Visi Misi Negara Kesatuan

Banyaknya korupsi dengan berbagai bentuknya membuat pemerintah baik pusat maupun daerah kebingungan tidak tahu harus mulai darimana memperbaiki keadaan ini. KPK sudah mulai menunjukkan gigi dengan OTT beberapa koruptor baik tingkat pusat maupun daerah. Tapi karena begitu banyak bentuk korupsi kelihatan maupun tidak, tentu saja tidak semua bisa terlacak bahkan tentu saja berlaku hukum 90/10 yang terlacak hanya 10% dari yg tidak ketahuan. Sedangkan 90% lagi masih berjalan bahkan meningkat kualitas dan kuantitasnya.
Negara kita punya UUD-45 dan Pancasila, namun 2 tools itu masih hanya sampai dimulut saja belum dalam bentuk aksi yang masif. Untuk bisa sampai ketingkat pelaksanaan atau eksekusi dari UUD-45 dan Pancasila itu, mari kita berpikir secara komprehensif, yaitu metodologi implementasinya harus bagaimana.
Nah ini pola pikir saya dalam bentuk langkah demi langkah.
Visi Misi diatas saya terjemahkan menjadi arah negara kita 15 tahun kedepan. Bahkan duakata itu saya jadikan satu saja yaitu jadi VISIMISI. Begini pola pikirnya.
Pertama, arah 15 tahun itu kita jadikan satu kata saja yaitu Kesejahteraan Rakyat. Bila kita terjemahkan menjadi nilai kuantitatif maka income per keluarga menjadi 500 USD untuk keluarga yang termiskin. Bila ada keluarga yang tidak punya penghasilan maka dia dapat tunjangan sejumlah 500 itu untuk menghidupi keluarganya. Kita gunakan ukuran dolar saja biar tidak terlalu tergerus oleh inflasi. Dengan demikian jelas bahwa urusan bangsa ini kita fokuskan dulu ke masalah internal intinya. Jadi pendekatannya adalah dari dalam keluar. Yang dimaksud keluar itu adalah urusan luar negeri atau juga kerjasama external.
Kedua atau masalah selanjutnya yg perlu kita tangani adalah masalah HUKUM yang harus berpihak kepada kepentingan umum atau masyarakat banyak sesuai dengan amanah UUD-45. Jadi harus dibenahi lagi permasalahan Undang-undang, Peraturan Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dan juga Peraturan yang dibuat oleh semua Kementerian. Berarti aparat dulu yang harus dibenahi. Terkait disini adalah para Penegak Hukum Hakim Jaksa Polisi dan mereka semua nanti berpartisipasi dalam pelaksanaan Hukum dan Peraturan. Dan sekarang ini sudah harus dikembangkan Pembuatan dan Penegakan Hukum berbasiskan Sistem Informasi (Komputer dan Teknologi Informasi). Tentu saja dengan acuan dan rujukan untuk kepentingan masyarakat banyak. Dengan demikian nanti sistem IPTEK dan Industri akan maju pesat karena didorong oleh Hukum dan Per-undang-undangan.
Bahkan dengan sistem Hukum yang benar maka kesehatan masyarakat menjadi terjamin. Pelayanan kesehatan dasar menjadi gratis untuk masyarakat bawah (BPJS kelas tiga gratis, BPJS kelas dua baru bayar karena hanya masalah lokal saja yg berbeda). Harus dibentuk LBH (Lembaga Bantuan Hukum) s/d ibaratnya tingkat Puskesmas. Dengan begini linkungan alam lokal juga terlindungi. Masalah Tataguna lahan teratasi.
Ketiga baru masalah Pendidikan. Sekolah diperbanyak terutama sekolah Kejuruan didaerah (SMK) sampai ke ujung timur (Papua). Tentu saja untuk sekolah standar s/d SMA/SMK harus gratis. Karena negara wajib mencerdaskan bangsa seperti apa yang ada di UUD-45. SMA Kelautan, perikanan, pesisir, perkapalan, pemanfaatan sungai, perlu diperbanyak. Pendidikan otak kanan harus dikedepankan karena pendekatan yang hanya mengagungkan ilmu hanya menjadikan koruptor-koruptor yang berilmu. Sehingga negara kita makin kacau, semua hanya berpikir untuk egonya saja. Softskill harus ada, IKIP harus dihidupkan lagi karena mereka inilah yang seharusnya meluruskan kembali pendidikan kita yang sekarang lebih berat pada pendidikan akademis semata. Seakan-akan gelar itulah yang menjadi tujuannya bukan kehidupan berkualitas dan harmonis yang menjadi tujuannya. Kita boleh punya banyak orang pintar tapi negara menjadi semakin kacau, karena si cerdik-pandai ini tereksploitasi oleh uang. Pendidikan adalah pendidikan yang memerdekakan manusia dari keterbatasan lahir dan batin menuju pada kehidupan yang berkualitas.

Memang siapa saya ? Siapa elu ? Koq sok berpikir besar untuk bangsa dan negara ?
Biarlah daripada tidak berkontribusi apa-apa. Tulisan ini toh untuk mennjukkan bahwa saya masih tetap peduli pada kehidupan bangsa ini. Diminta ataupun tidak saya tetap ingin berkontribusi.

THMT KKE 2016 v1

Soal THMT KKE 2016
Konversi dan Konservasi Energi (Maret – April 2016)
Dosen Raldi Artono Koestoer
Pertama tulislah dahulu nama anda, nomor mhs, Email dan no HP, no group anda, di bagian atas hal pertama. Semua dikerjakan dg MSWord 2010 atau 2013.
THMT ini terdiri dari dua bagian, yaitu Bagian A berkaitan dengan masalah Konversi Energi sedangkan bagian B, berkaitan dengan masalah Konservasi Energi serta ide kreativitas dlm bid energy.
Kedua soal ini di-issue tgl 30 Maret 2016 secara bersamaan.
Namun waktu pengumpulan akan berbeda, Bagian A dikumpul (transfer file dari kord kelas ke dosen) tgl 03 April Minggu jam 12.00. Sedangkan soal bagian B dikumpul tgl 06 April Rabu jam 12.00… Kelas paralel dikumpul ke AMMAR dan kelas reguler ke FUAD.
Seperti biasa dari member pada ketua group lalu ketua group kirim pada sdr kordinator kelas (Fuad dan Ammar). Kord harus mengumpulkan ke dosen dlm bentuk satu file transfer (by email di zip, 1 group 1 folder). Semua harus meng-anti-virus terlebih dahulu filenya. Bila di file anda ada virus, maka pekerjaan anda tidak akan diperiksa. Nama file adalah nama anda (nickname saja cukup). Contoh nama file : Fulan_UTS_A atau boleh juga Joni_MidtesB. Tentu saja anda dilarang copy paste.

Soal A.
Telah di ekspos banyak topik di kelas beberapa diantaranya sudah kita diskusikan didalam kelas. Topik tersebut saya persingkat bunyinya menjadi demikian:
1) PLTU utk daerah diluar Jawa-Bali 2) Sistem Pendingin utk kapal nelayan yg efisien3) Energi non-fosil Hidro (Big, mini, mikro, piko) 4) Energi Panas Bumi dan penggunaannya di Indonesia 5) Bahan Bakar Nabati (BBN) keuntungan dan hambatan 6) Energi Nuklir 7) Gasifier dengan berbagai bahan bakar, biomassa lokal 8) Energi Angin dan kemungkinan pengembangannya di Indonesia 9) Energi Surya dgn photovoltaic atau pemakaian direct thermodynamic10) Free Energy, perpetual machine, Telsa system.
Topik diatas akan saya tambah bbrp lagi jadi:
11) Pemanfaatan Energi local utk daerah asal anda (mis anda orang Aceh, ya pilihlah utk Aceh). 12) Pemanfaatan biomassa didaerah pertanian dan perkebunan 13) Teknologi baru utk pemanasan (peleburan logam) Hutchinson effect, electromagnetic, dll Lihat google dan youtube 14) Energi samudra, seperti tidal, OTEC, celah antar pulau dll 15) Energi bersih dan problem turunnya harga minyak dunia, penggunaan dan potensi EBT serta emisi karbon, 16) Ketergantungan kita pada energy fosil, produksi turun konsumsi naik, keterbatasan infrstruktur 17) Pengembangan energy bersih yg terkendala investasi awal tinggi, payback period lama, adanya subsidi BBM. 18) Peningkatan kord dan kerjasama antara pemerintah praktisi akademisi dan investor.
Dengan demikian tersedia banyak topik (k.l. belasan) untuk anda membuat makalah yang minimal 3 halaman tidak termasuk gambar dan tabel. Kembangkanlah dengan tabel grafik dan data yang obyektif. Makalah anda mencakup latar belakang, perumusan masalah, pendekatan masalah, prinsip kerja, data fakta obyektif dan kenyataan yang terjadi. Boleh ada perbandingan, bisa ada pengolahan data, cobalah menganalisis. Bagian akhir harus berisi telaah kritis, kemungkinan pemanfaatan di Indonesia baik di kota besar maupun di remote-island, opini, diskusi, kesimpulan. Artinya pendapat anda sendiri bukan sekedar menyalin sana sini saja. Semua tulisan dibuat dengan bahasa Indonesia yang baik. Dan jangan lupa mencantumkan referensi.
Lihat no mhs anda, perhatikan dua digit terakhir, jumlahkan. Itulah no topic yang harus anda pilih dalam membuat makalah. Contoh si Fulan no mhs nya berakhir dgn angka 23, 2+3=5 maka berarti si Fulan harus memilih topic no 5 yaitu Bahan Bakar Nabati. Bila angka akhir 99 maka anda mengerjakan topik no 18 (Peningkatan kerjasama pem dll). Topik bukan berarti judul karena judul boleh anda buat bebas sehingga makalah bisa dikembangkan sesuai minat anda.

Soal B.
Konservasi, Heat Recovery, Penghematan Energi dan ide kreatif free energy generation.
Bagaimana memanfaatkan energy yang terbuang atau menghemat membuat lebih efisien di beberapa peralatan
1. Pemanfaatan kalor buang Condenser dan/atau cooling tower dari sebuah pembangkit skala kecil.
2. Air conditioning dalam gedung. Kalor yg terbuang di outdoor unit utk sistem split.
3. Kalor terbuang di kendaraan motor dan atau mobil.
4. Penghematan energy Rumah Tangga, coba ide baru dg masukan energy baterei atau system energy lain (matahari, angin dll) sebagai subtitusi, sehingga rekening listrik berkurang bahkan bisa nol samasekali.
5. Pemanfaatan kalor terbuang di tungku pengecoran logam
6. Penghematan energy utk industry kecil dan atau home-industry. Ambil sebuah kasus mis:pabrik tahu, industry krupuk atau kripik, toko kue,
7. Pemanfaatan energy matahari atau energi non-fosil lain untuk keperluan satu kampung yang terdiri dari 10 keluarga.
8. Tanggapan terhadap kemungkinan penurunan harga BBM sbg dampak turunnya harga minyak dunia termasuk komen thd subsidi bahan bakar di Indonesia. Mengapa perlu ada subsidi untuk sebagian masyarakat kita.
9. Konversi langsung energy matahari utk berbagai keperluan (mis pompa, kompor dapur bahkan untuk pendinginan, dll)
10. Ide baru free energy utk skala rumahan atau juga untuk listrik satu kampung (petunjuk lihat google dan youtube)
Sekarang perhatikan digit terakhir dari no mhs anda, maka anda harus memilih topik konservasi anda sesuai dgn digit terakhir no anda. Mis si Jonibudi no mhs berakhir dengan angka 5 maka dia harus memilih topic no 5 yaitu Pemanfaatan kalor terbuang di tungku… Bila berakhir dengan angka nol maka anda harus memilih topic no 10.
Sama seperti instruksi di soal A, anda harus membuat makalah minimal 3 hal dengan beberapa ketentuan yang sama dengan soal bagian A.

SELAMAT BEKERJA…

PK-55 LPDP Inspiring Talk

Perlu dijelaskan dulu LPDP, singkatannya apa saya juga lupa, tapi mereka adalah para penerima beasiswa dari Kemenkeu. Yang mendayagunakan sisa anggaran untuk keperluan yang lebih produktif atau investasi jangka panjang. Dalam hal ini pemberian beasiswa untuk anak muda lulusan universitas di Indonesia untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 baik di Luar Negeri maupun juga di Perguruan Tinggi Dalam Negeri. PK adalah Program Keberangkatan ke sekian, jadi PK-55 adalah angkatan ke 55. Kelihatannya makin lama makin baik pengelolaannya. Dalam acara pelatihan mereka, ada sessi memanggil penceramah dari berbagai instansi, diantaranya kebetulan saya mendapat kehormatan untuk sharing di depan 200 an lebih insan-insan muda berbakat ini. Tentu saja saya berbagi tentang:

Inspiring Talk, Socio-Technopreneurship, Peminjaman Gratis Inkubator Bayi untuk seluruh Nusantara.- Tidak lupa ada sessi entertaining permainan GITAR KLASIK yang saya tampilkan sendiri. Seperti acara biasanya setiap semester saya mengisi Kapita-Selekta di Dep Teknik Mesin FTUI. Sebuah MK yang dikelola oleh Prof MI Alhamid.

Lima menit cuplikannya bisa dilihat di video berikut ini.

Kemudian ternyata seminggu kemudian saya dipanggil lagi untuk memberikan ceramah yang sama di PK-56. Nampaknya setiap minggu ada angkatan baru ?

Baguslah…Jadi dimasa datang bila mereka sudah kembali, negra kita bisa lebih berkualitas daripada saat ini.

LPDP – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Lihat di   http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/

Ide Kantong Sampah Non-plaastik

Tak dinyana, bila dibanding dengan kondisi tahun lalu, maka rumah anak binaan dari yayasan Nara Kreatif, sudah jauh…jauh …

Pak Raldi yth, saya kagum sekali dengan kegiatan itu. Saya saat ini didepan Net TV ada siaran ttg grup pembina anak jalanan itu, jadi langsung cari di internet dan dapat blog bapak. Saya ibu rumah tangga, mau usul boleh ya: saat ini kita mengurangi penggunaan tas plastik, tapi pembantu saya protes saat saya tidak bolehkan mereka belanja pakai kantong plastik. Kita butuh kantong untuk sampah, apakah bisa dibuat kantong sampah untuk rumahtangga yang ramah lingkungan ? kebutuhannya besar sekali karena sampah rumah diambil oleh tukang sampah akan berceceran bila tidak dikantongin; mendidik memisah sampah hasilnya masih mimpi. Perlu cepat ada produsen kantong sampah yang tidak boleh hancur sebelum 72 jam misalnya, pakai koran tanpa diproses terlalu cepat hancur. Semoga grup ini berhasil membuat kantong sampah ukuran kantong plastik untuk rumahtangga, kebutuhannya besar sehingga secara ekonomi rasanya bisa menghasilkan, bisa dapat hak paten juga. Sampaikan salam saya kepada adik adik hebat dalam kelompok hebat itu ya Pak Raldi….. sukses selalu !

Toety, cipete

-0-

Ayo para pegiat lingkungan, ide bagus nih… Demi lingkungan yang lebih sehat, gak usah di paten2 in deh, yang penting bisa bermanfaat utk semua.

Visit Fatmawati

TIm Inkubator UI, berkunjung ke RS Fatmawati tgl 17 Maret 2016, jam 10-12. Diterima dengan ramah oleh Dr Jaya dan Dr Rita di Perinatologi Gedung Teratai lantai 2. Berbeda dengan 3-4 th yang lalu saya ke RS ini untuk keperluan berbeda, saya lihat banyak sekali perubahan. Utamanya banyak bangunan baru demikian juga dengan fasilitas-fasilitasnya. Disamping masih adanya pembangunan gedung baru jgua didalam kompleks RS ITU.

Jadi pasien RS ini amat banyak, di bagian Perina itu saja bila lagi banyak bisa s/d 60 bayi tumpuk menumpuk (?)…Ah masa iya sih segitu banyak. Dulu saya tak percaya karena ada user inkubator yang bilang “Mungkin di RS Fat itu adalah 40 an bayi…” Ternyata banyaknya pasien bayi itu suatu hal yang biasa disini. Dalam hati saya bergumam : ” Beruntung kita punya dokter-dokter yang berdedikasi seperti mereka-mereka ini.” Tanpa mengecilkan arti paramedis lainnya.

 

Baidewey seperti yang sudah saya singgung diatas, bahwa di RS ini banyak fasilitas baru. Sewaktu kami diajak ke ruang NICU dimana ada Dr. Lola Purnama Dewi, SpA, beliau ini ternyata menempati satu lantai spesial PICU dan NICU bahkan di NICU nya semua peralatan baru dan modern. Kalau tidak salah hitung mungkin ada 10 an unit NICU set. Yang satu set nya mungkin bernilai 1/2 M – 1 M rupiah. Dalam hati saya, bila fasilitas ini memang untuk masyarakat BPJS, beruntunglah kita. Demikian juga dinyatakan oleh ibu dokter Lola, beliau merasa setelah 30 th berkarier baru sekaranglah mendapatkan perlatan yang diidam-idamkan, setingkat dengan Beth Medical Center di New-York.

Sempat juga saya ambil video dengan metode kocar-kacir karena shooting sembari ngobrol sana-sini. Ibu dari penyanyi Afghan ini mengaku bahwa sejak kecil Afghan sering dinyanyiin, makanya bisa jadi penyanyi beken. Dr jaya menambahkan bahwa ibu Lola ini juga seorang penari…Wuah lengkap ya, otak kanan dan kirinya seimbang.

Yang penting kedua bagi kami, dokter Jaya siap membantu Peminjaman Gratis Inkubator Bayi, dan bersedia menjadi KONSULTAN kami. Beliau mau juga berpartisipasi di forum WA agen relawan, sehingga kalau ada pertanyaan berkaitan dengan detail medis, beliau bisa berbagi info dengan para relawan yang nanti dilanjut ke ortu bayi.

Tokoh:

Dr. Jaya Ariheryanto E., SpA

Dr. Lola Purnama Dewi, SpA

20160317_113929

 

Laporan Bayi Nusantara 13Maret2016

Peminjaman inkubator gratis ini sudah ada di 30 kota/kabupaten. Seminggu sekali dimonitor oleh Center Incubator Depok. Beberapa langsung respons, dan jawaban mereka bisa dilihat dibawah ini. Ibu atau bapak bayi ditanya tentang kenyamanan bayi dan beratnya.

Alhamdulilah beibi kbr sehat untk berat bdan sudah ad 2kg,insyaalloh alat bsk sya kemblikan ke bu anggoro bnyumanik prasetiyo semarang

 

1. Nyaman. 2.Brt badan 1,42 kg Aminn..Trm kasih. Tamri jakut

 

Puji Tuhan, sudah mulai berkurang,,, terima kasih utk incubatornya,,, (Red bayi kuning) Lucky jatinegara

 

Pak kami dr pihak keluarga ingin menginfokan hari senin kami akan bertemu dengan pak agus di universitas parahyangan bdg jam 13.00 untuk memproses peminjaman inkubator..terima kasih banyak atas bantuannya..

Garth bandung

 

Alhamdulillah pak sehat pak. Bayi pun tidur Nyaman pak. Hanya saja suka ngulet/ngeregangin kaki n tangan mulu. Alhamdulillah sudah naik jadi 169. Pak. Endang Mulyana Cibinong

 

Alhamdulillah, sdh mulai pulih, lbh aktif dan suka nyusu, kuning nya jga sdh mulai hilang, mksih ya Dewi Rosita karawang

 

1.Sehat,nyaman 2. Berat 1350 gram Yusnidar Jakbar

 

alhamdulilah cucu sy sehat skrg beratny sdh 2645 gram , maaf inkubator msih d pakai karena kalo cuacany hujan cucu gelisah kalo d tidurkan d luar tp kalo d masukkan inkubator tidur ny nyenyak skali pak budiyanto (ph) bandung

 

Kabar baik ibu kemaren kmren2 sempet gk nyamal tidur di inkubator tp hri kmren smpet pules tidurnya klo berat badan nya naik satu on bu Noviana  bogor

 

nyaman,berat badanya dari 1,9 sekarang 2,1 terimakasih. tarini Tangerang

 

Alhamdulillah sehat… Ya Alhamdulillah degan adanya bantuan inkubator bayi kami terlihat lebih nyaman .. Beratnya sekarang sudah 1,040.. Nur cholifah  surabaya

 

alhamdulilah,pak,bayinya sehat,beratnya1675 kg,trmakash atas doanya pak, heru surabaya

 

Ya pak mf dlm mggu2 ini nti nti saya kembalikan skli lg saya minta mf ismiyati Sragen (Red, sejak Nov 2015)

 

Allhamdulilah nyaman, dan berat sudah 1700 gram,mksh untuk inkubatornya ani benhil

 

Ya (TIM-UI) bayi saya alhamdulilah sehat,tidurnya nyaman dlm incubator,brtnya skrg 1,4,Aamiin eka dini tangerang

 

Baik,alhamdulillah sudah agak berkurang,terimakasih pak sumiyati depok (Red, bayi kuning fototerapi)

 

Alhamdullilah sehat,alhamdullilah nyaman,kemarin hari kamis 2 kg,terima kasih atas do’anya,semongga tuhan membalas kebaikan bapak/ibu tim ui amin,kami bapak/ibu iksani mengucapkan banyak terima kasih. iksani tegal

 

Alhamdulillah sekarang dede nya udah belajar tidur diluar pak. Kini berat nya udah 3 kg Insyallah minggu sekarang inkubatornya mau dikembalikan. Terima kasih banyak ya pak buat bantuannya, ini sangat membantu sekali deden (istri) cikampek

 

Alhamdulillah,terlihat nyaman, beratnya hbs ditimbang 1,680 gram bapak. Amirul mukminin  boyolali

 

1) alhamdulilah baik 2) beratnya msh 2,4 & blm konsisten, msh naik turun timbangannya Masih.. Noor Rachmi purwakarta

 

Kabarnya Baik, Tidur nyaman, Berat saat ini 1305 gr, Amin..terimakasih atas perhatiannya. Nurmala Agustina jakpus

 

Ini saya bpk yoggi 1).bayinnya masih nyaman pak,2)beratnya anak pertama 2 kg dan anak kedua 1,7 trma kasih pak yogi pratomo v2 depok

 

Alhamdulillah baik, bbnya skg 1,7kg. alhamdulillah nyaman bayinya diinkubatornya.. aamiin..terimakasih banyak atas bantuan dan doanya.. safitri dwi karanganyar

 

Puji Tuhan, sudah mulai berkurang,,, terima kasih utk incubatornya,,, Lucky jatinegara (bayi kuning)

Mohon doa bapak dan ibu semua agar bayi-bayi kita diatas segera sehat.

Nara Kreatif Outing di Ciomas

Aktifitas luar-ruang dari Nara Kreatif Sekolah Kejar Paket di Kramat Jati kali ini diselenggarakan tgl 10-11 Maret 2016 di Bukit Air Ciomas . Sebuah daerah di Bogor yang berbukit dan lembah dengan banyak pancuran air jernih.
Tiga sekolah yang diangkut dengan empat truk tronton saling menunggu di meeting point Sentul rest-area.
Sekolah Taman Harapan Bekasi, Sekolah Master Depok dan juga sekolah Kejar Paket Nara Kreatif, bersama mereka belajar sambil mengenal alam.
Bantuan datang dari berbagai pihak. BNI Syariah yang memang sudah sering membantu NK dalam berbagai kegiatannya. Kali ini ada MERCK yang dengan semangat mengikutkan 45 orang stafnya ikut menjadi instruktur. Partisipasi namun tak kalah ramainya adalah Garuda-Food dan Nutri-Food.
150 anak dari golongan pra-sejahtera, yang terbagi dalam 10 kelompok belajar bersama dengan model moving class. Abang None Jakarta Timur juga hadir sebagai MC pagi termasuk menjadi instruktur dalam belajar kelompok. Jarang ada kegiatan outing yang mengkhususkan anak dan remaja dari gol Pra-sejahtera dilaksanakan. Tetapivisi misi dari NK ini memang mengarah kesana yaitu memberdayakan gol mengengah kebawah. Mereka bergembira sambi belajar di lingkungan alam yang indah di Ciomas. Dipimpin oleh seorang anak muda cerdas dan peduli Nezatullah Ramadhan, sebagai Direktur Nara Kreatif, acara berlangsung dengan santai dan gembira.

Beberapa tokoh, Bapak Sahroni, head of sales and marketing, MERCK ndonesia. ibu Dian Astariana, corporate comm external relation head, Garuda-Food. Yosea Kurnianto, brand assoc community Dev, Nutri-Food. Raldi Artono Koestoer, Dewan Pengawas Nara-Kreatif. Nezatullah Ramadhan, Direktur Nara Kreatif, Apriliani, Kepala Sekolah Nara Kreatif. Leony Agus Setiawati, owner Bukit Air Ciomas.

Hanya memberi tak harap kembali..

Selamat pagi dan salam GMT (Gerhana Matahari Total) .. smile emoticon smile emoticon

Hari ini seluruh dunia sedang terpukau dalam peristiwa yang hanya terjadi 350 th sekali smile emoticon Di Indonesia ada beberapa tempat yang ramai pengunjung sampai over kapasitas smile emoticon Bahkan di Ternate, kepulauan Maluku, menjadi tempat para raja & putri kerajaan berkumpul menikmati fenomena alam yang langka ini : Gerhana Matahari Total 350 th an smile emoticon

Namun bagi keluarga bp Taufik dan ibu Elsa, terlebih penting bagi mereka adalah kehidupan bayi prematur mereka. Jadi hari ini dari jam 7 pagi mereka berangkat ke Citra Indah Jonggol, ber-jibaku dengan jarak jauh & kemacetan, untuk mengambil inkubator bayi, sebagai persiapan untuk kepulangan bayi mereka ke rumah hari ini smile emoticon

Perjuangan keluarga ini bagi bayi prematur mereka juga tidak mudah .. Dilahirkan di usia kandungan 29 minggu (7 bulan 1 minggu), terpaksa harus di operasi caesar karena ketuban pecah dan air ketuban habis. Bayi prematur ini harus di rawat di NICU selama 2 minggu ..

Total perawatan di rumah sakit tahap pertama adalah dari 18 Januari 2016 sampai 3 Maret 2016 Bisa di bayangkan berapa biaya-nya, karena BPJS untuk bayi belum sempat di buat pada saat bayi lahir duluan di luar perkiraan.

Singkat cerita, akhirnya bp Taufik cari info mengenai peminjaman inkubator gratis di internet .. di dapat lah info SMS CENTER Peminjaman Inkubator Gratis smile emoticon Dan kebetulan pula kakak dari pak Taufik ternyata tinggal di Jonggol dan mendapat info ada Agen Relawan di Jonggol smile emoticonMaka hari ini, bp Taufik & ibu Elsa, bersama ibu terkasih dan di dampingi oleh kakak yg tinggal di Jonggol datang ke rumah Agen Relawan Jonggol untuk mengambil inkubator bayi yang sangat di butuhkan oleh bayi prematur mereka smile emoticon

Harapan kami, semoga bayi bp Taufik & ibu Elsa ini sehat terus dan segera mencapai kondisi terbaik smile emoticon Mohon bantu doa yaa .. smile emoticon

Terimakasih kepada prof Raldi Artono Koestoer, mas Ibnu ‘Rehan’ Roihan, bp Renthona Singarimbun, Margaret Lie, Jo-Jo Puspa, Betty Eljani, Odilia Astuti Wijono Banjuradja, Hepi Nuarti, Meyman Gulo, Meiboni Zebua,Gerryawan Liem, Prisca Mauretz, Zita Irwana, Anastasiaditya Familly, Holy Butar, Ruth Cory Lusianna dan semua rekan-rekan yang sudah mendukung kegiatan kemanusiaan ini smile emoticon Tuhan berkati kita semua berlimpah-limpah smile emoticon

[Komen red: Ini kayanya The Boy’s and Girl’s Band from Jonggols]

20160308204133 Taufik

20160308184317 Sopyan

Pengalaman Agen Relawan Inkubator

Berikut ini adalah pengalaman dari bapak YS yang menjadi Agen Relawan sejak bulan Februari 2016, beliau termasuk agen dari daerah Jabodetabek. Salah satu pengalaman awal beliau saat mengunjungi kediaman keluarga bayi prematur yang memerlukan inkubator di Pondok Gede Bekasi. Dua JEMPOL untuk pak YS.-

-0-

Alhamdulillah dari kunjungan kemarin, saya jadi semakin tahu beberapa hal, terutama mengenai kondisi keluarga yang membutuhkan bantuan alat inkubator dan juga mengenai kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat di RSCM melalui fasilitas Jamkes dan BPJS. Ibu Juniarti (sang ibu dari bayi Rahmadonna yang sudah di rumah) melahirkan bayi kembar dengan salah satu bayinya (Rahmadinna) sekarang masih berada di RSCM karena perlu mendapat penanganan khusus.

20160307 pd gede
Ditengah kesibukan mengurus bayi Rahmadonna di rumah dan tentu juga keluarganya,  sang ibu harus memompa ASI untuk bayi Rahmadinna yang memerlukan  serta mengirimkannya ke RS setiap hari sesuai arahan dokter. Sang ibu bercerita mengenai situasi yang dialaminya menghadapi sikap dan pernyataan dokter disana yang membuat ia menjadi kalut apalagi memikirkan soal biaya untuk inkubator sang bayi. Hal inilah yang sebelumnya sering membuat sang ibu menangis memikirkan kondisi diatas. Alhamdulillah perhatian kecil dari tim inkubator ini seperti memberi    semangat baru bagi sang ibu untuk terus melakukan yang terbaik bagi sang bayi yang dicintainya. Rasa syukur dan terimakasih diucapkan oleh sang ibu kepada tim inkubator UI.
Sementara kemarin tampak bayi Rahmadonna walaupun masih kecil fisiknya, tapi mulai menunjukkan gerakan yang cukup aktif dan kulitnya tampak memerah. Sang ibu masih khawatir dengan gejala kuning yang ada di lengan bayi. Mereka berterima kasih sekali dengan adanya bantuan alat ini yang memang tengah dibutuhkan.

Si ibu yang tampak masih lelah dan sakit akibat operasi mengalami gejala depresi paska kelahiran (baby blues) dan perlu mendapatkan bantuan dari psikolog agar tak berpengaruh secara emosional kepada bayinya. Saya mencoba mendorong semangat agar sang ibu tetap tegar, berikhtiar dan percayakan segala sesuatunya pada yang diatas sambil mengatakan untuk terus berkomunikasi dengan pihak inkubator UI melalui SMS Center atau bisa langsung menghubungi saya jikalau diperlukan.

[Foto bayi Rahmadonna kiriman hari ini yang nyaman dalam inkubator seperti dilaporkan oleh ibunya]20160307 rohmadoni
Sang suami yang tampak tegar dan tenang selalu mendampingi sang istri bersama anak pertama mereka yang lucu. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di daerah Pondok Gede, Jakarta namun kebahagian tetap tampak terpencar pada keluarga kecil itu. Sungguh hari Jumat kemarin hari yang membahagiakan hati saya. Jum’ah barokah.

Salam, one of the volunteer

Teringat akan dosen UI…

Oleh: Elsa kosmawati
Submitted on 2016/02/22 at 2:28 am
Comment Selamat mlam pak. Saya tinggal dicibinong bogor. Sangat disayangkan pelayanan rs di negri kita apalagi untuk orang yg tidak mampu. Saya sangat mnyesal tidak bisa membantu paman dan bibi saya. Karena semua kluarga panik cari rs sakit untuk bayi tsb karena butuh inkubator. Kronologi ceritanya sekitar pukul 16.00 bibi saya melahirkan putra pertamanya dirumah awalnya kluarga tidak percaya karena usia kandungan baru saja 7 bulan dan langsung meminta pertolongan pertama pada bidan yg menangani cek stiap bulannya untung saja kediaman rmh beliau tidak jauh dengan bidan tsb. Pukul 16,30 Setelah lahir bidan mngatakan bayi tsb harus di ibkubator karna berat badan rendah. Akhirnya kluarga memutuskan untuk membawa ke rs sudah 3 rumah sakit kami kunjungi. Sampai di Rumah sakit pertama pukul 17.00 langsung masuk di ruang ugd ttapi stlah tanya2 rmh sakit tsb tidak ada alat2 khusus (tdk tahu nma alatnya apa) lalu di rujuk k rs lain. Lalu smpai Rmh sakit k dua pukul 18.00 ada alat ttapi alasannya kamar penuh. Langsung rumah sakit ke tiga pukul 19.00 ada alat dan kamar pun ada keluarga langsung besyukur alhamdulillah.. Tetepi untk rmh sakit ke tiga tsb harus ada deposit uang sebesar 70juta Woow amazing luar biasa kluarga pusing stengah mati uang sebanyak itu harus cari dimana ??? Dan akhirnya keluarga berserah kepada Allah SWT keluarga pun memutuskan untuk plng krumah sampai dirumah sekitar pukul 23.30 dan 23.55 bayi tsb tak bisa di selamatkan lagi.. Stelah bayi tsb sudah tiada kenapa saya baru ingat dengan dosen ui yg pernh saya lihat d salah satu acara talk show. Seandainya saya ingat diawal… Mereka sudah menikah sekitar 5 tahun dan bayi tsb sudah dinantikan sejak dulu.. Tapi Allah lebih sayang kmu dek .. Selamat jlan syang…. Sekian cerita saya maaf jika ada salah salah kata

Brad Pitt Pangkas Rambut

Iseng2 Brad Pitt naik sepeda di Kahfi II Jaksel…Eh ketemu Mang Asep tukang cukur dari Garut. Sembari ngobrol dipangkaslah rambut Brad Pitt .
Udah kelar BP nanya, ” Berapa musti bayar Mang ?”
Mang Asep:” Tiga belas ribu aja “.
BP: ” Koq mahal sih ?”
MA:” Ya udah sepuluh deh”
BP:” Lima belas ya ”
MA: ” Ah nggak ah jangan segitu dong”.
BP: ” Kalo gitu 20 deh”
MA:” OK dealt…”

Jadilah dibayar 20 ama si Brad Pitt, sambil pesan ” Nanti kalo ngerasa kurang kirim WA aja ke saya di Hollywood, biar kurangnya saya transfer via bank”.

Kakak tersayang

Raldiati, Saudariku terkasih……

Mulai menatap dunia pada Sepuluh Agustus Sembilan Belas Empat Lima di Kota Pahlawan, seminggu sebelum Republik ini lahir.

Sosok perempuan sederhana, amat bersahaja, lugu namun keras hati.

Sejak kecil sudah terbebani dengan kerepotan membantu Ibundanya dan mengemong adik-adiknya.

Tak ada waktu untuk bergaya seperti gadis remaja lainnya yang penuh aksi dan cita-cita.

Habis waktu bersama Ibu dalam membesarkan adik-adiknya.

Raldiati berjodoh dengan lulusan Taruna Akabri Laut yang juga sederhana dan amat pragmatis.

Hidup dalam kebersahajaan tanpa gelimang harta.

Dikarunia 3 (tiga) putera-puteri yang terdidik, bersahaja, santun, dan soleha.

Hidupmu lelah, masih bekerja di saat-saat perempuan lain sudah mulai beristirahat.

April Dua Ribu Tujuh jalani ibadah umroh.

Airmata menitik, rasa haru menatap Ka’bah.

Tapak demi tapak kau jalani.

Disaat usia semakin merangkak.

Derita penyakitpun mulai merambah.

Di hari Sabtu, Sembilan Januari Dua Ribu Enam Belas, sebelum kau menapak ke usia Tujuh Puluh Satu, Allah mengangkat rasa sakitmu.

Dia tak tega kau menderita lebih lama.

 

Raldiati,

Kepergianmu meninggalkan kenangan yang dalam di hati orang-orang yang pernah terpinggirkan.

Kau angkat kaum yang papa dan tak berdaya.

Tanpa silau akan harta dan tahta.

Karena kau seorang yang teguh dan berprinsip.

Yang tetap teguh pada kendali kejujuran.

Namun kau tetap kaya.

Akan iman dan taqwa.

Kau menghembuskan nafas dengan tenang.

Dengan panduan menyebut asma-Mu.

Terbebas dari penyakit yang menyiksa.

 

Selamat jalan Raldiati,

Semoga Allah Yang Maha Kasih memberikan tempat yang layak bagimu di sisi-Nya sebagai Husnul Khotimah. Amin Ya Rabbal’Alamin……

 

Jakarta, 9 Januari 2016

Pkl. 8:20 Pagi

(Sajak ini dibuat oleh mbak Tuti Koestoer).-

 

Free-of-charge infant home-incubator

Since January 2012, Prof. Raldi Artono Koestoer has been lending his Grashof incubators free of charge to parents of premature born babies who can’t afford hospital fees, It all began in 1989 when he visited his eldest brother who is a pediatrician and had the opportunity to examine a broken incubator. At the time, incubators in Indonesia were mostly imported from USA, Germany, Japan and were very expensive. So the idea came that he would manufacture his own incubators locally in Indonesia and supply them to regional hospitals.

The Grashof incubator uses natural convection where the transfer of heat from a bulb lamplight as a heating element to the baby chamber is not generated by an external source like a blower, fan or suction device but only by density differences occuring due to temperature gradients. The density of air depend on its temperature, if the temperature rise the density decreased that means the air become lighter then move upward. Heating chamber connect to the outside air by several holes allowing fresh-air enter the heating chamber replace the hot air which moving upward to the baby’s cabin.

This type of natural circulation is not only more energy efficient but it also allows the baby to sleep easier. Most of the heat will accumulate inside the baby’s chamber before being released through outlet holes scattered in the upper part of the chamber in order to maintain a cabin temperature of between 33 – 35 degrees celcius, just slightly below the human body temperature. The theory behind natural convection was developed by German Scientist Franz Grashof in the 19th century, hence the name Grashof incubator used in honour of him.

The professor started his research on this topic in 1995. He wanted a simple design for his incubator for several reasons. A simple design will make it easier to clean and troubleshoot. He also wanted as much of the materials to be sourced locally in Indonesia in order to drive down the manufacturing and maintenance costs, while also ensuring spare parts can be sourced quickly and cheaply to keep as many incubators available for use.

Last but not least, safety is a concern. Although the incubators are all equipped with a cutoff thermostat, by only using two 25 watts light bulbs as the main heating source, it ensures that the temperature will not get too high. The highest temperature increased if the thermostat for some reason doesn’t work, can onlybe achieved to 38 dgC when ambient air at 29-30 dgC as a normal room daily temperature in Indonesia. So there will be no overheating eventhough the electronic device failed as frequently occurred in the hi-end product of hospital incubator.

The top part of the incubator is made of acrylic, while the bottom is made of wood coated with High Pressure Laminate to minimize the risk of burns or electrocution. But other materials with low thermal conductivity could also be used. Other point important of this incubator concerned to its low cost of production per unit which is only 275 USD. And mostly manufactured by the two vendors of the small scale industry. As demand from the lower society increased include for the twins preemies newborn, the team produce also three units of TWIN-INCUBATOR with the same system of natural convection.

After years of research, the first generation of Grashof incubators was born in 2001 nicknamed the wood incubator since it was mostly made of wood. In 2005 Prof. Koestoer started his small business of manufacturing his incubators with the view of selling them to regional hospitals across Indonesia, and in 2006 he sold his first incubator. However, realizing that many parents were still unable to afford NICU (neonatal intensive care unit) care, since January 2012 he made his incubators available for parents of premature born babies to borrow free of charge. An endeavor he coined ”sociotechnopreneurship”.

Initially, information about his Grashof incubators was only available on his blog http://koestoer.wordpress. com written mostly in Indonesian. Then, from word of mouth and traffic on their facebook page he managed to leverage that into several appearance on national tv. These days he spends a lot of his time replying to concerned parents through his SMS Centre. Despite all that, plus his teaching duties at University Indonesia, Prof. Koestoer also takes an active role in monitoring the babies’ progress. He maintains contact with the parents every 3 days via text messages during the 1-2 months it normally takes to get the babies to normal weight. He’s also keen in improving his designs by taking suggestions from parents that have used the incubators.

The latest model weighs only 13 kg making it more portable than before. His latest idea is to incorporate phototherapy to treat hyper-bilirubinemia which is known as a jaundice baby.

It’s not all smooth sailing in his social endeavors, however. To date, 3 incubators have been lost from parents failing to return them with Prof. Koestoer being unable to track them down. The cost is something that Prof. Koestoer considered part of the risk of providing this vital service for free to those most in need. The bigger concern is that those 3 incubators could have helped save even more young lives.

The Grashof incubators are not under any kind of patent, information on how to build your own Grashof Incubator is available for anyone in Indonesia wishing to follow his design. As long as it is for non commercial purposes and inline with the spirit of social entrepreneurship. However, utilization outside Indonesia can be afforded only after consultation with the thermal group of University of Indonesia.

Today around 110 units are operational spread across 25 cities with the aim to eventually reach all 34 provinces of Indonesia (approx. 300 cities). To date (data of November 2015) over 600 to 700 (six to seven hundreds) babies have been saved with this vital service providing the hope that many more newborn preemie of poor people in the remote region will be saved in the future.

Future planning of expanding the utilization this home-incubator, it will be taken into account to exporting the system to help other developing countries around equator, which have the same tropical climate as Indonesia, such as African or south American countries.

DSCF2018

One of the baby who has a free service of Grashof-home-incubator.

 

Jadilah seperti pohon kurma

Kiriman dari Mamak Alhamid.

-0-

Sebait catatan nasihat dari (alm) Ustadz Rahmat Abdullah

Pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.

“Cuciannya kelihatan kurang bersih ya”, kata sang istri.

“Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:

“Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? ”

Sang suami berkata, “Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita.”

Dan begitulah kehidupan.

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.

Sebuah pepatah kuno mengatakan bahwa “orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”.

Pohon kurma lazim dijumpai di kawasan Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya pohon kurma yang bisa bertahan hidup. Maka, tidak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon tahan banting.

Kekuatan pohon kurma ada pada akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu itu akan memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”
Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerap mengizinkan tekanan hidup datang. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar semakin kuat. Tidak sekadar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan. Kita pun keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang kehidupan.

Baarakallahu fiikum..🌺

Tatib WA Agen Relawan

Sehubungan dengan aktifnya WA grup ini, kami dari pusat inkubator (Tim Inkubator UI), merasa memandang perlu untuk membuat tata tertib penggunaan WA, guna memfokuskan apa yang menjadi tujuan pembuatan grup ini sejak awal. Berikut Tata-Tertibnya:

TATA TERTIB PENGGUNAAN APLIKASI WHATSAPP GRUP : FORUM AGEN RELAWAN INKUBATOR

1. Forum grup agen relawan ini digunakan hanya untuk keperluan mengenai ke-agen-an.
Melingkupi :
– Foto bayi atau keluarga peminjam.
– Konfirmasi peminjaman On dan Off serta ketersediaan inkubator.
– Masalah teknis yang tidak bisa diselesaikan dan perlu diketahui oleh para agen.
– Berbagi pengalaman tentang peminjaman (khususnya yang memotivasi).
– Berbagi berita yang sifatnya membangun untuk program ini.

2. Tidak diperkenankan memasukkan konten selain program inkubator.
Contoh :
– Copy paste mengenai berita apapun selain program ini. (atau yang biasa disebut Broadcast Yang Mengganggu), baik itu info yang sekiranya benar atau salah, maupun berguna atau tidak.

3. Masalah atau berita yang sensitive dan pribadi, mohon tidak dipublikasi di grup ini dan dikonfirmasi kembali ke sms center 085659312070.
Melingkupi :
– Berita meninggalnya orangtua peminjam atau bayi pengguna.
– Berita masalah keluarga peminjam, baik ekonomi, rumah tangga, dan hal lainnya.

4. Menghargai dan menghormati setiap pesan yang disampaikan dari (dan/atau) untuk siapapun di forum ini guna kebaikan dan kemudahan selama menjalankan program.

5. Forum ini sifatnya adalah tertutup untuk para agen relawan saja dan BPH YBPI.

6. Hal-hal yang belum tertulis di atas dan sekiranya butuh menjadi tata tertib, akan didiskusikan dan direvisi kembali.

Terima kasih.
Ttd

Tim Inkubator UI / YBPI

Musuh kita sebenarnya

Seberapa pedulikah kita pada tetangga kita yang masih dalam kemiskinan dan kebodohan alias kurang pendidikan. Kita lebih suka menuntut hak yang tinggi tanpa diimbangi dengan kewajiban kemanusiaan yang memadai. Tindakan menolong sesama sekarang ini masih terbatas bila ada bencana saja. Padahal bencana yang dahsyat itu sebenarnya ketika kemiskinan dan kebodohan masih mengelilingi kita.

Niat tulus dan keikhlasan dalam bekerja dan beraktivitas sangatlah kurang. Akibatnya keberkahan dan dan kebahagiaan hidup masih terasa jauh. Bila keikhlasan lebih diutamakan maka hidup terasa ringan. Disinilah seharusnya jihad kita, melawan kemiskinan dan kebodohan.

Student’s Opinion 2015

Opinion of the students.

General
Excellent -Ethic is a subject that must be followed by all of the students in Mechanical Engineering. Formally, in academic registration list, this subject is written as Engineering Ethics but actually in the class, the name of the subject changed slightly to Excellent Ethics. Following the name, the content and the learning method is also different than conventional method. The reason why there is a modification is due the problem of the country after the year of called ‘Reformation’ that was 1998, the political situation change drastically. Surely in the form of democracy, election system become better and better. But in the side of mentality, the problem appear significantly. A lot of people either in government or parliament, they are doing corruption. Eventhough nowadays exist a special institution named KPK who care about this matter, everywhere all over the country, person who has political power and opportunities, try to corrupt any government project.
Student principally is our future leader. They must be trained not only with science and technology but also they should have to keep with them a good attitude and integrity. It should be embedded in their daily ativities, so in the future they can lead the country in the good and positive direction.
Course in Mech Eng Dept, conducted by Prof Raldi, Year 2015
-0-
Gde Ngurah Renaldi Shantika, 1506789335, renaldi1497@hotmail.com, 087886986381
From the excellent ethics project, I learned that how to give to people who need it and now I know how it feels to be the reason for other people’s smile, it is such a wonderful feeling and I am very grateful to know how it feels right now. I think that the other people should have done the same thing as our group and the other groups. It is not a waste of time, it will be very useful to ourselves and the people we help. People should always think that giving to other people is a positive act to do not a waste of money or just a waste of time and money. Once said that no one has ever gone poor by giving and the only thing a person actually feel rich is by giving to others. It is so true that it cannot be determined that a person is rich or not. A person with lots of money cannot be called rich. What if he or she is not that humble? It means that he only rich on money not rich inside, inside his or her heart. Whether we are rich or not, popular or not, we should not ever think of our position when we give as said that it is humility that makes man as angels but it was pride that changed angels into devils. We should only think that we are the givers, does not care that we are president, actor, actress, etc. It doesn’t matter how much you have in life if what you have in life takes away from you being humble. At the end of the day, even the poorest man can be the richest depending on how much love he has in his heart. It is always important to give to other people as we could also feel comfortable when see them happy. We are not alone in this world, we lived in a big world, and we should smile together, not by our own.
The Ethic class was fun so far, never make me bored. Maybe once I ever overslept, but not because the class in not boring, I just was too tired. The class was very interesting from the very start. Prof. Raldi taught us lots of things especially about morals We learned that not only intelligence that make people success. There are more aspects that is needed in order to be a successful people. As I said before, a smart person cannot be successful without having a feeling of care about his or her surroundings. On the other hand, people who care about their surrounding and want to help people in problems have more tendency to be successful. Everyone in this Earth is smart no one is stupid. It depends on how we apply our own intelligence. However, just being smart and talkative is not enough to success. We need to make our words and brilliant ideas comes true by doing a real action that will be seen by crowd of people and obviously will make them happy as our ideas are there to solve their problem. Prof. Raldi teach us how to care about the marginal people and feel sympathy about them. He told us his experience in helping people by making a free incubator which until now have saved lots of newborn babies. From his experience, we know that there are many people that need our helps and our helps are really important for them. By helping the marginal people, we just not make them happy, but we also show the world that we are one of the people who care about each other. Ethic class had made me thought this way. Besides that, I also learned that we really need to take action for everything that we planned. We should not leave them as “plans”. Moreover, we should not ever think that our action will be a failure and do not ever be scared of failing as failure is a step to become successful. It is normal if we fail for our first try. So, do not ever hesitate yourself to do something that you think it is an action that beneficial to you or your surroundings. For the future Ethic class, I suggest Prof. Raldi would do more practical works such as going to orphanage with the whole class. I thing that it would be the most effective way so the learner will immediately know what is the purpose of the Ethic class.
Firstly for the near future, as my group mates and I had said, we want to continue our contribution to the Nurul Hikmah Free School. We will donating some chairs and tables for the student to study as some of the tables and chairs in that school are already unusable. They are already broken because they are too fragile. We already asked a school that have unused chairs and tables. We just need to wait for the confirmation from the school whether they want to give us the chairs and tables or not. For the future I think I want to cooperate with the others either they are in the ethics class or not, it is a volunteer. I planned to make some program which could help the orphans. First we will search their talent, what they are good at. After that we will split them into groups according to their talent. We will include those talented kids to some events which involves their skill. This will improves their skill and their talents will not be a waste and continue to develop.

Faris Pusponegoro, 1506789322, farispusponegoro@yahoo.com, 087739870100, Group 4
The project is indeed have a huge meaning for me. There are some lessons to get by doing this project. First of all is that I realized that there are many person who live their life under the poverty line. Realizing that fact, I have turned out my temptation of having exclusiveness and being high profile. Then, the next thing I got is that we must do the real actions to change everything. So, if we are about to help someone, just do it. Third lesson that I got is that to be professional, we must do the step no matter how hard it is. There will be no achievement without some efforts.

From my experience, at first, I don’t know what is excellent ethics lecturer, what will be discussed, and what will I get from this lecturer. Then at the first day of lecturer, Mr. Raldi gave us the preview of what will be done in this semester. At that point, I found out that this lecturer is interesting and different with another. Doing interview and giving a marginal people something is really heart-touching. Every week of lecturer, I got a new refreshment and motivation from Mr. Raldi. There are some topics to discuss regarding the real current situation in Indonesia. Then, the Excellent Ethics Project is as exciting as I thought before. This is because we’re in group helping marginal people together with planning and real actions. So, overall the excellent ethics lecturer this semester is totally excellent.
For helping marginal people in the future, I would like to give them education and motivation for achieving a better condition for their life. Also I would like to give them the capital goods to make them easier and motivated to produce something valuable.

Hadrian Kurniadi Saputra, 1506789341, hadrian2809@gmail.com, 081287663648, Group 4

Instead of donating to help children in other country, we should first look with our own eyes that children in our country too needed those donation. Therefore if we really wanted to help the children we should start with those that actually lives closer to us first. As there are actually a lot of children that requires the donation in our country.
This project was an eye opener that the children from the less fortunate family are actually willing to work their best in order to improve their living condition. I learned of this after seeing their reaction to our motivational talk as they were paying attention and responding to our quotes and ideas.

Hashfi Abidi, 1506789354, hashfi_funk@yahoo.co.uk, 081934190788, Group 4

I learned a lot of lessons during the project, and the lessons that I learned are the soft and hard skills. The examples of the hard skills that I learned are the skills required to drill a hole and hammer a nail, but the skills that I learn more are the soft skills such as decision making and leading. During the execution of the project, we encountered many problems which were expected but the magnitude and the types of the problems were not expected. Initially, the problems that we faced looked to be a problem that will consume more time than we planned, but we were able to find a solution that actually helped us to complete the project faster. Overall it was one of the hardest tasks that I have handled because I had to make decisions after decisions in which none of them were easy decisions. So, the project meant a lot to me because I have contributed to other people and also I was able to experience the real world.
In addition to that, I learned a valuable lesson in regards in helping other people. During the time of the survey, we got lots of requests and helps that the management and the teachers would like for us to help with; even though most of them are not that necessary to helped with, but it was still a hard decision to make in regards on what to help with, at least for me, because it was not a great feeling to know that there are things that they would like to be helped with, but we can only helped them some of what they wanted. It made me realise that even though we would and could help other people with anything, but there are times where it limits us to the extent that we could help with only some of them.
Excellent ethics lectures have been one of the best subjects that I have learned, and the reason is mainly because the subject focuses more on the practice than studying and understanding theories. In my opinion, the best way for humans to learn is through practice and experience, and Excellent Ethics focuses towards that. There will be arguments made on the fact that ethics is one of the easiest subjects in the world, but in my opinion it is actually the hardest because the majority of the people in the world are still not practicing ‘good’ ethics in their daily lives, even though that many people have been taught directly and indirectly by teachers, parents and/or elderlies. Also, in my opinion, ethics is one of the things that are needed to be implemented in the world to change all the problems that the world is currently facing; such as terrorist attacks, civil wars and world wars and nuclear wars. The main cause of these is the understanding of ethics because people are willing to hurt one another even though we are human beings that were by flesh and blood. Hence, I have been longing a subject and life that focuses on the practices and Excellent Ethics fulfil that desire. In conclusion, Excellent Ethics is one of the best subjects I have learned during my years in school through one of the best types of learning in which I have learned a lot.
I have always had a big vision and mission of what I would like to do in the future, which is to help other people. There are so many unfortunate people in the world, and from my observations these people are within this position because they have a weak mentality and character. This is the reason that any occupation that I will have in the future is to hopefully to ignite and make a change to the people in the world to make it a better and peaceful place to live. As in to help the marginal people with my friends or by myself in the near future, I actually intent to look for the knowledge required in sharing to the people that is needed to change the mentality and character; however, during that time, I would try to join voluntary organisations so that I would be able to contribute more to the society. Also, I would try to do it by myself or with my friends, but it is better if it is done with organisations first to gain the necessary experiences.

Nathaniel Viandy Dondokambey, 1506789442, nathanielviandy@ymail.com, 081287890834, Group 6
The lesson I have learnt is to give something small but meaningful for others. Giving or donating things is nice, as we helped them cover their needs. But, sometime by giving things there is no real interaction did, which sometimes leads into arrogance. By giving attention, there no need to us to be arrogant as we gave nothing but our time. Therefore, interactions were done and we will have more sympathy to others. This project gave so many meaningful things to learn. Of course, this means something for me.
At the beginning, I didn’t even know why I have to take this lecture. I also thought that every student in the faculty of engineering have to take this lecture. I didn’t have any idea about this lecture at all. Well, things changed after I went to this class for the first time.

I knew that I would like this class. As this class is really relaxing, there is no way I can feel really bored. This class is not like other classes which full of equations, but this class in filled with social studies. By entering this class, I knew that I would get something engineers sometimes forgot to have, social skills. As we, engineers, often have contact with complex equations to do our job, we sometimes forgot how to solve problems by looking at the feelings. Equations maybe can help, but it was sometimes not suitable to others feelings. The first interview project gave me a lesson in determining who are the people included in the marginal group. Then, by knowing who they are and what they need, I as the future leader will give them the solutions to their problems effectively.

After the take home mid-term test, we are close to our final project. Nothing much happened after we done our mid-term, as we focused on our finals. But, the final project gave us so many meaning in taking this lecture. We were taught in how to be caring person to others, how to manage a group, how to work in groups, and how to manage a problem in the middle of our project. By doing our final project, we were taught in how to be a more smart person but helpful to others. The main thing is, in becoming an engineer, I have to compile all of my knowledge for the sake of humanity. Without it, my knowledge will be useless.

I want to make a foundation for kids around the world. I want to supply them with knowledge and skills which will be useful for them. I want to make a free skill growth facility for the orphans. I think if this happened, even when a child is an orphan, they still can reach their dreams in the future. But, even though sometimes dreams don’t go as planned, we still can do something. Whatever we will going to do, as long as it is good to others, just do it.

RAIHAN NAUFAL SATRIA, 1506789455, rnsatria_13@yahoo.co.id, 081323288225, Group 6
First of all I would like to thank Prof. Raldi for giving me this excellent ethics project. This project teach us to be more care with the marginal people by helping, entertaining, and interacting with them.
From all what I did in this project, it really means a lot to me. From my opinion and my thoughts, the most valuable moment is when I interact and having fun with my cute little girl of 4 year old orphan, called Aini. She was actually very innocent orphan I think comparing to the other orphan and also she was the most calm rather than the others. I was very excited for entertaining the orphanage. We played together. From that moment, I remembered when I was in a childhood moments. It was like playing with the others and having fun with them. So, when I ran this project, it reminds me of my childhood memories.
From my opinion about taking the excellent ethics class with a lecture called Prof. Raldi is very meaningful. Although in the beginning class I felt bored and a little bit sleepy hearing what the lecture said. After he taught us about the marginal people and how do they actually lives in the real world, I realize that there are many marginal people out there asking for help, Then Prof. Raldi gave us an assignments about interviewing a marginal people, and the last project was about the excellent ethics project which is about visiting, teaching, and entertaining the orphanage. It makes us more care about them. I think having a lecture like Prof. Raldi who gave us some lessons about how to be a leader with a sympathy and always feel want to help the marginal people, is very valuable. The more I come to his class, the more I know how his attitude is. Thank you Prof. Raldi for teach us about the marginal people and how they survive in their lives.
Absolutely if we already graduate from college and then we get a job, we must’ve been forget about the marginal people. So after we have an ethics class, we will not forget about the lecture said and about the marginal people. I vow myself to be more care about the marginal people, and always help them until I die. Although my mother always taught me to help them, then I will not forget about them. If I lead this country or if become one of the government in Indonesia, surely I will force all the government to make a movement about helping the marginal people. Because in my thoughts, the marginal people always exist until the day ends. This teach us to be more care about them and always motivate us not to be selfish persons. So what would I do in the future? The simple answer is to help them by donating, visiting, and entertain the marginal people.

Rendy Harsa Rizal, 1506789474, rendy.harsa.rizal@gmail.com, 081296096711, Group 6
Lesson learned from project
There are a few lessons I learned through executing this project. First and foremost that I should be thankful of what I have, and that I should never complain asking for more. After having done the project, I realized that there are unfortunate people everywhere near us. There are people who are much more suffering than us. So when we have a perfectly ‘normal’ life and we complain, wanting more material needs and happiness, I think that act shows that we are taking things for granted and that humans are conceded. We want more of life when there are people trying hard just to have a life itself. We want to be almighty when actually only god is, and that if he wishes it we would in a blink of an eye be dead.

Another thing that I learned is that every little gesture and action of kindness means a lot. Because for some people, those gestures and actions of kindness hardly comes by. For example, we are throwing our clothes out, so rather than doing that we wanted to donate it. Just by doing that there are actually people happy to get clothes. So action speak louder than words, what I learned is that. There would be no meaning in hesitating, just go out and help no matter how small it is, I guarantee that people will feel thankful of what you have done.
Experience in Ethics class, and suggestion
What I experienced from the start of Ethics class is awesome and epic. I really understand what the prof. is doing, and I think what he does is great. Unlike ordinary lectures that teaches straight form the book, the way prof. taught us is based on real life, and we are also told to do activities. I think this is really great, and I think this is the right way to teach about ethics.

My suggestion if I have to say one, maybe you could take the class somewhere and give them hands on lessons. Maybe show the baby incubator, or go somewhere and do a class project together to help people.

If I somehow become successful in the future, I of course want to help all marginal people. But because it would be hard to help them directly one by one, so if I somehow becomes super rich I would create a charity aid foundation. The charity will help marginal people of any kind with my money, and money gotten from donation and stuff too. If I become successful and well known, I hope people would also help me, and that will ensure the continuation of the charity foundation. And that people will be able to get help for a long time.

Rizki Sakti Pradipta, 1506789480, rizkisnugroho@yahoo.com, 081289005397,
Group:6
In my opinion the excellent ethics lectures are a nice break from the day to day lectures of mathematics and other sciences. And that it has many morals that we can learn from by listening to Prof Raldi speak for an hour every Monday. Morals that we can use as guidelines for our future, that we need to change our mindset from those who constantly ask, to those who give, give to the people that need help. I enjoy prof Raldi’s lectures on ethics greatly from beginning to end, as I view that ethics is something that must be taught to everyone, and that it is something that is lacking from most people in my generations, I included.
In the future I would like to go back to the orphanage that we helped in our ethics project, and interact with the children again. and do this not to just one orphanage, but to as many orphanages as I possibly can. Enough people donate food, clothes, and money to orphanages. But not enough donate time, time that they can spend to make children in orphanages smile and be inspired to do more, and strive to become more.

Jonathan Jofianus, 1506789373, vanz_joo@yahoo.com, 081221180628
In my opinion, the relation between the visit and the interview assignment with the ethical subject that I have learned in the class week by week in the class meeting is the relation is close.
In the class, we taught about being a success and a smart people is not enough. A success that we got in the class is just an illusion. We got a high score only for ourselves. We got high score to prove that we are better that anyone. We just too focus in academic. But, we forgot about another people who don’t have a chance like us. Like learn in the school, get a good quality education, can sit in a comfortable table and chair in the class, have a class air conditioned, and many more that some people don’t have it.
We maybe got a high score in our university, in our school, get some achievement from many sectors, but we forgot about the people who have nothing near us. We may getting a high score and many trophies, but we should take care and help or at least remember, there are many people who have lived poorly near us, that we called it marginal people.
We as a student, also have a high sense of solidarity to them who have nothing near us. Because, after we graduate from college, maybe we will be more forget about them. If we have a high sense of solidarity, deepest sympathy and empathy from now, in the future, we can help much more people than now. Helping people in not easy. Helping people should be from inside our heart, and it cannot be pushed.
At first, maybe we can help people that live near us. Security, Cleaning Service, and anyone who needs our help. Maybe not only money, we can give them food, supplies, tools, or we can made something that they need.
What I get from the lesson in the class and the visit and the interview is I cannot only focus in myself, I cannot be a selfish man, I should open my eyes, look outside, look my world, that many people need me. What I got in the class should I applied in the real life, not just an ordinary theory and get a high score. I should have a high sense of solidarity to them who have nothing and need my help.
The world that we live in today is not real. When you look the people near us clearly, much of them is different from us. They totally need our attention and they need our help. They cannot live this life alone, we should help them.

I feel so lucky to get a lesson like ethical engineering. I think the lesson such as ethical engineering should not taught by mechanical engineering only, but also all of major in faculty engineering because this lesson taught us about not only know about people, but also it taught about how to have a contribution to other people who need our help to survive and live this life in this world.
From this lesson, I am taught how to interact with any kinds of people, not only my friends and people who lives near me, but also how to interact with the people who have many disabilities, the poor people, the sick people, that we called marginal people.
Beside interact with many kinds of people, I also get a lesson that now I know that the world that I live now is not the real world. Gadget, expensive car, expensive clothes, what we eat everyday, internet, books, malls, and anything else that we usually do is an illusion. That is not the real world. The real world are poverty, solitude, misery, war, a chronic disease, forgotten, and not considered is the real world. Many people live in that bad situation.
We may live in happy situation. But, remember we have a lot of fun above them who always suffer. I realize that I cannot just sit down and see what a bad thing happened to them. I should do something to help them to exit from that bad situation. From this lesson I learn many thing about social. Although I am a engineer student, but I also have a high sense of solidarity to social environment, to people who need a help from someone to exit from their situation.
Intelligence, trophies, achievement, appreciation, and academic are important, but it is not the most important. The most important thing are how we can communicate with any kinds of people, how we can understand what they need, what they feel, what they do in their daily routines, and then the last is how we can help them so they can feel what we feel now.
I hope what I get in my lesson in the excellent-ethics class can I applied in the real life. So I can help many people who need help. I wish I could realize my ideas into the real life, not just ideas.

Muhammad Ihsan Arsyad, 1506789436, mihsanarsyad@yahoo.com, 081288908456

My Excellent-ethics lecture is very unique and attractive. His name is Raldi Artono Koestoer. With his degree Prof. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. He is teaching in Facult of Engineering, University of Indonesia. This semester, he become my lecture in Mechanical Engineering, teaching Engineering Ethics. What did I experience about lecture and also about Engineering Ethics that he teach us to become a person that care about our surroundings. How to be care with marginal people and also help them with our limitations. Beside them, Prof. Raldi also teach us about what will we needed in the future, about future leadership and also become a real-action person. I personally enjoyed the way he thought me. From his opinion that I remembered, he said that future leadership should be able to do a real action, not becoming an actor that only focusing on making up his/her reputation. Actually I enjoyed the assignment he gave to us. The assignment is to take a visit and having an interview with marginal people and I think it was very useful. From that assignment I can learn about the real condition of people. This assignment make me realize that there are so many people that are stronger while they should face the reality of life that isn’t by their side. Then I know that I should be appreciated things more than before because there are so many people that dreaming about things that I have now. He really want us to become a wise person. He really don’t want us to forget about marginal people after we graduate. He told us that usually many of their students forget about marginal people, forget about what he already thought and also become selfish. You also have to know that Prof. Raldi made an incubator for new-born baby and rent it for free. He made the incubator by himself. He open recruitment for agent who wants to help people like he do and this incubator especially for premature baby and saving their lives. It also helps their parents too. In my opinion, Prof. Raldi is very unique and attractive person. He also a wise person I think. He also teach us about valuable lesson based on his own experiences. I like him personally. No wonder everybody call him Excellent-Ethics Lecture and I totally agree with them.

Pemberdayaan Masyarakat

28/12/2015 17:17:43 Siska Faolina, bidan di Sukabumi.
Assalamualaikum, prof ini dari sukabumi. Mau tanya tentang peminjaman inkubator gratisnya, sodara saya baru melahirkan kurang bulan dan.berat bayinya 1,8kg. Pulpak dr Rs.nya. skrg sudah dirumah. Cara dan syarat peminjamannya seperti apa? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Mohon orangtua bayi sms ke center ini. Terima kasih.

Iyaa saya ini lgi sama ibu bayinya. Bila perlu saya tlpn bisa g prof?

ini sms center, tidak bisa menerima panggilan telepon. ibu si bayi ada hp atau tidak? jika tidak, apakah anda bersedia menjadi penghubung selama proses ini berlangsung?

Mohon maaf prof. Ada hp, barusan sy tanya tidak ada pulsanya. Beli lampu 60 watt buat sementara saja blm dibeli, sepertinya tidak punya. Biaya pulang drRS saja udunan (iuran) dr keluarga. Kalo di Rs terus biaya akan trs membengkak dan g ada yg tgng jwb, itu alasan pulang paksa. Doketr menyarannkan sd 1 minggu dulu di Rs. Iyaa saya siap jadi penghubungnya. Terimakasih prof.
Saya Siska faolina, Fb saya siska faolina binti kholidi. Saya buka praktek bidan, rumah dan tmpt prktk sya berdekatan dgn rumah pasien tersebut. Alamat saya jl.raya selaxxxx rt 01 rw 0x desa lembursawah kecamatan cintanyan kab. Sukabumi.

Kirim info 1)Nama Bayi (A,B bila kembar) 2)Tgl Lahir 3)Berat,Panjang 4)Ibu,HP,Usia 5)Ayah,HP,Email 6)Alamat 7)RS mana 8)Kpn byi pulang.

1)Nama Bayi : Naura Afiatu Rrahmah 2)Tgl Lahir 24 desember 3)berat lahir 1800 gram ,Panjang 45 cm 4)ibu selma zulfatmi, 0857934046xx, 19 th 5)ivan firman , 0858720081xx 6) jl. Raya selaxxxx rt 01 rw 0x desa.lembur sawah kecamatan cicantayan kab. Sukabumi 43166 7) BLUD RS SEKARWANGI 8)byi pulang 27 desember 2015 pukul 18.30.

karena inkubator di daerah bapak/ibu belum tersedia, apakah bersedia kami bimbing membuat inkubator praktis lewat sms ini?

Boleh.

Lokasi diluar jangkauan, Jangan nyerah bikin Inkubator Praktis; 1) Beli boks plastik uk pxlxt 60x50x40 cm (kardus ok tp bersih) 2) Bila mgkn bikin 3 lubang di 3 sisi seb kepala, 15 cm dr bwh 3) Kasi lampu meja 40 Watt dari arah atas kaki bayi dan diselimuti 4) Mata bayi tutup kain 5) Kasi asupan ASI 6) Insya Allah SELAMAT. Lihat jg https://koestoer.wordpress.com/cute-incubator-penghangat-bayi-praktis/ **sms kembali jika sudah membuat untuk memastikan kesesuaiannya.

Iya terimakasih, INSYAALLAH akan dicoba.

13/01/2016 10:14:44
Salaam… prof, alhmdulillah bayi naura dari sukabumi sekarang sudah 2,4kg. Lahir 1,8 tgl 24 des. Terimakasih atas intruksi n saran inkubator sederhananya.

alhamdulillah kami turut senang mendengarnya. Jika Bapak/Ibu berkenan, sebagai dokumentasi kami, apakah bisa dikirimkan foto sewaktu bayi sedang menggunakan inkubator praktis? Bisa dikirmkan ke email koestoer@eng.ui.ac.id / ibnu.roihan@yahoo.com / WA: 0813184073xx. Terima kasih.

Secepatnya prof, saya bidan nya. Kebetulan sedang tidak di rumah pasien nya. Tiap pagi biasa nya sy kunjungi. Besok di fotokan. InsyaAllah.

Derita Ibu Bayi

Lihat bagaimana usaha seorang ibu yang dengan segala daya ingin menyelamatkan bayi kembarnya yang lahir prematur. Dibawah ini komunikasi SMS antara ibu bayi kembar dengan tim inkubator UI.

Tgl – Jam – Isi sms

20/10/2015  09:10:32

1/2. (bersambung ke 2/2) Kepada Yth.Prof dr.Raldi Artono Koestoer Di tempat. Assalamu’Alaikum Wr.Wb.. Saya bernama Dini ibu dari 5 anak, 3 laki laki & tgl 27 sept 2015 kemarin baru melahirkan bayi kembar prematur perempuan yg s/d saat ini msh dirawat di RS.Kasih Bunda – jl.Mahar Martanegara no.1xx cimahi tlp. 022-66142xx,alamat rumah di jln.Ciumbuleuit no.77 Rt.06 Rw. 02 Bandung, sy melahirkan di RS.Sariningsih-jl.L.L.R.E.Martadinata no. 9 Bandung tlp 022-42042xx, dirujuk ke RS.Kasih Bunda yg jaraknya lumayan jauh dari rmh ataupun RS.Sariningsih selain krn dokter anaknya praktek disana jg krn BPJS si kembar blm aktif & biaya NICU di RS Bandung mahal, setelah baca salah satu situs internet ttg bapak & inkubator gratisnya sy benar2 & sgt berharap banyak. Dan dengan SMS ini sy benar2 berharap dpt meminjam & dipinjamkan inkubator gratis oleh bapak karena sy benar2 tdk mampu utk menyewa inkubator yg skrg benar2 sgt sy perlukan. Krn semenjak suami kecelakaan motor.. Sy & suami jd menganggur tdk bekerja lg, krn sy hrs mengurus suami yg saat itu patah pergelangan & siku tangannya. Skrg buka warung kecil2an tp krn kemarin pas lahiran usia kandungan 7 bulan, BPJS calon bayi blm aktif,jd selama BPJS blm aktif, ke 2 bayi sy (kembar) selama dirawat diNICU memerlukan biaya yg tdk sedikit bagi kami, jd modal wrg & sedikit simpanan kami terpakai.. Selama plg pergi ke rmh sakit,wrg kami tutup. Skrg sy benar2 bingung karena ke 2 bayi sy (kembar) sebentar lg akan plg dr rmh sakit, sementara BB msh kurang dr 2kg.

20/10/2015  09:11:59

2/2.(sambungan..) Skrg sy benar2 bingung karena ke 2 bayi sy (kembar) sebentar lg akan pulang dr rmh sakit, sementara berat badan masih kurang dr 2 kg (1.8 kg & 1.3kg) mungkin krn tdk minum ASI (ASI sy tdk keluar).Dan refleks utk menghisap ASI atau dot masih lambat jd masih dibantu oleh selang yg dimasukan lewat mulut atau hidung. Skrg masih belajar mimi susu lewat dot karena selama belajar menghisap ASI lambat,ASI nya jg tdk keluar,rencana plg dr rmh sakit kemungkinan setelah bayi bisa minum dr dot atau setelah sy paham bagaimana memberi susu lewat selang jg dot,karena kemarin belajar menghisap lewat ASI sdh tdk lg. Begitu jg tempat tinggal sy didaerah yg lumayan dingin(ciumbuleuit-Bandung). Setelah baca salah satu situs internet ttg bapak&inkobator gratisnya sptnya secercah harapan bagi sy krn alhamdulillah Alloh Swt telah memberikan petunjuk & mudah2an rejekinya si kembar,Amiin.. Saya sgt berharap & sgt memohon SMS sy ini jd pertimbangan. Dan sy sgt memohon bantuannya kepada bapak & timnya utk meminjamkan inkubator gratisnya untuk ke 2 bayi sy(kembar). Sebelum&sesdhnya sy ucapkan banyak terimakasih atas pertimbangan,perhatian & bantuan bapak. Semoga Alloh Swt membalas budi baik bapak,Amiin.. Was

salam, Dini Ibunya kembar

20/10/2015

Layanan Inkubator GRATIS. Kirim info 1)Nama Bayi (A,B bila kembar) 2)Tgl Lahir 3)Berat,Panjang 4)Ibu,HP,Usia 5)Ayah,HP,Email 6)Alamat 7)RS mana 8)Kpn pulang

20/10/2015  11:05:31

Iya terimakasih banyak.. nanti datanya sy kirimkan nanti setelah memastikan & dpt data dr RS dimana ke 2 anak sy(kembar) dirawat, Mohon maaf skrg sy msh di sekolah anak sy.. o iya apakah alamat email bs pk alamat email keponakan sy.. krn jujur sy gaptek.. Sekali lg mohon maaf & sebelumnya terimakasih banyak.. Wassalm, Dini

20/10/2015  11:07:33

isi saja yang bisa diisi dengan sebenar-benarnya. terima kasih.

20/10/2015  11:11:10

Siap,insyaalloh nanti sore sy kirim sms nya, terimakasih..

21/10/2015  12:01:20

1/2 (ke hal 2/2) Anak ke : 4 1.Nama : Nabila A S 2.Ttl : Bandung, 27 September 2015 3.Berat : 1300grPanjang : 38 cm Anak ke : 5 1.Nama : Nadhila A S 2.Ttl : Bandung, 27 September 2015. 3. Berat:1800gr Panjang : 41cm Lahir di : RS.Sariningsih – Bandung Dirawat di rujuk di : RS.Kasih Bunda Jl.Mahar Martanegara No.1xx Cimahi Nama ibu: Dini E.Sukmawati. No.Hp:0818020585xx & 0819100672xx Nama ayah: Yoyon Ismail. No.Hp: 087824824635

21/10/2015  12:15:38

2/2 (dari 1/2) Usia ibu : 40 th Email :thangzeuxxx@gmail.com Keterangan: 1.Itu Alamat email keponakan 2.kapan pulang: Mohon Maaf,ditanya ke dokternya

 

21/10/2015

12:15:39

tergantung ibu..sy jd bingung kl tergantung sy ya nunggu bayinya pintar mimi susu via dot biar ga pakai NGT(selang).. tapi sy takut sewaktu2 tiba2 disur

21/10/2015

 

uh pulang krn dirawat sdh 24hr hampir sebulan.. Mohon Maaf baru dibalas. Terimakasih. Wassalam, Dini Ibunya kembar

 

28/10/2015

07:30:29

1/3. (bersambung ke 2/3 & 3/3) Kepada Yth.Prof dr.Raldi Artono Koestoer Di tempat. Assalamu’Alaikum Wr.Wb.. Profesor,Sy Dini yg tgl 20 okt’15 minggu l

28/10/2015

07:30:29

alu pernah SMS Profesor&tim, Sy ibu dr 5 anak,3 laki2 & tgl 27 sept’15 kmrin br melahirkan bayi kembar prematur perempuan yg saat ini msh dirawat di RS.Kasih Bunda – Jl.Mahar Martanegara no.1xx cimahi tlp. 022-6614221,&besok Jumat lusa, 30 Okt’15 sdh disuruh plg,pdhal BB bayi kembar 1 msh 1,4kg(wkt lahir berat 1,3kg,skrg naik)&bayi kembar2 msh 1,6kg(berat wkt lahir 1,8kg skrg turun krn wkt lahir ada cairan),&msh belajar minum susu pk dot+dibantu pk selang, krn ASI sy blm keluar jg,maksimal minum susu lwt dot 10-15ml/cc blm bs lebih Alamat rumah di Jln.Ciumbuleuit no.xx Rt.06 Rw.02 Bandung,daerah tempat tinggal sy lumayan dingin&skrg ditambah bising jg berdebu krn penambahan proyek apartement galery 3, sy melahirkan di RS.Sariningsih-Jl.L.L.R.E.Martadinata no. x Bandung-tlp 022-42042xx, Meskipun sy ibu dr 5 anak,tp utk bayi yg skrg sy benar2 bingung selain krn faktor ekonomi jg krn bayi sy prematur & kembar,& hal ini benar2 baru bagi sy,merawat bayi prematur dirumah meskipun sdh sebulan dirawat diNICU,tp kalau berat badan msh kurang dr 2kg & minum susunya blm lancar msh belajar pk dot+dibantu pk selang,sy msh benar2 sgt khawatir, apalg skrg dirumah selain dingin ditambah sgt bising kdg dr pagi s/d tengah malam,bahkan s/d pagi&berdebu,sedangkan ktnya bayi prematur sgt sensitif thp keramaian,cahaya&suara,sy benar2 jadi tambah sgt khawatir..

28/10/2015  07:30:53

2/3.(dr 1/3 bersambung ke 3/3) Sy benar2 sgt memohon&sgt berharap kepada bapak&tim dgn inkubator gratisnya spt apa yg telah sy baca disalah satu situs internet ttg bapak & inkubator gratisnya, Dan dgn melalui SMS ini sy benar2 sgt memohon&sgt berharap dpt meminjam & dipinjamkan inkubator gratis oleh bapak & tim karena sy benar2 tdk mampu utk menyewa inkubator yg skrg benar2 sgt sy perlukan Skrg sy benar2 bingung karena ke 2 bayi sy (kembar) besok Jumat lusa akan plg dr rmh sakit, sementara BB msh kurang dr 2kg. Untuk kesekian kalinya sy sgt memohon bantuan bapak&tim

28/10/2015  07:31:55

3/3.(sambungan dr 1/3 & 2/3..) Adapun data utk bayi kembar, sy & suami; Bayi kembar 1, Nama : Nabila Azka Sakina,Ttl: Bandung,Minggu 27 Sept’15, Jam:5.30 WIB, Berat wkt lahir:1,3kg, Berat skrg:1,4kg, panjang:38cm Bayi kembar 2, Nama : Nadhila Adzkiya Shaliha, Ttl: Bandung,Minggu 27 Sept’15, Jam:5.35 WIB, Berat wkt Lahir: 1,8 kg, Berat Skrg : 1,6kg, Panjang:41cm Lahir di: RS.Sariningsih-Jl.L.L.R.E.Martadinata No.x Bandung,Tlp :022-42042xx Dirujuk & dirawat di NICU: RS.Kasih Bunda-Jl.Mahar Martanegara No.1xx Cimahi, Tlp :022-661xx21 Tgl pulang: Jumat,30 Oktober 2015 Nama Ibu: Dini E.Sukmawati, No.HP: 081802058xxx & 0819100xx250, Usia:40thn Nama Ayah: Yoyon Ismail, No.Hp: 0878248xx635, Email: thangzeudxxx@gmail.com Ket: alamat email punya keponakan. Alamat Rumah: Jl. Ciumbuleuit No.xx Rt.06 Rw.02 Bandung 40141 Setelah baca salah satu situs internet ttg bapak&inkobator gratisnya sptnya secercah harapan bagi sy krn alhamdulillah Alloh Swt telah memberikan petunjuk & mudah2an rejekinya si kembar,Amiin.. Untuk yg kesekian kalinya saya sgt berharap & sgt memohon SMS sy ini jd pertimbangan. Dan sy sgt memohon bantuannya kepada bapak & timnya utk meminjamkan inkubator gratisnya untuk ke 2 bayi sy(kembar). Sebelum&sesdhnya sy ucapkan banyak terimakasih atas pertimbangan,perhatian & bantuan bapak. Semoga Alloh Swt membalas budi baik bapak&tim,Amiin..

Wassalam, Dini Ibunya kembar

28/10/2015  07:58:55

Layanan Inkubator GRATIS. Kirim info 1)Nama Bayi (A,B bila kembar) 2)Tgl Lahir 3)Berat,Panjang 4)Ibu,HP,Usia 5)Ayah,HP,Email 6)Alamat 7)RS mana 8)Kpn pulang

28/10/2015  08:00:00

bu, pakai satu nomor saja atas nama Dini bandung. jadi kami tidak bingung.

28/10/2015  08:13:58

Ibu Dini, silakan mengambil inkubator bayi kembar, besok Kamis 28/10/2015, mulai pukul 9-16. di tempat yang nanti ditentukan. cc; pa syarif

28/10/2015  08:43:52

Dimana/kemana bisa sy ambil pak? Sy mnt alamat lengkapnya&no.tlpnya, o ya maaf no.hpnya pk no.yg ini sj, sebelum&sesdhnya sy ucapkan terimakasih banyak.

28/10/2015  08:50:41

Lokasi ambil/antar Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 temui Sdr Syarif. SABTU MINGGU TUTUP. Mhn tdk memberi apapun pd petugas.

28/10/2015  08:52:07

jika bawa mobil, kami harap seukuran kijang, bukan tipe sedan. dan tidak lebih dari 2 penumpang. terima kasih.

28/10/2015  09:31:37

Apa yg hrs dibawa nanti,sebagai bukti-trs kl sy Dini tdk bs ikut bgmn? tp mgkin Suami& sopir mobil sewa ber 2..

28/10/2015  09:38:03

yang ambil bisa siapa saja, hanya bawa fotokopi ktp orangtua bayi dan yang ambil nantinya (jika bukan ortu-nya yang ambil).

28/10/2015   09:42:23

Mgkin suami,maaf.. tp cara mengoperasikan inkubatornya & yg hrs diwaspadai apa sj kan blm tau,gmn atau ada buku intruksinya.

28/10/2015  09:50:09

sangat mudah digunakan. datang saja. desain spesial, semuanya dipermudah.

28/10/2015  09:55:29

Maaf.. ini sdh pasti & benar kan pak?.. tidak bohong kan pak? Besok inkubatornya sdh pasti bisa kami ambil kan pak?..

28/10/2015  12:12:56

iya ibu.. ini gratis beneran..

28/10/2015  15:42:13

Ok.besok suami sy ambil inkubatornya, untuk kesekian kalinya seblm&sesdhnya sy ucapkan terimakasih banyak ya pak..

29/10/2015  13:29:48

tadi pak Yoyon udah ngambil inkubatornya..khusus buat bayi kembar. Kalo bisa pk ASI terus…

29/10/2015  14:07:36

Iya terimakasih banyak pak… tp ASI yg tdnya sedikit skrg malah ga keluar.. tp sy tetap berusaha spy ASI nya keluar..dgn pijat tradisional,vitamin,makan&minuman yg bergizi,mdh2an bisa.. Sekali lg terimakasih banyak ya pak atas bantuannya & perhatianya.. Maaf sms nya br dibalas, sy lg di rmh sakit ngasih dd bayi kembar minum susu

01/11/2015  14:12:12

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

02/11/2015  11:48:51

Sebelumnya sy mnt maaf,krn br lihat hp, dr kemarin dd kembar rewel filek, hidungnya tersumbat,mampet + ada selangnya 1.kalau dd kembarnya dua2nya disimpan diinkubator kayanya sempit krn tidurnya mijah/lincah + kakinya suka nendang2 inkubator jd kl yg satu tidur sk terganggu sm yg satunya lagi..jd inkubatornya gantian 2. Nabila (bayi kembar 1) skrg =1.855kg Nadhila(bayi kembar 2) skrg beratnya 1.825 kg Sekali lg mohon maaf br bls sms nya & terimakasih.

02/11/2015  12:10:12

yg lincah dilatih diluar saja. Kalau terlihat ok ok aja, ya artinya dia sdh sehat walaupun beratnya masih 1,8. kasi ASI yg banyak.

02/11/2015  12:44:36

Sayang ASI nya jd tdk keluar-sy jg sedih setiap nangis tdk bisa lsg ksh ASI, jd pakai susu formula pak.. msh pk selang kl msh ada sisa susu didot-setiap minum susu bisanya ngisap 10 – 20 ml..mdh2an bisa ngisap lbh byk lg..biar selangnya cpt dicabut- jd kan kl filek begini tdk repot&kasihan…

08/11/2015  16:55:08

1.Alhamdulillah nyaman tp tetap gantian..krn dd kembarnya kecil2 jg lincah suka nendang2 Iya skrg tidur diluarnya jg suka gantian 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.155Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.015kg. Nabila skrg lbh berat krn mgkin mimi susunya pk dot msh lambat jd sisanya kebanyakan pakai selang..sdgkan Nadhila sdh mulai pintar mimi susu dgn dot (ada yg dikeluarin susunya) tp hrs sabar,Jarang pk selang mimi susunya.. ASI msh blm keluar jg..

 

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

15/11/2015  11:03:18

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

18/11/2015  11:55:06

Jika sudah 2.3kg, coba sesekali bayinya tidur di luar inkubator, guna adaptasi dengan lingkungan, dengan pengawasan orangtuanya. Terima kasih

18/11/2015  11:41:56

1.Alhamdulillah nyaman tp tetap gantian..krn dd kembarnya kecil2 jg lincah suka nendang2 Iya skrg tidur diluarnya jg suka gantian 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.355Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.375kg. Skrg Alhamdulillah dd kembar sdh tdk pk ngt/selang Nadhila sdh pintar mimi susu dgn dot.. ASI msh keluar jg.. Mohon Maaf telat bls smsnya…

22/11/2015  15:09:57

walaupun sudah lebih dari 2.3 kg dan karena tinggal di tempat yang cukup dingin, usahakan pengawasan jika tidur di luar inkubator tetap dijaga.

22/11/2015  15:04:30

1.Alhamdulillah nyaman tp tetap gantian.. tp sekarang sdh mulai belajar dikurangi/sdh jarang didalam inkubator.. 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.550Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.435kg. Nadhila kemarin dirawat krn diare, hari ini baru boleh pulang.. Nadhila sepertinya lebih sensitif & hrs lebih steril

22/11/2015  15:04:30

.. ASI msh blm keluar jg..

22/11/2015  11:03:18

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

29/11/2015  11:03:18

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

04/12/2015  11:28:47

1.Alhamdulillah sekarang sdh mulai belajar dikurangi/sdh jarang didalam inkubator.. 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.935Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.825kg. Nadhila sepertinya lebih sensitif & hrs lebih steril.. Dede kembarnya sptnya ada alergi sufor/ susu formula.. BAB terus.. ASI msh blm keluar jg.

04/12/2015  11:28:47

. Mohon maaf balas smsnya telat/lama.. Lupa.. perasaan sdh bls smsnya- tp pas dicek blm bls sms..sekali lagi mohon maaf…maklum pikirannya terbagi..

17/12/2015  16:53:55

ibu Dini, inkubator masih digunakan tidak? mohon dijawab.

18/12/2015  08:00:06

1/3.(bersambung ke 2/3) Assalamu’Alaikum Wr.Wb.. Sebelumnya mohon Maaf yg sebesar besarnya kpd profesor&tim…Inkubatornya sdh tdk digunakan lg.. Sebenarnya dr mgu kemarin sdh pengen cepat di kembalikan biar cepat digunakan lg sm yg lbh membutuhkan lg.. Tp maaf jujur masalahnya ada sj,uang buat sewamobil atau transportnya sdh sy kumpulin kepake trs, kl ga buat berobat-buat susu,maklum ayahnya lg nganggur..

18/12/2015  08:04:41

2/3.(sambungan dr 1/3) Kalau boleh jujur kebutuhan sehari2 jg sy diksh dr ortu sy.. mmg bnr sy tgl dirmh ortu & ortu sy ada,tp semuanya tdk tergantung jg sm ortu.. jadi mohon dimaklumi.. Skrg sikembar sdh 3.3kg an lbh, tp akhir2 ini lg pd rewel&sdh 4 hr an tdk bs tdr nangis trs spt yg kesakitan spt perutnya melilit,hr ini hrsnya kontrol.. Maaf pak,beribu-ribu maaf dgn tdk mengurangi rasa hormat&rasa terimakasih sy kpd profesor & tim yg tlh…

18/12/2015  11:09:28

Sebelum & sesudahnya MOHON MAAF jadi merepotkan semua.. Dan beribu-ribu terimakasih sy ucapkan kpd profesor&seluruh tim atas semua bantuannya.. sy tdk bisa membalas apa2 selain rasa bersyukur, berterimakasih& terharu.. Tapi semoga Allah membalasnya dgn berlipat ganday,Amiin.. No.Rek: 0761-01-0091xx-xx-x BRI unit ciumbuleuit A/N: Dini  Sukmawati Alamat: Jl.Ciumbuleuit no.77 Rt.06 Rw.02 Bandung

 

18/12/2015  09:21:18

Mohon maaf pak nanti siang sy sms buku tabungannya tdk di bw,maaf skrg lg antri berobat sikembar… Sy sgt mengerti tp mohon maaf bukan maksud sy menghambat semua tp krn keadaan&kondisi sy saat ini spt ini… Kan jadinya menyusahkan semuanya jadi malu&terharu… Nanti plg dr berobat sy siapkan semua…

18/12/2015  08:58:22

maksudnya biar lebih cepat pengembaliannya ibu. mohon pengertiannya. banyak bayi yang menunggu pertolongan.

18/12/2015  08:49:26

Aduh ga usah sdh dipinjamkan inkubator mlh diksh biaya transport..

18/12/2015  08:29:50

kirim nomor rekening anda. kami akan bantu untuk biaya transportasi pengembalian inkubator. kami butuh inkubatornya karena banyak calon bayi prematur kembar yang menunggu pertolongan. mohon kerjasama dan pengertiannya. terima kasih.

18/12/2015  08:12:26

5/5. Mohon maaf yg sebesar besarnya, sy mohon pengertian dr profesor&tim jg memakluminya… Wasalam, Dini

18/12/2015

08:11:23

4/5. sikembar lg rewel sy tdk sangup kl sendirian kewalahan,sy tgl di rmh ortu sy ber 5+anak2=5, itu jg bpk sdh tua,ibu stroke,sy & suami jg anak2 msh ke

18/12/2015

08:11:23

cil,repot kl ditgl suami kmrin lg ambil inkubator sikembar msh dirmh sakit, di+skrg sikembarnya jg lg rewel jg… Kl bisa syukur Alhamdulillah, tp kl ga

18/12/2015

08:11:23

bs,sebelumnya mnt maaf mungkin sy akan usahakan ngumpulin buat sewa mobil dl atau cari pinjaman dl tp mgkin tdk bs cepat..

18/12/2015

08:07:56

3/3. Maaf pak,beribu-ribu maaf dgn tdk mengurangi rasa hormat&rasa terimakasih sy kpd profesor & tim yg telah membantu&peduli kpd sy¶ ibu yg bernasi

18/12/2015

08:07:56

b sm spt sy.. Sebelumnya mohon maaf bukan sy tdk tau berterimakasih tp biar inkubatornya cpt digunakan lg sm yg lbh membutuhkan lg.. sy mau tny inkubatornya bs diambil/dijemput ga sm org dr tim inkubator,biar nanti uang transportnya sy ganti?… Karena mgkin selain rada hemat jg di rmh lg ga ada org..

 

 

20/12/2015  07:15:13

Mohon ALAT dikembalikan, karena masih banyak bayi prematur lain yang memerlukan pertolongan. Terima kasih.

20/12/2015  07:15:20

Saudara/i Dini, kami turut gembira bayi Anda sudah sehat. Kami doakan agar bayi sehat seterusnya dan gunakan selalu asupan ASI. Bila tak keberatan kami mhn tdk mengulur waktu pengembalian guna memberikan pertolongan bayi prematur lainnya.

20/12/2015  07:15:35

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, telah ditransfer sebesar Rp 300.000 untuk dana transportasi pengembalian inkubator. Mohon digunakan sesuai amanah dan tidak men

21/12/2015  15:05:51

Sy tidak bisa berkata apa2 selain terharu,sedih krn malah org lain yg lbh peduli drpd sdra/klrga sendiri Terimakasih banyak pak.Sy tdk bs membalas kebaikan profesor & tim,semoga Allah membalasnya dgn pahala&kebaikan berlipat ganda Amiin. Sabtu,minggu UI tutup,senin mobilnya sdh ada yg booking, jadi insyaallah besok selasa pagi langsung dari Bandung Inkubatornya sy kembalikan,terimakasih banyak atas semua bantuan&kebaikan profesor&tim Wassalam, Dini

21/12/2015  15:13:40

Maaf sms nya br bs terkirim.. Sekali lagi Terimakasih banyak terutama kpd profesor&tim..Atas semua bantuan & kebaikannya.. Sy tdk bs membalas kebaikan

21/12/2015

15:13:40

profesor & tim,semoga Allah membalasnya dgn pahala&kebaikan berlipat ganda Amiin. Wassalam, Dini

21/12/2015  15:23:05

Amin. Terima kasih kembali. Semoga bayi Ibu tumbuh sehat ke depannya dan kelak patuh kepada orangtua, serta bermanfaat untuk bangsa dan negara. Kami tunggu besok. Terima kasih.

21/12/2015  17:38:32

Amiin… untuk yg kesekian kalinya TERIMAKASIH..TERIMAKASIH.. TERIMAKASIH BANYAK untuk semuanya..

22/12/2015  09:15:46

Lokasi Pengembalian Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 temui Sdr Syarif. SABTU MINGGU TUTUP. Mhn tdk memberi apapun pd petugas.

22/12/2015  09:56:40

Iya terimakasih byk atas informasinya.. Sdh jln dr jam 07.pagi. dr bandung mobilnya dtg telat..mohon maaf..

22/12/2015

09:58:15

Sekali lg terimakasih byk,pokoknya tak terhingga atas peminjaman inkubator gratisnya & bantuan uang transportnya,tp yg jelas atas kepedulian & kepekaan t

22/12/2015  09:58:15

hp seorg ibu yg sgt membutuhkan suport,sy ucapkan TERIMAKASIH BANYAK kpd profesor&seluruh tim atas semua bantuannya.. sy tdk bisa membalas apa2 selain rasa bersyukur, berterimakasih& terharu.. Tapi semoga Allah membalasnya dgn berlipat ganda Amiin Dan mohon maaf yg sebesar2nya sy sdh merepotkan semua..

22/12/2015  15:22:19

Maaf pak ktnya sdh didaerah depok tp lg macet.. Maaf..Kampus UI Depok fak teknik tutup jam brp?..

-0-

Tadi siang jam 15.40 inkubator bayi kembar sudah kembali ke markas di UI Depok. Bapak bayi bilang kedua bayi beratnya sudah lebih dari 3 kg. Alhamdulillah.

Bayi Kuning ibu Cynzia

‎Dear Tim Inkubator UI,
Terima kasih atas peminjaman alat fototerapi untuk bayi kuningnya.
Saat bayi sy pulang dr RS umur 2hari, bilirubinnya msh 11,4 kurang dr 12,  jadi diperbolehkan pulang ke rmh.
Umur 4hari diwajibkan cek up kembali ke dokter, dan hasil tes bilirubinnya meningkat 13,3 dan disarankan disinari diRS 1-2 x 24jam, dg kondisi ditinggal di RS dan diberi susu formula atau memberikan ASI sy dibotol (pd saat itu ASI sy belum banyak untuk bs ditempatkan dibotol untuk bayi selama 1-2 x 24jam).
Setelah sy mendapatkan alat fototerapi dr Tim UI, sy
sinari bayi sy 1×24 jam fototerapi bilirubin menurun menjadi 10,4
Namun 2 hari kemudian sebelum sy mengembalikan alat fototerapi, sy tes kembali bilirubinnya namun naik menjadi 11,4
Akhirnya dilanjutkan fototerapi kembali dan
kemarin pd saatbayi umur 11hari bilirubinnya turun menjadi 10,4‎
Terima kasih banyak‎ atas peminjamannya, sy bisa tetap dg bayi sy & merawatnya dirmh, bayi sy tetap bs minum ASI tanpa dicampur susu formula, dan tanpa mengeluarkan biaya tinggi spt di RS.
Regards
Ibu Cynzia

Tak Bersayap

Berikut ini adalah tulisan dari salah seorang mantan pengguna inkubator gratis ibu Susilowati di Facebook.

Pastinya sudah familiar bagi para ortu yang memiliki bayi premie.
Inilah salah satu malaikat tak bersayap yang dengan tangan terbuka lebar memberikan pinjaman inkubator bahkan tabung oksigen secara gratis tanpa ada pembayaran sepeserpun.
Beliau memberikan pinjaman inkubator dan juga tabung oksigen pada saat almh. dede Cinta membutuhkannya.
Seperti mimpi rasanya, saat kemarin hari senin tgl. 23 Nov 2015…. kami mengembalikan tabung oksigen ke FTUI Depok…. saat membawa tabung ke lantai atas, tanpa disangka beliau ada di ruangannya.
Tak melewati momen penting ini dan kebetulan pula kami memakai kaos WPD dari dokter Agung Zentyo Wibowo, akhirnya kami meminta foto bersama dengan beliau.
Ternyata asli nya beliau lebih gagah daripada melihat beliau di televisi.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada bapak Prof. Raldi Artono Koestoer…. yang sudah banyak menolong bayi2 prematur yang membutuhkan inkubator di rumah masing2 secara gratis.
Bapak juga sudah sering membantu kami…. kami tidak dapat membalas kebaikan bapak, hanya Allah lah yang akan selalu memberi keberkahan kepada bapak agar bapak sehat selalu dan diberi kemudahan dalam segala hal….. Amiiin YRA.
Bapak juga tidak melupakan kami saat umroh ke tanah suci dengan mendoakan dede Cinta dan kakak Tegar disana.
Sukses selalu ya pak dengan inkubatornya…. semoga lebih banyak lagi bayi2 prematur yang tertolong dengan alat bantu inkubator di rumah.

Uchie Arqam Jaya's photo.
Uchie Arqam Jaya's photo.
Uchie Arqam Jaya's photo.

Pahlawan dalam sunyi

Terinspirasi dari hal 32 harian kompas pagi ini tentang Andi F Noya, saya sempatkan pagi ini untuk menulis sedikit, sekalian juga sudah lama saya tidak mengisi blog saya ini.

Dalam kegiatan sosio-teknopreneurship Pengabdian Masyarakat di DTM-FTUI kami menggagas Gerakan Dunia Menolong Bayi Prematur dengan meminjamkan tanpa bayar inkubator bayi kerumah-rumah. Tentu saja diutamakan untk golongan yang kurang mampu.

Agen Relawan yang bekerjasama dengan kami sudah banyak (26 kota/kab) salah satunya ada pasutri BAPAK LUGI DAN IBU ENNY. Mereka ini bekerja luarbiasa, dan seperti apa yang dikatakan oleh Andy F Noya:”Indonesia selalu butuh orang-orang seperti ini, yang selalu saya sebut pahlawan yang bekerja dalam diam. Mereka sekecil apapun tak peduli latar belakang sosial ekonomi pendidikan, berbuat nyata untuk lingkungan sekitar tanpa pamrih dan mengeluh. Seharusnya orang-orang seperti inilah yang diberi panggung walau mereka berbuat bukan untuk diberi panggung. Namun itulah cara kita menghargai mereka.”

Saya tak perlu cerita lebih banyak lagi tentang Lugi dan Enny, kita simak saja dua video berikut ini yang bercerita tentang kegiatan mereka di Jonggol kab Bogor.

Awas akun Facebook anda

Barusan tadi saya dapat peringatan dari Facebook di tab samsung saya. Warningnya, ada somebody yang coba buka facebook saya dari suatu tempat yang tidak biasa. Pagi tadi teman di group WA diperingati oleh yang lain “Win kayanya akun lo di facebook di hacked orang deh.”

Karena itu saya aware dan atas anjuran FB sendiri saya ganti password. Lalu di email saya keluar konfirmasi seperti ini:

Hi Raldi,
Your Facebook password was changed on Wednesday, November 18, 2015 at 9:10am (UTC+07).
Device: Galaxy Tab S 8.4
IP address: 114.121.1xx.230
Carrier: Telkomsel
If you did this, you can safely disregard this email.
If you didn’t do this, please secure your account.
Thanks,
The Facebook Security Team

Salut pada security facebook yang sudah bekerja dengan baik. Semoga jadi perhatian untuk anda semua.

Mhs Skr Gak Kaya Dulu

Mhs skr gak kaya dulu, lebih asyik ngurusi kuliahnya, belajar, ngerjain tugas dan laporan, spy lulus lebih cepat 3,5 th dg IP tinggi. Krn ortunya pesan:”Nak kalau kuliah yg benar, gak usah macam2, yg penting cepat langsung kerja.” Jarang yg berpesan:”Nak sbg orang terpelajar, gunakan ilmu utk membela kaum lemah, miskin, tertindas, org cacat, kaum marginal. Tak ada guna nilai tinggi cumlaude, jika hanya membuat kamu egois yg mementingkan kesenangan sendiri. Tunjukkan tgjawabmu sbg mhs. Di tangan kalianlah perubahan bangsa ini, tunjukkan kamu peduli pada rintihan si miskin. Bukalah lapangan kerja walau usaha itu sulit diawal.”
Kalau bukan ditangan kalian mhs, siapa lagi yg bisa merubah bangsa ini…

Comments
Diyan Diwyastra
Diyan Diwyastra Mantap prof..siap laksanakan…

Unlike · Reply · 1 · 8 hrs
AmIn Pcm
AmIn Pcm Sangat setuju prof..

Unlike · Reply · 1 · 8 hrs
Aria Manar
Aria Manar Izin share prof

Unlike · Reply · 1 · 7 hrs
Gagat Bhumyantoro
Gagat Bhumyantoro Sangat setuju, Pak Professor…

Unlike · Reply · 1 · 6 hrs
Soesi Lowati
Soesi Lowati Ijin share ya Prof.

Unlike · Reply · 1 · 5 hrs
Djoko Susetio
Djoko Susetio Se7 prof

Unlike · Reply · 1 · 5 hrs
Budi Purwanto
Budi Purwanto Otokritiknya: yg jadi ortu mhs skrg adalah penerima pesan agar sewaktu jadi mhs jadilah pembela si lemah & jadi agen perubahan.. apa ada yg salah dgn mhs dulu yg kini jadi ortu shg pesan yg disampaikan ke putra-putrinya yg jadi mhs skrg beda dgn yg dilakoninya dulu ya Prof…
Jadi anomali gitu ya…

Unlike · Reply · 2 · 3 hrs
Kusnan Nuryadi
Kusnan Nuryadi Bagus itu idealis sekali prof.
Ada sisi lain, saya malah banyak yang lebih negatif, jangankan mikirkan orang lain mikirkan dirinya sendiri saja dipertanyakan. Rasa tanggung jawab gak ada, mau enaknya saja, kurang faham apa yang disampaikan orang yang lebih tua.
Keteladanan orang2 terdahulu tidak disimak lagi.See More

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Chandra Manan Mangan
Chandra Manan Mangan Teladan yang diperlihatkan keseharian saat ini bertentangan dengan norma yang ada. Pelanggaran kecil dibiarkan.. hingga pelanggaran terus berkembang dan meluas hingga ke penegak hukum. Harus ada ketegasan.

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Adji Pramudiya
Adji Pramudiya Lulus cumlaude tapi hati cumlaude (peduli kaum papa dg ilmu nya) itu baru top sebaliknya mash mending di sby ada tukang becak yg tdk sekolah tp peduli lingkungan dg perbaiki jalan

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Arioto Kusuma
Arioto Kusuma Ijin share Prof.

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Andre Elmanto
Andre Elmanto Nilai yang sudah tergerus zaman Prof…sekarang materi adalah segala galanya fokus tingkat tinggi ama materi sampai lupa dirinya hidup bersama orang lain…xixixi

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Andi Ishak
Andi Ishak Ijin share Prof.

Unlike · Reply · 1 · 1 hr
Kurniawan Teguh Waskita
Kurniawan Teguh Waskita Ijin share prof.

Unlike · Reply · 1 · 1 hr
Candra
Candra Ini masalah paradigma yg sdh lama terpelihara di masyarakat kita…..definisi “bekerja” itu adalah bekerja di kantor, sehingga apabila ada yang kerjanya menolong orang lain, orang tersebut masih dianggap belum “bekerja”….padahal kita yakin rejeki (teSee More

Unlike · Reply · 1 · 1 hr
Farisza Gita Gita
Farisza Gita Gita Zaman berbeda, tuntutan berbeda, apakah mental juga berbeda????

Gampong Dyah Baro Lampase Aceh

Inkubator gratis, gagasan dari Univ Indonesia, sejak dua tahun yang lalu sudah smpai di Aceh. Berikut adalah salah satu laporannya yang baru kami terima dari Aceh.

-0-

Blood For Life Foundation added 4 new photos.
4 hrs ·

Bahagia itu yang ada dalam hati kami melihat pasangan Muda yang baru menikah dan memiliki bayi yang tampan meskipun pada saat lahir beratnya 1100 gram atau 1,1 kg di RS.Ibu dan Anak …
Kami mengecek kondisi bayi yg bernama Raji Yurkiansyah yg memakai Inkubator Portabel….meskipun hujan lebat..akhirnya kami sampai di Gampong dyah Baro Lampase Banda Aceh…Rumah kontrakan papan yang sederhana tapi semangatnya luar biasa…Alhamdulilah setelah memakai inkubator portabel beratnya si bayi sudah 1,7 kg dan kondisi sehat serta ibunya juga bisa istirahat yg cukup dan terus memberi ASI agar kondisi berat bayi cepat normal…Alhamdulilah hampir 2 tahun yg lalu Prof Raldi dari Universitas Indonesia Seorang penemu inkubator portabel mengamanahkan 2 unit inkubator portabel kepada BFLF sudah 7 bayi premature yang menggunakan inkubator portabel ini dan alhamdulilah sehat2 semuanya……………..
Niat kami semoga Inkubator Portabel ini bisa di miliki seluruh kab dan kota se Aceh sehingga bayi2 Premature yang lahir di Aceh dan menjadi normal kembali dengan peminjaman Gratis ke Rumah orang tua yang memiliki bayi2 premature tidak ada masa waktu peminjaman sampai bayinya normal baru dikembalikan ke BFLF…Mohon doa sahabat agar niat ini terwujud..amin ya Rabbal alamin

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xlf1/v/t1.0-9/12208560_1158858190808777_3623886029487449471_n.jpg?oh=a6bb5b1248ccaa869dad369d4990317b&oe=56BF13E0

DGB-FTUI Paripurna 281015

Setelah penyerahan dari ketua DGB lama Prof Harry Sudibyo pada ketua yang baru Prof Tommy Ilyas, acara dilanjutkan dengan rapat perdana. Anggota semua dibagi dalam 5 komisi, Etika, Keilmuan, Pembangunan Masyarakat, Pengembangan Tridarma dan Promosi Demosi. Akan ada raker 7-9 Des 2015.

Lihat slide foto:

UI Juara 1 Kontes Mobil Hemat Energi

Tim mobil Hemat Energi dari UI, berintikan anggota mhs dan dosen dari Dep Teknik Mesin FTUI juara 1 dalam lombamobil Hemat ENergi. Lihat laporan Dr Ir Ario SB, berikut ini.

From ario@eng.ui.ac.idAdd contact
Date Today 20:28

Assalamu’alaikum wrwb

Sekedar menyampaikan berita dari ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) DIKTI 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang pada tanggal 21-25 Oktober 2015.

Alhamdulillah, Tim UI Supermileage Vehicle (UI-SMV) berhasil meraih 3 gelar dalam ajang KMHE 2015 ini.
1. Juara 1 untuk Kategori Urban Bensin dengan nama tim Sadewa Hore dengan perolehan 292 km/l.
2. Juara 1 untuk Kategori Prototipe Bensin dengan nama tim Nakoela Hore dengan perolehan 740 km/l.
3. Juara 1 Best Design dengan nama tim Nakoela Hore.

Tim UI-SMV ini dikawal oleh pembimbing Mohammad Adhitya, MSc., Kasubdit Penalaran Kemahasiswaan UI Anna Amalyah Agus, MBA dan juri lomba Dr. Ario SB.

Kompetisi ini merupakan kompetisi ke-4 setelah 3 tahun berturut-turut dilaksanakan oleh ITS di Surabaya. Kali ini Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah KMHE 2015.

Kendaraan yang dilombakan pada kompetisi ini sejumlah 62 mobil yang merupakan hasil saringan dari 133 proposal yang masuk ke panitia.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada pimpinan Departemen Teknik Mesin, pimpinan Fakultas Teknik, pimpinan UI terutama bagian kemahasiswaan, seluruh dosen, karyawan dan seluruh mahasiswa UI, para alumni serta pihak sponsor yang telah membiayai kegiatan ini.

Kami juga menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada para pembimbing UI-SMV yang selalu mendukung tim dalam suka dan duka, Prof. Bambang Sugiarto, Prof. Danardono dan sdr. Mohammad Adhitya. Dan tak lupa doa selalu teriring kepada sesepuh Departemen Teknik Mesin almarhum Prof. Nakoela Soenarta yang kami dedikasikan nama beliau sejak tahun 2011 sebagai nama tim Nakoela (bukan Nakula) untuk menghormati jasa beliau dalam pengembangan teknik otomotif di UI.

Semoga dengan prestasi yang baik ini, tim UI-SMV dapat mempersiapkan dengan lebih baik dalam kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2016 yang akan berlangsung pada bulan Maret 2016 di Manila. Mohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian, semoga prestasi yang diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Demikian terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam,

Ario SB
——–
Hasil akhir Kontes Mobil Hemat Energi DIKTI 2015

Stadion Kanjuruhan, Malang, 21-25 Oktober 2015

Kelas Urban

a. Bensin

1. UI – Sadewa Hore – 292 km/l

2. ITS – ITS Team 3 – 197 km/l

b. Diesel
1. ITS – ITS Team 2 – 175 km/l

2. UNS -Bengawan Team UNS 1 – 150 km/l

c. Listrik

1. Univ Negeri Jember – Titen EV 2 – 71 km/kWh

2. ITS – Nogogeni Team 1 – 64 km/kWh

d. Etanol

1. ITB – Cikal Gasoline – 155 km/l

2. Tidak ada

Kelas Prototipe

a. Bensin

1. UI – Nakoela Hore – 740 km/l

2. Univ Jember – Tawang Alun 3 – 162 km/l

b. Diesel

1. Unibraw – Apatte 62 – 389 km/l

2. UGM – Semar Proto – 257 km/l

c. Listrik

1. UPI – Bumi Siliwangi 1 – 353 km/kWh

2. Unibraw – Apatte 62 Brawijaya 2 – 255 km/kWh

d. Etanol

1. Unibraw – Majapahit Mileage Team – 347 km/l

2. ITS – ITS Team 5 – 316 km/l

Best Design

1. UI – Nakoela Hore

2. Unlam – Wasaka team

3. UGM – Semar Proto

Best Video: Unibraw

Best Team: Politeknik Negeri Bandung – TPOP2

Rumah Bersalin RBC

Jadi RBC ini singkatan dari Rumah Bersalin CUMA-CUMA. Tentu saja jelas artinya semua pasien yang dilayani disini tidak bayar alias gratis atau cuma-cuma. Duh…Dalam hati saya bicara ‘Dimana lagi di dunia ada yang kaya gini ya ?’.

Sewaktu saya memutuskan untuk mengunjungi RBC sudah terbayang sedikit seperti apa Rumah Bersalin ini. Sistemnya yang gratis inilah yang membuat saya tertarik untuk mengunjunginya walau harus start pagi dari Jakarta untuk bisa sampai di Bandung jam 11. Mereka menulis email pada kami untuk bisa bekerjasama dalam memanfaatkan inkubator buatan kami. Mereka tahu dari broadcast di media sosial, yang saya sendiri tidak tahu siapa yang mem-broadcast-nya.

Mereka bekerja dalam diam, itulah istilahnya Kick Andy tentang mereka yang sudah banyak berbuat tanpa banyak publikasi. Dibawah kendali Sinergi Foundation, yang ternyata kegiatannya dibidang sosial juga banyak diantaranya selain Rumah Bersalin gratis ini adalah Beasiswa,Mitra Usaha Berkah, Lumbung Desa, Firdaus Memorial Park (kuburan) dan masih banyak yang lain. Baru deh kami merasa jadi kecil dan gak ada apa2nya dibandingkan dengan mereka.

Alamatnya Jl Holis 448 Bandung, dan mereka punya satelitnya untuk Rumah Bersalin ini yaitu di Soreang Jl Raya Soreang Banjaran Km2 Kab Bandung.

Mari kita lihat sedikit slide-show nya.

 

Persyaratan Agen Relawan

Semenjak muncul di Metro-TV tgl 26 Sep yang lalu, banyak permintaan dari dua sisi. Sisi bawah adalah para pemakai inkubator, artinya para keluarga yg membutuhkan inkubator krn mereka punya bayi prematur. Dan sisi atas adalah mereka yang berniat untuk membantu program ini dengan menjadi agen relawan. Komunikasi terjalin melalui SMS gateway Center, 0856 5931 2070 seperti yang kami sebutkan waktu di Metro-TV.

Tentu saja kami merasa gembira, karena makin banyak yang membantu, makamakin cepat persebaran inkubator gratis ini ke seluruh Nusantara dan tentu saja akan makin banyak bayi prematur yang akan tertolong.

Kelihatannya mudah untuk menjadi agen relawan, sepertinya asal sudah bersedia bekerja secara suka-rela maka sudah bisa menjadi agen relawan. Kenyataannya tidak selalu demikian sejauh ini mereka yang terseleksi, ini kira-kira saja dari semua permintaan yang masuk, hanya diterima 50% saja. Lalu mengapa demikian ? Koq orang sudah mau bantu malah dipersulit ?

Kalau bisa saya persingkat satu dua kata saja, maka syarat utamanya adalah mereka yang sudah mencapai level, FINANCIAL-FREEDOM (secara fisik dan mental).

Dan ini syaratnya:

Pertama, mengirim surat permohonan untuk menjadi agen relawan melalui email koestoer@eng.ui.ac.id. Selanjutnya komunikasi akan di-guide melalui email dan SMS. Usia calon harus sudah lebih dari 35 thn sudah berkeluarga dan punya anak.

Kedua, harus membaca dulu dua artikel di blog ini, yaitu

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/calon-agen-peminjaman-inkubator/

https://koestoer.wordpress.com/2014/06/30/tingkatan-relawan/

Ketiga, bila sudah maklum akan isinya, individu yg bertanggung-jawab tersebut harus mengirimkan CV nya, cukup 2 halaman saja termasuk softcopy foto. Sekalipun yang berminat adalah institusi misalnya sebuah yayasan, maka harus tetap ada individu di institusi tersebut yang bertanggung-jawab terhadap program ini. Dan dialah yang diperlukan CV nya.

Keempat, tentunya semua memahami bahwa bangsa kita ini mempunyai sebuah local-wisdom yaitu azas GOTONG-ROYONG. Artinya kita bahu-membahu dalam menolong bayi. Maka diharapkan bayi didaerah A ditolong oleh relawan dan donatur dari daerah A itu sendiri. Maka dianjurkan dengan sangat (sehingga akhirnya menjadi syarat utama), calon agen mengganti biaya produksi 2 unit inkubator yaitu 2×3,5 juta = 7 juta. Dan 1 unit lampu Fototerapi senilai 1 juta rupiah. Jadi total 8 jt. Tentu saja ini bukan paksaan, beberapa diantara mereka yang minat kuat tapi finansial terbatas minta nego. Saya bilang begini ‘Bolehlah satu unit inkubator dan satu unit Fototerapi.’ Karena dimusim penghujan banyak bayi yang menderita bilirubinemia (bayi kuning), mau di jemur tidak bisa, tiap hari mendung. Berat bayi sudah 3 kg.

Unit diatas itulah sebagai modal awal program peminjaman untuk daerah lokasi dimana agen berada. Tentu saja karena saat ini pembuatannya masih di Depok, calon agen harus menanggung juga ongkos kirimnya.

Kelima, bila ganti biaya produksi dan ongkir sudah dikirim, maka itulah tanda jadinya. Berarti selanjutnya kami akan mengirim 2 unit inkubator, surat perjanjian berneterai, dan semua kelengkapan dokumen petunjuk yang berkaitan dengan alat inkubator dan dokumen pendukung lainnya. Delivery ini biasanya makan waktu 2-3 minggu, tergantung kondisi dan situasi.

Keenam, bimbingan untuk agen relawan berlangsung terus menerus. Lebih diutamakan melalui saluran ONLINE. Yaitu SMS, Whatsapp, facebook dan email. Sambil kita bersama mengerjakan program ini, kita belajar juga dari pengalaman masing-masing yang akan di share melalui kontak ONLINE.

Secara garis besar itulah persyaratan menjadi agen relawan dan tentu saja diperlukan lebih dari satu agen untuk tiap daerah/atau kota dan atau kab kota. Bayi prematur yang perlu ditolong banyak dan ada dimana-mana. Dengan demikian diharapkan agen aktif mencari bayi prematur dan mempromosikan program ini dengan cara non-komersial dan elegant. Jangan biarkan inkubator penolong bayi ini ‘mangkrak’ di rumah anda.

Lihat inkubator di metro-tv

http://video.metrotvnews.com/play/2015/09/26/434913/profesor-inkubator-penyelamat-sang-buah-hati

Berkat Inkubator UI

Berkat inkubator UI, bayi di seluruh Indonesia tidur nyaman.

-0-

Yg kembarpun tidur nyaman di dlm inkubator… Karena kami sudah menyiapkan 3 unit inkubator bayi kembar.

 Alhamdulillah baik ,anak saya sekarang beratnya udah 2,1 , makasih atas doanya

kholifah cilacap 25071x
+62878789443xx
-0-
Alkmdllh pak bayi,tidur nyenyak pak cuma dikit2 bangun pengen asi, untuk berat badan dede pertama sudah 2050gr,dede yg ke dua 2150gr.. Alkmdllh udah di atas 2kg
sugiyono matraman jaktim 17081x
+62856426776xx
-0-
alhamdulillah sehat & nyaman tidurnya di inkubator. sekarang bb 1625 gr iya mksh banyak
tika sidoarjo jatim 14091x
+62838573699xx

Kerjasama dengan :

Intro Aliran Dua Fase

Pengantar Aliran Dua Fase dibsampaikan oleh Raldi A. Koestoer. Pengantar ini terdiri dari 3 kali kuliah @ 1,5 jam di DTM Tek Mesin FTUI. Pesertanya hanya tiga orang mhs S3 Amir, Unu dan Adi.
Kuliah pertama tidak sempat di video alias kelupaan. Jadi video ini adalah kuliah kedua. Terdiri dari 2 video msg2 30 menit.
Model pembelajaran kuno satu arah dari guru ke murid krn di gd MRC tidak ada whiteboard yg ada malah monitor LED besar, sedangkan saya tidak menggunakan slide sama sekali. Jadi semua gambar hanya ada dalam bayangan atau benak masing2 orang saja, demikian cara yg lebih imaginatif dari kuliah biasa.
Klip ini bag pertama dan kedua dari kuliah kedua.

Intro Aliran Dua Fase VID 20150811 V2.2 

Klik disini utk melihat kuliah yang pertama

Sri Bintang

Sri Bintang Pamugkas, sedang menyampaikan usulannya didalam kelas pelatihan MPKT-B tgl 05 Agustus 2015.
Yang perlu dipuji adalah kerajinannya, beliau rajin mengikuti MPKT baik A maupun B, dan sangat aktif berdiskusi menyampaikan pendapatnya. Mari kita ambil positifnya, karena banyak usulannya yang berguna. Kalau soal gayanya sih… Ya udah gitu dari dulu.
Jaman dulu sebelum reformasi, siapa yang berani sama Suharto, kalau bukan Sri Bintang dengan gayanya yang ‘ngeyel’ kaya gitu.

Kayanya beliau satu-satunya di UI yang berani dengan terang-terangan menyerang ‘mafia berkeley’.

Inkubator Grashof, Sang Penyelamat Bayi Prematur

Oleh : Dyah Sukasto

Suatu hari, ia bertandang ke rumah sang kakak yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak. Di sebuah sudut ruangan, matanya menatap sebuah kotak yang teronggok begitu saja. “Itu inkubator bayi, rusak,” kata sang kakak. Iseng, diamatinya inkubator tersebut. Lalu, secara detil ia menjelaskan kepada sang kakak mengapa alat tersebut tidak berfungsi. Ini mengundang kagum sanga kakak, yang lalu berkata “Jika kamu bisa, kenapa tidak kamu saja yang buat?” Sang kakak bertutur betapa banyak bayi tak tertolong karena sulit mendapatkan fasilitas ini.

Kata-kata sang kakak rupanya menancap di hati dosen Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Indonesia ini. Ia lantas berfikir untuk merancang inkubator bagi bayi prematur. Apalagi menurut keterangan sang kakak, selama ini inkubator dibeli dari Amerika Serikat dengan harga mahal. Riset pun dimulai pada tahun 1995.

Itulah cikal bakal lahirnya penciptaan inkubator Grashof oleh Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA.

Seabad yang lalu Grashof ilmuwan asal Jerman mengemukakan teori tentang konveksi alami. Teori perpindahan panas inilah yang dijadikan basic inkubator ciptaan Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. Dalam rancangannya, Guru Besar FTUI ini memberi beberapa lubang pada ke empat sisi inkubatornya sedemikian rupa sehingga suhu ruang inkubator selalu stabil pada 34 derajat C.

Tujuan Desain Inkubator Grashof

Pertama, mengedepankan faktor kebersihan, yakni desain simpel agar mudah dibersihkan. Selain itu tata cara dan ketersediaan komponen relatif mudah didapatkan, karena 94 persen materinya buatan dalam negeri, sehingga memudahkan penggantian komponen. Kedua, dapat menghangatkan bayi dalam suhu 33 sampai 35 derajat Celsius.  Dan yang ketiga, mengedepankan faktor keamanan dengan adanya cut-off (termostat). Memiliki daya penghangat yang berasal dari dua buah lampu pijar berdaya 25 watt yang cukup untuk memberikan kehangatan di dalam kabin inkubator grashof

Prinsip Kerja dan Penerapan Teknologi Inkubator Grashof

Inkubator Grashof menerapkan sistem konveksi alamiah, dimana perpindahan panas berdasarkan aliran udara alami. Ada beberapa lubang di sekeliling inkubator bagian bawah yang dibuat miring, untuk mengantisipasi perbedaan ketinggian, perbedaan tekanan, dan massa jenis udara. Dengan demikian tercipta aliran alami dari dingin ke panas, dan akumulasi kehangatan terpusat di kabin inkubator.

Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA menjamin kondisi temperatur dalam kabin inkubator stabil seperti yang dibutuhkan bayi. Termostat dan tata letak lubang menciptakan terjaganya suhu di kisaran 33 hingga 35 derajat Celsius (tergantung kondisi sekitar). Selain itu akan terjadi pemerataan temperatur yang dibutuhkan bayi, mulai dari kepala hingga kaki. Dalam penelitian, sudah dilakukan pengamatan penyebaran panas melalui foto termal, yang menunjukkan aliran penyebaran panas yang merata dalam kabin inkubator.

From Research to Sociotechnopreneurship

Riset inkubator Grashof dimulai pada tahun 1995 di Fakultas Teknik Mesin Universitas Indonesia. Sampai melahirkan inkubator pertama pada tahun 2001, yang disebut sebagai wood incubator, karena desainnya yang masih menggunakan banyak rangka kayu. Usaha Kecil Menengah (UKM) dimulai tahun 2005, produk terjual pada Juni 2006. Selanjutnya Inkubator Grashof ini diproduksi secara massal hingga awal tahun 2012. Antara tahun 2011 hingga 2012, merupakan fase socioentrepreneurship.

Pada tahun 2013, sang penemu mulai menerapkan sociotechnopreneurship, yakni dengan meminjamkan inkubator penemuannya secara gratis kepada masyarakat golongan ekonomi lemah se-Jabodetabek. Ia menyadari benar betapa banyak bayi prematur yang tidak mendapat kesempatan mendapatkan perawatan NICU karena keterbatasan biaya, belum lagi keterbatasan inkubator di fasilitas kesehatan umum. Hatinya tergerak untuk meminjamkan inkubator temuannya kepada bayi-bayi mungil yang membutuhkan kehangatan.

SMS Centre

Cara memperoleh Inkubator Grashof relaif mudah, cukup melalui SMS. “Saya berpikir, alat apa yang bisa digunakan untuk menjadi jembatan komunikasi antara saya dan masyarakat. Dengan SMS, ponsel sederhana pun bisa,” tutur Prof. Dr. Ir. Raldi, DEA. Melalui SMS Centre “085659312070”. Awalnya informasi tentang peminjaman inkubator gratis ini hanya diumumkan di blog pribadinya. Lalu menyebar dari mulut ke mulut. Atau kalaupun tak bisa mengakses intenet, ada saja saudara atau kenalan orang tua si bayi yang mencarikan informasi di internet. Media massa juga berperan menyebar luaskan hal ini. Ia juga mempunyai fanpage di Facebook dengan akun Bayi Prematur dan Neonatal. Setelah itu para orang tua yang mau menyewa inkubator gratis akan menghubunginya melalui SMS. Hampir setiap hari selalu ada saja permintaan yang masuk, walau belum tentu transaksinya deal atau jadi meminjam.

Biasanya setiap ada SMS yang masuk ia akan membalasnya dengan memberi greeting : ‘Kami siap membantu Bapak/Ibu dengan layanan gratis inkubator bayi untuk di rumah’. Namun setelah itu, terkadang ia mendapat kabar lagi bahwa si pengirim SMS tidak jadi meminjam karena si bayi sudah berangsur sehat.

Cara peminjaman Inkubator Grashof cukup mudah, peminjam cukup memberi informasi nama bayi, berat lahir, tanggal lahir, nama orang tua, nomor telepon yang bisa dihubungi, alamat e-mail (bila ada), dan apakah bisa mereka mengambil inkubator langsung ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Rata-rata mereka menjawab bisa.

Namun dalam prakteknya, ada kalanya sang peminjam tinggal relatif jauh dan tidak memiliki ongkos.  Akhirnya orang tua datang ke FTUI dengan kendaraan umum, pulangnya diberi ongkos taksi oleh Prof. Raldi, karena inkubator tidak mungkin dibawa dengan kendaraan umum. “Terkadang menggunakan kendaraan saya, dengan diantar sopir,” tukasnya.

Pemakai inkubator gratis ini sangat beragam. Dari petugas mesjid, buruh pabrik, karyawan, ada juga yang berasal dari kalangan profesional. Menurut Raldi bayi itu tak mengenal kata kaya atau miskin. Jika ada inkubator di rumah, maka bayi bisa dibawa pulang, biaya perawatan di rumah sakit pun tak membengkak. Sebab, untuk menaikkan berat badan bayi prematur dibutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan. Biasanya tiap 3 hari ia akan memantau perkembangan si bayi melalui SMS dengan orang tua bayi. Bagi Guru Besar FTUI ini setiap gram kenaikan berat badan bayi adalah kebahagiaan baginya.

Anti Hak Paten

Inkubator yang dipinjamkan dapat digunakan sampai bayi mencapai berat badan aman (sekitar 2,5 kilogram). Tak lupa ia selalu menganjurkan kepada keluarga si bayi tentang pemberian ASI eksklusif yang bisa cepat menaikkan berat badan bayi. Metode kangguru juga ia percaya menjadi cara alami untuk menghangatkan bayi prematur. Maka setelah disusui dan si ibu butuh beristirahat, bayi bisa ditaruh di inkubator. Yang juga ditekankan adalah pemberian stimulasi kepada bayi berupa sentuhan, mengajaknya bicara, menyanyikan lagu, dan sebagainya. Bayi yang sudah sehat biasanya tak betah lagi di inkubator, dan ia bisa kembali ke pelukan ibundanya. Inilah waktunya inkubator sudah bisa dikembalikan.

Ini terkadang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Prof. Raldi, karena ada beberapa orang tua yang tidak kooperatif, sehingga ia harus mengirim orang untuk mengambil inkubator tersebut. Beruntung jika alamatnya belum berpindah. Kadang akhirnya beberapa inkubator tidak dapat diambil alias hilang. Namun, konsekuensi ini sudah diperhitungkan olehnya. “Padahal semestinya inkubator tersebut bisa terus berkeliling untuk menolong bayi-bayi malang lainnya.”

Yang tak terbayarkan adalah ketika ada orang tua yang mengembalikan inkubator dengan membawa bayinya yang sudah sehat. “Itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai besarnya.”

Prinsip sociotechnopreneurship semakin mantap dijalankan, bahkan ia berani mengatakan dirinya anti-hak paten. Artinya, bila ada yang ingin meniru inkubatornya silakan saja, asalkan menganut prinsip sociotechnopreneurship. “Bila ada yang ingin meniru silakan saja, semakin dikembangkan, semakin banyak bayi tertolong.”

Soal biaya produksi, operasional, dan perawatan, semuanya didapat dari dana pribadi maupun sumbangan dari para alumni Fakultas Tenik Universitas Indonesia. Kini, sebanyak 110 an unit sdh ada siap pakai, dan sudah ratusan bayi terselamatkan karenanya. Modelnya pun semakin dibuat praktis, sejak tipe awal, A-01, A-02, seterusnya hingga kini tipe F, yang semakin simpel, dengan berat hanya 13 kilogram dan daya 30 – 50 watt.

Dalam pengembangannya, Prof. Raldi terus berusaha memperbaiki temuannya dengan menerima masukkan dari orang tua bayi. Dan kini tipe yang baru tengah dalam risetnya.

Fototerapi untuk Bayi Kuning

Karya yang diciptakan oleh Prof. Raldi tidak hanya inkubator untuk bayi prematur, ia juga mengembangkan inkubator yang dilengkapi dengan fototerapi untuk bayi kuning (bilirubinemia). Yang biasanya digunakan bersama dengan inkubator karena prinsipnya alat ini merupakan terapi dengan sinar jadi bayi harus dalam keadaan telanjang hanya menggunakan pampers saja. Supaya tidak kedinginan maka bayi ditaruh di inkubator, sinar bluelite bisa menembus lapisan transparan atau akrilik sehingga sinar bluelite bisa sampai menyentuh kulit  bayi kuning. Mata bayi juga harus ditutup dengan kain warna gelap.

Target Menjangkau 34 Provinsi

Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA tengah berkonsentrasi menjangkau 34 provinsi se-Indonesia. Sudah ada beberapa titik di beberapa daerah yang sudah berjalan, ia menyebutnya sebagai agen relawan. Ia ingin kelak satu kota atau satu centre relawan memiliki 10 inkubator.

Saat bertandang ke kantornya di Fakultas Teknik Mesin Universitas Indonesia, ada enam Inkubator Grashof di depan ruangannya. Menurut Roihan, sang asisten, biasanya yang tersisa hanya satu atau dua inkubator. Dan kami juga sempat melirik whiteboard di ruang kerja Prof. Raldi, tercatat empat inkubator dinyatakan hilang alias tak terlacak keberadaannya, karena sang peminjam tak memenuhi janjinya. Namun itu semua tak menyurutkan semangat berbagi, apalagi kini Inkubator Grashof ciptaannya sudah sampai ke Magelang, Semarang, Yogyakarta, bahkan Aceh dan Jayapura. Ini membuat sang penemu memikirkan desain yang lebih praktis, misalnya sistem knock down, agar mudah dibawa kemana-mana.

Salah satu bayi yang mendapatkan layanan peminjaman inkubator gratis dari UI.

Salah satu bayi yang mendapatkan layanan peminjaman inkubator gratis dari UI.

Dyah SUkasto penulis artikel ini dlm rangka buku 20 innovasi.

Dyah SUkasto penulis artikel ini dlm rangka buku 20 innovasi.

-0-

Tambahan 04/08/15 (Raldi AK), posting di FB juga.-

SMS PAGI INI:
04/08/2015
08:23:32
mhn maaf baru respon.. bayi kami nyaman di dalam inkubator, beratnya saat ini 1,3 kg. Sebelumnya 1,07 kg saat pulang dr RS. kami pun berharap bayi kami terus sehat. trm ksh atas dukungan & doanya.
nawawi cibinong

PPBU-BPPDN Caldos Dikti

Sejak 4 tahun yang lalu Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi) memberikan beasiswa untuk calon dosen muda untuk seluruh Indonesia. Tahun ini katanya jumlahnya sekita 2000 an. Mereka adalah lulusan S1 baru dari Univ negeri dan berminat untuk jadi dosen dan akan melanjutkan studi ke jenjang berikut, nanti bila sudah selesai mereka membaktikan dirinya untuk jadi dosen di Universitas Negeri.

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) memiliki sebuah program pemberian beasiswa untuk mereka yang berkesempatan melanjutkan pendidikan pascasarjana di dalam negeri, lebih jauh beasiswa ini dikhususkan untuk menjadi calon dosen yang kelak akan mengisi titik kosong keperluan dosen di seluruh Indonesia. Ya, beasiswa ini dikenal dengan sebutan Beasiswa Unggulan atau Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri untuk Calon Dosen (BPPDN Caldos Dikti).

Penerima beasiswa BPPDN ini tidaklah sedikit, mereka tersebar dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Komunikasi dan kedekatan diantara mereka sangatlah penting, sehingga beberapa tahun yang lalu sudah dibentuk sebuah keluarga besar penerima beasiswa BPPDN dengan nama Perhimpunan Penerima Beasiswa Unggulan Nasional (PPBU Nasional).

Tahun ini aktivitasnya menyelenggarakan seminar – 4th Scientific Meeting -.

Kali ini temanya:

Membangun Karakter Dosen Muda untuk Kemajuan Pendidikan TInggi di Indonesia

Yang diselenggarakan pada: Jumat s/d Minggu 14-16 Agustus 2015, di kampus UI.

Entah bagaimana asal muasalnya, saya diundang untuk memberikan ceramah ‘inspiring talk #2’. Sedangkan #1 dan #3 nya adalah Anies Baswedan dan Rhenal Kasali.

Demikianlah datang 4 orang wakilnya di kantor saya Depok, Hendra Dhe Sitanggang, Ira Marti Ayu, Netta Liliani, Jenny Primanita Diningrum. Merekalah yang memberikan info pada saya tentang PPBU. Waktu saya tanya koq ujug2 saya yang diundang untuk menjadi pembicara. Tidak ada satupun diantara mereka yang bisa menjawabnya. Gak pa pa deh, kan saya emang nganggur jadi pasti insya Allah ada waktu untuk berbagi, apalagi untuk dosen muda, tentu saya bersedia. Berhubung setiap tamu pasti akan di foto (kalau ingat) maka berposelah kami bersama di etalase inkubator.

Calon dosen PPBU dari UI Hendra, Ira, Netta, Jenny

Calon dosen BPPDN dari UI Hendra, Ira, Netta, Jenny

PPBU (2)

Kambang Iwak di Palembang

Jug-ujug pada suatu hari saya berada di depan hotel Swarnadwipa, dan karena memang masih pagi sekitar jam 6, rasanya badan perlu diajak senam sedikit. Jalanlah saya melintas tempat parkir mobil…eh…eh… Ternyata sudah ada seribuan orang yang berolahraga disitu. Rupanya di depan hotel ini memang ada semacam danau kecil. Orang Betawi bainyanya nyebut Situ atau Setu (Situ Lembang, Setu Babakan) dan di trotoir lebar sekeliling danau itulah orang pada jalan dan lari. Tentu saja banyak muda-mudi yang mejeng. Rupanya oleh Pemkot memang sudah disediakan tempatnya utk berolahraga, jadi ada taman di mana anak-anak bisa bermain dan bapak2 bisa sedikit fitness angkat bodi. Banyak juga PKL jual bubur ayam, bakso, pempek dan makanan lain. Wah ramai sekali.
Itu hari sabtu, tentu saja saya berpikir tentu kalau besok minggu akan lebih banyak lagi orang. Dan benar…Keesokan harinya saya keluar. Bukan saja ramai orang tapi memang seputaran danau itu sudah dibuat jadi daerah CFD (?)…duh apaan tuh ? Car Free Day… tau…

Tentu saja saya sudah siapkan alutsista yaitu tustel dan tongsis, yang tidak akan pernah saya lupakan sebagai piranti utama saya untuk berselfi-ria. Nama lokasinya KAMBANG IWAK BESAK… Nah wongkito yang sudah lama gak balik kampung, mampirlah sabtu dan minggu pagi sambil berolahraga. Badan jadi bugar, dan tak boleh dilewatkan adanya senam bersama yang di kordinir oleh Yayasan Jantung Sehat Sumsel. Yang ikut senam dari anak-anak, muda-mudi, bapak ibu, kakek nenek…pokoknya semua deh. Mirip CFD di Senayan Sudirman HI di Jakarta. Semua kuliner lokal juga hadir termasuk JASUKE…Apaan tuh… Lihat saja videonya.

Saya tanya sama orang disana apa artinya Kambang Iwak Besak, mereka bilang Kambang= danau kecil, Iwak= ikan, Besak = besar. Saya jadi ingat waktu mampir di Pekanbaru, disana k.l. sama suasanya di hari ahad pagi, lihat https://www.youtube.com/watch?v=N2JMPmT2Nxg

Baguslah dengan berolahraga kita jadi sehat. Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.