Mutiara yg tersembunyi


FW: Haji

Posted by: “Siti Latifah” slatifah@sucofindo.co.id

Mon Sep 28, 2009 4:59 pm (SGT)

—–Original Message—–
From: Antie
Sent: Monday, September 28, 2009 3:00 PM
> Subject: Kebenaran yang Teruji
> Ini adalah kisah nyata dari Faradhita dan sahabatnya seorang pengusaha
hiburan, pendukung dan donatur abadi Rumah Yatim Indonesia seorang Helmy
Yahya…
> Saat itu bulan ramadhan . Aku berada di Palembang bersama mitraku,
Helmy yahya. Kami sedang melakukan perjalanan untuk bertemu dengan
maestro pujaanku, untuk sebuah pekerjaan idealis. Kami akan bertemu dengan
pengarang lagu anak legendaris , AT Mahmud.
> Terdengar bunyi telpon yang langsung diangkat helmy dengan speaker
mode..”boz, kita belum dapat talent buat acara naik haji gratis..”suara
di seberang telpon terdengar galau. “Kok bisa?, “helmy berkata dengan
nada tinggi, “sudah 3 hari shooting kok bisa gak nemu?”. Setelah itu
helmy diam mendengarkan argumen dari teamnya yang panjang. Wajahnya
memerah. Bibirnya merapat dan jari tangannya didekatkan dan di gigit.
Itu kebiasaanya kalau panik.
> “Untung lagi di palembang, saya gak tau kalau ada anak triwarsana
disini. Kita ke tempat shooting dulu”, demikian sebuah kata terucap dari
mulutnya dan setelah itu diam. Setiba di lokasi, sebuah rumah yang disewa sebagai
tempat tersembunyi dari hidden kamera yang sedang menguji kelayakan
seorang talent untuk berangkat di hajikan gratis sesuai thema acara tersebut.
> Helmy memiliki standard yang ketat. Seseorang tersebut bukan “layak”
bukan karena rekomendasi dari orang lain saja tapi dia harus lulus test.
Ini memang memakan biaya, memang memakan waktu. Tapi inilah kesempurnaan
yang menjadi cirinya.
> “Mana data shooting talent hidden kamera”, kemarin kemarin katanya
lagi. Dalam sekejap kami menyaksikan video rekaman para talent tersebut
di test berbagai cara. Dengan hidden kamera kita memperhatikan. Ustad ini, bapak
anu, ujung2nya tidak ada yang layak. Lalu..saya disuruh menilai.
“Faradhita.. kamu lihat tuh yang ditest pas sebelum jumatan..dua
ustad..,”helmy keluar dengan muka merah. Aku menurut perintahnya dan
menyaksikan.
> Biasa kami menggunakan penguji si rini, specialis penguji. Cantik,
dewasa, anggun. Lengkap dengan jilbab dan kerendahan hatinya. Dia
melakukan aksi ujiannya. Di depan ustad yang dimaksud dia datang jam 11.30, lalu
berkata,” saya ada masalah dengan perkawinan, suami saya..” dan
seterusnya dia bercerita sangat meyakinkan.
> Sang ustad talent mulai berdalih, mulai mewejang, dan menyaksikan
adegan tersebut… aku sebagai wanita tahu sekali mimik wajah dan gerak
mata seseorang yang ber”minat”. Darahku naik..”kok begini sih?”..ini orang
yang terpandang didaerahnya yang direkomendasi banyak orang. Menggeser
duduknya dekat-dekat si rini. Hidden kamera menangkap seluruh adegan dengan
jelas.
Dan yang mengherankan. ..dia abaikan sholat jumat. Huh..hilang sudah rasa
di hati, dasar buaya”, aku berkata dalam hati.
> Di video satunya. Setali tiga uang sama saja, malah pake pegang-pegang
pundak si rini. Setiap berapa kalimat menyentuh apalah bagian tubuh si
rini, tangan, seperti menepis kotoran dari jilbab, yang rasanya gak ada
apa-apanya. Darah emosiku memuncak. “Gile nih..sama aja..dasar bandot
semua”.,Aku mendadak sangat marah. Aku wanita, tahu banget niat
laki-laki macam itu,emosi banget.
> Aku keluar ruang. Helmy nafasnya turun naik dengan cepat. “Gila
nih..besok harus naik tayang jam 4 sore belum ada talent. Dimana rini?”.
> “Lagi ada talent, deket sini pak,” seorang staf triwarsana menjawab.
> “Nih, lagi kita test. Live tuh di ruang belakang”. bergegas kami
melihat. Seluruh krew berharap harap cemas. Muka semuanya tegang. “Jauh
ga k dari sini”, tanyaku. “Engak mbak, paling 500 meter”, Jawab manajer helmy,
ibrahim. “Siapa dia”,tanyaku lagi..”dia guru bahasa indonesia, kalo sore
ngajar ngaji”. “Oh..”,jawabku singkat.
> Dalam monitor.Terlihat seorang bapak sedang duduk, kelelahan. Habis
mengajar ngaji dia. Di masjid. Masuk si rini. Dengan gaya nya yang
meyakinkan dia berkata,” pak, saya ada anak angkat usianya 8 tahun kelas
2 SD. Saya sudah tidak kuat merawatnya”. Dipotongnya kalimat ditambah
emosinya..”nakal banget pak. Saya mau buang, saya mau kasih bapak saja.”
Si rini menyelesaikan kalimatnya dengan muka memerah. Dan membetulkan
jilbabnya. Sehingga seluruh lekuk tuhnya sengaja terbentuk kesan seksi.
> Sang bapak membuang muka, kemudian menunduk sambil menjawab, “aku
terima “..”maksud bapak?”, Kata rini lagi.
> “Ya , sini anak itu, aku rawat dia, ini pasti kehendak Allah. Aku
ikhlas”, Dia menjawab sambil tetap menundukkan wajahnya.
> Muka rini yang terlihat gugup, “boleh saya beri anak itu hari ini?
Rumah kami jauh di tujuh ulu”, rini menambahkan bobot ceritanya.
> Sang bapak memiringkan pantatnya, di rogoh sakunya, ada uang
ribuanberlembar- lembar..kira- kira 15 lembah dia berkata,” uangku hanya
segini”.diberikan ke rini semua..”kamu ambil angkot bawa anak itu
kemari..”,tuturnya dengan santun.
> Setiap adegan itu kami saksikan dengan tegang, bahkan penduduk sekitar
mulai menggerombol ditempat kami. Sesak udara ruangan monitor. “Ayo kita
kesana, full kamera”, kata helmy memecah ketegangan.
> Bergegas kami berangkat. Penduduk sekitar mengikuti gerak krew
sebanyak 15 orang 3 kamera, 2 sound boom. Sangat menarik perhatian warga
kampung
sekitar. Setiba kami di lokasi masjid. Kamera langsung keluar dari
segala penjuru. Sang bapak terkejut. Wajahnya bingung. Kemudian helmy
yahya muncul dengan mengatakan,” alhamdulillah bapak dapat hadiah naik haji gratis!”
> Sang bapak terkejut bukan main..wajahnya tergetar..giginya
bergemerutuk. .tak bisa berkata-kata. Bersujud disajadah berkali-kali.
Dan selang beberapa menit hadir penduk sekita kira-kira 5000an warga
kampung sekitar tersebut tanpa komando mengumandangkan, “Labaik
allauhumma labaik..” 5000 orang lebih meneriakkan kata-kata tersebut
berulang..bergetar kami semua.
> Airmataku turun tanpa sebab..aku bertanya pada seorang ibu berdiri
sambil menangis..”siapa dia bu? “,Tanyaku.
> .”oh dia pak Rahmat. Dia guru bahasa indoneia di SD sini. Setiap bulan
dia memberikan setengah dari gajihnya untuk membayar anak-anak dengan
permen dengan apapun supaya mereka mau mengaji”, jawab sang ibu sambil
menggendok anaknya yang sudah agak besar.
> “Setengah? “,Aku terperanjat
> “Iya mbak”, lanjut ibu tadi, “Dan itu dia sudah lakukan 25 tahun
kira-kira, saya adalah muridnya pertama-tama, karena sangat miskin kami
tak sanggup belajar tapi dia membimbing kami. Sekarangpun anak ku
belajar ngaji sama pak rahmat. Dan masih diberi bonus hadiah supaya
rajin mengaji”.
> Aku tersentak. Aku menyaksikan seorang bapak, yang lagi dipakaikan
kain ihrom. Di kumandangkan talbiah, labaik Allamulabaik oleh separuh
warga kampung yang mencintainya. .di arak beramai-ramai dari masjid kerumahnya.
> Tempat kediamannya berjarak 200 meter dari masjid. Untuk dipamitkan
dan mohon izin ke sang istri. Setiba dirumah yang masih beralas
tanah..sepasang suami istri renta berpelukan.. aku masih mendengar sang bapak berkata,”
Allah mengabulkan doa kita bu..aku berhaji..aku yang miskin ini
berhaji…suaranya lirih..mohon izin ya …”
> Tersungkur di tanah aku sambil mendengar kata-katanya. .”Terima kasih
Allah..terima kasih..masih ada orang seperti pak Rahmat engkau sisakan
untuk kami….” tak henti-henti aku bersyukur.

> Catatan : sekarang pak Ustad Rahmat mengelola RYI di Kupang NTT , Jl
Tablolong KM 11 kel. Batake, kupang barat

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s