Soempah Pemoeda


Saya dapat kiriman email dari mas tris Budiono tentang Soempah Pemoeda, yang saya kira maknanya masih relevan sampai sekarang. Daripada teks ini hilang, paling tidak nama-nama yang tertera menjadi saksi bahwa bangsa kita dari jiwa dan semangatnya telah ada jauh sebelum tahun 1945.-

***

Rekan2 mungkin bermanfaat,
Ini ada catatan lama mengenai nama2 pendekar Soempah Pemoeda, sekedar mengingatkan
kita siapa2 yang menjadi tokoh saat itu dan bagaimana pikiran2 pemimpin kita dimasa
itu..
Ada yang berkomentar? Apakah masih relevan pada masa sekarang?

TIDAK ADA PRIBUMI DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 
Bagian: 3/3  (habis)
 
Teks asli :
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
–   KAMI POETRA DAN  POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH 
AIR INDONESIA
Kedua :
–   KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
–   KAMI POETRA & POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA  INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres  Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua                :   Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua       :    R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris          :    Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara         :   Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I        :     Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II       :     R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III      :     Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV      :      Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V       :      Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta              :        1.  Abdul Muthalib Sangadji
37.    Purnama Wulan
2.  Abdul Rachman
38.    Raden Soeharto
3.  Abu Hanifah
39.    Raden Soekamso
4.  Adnan Kapau Gani
40.     Ramelan
5.  Amir (Dienaren van Indie)
41.    Saerun (Keng Po)
6.  Anta Permana
42.    Sahardjo
7.   Anwari
43.   Sarbini
8.   Arnold  Manonutu
44.    Sarmidi Mangunsarkoro
9.  Assaat
45.   Sartono
10.  Bahder Djohan
46.   S.M. Kartosoewirjo
11.  Dali
47. Setiawan
12.  Darsa
48. Sigit (Indonesische Studieclub)
13.  Dien Pantouw
49. Siti Sundari
14.  Djuanda
50. Sjahpuddin Latif
15.  Dr.Pijper
51. Sjahrial
(Adviseur voor  inlandsch Zaken)
16.  Emma Puradiredja
52. Soejono Djoenoed Poeponegoro
17.  Halim
53. R.M. Djoko Marsaid
18.  Hamami
54. Soekamto
19.  Jo Tumbuhan
55. Soekmono
20.  Joesoepadi
56. Soekowati (Volksraad)
21.  Jos Masdani
57. Soemanang
22.  Kadir
58. Soemarto
23.  Karto Menggolo
59. Soenario (PAPI & INPO)
24.  Kasman Singodimedjo
60. Soerjadi
25.  Koentjoro Poerbopranoto
61. Soewadji Prawirohardjo
26.  Martakusuma
62. Soewirjo
27.  Masmoen Rasid
63. Soeworo
28.  Mohammad Ali Hanafiah
64. Suhara
29.  Mohammad Nazif
65. Sujono (Volksraad)
30.  Mohammad Roem
66. Sulaeman
31.  Mohammad Tabrani
67. Suwarni
32.  Mohammad Tamzil
68. Tjahija
33.  Muhidin (Pasundan)
69. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
34.  Mukarno
70. Wilopo
35.  Muwardi
71. Wage Rudolf Soepratman
36.  Nona Tumbel
 
 
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu”Indonesia Raya”
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
Catatan Penulis:
1.      Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda,  pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong.
2.      Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang yaitu :
a.       Kwee Thiam Hong
b.      Oey Kay Siang
c.       John Lauw Tjoan Hok
d.      Tjio Djien kwie
 
 
AMANAT PEMIMPIN BESAR REVOLUSI
1.      Dalam amanat saja, Lahirnja Pantjasila, saja telah mengemukakan
fikiran-fikiran jang mendasari proses “NATION BUILDING”, jaitu adanja
keinginan bersama untuk membangunkan djiwa Bangsa jang bersatu, persatuan
karakter karena persamaan nasib dan patriotisme.
2.      Proses “NATION BUILDING” itu terus-menerus memerlukan aktivitas jang
dinamis, pemukuan mental dan djiwa jang ingin bersatu, persamaan watak atas
dasar persamaan nasib, patriotisme, rasa setia kawan dan rasa loyal terhadap
Tanah Air Indonesia. Siapa jang tidak berdiri diatas landasan  “NATION
BUILDING” tadi, sesungguhnya dihinggapi oleh penjakit “retak dalam djiwa” ,
karena mungkin djiwanja dikuasai oleh loyalitas-kembar atau loyalitas-ganda.
3.      Saja membenarkan usaha-usaha djiwa muda dalam pembinaan kesatuan
Bangsa ini, dengan menghilangkan sikap-sikap dan sifat sifat menjendiri
(ekslusivisme) , dengan djalan penjatuan, pembauran (asimilasi) dalam tubuh
Bangsa Indonesia.
4.      Saja gandrung akan kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia, saja
tidak mau mengenal pembatasan “asli” dan “tidak asli”, persukuan, serta
pementjilan- pementjilan jang serupa berupa apapun dalam kesatuan tubuh
Bangsa Indonesia.
Bogor, 15 Djuli 1963
PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BANGSA INDONESIA

Iklan

7 responses

  1. Hey, from Toronto, Canada

    Just a quick hello from as I’m new to the board. I’ve seen some interesting posts so far.

    To be honest I’m new to forums and computers in general 🙂

    Mike
    —————-
    Kali2 ada yg mau kenalan sama org Toronto…

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s