Oleh: koestoer | 9 Juli 2009

Bagaimana memesan SELIQUI? (6)

Berikut ini adalah salinan dari artikel tgl 3 Juli 2009 di blog Sri Bramantoro Abdinagoro, tentang pemesanan Sepeda Lipat UI.-

***

Bagaimana memesan SELIQUI? Juli 3, 2009

Posted by abdinagoro in Tidak terkategori.
Tags: , , ,
trackback

Pemesanan dapat dimulai saat ini. Siakan hubungi M. Reza di SUI ph. 021-8778 2862 fax. 021-8778 0245 email: mailto_reza@sekawan-group.com, bram@sekawan-group.com

Tata cara pemesanan:
a. Silakan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan (bisa lewat email).
b. Pembayaran Rp. 2.500.000,- dapat dilakukan dengan melakukan transfer ke rekening:
BCA No. 4970 447 399 an. PT. Sekawan Utama International
BCA No. 421 243 1633 an. Sri Bramantoro Abdinagoro
Bank Mandiri No. 157-00-0062005-5 an. Sri Bramantoro Abdinagoro
Bank BNI No. 000 563 5662 an. Sri Bramantoro Abdinagoro
c. Fax atau email formulir pemesanan dan bukti transfer ke 021-8778 0245
d. Nama dan alamat Anda akan kami catat. Silakan menunggu paling lambat 30 hari sejak formulir pemesanan kami terima.
e. Kami akan memberitahu bila SELIQUI Anda telah siap kami antar.
f. Maksimal 3 hari setelah pemberitahuan SELIQUI akan kami antar ke rumah/kantor Anda (khusus Jakarta).

Sebagai bentuk apresiasi kami kepada pemesan SELIQUI, 45 (empat puluh lima) pemesan pertama SELIQUI akan mendapat Certificate of Origin and Appreciation yang ditandatangani oleh Dekan FTUI. Sertifikat ini merupakan penghargaan kepada para pemesan SELIQUI karena telah membantu mendorong terciptanya technopreneur di lingkungan Fakultas Teknik khususnya dan di Universitas Indonesia pada umumnya. Sertifikat dan SELIQUI (20 buah) akan diserahkan pada puncak ulang tahun FTUI ke-45 di Depok.

Keterangan dan informasi lebih lanjut:
M. Reza – SUI ph. 8778 2862 hp. 0856 787 9984
Bram – SUI hp. 0815 910 4502

SELIQUI Specification Juni 27, 2009

Posted by abdinagoro in Entrepreneurship, Marketing, Tidak terkategori.
Tags: , ,
1 comment so far

General Folded Size 31 x 74 x 80 cm
Max Rider Weight 80 kg
Suggested Rider Height 140 cm – 180 cm

Frame and Fork Frame Steel ST 37, Hinge Double Lock (Extra Savety)
Fork Common, Steel, Black

Cockpit Handle fold designed, Hinge Double Lock (Extra Savety), Black
Saddle United, Black
Seatpost adjustable, steel
Seatclamp steel, Black

Brakes Front and Rear V-Brake, Black

Wheels Hub United, Alluminum Alloy, Black
Spokes Stainlesssteel
Rims Aluminum, 20”
Tires Kenda, Black

Transmission Derailleur Shimano Tourney RD
Freewheel Shimano 6 speed
Pedals Folding (spring), Black

Extras Kickstand side stand, Black
Paint Powder Coating, 3 Color: Yellow, Blue, and Black
Limited Edition Engineering Faculty 45th Anniversary,
Certificate of Originality
signed by Dean of Engineering Faculty

Oleh: koestoer | 8 Juli 2009

Danau Luzern

Tak usah membandingkan apa yg ada di Swiss dg apa yg ada di Indonesia. Pemandangan alam yg indah… Konon neg kita ini biangnya. Namun sayang semua tempat yg indah itu tidak ditunjang dg fasilitas yg memadai.
Di Suiss justru semua fasilitas dibangun dan dipelihara dg baik. Salah satu contohnya adalah danau Luzern ini.
Sama juga foto dan atau videonya nyusul ya… Sorry.

Oleh: koestoer | 8 Juli 2009

Fajar Dari Arah India

Blogger-mania tentu nebak2 apa maksudnya judul diatas ?
Saya lengkapi tulisan ini dengan sebuah foto. And…guess what ?
Aduh sorry banget.. Ntar foto or videonya nyusul aja. Sampai hr ini msh ada kslitan ngaplodnya.. Tunggu ya, tp kl uda ada yg mo nebak… Silakan saja.-

Oleh: koestoer | 27 Juni 2009

Pemesanan Sepeda Lipat UI

Pada akhirnya, misi membawa sebuah hasil penelitian Perguruan Tinggi (baca: Fakultas Teknik Universitas Indonesia) ke pasar (level komersial) terwujud kembali. Setelah Inkubator Bayi (Infant Incubator) hasil riset dibawah Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA. yang berhasil dipasarkan sejak 2006, kini sepeda lipat (seli) hasil riset di bawah Ir. Hendri DS. Budiono, M.Eng. Tidak mudah memang, tetapi ada kepuasan tersendiri melakukannya.

Sepeda Lipat ini berbeda dengan yang lain pada sisi cara melipatnya. Bukan kah itu asal-usul namanya? Cara melipatnya sudah menghasilkan beberapa orang Magister Teknik (MT) dan Sarjana Teknik (ST). Jadi Anda pasti tahu, bagaimana prosesnya hingga sampai ke pasaran seperti sekarang. Prototype-nya sudah masuk laboratorium uji konstruksi di LUK Serpong, lalu masuk laboratorium Ergonomik di Departemen Teknik Industri, minta masukan dari teman-teman Arsitektur (karena beliau-beliau ini paling paham soal estetika), juga teman-teman yang paham sepeda lipat dari komunitas seli. Meski nanti akan disempurnakan lagi, tetapi yang dipasarkan sudah final.

Mereknya SELIQUI. Dari kata SEpeda LIpat, dan untuk menandakan tempat lahirnya maka dibelakangnya ditambahkan QUI, bisa disebut KUning UI atau KUning I (ai, saya, bhs Inggris). Yang beredar sekarang adalah type Urban 1.2. Urban karena pengguna seli umumnya kaum Urban, dan 2 angka di belakang, itulah versi pengembangannya.

Berapa harganya? 2,5 juta perak saja! Tidak mahal, kalau dilihat spesifikasinya. Lagi pula, dengan membeli SELIQUI ini, berarti pembeli juga mendorong pengembangan Technopreneur di Perguruan Tinggi, khususnya FTUI, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri alias ASELI INDONESIA. Empat hari ini SELIQUI nampang di acara PEKAN PRODUK KREATIF INDONESIA 2009 (PPKI 2009) di Jakarta Convention Center di Senayan. Ternyata banyak juga yang mulai pesan. Alhamdulillah!

Launching sebenarnya akan dilakukan pada Ulang Tahun FTUI ke 45 tanggal 17 Juli nanti. Jadi kami sepakat untuk membuat yang Limited Edition 45 buah.

Untuk pembeli versi Limited Edition, kami memberi penghargaan berupa Certificate of Originality and Appreciation sebagai bukti keaslian SELIQUI yang dipakai dan apresiasi karena telah mendorong technopreneur di FTUI. Pak Dekan FTUI akan membubuhi tandatangannya.

Penyerahan direncanakan dilakukan pada acara ultah tersebut pada tanggal 18 Juli.

So… silakan dipesan dan dicoba… karena Limited… ya siapa cepat dia yang dapat.

Melalui email Bram@metal.ui.ac.I’d atau http://abdinagoro.wordpress.com

HP (Bram) : +628159104502

Oleh: koestoer | 26 Juni 2009

Ketika Anakku Tidak Naik Kelas ….

Ketika Anakku Tidak Naik Kelas ….

Posted by: “Nanang”

nanang60@yahoo.com Thu Jun 25, 2009 12:48 am (PDT)

***
Tulisan sahabat saya ini rasanya seperti ‘lain daripada yang lain’. Buat saya luarbiasa, karena itu langsung saya curi anpa minta ijin lebih dahulu sehingga mungkin nanti dibelakang hari saya akan dituntut memplagiat tulisan orang.
Tapi biarin aja, untuk suatu kebaikan jangan pikir lama2… Kerjain aja.
Selamat membaca.-

***

Ketika anakku tidak naik kelas

Anakku, sejak balita idak pernah diam, bahkan saat tidur tidak pernah tenang,
selalu bergerak, bahkan pernah hilang dari pengawasan ketika kami berjalan-jalan 3
kali, ketika sedang di kota malang, dua kali di supermarket. Bocah lelaki ini tidak
sabaran dan ketika di SD, gurunya saat memberikan rapor selalu berkata bahwa jika
dia serius dalam belajar akan menjadi yang terbaik, namun dia tida kpeduli, tetap
bersikap dan melakukan sesuatu apa yg dia inginkan.

Anak itu putra sulungku, sekarang berusia 16 tahun dan beberapa bulan lagi dia 17
tahun. Saat di kelas 4 SD, matanya tertusuk gagang bendera kecil hingga menggencet
saraf korenanya dan membuatnya buta sebelah, mata kirinya masih bisa melihat. Kami
mengoperasi bekas tusukan itu di RS Mata terbaik di Indonesia habis habisan dan
tetap tidak berfungsi. Matanya agak juling, namun dia kami perlakukan apa adanya dan
tidak terasa menjadi minder, terbukti temannya sangat banyak, bahkan teman dekat
wanitanya gak kehitung.

Anak ini, sesuai kebiasaan kami, terdidik di suasana yang sangat demokratis. Kami
tidak pernah memaksakan sesuatu yg tidak prinsip, semisal memilih pakaian, memilih
warna cat kamar tidur, jenis sepatu, kecuali yang prinsip seperti sikap kepada
orangtua, jujur dan hal prinsip lain. Karena suasana seperti itu, kami sering
berdebat dalam banyak hal, termasuk dalam cara belajar dan apa yg ingin dicapai
serta diinginkan dalam keseharian. Disiplin tetap diterapkan, tetapi (mungkin salah)
tidak dengan paksaan secara lugas, seperti ayahku yg akan menyiram air ketempat
tidur hingga basah kuyup, ketika kami terlambat bangun pagi untuk sholat subuh.
Nyaris semua keputusan diambil dengan cara dialogis, tidak pemaksaan.

Di kelas 2 SMPN, si sulung ini mulai berulah, tidak pulang hingga jam 02.00 larut
malam dan kuancam di depan rumah di bawah pohon mangga di subuh hari, sambil
kupegang lehernya dan kuancungi tinju di depan mukanya agar tak mengulangi
kelakuannya. Mungkin dia jeri dengan ancaman itu, kelakuan sedikit berubah, meskipun
kabur dari sekolah sudah menjadi kebiasaannya. Saat naik kelas 3 nilainya diatas
rata2 kelas, meski tidak menjadi jawara di kelasnya dan ketika kelas 3 kelakuan agak
berubah, meski tetap saja ada absensi membolos, sendirian. Dia lulus UN dengan nilai
matematika hanya salah 1 dari semua soal. Aku lega dia bisa menyelesaikan SMPN-nya
dengan nilai UN yg cukup baik dan akhirnya dengan berliku liku berhasil masuk sebuah
SMAN yg cukup baik reputasinya di kotaku.

Kelas 1, mulai berulah. Sejak mulai masuk dia absen dan walikelasnya berang, tidak
mampu lagi menangani si sulung dan menyarankan untuk pindah ke SMAN lain, kebetulan
sistim di kotaku mungkin terjadi mutasi murid dari sebuah sekolah ke sekolah lain
asal nilai mencukupi, masuklah dia ke SMAN yg memang dia inginkan dengan reputasi yg
lebih baik dari SMAN saat dia masuk pertama kali, semester 2 kelas 1 dia lewati
dengan sangat baik, tanpa absen dan nilai rapor yg memuaskan (masih tetap tidak
jawara, karena sangat jarang belajar), kami berfikir dia sudah berubah, kelakuannya
dalam berteman semakin menjadi.

Ketika di SMP dia sudah mulai menjadi anak band, satu2nya yg dia lakukan secara
konsisten adalah berlatih band dengan teman2nya, yg lain, tidak janji.

Ketika kelas 2 SMA, dia memperoleh walikelas yg lugas, seperti polwan, sangat
berbeda dengan walikelas saat dia kelas 1 semester 2 yg, mesti lugas dan jutek,
namun bisa bersikap seperti teman, si sulung memfavoritkan guru ini dan disuruh apa
saja mau, sementara dengan walikalas yg baru, nyaris berantem, gara gara dia merasa
tidak bersalah, kepalanya dijedut dengan tangan di depan teman2nya. Aku maklum saja,
guru seperti polwan itu umum di SMAN sedangkan seperti walas kelas 1 semester 2 tadi
jarang diperoleh, lalu kubilang kepadanya ketika dia protes gurunya tidak enak
“Dimanapun kamu temui guru, tidak selalu enak. Jadi murid itu selalu sudah, itulah
belajar,… jangan minta diperlakukan khusus dong, kan ada 40 temanmu yg lain yg
juga punya masalah”. Dia diam saja.

Di kelas 2 itu, nilai rapor semester 1 kacau balau. Ada ulangan semesteran yg dia
tidak ikut dan tidak upaya untuk memperbaiki nilai, absennye juga tak terhitung.
Ketika kelas dua, walas “sang polwan” yg sudah bete melihat si sulung sudah
mengancam dia tidak akan naik kelas. Akhirnya, meski kelakuan si sulung di semester
2 mulai agak baik (absen sudah jauh membaik, ulangan juga mayoritas diikuti dan
sudah mulai mau membantu SMA-nya ngeband, dulu dia tdk pernah ngeband dengan teman
se sekeolah), namun sekolah punya putusan lain, si sulung tidak naik kelas-3 !!
Bibinya yg mengambil rapornya bercerita, ternyata si sulung ini juga sudah di vonis
seperti “penyakit menular” oleh walikelasnya, karena teman2 sekolahnya berusaha
menghindarinya, karena akan kena sangsi jika berdekatan dengan dia, semoga bibinya
salah dengar.

Buatku yang memiliki tradisi jawara, tidak naik kelas itu tentu memalukan tetapi
tidak segalagalanya, bahkan bisa menjadi pelajaran untuknya, bahwa kegagalan itu
mahal dan berharga, karena siapa pula yg bisa menjamin saudara misannya yg wakil
olimpiade tadi lebih sukses dan bahagia hidupnya dari si sulung yg “kacau” itu.
Dengan asumsi yg agak “menyenang nyenangkan hati” tadi, aku menerima saja dia tidak
naik kelas bahkan akan sangat aneh dan menjadi sesuatu yg “menipu” jika dia
“dipaksa” naik kelas juga. Proses hidup dia, statistically masih panjang, semoga dia
menjadi lempeng di ujung, karena kehidupan dia yg “semau-maunya” seperti seniman dan
selalu mengikuti proses kreatif itu memang mencemaskan.

Aku masygul dan ibunya sedih putra terbaiknya tidak naik kelas, sebuah sejarah baru
untuk keluarga ibunya, karena keponakannya yg di SMP mewakili kota depok dalam
olimpiade matematika, sementara si sulung, meski tidak bodoh, malah tidak naik
kelas. Si ibu tidak melihat bahwa si sulung sudah berkali kali mewakili “tidak
resmi” sekolahnya bermain band hingga sampai Jakarta. Ketika mendengar dia tidak
naik kelas, sms ku hanya “Akhirnya benar kamu tidak naik kelas dan pesanku cuma 1,
berubahlah dalam menjalani hidup, karena akhirnya semuanya ada ditanganmu dan
untukmu, apakah ingin sukses atau gagal dalam kehidupan ….”, dia tidak menjawab
sms itu.

email: nanang60@yahoo.com
http://ahmadrizali.com

Oleh: koestoer | 25 Juni 2009

Science-Park of UI

Pesta blogger kita

Pesta blogger kita

Pemandangan danau UI dari arah Science-Park. Gedung DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat).-

Kenang2an untuk para alumni yang sudah lama tak melihat kampusnya lagi.Sedangkan untuk science-park nya sendiri silakan bertanya langsung pada Wakil Direktur DRPM, yang saat ini dijabat oleh:

Prof. Dr. Ir. Budiarso MSc.-

Oleh: koestoer | 24 Juni 2009

FTUI English (2)

Three young ladies stay behind. Other ladies (Fauzia, Rini, Wulan) escape from the class coz they didn’t do their homework.

Old peoples Sadeli and Arman present their mini lecture.-

Oleh: koestoer | 19 Juni 2009

FTUI English Class

After placement test last week, this afternoon I was participating in the english class managed by ibu Lusi from LBI-FIBUI. A preparation for FTUI international eight semester, a continuous program after int class of four semester.

From the youngest to the eldest, everyone seems happy in the class. So guyz… you could always join us on wed and fri at 14. Come together…

I assure you guyz… there will be a lot of… homework and assignment.

Editing 22.30

Ternyata video yg awal tak bisa diputar di Indonesia, karena saya memasukkan bersama sebuah lagu yg harus minta ijin dulu. Akhirnya saya ganti aja videonya dengan versi asli dimana sound-nya keluar yang asli.-

Ya ini di edit lagi tgl 22 Juni 09 senin hari ulang tahun Jakarta.

Dulu waktu pemilihan gubernur, motto nya Foke – Jakarta, serahkan pada ahlinya -. Kenyataannya sampai sekarang koq banjir juga. Katanya AHLI…

Jadi saya copot aja lagunya supaya tak ada problem terhadap pemakaian lagu mp3.

Oleh: koestoer | 17 Juni 2009

Ke Pertamina lagi setelah 13 tahun

Gak terasa lo… tau2 13 tahun sudah lewat. Rasanya koq baru kemarin saya bolak-balik ke Pertamina ngurusin program kerjasama riset. Ternyata urusan itu telah berlalu 13 tahun yang lalu. Gile bener lama ya …?

Kali ini saya datang dengan personil yang berbeda. Rekan saya semua orang muda… hik hik pastilah dari group kami saya yang paling tosku, abis umur udah balak lima. Bahkan teman2 saya yang kerja di pertamina hampir semuanya sudah pensiun. Saat kami diberi kesempatan bicara oleh pejabat CSR Pertamina ibu Ernawaty dan bapak Ahmad Rizali, maka saya buka dengan menceritakan sedikit sejarah kali terakhir saya ke kantor pusat pertamina yaitu tahun 1996. Dulu beberapa kali saya ke lantai 21 tempat dimana direksi ptm berada, sekarang datang lagi untuk presentasi tentang sebuah program untuk mengurangi tingkat kematian bayi dalam posisi yang berbeda dengan dulu.

Group kami Sekawan Utama, kali ini saya berempat dengan personil Reza, Budi, Bram dan saya Raldi, datang dengan persiapan untuk presentasi tentang apa yg bisa kami perbuat.

Alhamdulillah meeting berjalan dengan lancar, kiranya apa yang kami sampaikan mudah dipahami. Dengan beberapa usulan tambahan dari bapak AR (yang dulu juga bersama saya th 91-96 bolak balik ptm) dan ibu Erna. Bola selanjutnya ada ditangan kami utk melanjutkan rencana ini.

Beberapa nama yang dulu sering saya kunjungi di kantor pusat ini Bapak2 Nayoan, Naim, Hasanal, Subroto, entah siapa lagi… Generasi sudah berganti, sekarang semua saya lihat muka2 baru. Interior dalam gedung juga sudah beda sekali, rasanya tetap over-cooled alias dingin banget di beberapa ruangan.

Yah semoga program ini bisa jalan..-

Oleh: koestoer | 12 Juni 2009

DTM IMHERE

Tujuan dari Progam Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE)  adalah untuk menciptakan suasana yang mendukung perubahan yang berkelanjutan bagi institusi pendidikan tinggi yang bertanggungjawab dan mandiri  dan untuk mengembangkan mekanisme pendukung yang efektif bagi peningkatan kualitas, relevansi, efisiensi dan kesetaraan dalam pendidikan tinggi.

Apakah program imhere itu ?

Apakah Tujuan imhere dtm ?

MED-UI (Mech Eng Dept) proposes the following development plans to be funded by the I-MHERE project sub-component B.2.c:

  1. 1. Bertujuan untuk mencapai International Academic Performance and comprehensiveness dengan memfokuskan bidang riset dan penelitian pada energy conservation untuk menjadi  a Reputable Global “Knowledge Enterprise” in Mechanical Engineering.
  2. Bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab social (social responsibility) dengan through appropriate technology implementation program and ‘women in Mechanical Engineering” (Woman in ME) encouragement program.

Excellence in Research based Education and Social Responsibility Toward a Reputable Global “Knowledge Enterprise” in Mechanical Engineering

DTM Imhere

————————————–

Untuk info lebih lanjut, silakan kontak

Dept Teknik Mesin FTUI

Tel 7270032 Fax 7270033

Dr Ir Harinaldi MEng (harinald@eng.ui.ac.id)

Dr Ir Gandjar Kiswanto MEng (Gandjar_kiswanto@eng.ui.ac.id)

Oleh: koestoer | 9 Juni 2009

Tempat Curhat anak SMA

 

Tulisan berikut ini adalah tugas yang dikumpulkan pada kuliah Etika di Dept Tek Mesin FTUI. DAri 102 mhs yang ikut kuliah ini, mungkin hanya dua yang pantas untuk ditampilkan. Ini adalah salah satunya.-

—————————————————–

NAMA     : ACHMAD SHOIM (0606029302)

Sebenarnya, agak ragu-ragu juga untuk menjadikan aktivitas ini sebagai tugas mata kuliah etika enjiniring.  Ya,jikalau ini dipandang baik semoga dapat diambil manfaatnya, namun jikalau ini dianggap buruk, semoga dapat dijadikan pelajaran juga.  Mungkin jika dilihat sekilas, kayanya apa yang saya lakukan itu tidaklah terlalu spesial atau gimana ?.  Aktivitas ini sudah saya jalani selama hampir 2 tahun yaitu aktivitas sebagai salah satu Pembina asrama siswa SMA. Sebelum saya menceritakan aktivitas tersebut, saya akan menceritakan terlebih dahulu penyebab kenapa saya bisa menjadi Pembina siswa SMA. Sebenarnya ketika awal masuk kuliah di UI, saya masuk sebuah yayasan dan dari situ saya mendapatkan tempat tinggal gratis (hidup satu rumah bersama teman-teman yayasan yang lain). Tetapi anehnya, kami tidak dituntut untuk ikut kegiatan A,B,C dsb. Yayasan hanya meminta suatu hal yang kelihatannya simple, yaitu cuma meminta agar rumah itu bersih, piket rumah jalan (piket masak, belanja, cuci piring dsb) dan diminta untuk mengajak teman sebanyak-banyaknya untuk main ke rumah kemudian kami harus ramah melayani semua tamu yang datang nantinya (lanjutannya panjang jikalau diceritakan, tetapi intinya kami mendapatkan banyak pelajaran dari situ karena hal tersebut ternyata susah dijalankan – kami belajar untuk berkorban, belajar untuk menghargai perbedaan dsb) .  Kemudian setelah satu tahun berjalan, tiba-tiba ada tawaran dari yayasan, siapa yang bersedia bantu-bantu sekolah (sekolah milik yayasan ; dalam hal ini menjadi Pembina asrama SMA). Dan ternyata, hampir semua penghuni rumah tersebut merasa keberatan jikalau harus tinggal di asrama SMA, dikarenakan jauh, bakalan nambah ongkos makan&angkot, dan pastinya bakalan lebih banyak pikiran&waktu yang diminta nantinya (untuk program sekolah, program pembinaan siswa di asrama dan pastinya tinggal bersama siswa-siswa dsb). Sedangkan kompensasi yang didapat hampir sama, hanya tempat tinggal gratis saja (tinggal di asrama dengan siswa SMA). Tetapi anehnya, saya dengan penasaran (kayanya menantang juga nih??)akhirnya mengatakan bersedia.

Dan ternyata setelah menjalaninya, aktivitas tersebut memang tidaklah mudah (banyak hambatan, baik dari saya sendiri dan dari luar). Tetapi, saya tetap berusaha optimal untuk itu. Dikarenakan saya melihat bahwa siswa-siswa tersebut bukanlah orang sembarangan, saya yakin mereka adalah orang – orang yang bakalan sukses nantinya dan punya cukup pengaruh nantinya. Dan ketika mereka sukses dan punya pengaruh, saya berharap apa yang saya dan teman pembina lainnya lakukan dapat menjadikan mereka menjadi orang-orang yang bermanfaat, peka dan dapat menghargai orang-orang di sekitarnya. Mengapa siswa tersebut bukan orang sembarangan, dikarenakan yang masuk sekolah tersebut beragam, baik dari segi tingkatan ekonominya, segi agamanya (ada yang Islam, Katholik, Kristen, Hindu&Budha), dan secara umum bisa diklasifikasikan menjadi 2 macam : 1. Siswa Beasiswa (yang merupakan anak-anak unggulan bangsa Indonesia ini, juara olimpiade sains nasional, anak daerah berprestasi dsb). 2. Siswa Non-Beasiswa (yang merupakan anak-anak orang kaya dan sangat mampu dari segi ekonomi- mengingat biaya sekolahnya yang cukup mahal, bahkan semesterannya lebih mahal dari UI). Nah,karena hal itulah saya merasa perlu untuk sedikit berbagi pengalaman dari orang yang sudah duluan hidup ini. Kemudian, dari hal tersebut harapan kami adalah agar mereka bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk keluarganya, teman-temannya, bawahannya (ketika mereka jadi atasan nantinya) daerah asalnya dan syukur-syukur bisa berguna bagi bangsa dan rakyat nantinya (tidak apa-apalah bermimpi, Kan mimpi itu adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia—kata Nidji sih gitu!!).

Perlu saya jelaskan juga bahwa status Pembina tersebut, bukan sebagai pengawas yang menyeramkan atau sejenisnya, tetapi kami diminta untuk menjadi kakak dan teman untuk siswa-siswa (tempat curhat dsb), kemudian terkadang menjadi konsultan untuk orang tua juga.  Dari hal tersebut, banyak pengalaman lucu dan seru yang saya dapat. Terkadang ketika orang tua lagi banyak masalah, saya bisa sampai jam 11 malam ngobrol sama mereka. Padahal besoknya, tugas kuliah masih banyak lagi. Ada juga siswa yang membuat saya kaget dan sadar jikalau materi itu bukan segalanya, ada beberapa siswa yang langsung dari mulutnya mengatakan jikalau “saya rindu dengan pelukan orang tua saya, saya tidak butuh banyak materi dari mereka”. Ada juga, siswa yang berperilaku nakal dsb tetapi setelah saya cari tahu, ternyata mereka itu mencari perhatian, ingin melampiaskan kekesalan terhadap orang tua mereka bahkan ada yang mengatakan “saya sudah bosan menangis!!, karena dari kecil saya sering nangis, gara-gara saya sering dipukul, kemudian orang tua saya bercerai, ayah saya meninggal beberapa tahun kemudian dan ibu saya entah kemana, sekarang saya tinggal bersama bibi dan paman saya dsb”. Itu sebagian perkataan yang saya dapatkan dari siswa. Berbeda lagi ketika dengan orang tua,yang mengatakan “saya bingung, saya melakukan A,B,C dsb itu… Cuma buat anak saya, orang tua itu hanya ingin agar anaknya bahagia, kami ga terlalu mengharapkan kami dapat apa dari mereka, kami hanya  ingin agar mereka bahagia dan sukses nantinya”. (masih panjang nih kalo dilanjutin Lagi).

Tapi, Gila ga tuh manusia ??? emang manusia itu, makhluk yang paling aneh yang diciptakan oleh Tuhan.

Oleh: koestoer | 6 Juni 2009

Cuman Ber4 Ngegowesnya

Pagi2 Gagat udah ngesemes nanyain mo ngegowes, dan sy uda jawab oke dan cc ke bram henki dan heri. Spt biasa sy dtg j 7 lwt dikit but… masi sepi.

Gak lama si Iman ama anaknya Umar dateng… wuh si Umar uda gede ya. Lama gak ketemu, yg terakhir bulan puasa th lalu kali saya lihat si Umar, mu’takif kecil yg selalu i’tikaf bareng kalo bulan puasa bila sudah sampai di 10 hari terakhir.  En kemudian si bram nyusul. Rupanya balesan sms sy ke gagat gak nyampe x.-

Sambil santai ngomongin si Hery Fuad yg kena DBD digigit nyamuk hutan UI.

Lama nunggu yg lain gak dateng2, akhirnya kita berangkatlah ngider UI dengan santai. Dan ternyata banyak juga rombongan lain yg memanfaatkan sabtu yang cerah di areal UI dengan track sepedanya ini, untuk bersepeda santai seperti kami.

Video lokal kembali beraksi dengan mengambil beberapa momen di UI-wood dan jalanan hutan UI.

Oleh: koestoer | 5 Juni 2009

Meeting I’MHERE

After sholat tim dari Departemen Teknik Mesin dbp Dr Harinaldi mempersiapkan segala sesuatu yg diperlukan untuk site visit dari Dikti.

Ini dia penjelasannya tentang I’MHERE.-

Hibah I-MHERE diberikan kepada institusi pendidikan tinggi untuk meningkatkan relevansi dan efisiensinya. Setelah sebelumnya UI berhasil mendapatkan hibah I-MHERE skema B.2.b yang menghasilkan integrasi manajemen dan sistem informasi di UI (SIAK, SIPEG, SIRIP, SILAB) yang telah selesai tuntas di tahun 2008. UI kembali mendapatkan hibah I-MHERE skema B.2.c, skema ini duharapkan mampu mengoptimalkan hasil yang telah diraih sebelumnya dari skema B.2.b untuk kembali meningkatkan relevansi dan efisiensi institusi pendidikan.

Kegiatan I-MHERE skema B.2.c di UI dipercayakan pelaksanaannya pada Departmen Teknik Mesin FTUI (DTM-FTUI) dan Fakultas Ilmu Komputer UI. Seluruh sivitas Akademik DTM-FTUI akan terlibat penuh dalam pelaksanaan I-MHERE skema B.2.c ini.-

Waktunya dari Agustus 2009 hingga Agustus 2012.-

Oleh: koestoer | 1 Juni 2009

TPB The Professor lat 31Mei09 Odessa

Latihan menjelang jam 12, malam hari minggu tgl 31Mei09. Seniman tua pada latihan band di Odessa studio Dharmawangsa Kebayoran. Mereka semua kurang kerjaan jadi ngeband aja daripada nggrecokin orang rumah.
Paulus Wirotomo dan anaknya yg lagi duduk, Budi Sukada, Sarlito Wirawan, Harry Wisnu dan anaknya si Abang, Triatno Yudo, dan satu Prof dari Univ Sahid (lupa namanya sorry…) dan Raldi Artono. Latihan Misty dan Marilah Ke Mari.-
Mereka ini kaya gak ada capenya kalau main musik.-

Video ini direkam dengan menggunakan handphone w800i pakai tripod canggih bikinan sendiri. Sayangnya, khusus didalam studio musik suaranya kurang bagus rada bising dan sember entah kenapa biasanya kalau gak di studio musik, biasa aja bagus gitu, tapi kalau didalam studio soundnya jadi pecah kalau masuk di hp. Karena itu tolong dikecilin vol nya supaya gak sakit kuping.

BTW tadi pagi ada berita Manohara berhasil lepas dari suaminya pangeran Kelantan dan sudah dibawa pulang ke Indonesia, melalui Singapur. Dan menurut pengakuannya dia betul diperlakukan tidak wajar oleh suaminya itu. Sejenis KDRT lah pokoknya, kemudian dia bilang juga nikahnya dipaksa waktu dia datang di Malaysia.

Gosip ni ye… gpp lah se x se x.-

Oleh: koestoer | 29 Mei 2009

Kand S3 DTM FTUI

Dua orang kandidat S3 (program doktoral) di Dept Teknik Mesin FTUI, tadi jumat pagi 29Mei09 telah melaksanakan presentasi dihadapan para dosen. Banyak pertanyaan tajam yg memerlukan perhatian khusus dari para kandidat, yaitu: Imansyah Ibnu Hakim dan Ibu Ni Made Ketut.

Lihat video saat miting presentasi.-

Oleh: koestoer | 29 Mei 2009

Univ Malikussaleh

Kunjungan Dekan FT Univ Malikussaleh pada hari rabu 27 Mei 2009 telah diterima oleh Dekan FTUI Prof Dr Ir Bambang Sugiarto MEng. Pertemuan ini diprakarsai oleh alumni Mesin Teuku Iskandar yang sekarang menjadi anggota MWA Universitas tersebut. Sebagai penghubungnya dari Depok adalah Ir tris Budiono M MSc. Banyak hal yang bisa dikerjakan untuk membantu Unima yang belum lama menjadi Univ negeri yaitu th 2002.

Banyak hal baru yang dilihat oleh rekan2 dari Unima ini saat bincang2 dan melihat dari dekat apa yg telah dilaksanakan di FTUI.

Oleh: koestoer | 27 Mei 2009

Makan di Hanamasa

Lima orang Termisian tadi makan di Hanamasa Margo City Depok.

Lihat  video klip berikut. Biangnya pastilah pak Nandy yang paling gede badannya.

Termisian muda sudah ada dua orang Ardi dan Ferdi, keduanya sedang diracuni berbagai ramuan oleh yang tua dan kolot.

Teka-teki:

Apa artinya Termisian ?

Jawab di komen.-

Oleh: koestoer | 23 Mei 2009

Short Course of Thermal Measurement

Dear gentlemen,

Lecture about thermal measurement will be held in Fac of Engineering, in relation with the test of incubator (type IF 5.1 M) and infant-warmer (type IW 1.1 M) as a product -ready to use- from PT Medixe Sekawan Utama.

Ardiyansyah will be the most expected one to get benefit from this first trial test and of course could be gratefull continued further for next research and development in medical instrument and equipment.

The local at EC third floor – Nandy’s Nano Material room – at ten o’clock on monday May 25th, will be the nice place for us to discuss the matters. He, as a cand Prof, promis to offer a tasty coffee for everyone.

Anybody’s welcome to participate,  including S3 students.-

I myself have an idea to share with the world by taking a video and upload later on youtube (internet).

Best regards,

Raldi A. Koestoer
Prof in Heat Transfer

Sponsored by:
Indonesian Heat Transfer Society
Institute of Seebeck and Peltier

Oleh: koestoer | 21 Mei 2009

Pengukuhan Prof Budiarso dan Prof Iwa Garniwa

Kita ucapkan selamat kepada dua rekan dosen kita yang pada hari ini 20 Mei09 Rabu telah dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap FTUI:

1. Prof. Dr. Ir. Budiarso, M. Eng dengan pidato yang berjudul: Arah Riset Mesin-mesin Turbo Aliran Fluida Tak Mampu Mampat Dimasa Datang

2. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., MT dengan pidatonya yang berjudul Peran Riset Teknik Tegangan Tinggi Dalam Mendukung Industri Ketenagalistrikan di Indonesia.

Semoga dengan bertambahnya Guru Besar di FTUI akan semakin memperkokoh posisi FTUI sebagai salah satu pendidikan tinggi teknik terkemuka di Indonesia .

Oleh: koestoer | 21 Mei 2009

Tanjung Bicari Kaimana (2)

Tanjung Bicari Kaimana (2)

Beberapa kata kunci saya tulis dulu aja biar tak lupa tentang hal2 yang akan ditulis. Tanjung Bicari, Bitsyari, Besari, Sisir, makam keramat Habib Muthahar Alhamid, Sisir, Kapiten, Raja Aituarauw, Namatota, Kampung Seram, Kaki Air, Crooy, Coa, Pasar Senja.

13 Mei, ini tanggal istimewa bukan sih ?

Tanggal apa coba tebak ? Ya buat orang Jakarta tak pernah lupa ya. Pembakaran Mall dan ruko diseantero Jakarta tahun 1998. Ratusan orang mati di Yogya Department Store Klender. Pasar swalyan Goro Bekasi diserbu rakyat dan dijarah habis2an. 12 Mei sehari sebelumnya terjadi penembakan mhs Trisakti. Peristiwa mengerikan, yang sampai hari ini tak jelas siapa yang bertanggung jawab. Semua lewat begitu saja, dengan memakan banyak korban. Oh sudah sudah… cukup sekali saja jangan lagi terjadi peristiwa macam itu. Kitorang bikin yang manfaat saja jangan yang begitu he…

But today I’ve been  in Kaimana, now I’m writing this text at Hotel Kaimana Beach (KBH). Tadi pagi kitorang duduk2 minum kopi di Resto depan hotel, resto namanya sama Kaimana Beach juga, mungkin yang punya sama dengan yang punya hotel. Duduk ngobrol sambil mandang ke laut lepas. Pantai berpasir melebar ke laut. Kala air surut muncullah semacam pulau pasir banyak binatang laut yang masih tertinggal di pulau2 pasir itu. Tiga anak laki bermain gembira di pulau kecil itu basah2an gembira tanpa beban bebas dan senang. Mengapa harus mengganggu anak2 yang selalu gembira di tepi laut. Jadi untuk apa sekolah ? sekolah itu susah, sekolah itu tegang, harus ulangan harus ujian harus UASBN harus Ujian Akhir Sekolah. Setelah itu toh susah cari kerja. Sedang tak sekolah jadi biasa kerja sendiri cari penghidupan tidak dihidupi oleh orang lain. Apalagi kalau ikan ada tinggal pancing sedikit, daun2 dan buah untuk makan tinggal ambil di halaman atau sedikit ke hutan. Hidup ini mudah toh ?

Ouw Yeee !! (itu kata project P di iklan).-

Satu dua bangau kecil mencari makang ikang (mirip kaya orang Makassar ya, begitu seringnya saya dengar orang sini bicara… ikang fauzi kaleee…), kopi, blinjo, airputih, pisang jadi santapan kami berdua. Tak perlu dicritakan isinya obrolan penting gak penting. Oh tentu saja obrolan itu membelah dunia dari timur kebarat utara keselatan bawah laut ke outer space, dari dunia tembus ke akhirat alam nyata mixing dengan alam khayal, tasawuf filsafat sampai sosiologi. Kadang Khopingho bertempur dengan Nagasasra. Spongebob ketemu Sangkuriang. Dari penjahat sampai nabi, Malaikat jin dan hantu serta Tuhan, juga turut menyemarakkan suasana omongkosong pagi.

Itulah kira2 isi obrolannya… gak penting isinya yang penting gunanya untuk kemaslahatan bangsa ini…. Wuah…hebat kali..?

Semua dikupas tuntas dibahas dengan berbagai metodologi dengan tidak pernah melupakan fakta dan data eksperimen berbasiskan formula tertentu sesuai dengan standar ISO dan SNI. Sehingga analisis yang akurat dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik, dimana diskusi merupakan bumbu penyedap yang wajib walau selalu menyimpang dari hipotesa. Kesimpulan sebagai sebuah pernyataan tesis tetap harus ada, dan tidak perlu menampilkan apa-apa yang sudah jelas sebagai hasil pengamatan. Ini yang sering ditulis oleh para peneliti pemula dan peneliti tua sekaligus. Biasanya peneliti lokal tak punya keberanian untuk menyatakan pendapat karena begitulah mereka dididik, menjadi manusia peragu. Alias tak berani tanggung jawab. Sintesis yang muncul atau hasi eksperimen yang menyimpang disebut kesalahan pengukuran karena menggunakan tools yang tidak akurat… oouw dorang bodoh kali… gitu kata orang sini. Fenomena alam yang terjadi tidak dibaca (karena tak cocok dengan teori dan tak sesuai dengan pola pikir awal dan frame of mind yg awam) tapi dihindari dengan selalu mencari-cari kambing hitam, alatlah yang salah, orang lainlah yang salah, atau kalau ada kambing terutama yang hitam selalu jadi sasaran untuk di blame. By the Way sambil ngetik teks ini di TV ditayangkan penguburan jenazah dari korban jatuhnya pesawat Hercules TNI-AU di Magetan dimana ada 90 an orang meninggal dunia. Suasana duka keluarga korban sangat terasa, isak dan tangis keluarga yang ditinggalkan menambah luka semua yang melihat pemakaman. Pesawat tua itu sudah seharusnya mendapat perawatan yang lebih baik atau kalau mau lebih save lagi harus di-grounded- segera demikian juga dengan pesawat2 tua lainnya. Budget untuk TNI mungkin perlu ditambah untuk mengganti peralatan tua dengan peralatan yang baru.

Setelah satu tandan pisang habis dikunyah oleh dua primata ini, muncul ide untuk mengunjungi SMA dan SMK di Kaimana ini.maka ditelponlah pak Monas (Mohammad Nasir)yg segera sigap mengirim mobil Avanzanyadengan supir khususnya si Ufi tentu item dan kriting karena dorang asli dari Kaimana. Diantarlah kami visit dua SMK yang ada. Ternyata keduanya sudah tutup. Padahal hari baru jam 1330 an kira2. Tapi semua sudah kosong. Rupanya tak ada kegiatan berarti di Kaimana ini jadi semua orang tidur siang di rumah. Jam 14 semua guru sudah berada di rumah masing2 dengan keluarganya.

Kenapa kitorang musti cari susah ?

Jadi kami baik lagi hotel, barujam ½ 4 pergi keluar cari internet di warnet. Cuma ada dua komputer disitu, setelah satu jam ngoprek2 tapi tidak juga bisa dpt web yang dicari karena kecepatannya sangat rendah, pergilah primata bertisyert ini naik beca ke kota menuju pasar senja di tengah kota. Silakan tengok videoklip orang desa masuk kota karena noraknya naik beca di Kaimana. Lalu balik hotel naik angkot, dijlan ketemu Monas jadi dorang kasi kita pinjam mobil dg si Ufi supirnya yang njemput jam 5 utk bisa berenang di pantai.

Dasar laut jelas terlihat karena jernihnya air. Dan sampai jauh menjorok ke laut muka air tetap rendah paling hanya sampai perut. Puas2lah berenang disitu sehinggak hampir tiap hari kadang pagi kadang sore dua primata yang lepas dari kandangnya di UI sukaria berenang. Dan airnya ma’… hangat… coba bayangin mandi di laut air hangat. Luarbiasa kan ?

Di pantai itu ada pak Moro dan Nenek rambut putih, pemilik rumah pinggir pantai yang kasi kitorang mandi air tawar di perigi yang airnya jernih padahal hanya 2 meter dalamnya di pantai pasir lagi. Malamnya kami sempat tahlilan di salah satu rumah Alhamid dan selesai itu disuguhi macam2 makanan, Alhabib Al Muhammad bin Idrus Alhamid ketemu sama Hababah Syifa untuk mengecek silsilah Alhamid mulai dari Hadramau sampai di Papua. Semua catatan istilah itu ada di bukunya Habib. Lihat videoklip.-

Beberpa keywords yang saya tulis di depan akan sy jelaskan sedikit. Sisir daerah agak jauh ke timur dari Kaimana naik boat 2 jam. Habib Muthahar, makam keramat di Tg Bicari yang perlu naik boat 30 menit dari Kaimana. Nanti di cerita selanjutnya akan ada ttg Tg Bicari. Crooy nama tempat di Kaimana. Coa daerah bandara Kaimana. Namatota, nama pulau naik boat kearah timur 2 jam yang jadi perkampungan dg penduduk 300 an jiwa. Kami juga sempat bermalam di kampung itu. Kampung Seram, daerah pinggir pantai dekat pelabuhan dimana saudara2 Aituarauw dan Alhamid banyak tinggal. Mohdar Alhamid sebagai tokoh Gerindra di kampung Seram ini dengan anaknya Fadil yang aktif dengan berbagai kegiatan. Masjid besar dengan kubah yang besar sedang dibangun disini, mesjid ini sempat dikunjungi oleh rombongan mentri (Menko Kesra Aburiza, Menhub Jusman dan Mendagri). Kaki Air, daerah yang banyak air (sumber mata air) di kota Kaimana. Banyak orang mandi dipinggir jalan raya kalau kami lewat naik angkot.

(Raldi 13Mei09, diketik 21Mei09. Hari mundurnya Suharto th 1998).-

Lanjutan Tg Bicari.

15 Mei 09, nulis sambil ndengerin deklarasi calon Presiden dan wakilnya ’SBY Berbudi’, SBY Bersama Boediono. Tulisan ini menutup jumat sore sampai malam. Tadi ndengerin sambutan dari beberapa orang, 3 menteri Wagub Papua Barat dan Bupati Kaimana. Semua itu di Resto depan hotel, jadi mentri2 yang datang itu Aburizal, Jusman SD dan Mardiono (Mendagri). Mereka datang tadi siang setelah solat jumat.-

So tadi siang kitorang jalan2 critenye, naik speedboat ke Tg Bicari atau Besari atau Bitsyari, spt yang diinginkan oleh Alhabib AlMuhammad. Siapa yg berani menentang keinginan Yth Anggota MWA UI ini (Majelis Wali Amanah Univ Indonesia, semacam Board of Director yang memberi mandat pada Rektour UI utk bekerja. Jadi Rektor ini takut sama mereka, ada 29 orang semua jawaralah pokoknya), gak ada yg bisa nentang sekali beliau niat, semua harus jalan. Demikian juga niatnya utk kunjung ke Tg Bicari dimana ada makam keramat Alhamid disana. Beliau kasi perintah pada Fadil anaknya Mohdar Alhamid, maka sibuklah Fadil telpon kesana kemari. Meski nunggu lama s/d jam 3, tapi akhirnya dapat juga speedboat sekalian dengan bensinnya dua tangki membawa dua dzuriyat primata ini melaut mulai dari Kampung Seram menyusur ke kiri pinggir pantai arah timur melalui tebing2 curam dipinggir laut. Kelihatan bekas2 kikisan ombak menghambar diselingi tanaman hutan liar kadang2 ada anggrek juga yang tumbuh diantara tebing. Dasar laut kelihatan jernih bening dan indah transparan seperti bayangan dibalik kaca atau akrilik semua terlihat sampai karang dan tumbuhan laut dibawah.

Luarbiasa…. benar dan tak bohong secuilpun… Indah dan bersih bawah lautnya. Dan pesisir tebingnya… Ada gambar2 reptil dengan warna merah. Katanya manusia purba, tapi blkgan dari pak Bupati kami dengar, ini mungkin 200-300 tahun yang lalu saja. Banyak lubang mirip gua di tebing nan menjulang tinggi. Sungguh indah alam ini. Tebingnya tegas dan menantang para climbers…Pastinya dong ini surga bagi pemanjat tebing. Adakah alam yang lebih menarik dari pantai pesisir ini, ciptaan Allah tak ada duanya. Pasti sulit mencari bandingannya. Rumput laut yang ada dibawah perahu terlihat dengan jelas menunjukkan kejernihan air lautnya.

½ jam kira2 sampailah kami di Tg Besari. Dimana ada makam keramat dari Habib Muthahar Alhamid, terkucil ditengah hutan yang sunyi yang ada hanya nyanyi burung.

Dan makam itu ada penjaganya yang menyambut kami kala datang tadi, hitam seperti layaknya orang papua, hanya bercelana pendek lusuh tanpa baju. Ia menegur kami masyaAllah, ”Assalamualaikum..” mengagumkan sendiri ditengah hutan hanya menjaga makam. Bila anda ada waktu perhatikan videoklip saya (Tanjung Besari) makan waktu 9 menit tapi didalamnya ada penjaga makam itu. Waktu kami bersalaman tangannya hangat.-

Selesai itu kami mampir di penangkaran mutiara (betul gak istilahnya penangkaran… kaya penangkaran kura2 aja ya). Di kecamatan Sisir tapi kata pengantar kami daerah itu masih Besari. Disitu ada juga kubur keramat yg mereka sebut ’kapiten’ di tempat penangkaran mutiara itu.

Sedikit telat, kemarin saya menyaksikan Senja Indah dari arah pelabuhan Istilahnya orang sini bilang kurang ’dapat’ karena matahari tidak bulat tertutup awan hanya sebagian sinarnya saja yang terlihat. Bagi saya senja itu bahkan tiap hari tetap indah karena langsung kita liat diatas laut. Bahkan kami lanjutkan dengan mengambil foto dan video di restoran di kota yang menghadap kelaut. Bahkan di restoran itu ketika kami pesan kopi mereka tidak mau dibayar karena mereka ngenalin mobilnya pak Monas, rupanya mobil itu sudah sangat dikenal disitu sehingga kopinya mau dibayar malah tra mau.

(Ral 15Mei09 diketik 21Mei09).-

Oleh: koestoer | 21 Mei 2009

Kota Senja Indah Kaimana (1)

Torea, Utarum.. Pernah denger gak ?

Belum pernah kan ? Yah saya juga baru denger pertama x ini. Awalnya pas baru berangkat dari Ambon tadi pagi jam 8.20 WIT, satu jam kemudian steward seragam merah kasi pengumuman, dia bilang ”Sebentar lagi kita akan mendarat di …..” Uh… gak jelas banget ngomongnya. Bunyi kresek2nya lebih keras dari ngomongnya. Pesawat kecil Wings-Air ini bener2 gak pernah ada maintenancenya alias gak pernah dirawat. Padahal harga tiketnya lebih mahal daripada Jkt-Ambon.

Anda tentu pernah denger kan Fak-fak sebuah kota di leher kepala Burung Papua (baca: Fuck-fuck…ih gila lo, itu kan orang Inggris punya bahasa), kota ini termasuk dalam propinsi Papua-Barat. Supaya anda tahu aja ya, Papua itu punya dua propinsi, satu Papua dan satu lagi Papua Barat.. So selagi kami liat2 saat transit di bandara sederhana itu, tahu2 baling2 pesawat D8-100 itu sudah berputar mau berangkat. Saya dan Habib Muhammad bin Idrus Alhamid ter-birit2 lari naik ke pesawat takut tertinggal, karena ini sistem barbar segala sesuatu musti tahu sendiri gak pake pengumuman. Begitu kami masuk, tangga pesawat langsung nutup dan pesawat berangkat take-off…. Uh untung gak terlambat, gile banget. Jadi Torea , itulah nama bandara ini.

Ini kali ke 7 saya berkunjung ke Bumi Papua ini. Lumayan ya, koq norak banget sih di-itungin ? Ya tentu, karena jarang2 orang mau atau berminat ke Papua, banyak yang denger nama Papua aja udah merinding ngebayangin perang suku dan orang2nya pada gak pake baju hanya make koteka. Betul gak sih begitu ? Itu tidak benar, itu image yang salah terhadap Papua. Mulai dari 3x kunjungan pertama saya tahun 1977 ke Sorong, Salawati dan Lugo Island… Semua itu di daerah kepala burung Irian. Visit ini bersama dua orang senior saya Yunus Makmun dan Ismoyo Sumitro (mereka ada koq di Facebook… Kitorang ketemu lagi Mo… tahu2 udah tua aja kita. Bentar lagi kita kepala enam ya…). Kali ke 4 bersama almarhum Ajit Lilani waktu itu kerja di agen Webco dumptruck, rada jauh ke puncak Cartenz (puncak Jaya) tahun 1979 PT Freeport masih dalam tahap awal pembangunannya tapi kota Tembagapura sudah ada. Waktu itu mendarat di kota Timika dan naik mobil dua jam ke Tembagapura. Kemudian kali ke 5 bersama mas tris Budiono dan pak Anis (Wakil Rektor) ke Grasberg Freeport yang sekarang tahun 2006. Kali ke 6 Tahun 2007 ke Timika di kabupaten Mimika Papua Barat juga.untuk ujian seleksi masuk UI KSDI seperti sekarang ini.

Back to pesawat kecil tadi, pemandangan bumi Papua kembali terhampar di bawah diantara awan putih yg menyelimuti malu2 hamparan hutan bak permadani hijau, gunung dan sungai. Teluk yang berliku serta pesisir yang kadang seperti leher gadis berkalung mutiara, kembali timbul tenggelam menyembul diantara awan putih kadang tebal kadang tipis. Perjalanan antara Fakfak dan Kaimana lebih banyak menyisir pantai sehingga pesawat sering berada dilaut saja atau dihutan saja dan juga menyusur tepi pantai. Laut biru diseling pulau kecil ada yang dikelilingi pasir putih ada  pula gunung yg langsung berbatas laut.

Adakah yang lebih indah dari bumi anugerah Allah ini ? Tak pernah akan ada duanya. Adakah kita mahlukNya ”the so called” manusia modern ini, sanggup menjaganya ? Katakanlah YA kita mampu. Mari segera laksanakan dan tekadkan dengan penuh konsistensi. – LESTARIKANLAH BUMI PAPUA INI -.

Universitas Indonesia sudah memulainya dengan membuat MOU antara Rektor UI (ditanda tangani Wakil Rektor Dr Ir M Anis) dengan Pemerintah Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat dengan bupatinya Drs Hasan Ahmad Msi. Realisasi pertama adalah Penyelenggaraan Program Kerjasama Daerah dan Industri (KSDI) antara UI dengan Pemkab Kaimana. Dan dalam rangka itulah kami berada di Kaimana sekaligus melihat dan mempelajari kemungkinan kerjasama lain yang bisa dikembangkan antara UI dan Pemkab Kaimana.

Kelanjutan dari perjalanan pesawat ini adalah 30 menit sampai di Kaimana dari atas terlihat landasan pesawat yg relatif pendek. Itu sebabnya ahanya pesawat kecil yang bisa kesini. Dan yang aneh juga bagi saya nama bandaranya, yaitu UTARUM. Kelihatan sederhana (Nampaknya banyak perlu direnovasi)., saya masih belum tau lagi apa artinya kata itu. Dan aneh lagi di papan nama bandara tertulis:

KOTA SENJA INDAH KAIMANA.

Betulkah indah seperti yang dinyanyikan oleh biduan lama Alfian – Senja di Kaimana -.

Yang saya ingat sebagian syairnya:

Kan kuingat slalu /Kan kukuenang slalu /Senja inda senja di Kaimana.- (12Mei 09).-

Oleh: koestoer | 20 Mei 2009

Top 200 Universities in Asia

2009 rank School Name Country Source: QS Quacquarelli Symonds (www.qs.com) Copyright © 2004-2009 QS Quacquarelli Symonds Ltd. Click here for copyright and limitations on use.

1 University of HONG KONG Hong Kong

2 The CHINESE University of Hong Kong Hong Kong

3 University of TOKYO Japan

4 HONG KONG University of Science and Tech… Hong Kong

5 KYOTO University Japan

6 OSAKA University Japan

7 KAIST – Korea Advanced Institute of Scie… Korea, South

8 SEOUL National University Korea, South

9 TOKYO Institute of Technology Japan

10= National University of Singapore (NUS) Singapore

10= PEKING University China 12 NAGOYA University Japan

13 TOHOKU University Japan

14 Nanyang Technological University (NTU) Singapore

15= KYUSHU University Japan

16= TSINGHUA University China

17 Pohang University of Science and Technol… Korea, South

18 CITY University of Hong Kong Hong Kong

19 University of TSUKUBA Japan

20= HOKKAIDO University Japan

20= KEIO University Japan

22 National TAIWAN University Taiwan

23 KOBE University Japan

24 University of Science and Technology of … China

25 YONSEI University Korea, South

26 FUDAN University China 27 NANJING University China

28 HIROSHIMA University Japan

29 SHANGHAI JIAO TONG University China

30= Indian Institute of Technology Bombay (I… India

30= MAHIDOL University Thailand

32 ZHEJIANG University China

33 KOREA University Korea, South

34 Indian Institute of Technology Kanpur (I… India

35 CHULALONGKORN University Thailand

36 Indian Institute of Technology Delhi (II… India

37 WASEDA University Japan

38 The HONG KONG Polytechnic University Hong Kong

39 Universiti Malaya (UM) Malaysia

40 National TSING HUA University Taiwan

41 CHIBA University Japan

42 EWHA WOMANS University Korea, South

43 National CHENG KUNG University Taiwan

44 SUNGKYUNKWAN University Korea, South

45 NAGASAKI University Japan

46 HANYANG University Korea, South

47 National YANG MING University Taiwan

48 TOKYO Metropolitan University Japan

49 Indian Institute of Technology Madras (I… India

50 University of INDONESIA Indonesia

51 Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Malaysia

52 SHOWA University Japan 53 KUMAMOTO University Japan

54 YOKOHAMA NATIONAL University Japan

55 YOKOHAMA CITY University Japan

56 OKAYAMA University Japan

57 KYUNG HEE University Korea, South

58 PUSAN National University Korea, South

59 GIFU University Japan 60 University of DELHI India

61 SOGANG University Korea, South

62 KANAZAWA University Japan

63= Indian Institute of Technology Roorkee (… India

63= OSAKA CITY University Japan

63= Universitas GADJAH MADA Indonesia

63= University of the PHILIPPINES Philippines

67 TOKYO University of Science (TUS) Japan

68 GUNMA University Japan

69 Universiti Sains Malaysia (USM) Malaysia

70 TIANJIN University China

71 National SUN YAT-SEN University Taiwan

72 National TAIWAN University of Science an… Taiwan

73 Hong Kong BAPTIST University Hong Kong 74 National CHIAO TUNG University Taiwan

75 XI’AN JIAOTONG University China

76 DE LA SALLE University Philippines

77 National CENTRAL University Taiwan

78 NIIGATA University Japan

79 OCHANOMIZU University Japan

80 BANDUNG Institute of Technology (ITB) Indonesia

81 CHIANG MAI University Thailand

82= KYUNGPOOK National University Korea, South

82= Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Malaysia

84 Ateneo de MANILA University Philippines

85 THAMMASAT University Thailand

86 TOKAI University Japan 87 MIE University Japan

88 CHONNAM National University Korea, South

89 KAGOSHIMA University Japan

90 Universiti Putra Malaysia (UPM) Malaysia

91 CHANG GUNG University Taiwan

92 INHA University Korea, South

93 TOKYO University of Agriculture and Tech… Japan

94 TONGJI University China 95 SOUTHEAST University China

96 HITOTSUBASHI University Japan

97 CHONBUK National University Korea, South

98 AJOU University Korea, South

99 CHUNGNAM National University Korea, South

100 University of PUNE India

Oleh: koestoer | 11 Mei 2009

Prototipe Seliqu Sudah Jadi

Prototipe pertama sepeda lipat buatan UI Seliqu, sudah jadi.

Tak perlu banyak kata, satu gambar bicara seribu kata. nah ini dibawah ada 3 gambar jadi bicara 3000 kata.

Selamat untuk pak Hendri dan timnya (Ismud dll).-

Beratnya 15 kg… lumayan kan enteng. Lihat saja.-

11052009262

Roda depan dan belakang.-

11052009266

11052009267

Oleh: koestoer | 8 Mei 2009

Nge-band Nge-jam di Romeo Cafe

Saya Maximise tulisannya mas Nanta (Ir Guananta).-

***

Prof Raldi, kebetulan kita Iluni FTUI skrg punya “tempat khusus” untuk nge-band, nge-jam, nyanyi or mo dengar/nonton live musik oleh teman2 Iluni di Romeo Cafe, AutoMall, SCBD, tiap hari Senin malam pada minggu ke 4 setiap bulannya. Dimulai jam 21.00 wib sampe 23.00. Silahkan datang & nyanyi ya prof. Kita2 alumni pingin banget prof Raldi bawa’in “I Love U Bibeh” nya Changcuter tuh, he he he, kita pingin lihat actionnya “si Tria”nya FTUI neh. Sekalian kita “reuni kecil2an” dg teman2 alumni lainnya. Trus,  Prof Budi Soesilo nanti juga akan ikut tampil dan “nge-jam” main saxophone dengan teman2 Iluni FTUI lainnya (pengiringnya Nanta & Friends atau homeband nya Romeo Cafe, koq. pasti asyiik).
OK, kita tunggu hari Senin 25 Mei 2009 mulai jam 21.00 wib di Romeo Cafe ya Prof. C U there!
—————————-
iya, pesen lagu request: Changcuter ama peterpan ya. So far sy niat dtg.- (Ral).-

Oleh: koestoer | 4 Mei 2009

TPB The Prof Band di Lebak

TPB di Rangkasbitung Lebak

Pernah baca cerita Max Havelar ? Pasti belum kan ?

Nah jangan kuatir saya juga belum baca koq… Cuma denger2 aja orang ngomong soal MH yang ditulis oleh Douwes Dekker Multatuli  yang nulis buku tentang penindasan rakyat didaerah Lebak Banten.

Kali ini TPB (The Professsor Band) berkesempatan untuk datang dan manggung di kabupaten Lebak ini dengan kotanya Rangkasbitung.

Koq bisa2nya sih TPB mampir di Lebak ? Apa hubungannya TPB dg pemkab Lebak ?

Percaya gak percaya, ceritanya ini mulai dari Blog. Lho koq dari blog ?

Bener blog… Jadi abis dulu manggung di TV Indosiar saat ultahnya pada bulan Januari yang lalu. Rupanya penampilan TPB ini menarik perhatian karena banyak yang kagum. Koq ada para Guru Besar UI bisa main musik begitu bagus… Ceile Ge-er ni ye. Muncullah ide dari seorang RKK (Remaja Kota Kecil, ini istilahnya bu Erry Yudhoyoko). Gimana kalo dalam rangka Hari Pendidikan Nasional The Prof Band main di Kabupaten Lebak. Hal ini dimaksudkan untuk menarik masyarakat dan memajukan pendidikan di kabupaten ini yang ternyata sudah menyatakan diri sebagai kab berwawasan pendidikan (tuh..bagus kan ya ?).

Si RKK yg bernama Nisrin Hadad (lincah dan gesit, calon pemimpin Lebak masa depan), nyari di internet tentang TPB. Nemulah dia di blog saya banyak info ttg TPB (http://koestoer.wordpress.com).

Kemudian NH ini mengontak saya dan bahkan datang ke kantor saya di Depok (berarti serius kan ?). Lalu saya hubunginlah NH dengan ”our super-manager” ibu Yayi (Catarina Paulus). Kontak mengontak terjadilah sedemikia rupa sehingga akhirnya TPB jadi manggung di Rangkasbitung Lebak tanggal 02 Mei 2009 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.

Tempatnya di Alun-alun kota. Ramenya gak usah ditanya deh mulai dari tukang es, tukang beca, polisi, tentara, anak2, ibu2, nenek2 , rakyat semua tumplek disitu, dimana dibangun juga spesial panggung buat pertunjukkan band. Pejabat setempat berikut keluargaso pasti diundang dan hadir rame2. Dan acara Harpenas itu juga diisi dengan berbagai acara bahkan ada juga malam itu diputar film Laskar Pelangi.

Dari Jkt kami berangkat ber4 saya, Gedeg, Iyan nebeng mobil bu Erry (penyanyi TPB yang paling ayu). Dari tol TB Simat cepat juga sampe BSD tapidisitu macet. Sesuai petunjuk ibu Super-Manager dari tol Merak kita keluar di Serang Timur, cari Pandeglang lalu Rangkasbitung. Lama juga ternyatabernagkat jam 1430 sampai di hotel Kharisma Jelujuk jam 1615. Pas sampe ternyata yg lain sdh mau berangkat checksound ke Alun2 dan gak balik lagi mereka langsung disana sampe show nanti. Kami beres2 dulu sebentar dan lalu nyusul ke tempat manggung di Alun2.

Dan Tak heran begitu Wakil Bupati Bpk Amir Hamzah selesai memberi kata sambutan TPB langsung menggebrak panggung dengan Sajian pertam Save the Last Dance dinyanyikan oleh Maya penyanyi muda TPB mhsiswi FISIP UI Antropologi angkatan 2008. Berturut-turut kemudian Gotty’s song, All of Me oleh bu Erry dilanjutkan bu Erry lagi L O V E. Saya kemudian nyanyi lagu Chrisye yg kemudian dipopulerkan lagi oleh Peterpan –Kisah Cintaku- . Yg ini dapat sambutan lumayan karena banyak orang muda yang ikut nyanyi.

Dan seperti sudah diduga, dua lagu terakhir yaitu lagu dangdut mendpt sambutan paling meriah sehingga penonton ikut berjoged di depan pangung bersama termasuk bpk Wakil Bupati.

Yah… Cukup PD lah penampilan kali ini. Makan malam di restoran Padang Sederhan semua pada ketawa sumringah bapak2 Gotty, Budi Adelar, Paulus, Sarlito, Harry Wisnu. Juga yang muda Gedeg, Iyan, Andra, Maya. Lalu ibu2 Yayi, Budi, ibunya Yayi, Erry. Semua makan dengan lahap dan gembira. Salam Ral, 02Mei09.-

Oleh: koestoer | 30 April 2009

Kamera Mobil

Kamera Mobil

Daripada bingung2 mau ngapain mending nulis ajah yah… Nah ini critenya tadi berangkat kantor siang banget jam 11.35. Karena pagi tak ngajar jadi sedikit rileks. Mulai dengan kerja di rumah walau belum mandi. Buka komputer dana kirim sms dari koneksi komputer laptop dengan dua handphone saya nokia e90 dan soner w800i. Satu yang nokia pake kabel usb sedang yang soner pake bluetooth. Lumayan setengah lancar kadang terhambat baik btooth maupun kabel. Tapi jalan jugalah buktinya bisa berhubungan bisnis dengan beberapa pelakunya semisal Mr Chor, Mr Riz, Mr Rez, Mr Ram. Urusannya semoga jalan semua berkaitan dengan resource Mg. Duilah business-man ni ye.. gaya amat.. tapi mana untungnye… belom… sabar dulu dong kan semua kudu diurus felan-felan kata si fulan.-

Nah sembari mandi jam 10, muncullah ide karena ngeliat botol shampo yang menuh2in tempat rak di kamar mandi. Apa itu idenya ? Saya kopreg2lah itu botol shampo… kembali menjadi… seperti juga kopreg2an yang lalu.. yaitu menjadi… guess what ?

Ya betul… itu dia Tripod Kamera Handphone. Dengan menggunakan sekedar cutter, saya bolonginlah itu botol shampo, potong sana potong sini. Walau ukuran belum tepat benar… kan namanya juga prototipe, jadi gak usah persis bener. Yang penting bisa nggak dipake geetooh.. Jadi juga tuh ternyata dan langsung dipraktekan sambil nyorot diri sendiri dengan HP Soner dan sebagai figuran dibelakang ada Mr Yana lagi masang dan bersiin lampu kristal ruang keluarga.

Abis itu berangkatlah si Jon Towel ke kantor mengendarai panter biru. Tripod HP Baru langsung dipasang di dashboard. Wah ternyata tanpa diduga ukurannya udah pas. Atasnya nyentuh kaca, bawahnya di dashboard sehingga si Tripod bisa berdiri tanpa dipegang. Nah sekalian tali HP nya saya sangkutin di spion mobil diatas, biar kalo jatuh dia masih ngegantung. Sepanjang jalan dari mulai fatmawati sampai depok saya ambil video dengan 2-3x jeda supaya gak kepanjangan klipnya. Tapi ternyata lebih juga tuh dari 15 menit masing2. Sy coba upload sebagian hasilnya di youtube ya semoga bisa dilihat demikian juga dengan tripod shampo made in lebak bulus yang sdh langsung bisa berfungsi sebagai tripod untuk Kamera Mobil.-

Tripod HP dari botol shampo

Tripod HP dari botol shampo

Oleh: koestoer | 29 April 2009

Kesehatan Ibu dan Anak

Republika, Rabu, 29 April 2009 pukul 23:47:00

Nasib Kartini Masih Terulang

Oleh Yogi Ikhwan

Hampir genap 105 tahun berlalu bangsa Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya, Raden Adjeng (RA) Kartini, yang wafat saat usia 25 tahun, tepat 17 September 1904. Empat hari setelah melahirkan putra pertamanya. Ajal memang kehendak Ilahi. Tidak pernah ada yang bisa menebak. Namun, banyak yang melupakan esensi taruhan nyawa seseorang. Bahkan, untuk tokoh yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional sekalipun. Dan, kelahirannya diperingati setiap tahun. Nasib tragis yang menimpa RA Kartini itu pula yang kini masih menimpa perempuan Indonesia setiap tahun. Mereka meninggal akibat melahirkan. Kematian ibu melahirkan masih menjadi persoalan yang cukup pelik di negeri ini. Tahun demi tahun, masih panjang daftar wanita yang menjadi korban takdirnya. Kita bukan mempersoalkan angka secara statistik, tapi kenyataan bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di Asia. Padahal, angka ini merupakan salah satu indikator kualitas sebuah negara. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, mengatakan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) Indonesia masih tertinggi di Asia. AKI dan AKB atau yang dalam istilah internasional dikenal dengan Maternal Morality Rate (MMR) di Indonesia masih sangatlah tinggi. Walaupun sudah berhasil ditekan di bawah rata-rata negara berkembang. ”Tahun 2002, kematian ibu melahirkan mencapai 307 per seratus ribu kelahiran. Angka ini 65 kali tingkat kematian ibu di Singapura, 9,5 kali dari Malaysia. Bahkan, 2,5 kali lipat dari indeks Filipina,” paparnya dalam seminar “Revitalisasi Pemikiran Ibu RA Kartini Menuju Satu Abad Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Kemuliaan”, Ahad (26/4). Padahal, kata dia, MMR merupakan indikator utama yang membedakan suatu negara digolongkan sebagai negara maju atau negara berkembang. Dia menerangkan, rata-rata MMR di dunia, dari seratus ribu kelahiran tingkat kematian ibu mencapai 400. Sedangkan, negara maju indeks MMR-nya 20 kematian per seratus ribu kelahiran. ”Rata-rata di negara berkembang 440 kematian ibu per seratus ribu kelahiran,” terang dia. Penyebab tingginya tingkat kematian ibu di Indonesia, menurut dia, antara lain, lantaran budaya patriakal yang masih kental. ”Perempuan tidak memiliki kendali penuh atas dirinya. Seringkali, dia tidak berkuasa kapan dia harus mengandung. Padahal, di saat itu mungkin hamil berbahaya bagi dia,” ujarnya. Kemudian, disebabkan tingginya peranan dukun, terbatasnya layanan medis modern, kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan kurangnya akses terhadap informasi. ”Kadang bukan masalah tingkat pendidikan. Tapi, lantaran ketidaktahuan, saya pun pernah mengalami anemia saat mengandung,” katanya. Dewi mencermati, di saat era otonomi daerah sekarang, tidak ada provinsi yang menjalankan agenda kesehatan reproduksi perempuan. ”Padahal, pendidikan kesehatan reproduksi penting bagi perempuan yang beranjak dewasa,” tambahnya. Dalam bidang kesehatan reproduksi, menurut Dewi, perempuan masih banyak menjadi objek, bukan subjek yang otonom yang dapat memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya. ”Bahkan, program keluarga berencana yang dicetus Orde Baru pun bukan dirancang demi kepentingan perempuan. Melainkan, demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara,” katanya. Di lain pihak, lanjut Dewi, pengalaman tragis RA Kartini yang meninggal dunia saat melahirkan putra pertamanya perlu dijadikan raison d’etre (alasan) utama perjuangan RSIA Budi Kemuliaan. ”Ini dalam terus melanjutkan perjuangan mencegah kematian ibu melahirkan di Indonesia,” katanya mengharapkan. Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr Nursanita Nasution, menjelaskan, jika kita ingin memperbaiki posisi Indonesia di mata internasional, perbaiki wajah perempuan Indonesia. ”Bagaimana mungkin kita mengharapkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan bermoral, jika para ibu hamil kekurangan gizi dan mengalami anemia,” tukasnya. Menurut dia, wanita itu ibarat madrasah. ”Jika kita persiapkan dengan baik berarti kita mempersiapkan bangsa yang baik pula,” tambahnya. Dia menyayangkan lebih seabad perjuangan RA Kartini, namun angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di Asia. ”Ibarat pesawat yang berpenumpang 300 orang, maka setiap bulan satu pesawat jatuh dan menewaskan seluruh penumpangnya,” ujar politikus dan ibu dari tujuh orang anak ini. Dalam kesempatan peringatan menuju 100 tahun RSIA Budi Kemuliaan tersebut, Direktur Utama RSIA Budi Kemuliaan, dr Mohammad Baharuddin SPOG, mengatakan, pemikiran RA Kartini telah menginspirasi berdirinya Perkumpulan Budi Kemuliaan hampir seabad yang lalu. ”Sampai saat ini, kami menerapkan pemikiran-pemikiran Kartini dalam memberikan pendidikan, pelayanan, pelatihan, dan penelitian di bidang kesehatan reproduksi melalui Rumah Sakit Ibu dan Anak serta Akademi Kebidanan Budi Kemuliaan,” ujarnya. Perkumpulan Budi Kemuliaan dalam melakukan pelayanan, kata dia, berprinsip tidak pernah menolak pasien, tidak mengharuskan uang muka, menerima pasien dengan rasa hormat, pemberdayaan pasien dan keluarga, dan kebijakan pelayanan yang dirancang memenuhi kemampuan masyarakat. ”Oleh karena itu, kami melayani pasien dari yang miskin sampai yang berada. Dan, di RSIA Budi Kemuliaan kami tidak membedakan ruang persalinan pasien kaya dan miskin,” tambahnya. Misi Perkumpulan Budi Kemuliaan, terang dia, antara lain, merintis dan mengembangkan usaha baru dalam rangka meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan peran serta perempuan dan keluarga. Anggota dari perkumpulan yang pada awalnya bernama Perkumpulan untuk Memajukan Ilmu Perawatan Bumi Putera 1912 ini, kata dia, berkewajiban mengawasi jalannya badan pengelola usaha, membayar iuran, dan tidak menerima pembagian sisa hasil usaha. Salah satu anggota aktif Perkumpulan Budi Kemuliaan, Palgunadi T Setyawan, mengungkapkan, alasannya bergabung dalam organisasi nirlaba tersebut. Dia mengatakan, ingin menjadi bagian dari solusi. ”Bukan bagian dari masalah bangsa ini,” ujar komisaris independen di beberapa perusahaan besar di Indonesia ini.

Oleh: koestoer | 26 April 2009

Beasiswa ke Jepang

barangkali ada yang berminat ke jepang… sebelumnya saya minta maaf kalo ada yang double posting… salam, shanti —– Forwarded Message —- From: Isti Winayu Sent: Tuesday, April 21, 2009 11:29:05 AM Subject: Seleksi S2/S3 Mombukagakusho Jepang http://www.id. emb-japan. go.jp/sch_ rs.html

Buat teman-teman yang ingin melanjutkan studi S2 atau S3 ke Jepang, Mombukagakusho Jepang kembali membuka kesempatan untuk admisi pendidikan tahun 2010. Info dan formulir pendaftaran bisa di download dari situs Kedutaan Besar Jepang mulai senin kemarin. Pendaftaran akan ditutup

pada tanggal 22 Mei 2009..

Silakan cermati setiap penjelasan yang tertulis di bawah ini. Jadi, yang ingin mendaftar segera saja buka, unduh, isi, dan kirim kembali ke Kedutaan Besar Jepang. Selamat berjuang dan semoga diberikan yang terbaik. Informasi Beasiswa Monbukagakusho Program Research Student Keberangkatan 2010 untuk Umum ____________ _________ _________ __

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2010 telah dibuka pada 20 April 2009 dan akan ditutup pada tanggal 22 Mei 2009. Download: forms Requirement (English) (Japanese) ____________ _________ _________ __

Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang. Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 / professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan. Peminat juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.

PERSYARATAN ____________ _________ _________ __

1. Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1975. 2. IPK minimal 3..0 baik S-1 maupun S-2 (atau nilai EJUminimal 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang) 3. Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-CBT minimal 213 atau TOEFL-IBT minimal 79 atau ekuivalen, atau nilai Japanese Language Proficiency Test minimal level 2. 4. Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya. 5. Bersedia belajar Bahasa Jepang. 6. Sehat jasmani dan rohani. 7. Pelamar harus membaca dan memahami lampiran keterangan secara teliti. Download Requirement (English) (Japanese)

____________ _________ _________ __ CARA PELAMARAN ____________ _________ _________ __

1. Formulir dapat diambil di Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan atau bisa download dari halaman ini. 2. Formulir beserta dokumen yang diminta harus dibawa/ dikirim langsung ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta (bukan ke Konsulat Jenderal Jepang). 3. Pendaftaran dibuka pada tanggal 20 April 2009 sampai dengan tanggal 22 Mei 2009. 4. Siapkan dokumen sesuai dengan lampiran no. 7. Download: Form-form yang dapat di-download dari sini adalah : – Application Form – Field of Study and Study Program – Recommendation Form – Certificate of Health download forms ____________ _________ _________ __ TAHAP PENYELEKSIAN ____________ _________ _________ __ 1. Kedutaan Besar Jepang melakukan seleksi dokumen, dan akan memberitahukan kepada mereka yang lolos 1 (satu) minggu sebelum ujian tertulis. (Kurang lebih 100 pelamar dipilih melalui seleksi dokumen ini.) 2. Ujian tertulis Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Medan pada awal Juni 2009. (Bahasa Inggris sebagai ujian pilihan. Nilai yang lebih tinggi akan dipakai untuk pertimbangan seleksi.) 3. Wawancara akan diadakan di Jakarta bagi seluruh peserta ujian tertulis dari pada bulan Juli 2009 sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Kedubes Jepang (biaya transportasi dan akomodasi tidak disediakan Kedubes Jepang). 4. Bagi yang lolos seleksi di Kedubes Jepang, akan diberikan surat keterangan sbb: 1 (satu) berkas formulir beserta dokumen yang telah diberi stamp Kedubes Jepang, surat keterangan untuk perguruan tinggi di Jepang, dan lembar “Letter of Acceptance”. Pelamar boleh memilih maksimal 3 (tiga) perguruan tinggi untuk mendapatkan izin penerimaan sebagai mahasiswa program degree atau research student, atau “Letter of Acceptance” (izin penerimaan tidak resmi) sebagai research student. 5. Untuk mencari informasi perguruan tinggi di Jepang, silakan lihat website berikut: Directory Database of Research and Development atau Asian Students Cultural Association. 6. Harap mengirimkan surat izin atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi Jepang secepat mungkin ke Kedubes Jepang. 7. Kedubes Jepang akan merekomendasikan peserta ke MEXT. 8. Peserta akan menjadi penerima beasiswa jika lolos seleksi di MEXT. ____________ _________ _________ __ CATATAN ____________ _________ _________ __ Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi : Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 11350 Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176 Best regards, Isti Winayu Student of International Relations Department Gadjah Mada University – Indonesia e-mail : loving_himawari@ yahoo.com (YM) loving_himawari@ hotmail.com (MSN) blog : http://chibihimawar i.multiply. com mobile: +(62) 81328747287

Oleh: koestoer | 24 April 2009

Staff of Mech Eng Dept Univ of Indonesia

Inilah staf pengajar Departemen Teknik Mesin FTUI.

Kelihatan semua gembira karena gaji dan tunjangannya sudah berkecukupan.

Lihat video berikut:

Oleh: koestoer | 21 April 2009

Kick-Off Meeting Tim Autoclave

Tim Autoclave telah resmi berdiri dengan tujuan utama utk membuat prototipe Seteriliser dan kemudian memproduksi secara masal. Terdiri dari Ridho, Singgih Ardi dan Raldi. Rapat Kick-Off diadakan di ENg Center Ruang Termoelektrik.-

Tulisan Sebelumnya »

Kategori