Bayi disandera oleh RS

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Tanggal 
Waktu 
Pesan 
Send by 
14/05/2014
15:16:25
iya terus aja ngotot ambil bayinya…mau apalagi. nambah hari nambah ongkos… (Tinkuba-UI)
admin
14/05/2014
15:13:54
aqu ga pnya sdra tentara prof pihak RS kan aqu juga ga tau prof qta pksakaan nanti mrka tetap tidak ijinkan plang aqu hrus bgaimana lagi.
14/05/2014
15:06:57
ktp aja tinggalin…paksain aja, ngotot aja, bilang nanti sy panggil wartawan …berani gertak, kalo punya sdr tentara ajak. (Tinkuba-UI)
admin
14/05/2014
14:57:11
Yang bisa jadi jaminan bpkb atau apapun tidak ada prof
14/05/2014
14:31:16
paksa pulang aja, tinggalin bpkb atau apa yg bisa jadi jaminan, bilang utang dulu aja, nanti bayar nyicil. bilang tak sanggup bayar skr. (Tinkuba-UI)
admin
14/05/2014
14:09:33
u bawa plang anak aqu apa yg hrus aqu lakukan ya prof hutang pnjam kesna ksni sdah aqu lakukan tapi blum juga mnutupi biaya RS yg bsar.
14/05/2014
14:09:32
slmat siank prof aqu suci yang kemarin ambil inkubator aqu bingung prof anak aqu sudah mau aqu bawa plang tapi kendala biaya RS yg besar yg sulit untk aq
12/05/2014
19:33:35
Lokasi ambil Inkubator Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 (Sdr Syarif); Mhn utk tidak memberi apapun pd petugas. Jam 9-16 (Tinkuba-UI)
admin
12/05/2014
16:18:14
Besok saya bertemu dgan bpak saja kan
12/05/2014
16:17:24
Ok pak besok saya datang trima ksih sblumnya
12/05/2014
16:16:17
ya silakan datang… (Tinkuba-UI)
admin
12/05/2014
15:43:29
Slmat sore pak saya suci besokk saya mau ambil incubator yang kemarin bpak blang masih bisa kan pak karna saya butuh sekali
10/05/2014
22:15:42
Baik pak selasa saya kesna u/ ambil di sna saya bertemu dgan bpak syarif saja ya terima kasih sebelumnya
10/05/2014
22:08:14
Ini memang layanan peminjaman gratis utk gol menengah kebawah, guna menolong bayi prematur. Datang saja ambil hari selasa ant jam 9-16. (Tinkuba-UI)
admin
10/05/2014
21:28:21
9-16 mksudnya apa ya pak hnya data saja pak tak ada syrat yang lainnya lagi kan pak
10/05/2014
21:24:57
Dtg Selasa 9-16 Lokasi ambil Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Tek Mesin, Lt 1 (Sdr Syarif); Mhn tidak memberi apapun pd petugas. (Tinkuba-UI)
admin
10/05/2014
21:07:26
Rabu pulang ada syarat lain pak yang harus qta bawa
10/05/2014
21:05:08
1)kpn pulang 2)Bs ambil di UI Depok ? (Tinkuba-UI)
admin
10/05/2014
20:53:12
No 1 Nma bayi AURA PUTRI MYLANI No 2 tgl lahir 02 05 2014 No 3 brat lahir 1.1 No 4 nama ibu SUCI 081291219121 No 5 nama ayah SUKISMAN 081322877771 NO 7 a
10/05/2014
20:53:12
lamat jl tanah tinggi desa setia asih kec taruma jaya kab bekasi No 8 rmh sakit TAMAN HARAPAN BARU

 

  • Y Bayi Prematur dan Neonatal (16Mei14 ) Msih 10 jta lbih prof karna stiap hri brtambah sdangkan anak qu blm bsa plang aqu bru byar blm ada 50 % prof karna sdah ga tau lagi mau pnjem kmana prof…(mkn hari ongkos mkn nambah, ini pemerasan oleh RS pada ortu bayi yg tdk mampu, negara apa sih ni ?).
  • Y Bayi Prematur dan Neonatal Dari ibu suci (081291219121) yg anaknya msh di sandera di RS TAMAN HARAPAN BARU
    Mlam prof tadi aq sdah tlv pak ridwan sdah crita smuanya aq juga tadi da cicil biaya lagi krna suami dpat pnjaman ya tdak bnyk tpi RS ttep mnta cicil trus dan mnta byar lbih aq sdah mnjelaskan biaya tdak da lagi tpi RS ttap pksa hrus byar lagi. 13 jta lbih brp tadi aq lupa prof bru hri ini blum sma besok prof RS sdah aq jlaskan ttep hrus biaya msuk truss tdak prnah mrsakan apa yg qta rasakan
    (yg mau nolong, lsg direct call aja ke ibu suci)…
    Y Bayi Prematur dan Neonatal bayi sd keluar dari RS, skr beratnya mulai naik…
Iklan

Lahir 1050 Gr Skr Montok Lucu

Pada Selasa, 11 Februari 2014 21:46, Jety Jety <jety_0108@yahoo.co.id> menulis:
Dear Pak Raldi,
 
Maaf saya baru sempat email Bapak.
Terima kasih banyak atas perhatian Bapak dan Tim Incubator UI selama ini yang terus memantau perkembangan baby Samuel.
 
Puji Tuhan, kondisi baby sekarang ini dalam keadaan sehat walafiat. Montok, lucu dan menggemaskan. Secara perhitungan kedokteran usia baby sudah memasuki 2,5 bulan dan berat badan baby sekarang ini sudah 4900 gram.
 
Data baby waktu lahir:
Nama Samuel Andrea Benedict, laki-laki, lahir tgl 21 Sep 2013, prematur pada usia kandungan 28 minggu, berat lahir 1050 gram. Waktu lahir sempat dirawat di NICU rumah sakit selama 2 bulan. Kondisi baby waktu itu mengalami sesak napas dan harus diberikan oksigen. Dokter baru mengijinkan pulang saat kondisi berat bayi sudah mencapai 2080 gram dan panjang 45 cm.
 
Hasil pemeriksaan dokter saat itu, baby sesak napas karena ada kelainan pada klep jantung (salah satu klep kendor 3 cm) dan mengalami tetralogy ofrallot. Menurut dokter, saat baby usia 1 thn harus dilakukan operasi (2x operasi) untuk perbaikan klep dan pompa jantungnya.
 
Kami hanya bisa pasrah dan terus berdoa kepada Tuhan. Agar baby terus sehat dan jantungnya bisa normal kembali tanpa perlu dioperasi. Mohon dukungan doanya.
 
Bersama ini saya kirimkan foto baby waktu lahir dan sekarang.
 
Sekian dari saya, maju terus untuk Bapak dan Tim Incubator UI. Dengan dukungan Bapak dan Tim, saya percaya akan lebih banyak baby2 yang tertolong.
Kiranya Tuhan yang membalas segala kebaikan Bapak. GBU.
 
Salam,
Jety
Bayi prematur Samuel berat 1050 gr waktu baru lahir,foto  usia 3 mg
Usia 2,5 bulan, montok dan lucu...
Usia 2,5 bulan (=4,5 bulan normal), montok dan lucu…
Bayi prematur Samuel berat 1050 gr waktu baru lahir,foto usia 3 mg

Partisipasi Menolong Bayi Prematur

Seperti diketahui Tim Inkubator UI bekerjasama dengan Yabapi (yayasan Bayi Prematur Indonesia) telah menjalankan program spesial, sejak Januari 2012 (berarti sudah dua tahun lebih), yaitu:

PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR UNTUK MENOLONG BAYI PREMATUR

Sudah lebih dari seratusan bayi tertolong oleh kegiatan pengabdian masyarakat di Dep Teknik Mesin FTUI ini. (Update 2016, sudah 1500 bayi tertolong di 40 kota dan kab kota). Lihat di beberapa tulisan kami di blog ini juga, misalnya:

– https://koestoer.wordpress.com/2013/03/11/bayi-kembar-sudah-sehat/

– https://koestoer.wordpress.com/bayi-prematur/inkubator-bayi-gratis/

Sampai dengan Januari 2014 ini  kami memiliki 14 inkubator yang terdiri dari 3 inkubator besar (versi lama) dan 11 inkubator kecil (versi baru untuk rumahan yang kami sebut Inkubator Grashof). Dua unit kami hibahkan ke Pemalang, satu unit ke Semarang dan satu unit ke Magelang. Sehingga di Pusat Jabodetabek ini ada 10 unit yang di akhir Januari habis dipinjam semua. Dengan demikian pastilah kami harus memperbanyak lagi jumlah armada inkubator kami. Baik di pusat maupun di agen yang kami sebutkan diatas tersedia juga unit fototerapi untuk menolong bayi kuning. Alat ini juga dipinjamkan dengan gratis demi menolong bayi kuning di rumah.

Namun ternyata permintaan bantuan peminjaman inkubator  masih tetap banyak dari masyarakat. Persoalan utamanya adalah masyarakat gol menengah bawah tidak mampu membayar biaya Rumah Sakit karena perharinya harus bayar Rp 500 rb s/d 5 juta rupiah. Banyak pula yg kesulitan karena utk masuk RS mereka hrs bayar DP dulu sekian juta. Mereka ini perlu kita tolong dengan meminjamkan inkubator utk menghangatkan bayi yg kedinginan krn lahir sebelum waktunya. Bayi prematur ini mengalami hipotermia (kedinginan). Bayi prematur menggigil kedinginan terutama dimusim penghujan seperti ini Des-Maret. Bayi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah).

Karena itu kami membuka kesempatan kegiatan ini menjadi LADANG AMAL bagi bapak dan ibu atau siapa saja, yang mau berpartisipasi membantu dengan:

berinfak

Sedekah

Wakaf

Donasi

Menyumbang untuk kegiatan menolong bayi prematur dengan inkubator gratis.

Disain inkubator kami spesial untuk ditempatkan di rumah dan berdaya listrik sangat hemat antara 20 Watt s/d 50 Watt saja. Jadi bisa jalan di rumah kecil yg daya listriknya hanya 450 W tanpa masalah. Untuk diketahui inkubator di Rumah Sakit daya listriknya besar antara 300-500 Watt. Portable lihat ukurannya di https://koestoer.wordpress.com/2014/01/30/armada-inkubator-300114/

Biaya pembuatan satu inkubator adalah Rp 2,5 juta (dua juta limaratus ribu rupiah) (update 2016 Rp 3,5 jt).

Kami menerima partisipasi anda dalam bentuk sumbangan berapa saja serelanya NON-TUNAI, boleh seperempat inkubator, boleh setengah inkubator, boleh SATU, boleh DUA atau berapa saja seikhlasnya.

Silakan kirim melalui :

Rekening tab bank  CIMB-NIAGA a.n. Raldi Artono Koestoer

Nomor  703033790700

Kontak SMS dan info : HP 0856 5931 2070  ; Email : koestoer@eng.ui.ac.id

Mengingat banyaknya permintaan dari luar kota, kami berencana untuk membuka kegiatan yang sama di beberapa kota lain (sudah di 3 kota diatas) bahkan untuk 34 provinsi seluruh Indonesia, targetnya tahun ini mungkin satu di Jabar,  satu di Jatim dan satu di Kalimantan Barat. Per Januari 2014 ini kami sudah berhasil membuka AGEN PEMINJAMAN DI PEMALANG, SEMARANG dan MAGELANG.

Mohon doa dari bapak dan ibu, agar kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa berkembang dan utamanya utk mengurangi  angka kematian bayi di negara kita dengan menolong dan menyelamatkan bayi prematur. Menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan semuanya.

– SAVE OUR BABIES –

-0-

Update 2017 bisa dilihat di berita BBC-NEWS dengan link berikut:

Metode Kangguru untuk bayi baru lahir

Bayi baru lahir seringkali merasa kedinginan di udara terbuka karena belum cukup energinya untuk melawan perubahan suhu lingkungan yang tadinya 37 dgC didalam kandungan ibu menjadi 29-30 dgC di ruangan biasa (apalagi di ruang perinatologi 25-26 dgC atau ruang NICU 22-24 dgC). Sehingga bayi perlu dibantu dengan cara menghangatkan mereka, dan cara yang paling ampuh adalah dengan digendong didada ibunya. Bayi dengan demikian mendapatkan transfer kalor dari tubuh ibunya dan kemudian bayi merasa nyaman karena bisa mendengar dan merasakan detak jantung ibu, inilah yg disebut Metode Kangguru. Bayi yang berada di RS seringkali terpisah dari ibunya dengan demikian bayi sulit mendapatkan ASI yang secara natural merupakan asupan yang terbaik untuk bayi. Sedangkan bayi yang berada dekat atau apalagi selalu dipeluk oleh ibu, akan merasa nyaman, hangat, terlindungi dan tidak stress. Kondisi yg demikian itu amat diperlukan oleh bayi kurang bulan atau bayi prematur. Ruang NICU di Rumah Sakit seringkali mengabaikan hal ini, sehingga orang tua harus mendiskusikan sebaik-baiknya dengan petugas kesehatan yang menangani bayi.

Bayi prematur, bahkan yang sangat mungil sekalipun sebenarnya lebih membutuhkan kontak kulit dengan ibu (atau ayahnya) daripada dimasukkan ke dalam inkubator. Bukti-bukti menunjukkan bahwa metabolisme  bayi prematur (atau bayi berkebutuhan khusus) jauh lebih stabil ketika menempel/kontak kulit dengan ibu. Napas bayi lebih stabil, lebih rileks dan tenang, tekanan darahnya lebih normal, kadar gula darah serta suhu kulit mereka pun lebih baik. Semua ini terjadi jika mereka dirawat dengan metode Kangguru (Kangaroo Mother Care) yaitu melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi hampir sepanjang hari. Bahkan ibu yang melakukan metode Kangguru ini dapat memproduksi ASI lebih banyak, ia dapat menyusui bayinya lebih segera dan bayi akan menyusu lebih baik. Sebuah dokumen dari WHO mendiskusikan hal ini panjang lebar dengan berbagai referensi. Anda dapat mengunduhnya secara gratis di   – http://www.who.int/reproductive-health/publications/kmc/text.pdf.

Anda dapat pula menunjukkan dokumen ini kepada dokter anak dan petugas kesehatan sebagai bahan diskusi.

Jadi penggunaan inkubator bayi sebenarnya merupakan alternatif disaat ibu perlu beristirahat atau mungkin perlu beberapa waktu melepas bayinya.

Bayi-bayi prematur dapat meraih payudara ibu bahkan bayi yang lahir pada usia kandungan 28 minggu sekalipun. Pada bayi prematur yang lahir di minggu ke 30 pun mereka dapat melekat dan menyusu langsung dari payudara.  Beberapa bayi (baru) yang lahir di minggu 32 bahkan dapat menyusu penuh. Menyusu penuh artinya menyusu langsung pada payudara saja, tanpa bantuan pemberian ASI melalui botol atau selang. Penggunaan Metode Kangguru, dan mengenalkan payudara ibu sesegera mungkin setelah bayi lahir meningkatkan kemungkinan bayi mendapat ASI penuh. Metode ini dapat dilakukan di mana pun.

-0-

Lihat juga artikel lain tentang bayi prematur dan inkubator bayi:

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/grashof-incubator/

https://koestoer.wordpress.com/2013/09/02/inkubator-fototerapi/

https://koestoer.wordpress.com/2013/11/02/untuk-34-propinsi-peminjaman-gratis-inkubator-bayi/

Ruang NICU dan peralatannya

Ruang NICU

Banyak rumah-sakit yang mengklaim telah memiliki NICU, namun sesungguhnya belum memenuhi standar. Angka kematian dan kejadian neonatal di negara-negara berkembang hingga saat ini masih tinggi. Meski demikian, unit-unit dan layanan kesehatan, belum bisa berbuat banyak yang disebabkan upaya yang dilakukan selalu terganjal banyak kendala. Antara lain belum tersedianya infrastruktur dan peralatan yang memadai serta minimnya tenaga medis dengan latar belakang pendidikan khusus Neonatal Intensive Care Unit (NICU).  

Penanganan pasien neonatal pada dasarnya tidak bisa disamakan atau disatukan dengan pasien dengan keluhan dan penyakit lain. Untuk neonatal, pasien harus mendapatkan penanganan dan perlakuan ekstra khusus. Sebab risiko kematiannya sangat tinggi. Meski demikian, beberapa rumah-sakit tetap melakukan perawatan terhadap pasien neo natal, dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan. Akibatnya, penanganan yang dilakukan tidak maksimal. Inilah yang menyebabkan angka kematian pasien neonatus tetap tinggi.

Idealnya, penanganan kasus neonatal harus dilakukan dalam ruang perawatan khusus yang terdiri dari tiga level, berdasarkan derajat kesakitan, risiko masalah dan kebutuhan pengawasannya.

Level pertama
adalah untuk bayi risiko rendah, dengan kata lain bayi normal yang sering digunakan istilah rawat gabung ( perawatan bersama ibu) atau

Level II untuk bayi risiko tinggi tetapi pengawasan belum perlu intensif.  Pada level ini bayi diawasi oleh perawat 24 jam,  akan tetapi perbandingan perawat dan bayi tidak perlu 1-1. Sedangkan pada level  III, pengawasan yang dilakukan benar-benar ekstra ketat. Satu orang perawat yang bertugas hanya boleh menangani satu pasien selama 24 jam penuh. Pada ketiga level peran dokter boleh dibagi, artinya 1 orang dokter pada ketiga level, akan tetapi dengan ketrampilan dan pengetahuan khusus mengenai masalah gawat darurat pada neonatus.


Level III

Sesuai dengan namanya, perawatan intensif harus dilakukan secara khusus oleh seorang perawat terus menerus selama 24 jam. Tapi kalau perawatan dilakukan terhadap beberapa pasien, itu namanya bukan intensif. Tujuannya, agar kita bisa merawat bayi-bayi risiko tinggi secara baik dan benar. Sehingga bayi yang sakit itu jangan sampai meninggal. Setelah dirawat, dia harus sembuh. Dan sembuhnya itu juga bukan sekedar sembuh, tapi kalau bisa sembuh tanpa cacat,” tegas Kepala Unit Neonatal sebuah Rumah Sakit, Dr. Eric Gultom Sp.A.

Selain pengawasan oleh dokter dan perawat secara intensif, dukungan peralatan juga sangat membantu kesembuhan pasien. Sebab perubahan klinis pasien neonatal sangat cepat, sehingga membutuhkan peralatan bantuan monitor, mesin  dan peralatan penunjang lain  yang cukup mahal.

Meski penting untuk dapat mewujudkan Unit NICU sesuai standar, tapi ada hal lain yang menurut ahlinya dokter anak dapat dengan mudah dilakukan. Hal itu adalah memberikan informasi dan pengetahuan pada calon ibu atau ibu muda untuk menjaga dan merawat kehamilannya dengan benar. “Apa pun namanya, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati,” tambahnya.

-0-

Metrotvnews.com: Meninggalnya bayi Dera Nur Anggraeni yang baru berusia 7 hari menjadi pemberitaan utama di beberapa media akhir-akhir ini. Publik pun menyoroti dugaan penolakan sejumlah rumah sakit ibu kota untuk menerima bayi itu. Alasan pihak rumah sakit adalah kurangnya fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Diketahui, rumah sakit di DKI Jakarta hanya memiliki 143 unit NICU. Hal ini yang memicu bayi bernama Dera Nur Anggraeni ditolak sejumlah rumah sakit sehingga terlambat mendapatkan perawatan intensif dan kemudian meninggal. Apa sebenarnya NICU dan mengapa keberadaannya terbilang kurang di rumah sakit Jakarta?

NICU adalah ruangan khusus di rumah sakit untuk merawat bayi baru lahir sampai usia 30 hari apabila dia memerlukan pengobatan dan perawatan khusus di bawah pemantauan tim dokter. NICU sering diibaratkan ruang ICU khusus bayi.

Dengan sarana dan prasarana medis yang lengkap dan canggih, NICU diharapkan mampu mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital yang dialami oleh bayi-bayi baru lahir, yang disebabkan kelahiran prematur kurang dari 37 minggu atau pun lahir dengan penyakit bawaan.

Sementara itu, jenis perawatan di NICU pun disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Mulai dari bayi sakit ringan dan tidak perlu infus, bayi sakit sedang dan perlu inkubator, infus, oksigen, dan monitor jantung dan paru, untuk bayi sakit berat yang perlu penanganan dan pemantauan ketat, hingga perawatan bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu atau berat badan kurang dari 510 gram.

Berbagai alat canggih pun tersedia di dalam NICU. Seperti di Brawijaya Women & Children Hospital (BWCH), fasilitas alat canggih di dalam NICU termasuk:

1. Inkubator, untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai untuk bayi baru lahir khususnya bayi prematur atau bayi sakit.

2. Infant Warmer, untuk menstabilkan dan mengontrol suhu tubuh bayi terutama saat baru lahir.

3. Infusion Pump, untuk memberikan cairan infus atau obat-obatan secara akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.

4. Syringe Pump, untuk memberikan cairan infus dan obat-obatan dengan aman, ketepatan sangat akurat dan kontinu sesuai dengan yang dibutuhkan.

5. Berbagai alat monitor seperti monitor jantung paru dan pulse oximeter), yakni untuk memantau denyut jantung dan pernapasan bayi serta kadar oksigen dalam darah secara terus-menerus.

6.Alat bantu pernafasan C-PAP (continous positive airway pressure), untuk bayi-bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan akibat paru-parunya tidak dapat mengembang secara sempurna.

7.Ventilator multifungsi, untuk merawat bayi dengan gangguan pernapasan berat.

Sayangnya, ketersediaan fasilitas yang sangat penting untuk keberlangusngan kehidupan awal bayi ini malah terbatas di Indonesia. Hal itu disebabkan biaya investasi NICU yang sangat mahal. Diperkirakan, investasi satu ruang NICU bisa mencapai Rp 5 miliar sampai dengan Rp7 miliar. Biaya mahal ini menyebabkan tarif perawatan di ruang NICU ini menjadi tinggi sehingga tidak terjangkau oleh golongan menengah kebawah. Akibatnya fungsi sosial Rumah Sakit dalam menolong masyarakat apalagi untuk mengurangi tingkat kematian bayi menjadi tidak pernah terlaksana. Harus dipikirkan cara terbaik untuk menangani hal ini. Salah satunya adalah dengan program peminjaman gratis inkubator bayi. Lihat di

Peminjaman Inkubator Bayi Gratis

https://koestoer.wordpress.com/2012/06/07/menolong-bayi-prematur/

Untuk 34 Propinsi Peminjaman Gratis Inkubator Bayi

Klik di

https://koestoer.wordpress.com/2013/11/02/untuk-34-propinsi-peminjaman-gratis-inkubator-bayi/

-0-

Salinan dari blog Isye Ismarani.

Peralatan apa saja yang ada di NICU ?
Secara singkat beberapa peralatan yang ada di NICU yang biasa di gunakan pada bayi-bayi yang di rawat di NICU, hal ini tergantung dari berat ringannya kondisi bayi.

  1. Feeding tube: Sering bayi di NICU tidak bisa mendapatkan makanan yang mereka butuhkan melalui mulut langsung, sehingga perawat akan memasang selang kecil melalui mulut sampai ke lambung. Sebagai jalan untuk memasukan ASi atau susu formula.
  2. Infant warmers: Ini adalah tempat tidur dengan penghangat yang ada diatasnya. Sehingga bayi dapat terhindar dari hipotermi, orang tua dapat menyentuh bayi di warmers, yang tentunya berbicara dulu kepada perawat.
  3. Inkubator : Ini adalah tempat tidur kecil yang tertutup oleh plastic keras yang transparan, suhu di incubator diatur sesuai dengan kondisi bayi. terdapat lubang di setiap samping incubator sebagai jalan untuk perawat dan dokter memeriksa pasien. Orang tua dapat menyentuh bayinya lewat lubang tersebut.
  4. Jalur infus: Sebuah catheter kecil yang fleksibel yang dimasukan kedalam pembuluh darah vena. Hampir semua bayi yang di rawat di NICU di infuse untuk kebutuhan cairan dan obat-obatan, biasanya di lengan atau kaki atau bahkan dapat di buat umbulikal chateter (sebuah cateter yang di masukan ke umbilical) pada situasi tertentu dibutuhkan IV line yang lebih besar untuk memasukan cairan dan obat-obatan, ini di lakukan oleh dokter bedah pediatric.
  5. Monitors: Bayi di NICU tersambungkan ke monitor sehingga staff NICU akan selalu mengetahui tanda-tanda vital mereka. Dalam satu monitor dapat terekam beberapa tanda-tanda vital, antara lain denyut nadi, pernafasan, tekanan darah, suhu dan SpO2 (kandungan oksigen dalam darah )
  6. Blue light therapi: therapy cahaya yang di gunakan untuk bayi-bayi yang kadar biliribinnya lebih tinggi dari normal, biasanya di gunakan di atas bayi dengan bayi telanjang dan matanya ditutup dengan pelindung mata khusus, lamanya therapy cahaya tergantung dari penurunan kadar bilirubin, biasanya di periksa ulang setelah 24 jam pemakaian cahaya.
  7. Bubble CPAP : Alat bantu napas dengan menggunakan canul kecil ke dalam lubang hidung bayi, hal ini biasanya di gunakan untuk bayi yang sering lupa napas ( apnoe )
  8. Ventilators: mesin napas yang di gunakan untuk bayi yang mempunyai gangguan nafas berat, hal ini dengan menggunakan selang kecil melalui hidung atau mulut sampai ke paru.

Kunjungan Ortu Bayi

Tentulah obrolan ini menyangkut kegiatan saya sehari-hari di kantor dan di rumah selama bulan puasa ini. Dua minggu terakhir ini saya banyak menerima sms dari either orang tua bayi atau kerabatnya. Tentu kebanyakan mereka adalah keluarga yang mempunyai bayi prematur sehingga keperluan utamanya adalah untuk meminjam inkubator, yang memang kami sediakan untuk dipinjamkan secara gratis. Status hari ini menunjukkan bahwa dari total 9 inkubator yang kami miliki, yang terdiri dari 2 ukuran besar, 1 ukuran besar untuk bayi kembar dan 6 inkubator grashof (ukuran kecil). Yang tersisa per 26 Juli 2013 adalah 2 inkubator ukuran besar dan satu ukuran kecil. Berarti ada 6 unit yang sedang operasional. Kemarin ada yang kembali 2 unit dan siang ini satu unit sudah melayang lagi alias dipinjam orang lagi. Istilah saya: ” Wah… dagangan saya laku keras.”

Siknoko dan istri, Ir Syarifudin backside

Siknoko dan istri, Ir Syarifudin backside

bu ina  v1 image

Ibu Ina dan bayi Fayza

Barusan tadi setelah solat jumat datanglah pak Siknoko beserta istrinya. Beliau baru sms-an tadi pagi dengan saya, tapi prosesnya begitu cepat karena saya tawarkan untuk diambil hari ini, bila menunggu sampai senin karena weekend kami tutup kantor bayi kasihan kedinginan, coz bayi besok sudah pulang kerumah. Dan anda tahu berapa berat bayinya…waduh sedikit sekali hanya 1,7 kg, padahal sudah 34 hari berada di Rumah Sakit… Ngenes banget deh. Seperti biasa saya sering  nebak-nebak, berapa bayarnya kira2 ? Biasanya yang sering rada sesak dadanya kalau ngomongin yang ginian… bapaknya. Perkiraan saya kalau rata-rata sejuta lebih sehari di RS (ruang NICU) maka paling kurang bayarnya jadi diatas 40 an…Tul gak tuh ? Nanti saya ada komen soal kenapa bayi lama di RS.

Kemarin malah ada dua ortu bayi yang datang. Dipagi hari pak Ade Kurniawan seperti tergopoh-gopoh datang untuk ambil unit P-02R yang memang sebelumnya sudah saya set-up untuk dibawa. Sehari sebelumnya unit itu dipamerkan di perputakaan UI dibawa presentasi oleh Renard Cheng (mhs) yang dapat proyek PKM (Program Kreativitas Mhs) dari Dikti. Peminjaman periode sekarang sudah lebih lengkap, artinya bukan saja inkubator bayi yang dipinjamkan tapi sudah sekalian dengan timbangan bayi. Dengan demikian kami melalui sms bisa ikut memonitor perkembangan berat bayi. Karena parameter itulah yang paling lumrah dan mudah untuk bisa kita lihat kondisi tumbuh kembang bayi.

Ade K Beji-20130725-01380

Pak Ade ini tinggal di Cawang, bayinya lahir tgl 15 Juli dengan berat 1,8 kg. Bayi lahir prematur dan sang ibu menderita eklampsia (definisinya macam-macam tapi salah satunya Eklampsia adalah komplikasi akut dan mengancam nyawa kehamilan, ditandai dengan munculnya tonik-klonik, biasanya pada pasien yang telah mengembangkan preeklamsia). Bahwa berat bayi turun dalam kurun waktu seminggu setelah proses kelahiran, sesuatu yang normal. Tapi bila naiknya kembali sulit, nah… ini yang bikin bapak bayi bingung karena biayanya jadi melangit karena bayi tinggal lama di ruang NICU. Jadi itulah yang bikin pak Ade ini cari diinternet, siapa kira-kira yang bisa membantu. Seperti biasa kalau anda googling dengan keyword ‘inkubator bayi’ maka keluarlah artikel-artikel di blog saya mengenai peminjaman inkubator gratis di halaman pertama (istilahnya landing page).

Selesai rapat Konversi Energi, saya melintas keluar dari ruang Dep Teknik Mesin, saya lihat ada ibu berjilbab dengan seorang pemuda membawa inkubator… Langsung saya tegur ” Lho ini ibu Ina ya ?” Beliau terkejut tapi manggut. So, how do I recognize her ? Coz paginya beliau kirim foto ibu dan bayi didepan inkubator kami, dan bilang anaknya sudah tidak betah didalam. Saya jawab sms bahwa itu artinya si bayi sudah sehat…. Ho ho ho, tentu saja lha wong beratnya sudah 3,5 kg. Padahal belum sepuluh hari pinjam inkubatornya. Alhamdulillah bayi Fayza sudah sehat. Ngobrollah di ruangan saya, utamanya bayinya ini dirumah mendapat ASI eksklusif, menyusunya lebih banyak daripada di RS. Dua jam sekali sudah merengek minta disusui.  Akibatnya memang tumbuh cepat sehat. Berat badannya naik secara linear, jadilah belum 10 hari sudah sehat. Sebelumnya mereka bikin sendiri inkubator atas bantuan pamannya yang dokter. Tapi belum satu hari dipakai, kelihatan bayi tidak betah. Saya langsung nyahut “Pasti bau cat ya…” Ibu Ina langsung mengiyakan, dan mengembalikan inkubator itu ke pamannya. Kami sudah makan asam garam soal ini. Produk modifikasi baru untuk bayi kembar yang baru selesai 3 minggu lalu sudah melalui uji penciuman pak Syarif kepala teknisi yang berpenciuman tajam. Pokoknya kalau beliau bilang “Belum ni masih bau” maka unit itu kami jemur lagi berhari-hari, bahkan kami semprot dengan tekanan angin 7 Bar. Dia masukin lagi kepalanya kedalam inkubator sambil mendengus-dengus untuk menguji catnya masih bau atau tidak. Unit spesial untuk bayi kembar itu kini sedang menjalankan fungsinya di Bandung buat bayi kembar Gilang dan Galang. Belum sempat saya foto, sudah ada user bayi kembar yang menunggu.

Sehari sebelumnya lagi (cerita ini waktunya mundur kebelakang), hari selasa ada pak Aditia, yang langsung datang begitu Ir Syarif menelponnya karena sudah selesai memasang termostat. “Saya alumni UI juga pak.” begitu waktu datang dan seperti yang lainnya juga kelihatan stress. Gimana gak stress, berapa berat bayinya ? Wah yang ini lebih miris lagi… cuma 1,1 kg…Duh…pasti gak tega saya ngeliatnya (untung gak ngeliat ya). Aditia alumni FMIPA UI Geografi angkatan 99, ” Apa yang saya bisa bantu pak ?”…. Wah nanti aja kita bicara itu, urusin aja bayinya dulu biar selamat dan sehat. Belakangan nanti kita bicara lagi. Kelihatan dia seperti lega gitu…dari tadinya waktu datang sedikit pucat, waktu pulang bawa inkubator ketawa-ketiwi…

Mundur satu hari lagi, dihari senin. Turun dari mobil, sambil agak terpincang-pincang karena ketiduran di mobil, saya lihat didepan pintu workshop ada mobil besar parkir. Sehari sebelumnya saya terima sms – Keponakan saya kembar laki2 lahir prematur sehingga kami ingin meminjam inkubator bapak untuk merawat bayi tsb di rumah. Saat ini sudah 6 hari di rumah sakit, biaya sudah mencapai 43 juta. Berikut ini data2nya –  Tertegun saya membaca sms ini, karena unit inkub bayi kembar itu baru 2 hari saya nyatakan siap-pakai. Setelah kami adakan test macam-macam termasuk bau catnya seperti dicontohkan diatas. Seakan-akan pas semuanya begitu selesai unit bayi kembar, begitu si Gilang dan Galang kembar dari Bandung meminta buat launching perdananya.

Haidar, Haikal dan Haiman, bayi kembar tiga Triplet, kahir dari ibu bernama Hanny dan pak Bagus, prematur lagi. Yang ini khusus saya ceritakan di

BAYI KEMBAR TIGA TRIPLETtriplet 2013-07-22 16.29.03 (1)

Klik saja. Spesial saya buat artikeltersendiri, coz jarang-jarang ada bayi kembar tiga prematur dan memerlukan bantuan inkubator kami. Mulanya saya bilang akan melayani mereka dengan tiga inkubator singel tapi kemudian saya ralat jadi dua saja. Pertama satu diantara ketiga bayi itu beratnya sudah 2,5 kg yang lain 1,8 dan 2,0. Kedua saya memperkirakan akan datang permintaan lagi dari bayi prematur lainnya. Dan memang benar kenyataannya, berurutan permintaan itu datang.

Keluhan Ortu Bayi

99% sama keluhannya, si bapak bayi prematur ngeluhnya cuma satu:

TIDAK SANGGUP BAYAR BIAYA RUANG NICU DI RUMAH SAKIT.

Karena itu saya mau bikin Lab NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yang murah di rumah ortu bayi portable utk dipinjamkan secara gratis. Pasti bisa, akan saya pelajari sedikit demi sedikit dan nanti saya dan pasukan pendukung mahasiswa karyawan dan sarjana baru, mereka akan membantu saya. Tentu saya mengharapkan bantuan dari preofesionalnya dokter, perawat dan bidan, yang mau sukarela memberikan advicenya dan sedikit kerjanya, tanpa bayaran (pasti akan ada, karena Allah yang akan menggerakkan hati mereka). Alatnya yang standar minimal akan saya sediakan, kalau bisa kita bikin semua kalau nggak ya sebagian assembly dan modifikasi. Rancangan imajinernya sudah ada di kepala saya.

Beberapa waktu yang lalu kami sudah membuka agen fasilitator di Jawa Tengah, tepatnya di Pemalang. Lihat

INKUBATOR GRATIS DI JAWA-TENGAH

Tak lama lagi di Aceh… Wah koq jauh betul di Aceh. Yah ini karena ada orangnya yang sduah bersedia melakukan kegiatan seperti kami di Depok ini. Jadi saya tinggal nyumbang satu unit inkubatornya saja. Menunggu relawan ini datang ke Jakarta, nanti katanya dia mau bawa 1 unit ke Aceh. Semoga cepat bisa berkembang ke seluruh 33 propinsi di Nusantara ini (ada berapa sih propinsi sekarang, sakingnya sering ada pemekaran, jadi gak tahulagi jumlahnya berapa).

Guyz… Pastilah ini bukan kegiatan ujug-ujug yang tahu-tahu jadi. We’ve been dealing with incubator since eleven years ago… And also this blog was starting 2007…. Segala sesuatu ada inisiasinya, lalu kerjakan step by step. Yang penting mulailah melangkah jangan ngomong aja jangan nulis aja, tapi KERJAKAN. Niscaya semua niat baik itu kalau dikerjakan akan terlaksana, bahkan lebih besar daripada apa yang perkirakan diawal.

Ada yang minat membantu ? Kontak saya, preferable sms 0816-1992186, Email” koestoer@eng.ui.ac.id.

Berikut ini akan saya upload video Parade bayi, inkubator dan ortu bayi. (Tapi belum dibikin…bbrp hari lagi deh).-

Raldi 26 Juli 2013.-

Bayi Prematur Sudah Berusia 1 Tahun

Hampir satu tahun yang lalu ibu Ari mngontak kami untuk mendapat bantuan pinjaman inukubator bayi. Kali ini beliau berkirim kabar pada kami menyampaikan bahwa bayinya yang dulu lahir prematur sekarang sudah sehat ceria dengan berat 8 kg sama seperti layaknya bayi normal. Artikelnya bisa dibaca diblog ini juga dengan judul

Inkubator bayi gratis

(silakan klik judul tsb kalau ingin membaca artikelnya)

-0-

Ayk commented on Inkubator Bayi Gratis

Assalamualaikum pak Raldi, apa kabar. Saya ibu dari bayi prematur yang fotonya nampang di postingan diatas. Alhamdulillah anak saya tsb sebentar lagi setahun, beratnya sekitar 8 kilo, sehat, lincah dan aktif. Terima kasih banyak atas bantuan bapak.

Sekaligus mohon izin menuliskan tentang inkubator gratis bapak di blog saya, terima kasih.

-0-

Kami juga turut gembira karena  bisa membantu ibu bayi dengan aktivitas nyata sebagai bentuk dari Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi khusnya di UI ini. Asal muasalnya kegiatan ini adalah litbang di laboratorium Teknik Mesin FTUI, yang terus berlanjut sampai sekarang.

Dari banyak pengalaman kami berkomunikasi dengan orang tua bayi, nyatalah bahwa problem utama mereka adalah ketidak sanggupan membayar biaya perawatan bayi prematur di Rumah Sakit. Salah satu contohnya, minggu y.l. ada pak Ib yg datang meminjam inkubator pada kami. Beliau bilang waktu masuk harus bayar deposit 5,5 juta, namun setelah 3 hari beliau diminta lagi uang katanya depositnya sudah habis. Lha.. jadi 3 hari itu saja ongkosnya sudah lebih dari 5,5juta ? Ternyata masuk ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ceritalah si bapak biaya perhari kamarnya 525 rb, masuk inkubator 725 rb, obat2an 1,2 jt, tambah lagi pakai alat bantu nafas, entah berapa saya tidak ingat biayanya… heudeuh saya aja dengarnya pusing apalagi bapak dan ibu bayi. Sedangkan bayi prematur akan lama berada di RS, jadi akan bayar berapa nantinya ?

Sulitnya lagi adalah b ayi prematur akan dipisahkan dari ibunya. Dengan sendirinya sulit mendapatkan asupan ASI. Kadang bisa dengan bolak balik ngantar ASI si bapak, tapi jadinya akan sangat repot karena tiap hari harus bolak balik RS. Sudah gitu juga harus segar jadi masuk kulkas di rumah dan di RS. Lah kalo abis terpaksa deh pakai susu formula, yang sengaja dipaksain utk dipakai sebanyak-banyak di RS. Bahkan dokterpun akan sengaja menyuruh untuk menggunakan susu formula dengan alasan “Nanti kalau tidak cukup asupannya gimana ?”  Saya sudah hapal bahasanya dokter “salah didik” ini. Koq saya tahu ? Soalnya persoalan itu saya hadapi waktu anak saya yg lahir belakangan (saya sudah berusia 44 th jadi sudah tua). Anak saya normal lahirnya, toh si dokter juga perawatnya maksain kami menggunakan susu formula. Saya melotot ngeliatin dokternya “Tidak anak saya harus ASI”. Gak enak mukanya langsung, heran juga dia, koq ada orang yg berani nentang. Tentulah saya berani karena saya sudah pengalaman jadi orang tua 44 thn, saya tdk yakin kalau orang lain atau bapak muda akan berani seperti saya. Apalagi dokter kan memang kompetensinya disitu jadi dia menggunakan ilmunya itu di jalan yang salah. Percayalah pada saya, mereka semua nanti akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah baik di dunia apalagi di akhirat, karena menentang penggunaan ASI dan menjauhkan bayi dari ibunya. Mereka dapat bagian tuh dari berapa jumlah susu formula yg terpakai di RS.

Salah satu penyebab kematian bayi yaitu karena infeksi, infeksi sering terjadi pada bayi yang tidak mendapatkan ASI karena kurangnya zat kekebalan tubuh bayi. Bayi yang tidak mendapat ASI lebih berisiko 4,9 kali terkena diare daripada yang mendapat ASI Demikian juga bayi yang tidak mendapat ASI lebih berisiko 10.52 kali terjadi kematian akibat diare (Lamberti, 2011). Pemberian ASI sejak dini dapat mengurangi  kematian bayi (Edmond, 2006). Oleh karena itu pemberian ASI secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian bayi.

Mari kita sedikit lihat angka secata global dan kita bandingkan dengan beberapa negara tetangga lain.

Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator kesehatan bangsa yang masuk dalam target Millenium Developmental Goals keempat. Berdasarkan data bank Dunia tahun 2010 angka kematian bayi di Indonesia 35.3 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini lebih tinggi dibanding negara ASEAN lain seperti Malaysia (6.3), Thailand (13), Singapura (2.6) (WHO, 2011).  Sementara target MDGs menurunkan angka kematian bayi sampai 23/1000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Indonesia, 2009). Bisakah kita mencapai target MDG 2015 yang sudah dekat ini…Hmmm saya tidak yakin bila sistem management kesehatan kita masih amburadul seperti ini.

So… udahlah jangan banyak cingcong kita tolongin aja bayi2 kita. Utamanya jangan dikasi yang lain selain ASI (ASI eksklusif) karena ASI adalah obat bagi semua penyakit bayi.

(Raldi A. Koestoer – 22 April 2013)

Bayi Kedinginan

Malam pak,

Saya baca blognya dan waktu itu liat reviewnya di metro tv, mau menanyakan apakah bisa meminjam inkubatornya utk bayi saya.

Saya lahiran 28 des 2012, berat bayi 1,6kg, diirawat di NICU/Perina 2 minggu.

Pulang ke rumah tanggal 11 januari kemarin dgn berat 1,650 dan sampai sekarang beratnya masih 1,9kg.

Bbrp hari terakhir ini sepertinya anak saya masuk angin krn lumayan rewel dan sering buang angin setelah nangis yg lumayan keras. Kebetulan kamar kami memang agak berangin dan cuaca buruk akhir2 ini menyebabkan kamar lebih sering terasa dingin dibanding hangat.

Jika saya bisa mendapatkan pinjaman inkubator dari prof tentunya akan sangat membantu sekali untuk menghangatkan bayi saya, dan bisaa membantu untuk lebih cepat proses naik berat badannya, karena dgn berat seperti skrg riskan sekali terkena penyakit.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih byk, Pak..

1) nama bayi 

- Lighthalzen Omar Gurnixxx

2)tgl lahir

- 28 desember 2012

 3) berat lahir

- 1,650 kg

 4) nama ibu, HP, email 

- Putxx M. Gurnixxx, 0838753876xx, putrimgurnixxx@gmail.com
			
5)nama ayah, HP, email 

- Pastovielxx M. Gurnixxx, 0812988150xx

7) alamat lengkap 

 - Jln. Swadaya Mulia No. xx

Ds. Limo - Cinere

Depok 165xx 

8) R Sakit mana 

- RSIA Hermina Ciputat

9) Kapan bisa pulang.

- sudah pulang dari tanggal 11 Januari

 10) Tahu drmana ttg kami ?

- internet & metro tv

-0-

Oke Prof, saya usahakan mobilnya utk senin.

Sebelumnya tks banyak utk bantuannya

------Original Message------

From: Koestoer

To: putrimgurnixxx@gmail.com
			
Subject: bisa ambil senin

Sent: Jan 26, 2013 10:57 AM

 Dear ibu putri,

 Kalau mau ambil hari senin bisa jam 10 an.

 Ukurannya cukup besar tinggi total 1,5 m panjang 100 cm lebar 80 cm.

 Ada baiknya ambil pakai mobil jeep.

 Salam

Bayi yang kedinginan…

Bapak bayi pakai jaket kepanasan

Kontak Peminjaman Gratis Inkubator Bayi utk Jakarta Selatan dan Depok:

SMS +62816 1992186

Email:   koestoer@eng.ui.ac.id

 

Tim Inkubator dengan Majalah SWA

Menyusul liputan dari media elektronik TVONE pada bulan Desember 2012 yang lalu, beritanya bisa disimak di

halaman ini, dan juga turunan beritanya.

Berikutnya tanggal 15 Januari 2013 hari Selasa, salah satu media cetak datang menemui tim Inkubator FTUI. Majalah SWA (kalau tak salah ini majalah bisnis ?) datang ke kampus UI diwakili oleh 2 wartawannya yaitu Rangga dan Wisnu. Mereka khusus datang utk meliput Tim Inkubator FTUI dengan aktifitasnya
PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR UTK BAYI PREMATUR.

Dibawah ini adalah isi dari wawancara tersebut.

1. Apa yang mendorong Anda membuat Inkubator bayi yang dapat disewakan dengan harga murah?

Wah ini jawabannya sebenarnya panjang. Baiklah saya coba persingkat sejarah aktivitas PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR ini. Koreksi sedikit, kami tidak menyewakan tetapi meminjamkan dengan gratis.

Alkisah di th 1989, kakak saya dokter anak membawa pulang sebuah inkubator buatan DN yang sdh rusak kerumahnya. Saya ada disitu, setelah saya lihat, saya bilang kpd kakak, inkubator ini banyak salahnya dlm pembuatan, terutama tanpa adanya pengaman utk pemanasannya dan sistem pemanasannya sendiri terkesan asal saja. Lalu dia bilang – Kamu paham sistemnya ? – Jawab saya – Tentu saja..- – Lho kenapa gak kamu saja yang bikin, daripada orang lain yang tidak mengerti, malah salah dan berbahaya untuk bayi ? -. Perlu diketahui sebelumnya bahwa background saya adalah Mechanical Engineering and Heat Transfer (Teknik Mesin dan Perpindahan Kalor). Mulailah terpikir oleh saya saat itu untuk membuat Inkubator bayi ini. Namun demikian baru tahun 1994/95 saya mulai meneliti dengan bahan kardus dan triplek yg dimensinya sebesar kabin bayi inkubator. Dari sisi energi, utk memenuhi ketentuan suhu 33-34 dgC di kabin bayi dengan memasang pemanas sekian watts dari bawah tidak ada problem namun utk mengendalikan suhu agar tetap konstan menjadi kendala karena harus menggunakan kontroler elektronik yg waktu itu cukup mahal (buatan eropa dan Jepang).

Singkat kata setelah melalui beberapa tugas skripsi dan munculnya produk dari NIC (New Industrial Countries, Taiwan Hongkong Korea. Cina saat itu blm muncul). Mulai ada kontroler yg relatif murah namun kinerjanya meyakinkan setelah melalui banyak kali pengujian. Produk pertama tugas skripsi inkubator bayi dari kayu muncul dengan sistem pemanas lampu tahun 2002. Kemudian group mhs FTUI th 2003 ikut PIMNAS ke XVI di Solo (Pekan Ilmiah Mhs Nasional). Kami menjadi primadona sehingga masuk berita harian KOMPAS setengah halaman. Namun demikian keputusan juri lebih bersifat politis ketimbang teknis sehingga kami tidak menjadi juara saat itu.

2. Seperti apa teknologinya? Apa yang membedakan dengan inkubator yang banyak dipergunakan di rumah sakit sekarang? Bagaimana soal reliabilitasnya?

Teknologi inkubator konvensional sebenarnya sangat simpel. Inti utamanya adalah kita ingin mendapatkan suhu 33-34 dgC yg sebenarnya adalah suhu yg sedikit lebih rendah dari suhu 37 dgC selama bayi dlm kandungan ibu. Berat bayi prematur (BBLR-Berat Bayi Lahir Rendah) sangat rendah dibawah 2 Kg (ada yang sampai 1,2 Kg), shg bayi tidak cukup punya energy (massa kalor) utk berada di suhu ruangan 28 dgC (hipotermia, bayi kedinginan). Tentu caranya adalah dengan memberikan kalor dgn pemanasan kedalam sistem dlm hal ini adalah pemasangan heater dibawah yg kemudian ditiup dg fan keatas dimana bayi berada. Teknologi selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan suhu itu tetap konstan 33-34 dgC yaitu dengan menggunakan kontroler elektronik. Dengan begitu suhu akan terjaga pada suhu dan kelembaban yang diinginkan.

Teknologi baru kami adalah membuat sistem dengan SIRKULASI ALAMIAH dan konveksi alamiah. Artinya udara dari bawah mengalir sendiri keatas tanpa fan dengan system ducting khusus dan system lubang fresh-air tertentu, serta dengan menggunakan pemanas yg dalam hal ini lampu dengan wattage yg kecil yang sdh diukur sesuai dengan kebutuhan kalor di ruang bayi. Sistem kami ini tidak menggunakan fan lagi, sehingga sangat silent (tak ada bunyinya) sehingga bayi merasa nyaman didalamnya. Bahan materinya juga khusus dipilih yang bersifat isolative terhadap bocor listrik, jadi sangat aman bagi bayi dan perawatnya. Kebutuhan listrik yang kecil ini (10x lebih kecil daripada inkubator biasa yang ada di Rumah Sakit) menyebabkan incubator ini bisa digunakan di rumah orang yg tidak mampu yg listriknya hanya terbatas 450 Watt saja. Untuk perbandingan,  konsumsi listrik segitu bila kita gunakan  incubator konvensional, maka listriknya sudah langsung habis, sehingga rumah tidak bisa pakai listrik utk keperluan lain. Sistem incubator grashof ini sudah kami uji coba berkali-kali pada berbagai keadaan. Pagi siang sore malam, utk derah dingin (mis Puncak), ruangan ber AC dan non AC. Namun demikian kami anjurkan agar tidak menggunakan AC, karena dalam ruang tanpa AC saja bayi premature sudah kedinginan apalagi kalau pakai AC. Dengan demikian dapat dikatakan incubator ini sangat reliable, sejauh ini sejak kami mulai dengan program peminjaman gratis, inkubator grashof sudah menyelamatkan sekian puluh bayi premature. Grashof sendiri adalah nama seorang peneliti Jerman dalam bidang konveksi alamiah yang wafat tahun 1897.

3. Kalau dijual, berapa kira-kira harganya? Apakah terjangkau oleh Puskesmas-Puskesmas di Indonesia, terutama di pelosok-pelosok?

Inkubator kami ini tidak untuk dijual, dan hanya akan dipergunakan untuk keperluan social membantu masyarakat, utamanya adalah utk membantu gol yg tidak mampu karena mereka harus membayar mahal utk berada di RS atau puskesmas, atau mungkin tidak ada akses sama sekali ke puskesmas apalagi Rumah Sakit.

Utk bagian yg komersial kami sudah punya perusahaan alkes yang memang diperuntukkan bagi kegiatan komersial meningkatkan produksi DN. Bila ada pihak yg memerlukan incubator bayi utk keperluan social membantu masyarakat miskin, silakan datang utk bekerjasama dengan kami.

4. Apakah memungkinkan diproduksi secara massal? Apakah dia perlu investor untuk memproduksinya secara massal?

Memproduksinya secara masal sangatlah mudah, namun sementara ini kami ingin membangun infrastrukturnya terlebih dahulu yg berbentuk jaringan dengan pihak lain dikota lain dengan mrk yg mempunyai visi misi yg sejalan dengan kami sehingga suatu saat nanti menjadi sebuah gerakan nasional diseluruh negeri untuk menyelamatkan bayi-bayi premature kita.

Bila ada investor yg mau membantu tentu saja bisa. Kami sebut ‘Angel Investor’ krn visi dan misinya harus sejalan dengan kami. Yaitu Mengutamakan kepentingan masyarakat banyak utamanya kaum yg tidak mampu. Sistem demikian ini sekarang dimungkinkan dengan adanya program2 CSR dari berbagai perusahaan, dimana mereka menyisihkan sebagian kecil profitnya utk membantu gol tdk mampu atau juga untuk pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan.

5. Apakah Anda sudah menghitung berapa besar kebutuhan untuk Puskesmas dan klinik-klinik kecil di seluruh Indonesia?

Pertanyaan ini lebih layak diajukan pada Kemenentrian Kesehatan yang lebih bertanggung jawab. Kami hanya ingin membantu langsung masyarakat dengan TINDAKAN NYATA dengan menggunakan ilmu yang ada pada kami serta kemampuan manajemen organisasi  dengan segala ketulusan dan keikhlasan sekaligus menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa atau siapa saja yg ingin belajar mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan Teknologi untuk rakyat.

Kami yakin bahwa Allah selalu ada beserta kami, timur dan barat adalah milik Allah kemana wajahmu menghadap disitulah Allah ada. Menolong satu jiwa berarti menolong semuanya. Raldi A. Koestoer – 08161992186 – koestoer@eng.ui.ac.id

12 Nov Harkesnas QV Kematian Bayi

Hari ini 12 November dicanangkan sebagai Hari Kesehatan Nasional. Berita Utama harian Kompas membahas tentang problematika  kematian ibu dan bayi di negara kita ini dnegan judul

–          Serius, Kematian Ibu dan Anak –

157 ribu bayi di Indonesia  meninggal setiap tahun, tahun 2009 tercatat 5 ibu melahirkan 6 bayi meninggal, tahun 2011 ada 10 ibu melahirkan 29 bayi meninggal, jadi kondisinya makin buruk ? Lalu apa kerjanya Kementrian Kesehatan ?

Bandingkan dengan Negara lain Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran: Jepang 2, Sing 2, Korsel  4, Brunei  6, Malaysia  6, Thailand 11, Cina 13, Vietnam 17, Filipina 20, Indonesia 25, India 47, Timor Leste 46, Myanmar 46. Kita boleh bergembira karena menang dari Myanmar India dan Timor Leste, tapi coba dong lihat Thailand jauh diatas kita, bahkan Cina yang penduduknya 1,5 Milyar saja berada jauh diatas kita. Malu deh kita sama Vietnam aja kalah.

Tak usah banyak ribut dan tak usah banyak ngedumel, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menolong ibu dan bayi-bayi kita ini ? Generasi penerus ini harus kita selamatkan dan kita usahakan agar bertumbuh kembang secara sehat.

Departemen Teknik Mesin FTUI tahun 2010 yang lalu dalam implementasi Proyek IMHERE, melaksanakan program Appropriate Technology Implementation. Pada program ini, dosen yang telah menghasilkan produk tertentu di enforce untuk membuat dan kemudian menyumbangkan hasil karyanya untuk masyarakat. Salah satu diantaranya adalah produk INKUBATOR BAYI yang telah dimanufaktur dengan sukses sejak beberapa tahun yang lalu. Dua inkub telah disumbangkan pada puskesmas dan Rumah Sakit Ibu dan Anak, dan setelah dicek 6 bulan kemudian ternyata frekuensi penggunaannya sangat banyak. Sisa dana digunakan untuk membuat satu unit lagi yang kemudian kami pergunakan dalam

program PEMINJAMAN GRATIS inkubator bayi.

Berkat donasi dari relawan kami berhasil menambah armada incubator kami dengan berbagai cara bahkan dengan disain baru yang SANGAT HEMAT ENERGI, saat ini kami memiliki 6 unit incubator yang selalu siap untuk dipinjamkan secara gratis menolong bayi  premature di daerah Jakarta selatan dan Depok. Seperti minggu ini  ada 3 inkub kami sedang digunakan oleh bayi premature di daerah Depok dan sekitarnya. Bahkan hari ini kamipun satu jam lagi akan mengantarkan sebuah incubator bayi untuk dipinjam gratiskan ke bayi yang memerlukannya. Bapak bayi tadi pagi sudah mengirim sms, ini contohnya : – pak Klo jd d krim hari ni biar ga bingung k tmpat krja saya pt toa Galva industries jl raya jkt bogor km 34-35.Klo sdh sampe ksh kbr atau tanya satpam .Masdi bagian quality.Salam masdi.

Kemarin malampun sudah ada lagi yg minta pinjam incubator: – Nama bayi.haniyah salma,21 okt 2012,berat 1280 gram,ibu yanti sulistiawati,hp 085780731332. Ayah maryudin hp 087883006690 alamat jl.haji dimun rt 04/06 no 16 kel.sukamaju.kec.cilodong.depok RS.SENTRA MEDIKA,cisalak,bayi plg tggu bobotnya tambah,

Kebanyakan keluhan orang tua bayi adalah karena tidak mampu membayar Rumah Sakit dimana bayi premature lama berada di RS. Biayanya per hari bervariasai dari 500 rb s/d 5 juta rupiah. Ada suami istri insinyur saja mengeluh karena mereka terpaksa jual motor karena bayinya satu bulan berada di RS. Mereka bersyukur bahwasanya kami dari Lab Perpindahan kalor FTUI  bisa meminjamkan secara gratis incubator untuk bayi premature mereka. Jadilah program ini semacam CSR (Corporate Social Responsibility) dari DTM-FTUI.  Dari pengalaman kami selanjutnya, kebanyakan bayi bila sudah disusui oleh ibunya maka beratnya cepat sekali nambah. Sehingga bila bayi dirumah, maka ibunya bisa setiap hari memberikan ASI, maka dengan cepat bayi prematurnya tumbuh sampai berat normal.

Demikianlah usaha kami dalam rangka melaksanakan tugas pokok  Pengabdian Pada Masyarakat sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Indonesia Fakultas Teknik.

Salam Harkesnas.-

Lihat juga artikel

https://koestoer.wordpress.com/2012/10/08/maksa-pulang-bayi-prematur/

Maksa Pulang Bayi Prematur

Maksa Pulang
Cerita ini berkali-kali saya dengar dari para ibu bayi dan bapak bayi dimana bayinya lahir premature. Bayi premature artinya bayi lahir sebelum waktunya. Biasanya sebelum 37 minggu banyak juga 34-35 minggu , bahkan kurang dari itu, karena sesuatu dan lain hal, bayi sudah lahir.
Sebagai akibatnya banyak bayi premtur menderita hipotermi (kedinginan). Wajar saja karena dalam perut ibu, suhunya 37 C sedangkan begitu ‘mbrojol’ suhu udara luar 30 C bahkan sering di Rumah Sakit semua ruangan pakai AC pendingin jadi suhu lebih rendah lagi s/d 25-26 C. Ya so pastilah si bayi kecil yang beratnya saja dibawah normal (lebih kecil dari 2 kg) kedinginan dan menggigil terus. Wong bayi normal aja sering kedinginan juga. Apalagi karena beratnya kurang maka…ini bahasa kami dibidang – Heat Transfer – massa kalornya amat sedikit, sehingga simpanan energy dalam tubuhnya tidak sanggup menahan perbedaan suhu antara suhu luar dan suhu tubuh.
Nah dengan begitu si bayi perlu dimasukkan kedalam incubator (penghangat bayi) yang membuat suhu menjadi lebih hangat dari suhu luar yaitu menjadi antara 32-35 Celsius. Dengan demikian bayi jadi tidak lagi kedinginan dan nyaman tidur tanpa menggigil. Namun bayi premature sekalipun sudah tidak ada kelainan, berat badannya lambat naik ke berat normal, salah satu sebabnya adalah bayi tidak mendapatkan ASI (air Susu Ibu) karena ibunya sudah pulang kerumah sedang bayi masih di RS. Sehingga ada kesulitan member asupan ASI bagi bayi yang masih di RS. Lalu oleh pihak RS bayi dikasi susu botol, yang tentunya kurang match dengan si bayi. Dan tentunya berat badannya jadi lambat naiknya. Akibat inilah yang menjadikan si ibu bayi atau bapak bayi cemas, karena counter jalan terus. Bayar RS itu yang seharinya bervariasi dari Rp 350.000,- s/d Rp 5 juta, membuat ibu dan bapak bayi pusing tujuh keliling. Kalau saya ambil rata2 sejuta saja sehari maka bayi premature yang lama di RS, misal 3-4 minggu (seringnya lebih dari itu) akan bayar 30 juta’an. Bahkan ada suami istri muda yang bilang ke saya bahwa mereka samapi jual mobil segala. Karena harus menebus bayinya yang tinggal lama di RS. Lha kalo bayinya selamat masih untung… Kalo bayinya kemudian meninggal juga ? Gimana dong ?
Dua kali sial dua kali rugi. Udah sih bayar RS mahal eh… bayi meniggal pula… Sedih, sakit… rugi …gak tahu deh apa nyebutnya. Jadi dimana seharusnya kelahiran anggota baru mustinya menambah kebahagiaan keluarga tapi malah membawa petaka. Sejak kami bikin program PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI GRATIS, banyak bapak dan ibu bayi premature yang mengeluhkan hal ini pada kami.
Manajemen Kesehatan macam apa ini, mbok ya digratisin aja ongkos bayi lahir premature itu. Lain daripada itu, seringkali RS menahan bayi untuk tidak boleh pulang. Karena banyak tinjauan masalah kesehatn bayi premature yg belum bisa terpenuhi, seringkali bukan karena hiptermi saja. Nah si ayah karena cemas akan bayar mahal sering MAKSA minta supaya bayinya pulang saja kerumah. Biarin deh dirumah toh resikonya sama saja dengan di RS. Tapi masalahnya mereka sudah tidak kuat bayar RS soalnya.
Karena itu dengan program kami ini, sengaja kami selalu jawab “Ya kami bisa meminjamkan incubator bayi untuk dirumah”, maksudnya adalah dengan begitu si bapak PD ngomong ke RS kalo dirumah juga ada incubator. Banyak yang kemudian di OK kan oleh dokter di RS karena memang di rumah bayi bisa mendapatkan perawatan di incubator sekaligus bisa disusui oleh ibunya. Dan dari pengamatan kami selama ini, ternyata bayi yg mendapat ASI dari ibunya, beratnya cepat sekali bertambah menjadi berat normal bayi. Rata-rata satu minggu berat sudah naik s/d 2 kg, sehingga dalam waktu pendek bayi premature bisa sehat kembali. Istilah saya dan para mhs tim incubator “ASI tuh nendang banget”.
Dibawah ini contoh permintaan peminjaman incubator gratis kami, karena bapak bayi maksa minta bayinya segera pulang dari RS.
-0-

produk terakhir inkubator Grashof
Produk buatan Indonesia asli, TKDN 100%, hemat energi 10x lipat lbh hemat, enteng. Hanya utk dipinjam-gratiskan. DTM-FTUI.-

selamat pagi pak
,sya sonjaya umur 25th.
tgl 12 septmber kemarin istri sya melahirkan di RSCM, tetapi prematur dan itupun dioperasi.
berat bayi sya hanya 1100gr, slama dirawat saya mnggunakan jampergsal dan itu berlaku slama 28hri dan berakhir pda tgl 10 okt besok, tapi sya tdak punya biaya untuk melanjutkan perawatan sbagai pasien umum, jadi sya mmtuskan untuk mmbawa pulang paksa bayi saya. bisakah saya meminjam inkubator untuk merawat bayi saya dirumah?
berikut adalah biodata kami:
1.ibu Fxxxx xxxxxx m, 20th, alamat: kp.cilenggang rt.11/04 kel.cilenggang-kec. serpong-kota tangerang selatan, pekrjaan ibu rumah tangga.
2.bpk.Sxxxxx, zhaxxxxx@yahoo.co.id, hp +628193222xxxx, serabutan (gudang).
3. vixxxx xxxxxx, lhir 12/09/2012 di RSCM, berat 1100gr.
kondisi bayi stabil, tdk diinfus, sudah minum ASI, hanya beratnya msih 1500gr jadi belum keluar inkubator.
mohon dibantu dan trimakasih banyak sebelumnya.
-0-
Yah demikianlah kondisi rakyat kebanyakan kita. Jaminan kesehatan masih belum bisa meng-cover banyak hal, termasuk didalamnya problem kelahiran bayi premature ini.
-0-

Program : PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI – GRATIS

SMS +628161992186 (Raldi).-

Email koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

Ada lagi contoh, bapak yg pusing krn bayar RS mahal, per 05Nov12.-

Iyaa pak.. Bayi saya prematur 6 bulan.. Beratnya hanya 900 Gram, Butuh alat2 seperti diatas untuk bertahan hidup.. Bapak mgkn ada rujukan RS yang terjangkau untuk biaya perawatan NICU per hari nya? Saya sudah coba ke RS fatmawati, budi kemuliaan, cipto, harkit dll tapi semuanya full, Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk di Rujuk dari RS. Sentra Medika Cibinong ke RS lainnya yg lebih terjangkau biaya perawatan NICU per hari nya.. Saya sudah tidak sanggup membayar biayanya 5jt/hari di RS.. 😦

Maksa Pulang Bayi Prematur

Maksa Pulang
Cerita ini berkali-kali saya dengar dari para ibu bayi dan bapak bayi dimana bayinya lahir premature. Bayi premature artinya bayi lahir sebelum waktunya. Biasanya sebelum 37 minggu banyak juga 34-35 minggu , bahkan kurang dari itu, karena sesuatu dan lain hal, bayi sudah lahir.
Sebagai akibatnya banyak bayi premtur menderita hipotermi (kedinginan). Wajar saja karena dalam perut ibu, suhunya 37 C sedangkan begitu ‘mbrojol’ suhu udara luar 30 C bahkan sering di Rumah Sakit semua ruangan pakai AC pendingin jadi suhu lebih rendah lagi s/d 25-26 C. Ya so pastilah si bayi kecil yang beratnya saja dibawah normal (lebih kecil dari 2 kg) kedinginan dan menggigil terus. Wong bayi normal aja sering kedinginan juga. Apalagi karena beratnya kurang maka…ini bahasa kami dibidang – Heat Transfer – massa kalornya amat sedikit, sehingga simpanan energy dalam tubuhnya tidak sanggup menahan perbedaan suhu antara suhu luar dan suhu tubuh.
Nah dengan begitu si bayi perlu dimasukkan kedalam incubator (penghangat bayi) yang membuat suhu menjadi lebih hangat dari suhu luar yaitu menjadi antara 32-35 Celsius. Dengan demikian bayi jadi tidak lagi kedinginan dan nyaman tidur tanpa menggigil.

Bayar RS Mahal

Namun bayi premature sekalipun sudah tidak ada kelainan, berat badannya lambat naik ke berat normal, salah satu sebabnya adalah bayi tidak mendapatkan ASI (air Susu Ibu) karena ibunya sudah pulang kerumah sedang bayi masih di RS. Sehingga ada kesulitan member asupan ASI bagi bayi yang masih di RS. Kalau mau rawat gabung bisa saja, tapi bayarnya jadi leih mahal lagi.  Lalu oleh pihak RS bayi dikasi susu botol, yang tentunya kurang match dengan si bayi. Dan tentunya berat badannya jadi lambat naiknya. Akibat inilah yang menjadikan si ibu bayi atau bapak bayi cemas, karena counter jalan terus. Bayar RS itu yang seharinya bervariasi dari Rp 350.000,- s/d Rp 5 juta, membuat ibu dan bapak bayi pusing tujuh keliling. Kalau saya ambil rata2 sejuta saja sehari maka bayi premature yang lama di RS, misal 3-4 minggu (seringnya lebih dari itu) akan bayar 30 juta’an. Bahkan ada suami istri muda yang bilang ke saya bahwa mereka samapi jual mobil segala. Karena harus menebus bayinya yang tinggal lama di RS. Lha kalo bayinya selamat masih untung… Kalo bayinya kemudian meninggal juga ? Gimana dong ?
Dua kali sial dua kali rugi. Udah sih bayar RS mahal eh… bayi meniggal pula… Sedih, sakit… rugi …gak tahu deh apa nyebutnya.

Program peminjaman inkubator rumahan (gratis)

Jadi dimana seharusnya kelahiran anggota baru mustinya menambah kebahagiaan keluarga tapi malah membawa petaka. Sejak kami bikin program PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI GRATIS, banyak bapak dan ibu bayi premature yang mengeluhkan hal ini pada kami.
Manajemen Kesehatan macam apa ini, mbok ya digratisin aja ongkos bayi lahir premature itu. Lain daripada itu,  seringkali RS menahan bayi untuk tidak boleh pulang. Karena banyak tinjauan masalah kesehatn bayi premature yg belum bisa terpenuhi, seringkali bukan karena hiptermi saja. Nah si ayah karena cemas akan bayar mahal sering MAKSA minta supaya bayinya pulang saja kerumah. Biarin deh dirumah toh resikonya sama saja dengan di RS. Tapi masalahnya mereka sudah tidak kuat bayar RS.
Karena itu dengan program kami ini, sengaja kami selalu jawab

“Ya kami bisa meminjamkan incubator bayi untuk dirumah”,

maksudnya adalah dengan begitu si bapak PD ngomong ke RS kalo dirumah juga ada incubator. Banyak yang kemudian di OK kan oleh dokter di RS karena memang di rumah bayi bisa mendapatkan perawatan di incubator sekaligus bisa disusui oleh ibunya. Dan dari pengamatan kami selama ini, ternyata bayi yg mendapat ASI dari ibunya, beratnya cepat sekali bertambah menjadi berat normal bayi. Rata-rata satu minggu berat sudah naik s/d 2 kg, sehingga dalam waktu pendek bayi premature bisa sehat kembali. Istilah saya dan para mhs tim incubator

“ASI tuh nendang banget”.
Dibawah ini contoh permintaan peminjaman incubator gratis kami, karena bapak bayi maksa minta bayinya segera pulang dari RS.
-0-

produk terakhir inkubator Grashof
Produk buatan Indonesia asli, TKDN 100%, hemat energi 10x lipat lbh hemat, enteng. Hanya utk dipinjam-gratiskan. DTM-FTUI.-

selamat pagi pak
,sya sonjaya umur 25th.
tgl 12 septmber kemarin istri sya melahirkan di RSCM, tetapi prematur dan itupun dioperasi.
berat bayi sya hanya 1100gr, slama dirawat saya mnggunakan jampergsal dan itu berlaku slama 28hri dan berakhir pda tgl 10 okt besok, tapi sya tdak punya biaya untuk melanjutkan perawatan sbagai pasien umum, jadi sya mmtuskan untuk mmbawa pulang paksa bayi saya. bisakah saya meminjam inkubator untuk merawat bayi saya dirumah?
berikut adalah biodata kami:
1.ibu Fxxxx xxxxxx m, 20th, alamat: kp.cilenggang rt.11/04 kel.cilenggang-kec. serpong-kota tangerang selatan, pekrjaan ibu rumah tangga.
2.bpk.Sxxxxx, zhaxxxxx@yahoo.co.id, hp +628193222xxxx, serabutan (gudang).
3. vixxxx xxxxxx, lhir 12/09/2012 di RSCM, berat 1100gr.
kondisi bayi stabil, tdk diinfus, sudah minum ASI, hanya beratnya msih 1500gr jadi belum keluar inkubator.
mohon dibantu dan trimakasih banyak sebelumnya.
-0-
Yah demikianlah kondisi rakyat kebanyakan kita. Jaminan kesehatan masih belum bisa meng-cover banyak hal, termasuk didalamnya problem kelahiran bayi premature ini.
-0-

Program : PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI – GRATIS

SMS Tim Inkubator UI – +62 856 5931 2070

(SMS Center gateway)

Email koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

Ada lagi contoh, bapak yg pusing krn bayar RS mahal, per 05Nov12.-

Iyaa pak.. Bayi saya prematur 6 bulan.. Beratnya hanya 900 Gram, Butuh alat2 seperti diatas untuk bertahan hidup.. Bapak mgkn ada rujukan RS yang terjangkau untuk biaya perawatan NICU per hari nya? Saya sudah coba ke RS fatmawati, budi kemuliaan, cipto, harkit dll tapi semuanya full, Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk di Rujuk dari RS. Sentra Medika Cibinong ke RS lainnya yg lebih terjangkau biaya perawatan NICU per hari nya.. Saya sudah tidak sanggup membayar biayanya 5jt/hari di RS.. 😦

Adakah yang bisa menolong ?

Efektif sejak Jan 2012 kegiatan social kami di DTM-FTUI yang berawal dari program IMHERE membantu puskesmas dengan produk DTM dalam hal ini incubator bayi, berlanjut dengan – Peminjaman gratis incubator bayi – Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu bayi premature yang harus dimasukkan incubator dengandemikian bayi bisa dirawat di rumah oleh ibunya.
Berbagai persoalan muncul, kebanyakan adalah karena kesulitan biaya RS, salah satunya bisa dilihat dari hubungan SMS, seperti yg bisa dibaca dari konversasi dibawah ini dari tgl 20 Juli 2012 s/d 21 Juli 2012.
Bila ada diantar pembaca yang bisa membantu orang tua bayi premature dibawah ini baik material maupun immaterial (fasilitas, koneksi dll), harap langsung kontak saja ybs, karena no HP ada tertera dibawah ini.
Menolong kaum duafa di bulan yang suci ini amatlah dianjurkan. (Raldi 23Jul12 ; 05.50).
–00—

XX: Mlam pak..bayi sya prematur,dan kami sudah belasan jt habis buat biaya,kami tdk snggup lgi msti berlama2 di rs ,krna biaya yg sngat mencekik kami.kalu bisa sya meminjam incubator untk anak sya pak cheryl namanya..trimks
Bisa pokoknya insya Allah kami usahakan… Nanti pagi sy sms lg…Raldi.
XX: Iya pak..byar brpa pak?Rs ank sya di mitra kemayoran smpai saat ini jg kami msh mncari buat kluarin ank sya,krna terlalu byk untuk ini itu..sya mau serahkan smua ini pda Tuhan dngan alat incubator ini,smua bisa beres.trimks bnyk pak raldi..sya dngan berry.
Gak bayar koq…gratis.-
XX: Trimks pak raldi..
Insya Allah bisa , tlg kirim info dg email (kalau ada, kalo gak sms jg boleh). 1) nama bayi 2)tgl lahir 3) berat lahir 4) nama ibu, HP, email 5)nama ayah, HP, email 7) alamat lengkap 8) R Sakit mana 9) Kapan bisa pulang.- Email saya koestoer@eng.ui.ac.id

XX: Sya tdk ada email ,FB sya ada. 1)chery tesalonika zefanya 2)12 juli 2012 3)880Gram 4)aina 5)tiberias 08176558887 6)baladewa kiri rt 05 rw 011 no 5,jak pus 8)RS mitra kemayoran 9)blum bsa plng ktnya pak..

Bila inkub ada di rmh apakah bayi boleh pulang. Bila memang demikian inkub sgr kami antar…
XX: Sya bingung pak ,msti bgaimana ngomong dngan RS ini.sya sih mau nekat aj dngan keadaan ini..tpi RS itu byk persyratan untk lepas dri oxygen2 itu,bpak ad kesimpulan dngan bayi berat 880g ?.trimks..
Ini sy konsul ke bidan, smg bs jd pertimbangan >> Maaf Prof br bls… Klo pendapat saya bayi dg berat 900 cukup berat tuk perawatan dirmh… Karna paru2 blm matang dia butuh 02,nutrisi nya dr infus dan ngt(selang makanan)…memang y utama inkubator supaya tdk terjadi hipotermi.,tp perlu perawatan khusus…o ya,bayi prematur jg rawan terjadi infeksi…trimakasih
XX: Prof kira2 ada dokter yg lebih murah tdk buat anak kami..krna kami sudah gk snggup dsni,trlalu besar biaya nya ditmbah dngan obat2an.
XX: Tq prof untk info ke bidan nya..
Emang brp sih biayanya sehari ?
XX: 10hri sja sdh hbis 20jt prof..
XX: Obat2an aja sehari kami mesti tebus 500rb..smpai tertingginya 1,7jt prof tq
Waduh mahalnya… Apa bisa cari RS yg lb murah…?
XX: Itulah prof..sya aja udh kelimpungan.cr2 info tpi kmi jg krng pngetahuan ttg RS prof..klo gk tebus obat mah msh bsa prof,mslhnya shari itu bsa smpe 700rban buat obat sja
Bisa minta obat generic gak ?
———

Pinjam Pakai GRATIS Inkubator Bayi

Ini SMS 3 minggu y.l. tgl 17 Jan 2012 dari sahabat lama Ir EP.

(+) Prof sy sdh baca inkubator di blog anda, mau tanya inkubator itu dimana bs didapat dan estimate brp ya harganya? Cucuku mgg lalu lahir dini shg perlu di masukan ke inkubator. Wass (Edwiro n Yuli)

Mas ed.. Cucunya skrg tinggal dimana ? alamat persisnya dmn ?

(+) Skrg tinggal di rumah saya di jl. Batu kramat II/22 Rt 17 Rw 05 kel. Batuampar Kramat jati, Jak Tim.

Ini yg masuknya dari condet ya…

Masuknya dari condet ya ? Jam 10-11 an nanti insya Allah saya antar…

(+) Ya, tapi lebih lancar lewat jalan raya bogor msk ke kompl bulak rante (dpn smp 49) trs arah inerbang/condet. Di google map lbh jelas.

Ok nanti sy coba GPS dulu…

Sdh brkt staf saya GATOT 08161848410, mengantar inkubator mhn dibantu nuruninnya, boleh dipakai s/d bayi insya Allah SEMBUH dan SEHAT. Bila sudah selesai nanti tolong beritahu kami utk diambil kembali agar bisa digunakan utk menolong bayi prematur yang lain. Teriring doa smg bayi sgr sehat. Salam.-

(+) Matur nuwun Prof.

SMS an lagi tgl 18 Jan 2012

Mas Ed, apakah bayi sdh dimasukkan inkubator ? Gmn perkembangannya ?

(+) Ass Prof. Alatnya sdh dpt berfungsi bagus. Mudah2an bs cpt tumbuh berkembangnya si bayi. Waktu lahir 7 jan yl beratnya 1.8 kg td pg ditimbang sdh 2.2 kg. Mudah2an kalo sdh 3.5 kg tdk lagi di inkubator. Kira2 sebulan lagi. Terima kasih sekali lagi lho Prof. Salam buat kel. Wass

Ok pokoknya sampai sehat bayinya…

Dan ini SMS tgl 07 Feb 2012 (hari ini).

(+) Prof, alhamdulilah berkat inkubatornya cucu sy semakin sehat. Beratnya sdh 3 kg dr semula 1.8 kg. Mulai kemaren sdh tidak di inkubatos lagi. Mgkn ada yg membutuhkan lagi, maka inkubator akan kami kembalikan, kemana sy antar kan ? Sebelumnya sy sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan nya shg cucuku sehat dan tumbuh normal, semoga Allah swt membalas budi baik Prof Raldiartono. Amin.

Ok Alhamdulillah, sy coba ambil mgkn hari ini atau besok. Nanti sy kabarin lagi…

Mas Ed, staf sy Ir Gatot Warsono brkt skrg dari depok ambil inkubatornya… tlg dibantu ngangkat nanti. Salam.-

(+) Sudah diangkat oleh pak. Gatot. Sekali lagi terima kasih Prof.

—000—

Sudah lama terpikir oleh saya untuk membuat sebuah usaha sewa pakai incubator bayi. Mengapa begitu ? Ya tentunya banyak bayi premature yang tidak bisa tinggal lama2 di Rumah Sakit tapi masih membutuhkan lingkungan yang hangat sehingga harus masuk incubator. Biasanya karena berat bayi lahir rendah sehingga bayi menggigil kedinginan tak kuat menghadapi lingkungan barunya yang membutuhkan energy yang cukup. Kemudian bila bayi sudah selesai pakai insya Allah sudah sehat, kan inkubatornya bisa dimanfaatkan oleh bayi lain yg memerlukannya.

Dengan waktu berlalu sekian lama merubah pola pandang saya… Atau juga setelah umur semakin lanjut. Mengapa tidak saya gratisin saja semuanya jadi buat saya seperti sedekah dalam bentuk yang berbeda. Karena pasti masih banyak bayi premature yang memerlukan uluran tangan kita. Dari sebelumnya saya niat mencari untung, sekarang niat itu berubah untuk mencari untung juga… tapi untung di akhirat dengan menggunakan produk kami sendiri.

Mulainya bulan nopember th lalu. Satu unit inkubator saya sumbangkan untuk sebuah puskesmas di Bojong, yg dikelola oleh ibu bidan Idrawani. Lihat artikel waktu tertolongnya bayi pertama di incubator tsb. Klik di:

https://koestoer.wordpress.com/2011/12/20/inkubator-selamatkan-bayi-lagi/

Walhasil…dengan ini saya umumkan kepada bapak ibu, saudara/i, mahasiswa/i, alumni,  kalau ada anaknya atau cucunya atau adiknya, yang memerlukan incubator untuk bayi kontak saya saja cukup dengan SMS seperti contoh diatas.

HP +6281619921xx – Email koestoer@eng.ui.ac.id

(Edited: Maaf sekarang ke SMS Center +62 856 5931 2070…hanya SMS, email tetap spt diatas)

Fanpage Facebook : Y BAYI PREMATUR

PINJAM PAKAI INKUBATOR BAYI GRATIS…

Sampai dengan bayinya sehat incubator boleh dipakai. Daripada mahal2 beli ginian kan mending telpon saya saja. Kalau Anda tinggal di JABODETABEK, insya Allah akan diantar. Kalau tinggalnya jauh dari TB Simatupang tolong saja usahakan kendaraannya (Kijang aja cukup koq) untuk mengangkut incubator ini. Ukurannya lumayan kira2 (txpxl) = 1,20mx1mx0,7m (Edited: Sekarang 40x50x60 cm3,  portable, enteng 13 kg).-

Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa manusia, maka seperti dia menyelamatkan manusia semuanya. Siapa yang tahu kata-kata itu adanya dimana ? Plis terka,kalau benar jawabannya nanti saya kasi hadiah… tulis saja di komen artikel ini. Tapi tentu yang berhak dapat hadiah adalah yang menjawab pertamax. OK ? Ditunggu…

Edit 2013: Selanjutnya baca ,,, https://koestoer.wordpress.com/2011/12/20/inkubator-selamatkan-bayi-lagi/

Inkubator Selamatkan Bayi Lagi

Bogor, 20 Desember 2011
Ass. War. Wab.

Kepada Yth.
Prof. Dr. Raldi A. Koestoer
di
Tempat
Bersama ini saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Prof. Raldi berupa Inkubator pada hari Jum’at, 9 Desember 2011 beberapa waktu yang lalu. Inkubator tersebut sangat bermanfaat bagi kelengkapan klinik Bidan Praktek Swasta (BPS) yang masih sangat terbatas peralatannya seperti tempat paktek kebidanan yang kami miliki selama ini. Apalagi kondisi lingkungan desa masih cukup tertinggal dalam hal pelayanan kesehatan, ditambah lagi masih banyaknya keluarga miskin dan masyarakatnya boleh dikatakan umumnya tertinggal dalam hal pengetahuan. Oleh karena itu bantuan Inkubator dari Prof Raldi sangat bermanfaat dan semoga semakin dapat membantu warga di lingkungan Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor maupun bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu perlu saya sampaikan bahwa, pada tanggal 17 Desember 2011 yang lalu, kami didatangi seseorang yang minta tolong karena istrinya sedang melahirkan di rumahnya tepatnya di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, satu wilayah Kecamatan (lain desa) dengan tempat saya membuka praktik. Setelah saya sampai di rumahnya, saya sangat prihatin karena ternyata kondisi sosial ekonomi pasangan suami istri tersebut sangat tertinggal, apalagi ternyata anak yang dilahirkan tersebut adalah kelahiran yang ke 10 dan yang dilahirkan terakhir ini adalah kembar 2 (dua) tanpa ada pertolongan sebelumnya, jadi ketika saya datang beserta bidan (asisten) saya untuk menolong bayi kembar tersebut, bayi sudah dilahirkan kira-kira satu jam sebelumnya (sekitar jam 09.30 sedangkan kami sampai ke rumahnya jam 10.30 wib) dan sedihnya lagi kondisi ke 2 (dua) bayi beserta ibunya yang melahirkan hanya terhampar di atas tikar di dalam rumahnya yang sangat sempit dan masih berlantai tanah serta ternyata keadaan bayi yang satu telah meninggal (saya menduga karena terlambat dilakukan pertolongan). Dengan kondisi darurat dan peralatan kebidanan seadanya yang kami bawa, kemudian kami lakukan pertolongan kepada ibu dan bayi kecil (berat badan lahir rendah/BBLR) yang masih hidup.
Kepada pasangan suami istri (Toing-Khaeroni) yang melahirkan tersebut saya sarankan agar bayinya dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif, berulang-ulang kami yakinkan agar membawa bayinya ke Rumah Sakit, namun karena masalah biaya, mereka tidak mau membawa ke rumah sakit, akhirnya kami sarankan agar dibawa ke klinik (tempat kami praktik) dengan penjelasan bahwa “ini hanya sementara dan tidak usah memikirkan biaya” sehingga pasangan suami istri tersebut menyetujuinya meskipun dengan rasa cemas karena kahawatir akan biaya. Setelah sampai klinik bayi tersebut kemudian kami lakukan perawatan sesuai standar. Berat bayi yang baru lahir tersebut ternyata hanya 1700 gram sehingga sangat tepat untuk dilakukan perawatan dalam inkubator, dan bayi ini adalah merupakan bayi pertama yang menggunakan inkubator bantuan Prof. Raldi di tempat kami praktik. Alhamdulillah setelah dilakukan perawatan selama 3 (tiga) hari ditunjang dengan ibu bayi yang bersedia dirawat di klinik semakin memudahkan melakukan perawatan dan pemantauan kepada ibu dan bayinya, selain itu asupan air susu ibu (ASI) bagi bayi tersebut dapat selalu terjaga, kondisi inilah sehingga mempercepat menunjukkan kemajuan terhadap perkembangan bayi dan sampai saat kami menulis ini baik ibu maupun bayi telah pulang dirumahnya dengan kondisi sehat, namun sebelumnya untuk meyakinkan kesehatan si bayi tersebut, terlebih dahulu kami melakukan pemeriksaan bayi kepada dokter spesialis anak (dr. Markus, SPA) yang membuka praktik di kawasan kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Perlu pula saya sampaikan bahwa selain si bayi mendapat pertolongan dengan bantuan inkubator hingga menunjukkan kemajuan perkembangannya, pasangan suami istri orang tua bayi tersebut semakin terharu karena ternyata mereka mendapat bantuan biaya dari Prof. Raldi sebesar 2.750.000,- hingga mereka tidak mampu berkata-kata saking terharunya (foto penyerahan bantuan dapat dilihat), dan mereka mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan oleh Prof Raldi yang dititipkan melalui saya sangatlah bermanfaat.
Demikianlah sekilas informasi yang dapat saya sampaikan, dan atas bantuannya selama ini kami beserta keluarga mengucapkan terima kasih banyak Prof. Raldi dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, semoga ke depan semakin bermanfaat bagi kita semua (maaf kami juga lampirkan beberapa foto bayi dalam inkubator maupun foto rumah pasangan suami istri orang tua bayi tersebut).
Bd. Idrawani, AM Keb

ARAH MENUJU RUMAH PASANGAN SUAMI ISTRI (TOING-KHAERONI) YANG MENDAPAT BANTUAN

RUMAH SUAMI ISTRI (PAK TOING-KHAERONI)

RUANGAN DALAM RUMAH TEMPAT BU KHAERONI MELAHIRKAN

BAYI YANG DITOLONG SEBELUM DITEMPATKAN DI INKUBATOR

BAYI DI DALAM INKUBATOR

BAYI DALAM INKUBATOR

SAYA (IDRAWANI BERSAMA BAYI YANG DITOLONG DAN DIRAWAT DALAM INKUBATOR)

MENYERAHKAN BANTUAN UANG TITIPAN PROF DR RALDI A KOESTOER DI RUMAH PASANGAN SUAMI-ISTRI (TOING-KHAERONI)

BAYI SETELAH SAMPAI RUMAH NENEKNYA (ORANG TUA DARI PASANGAN TOING-KHAERONI)

From Raldi: Pastilah Allah SWT yg menyelamatkan jiwa sang bayi…Subhanallah.-

—————————————-

Beberapa Komentar yg masuk.

-0-

Hamdy M’99
hamdim99@yahoo.com
180.246.225.136

Assalamu’alaikum,

Sangat mengharukan dan menggugah yang lain untuk beramal yang baik juga…….Mudah2an amalnya diterima oleh Allah (karena buah dari keikhlasan)…mudah2an kita yang belum berbuat tergugah untuk berbuat……..

Nggak terbayang pahala (jika diterima amalnya oleh Allah…), coba bandingkan ini yang diselamatkan 1 nyawa manusia……..bagaimana dengan seorang pelacur yang menyelamatkan seekor anjing yang kehausan dengan memberi air dengan mengambilkan air dari sumur dengan sepatunya, diberi ganjara oleh Allah dengan Surga…apalagi manusia yang diselamatkan……Subhanallah….begiitu mulia dan indah sekali amalan ini…….

Fashtabikul khairat ya kullu akhiikum.

Wassalamu’alaikum

-0-

M. Fauzan (M2000)

ilmu yang bermanfaat akan tak ternilai harganya jika banyak orang yang merasakan apa yang telah kita perbuat.

tak terasa jerih payah semua teman-teman 6 tahun yang lalu sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. sebuah ide yang pada awalnya hanya untuk mengisi waktu luang ketika kuliah, kini bermanfaat besar bagi masyarakat.
ayo teman-teman banyak hal yang bisa kita perbuat untuk kemajuan bangsa.
mari melihat lebih dalam apa yang bisa kita perbuat untuk masyarakat indonesia tercinta.
M.Fauzan ---Mesin 2000

-0-
Sri Bramantoro Abdinagoro (SMS 22Des11)
Luar biasa dan terharu membaca posting blog inkubator. Alhamdulillah, semoga Allah memberi kesempatan kita berbuat lebih banyak lagi
-0-

ibnu roihan
ibnu.roihan@yahoo.com
Submitted on 2011/12/21 at 11:16 pm
senangnya bisa membantu orang lain..
apalagi dengan membantu keselamatan calon penerus dan pemimpin bangsa,.
salut untuk bapak prof. raldi.
semoga anak didiknya bisa mencontoh perjuangan bapak.
aamiin.
-0-

marjo
marjojh85@gmail.com
Submitted on 2011/12/21 at 10:50 pm
alhamdulillah… prof Ral emang JUARA. semoga lekas go international produknya
-0-

Admin
salafymks@yahoo.co.id
bi idznillaah.
-0-
Dear Bapaks,

Alhamdulillah, ketekunan Pak Ral dalam mengembangkan inkubator telah memberikan manfaat dan mampu menterjemahkan makna pengabdian masyarakat yang sesungguhnya.

Mengikuti jejak Pak Raldi, melailui kesempatan ini, saya mengajak Bapaks Dosen DTM untuk mulai memikirkan pengembangan produk jadi, yang dalam 2 s.d. 5 tahun ke depan bisa dikembangkan, dibuat, untuk kemudian diabdikan bagi masyarakat dan kemanusiaan.

Untuk memulainya, pada semester Genap yang akan datang, melalui m.k. Tugas Merancang, Bapaks dapat mengembangkan konsep produk tersebut bersama dengan 3 s.d. 4 mahasiswa bimbingan. Boleh jadi ide pengembangan produk tersebut bisa menjadi benchmark bagi para mahasiswa yang memberikan usulan baru. Jika Bapaks sudah memulai pengembangan produk, melalui m.k. Tugas Merancang, bisa lebih dimantapkan lagi.

Sudah masuk waktu Subuh ….

Wassalam, yulianto.
-0-
Wasabi’s blog
subhanalloh…the real professor…
-0-
Juarsa
semoga Prof. Ral selalu diberikan kesehatan dan barokah, amin.
-0-
teknologiberkelanjutan
Submitted on 2011/12/20 at 8:46 pm
Izin dishare Pak Ral..
Submitted on 2011/12/20 at 8:43 pm
Subhanallah.. Pak Ral, semoga menjadi inspirasi untuk membangkitkan semangat mengabdi untuk kami..
-0-
sayrif DTM-UI
Submitted on 2011/12/20 at 4:01 pm
Subhanallah, berkat pertolonganmu Ya Allah, mudah2an menjadi anak yang Sholeh dan berbakti pada kedua orang tua, semoga Allah memberikan pahala yang lebih atas kebaikan antara sasama hamba allah
-0-
Sandi Sufiandi
facebook.com/sandi.sufiandi
Submitted on 2011/12/20 at 11:19 am
Subhanallah Prof. Raldi…
-0-
Sender arfiandi and-1
waw,, selama bayi ituh bertumub menjadi bayi dewasa sampai meninggal usia tua, tak terputus pahalanya ,
jadi ngiri..
buat apa yah saya kira2.
otak kanan kiri on process,, otak tengahnya konslet nihh,,
-0-
Dari: Heri Hidayat
terharu..
super sekali….
-0-

Inkubator Bayi Buatan FTUI

Inkubator bagi Bayi Prematur, Amankah?

TAK SATU pun orangtua yang menginginkan bayinya lahir prematur -lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Namun bila harus demikian, apa boleh buat! Tentu harus menerima kenyataan dengan berbesar hati.
Bayi prematur memang cenderung lebih mudah terserang infeksi dibandingkan bayi cukup bulan karena fungsi organ belum sempurna. Sering kali bayi prematur tetap harus tinggal di rumah sakit walaupun si ibu sudah diperbolehkan pulang. Selama dirawat, bayi mungil tersebut diletakkan ke dalam kotak kaca bernama inkubator. Selama ia berbaring di sana, dokter, suster maupun orangtua harus ekstra sabar dan cermat menangani perkembangan kesehatannya.
Inkubator AmanInformasi mengenai efek samping inkubator yang dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan bayi sempat mencuat pemberitaannya beberapa waktu lalu. Tak ayal hal ini membuat resah beberapa orangtua yang bayinya sedang dirawat di inkubator.

Padahal, inkubator bagi bayi prematur aman sepanjang dilakukan sesuai dengan standar prosedur penggunaan. Perlu diketahui, setiap bayi prematur yang lahir memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang termasuk dalam kondisi “aman” atau menderita penyakit ringan, ada pula bayi prematur yang menderita penyakit berat. Semua ini tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing bayi prematur.Kondisi seperti ini lah yang membuat bayi-bayi tersebut “berjuang” demi mendapatkan perkembangan yang lebih baik. Nah, inkubator berfungsi untuk menjaga agar bayi tetap mendapatkan suhu yang stabil. Kondisi suhu yang sesuai membuat bayi merasa nyaman dan aman.

Tergantung Kondisi Bayi

Lamanya bayi berada di dalam inkubator tergantung kepada kondisi masing-masing bayi. Suhu yang digunakan pun disesuaikan dengan kebutuhan akan kondisi bayi.
Inkubator hasil riset di lab Perpindahan Kalor FTUI
Setiap bayi baru lahir dilihat dahulu kondisinya lalu dicocokkan dengan tabel yang sudah disediakan, di sana sudah tertera mengenai suhu yang akan dipasang. Ini berlaku pada semua inkubator.

Sepanjang dilakukan sesuai dengan standar prosedur penggunaan maka tata laksana inkubator akan berjalan baik. Sayangnya, kebanyakan inkubator yang digunakan di Indonesia teknologinya masih kurang bila dibandingkan dengan inkubator buatan luar negeri seperti Eropa. Harga yang terlalu mahal menjadi alasan utama mengapa kebanyakan rumah sakit menggunakan produksi dalam negeri dan China. Walau begitu, inkubator tersebut tetap bisa digunakan secara optimal.

Di Indonesia tidak banyak produsen inkubator branded. Salah satu diantaranya adalah inkubator yang dikembangkan dari riset di Lab Perpindahan Kalor FTUI, dimana sekarang produknya telah banyak bisa ditemukan di Rumah Sakit di Indonesia. Salah satu tipe yang harganya terjangkau tapi tetap memenuhi syarat kesehatan dan SNI dapat dilihat pada video dan foto dibawah ini.
Bila ada diantara anda yang tertarik terhadap produk ini, silakan kontak
AMEDIC  DJAJA  BERSAMA
Ramadita Budhi (M97)
Email ramaditabudhi@yahoo.com, HP ‍+628161924335

(Mom& Kiddie//tty, teks diambil dari lifestyle-okezone)


Inkubator FTUI Selamatkan Bayi

Inkubator FTUI yang disumbangkan ke sebuah Rumah Bersalin di Depok II dalam rangka program CSR Departemen Teknik Mesin FTUI, saat dikunjungi oleh tim monitor dari BPK dan DTM, sedang digunakan untuk menolong

bayi prematur dengan berat hanya 0,8 kg.

Alhamdulillah program CSR DTM FTUI telah TEPAT SASARAN. Semoga makin banyak bayi yang bisa tertolong oleh inkubator hasil penelitian FTUI.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya bahwa DTM-FTUI telah menerima program Hibah dari Dikti yaitu program

IMHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency).

Kemudian dari beberapa subprogram sebagai implementasinya, ada yang berupa CSR bagi DTM-FTUI dan disebut sebagai ATI (Appropriate Technology Implementation), yang pelaksanaannya dimulai pada 30 April 2010 (tanda tangan kontrak).

Subprogram ini telah selesai dan tibalah saatnya untuk di monitor oleh tim baik dari DTM maupun oleh personil BPK. Dari salah satu kunjungan monitoring itulah terlihat kemanfaatan yang diperoleh dari program CSR ini yaitu inkubator bayi sebagai hasil penelitian dan pengembangan di Laboratorium Perpindahan Kalor Departemen Teknik Mesin FTUI, menunjukkan kemanfaatannya langsung di salah satu Rumah Bersalin di Depok. Management RB ini merasa sangat berterimakasih sekali atas bantuan yang telah diberikan oleh DTM FTUI. Sehingga nyatalah bahwa – Appropriate Technology Implementation ini – betul-betul telah mencapai sasarannya alias TEPAT SASARAN.

ILMU tanpa AMAL, bagaikan sayur tanpa garam.-