12 Nov Harkesnas QV Kematian Bayi

Hari ini 12 November dicanangkan sebagai Hari Kesehatan Nasional. Berita Utama harian Kompas membahas tentang problematika  kematian ibu dan bayi di negara kita ini dnegan judul

–          Serius, Kematian Ibu dan Anak –

157 ribu bayi di Indonesia  meninggal setiap tahun, tahun 2009 tercatat 5 ibu melahirkan 6 bayi meninggal, tahun 2011 ada 10 ibu melahirkan 29 bayi meninggal, jadi kondisinya makin buruk ? Lalu apa kerjanya Kementrian Kesehatan ?

Bandingkan dengan Negara lain Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran: Jepang 2, Sing 2, Korsel  4, Brunei  6, Malaysia  6, Thailand 11, Cina 13, Vietnam 17, Filipina 20, Indonesia 25, India 47, Timor Leste 46, Myanmar 46. Kita boleh bergembira karena menang dari Myanmar India dan Timor Leste, tapi coba dong lihat Thailand jauh diatas kita, bahkan Cina yang penduduknya 1,5 Milyar saja berada jauh diatas kita. Malu deh kita sama Vietnam aja kalah.

Tak usah banyak ribut dan tak usah banyak ngedumel, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menolong ibu dan bayi-bayi kita ini ? Generasi penerus ini harus kita selamatkan dan kita usahakan agar bertumbuh kembang secara sehat.

Departemen Teknik Mesin FTUI tahun 2010 yang lalu dalam implementasi Proyek IMHERE, melaksanakan program Appropriate Technology Implementation. Pada program ini, dosen yang telah menghasilkan produk tertentu di enforce untuk membuat dan kemudian menyumbangkan hasil karyanya untuk masyarakat. Salah satu diantaranya adalah produk INKUBATOR BAYI yang telah dimanufaktur dengan sukses sejak beberapa tahun yang lalu. Dua inkub telah disumbangkan pada puskesmas dan Rumah Sakit Ibu dan Anak, dan setelah dicek 6 bulan kemudian ternyata frekuensi penggunaannya sangat banyak. Sisa dana digunakan untuk membuat satu unit lagi yang kemudian kami pergunakan dalam

program PEMINJAMAN GRATIS inkubator bayi.

Berkat donasi dari relawan kami berhasil menambah armada incubator kami dengan berbagai cara bahkan dengan disain baru yang SANGAT HEMAT ENERGI, saat ini kami memiliki 6 unit incubator yang selalu siap untuk dipinjamkan secara gratis menolong bayi  premature di daerah Jakarta selatan dan Depok. Seperti minggu ini  ada 3 inkub kami sedang digunakan oleh bayi premature di daerah Depok dan sekitarnya. Bahkan hari ini kamipun satu jam lagi akan mengantarkan sebuah incubator bayi untuk dipinjam gratiskan ke bayi yang memerlukannya. Bapak bayi tadi pagi sudah mengirim sms, ini contohnya : – pak Klo jd d krim hari ni biar ga bingung k tmpat krja saya pt toa Galva industries jl raya jkt bogor km 34-35.Klo sdh sampe ksh kbr atau tanya satpam .Masdi bagian quality.Salam masdi.

Kemarin malampun sudah ada lagi yg minta pinjam incubator: – Nama bayi.haniyah salma,21 okt 2012,berat 1280 gram,ibu yanti sulistiawati,hp 085780731332. Ayah maryudin hp 087883006690 alamat jl.haji dimun rt 04/06 no 16 kel.sukamaju.kec.cilodong.depok RS.SENTRA MEDIKA,cisalak,bayi plg tggu bobotnya tambah,

Kebanyakan keluhan orang tua bayi adalah karena tidak mampu membayar Rumah Sakit dimana bayi premature lama berada di RS. Biayanya per hari bervariasai dari 500 rb s/d 5 juta rupiah. Ada suami istri insinyur saja mengeluh karena mereka terpaksa jual motor karena bayinya satu bulan berada di RS. Mereka bersyukur bahwasanya kami dari Lab Perpindahan kalor FTUI  bisa meminjamkan secara gratis incubator untuk bayi premature mereka. Jadilah program ini semacam CSR (Corporate Social Responsibility) dari DTM-FTUI.  Dari pengalaman kami selanjutnya, kebanyakan bayi bila sudah disusui oleh ibunya maka beratnya cepat sekali nambah. Sehingga bila bayi dirumah, maka ibunya bisa setiap hari memberikan ASI, maka dengan cepat bayi prematurnya tumbuh sampai berat normal.

Demikianlah usaha kami dalam rangka melaksanakan tugas pokok  Pengabdian Pada Masyarakat sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Indonesia Fakultas Teknik.

Salam Harkesnas.-

Lihat juga artikel

https://koestoer.wordpress.com/2012/10/08/maksa-pulang-bayi-prematur/

Iklan

Terimakasih dari Cilebut

Untuk yang ke sekian kalinya

Lab Perpindahan Kalor
Departemen Teknik mesin
Fak Teknik UI

menyumbangkan Alat Kesehatan yaitu INKUBATOR BAYI sebagai output dari penelitian dan pengembangan di kampus.
Tgl 18 Maret 2012 haari Senin telah diserahkan satu unit ke puskesmas ibu dan anak yang dikelola oleh ibu bidan Asri yang telah menunggu sejak satu bulan lalu brhubung karena masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan inkubator belum bisa diserahkan pada waktunya.

Sumbangan produk litbang dari DTM-FTUI diawali 2 tahunyang lalu melalui proyek IMHERE yang berakhir th 2010, kemudian dilanjutkan atas inisiatif dari staf di Laboratorium P. Kalor sehingga boleh dibilang sumbangan alkes kepada puskesmas di lingkungan depok ini merupakan CSR dari Departemen T. Mesin.
Berikut ini adalah surat terimakasih yang disampaikan panjang melalui SMS:

-0-

assalamualaikum..maap prof, rencananya mau telp prof langsung,saya takut prof lg sibuk, maap kalo lewat sms aja, saya mau bilang terimakasih atas sumbang inkubatornya, saya ga bisa membalas kebaikan prof, saya cuma bisa mendo’akan amal kebaikan prof di balas oleh Allah, keluarga prof di beri kesehatan, rezeki prof semoga bertambah dari yang di berikan, amin, insyaallah inkubator ini bermanfaat buat kami masyarakat cilebut timur, tuk laporannya nanti saya bareng bd.indrawani,cuma itu yg bisa saya ucapkan, maap kalo ada kata yg salah ya prof,trimakasih yg amat sangat,wassalam..
dari ibu Bidan Asri, Cilebut Timur
-0-

http://www.youtube.com/watch?v=ibfjqny60KM

Lihat juga beberapa artikel mengenai inkubator

https://koestoer.wordpress.com/2012/02/07/pinjam-pakai-gratis-inkubator-bayi/

https://koestoer.wordpress.com/2011/03/02/amedic-produk-alat-kesehatan/

https://koestoer.wordpress.com/2011/12/20/inkubator-selamatkan-bayi-lagi/

Inkubator Bayi Buatan FTUI

Inkubator bagi Bayi Prematur, Amankah?

TAK SATU pun orangtua yang menginginkan bayinya lahir prematur -lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Namun bila harus demikian, apa boleh buat! Tentu harus menerima kenyataan dengan berbesar hati.
Bayi prematur memang cenderung lebih mudah terserang infeksi dibandingkan bayi cukup bulan karena fungsi organ belum sempurna. Sering kali bayi prematur tetap harus tinggal di rumah sakit walaupun si ibu sudah diperbolehkan pulang. Selama dirawat, bayi mungil tersebut diletakkan ke dalam kotak kaca bernama inkubator. Selama ia berbaring di sana, dokter, suster maupun orangtua harus ekstra sabar dan cermat menangani perkembangan kesehatannya.
Inkubator AmanInformasi mengenai efek samping inkubator yang dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan bayi sempat mencuat pemberitaannya beberapa waktu lalu. Tak ayal hal ini membuat resah beberapa orangtua yang bayinya sedang dirawat di inkubator.

Padahal, inkubator bagi bayi prematur aman sepanjang dilakukan sesuai dengan standar prosedur penggunaan. Perlu diketahui, setiap bayi prematur yang lahir memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang termasuk dalam kondisi “aman” atau menderita penyakit ringan, ada pula bayi prematur yang menderita penyakit berat. Semua ini tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing bayi prematur.Kondisi seperti ini lah yang membuat bayi-bayi tersebut “berjuang” demi mendapatkan perkembangan yang lebih baik. Nah, inkubator berfungsi untuk menjaga agar bayi tetap mendapatkan suhu yang stabil. Kondisi suhu yang sesuai membuat bayi merasa nyaman dan aman.

Tergantung Kondisi Bayi

Lamanya bayi berada di dalam inkubator tergantung kepada kondisi masing-masing bayi. Suhu yang digunakan pun disesuaikan dengan kebutuhan akan kondisi bayi.
Inkubator hasil riset di lab Perpindahan Kalor FTUI
Setiap bayi baru lahir dilihat dahulu kondisinya lalu dicocokkan dengan tabel yang sudah disediakan, di sana sudah tertera mengenai suhu yang akan dipasang. Ini berlaku pada semua inkubator.

Sepanjang dilakukan sesuai dengan standar prosedur penggunaan maka tata laksana inkubator akan berjalan baik. Sayangnya, kebanyakan inkubator yang digunakan di Indonesia teknologinya masih kurang bila dibandingkan dengan inkubator buatan luar negeri seperti Eropa. Harga yang terlalu mahal menjadi alasan utama mengapa kebanyakan rumah sakit menggunakan produksi dalam negeri dan China. Walau begitu, inkubator tersebut tetap bisa digunakan secara optimal.

Di Indonesia tidak banyak produsen inkubator branded. Salah satu diantaranya adalah inkubator yang dikembangkan dari riset di Lab Perpindahan Kalor FTUI, dimana sekarang produknya telah banyak bisa ditemukan di Rumah Sakit di Indonesia. Salah satu tipe yang harganya terjangkau tapi tetap memenuhi syarat kesehatan dan SNI dapat dilihat pada video dan foto dibawah ini.
Bila ada diantara anda yang tertarik terhadap produk ini, silakan kontak
AMEDIC  DJAJA  BERSAMA
Ramadita Budhi (M97)
Email ramaditabudhi@yahoo.com, HP ‍+628161924335

(Mom& Kiddie//tty, teks diambil dari lifestyle-okezone)