Ketidak-adilan KK Freeport


Srt Marwan to obama

Pada 11/10/2010 8:27 AM, Marwan Batubara menulis:

*SURAT UNTUK OBAMA *
*oleh: Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies (IRESS)

Kegiatan Freeport Indonesia (FI) menambang mineral di Timika, Tanah
Papualebih dari 40 tahun telah menjadikan perusahaan induk FI
(Freeport McMoRan Inc.) di Amerika menjadi salah satu perusahaan
tambang emas terbesar di dunia. Namun keberhasilan FI ini bertolak
belakang dengan perolehan bangsa Indonesia. Populasi pendudukmiskin
Papua masih tinggi, dan lingkungan sekitar pertambanganrusak berat.
Penerimaan negara RI dari tahun ke tahun pun minim, hanya sekitar
1/3 dibanding keuntungan yang diperoleh FI.

Sebagian besar penduduk asli Timika berada di bawah garis kemiskinan.
Wilayah ini bahkan menjadi tempat berkembangnya penyakit mematikan
seperti HIV/AIDS.Sejak ditandatanganinya Kontrak KaryaI (KK I) pada
tahun 1967, alur hidup suku Amungme, Kamoro, Dani, Nduga, Damal,
Moni, dan Mee (Ekari) berlangsung surut.FIpun masih menyisakan persoalan
pelanggaran HAM olehaparat keamanansejak dulu, hingga saat ini.
Ratusan orang telah mengalami pelanggaran HAM berat bahkan meninggal dunia
tanpa proses hukum. Tidak ada satu pun pelanggaran HAM yang
ditindaklanjuti, dan bahkan terkesan diabaikan.

FI telah merusak tak hanya pegunungan Ertsberg dan Grasberg,merubah
gunung menjadi lembah dalam,tetapi sudah merubah bentang alam
seluas 166 km^2 didaerah aliran sungai Ajkwa, mencemari perairan sungai
dan laut serta menghilangkan sejumlah mahluk (/species/) hidup. Kerusakan
lingkungan sebagai bentuk destruktif aktivitas penambangan FIadalah
faktor pokok peluluhlantakan masa depan ketujuhsuku Timika.

Di sisi lain,FI terus mereguk keuntungan*BESAR*. Selama 10 tahun
terakhir, FI berkembang denganpertambahan aset rata-rata 41,3%per
tahun dan kenaikan produksi rata-rata 30%per tahun.Total
keuntungan(kotor) FI tahun 2004-2008 adalah US$ 10,762miliar
sedangkan total penerimaan negara (berupa pajak dan royalti)hanya US$ 4,411
miliar.Pada tahun 2009, FImemperoleh keuntungan sebesar US$ 4,074
miliar, sedangkan pemerintah hanya memperolehpendapatan US$ 1,7
miliar.

*Ganti Rugi Kerusakan Lingkungan *

Karena parahnya kerusakan lingkungan, pemerintah RI (2001-2002)
melalui Menko Perekonomian Rizal Ramli, mengajukan permintaan ganti
rugi kepada FI. Pemerintah meminta kompensasi sebesar US$ 5 miliar.
Sedang FI hanya bersedia membayar US$ 3 miliar. Karena perbedaan
ini, FI meminta penundaan waktu eksekusi ganti rugi sampai memperoleh
persetujuan induknya, Freeport McMoRan, di Phoenix, Arizona, AS.
Sangat disayangkan, sebelum kesepakatan tercapai, pemerintahan
Presiden Gus Dur terlanjur dimakzulkan dan digantikan oleh Presiden
Megawati. Setelah itu, hingga saat ini, tidak diketahui apakah
pembayaran telah terlaksana. *Kami yakin sampai sekarang Freeport
belum membayar kerugian negara tersebut*
. Oleh sebab itu, melalui
surat terbuka ini kita meminta SBY, melalui Obama, segera menuntut
pelunasan ganti rugi. Kami menuntut Obama untuk memerintahkan
Freeport segera membayar ganti rugi.

*Peran Negara ke Depan *
KK Generasi V yang berlaku saat ini diperoleh FI pada tahun 1991
melalui negosiasi tertutup dan didasarkan pada UU Pertambangan
11/1967 yang telah usang. Saat ini Indonesia telah mempunyai UU Minerba
(No.4/2009) yang baru. Dengan deretan kerugian yang diuraikan di
atas, wajar jika berbagai perbaikan dilakukan atas KK FI. Sangat naif
jika bangsa Indonesia diminta tetap tunduk kepada kesepakatan yang tidak
adil dan melecehkan harga diri bangsa, dengan alasan kesucian
kontrak, bahwa perjanjian harus dihormati.
Semula (1992) saham FI masing-masing dimiliki oleh Freeport-McMoRan
Copper & Gold Inc. (FCX, sebesar 81.28%), PT Indocopper Investama
(9,36%) dan Pemerintah Indonesia (9.36%). PT Indocopper Investama
sendiri telah beberapa kali berganti pemilik baik oleh Grup Bakrie
maupun Bob Hasan. Pemilik terakhir Indocopper Investama adalah FCX,
sehingga saat ini PTFI dikuasai oleh Freeport/FCX (90,34%) dan
pemerintah RI (9,36%). Dengan hanya 9,36% saham, ternyata satu
orang komisaris pun tak mampu ditempatkan oleh pemerintah di FI, apalagi
seorang direktur!

Pada bulan Mei 2008 (www.fcx.com ), FCX menandatangani MOU dengan Pemda Papua untuk mengkaji kemungkinan pembelian 9,36% saham Indocopper Investama oleh Pemda Papua dari FCX, pada harga pasar. Hingga saat ini rencana pembelian tersebut tidak kunjung terwujud. Tampaknya modus penjualan ini sama seperti kasus pemilikan saham FI tahun 1990-an, atau saham Blok Cepu oleh
Pertamina (45%) dan konsorsium 4 pemda (10%) tahun 2006. Kedua pemegang saham
“pihak Inodnesia” tersebut dengan sengaja dipecah (/devide et
impera/) oleh FI (dan Exxon untuk Cepu), sehingga tidak memenuhi syarat
menempatkan wakil untuk ikut mengelola perusahaan.
Dengan telah ditetapkannya UU No.4 Tahun 2009 tentang Minerba, maka
negara RI harus

*memperbaiki kontrak karya (KK), meningkatkan
royalti, meningkatkan pemilikan saham dan menempatkan sejumlah personil di
jajaran manjemen FI.
* Pihak Indonesia harus berperan aktif
mengelola tambang Freeport, dibanding hanya sebagai penonton seperti selama
ini.

Kita meminta Obama untuk memerintahkan Freeport memenuhi keinginan
rakyat Indonesia ini.
Diakui bahwa harga saham FI saat ini sangat tinggi. Namun sebagai
pemilik sumberdaya dan telah dizolimi puluhan tahun, maka wajar
jika pihak Indonesia mendapatkan potongan harga. Disamping itu, ganti
rugi kerusakan lingkungan, minimal sebesar US$ 5 miliar (belum termasuk
bunga sejak tahun 2001), harus dikonversi menjadi saham milik
rakyat Indonesia. Dengan demikian, mimpi untuk ikut menikmati hasil
tambang milik sendiri secara optimal, termasuk menyejahterakan rakyat
Papua, dapat terwujud.

Kami yakin, rakyat Indonesia, termasuk seluruh /civitas academica/
Universitas Indonesia menginginkan dan menuntut kedaulatan dan
penguasaan Indonesia atas tambang mineral Freeport di Timika.
Sebaliknya, demi keadilan dan kemanusiaan, serta untuk
menghilangkan persepsi buruk sebagian rakyat Indonesia terhadap Amerika yang
dianggap penjajah, kami meminta Obama berani mengkoreksi
FI/Freeport.

Obama perlu membuktikan /American values /yang sering dikampanyekan.
Kami tidak membutuhkan retorika,tetapi tindakan nyata demi keadilan
dan kemanusiaan.[]

Jakarta, 10 November 2010

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s