Sebuah Tindakan Nyata…


Duh…duh…dah lama tidak menulis, untuk kembali menulis ternyata memerlukan energi dan effort yang cukup besar agar bisa mulai lagi. Dari tadinya seminggu dua kali, kemudian berhenti lama dan kadang menulis pendek, sepertinya seakan terpaksa karena sudah terlanjur menyebut diri blogger (?? sok tau banget, nyebut2 diri sendiri blogger). Namun experience kali ini kiranya sangat berkesan dan tentu saja kami ingin bagi kepada siapa saja agar bisa menginspirasi dan menggerakkan hati mereka-mereka yang punya kemampuan lebih untuk mulai melangkahkan kaki menolong sesama. Kali ini kepergian kami ke Ende dipersiapkan cukup lama karena berbagai hal. Mulai tahun lalu Kepala RSUD Ende Dokter Surip Tintin yang datang sendiri untuk berdiskusi lama dengan kami di lantai dua DTM-FTUI. Saat itu boleh dibilang terjadi ‘ketidak-sepakatan’…betapa kurang enaknya dikuping sehingga lebih baik kita tidak usah mendengar kata yang berkonotasi negatif itu. Padahal beliau sudah jauh-jauh datang dari Nusa Tenggara Timur dengan nyasar di 3 fakultas di UI baru ketemu ‘kandang’ kami di pojok yang sepi. Sampai suatu saat di minggu kedua Februari tahun ini datanglah email dari Ende, menanyakan kemungkinan untuk bekerjasama. Beberapa kondisi yang saya ketahui dari tahun lalu adalah bahwa mereka sulit menolong bayi karena dari 8 inkubator yang berfungsi hanya satu, lainnya tidak jalan. Bahkan waktu ka,i disana, tidak ada yg jalan sama-sekali sehingga yg rusak itupun terpaksa dipakai juga. Dan seperti yang anda ketahui semua, untuk level RS, harga inkubator sama-sekali tidak murah. Tentu saja berjut-jut IDR nya apalagi kemudian harus diangkut begitu jauh ke Ende, dan mereka didaerah hanya tahu nerima saja, segalanya ditentukan di pusat. Amanah dari kami amat jelas, yaitu bila ingin menggunakan inkubator Grashof dari FTUI ini, maka pemakaiannya harus GRATIS, tidak boleh dipungut bayaran. Tentu saja untuk yang lain-lain boleh dipungut biaya. Yang lain itu misalnya untuk obat, untuk perawat, untuk dokter, dll. Kemudian inkubator Grashof ini boleh dipinjamkan ke rumah ortu bayi, demikianlah jalannya di kota-kota lain yang dikordinir oleh para Agen Relawan yang memang khusus kami pilih orang-orang yang mau bekerja tanpa dibayar. Setelah cukup panjang ber-email-ria jadilah kesepakatan pengadaan inkubator, ceramah seminar dan pelatihan untuk RSUD Ende dan puskesmas disana. Barang dan peralatan dikirim dalam 3 batch pengiriman dengan Pos-Indonesia. Saya sendiri tidak menduga bahwasanya perjalanan ke Ende memakan total waktu dari CGK ke bandara sana memakan waktu total 7 jam. Dengan berhenti di Bali, Kupang ganti pesawat baru ke Ende, termasuk transit dan menunggu. Kami berdua berselisih satu hari berangkatnya karena asisten Ibnu ‘Rehan’ Roihan harus memberi contoh unpacking peralatan agar tidak ada yang rusak dan pecah. Comissioning test juga dilakukan untuk 2 unit yang datang pertama pas Rehan tiba disana. Kondisi RS itu memang memprihatinkan, serba kekurangan. Lalu semangat atau etos kerjanya kurang, jam 12 mereka sudah siap kukut-kukut. Nongkrong di tempat parkir, jam 2 pada masuk lg buat…ngabsen doang. Tentu saja asisten saya terheran-heran, mitra teknisinya 2 orang tidak terlihat antusias alias ogah2an. BTW saya tetap semangat kasi ceramah tgl 15 April, walau dijemput telat krn pak Wayan Arnama CP yg ngurusin kami, malu2 minta maaf krn jam 9 baru sedikit orang yg dtg. Tapi saya tenang saja karena sudah makan asam-garam bergaul dengan sejenis bangsa melayu ini. Toh akhirnya terkumpul juga 30 an orang dari berbagai kalangan perawat, dokter, teknisi, Ka admin, wakil dari AUSAID datang juga, yang merupakan sponsor membantu RS utk kegiatan ini. Hadir juga dokter internship dari UI Jakarta dan UGM Yogya. Dibuka oleh dokter Heni Kabag Pelayanan RSUD, slide transparan dan cuplikan video dari TV baik metro, SCTV dll ini rupanya menggugah juga. Cerita saya yang berbasis pada pengalaman handling ratusan bayi bahkan dengan kasus-kasus yang berat termasuk kembar dua kembar tiga, menjadi dasar bagi ceramah saya, yang membuat mereka tertawa dan pada saat yang sama juga terharu. Koq bisa bayi-bayi itu tertolong tanpa biaya, koq bisa inkubator dipinjamkan ke rumah…bahkan dengan gratis lagi. Koq bisa… listrik rumah yang cuma 450 Watt itu dipakai untuk inkubator bayi. Semua saya ceritakan dengan gamblang termasuk apa yang terjadi di Banyuwangi, Jember, Malang, Yogya, Magelang, pemalang, Cilegon…dll. Pak Mamnun wakil dari AUSAID sampai tidak sanggup mengeluarkan kata-kata saat beliau pegang mic utk bertanya, sakingnya beliau tidak menduga demikian besarnya impact dari peminjaman gratis inkubator bayi ini yang telah menolong hampir 400 an bayi sejak dimulainya pada bulan Januari 2012. Tentu saja ceramah Socio-Technopreneurship motivasi dan pencerahan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kalau bisa sedikit saya urut mulai dari Poltek Makassar Unhas, Akper  Makassar, Poltek Sungailiat-Bangka, Univ Neg Jkt, PNJ-Cevest Bekasi, RSUD Ende ini dan esok harinya di Poltekkes Keperawatan Ende. Masih banyak yang harus dilakukan, terutama untuk menyebarkan  ke seluruh Nusantara. Boleh dibilang inilah kerjaan saya sampai mati nanti. Angka Kematian Bayi di NTT sangat tinggi boleh dibilang dua kali dari Jakarta sehingga aktivitas peminjaman gratis inkubator bayi ini pastilah bisa membantu mengurangi angka kematian bayi. Motivasi diatas maksudnya juga untuk mendorong anda-anda yang punya keunggulan. Agar memilih satu saja untuk dikerjakan dengan serius agar bisa membantu masyarakat kita yang masih terpinggirkan.

Di facebook saya tulis…Jangan NATO NADO NAPO NARO NARMO… Maksudnya No Action Talk Only, yg ini tentu anda sdh tahu semua. Lah kemudian yg lain ini saudaranya No Action Design Only, No Action Plan Only, No Action Research Only, dan yg terakhir No Action Road Map Only… Duh sapa bilang gampang musti konsisten wal istiqomah…

One response

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s