Free-of-charge infant home-incubator

Since January 2012, Prof. Raldi Artono Koestoer has been lending his Grashof incubators free of charge to parents of premature born babies who can’t afford hospital fees, It all began in 1989 when he visited his eldest brother who is a pediatrician and had the opportunity to examine a broken incubator. At the time, incubators in Indonesia were mostly imported from USA, Germany, Japan and were very expensive. So the idea came that he would manufacture his own incubators locally in Indonesia and supply them to regional hospitals.

The Grashof incubator uses natural convection where the transfer of heat from a bulb lamplight as a heating element to the baby chamber is not generated by an external source like a blower, fan or suction device but only by density differences occuring due to temperature gradients. The density of air depend on its temperature, if the temperature rise the density decreased that means the air become lighter then move upward. Heating chamber connect to the outside air by several holes allowing fresh-air enter the heating chamber replace the hot air which moving upward to the baby’s cabin.

This type of natural circulation is not only more energy efficient but it also allows the baby to sleep easier. Most of the heat will accumulate inside the baby’s chamber before being released through outlet holes scattered in the upper part of the chamber in order to maintain a cabin temperature of between 33 – 35 degrees celcius, just slightly below the human body temperature. The theory behind natural convection was developed by German Scientist Franz Grashof in the 19th century, hence the name Grashof incubator used in honour of him.

The professor started his research on this topic in 1995. He wanted a simple design for his incubator for several reasons. A simple design will make it easier to clean and troubleshoot. He also wanted as much of the materials to be sourced locally in Indonesia in order to drive down the manufacturing and maintenance costs, while also ensuring spare parts can be sourced quickly and cheaply to keep as many incubators available for use.

Last but not least, safety is a concern. Although the incubators are all equipped with a cutoff thermostat, by only using two 25 watts light bulbs as the main heating source, it ensures that the temperature will not get too high. The highest temperature increased if the thermostat for some reason doesn’t work, can onlybe achieved to 38 dgC when ambient air at 29-30 dgC as a normal room daily temperature in Indonesia. So there will be no overheating eventhough the electronic device failed as frequently occurred in the hi-end product of hospital incubator.

The top part of the incubator is made of acrylic, while the bottom is made of wood coated with High Pressure Laminate to minimize the risk of burns or electrocution. But other materials with low thermal conductivity could also be used. Other point important of this incubator concerned to its low cost of production per unit which is only 275 USD. And mostly manufactured by the two vendors of the small scale industry. As demand from the lower society increased include for the twins preemies newborn, the team produce also three units of TWIN-INCUBATOR with the same system of natural convection.

After years of research, the first generation of Grashof incubators was born in 2001 nicknamed the wood incubator since it was mostly made of wood. In 2005 Prof. Koestoer started his small business of manufacturing his incubators with the view of selling them to regional hospitals across Indonesia, and in 2006 he sold his first incubator. However, realizing that many parents were still unable to afford NICU (neonatal intensive care unit) care, since January 2012 he made his incubators available for parents of premature born babies to borrow free of charge. An endeavor he coined ”sociotechnopreneurship”.

Initially, information about his Grashof incubators was only available on his blog http://koestoer.wordpress. com written mostly in Indonesian. Then, from word of mouth and traffic on their facebook page he managed to leverage that into several appearance on national tv. These days he spends a lot of his time replying to concerned parents through his SMS Centre. Despite all that, plus his teaching duties at University Indonesia, Prof. Koestoer also takes an active role in monitoring the babies’ progress. He maintains contact with the parents every 3 days via text messages during the 1-2 months it normally takes to get the babies to normal weight. He’s also keen in improving his designs by taking suggestions from parents that have used the incubators.

The latest model weighs only 13 kg making it more portable than before. His latest idea is to incorporate phototherapy to treat hyper-bilirubinemia which is known as a jaundice baby.

It’s not all smooth sailing in his social endeavors, however. To date, 3 incubators have been lost from parents failing to return them with Prof. Koestoer being unable to track them down. The cost is something that Prof. Koestoer considered part of the risk of providing this vital service for free to those most in need. The bigger concern is that those 3 incubators could have helped save even more young lives.

The Grashof incubators are not under any kind of patent, information on how to build your own Grashof Incubator is available for anyone in Indonesia wishing to follow his design. As long as it is for non commercial purposes and inline with the spirit of social entrepreneurship. However, utilization outside Indonesia can be afforded only after consultation with the thermal group of University of Indonesia.

Today around 110 units are operational spread across 25 cities with the aim to eventually reach all 34 provinces of Indonesia (approx. 300 cities). To date (data of November 2015) over 600 to 700 (six to seven hundreds) babies have been saved with this vital service providing the hope that many more newborn preemie of poor people in the remote region will be saved in the future.

Future planning of expanding the utilization this home-incubator, it will be taken into account to exporting the system to help other developing countries around equator, which have the same tropical climate as Indonesia, such as African or south American countries.

DSCF2018

One of the baby who has a free service of Grashof-home-incubator.

 

Jadilah seperti pohon kurma

Kiriman dari Mamak Alhamid.

-0-

Sebait catatan nasihat dari (alm) Ustadz Rahmat Abdullah

Pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.

“Cuciannya kelihatan kurang bersih ya”, kata sang istri.

“Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:

“Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? ”

Sang suami berkata, “Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita.”

Dan begitulah kehidupan.

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.

Sebuah pepatah kuno mengatakan bahwa “orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”.

Pohon kurma lazim dijumpai di kawasan Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya pohon kurma yang bisa bertahan hidup. Maka, tidak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon tahan banting.

Kekuatan pohon kurma ada pada akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu itu akan memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”
Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerap mengizinkan tekanan hidup datang. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar semakin kuat. Tidak sekadar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan. Kita pun keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang kehidupan.

Baarakallahu fiikum..🌺

Tatib WA Agen Relawan

Sehubungan dengan aktifnya WA grup ini, kami dari pusat inkubator (Tim Inkubator UI), merasa memandang perlu untuk membuat tata tertib penggunaan WA, guna memfokuskan apa yang menjadi tujuan pembuatan grup ini sejak awal. Berikut Tata-Tertibnya:

TATA TERTIB PENGGUNAAN APLIKASI WHATSAPP GRUP : FORUM AGEN RELAWAN INKUBATOR

1. Forum grup agen relawan ini digunakan hanya untuk keperluan mengenai ke-agen-an.
Melingkupi :
– Foto bayi atau keluarga peminjam.
– Konfirmasi peminjaman On dan Off serta ketersediaan inkubator.
– Masalah teknis yang tidak bisa diselesaikan dan perlu diketahui oleh para agen.
– Berbagi pengalaman tentang peminjaman (khususnya yang memotivasi).
– Berbagi berita yang sifatnya membangun untuk program ini.

2. Tidak diperkenankan memasukkan konten selain program inkubator.
Contoh :
– Copy paste mengenai berita apapun selain program ini. (atau yang biasa disebut Broadcast Yang Mengganggu), baik itu info yang sekiranya benar atau salah, maupun berguna atau tidak.

3. Masalah atau berita yang sensitive dan pribadi, mohon tidak dipublikasi di grup ini dan dikonfirmasi kembali ke sms center 085659312070.
Melingkupi :
– Berita meninggalnya orangtua peminjam atau bayi pengguna.
– Berita masalah keluarga peminjam, baik ekonomi, rumah tangga, dan hal lainnya.

4. Menghargai dan menghormati setiap pesan yang disampaikan dari (dan/atau) untuk siapapun di forum ini guna kebaikan dan kemudahan selama menjalankan program.

5. Forum ini sifatnya adalah tertutup untuk para agen relawan saja dan BPH YBPI.

6. Hal-hal yang belum tertulis di atas dan sekiranya butuh menjadi tata tertib, akan didiskusikan dan direvisi kembali.

Terima kasih.
Ttd

Tim Inkubator UI / YBPI

Musuh kita sebenarnya

Seberapa pedulikah kita pada tetangga kita yang masih dalam kemiskinan dan kebodohan alias kurang pendidikan. Kita lebih suka menuntut hak yang tinggi tanpa diimbangi dengan kewajiban kemanusiaan yang memadai. Tindakan menolong sesama sekarang ini masih terbatas bila ada bencana saja. Padahal bencana yang dahsyat itu sebenarnya ketika kemiskinan dan kebodohan masih mengelilingi kita.

Niat tulus dan keikhlasan dalam bekerja dan beraktivitas sangatlah kurang. Akibatnya keberkahan dan dan kebahagiaan hidup masih terasa jauh. Bila keikhlasan lebih diutamakan maka hidup terasa ringan. Disinilah seharusnya jihad kita, melawan kemiskinan dan kebodohan.

Student’s Opinion 2015

Opinion of the students.

General
Excellent -Ethic is a subject that must be followed by all of the students in Mechanical Engineering. Formally, in academic registration list, this subject is written as Engineering Ethics but actually in the class, the name of the subject changed slightly to Excellent Ethics. Following the name, the content and the learning method is also different than conventional method. The reason why there is a modification is due the problem of the country after the year of called ‘Reformation’ that was 1998, the political situation change drastically. Surely in the form of democracy, election system become better and better. But in the side of mentality, the problem appear significantly. A lot of people either in government or parliament, they are doing corruption. Eventhough nowadays exist a special institution named KPK who care about this matter, everywhere all over the country, person who has political power and opportunities, try to corrupt any government project.
Student principally is our future leader. They must be trained not only with science and technology but also they should have to keep with them a good attitude and integrity. It should be embedded in their daily ativities, so in the future they can lead the country in the good and positive direction.
Course in Mech Eng Dept, conducted by Prof Raldi, Year 2015
-0-
Gde Ngurah Renaldi Shantika, 1506789335, renaldi1497@hotmail.com, 087886986381
From the excellent ethics project, I learned that how to give to people who need it and now I know how it feels to be the reason for other people’s smile, it is such a wonderful feeling and I am very grateful to know how it feels right now. I think that the other people should have done the same thing as our group and the other groups. It is not a waste of time, it will be very useful to ourselves and the people we help. People should always think that giving to other people is a positive act to do not a waste of money or just a waste of time and money. Once said that no one has ever gone poor by giving and the only thing a person actually feel rich is by giving to others. It is so true that it cannot be determined that a person is rich or not. A person with lots of money cannot be called rich. What if he or she is not that humble? It means that he only rich on money not rich inside, inside his or her heart. Whether we are rich or not, popular or not, we should not ever think of our position when we give as said that it is humility that makes man as angels but it was pride that changed angels into devils. We should only think that we are the givers, does not care that we are president, actor, actress, etc. It doesn’t matter how much you have in life if what you have in life takes away from you being humble. At the end of the day, even the poorest man can be the richest depending on how much love he has in his heart. It is always important to give to other people as we could also feel comfortable when see them happy. We are not alone in this world, we lived in a big world, and we should smile together, not by our own.
The Ethic class was fun so far, never make me bored. Maybe once I ever overslept, but not because the class in not boring, I just was too tired. The class was very interesting from the very start. Prof. Raldi taught us lots of things especially about morals We learned that not only intelligence that make people success. There are more aspects that is needed in order to be a successful people. As I said before, a smart person cannot be successful without having a feeling of care about his or her surroundings. On the other hand, people who care about their surrounding and want to help people in problems have more tendency to be successful. Everyone in this Earth is smart no one is stupid. It depends on how we apply our own intelligence. However, just being smart and talkative is not enough to success. We need to make our words and brilliant ideas comes true by doing a real action that will be seen by crowd of people and obviously will make them happy as our ideas are there to solve their problem. Prof. Raldi teach us how to care about the marginal people and feel sympathy about them. He told us his experience in helping people by making a free incubator which until now have saved lots of newborn babies. From his experience, we know that there are many people that need our helps and our helps are really important for them. By helping the marginal people, we just not make them happy, but we also show the world that we are one of the people who care about each other. Ethic class had made me thought this way. Besides that, I also learned that we really need to take action for everything that we planned. We should not leave them as “plans”. Moreover, we should not ever think that our action will be a failure and do not ever be scared of failing as failure is a step to become successful. It is normal if we fail for our first try. So, do not ever hesitate yourself to do something that you think it is an action that beneficial to you or your surroundings. For the future Ethic class, I suggest Prof. Raldi would do more practical works such as going to orphanage with the whole class. I thing that it would be the most effective way so the learner will immediately know what is the purpose of the Ethic class.
Firstly for the near future, as my group mates and I had said, we want to continue our contribution to the Nurul Hikmah Free School. We will donating some chairs and tables for the student to study as some of the tables and chairs in that school are already unusable. They are already broken because they are too fragile. We already asked a school that have unused chairs and tables. We just need to wait for the confirmation from the school whether they want to give us the chairs and tables or not. For the future I think I want to cooperate with the others either they are in the ethics class or not, it is a volunteer. I planned to make some program which could help the orphans. First we will search their talent, what they are good at. After that we will split them into groups according to their talent. We will include those talented kids to some events which involves their skill. This will improves their skill and their talents will not be a waste and continue to develop.

Faris Pusponegoro, 1506789322, farispusponegoro@yahoo.com, 087739870100, Group 4
The project is indeed have a huge meaning for me. There are some lessons to get by doing this project. First of all is that I realized that there are many person who live their life under the poverty line. Realizing that fact, I have turned out my temptation of having exclusiveness and being high profile. Then, the next thing I got is that we must do the real actions to change everything. So, if we are about to help someone, just do it. Third lesson that I got is that to be professional, we must do the step no matter how hard it is. There will be no achievement without some efforts.

From my experience, at first, I don’t know what is excellent ethics lecturer, what will be discussed, and what will I get from this lecturer. Then at the first day of lecturer, Mr. Raldi gave us the preview of what will be done in this semester. At that point, I found out that this lecturer is interesting and different with another. Doing interview and giving a marginal people something is really heart-touching. Every week of lecturer, I got a new refreshment and motivation from Mr. Raldi. There are some topics to discuss regarding the real current situation in Indonesia. Then, the Excellent Ethics Project is as exciting as I thought before. This is because we’re in group helping marginal people together with planning and real actions. So, overall the excellent ethics lecturer this semester is totally excellent.
For helping marginal people in the future, I would like to give them education and motivation for achieving a better condition for their life. Also I would like to give them the capital goods to make them easier and motivated to produce something valuable.

Hadrian Kurniadi Saputra, 1506789341, hadrian2809@gmail.com, 081287663648, Group 4

Instead of donating to help children in other country, we should first look with our own eyes that children in our country too needed those donation. Therefore if we really wanted to help the children we should start with those that actually lives closer to us first. As there are actually a lot of children that requires the donation in our country.
This project was an eye opener that the children from the less fortunate family are actually willing to work their best in order to improve their living condition. I learned of this after seeing their reaction to our motivational talk as they were paying attention and responding to our quotes and ideas.

Hashfi Abidi, 1506789354, hashfi_funk@yahoo.co.uk, 081934190788, Group 4

I learned a lot of lessons during the project, and the lessons that I learned are the soft and hard skills. The examples of the hard skills that I learned are the skills required to drill a hole and hammer a nail, but the skills that I learn more are the soft skills such as decision making and leading. During the execution of the project, we encountered many problems which were expected but the magnitude and the types of the problems were not expected. Initially, the problems that we faced looked to be a problem that will consume more time than we planned, but we were able to find a solution that actually helped us to complete the project faster. Overall it was one of the hardest tasks that I have handled because I had to make decisions after decisions in which none of them were easy decisions. So, the project meant a lot to me because I have contributed to other people and also I was able to experience the real world.
In addition to that, I learned a valuable lesson in regards in helping other people. During the time of the survey, we got lots of requests and helps that the management and the teachers would like for us to help with; even though most of them are not that necessary to helped with, but it was still a hard decision to make in regards on what to help with, at least for me, because it was not a great feeling to know that there are things that they would like to be helped with, but we can only helped them some of what they wanted. It made me realise that even though we would and could help other people with anything, but there are times where it limits us to the extent that we could help with only some of them.
Excellent ethics lectures have been one of the best subjects that I have learned, and the reason is mainly because the subject focuses more on the practice than studying and understanding theories. In my opinion, the best way for humans to learn is through practice and experience, and Excellent Ethics focuses towards that. There will be arguments made on the fact that ethics is one of the easiest subjects in the world, but in my opinion it is actually the hardest because the majority of the people in the world are still not practicing ‘good’ ethics in their daily lives, even though that many people have been taught directly and indirectly by teachers, parents and/or elderlies. Also, in my opinion, ethics is one of the things that are needed to be implemented in the world to change all the problems that the world is currently facing; such as terrorist attacks, civil wars and world wars and nuclear wars. The main cause of these is the understanding of ethics because people are willing to hurt one another even though we are human beings that were by flesh and blood. Hence, I have been longing a subject and life that focuses on the practices and Excellent Ethics fulfil that desire. In conclusion, Excellent Ethics is one of the best subjects I have learned during my years in school through one of the best types of learning in which I have learned a lot.
I have always had a big vision and mission of what I would like to do in the future, which is to help other people. There are so many unfortunate people in the world, and from my observations these people are within this position because they have a weak mentality and character. This is the reason that any occupation that I will have in the future is to hopefully to ignite and make a change to the people in the world to make it a better and peaceful place to live. As in to help the marginal people with my friends or by myself in the near future, I actually intent to look for the knowledge required in sharing to the people that is needed to change the mentality and character; however, during that time, I would try to join voluntary organisations so that I would be able to contribute more to the society. Also, I would try to do it by myself or with my friends, but it is better if it is done with organisations first to gain the necessary experiences.

Nathaniel Viandy Dondokambey, 1506789442, nathanielviandy@ymail.com, 081287890834, Group 6
The lesson I have learnt is to give something small but meaningful for others. Giving or donating things is nice, as we helped them cover their needs. But, sometime by giving things there is no real interaction did, which sometimes leads into arrogance. By giving attention, there no need to us to be arrogant as we gave nothing but our time. Therefore, interactions were done and we will have more sympathy to others. This project gave so many meaningful things to learn. Of course, this means something for me.
At the beginning, I didn’t even know why I have to take this lecture. I also thought that every student in the faculty of engineering have to take this lecture. I didn’t have any idea about this lecture at all. Well, things changed after I went to this class for the first time.

I knew that I would like this class. As this class is really relaxing, there is no way I can feel really bored. This class is not like other classes which full of equations, but this class in filled with social studies. By entering this class, I knew that I would get something engineers sometimes forgot to have, social skills. As we, engineers, often have contact with complex equations to do our job, we sometimes forgot how to solve problems by looking at the feelings. Equations maybe can help, but it was sometimes not suitable to others feelings. The first interview project gave me a lesson in determining who are the people included in the marginal group. Then, by knowing who they are and what they need, I as the future leader will give them the solutions to their problems effectively.

After the take home mid-term test, we are close to our final project. Nothing much happened after we done our mid-term, as we focused on our finals. But, the final project gave us so many meaning in taking this lecture. We were taught in how to be caring person to others, how to manage a group, how to work in groups, and how to manage a problem in the middle of our project. By doing our final project, we were taught in how to be a more smart person but helpful to others. The main thing is, in becoming an engineer, I have to compile all of my knowledge for the sake of humanity. Without it, my knowledge will be useless.

I want to make a foundation for kids around the world. I want to supply them with knowledge and skills which will be useful for them. I want to make a free skill growth facility for the orphans. I think if this happened, even when a child is an orphan, they still can reach their dreams in the future. But, even though sometimes dreams don’t go as planned, we still can do something. Whatever we will going to do, as long as it is good to others, just do it.

RAIHAN NAUFAL SATRIA, 1506789455, rnsatria_13@yahoo.co.id, 081323288225, Group 6
First of all I would like to thank Prof. Raldi for giving me this excellent ethics project. This project teach us to be more care with the marginal people by helping, entertaining, and interacting with them.
From all what I did in this project, it really means a lot to me. From my opinion and my thoughts, the most valuable moment is when I interact and having fun with my cute little girl of 4 year old orphan, called Aini. She was actually very innocent orphan I think comparing to the other orphan and also she was the most calm rather than the others. I was very excited for entertaining the orphanage. We played together. From that moment, I remembered when I was in a childhood moments. It was like playing with the others and having fun with them. So, when I ran this project, it reminds me of my childhood memories.
From my opinion about taking the excellent ethics class with a lecture called Prof. Raldi is very meaningful. Although in the beginning class I felt bored and a little bit sleepy hearing what the lecture said. After he taught us about the marginal people and how do they actually lives in the real world, I realize that there are many marginal people out there asking for help, Then Prof. Raldi gave us an assignments about interviewing a marginal people, and the last project was about the excellent ethics project which is about visiting, teaching, and entertaining the orphanage. It makes us more care about them. I think having a lecture like Prof. Raldi who gave us some lessons about how to be a leader with a sympathy and always feel want to help the marginal people, is very valuable. The more I come to his class, the more I know how his attitude is. Thank you Prof. Raldi for teach us about the marginal people and how they survive in their lives.
Absolutely if we already graduate from college and then we get a job, we must’ve been forget about the marginal people. So after we have an ethics class, we will not forget about the lecture said and about the marginal people. I vow myself to be more care about the marginal people, and always help them until I die. Although my mother always taught me to help them, then I will not forget about them. If I lead this country or if become one of the government in Indonesia, surely I will force all the government to make a movement about helping the marginal people. Because in my thoughts, the marginal people always exist until the day ends. This teach us to be more care about them and always motivate us not to be selfish persons. So what would I do in the future? The simple answer is to help them by donating, visiting, and entertain the marginal people.

Rendy Harsa Rizal, 1506789474, rendy.harsa.rizal@gmail.com, 081296096711, Group 6
Lesson learned from project
There are a few lessons I learned through executing this project. First and foremost that I should be thankful of what I have, and that I should never complain asking for more. After having done the project, I realized that there are unfortunate people everywhere near us. There are people who are much more suffering than us. So when we have a perfectly ‘normal’ life and we complain, wanting more material needs and happiness, I think that act shows that we are taking things for granted and that humans are conceded. We want more of life when there are people trying hard just to have a life itself. We want to be almighty when actually only god is, and that if he wishes it we would in a blink of an eye be dead.

Another thing that I learned is that every little gesture and action of kindness means a lot. Because for some people, those gestures and actions of kindness hardly comes by. For example, we are throwing our clothes out, so rather than doing that we wanted to donate it. Just by doing that there are actually people happy to get clothes. So action speak louder than words, what I learned is that. There would be no meaning in hesitating, just go out and help no matter how small it is, I guarantee that people will feel thankful of what you have done.
Experience in Ethics class, and suggestion
What I experienced from the start of Ethics class is awesome and epic. I really understand what the prof. is doing, and I think what he does is great. Unlike ordinary lectures that teaches straight form the book, the way prof. taught us is based on real life, and we are also told to do activities. I think this is really great, and I think this is the right way to teach about ethics.

My suggestion if I have to say one, maybe you could take the class somewhere and give them hands on lessons. Maybe show the baby incubator, or go somewhere and do a class project together to help people.

If I somehow become successful in the future, I of course want to help all marginal people. But because it would be hard to help them directly one by one, so if I somehow becomes super rich I would create a charity aid foundation. The charity will help marginal people of any kind with my money, and money gotten from donation and stuff too. If I become successful and well known, I hope people would also help me, and that will ensure the continuation of the charity foundation. And that people will be able to get help for a long time.

Rizki Sakti Pradipta, 1506789480, rizkisnugroho@yahoo.com, 081289005397,
Group:6
In my opinion the excellent ethics lectures are a nice break from the day to day lectures of mathematics and other sciences. And that it has many morals that we can learn from by listening to Prof Raldi speak for an hour every Monday. Morals that we can use as guidelines for our future, that we need to change our mindset from those who constantly ask, to those who give, give to the people that need help. I enjoy prof Raldi’s lectures on ethics greatly from beginning to end, as I view that ethics is something that must be taught to everyone, and that it is something that is lacking from most people in my generations, I included.
In the future I would like to go back to the orphanage that we helped in our ethics project, and interact with the children again. and do this not to just one orphanage, but to as many orphanages as I possibly can. Enough people donate food, clothes, and money to orphanages. But not enough donate time, time that they can spend to make children in orphanages smile and be inspired to do more, and strive to become more.

Jonathan Jofianus, 1506789373, vanz_joo@yahoo.com, 081221180628
In my opinion, the relation between the visit and the interview assignment with the ethical subject that I have learned in the class week by week in the class meeting is the relation is close.
In the class, we taught about being a success and a smart people is not enough. A success that we got in the class is just an illusion. We got a high score only for ourselves. We got high score to prove that we are better that anyone. We just too focus in academic. But, we forgot about another people who don’t have a chance like us. Like learn in the school, get a good quality education, can sit in a comfortable table and chair in the class, have a class air conditioned, and many more that some people don’t have it.
We maybe got a high score in our university, in our school, get some achievement from many sectors, but we forgot about the people who have nothing near us. We may getting a high score and many trophies, but we should take care and help or at least remember, there are many people who have lived poorly near us, that we called it marginal people.
We as a student, also have a high sense of solidarity to them who have nothing near us. Because, after we graduate from college, maybe we will be more forget about them. If we have a high sense of solidarity, deepest sympathy and empathy from now, in the future, we can help much more people than now. Helping people in not easy. Helping people should be from inside our heart, and it cannot be pushed.
At first, maybe we can help people that live near us. Security, Cleaning Service, and anyone who needs our help. Maybe not only money, we can give them food, supplies, tools, or we can made something that they need.
What I get from the lesson in the class and the visit and the interview is I cannot only focus in myself, I cannot be a selfish man, I should open my eyes, look outside, look my world, that many people need me. What I got in the class should I applied in the real life, not just an ordinary theory and get a high score. I should have a high sense of solidarity to them who have nothing and need my help.
The world that we live in today is not real. When you look the people near us clearly, much of them is different from us. They totally need our attention and they need our help. They cannot live this life alone, we should help them.

I feel so lucky to get a lesson like ethical engineering. I think the lesson such as ethical engineering should not taught by mechanical engineering only, but also all of major in faculty engineering because this lesson taught us about not only know about people, but also it taught about how to have a contribution to other people who need our help to survive and live this life in this world.
From this lesson, I am taught how to interact with any kinds of people, not only my friends and people who lives near me, but also how to interact with the people who have many disabilities, the poor people, the sick people, that we called marginal people.
Beside interact with many kinds of people, I also get a lesson that now I know that the world that I live now is not the real world. Gadget, expensive car, expensive clothes, what we eat everyday, internet, books, malls, and anything else that we usually do is an illusion. That is not the real world. The real world are poverty, solitude, misery, war, a chronic disease, forgotten, and not considered is the real world. Many people live in that bad situation.
We may live in happy situation. But, remember we have a lot of fun above them who always suffer. I realize that I cannot just sit down and see what a bad thing happened to them. I should do something to help them to exit from that bad situation. From this lesson I learn many thing about social. Although I am a engineer student, but I also have a high sense of solidarity to social environment, to people who need a help from someone to exit from their situation.
Intelligence, trophies, achievement, appreciation, and academic are important, but it is not the most important. The most important thing are how we can communicate with any kinds of people, how we can understand what they need, what they feel, what they do in their daily routines, and then the last is how we can help them so they can feel what we feel now.
I hope what I get in my lesson in the excellent-ethics class can I applied in the real life. So I can help many people who need help. I wish I could realize my ideas into the real life, not just ideas.

Muhammad Ihsan Arsyad, 1506789436, mihsanarsyad@yahoo.com, 081288908456

My Excellent-ethics lecture is very unique and attractive. His name is Raldi Artono Koestoer. With his degree Prof. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. He is teaching in Facult of Engineering, University of Indonesia. This semester, he become my lecture in Mechanical Engineering, teaching Engineering Ethics. What did I experience about lecture and also about Engineering Ethics that he teach us to become a person that care about our surroundings. How to be care with marginal people and also help them with our limitations. Beside them, Prof. Raldi also teach us about what will we needed in the future, about future leadership and also become a real-action person. I personally enjoyed the way he thought me. From his opinion that I remembered, he said that future leadership should be able to do a real action, not becoming an actor that only focusing on making up his/her reputation. Actually I enjoyed the assignment he gave to us. The assignment is to take a visit and having an interview with marginal people and I think it was very useful. From that assignment I can learn about the real condition of people. This assignment make me realize that there are so many people that are stronger while they should face the reality of life that isn’t by their side. Then I know that I should be appreciated things more than before because there are so many people that dreaming about things that I have now. He really want us to become a wise person. He really don’t want us to forget about marginal people after we graduate. He told us that usually many of their students forget about marginal people, forget about what he already thought and also become selfish. You also have to know that Prof. Raldi made an incubator for new-born baby and rent it for free. He made the incubator by himself. He open recruitment for agent who wants to help people like he do and this incubator especially for premature baby and saving their lives. It also helps their parents too. In my opinion, Prof. Raldi is very unique and attractive person. He also a wise person I think. He also teach us about valuable lesson based on his own experiences. I like him personally. No wonder everybody call him Excellent-Ethics Lecture and I totally agree with them.

Pemberdayaan Masyarakat

28/12/2015 17:17:43 Siska Faolina, bidan di Sukabumi.
Assalamualaikum, prof ini dari sukabumi. Mau tanya tentang peminjaman inkubator gratisnya, sodara saya baru melahirkan kurang bulan dan.berat bayinya 1,8kg. Pulpak dr Rs.nya. skrg sudah dirumah. Cara dan syarat peminjamannya seperti apa? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Mohon orangtua bayi sms ke center ini. Terima kasih.

Iyaa saya ini lgi sama ibu bayinya. Bila perlu saya tlpn bisa g prof?

ini sms center, tidak bisa menerima panggilan telepon. ibu si bayi ada hp atau tidak? jika tidak, apakah anda bersedia menjadi penghubung selama proses ini berlangsung?

Mohon maaf prof. Ada hp, barusan sy tanya tidak ada pulsanya. Beli lampu 60 watt buat sementara saja blm dibeli, sepertinya tidak punya. Biaya pulang drRS saja udunan (iuran) dr keluarga. Kalo di Rs terus biaya akan trs membengkak dan g ada yg tgng jwb, itu alasan pulang paksa. Doketr menyarannkan sd 1 minggu dulu di Rs. Iyaa saya siap jadi penghubungnya. Terimakasih prof.
Saya Siska faolina, Fb saya siska faolina binti kholidi. Saya buka praktek bidan, rumah dan tmpt prktk sya berdekatan dgn rumah pasien tersebut. Alamat saya jl.raya selaxxxx rt 01 rw 0x desa lembursawah kecamatan cintanyan kab. Sukabumi.

Kirim info 1)Nama Bayi (A,B bila kembar) 2)Tgl Lahir 3)Berat,Panjang 4)Ibu,HP,Usia 5)Ayah,HP,Email 6)Alamat 7)RS mana 8)Kpn byi pulang.

1)Nama Bayi : Naura Afiatu Rrahmah 2)Tgl Lahir 24 desember 3)berat lahir 1800 gram ,Panjang 45 cm 4)ibu selma zulfatmi, 0857934046xx, 19 th 5)ivan firman , 0858720081xx 6) jl. Raya selaxxxx rt 01 rw 0x desa.lembur sawah kecamatan cicantayan kab. Sukabumi 43166 7) BLUD RS SEKARWANGI 8)byi pulang 27 desember 2015 pukul 18.30.

karena inkubator di daerah bapak/ibu belum tersedia, apakah bersedia kami bimbing membuat inkubator praktis lewat sms ini?

Boleh.

Lokasi diluar jangkauan, Jangan nyerah bikin Inkubator Praktis; 1) Beli boks plastik uk pxlxt 60x50x40 cm (kardus ok tp bersih) 2) Bila mgkn bikin 3 lubang di 3 sisi seb kepala, 15 cm dr bwh 3) Kasi lampu meja 40 Watt dari arah atas kaki bayi dan diselimuti 4) Mata bayi tutup kain 5) Kasi asupan ASI 6) Insya Allah SELAMAT. Lihat jg https://koestoer.wordpress.com/cute-incubator-penghangat-bayi-praktis/ **sms kembali jika sudah membuat untuk memastikan kesesuaiannya.

Iya terimakasih, INSYAALLAH akan dicoba.

13/01/2016 10:14:44
Salaam… prof, alhmdulillah bayi naura dari sukabumi sekarang sudah 2,4kg. Lahir 1,8 tgl 24 des. Terimakasih atas intruksi n saran inkubator sederhananya.

alhamdulillah kami turut senang mendengarnya. Jika Bapak/Ibu berkenan, sebagai dokumentasi kami, apakah bisa dikirimkan foto sewaktu bayi sedang menggunakan inkubator praktis? Bisa dikirmkan ke email koestoer@eng.ui.ac.id / ibnu.roihan@yahoo.com / WA: 0813184073xx. Terima kasih.

Secepatnya prof, saya bidan nya. Kebetulan sedang tidak di rumah pasien nya. Tiap pagi biasa nya sy kunjungi. Besok di fotokan. InsyaAllah.

Derita Ibu Bayi

Lihat bagaimana usaha seorang ibu yang dengan segala daya ingin menyelamatkan bayi kembarnya yang lahir prematur. Dibawah ini komunikasi SMS antara ibu bayi kembar dengan tim inkubator UI.

Tgl – Jam – Isi sms

20/10/2015  09:10:32

1/2. (bersambung ke 2/2) Kepada Yth.Prof dr.Raldi Artono Koestoer Di tempat. Assalamu’Alaikum Wr.Wb.. Saya bernama Dini ibu dari 5 anak, 3 laki laki & tgl 27 sept 2015 kemarin baru melahirkan bayi kembar prematur perempuan yg s/d saat ini msh dirawat di RS.Kasih Bunda – jl.Mahar Martanegara no.1xx cimahi tlp. 022-66142xx,alamat rumah di jln.Ciumbuleuit no.77 Rt.06 Rw. 02 Bandung, sy melahirkan di RS.Sariningsih-jl.L.L.R.E.Martadinata no. 9 Bandung tlp 022-42042xx, dirujuk ke RS.Kasih Bunda yg jaraknya lumayan jauh dari rmh ataupun RS.Sariningsih selain krn dokter anaknya praktek disana jg krn BPJS si kembar blm aktif & biaya NICU di RS Bandung mahal, setelah baca salah satu situs internet ttg bapak & inkubator gratisnya sy benar2 & sgt berharap banyak. Dan dengan SMS ini sy benar2 berharap dpt meminjam & dipinjamkan inkubator gratis oleh bapak karena sy benar2 tdk mampu utk menyewa inkubator yg skrg benar2 sgt sy perlukan. Krn semenjak suami kecelakaan motor.. Sy & suami jd menganggur tdk bekerja lg, krn sy hrs mengurus suami yg saat itu patah pergelangan & siku tangannya. Skrg buka warung kecil2an tp krn kemarin pas lahiran usia kandungan 7 bulan, BPJS calon bayi blm aktif,jd selama BPJS blm aktif, ke 2 bayi sy (kembar) selama dirawat diNICU memerlukan biaya yg tdk sedikit bagi kami, jd modal wrg & sedikit simpanan kami terpakai.. Selama plg pergi ke rmh sakit,wrg kami tutup. Skrg sy benar2 bingung karena ke 2 bayi sy (kembar) sebentar lg akan plg dr rmh sakit, sementara BB msh kurang dr 2kg.

20/10/2015  09:11:59

2/2.(sambungan..) Skrg sy benar2 bingung karena ke 2 bayi sy (kembar) sebentar lg akan pulang dr rmh sakit, sementara berat badan masih kurang dr 2 kg (1.8 kg & 1.3kg) mungkin krn tdk minum ASI (ASI sy tdk keluar).Dan refleks utk menghisap ASI atau dot masih lambat jd masih dibantu oleh selang yg dimasukan lewat mulut atau hidung. Skrg masih belajar mimi susu lewat dot karena selama belajar menghisap ASI lambat,ASI nya jg tdk keluar,rencana plg dr rmh sakit kemungkinan setelah bayi bisa minum dr dot atau setelah sy paham bagaimana memberi susu lewat selang jg dot,karena kemarin belajar menghisap lewat ASI sdh tdk lg. Begitu jg tempat tinggal sy didaerah yg lumayan dingin(ciumbuleuit-Bandung). Setelah baca salah satu situs internet ttg bapak&inkobator gratisnya sptnya secercah harapan bagi sy krn alhamdulillah Alloh Swt telah memberikan petunjuk & mudah2an rejekinya si kembar,Amiin.. Saya sgt berharap & sgt memohon SMS sy ini jd pertimbangan. Dan sy sgt memohon bantuannya kepada bapak & timnya utk meminjamkan inkubator gratisnya untuk ke 2 bayi sy(kembar). Sebelum&sesdhnya sy ucapkan banyak terimakasih atas pertimbangan,perhatian & bantuan bapak. Semoga Alloh Swt membalas budi baik bapak,Amiin.. Was

salam, Dini Ibunya kembar

20/10/2015

Layanan Inkubator GRATIS. Kirim info 1)Nama Bayi (A,B bila kembar) 2)Tgl Lahir 3)Berat,Panjang 4)Ibu,HP,Usia 5)Ayah,HP,Email 6)Alamat 7)RS mana 8)Kpn pulang

20/10/2015  11:05:31

Iya terimakasih banyak.. nanti datanya sy kirimkan nanti setelah memastikan & dpt data dr RS dimana ke 2 anak sy(kembar) dirawat, Mohon maaf skrg sy msh di sekolah anak sy.. o iya apakah alamat email bs pk alamat email keponakan sy.. krn jujur sy gaptek.. Sekali lg mohon maaf & sebelumnya terimakasih banyak.. Wassalm, Dini

20/10/2015  11:07:33

isi saja yang bisa diisi dengan sebenar-benarnya. terima kasih.

20/10/2015  11:11:10

Siap,insyaalloh nanti sore sy kirim sms nya, terimakasih..

21/10/2015  12:01:20

1/2 (ke hal 2/2) Anak ke : 4 1.Nama : Nabila A S 2.Ttl : Bandung, 27 September 2015 3.Berat : 1300grPanjang : 38 cm Anak ke : 5 1.Nama : Nadhila A S 2.Ttl : Bandung, 27 September 2015. 3. Berat:1800gr Panjang : 41cm Lahir di : RS.Sariningsih – Bandung Dirawat di rujuk di : RS.Kasih Bunda Jl.Mahar Martanegara No.1xx Cimahi Nama ibu: Dini E.Sukmawati. No.Hp:0818020585xx & 0819100672xx Nama ayah: Yoyon Ismail. No.Hp: 087824824635

21/10/2015  12:15:38

2/2 (dari 1/2) Usia ibu : 40 th Email :thangzeuxxx@gmail.com Keterangan: 1.Itu Alamat email keponakan 2.kapan pulang: Mohon Maaf,ditanya ke dokternya

 

21/10/2015

12:15:39

tergantung ibu..sy jd bingung kl tergantung sy ya nunggu bayinya pintar mimi susu via dot biar ga pakai NGT(selang).. tapi sy takut sewaktu2 tiba2 disur

21/10/2015

 

uh pulang krn dirawat sdh 24hr hampir sebulan.. Mohon Maaf baru dibalas. Terimakasih. Wassalam, Dini Ibunya kembar

 

28/10/2015

07:30:29

1/3. (bersambung ke 2/3 & 3/3) Kepada Yth.Prof dr.Raldi Artono Koestoer Di tempat. Assalamu’Alaikum Wr.Wb.. Profesor,Sy Dini yg tgl 20 okt’15 minggu l

28/10/2015

07:30:29

alu pernah SMS Profesor&tim, Sy ibu dr 5 anak,3 laki2 & tgl 27 sept’15 kmrin br melahirkan bayi kembar prematur perempuan yg saat ini msh dirawat di RS.Kasih Bunda – Jl.Mahar Martanegara no.1xx cimahi tlp. 022-6614221,&besok Jumat lusa, 30 Okt’15 sdh disuruh plg,pdhal BB bayi kembar 1 msh 1,4kg(wkt lahir berat 1,3kg,skrg naik)&bayi kembar2 msh 1,6kg(berat wkt lahir 1,8kg skrg turun krn wkt lahir ada cairan),&msh belajar minum susu pk dot+dibantu pk selang, krn ASI sy blm keluar jg,maksimal minum susu lwt dot 10-15ml/cc blm bs lebih Alamat rumah di Jln.Ciumbuleuit no.xx Rt.06 Rw.02 Bandung,daerah tempat tinggal sy lumayan dingin&skrg ditambah bising jg berdebu krn penambahan proyek apartement galery 3, sy melahirkan di RS.Sariningsih-Jl.L.L.R.E.Martadinata no. x Bandung-tlp 022-42042xx, Meskipun sy ibu dr 5 anak,tp utk bayi yg skrg sy benar2 bingung selain krn faktor ekonomi jg krn bayi sy prematur & kembar,& hal ini benar2 baru bagi sy,merawat bayi prematur dirumah meskipun sdh sebulan dirawat diNICU,tp kalau berat badan msh kurang dr 2kg & minum susunya blm lancar msh belajar pk dot+dibantu pk selang,sy msh benar2 sgt khawatir, apalg skrg dirumah selain dingin ditambah sgt bising kdg dr pagi s/d tengah malam,bahkan s/d pagi&berdebu,sedangkan ktnya bayi prematur sgt sensitif thp keramaian,cahaya&suara,sy benar2 jadi tambah sgt khawatir..

28/10/2015  07:30:53

2/3.(dr 1/3 bersambung ke 3/3) Sy benar2 sgt memohon&sgt berharap kepada bapak&tim dgn inkubator gratisnya spt apa yg telah sy baca disalah satu situs internet ttg bapak & inkubator gratisnya, Dan dgn melalui SMS ini sy benar2 sgt memohon&sgt berharap dpt meminjam & dipinjamkan inkubator gratis oleh bapak & tim karena sy benar2 tdk mampu utk menyewa inkubator yg skrg benar2 sgt sy perlukan Skrg sy benar2 bingung karena ke 2 bayi sy (kembar) besok Jumat lusa akan plg dr rmh sakit, sementara BB msh kurang dr 2kg. Untuk kesekian kalinya sy sgt memohon bantuan bapak&tim

28/10/2015  07:31:55

3/3.(sambungan dr 1/3 & 2/3..) Adapun data utk bayi kembar, sy & suami; Bayi kembar 1, Nama : Nabila Azka Sakina,Ttl: Bandung,Minggu 27 Sept’15, Jam:5.30 WIB, Berat wkt lahir:1,3kg, Berat skrg:1,4kg, panjang:38cm Bayi kembar 2, Nama : Nadhila Adzkiya Shaliha, Ttl: Bandung,Minggu 27 Sept’15, Jam:5.35 WIB, Berat wkt Lahir: 1,8 kg, Berat Skrg : 1,6kg, Panjang:41cm Lahir di: RS.Sariningsih-Jl.L.L.R.E.Martadinata No.x Bandung,Tlp :022-42042xx Dirujuk & dirawat di NICU: RS.Kasih Bunda-Jl.Mahar Martanegara No.1xx Cimahi, Tlp :022-661xx21 Tgl pulang: Jumat,30 Oktober 2015 Nama Ibu: Dini E.Sukmawati, No.HP: 081802058xxx & 0819100xx250, Usia:40thn Nama Ayah: Yoyon Ismail, No.Hp: 0878248xx635, Email: thangzeudxxx@gmail.com Ket: alamat email punya keponakan. Alamat Rumah: Jl. Ciumbuleuit No.xx Rt.06 Rw.02 Bandung 40141 Setelah baca salah satu situs internet ttg bapak&inkobator gratisnya sptnya secercah harapan bagi sy krn alhamdulillah Alloh Swt telah memberikan petunjuk & mudah2an rejekinya si kembar,Amiin.. Untuk yg kesekian kalinya saya sgt berharap & sgt memohon SMS sy ini jd pertimbangan. Dan sy sgt memohon bantuannya kepada bapak & timnya utk meminjamkan inkubator gratisnya untuk ke 2 bayi sy(kembar). Sebelum&sesdhnya sy ucapkan banyak terimakasih atas pertimbangan,perhatian & bantuan bapak. Semoga Alloh Swt membalas budi baik bapak&tim,Amiin..

Wassalam, Dini Ibunya kembar

28/10/2015  07:58:55

Layanan Inkubator GRATIS. Kirim info 1)Nama Bayi (A,B bila kembar) 2)Tgl Lahir 3)Berat,Panjang 4)Ibu,HP,Usia 5)Ayah,HP,Email 6)Alamat 7)RS mana 8)Kpn pulang

28/10/2015  08:00:00

bu, pakai satu nomor saja atas nama Dini bandung. jadi kami tidak bingung.

28/10/2015  08:13:58

Ibu Dini, silakan mengambil inkubator bayi kembar, besok Kamis 28/10/2015, mulai pukul 9-16. di tempat yang nanti ditentukan. cc; pa syarif

28/10/2015  08:43:52

Dimana/kemana bisa sy ambil pak? Sy mnt alamat lengkapnya&no.tlpnya, o ya maaf no.hpnya pk no.yg ini sj, sebelum&sesdhnya sy ucapkan terimakasih banyak.

28/10/2015  08:50:41

Lokasi ambil/antar Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 temui Sdr Syarif. SABTU MINGGU TUTUP. Mhn tdk memberi apapun pd petugas.

28/10/2015  08:52:07

jika bawa mobil, kami harap seukuran kijang, bukan tipe sedan. dan tidak lebih dari 2 penumpang. terima kasih.

28/10/2015  09:31:37

Apa yg hrs dibawa nanti,sebagai bukti-trs kl sy Dini tdk bs ikut bgmn? tp mgkin Suami& sopir mobil sewa ber 2..

28/10/2015  09:38:03

yang ambil bisa siapa saja, hanya bawa fotokopi ktp orangtua bayi dan yang ambil nantinya (jika bukan ortu-nya yang ambil).

28/10/2015   09:42:23

Mgkin suami,maaf.. tp cara mengoperasikan inkubatornya & yg hrs diwaspadai apa sj kan blm tau,gmn atau ada buku intruksinya.

28/10/2015  09:50:09

sangat mudah digunakan. datang saja. desain spesial, semuanya dipermudah.

28/10/2015  09:55:29

Maaf.. ini sdh pasti & benar kan pak?.. tidak bohong kan pak? Besok inkubatornya sdh pasti bisa kami ambil kan pak?..

28/10/2015  12:12:56

iya ibu.. ini gratis beneran..

28/10/2015  15:42:13

Ok.besok suami sy ambil inkubatornya, untuk kesekian kalinya seblm&sesdhnya sy ucapkan terimakasih banyak ya pak..

29/10/2015  13:29:48

tadi pak Yoyon udah ngambil inkubatornya..khusus buat bayi kembar. Kalo bisa pk ASI terus…

29/10/2015  14:07:36

Iya terimakasih banyak pak… tp ASI yg tdnya sedikit skrg malah ga keluar.. tp sy tetap berusaha spy ASI nya keluar..dgn pijat tradisional,vitamin,makan&minuman yg bergizi,mdh2an bisa.. Sekali lg terimakasih banyak ya pak atas bantuannya & perhatianya.. Maaf sms nya br dibalas, sy lg di rmh sakit ngasih dd bayi kembar minum susu

01/11/2015  14:12:12

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

02/11/2015  11:48:51

Sebelumnya sy mnt maaf,krn br lihat hp, dr kemarin dd kembar rewel filek, hidungnya tersumbat,mampet + ada selangnya 1.kalau dd kembarnya dua2nya disimpan diinkubator kayanya sempit krn tidurnya mijah/lincah + kakinya suka nendang2 inkubator jd kl yg satu tidur sk terganggu sm yg satunya lagi..jd inkubatornya gantian 2. Nabila (bayi kembar 1) skrg =1.855kg Nadhila(bayi kembar 2) skrg beratnya 1.825 kg Sekali lg mohon maaf br bls sms nya & terimakasih.

02/11/2015  12:10:12

yg lincah dilatih diluar saja. Kalau terlihat ok ok aja, ya artinya dia sdh sehat walaupun beratnya masih 1,8. kasi ASI yg banyak.

02/11/2015  12:44:36

Sayang ASI nya jd tdk keluar-sy jg sedih setiap nangis tdk bisa lsg ksh ASI, jd pakai susu formula pak.. msh pk selang kl msh ada sisa susu didot-setiap minum susu bisanya ngisap 10 – 20 ml..mdh2an bisa ngisap lbh byk lg..biar selangnya cpt dicabut- jd kan kl filek begini tdk repot&kasihan…

08/11/2015  16:55:08

1.Alhamdulillah nyaman tp tetap gantian..krn dd kembarnya kecil2 jg lincah suka nendang2 Iya skrg tidur diluarnya jg suka gantian 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.155Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.015kg. Nabila skrg lbh berat krn mgkin mimi susunya pk dot msh lambat jd sisanya kebanyakan pakai selang..sdgkan Nadhila sdh mulai pintar mimi susu dgn dot (ada yg dikeluarin susunya) tp hrs sabar,Jarang pk selang mimi susunya.. ASI msh blm keluar jg..

 

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

15/11/2015  11:03:18

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

18/11/2015  11:55:06

Jika sudah 2.3kg, coba sesekali bayinya tidur di luar inkubator, guna adaptasi dengan lingkungan, dengan pengawasan orangtuanya. Terima kasih

18/11/2015  11:41:56

1.Alhamdulillah nyaman tp tetap gantian..krn dd kembarnya kecil2 jg lincah suka nendang2 Iya skrg tidur diluarnya jg suka gantian 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.355Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.375kg. Skrg Alhamdulillah dd kembar sdh tdk pk ngt/selang Nadhila sdh pintar mimi susu dgn dot.. ASI msh keluar jg.. Mohon Maaf telat bls smsnya…

22/11/2015  15:09:57

walaupun sudah lebih dari 2.3 kg dan karena tinggal di tempat yang cukup dingin, usahakan pengawasan jika tidur di luar inkubator tetap dijaga.

22/11/2015  15:04:30

1.Alhamdulillah nyaman tp tetap gantian.. tp sekarang sdh mulai belajar dikurangi/sdh jarang didalam inkubator.. 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.550Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.435kg. Nadhila kemarin dirawat krn diare, hari ini baru boleh pulang.. Nadhila sepertinya lebih sensitif & hrs lebih steril

22/11/2015  15:04:30

.. ASI msh blm keluar jg..

22/11/2015  11:03:18

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

29/11/2015  11:03:18

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, 1)Bagaimana kabar bayinya, apakah terlihat nyaman tidurnya di inkubator? 2)Sudah berapa beratnya? Kami doakan semoga segera sehat.

04/12/2015  11:28:47

1.Alhamdulillah sekarang sdh mulai belajar dikurangi/sdh jarang didalam inkubator.. 2.Berat badannya: Nabila sdh 2.935Kg. sdgkan adiknya Nadhila br 2.825kg. Nadhila sepertinya lebih sensitif & hrs lebih steril.. Dede kembarnya sptnya ada alergi sufor/ susu formula.. BAB terus.. ASI msh blm keluar jg.

04/12/2015  11:28:47

. Mohon maaf balas smsnya telat/lama.. Lupa.. perasaan sdh bls smsnya- tp pas dicek blm bls sms..sekali lagi mohon maaf…maklum pikirannya terbagi..

17/12/2015  16:53:55

ibu Dini, inkubator masih digunakan tidak? mohon dijawab.

18/12/2015  08:00:06

1/3.(bersambung ke 2/3) Assalamu’Alaikum Wr.Wb.. Sebelumnya mohon Maaf yg sebesar besarnya kpd profesor&tim…Inkubatornya sdh tdk digunakan lg.. Sebenarnya dr mgu kemarin sdh pengen cepat di kembalikan biar cepat digunakan lg sm yg lbh membutuhkan lg.. Tp maaf jujur masalahnya ada sj,uang buat sewamobil atau transportnya sdh sy kumpulin kepake trs, kl ga buat berobat-buat susu,maklum ayahnya lg nganggur..

18/12/2015  08:04:41

2/3.(sambungan dr 1/3) Kalau boleh jujur kebutuhan sehari2 jg sy diksh dr ortu sy.. mmg bnr sy tgl dirmh ortu & ortu sy ada,tp semuanya tdk tergantung jg sm ortu.. jadi mohon dimaklumi.. Skrg sikembar sdh 3.3kg an lbh, tp akhir2 ini lg pd rewel&sdh 4 hr an tdk bs tdr nangis trs spt yg kesakitan spt perutnya melilit,hr ini hrsnya kontrol.. Maaf pak,beribu-ribu maaf dgn tdk mengurangi rasa hormat&rasa terimakasih sy kpd profesor & tim yg tlh…

18/12/2015  11:09:28

Sebelum & sesudahnya MOHON MAAF jadi merepotkan semua.. Dan beribu-ribu terimakasih sy ucapkan kpd profesor&seluruh tim atas semua bantuannya.. sy tdk bisa membalas apa2 selain rasa bersyukur, berterimakasih& terharu.. Tapi semoga Allah membalasnya dgn berlipat ganday,Amiin.. No.Rek: 0761-01-0091xx-xx-x BRI unit ciumbuleuit A/N: Dini  Sukmawati Alamat: Jl.Ciumbuleuit no.77 Rt.06 Rw.02 Bandung

 

18/12/2015  09:21:18

Mohon maaf pak nanti siang sy sms buku tabungannya tdk di bw,maaf skrg lg antri berobat sikembar… Sy sgt mengerti tp mohon maaf bukan maksud sy menghambat semua tp krn keadaan&kondisi sy saat ini spt ini… Kan jadinya menyusahkan semuanya jadi malu&terharu… Nanti plg dr berobat sy siapkan semua…

18/12/2015  08:58:22

maksudnya biar lebih cepat pengembaliannya ibu. mohon pengertiannya. banyak bayi yang menunggu pertolongan.

18/12/2015  08:49:26

Aduh ga usah sdh dipinjamkan inkubator mlh diksh biaya transport..

18/12/2015  08:29:50

kirim nomor rekening anda. kami akan bantu untuk biaya transportasi pengembalian inkubator. kami butuh inkubatornya karena banyak calon bayi prematur kembar yang menunggu pertolongan. mohon kerjasama dan pengertiannya. terima kasih.

18/12/2015  08:12:26

5/5. Mohon maaf yg sebesar besarnya, sy mohon pengertian dr profesor&tim jg memakluminya… Wasalam, Dini

18/12/2015

08:11:23

4/5. sikembar lg rewel sy tdk sangup kl sendirian kewalahan,sy tgl di rmh ortu sy ber 5+anak2=5, itu jg bpk sdh tua,ibu stroke,sy & suami jg anak2 msh ke

18/12/2015

08:11:23

cil,repot kl ditgl suami kmrin lg ambil inkubator sikembar msh dirmh sakit, di+skrg sikembarnya jg lg rewel jg… Kl bisa syukur Alhamdulillah, tp kl ga

18/12/2015

08:11:23

bs,sebelumnya mnt maaf mungkin sy akan usahakan ngumpulin buat sewa mobil dl atau cari pinjaman dl tp mgkin tdk bs cepat..

18/12/2015

08:07:56

3/3. Maaf pak,beribu-ribu maaf dgn tdk mengurangi rasa hormat&rasa terimakasih sy kpd profesor & tim yg telah membantu&peduli kpd sy¶ ibu yg bernasi

18/12/2015

08:07:56

b sm spt sy.. Sebelumnya mohon maaf bukan sy tdk tau berterimakasih tp biar inkubatornya cpt digunakan lg sm yg lbh membutuhkan lg.. sy mau tny inkubatornya bs diambil/dijemput ga sm org dr tim inkubator,biar nanti uang transportnya sy ganti?… Karena mgkin selain rada hemat jg di rmh lg ga ada org..

 

 

20/12/2015  07:15:13

Mohon ALAT dikembalikan, karena masih banyak bayi prematur lain yang memerlukan pertolongan. Terima kasih.

20/12/2015  07:15:20

Saudara/i Dini, kami turut gembira bayi Anda sudah sehat. Kami doakan agar bayi sehat seterusnya dan gunakan selalu asupan ASI. Bila tak keberatan kami mhn tdk mengulur waktu pengembalian guna memberikan pertolongan bayi prematur lainnya.

20/12/2015  07:15:35

(Tim-UI) Bapak/Ibu Dini, telah ditransfer sebesar Rp 300.000 untuk dana transportasi pengembalian inkubator. Mohon digunakan sesuai amanah dan tidak men

21/12/2015  15:05:51

Sy tidak bisa berkata apa2 selain terharu,sedih krn malah org lain yg lbh peduli drpd sdra/klrga sendiri Terimakasih banyak pak.Sy tdk bs membalas kebaikan profesor & tim,semoga Allah membalasnya dgn pahala&kebaikan berlipat ganda Amiin. Sabtu,minggu UI tutup,senin mobilnya sdh ada yg booking, jadi insyaallah besok selasa pagi langsung dari Bandung Inkubatornya sy kembalikan,terimakasih banyak atas semua bantuan&kebaikan profesor&tim Wassalam, Dini

21/12/2015  15:13:40

Maaf sms nya br bs terkirim.. Sekali lagi Terimakasih banyak terutama kpd profesor&tim..Atas semua bantuan & kebaikannya.. Sy tdk bs membalas kebaikan

21/12/2015

15:13:40

profesor & tim,semoga Allah membalasnya dgn pahala&kebaikan berlipat ganda Amiin. Wassalam, Dini

21/12/2015  15:23:05

Amin. Terima kasih kembali. Semoga bayi Ibu tumbuh sehat ke depannya dan kelak patuh kepada orangtua, serta bermanfaat untuk bangsa dan negara. Kami tunggu besok. Terima kasih.

21/12/2015  17:38:32

Amiin… untuk yg kesekian kalinya TERIMAKASIH..TERIMAKASIH.. TERIMAKASIH BANYAK untuk semuanya..

22/12/2015  09:15:46

Lokasi Pengembalian Inkubator: Kampus UI Depok, Fak Teknik, Gd Teknik Mesin, Lt 1 temui Sdr Syarif. SABTU MINGGU TUTUP. Mhn tdk memberi apapun pd petugas.

22/12/2015  09:56:40

Iya terimakasih byk atas informasinya.. Sdh jln dr jam 07.pagi. dr bandung mobilnya dtg telat..mohon maaf..

22/12/2015

09:58:15

Sekali lg terimakasih byk,pokoknya tak terhingga atas peminjaman inkubator gratisnya & bantuan uang transportnya,tp yg jelas atas kepedulian & kepekaan t

22/12/2015  09:58:15

hp seorg ibu yg sgt membutuhkan suport,sy ucapkan TERIMAKASIH BANYAK kpd profesor&seluruh tim atas semua bantuannya.. sy tdk bisa membalas apa2 selain rasa bersyukur, berterimakasih& terharu.. Tapi semoga Allah membalasnya dgn berlipat ganda Amiin Dan mohon maaf yg sebesar2nya sy sdh merepotkan semua..

22/12/2015  15:22:19

Maaf pak ktnya sdh didaerah depok tp lg macet.. Maaf..Kampus UI Depok fak teknik tutup jam brp?..

-0-

Tadi siang jam 15.40 inkubator bayi kembar sudah kembali ke markas di UI Depok. Bapak bayi bilang kedua bayi beratnya sudah lebih dari 3 kg. Alhamdulillah.

Bayi Kuning ibu Cynzia

‎Dear Tim Inkubator UI,
Terima kasih atas peminjaman alat fototerapi untuk bayi kuningnya.
Saat bayi sy pulang dr RS umur 2hari, bilirubinnya msh 11,4 kurang dr 12,  jadi diperbolehkan pulang ke rmh.
Umur 4hari diwajibkan cek up kembali ke dokter, dan hasil tes bilirubinnya meningkat 13,3 dan disarankan disinari diRS 1-2 x 24jam, dg kondisi ditinggal di RS dan diberi susu formula atau memberikan ASI sy dibotol (pd saat itu ASI sy belum banyak untuk bs ditempatkan dibotol untuk bayi selama 1-2 x 24jam).
Setelah sy mendapatkan alat fototerapi dr Tim UI, sy
sinari bayi sy 1×24 jam fototerapi bilirubin menurun menjadi 10,4
Namun 2 hari kemudian sebelum sy mengembalikan alat fototerapi, sy tes kembali bilirubinnya namun naik menjadi 11,4
Akhirnya dilanjutkan fototerapi kembali dan
kemarin pd saatbayi umur 11hari bilirubinnya turun menjadi 10,4‎
Terima kasih banyak‎ atas peminjamannya, sy bisa tetap dg bayi sy & merawatnya dirmh, bayi sy tetap bs minum ASI tanpa dicampur susu formula, dan tanpa mengeluarkan biaya tinggi spt di RS.
Regards
Ibu Cynzia

Tak Bersayap

Berikut ini adalah tulisan dari salah seorang mantan pengguna inkubator gratis ibu Susilowati di Facebook.

Pastinya sudah familiar bagi para ortu yang memiliki bayi premie.
Inilah salah satu malaikat tak bersayap yang dengan tangan terbuka lebar memberikan pinjaman inkubator bahkan tabung oksigen secara gratis tanpa ada pembayaran sepeserpun.
Beliau memberikan pinjaman inkubator dan juga tabung oksigen pada saat almh. dede Cinta membutuhkannya.
Seperti mimpi rasanya, saat kemarin hari senin tgl. 23 Nov 2015…. kami mengembalikan tabung oksigen ke FTUI Depok…. saat membawa tabung ke lantai atas, tanpa disangka beliau ada di ruangannya.
Tak melewati momen penting ini dan kebetulan pula kami memakai kaos WPD dari dokter Agung Zentyo Wibowo, akhirnya kami meminta foto bersama dengan beliau.
Ternyata asli nya beliau lebih gagah daripada melihat beliau di televisi.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada bapak Prof. Raldi Artono Koestoer…. yang sudah banyak menolong bayi2 prematur yang membutuhkan inkubator di rumah masing2 secara gratis.
Bapak juga sudah sering membantu kami…. kami tidak dapat membalas kebaikan bapak, hanya Allah lah yang akan selalu memberi keberkahan kepada bapak agar bapak sehat selalu dan diberi kemudahan dalam segala hal….. Amiiin YRA.
Bapak juga tidak melupakan kami saat umroh ke tanah suci dengan mendoakan dede Cinta dan kakak Tegar disana.
Sukses selalu ya pak dengan inkubatornya…. semoga lebih banyak lagi bayi2 prematur yang tertolong dengan alat bantu inkubator di rumah.

Uchie Arqam Jaya's photo.
Uchie Arqam Jaya's photo.
Uchie Arqam Jaya's photo.

Pahlawan dalam sunyi

Terinspirasi dari hal 32 harian kompas pagi ini tentang Andi F Noya, saya sempatkan pagi ini untuk menulis sedikit, sekalian juga sudah lama saya tidak mengisi blog saya ini.

Dalam kegiatan sosio-teknopreneurship Pengabdian Masyarakat di DTM-FTUI kami menggagas Gerakan Dunia Menolong Bayi Prematur dengan meminjamkan tanpa bayar inkubator bayi kerumah-rumah. Tentu saja diutamakan untk golongan yang kurang mampu.

Agen Relawan yang bekerjasama dengan kami sudah banyak (26 kota/kab) salah satunya ada pasutri BAPAK LUGI DAN IBU ENNY. Mereka ini bekerja luarbiasa, dan seperti apa yang dikatakan oleh Andy F Noya:”Indonesia selalu butuh orang-orang seperti ini, yang selalu saya sebut pahlawan yang bekerja dalam diam. Mereka sekecil apapun tak peduli latar belakang sosial ekonomi pendidikan, berbuat nyata untuk lingkungan sekitar tanpa pamrih dan mengeluh. Seharusnya orang-orang seperti inilah yang diberi panggung walau mereka berbuat bukan untuk diberi panggung. Namun itulah cara kita menghargai mereka.”

Saya tak perlu cerita lebih banyak lagi tentang Lugi dan Enny, kita simak saja dua video berikut ini yang bercerita tentang kegiatan mereka di Jonggol kab Bogor.

Awas akun Facebook anda

Barusan tadi saya dapat peringatan dari Facebook di tab samsung saya. Warningnya, ada somebody yang coba buka facebook saya dari suatu tempat yang tidak biasa. Pagi tadi teman di group WA diperingati oleh yang lain “Win kayanya akun lo di facebook di hacked orang deh.”

Karena itu saya aware dan atas anjuran FB sendiri saya ganti password. Lalu di email saya keluar konfirmasi seperti ini:

Hi Raldi,
Your Facebook password was changed on Wednesday, November 18, 2015 at 9:10am (UTC+07).
Device: Galaxy Tab S 8.4
IP address: 114.121.1xx.230
Carrier: Telkomsel
If you did this, you can safely disregard this email.
If you didn’t do this, please secure your account.
Thanks,
The Facebook Security Team

Salut pada security facebook yang sudah bekerja dengan baik. Semoga jadi perhatian untuk anda semua.

Mhs Skr Gak Kaya Dulu

Mhs skr gak kaya dulu, lebih asyik ngurusi kuliahnya, belajar, ngerjain tugas dan laporan, spy lulus lebih cepat 3,5 th dg IP tinggi. Krn ortunya pesan:”Nak kalau kuliah yg benar, gak usah macam2, yg penting cepat langsung kerja.” Jarang yg berpesan:”Nak sbg orang terpelajar, gunakan ilmu utk membela kaum lemah, miskin, tertindas, org cacat, kaum marginal. Tak ada guna nilai tinggi cumlaude, jika hanya membuat kamu egois yg mementingkan kesenangan sendiri. Tunjukkan tgjawabmu sbg mhs. Di tangan kalianlah perubahan bangsa ini, tunjukkan kamu peduli pada rintihan si miskin. Bukalah lapangan kerja walau usaha itu sulit diawal.”
Kalau bukan ditangan kalian mhs, siapa lagi yg bisa merubah bangsa ini…

Comments
Diyan Diwyastra
Diyan Diwyastra Mantap prof..siap laksanakan…

Unlike · Reply · 1 · 8 hrs
AmIn Pcm
AmIn Pcm Sangat setuju prof..

Unlike · Reply · 1 · 8 hrs
Aria Manar
Aria Manar Izin share prof

Unlike · Reply · 1 · 7 hrs
Gagat Bhumyantoro
Gagat Bhumyantoro Sangat setuju, Pak Professor…

Unlike · Reply · 1 · 6 hrs
Soesi Lowati
Soesi Lowati Ijin share ya Prof.

Unlike · Reply · 1 · 5 hrs
Djoko Susetio
Djoko Susetio Se7 prof

Unlike · Reply · 1 · 5 hrs
Budi Purwanto
Budi Purwanto Otokritiknya: yg jadi ortu mhs skrg adalah penerima pesan agar sewaktu jadi mhs jadilah pembela si lemah & jadi agen perubahan.. apa ada yg salah dgn mhs dulu yg kini jadi ortu shg pesan yg disampaikan ke putra-putrinya yg jadi mhs skrg beda dgn yg dilakoninya dulu ya Prof…
Jadi anomali gitu ya…

Unlike · Reply · 2 · 3 hrs
Kusnan Nuryadi
Kusnan Nuryadi Bagus itu idealis sekali prof.
Ada sisi lain, saya malah banyak yang lebih negatif, jangankan mikirkan orang lain mikirkan dirinya sendiri saja dipertanyakan. Rasa tanggung jawab gak ada, mau enaknya saja, kurang faham apa yang disampaikan orang yang lebih tua.
Keteladanan orang2 terdahulu tidak disimak lagi.See More

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Chandra Manan Mangan
Chandra Manan Mangan Teladan yang diperlihatkan keseharian saat ini bertentangan dengan norma yang ada. Pelanggaran kecil dibiarkan.. hingga pelanggaran terus berkembang dan meluas hingga ke penegak hukum. Harus ada ketegasan.

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Adji Pramudiya
Adji Pramudiya Lulus cumlaude tapi hati cumlaude (peduli kaum papa dg ilmu nya) itu baru top sebaliknya mash mending di sby ada tukang becak yg tdk sekolah tp peduli lingkungan dg perbaiki jalan

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Arioto Kusuma
Arioto Kusuma Ijin share Prof.

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Andre Elmanto
Andre Elmanto Nilai yang sudah tergerus zaman Prof…sekarang materi adalah segala galanya fokus tingkat tinggi ama materi sampai lupa dirinya hidup bersama orang lain…xixixi

Unlike · Reply · 1 · 2 hrs
Andi Ishak
Andi Ishak Ijin share Prof.

Unlike · Reply · 1 · 1 hr
Kurniawan Teguh Waskita
Kurniawan Teguh Waskita Ijin share prof.

Unlike · Reply · 1 · 1 hr
Candra
Candra Ini masalah paradigma yg sdh lama terpelihara di masyarakat kita…..definisi “bekerja” itu adalah bekerja di kantor, sehingga apabila ada yang kerjanya menolong orang lain, orang tersebut masih dianggap belum “bekerja”….padahal kita yakin rejeki (teSee More

Unlike · Reply · 1 · 1 hr
Farisza Gita Gita
Farisza Gita Gita Zaman berbeda, tuntutan berbeda, apakah mental juga berbeda????

Gampong Dyah Baro Lampase Aceh

Inkubator gratis, gagasan dari Univ Indonesia, sejak dua tahun yang lalu sudah smpai di Aceh. Berikut adalah salah satu laporannya yang baru kami terima dari Aceh.

-0-

Blood For Life Foundation added 4 new photos.
4 hrs ·

Bahagia itu yang ada dalam hati kami melihat pasangan Muda yang baru menikah dan memiliki bayi yang tampan meskipun pada saat lahir beratnya 1100 gram atau 1,1 kg di RS.Ibu dan Anak …
Kami mengecek kondisi bayi yg bernama Raji Yurkiansyah yg memakai Inkubator Portabel….meskipun hujan lebat..akhirnya kami sampai di Gampong dyah Baro Lampase Banda Aceh…Rumah kontrakan papan yang sederhana tapi semangatnya luar biasa…Alhamdulilah setelah memakai inkubator portabel beratnya si bayi sudah 1,7 kg dan kondisi sehat serta ibunya juga bisa istirahat yg cukup dan terus memberi ASI agar kondisi berat bayi cepat normal…Alhamdulilah hampir 2 tahun yg lalu Prof Raldi dari Universitas Indonesia Seorang penemu inkubator portabel mengamanahkan 2 unit inkubator portabel kepada BFLF sudah 7 bayi premature yang menggunakan inkubator portabel ini dan alhamdulilah sehat2 semuanya……………..
Niat kami semoga Inkubator Portabel ini bisa di miliki seluruh kab dan kota se Aceh sehingga bayi2 Premature yang lahir di Aceh dan menjadi normal kembali dengan peminjaman Gratis ke Rumah orang tua yang memiliki bayi2 premature tidak ada masa waktu peminjaman sampai bayinya normal baru dikembalikan ke BFLF…Mohon doa sahabat agar niat ini terwujud..amin ya Rabbal alamin

https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xlf1/v/t1.0-9/12208560_1158858190808777_3623886029487449471_n.jpg?oh=a6bb5b1248ccaa869dad369d4990317b&oe=56BF13E0

DGB-FTUI Paripurna 281015

Setelah penyerahan dari ketua DGB lama Prof Harry Sudibyo pada ketua yang baru Prof Tommy Ilyas, acara dilanjutkan dengan rapat perdana. Anggota semua dibagi dalam 5 komisi, Etika, Keilmuan, Pembangunan Masyarakat, Pengembangan Tridarma dan Promosi Demosi. Akan ada raker 7-9 Des 2015.

Lihat slide foto:

UI Juara 1 Kontes Mobil Hemat Energi

Tim mobil Hemat Energi dari UI, berintikan anggota mhs dan dosen dari Dep Teknik Mesin FTUI juara 1 dalam lombamobil Hemat ENergi. Lihat laporan Dr Ir Ario SB, berikut ini.

From ario@eng.ui.ac.idAdd contact
Date Today 20:28

Assalamu’alaikum wrwb

Sekedar menyampaikan berita dari ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) DIKTI 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang pada tanggal 21-25 Oktober 2015.

Alhamdulillah, Tim UI Supermileage Vehicle (UI-SMV) berhasil meraih 3 gelar dalam ajang KMHE 2015 ini.
1. Juara 1 untuk Kategori Urban Bensin dengan nama tim Sadewa Hore dengan perolehan 292 km/l.
2. Juara 1 untuk Kategori Prototipe Bensin dengan nama tim Nakoela Hore dengan perolehan 740 km/l.
3. Juara 1 Best Design dengan nama tim Nakoela Hore.

Tim UI-SMV ini dikawal oleh pembimbing Mohammad Adhitya, MSc., Kasubdit Penalaran Kemahasiswaan UI Anna Amalyah Agus, MBA dan juri lomba Dr. Ario SB.

Kompetisi ini merupakan kompetisi ke-4 setelah 3 tahun berturut-turut dilaksanakan oleh ITS di Surabaya. Kali ini Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah KMHE 2015.

Kendaraan yang dilombakan pada kompetisi ini sejumlah 62 mobil yang merupakan hasil saringan dari 133 proposal yang masuk ke panitia.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada pimpinan Departemen Teknik Mesin, pimpinan Fakultas Teknik, pimpinan UI terutama bagian kemahasiswaan, seluruh dosen, karyawan dan seluruh mahasiswa UI, para alumni serta pihak sponsor yang telah membiayai kegiatan ini.

Kami juga menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada para pembimbing UI-SMV yang selalu mendukung tim dalam suka dan duka, Prof. Bambang Sugiarto, Prof. Danardono dan sdr. Mohammad Adhitya. Dan tak lupa doa selalu teriring kepada sesepuh Departemen Teknik Mesin almarhum Prof. Nakoela Soenarta yang kami dedikasikan nama beliau sejak tahun 2011 sebagai nama tim Nakoela (bukan Nakula) untuk menghormati jasa beliau dalam pengembangan teknik otomotif di UI.

Semoga dengan prestasi yang baik ini, tim UI-SMV dapat mempersiapkan dengan lebih baik dalam kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2016 yang akan berlangsung pada bulan Maret 2016 di Manila. Mohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian, semoga prestasi yang diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Demikian terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam,

Ario SB
——–
Hasil akhir Kontes Mobil Hemat Energi DIKTI 2015

Stadion Kanjuruhan, Malang, 21-25 Oktober 2015

Kelas Urban

a. Bensin

1. UI – Sadewa Hore – 292 km/l

2. ITS – ITS Team 3 – 197 km/l

b. Diesel
1. ITS – ITS Team 2 – 175 km/l

2. UNS -Bengawan Team UNS 1 – 150 km/l

c. Listrik

1. Univ Negeri Jember – Titen EV 2 – 71 km/kWh

2. ITS – Nogogeni Team 1 – 64 km/kWh

d. Etanol

1. ITB – Cikal Gasoline – 155 km/l

2. Tidak ada

Kelas Prototipe

a. Bensin

1. UI – Nakoela Hore – 740 km/l

2. Univ Jember – Tawang Alun 3 – 162 km/l

b. Diesel

1. Unibraw – Apatte 62 – 389 km/l

2. UGM – Semar Proto – 257 km/l

c. Listrik

1. UPI – Bumi Siliwangi 1 – 353 km/kWh

2. Unibraw – Apatte 62 Brawijaya 2 – 255 km/kWh

d. Etanol

1. Unibraw – Majapahit Mileage Team – 347 km/l

2. ITS – ITS Team 5 – 316 km/l

Best Design

1. UI – Nakoela Hore

2. Unlam – Wasaka team

3. UGM – Semar Proto

Best Video: Unibraw

Best Team: Politeknik Negeri Bandung – TPOP2

Rumah Bersalin RBC

Jadi RBC ini singkatan dari Rumah Bersalin CUMA-CUMA. Tentu saja jelas artinya semua pasien yang dilayani disini tidak bayar alias gratis atau cuma-cuma. Duh…Dalam hati saya bicara ‘Dimana lagi di dunia ada yang kaya gini ya ?’.

Sewaktu saya memutuskan untuk mengunjungi RBC sudah terbayang sedikit seperti apa Rumah Bersalin ini. Sistemnya yang gratis inilah yang membuat saya tertarik untuk mengunjunginya walau harus start pagi dari Jakarta untuk bisa sampai di Bandung jam 11. Mereka menulis email pada kami untuk bisa bekerjasama dalam memanfaatkan inkubator buatan kami. Mereka tahu dari broadcast di media sosial, yang saya sendiri tidak tahu siapa yang mem-broadcast-nya.

Mereka bekerja dalam diam, itulah istilahnya Kick Andy tentang mereka yang sudah banyak berbuat tanpa banyak publikasi. Dibawah kendali Sinergi Foundation, yang ternyata kegiatannya dibidang sosial juga banyak diantaranya selain Rumah Bersalin gratis ini adalah Beasiswa,Mitra Usaha Berkah, Lumbung Desa, Firdaus Memorial Park (kuburan) dan masih banyak yang lain. Baru deh kami merasa jadi kecil dan gak ada apa2nya dibandingkan dengan mereka.

Alamatnya Jl Holis 448 Bandung, dan mereka punya satelitnya untuk Rumah Bersalin ini yaitu di Soreang Jl Raya Soreang Banjaran Km2 Kab Bandung.

Mari kita lihat sedikit slide-show nya.

 

Persyaratan Agen Relawan

Semenjak muncul di Metro-TV tgl 26 Sep yang lalu, banyak permintaan dari dua sisi. Sisi bawah adalah para pemakai inkubator, artinya para keluarga yg membutuhkan inkubator krn mereka punya bayi prematur. Dan sisi atas adalah mereka yang berniat untuk membantu program ini dengan menjadi agen relawan. Komunikasi terjalin melalui SMS gateway Center, 0856 5931 2070 seperti yang kami sebutkan waktu di Metro-TV.

Tentu saja kami merasa gembira, karena makin banyak yang membantu, makamakin cepat persebaran inkubator gratis ini ke seluruh Nusantara dan tentu saja akan makin banyak bayi prematur yang akan tertolong.

Kelihatannya mudah untuk menjadi agen relawan, sepertinya asal sudah bersedia bekerja secara suka-rela maka sudah bisa menjadi agen relawan. Kenyataannya tidak selalu demikian sejauh ini mereka yang terseleksi, ini kira-kira saja dari semua permintaan yang masuk, hanya diterima 50% saja. Lalu mengapa demikian ? Koq orang sudah mau bantu malah dipersulit ?

Kalau bisa saya persingkat satu dua kata saja, maka syarat utamanya adalah mereka yang sudah mencapai level, FINANCIAL-FREEDOM (secara fisik dan mental).

Dan ini syaratnya:

Pertama, mengirim surat permohonan untuk menjadi agen relawan melalui email koestoer@eng.ui.ac.id. Selanjutnya komunikasi akan di-guide melalui email dan SMS. Usia calon harus sudah lebih dari 35 thn sudah berkeluarga dan punya anak.

Kedua, harus membaca dulu dua artikel di blog ini, yaitu

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/calon-agen-peminjaman-inkubator/

https://koestoer.wordpress.com/2014/06/30/tingkatan-relawan/

Ketiga, bila sudah maklum akan isinya, individu yg bertanggung-jawab tersebut harus mengirimkan CV nya, cukup 2 halaman saja termasuk softcopy foto. Sekalipun yang berminat adalah institusi misalnya sebuah yayasan, maka harus tetap ada individu di institusi tersebut yang bertanggung-jawab terhadap program ini. Dan dialah yang diperlukan CV nya.

Keempat, tentunya semua memahami bahwa bangsa kita ini mempunyai sebuah local-wisdom yaitu azas GOTONG-ROYONG. Artinya kita bahu-membahu dalam menolong bayi. Maka diharapkan bayi didaerah A ditolong oleh relawan dan donatur dari daerah A itu sendiri. Maka dianjurkan dengan sangat (sehingga akhirnya menjadi syarat utama), calon agen mengganti biaya produksi 2 unit inkubator yaitu 2×3,5 juta = 7 juta. Dan 1 unit lampu Fototerapi senilai 1 juta rupiah. Jadi total 8 jt. Tentu saja ini bukan paksaan, beberapa diantara mereka yang minat kuat tapi finansial terbatas minta nego. Saya bilang begini ‘Bolehlah satu unit inkubator dan satu unit Fototerapi.’ Karena dimusim penghujan banyak bayi yang menderita bilirubinemia (bayi kuning), mau di jemur tidak bisa, tiap hari mendung. Berat bayi sudah 3 kg.

Unit diatas itulah sebagai modal awal program peminjaman untuk daerah lokasi dimana agen berada. Tentu saja karena saat ini pembuatannya masih di Depok, calon agen harus menanggung juga ongkos kirimnya.

Kelima, bila ganti biaya produksi dan ongkir sudah dikirim, maka itulah tanda jadinya. Berarti selanjutnya kami akan mengirim 2 unit inkubator, surat perjanjian berneterai, dan semua kelengkapan dokumen petunjuk yang berkaitan dengan alat inkubator dan dokumen pendukung lainnya. Delivery ini biasanya makan waktu 2-3 minggu, tergantung kondisi dan situasi.

Keenam, bimbingan untuk agen relawan berlangsung terus menerus. Lebih diutamakan melalui saluran ONLINE. Yaitu SMS, Whatsapp, facebook dan email. Sambil kita bersama mengerjakan program ini, kita belajar juga dari pengalaman masing-masing yang akan di share melalui kontak ONLINE.

Secara garis besar itulah persyaratan menjadi agen relawan dan tentu saja diperlukan lebih dari satu agen untuk tiap daerah/atau kota dan atau kab kota. Bayi prematur yang perlu ditolong banyak dan ada dimana-mana. Dengan demikian diharapkan agen aktif mencari bayi prematur dan mempromosikan program ini dengan cara non-komersial dan elegant. Jangan biarkan inkubator penolong bayi ini ‘mangkrak’ di rumah anda.

Lihat inkubator di metro-tv

http://video.metrotvnews.com/play/2015/09/26/434913/profesor-inkubator-penyelamat-sang-buah-hati

Berkat Inkubator UI

Berkat inkubator UI, bayi di seluruh Indonesia tidur nyaman.

-0-

Yg kembarpun tidur nyaman di dlm inkubator… Karena kami sudah menyiapkan 3 unit inkubator bayi kembar.

 Alhamdulillah baik ,anak saya sekarang beratnya udah 2,1 , makasih atas doanya

kholifah cilacap 25071x
+62878789443xx
-0-
Alkmdllh pak bayi,tidur nyenyak pak cuma dikit2 bangun pengen asi, untuk berat badan dede pertama sudah 2050gr,dede yg ke dua 2150gr.. Alkmdllh udah di atas 2kg
sugiyono matraman jaktim 17081x
+62856426776xx
-0-
alhamdulillah sehat & nyaman tidurnya di inkubator. sekarang bb 1625 gr iya mksh banyak
tika sidoarjo jatim 14091x
+62838573699xx

Kerjasama dengan :

Intro Aliran Dua Fase

Pengantar Aliran Dua Fase dibsampaikan oleh Raldi A. Koestoer. Pengantar ini terdiri dari 3 kali kuliah @ 1,5 jam di DTM Tek Mesin FTUI. Pesertanya hanya tiga orang mhs S3 Amir, Unu dan Adi.
Kuliah pertama tidak sempat di video alias kelupaan. Jadi video ini adalah kuliah kedua. Terdiri dari 2 video msg2 30 menit.
Model pembelajaran kuno satu arah dari guru ke murid krn di gd MRC tidak ada whiteboard yg ada malah monitor LED besar, sedangkan saya tidak menggunakan slide sama sekali. Jadi semua gambar hanya ada dalam bayangan atau benak masing2 orang saja, demikian cara yg lebih imaginatif dari kuliah biasa.
Klip ini bag pertama dan kedua dari kuliah kedua.

Intro Aliran Dua Fase VID 20150811 V2.2 

Klik disini utk melihat kuliah yang pertama

Sri Bintang

Sri Bintang Pamugkas, sedang menyampaikan usulannya didalam kelas pelatihan MPKT-B tgl 05 Agustus 2015.
Yang perlu dipuji adalah kerajinannya, beliau rajin mengikuti MPKT baik A maupun B, dan sangat aktif berdiskusi menyampaikan pendapatnya. Mari kita ambil positifnya, karena banyak usulannya yang berguna. Kalau soal gayanya sih… Ya udah gitu dari dulu.
Jaman dulu sebelum reformasi, siapa yang berani sama Suharto, kalau bukan Sri Bintang dengan gayanya yang ‘ngeyel’ kaya gitu.

Kayanya beliau satu-satunya di UI yang berani dengan terang-terangan menyerang ‘mafia berkeley’.

Inkubator Grashof, Sang Penyelamat Bayi Prematur

Oleh : Dyah Sukasto

Suatu hari, ia bertandang ke rumah sang kakak yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak. Di sebuah sudut ruangan, matanya menatap sebuah kotak yang teronggok begitu saja. “Itu inkubator bayi, rusak,” kata sang kakak. Iseng, diamatinya inkubator tersebut. Lalu, secara detil ia menjelaskan kepada sang kakak mengapa alat tersebut tidak berfungsi. Ini mengundang kagum sanga kakak, yang lalu berkata “Jika kamu bisa, kenapa tidak kamu saja yang buat?” Sang kakak bertutur betapa banyak bayi tak tertolong karena sulit mendapatkan fasilitas ini.

Kata-kata sang kakak rupanya menancap di hati dosen Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Indonesia ini. Ia lantas berfikir untuk merancang inkubator bagi bayi prematur. Apalagi menurut keterangan sang kakak, selama ini inkubator dibeli dari Amerika Serikat dengan harga mahal. Riset pun dimulai pada tahun 1995.

Itulah cikal bakal lahirnya penciptaan inkubator Grashof oleh Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA.

Seabad yang lalu Grashof ilmuwan asal Jerman mengemukakan teori tentang konveksi alami. Teori perpindahan panas inilah yang dijadikan basic inkubator ciptaan Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. Dalam rancangannya, Guru Besar FTUI ini memberi beberapa lubang pada ke empat sisi inkubatornya sedemikian rupa sehingga suhu ruang inkubator selalu stabil pada 34 derajat C.

Tujuan Desain Inkubator Grashof

Pertama, mengedepankan faktor kebersihan, yakni desain simpel agar mudah dibersihkan. Selain itu tata cara dan ketersediaan komponen relatif mudah didapatkan, karena 94 persen materinya buatan dalam negeri, sehingga memudahkan penggantian komponen. Kedua, dapat menghangatkan bayi dalam suhu 33 sampai 35 derajat Celsius.  Dan yang ketiga, mengedepankan faktor keamanan dengan adanya cut-off (termostat). Memiliki daya penghangat yang berasal dari dua buah lampu pijar berdaya 25 watt yang cukup untuk memberikan kehangatan di dalam kabin inkubator grashof

Prinsip Kerja dan Penerapan Teknologi Inkubator Grashof

Inkubator Grashof menerapkan sistem konveksi alamiah, dimana perpindahan panas berdasarkan aliran udara alami. Ada beberapa lubang di sekeliling inkubator bagian bawah yang dibuat miring, untuk mengantisipasi perbedaan ketinggian, perbedaan tekanan, dan massa jenis udara. Dengan demikian tercipta aliran alami dari dingin ke panas, dan akumulasi kehangatan terpusat di kabin inkubator.

Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA menjamin kondisi temperatur dalam kabin inkubator stabil seperti yang dibutuhkan bayi. Termostat dan tata letak lubang menciptakan terjaganya suhu di kisaran 33 hingga 35 derajat Celsius (tergantung kondisi sekitar). Selain itu akan terjadi pemerataan temperatur yang dibutuhkan bayi, mulai dari kepala hingga kaki. Dalam penelitian, sudah dilakukan pengamatan penyebaran panas melalui foto termal, yang menunjukkan aliran penyebaran panas yang merata dalam kabin inkubator.

From Research to Sociotechnopreneurship

Riset inkubator Grashof dimulai pada tahun 1995 di Fakultas Teknik Mesin Universitas Indonesia. Sampai melahirkan inkubator pertama pada tahun 2001, yang disebut sebagai wood incubator, karena desainnya yang masih menggunakan banyak rangka kayu. Usaha Kecil Menengah (UKM) dimulai tahun 2005, produk terjual pada Juni 2006. Selanjutnya Inkubator Grashof ini diproduksi secara massal hingga awal tahun 2012. Antara tahun 2011 hingga 2012, merupakan fase socioentrepreneurship.

Pada tahun 2013, sang penemu mulai menerapkan sociotechnopreneurship, yakni dengan meminjamkan inkubator penemuannya secara gratis kepada masyarakat golongan ekonomi lemah se-Jabodetabek. Ia menyadari benar betapa banyak bayi prematur yang tidak mendapat kesempatan mendapatkan perawatan NICU karena keterbatasan biaya, belum lagi keterbatasan inkubator di fasilitas kesehatan umum. Hatinya tergerak untuk meminjamkan inkubator temuannya kepada bayi-bayi mungil yang membutuhkan kehangatan.

SMS Centre

Cara memperoleh Inkubator Grashof relaif mudah, cukup melalui SMS. “Saya berpikir, alat apa yang bisa digunakan untuk menjadi jembatan komunikasi antara saya dan masyarakat. Dengan SMS, ponsel sederhana pun bisa,” tutur Prof. Dr. Ir. Raldi, DEA. Melalui SMS Centre “085659312070”. Awalnya informasi tentang peminjaman inkubator gratis ini hanya diumumkan di blog pribadinya. Lalu menyebar dari mulut ke mulut. Atau kalaupun tak bisa mengakses intenet, ada saja saudara atau kenalan orang tua si bayi yang mencarikan informasi di internet. Media massa juga berperan menyebar luaskan hal ini. Ia juga mempunyai fanpage di Facebook dengan akun Bayi Prematur dan Neonatal. Setelah itu para orang tua yang mau menyewa inkubator gratis akan menghubunginya melalui SMS. Hampir setiap hari selalu ada saja permintaan yang masuk, walau belum tentu transaksinya deal atau jadi meminjam.

Biasanya setiap ada SMS yang masuk ia akan membalasnya dengan memberi greeting : ‘Kami siap membantu Bapak/Ibu dengan layanan gratis inkubator bayi untuk di rumah’. Namun setelah itu, terkadang ia mendapat kabar lagi bahwa si pengirim SMS tidak jadi meminjam karena si bayi sudah berangsur sehat.

Cara peminjaman Inkubator Grashof cukup mudah, peminjam cukup memberi informasi nama bayi, berat lahir, tanggal lahir, nama orang tua, nomor telepon yang bisa dihubungi, alamat e-mail (bila ada), dan apakah bisa mereka mengambil inkubator langsung ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Rata-rata mereka menjawab bisa.

Namun dalam prakteknya, ada kalanya sang peminjam tinggal relatif jauh dan tidak memiliki ongkos.  Akhirnya orang tua datang ke FTUI dengan kendaraan umum, pulangnya diberi ongkos taksi oleh Prof. Raldi, karena inkubator tidak mungkin dibawa dengan kendaraan umum. “Terkadang menggunakan kendaraan saya, dengan diantar sopir,” tukasnya.

Pemakai inkubator gratis ini sangat beragam. Dari petugas mesjid, buruh pabrik, karyawan, ada juga yang berasal dari kalangan profesional. Menurut Raldi bayi itu tak mengenal kata kaya atau miskin. Jika ada inkubator di rumah, maka bayi bisa dibawa pulang, biaya perawatan di rumah sakit pun tak membengkak. Sebab, untuk menaikkan berat badan bayi prematur dibutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan. Biasanya tiap 3 hari ia akan memantau perkembangan si bayi melalui SMS dengan orang tua bayi. Bagi Guru Besar FTUI ini setiap gram kenaikan berat badan bayi adalah kebahagiaan baginya.

Anti Hak Paten

Inkubator yang dipinjamkan dapat digunakan sampai bayi mencapai berat badan aman (sekitar 2,5 kilogram). Tak lupa ia selalu menganjurkan kepada keluarga si bayi tentang pemberian ASI eksklusif yang bisa cepat menaikkan berat badan bayi. Metode kangguru juga ia percaya menjadi cara alami untuk menghangatkan bayi prematur. Maka setelah disusui dan si ibu butuh beristirahat, bayi bisa ditaruh di inkubator. Yang juga ditekankan adalah pemberian stimulasi kepada bayi berupa sentuhan, mengajaknya bicara, menyanyikan lagu, dan sebagainya. Bayi yang sudah sehat biasanya tak betah lagi di inkubator, dan ia bisa kembali ke pelukan ibundanya. Inilah waktunya inkubator sudah bisa dikembalikan.

Ini terkadang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Prof. Raldi, karena ada beberapa orang tua yang tidak kooperatif, sehingga ia harus mengirim orang untuk mengambil inkubator tersebut. Beruntung jika alamatnya belum berpindah. Kadang akhirnya beberapa inkubator tidak dapat diambil alias hilang. Namun, konsekuensi ini sudah diperhitungkan olehnya. “Padahal semestinya inkubator tersebut bisa terus berkeliling untuk menolong bayi-bayi malang lainnya.”

Yang tak terbayarkan adalah ketika ada orang tua yang mengembalikan inkubator dengan membawa bayinya yang sudah sehat. “Itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai besarnya.”

Prinsip sociotechnopreneurship semakin mantap dijalankan, bahkan ia berani mengatakan dirinya anti-hak paten. Artinya, bila ada yang ingin meniru inkubatornya silakan saja, asalkan menganut prinsip sociotechnopreneurship. “Bila ada yang ingin meniru silakan saja, semakin dikembangkan, semakin banyak bayi tertolong.”

Soal biaya produksi, operasional, dan perawatan, semuanya didapat dari dana pribadi maupun sumbangan dari para alumni Fakultas Tenik Universitas Indonesia. Kini, sebanyak 110 an unit sdh ada siap pakai, dan sudah ratusan bayi terselamatkan karenanya. Modelnya pun semakin dibuat praktis, sejak tipe awal, A-01, A-02, seterusnya hingga kini tipe F, yang semakin simpel, dengan berat hanya 13 kilogram dan daya 30 – 50 watt.

Dalam pengembangannya, Prof. Raldi terus berusaha memperbaiki temuannya dengan menerima masukkan dari orang tua bayi. Dan kini tipe yang baru tengah dalam risetnya.

Fototerapi untuk Bayi Kuning

Karya yang diciptakan oleh Prof. Raldi tidak hanya inkubator untuk bayi prematur, ia juga mengembangkan inkubator yang dilengkapi dengan fototerapi untuk bayi kuning (bilirubinemia). Yang biasanya digunakan bersama dengan inkubator karena prinsipnya alat ini merupakan terapi dengan sinar jadi bayi harus dalam keadaan telanjang hanya menggunakan pampers saja. Supaya tidak kedinginan maka bayi ditaruh di inkubator, sinar bluelite bisa menembus lapisan transparan atau akrilik sehingga sinar bluelite bisa sampai menyentuh kulit  bayi kuning. Mata bayi juga harus ditutup dengan kain warna gelap.

Target Menjangkau 34 Provinsi

Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA tengah berkonsentrasi menjangkau 34 provinsi se-Indonesia. Sudah ada beberapa titik di beberapa daerah yang sudah berjalan, ia menyebutnya sebagai agen relawan. Ia ingin kelak satu kota atau satu centre relawan memiliki 10 inkubator.

Saat bertandang ke kantornya di Fakultas Teknik Mesin Universitas Indonesia, ada enam Inkubator Grashof di depan ruangannya. Menurut Roihan, sang asisten, biasanya yang tersisa hanya satu atau dua inkubator. Dan kami juga sempat melirik whiteboard di ruang kerja Prof. Raldi, tercatat empat inkubator dinyatakan hilang alias tak terlacak keberadaannya, karena sang peminjam tak memenuhi janjinya. Namun itu semua tak menyurutkan semangat berbagi, apalagi kini Inkubator Grashof ciptaannya sudah sampai ke Magelang, Semarang, Yogyakarta, bahkan Aceh dan Jayapura. Ini membuat sang penemu memikirkan desain yang lebih praktis, misalnya sistem knock down, agar mudah dibawa kemana-mana.

Salah satu bayi yang mendapatkan layanan peminjaman inkubator gratis dari UI.

Salah satu bayi yang mendapatkan layanan peminjaman inkubator gratis dari UI.

Dyah SUkasto penulis artikel ini dlm rangka buku 20 innovasi.

Dyah SUkasto penulis artikel ini dlm rangka buku 20 innovasi.

-0-

Tambahan 04/08/15 (Raldi AK), posting di FB juga.-

SMS PAGI INI:
04/08/2015
08:23:32
mhn maaf baru respon.. bayi kami nyaman di dalam inkubator, beratnya saat ini 1,3 kg. Sebelumnya 1,07 kg saat pulang dr RS. kami pun berharap bayi kami terus sehat. trm ksh atas dukungan & doanya.
nawawi cibinong

PPBU-BPPDN Caldos Dikti

Sejak 4 tahun yang lalu Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi) memberikan beasiswa untuk calon dosen muda untuk seluruh Indonesia. Tahun ini katanya jumlahnya sekita 2000 an. Mereka adalah lulusan S1 baru dari Univ negeri dan berminat untuk jadi dosen dan akan melanjutkan studi ke jenjang berikut, nanti bila sudah selesai mereka membaktikan dirinya untuk jadi dosen di Universitas Negeri.

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) memiliki sebuah program pemberian beasiswa untuk mereka yang berkesempatan melanjutkan pendidikan pascasarjana di dalam negeri, lebih jauh beasiswa ini dikhususkan untuk menjadi calon dosen yang kelak akan mengisi titik kosong keperluan dosen di seluruh Indonesia. Ya, beasiswa ini dikenal dengan sebutan Beasiswa Unggulan atau Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri untuk Calon Dosen (BPPDN Caldos Dikti).

Penerima beasiswa BPPDN ini tidaklah sedikit, mereka tersebar dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Komunikasi dan kedekatan diantara mereka sangatlah penting, sehingga beberapa tahun yang lalu sudah dibentuk sebuah keluarga besar penerima beasiswa BPPDN dengan nama Perhimpunan Penerima Beasiswa Unggulan Nasional (PPBU Nasional).

Tahun ini aktivitasnya menyelenggarakan seminar – 4th Scientific Meeting -.

Kali ini temanya:

Membangun Karakter Dosen Muda untuk Kemajuan Pendidikan TInggi di Indonesia

Yang diselenggarakan pada: Jumat s/d Minggu 14-16 Agustus 2015, di kampus UI.

Entah bagaimana asal muasalnya, saya diundang untuk memberikan ceramah ‘inspiring talk #2’. Sedangkan #1 dan #3 nya adalah Anies Baswedan dan Rhenal Kasali.

Demikianlah datang 4 orang wakilnya di kantor saya Depok, Hendra Dhe Sitanggang, Ira Marti Ayu, Netta Liliani, Jenny Primanita Diningrum. Merekalah yang memberikan info pada saya tentang PPBU. Waktu saya tanya koq ujug2 saya yang diundang untuk menjadi pembicara. Tidak ada satupun diantara mereka yang bisa menjawabnya. Gak pa pa deh, kan saya emang nganggur jadi pasti insya Allah ada waktu untuk berbagi, apalagi untuk dosen muda, tentu saya bersedia. Berhubung setiap tamu pasti akan di foto (kalau ingat) maka berposelah kami bersama di etalase inkubator.

Calon dosen PPBU dari UI Hendra, Ira, Netta, Jenny

Calon dosen BPPDN dari UI Hendra, Ira, Netta, Jenny

PPBU (2)

Kambang Iwak di Palembang

Jug-ujug pada suatu hari saya berada di depan hotel Swarnadwipa, dan karena memang masih pagi sekitar jam 6, rasanya badan perlu diajak senam sedikit. Jalanlah saya melintas tempat parkir mobil…eh…eh… Ternyata sudah ada seribuan orang yang berolahraga disitu. Rupanya di depan hotel ini memang ada semacam danau kecil. Orang Betawi bainyanya nyebut Situ atau Setu (Situ Lembang, Setu Babakan) dan di trotoir lebar sekeliling danau itulah orang pada jalan dan lari. Tentu saja banyak muda-mudi yang mejeng. Rupanya oleh Pemkot memang sudah disediakan tempatnya utk berolahraga, jadi ada taman di mana anak-anak bisa bermain dan bapak2 bisa sedikit fitness angkat bodi. Banyak juga PKL jual bubur ayam, bakso, pempek dan makanan lain. Wah ramai sekali.
Itu hari sabtu, tentu saja saya berpikir tentu kalau besok minggu akan lebih banyak lagi orang. Dan benar…Keesokan harinya saya keluar. Bukan saja ramai orang tapi memang seputaran danau itu sudah dibuat jadi daerah CFD (?)…duh apaan tuh ? Car Free Day… tau…

Tentu saja saya sudah siapkan alutsista yaitu tustel dan tongsis, yang tidak akan pernah saya lupakan sebagai piranti utama saya untuk berselfi-ria. Nama lokasinya KAMBANG IWAK BESAK… Nah wongkito yang sudah lama gak balik kampung, mampirlah sabtu dan minggu pagi sambil berolahraga. Badan jadi bugar, dan tak boleh dilewatkan adanya senam bersama yang di kordinir oleh Yayasan Jantung Sehat Sumsel. Yang ikut senam dari anak-anak, muda-mudi, bapak ibu, kakek nenek…pokoknya semua deh. Mirip CFD di Senayan Sudirman HI di Jakarta. Semua kuliner lokal juga hadir termasuk JASUKE…Apaan tuh… Lihat saja videonya.

Saya tanya sama orang disana apa artinya Kambang Iwak Besak, mereka bilang Kambang= danau kecil, Iwak= ikan, Besak = besar. Saya jadi ingat waktu mampir di Pekanbaru, disana k.l. sama suasanya di hari ahad pagi, lihat https://www.youtube.com/watch?v=N2JMPmT2Nxg

Baguslah dengan berolahraga kita jadi sehat. Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.

Hemat Energi

Sudah lama saya tidak menulis di blog saya ini. Tentu saja semua ini karena saya se-akan2 sibuk ngurusin bayi prematur di berbagai kota. Tapi sebenarnya gak gitu2 amat… Memang saya rada malas koq nulis…

Jadi karena memang saya bukanlah seorang penulis profesional, maka dengan sendirinya tidak ada rasa wajib menulis. Boleh dibilang menulis itu ‘semau gue’ kapan saja ada mood … ya nulis, kalo gak ada mood ya gak nulis.

BTW, saya masih ingin menyampaikan banyak hal tentang peralatan alkes inkubator. Dalam banyak ceramah saya disana-sini, inkubator GRASHOF kami ini saya klaim sebagai inkubator HEMAT ENERGI… Tentu saja banyak alasan untuk mengatakan demikian, tapi inti utamanya adalah konsumsi energi dari inkubator kami ini hanya 40 Watt saja. Jadi tentu saja sangat hemat konsumsi energinya dibanding dengan semua inkubator di Rumah Sakit, yang konsumsinya kebanyakan variatif dari 300-500 Watt.

Persoalannya adalah, mengapa bisa demikian hemat ?

Saya senang menjelaskan sebabnya atau pola-pikir ini, baik kepada para mahasiswa teknik dan politeknik, bahkan juga pada siswa2 SMA. Dan banyak hal yang nanti bisa kita bikin  jadi hemat energi dengan pola pikir seperti ini.

Jadi…Kebayakan asal inkubator di RS itu datang dari Luar Negeri, mis Eropa, Amerika, Jepang. Bahkan sekarang ini yang paling banyak di RS adalah buatan Cina. Di negara2 itu, suhu udara luar sangat rendah antara 0 s/d 10 derajat Celsius, pada musim dingin s/d musim semi demikian juga musim gugur. Hanya dimusim panaslah suhu luar meningkat menjadi sama dengan suhu di negara kita. Bahkan sering kali tetap lebih rendah daripada di Jakarta yang suhu luar siang harinya mencapai 33 dgC. Di negara2 itu, hampir semua ruangan diperlengkapi dengan heater (pemanas udara di ruangan) agar suhu meningkat dari mis 5 derajat menjadi suhu ruangan yang nyaman rata2 (by designed) 17-18 dgC. Itupun buat kita orang Indonesia segitu itu masih terasa dingin menggigil. Bila anda orang Jakarta bayangkanlah suhu di Bogor Puncak malam hari adalah 20 DgC. Itupun kita tetap merasa kedinginan.

Sehingga wajarlah bila diperlukan energi yang besar di negara itu untuk menaikkan suhu kabin inkubator dari dari 17 dgC suhu ruang menjadi 33-35 dgC (suhu kabin inkubator). Karena pada kondisi hangat seperti itulah bayi prematur yg mengalama hipotermia, merasa nyaman. Sedangkan suhu ruang di Jakarta ini atau dimanapun di Indonesia daerah tropis (+/- 10 derajat LU dan LS) mencapai 29-30 dgC. Jadi untuk naik menjadi 33 dgC pastilah tidak memerlukan banyak energi.

Lalu inkubator GRASHOF ini memang khusus untuk bayi Indonesia…Memang apa artinya ? Orang eropa dan amerika itu ras-nya berbeda dengan kita. Rata2 badan mereka besar demikian pula bayi2nya. Jadi kalau bayi kita rata2 beratnya 2,5 s/d 3,2 kg, maka bayi2 mereka rata2 beratnya adalah 3,5 s/d 4,2 kg. Kalau bayi normal kita beratna segitu maka bayi prematur kita beratnya lebih rendah lagi yaitu 1-2 kg saja. Dengan sendirinya Panjang badannya juga tidak sepanjang bayi eropa. Bayi prematur Indonesia rata2 40-45 cm, bayi normal kita +/- 50 cm, bayi Eropa 55-60 cm.

Nah… karena ukuran bayi prematur (atau BBLR) yang kecil itu, maka kabin bayi, ukurannya bisa saya perkecil secara volumetrik. Tentu saja ukuran volume kabin diperkecil  ini jadi membuat konsumsi energi jadi lebih sedikit lagi. Dari hasil percobaan di laboratorium ternyata untuk mendapatkan suhu 33 di kabin bayi kita cukup memasang pemanas 40 Watt saja. Pemanas yang kami gunakan adalah bohlam lampu pijar biasa yang harganya hanya Rp 6000 saja, jadi sangat murah. Kemudian melalui percobaan juga, pemasangan dua lampu itu hasilnya lebih baik dari satu lampu, karena distribusi kalor bisa lebih merata. Maka kami menggunakan 2 lampu. Lalu di pasaran bebas lampu 20 Watt itu tidak ada, yang ada 25 Watt, jadilah sekarang ini kami menggunakan pemanas 2×25 Watt lampu pijar.

Dengan membatasi penggunaannya, hanya di Indonesia saja, Maka dapatlah kiranya kita pastikan bahwa inkubator Grashof kami ini akan save dan berfungsi dengan baik di seluruh Nusantara.

Berita gembira yang mutakhir dari kami adalah bahwa, peminjaman gratis inkubator telah berkembang di 21 kota di Indonesia. Tentu saja untuk bisa mencakup seluruh Nusantara maka perlu dikembangkan leih lanjut di 300 an kota dari Sabang sampai Merauke. Demi untuk menyelamatkan bayi2 kita.

Selanjutnya lagi, setelah cakupan di negara kita cukup banyak. Pengembangan selanjutnya adalah untuk negara2 disekitar Equator, yang kebanyakan juga negara under-developped, Equator-Rim… Negara2 di Afrika mis Somalia, Tanzania, Central Afrika, Kamerun, Sudan, Congo, Nigeria, Angola, dan lain. Sedangkan untuk Negara2 Amerika Latin, mis Brazilia, Venezuela, Equador, Colombia, dan lain-lain.

Bila anda sudah mengenal adanya Blok Barat dan Blok Timur maka Bung Karno dulu memperkenalkan Non-Blok, sedangkan khusus untuk menolong bayi prematur ini saya memperkenalkan negara2 Blok Equator atau kita sebut saja BLOK-TENGAH. Tentu saja akan dipimpin oleh NKRI (Negara Kesauan Republik Inkubator).-

Gitulah kira2…

Bayi Kembar 805 dan 960 Gram tinggal yang satu

On 2015-05-09 17:29, dini sandi wrote:

Ass. Wr. Wb,
Saya Dini Sandi Ardayani seorang ibu yg telah melahirkan pd tgl 6 maret 2015, dengan bayi kembar pada umur kehamilan 28 minggu, berat lahir 805 gr, dan 960gr, dan kedua bayi kembar itu dirawat  d rs hermina arcamanik bandung, saya berprofesi bidan yg bekerja di rumah sakit tersebut, pada tgl 24 april bayi 805gr dinyatakan meninggal karena komplikasi, sekarang yg 960gr masih dirawat itupun dengan bantuan pihak managemen rs, berat badan bayi sekarang 1440 itupun masih turun naik, dan masih diberikan obat2tan dan kadang ada demam dan masih dikasih oksigen, sempat dilepas tapi dipasang lagi, jika sudah stabil saya berencana membawa pulang bayi saya meski berat bdan bayi masih kecil. Kami ingin meminjam inkubator tersebut, dikarenakan biaya yg sudah bengkak, tidak mungkin kami membeli inkubator, atas bantuannya saya ucapkan terimakasih,

Raldi Artono Koestoer <koestoer@eng.ui.ac.id> menulis:

Kami siap membantu.

Silakan kontak SMS Center incubator

0856 5931 2070

On 2015-06-11 19:01, dini.sandi2003 wrote:

Ass slmat malam terimakasih inkubatornya sudah saya pakai, semoga menjadi pahala bagi semua, trmksh

Ok baik ibu Dini, mhn laporan BB bayi seminggu 2x agar kami tahu perkembangannya.

Baiknya juga dengan asupan ASI eksklusif.

Semoga segera sehat.

Mohon ijin email ibu kami posting di blog.

Salam

Raldi A. Koestoer

—000—

Inilah salah satu contoh penggunaan inkubator UI. Dan sebenarnya kami memiliki inkubator bayi kembar 3 unit.

Mengapa koq sampai terpikir untuk membuat inkubator bayi kembar ?

Tentu saja karena banyaknya permintaan dari keluarga bayi prematur kembar. Ketimbang meminjamkan 2 inkubator kan lebih baik kami buat saja spesial inkubator bayi kembar, yang sejauh ini tidak pernah idle alias terpakai terus. Sudah sering Dual-incubator ini dipinjam keluar kota dan yang paling sering di Tangerang Bogor Bandung. Di Indonesia ini mungkin hanya kami yang membuat inkubator bayi kembar.

Sejauh ini sudah berapa bayi yang terlayani ? Sejak Januari 2013 berarti sudah 3 thn, Plus Minus ada kira2 400 an bayi tersebar di 20 kota. Sedangkan jumlah inkubator skrg ini 105 unit. 30% nya ada di Markas (Jabodetabek). Namun Markas ini menangani 70% dari total. Tentu saja karena di Jabodetabek Jabar ini kegiatan kami sudah lebih dahulu dikenal daripada di 20 kota lainnya.

BTW saya berikan apreasiasi pada agen relawan Djokja ‘Bang Ocan’ yang telah bekerja dengan baik malah sudah kerjasama dengan salah satu  RSIA sehingga banyak bayi prematur disana yang tertolong. Beberapa kunjungan saya pada kaeluarga bayi memperlihatkan betapa gembiranya bapak ibu bayi karena bayi kecilnya telah sehat seperti bayi normal lainnya.

Mohon doa bapak ibu dan saudara-saudara semua, semoga generasi mendatang kita selalu sehat.

DSCF3232_Melodi_Fin[1]

Bapak ibu dan handai tolan semua, sekaligus menghadapi bulan Ramadhan ini, kami mohon maaf bila ada kesalahan yang kami perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja. Semoga Allah SWT meberkahi kita semua baik di dunia maupun kelak diakhirat nanti.. MARHABAN YAA RAMADHAN…

Socio-Technopreneurship Binus Univ

Satu sessi guest lecturing di Binus University, yang diselenggarakan oleh program doktoral (Doctor of Research in Management), dibawakan oleh
Prof Raldi Artono Koestoer
yang institusi asalnya adalah Fak Teknik Univ Indonesia.
Undangan yg dilayangkan oleh Prof Dr Mts Arif MBA CPM, terealisasi pada tgl 29 Mei 2015 di kampus Anggrek Jl Kebun Jeruk Raya Jakarta Barat.
Guest lecturing in terdiri dari beberapa bagian, diantaranya
1) Introduksi dari awalnya research di laboratorium s/d kemudian Socio-Technopreneurship.
2)Kedudukan Socio-Techno diantara bisnis dan entrepreneurship.
3) Anjuran untuk focus pada satu produk keuggulan saja, sehingga bisa mendapatkan mutu yg terbaik sekaligus pemanfaatannya utk masyarakat banyak.
4) Kasus riel Peminjaman GRATIS inkubator bayi untuk kalangan pra-sejahtera.
5) Produk yg sesuai dengan alam Indonesia, aman, terjamin kualitasnya, hemat energi, paling ringan, paling senyap tdk ada bunyi, dan biaya produksi rendah
6) Sudah ratusan bayi tertolong di 21 kota di Nusantara. Masih akan berlanjut penyebarannya ke seluruh Nusantara. Bagaimana caranya bisa terbiayai ?

Memang perlu dengar sendiri ceramahnya… Kata orang INSPIRING…

Please LIKE Facebook ‘Y Bayi Prematur dan Neonatal’.-

Agen inkubator gratis di 21 kota

Peminjaman gratis inkubator bayi sekarang sudah tersebar di berbagai kota. Berikut ini adalah daftar di kota mana saja anda bisa mendapatkan layanan gratis daripara agen relawan kami.

Bila memerlukan inkubator untuk di rumah

Silakan kirim permintaan anda melalui SMS Center kami (hanya SMS, bukan utk bicara):

0856 5931 2070

Dan mohon untuk sedikit sabar, karena yang dilayani cukup banyak dari berbagai daerah.

Silakan di klik untuk memperbesar foto dibawah ini…

Agen Relawan

Edit 03 Okt 2015:

Update s/d hari ini tambahannya

Surabaya, Purwokerto dan Kendari.

Sebuah Tindakan Nyata…

Duh…duh…dah lama tidak menulis, untuk kembali menulis ternyata memerlukan energi dan effort yang cukup besar agar bisa mulai lagi. Dari tadinya seminggu dua kali, kemudian berhenti lama dan kadang menulis pendek, sepertinya seakan terpaksa karena sudah terlanjur menyebut diri blogger (?? sok tau banget, nyebut2 diri sendiri blogger). Namun experience kali ini kiranya sangat berkesan dan tentu saja kami ingin bagi kepada siapa saja agar bisa menginspirasi dan menggerakkan hati mereka-mereka yang punya kemampuan lebih untuk mulai melangkahkan kaki menolong sesama. Kali ini kepergian kami ke Ende dipersiapkan cukup lama karena berbagai hal. Mulai tahun lalu Kepala RSUD Ende Dokter Surip Tintin yang datang sendiri untuk berdiskusi lama dengan kami di lantai dua DTM-FTUI. Saat itu boleh dibilang terjadi ‘ketidak-sepakatan’…betapa kurang enaknya dikuping sehingga lebih baik kita tidak usah mendengar kata yang berkonotasi negatif itu. Padahal beliau sudah jauh-jauh datang dari Nusa Tenggara Timur dengan nyasar di 3 fakultas di UI baru ketemu ‘kandang’ kami di pojok yang sepi. Sampai suatu saat di minggu kedua Februari tahun ini datanglah email dari Ende, menanyakan kemungkinan untuk bekerjasama. Beberapa kondisi yang saya ketahui dari tahun lalu adalah bahwa mereka sulit menolong bayi karena dari 8 inkubator yang berfungsi hanya satu, lainnya tidak jalan. Bahkan waktu ka,i disana, tidak ada yg jalan sama-sekali sehingga yg rusak itupun terpaksa dipakai juga. Dan seperti yang anda ketahui semua, untuk level RS, harga inkubator sama-sekali tidak murah. Tentu saja berjut-jut IDR nya apalagi kemudian harus diangkut begitu jauh ke Ende, dan mereka didaerah hanya tahu nerima saja, segalanya ditentukan di pusat. Amanah dari kami amat jelas, yaitu bila ingin menggunakan inkubator Grashof dari FTUI ini, maka pemakaiannya harus GRATIS, tidak boleh dipungut bayaran. Tentu saja untuk yang lain-lain boleh dipungut biaya. Yang lain itu misalnya untuk obat, untuk perawat, untuk dokter, dll. Kemudian inkubator Grashof ini boleh dipinjamkan ke rumah ortu bayi, demikianlah jalannya di kota-kota lain yang dikordinir oleh para Agen Relawan yang memang khusus kami pilih orang-orang yang mau bekerja tanpa dibayar. Setelah cukup panjang ber-email-ria jadilah kesepakatan pengadaan inkubator, ceramah seminar dan pelatihan untuk RSUD Ende dan puskesmas disana. Barang dan peralatan dikirim dalam 3 batch pengiriman dengan Pos-Indonesia. Saya sendiri tidak menduga bahwasanya perjalanan ke Ende memakan total waktu dari CGK ke bandara sana memakan waktu total 7 jam. Dengan berhenti di Bali, Kupang ganti pesawat baru ke Ende, termasuk transit dan menunggu. Kami berdua berselisih satu hari berangkatnya karena asisten Ibnu ‘Rehan’ Roihan harus memberi contoh unpacking peralatan agar tidak ada yang rusak dan pecah. Comissioning test juga dilakukan untuk 2 unit yang datang pertama pas Rehan tiba disana. Kondisi RS itu memang memprihatinkan, serba kekurangan. Lalu semangat atau etos kerjanya kurang, jam 12 mereka sudah siap kukut-kukut. Nongkrong di tempat parkir, jam 2 pada masuk lg buat…ngabsen doang. Tentu saja asisten saya terheran-heran, mitra teknisinya 2 orang tidak terlihat antusias alias ogah2an. BTW saya tetap semangat kasi ceramah tgl 15 April, walau dijemput telat krn pak Wayan Arnama CP yg ngurusin kami, malu2 minta maaf krn jam 9 baru sedikit orang yg dtg. Tapi saya tenang saja karena sudah makan asam-garam bergaul dengan sejenis bangsa melayu ini. Toh akhirnya terkumpul juga 30 an orang dari berbagai kalangan perawat, dokter, teknisi, Ka admin, wakil dari AUSAID datang juga, yang merupakan sponsor membantu RS utk kegiatan ini. Hadir juga dokter internship dari UI Jakarta dan UGM Yogya. Dibuka oleh dokter Heni Kabag Pelayanan RSUD, slide transparan dan cuplikan video dari TV baik metro, SCTV dll ini rupanya menggugah juga. Cerita saya yang berbasis pada pengalaman handling ratusan bayi bahkan dengan kasus-kasus yang berat termasuk kembar dua kembar tiga, menjadi dasar bagi ceramah saya, yang membuat mereka tertawa dan pada saat yang sama juga terharu. Koq bisa bayi-bayi itu tertolong tanpa biaya, koq bisa inkubator dipinjamkan ke rumah…bahkan dengan gratis lagi. Koq bisa… listrik rumah yang cuma 450 Watt itu dipakai untuk inkubator bayi. Semua saya ceritakan dengan gamblang termasuk apa yang terjadi di Banyuwangi, Jember, Malang, Yogya, Magelang, pemalang, Cilegon…dll. Pak Mamnun wakil dari AUSAID sampai tidak sanggup mengeluarkan kata-kata saat beliau pegang mic utk bertanya, sakingnya beliau tidak menduga demikian besarnya impact dari peminjaman gratis inkubator bayi ini yang telah menolong hampir 400 an bayi sejak dimulainya pada bulan Januari 2012. Tentu saja ceramah Socio-Technopreneurship motivasi dan pencerahan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kalau bisa sedikit saya urut mulai dari Poltek Makassar Unhas, Akper  Makassar, Poltek Sungailiat-Bangka, Univ Neg Jkt, PNJ-Cevest Bekasi, RSUD Ende ini dan esok harinya di Poltekkes Keperawatan Ende. Masih banyak yang harus dilakukan, terutama untuk menyebarkan  ke seluruh Nusantara. Boleh dibilang inilah kerjaan saya sampai mati nanti. Angka Kematian Bayi di NTT sangat tinggi boleh dibilang dua kali dari Jakarta sehingga aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi ini pastilah bisa membantu mengurangi angka kematian bayi. Motivasi diatas maksudnya juga untuk mendorong anda-anda yang punya keunggulan. Agar memilih satu saja untuk dikerjakan dengan serius agar bisa membantu masyarakat kita yang masih terpinggirkan.

Di facebook saya tulis…Jangan NATO NADO NAPO NARO NARMO… Maksudnya No Action Talk Only, yg ini tentu anda sdh tahu semua. Lah kemudian yg lain ini saudaranya No Action Design Only, No Action Plan Only, No Action Research Only, dan yg terakhir No Action Road Map Only… Duh sapa bilang gampang musti konsisten wal istiqomah…

Situs Rumah Bung Karno di Ende NTT

Situs tempat perenungan Bung Karno dan rumah pengasingannya di Ende Nusa Tenggara Timur.

Saya membuat video ini tgl 210415. Sedangkan kunjungan ke Ende NTT tgl 14-18 April 2015.
Di Ende ini juga Bung Karno sering merenung memikirkan dasar negara kita yang saat itu belum ada atau belum merdeka. Tempat perenungannya ada di kota Ende dibawah pohon sukun yang bercabang lima. Kemudian dari perenungannya itu lahirlah
PANCA SILA
sebagaimana dasar negara yang kita kenal sekarang ini.
Bung Karno diasingkan oleh Belanda di Ende ini dari tahun 1934-1938. Beliau datang dengan ditemani oleh istrinya saat itu ibu Inggit. juga ada mertuanya (ibunya ibu Inggit) yang kemudian wafat disana. Anak angkatnya Ratna Juwami ikut bersama mereka. Tentu saja didalam rumah ada ruang tamu dimana Bung Karno sering menerima tamu baik warga sekitar maupun teman seperjuangan beliau. Bahkan ada surat cerai Bapak bangsa ini dengan ibu Inggit bermeterai jaman itu.
Ada juga yang membuat surprise untuk saya…Ternyata Bung Karno ini pemain musik juga karena ada peninggalannya BIOLA yang sudah rusak, dahulu katanya sering dimainkan oleh Bung Karno.
Pernah juga Pendiri Bangsa ini menuliskan dan kemudian melatih warga untuk bermain sandiwara atau teater, peninggalan naskahnya masih ada dilestarikan disana.
Ada lukisan Bali karya Ir Soekarno yang dilukis selama beliau disana.

Kakek yg bahagia

March 27 at 9:51pm ·

Kakek yg berbahagia krn cucunya sdh sehat.
-0-
Pa..saya keluarga besar Bp ahmad madun di cikarang bekasi mengucapkan banyk2 trimakasih atas pinjaman inku batornya, sehingga dengan bantuan alat tsb yg sangat dibutuhkan, sibayi bisa tumbuh sehat dan berkembang, pertolongan bapak tak dpt terlupakan dlm hidup saya, smoga kebaikan bpk di balas ama ALLOH yg maha kuasa.. Amin …..
Pa..sy kluarga besar dari Bp ahmad madun di cikarang bekasi mengucapkan banyk2 trimakasih atas pinjaman inku bator dgn pertolo ngan bpk, cucu sy bisa terselamatkan dan bisa bertahan hidup layaknya bayi normal, smoga kebaikan bpk di balas ama yg maha kuasa.. Amin

***
Nama bayi.muhammad iqbal ihsan. tgl lahir minggu 4-jan-2015 jam 22’00 wib,brt lahir 1400 gram di usia kehamilan 6 bln Nama ibu erni.

Kasus Omphalocle bayi

Genap sudah 3bulan usia ananda Arliana Khansabillah. Sebelumnya ananda lahir dengan kondisi “istimewa” sehingga kami pada saat itu merasa tidak berdaya dan bingung bagaimana menghadapi kondisi ananda dengan bawaan “Omphalocle” namun berkat doa dan dukungan dari saudara serta sahabat kami bisa menghadapi ini semua. Pada saat itu karena kondisi omphalocle tidak boleh infeksi lalu saya mencari cara supaya ananda terlindungi dari udara yg tidak steril, lalu terpikir dalam benak saya untuk menggunakan incubator di rumah nanti. Karena setelah saya baca baca dari internet kondisi anak omphalocle harus selalu hangat dan steril supaya omphalocle nya tidak infeksi. Dan berkat informasi dari abang saya bahwa ada peminjaman incubator gratis dari FT-UI yg di pimpin Prof.Raldi, maka saya pun mencari informasi lebih dari inernet, alhamdulillah ketemulah no telpon yg bisa dihubungi namun harus SMS dulu….:-) Alhamdulillah….incubator ada yang standby… Sekarang Ananda Arliana Sudah dalam kondisi lebih baik….. Terimakasih Pak Prof.Raldi and all crew…..semoga amal bapak dan team dibalas Allah SWT dengan berlipat ganda…..Aamiin…
Omphalocle 2090057047196289986_n
Bandung kasus : omphalocle (usus diluar) 1. Arliana Khansabillah 2. 21-12-2014 3. BB 2.6kg dan PB 49cm. Setlh konsul dg dokter RS, krn akan lama perawatan jd di rmh dg inkubator gratis dari FTUI. Ortu bayi Ardiyansah Bandung.
-0-
Waktu permintaan peminjaman masuk melalui sms dimana ortu bayi memberi info tentang kasus omphalocle ini, kami langsung bersiap dengan mencari info dari internet dan konsul dokter anak. Rehan asisten menyiapkan inkubator spesial ‘Grashof Plus’. Inkubator ini bukan inkubator yg biasa, karena ukuran kabinnya lebih besar. Asalnya adalah inkubator besar yg dulu dipajang di DRPM selama 3 th, yg kemudian kami minta dan langsung modifikasi dengan sistem Grashof (Natural convection).
Kondisi khusus itu adalah pertama ruangan harus lebih steril. Jadi dianjurkan untuk memakai AC, dimana kebetulan rumah ortu bayi memang kamarnya pakai AC. Kondisi kedua, suhu yg diminta adalah 31-32 dgC, sedangkan inkubator grashof kami biasanya 33-34 tanpa AC (karena ditujukan utk gol nengah bawah). Rehan berinisiatif untuk mengurangi power dari tadinya 80 Watt menjadi 50 Watt. Dan setelah dicoba di lt 2 DTM dengan menyalakan AC ruangan, ternyata suhu 31-32 dgC dengan mudah bisa tercapai.
Demikianlah selama 1,5 bulan bayi omphalocle didalam inkubator A04M (Grashof Plus) dengan posisi khusus: usus digantung tegak-lurus dan akan turun masuk perlahan secara gravitasi. Dengan handle with care 24 hrs dari bapak ibu bayi, minggu lalu inkubator sudah dikembalikan dan bayi sudah jauh lebih sehat.
Alhamdulillah.-

Penjelasan Inkubator Bayi Kembar

Pak Dudi mempunyai bayi kembar yang memerlukan inkubator karena bayi terlahir prematur dengan berat 1,6 dan 1,8 kg, satu laki dan satu wanita. Alhamdulillah kami memang memiliki inkubator spesial untuk bayi kembar prematur.
Datanglah beliau pada hari yang ditentukan tgl 23 Feb 2015, ke markaz kami di Depok, dan video beriktu adalah penjelasan penggunaan inkubator bayi kembar di rumah. Tinggal di Sentul Bogor pastinya akan membuat bayi kedinginan tanpa inkubator (hipotermia), sehingga berada di inkubator selama beratnya masih kurang dari 2,5 kg akan memberikan kenyamanan bagi bayi. Kita doakan semoga bayi segera sehat kembali.

Komunikasi dg SMS center 18 Feb 2015: Nama ibu: nur a, 35 th, 087876921xxx, alamat perumaha griya alam sentul blok A no xx babakan bogor, pekerjaan ibu rmh tangga, nama ayah dudi u, 38 th, alamat sama, pekerjaan karyawan swasta, istri melahirkan dg di ceasar, bayi prematur kembar perempuan dan laki laki 32 minggu berat lahir1850 gr dan 2050 gr di RSIA JULIANA bogor tgl 9 feb ’15, bayi awalnya masuk nicu,3 hari yg lalu sdh keluar nicu, tapi skrg masih di inkubator,biaya sangat mahal, rencana akan di bwa plg ke rmh…

Teknologi Tinggi untuk Perawatan Kesehatan

Resonansi-Magnetik untuk Memeriksa Kondisi Kesehatan

Tubuh manusia merupakan agregat dari berbagai sel, yang terus tumbuh berkembang, split, regenerasi dan juga mati. Dengan membelah diri, sel memperbaharui dirinya. Kondisi tertentu dari tubuh manusia membentuk sinyal yang berbeda dari gelombang elektromagnetik serta gelombang itu akan dipancarkan secara berbeda oleh kondisi kesehatan yang baik, kondisi kurang sehat, penyakit, dll kondisi kesehatan manusia  dapat diperkirakan jika sinyal gelombang elektromagnetik tertentu dapat dianalisis.

Alat  Resonansi Magnetik adalah alat baru untuk menganalisis fenomena tersebut. Frekuensi gel elektro-magnet yang kecil dan energi tubuh manusia ditangkap sinyalnya dengan cara memegang sensor, dan setelah diperkuat sinyalnya oleh instrumen dan diproses dengan built-in mikro-prosesor, data dibandingkan dengan resonansi spektrum standar penyakit, gizi dan indikator lainnya dipadukan dalam instrumen untuk dianalisis dengan seksama. Bentuk gelombang sampel yang sepertinya tidak teratur dianalisis dengan menggunakan pendekatan Fourier. Berdasarkan analisis gelombang, perbandingan dengan metode pencegahan penyakit kuratif standar dapat diketahui status kesehatan seseorang.

Analisis Item
Metode analisis Resonans-Magnetik  adalah metode yang cepat, akurat dan non-invasif, metode pengujian sinyal spektral  sangat cocok untuk pencegahan penyakit dan penentuan kesesuaian produk kesehatan, serta untuk pengecekan kondisi sehat atau  kurang-sehatnya seseorang. Banyak Item bisa dianalisis kemajuan saat ini sudah mampu mendeteksi lebih dari 39 item, termasuk didalamnya problem kardiovaskular dan serebrovaskular, kepadatan mineral tulang, unsur mikro-mineral (chromium, iodine, copper dll..), timbal darah, rematik, paru-paru dan saluran pernapasan, nefropati, gula darah, perut dan usus, hati dan empedu, saraf kranial, ginekologi, prostat , penyakit tulang, elemen mikro-mineral (trace-element), selenium, zat besi, seng dan kalsium, dll

Karakteristik Fungsional
Prediksi tanpa gejala: Dengan hanya 10 atau lebih sel perubahan patologis, analisa gelombang resonansi-magnetik dapat menangkap perubahan patologis sel dan memprediksi prekursor penyakit. Dengan mengambil tindakan perawatan kesehatan saat ini, Anda akan disarankan untuk secara efektif mencegah berbagai penyakit kronis.

Kecepatan dan akurasi: Beberapa indikator kesehatan Anda dapat diperoleh dalam beberapa menit. Metode analisis ini dirancang untuk menghemat waktu dan energi. Database dari sistem analisis telah ditetapkan dengan metode ilmiah,  statistik kesehatan pengobatan yang tajam dan pengamatan dari sejumlah besar kasus klinis, yang mengarah pada diagnosis dengan akurasi tinggi.

Non-invasif dan tidak menyakitkan: Hasil analisis akan memberitahu Anda tentang kondisi kesehatan Anda tanpa analisa darah ataupun radiografi.

Alatnya sudah ada, simpel dan nyaman: Sangat mudah dalam operasi dan secara umum, orang akan dapat menganalisis dan menginterpretasikan hasil melalui pelatihan jangka pendek. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, menghemat waktu pasien. Biaya untuk analisis sangat murah dan bisa jadi gratis serta dapat diterima oleh sebagian besar konsumen.

Beberapa contoh laporan kesehatan berikut analisis yang bisa dipantau:

1. Dasar Kualitas Fisik

2. Darah Analisis Gula
3. Tulang Analisis Penyakit
4. Bone Mineral Density Analisis
5. Otak Analisis saraf
6. Jantung dan Analisis Cerebrovascular
7. Kandung empedu Fungsi Analisis
8. Analisis Fungsi gastrointestinal
9. Analisis Kandungan
10. Analisis Toksin Manusia
11. Fungsi Ginjal Analisis
12. Fungsi Hati Analisis
13. Lung Function Analysis
14. Analisis Fungsi Pankreas
15. Rheumatoid Tulang Analisis Penyakit
16. Trace Elemen Analisis (Ca +, Fe, Se, Pb, Zn, vitamin, dll)
17. Fungsi seksual Pria
18. Ginekologi
19. Kulit
20. Sistem endokrin
21. Analisis Sistem kekebalan.

22. Dst s/d 39 item…

Layanan GRATIS, SMS Gateway Center

0856-5931-2070

Hanya SMS…Tidak bisa call… Free Medical Check-Up Non-Invasif 33 items in 5 minutes only.

Pengabdian Masyarakat Dep Teknik Mesin FTUI

Specialist in Biothermal and Magnetic Effect

Raldi A. Koestoer

Harapan Baru Untuk Bayi Prematur

Harapan Baru Untuk Bayi Prematur

Oleh: Adara Sekar Kedaton,

Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2012 Universitas Indonesia

Awal kehidupannya di Bumi manusia akan mengalami tahap yang sama menjadi sosok bayi terlahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama, terutama pada bayi yang terlahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat badan lahir kurang dari 2.5 kg. Bayi akan disebut prematur jika terlahir dari kandungan berusia dini, dan dapat menyebabkan sebagian besar organ tubuhnya belum berfungsi dengan baik.

AdaraFisip_3291029733894501926_n

Menurut para ahli dibidang kedokteran mengatakan bayi prematur disebabkan beberapa faktor diantaranya kekurangan asupan gizi, kondisi stress saat mengandung, sang ibu mengalami gangguan penyakit jantung; darah tinggi; asma; kencing manis; serta penyakit dalam lainnya atau faktor masalah janin itu sendiri lepasnya plasenta sebelum waktunya; mengalami pendarahan dini; letak plasenta yang menutupi jalan lahir.

Bayi yang masih dalam kandungan memiliki rata-rata suhu sebesar 37 celcius. Sedangkan ketika bayi lahir suhu udara luar kandungan sebesar 30 celsius. Perbedaan suhu membuat bayi prematur yang terlahir dengan berat badan dibawah normal menderita hipotermia (kedinginan) karena simpanan energi dalam tubuhnya tidak sanggup beradaptasi cepat dengan perubahan suhu. Maka dari itu, bayi perlu berada dalam naungan inkubator (penghangat bayi) sebagai tempat sementara penyesuaian kondisi suhu. Dengan demikian bayi akan merasa nyaman tanpa menggigil karena kedinginan.

Biaya rumah sakit mahal  

Perawatan khusus untuk bayi prematur memakan banyak biaya. Penyewaan inkubator di rumah sakit dibanrol dengan harga yang tinggi. Hal inilah yang membuat dosen Fakultas Teknik Mesin, Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA tergerak dan membuat gebrakan untuk peminjaman inkubator bayi secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

Berawal dari proyek World Bank, melalui Direktor Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang didedikasikan untuk melakukan pengembangan ke masing-masing departemen Universitas. “Tahun 2010 ada proyek dari World Bank, proyek itu dibagi menjadi sub-proyek yang salah satunya bernama Advanced Technology Implication (ATI). Artinya kita mengimplikasi hasil dari laboratorium ke masyarakat pengguna. Dapatlah saya salah satunya, membuat inkubator bayi lalu kita sumbangkan ke rumah sakit ibu dan anak, sekaligus ke puskesmas-puskesmas di Jakarta. Saat proyek selesai, sisa uang saya buatkan inkubator lagi, untuk disumbangkan ke bidan-bidan serta bayi yang membutuhkan di seputar Depok, Pasar Minggu, dan Jakarta Selatan,” kata Prof. Raldi.

Melalui tulisan-tulisannya di blog, masyarakat mendapatkan informasi untuk inkubator bayi yang dipinjamkan secara gratis. Selain itu, kerap kali media-elektronik membantu Prof. Raldi agar gagasan berkembang ke berbagai daerah. Namun berbagai kendala seperti transportasi serta biaya listrik menjadi keluhan bagi masyarakat yang ingin meminjam inkubator bayi.

“Saya meminjamkan inkubator untuk golongan menengah kebawah, karena biaya untuk rumah sakit mahal apalagi untuk bayi prematur yang masuk ke ruangan (NICU). Jadi kami pinjamkan agar masa di ruangan perinatologi dapat dijalani di rumah. Setelah beberapa bulan di tahun 2012, saya membuat ukuran yang kecil dengan berat 13 kilogram, portable dan hemat energy 40 Watt saja”, kata Prof Raldi.

Agen relawan

Saat mendengar pernyataan Prof. Raldi untuk mengembangkan inkubator bayi di seluruh pelosok Indonesia, beberapa pihak bersedia menjadi agen relawan untuk meminjamkan inkubator bayi secara gratis. Ada pula muncul donator yang memberikan sumbangannya dengan ikhlas. Kini, agen relawan tersebar ke 15 kota di Indonesia meliputi Provinsi Jawa, Kalimantan Barat, Bali dan kemudian di Banda Aceh. “ November lalu ada relawan dari Jayapura yang datang langsung ke Fakultas Teknik, Universitas Indonesia mengambil satu paket inkubator bayi untuk menolong bayi-bayi prematur di Papua”, kata Prof Raldi

Saat ini terdapat 60 buah inkubator bayi yang sebagian ada di seputar Jabodetabek dan sebagian ada diluar daerah di tempat agen relawan, yang aktif dipinjamkan. Beliau mengatakan akan terus meminjamkan inkubator bayi agar dapat disebarkan ke 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Pengguna Inkubator bayi

Indri Haryanti, ibu berusia 28 tahun merupakan satu dari antara masyarakat yang menggunakan inkubator bayi karya Prof. Raldi. Putra pertama Indri, Adrian Putra Pratama terlahir lebih cepat dari perkiraan dokter (7 bulan) dengan berat badan 1.2 kg. Saat itu, Indri merasa keberatan dengan biaya rumah sakit yang tinggi, ditambah harus menyewa inkubator bayi per hari seharga Rp 1.000.000. Ketika mendapatkan informasi tentang peminjaman inkubator bayi secara gratis, ia segera menghubungi Prof. Raldi

“Belum terdaftar menjadi anggota BPJS menyulitkan saya untuk membayar rumah sakit, karena terhitungnya sebagai pasien umum,” kata Indri.

Cerita lain datang dari Siti Nurhawati, 40 Tahun meminjam inkubator bayi bukan karena tidak terdaftar sebagai anggota Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), melainkan rumah sakit tempat ia melahirkan anak ketiganya terbatas untuk meminjamkan inkubator bayi.

“Putra ke-tiga saya, Syafiq Muhammad Ali lahir secara prematur dengan berat badan 1.5 kg. Kebetulan suami saya pernah menonton acara televisi tentang peminjaman inkubator bayi secara gratis dari Prof. Raldi. Saya dan suami segera menghubungi beliau (Prof. Raldi)” ujar Siti Nurhawati.

Syafiq yang kini memiliki berat badan 2.9 kg, sudah lepas dari inkubator bayi yang digunakannya selama satu bulan. Siti mengatakan, Prof. Raldi melakukan hal yang luar biasa karena dengan kemuliaannya dapat membantu masyarakat tidak mampu yang memiliki bayi prematur.

Untuk mengetahui kondisi bayi secara berkala, Prof. Raldi melalukan monitoring secara langsung setiap minggu kepada orang tua, serta mengirim pesan melalui sms center, menanyakan perkembangan bayi terutama beratnya. Tidak ada persyaratan tertentu dan batas waktu peminjaman, hingga berat badan bayi normal 2,5 kg. Jika saat pengembalian inkubator bayi mengalami kerusakan, Prof Raldi tidak menuntut ganti rugi. “Harapan saya bisa membantu menyelamatkan bayi prematur sekarang agar kelak mereka menjadi generasi yang akan memimpin kita,” kata Prof Raldi.

Sms Center: 0856 59312070   Email: koestoer@eng.ui.ac.id

Facebook: Fanpage Y Bayi Prematur  (Telah dimuat di Radar Depok 17 Des 2014).

Purnabakti bpk tris budiono

Berkat pak tris, bayi di Jatim tertolong

Tentu saja kita semua keluarga besar DTM-FTUI kenal siapa pak tris BM. Apalagi saya yang sejak awal karier, bahkan sejak mhs dulu, sudah kenal betul dengan beliau berikut dengan karakternya yang special. Meminjam kata-katanya alm Prof Nakula “Kalau tidak ada pak tris kita nggak guyub”.

Teman-teman di lantai dua ini menyaksikan kegiatan saya dalam peminjaman incubator gratis kepada keluarga bayi premature, demikian juga pak tris tentunya. Sehingga datanglah beliau pada suatu hari ke ruangan saya yang selalu ditemani oleh Rehan asisten yang banyak nangani peminjaman incubator ini.

“Apa yang saya bisa bantu ?”, demikian gaya offeringnya straight-to-the point. Tentu saja saya senang mendengar model tembak langsung seperti ini tanpa basa-basi. Saya sampaikanlah bahwasanya kami perlu adanya Relawan untuk daerah Jawa-Timur, karena saat itu baru ada satu orang Relawan di Malang dengan hanya 2 unit inkubator. Sedang Jatim adalah derah yang populasinya besar tentu saja bayi prematurnya juga banyak. Permintaan dari sana banyak yang tidak tertangani. “Oh gitu ya nanti saya carikan”. Datanglah beliau bbrp hari kemudian dengan mengajukan seorang calon bernama Dhoho Sastro alumni FHUI. Info dari pak tris, beliau ini juga punya kegiatan social member bantuan hukum untuk orang susah di daerah Jember dan sekitarnya. Kebetulan saat itu juga ada rombongan rekan-rekan muda dari pak Dhoho yang datang ke ibukota, yang disarankan oleh pak tris untuk mampir di DTM mengunjungi kami di markaz incubator lantai 2 DTM.

Jadi presentasilah saya dan Rehan kepada mereka dengan slide yang sudah selalu siap, dan seperti biasa ceritalah saya dengan mendramatisir semua aspek masalah bayi premature. Beberapa anggota mereka yang wanita sampai bercucuran airmata sesenggukan mendengar kisah sedih para keluarga bayi yang kebanyakan berasal dari golongan menengah bawah. Sedangkan anggota mereka yang cowok kelihatan Cuma cengangas-cengenges saja.

Pendeknya jadilah pak tris donasi 2 unit (sekian juta loh artinya) yang ditempatkan di Jember dengan pak Dhoho sebagai Relawannya. Bahkan sekalian beliau yang mengantar incubator tsb ke Jember. Nah pada saat mau pergi itu bulan Agustus 2014 kalau tak salah, saya nitip beberapa unit pada beliau. Jadilah saya yang menentukan route perjalanannya. Kalu bukan pak tris orangnya pastilah gak ada yang mau menuruti permintaan route saya itu.  Pak tris yang awalnya hanya mau anter 2 unit incubator itu saya titipin 4 unit tambahan. Dengan demikian saya minta routenya menjadi

Jakarta – Pantura – Semarang – Magelang – Yogya – Malang – Jember

Ho..ho..ho.. ngelunjak ya. Itulah titipan incubator saya untuk agen di beberapa kota tsb diatas. Entah apa mobilnya saya lupa, tapi yang jelas penumpangnya jadi gak boleh banyak, coz kursi belakang di tekuk dan dicopot semua supaya muat banyak incubator.

Alkisah setelah 2 unit Jember tersedia, beberapa permintaan di Jatim bisa terlayani berkat usaha giat dan ikhlas dari pak Dhoho Sastro dan anak buahnya. Pak Dhoho ini saya sebut sebagai Relawan GOLD, yang artinya relawan yang bekerja antar jemput incubator untuk gol men-bawah, persis seperti yang kami lakukan di Depok ini. Kliennya dimonitor dengan seksama, sehingga perkembangannya kamipun bisa memantau juga dari jauh. Karena komunikasi SMS baik dengan agen maupun dengan klien berjalan lancar.

Tak nyana, minggu lalu ada SMS spt berikut:

Selamat malam, maaf sy Pak Markus Ruku dari Banyuwangi Jatim, sy dapat no.Hp ini dari internet bahwa tim ini telah menyediakan inkubator, terus bgmn kami bisa dapat inkubator krn saat ini kami mengadopsi anak yg dibuang br umur 6 bulan, berat bebi hanya 1,1kg. tolong balas terima kasih

Kemudian setelah melalui lomunikasi silang menyilang dengan agen Jember, rekomen pak tris ini (Pak Dhoho), akhirnya,

Slmt sore sy menginformasikan bhw kami sdh mengambil inkubatur di Jember tadi malam, hy blm kami gunakan krn bayi kami minum susu masih menggunakan sonde oya ralat berat badan bayi per 17 januari turun mjd 920grm tapi kuningnya sdh tdk ada

Kita doakan semoga bayi dengan berat minim di Banyuwangi bisa tertolong.

Bantuan dari pak tris, mencarikan relawan, mendonasi 2 unit, mengantar ke Jember dengan rute se akan2 tdk efisien, ternyata berarti banyak untuk menolong bayi di Jawa-Timur.

Sekelumit persahabatan, sebuah tindakan nyata, dibarengi dengan kepedulian yang tinggi, berdampak langsung pada penyelamatan bayi terbuang nun jauh di ujung timur pulau Jawa…Terimakasih pak tris…

(Ral 23Jan15).- (diposting 160215).-