dan pasar.  Akibatnya kebenaran yang menjadi nilai-nilai demokrasi tidak menjadi bagian dari proses pendidikan politik. Makanya jangan kaget bila orang yang tak jelas reputasinya bisa jadi anggota DPR dan kepala daerah. Bahkan jenderal gagal engga malu untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Dan selalu ada yang pilih.

Tiga hal tesebut diatas,juga ditulis oleh Lawrence Lessig dalam bukunya, Republic, Lost, dan Dark Money. Lessig menjelaskan bagaimana sekelompok miliarder telah membentuk dan memutarbalikkan politik Amerika. Dan di Inggris, studi penting Martin Moore, Democracy Hacked , menunjukkan bagaimana, hanya dalam satu siklus pemilu, pemerintah otoriter, elit kaya, dan peretas pinggiran menemukan cara untuk mempermainkan pemilu, melewati proses demokrasi, dan mengubah jejaring sosial menjadi medan perang.

Buku ini tidak berbasis teori kuat. Landasan berpikirnya lebih kepada telaah fakta. Jadi lebih tepatnya laporan kompulsif bagaimana praktek demokrasi yang ganas dan culas. Sehingga banyak UU tidak lagi dibuat sesuai dengan nilai-nilai demokrasi tentang keadilan. Rakyat kehilangan kecerdasan politik akibat informasi yang bias. 

Media massa  menjadi virus yang ganas menyesatkan orang berpikir. Sosial media membuat orang lonely ditengah keramaian dan jadi budak influencer yang mengemas konten ambigu. Selalu membesar-besarkan hal omong kosong seperti ideologi dan agama. Sangat sedikit membahas silent skandal dari kalangan korporat dan elite politik. Ogah membahas mind corruption. Padahal silent skandal dan mind corruption ini lebih jahat dari teroris. Karena ia semakin memperlemah pemerintah dalam melaksanakan fungsi  sosial dan keadilan. Dampak buruknya sangat sistematis. Jadi, demokrasi itu paradox . Anti persatuan dan mudah terpolarisasi.

-0-

Oleh : Babo – Erizeli Jeli Bandaro (06/06/22).-

Beda Antara Tujuan dan Metodologi

Artikel ini diambil dari Facebook, sengaja saya ambil karena banyak murid saya S1, S2 dan S3 bahkan ada juga dosen yang kurang memahami apa artinya METODOLOGI terutama bila berurusan dengan metodologi-penelitian. Kelanjutannya tentu saja eksis metodologi-pengukuran..dst. Sambil lalu dalam kaidah bahasa, bila ada 2 kata dijadikan 1 maka kata pertama dirubah menjadi berakhiran ‘o’. Sebenarnya ini kaidah bahasanya orang Eropa, tapi ditiru juga oleh kita orang Indonesia terutama bila kita bicara tentang Sains atau ilmu-pengetahuan. CMIIW, karena saya bukan ahli bahasa.

Nama penulisnya ada dibawah.-

-0-

Salah berpikir.

Kadang saya bertanya tanya. Mengapa kita selalu sulit bersikap sederhana atas masalah yang sebenarnya memang sederhana. Misal, kita engga bisa bedakan Alat tukar dan Alat bayar dalam perdagangan. Akibatnya banyak diantara kita mengatakan emas itu alat bayar. Padahal emas bukan alat bayar, tetapi alat tukar.

Mengapa?

Karena emas itu dari dulu adalah komoditas atau barang. Lucunya, masalah emas itu dibahas panjang lebar. Tetapi tetap saja orang tidak bisa membedakan antara alat bayar dan alat tukar. Akibatnya tulisan itu jadi bias. Kadang membingungkan. Kita sulit sekali memahami perbedaan antara uang sebagai “alat bayar” dengan uang sebagai “alat pembayaran”. Walau keliatan sederhana namun pengertiannya jauh sekali. Kalau uang sebagai alat bayar, itu ditentukan oleh pemerintah dengan sistem Fixed exchange rate. Itu bisa saja pemerintah melakukan cetak uang. Tetapi syaratnya uang harus diback up dengan collateral cukup. Mudah sekali terkoreksi ( devaluasi ) sehingga uang mudah jadi sampah. Itu terjadi di Venezuela dan Soeharto ( 1998).

Kalau uang sebagai “alat pembayaran”, maka ia menggunakan sistem floating exchange rate. Karena floating sifatnya maka uang sudah jadi komoditi yang nilainya ditentukan pasar. Lucunya, karena tidak paham perbedaan ini, orang membuat narasi too good to be true tentang printing money. Dia bicara tentang uang sebagai alat pembayaran tetapi tesisnya uang sebagai alat bayar. Kacau kan. Anehnya banyak banget orang percaya dengan narasi ini. Kita juga tidak bisa membedakan teknologi sebagai alat dengan teknologi sebagai bisnis process.

Misal IT. E-commerce itu adalah platform IT untuk mendukung market place agar efisien dan efektif. Agar terjadi transformasi dalam tata niaga bisnis. Tetapi lucunya, IT berkembang pesat. Sementara tata niaga distribusi barang dari pabrikan sampai ke pengecer tidak berubah. Tetap saja business process tidak efisien. Apa yang terjadi ? Hanya menjual platform IT untuk orang yang males gerak. Engga akan ada kemajuan. Tetap aja rente. Akhirnya pada tumbang dah itu start up company. Cepat terang cepat redup.

Agama dan Politik

Orang tidak bisa membedakan Agama dan Politik. Agama itu berkaitan dengan ajaran nilai. Sementara Politik berkaitan dengan metodologi mendapatkan nilai. Analoginya, Agama bicara tentang tujuan ke Bandung. Politik bicara tentang bagaimana mencapai tujuan ke Bandung. Kan bisa pakai mobil pribadi, jalan kaki, atau naik sepeda, atau naik kereta.

Nah bayangkan, agama bicara politik. Nyambung engga ? Pasti engga. Prinsipnya beda. Politik bicara agama. Pasti engga nyambung. Tapi karena orang engga bisa bedakan, ya bicara politik bawa agama jadi bias. Sebaliknya bicara agama bawa politik sama saja. Bias juga. Mungkin karena kelemahan kita dalam literasi sehingga membuat kita jadi masyarakat yang kacau berpikir. Apapun yang kita tiru dari luar pasti salah jadinya. Bukan sumbernya salah, tetapi cara berpikir kita yang salah. Akibatnya mudah jadi korban provokasi apa saja.

-0-

Erizeli Jely Bandaro· rdsptooenS46064agauaj762f8 14g67m74am5lu11  · 

Inkubator Menolong Warga Ex-Timtim

Inkubator di barak pengungsian warga ex Timor Timur.

Dalam ruang 4 x 6 meter ada 3 keluarga di dalam tinggal bersama. Laporan dari Agen Relawan (Kupang) Bapak BEN V. TARIGAN.-

Telah dipinjamkan inkubator kepadaNama Bayi : Abraham BaptistaJenis Kelamin : Laki-Laki

TTL : Kupang, 13 Mei 2022.. -Berat Bayi Awal Lahir : 1,2 Kg BB saat ini : 1,1 Kg

Alamat Orang Tua : Terminal Noelbaki Nama Ibu : Natalia Baptista Umur : 36

Nama Ayah : Alm. Robi Leonard Leong

Lahir Di (RS/Puskesmas/Rumah) : RS Leona, 13 Mei 2022

Anak ke : 4

Bayi Pulang Rumah Tanggal : 27 Mei 2022

-0-

YABAPI – Yayasan bayi Prematur Indonesia. Aktivitas utama Peminjaman Gratis Inkubator untuk NUSANTARA. Mereka (keluarga bayi prematur/BBLR) yang memerlukan inkubator silakan kontak SMS Center 0856 5931 2070 (kirim SMS tidak bisa telpon). WA Center 08111 383 300 (hanya kirim pesan WA).

Sudah ada di 138 kota dan kabupaten Nusantara. Bagi yang berminat untuk jadi Agen Relawan silakan kirim Email YABAPI@inkubator-gratis.org — Masih diperlukan agen utamanya untuk LUAR-JAWA. Markas Pusat Gd MRC lantai 6, FTUI Kampus UI Depok 16424.

Kenapa Pertamina Rugi 190 T ?

Pertamina, menagement Ilusi

Tahun 2015 Jokowi membuat aturan bahwa harga BBM dikembalikan ke pasar. Saat itu di sosmed saya paling militan membela kebijakan Jokowi itu. Saya berdebat dengan banyak orang. Bahkan saya diserang oleh kader partai oposisi. Benar benar brutal debatnya. Mengapa saya begitu militan bela Jokowi? karena tidak masuk akal uang dibakar begitu saja untuk subsidi. Dan gilanya subsidi itu lebih banyak dinikmati kelas menengah. Sementara Jokowi ingin alihkan anggaran subsidi itu ke pembangunan infrastruktur. Clear ya.

Tetapi dalam perjalanannya, aturan itu tidak ditegakkan. Seharusnya dengan adanya kebijakan harga diserahkan ke pasar, saat itu juga Pertamina menempatkan dirinya sebagai trader yang punya hak monopoli pasar. Artinya, ya bermainlah. Buat analisa pasar. Kalau harga minyak jatuh di pasar dunia, ya beli besar. Bangun bunker untuk jaga stok. Perbesar kontrak Forward. Nah ketika harga naik, ya jual dengan margin gede. Sehingga dari keuntungan itu Pertamina bisa trade off harga untuk menjaga stabilitas harga BBM dalam negeri.

Tetapi apa yang terjadi? dalam prakteknya walau tata niaga udah mendepak Petral, tetapi tetap saja trader di Singapore yang atur. Pertamina justru jadi konsumen dihadapan trader Singapore. Konyol kan. Udah begitu. Sebagin besar produksi NOC (National Oil Company – Red) yang punya kontrak Karya, jual Crude ke trader di Singapore. ya disedot oleh kilang Singapore dan setelah itu mereka jual lagi ke Indonesia. Ampun dah begonya.

Integrated supply chain (ISC) Pertamina justru lebih banyak beli minyak di pasar spot. Lucu ya. Punya market monopoli tetapi beli ketengan. Kalah sama Udin pedagang sempak. yang berani beli grosir. Tetapi Ok lah. Kalau memang begitu, ya naikan harga sesuai pasar. Jangan ditahan harga hanya untuk jaga citra di hadapan presiden. Entar kalau udah kegedean harga naik, barulah harga di naikan. Ya rakyat kaget. Marah, wajarlah. Coba kalau dinaikan secara bertahap sesuai perkembangan harga. Tentu rakyat engga kaget.

Nah karena aturan subsidi sudah tidak ada lagi. Sementara Pertamina jebol. Direksi Pertamina minta negara bailout kerugian itu? Kan lucu banget. “ Anda selama ini dibayar mahal gajinya, tetapi rugi minta negara bailout. Kalaulah anda pintaran dikit dan malu dibayar mahal, ya tidak perlu Pertamina rugi. Lah anda jual dengan aturan harga pasar. Kalau untung teriak bangga. Pas rugi minta negara bailout. Anak alay juga bisa kerja begitu.” Lucunya, pemerintah mau beri kompensasi. Ya sama saja dengan bailout.

Kalau negara beri kompensasi atas kerugian Pertamina sebesar Rp. 190 triliun. itu sama saja pemerintah ( komisaris dan Meneg BUMN) mengakui kesalahan Pertamina selama ini diketahui dan dibiarkan saja. Bisa saja itulah buah konspirasi antara elite dan pedagang. Kalau pemerintah tidak tahu, ya segera pecat semua direksi dan komisaris Pertamina. Ganti orang yang lebih pintaran sedikit. Berani engga Jokowi?

EJB – Erizeli Jeli Bandaro (Babo).-

EKOSISTEM FINANSIAL

Ekosistem financial.

Katakanlah, anda dapat SPK dari kementrian atau Pemda. Anda harus delivery SPK itu untuk dapatkan uang dan laba. Sederhana kan ? Tetapi sering jadi masalah, kesulitan dapatkan modal untuk melaksanakan SPK itu. Begitu juga. Walau ada kontrak dengan pabrik untuk jadi suplier. Atau dapat kontrak jadi rekanan perusahaan tambang. Bahkan dapat kontrak dari BUMN, Tetap saja anda tidak akan dapatkan modal dari bank bila tidak ada collateral. Yang bisa sukses hanya yang punya sumber daya untuk dapatkan akses ke bank. Bagi orang yang terbatas sumber dayanya, ya sulit mengakses bank.

Padahal bank itu sumber daya dalam ekosistem keuangan. Tetapi mengapa Bank tidak percaya dengan SPK itu? karena bank tahu walau syarat dapatkan SPK itu tidak mudah namun standar kepatuhan etika dan moral dapatkan SPK itu rendah. Makanya bank minta collateral. Apa yang terjadi ? Bank sebagai bagian dari ekosistem bisnis berdiri sendiri, lepas dari ekosistem. Itu bukan hanya bank, tetapi juga lembaga keuangan lainnya, sama saja sikapnya. Akibatnya sumber daya keuangan menjadi sumber daya sangat terbatas. Ketidak adilan jadi melebar.

Itu yang terjadi di Indonesia. Makanya kalau anda dari keluarga miskin, bermimpi jadi pengusaha sukses sangat sulit. Kalaupun bisa itu harus jadi proxy orang yang sudah kaya lebih dulu. Kalau engga, ya cukup puas jadi pegawai atau pengusaha kelas cukup hidup bergaya saja. Lama lama usia bertambah, anda tidak kemana mana. Sampai ajal menjemput.

Pengalaman saya di luar negeri. Sangat berbeda. Saya dapat SPK dari LG untuk supply LCD. SPK itu saya bawa ke bank atau lembaga keuangan, tidak perlu lama. isi formulir dan lengkapi dokumen pendukung. Tidak lebih 1 jam sudah dapat uang. Engga perlu collateral segala. DI China juga begitu. Saya dapatkan kontrak penjualan garment ke Eropa dan AS. Datang ke bank, bank beri kredit tanpa collateral. Saya dapatkan longterm kontrak dalam bentuk offtake guarantee, tidak sulit dapatkan kredit investasi bangun pabrik. Tanpa colateral. Keren ya.

Mengapa begitu mudahnya? itulah yang dimaksud ekosistem financial. Apa kuncinya ? Standar kepatuhan etika dan moral yang disepakati semua pihak, Kalau anda dapat SPK dari pabrik, engga bisa ngandelin karena boss nya teman baik anda. Anda dapatkan SPK dari pemerintah. Engga bisa andalkan lobi agar tender menang. Anda harus qualified melewati standard compliance itu. Apa yang terjadi? persaingan terjadi karena faktor kompetensi yang di dalamnya ada skill, trust, network dan lain sebagainya.

Sehingga kompetisi terjadi secara fair, dan peluang terbuka bagi siapa saja yang mau kerja serius. Jadi keadilan Sosial itu ada pada ekosistem financial. Orang mendapat proporsional dengan kompetensinya. Bukan karena lobi (suap/KKN) dan bergaya keren seperti pengusaha hebat. Itulah yang tidak bisa diadakan di Indonesia. Karena mindset korup itu bukan hanya ada pada pemerintah tetapi masyarakatnya juga memang korup. Ya mau gimana lagi. Aturan tinggal aturan. Realitas nya kita hidup seperti rimba belantara. Yang kuat makan yang lemah. Semua saling curiga.

-0-

EJB – Erizeli Jeli Bandaro

Dok..Umur Sudah 50 th, Masih Takut Juga ?

“Flo, kamu mesti banyak share edukasi kesehatan yang kamu lakukan selama ini. Saya sudah lama memantau, kamu orang Indo yang paling jago di bidang mu ini. Kamu icon nya di Indo.” Demikian kata sahabat ku yang selama ini sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri.

“Lhaaa……saya bisa dibreidel !!” jawab ku. “Belum lama ini kan ada seorang dokter ngetop banget kena ‘breidel” juga, apalagi saya yang bukan apa-apanya Beliau…..”

“So what…..? Kamu masih takut apa ? Dokter seperti mu, ga diakui gelarnya oleh segelintir orang di organisasi efeknya apa ?

Kamu tetap dicari orang kok, walaupun praktek di ujung berung sekali pun. Dan orang-orang sudah tau kalo kamu seorang dokter.

Kamu juga tidak menyalahi ilmu kedokteran yang selama ini kamu pelajari. Kamu tetap memegang cara-cara medis sesuai aturannya.

Cuma kamu kolaborasikan dengan cabang ilmu Kedokteran Energi yang kamu pelajari selama ini yang kebetulan belum terakomodir di Indonesia, dan kamu lengkapi dengan talenta sixth-sense mu.

Salahnya dimana coba…..?

Nonton acara Hotman kemarin di Metro TV ?

Ternyata aturan organisasi juga mereka langgar sendiri, tidak transparant, cenderung otoriter. Salah besar kalo mereka di organisasi itu hanya tajam keluar.

Sudah, sudah cukup kamu bungkam.

Saya lihat kamu lalu lalang di TV dan media cetak hanya berani bicara yang sangat superficial saja tentang keilmuan mu.

-0- Oleh Dokter FLoren -0-

Sayang banget…..padahal banyak sekali potensi mu yang tersimpan, dan musti ga usah ragu untuk speak out tentang terapi mu.

Saya orangnya sangat logic dan punya critical thinking yang tinggi kan……bisa amazed juga pada beberapa kasus masalah kesehatan yang saya minta bantuan mu. Bayangkan kalau banyak orang juga bisa tau terapi mu yang sebenarnya seperti saya.

Kamu sudah bersumpah sebagai dokter…..lakukan yang terbaik bagi orang sakit yang datang kepada mu, musti berikan kemampuan terbaik mu. Edukasikan yang belum tau tentang cara-cara penyembuhan diri dan healing berbasis energi serta padukan dengan cara-cara medis modern, agar mereka bisa ada pilihan lain yang bisa memberi kenyamanan bagi yang sakit.”

Ahh…..opo ini, Sumpah Dokter dibawa-bawa.

Memang ada yang bunyinya :

Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan pasien.

Tapi pada prakteknya susah dijalankan.

Bukannya saya dan para dokter tidak mau, saya berani bersaksi banyak sekali rekan-rekan sejawat saya yang berhati tulus bak malaikat dalam merawat orang sakit.

Tapi aturan yang mesti dipegang adalah konsep kedokteran konvensional dengan Western Medicine-nya yang berbasis evidence base medicine, menjadikan ruang gerak dokter terlalu sempit bahkan untuk menggeliat sekali pun.

Evidence base medicine ini lalu menjadi benteng kokoh dengan laskar farmasi berlapis-lapis, dan menimbulkan keangkuhan tersendiri untuk tak terjamah. Padahal apa-apa yang harus evidence base medicine itu kendalanya besar ; dana, waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja masalah birokrasi yang belum tentu mudah tersedia bagi seorang dokter yang hendak melakukan suatu terobosan. Belum lagi sikut-sikutan antar sejawat sendiri (ehh…..ini beneran ada, dan banyak juga….hahaha!).

Dibelenggunya dokter di Indonesia dengan aturan ketat berbenteng ‘evidence base medicine’ ini, justru memunculkan kasus ketika dulu menjamur klinik-klinik terapi semacam klinik T******g dengan mendatangkan dokter-dokter dari luar. Yang herannya dapat bebas beriklan bombastis dalam waktu cukup lama dan menjanjikan hasil instant dengan menampilkan banyak orang bertestimoni.

Seorang pasien saya sempat bercerita bahwa salah satu yang bertestimoni dan ditampilkan TV saat itu adalah sopirnya, dan untuk testimoninya itu ada imbalannya. Jadi bisa saja yang bertestimoni kandungan kebenarannya bodong belaka.

Belum lagi seorang pasien saya pernah bercerita tentang terapi anaknya yang mengalami speech delay (terlambat bicara). Datang ke dokter luar yang katanya dari Singapura, dan terapinya hanya diolesi nasi panas pada bagian bibir anaknya.

Berapa biaya untuk konsulnya ?

LIMA JUTA RUPIAH….!!

“Flo…..umur udah setengah abad lebih, kita musti fearless.

Sudah cukup berikan 50 tahun hidup kita untuk sesuaikan dengan keinginan orang-orang yang maunya kita seperti apa.

Setelahnya, jadilah diri mu menurut life wisdom yang kamu ingin kan. Kamu toh udah ga risau lagi tentang sekolah anak-anak kan ? Mereka udah mandiri, tinggal metik hasil.

Kamu kerja ga usah takut-takut, nyatakan kebenaran dari yang telah kamu berikan ke masyarakat selama ini.

Toh apa yang kamu bagikan adalah hal nyata, bukan untuk mencari popularitas. Kalo kamu masih belum speak out berarti kamu belum melakukan tugas dokter mu dengan baik.”

Well…..apa yang dikatakan sahabat ku sepenuhnya benar.

Memang seorang dokter mesti berpegang pada kemampuan terbaiknya ketika berhadapan dengan orang sakit untuk memberikan terapi agar mereka dapat pulih sehat kembali.

Selama ini, sudah menjadi pengetahuan luas bahwa kedokteran modern dengan barisan farmasi dan peralatan canggih-nya belum tentu dapat menjadi solusi tepat untuk pengobatan orang sakit, karena berbagai sebab : efek samping yang timbul, mahalnya biaya, kesiapan mental, dll.

Maka masyarakat pun mencari alternatif pengobatan yang sayangnya malah kadang menjerumuskan mereka ke arah tanpa nalar.

Ketika sakitnya tidak kunjung sembuh, maka langsung berpikir menjadi korban santet atau sakit non-medis dan menemui ‘orang pintar’ dengan mahar luar biasa hanya karena diiming-imingi penyakitnya bisa sembuh bila dipindahkan ke telur atau hewan.

Mungkin ada manusia yang bisa melakukan itu, tetapi saya rasa itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Demikian pula terjadi perang dingin antara pengobat alternatif dan dokter. Masing-masing kubu terasa angkuh, merasa metodenya yang paling bagus.

Para praktisi pengobat alternatif menakut-nakuti pasiennya supaya jangan ke dokter. “Nanti kalo ke dokter dibelek-belek, dikasih racun macem-macem…..penyakit bisa tambah parah dan ga bakal bisa sembuh.”

Sebaliknya, dokter pun kerap memandang sebelah mata kemampuan para pengobat alternatif ini, tanpa mau repot mencari tau dasar kebenaran metode yang digunakan terlebih dahulu. Pukul rata semua terapis alternatif hanya modal sugesti tanpa akal sehat.

Akibatnya para pasien yang kena getahnya, maju kena mundur kena…..sehingga mereka berinisiatif memadukan terapi untuk dirinya sendiri : berobat ke dokter sambil curi-curi minum jamu sendiri tanpa memberitahukannya pada dokter maupun pengobat alternatif yang merawatnya.

Dan seringkali ini menjadi fatal karenanya………

Benar juga kata sahabat ku lainnya Nana Padmosaputro dan Visera Cbo Ninik, ini mungkin SOAL WAKTU. Ketika bidang Kedokteran Energi dapat diterima secara luas, tentu saya senang sekali.

Kalo bidang kedokteran mengaku modern, mengikuti perkembangan jaman, canggih teknologi, dll……mosok kalah dengan ancient Tiongkok tentang Qigong, Taichi, dll yang sudah dari dulu memantapkan cara-cara pemulihan kesehatan lewat metode energi.

Keangkuhan memang selalu tak perlu dipertahankan. Menjadi rendah hati dengan pikiran terbuka dan memperluas wawasan berpikir lebih baik sebagai gantinya.

Dan aku tak takut lagi bersuara, agar keangkuhan itu cepat sirna menjadi senyum yang membawa bahagia ketika menebar kebaikan dan manfaat semakin nyata melebarkan sayap nya……….

Ditulis tanggal 19 Mei 2022 oleh Dokter Floren.

Kantor Holding Ideal

Kantor ini sebagai markas utama SIDC, yang berada di kawasan Financial Center Hong Kong. Kantor nya tidak begitu besar. Luas nya hanya 400 Meter persegi. Kamar kerja ada 4. Satu kamar kerja saya sebagai CEO. Tiga kamar kerja untuk direktur. Semua kamar kerja transparan. Dinding kaca. Untuk staf berada dalam satu ruangan semacam workstation, yang masing masing mereka di pisahkan partisi, agar nyaman ketika mereka bekerja. 

Jumlah karyawan di Kantor ini ada 24 orang, yang bekerja pada posisi Corporate secretary, auditor, corporate compliance, general affair, human resource, corporate planning, treasury and finance. Kantor ini mengelola 38 anak perusahaan dibidang Agro Industry, Manufacture, Technology, Industrial zone development, Mining, Logistic service, yang tersebar di China, Korea, Malaysia, Thailand, Singapore, Kazakhstan, Dubai, Rusia, Iran, Canada. Sejak tahun 2010 kantor ini sudah menerapkan management information system. Semua anak perusahaan terhubung dengan database terpusat sehingga staff holding dapat meng-akses setiap hari data anak perusahaan secara real time. Juga dilengkapi dengan software Governance, risk management and compliance (GRC)  yang sehingga secara IT bisa mengevaluasi business process yang sedang berlangsung. Apabila ada indikasi penyimpangan dapat segera diantisipasi.

Penerapan Management information system ini membuat operasi holding sangat efisien dan sangat efektif dalam mengelola 38 anak perusahaan. Masing masing anak perusahaan jadi sub holding. Total unit business semua ada 160. Tidak ada perencanaan, pengawasan, pengarahan, pendelegasian pada setiap anak perusahaan tidak terkoordinir oleh Holding. Tentu system ini mengharuskan SDM yang handal di bidangnya masing masing.

Dari blognya Mr Babo.-

Siapa IDI Sesungguhnya ?

SEMAKIN TERKUAK MALAM KAMIS KEMARIN 18 MEI, DI ACARA HOTROOM HOTMAN PARIS – SIAPA IDI SESUNGGUHNYA (Oleh : Dr HANDRAWAN NADESUL)

Saya sudah sejak lama bertanya kehadiran IDI, sejak saya wajib menjadi anggota supaya izin praktik bisa keluar, lalu membayar iuran, lalu STR (surat tanda registrasi) ulangan dengan kewajiban mengeluarkan sejumlah rupiah yang tidak kecil. Hitungan saya dari hampir 100 ribu anggota IDI, berapa uang terkumpul, tapi saya dan sejawat lain tidak merasakan uang itu kembali bagi keperluan dan kepentingan anggota.

Tidak jelas juga ke mana, dan baru tahu kemarin, tidak pernah dilakukan audit. Baru tahu juga kemarin kalau sejatinya sebagaimana perkumpulan dokter di negara lain, sebut saja American Medical Association, atau di Inggris atau di mana-mana negara, tidak wajib menjadi anggota untuk bisa mendapat izin praktik. Sifatnya sukarela.

Juga baru tahu kemarin, kalau begitu melebar dan meluas kewenangan IDI yang bukan saja administratif, melainkan merambah ke domain akademis, yang ikut juga dalam badan Konsil Kedokteran selain badan Kolegium, yang ikut menentukan kelancaran untuk sekolah spesialis. Dua badan yang sejatinya langsung di bawah Presiden. Baru tahu juga kemarin betapa tidak mudah menjadi spesialias, ternyata di sini kendalanya. Baru tahu konon ada apa-apanya di sini. Juga dokter diaspora lulusan dari mana-mana menghadapi hambatan, bahkan bisa batal praktik di negerinya sendiri. Dr Lie Darmawan, dokter kapal terapung yang dermawan itu, yang dirindukan rakyat di pelosok untuk kasus bedah, mengalami hal miris yang sama ketika minta izin praktik di negerinya sendiri.

Banyak cerita serupa dialami kolega, tapi semua tidak melawan. Bu Irma Chaniago anggota DPR yang kemarin ikut bicara memberikan kesan dengan gemas sekali bilang kalau para dokter Indonesia itu takut sama IDI. Takut tidak dikasih izin, atau diberi izin lanjutan. Begitu superpowernya IDI, yang selama ini saya hanya menaruh curiga, kini terkuak juga. Kesimpulan kemarin, oleh karena banyak yang tidak wajar, yang janggal, yang melebarkan kewenangannya, termasuk IDI merestui iklan-iklan perusahaan, yang dalam Sumpah Dokter kami tidak boleh beriklan, IDI malah melakukannya.

Bersyukur ada sejawat-sejawat yang berpikir lurus, menegakkan kebenaran bagaimana seharusnya organisasi IDI selayaknya. Sejawat yang risau dan gelisah ini lalu mendirikan PDSI Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia. Memilih perkumpulan karena ketentuan hukumnya tidak boleh Ikatan, maka kalau IDI masih ingin tetap hadir, perlu berubah menjadi PIDI.

Hal lain yang bikin lapang semua sejawat dokter, bahwa ketentuan harus memperoleh rekomendasi IDI agar bisa mendapat izin praktik, dinyatakan oleh pelurus penengak kebenaran PDSI, aturan itu tidak diperlukan lagi. Mengapa? Oleh karena yang berhak memberikan izin praktik itu pihak pemerintah yang diwakili oleh Dinas Kesehatan, bukan IDI. Ada atau tidak rekomendasi IDI, izin praktik boleh tetap berlaku. Catatan Dr Judil Herry, dokter senior, yang juga cemas terhadap IDI yang semakin garang, memberi komentar tidak ada perkumpulan dokter di dunia yang menarik iuran.

Saya pribadi sudah sejak pensiun tidak memperpanjang keanggotaan IDI karena masih bertanya untuk apa dan ke mana uang iuran saya, rasanya janggal. Masyarakat Indonesia perlu menaruh apresiasi dan bersyukur ke depan nanti para sejawat dokter tidak perlu cemas, takut, dan dibuat tidak tenang berpraktik hanya lantaran soal ribetnya izin praktik. Demikian pula halnya diaspora dokter lulusan luar bisa lebih lancar tidak dipersulit diterima berpraktik di negerinya sendiri, selain untuk spesialiasi tidak menjadi rumit lagi.

Kita rindu profesi dokter kita praktik lebih tenang, lebih sejahtera, lebih dipermudah, karena masyarakat kita, rakyat Indonesia, masih perlu dibela untuk hidup lebih sehatnya.

Dr HANDRAWAN NADESUL

Rencana Tesla invest di Indonesia?

Rencana Tesla invest di Indonesia?

Tahun lalu Tesla negosiasi dengan Indonesia untuk bangun pabrik EV. Akhirnya Tesla membatalkan rencananya itu. Alasannya sederhana saja. Karena Indonesia tidak bisa comply ESG ( enviromental Social Government ).Sementara sarat utama bagi perusahaan yang sudah IPO di Wallstreet harus di negara yang patuh dengan standar ESG. Mengapa Indonesia diangagap tidak memenuhi ESG ? karena Indonesia belum ada solusi konkrit tentang limbah penambangan nikel.

Kemudian Tesla lanjutkan rencana membangun pabrik EV di India. Setelah negosiasi yang panjang. Bahkan Tesla sudah mendirikan perusahaan di India, Tesla India Motors and Energy Private Ltd di Bengaluru pada 8 Januari, 2021. Namun tiga hari lalu Tesla mengumumkan bahwa mereka mundur dari rencana itu. Mereka pastikan meninggalkan pasar India. 

Apa pasal? karena India tidak ingin  hanya dimanfaatkan pasarnya saja. Tanpa ada tekad serius Tesla bangun pabrikasi secara terintegrasi di India. “Kami hanya punya pasar, dan anda punya tekhnologi. Kalau mau masuk pasar kami, ya serahkan tekhnologi kepada kami. Kalau engga, Ya engga usah invest. ” Kira kira itu sikap pemerintah India. Tesla minta izin waktu secara bertahap membangun pabrik terintegrasi. India tidak masalah. Tetapi tetap saja impor komponen yang didatangkan dari pabrik Tesla di CHina kena pajak impor tinggi. Itulah yang membuat Tesla capek negosiasi dan akhirnya cao.

Sebenarnya tahun 2019 Tesla berencana membangun baterai EV di India. Itu juga gagal. Karena India tidak mau tekhnologi modul baterai didatangkan dari pabrik Tesla di China. Harus bangun sendiri di India. Kalau engga, ya dikenakana tarif impor tinggi. Jadi sebenarnya, India tidak salah. Tesla sudah tahu platform pengembangan industri di India sebelum dia masuk. Namun Tesla mau take advantage akan keberadaan tekhnologi EV dan kesiapan China mau dukung pembiayaan. Ternyata India tidak bisa dibujuk dengan tekhnologi kalau kepentingan domestik diabaikan.

Mungkin anda bingung. Baik saya jelaskan. Pabrik EV itu ada tiga unsur. Pertama, lempengan baterai. Kedua, modul baterai. Ketiga, kerangkan dan fiture. Nah lempengan baterai itu bisa dibuat dimana saja. Nilai tambahnya rendah. Satu paket lempengan baterai per satu kendaraan valunya hanya USD 1200. Sementara modul baterai itu nilai tambahnya USD 15,000. Nah modul tekhnologi ini tidak akan ditransfer tekhnologinya kepada pihak lain. Sedangkan kerangka, itu bisa dibuat di mana saja. Karena tekhnologinya sederhana. Soal fitur itu bisa juga engga sulit.

Nah apa agenda pertemuan Jokowi dengan Elon Musk boss Tesla? apa yang ditawarkan Indonesia kepada Tesla untuk berinvestasi di Indonesia? kemungkinan besar itu hanya lempengan baterai saja, bukan modul baterai. Ya sama dengan yang dibangun oleh Indonesia Battery Corporation (IBC). Perusahaan patungan empat BUMN, PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum), PT Anyam Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Kemungkinan besar yang invest di Indonesia itu adalah unit bisnis Tesla di China. Karena dia engga mungkin dapat duit dari AS, kecuali dari China yang tidak mensaratkan ESG. Kemungkina sukses kecil sekali. Namun sekedar PR ya lumayan memuaskan pejabat yang atur pertemuan antara Elon Musk dan Jokowi.

Namun yang patut diperhatikan adalah kalau alasan bangun pabrik baterai itu, Tesla juga minta izin masuk pasar domestik untuk EV nya. Ya pemerintah harus tetap dengan kebijakan standar perlindungan pasar domestik. Kalau engga, sampai kapanpun kita tidak akan punya industri EV terpadu. Pasar domestik hanya dimanfaat pihak luar. Nasip kita akan sama dengan industri kendaraan konvensionnal ( Non EV) yang ada sekarang, yang kita tidak bisa mandiri.  Itu karena kebijakan masa lalu yang lemah atau longgar terhadap APM ( Agen Pemegang Merek).

Erizeli Bandaro at 5:10 AM

Poligami Buat Emak-emak Paruh Baya

Oleh : Anna Amaliyah Agus

Obrolan mamak2 paruh baya (1)

Biasanya kalo udah ngumpul sama bestie yg sama2 sudah paruh baya (tapi tetep denial kalo jiwa tetep 21) akan ada hot topic at the moment. salah satunya poligami.

Topik ini makin sering dibahas ketika salah satu teman baik kami dipoligami suaminya yg (insya Allah) dilakukan dengan baik serta sah dalam agama maupun negara (ada sidang KUA untuk persetujuan poligaminya dan ada surat nikah KUA untuk pernikahan keduanya).

ternyata setelah ngobrolin pernikahan temen kami tsb, kami menemukan kasus2 poligami yg lain yg kondisinya beda2.

1. senior kami yg akhirnya divorce, karena suaminya minta poligami tapi gak punya kerjaan jelas dan selama ini senior kami ini yg jadi back bone keluarga (suami sok poligami padahal suami tidak tahu kapasitas diri)

2. senior kami yg lain yg suaminya poligami terus gak tahan karena suaminya poligami lagi.. akhirnya bercerai dan jadi istri kedua dari sahabat suaminya (poligami kok kayak drama kaum swinger 😑😑)

3. senior kami yg dipoligami lebih dari 1 istri yg tetep mencoba bertahan demi penghidupan anak2 walaupun sempat terancam bubar (poligami karena istri tergantung finansial untuk dirinya dan anak2)

4. senior kami yg dipoligami karena suaminya merasa tertekan dengan istrinya yg dominan setelah memberikan anak lebih dari 5 orang.. dan akhirnya terjadi perceraian.. sang istri akhirnya harus mulai mencari nafkah untuk dirinya setelah usianya sudah menjelang lolita

dari kasus2 ini kami berkesimpulan bahwa kalo memang dari suami2 kami punya keinginan untuk poligami.. dibanding mengalami stress “melawan untuk sesuatu yg tidak pasti baik” mending stress “mengalah untuk menang”… dalam kata lain silakan poligami tapi harus resmi KUA spt teman baik kami yg poligami resmi KUA

dalam observasi kami poligami KUA akan membuat :

1. ada surat pernyataan pembatasan aset2 yg dikumpulkan selama menikah dengan istri pertama (dan kalo bisa aset sudah dibalik nama dulu jadi aset istri pertama) dengan ketika sudah menikahi istri kedua

2. ada surat pernyataan jaminan nafkah untuk istri dan anak2 dari istri pertama sebesar nominal tertentu yg disepakati yg tidak boleh diganggu gugat oleh istri kedua dan anak2nya

tentunya dorongan untuk melakukan poligami sesuai KUA ini dilakukan dengan jurus “kasihan istri kedua dan anak2nya lho kalo status poligaminya hanya istri siri”… bisa2 nanti anaknya dari istri kedua sulit punya akte kelahiran karena untuk terbitin akte kelahiran kan harus ada bukti surat nikah bapak ibunya.

jurus ini memang kesannya pragmatis pasrah banget yaa… tapi ini akan melindungi pemenuhan kebutuhan istri dan anak2 pertama.. serta melindungi risiko istri siri minta suami menceraikan/menyingkirkan istri pertama karena dia pingin resmi/jadi ratunya bukan selir.

Plus tentunya jurus ini akan ngajak suami berpikir realistis tanpa berantem emosional yg gak perlu, yg berisiko berujung pernikahan bubar dan istri+anak2 pernikahan pertama kehilangan banyak tunjangan finansial. Sayang banget udah capek/lelah hati emosi ehh hilang kepastian finansial juga.. dan tentunya pendekatan ini membuat mudah2an suami bisa mengurungkan niat poligaminya.. karena diingatkan secara halus/manis tanggungjawab menikah itu beraat cyyn 🤭🤭

tentunya obrolan di wrap-up dengan mudah2an poligami gak perlu terjadi di keluarga kami.. dan kalaupun terjadi poligami.. poligaminya harus resmi KUA 😎😎

Poligami termasuk salah satu dari banyak ketentuan Agama islam yg komprehensif… yg mana poligami pun dilakukan Rasulullah setelah istri pertama rasulullah Siti khadijah wafat (jadi pernikahan monogaminya jauuuuh lebih lama dibanding pernikahan poligaminya).. kurang lebih, usia Rasulullah sekitar 50 tahun saat wafatnya siti khadijah (rasulullah menikah usia 25 tahun dan wafat usia 63 tahun)… dan kemudian ternyata yg dinikahi adalah janda2 yg suaminya meninggal karena peperangan. Itupun dengan peringatan dari Allah kalau poligami tidak bisa adil.. maka akan ada ancaman neraka dan dibangkitkan dalam kondisi tidak berjalan normal/miring2.

Beda banget dengan poligaminya presiden NKRI yg pertama yg lebih didasari oleh seneng dikelilingi oleh perempuan cantik, serta mayoritas yg dinikahi adalah perawan ting2… dan didalamnya terdapat proses perceraian pulak pada total 9 perempuan yg pernah jadi istrinya bung Karno.

kesimpulan akhir : kami lebih menerima poligami dibanding gaya hidup “lagi bete” seperti kaum nabi luth yg berujung pada banyak penyakit yg membahayakan diri sendiri terutama ketika masa tua nanti (ini obrolan paruh baya lainnya)

#mumbling#mamakparuhbaya#poligami

Akuisisi Bisnis dalam Praktek

AKUISISI BISNIS DALAM PRAKTEK

Untuk Sahabat yg minat serius ber-wirausaha.-

-0-

Bagus nih untuk mahasiswa Ekonomi bisnis yang benar-benar ingin membangun bisnis, bukan sekedar jadi ‘karyawan’ walaupun punya jabatan manager, direktur atau SVP, tapi sebenarnya orang gajian juga. Tentu saja bagus juga untuk mereka yang berasal dari bidang studi lain tapi punya keinginan besar untuk berwira-usaha.
-0-

Kemarin sore saya ngobrol dengan putra saya “ Pah, aku punya rencana akuisisi bisnis . “ Katanya menyerahkan proposal lumayan tebal. Saya baca cepat, tidak lebih 15 menit saya kembalikan ke dia. “ Ini bahan skripsi ya” Tanya saya.
“ Bukan Pah. Ini proposal bisnis”
“ Ya tapi papa tidak melihat itu proposal. Tetapi tepatnya karya ilmiah. Skripsi. “
“ Emang kalau bisnis gimana Pah.” Katanya. Saya tersenyum menatap dia. Ini putra saya dan dia sedang berproses.
“ Proposal untuk akuisisi itu lebih rumit daripada rencana bisnis mendirikan bisnis. Lebih rumit lagi kalau berniat akuisisi pakai uang investor. Rumit dimaksud itu bukan dalam bentuk tulisan yang panjang tetapi kajiannya.” Kata saya.
“ Cerahkan aku pah”
“ Pertama, ..”Kata saya. Dia siap mencatat lewat pad-nya.” Ringkasan atau summary. Alasan rasional kamu mau akuisisi. Jelaskan secara sederhana dalam satu halaman saja. Kalau summary menggugah, investor akan baca tahap berikutnya. “ Kata saya.
“ Kedua, Apa motive kamu akuisisi itu?. Misal apakah karena bisnis kuasai platform yang sedang tumbuh kuat? Apakah karena bisnis itu terhubung dengan mitra
hebat, seperti dukungan supply chain, bahan baku, atau apa? Kalau sahamnya di market blue chip, pastikan futurenya karena alasan rasional bukan image market. Apa karena alasan managementnya profesional?posisi perusahaan sangat kuat di hadapan kompetisi. Nah gunakan kajian akademis untuk menguraikannya. Tidak perlu tebal. Cukup 2 halaman saja.”
“ Ketiga, gimana marketnya? Berapa market share nya? siapa saja pemain utama pada bisnis ini? Trend marketnya sunset atau sunrise, terus gimana growth nya? Petakan faktor kompetisi market dengan tepat. Nah semua itu bukan sekedar cerita. Tetapi didukung data yang valid. Gunakan sumber data seperti World Bank, Gartner, IDC, Forrester, Bloomberg, Reuters dan lain lain. Jangan hanya dari BPS atau satu sumber saja”
Keempat , Analisa fundamental perusahaan target. Itu berkaitan dengan Revenue, EBITDA and net income. Tentu jangan lupa perhatikan data fundamental itu berkaitan segmen bisnis dan kemampuan rata-ratanya. Dan data pelanggan potensial atau mitra potensial. Karena ini penting untuk tahu future nya.” Kata saya tersenyum.
“ Dah gitu saja. Cobalah susun lagi.. engga perlu tebal, Cukup 12 halaman saja. Engga perlu lampiran data. Karena investor pasti due-dilligent proposal kamu itu. Mereka punya akses data itu“ Kata saya.
“ Kalau itu semua sudah diketahui pasti. Terus gimana pah?
“ Pikirkan cara gimana akuisisi, Itu seni tersendiri. Itu tidak dipelajari di kampus. Kalau kamu tidak punya mindset predator, ya sulit untuk melakukannya. Karena kita akuisisi bukan perusahaan busuk. Pasti harum. Yang minat banyak. Pemilik juga belum tentu mau jual. Kan engga gampang akuisisinya. Kamu harus jadi pemain watak. Bisa berperan apa saja di panggung teater bisnis dan dingin“ Kata saya.
“ Oh gitu, Tapi aku kurang paham”
“ Ya analogi sederhana saja. Ada wanita cantik, karakter nya hebat, tanpa cacat. Tapi dia sudah punya pacar atau suami. Rebut lah itu” Kata saya tersenyum. “ Wah rumit pah..engga sanggup aku.”
“ Kamu anak mama kamu. Makanya engga usah masuk dalam bisnis M&A. Yang biasa saja. Dirikan perusahaan dari nol, kelola sajalah dengan tekun.”
“ tapi kenapa papa lakukan itu ?”
“ Papa engga seperti kamu. Papa engga punya kemewahan memilih. Latar belakang papa orang miskin. Kamu punya kemewahan memilih dan hidup kamu secure. Paham ya sayang.”
“ Makanya team papa semua orang senasib dengan papa, Ibu Yuni, Risa, Wenny, James, William, Peter, semua mereka memang dalam posisi harus survival. Jadi ya mau engga mau apapun mereka lakukan. Hati mereka sudah mati rasa. “ Kata putra saya.

(Oleh : Babo, diambil dari group DDB Facebook).-

Mudah Mengenali Karakter Seseorang

Artikel berikut dicuplik dari Facebook tulisan dari Muhammad Nizam yang tergabung dalam sebuah group

-0-

Mengerti karakter seseorang itu mudah…..

gak perlu kenal secara langsungpun sudah bisa kita analisa….

Sebagai contohnya gini ;

(1).Orang yang pemarah, pasti sering post kata-kata yang kasar, makian & hinaan.

(2).Orang sombong, pasti akan sering post kata-kata hidup loe aja belum bener ko sok menasehati hidupku….atau mungkin dengan kata-kata jarkoni bisa ngomong tapi gak bisa melakukannya

(3).Orang pendengki, akan kelihatan dari kata-kata yang dia post yang sering menyinyir akan prestasi orang lain

(4).Orang pengeluh, pasti akan kelihatan sekali dari kata-kata yang di post di status berandanya yang penuh sekali dengan keluhan seakan hidupnya gak ada rasa bahagianya sama sekali.

NB ; kadang ku liatnya…..lucu

Ko gak malu telanjangin sendiri karakter buruknya di jejaring sosial ya, apalagi secara tak dia sadari akhirnya orang-orang pun jadi tahu kalau karakter dia ternyata seperti itu….

Ingat apa yang kita share dan kita posting di jejaring sosial

itu membuat seseorang jadi tau karakter kita ini…..

mending kalau karakter kita bisa buat contoh dan bermanfaat bagi orang lain….

Nah kalau karakter kita buruk??!!!…..lantas masa kita gak malu sih ngumbar-ngumbar aib buruk kita di sosmed sih….

kalau gak malu berarti kita itu….sudah gak waras lagi, makanya gak ngerti lagi namanya apa itu malu….

-0-

Jadi sebenarnya kita tidak perlu sekolah di fakultas psikologi untuk mengenali karakter seseorang. Cukup lihat di wall-nya saja di medsos.

Setiap hari kita lihat di sosmed baik itu postingan di Facebook, Instagram atau cuitan di Twitter. Malah kalau di twitter banyak sekali cuitan-cuitan yang sungguh kasar memaki-maki orang lain. Dan yang anehnya orang yang dimaki malah gak pernah membalas, karena memang dia nggak baca atau karena sudah terlalu sering dimaki maka dia merasa tak perlu meladeni umpatan kasar itu, ngabisin waktu aja. Disitu keliahatan banget karakter seseorang itu pendendam atau pembenci atau banyak juga mantan pejabat yang telah pensiun kerjanya maki-maki kebijakan yang dianggapnya salah, padahal dulu waktu dia jadi pejabat juga tidak ada prestasinya. Kelihatannya merupakan dendam salah milih capres dua kali gagal. Ada juga mantan pejabat yang sok intelek dengan menulis artikel panjang hampir setiap hari, tapi isinya nyindir sana sini.

Listrik Gedung

Instalasi listrik itu sebagaimana pek kontruksi umum, hrs mememenuhi UUJK yang mempunyai tiga tahapan design, pelaksanaan pekerjaan dan operasi & pemeliharaan.

Design dan Standar
Saat design sdh ditentukan perkiraan besar n tempat beban dan ini pengaruh ke pemilihan kabel/konduktor diameter, level dan jenis insulation, serta panjang sirkuit n tekukan juga relay & protection terkait, pentanahan juga penangkal petir.
Semua secara umum hrs memenuhi standard IEC, IEEC, SNI, SPLN, NSFA n beberapa kewajiban, gambar disain dibuat konsultan design dan hrs disetujui owner pemilik gedung, jadilah gambar kerja. (Ini yg dipegang kontraktor pelaksana n konsultant pengawas design dan pekerjaan).
Atas dasar gambar kerja kontraktor pelaksana membeli dan memasang peralatan terkait n diawasi konsultant pengawas, bila ada yg tidak dpt diaplikasikan dilapangan maka ini dilapor ke owner u perubahan n dibuat gambar kerja baru n disetujui owner.

Pengujian
Setelah pek selesai baru dilakukan uji simulasi, individu, sinkron, n uji komisioning serta RLB dan SLO oleh lembaga uji (yg diakreditasi Men ESDM), saat terima RLB itu maka instalasi dpt energize ke PLN, n lanjut uji SLO. Setelah terima SLO maka seluruh instalasi serah terima dari kontraktor ke owner, kecuali masa garansi satu thn sejak operasi. Setelah satu thn masa garansi selesai hrs terbit BAST disertai as-built drawing (tmsk adanya modifikasi akhir atas route/diameter/panjang/insulation kabel n pelengkapnya mis sepatu kabel, sleeve, tray dsb, n jenis relay & protrrksi) dan srt pelepasan hak n tanggung jawab kontraktor tsb.

Awas Kebakaran

Dari titik ini sdh berarti seluruh instalasi milik owner n dimulailah O&M dari owner.
Krn kebakaran terjadi jauh setelah SLO, n masa garansi sdh selesai maka semua hal2 terjadi adalah krn owner. Banyak sebab yg tidak diketahui mis penambahan beban atau titik lampu diluar hitungan awal krn diam kabel n insulation sdh dihitung cukup juga proteksi bekerja normal u beban2 design saat SLO.
Walau gedung diasuransi, pihak asuransi juga akan meminta as built drawing n memeriksa sebab kebakaran, bila teknis salah operasi tentu tidak bisa diganti.

(Oleh : Notoheru ; dicuplik dari WA).-

Jago Bisnis Indonesia

Kalau kita melihat youtube atau Google, banyaklah disitu jago-jago bisnis masa kini. Terutama mereka yang menggunakan the so called ‘internet marketing’ atau sekarang lebih banyak dikenal dengan nama ‘digital marketing’. Tapi yang namanya bisnis kalo dari jaman era orde baru suharto, maka mereka itu sekarang banyak yang bercokol sebagai multi-trilyuner Indonesia diantaranya keluarga Bakri, AS dengan group Indofoodnya, juga adiknya capres kita 2014, 2018 siapa tuh namanya.

Sekalipun demikian ada yang sudah bercokol 20 tahunan bahkan ada yang selalu muncul di rangking Forbes diantaranya itu tuh yang punya GG (saya lupa kakak beradik), terus Putra Sampoerna dan group obat tuh Kalbe. Dulu ada yg punya Astra group kel Soeryawijaya (anak tertuanya Edwin sampai skrg masih terkenal sbg salah seorang konglo juga).

Medsos influencer

Tataran orang muda di medsos youtube banyak disimak orang spt Dewa Eka Yoga, Denny SAntoso, Pipo Higoharyanto, Alfi Kurnia. Kemudian muncul para influencer yang boleh dibilang bukan berbisnis sih tapi jadi endorser ini itu. Mulai dari artis yg sering muncul di TV s/d artis Youtube seperti Boim Wong, si ‘AAASSIIIYAP’ yang pakai headband, yang kemudian menikah dg anaknya Anang-Krisda.

Beberapa diantara Influencer ini gegara bisnis sejenis Binomo dan DNA-pro banyak kemudian ditangkap polisi seperti Indra-Kenz karena menipu dengan skema ponzi, yang hanya menguntungkan buat mereka yg daftar awal, sedangkan yang ikut akhir banyak gigit jari lalu lapor polisi. Soalnya ini benar-benar bisnis tak masuk akal, karena dalam bilangan hari katanya duitnya bisa naik 2x lipat. Ada juga yg lebih ekstrim, invest pagi.. Sore hari sdh naik 2x lipat bisa langsung ditarik uangnya.

Skema demikian itu pastilah nipu semua. Jaman now ini orang banyak tergiur dengan segala sesuatu yang instan, ujug-ujug dalam sehari untung milyaran, bikin foto video tik-tok naik mobil mahak spt Porsche, Lamborghini dlsb. Sebenarnya banyak diantara vlog itu palsu dan bohong saja. Orangnya sendiri masih ngekos. Karena ada yang ngaku bahkan dg videonya juga dia bilang bhw vlog dia itu palsu cuma buat nipuin warga-net saja.

Cerita Pengalaman Sendiri

Namun demikian mulai dari adu argumen saat pilpres mulai muncul artikel bisnis yang dibuat dengan serius dan mulai banyak menarik perhatian orang. Mengapa demikian ? Karena cerita yang disajikan berbasiskan kondisi nyata bisnis. Jadi semua cerita bisnis yang ditulis oleh orang ini berdasarkan kenyataan pengalamannya sendiri jadi kelihatan sekali, konteks bisnis yang tertulis bukanlah cerita ecek-ecek (Seakan benar tapi fiktif alias bukan kondisi nyata).

Cerita yang disajikanpun kebanyakan berkaitan dengan bisnis internasional yang menunjukkan bahwa si pelaku memang memainkan peran yang serius dalam bisnis skala besar didunia internasional. Pengetahuannya mengenai finance dan international-trade sudah tak diragukan lagi. Bahkan menurut penilaian pribadi ahli-ahli dari FEB-UI (Fak Ekonomi dan Bisnis Univ Indonesia), Si RK aja…tahu ya RK siapa itu yg sering nulis juga Guru Besar dari Ekonomi UI, masih kalah dibanding si JAGO-BISNIS ini… Kalau boleh saya tambahkan disini mainannya bukan lagi jutaan dolar tapi milyaran dolar. Duh kalo buat saya itu … MIMPI KALEE…

Situasi bisnis besar di Indonesia sangat dipahaminya, meskipun ybs bilang bahwa dia gak bisa bisnis dinegara sendiri karena segala sesuatu serba dijepit kanan kiri. Peraturan dibuat sulit untuk bangsa sendiri. Soal perijinan jadi ATM nya birokrat dan percaloan. Undang-undangpun dibuat agar bisa menguntungkan para konglomerat yang sdh bercokol jadi konglo sejak era suharto, karena dulunya KKN dengan putra-putri suharto yang berbisnis.

Tulisannya berupa pelajaran tanpa menggurui, utamanya bisnis internasional, permodalan, supply-chain, berbagai jenis saham, pabrik mulai dari pakaian s/d drone (lowtech sampai hitech). Belakangan juga banyak dibahas masalah politik, persaingan tokoh, pebisnis yang mempengaruhi politik dengan uang atau panTasnya disebut politiko-bisnis karena dari dulu mungkin sejak masa reformasi, uang selalu bicara mempengaruhi dunia politik kita utamanya sejak banyak pemilihan mulai dari presiden, gubernur s/d bupati. Beberapa tokoh dunia terkaya diantaranya Jeff Besos, Elon Musk, Mark Zurkenberg, Bill Gates bahkan Warren Buffet semua itu adalah proxy juga. Nah jadi siapa Bouwhier-nya ? Coba cari di artikel beliau … Pasti ada deh… Tentu saja orang Yahudi pastinya.

Minyak Goreng dan Sawit

issue terkini sering dibahas, karena berkaitan dengan bisnis, misalnya soal sawit, beliau punya kebun sawit walau katanya sendiri luasnya tak seberapa, namun dg begitu cerita ttg sawitnya sangat mendetail. Kita bisa banyak belajar dari apa yang ditulisnya. Kemampuannya menulis tak tertandingi, moncer banget sehari saja bisa keluar 2 atau 3 artikelnya. Duh… bisa jadi seperti hiburan pengantar makan pagi sarapan dan juga makan siang (kalau isitirahat kantor). Artikel sawitnya bisa dilihat salinannya beberapa di blog ini juga. Tulisannya sering mis-spell salah eja, beliau mengakui sendiri dia xxxx (lupa apa namanya…disleksia kah ?)… Tapi kesalahan kecil itu tentu tidak ada artinya dibanding dengan konten yang bermanfaat.

Pandai menguasai beberapa bahasa, Inggris, Cina, Arab, sedikit korea dan Rusia… Tentu saja bahasa Minang juga krn bah ibunya. Konon bah Inggrisnya diajarin ibunya. Hebat nian ibunya. Jadi kalau ada orang sukses jangan tanya siapa bapaknya tapi tanyalah siapa ibunya. Menurut perkiraan saya masa akhir-akhir ini presiden Jokowipun sering mengeksekusi apa-apa yang dianjurkan dalam artikel beliau.

Berikut cuplikannya sedikit dari blognya (Cintokasiah.blogspot.com):

-0-

Setahun kemudian, saya ke Dongguan ninjau pabrik SIDC. Saya didampingi Wenny. Usai ninjau pabrik. Wenny ajak saya makan di restoran. Ramai sekali pengunjung. Maklum makan siang. Usai makan, Wenny bayar bill dua kali dari bill yang ada. Kasir memberikan bunga sebagai ucapan terimakasih. Saya kaget, Yang lain juga saya perhatikan sama dengan kami. Membayar lebih dan dapat bunga mawar. 

Seorang wanita mendekati saya. “ B, apa kabar. Lama engga ketemu. “ Katanya. Ternyata itu Jian. Dia tersenyum melirik wenny.

“B, restoran ini sudah berkembang jadi dua. Dana operasi dibayar oleh donator. Tadinya memang gratis tetapi setelah 3 bulan, hasil dari donasi lebih banyak dari biaya menu dan operasi. Kami surplus.

-0-

Dengan menyebut dirinya BABO entah apa artinya mungkin demikian cucunya memanggil, mungkin potongan dari nama aslinya juga ERIZELI JELI BANDARO.

Sering disingkat EJB, tentu saja artikelnya sudah tersebar kemana-mana, walau beliau hanya lulus SMA saja tapi wawasannya amat luas termasuk dalam ilmu agana dan filsafat. Pernah mondok di kuil bhudis bersama para YYYY selama 21 hari hanya MINUM DOANG… Wah ini lebih berat dari sekedar puasa. Ramadhan aja kita masih makan biasa sesudah mahgrib, tapi ini cuma minum saja…Semua itu jalan untuk menemukan Tuhan. Sering bermetaphora dengan menyebut dirinya Udin-Sempak, maksudnya Udin penjual sempak (celana dalam), yang sering berdebat ttg agama dengan temannya di kampung. Membernya di group DDB ada 79.5K tahu dong artinya berapa. Blog lain ttg bisnis bisa dilihat di https://erizeli.aboutbusiness.info/ .-

Buat anda yang ingin ikut menikmati tulisannya yang bernas silakan daftar Facebook dan ikut atau follow di group DDB (Diskusi Dengan Babo) Saya anjurkan untuk anak muda milenial yang mau belajar bisnis dengan benar bukan ujug-ujug kaya dalam sehari atau sebulan, tapi bisnis perjuangan mulai dari langkah kecil sampai langkah besar ke bisnis mancanegara. ikutilah artikel beliau dan mintalah nasehat agar bisa sukses dengan cara yang tepat. Sudah setahun terakhir ini artikel barunya keluar setiap hari (bahkan lebih dari satu setiap hari).Mengaku hanya lulus SMA tapi banyak ikut kursus bisnis marketing finance dll. Kemampuan menulisnya tak diragukan lagi, idenya tidak pernah habis.

Dan yang unik kisah asmaranya dimana sang Arjuna dikelilingi wanita-wanita cantik berkulit putih kuning dan jingga bermata sipit, beralis tebal berrambut panjang dan pendek. Dan kesemuanya itu (kalau tak salah hitung lebih dari 7), ada yg sdh dari muda dan menua bersama serta ada yang memang masih muda dibawah 35 an, semuanya adalah proxy-nya. Malah boleh dibilang murid bisnisnya dengan omzet jutaan dolar. Tuh gila nggak tuh… Hayuh anak muda belajar ke Babo, bukan dengerin ocehan Guru Besar yang cuman ngoceh doang didepan kelas tapi tidak pernah bertindak nyata. Nyari ilmu mah relatif gampang, tapi mengamalkan ilmu benar-benar suuussaaahh… SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH MEREKA YANG BERMANFAAT BAGI SESAMA.-

Foto dicuplik dari DDB Facebook.

Perang ant Jokowi vs Raja Sawit

War is just the beginning.

Kalau saya mengamati kronologi kebijakan Sawit, tidak sulit menebak bahwa di dalam pemerintah sendiri terjadi perang bintang. Perhatikan, ketika Jokowi pada Jumat (22/4/2022) menyampaikan pernyataan terkait kebijakan minyak goreng. Kabar dari Istana Merdeka, Jakarta itu mengejutkan sejumlah pihak, karena Jokowi menyatakan akan melarang ekspor bahan baku minyak goreng.

Pada hari minggu ( hebat libur juga kerja, dibela belain ) tanggal 24/4, Airlangga menggelar rapat terbatas bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menterian Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Apa hasilnya ? Ditermahkan sikap Jokowi itu bukan larangan ekspor CPO. ”Jadi, kalau menulis bukan pelarangan CPO ya, tetapi hanya bahan baku minyak goreng RBD palm oil,” ujar Febri juru bicara Menko. Selesai ?

Belum, Pada hari rabu 27/4, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengumumkan perubahan kebijakan eksporminyak goreng dan bahan baku minyak goreng. Kini, pemerintah melarang ekspor untuk semua produk crude palm oil, red palm oil (RPO), RBD palm olein, pome, dan use cooking oil. “Ini seluruhnya sudah tercakup dalam Peraturan Menteri Perdagangan yang akan berlaku mulai pukul 00.00 WIB malam ini,” kata Airlangga Hartarto, Rabu, 27 April 2022. KO kan!

Kalau saya perhatikan. Para menteri itu beranggapan Jokowi hanya focus kepada kelangkaan minyak goreng dan berharap harga minyak goreng turun. Padahal bukan itu esensinya. Esensinya adalah kekuasaan negara tidak lagi sepenuhnya mengendalikan komoditas ini. Apa pasal? Kekuatan Kartel atau oligarki sawit ini sudah terlalu mencengkram ekosistem. Belum ada keputusan resmi, baru akan dikeluarkan kebijakan. Petani sawit yang menguasai 6,94 juta ha sudah kena injek lehernya. Petani langsung tekor Rp. 11,7 triliun. Sadis banget. Raja tega mereka.

Padahal 12 pengusaha besar Sawit itu selama ini sudah terlalu banyak mendapatkan fasilitas dari negara. Dari insentif sampai kredit bank. Bahkan banyak kasus perusakan lingkungan dan pembakaran hutan tidak semua tuntas dan mereka aman saja. Apakah mereka tega? Menurut saya mereka juga tidak tega. Tetapi mereka itu dibawah tekanan investor dari Singapore dan Malaysia. Kebayangkan, selama ini mereka sesumbar “ Tenang aja, istana kita sudah kuasai. Republik ini kita punya” ternyata keok oleh sikap Jokowi.

Perang baru dimulai… mari pantau terus hari hari kedepan. Pasar tarohan pertarungan antara Jokowi dan Konglomerat Sawit semakin rame. Sekarang sudah 7/2. Yang pegang konglomerat makin banyak, makin sedikit yang percaya Jokowi bakal menang. Saya pegang Jokowi aja. Kalah, senyum aja.

Erizeli Jeli Bandaro

-0-


Erizeli Jely Bandaro
  · 

Admin

Pakar Grup  · epdmai109a6lkp05rn m e5gmKu36.uucl  · 

Dampak larangan ekspor CPO.

Saya barusan baca berita Financial Time dan Xinhua China. Berita itu sangat logis sebagai sebuah kekawatiran. Bahwa Indonesia sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, akan jadi sumber pemicu inflasi pangan global. Apa pasal? maklum industri downstream CPO oleo pangan yang ada di Korea, China, Jepang, India, dan negara lain yang meroket harganya. Dan ini bersinggungan dengan kebutuhan rakyat banyak.

“ Negara seperti CHina, Korea, India dan Jepang, sedang wait and see. Kalau dalam seminggu tidak ada perubahan kebijakan larangan ekspor CPO. Mereka pasti ajukan nota protest kepada Indonesia. Lobi instensif kepada jakarta pasti mereka lakukan. Maklum ini menyangkut ekosistem bisnis yang melibatkan Industri, rantai pasokan dan ditribusi berkala raksasa. Dampak ekonomi nya sangat massive bagi negara tersebut. Jelas menambah angka inflasi” Kata teman di China lewat WeChat.

Saya bisa bayangkan, sejak tahun 2013 pembangunan downstream CPO di China dan Korea sangat besar kapasitasnya. Mereka tidak pernah menyangka indonesia akan keluarkan kebijakan ban ekspor CPO. Engga kebayang akan terjadi kebangkrutan massa pabrik downstream di sana. Apalagi saham industri CPO di luar negeri itu juga ada yang dimiliki konglomerat Indonesia, seperti Wimar yang punya lebih 400 pabrik downstream sawit di luar negeri, Itu teracam tutup karena tidak ada pasokan bahan baku. Belum lagi group Salim dan Sinar Mas.

“Ada apa sih sebenarnya di Indonesia? kan politik stabil. Apalagi karena COVID, neraca perdaganan surplus, Itu berkat naiknya harga komoditas utama Indonesia. CPO sendiri menyumbang devisa 14% dari total ekspor non migas. Itu kan bagus bagi Indonesia. Kenapa buat kebijakan konyol ? Apa sudah dipikirkan terhadap fundamental ekonomi yang retak dan penerimaan devisa yang menurun. “ Kata teman saya.

Menuru saya. Masalah larangan ekspor sawit ini bukan berita baru. Ini sudah berkali kali Jokowi peringatkan kepada pengusaha dan kementrian. “ Hayo kembangkan hilirisasi ! Tetapi tidak pernah dianggap serius oleh semua pihak. Walau ada kebijakan pajak ekspor CPO namun tidak memicu pengusaha untuk mengembangkan dowstream sawit. “ Tetapi mengapa harus sekarang? desak teman saya.

“ Daripada mempertanyakan kebijakan pemerintah, mengapa kalian tidak relokasi pabrik downstream kalian ke Indonesia. Kan bagus dekat bahan baku. Secure kan !

Namun tidak perlu jadi orang pintar untuk tahu kalau sebenarnya kebijakan Jokowi ini berkaitan dengan politik dan perseteruan menuju Pilpres 2024. Jokowi tidak lagi meliat kemalasan konglomerat membangun downstream, tetapi lebih kepada sikap arogan mereka. Bahwa mereka bisa kendalikan negara ini karena sudah membeli elit politik untuk melancarkan agenda mereka saja. Apa ? kaya raya dari bisnis rente untuk kepentingan investor asing. Itu aja.

Dan Jokowi berusaha melawan. “ Tidak yakin Jokowi bisa menang. Lihat aja, tidak lebih sebulan, kebijakan ini akan direvisi dengan alasan klasik, yang seakan akan membela rakyat petani sawit. Dan janji pengusaha akan jamin supply migor dengan harga murah dan tersedia di pasar. Itu aja. Kekuatan konglomerat itu terlalu besar dibandingkan Jokowi. Mereka mengendalikan partai dan ormas. “ Kata teman. Saya tersenyum getir. Hanya doa yang bisa saya panjatkan. “ Tuhan, beri kami kesabaran ketika kami kalah dan kekuatan untuk bangkit.”

EJB

Hilirisasi Sawit Sangat Perlu

Stop ekspor sawit demi hilirisasi

Anatomi hegemoni asing di Sawit.

Kebijakan Upstream Sawit selama ini memang menguras sumber daya dan merusak lingkungan untuk tujuan peningkatan investasi. Mau dari asing atau swasta/BUMN, pemerintah tidak begitu penting.  Yang penting dengan adanya investasi, ekonomi akan tumbuh dan itu bisa meningkatkan fundamental ekonomi negara. Wajar saja. Tetapi karena adanya porsi asing tersebut akibatnya sulit bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan hilirisasi sawit. 

Maklum keberadaan asing itu memang dasarnya adalah untuk mendapatkan sumber daya dan mengembangkannya di negara mereka masing masing. Tidak ada motif mereka untuk menciptakan nilai tambah untuk kepentingan industrialisasi di Indonesia. Itu sudah berlangsung sejak era Soeharto. Itu sebabnya kebijakan Jokowi menghentikan ekspor sawit dan bahan sawit adalah langkah tepat dan transformatif.

Total luas lahan sawit 16,38 juta ha, luas lahan sawit rakyat itu 6,94 juta ha. Dari total luasan lahan sawit di Indonesia, sebanyak 5% atau sekitar 800 ribu ha dikuasai oleh BUMN. Sementara, 53% atau sekitar 8,64 juta ha dikuasai oleh perusahaan swasta. Dari 8,64 juta ha,  investor asing menguasai 40 persen, diantaranya adalah Malaysia, SIngapore dan China. Tiga ini pemain utama.  

Malaysia sendiri menguasai 3 juta ha lahan sawit di Indonesia. Perusahaan-perusahaan Malaysia  yang memiliki kebun sawit di Indonesia antara lain Sime Darby (Guthrie, Golden Hope, Sime Darby, KL Kepong, IOI, TH Plantations, dan Kulim. Grup Khazana,

Singapore masuk melalui Bumitama Agri, First Resources, Golden Agri-Resources, Indofood Agri Resources dan Wilmar International.  Adapun Bumitama Agri memiliki lahan sekitar 171.763 hektar per Juni 2016 yang tersebar di Kalimatan Tengah, Kalimantan Barat dan Riau. Ticker yang bersandi saham BAL SP memiliki kapitalisasi pasar SIN$1.255 juta. First Resources memiliki perkebunan per Juni 2016 seluas 208.064 hektar. Adapun kapitalisasi pasar perusahaan ini yakni SIN$2.803 juta. Golden Agri Resources merupakan induk usaha (parent company) dari PT Smart Tbk, salah satu produsen barang konsumen berbasis kelapa sawit di dalam negeri seperti minyak makan dan lemak nabati. 

Indofood Agri Resources dengan kapitalisasi SIN$628,2 juta. GPada Juni 2016, grup Salim ini memiliki luas lahan 299.497 hektar di Indonesia. Golden Agri Resources yang listing di bursa Singapura.  Golden Agri-Resources merupakan grup dari Sinar Mas. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar senilai SIN$4.839 juta. Luas lahan Golden Agri-Resources yakni 483.075 hektar.  Pada Juni 2016, Wilmar International memiliki lahan 166.457 hektar di Indonesia. Adapun kapitalisasi pasar Wilmar International yakni mencapai SIN$21.157,9 juta.

Sementara investor sawit dari dalam negeri yang menguasai 90% lahan sawit hanya 12 orang konglomerat. Diantaranya adalah Antony Salim, Sukanto Tanoto, Martua Sitorus, Ciliandra Fangiono, Susilo Wonowidjojo, Putera Sampoerna, Bachtiar Karim, keluarga Widjaja, Chairul Tanjung, Hashim Djojohadikusumo, Peter Sondakh, Theodore Rachmat. Kalau dilihat gurita bisnis mereka. Sebenarnya dari 12 orang itu terhubung dengan pemain utama yang berbasis di luar negeri. Jadi tetap saja mereka bekerja untuk kepentingan asing. Engga percaya. Mari kita lihat sumber daya keuangan dari 25 group besar yang terlibat membiayai.

Data sejak 2010-2018, bank-bank yang memberi modal untuk 25 grup besar itu, yaitu Oversea-Chinese Banking Corporation (Singapura), CIMB Group (Malaysia), Malayan Banking (Malaysia), Bank Negara Indonesia (Indonesia) dan Bank Mandiri (Indonesia). Mencapai US$ 19,7 miliar. Berikutnya bank investasi asing yaitu Credit Suisse (Swiss), Rabobank (Belanda) dan BNP Paribas (Prancis), Citigroup (Amerika Serikat). Diperkirakan mendukung permdalan mencapai  US$ 8,0 miliar. Jadi paham ya. Bahwa sektor sawit ini memang aneksasi asing di Indonesia baik secara langsung maupun lewat proxy

Peran China.

Empat perusahaan China mengoperasikan perkebunan kelapa sawit di Indonesia seluas 100.000 ha, dengan landbank yang jauh lebih besar. Julong Group (Tianjin Julong), ZTE (Zonergy), Henan Jiujiu Chemical Co. dan Shanghai Xinjiu Chemical Co. Mereka tidak memiliki kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) dan tiga dari perusahaan telah melihat masalah keberlanjutan yang terdokumentasi.

Pada 2019, China merupakan importir minyak sawit terbesar kedua dengan pangsa 13 persen dan konsumen terbesar ketiga secara global. Selain itu, negara ini mengimpor minyak inti sawit dan turunan minyak sawit dalam jumlah besar, termasuk distilat asam lemak sawit (PFAD) untuk industri kimia, expeller inti sawit untuk digunakan sebagai pakan ternak berprotein tinggi, dan biodiesel. Tujuh dari 10 besar pemasok minyak sawit Indonesia ke China memiliki kebijakan NDPE. Kebocoran penyulingan tanpa kebijakan NDPE atau yang tertinggal dalam implementasinya menyumbang setidaknya 12 persen dari pasokan minyak sawit Indonesia ke China.

China adalah aktor kunci dalam rantai pasokan minyak sawit global

China sekarang adalah importir terbesar kedua dan konsumen minyak sawit terbesar ketiga di dunia. Perusahaan China hadir di semua segmen rantai pasokan minyak sawit internasional, mulai dari produksi hulu hingga pemurnian dan perdagangan hingga pemrosesan hilir. Peran ini mencakup investasi di perkebunan kelapa sawit di Indonesia serta impor dan konsumsi minyak sawit yang besar, terutama sebagai minyak nabati, didorong oleh populasi yang besar dan terus bertambah. Permintaan minyak sawit di Cina terutama bergantung pada penggunaan dalam makanan dan oleokimia.

Perusahaan perkebunan Cina aktif di Indonesia

Anak perusahaan empat perusahaan China mengoperasikan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Ketersediaan data terkait anak perusahaan, luas konsesi, luas tanam, dan produksi minyak sawit mentah (CPO) terbatas. Perkebunan dan kawasan cadangan perusahaan terletak di Kalimantan, Papua dan Sumatera (Gambar ). Tak satu pun dari empat perusahaan memiliki kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Hebatnya semua pemain besar sawit di Indonesia seperti Wimar, Astra dan lainya terlibat langsung menjadi penjamin rantai pasok industri downstream CPO China.

Hilirisasi 

Walau kita punya ambisi lead business CPO namun penentu harga CPO masih tetap Malaysia. Padahal produksi kita diatas Malaysia. Apa pasal.? Malaysian hilirisasi Sawit itu sangat luas massive. Sebelum membahas lebih jauh, sebaiknya saya jelaskan secara sederhana apa itu hilirisasi sawit.

Pertama adalah Oleopangan (oleofood complex) yakni industri refinery untuk menghasilkan produk antara oleo pangan (intermediate oleofood) sampai pada produk jadi oleopangan (oleofood product). Dari oleopangan akan dihasilkan minyak goreng sawit, margarin, vitamin A, Vitamin E, shortening, ice cream, creamer, cocoa butter/specialty-fat dan lain-lain.

Kedua, Oleokimia (oleochemical complex) yakni industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara oleokimia/oleokimia dasar sampai pada produk jadi seperti produk biosurfaktan, misalnya ragam produk detergen, sabun, shampo, biolubrikan (misalnya biopelumas) dan biomaterial (misalnya bioplastik).

Ketiga, Biofuel (biofuel complex) yakni industri refinery untuk menghasilkan produk-produk antara biofuel sampai pada produk jadi biofuel seperti biodiesel, biogas, biopremium, bioavtur. 

Nah mari kita lihat produksi hilir sawit ini. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada tahun 2021, pasokan CPO untuk industri oleopangan mencapai 8.249.000 ton ton dan 6.561.000 ton untuk biodiesel. Serta 1.946.000 ton untuk industri oleokimia. Jadi total kebutuhan CPO untuk industri dalam negeri mencapai 16.756.000 ton. Sementara total produksi CPO sebesar 46,88 juta. Apa artinya lebih separuh ( 74% ) CPO diekspor. Konyol kan.

Makanya jangan kaget bila kita kekurangan minyak goreng sawit. Karena CPO yang masuk ke Industri oleopangan bahan baku minyak goreng hanya 8.249.000 ton. Dan itupun produksi minyak goreng tidak semua dijual ke konsumen RT, sebagian masuk ke pabrik mie instant atau industri makanan dan eksport.. Apalagi harga minyak goreng sawit naik di pasar international. Dan HET pemerintah dicuekin. Wajar kan harga minyak goreng ikut pasar international.

Jadi kesimpulannya penyebab kita tidak berdaya terhadap lonjakan harga minyak goreng dunia karena hilirisasi sawit kita gagal. Nilai tambah rendah. Karena hanya didominasi oleh biofuel. Pada laman resmi Kemenperin tercatat ada 47 perusahaan industri minyak goreng dan 2 perusahaan industri margarin. Seharunya ada ribuan industri hilir sawit. Karena produk turunan sawit itu mencapai 170 produk. Kalau downstream Sawit ini berkembang, akan banyak tumbuh industri baru dan jutaan angkatan kerja baru terserap.

Ibu SMI sempat geram. Karena lambatnya proses hilirirasi sawit ini Solusinya hanya satu. Paksa lewat regulasi soal hilirisasi seperti kasus Nikel. Mengapa nikel kita bisa tegas soal hillirisasi. Kok Sawit engga bisa tegas? Dan lagi dipaksa untuk dapat cuan gede. Kan nilai tambahnya 2 kali dibanding CPO.

Tantangan kemandirian.

Sekian puluh tahun bisnis sawit di Indonesia dikuasai Asing yaitu Singapore dan Malaysia. Namun mulai tahun 2013 China sudah masuk. Kalau kekuatan Singapore dan Malaysia saja kita tidak berdaya apalagi bangkitnya kepentingan CHina dalam bisnis Sawit. Bangkit ini karena permintaan yang tinggi akan produk downstream CPO.  Banyak orang mengira bahwa pasar CPO itu India dan Eropa. Tidak. Pasar terbesar kedua dunia adalah China. Mungkin dua tahun lagi China adalah importir CPO nomor 1 dunia. Inilah yang mengkawatirkan kalau kita tidak antisipasi. Mengapa? China itu size nya besar sekali. Kalau tidak dikendalikan pasarnya, program Sustainable plant akan hancur. Tidak ada lagi warisan untuk anak cucu kita. Akan sama dengan Migas. Mengapa ?

“ Maklum pasar China itu sangat rakus. Ada jutaan industri downstream China yang sangat butuh bahan baku CPO dan bahan antara CPO. Ini akan mendorong harga CPO terus melambung. Tentu berdampak harga downstream akan juga melambung, termasuk Minyak goreng dan deterjen juga 170 jenis produk hilir CPO lainnya.” Kata teman saya.

Sebelumnya sampai dengan sekarang China masih beli dari malaysia dalam bentuk produk antara Sawit. Karena malaysia sudah sangat maju industri antara Sawit. Karenanya malaysia menentukan harga pasar CPO. Tapi kedepan, China akan menjadikan Indonesia sebagai landing kapal besar industri downstream CPO nya. Apalagi China sudah kuasai lahan diatas 100.000 hektar di Indonesia. Dan ini akan terus bertambah luasnya di papua dan Kalimantan.

Pemerintah harus tegas kepada pengusaha upstream Sawit. Karena mereka itu umumnya mental pedagang dan bertindak sebagai proxy asing untuk bisnis rente.  Ogah repot bangun downstream secara luas. CPO jangan lagi di pajaki tinggi untuk mengurangi ekspor atau di quota. Tetapi stop ekspor CPO. Keras aja ke diri sendiri. Saya yakin, engga lebih 1 tahun. Ada ribuan downstream CPO China akan relokasi ke Indonesia. Itu alasan logis bisnis. Kan lebih baik relokasi daripada bangkrut engga ada bahan baku. Ini akan mendatangkan nilai tambah bagi negara dan menampung angkatan kerja luas.

Nah kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha lokal untuk dapat transfer teknologi downstream. Maklum China itu sangat maju dalam hal tekhnologi downstream. Oleochemical mereka sudah bisa buat avtur. Hampir semua petro kimia dari minyak bumi bisa dihasilkan mereka dari CPO. Kalau kita terlambat, nasip kita akan sama dengan Migas. Udah 70 tahun lebih merdeka, kita tidak bisa mandiri dalam hal downstream MIGAS. Hayo berubah. Jadikan masa lalu pelajaran. Bangkit dengan semangat bertarung dalam koridor sinergi dan kolaborasi. Now or never.

Oleh Erizeli Jeli Bandaro (Babo – Lihat group DDB Facebook).-

Inkubator Sampai di Kolbano TTS NTT

Tahun 2016 s/d 2017 Tim Inkubator UI bekerjasama dengan bapak Ben V. Tarigan (dosen Teknik Mesin Universitas Nusa Cendana) mendirikan pabrik mini Inkubator bayi, sebagai hasil perundingan pada saat Seminar SNTTM (di Kupang 2016). Proses panjang dalam kolaborasi itu akhirnya terwujud sehingga Inkubator Grashof yang digagas oleh Univ Indonesia sudah bisa dibuat di Kupang. Sebagai kelanjutannya pak Ben aktif mempromosikan kegiatan Peminjaman Inkubator Gratis untuk daerah Kupang dan NTT. Kemudian dibentuklah Tim Inkubator Kupang yang menolong bayi didaerah Kupang dan NTT.

-0-

Inkubator Gratis sudah sampai di Kolbano, TTS-NTT: Narasi dari bapak Ben V Tarigan (Agen Relawan Kupang).. Ambil inkubator, bersihkan di tempat karena ada 1 bayi (1,2 kg) sudah tunggu untuk gunakan inkubator. Dari pengecekan kami, rumah ortu bayi di ketinggian, rumah tidak ada listrik, dan dari jalan besar ke rumah harus berjalan kaki (jalan setapak) sekitar 1 jam. Jadi kami memutuskan, adek bayi dirawat di Puskesmas sampai berat bayi normal. Selain itu, ibu bayi sendiri kondisi kejiwaannya terganggu, & memiliki bawaan asma dan akibatnya adek bayi smpai saat ini tidak diberi ASI. Salam dari Kolbano, TTS, NTT.

Ada yang menarik saat ibadah minggu sore kemarin. Seorang pendeta bercerita tentang masa lalunya saat kecil. Terlahir prematur & BBLR di tahun 65-an. Nakes yang melihat kondisi dirinya saat itu berkata kepada ibu angkatnya, “bawa pulang kembali. Anak ini tidak mungkin bertahan”.

Perkataan itu keluar krn kondisinya sangat ringkih. Tapi ibu angkatnya tidak putus asa. Justru sekuat tenaga anak ini dirawat sampai akhirnya berat badannya naik. Bahkan sekarang si “anak” itu sedang dihadapan saya untuk memberitakan Firman Tuhan.

Saat itu, salah seorang majelis bicara kecil kepada saya. “Klo pak Ben ada di tempat itu, pasti sudah antar inkubator” (😁). Saya hanya tersenyum sembari berharap besar supaya debay2 BBLR yg kami bantu, semoga bisa sehat dan punya masa depan yang baik.

Note:

Ibu bidan mengirimkan foto debay di Kolbano kemarin. Pipinya mulai berisi dan kata ibu bidan, minum susunya semakin banyak.

-0-

YABAPI Yayasan Bayi Preamtur Indonesia, sudah ada di 138 kota dan Kabupaten. Kontak SMS Center 0856 5931 2070 dan WA Center 08111 383 300. Email YABAPI@inkubator-gratis.org

Keuletan Wanita Bisnis Korea

Tahun 2010, saya liat ada wanita  duduk di ruang tunggu receptionis kantor di Seoul “ Siapa wanita itu? Tanya saya kepada receptionist.

“ Tamu bagian sumber daya.”

“ Saya perhatikan sudah sering dia datang. Kenapa?

“ Sebaiknya saya tanya ke bagian sumber daya.”

“ Tunggu sebentar. “ kata saya melirik keras. “ Kenapa dia menanti. Siapa suruh? Tanya saya.

“ Maaf pak. Saya sudah suruh pergi. Karena bagian sumber daya sudah menolak bertemu.” Kata petugas receptionis. Saya lirik tamu itu dan melangkah mendekatinya. Dia segera berdiri dan memberi hormat dengan membungkuk. “ Kamu bisa bahasa inggris? Kata saya dalam bahasa korea terpatah patah. “ Yes but not well. “ katanya. 

“ Ok, follow me.” Kata saya.  Dia mengikuti saya masuk ke dalam kantor. 

Dia sempat terkejut ketika masuk kamar kerja saya. “ masuk lah. “ kata saya. Dia melangkah ragu. “ Anda CEO? Tanyanya. Saya senyum saja.

“ Saya punya waktu 10 menit. Bicaralah. “ Kata saya. Karena saya tidak ingin dia terus datang. Saya yakin bagian sumber daya punya alasan kuat menolak wanita ini. Tentu sudah sesuai SOP.  Tetapi saya harus hormati kegigihannya untuk dapatkan deal. Kalau engga, mana mungkin dia mau terus datang. Pasti dia punya alasan.

“ Saya mengajukan proposal untuk investasi ini” Katanya mengeluarkan botol chili pasta ( Sauce cabe). Aromannya memang ciri khas korea.

“ Ini produk sudah biasa di korea. Apa yang menarik untuk investasi? 

“ Saya racik sendiri. Punya rasa khusus. Sehat dan  punya standar untuk  dipabrikasi.” Katanya. Saya panggil bagian sumber daya. Tak  berapa lama bagian sumber daya datang. “ Kamu punya proposal wanita ini.” Kata saya melirik  wanita itu. “ Saya nona Kim” kata wanita itu. 

“ Ya Nona Kim. Sudah ajukan proposal. Tapi tidak layak “ Kata Bagian sumber daya.

“ OK kamu tunggu disini. Saya minta dia presentasi depan saya.  “ Saya lirik wanita itu. “ Kim, kamu punya waktu 5 menit presentasikan kepada saya. Saya siap dengar.” Kata saya. Dengan cepat dia presentasikan. Keliatan dia sangat kuasai detail produk dan market. 

Saya pandang lama dia setelah usai presentasi. 

 “ Ok, “ Kata saya. “ Apakah kamu punya restoran yang mau jadi uji coba produk kamu? biaya uji coba saya bayar. Saya perlu tiga restoran. Waktu  uji coba 1 bulan. “ Kata saya. 

“ Pak, uji kesehatan semua sudah saya dapatkan dari lab pemerintah. Saya sudah produksi ini secara rumahan. Market bagus.” 


“ Saya berbisnis dengan standar saya. Bukan standar kamu. Mau ikuti saya?

“ Baik pak. Saya akan dapatkan” Kata nya. 


“ Ok saya tunggu” Kata saya seraya berdiri dari tempat duduk saya. Dia membungkuk dan melangkah keluar ruangan saya.

***

Sebulan kemudian saya tidak lagi dengar berita dari Nona Kim.  Satu waktu di musim dingin saya liat ada wanita berdiri depan restoran. Dia sedang membagikan botol sauce cabe kepada pengunjung yang keluar dari restoran. Setiap pengunjung yang dapat cabe sauce, dia minta kartu namanya. Saya kenal itu Kim. Saya dekati “ Ada apa kamu di sini?

“ Pemilik restoran, mau jadikan sauce cabe saya untuk  uji coba kalau 20 pelanggannya suka. Kalau tidak. Dia tidak mau”

“ Bagaimana kamu tahu mereka suka produk kamu? 

“ Setelah seminggu saya akan telp mereka untuk tanyakan pendapat mereka. Kalau mereka suka, saya minta mereka mengendorse produk saya.  Tapi tidak banyak yang mau terima telp saya dan mau endorse. ” Katanya murung. 

“ Kamu baik baik saja? 

“ Baik baik saja. Terimakasih. Mohon sabar ya pak. Saya pasti datang memenuhi sarat yang anda tentukan. Tiga restoran siap uji coba. “ katanya membungkuk.

Sebulan kemudian Kim datang ke kantor. Saya terima kedatangannya di kamar kerja saya. Dia perlihatkan dokumen profile tiga restoran yang siap uji coba. Saya baca profile dari tiga restoran itu. Saya lirik dia. Saya tahu dia sudah melewati banyak kesulitan untuk dapatkan dukungan dari tiga restoran itu. “ Kim. saya akan libatkan team survey market. Mereka akan monitor minat konsumen. Kamu harus produksi sesuai kebutuhan selama 1 bulan. Saya bayar biaya produksi kamu”


“ Siap pak.” 

“ OK, karena business process akan start. Kamu harus teken perjanjian dengan kami. Kita akan jadikan produk ini sebagai business venture.  Kamu setuju?

“ Siap pak.” 

“ Ok kamu silahkan temui bagian sumber daya” Kata saya.

Sebulan kemudian saya dapat laporan dari bagian sumber daya, Bahwa semua pelanggan dari tiga restoran itu puas dengan cabe sauce produksi Kim. Saya baca data survey dan statistik minat konsumen atas beberapa menu. Saya puas. Sekarang masuk tahap perencanaan bisnis untuk proses produksi massal.  Saya buat catatan kepada bagian sumber daya : Pastikan supply chain cabe.  Caranya? hitung Kompetisi mendapatkan supply. Hitung berapa produksi cabe setahun. Berapa produksi sauce cabe dari beberapa pabrik yang ada. Hitung market korea. Libatkan Kim sejak dari awal studi.

***

Sebulan kemudian saya dapat laporan. Bahan baku cabe sulit di dapat karena harus bersaing dengan agro industri yang sudah ada. Umumnya mereka sudah terikat dengan petani lewat ekosistem bisnis dan financial.  Kalaupun dipaksakan, harga akan mahal. Itu butuh waktu lama untuk  bisa menjamin supply kebutuhan produksi yang feasible. 

“ Tapi  pak, kami dapat data produksi cabe china besar sekali. Sistem supply chain mereka bagus, Didukung sitem logistik yang solid. Daerah penghasil Cabe ada di Guizhou, Hunan, Jiangxi, Sichuan, Shaanxi, Hebei, Henan and Jilin. “ Kata bagian sumber daya. Saya terus baca laporan data statistik produksi cabe China. 

‘ Cost produksi analisis gimana ? 

“ Bapak bisa baca lampiran dalam laporan. Perbedaan cost 60% daripada diproduksi di Korea. Kalau dihitung pajak impor. Masih bisa bersaing dengan harga lebih murah 30%. “ 

Saya berdiri,  berjalan di ruangan kantor saya. Wara wiri seraya berpikir.  Semua diam.  Hening. Tak berapa lama saya lirik Kim, wajahnya pucat seperti sedang menanti keputusan.  Ada kasihan melihatnya. Saya tidak mau membuhuh harapan orang yang sudah struggle. Apalagi dia telah melewati banyak hambatan sampai pada tahap ini.

“ Ok semua keluar. Tinggal Kim di ruangan ini.” Kata saya kepada staff. Mereka keluar. Saya tatap Kim dengan seksama. Dia masih terlalu muda. Usianya masih 25 tahun. Terlalu besar angan angannya. Tetapi dia sudah buktikan dia serius.

“ Kim, saya punya rencana bisnis” Kata saya. Dia menyimak. “ Saya akan bangun pabrik pengolahan cabe produksi kamu di CHina. Tetapi itu PMA. Perusahaan kamu di korea akan kerjasama dengan perusahaan kami di China untuk produksi. Sementara perusahaan kami di Korea akan jadi market underkater.  Tahap awal kita tidak jual langsung ke market retail. Tetapi jadi supply chain pabrik sauce cabe yang ada di korea. Mereka yang distribusikan.  Harga kita lebih murah 30%. Itu akan mendorong mereka untuk kontrak dengan kami. “ kata saya. Saya perhatikan dia menyimak. 

“ Tapi untuk itu kita harus dapatkan market offtaker dari pabrikan di korea. Itu dasar saya dapatkan dukungan pembiayaan dari Bank di China. ” 

” Jadi kita tidak berproduksi dengan merek. Hanya jual produk antara kepada Pabrik pengolahan di Korea. Mengapa ? Tanya Kim keliatan bingung.

” Karena investasi di merek itu sangat mahal. Untuk pemula engga mudah bertahan. Apalai mereka mereka yang eksis itu sudah sangat solid ekosistem bisnisnya. ” 

” Tapi pak..” dia masih berusaha mempertahankan argumennya.

” Nona Kim…” Seru saya mendekatinya, Duduk disampingnya di sofa. ” Dalam bisnis kita harus cerdas. Hindari perang yang bukan medan kita. Selalu ada ruang untuk kita cocok bertarung dengan kapasitas kita. Bukan soal menang atau kalah, tetapi bertahan dan kemudian tumbuh berkelanjutan. Dengan rencana produksi kita sebagai pemasok  pabrikan, kita mengubah pesaing jadi mitra. Sinergi tercipta atas dasar saling mendukung. Kelak akan tumbuh sama sama. Paham?

” Ya pak. Paham” Kim tersenyum dan tercerahkan dia.

” Nah tugas kamu, berusahalah dapatkan off taker market itu. Saya punya network dengan beberapa pemegang saham pabrik sauce cabe di korea. Tugas kamu lobi mereka. Yakinkan mereka untuk jadikan kita sebagai mitra supply chain. Data survey product,  minat konsumen dan lain lain gunakan itu untuk yakinkan pabrikan. Saya siap investasi untuk risk management mereka.  Promosi produk sebulan delivery dengan harga diskon 40%. “ Kata saya. 

“Siap pak. “ Katanya membungkuk. Dia keluar dari ruangan saya.


Dua bulan kemudian dia datang temui saya. “ Pak, ada dua pabrik siap kontrak. Kapasitas setahun 1500 ton. Delivery bulan pertama harga diskon jadi USD 3000. Tetapi selanjutnya harga USD 6000/ton. Dia menyerahkan draft perjanjian dari dua pabrikan. Saya baca dan tersenyum.  Saya rentangkan kedua tangan saya. Dia menghambur dalam pelukan saya. “ Terimakasih pak. “ katanya menahan isak tangis. Saya tahu tidak mudah dia dapatkan kontrak itu. 

“ Kamu hebat Kim. Minggu depan setelah kontrak dengan pabrikan,  kamu ikut saya ke Hunan, china. Kita bangun pabrik kamu ya” Kata saya.

***

Tahun 2011 pabrik usai dibangun di Hunan. Tiga bulan pertama sukses melewati uji pasar. Target market yang ditetapkan tercapai. Pabrik juga dapat sertifikasi BRC, ISO, HACCP, Halal, Kosher. Tahun 2012 Kim dapat dana sponsor pembiayaan perusahaan korea di luar negeri. Sehingga hutang bank di china bisa dia lunasi. Apa yang kami dapat ? sumber daya untuk mendukung kemampuan kami dalam bisnis supply chain berskala global. Produk Kim sudah masuk pasar Eropa, Jepang, Taiwan dan AS. Saya sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Kim. Karena dia sudah sangat sibuk di Korea dan china. 

*** 

Tahun 2015


Saya ke Seoul.  “ Kim mau bertemu anda pak ? Apa bisa ? kata sekretaris saya.  Saya sungkan ketemu. Karena saya sudah pensiun dari SIDC. Saya datang ke Korea untuk menghadiri pernikahan mantan sekretris saya, Lena. Tapi akhirnya saya bersedia juga datang. Itu karena dia sendiri telp saya “ Pak B, i miss you. Beri kesempatan saya ketemu. Sejam aja” Katanya.

“ Kenangan yang tidak pernah lupa kebersamaan dengan ada. Ingat engga. Waktu kita tinjau kebun Cabe di Hunan. Kamu urut kaki saya yang keram.  Saat itu saya lihat cara  kamu urut saya. Benar benar nature. Benar benar kamu kawatirkan saya. Apalagi kamu gendong saya sampai ke rumah penduduk. Setelah saya pulih, saya tak pernah lupa kata kata kamu, maafkan saya Kim. Kamu jadi begini. Seharusnya kamu tidak perlu ikut survey. Tetapi saya tidak punya pilihan. Kamu harus lihat sendiri pontensi sumber daya, Itu cara saya agar kamu punya passion untuk berproduksi, Ya kan. “ Katanya tersenyum. 

“ Setiap hari saya kerja keras. Setiap proses produksi saya awasi dengan ketat. Setiap cost keluar saya kelola dengan baik. Saya selalu teringat kamu. Ketulusan kamu, mahal sekali. Kamu telah memaksa saya keras kepada diri saya sendiri. Dan kini lihatlah saya..” Katanya merentangkan tangan” Saya jadi business lady. Usia 30 tahu saya sudah punya pabrik dengan ribun karyawan. Usia emas saya diberkati bertemu denga kamu B. I do love you”  Katanyan dan memeluk saya. 

Bukan pilihan yang tepat

Kami habiskan malam itu dengan minum Soju. Saya tetap kontrol diri namun KIm” Saya pantas mabuk malam ini. Kapan lagi saya bertemu dengan mentor, my shadow love, and my everything.” Katanya. Ya terpaksa saya gendong dia keluar restoran. Tunggu kendaraan kantor jemput kami. Saya tuntun dia kedalam kendaraan dengan hati hati seraya  berbisik ” jaga diri kamu baik baik ya sayang. Semoga kamu temukan suami yang bisa membawa kebahagian kedalam hidup kamu. Saya bukan pilihan yang tepat.” Kata saya. Berpesan kepada supir antar kim sampai apartement.

Moral cerita 

Sukses Kim bukan dicapai dengan mudah. Dia harus buktikan produknya diterima konsumen. Dan untuk itu dia berani memulai dalam skala kecil namun dengan mimpi besar. Dia harus melewati hambatan dari segala sudut. Semua pihak meragukan dia namun tidak membuat mimpi dia padam. Terus bersemangat tanpa kehilangan harapan. Kerja keras mengaktualkan janji dan mimpi membuat dia mampu melewati banyak hambatan. Disaat peluang terbuka lebar, ia harus bayar dengan kerja keras melewati business process day by day. Kalau dia sukses, itu karena dia pantas mendapatkannya.

Erizeli Jeli Bandaro.-

(Red : hebat ni mentor, hebat pula cewe bisnis Korea… Luarbiasa… Pantesnya sih buat hari Kartini, tapi telat sehari, 22 April 2022).-

-0-

Disebarkan oleh RAK (CNN-Hero 2017 dan KickAndy-Hero 2022) dengan maksud agar muncul suatu saat nanti pebisnis muda dari UI baik wanita atau pria yang bisa sukses seperti cerita diatas. Kalau mau tahu lebih dalam ttg mentor (org Ind yg hebat itu) silakan konek ke Facebook group DDB. Tentu saja suksesnya karena perjuangan yang gigih bukan dengan cara ujug-ujug. Siapa tahu anda orangnya… Amiin.

Utang Negara Sudut Pandang Bisnis

Hari ini saya sehabis lunch meeting dengan relasi, bertemu dengan dua teman. Mereka ajak saya ngopi sore di cafe di Menteng. “ Ini jel, Amir ngotot bilang hutang negara era Jokowi melesat tinggi. Jokowi engga becus kelola hutang negara.” Kata Faisal. Saya  berteman dengan mereka sejak tahun 90an. Kini, Faisal dimasa pensiunnya sebagai pejabat dia mengelola yayasan. Amir, di masa pensiun sibuk sebagai aktifis keagamaan.

“ Menurut kamu apa ? tanya saya kepada Faisal..

“ Investor itu kan patokannya rating. Kalau rating surat utang bagus, itu artinya semua baik baik saja.  Contoh, Standard and Poor’s (S&P) mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada investment grade BBB. Selain itu, Rating and Investment Information, Inc. (R&I) peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB+/outlook stabil (Investment Grade) pada 22 April 2021. Lah Amir aja engga pernah beli SBN, bilang jokowi engga becus. Oon dia “ kata Faisal

“ Eh lue lihat engga data.” tanya Amir sewot. “ Data Menkeu, utang pemerintah mencapai Rp6.527,29 triliun atau 41,18 persen terhadap PDB. Sedikit lagi mencapai 60%. Itu bakal  nabrak  pagu hutang yang ditetapkan UU. Kalau melihat trend defisit APBN,  untuk mencapai 60% hanya sebentar lagi. Kamu jangan terlena dengan rating dari lembaga rating. Itu surat utang di wallstreet yang gagal bayar,  rating surat utangnya AAA semua.  Lembaga rating cuman ngomong. Ya mana saya tahu kalau datangnya engga benar, kata mereka. Kalau itu terjadi, Jokowi akan jatuh karena konstitusi. “ Lanjut Amir

“ Kalau engga jatuh? tanya Faisal.

“ Itu sama saja mewariskan ruang fiskal sempit kepada presiden berikutnya. Siapapun presiden engga akan mampu ngatasinya. Bankrut dah kita semua” Kata Amir.

Faisal terdiam.

“ Pendapat kamu gimana Jel” Tanya Faisal keliatan bingung.

“ Saya bukan akademisi seperti kalian. Saya hanya pengusaha. Cara berpikir saya sederhana. Problem hutang itu kan ada dua. Pertama kekuatan produksi barang dan  jasa atau PDB terhadap  hutang.  Saat sekarang rasionya  41% terhadap PDB. Itu aman. Coba bila dikomparasikan dengan negara ASEAN-5, rasio utang terhadap PDB Indonesia jauh lebih rendah, yakni hanya 41,18% di April 2021. bandingkan dengan dengan Singapura di 154%, Malaysia 64,62%, Filipina 60,4% dan Thailand 47,28%.

Kedua, kekuatan membayar. Ukurannya bukan PDB,  tetapi rasio penerimaan negara terhadap utang. Memang mengkawatirkan. Seharusnya team kabinet Jokowi serius mengatasi ini.  Negara lain memang tinggi rasio utang terhadap PDB, tetapi kemampuan membayarnya juga tinggi. Artinya likuiditas bagus. Sama dengan perusahaan. Walau hutang 10 kali dari modal, tetapi likuid ya engga ada masalah.” Kata saya.

“ Ya, ‘Kata Amir. “ Sekarang rasionya sudah tembus 369 persen. Artinya,  asumsi kita tidak ada pembangunan, PNS dan Tentara /POLRi engga digaji. Pemda engga dapat duit lagi dari pusat.  Sementara pemerintah terus tarik pajak. Butuh 3,6 tahun baru bisa lunas utang. Itupun asumsi tidak bayar bunga lagi” Lanjut Amir

“ Ya. Itu kan asumsi kalau kreditur mendadak nagih serentak. Ya jebol lah. Tetapi kan kita bayar utang ngangsur.  “ Kata Faisal.

“ Tetapi masalahnya trend peningkatan pembayaran bunga dan cicilan jauh lebih tinggi daripada trend pertumbuhan produksi barang dan jasa. “ Kata Amir. Menurut saya benar dia.

“ Solusinya gimana Jel.” Tanya Faisal 

“ Cetak uang lah” Kata Amir satire.

“ Ya engga mungkin cetak uang. Kalau itu dilakukan terjun bebas rupiah. Engga ada lagi orang mau ngutangi. Dan sumber daya keuangan APBN hilang. Bangkrut  bareng kita seperti Venezuela “ Kata saya.

“ Ya Udah,  solusi kamu gimana Jel” Tanya Faisal lagi.

“ Persoalan kita ini kan kurangnya pendapatan dan gede nya belanja. Jadi solusinya sederhana saja. Pertama, perkecil defisit. Artinya kurangi belanja dan ekspansi. Jadi kurangi dululah intervensi APBN terhadap proyek infrastruktur, termasuk kalau bisa rencana bangun proyek marcusuar seperti Ibu kota Baru, tunda dulu. Focus kepada B2B aja. Kedua, tingkatkan pos penerimaan negara.” Kata saya.

“ Gimana mau naikin. Buktinya rasio pajak kita hanya 8,3 %. “ Kata Amir.

“ Ya jangan begitu ngitungnya. Pakai dong financial engineering. “ Kata saya.

“ Caranya ? Faisal antusias.

“ Kan pemerintah sudah revaluasi asset BUMN dan kekayaan negara. Nah itu kan jadi sumber penerimaan. Caranya transfer hasil revaluasi itu kepada rekening  pemerintah. Sekarang totalnya aset negara Rp. 11.000 Triliun. Nah kan rasio kemampuan membayar kita jadi 60% dari total hutang. Hutang Rp. 6000 T, sementara penerimaan Rp 11.000 T. Aman abesss!. 

Kemudian, valuasi saham BUMN alihkan kepada pemerintah. Nah itu Rp. 7000 Triliun. Nothing dah hutang. Kemudian seluruh PAD setiap daerah masukan sebagai komponen pajak negara. Itu bakal nambah neraca income pemerintah. Keren kan”  kata saya tersenyum.

“ Tetapi kan UU engga boleh asset negara di transfer ke pemerintah.” Kata Faisal.

“ Kan ada INA. Itu kan amanah UU” Kata saya.

“ Tetapi kan itu asset, bukan uang” Kata Amir.


“ Duh,  dalam dunia keuangan, uang itu tidak harus berupa cash. Aset yang disekuritisasi bisa dijadikan uang. Artinya atas dasar underlying aset itu menkeu masih bisa dan mudah terbitkan SBN untuk bayar cicilan hutang dan bunga. Dan itu dibenarkan dalam UU” 

“ Jadi masalah negara ini tidak ada “ kata Amir bengong.

” Makanya drun, lue banyakin piknik. ”  Faisal tertawa. Saya tersenyum. 

Maunya santai minum kopi malah jadi ribut. Mending nikmati malam ini sambil dengerin musik dan cuci mata.

” Entahlah bagaimana masa depan negeri ini” Kata Amir.

” Tidak ada yang pasti dimasa depan kecuali kematian. Dan semua orang pasti mati.” Kata saya. Faisal makin kencang ketawanya. Amir tersenyum kecut.

Erizeli Bandaro at 7:49 AM

Reposting Rhenald Kasali

Suara dari seorang Gurubesar UI :
(Rhenald Kasali)

Hidup zaman sekarang jauh lebih enak. Sy bingung kl ada yg bilang enak zaman dulu. Juga bingung kl dikatakan ekonomi susah. Yg susah kan cuma tinggal preman, koruptor dan politisi2 yg tak terpilih lagi oleh rakyat.

Ngga tahu ya bagaimana takutnya kita sbg mahasiswa, dulu waktu kita dikejar2 intel, ngumpet di kamar jenazah, mau menyatakan pendapat susahnya minta ampun. Itu saat negeri dikuasai oknum diktatur militer. Ngeri…

Cari seribu perak saja saat itu susah sekali. Cuma krn dulu gak ada WA dan FB kita gak saling komen. Lagian kl mengeluh ya besoknya dah hilang diciduk aparat. Ngeri…

Naik bis ngga ada yg ada AC nya. Copetnya ada dimana2. Bahkan pada bawa sangkur. Kita penumpang bis dulu biasa dirogoh dan diperas copet dan begal.

Preman di setiap sudut jalan.

Untuk bisa Makan paling2 sama krupuk dan sudah top kl dapat sop kaki kambing. Itu baru bisa kite makan bbrp bulan sekali.

Mudik, ampun…susahnya setengah mati. Naik kereta semua orang rebutan sampai masuk lewat jendela dan bawa kardus2 bau ikan asin, bukan koper. Toiletnya kotor. Anak2 kegencet-gencet. Tak ada celah kosong. Orang tidur sambil berdiri. Calonya juga banyak. Uang THR habis diembat calo dan copet.

Di kampung2, dulu, ada babinsa yg galaknya minta ampun. Lurah2 juga korup. Bupatinya harus tentara. Kita apa2 harus urusan sama tentara. Ada litsus dll. Di jalanan tentara galaknya minta ampun. Kita ambil jalan mereka, habis kita digamparin. Lewat komplek tentara serem sekali.

Koran2 sering dibredel. Lalu puncaknya waktu anak2 mahasiswa sudah gak tahan gegara mertua kawan kita mau terus jadi raja, maka penculikan2 terjadi.

Banyak mahasiswa2 saya yg hilang. Orangtua menangis. Mereka bukan cuma ditembak aparat. Tetapi juga di-injak2 dgn sepatu lars dan nyawanya meregang. Mereka juga dihadapkan dgn laskar2 berjubah, muncul pasukan berjubah agama yg menyerang mahasiswa pakai bambu runcing. Penjarahan dibiarkan. Banyak orang hilang.

Kekerasan itu adalah bagian dari sesuatu yg awalnya adalah intoleransi. Jangan biarkan itu terulang lagi di negeri yg sudah diperbaiki oleh para ulama dan umaroh hebat. GUS Dur sdh mengembalikan militer ke barak untuk fokus ke pertahanan dan keamanan. Tentara zaman sekarang sdh jauh lbh manusiawi dan punya tantangan baru, yaitu perang proxy.

Sekarang para oknum yg dulu gagal melanjutkan kekuasaannya secara diktatur mencoba kembali. Tentu mereka senang mengendalikan orang2 lugu dan mereka yg mudah dimanipulasi dgn “sorga”
Tetapi janganlah kita mudah tertipu, sahabat. Sebab apapun yg datang dari Allah pasti adalah kelembutan dan kasih sayang, bukan amarah atau meng-anjing-anjingkan manusia. Bukan yg “keras” dan menakut2i. Juga bukan yang haus kuasa dan korup.

Bahkan mereka kini memakai teknologi internet. Menyerang TGB dan ustadz2 baik. Menyerang Jokowi, Sri Mulyani dll

Orang2 baik ini diserang pakai bot dan robot, pakai “senjata pemusnah massal” hoax. Pakai segala yg serba palsu.

Kita semua ditakut-takuti. Seakan2 besok Indonesia tak ada lagi. Se-akan2 jadi sopir ojol itu pekerjaan budak dan bodoh, seakan2 kita semakin miskin. Semua kemajuan dianggap kemunduran.

Faktanya kita justru tengah menuju negara yg makmur. Daya beli meningkat, ketimpangan turun, harga2 terkendali, banyak yg semakin murah. Tetapi memang banyak yg berubah, orang sekarang lebih senang pindah2 kerja shg kesannya banyak yg nganggur. Padahal mereka lebih punya pilihan jrn orangtua mereka lbh kaya dari orangtua kita dulu.

Taksi dulu hanya ada yg seratus ribuan yg silver dan gold. Sekarang ada ribuan taksi yg ongkosnya hanya ribuan perak.

Dulu bini kita beli kerudung cepek dapat satu, sekarang bisa dapat 4 gegara bisnis online dibuka pemerintah.

Dulu kl orang jakarta naik mobil ke Surabaya butuh 15-20 jam. Sekarang cukup 8 jam. Airport2 baru cakep2. Pelabuhan juga keren2. Sekolah2 tak terdengar lagi yg roboh krn koruptor disikat habis. PNSnya sdh digaji lbh baik, kontrolnya jauh lbh kuat.

Dulu kita malu kalo ngaku jadi orang Indonesia pas jalan2 ke luar negri. Orang asing memandang kita rendah. Miskin prestasi. Jalanannya buruk, ambles, macet, banyak lubang, gak menarik.

Jembatannya dulu juga sempit2 dan reyot sampai2 anak2 sekolah harus bergelantungan mengerikan. Jalan tol cuma bisa dibuat di jabodetabek dan sebagian kecil pulau jawa. Itupun banyak yg sampai 20 tahun gak kelar2.

Korupsinya menggunung. Sebab Anak2 presiden, dulu ngambil proyek2 besar scr serakah dan bekerjasama dgn para kroni2nya. Merekalah yg menjadi rolemodel awal para koruptor. Mereka merusak nilai2 bangsa.

Militer juga dulu sangat berkuasa, dan selalu maunya punya presiden dari militer. Seakan2 tak ada pemimpin sipil. Maka kita dipandang sejajar dengan Uganda di era Idi Amin atau Irak di era Jendral Sadam Husen. Dianggap diktatur militer. Duh, malu deh zaman itu… efeknya masih ada smp sekarang, setiap kali sipil menjadi presiden, kok selalu dikatain PKI… ada apa ini?

Sekarang bangsa kita dibawah Jokowi sudah muncul sbg kekuatan baru yg nyata di dunia. Orang sipil berbadan kecil dan sdh merasa cukup dengan makan sedikit tapi semangat membangunnya begitu kuat. Freeport tunduk, Singapura takut, Swiss mau tandatangan untuk kembalikan harta2 kita yg disimpan para koruptor di sana. Malaysia kembali memandang RI. Bahkan di Asian Games kita bisa unjuk prestasi. Anak2 muda kita semakin menonjol dengan inovasi sejak diberi ruang lewat Bekraft dan sering dikunjungi presiden. Bahkan produk2nya dipromosikan beliau.

Banggalah punya pemimpin yg meski dia orang sipil, tetapi dia adem, ibadahnya jelas, puasanya disaksikan ustad Yusuf Mansur, kerja keras buat kita, dan hasilnya nyata.

Sahabat, Hanya orang2 baguslah yg selalu ditakuti para diktator dan koruptor.

Hanya karena dia diperhitungkanlah maka dia dikirim rumor dan hoax yg ngga2. Mereka yg mentereng hanya berani dari semak2 benar2 terlalu kerdil, mentang2 tak punya prestasi kini membual dan memutarbalikkan fakta2.

Hidup ini begitu indah dan akan ada banyak hal indah yg bisa kita nikmati kalo negri ini damai dipimpin pemimpin yg adem, optimis, rendah hati dan mau mendengarkan…. itu sebabnya mata batin kita tertuju pada Jokowi. Tuhan selalu menjaga orang2 baik… Amiiinn…🙏👍🙏

Rhenald Kasali (Guru Besar UI).-

Kesetaraan Pendidikan di Cina

  • Diskriminasi

Ada aturan di china sejak tahun 2013. Setiap perusahaan dilarang menerima pegawai karana alasan almamater, suku atau ijazah keserjanaan. Khusus posisi profesional seperti akuntan, lawyer, harus ada surat keterangan kompetensi dari lembaga negara. Itupun tidak mencantum apakah dia sarjana atau tidak. Untuk dokter dan para medis, harus mengikuti jenjang akademis, jalur herbal atau umum.

Apa yang terjadi akibat adanya aturan baru itu? Pertama, pemerintah melegitimasi pendidikan ketrampilan luar sekolah. Yang lulus kursus akan dapat surat pengakuan dari lembaga negara. Sehingga dia qualified ikut berkompetisi dapatkan lapangan pekerjaan profesional. Di china dapatkan tenaga terampil operator mesin moulding circuit board komputer mudah sekali. Cukup hubungi pusat pelatihan. Seminggu sudah datang pelamar berkompetisi.

Kedua, setiap perusahaan diwajibkan menyediakan dana pelatihan bagi karyawan. Bisa dari dalam atau di training atas biaya perusahaan. Khusus perusahaan yang jumlah karyawan dibawah 100, biaya pelatihan ditanggung negara. Semua supply chain pabrik kelas UKM dibina negara termasuk memberi pelatihan agar mereka qualified menjadi rekanan pabrik besar.

Ketiga, ukuran pembayaran upah dan gaji berfokus kepada kompetensi dan kinerja. Bukan akreditasi pendidikan atau kursus atau almamater. Proses peningkatan karir cepat sekali. Karena yang dinilai output. Seorang pekerja dengan UMR 3000 yuan/ bulan untuk output produksi 100 IPhone/ hari , dalam setahun bisa dapat upah 6000 yuan/ bulan karena output nya meningkat 200 IPhone/ hari.

Keempat, lahirnya masyarakat egaliter, yang tidak disekat oleh suku, agama atau almamater. Semua orang sama, yang membedakannya hanyalah kinerja. Di china anak petani miskin atau keluarga tidak mampu berhak bermimpi jadi orang

hebat.. Semua berpeluang.

Dengan program tersebut diatas, walau keliatan sederhana namun sudah menyelesaikan hambatan pemerintah menyediakan kampus untuk semua lulusan SMU. Maklum china hanya mampu menyediakan kursi 2% di universitas bagi semua lulusan SMU. Setidaknya program itu, menghapus feodalisme akademis ditengah masyarakat. Yang ada adalah seni berkompetisi di lahan yang sama dan dilakukan dengan semangat kebersamaan.

Diskusi dengan Babo

Erizeli Jely Bandaro  ·  

Penyelamatan Bayi di NTT

Sepenggal Cerita Tim Inkubator Teknik Mesin Undana dari TTS

“Di desa Nenoat, Kecamatan Nunkolo”, demikian balasan WA dari ibu bidan setelah saya menanyakan lokasi orang tua bayi. Tempat yang saya sendiri belum pernah kunjungi. Dengan bantuan google map & bertanya ke beberapa orang, kita mencari tahu posisi desa. Ternyata desanya lumayan jauh dan jalannya tidak bersahabat dengan mobil pendek penggerak roda depan seperti punya saya.

-0-

Bapak Ben Vasco Tarigan penulis artikel ini, adalah dosen di Univ Nusa Cendana Kupang. Tahun 2017 Kami bekerjasama (Tim UI dan tim UNDANA) untuk merealisasikan ‘mini-factory’ inkubator di UNDANA dan terrealisasi setahun kemudian. Sejak saat itu mereka sudah bisa membuat sendiri inkubator berkat adanya kerjasama yang berbuah manis, fruitful.

-0-

Solusinya, saya dan istri sepakat untuk menyewa mobil yang bisa digunakan ke desa. Satu masalah selesai. Tapi timbul pertanyaan lain, siapa yang kuasai jalan kesana kalau lewat Oinlasi. Semua tim inkubator tidak ada yg tahu. Disela-sela pembicaraan, salah satu anggota tim berkata, “beta pung ade sa bapa. Dia orang Persekutuan Doa yang sering pi pelayanan kesana. Adek su tau2 medan disana”. Maka segera si adek dikontak. Si adek bersedia dan akan menunggu di Kota So’e.

Dua kali kesempatan kami pergi ke Kec.Nunkolo, dua kali juga Raymen Boymau (nama si adek) menolong kami. Selama perjalanan, wajahnya sangat tenang wlo kondisi jalan menanjak disertai belokan tajam. Sedangkan kami memilih diam sambil menahan nafas 😁. Kelincahannya memainkan gigi 1 & 2 pada posisi menanjak, sedikit menggambarkan kelihaiannya.

Selama perjalanan Raymen bercerita klo dia sudah sampai hampir sebagian besar desa di Mollo, Amanatun dan Amanuban bersama persekutuan doa. Kondisi jalan ekstrem, atau jalan dalam kondisi cuaca hujan bukan masalah baginya. “Beta su biasa bapa. Paling son enak klo abis ujan karna ban akan batatanam”, demikian katanya.

Saat kembali ke So’e, saya bertanya kepadanya. “Raymen son ada pelayanan ini hari ko?”. Saya lontarkan pertanyaan ini karena di persekutuan doa, dia juga membantu memainkan beberapa alat musik seperti gitar, bas, dan keyboard. “Ada bapa. tapi bapa dong su kontak duluan beta. Jadi beta antar inkubator sa. Ini ju pelayanan a. kotong pi tolong orang ni”.

Menjelang masuk kota So’e, kita sempat diskusi dan tercetus ide bagaimana melibatkan kelompok-kelompok persekutuan doa di TTS untuk menjadi agen relawan. Pertimbangan ini muncul karena hampir setiap bulan kelompok2 ini turun ke desa-desa dan ini sangat membantu memperpendek distribusi inkubator bila harus diantar dari Kota Kupang. Semoga rencana ini bisa kita matangkan bersama Tim Inkubator Teknik Mesin UI.

Note: Raymen paling kiri. Kakaknya (Anggota Tim Inkubator Teknik Mesin Undana) tengah berbaju putih

Oleokimia dan Turunannya

Oleokimia.

Satu dari empat tulisan downstream CPO

CPO itu bisa saja dibuat langsung minyak goreng. Namun tidak efisien. Karena banyak residu dibuang begitu saja. Makanya jadi mahal minyak goreng. Padahal kalau diolah dalam industri downstream, maka ia akan menghasilkanya lebih dari 160 produk. Mari kita bahas dulu Oleokimia.

Oleokimia dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu oleokimia dasar dan oleo-derivatives. Oleokimia dasar terdiri atas fatty acid, fatty ester, fatty alcohol, dan gliserol. Oleokimia derivates merupakan produk akhir.

Anda semua tahu produk ini : sabun dan detergen, intermediate, plastik, karet, kertas, lubricant, coating, personal care, makanan dan pakan, lilin dan lain-lain. Nah produk itu bahannya dibuat dari oleokimia. Oleokimia berupa Fatty acid. Nah Fatty acid itu sendiri dibuat dari CPO.

Dari oleokimia itu bukan hanya fatty acid, ada juga bahan antara yang bisa dihasilakan. Apa itu? Fatty alcohol. Disamping bisa digunakan sebagai bahan baku untuk sabun dan detergen, namun lebih banyak digunakan sebagai bahan baku personal care, lubricant, amines dan lain-lain.

Dari pengolahan oleokimia, pada industri pengolahan fatty acid, fatty alkohol dan biodiesel, ampasnya bisa dihasilkan produk samping berupa Gliserin. Nah Gliserin ini sebagai bahan antara untuk industri sabun, lotion, pelumas, printing ink, cake, candy, obat-obatan, nitrogliserin, odol, chewing gum, dan bahan pengawet.

Di Indonesia, tekhnologi pengolahan downstream CPO ini baru sekitar 32 jenis produk oleokimia dasar dan oleo-derivatives. Bandingkan dengan malaysia yang sudah menghasilkan 120 jenis. 70% penggunaan oleokimia sebagai bahan aktif surfaktan, yang terdiri dari metil ester sulfonat, alcohol sulfat, fatty amine, gliserol ester, dan lain-lain.

Ia menjadi supply chain industri : industri deterjen, industri kosmetik dan farmasi, kertas, industri cat, industri kimia, industri pangan dan lain lain. Bahkan ia bisa pengganti petrokimia dari minya bumi. Karena ramah lingkungan dan berkelanjutan.

-0-

Oleh: EJB Erizeli Jeli Bandaro (Lihat Facebook follow group DDB)

Profesi Dokter dan Kaitan Hukum

Siapa yang layak menentukan apakah sejawat seprofesinya lalai atau tidak? Terutama dalam pengadilan yang terkait urusan benar dan salah.

Kesalahan prosedur dari seorang profesional hanya bisa dilakukan rekan sejawatnya dengan kompetensi yang sama, bahkan dengan situasi dan kondisi kerja yang sama.

Dokter umum yang lalai tidak dapat dinilai salah tidaknya oleh profesor penyakit dalam. Bahkan dokter umum di kota tidak dapat menjadi saksi ahli bagi kelalaian dokter umum di desa. Harus sesama dokter umum di desalah yang bisa menjadi saksi ahli apakah rekannya tersebut salah dalam menjalankan prosedur.

Hal ini berbeda dengan pengadilan pidana yang membutuhkan saksi ahli forensik yang seahli-ahlinya (kalau bisa profesor forensik yang paling pengalaman)

Inilah prinsip dalam pengadilan profesi di seluruh dunia.

Jadi, bagaimana jika sejawat yang beda bidangnya malah ramai-ramai mengklaim salahnya sejawat spesialis lain? Tentu bisa jawab sendiri.

Tonggak sejarah yang teramat penting dalam sejarah hukum kedokteran adalah ketika kasus seorang dokter umum bernama Dokter S di era tahun 70-an. Beliau mendapatkan pasien yang mengalami syok anafilaktik akibat alergi suntikan obat sehingga pasien meninggal dunia.

Alergi obat pada pasien sebenarnya tidak mengakibatkan dokternya diklaim bersalah karena itu adalah risiko medis. Yang menjadi masalah adalah ketika dokter tidak menyediakan obatnya dan tidak melakukan prosedur yang tepat dalam menangani kasus alergi obat tersebut.

Dokter S tidak menyediakan obat antialergi yang memadai karena praktik di era 70-an di pedesaan yang cukup terpencil saat itu. Di pengadilan tingkat pertama, beliau divonis bersalah setelah saksi ahlinya adalah seorang guru besar spesialis. Beliau baru dibebaskan setelah kasasi ke Mahkamah Agung.

Kurang tepatnya dalam mengambil saksi ahli menyebabkan vonis prematur ini karena seorang guru besar tentu sukar memahami posisi praktik seorang dokter umum di desa terpencil yang sarat kekurangan fasilitas.

Hendaknya kita semua belajar dari sejarah kelam ini sehingga tidak terulang di kemudian hari.

Oleh: dr. Erfen G. Suwangto, Sp.KKLP, SH, MH (Kes).

Disalin dari FB

Periode 2 Jokowi

Berat …

Periode pertama Jokowi memang

hebat. Semua program pembangunan di eksekusi dengan cermat dan cerdas. Itu karena ada orang

hebat yang membantunya. Di Bappenas ada pak Bambang Brodjonegoro yang mantan direktur Islamic Bank dan Menkeu. Ada pak Tomas di BPKM yang jago dan punya reputasi dalam bisnis private equity kelas dunia.

Ada Jonan yang mantan banker Citibank. Ada Pak Darmin jago makro ekonomi di posisi Menko. Ada pak Wiranto di Menko Polkam, salah satu arsitek reformasi. Ada pak Enggartiasto yang memang jago lobi international trade kelas dunia. Ada ibu Rini mantan banker Citibank dan CEO ASTRA. Dengan team work itu, peran SMI benar benar jadi bintang lapangan.

Tapi masuk periode kedua, mereka yang punya reputasi dan kelas dunia itu tersingkirkan. Pos penggantinya bukan orang lebih

hebat tetapi justru grade jauh sekoli dibandingkan mereka. Maklum, periode kedua, kompromi partai lebih dominan. Sementara partai sendiri tidak punya orang

hebat untuk disodorkan sebagai pembantu presiden. Jadi, kita harus maklum. Yang penting APBN kita aman. Pagu hutang terjaga. Defisit terjaga. Inflasi terjaga. Mereka dipastikan berjalan diatas toll.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Pandemi datang. Panik semua. APBN mulai rapuh. Rasio utang meningkat. Terpaksa burden sharing dengan BI, kalau engga collaps. Dana PEN digelontorkan diatas Rp 1000 triliun. Hasilnya engga jelas. Pada waktu bersamaan proyek strategis seperti kereta cepat terjadi over cost. Begitu juga proyek lainnya. Terancam mangkrak. Keliatan sekali para menteri tidak lagi focus menjaga stabilitas makro dan mikro. Hanya kerja reaktif dan responsif. Mereka memang tidak punya kelas menghadapi badai

Sejak tahun 2020 saya sudah menulis tentang kenaikan harga pangan dunia. Minta agar pemerintah mengantisipasi. Tulisan saya di blog lengkap sekali. Kemdiiaan saya juga menulis soal ancaman kenaikan BBM akibat krisis energi. Tapi dianggap angin lalu. Kini semua itu terjadi. pemerintah panik. Sampai SMI berkata “ ancaman kita bukan pandemi tapi inflasi “ artinya kalau inflasi gagal dikendalikan bulan bulan kedepan, ekonomi akan tumbang. Sampai kini engga tahu apa solusi. Lah menghadapi kasus Migor dan IDI aja pemerintah gagap.

Benar Jokowi yang mengingatkan menterinya, “ stop wacana batal pemilu 2024. “ Berat berat… cukup dua priode. No more !!!

Erizeli Bandaro

794794

162 Komentar

Suka

Komentari

BIG PHARMA

“ Kamu tahu siapa diktator bisnis era sekarang ? tanya saya keteman waktu kami buka bersama. 

“ Emang ada diktator dalam bisnis ? Bukannya pasar bebas.?”

“ Ada “

“Apa itu ?

“ Satu, Mircrosoft dan satu lagi Big Pharma. Kedua jenis bisnis ini lewat ekosistem bisnis mampu seenaknya merelease produk baru dan secara ekosistem orang dipaksa untuk membeli dan yang lama ditarik lagi lewat update. Engga ada yang bisa protes.

“ Kenapa ?

“ Microsoft membuat aturan sendiri bagi usernya. Engga boleh didebat. Pharmaci dapat backing dari WHO untuk membuat aturan. Melanggar SOP dari WHO kena Banned”

“ Oh pantes, Eric Thohir mengatakan betapa dia terkejut ternyata 90% bahan baku obat tergantung pada impor.”

“ Kalau orang terbiasa main di bursa, engga kaget. “

“ Kalau microsoft ok lah. Tetapi kalau big pharma masa iya begitu?

“ Mari kita lihat data. Dari tahun 2000 hingga 2018, 35 perusahaan farmasi besar melaporkan pendapatan kumulatif $ 11,5 triliun, laba kotor $ 8,6 triliun, EBITDA $ 3,7 triliun, dan laba bersih $ 1,9 triliun, sementara 357 perusahaan S&P 500 melaporkan pendapatan kumulatif $ 130,5 triliun, laba kotor $ 42,1 triliun, EBITDA $ 22,8 triliun, dan laba bersih $ 9,4 triliun. Kalau trend pendapatan perusahaan non pharmasi cenderung menurun akibat krisis namun perusahaan pharmasi terus meroket keatas.

Dalam model regresi bivariabel, margin laba tahunan rata-rata perusahaan farmasi secara signifikan lebih besar daripada perusahaan S&P 500. Margin laba kotor pharmasi 76,5% sementara non pharmasi 37,4%. Perbedaan, 39,1% atau laba kotor perusahaan pharmasi dua kali lipat lebih dibandingkan dengan bisnis non pharmasi. Yang hebatnya dari total pendapatan 35 perusahaan raksasa pharmasi dunia itu 60% berasal dari 10 industri pharmasi.  Dari 10 itu, 6 adalah perusahaan Amerika. Hanya satu dari China. 2 Swiszerland, 1 lagi Denmark.”

“ Apakah mereka itu benar benar raksasa? 

“ Saya ambil contoh Johnson & Johnson, yang merupakan raksasa yang berada di puncak piramid bisnis pharmasi. Dia punya MarCap sebesar USD 395 billion. Itu hampir sama dengan PDB Thailand. Bayangkan, kehebatan mereka. Hanya satu perusahaan saja tetapi kedigdayaan assetnya sama dengan PDB satu negara.”

“Wah hebat banget. Kenapa bisa begitu hebatnya mereka ?

“ Mereka menguasai dari sejak riset, pengadaan bahan baku, sampai ke pada distribusi. Praktis mereka menciptakan ekosistem bisnis yang memaksa orang harus membeli kalau orang pergi ke dokter atau ke rumah sakit.”

“ Apalagi adanya tekanan dari WHO agar seluruh negara memberikan sistem jaminan kesehatan nasional, yang tentu mengikuti SOP-WHO- seperti kasus pandemi COVID-19-, maka industri pharmasi lah sebenarnya penguasa dunia. Mereka menjadi sandaran bagi semua manusia di planet bumi ini, yang tentu pada waktu bersamaan menjadi ancaman. Dengan cara itulah mereka menciptakan laba dan semua bisnis yang menjadi bagian dari ekosistem pharmasi pasti tajir. “ Katanya seperti teori konspirasi.

“ Itu kalau kita lemah.” 

“ Terus gimana menghadapi mereka agar kita bisa mandiri ?

“ Karena ini berkaitan dengan bisnis maka hadapi secara bisnis, namun harus ada dukungan polical will dari pemerintah. “

“ Secara bisnis gimana menghadapinya ?

“ Tiga peluang yang sangat mungkin kita bisa mandiri. Pertama. Indonesia merupakan pasar obat obatan terbesar di Asia Tenggara. Perbulan total penjualan obat sebesar USD 3,43 milliar atau setara dengan Rp. 28 triliun. Sebagian besar atau 90 % obat obatan itu adalah produk import. Ini peluang bagi kita untuk membangun kemandirian indusri. Pasar ada, apapun bisa dilakukan. Karena ada uang berputar. Kedua, sistem jaminan kesehatan nasional seperti BPJS adalah potensi pasar besar dan captive bagi pemicu lahirnya industri pharmasi nasional. Dengan captive market seperti itu, berapapun dana pasti bisa diadakan untuk pembiayaan industri pharmasi. Ketiga, akibat COVID 19, Political will dari Jokowi sudah ada agar kita mandiri. Ya dengan tiga hal itu, kita bisa menghadapi hegemoni big pharma.” kata saya.

“ Apa mungkin bisa ? 


“ Kita ambil contoh India dan China. Mereka sangat paham pentingnya kemandirian di bidang pharmasi. Maklum, kalaulah kedua negara ini pharmasinya tergantung asing, dengan penduduk diatas 1 miliar maka bisa bangkrut mereka oleh kapitalis pharmasi. Itu sebabnya industri kimia bahan baku obat di china dan India sangat longgar regulasinya dan pabrikan mendapat subsidi dari pemerintah agar industri pharmasi bisa menghasilkan produk yang efisien. Bukan rahasia umum bahwa hampir setiap obat sintetis yang dapat dibeli di dunia ini secara legal atau ilegal , mulai dari katarsin hingga obat steroid sampai obat jantung yang diresepkan dokter, berasal dari China dan India. Bahkan melalui situs web china, anda bisa memesan fentanil sejenis obat aditif penyebab kematian bila overdosis. “

“Wah hebat.!

“ Iran juga termasuk negara yang mandiri dalam hal pharmasi. Lembaga riset Iran termasuk yang paling maju dalam meneliti sel punca. Itu bisa dimaklumi karena Iran diembargo secara ekonomi atas prakarsa AS. TNC bidang Pharmasi salah satu yang solid berada dibelaka negara AS dan Eropa yang merupakan pemilik paten obat. “ Kata saya.

“ Di China “ Kata saya melanjutkan “ pengobatan tradisional dilegitimasi oleh Negara dan dilaksanakan secara sistematis. Pendidikan dokter di berbagai universitas mengajarkan secara utuh pengobatan tradisional ini. Seperti Guangzhou University of Chinese Medicine (GZUCM) yang merupakan universitas terbaik di China yang menyediakan program dokter dan specialis khusus pengobatan cara tradisional. Mereka juga memberikan materi pelajaran mengkombinasikan cara Barat dan China, yang made in China. Kini ada 113 negara didunia mengirim mahasiswa kedokterannya belajar di berbagai universitas di China. Dunia international mengakui kehebatan china menjadikan kekuatan akar budaya sebagai sebuah system kemandirian khususnya dibidang kesehatan.

Untuk memperluas variasi obat obat yang berstandar Lab , pemerintah menyediakan pusat riset terbaik dibidang herbal dan memberikan dukungan dana riset kepada universitas. Dengan demikian China memiliki standard klinis modern untuk menjadikan herbal sebagai obat modern berstandar FDA, sehingga obat herbal China bisa masuk prime market seperti Apotik dan toko obat terakreditasi internatiobal, dan bersaing dengan obat obatan dari industry Pharmasi berkelas TNC. Mungkin bagi anda yang American or western minded akan mengatakan herbal atau jamu adalah keterbelakangan. Tapi tahukah anda, pasien Rumah Sakit Herbal di bawah Guangzhou University of Chinese Medicine (GZUCM) banyak didatangi pasien dari luar negeri china.” Kata saya.

“ Sementara kita, pabrik Jamu Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga karena gagal bayar hutang, saya sudah menduga bahwa ini akan terjadi. Hanya masalah waktu saja. Sebelumnya sudah banyak industri jamu baik sekala modern maupun rumahan yang gulung tikar.  Itu sejak ada obat generik, minat orang untuk menjadikan jamu sebagai alternatif berkurang. Karena apabila sakit biaya obat tidak begitu mahal. Jadi tidak diperlukan jamu untuk menjaga kesehatan dan juga tidak di perlukan jamu sebagai obat alternatif. Puncaknya ketika berlakunya SJSN dimana berobat gratis asalkan ikut BPJS dan orang miskin ditanggung preminya , jamu semakin tidak mendapat tempat sebagai obat alternatif. SOP BPJS mengharamkan obat tradisional sebagai alternatif obat modern.

Tapi entah mengapa pemerintah tidak melihat potensi BPJS untuk memacu kemandirian di bidang pharmasi.” katanya geleng geleng kepala. “ Menurut teman saya yang bisnis pharmasi, dana sponsor dari industri pharmasi itu mengalir sampai ke DPR yang merancang UU kesehatan dan BPJS. Itu triliunan rupiah uang ditebar untuk para elite politik. Makanya sangat sulit membabat mafia pharmasi ini. Mainnya halus dan kejam. Setiap upaya kemandirian industri pharmasi lokal pasti hanya masalah waktu akan tumbang karena kebijakan pemerintah. Pailitnya Jamu Nyonya Meneer adalah puncak dari gagalnya produk lokal bersaing dengan produk import, yang merupakan bukti bahwa pemerintah bagian dari ketidak mandirian bidang pharmasi.

Jatuhnya industri herbal bukan hanya di Indonesia tapi juga di AS. Walau pengobatan herbal digandrungi oleh sebagian besar rakyat AS yang tidak terjangkau system layanan kesehatan. Namun , kecaman dari NGO yang berafiliasi Industri Pharmasi sangat gencar. Mereka berusaha melobi pemerintah untuk melarang kegiatan pemasaran herbal dan bahkan industry obat tradisional sengaja dihalangi lewat kebijakan ketat dari FDA. Terjadi pro dan kotra dimasyarakat soal ini. Sampai kini terus berlangsung ditengah kebingungan pemerintah memberikan solusi comprehensive di tengah ketidakberdayaan anggaran kesehatan. Ya, Indonesia sama dangan AS yang sudah dalam cengkraman mafia pharmasi dan sulit untun bisa lepas.

Sebetulnya keadaan China tidak jauh beda dengan ndonesia. Bahwa Indonesia sangat kaya akan keaneka ragaman obat obatan tradisional dan telah pula diyakini oleh rakyat sejak ratusan tahun sebagai pengobatan yang efektif. Namun, selama berpuluh tahun industri jamu tidak didukung berkembang sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Tidak ada program by design dari pemerintah menjadikan obat tradisonal mampu bersaing dengan obat dari TNC. Di Indonesia tidak ada Universitas mengajarkan mata kuliah Jamu dan menjadikan herbal sebagai standar pengobatan modern. Tidak ada pusat riset pemerintah di bidang jamu untuk melegitimasi jamu sebagai obat resmi berstandard SOP Rumah Sakit. Tidak ada jamu yang bisa masuk obat pasar first grade? Apakah ada Rumah Sakit merekomendasikan kepada dokter agar menulis jamu dalam resep.? Tentu tidak mungkin.

Karena bukan rahasia umum lagi, dibalik kebijakan pelayanan kesehatan terdapat agenda konspirasi antara Pemerintah , Indusri Pharmasi ( TNC), Rumah Sakit, Perusahaan Asuransi, untuk mengeruk keuntungan dari sisakit. Ya sebuah bisnis yang melibatkan triliunan rupiah , dan tentu hanya memperkaya segelintir orang, dan potensi besar pengobatan tradisional Indonesia harus menerima fakta kalah di lindas zaman. Jamu Nyonya meneer adalah bagian dari saksi bisu bahwa dalam banyak hal kita kalah. Kita sulit meniru China, India atau Thailand, atau Iran. Mereka mandiri dari segi kesehatan karena mereka lebih tahu bagaimana seharus mengobati sakit rakyatnya. “ Katanya pesimis. 

Saya mencium aroma teori konspirasi. Padahal hakikatnya sederhana. Political will. Masalah pharmasi harus diselesaikan secara politik. Kalau engga, kita tidak bisa menghindari ekosistem bisnis yang memeras. Political Will Jokowi sudah ada. Semoga dengan adanya COVID-19 ini mendulang hikmah dengan adanya reformasi total tata niaga dan industri pharmasi.

Erizeli Bandaro

Diktator Profesi

Oleh Erizeli Bandaro

Organisasi profesi seperti Lawyer atau dokter atau lainnya punya tujuan sebenarnya adalah menyamakan standar etika dan moral diantara mereka dalam melaksanakan profesinya. Etika dan moral itu hanya berhubungan dengan pelayanan dan interaksi mereka dengan clients. Maklum mereka melayani market yang sama. Valuenya ada pada profesi muiia mereka. Semua sepakat menjaga value itu. Apa standar etika dan moral itu? ya hospitality ( keramah tamahan), Itu sebabnya diluar negeri Rumah sakit disebut hospital.

“ Dalam hal profesi selain dokter itu biasa saja. Tetapi untuk profesi dokter lain. Dokter juga bagian dari sistem pemasaran industri pharmasi. Industri butuh pengakuan  dari profesi semacam dokter. Industri pharmasi ya tetaplah bekerja sebagai sebuah industri. Kadang karena motif bersaing mereka menggunakan organisasi profesi sebagai pintu masuk mematikan pesaingnya dan mengejar hegemoni. Dan ini memungkinkan sistem kesehatan yang terikat dengan standar kapatuhan medis yang ditetapkan WHO.” Kata teman saya kemarin waktu kemarin bertemu.

Makanya jangan kaget bila profesi dokter sudah menjadi bagian dari mesin kapitalis industri. Dokter yang bukan ilmuwah riset diharuskan patuh dengan produk obat dan alkes berbasis riset. Metodelogi riset itu standarnya WHO. Padahal sains itu yang katanya berbasis riset itu tidak seutuhnya benar. Mengapa ? Setiap observasi ilmiah dapat dilihat dari berbagai perspektif berbeda. Bahkan setiap teori dapat saja dibelokkan dengan sudut pandang yang baru. Apapun yang katanya ilmiah itu bukan kebenaran dan kepastian.

Engga percaya? cobalah kalau teori klasik Newton itu dianggap kebenaran yang final. Saya yakin tidak akan ada perubahan. Tetapi karena banyak yang kritik dan membantah, teori itu berkembang terus sampai dengan munculnya sebuah paradigma relativitas yang dipelopori oleh Albert Einstein. Tahun 2013 saya kena jantung coroner. Dokter di Penang-malaysia, nasehati saya untuk minum jamu. Kalau tidak sembuh juga dalam sebulan. Saya disarankan kembali ke dia untuk dioperasi. Ternyata sebulan makan jamu itu, keluhan tidak ada. Saya general Check up di RS, saya bebas dari jantung coroner.

Nah andaikan dokter Malaysia itu patuh dengan standar kesehatan berbasis riset, saya yakin saat itu dia sarankan saya dioperasi. Tetapi dia utamakan hospitality. Bukankah menghormati kearifan lokal juga adalah bagian dari hospitality. Sampai kini diusia mendekati 60 tahun saya tetap sehat tanpa obatan berbasis riset. Tetapi dengan jamu saja. Alhamdulilah saya bebas dari penyakit gula, asam urat, kolestrol, jantung, darah tinggi. Ke RS tiap tiga bulan hanya untuk general check up. Semua clean.

Dan lagi yang membuat tidak terjadi kemajuan dan perubahan yang lebih baik dari zaman ke zaman ya hanya agama. Mengapa? karena orang dipaksa percaya dan patuh. Maka matilah nilai esensi spirit manusia, apa itu? kebebasan. Dan kalau profesi dokter mengaminin standar WHO dan fatwa WHO, maka dia sama seperti agama, IDI tak ubahnya dengan MUI. Lembaga yang tidak boleh disalahkan. Paling suci. Namun faktanya fatwa juga ternyata adalah bagian dari bisnis.

Kartel Bisnis mencengkram

Indonesia itu adalah negeri yang dibancakin oleh sistem kesehatan international. Sistem dan prosedur yang ditetapkan WHO kita aminkan begitu saja.NATO, no alternatif to objection. Bayangkan. Penduduk terbesar ke empat di dunia, kita tidak mampu membuat vaksin sendiri. Jadi sistem keamanan nasional kita memang sangat renta. Terlelau beresiko hidup kita di negeri ini. Para pemimpin kita sejak era awal merdeka sampai kini hanya omong doang. Karena mereka juga kumpulan orang lemah. 

Jangan kata produk vaksin anak negeri, untuk hal yang sederhana saja, Mengutamakan obat herbal bagi sisakit, dan menempatkan herbal dalam deretan obat premium, engga berani. Pasti alasannya akademis. Tapi tahu dampak dari alasan akademis itu ? 97% obat-obatan yang di jual di Indonesia adalah produk impor. Hanya 3% obat-obatan yang kini di produksi di dalam negeri. Benar benar, negara kita terbelakang dalam hal management national interest.

Saya yakin karena alasan akademis, sampai mati kita tidak akan mandiri dalam hal pharmasi. Itu sudah sama dengan Standar Industri Nasional, yang bikin keok inovasi rekayasa industri lokal. Akhirnya lebih 1000 triliun rupiah uang APBN dan BUMN belanja impor. Jadi sebenarnya secara esensi kita tidak bergerak kemana mana sejak merdeka. Kita hanya jadi negara konsumen. Terjajah secara intelek dan mindset. Mengapa ? karena negara dikelola dengan visi sebesar sempak. Hanya banyak onani dan retorika doang.

Makanya , saya tidak terkejut bila Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) merekomendasikan ke IDI agar Dokter Terawan dipecat sebagai dokter. HEbatnya keputusan itu dasarnya sikap Dr, Terawan sejak tahun 2018. Itu saat dia masih jadi Menteri Kesehatan. Kalau ditanya apa alasannya? pasti benar secara akademis dan procedural. Tetapi faktanya karena alasan akademis dan procedural itu sejak awal merdeka sampai kini, kita tidak bisa mandiri.

Lantas apa arti akademis dan procedural, bila kita tidak bisa mandiri. Hanya menjadikan kita terjajah secara sistem global. Mau protes? Lah gimana? IDI itu organisasi profesi yang diberikan kewenangan cukup luas oleh UU Praktik Kedokteran. Tapi sebagaimana kekuasaan. Tidak selalu utopia. Kekuasaan tetaplah kekuasaan. Semua karena terisolasi oleh asas normatif dan procedural. Sehingga niat baik terabaikan. Niat baik kemandirian, tidak penting. Inovasi omong kosong dihadapan kartel obat. 

Jaringan Inkubator 138 kota

Idenya muncul pagi ini untuk menulis sesuatu di blog pribadi saya. Khususnya waktu tadi melayat atas wafatnya istri seorang teman di Sukmajaya Depok-Timur. Si bapak (duh gak tahu namanya padahal sudah ngobrol ka-ki) ” Koq bisa ya inkubatornya ada di 138 kota ? Bagaimana caranya ?… Dan istimewanya gratis lagi “. Demikian beliau setengah bertanya, dan saya senyum saja karena kemudian ada mantan Rektor didepan saya menceritakan tentang dunia oligarki utamanya bidang Kesehatan.

-0-

Oleh Raldi Artono Koestoer (Kick Andy Hero 2022) –

Lihat di https://www.youtube.com/watch?v=NchAC82ES1A .

-0-

Nulis gaya anak muda aja ya, supaya lebih rileks. Jadi Guyz… Begini ceritanya. Pertama tentu anda semua sudah tahu kan kalau inkubator bayi kami the so called ‘Grashof-Incubator’ dipinjamkan gratis kepada ibu bayi prematur oleh…oleh siapa ? Bukan oleh saya dong, kan saya di Jakarta-Depok aja sliwerannya, lalu gimana bayi di Malang, bayi di Madura, bayi di Banda Aceh bisa tertolong juga ?… Tapi oleh YANG MULIA para AGEN RELAWAN di masing-masing kota tersebut. Jadi siapakah Agen Relawan itu ? Nanti lain waktu saya akan cerita khusus tentang Agen Relawan ini.

Sejak tahun 2015 kami mendirikan YABAPI Yayasan Bayi Prematur Indonesia. Dengan sendirinya semua kegiatan diluar UI (ini institusi dimana saya bekerja sejak puluhan tahun) diatur oleh yayasan ini. Awal mula tentu hanya kami di UI-Depok ini yang meminjamkan inkubator, namun setelah adanya sistem Agen Relawan ini, maka mulailah tersebar aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi ini karena dijalankan di masing-masing lokasi (bisa rt, bisa rw, bisa kelurahan bisa kecamatan bisa kabupaten bisa kota)… tuh itu tuh yang kami sebut lokasi. Dulu 2-3 tahun pertama kami tidak mensyaratkan para AR (Agen Relawan) ini untuk mengantarkan inkubator ke rumah ibu bayi namun dengan berjalannya waktu boleh dibilang keluarga bayi ini dari golongan bawah ini (jadi fix dibawah, gak ada menegahnya, alias miskin). Mereka tidak punya kendaraan roda empat dan juga tidak punya teman atau network atau saudara yang punya kendaraan. Saudara dan teman sih punya tapi sama-sama miskinnya jadi gak punya kendaraan roda empat. Gitulah Guyz… Jadi sejak 2017 an kami mensayaratkan agen relawan untuk mengantarkan inkubator ke rumah ibu bayi. Namun itupun bukan persyaratan mutlak, masih bisa kita atur dengan berbagai ide dan upaya. Utamanya karena sekarang ini eksis GRAB, GOCAR dan mungkin ada lagi yang lain diberbagai kota.

SISTEM SPONSOR

Dulu AR itu sifatnya individu atau orang pribadi, tapi sekarang AR itu banyak entitas. Apa saja entitas AR (Agen Relawan) ?

Nah dari individu berkembang, menjadi PASUTRI (pasangan suami isteri), lalu berkembang jadi KELUARGA (bapak ibu anak mantu cucu) semua ikut jadi AR. Ini artinya semua turut bekerja nganterin inkubator. Kalau bapaknya gak ada (lagi keluar kota) maka ibunya atau anaknya yang nganter inkubator. Bahkan ada yang cucunya (karena sudah gede mahasiswa) disuruh kakeknya nganter. Lalu ada lagi entitas AR yang berupa KOMUNITAS disuatu daerah, bahkan kominitas ini sudah sangat maju punya ambulans segala. Bentuk atau entitas lainnya saya sebutkan saja, diantaranya ada Yayasan, Pondok Pesantren, Rumah Sakit, Klinik, Unversitas.

Jadi sistem Sponsor utk Agen Relawan ini bagaimana ? Nah contohnya begini. Ada bapak Burhan asal Tegal, beliau sudah relatif sukses jadi kontraktor di Jakarta. Suatu hari beliau dengar presentasi saya tentang Inkubator Gratis ini dan berminat untuk jadi Agen Relawan agar bayi-bayi di Tegal bisa tertolong. Beliau tanya ke saya, ” Bisa nggak saya jadi Agen Relawan tapi yang ngerjain (yang nganter2in yang ngurusin inkubator)di Tegal bukan saya melainkan saudara saya”.

“Oh gak masalah yang penting kita ada no HP/WA dari saudaranya yang di Tegal itu sehingga komunikasi dengan MARKAS bisa lancar…” Demikian kata saya… Dan tahukah anda bahwa sekarang ini sudah puluhan bayi di Tegal tertolong berkat salah satu agen lokalnya (namanya ada di foto) ibu Mmh.

Berlalu sekian tahun sistem Sponsor ini sekarang telah jalan di banyak kota, misalnya Tegal, Waikabubak RS Karitas (NTT) sponsornya dari Kelapa Gading Jakarta Utara, Pematang Siantar (SUMUT) dan mohon doa anda sebentar lagi Menado (SULUT). Tentu saja kami ingin memperluas jangkauan agar bisa lebih banyak lagi bayi tertolong di seantero Nusantara ini. Jadi bagi anda-anda orang daerah yang punya kemampuan finansial mencukupi bisa menolong bayi-bayi di kampung halamannya. Dan kami semua tergabung dalam komunitas WAGAR (Whatsapp Group Agen Relawan), baik sponsornya di Jakarta maupun agen lokalnya di daerah jadi sekaligus untuk pengawasannya.

Institusi Berjaringan

Agen Relawan Tegal dengan sponsor bos Tegal di Jakarta

Target kami kalau mungkin tahun depan kita bisa mencapai 300 an kota, mungkinkah ? Tentu saja kita harus berdoa pada Allah Maha Kuasa, dan bagi Allah tak ada yang tidak mungkin. Bila anda adalah pengurus institusi yang sudah punya jaringan, atau anda ada kenalan institusi yang demikian itu, mari kita bicara. Karena apabila jaringan itu sudah ada maka kami tinggal bicara dengan PP nya saja (Pengurus Pusat atau induknya) sudah ada contohnya kerjasama kami YABAPI dengan YKMNU sehingga semasa pandemi kemarin malah inkubator bisa tersebar ke 30 kota baik di Jawa maupun diluar Jawa. Untuk diketahui bahwa dari 138 kota itu sebagian besar hampir 80% nya adalah kota-kota di Jawa. Sehingga untuk jaringan ini kami lebih mengutamakan pada institusi yang punya jaringan di luar Jawa.

Persyaratan Agen Relawan bisa dilihat di http://www.inkubator-gratis.org

Ayo ayo…bantu bayi-bayi kita… Selamatkan generasi mendatang bangsa kita.

Raldi A, Koestoer

SULTAN, KING DAN JURAGAN (Crazy Rich)

SULTAN, KING DAN JURAGAN (2)
Oleh Akmal Nasery Basral
Sosiolog, novelis

TULISAN ringan saya tentang crazy rich Indonesia berjudul “Sultan, King dan Juragan” (Minggu, 27/3/22) ternyata mendulang perhatian warganet melebihi perkiraan. Salah satu tanggapan datang dari Profesor Azyumardi Azra, CBE ( Commander of the Order of British Empire), satu-satunya orang Indonesia penerima gelar bangsawan Inggris yang berhak menuliskan ‘Sir’ di depan namanya, bebas keluar masuk Inggris tanpa visa, dan berhak dimakamkan di Britania Raya jika menginginkan.

Beliau berkomentar di dua WAG. “Hebat ini Uda Akmal, narasi yang lancar menggigit. Banyak warga kita mudah percaya pada hal-hal yang too good to be true sehingga mudah jadi korban pump and dump. Bisa dibuat novel baru yang sekaligus disiapkan untuk seri Netflix seperti Inventing Anna. Tks Uda Akmal menghibur dengan kepahitan sebagian anak bangsa yang maunya jalan pintas menerabas.”

Kalangan media massa pun merespon positif. Ilham Bintang, pendiri Ceknricek dan Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia, meminta izin agar tulisan itu bisa ditampilkan di medianya. Permintaan datang juga dari Republika, Alinea, Jernih, Rakyat Merdeka (RMOL), dan Forum News Network (FNN). Saya tentu saja tak keberatan karena dengan ditampilkannya artikel “Sultan, King, dan Juragan” di kanal masing-masing akan membuat pesan semakin luas tersebar untuk meminimalisasi jatuhnya korban online trading opsi biner ( binary option) lain yang masih beroperasi.

Maka untuk menghormati media-media di atas—karena awalnya saya menulis hanya untuk pembaca WAG–seluruh tautan media yang memuat “Sultan, King, dan Juragan” saya tampilkan di akhir tulisan ini agar bisa diakses bagi yang belum sempat membaca. Saya sarankan agar tautan itu dibaca lebih dulu. Namun bagi yang sudah membaca tulisan kemarin bisa langsung melanjutkan.

Drama “Crazy Rich Indonesia” yang intens selama dua tahun belakangan akhirnya memasuki endgame dengan diringkusnya “Sultan Medan” dan “Raja Bandung”. Keduanya mengakui mendulang cuan dari trading siluman sebagai bungkus judi online. Kentalnya aroma judi terlihat dari penggiringan anggota untuk melakukan transaksi pada satu menit yang dramatis. Ini periode pump and dump karena harga dipompa setinggi mungkin pada awal open posisi sebelum dibuat ambrol dalam beberapa kedipan mata yang menjengkelkan.

Selain itu terjadi pula manipulasi market melalui laporan profit palsu, sistem sering hang atau ‘mendadak’ error ketika diakses anggota, dana investasi yang lenyap meski anggota tidak mengikuti trading, tampilan layar yang bisa berbeda dalam menampilkan aktivitas trading, dan lain-lain anomali. Awalnya anggota mengira hal-hal itu terjadi karena mereka belum piawai meski mereka mengalaminya dalam kegiatan ‘trabar’ ( trading bareng) dengan bimbingan mentor dan berlangsung dua kali dalam sepekan. Biasanya, para anggota disarankan untuk mendongkrak investasi sampai minimal Rp 50 juta supaya ada pada ‘tahap aman’.

Begitu hebatnya sugesti yang diinjeksi ke benak anggota–terutama anggota baru yang memulai dengan modal kecil–mereka akhirnya setuju menambah investasi karena takut kehilangan peluang emas atau FOMO ( Fear of Missing Out) atau agar terhindar dari FUD ( Fear, Uncertainty and Doubt) yang bisa menyebabkan rugi. Dari tahap inilah biasanya anggota melakukan tindakan nekad berikutnya: bongkar tabungan, pinjam dana pihak ketiga, jual rumah, kendaraan dan aset lain yang mereka miliki tanpa pikir panjang, semata agar punya tambahan modal untuk lanjutkan investasi akibat sudah dikuasai mimpi bakal memetik profit besar di ujung jari. Just one click away.

Ketika mereka tetap tak kunjung menang bahkan semakin dalam terjeblos sumur kerugian, modal puluhan-ratusan juta, bahkan miliaran rupiah akhirnya raib. Ludes. Akibatnya tragis. “Ada yang bunuh diri, bercerai dengan istri, depresi berat sehingga dirawat di RSJ, atau terlunta-lunta tak punya tempat tinggal karena rumah sudah dijual,” ungkap seorang koordinator korban binary option dari satu grup Telegram dengan tiga ribu anggota kepada artis dan YouTuber Uya Kuya (lihat: “Jadi Affiliator, Artis Besar Ini Akan Ditangkap?”, Uya Kuya TV).

Mengapa para korban senaif kerbau dicucuk hidung? Tak lain karena mereka sudah terhipnotis kekuatan flexing berjilid-jilid yang dilakukan para ‘sultan’ sehingga terkondisi teler nalar hingga pengar. Seperti saya ulas sebelumnya, flexing adalah teknik persuasi terselubung ( covert persuation technique) yang powerful. Ini bentuk gendam medsos yang lebih canggih dari cara kerja dukun jadul bermodal air tujuh sumur dan kembang tujuh rupa. Gendam medsos jauh lebih mengerikan karena dibungkus tampilan bling-bling dan super mencling.

Dampaknya luar biasa sadis. Melalui konten flexing, jutaan follower tersihir kehebatan finansial para ‘sultan’ yang duduk tersenyum di tumpukan uang seratus dolar, menghadiahkan arloji miliaran rupiah bagi pacar, membeli mobil sport mewah yang ‘murah banget’ tak perlu ditawar, bagi-bagi uang kepada kerumunan di jalan dan di pasar, atau posting konten dengan narasi hambar. “Baru dapat untung Rp 15 juta. Lima bulan UMR hanya dalam 10 menit. Wkwkwk.” Sama sekali tidak lucu malah menyindir sangar.

Mereka praktikkan esensi prinsip ke-34 dari 48 Hukum Kekuasaan ( The 48 Laws of Power), “Tampilkan diri bak raja jika ingin diperlakukan demikian ( Act like a king to be treated like one)” dengan sangat meyakinkan sehingga terkesan mukjizat finansial betul-betul terjadi pada diri mantan buruh dan pengamen yang kini melejit di orbit ‘crazy rich’.

‘Sultan Medan’ dan ‘Raja Bandung’ bahkan tak sungkan menjalankan prinsip lain dari Laws of Power, salah satunya hukum ke-8 yang kontroversial, yaitu “Buatlah orang lain mendatangi Anda, gunakan umpan jika perlu ( Make other people come to you, use bait if necessary)”. Caranya? Eksploitasi sisi rapuh emosional publik dengan kalimat toksik seperti, “Gue nggak mau kaya sendirian. Enaknya barengan biar asik.” Nah, siapa yang nggak meleleh hatinya mendengar perhatian ‘sultan’ yang sangat empatetik?

Tak jarang mereka pun gunakan kalimat ala pedakwah, “Gue sangat percaya adanya The Power of Sedekah. Semakin kita memberi, rezeki semakin datang.” (Ucapan ‘Sultan Medan’ di kanal YouTube Prestige Productions, “Behind the Wheels: S1E16”).

S-E-D-E-K-A-H. Ini modus operandi berikutnya yang dipertontonkan secara telanjang di berbagai konten flexing. Berbeda dengan sedekah mereka yang paham ajaran agama dengan cara ‘ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu’, sedekah para ‘sultan, king, dan juragan’ justru dikelilingi kamera multi-angle yang merekam wajah-wajah bahagia kaum duafa untuk diolah sebagai … konten!

Makna sedekah juga ditafsirkan semau-mau keinginan. Misalnya pernyataan kontroversial ‘Sultan Medan’ berikut ini. “Kalau karena saya sombong Tuhan menghukum saya dengan membuat miskin, gampang kok. Saya tinggal sedekah, banyak bantu orang, sehingga saya jadi kaya lagi. Kalau saya sombong lagi dan Tuhan kembali menghukum dengan bikin miskin, saya banyak sedekah lagi sampai saya kaya lagi. Akhirnya Tuhan bingung bagaimana caranya bikin saya miskin,” katanya terkekeh-kekeh.

Di dalam dunia kripto ada istilah koin micin ( shitcoin) untuk menyebut koin bernilai sangat rendah yang tidak sebanding dengan nilai Bitcoin atau dengan altcoin, mata uang alternatif selain Bitcoin. Meminjam perbandingan itu, maka kalimat “Tuhan bingung bagaimana caranya bikin saya miskin” membuktikan ‘Sultan Medan’ adalah seorang pemuda mentah dengan pikiran micin ( shitmind).

Namun tak butuh waktu lama bagi Tuhan—melalui doa para korban trading yang diperas sampai ampas—untuk menggelincirkan ‘Sultan Medan’ ke balik sel yang panas. Sedang terhadap Qarun–Korah dalam Alkitab, manusia terkaya di dunia pada masa hidupnya yang sezaman dengan Musa—saja Tuhan tak pernah bingung menjatuhkan hukuman, apalagi terhadap seorang pembual muda yang linglung.

28.03.22
@akmalbasral

PS:
Untuk membaca artikel pertama “Sultan, King dan Juragan” (Minggu, 27.03.22) bisa melalui laman-laman berikut ini:

  1. Ceknricek
    https://ceknricek.com/mobile/sultan-king-dan-juragan-1/30657
  2. Republika
    https://algebra.republika.co.id/posts/87953/sulta-king-juragan-hingga-crazy-rich-ada-yang-salah-dalam-masyarakat-indonesia-hari-ini-
  3. Rakyat Merdeka (RMOL)
    https://rmollampung.id/sultan-king-dan-juragan
  4. Alinea
    https://www.alinea.id/kolom/sultan-king-dan-juragan-b2fgN9CoX
  5. Jernih
    https://jernih.co/solilokui/sultan-king-dan-juragan/
  6. Forum News Network (FNN)
    http://fnn.co.id/post/sultan-king-dan-juragan