Orang Miskin Dilarang…


Dua minggu yang lalu saya baca subjudul di majalah Tempo, tulisannya begini

ORANG MISKIN DILARANG SAKIT

Artikel pendek itu menunjukkan betapa beratnya bagi orang kurang beruntung atau golongan menengah kebawah bila mereka sakit dan dirawat di Rumah Sakit. Biayanya yang besar tidak mungkin tertanggungkan oleh mereka. Bukan gol bawah saja tapi gol menengah juga terancam jatuh miskin bila ada familinya yang masuk RS, karena mahalnya biaya operasi maupun perawatan.

Namun bukan itu saja yang menjadi keluhan bagi gol menengah kebawah bila gaya subjudul Tempo dipakai maka pernyataannya menjadi

ORANG MISKIN DILARANG MELAHIRKAN

Mengapa demikian ? Simak saja SMS yang saya terima kemarin:

Selamat Sore Pak.Raldi, istri saya baru pasca melahirkan dengan usia kehamilan 7 bulan & mendapatkan bayi prematur, sedangkan saya tidak mampu untuk perawatan bayi saya di Rumah Sakit dengan biaya Rp.4.juta/hari. Tolong bantuannya Pak bagaimana caranya saya bisa pinjam alat inkubator untuk bayi prematur saya untuk saya rawat sendiri dirumah. Terima Kasih, Hormat saya FAXXXX. (20Jan14).

Jadi bila melahirkan bayi premature sedangkan anda tidak punya uang sekian juta, jangan harap bisa merawat bayi di RS, lha wong ongkosnya sehari 4 juta rupiah sedangkan perawatan bayi premature biasanya lebih dari sebulan. Katakanlah 30 hari, jadi total 30×4 = 120 juta keluar ongkos. Gol menengah setelah jual motorpun masih belum bisa menebus biaya perawatan bayi prematur. Walhasil setelah jual motor, bapak bayi kudu cari pinjaman ke sanak saudara agar bayinya bisa keluar dari RS.

Jadi bagaimana solusinya ?

Tenang…tenang…saudara-saudara. Jangan panik… Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, semua penyakit ada obatnya dari Allah. Demikian juga tidak ada persoalan yang tidak ada solusinya…Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Karena itulah kami berinisiatif untuk meminjamkan inkubator bayi dengan gratis atau tanpa bayar kepada keluarga bayi prematur untuk merawat bayinya di rumah, sekali lagi di rumah bukan di Rumah Sakit. Aktivitas sosial Pengabdian Masyarakat yang berawal dari kegiatan di Dep Teknik Mesin FTUI dengan subproyek ATI (Advanced Technology Implementation) berlanjut menjadi kegiatan yang kami sebut:  Socio-Technopreneurship.

Berawal dari 2 unit incubator besar, yang kami pinjamkan pada keluarga bayi premature di rumah di awal Januari 2012. Sekarang sudah berkembang, armada incubator berbagai tipe kami miliki sebagai hasil pengembangan teknologi di FTUI dalam dalam produk Alat Kesehatan berbasis teknologi termal, disain manufaktur dan sedikit elektronik. Akhir Januari 2014 ini kami memiliki total 14 unit berbagai ukuran. Empat unit diantaranya disumbangkan pada agen peminjaman di Jawa-Tengah yaitu di Pemalang 2 unit, Semarang 1 dan Magelang 1 unit. Cita-cita besar kami ingin mengembangkan aktivitas Socio-Technopreneurship ini ke 34 provinsi di Indonesia.

Tiga Agen Peminjaman di Jawa-Tengah

Bapak Suwarso agen di Pemalang desa Kendalsari sebenarnya sudah dari tahun lalu menjadi mitra kami. Beliau adalah teman sekelurahan dari pak Jos Istiyanto dosen di DTM-FTUI. Pak Jos pernah cerita kalau di desanya ada orang yang juga meminjamkan incubator ala kadarnya kepada tetangga karena dulu bayinya premature dan beliau kemudian bikin dari kayu dengan pemanas botol-botol berisi air panas. Inkubator yang kami hibahkan ternyata bermanfaat untuk menolong bayi disana bahkan ada yg datang mengambil dari Semarang.

Tgl 16 Januari 2014 kami berangkat ke Jawa-Tengah dengan membawa 3 paket incubator untuk dihibahkan ke Pemalang, Semarang dan Magelang.

-0-

Peminjaman Gratis Inkubator Bayi

Telah diserah-terimakan satu paket inkubator yang terdiri dari:
1 unit inkubator Grashof
1 unit timbangan bayi 5 kg
1 unit termometer digital
1 unit fototerapi untuk bayi kuning
Kepada Agen Relawan Peminjaman Inkubator di
Pemalang (Bapak Suwarso)
Semarang (Ibu Anggorowati)
Magelang (Ibu Heni Setyowati)
Semoga bermanfaat untuk menolong bayi prematur di Jawa-Tengah.
Paket Inkubator ini dipinjamkan secara gratis untuk di rumah bukan untuk di Rumah
Sakit.
Mereka yang memerlukannya silakan kotak Call Center SMS

+628161992186

Kami akan berusaha sebaik mungkin melayani anda tanpa biaya.

-0-

NATO NAPO dan NARO

Banyak orang berilmu di Negara kita ini. Namun ilmu tinggallah ilmu bila tidak diaplikasikan maka dia akan tetap jadi ilmu saja tidak jadi apa-apa. Dia baru berguna manakala dia daplikasikan sehingga bernanfaat untuk manusia lainnya. Pandai dan pintar tinggal sekedar pandai saja, hanya berguna untuk cari makan diri sendiri saja, lalu apa gunanya jadi orang yang se’akan2’ pandai tapi tak manfaat. Tidak perlu pandai dan pintar asal mau berpikir sedikit saja sudah cukup, lalu harus… sekali lagi harus…BERTINDAK. Barulah dunia dan alam sekitar ini bergerak, mereka bereaksi terhadap tindakan kita. Tindakan positif menghasilkan reaksi dunia seisinya positif juga.

NATO No Action Talk Only kita sudah kenal semua, Bahasa gaulnya ‘ngomong doang’, semua baru jadi kenyataan bila ada tindakan, problema sebenarnya baru akan muncul bila dikerjakan sesuatu. Antara Teori dengan praktek jauh bedanya seperti jarak Antara hulu dengan hilir sungai.

NAPO No Action Plan Only, nah ini khas mereka yang berada di kampus dan Lembaga Litbang. Bikin rencana aja, bikin rancangan aja tidak ada yang selesai menjadi sesuatu yang berguna, hanya tinggal dikertas dan power-point saja. Lalu ada lagi dan sangat membosankan terus menerus dilakukan, tanpa memandang siapa sih sebenarnya yang membutuhkan uluran tangan anda orang2 ‘the so called’ berilmu…Ya rakyat itulah. Bikin dong sesuatu untuk mereka, paksain, pikirin. Resources income-nya darimana ? Mulailah dengan uang sendiri dulu… Duit sisa proyek (sisa proyek penelitian kan banyak). Nah karena uang sendiri kita jadi irit, mikir jadi fokus, dengan sendirinya nilai tambah jadi meningkat. Uang sedikit hasil jadi banyak bahkan berkualitas, dampak positif langsung muncul. Tentu saja semua itu karena Allah yang bukakan jalan. Memangnya ide brilyan itu datang darimana ? Dari Allah pastinya, manusia apalah bisanya… Kalau hanya untuk menghabiskan uang negara aja sih gampang (yang notabene uang rakyat)… Yang susah kan nyarinya. Jadi pejabat yang cuma duduk manis aja sih very easy, istri senang, anak2 semua sekolah bagus dan berhasil, fasilitas ini itu dapat tanpa usaha. Kursi empuk, semua rekening ditanggung negara. Anda berada di comfort-zone, tidak mau berubah, berusaha mempertahankan kursi empuk dan fasilitas negara… Untuk apa sekolah ? Untuk apa jadi sarjana dari Univ terkenal ? Untuk apa gelar yang tinggi dan banyak ? Untuk apa jadi guru besar ?… Ngomong doang.

NARO No Action Research Only, hasilnya Cuma bertumpuk kertas saja, terus2an…Salah dong, karena research itu cukup sekali dua kali aja lalu aplikasikan terutama mereka yang berada dibidang teknik. Pikirkan gimana caranya… dan focus, jangan uang dijadikan tujuan. Takkan ada hasilnya, bahkan award ini itu, sertifikat ini itu, lupakan saja. Cukup sekali dua saja, selembar ijazah, selembar sertifikat, award sekian juta jangan dijadikan tujuan. Tapi bila ada orang lain yang bisa tertolong, terbantu, alam yang terpelihara, energy yang jadi hemat. Kaum marginal yang terangkat, itulah yang diperlukan Negara ini.

Mulailah dengan berdoa, karena hanya atas ijin dan ridho Allah-lah segala sesuatu bisa berubah. Demikian juga kita, mohon doa pada Allah agar apa yang inginkan bisa terjadi. Allah pasti akan memberi petunjuk bila tujuan kita itu baik, Beliau pasti akan membuka pintunya bila anda mulai BERTINDAK saat ini.

Raldi Artono Koestoer – 21 Jan 2014.-

Iklan

One response

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s