JAVA JAZZ 04 Maret 2007


JAVA JAZZ 04 Maret 2007

 

Sejak awal Februari 2007 latihan berat dan berdarah-darah The Prof Band (TPB) telah dimulai. Namun awal bulan itu saya tidak banyak waktu untuk ikut jadi rada ketinggalan sama peniup brass yang lain. Tengah bulan karena ada pengukuhan guru besar saya tgl 14 Fb, maka kegiatan bermusik saya agak terpotong. Sesudah selesai pengukuhan, seperti biasa karena capai jadi kebanyakan saya istirahat menenangkan diri. Dengan demikian menjelang 2 minggu terakhir itu saja saya ikut rada intens latihan walau tergopoh-gopoh ketinggalan oleh brass yang lain. Terutama untuk lagu yang baru Senyum dan Sansaro. Aransemen sudah dibuatkan oleh Harry, tapi seperti biasalah… tak ada waktu untuk latihannya. Sudah 2x dipanggil latihan brass tapi saya diam membisu tidak menjawab sms mbak Yayi manager.

 

Baru tgl 25 Feb saya ikut latihan brass di rumah ibu Yanti Sahid (anaknya Sukamdani Sahid Gitosarjono yang punya hotel Sahid) di Jl Denpasar Kuningan. Rumah orang kaya seperti biasa sudah tersedia alat band lengkap. Bahkan waktu kita minta player CD untuk mendengarkan rekaman lagu, dibukalah player baru dengan 6 speaker langsung dari box nya. Jadi sejak baru belum dipakai. Disitu ada anaknya yang SMP dilatih band oleh Harry. Rabu dan kamisnya pulang kantor latihan juga di kantor PT KS dan di DT Studio. Waduh sampai rumah sudah jam 10 an pastilah kelelahan. Sampai-sampai istri saya Lina bilang:” Musik tidak lagi menyenangkan malah menjadi beban “.

 

 

Banyak sekali musisi muda yang berbakat

 

Pernyataan yang benar sekali, sampai jumat pagi waktu berangkat kantor, saya telpon dia untuk mengatakan bahwa dia benar. Dan terus terang saja sebenarnya TPB pemain aslinya kemampuannya belum sampai kesitu. Kami hanya bisa main musik pop ringan saja, lightjazz ini saja sudah keteter banget apalagi kalau tidak pernah latihan kaya saya. Permainan TPB ketutup oleh 2 pemain tambahan satu Adi satu lagi Ian (orang Inggris kesasar, tapi pinter main horn). Mereka itulah yang jadi backup untuk improvisasi jazz disamping mas Harry sendiri tentunya.

 

Java Jazz sendiri sudah banyak infonya di iklan koran 2-4 Maret 2007 di JCC. Banyak pemain berkelas internasional seperti Sergio Mendez, Chakakhan, Jami Culum dll. Kelihatnnya festival Jazz yang bergengsi banget.

 

Hari H nya tiba, kami main tgl 04 Maret minggu. Sejak jam 10 pagi kami sudah harus ngumpul latihan Run-Through, ini istilahnya untuk menyebut gladi resik persis seperti saat kami nanti show, jadi 12 lagu nonstop tanpa henti selama satu jam. Saat latihan terakhir di DT Martani muncul. Ini Dirjen di Kelautan biasanya tidak pernah ada sudah 3 tahun ini. Sekarang tiba-tiba nongol untuk main di Java Jazz. Ini pasti bikin yang lain kesal, dan benar saja besok harinya ada SMS panjang. But anyway berangkat juga kita jam 13 ke JCC. Sampai sana saya langsung masuk dan jalan-jalan didalam gedung. Tapi saya cari-cari koq tidak tertera nama TPB disetiap stage. Belakangan saya baru tahu bahwa mainnya bukan didalam gedung tapi diluar gedung tempat orang makan (foodcourt). Biarlah… namanya juga dalam jazz kami ini anak bawang, udah untung dikasi tempat buat main.

 

Jam 3 siang langsung main setelah selesai ngeset sound. Berturut-turut Timeless, I had to be you, Senyum, Sansaro. Saya agak salah-salah mainnya ditengah tapi untung waktu lagu Sansaro filler flute diawal tidak meleset, itu aja saya leganya. Kalo ditengah sih agak ketutup oleh brass yang lain. Dan yang mendapat sambutan penonton adalah Hello Dolly dari penyanyi cilik Lana 5 th anaknya Ronny Nitibaskara pemain mandolin kita. Bipop UI perform dengan baik membawakan beberapa lagu dan diakhiri dengan medley antara Girl from Ipanema dengan Brazil. Walaupun suasana agak panas tapi lumayanlah ada juga tepuk tangan penonton. Tapi yang utama buat saya adalah beban mental sudah hilang.

 

Mulailah saya ngider jalan-jalan lihat pertunjukkan band lain didalam gedung yang mulai jam 16. Kayanya band orang-orang muda itu hebat-hebat banget deh. Jam 5 lebih saya masuk Hall ngikutin orang-orang. Ternyata sajian band luar yaitu Lisa Ono dari Jepang. Penyanyi wanita softjazz dari Jepang ini halus sekali suaranya sambil main gitar. Dan yang saya kagum peniup flute and sax nya wanita Jepang juga. Mainnya jago banget.

 

Guyz, pulangnya setelah magrib di AlBina, saya merenung sendiri di mobil. Ah sudah saatnya saya non-aktif dari TPB kayanya. Tak lama lagi saya akan kirim SMS ke manager untuk non-aktif selama beberapa bulan. Memang harus ada pilihan… namun kalau musik sudah menjadi beban, hidup jadi nggak enak. Ral Depok 050307.-

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s