Too Young Feat Budi Susilo


Lagu lama Too Young dibawakan oleh Deproftek dengan penyanyi dadakan Raldi dan featuring saxophone Prof Budi Susilo. Hari sebelumnya saya sudah cari liriknya di internet dan ketemulah lagu Too Young ini yang nyatanya ada 9 versi dari sejak pertama kali dinyanyikan dan tentunya diciptakan oleh Nat King Cole yang sudah sangat terkenal itu. Versi terakhirnya dinyanyikan bersama anaknya (Nathalie Cole ya…) dengan teknik dubbing video tahun 1991.

Waktu diminta tampil pada acara Reuni FTUI 02 Nov 08 yang lalu Prof BS ini sudah langsung pesan “Saya mau lagu Too Young sama Danny Boy”. Deproftek memang sudah merencanakan akan membawakan lagu ciptaan sendiri  dan yang sudah pernah dilatih bersama mas Nanta dan anaknya Iyan ada 4 lagu. Daripada kebanyakan saya potong saja lagu ciptaan hanya dibawakan 3 dan tambahan 2 lagu lagi ya permintaan Prof BS tadi.

Jadilah kami berlatih di Studio 48 Pejaten, mana saya nyasar lagi gak nyampe, maklum udah tua suka susah nyari2 jalan… kan nyetir sendiri. En of course saya berubah jadi penyanyi jadul buat lagu Too Young ini karena Prof Bangsugi kelihatannya lebih cocok untuk lagu yang tipenya mudaan. Bos kita Dirjen Pothan ini kelihatan semangat dengan membawa lengkap alat tiupnya…dan bukan itu saja semua kue dan buah untuk konsumsi 20 orang juga kumflit dibawa wawktu latihan di studio. Dengn dibantu oleh drummer Ir Satrio Arismunandar latihan berjalan cukup lancar. Tak ketinggalan Prof Triatno Yudohajoko (Pak Gotty) membawa laptop termasuk rekaman youtube lagu TooYoung yang dibawakan oleh Elvis.

En pada penampilan di panggung bisa dilihat rupanya kita-kita ini kayanya udah pada pede banget jadi gak keder dan gak takut berdiri teriak-teriak dan bicara diatas panggung. Kayanya emang udah punya bakat jadi selebritis ya…

Tapi penyanyinya (saya… hik hik..) kayanya musti ikut les tambahan sama Bertha deh… gayanya kurang pas tuh buat nyanyi lagu tua.

Guyz… komen dong…biar kami semangat.-

Salam Ral 16Nov08.-

3 responses

  1. Prof. Raldi, rencana DeProfTek utk “perform” di DepHan or dikantornya Prof. BSS sepertinya OK banget tuch, saya mendukung banget, krn bisa sbg sarana utk mensosialisasikan & “menjual” nama DeProfTek, ya ‘kan bozz? Kalo pak BSS siap utk menyediakan alat2 band, nanti kita bisa perform dg rhythm section format Band TRIO (Saya/bass, Iyan/piano & Aldi/drum, spt di acara Reuni FTUI kmrn). Namun spy perform musiknya maksimal, klo bisa amply bass Gallien Krueger, pianonya Roland RD700 or RD300 & drum cukup merk Sonor or Pearl or Yamaha, asal jangan Prince or Rolling saja, krn itu drum “mainan” he he he). Untuk rencana perform tgl. 9 Jan 2009, kalo jadi, mohon bisa sgr konfirmasi mengenai waktunya (jam berapa) dan tempatnya (dimana) agar saya bisa “manage” waktu/jadwal kerjaan kantor juga. Kalo prof Raldi juga ada “net work” or teman2 di lembaga/instansi/perusahaan lain, boleh juga “ditawarin” utk perform DeProfTek juga, shg DeProfTek bisa semakin “menasional” he he he . OK bozz, ditunggu berita baiknya. Btw mengenai rencana recording, saya masih “utak atik” aransemennya untuk 4 lagu yang ada dulu (Si Biru, Keresahan, Jakarta kota kita & Melayang). Recording ini “proyek sempat2an”, kalo waktunya sempat ya recording, kalo belom sempat ya nanti2 saja atau ‘sedapatnya dulu’. Bisa maklum, kita semua pada sibuk dg tugas utama masing2, he he he. Tapi yg jelas, harus tetap pasti dunk bozz, ya ‘kan bozz? Eh, iya nih. Semalam 14 Des 2008, The Profesor Band juga perform di Blok M Plaza dlm rangka memperoleh Rekor MURI untuk “Grup Band Dengan Anggota Profesor Terbanyak” (barengan dg Pemecahan Rekor MURI “Meniup Saxophone Terlama 12 Jam NonStop oleh Harry Wisnu”/’advisornya’ The Profesor Band, dengan Nanta & Friends sbg band pengiringnya). Wah, kalo/seharusnya Prof Raldi, Prof BangSugi & Prof BSS ikut tuch, disamping pasti makin seru abizzz dah dan nantinya rekor tersebut pasti akan “sulit dipecahkan” oleh band manapun di Indonesia dan didunia, yakin dech, he he he. Eh, satu lagi. “CONGRATULATION” untuk FTUI, khususnya Dep. Teknik Mesin dan Dep. Teknik Sipil yang telah berhasil mendapat Pengakuan dan Standar Internasional pada tgl. 13 des 2008 kemarin. Semua itu merupakan “hasil kerja keras” civitas academica DTM/FTUI khususnya para dosen, para Profesornya, dan Dekan, jelas banget itu. Saya sbg alumni DTM FTUI merasa semakin bangga dan makin pede untuk “ngomong & menjual” nama FTUI di masyarakat. Semoga esok, lusa, dst FTUI khususnya DTM akan semakin cepat dan jauh mengungguli ITB & Universitas2 top dunia lainnya, amien ya robbal alamiin. Bravo Mesin! Bravo FTUI! Teknik Makin Jaya!!! (Nanta M’80)

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s