Metode Kangguru untuk bayi baru lahir


Bayi baru lahir seringkali merasa kedinginan di udara terbuka karena belum cukup energinya untuk melawan perubahan suhu lingkungan yang tadinya 37 dgC didalam kandungan ibu menjadi 29-30 dgC di ruangan biasa (apalagi di ruang perinatologi 25-26 dgC atau ruang NICU 22-24 dgC). Sehingga bayi perlu dibantu dengan cara menghangatkan mereka, dan cara yang paling ampuh adalah dengan digendong didada ibunya. Bayi dengan demikian mendapatkan transfer kalor dari tubuh ibunya dan kemudian bayi merasa nyaman karena bisa mendengar dan merasakan detak jantung ibu, inilah yg disebut Metode Kangguru. Bayi yang berada di RS seringkali terpisah dari ibunya dengan demikian bayi sulit mendapatkan ASI yang secara natural merupakan asupan yang terbaik untuk bayi. Sedangkan bayi yang berada dekat atau apalagi selalu dipeluk oleh ibu, akan merasa nyaman, hangat, terlindungi dan tidak stress. Kondisi yg demikian itu amat diperlukan oleh bayi kurang bulan atau bayi prematur. Ruang NICU di Rumah Sakit seringkali mengabaikan hal ini, sehingga orang tua harus mendiskusikan sebaik-baiknya dengan petugas kesehatan yang menangani bayi.

Bayi prematur, bahkan yang sangat mungil sekalipun sebenarnya lebih membutuhkan kontak kulit dengan ibu (atau ayahnya) daripada dimasukkan ke dalam inkubator. Bukti-bukti menunjukkan bahwa metabolisme  bayi prematur (atau bayi berkebutuhan khusus) jauh lebih stabil ketika menempel/kontak kulit dengan ibu. Napas bayi lebih stabil, lebih rileks dan tenang, tekanan darahnya lebih normal, kadar gula darah serta suhu kulit mereka pun lebih baik. Semua ini terjadi jika mereka dirawat dengan metode Kangguru (Kangaroo Mother Care) yaitu melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi hampir sepanjang hari. Bahkan ibu yang melakukan metode Kangguru ini dapat memproduksi ASI lebih banyak, ia dapat menyusui bayinya lebih segera dan bayi akan menyusu lebih baik. Sebuah dokumen dari WHO mendiskusikan hal ini panjang lebar dengan berbagai referensi. Anda dapat mengunduhnya secara gratis di   – http://www.who.int/reproductive-health/publications/kmc/text.pdf.

Anda dapat pula menunjukkan dokumen ini kepada dokter anak dan petugas kesehatan sebagai bahan diskusi.

Jadi penggunaan inkubator bayi sebenarnya merupakan alternatif disaat ibu perlu beristirahat atau mungkin perlu beberapa waktu melepas bayinya.

Bayi-bayi prematur dapat meraih payudara ibu bahkan bayi yang lahir pada usia kandungan 28 minggu sekalipun. Pada bayi prematur yang lahir di minggu ke 30 pun mereka dapat melekat dan menyusu langsung dari payudara.  Beberapa bayi (baru) yang lahir di minggu 32 bahkan dapat menyusu penuh. Menyusu penuh artinya menyusu langsung pada payudara saja, tanpa bantuan pemberian ASI melalui botol atau selang. Penggunaan Metode Kangguru, dan mengenalkan payudara ibu sesegera mungkin setelah bayi lahir meningkatkan kemungkinan bayi mendapat ASI penuh. Metode ini dapat dilakukan di mana pun.

-0-

Lihat juga artikel lain tentang bayi prematur dan inkubator bayi:

https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/grashof-incubator/

https://koestoer.wordpress.com/2013/09/02/inkubator-fototerapi/

https://koestoer.wordpress.com/2013/11/02/untuk-34-propinsi-peminjaman-gratis-inkubator-bayi/

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s