Students Now Leaders Tomorrow

Begitulah kira-kira judul yang lebih cocok untuk ceramah saya pada kuliah perdana Kapita Selekta untuk mahasiswa dari dua departemen yaitu Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Tentunya kali ini bukanlah kali pertama saya berbicara pada kuliah perdana Kapsel (begitu disingkatnya oleh mahasiswa), mungkin sudah yang kelima atau keenam kalinya, bahkan berturut-turut. Jadi sudah hampir mengalahkan Rudy Hartono juara olahraga bulutangkis di tournament All-England yang menjadi juara 7x berturut-turut. Entah mengapa pak Idrus sebagai dosen pengelola dari Dep Teknik Mesin selalu meminta saya untuk memberikan kuliah perdana Kapsel ini padahal ibu Tilani sebagai pengelola dari DTK pastilah sudah bosan melihat saya setiap kali, sekalipun saya tidak pernah merasa bosan untuk bertemu dengan ibu Tilani, karena dulu kami semua berasal dari satu jurusan di Teknik Mesin beberapa puluh tahun yang lalu.

Behind the scene

Ada baiknya saya cerita dulu tentang beberapa hal sebelum muncul di panggung Auditorium K301. Pak Idrus melalui SMS mengusul judul, yag buat saya rada aneh ‘Asam Urat’. Sambil mengatakan judul yang aneh malah menarik utk mhs. SMS nya yang ke 2 kali menegaskan “Betul judulnya itu ?” Ya gpp lah, saya pikir ada baiknya ditambah dengan kata-kata yang lebih serius supaya terkesan gak main-main. Jadilah judul itu lumayan cukup aneh tapi menarik

  • Asam Urat, Karier dan Musik     –

Baru sekali rasanya ada judul ceramah macam ini… Memang 2-3 minggu sebelumnya saya terkena penyakit asam urat sampai tak bisa jalan lihat tulisan saya tentang asam urat dengan akar melinjo.

Biasanya slide ppt yang saya bikin ada k.l. 10 an slide. Tapi kali ini sebenarnya saya tak mau pakai slide, maunya saya ngomong aja terus kaya stand-up komedi. Namun karena ada judul musiknya, mau tak mau harus pakai musik dong. Jadilah saya persiapkan, sambil mikir musik macam mana yang pantas utk ditampilkan. Sudah lama saya berniat utk kasi ceramah dibarengi dengan musik. Kalau boleh saya ingin jadi orang pertama yang bikin ceramah dibarengi dengan musik bahkan musik menjadi bagian yang integral dari ceramahnya. Dan hal ini sudah saya kerjakan bebrapa kali di kuliah Kapsel ini. Awalnya saya Cuma putar video saya lagi nyanyi bersama The Professor Band, bahkan sampai 2x ceramah tetap saya putar video yang sama. Nah kali ini harus lain dong, pasti nanti ibu Tilani bosan lihat videonya yang itu-itu saja. So mulailah saya cari mencari video saya yang lagi nyanyi. Untung ketemu waktu dulu th 2009 saya pernah nyanyi di FISIP-UI. Lain daripada itu saya juga mau kasi tunjuk bukan videonya saja tapi juga permainan music saya, untuk itu saya bawa gitar dan flute. Semester lalu saya sudah kasi ceramah dengan permainan music flute (suling). Jadilah dua alat itu saya bawa, dan sebenarnya saya agak malu bawanya ke auditorium atas. Karena nanti kalau ketemu orang pasti semua akan nanya ini itu “Koq bapak bawa alat-alat music, emangnya mau ngamen?” Terus saya jawab apa dong tergagap-gagap pastinya… lha wong orang mau ceramah koq yang dibawa alat musik.

Asam urat warning utk hidup sehat

Jumlah mhs yang hadir lebih dari 100 orang kalau boleh saya perkirakan ada 120 an kali. Kebanyakan tentu semester 6 lah kira-kira (saya memang tidak tahu Kapsel itu m.k. semester berapa ?), tentu usianya sekitar 20 tahunan. Yang cowo ganteng dan gagah yang cewe cantik dan pastinya semua kelihatan smart gitu, itulah sebabnya saya selalu bersemangat ceramah di depan orang muda harapan bangsa ini. Tentunya mereka ini juga masih sehat bodinya dan jarang kena penyakit. Tidak seperti kami yang tua-tua ini yang setiap hari bicaranya tentang penyakiiiit aja,,,… Coz why ? coz memang orang sudah berumur penyakit selalu ada-ada saja, baik pria maupun wanita. Dan banyak diantaranya yang terkena asam urat. Bicara kesehatan dengan anak muda pasti gak nyambung, tapi yang mau saya share justru bukan bagaimananya, tetapi tentang Paradigma Kesehatan yang saya pegang sejak 10 th ini. Jadi sudah sejak tahun 2000 saya tidak pernah minum obat dokter. Bagaimana bisa ? Aneh kah ? Lucu kah ?

Utamanya adalah saya tidak mau dijadikan tabung reaksi oleh dokter. Kalau kita flu saja lalu pergi ke dokter, maka lulusan fak kedokteran yang katanya pandai-pandai ini akan memberi kita obat minimal 6 macam. Obat sakit flu nya sendiri Cuma satu sedang lima yg lain adalah obat yang bukan-bukan. Yang Cuma utk nambah koceknya si dokter saja. Ada vitamin ini itu, ada anti biotic ini itu, pastilah bikin kita tambah gak enak badan. Itulah yang saya bilang kita dijadiin tabung reaksi sama lulusan Fak kedokteran yang salah didik itu, tanpa mengecilkan arti dari dokter yang benar-benar bekerja dengan baik (inipun kebanyakan dokter di daerah). Dan kemudian salinan resepnya mereka kasi ke detailman yang segera menghitung jatah prosentase utk dokter dari harga obat yang dibeli pasien. OK lah system yg kurang baik itu tak usah kita panjangkan lagi, tapi sekarang paradigma tadi. Kesehatan dari badan kita tentu tak lepas dari hubungan INPUT-PROSES-OUTPUT. Prosesnya sudah Tuhan yang bikin, proses yang sempurna. Saya bilang orang Bioproses tentu paling mengerti masalah ini, tanyalah pada mereka. Sehingga tinggallah inputnya kita atur, utamanya adalah MAKANAN. Kalau input bagus dan berkualitas pastilah outputnya juga akan bagus. Energi, dan semua yang terlihat ditubuh kita jadi proporsional, seperti layaknya orang-orang muda yang ada didepan saya waktu ceramah, energik dan bersinar. So…aturlah makananmu… jadi makanan yang mana yang bagus itu ? Tubuh kita ini sudah match dengan apa yang ada di alam. Coba deh pikir, jaman dahulu kan orang makan dengan sumber yang ada di alam ini saja. Jadi buah segar dan sayur segar itulah pasti yang bagus. Ikan dari sungai atau laut langsung dimasak. Jadi masih segar dan enak tidak didinginkan dulu sampai berhari-hari. Buah dan sayur segar itu hanya memerlukan waktu 15 menit dilambung utk nanti diproses terus ke usus. Sedangkan makanan yang sudah banyak diproses dan panjang pasti memakan waktu lama pizza kek… blackforest kek…, walaupun enak tapi lambung memerlukan waktu lama untuk menguraikannya. Dengan demikian proses yang lama ini memakan energy yang banyak dari tubuh kita, krn menggunakan otot dan syaraf bawah sadar. Lalu wajarlah kalau menurut food-combining, buah harus dimakan dahulu. Karena kalau tidak dia akan terhalang oleh makanan lain (nasi misalnya yg banyak itu) dan akhirnya buah keburu busuk sebelum sempat diproses. Dengan begitu sari buah jadi hilang manfaatnya. Karena saya tidak minum obat sel darah putih jadi terlatih karena dia banyak berperang melindungi tubuh dari serangan virus penyakit yang datang setiap hari. Sedangkan bila saya minum obat makan ‘kopassus’ saya jadi tidak bekerja karena sudah ditangani obat. Sesungguhnya imunitas tubuh kita yang sudah dikasi Tuhan ini haruslah selalu siap tempur dan makin banyak bertempur melawan virus makin terlatih dia.

Karier utk para leaders masa depan teknopreneur

Kebanyakan lulusan Sarjana Teknik kita ini ingin bekerja ditempat yang gajinya gede. Tentunya perusahaan asinglah, banyaknya dibidang minya, gas bumi dan tambang. Langsung saya jelek2in aja…Sorry banget nih apa boleh buat banyak juga teman dekat saya jadi ikut kena tampar. “Mereka itu hanya jadi budaknya orang-orang asing saja”. Direktur Chevron sendiri atau Dirut PTFI yang nota bene adalah orang Indonesia yang hebat berkualitas. Dan ada juga diantara mereka yang alumni kita, itu kerjanya Cuma ‘dikongkon’ sama orang bule aja. Berapa besarnya saham kita di PTFI, lihat sendiri di artikel ini. Prinsipalnya di Negara sanalah yang mengatur semuanya. SDA (Sumber Daya Alam) kita Cuma dijual murah aja. Sampai beberapa tahun y.l. pak DI mencari gas ke Iran karena di Dalam Negeri tidak bisa dapat. Padahal Negara kita kaya dengan gas bumi. Cuma gas kita sudah dikunci dengan kontrak2 jangka panjang. Nah kalau anda lulusan FTUI nanti kerja di company asing itu jadilah anda budak2 mereka itu. Sampai Dirutnya sekalipun. Paling selesai jadi Dirut 5 thn pensiun (paling lama itu juga) terus ngelamar kerja lagi. Sama dong ama lulusan baru yg umur 22-23 thn. Karena sudah terbiasa jadi follower (bahasa jeleknya bebek). Jadi anda berbuat apa utk bangsa ini ? Bandingkan dengan lulusan yang ikut dengan program ‘Indonesia Mengajar’, anak2 muda dengan idealisme yang luarbiasa… Saya sungguh terharu membaca kisah2 mereka. Jangan sekedar mau jadi orang cepat kaya saja tetapi hidup tidak berguna sampai di akhir hayat. Bahkan sudah ngeruk SDA negeri kita sendiri…Lihat bumi kalimantan yang hancur itu…trenyuh hati saya… Mari bangkit anak muda untuk Indonesia masa depan.

Siapa dong yang memimpin Indonesia nanti kalau bukan anda-anda, yang sekarang mhs di Universitas elit ini. Pastilah amanah ini pantasnya memang diserahkan pada anda-anda. Yang nanti seharusnya menjadi teknopreneur pemilik pabrik kimia, owner industry manufaktur, industry kelautan dlsb. Pastilah amanah ini tidak akan bisa dijalankan oleh tukang ojek, atau supir angkot. Mereka tidak memiliki ‘tools’ nya sedangkan anda sudah mendapat bekalnya selamasekolah di UI ini. Ayo bangkit… untuk masa depan. Tunjukkan jati diri anda yang sebenarnya, jangan sekedar jadi bebek-bebek aja…

Musik dalam kehidupan

Jangan dikira music itu tidak penting. Pernah tahu Einstein kan penerima hadiah nobel fisika, penemu teori relativitas yang tersohor itu. Penemu rumus E=mc2. Beliau pernah suatu saat diminta ceramah dikalangan elit di Eropa. Eh bukannya bicara tentang fisika, Einstein malah main biola dua jam penuh memperdengarkan karya-karya Mozart yang menjadi favoritnya. Karena memang sebenarnyalah beliau adalah pemain biola yang handal. Sering juga beliau berpartisipasi dalam orkestra dan musik kamar. Beliau bilang “Kalau saya bicara rumus-rumus fisika, maka tak seorangpun mengerti, tapi bila saya main music maka semua orang bisa menikmati.”

Musik itu menyeimbangkan diri kita, bahkan sekarang sudah banyak orang melakukan terapi penyembuhan dengan music. Jadi otak kita kiri dan kanan seimbang stress hilang bahkan ide-ide baru muncul karena adanya keselarasan syaraf kita yang bergetar bersama alunan music diseluruh otak dan sel tubuh. BTW ceramah dan music di auditorim itu bisa anda lihat di youtube, klik saja

Sudah dua kali lagu titanic saya mainkan bersama music minus one dalam ceramah Kapsel ini. Pastilah selalu ada salah-salahnya karena tidak pakai latihan, tapi tak masalah kan ? Yang penting bisa saya tunjukkan bahwa saya bisa memainkannya. Jarang orang memainkan flute, untuk saya sound-nya sangat istimewa bikin sayaraf saya jadi longgar. Seringkali kalau saya bunyikan dibelakang rumah, kodok dan katak berloncatan mereka ikut menikmatinya. Saking serunya saya bicara dan main music malah saya lupa memainkan gitar, padahal gitarnya sudah dipajang didepan. Tak apalah lain kali ya, kita dengar bersama solo gitar saya. Atau klik saja blok saya https://koestoer.wordpress.com/musik

Saya berharap anda semua kasi komen tentang ceramah dan tulisan ini. Dan untuk semua mhs peserta kuliah, mari kita bikin komunitas Kapsel mulai th ini 2013. Saya minta tolong Azimil mhs mesin utk jadi moderator milis. Dan kalau saya berharap anda jadi teknopreneur maka DTM ata DTK tidak penting lagi, karena kita pasti butuh semuanya, yang penting usaha bisa bergulir. Ingat cerita saya tentang pengusaha muda di Batam yang punya karyawan 6000 orang ?… Gila kan padahal dia gak pernah mengikuti pendidikan di sekolah elit seperti anda. So…ANDA PASTI BISA…

Ini milisnya,

Kapsel_2013_v1@yahoogroups.com

Itu tulisannya Kapsel underscored 2013…spy gak salah. Kita lanjutkan diskusi kita untuk Indonesia masa depan. Dan sesudah ini anda semua adalah MITRA SAYA.

Banyak diantara mhs, mereka berbakat seni juga artinya banyak waktu digunakan juga untuk bermain music. Ada dua mantan murid saya yang toh lulus juga, namun sekarang berkarier justru dibidang music bukan dibidang teknik. Buat saya sih ok ok aja yang penting anda enjoy menjalankannya. Gak usah terlampau banyak dipikirin. Biasanya orang lain, mungkin juga orang tua yang memikirkannya. Orangnya sendiri sih santai aja.

Guyz…Send your comments and opinions, c u.-

Bahan slide ppt bisa diunduh di 4shared:

http://www.4shared.com/file/4860n7mb/Kapita_Selekta_14_Feb_2013.html?

Iklan

Perkapalan UI…Semangat…

Oleh: Mukti Wibowo

-0-

Rekan2 ku,

Sulit untuk dipungkiri bahwa hamparan laut diantara kepulauan negara kita sangat memerlukan moda transportasi laut yang efisien, guna mengangkut penumpang ataupun barang dalam jumlah/kapasitas besar Ilmu pengetahuan dan teknologi perkapalan tanpa kita sadari telah berkembang pesat, kita tidak perlu melihat terlalu jauh kebelakang…cukup 10 tahun yang lalu…sudah terbukti banyak perobahan, bahkan 5 th lalu industri kapal aluminium belum terlihat namun saat ini sudah menyebar a.l. dari Batam-Lampung-Merak-Jakarta-Semarang-Surabaya-Madura-Banyuwangi….semua disana sdh terdapat shipyard pembuat kapal cepat konstruksi Aluminium ….

Tentunya industri perkapalan tidak akan lepas dari aturan2/regulasi mengenai perkapalan yang baru, ….contohnya 10 th lalu kita belum mengenal double skin…maka dengan dipagari rambu2 seluruh kapal tanker harus memiliki double skin, juga telah lahirnya aturan2 international yang merupakan system yang harus diimplementasikan diindustri pelayaran …Setelah berkembangnya hardware dan software hal ini semua menuntut berkembangnya brainware yaitu sdm yg didapat dan terinstall di kepala para engineer… ….

Mmmm tepat 10 th lalu saat saya diberikan kesempatan untuk sharing pengetahuan di perkapalan UI waktu itu angkatan 01 rasanya ingin menyampaikan seluruh apa yang saya ketahui…dan saat itu para mhs semangat…we are eager to do something…dan saat ini setelah saya melihat jumlah mhs dan mhsi perkapalan UI yang bertambah jumlahnya maka…terlihat semangat itu masih ada….we are STILL eager to do something….dan harapan kedepan mari kita terus semangat untuk mengembangkan perkapalan UI khususnya dan industri perkapalan di Indonesia umumnya

Buat ex mhs saya tentunya msh ingat saya pernah menulis…industri perkapalan indonesia

spt..Mutiara yang terlupakan….

Ayo mari maju… Hanya ada 1 kalimat yang cocok :

Bravo Perkapalan UI!

Salam kapal

Mukti

Gelar Ilmu dan Invensi

Berbagai produk hasil penelitian telah dipamerkan pada acara Gelar Ilmu di Balairung Univ Indonesia tgl 12-13 Sep 2012. Utamanya adalah hasil dari berbagai fakultas di UI yang telah banyak melakukan penelitian. Ada juga beberapa kerjasama dengan pihak swasta baik yang masih dalam perintisan maupunnyang sudah bergulir.
Paralel dengan itu diselenggarakan juga berbagai workshop. Salah satu diantaranya adalah workshop Komersialisasi Invensi dan HAKI. Telah memaparkan presentasinya Chandra Darusman dari WIPO Singapore. Radjuli dari kemenhukham. Disamping dua inventor Nasikin dengan produk Bio-Ad dan Raldi A. Koestoer dengan produk Inkubatornya.

Walaupun workshopnya mengenai komersialisasi namun produk inkubator yang ditampilkan malah khusus inkubator non-komersial. Hal ini disebabkan karena produk lanjutan ini sekarang justru telah melewati tahap komersial bahkan memasuki tahap non-komersil sehingga program yang dijalankan adalah murni untuk membantu bayi prematur secara gratis didukung oleh fasilitas dari Dep Teknik MEsin FTUI yaitu Program Peminjaman Inkubator Gratis untuk menyelamatkan bayi prematur didaerah Jakarta dan sekitarnya. Untuk itulah didisain khusus Inkubator Grashof yang menggunakan prinsip Natural Convection, dimensinya lebih kecil namun konsumsi energinya sangat hemat, 20 Watt saja.  Selanjutnya nanti bila ada yayasan yang mendukung akan dilanjutkan kedaerah-daerah lain, dengan demikian akan banyak bayi prematur bisa tertolong.

Sedangkan aditif solar Bio-Ad dari Prof Nasikin telah banyak digunakan oleh perusahaan besar diseluruh Indonesia, sejauh ini sudah lebih dari 20 perusahaan besar yang merasa terbantu karena dengan produk ini konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Testimoni dari perusahaan Tambang Newmont di Nusa Tenggara, menyatakan bahwa dengan Bio-Ad ini penghematan konsumsi mereka bisa sampai dengan 12,5%. Anda bisa bayangkan bahwa konsumsi solar di Newmont menghabiskan pertahun s/d 1 Trilyun rupiah, jadi penghematan 12,5% berarti 125 M. Wuuuiiihhh … seharusnya prof Nasikin berhak dapat separuhnya, itu saja berarti 62,5 M… Luarbiasa…

Lengkapnya acara workshop bisa dilihat dibawah ini.
Sesi 1
“Komersialisasi Invensi”
Membangun Strategi Komersialisasi, Proses dan Pencapaian
Pembicara : Mr. Candra N Darusman, Deputy Director WIPO
Singapore Office
Riset Pasar dan Valuasi Teknologi
Pembicara : Mr. Hariyanto Salim, Associate Consultant, Business Innovation Center (BIC)
Komersialisasi Bidang Teknologi
Pembicara : Ir. Razilu, M.Sc, Direktur Teknologi dan Informasi
Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Kementerian Hukum dan HAM RI*
Moderator : Henny Marlina
Diskusi
ISHOMA
Sesi 2
“Berbagi Pengalaman dalam Komersialisasi Invensi”
Aditif yang disintesa dari minyak kelapa sawit menuju komersialisasi
Pembicara : Prof. Nasikin (Inventor)
Inkubator Bayi dengan Sarana Pengarah Panas
Pembicara : Prof. Raldi (Inventor)
Moderator : Dr Aries.

Pilrek UI News #2

Newsletter # 2 Pemilihan Rektor UI

Pendaftaran Rektor UI dimulai sejak 8 Agustus-7 September dan terbuka bagi seluruh
warga negara Indonesia. Bakal calon dapat mengunduh borang pendaftaran serta
mengumpulkan berkas pendaftaran di situs. Seleksi administratif akan dilakukan oleh
panitia pada 27 Agustus-10 September. Setelah lolos seleksi administrasi, para calon
dapat masuk ke cyber campaign tahap 1, yaitu saat mereka dapat mengunggah
keterangan tentang visi, misi dan program kerjanya di halaman situs yang disediakan
panitia. Pada tahap ini, masyarakat dapat membaca semua hal yang diunggah para
calon.
Saat cyber campaign tahap interaktif, masyarakat (dari dalam dan luar UI) dapat
memberikan pertanyaan dan komentar terhadap BCR. Saat inilah, para calon dapat
menangkap aspirasi sivitas akademika UI, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan masyarakat.
Bakal calon yang lolos seleksi administratif akan diseleksi oleh Senat Akademik pada 25-
28 September mengenai kesesuaian visi, misi, dan program kerjanya dengan Kebijakan
Umum UI. Dari seleksi tersebut akan dipilih 5 orang yang menjadi calon. Para calon
tersebut kemudian diseleksi oleh Majelis Wali Amanat (MWA) UI dengan
mempertimbangkan input yang diberikan oleh tim assessor profesional. Seleksi berupa
tanya jawab yang dilakukan oleh MWA UI (termasuk Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan) akan disiarkan melalui media massa. Rektor definitif akan dipilih oleh
MWA pada 9 Oktober 2012.

newsletter pemilihan rektor UI edisi 2 _final-1

Lihat BCR nya ada 17, klik saja

https://koestoer.wordpress.com/berita-ui/17-bcr/

 

Mahasiswa UI membantu kaum miskin

Nama baik Universitas Indonesia kembali terangkat, mencuat ke permukaan. Kali ini bukan di dunia internasional, bukan di jurnal ilmiah bergengsi apalagi di kongres ataupun seminar iptek yang canggih dan hebat. Tapi kali ini justru di kalangan masyarakat miskin, diantara kaum yang terpinggirkan. Mereka yang tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Orang-orang yang tidak pernah mendapat fasilitas pendidikan apalagi fasilitas kesehatan yang memadai. Mahasiswa langsung terjun ke tengah masyarakat yang kurang beruntung, untuk memberi bantuan dan secercah harapan serta sedikit kegembiraan dan mungkin juga secuil kenikmatan pada anak-anak orang miskin, anak yatim piatu, mereka yang tinggal di pinggir kali, bahkan di gubuk-gubuk pemulung.
Siapakah mahasiswa-mahasiswa itu ? Ide darimana koq tahu-tahu muncul keinginan membantu kaum miskin yang ada di sekitarnya ? Kaum intelektual yang biasa bergaul dengan buku dan computer, kebanyakan malah anak orang kaya, yang masing-masing punya laptop untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Kita tahu betul sekarang sekolah di UI bayarnya mahal, jadi tingkat social dari mhs sekarang memang tidak sama lagi dengan dulu.


So guyz, aktivitas ini bukan program dari universitas, bukan juga program dari fakultas. Biasanya kalau program yang diarahkan dari atas, tentu anggaran juga sudah disediakan. Kalau tak ada anggaran maka tidak ada kerja deh… Siapa yang mau kerja bakti tanpa dibekali dana yang cukup. Tapi yang ini berbeda sahabatku… Bahkan semua bantuan dan kerja ini kami tanggung sendiri biayanya dengan masing-masing iuran sejumlah uang yang mampu kami pikul, asli dari uang sendiri, jadi bukan dari pemerintah berarti juga bukan uang hak rakyat.
Inisiatifnya datang dari guru dan murid bersama-sama. Semua di-compile dalam bentuk proyek. Jadi brainstorming ide, lalu perencanaan, kumpul proposal dan budget. Minta ijin sana sini dulu dengan surat dari guru kelas ada juga surat keterangan karena mungkin kalau kita masuk lahan orang tanpa keterangan yang , sangat mungkin kita akan dicurigai. Disinilah intelektualitas diperlukan, siapa lagi yang akan menolong rakyat miskin kalau bukan mahasiswa. Etika itu bukanlah sopan santun, lihat saja mereka yang kelihatan santun di TV, bahkan cantik sepertinya pintar bicara politik karena memang wakil rakyat di parlemen. Tapi nyatanya mereka toh korupsi juga namun karena ‘pintar’ korupsinya jadi tidak bisa ketahuan. Intinya etika itu adalah AMAL PERBUATAN. So… disinilah tindakan nyata itu perlu direalisasikan.
Tugas utama di kelas Etika ini disebut Proyek Etika Terpuji, dari mulai ide awal, konsep, perencanaan, proposal, survey, eksekusi dan laporan final, total waktunya 6 minggu. Baru kali ini di kelas Internasional FTUI kuliah Etika diselenggarakan, walau di kelas regular secara parallel juga berjalan kuliah Etika tapi bahasan ini hanya menyangkut kelas internasional saja. 35 orang member of the class terbagi dalam tujuh group yang mendefinisikan sendiri proyek apa yang akan mereka laksanakan untuk menolong kaum miskin yang ada disekitar mereka.
Jadilah satu group yang dimotori oleh mahasiswa seniman, mereka bergerak masuk nylusup ke sekolah kecil anak jalanan yang tidak punya… yang tidak punya…apa ?
Yang tidak punya WC… duh jadi group ini nekad membuatkan WC untuk sekolah itu. Tentu mereka mengusahakan dari bahan-bahan yang sederhana saja. Mhs ganteng-ganteng ini tak canggung babat rumput alang-alang kemudian memasang triplek dlsb. Padahal di rumahnya sendiri saja mereka pasti tidak pernah membabat rumput. Group lain rupanya mereka ini pencinta lingkungan, sehingga di hari bumi mereka merayakan bersama anak-anak dilingkungan pinggir kali sambil memberi pencerahan dan bermain bersama kaum yang terpinggirkan (sampai kepinggir kali).
Ada lagi yang niat betul untuk membantu pemulung. Bahkan perkampungan pemulung ini memang sudah mereka datangi saat tugas awal visit yang lalu. Mereka bergerak membeli semen dan pasir untuk membuat tanggul yang kala banjir air masuk ke rumah pemulung. Mahasiswi yang kinyis-kinyis pun tak canggung mengangkat ember adukan semen pasir… Kan ada yang dari jurusan sipil, jadi semestinya mereka memang sudah pernah praktek bikin adukan semen pasir. Kalau anda tak percaya lihat saja videonya saat mereka tersenyum bersama pemulung diantara gerobak sampah. Group 4 punya ide hebat, mereka bikin kursus menjahit untuk anak yatim, sehingga diharapkan nanti pada saatnya anak remaja putri yang yatim ini bisa mendapat pekerjaan di konpeksi yang banyak memerlukan tenaga penjahit. Ada pula group yang bikin taman bacaan untuk anak, dengan maksud menanamkan sedari kecil rasa gemar membaca.Sekaligus mereka menyumbang buku dan memperindah ruang baca dan membuat acara cerita anak. Sehari bersama anak-anak merupakan sebuah kegiatan yang berarti bagi rakyat miskin.
Group 6 ini hebat juga mereka datang ke mushola dan segera memperbaiki dan membuat MCK dan memperbaiki tempat wudhu dengan menambah. Bahkan MCK ini merupakan bangunan baru. Koq tak bisa dipercaya… akankah budget mereka mencukupi, tapi konon mereka nyari sumbangan ke developer, yang penting MCK nya berfungsi. Yayasan Sahabat Anak dikunjungi oleh group 7 dengan 200 buku sumbangan, diantara anggota group mereka ini ada yang berkebangsaan Pakistan, sekalipun demikian si Nafees ini tak canggung bergaul dengan anak-anak di Gambir jakpus. Juga none Jakarta as one of the member, weekend itu jadi guru TK juga sehari. Kalau tidak karena tugas proyek etika ini kapan mereka akan sempat menghibur anak-anak miskin ini. Sekali lagi bila anda tak percaya, watch the video.
Terimakasih kepada mahasiswa yang telah mengharumkan nama UI, yang akhir-akhir ini menurun di massmedia karena berbagai hal yang terjadi ditingkat elitnya. Kali ini mengharumkan nama UI di mata masyarakatnya sendiri yang ternyata belum pernah disentuh oleh sivitas akademika. Bahkan pesan dari orang miskin itu terungkap dari laporan mereka “Adik-adik mhs nanti kalau sudah jadi pejabat, janganlah melupakan kami yang bergelimang sampah ini.”

Raldi A. Koestoer – 06 Mei 2012.-

Kisruh UI

 

Dear All,

Sejarah panjang PT BHMN yang dimulai dari gagasan dosen2 UI,
dibahas oleh Satryo Soemantri, dalam tulisannya di harian KOMPAS
hari ini 03 Jan 2012.

Yang menarik disoroti adalah awal tulisan:

Kisruh yg terjadi di UI sebenarnya dpt diselesaikan dengan sangat elegan.
Seandainya saya dalam posisi rektor UI, saya akan segera mengundurkan diri
dengan menyerahkan kembali mandat yg pernah diamanatkan oleh MWA UI.

Dan diakhiri dengan:

Ironisnya UI sebagai penggagas BHMN  terpaksa harus menggagalkan sendiri
gagasannya.Mudah2an hal ini tidak terjadi.Dan sekali lagi seandainya saya dalam posisi
rektor UI, saya akan mengembalikan mandat saya demi keselamatan sivias akademika  UI
dan mengukuhkan keberadaan BHMN.

Sudahilah pertengkaran yg tidak berguna ini demi kepentingan sivitas akademika UI
khususnya dan kepentingan bangsa pada umumnya.

Salam Damai.-

Dialog Nas Lemhanas-Iluni UI

Dialog nasional, antara alumni UI dan Lemhanas, diselenggarakan di Gd Lemhanas 13Nov2011. Sebelumnya Para peserta KRA 46 dan rombongan alumni UI berjalan santai dan juga bersepeda santai (merdeka Selatan sampai Salemba). Perhelatan ini juga dalam rangka hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan 10 Nopember dan Hari Kesehatan. Itulah sebabnya dalam senam pagi hadir juga Menteri Kesehatan RI.-

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama danpuisi perjuangan dibacakan sebelum dialogdimulai. Ada juga acara hiburan tari Rambe Beduk yang dibawakan bersama antara grup tari dan kopasus. Diskusi ini diliput langsung oleh RRI-Pro 3.-

Ada Apa dengan UI ?

ADA APA DENGAN UNIVERSITAS INDONESIA? #saveUI

dengan 16 komentar

Tadi pagi sampai siang (12 September 2011) saya mengikuti acara press release mengenai gerakan moral pembenahan tata kelola kampus Universitas Indonesia (UI) berlokasi di aula Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia (Fasilkom-UI). Saya mendapatkan informasi mengenai acara ini melalui pengurus pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) yang menyebarkan sms undangan terbuka sehari sebelumnya, untuk hadir pada acara tersebut. Informasi yang saya peroleh, beberapa Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas di UI juga berencana hadir, maka saya merasa saya perlu hadir juga, karena status saya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer UI (Iluni Fasilkom-UI).

Saya mengikuti acara tersebut dari awal sampai akhir, dimulai jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Para peserta yang hadir di dalam aula Fasilkom-UI sangat beragam, mulai dari beberapa Dekan Fakultas di lingkungan UI, para dosen dan guru besar, para mahasiswa, beberapa pengurus ikatan alumni, serta tentu saja para wartawan dari berbagai media (namanya juga press release). Acara dipandu oleh 3 (tiga) orang, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, kemudian juga Effendi Gozali dan Ade Armando, keduanya adalah dosen pada FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UI.

Berikut adalah ringkasan yang saya buat mengenai apa-apa yang dibahas atau disampaikan pada acara tersebut :

1. Sesungguhnya isu mengenai pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Saudi Arabia bukanlah isu utama yang saat ini menjadi fokus perhatian civitas akademia UI. Pemberian gelar tersebut hanyalah salah satu puncak gunung es tentang apa yang terjadi di Kampus UI saat ini, yaitu buruknya tata kelola (governance) organisasi kampus UI. Civitas akademia UI menyadari bahwa gelar yang sudah diberikan tersebut tidak bisa dicabut kembali, dan untuk itu, civita akademia UI tidak akan mempersoalkan lagi dan menganggap hal tersebut sudah tidak masalah lagi. Walaupun demikian, ini akan menjadi pelajaran yang berharga untuk kampus UI, terutama dalam pemberian gelar Doktor Honoris Causa ke depan.

2. Acara yang dilangsungkan tadi siang itu sebenarnya adalah acara yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang kebetulan mengambil tempat di kampus Fasilkom-UI, dan panitia pelaksana adalah BEM Fasilkom-UI. Jadi ini adalah acara kemahasiswaan, di mana di dalam kehidupan kampus, mahasiswa punya hak untuk mengadakan acara tersendiri dan tidak harus sejalan dengan pimpinan fakultas atau pimpinan universitas, selama dilakukan dengan baik dan tidak destruktif. Ini berarti, BEM-UI memberi panggung kepada pihak yang melakukan gerakan moral untuk pembenahan tata kelola organisasi UI untuk menyampaikan fakta-fakta guna keperluan press-release.

3. Gerakan moral ini secara tegas tidak memiliki keinginan untuk melakukan kudeta atau penggulingan (impeachment) terhadap Rektor UI saat ini, yaitu Prof. Gumilar Rusliwa Somantri. Gerakan ini menginginkan adanya suatu perbaikan yang lebih fundamental dan holistik, yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI yang saat ini dalam masa peralihan dari status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi perguruan tinggi umum yang dikelola oleh pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Nasional RI. Para civitas akademia UI merasa ini persoalan mendasar yang dihadapi oleh UI saat ini, dan berbagai persoalan yang muncul di permukaan seperti pemberian gelar Doktor Honoris Causa, masalah SPP mahasiswa, masalah dana penelitian, dan sebagainya, hanyalah hal-hal yang sifatnya akibat dari persoalan fundamental ini. Dengan demikian, pembenahan tata kelola organisasi UI adalah agenda yang sangat mendesak.

4. Gerakan moral ini sudah berjalan sejak beberapa waktu yang lalu, dan sudah dilaksanakan berbagai pertemuan sebelumnya. Gerakan moral ini didukung oleh beberapa guru besar di lingkungan UI (seperti Prof. Emil Salim), dan sebagai moral-support, 3 (tiga) orang dekan memberikan dukungannya, yaitu Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UI, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UI, serta Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI. Informasi yang saya peroleh dari beberapa pengurus BEM-UI mengatakan bahwa dekan-dekan fakultas yang lain di lingkungan UI masih belum menentukan sikap.

5. Akibat dari gerakan moral ini, beberapa pihak sudah mengalami intimidasi, entah oleh siapa, bahkan termasuk para dosen-dosen senior di UI yang pro terhadap gerakan ini, serta tentu saja para mahasiswa. Pernah sampai sebuah surat kaleng pada Forum Komunikasi Wartawan Depok yang berisikan transkrip rekaman percakapan melalui sms antar para tokoh gerakan tersebut. Hal itu hanya dimungkinkan melalui penyadapan pada telepon selular yang dipergunakan. Surat kaleng itu juga menyebutkan bahwa muncul gerakan di kalangan kampus UI yang ingin melakukan kudeta atau menggulingkan Rektor UI saat ini. Surat kaleng itu secara jelas menyebutkan siapa-siapa aktor utama gerakan tersebut, lengkap dengan transkrip percakapan sms antar mereka (tentu saja melalui penyadapan) yang menurut mereka juga sudah di-edit. Informasi ini juga saya peroleh dari beberapa dosen senior di UI yang pro terhadap gerakan moral ini.

6. Pada pertemuan tadi siang, gerakan tersebut kembali mempertegas bahwa tujuan mereka adalah untuk mempercepat terjadinya pembenahan tata kelola organisasi UI, bukan untuk mengkudeta atau menggulingkan Rektor saat ini. Tetapi jika memang seandainya ditemukan kesalahan pada Rektor, maka tentu saja Rektor tidak boleh lari dari tanggung jawab.

7. Pada pertemuan tadi siang, dipaparkan beberapa contoh kecil buruknya tata kelola organisasi di kampus UI, antara lain tata kelola keuangan. Ternyata biaya makan binatang peliharaan di rumah dinas Rektor UI diambil dari pos dana masyarakat (antara lain dari SPP mahasiswa). Jumlahnya sekitar Rp. 1,5 juta – Rp. 1,8 juta per bulan, dan angka ini di atas gaji seorang office boy per bulan di kampus UI yang masih di bawah UMR (upah minimum regional) di Depok. Dalam suatu kesempatan Rektor mengatakan bahwa biaya makan binatang peliharaan tersebut diambil dari gajinya, tetapi ternyata bukti-bukti pengeluaran uang menunjukkan lain, di mana gaji Rektor keluar dari pos SDM, sedangkan anggaran untuk makanan binatang peliharaan keluar dari pos “umum”. Hebatnya, pembelian makanan ikan dan makanan anjing peliharaan di rumah dinas Rektor tersebut untuk periode Oktober 2010 s/d Januari 2011 dimasukkan ke dalam kolom uraian “pengadaan konsumsi rapat di PAUI”. Pada pertemuan tersebut dibagikan fotokopi bukti-bukti pengeluaran uang yang menunjukkan fakta ini. Semua bukti-bukti ini diperoleh oleh dari whistle blower yang dilindungi oleh gerakan ini.

8. Untuk keperluan pencitraan, Rektor UI membayar “biaya penulisan wawancara utama 8 halaman serta foto yang tampik pada sampul majalah” pada Majalah Eksekutif edisi 370/September 2010 sebesar Rp. 44 juta. Tentu bisa dicari-cari alasan demi kepentingan Humas UI, tetapi siapa yang mengawasi atau mengaudit bahwa hal tersebut memang perlu dan signifikan untuk UI dan bukanlah untuk pencitraan pribadi.

9. Peralihan UI dari BHMN menjadi PTP (Perguruan Tinggi Pemerintah) juga membawa persoalan. Keberadaan organ-organ di masa BHMN pun mulai dipersoalkan, sehingga terdapat hubungan yang tidak harmonis antara Rektor UI dengan Majelis Wali Amanat (MWA). Informasi yang disampaikan adalah Rektor UI sudah membekukan MWA dan membentuk Senat Universitas (SU) sebagai organ baru dalam status sebagai PTP. Hal ini menjadi bahan perdebatan di kalangan guru besar Fakultas Hukum (FH) UI dan terdapat pro dan kontra. BEM-UI mendukung dipertahankannya keberadaan dan fungsi organ-organ penyelenggara UI berdasarkan PP 152 tahun 2000 selama proses transisi menuju terbentuknya yang baru berdasarkan RUU Perguruan Tinggi berjalan. Hilangnya keberadaan MWA serta Dewan Guru besar (DGB) serta menguatnya otoritas Rektor apabila struktur kelembagaan berbasis konsep PTP berdasarkan PP 66 tahun 2010 yang diterapkan berpotensi untuk memperlemah instrumen check and balances antar pemangku kepentingan dalam proses transisi yang sedang dilakukan kampus UI.

10. Pada pertemuan tadi siang, juga dilakukan gerakan sinis yaitu mengumpulkan sumbangan untuk makanan binatang peliharaan di rumah dinas Rektor agar biayanya tidak lagi diambil dari dana masyarakat (termasuk SPP dari mahasiswa).

Berikut ini adalah pendapat saya pribadi (bukan dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Ui ataupun anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Universitas Indonesia) berkaitan dengan acara tadi siang :

1. Dalam teori ilmi sosial, setiap gerakan maupun lawan dari gerakan tersebut, pasti mengusung agenda atau kepentingan tertentu. Rektor UI dan kelompok pendukungnya pasti punya kepentingan, dan tentu saja gerakan moral seperti ini juga punya kepentingan. Banyak pihak punya kepentingan. Tentu saja kita harus cermat dan jernih dalam menganalisis kepentingan-kepentingan tersebut. Saya memahami jika ada pihak yang sinis dengan sosok Effendi Gozali atau Ade Armando dalam gerakan ini (walaupun masih dipertanyakan juga), tetapi setidaknya moral-support yang ditunjukkan oleh 3 (tiga) dekan, yaitu FKUI, FEUI, dan Fasilkom-UI memberikan semacam “jaminan” mengenai kemurnian gerakan ini. Tetapi walaupun demikian, kawan-kawan mahasiswa terutama pengurus BEM-UI tetap harus kritis, dan tetap berada di koridor perjuangan yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI, dan hati-hati jangan sampai ditunggangi oleh pihak manapun.

2. Pihak luar sebaiknya menahan diri untuk tidak mencampuri dulu apa yang terjadi di kampus UI ini, termasuk organisasi Ikatan Alumni UI, karena memang organisasi ini berada di luar struktur UI. Sejatinya Iluni UI memberikan dukungan terhadap upaya-upaya pembenahan yang dilakukan di dalam UI, atau dengan kata lain keberpihakan Ikatan Alumni Ui haruslah kepada perbaikan, bukan kepada sosok atau personil tertentu. Kampus UI juga sedang mengalami proses pembelajaran yang sangat berharga.

3. Apapun, setiap fakta atau pun pernyataan yang disampaikan oleh pihak manapun, tetap harus disikapi dengan kritis. Kebenaran akan tetap sebuah kebenaran, dari manapun datangnya. Jangan sampai kita termakan isu atau rumor yang tidak jelas dari mana asal-usulnya.

4. Saya yakin, apa yang terjadi di UI saat ini, kemungkinan besar juga terjadi di berbagai kampus lain, tetapi mungkin belum terungkap ke permukaan. Mudah-mudahan apa yang terjadi di UI ini bisa menjadi pembelajaran untuk berbagai kampus di Indonesia ini.

Salam
Riri Satria

Be the first to like this post.

Ditulis oleh RIRI SATRIA (ketua Iluni Fasilkom).-

September 12, 2011 pada 9:29 pm

16 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Terima kasih Mas Riri atas tulisannya. It makes me clear to know what is actually happened with Universitas Indonesia :-) Bookmarked!

    AMYunusSeptember 14, 2011 pada3:08 pm

UI Tidak Untuk Dijual

Pendidikan Dasar Kapasitas – Trust Fund
UI Tidak untuk ‘Dijual’
Dikirim pada tanggal 6 September 2011 oleh bectrustfund 0

Kompas, Halaman 12 (2)
Profesor Emeritus Emil Salim dari Universitas Indonesia (UI) telah bergabung dengan paduan suara profesor dan dosen mengkritik keputusan terakhir rektor universitas untuk memberikan doctor honoris causa penghargaan untuk Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. Emil meminta rekan-rekannya untuk bekerja dan berkontribusi terhadap pembangunan negara itu dengan seluruh hati mereka dan bukan untuk tujuan komersial.
Pendidikan Dasar Kapasitas – Trust Fund
Pendidikan Dasar Kapasitas – Trust Fund
UI Tidak untuk ‘Dijual’
Dikirim pada tanggal 6 September 2011 oleh bectrustfund 0

Kompas, Halaman 12 (2)
Profesor Emeritus Emil Salim dari Universitas Indonesia (UI) telah bergabung dengan paduan suara profesor dan dosen mengkritik keputusan terakhir rektor universitas untuk memberikan doctor honoris causa penghargaan untuk Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. Emil meminta rekan-rekannya untuk bekerja dan berkontribusi terhadap pembangunan negara itu dengan seluruh hati mereka dan bukan untuk tujuan komersial.

UI Tidak untuk ‘Dijual’

Katakan TIDAK pada tirani di UI

Yth para Dosen, Mahasiswa, Alumni Universitas Indonesia dan masyarakat umum yang pro-keadilan..

Katakan TIDAK pada tirani di UI.

Hadiri pidato

Guru Besar Prof. Dr. Emil Salim,

di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,

hari Senin, 5 September 2011,

mulai pukul 10 pagi

“Sengkarut Rektor, Raja dan Ruyati”

Ikuti aksi menaruh batu di Rektorat UI tuliskan TKI/TKW utk mengingat penderitaan pahlawan devisa kita di Arab Saudi.

Salam,
Gadis Arivia

Guru Besar UI Mantap Gulingkan Rektor Gumilar Sumantri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah guru besar Universitas Indonesia (UI) akan menggelar pertemuan untuk mematangkan rencana menggulingkan rektor UI Gumilar Sumantri. Rencananya, pertemuan akan digelar di kediaman Prof Emir Salim.

“Dari internal UI hari ini sebagian guru besar yang sepakat dengan wacana itu akan berkumpul di kediaman Prof Emil Salim,” kata Guru Besar Sosiologi UI Thamrin Amal Tamagola, saat dihubungi , Kamis (1/9/2011).

Selain mematangkan rencana menggulingkan Gumilar, pertemuan ini juga akan diberdayakan untuk menjaring dukungan bagi civitas akademi UI lain.

“Sampai saat ini sebagian besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga sudah memberikan dukungan mereka sepakat untuk menggulingkan Gumilar,” katanya.

Dukungan penggulingan, ujar Thamrin, Gumilar juga sudah disetujui oleh alumni UI yang tergabung di Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI).

“Mereka akan menggelar aksi menumpuk batu didepan rektorat yang bertulis nama TKI kita yang dipancung di Saudi Arabia,” tegas Thamrin.

Untuk diketahui wacana penggulingan Gumilar dipicu oleh pemberian gelar Doctor Honoris Causa bidang kemanusiaan kepada Raja Abdullah di Istana Al Safa, Saudi pada tanggal 21 Agustus 2011 lalu. Setelah pemberian gelar itu reaksi muncul pada internal UI. Gumilar dinilai tidak peka terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia akibat dipancungnya TKI Ruyati binti Satubi di Arab Saudi.

Apalagi pemberian gelar tersebut dilakukan Gumilar tanpa sepengetahuan civitas akademi Ui. “Gumilar itu tidak mengerti suasana kebatinan kita yang masih sangat sakit akibat tindakan kejam Saudi kepada TKI kita,” ujar Thamrin.

Penulis: Vanroy Pakpahan  |  Editor: Widya Buana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Bike to Campus Alumni FTUI

Tim Advance Bike to Campus for Alumni of Manminsib, dbp Ardin Ichwan sabtu 05 Maret telah mulai menyusuri trayek di UI baik ringroad maupun track for bikers yg akan dilalui tgl 27Maret 2011 dua minggu lagi.

Usulan FUN WALK:
Dari Dekanat FTUI,
menyusur kekanan kearah Fak Ekonomi.
Kekanan lagi lewat Engineering Center,
Menuju Jembatan TEKSAS (Teknik Ekonomi Sastra dan Sosial).. Pemandangan indah disini.
BAiknya semua bawa digital camera buat fotow memotow.
Lalu tembu ke FIB (Ilmu Budaya). Kekiri nuju Pusat Studi Jepang tembus jalan kekanan arah Fasilkom. Traverse DRPM Science Park disamping dananu seb balairung. Istirahat fotow2 lagi krn pemandangan bagus arah perpustakaan dan masjid diseberang danau… besok diterusin deh..

Lihat video (maaf bsk baru diisi…)

Training UKM Sukabumi

Program Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satunya proyek pengmas dosen dari FTUI adalah Training pembuatan Rancangan Bisnis dipimpin oleh:
Bapak Hendri DS Budiono
Dosen DTM-FTUI. Pelaksanaannya diatur oleh timnya beberapa orang diantaranya Dedi Rahmat, Dedi Heri dan M. Reza. Sedangkan pelaksanaannya dari tgl 16 s/d 18 Feb 2011.
Saya berpartisipasi dihari pertama untuk Ice-braking jam 9-12.
Seperti biasa, saya ambil video para peserta dari Sukabumi, diantaranya ada tiga wanita.

Wisuda UI 05Feb2011

Lulusan program pendidikan akademik jenjang sarjana reguler UI semester gasal 2010-2011 berpredikat cumlaude ada 111 orang.-
Lulusan program Doktor yang ikut wisuda semester gasal 2010-2011 ada 54 orang 7 diantaranya dari Fak Teknik. Cumlauder Doktor dari FTUI yaitu:

DR Nahry

LUARBIASA…. Selamat utk bu Nahri dari Dep Tek Sipil.-

Coba tebak berapa IP nya ?

Tebak dulu dong berapa ?

Nih ya… tiga koma sembilan sembilan…

Nyaris bo’… nyaris empat.-

-0-

Berikut ini adalah berita salinan dari bisnisdotcom.

DEPOK: Universitas Indonesia hari ini meluluskan 3.498 wisudawan dari berbagai program studi di Balairung UI Kampus Depok, yang dipimpin langsung oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, di Balairung UI Kampus Depok.

Mahasiswa yang diwisuda pada tahun akademik 2010/2011 ini berasal dari program profesi, spesialis, magister, dan doktoral, serta program sarjana dan diploma/vokasi semester gasal.

Vishnu Juwono, Kepala Kantor Komunikasi UI, menuturkan para wisudawan tersebut sebanyak 203 orang dari program profesi, 143 program spesialis, 1.061 program magister, dan 67 wisudawan dari program doktor.

Pada upacara wisuda kali ini, katanya, sebanyak 28 wisudawan dari program profesi mendapatkan predikat cumlaude, dengan IPK tertinggi 3,80, diraih oleh Mario Hertanto dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Adapun, lulusan termuda  adalah Theodorus Hedwin Kadrianto, yang berhasil menyelesaikan studinya di FKG pada usia 22 tahun 7 bulan.

Sebanyak 12 wisudawan program spesialis, lanjutnya, meraih predikat cumlaude, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi mencapai 3,88 diraih oleh Dina Fauzia dari Fakultas Kedokteran.

Adapun, 127 wisudawan program magister meraih predikat cumlaude dan IPK 4.00 (IPK sempurna) diraih oleh Aini Suri Talita dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Pande Nyoman Laksmi Kusumawati dari Fakultas Ekonomi.

Pada program doktor, sebanyak enam wisudawan mendapatkan predikat cumlaude, dan IPK tertinggi diperoleh Nahry dari Fakultas Teknik dengan IPK 3,99.

Vishnu menuturkan acara wisuda dibagi dalam beberapa tahap dari pagi hingga sore. Untuk acara pukul 14.00-16.00 WIB,  UI akan mewisuda 1.072 peserta program sarjana reguler, 29 program sarjana kelas internasional, 787 program sarjana ekstensi, dan 136 program diploma.

Pada upacara wisuda kali ini, total wisudawan berpredikat cumlaude dari program sarjana reguler sebanyak 111 orang, dengan IPK tertinggi 3,87 diraih oleh Doni Jaya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.

Adapun, wisudawan termuda diraih Linda Puspita dengan IPK 3,52 dari Fakultas Kedokteran Gigi, yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 1 bulan. (yes)

Komen EDOM

Komentar EDOM kelas Etika

EDOM adalah singkatan dari Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa. Artinya semua Dosen dinilai berdasarkan beberapa criteria evaluasi. Diantaranya tentang materi pembelajaran, Proses Pembelajaran, pengelolaan kelas dan evaluasi. Semua ini dalam system SIAK di Univ Indonesia (Sistem Informasi Administrasi dan Keuangan UI, yang ada di jaringan computer UI).

Dosen diberi rating dari 1 s/d 6. Nilai 1 berarti jelek dan nilai 6 sangat baik. Nilai saya untuk rating ini 4,9/6. Sedangkan proses pembelajarannya berlangsung pada semester ganjil 2010-2011, atau September s/d Desember 2010.

Bagus atau jelek gak begitu saya perhatikan. Toh dosen lain juga akan dapat segitu (mungkin muridnya takut takut). Tapi yang seru dibagian akhir ada komentar mhs (anonym, jadi namanya tdk kelihatan, jadi mhs berani komen yang negative sekalipun) terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Lihat saran dan komen dibawah ini. Sedikit tambahan dari saya: Keluarkanlah dan pertahankanlah GAYA ANDA.-

***

Saran, kritik, ide, dan komentar untuk kelas kuliah: Etika Enjiniring (Etika Enjiniring)

seru

-0-

semangat pak dengan segala misinya,, 🙂

-0-

pak raldi mantap! Saran: Saya masih terngiang kata2 pak prof bahwa orang2 seperti kita (mahasiswa dan dosen) yang bisa melobby dan mengajukan proposal pro-rakyat ke pihak birokrat (pemerintah). Tapi dari 12 kelompok di kelas ini, hanya sedikit yang menggunakan haknya ini dalam merencakan proyek etika terpujinya. Bahkan kelompok saya urung membuat acara di dalam teknik UI karena tidak mau ribet berurusan dengan pihak birokrat (dekanat). Saya harapkan, di kelas etijing selanjutnya, pak Prof bisa membangkitkan kepercayadiri  para mahasiswa agar tidak takut dan ragu untuk berurusan dengan pihak birokrat.

-0-

terima kasih pak raldi, terima kasih banyak pak. secara umum, saya sangat senang mengikuti perkuliahan bapak.. ada 1 hal yang mungkin bisa jadi masukan: penguatan aspek teori tentang etika enjiniring. selama ini, yang saya lihat bapak hanya menitik beratkan kuliah pada praktik, group projek, dan sebagainya. namun teori tentang etika enjiniring itu sendiri kurang mendapat perhatian. itu saja dari saya pak, terima kasih banyak. wassalam wr wb.

-0-

terima kasih banyak pak sudah oke deh prof.raldi mengajarnya. Mata kuliah yang sangat berbeda metode belajarnya,tetapi asik,inspiratif dan banyak membuka wawasan yang tidak pernah terpikirkan sebelumny sistematika pembelajaran baik Menurut saya, metode pembelajaran yang diterapkan sudah sangat baik. Saran saya, akan lebih baik lagi jika dalam pembelajaran Etika Engineering, dosen memberikan materi-materi yang mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan.

-0-

Terima kasih. kelas yang mengasyikan pak raldi hebat, suasana kelas jadi gak motonon. kelas jadinya asik terima kasih atas ilmunya pak…^^v Materi yang kami dapat hampir 100% praktek lapangan, akan terasa cukup kontras jika dibanding dengan kelas sebelah. akan lebih baik jika disisipi dengan materi teori yang mendukung penerapan praktek. terima kasih kuliahnya asik bgt pak, suasananya fun bgt 🙂 oiya, yg lebih penting adalah dari perkuliahan ini banyak sekali memberikan manfaat pada mahasiswa, lebih lagi bagi para masyarakat marginal. excelent. .. . . . dosen seperti ini yang semestinya dipertahanin sama ui….

-0-

senang pernah merasakan belajar dengan dosen seperti Pak Raldi

Pohon Baobab di UI

Pohon Baobab diyakini mempunyai daya regenerasi tinggi. Pohon yang tumbangpun, selama masih menyentuh tanah, hampir dipastikan akan tetap hidup dan bertunas kembali (dari majalah TEMPO 22-28 Nov 2010). Lihat videonya.-

Itulah sebagian kecil keistimewaan Ki Tambleg (nama pohon Baobab) yang membuat Gumilar (Rektor UI) kesengsem. Rektor tak segan turun tangan agar Ki Tambleg hidup di UI. Sudah 7 yang direlokasi dari Subang Jawa Barat sejak September lalu. Gumilar menambahkan kandungan air Baobab bisa mencapai 70% dari berat tubuhnya. Iu belum termasuk kemampuan menyerap air sebagai sumber persediaan makanan.

idup di UI. “Pohon ini,” kata Gumilar, Selasa pekan lalu, “adalah jawaban atas ancaman terhadap keamanan pangan di masa depan.” Sehari sebelumnya, prosesi serupa digelar untuk menegakkan ki tambleg seberat 80 ton.

Kini sudah tujuh ki tambleg yang direlokasi dari Subang, Jawa Barat. Pemindahan lima pohon ki tambleg dilakukan sejak September lalu. Tak aneh jika batang-batang raksasa ki tambleg itu telah bertunas. Kelimanya bisa dilihat berdiri melingkar di halaman depan gedung rektorat. Adapun sisanya, itu tadi, di halaman belakang gedung yang sama. Proses relokasi belum selesai lantaran masih ada tiga pohon lagi yang akan dipindahkan ke UI. “Ini rekor dunia. Belum ada yang memindahkan pohon sebesar ini, apalagi hingga sepuluh,” kata Gumilar antusias.

Ukuran pohon yang direlokasi ke UI jauh dari ukuran sebenarnya saat tumbuh di Subang. Satu dari dua pohon yang ditanam terakhir mempunyai berat 135 ton, dengan tinggi 17 meter dan diameter batang 4,7 meter. Satu lagi setinggi 14 meter dan beratnya 45 ton. Tapi, untuk kelancaran pemindahan, pohon itu terpaksa dipangkas. “Setelah dipangkas, beratnya jadi 80 ton dan 35 ton dengan tinggi 12 meter,” kata Maryanto, konsultan proyek pemindahan ki tambleg.

Menurut Maryanto, ki tambleg yang dia relokasi sangat istimewa. Ki tambleg mempunyai ukuran batang yang besar dan kokoh. Batang pohonnya lunak, hampir sama dengan batang pohon kelapa. Daunnya hijau dengan lebar setara telapak tangan anak usia dini. “Kadar air dalam kayunya sangat tinggi,” kata Maryanto. Beberapa di antaranya diperkirakan berumur seratusan tahun.

Gumilar menambahkan, kandungan air baobab bisa mencapai 70 persen dari berat tubuhnya. Itu belum termasuk kemampuan menyerap air sebagai sumber persediaan makanan. Daun pohon ini dapat digunakan untuk lalap atau sayur. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk membuat tali, bahkan pakaian. Pohon ini ditengarai juga mengandung zat-zat yang dipergunakan sebagai obat tradisional.

Di Eropa, buah pohon baobab telah diterima luas sebagai produk alam. Dagingnya diproduksi dalam kemasan bubuk yang khusus dipergunakan masyarakat sebagai penambah bahan untuk mengolah sup dan berbagai makanan olahan lain. “Ini pohon masa depan,” kata Gumilar.

Suatu waktu Gumilar membawa pulang buah baobab. Di rumahnya, buah yang asam itu diolah sendiri. Gumilar membuat dua hidangan: satu sup asin, satu lagi sup manis. “Yang manis saya campur kurma,” katanya. Hidangan buatannya itu dimakan ramai-ramai dengan wartawan. Hasilnya? Kedua sup itu ludes. “Istri saya sampai bilang ke mereka, �Kalian mau saja dijadikan kelinci percobaan,'” kata Gumilar berkelakar.

Pakar buah tropis, Reza Tirtawinata, pernah membawa buah baobab dari Angola, Afrika. Masyarakat setempat memang terbiasa mengolah buah yang disebut imbondeiro ini sebagai minuman segar atau campuran es krim. “Tapi nilai ekonominya tidak ada,” kata doktor dari Institut Pertanian Bogor ini. Di Angola, baobab tumbuh liar dan tidak dipelihara. Tentang kandungan nutrisi buah baobab yang luar biasa, Reza tak membantahnya.

Ide pemindahan baobab ke UI tercetus pada awal 2008. Saat itu, Gumilar sedang berada di Jerman. Satu artikel koran berbahasa Inggris membuatnya penasaran. Lebih-kurang isinya menuturkan kandungan nutrisi buah baobab. “Buah istimewa ini dijuluki superfruit,” kata Gumilar.

Pohon baobab diyakini mempunyai daya regenerasi tinggi. Pohon yang tumbang pun, selama masih menyentuh tanah, hampir dipastikan akan tetap hidup dan bertunas kembali. Salah satu buktinya dirasakan Gumilar saat pohon di depan gedung rektorat tersambar petir. “Lihat, pohon ini pernah disambar petir, tapi tetap tumbuh daunnya,” kata Gumilar seraya menunjuk pohon raksasa itu.

Pucuk dicita, baobab pun tiba. Gumilar mendapati puluhan baobab raksasa tumbuh di Subang. Dua tempat hidup baobab itu merupakan ladang tebu milik PT PG Rajawali II dan lahan milik PT Sang Hyang Seri. Setelah membahasnya bersama, kedua perusahaan bersedia menghibahkan pohon-pohon baobab kepada UI.

Lalu bagaimana baobab sampai ke Indonesia? Baobab di kawasan Subang diperkirakan ditanam pemerintah kolonial Belanda lebih dari 160 tahun lalu. Bahkan yang lebih tua dibawa para pedagang dari Timur Tengah yang menyebarkan Islam. Selain di Subang, kita bisa melihat baobab raksasa di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Kebun Raya Purwodadi, Jawa Timur, dan di Nusa Tenggara. “Jumlahnya puluhan saja,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Purwodadi Tuladi.

Peneliti Kebun Raya Purwodadi, Deden Nudiana, menyatakan baobab tidak bisa tumbuh di sembarang tempat. Pohon dari kerabat randu-randuan ini hanya cocok tumbuh di daerah kering atau tepatnya daerah beriklim monsun kering. “Iklim yang tidak cocok bisa membuat baobab tidak berbuah,” katanya. Setahu dia, baobab di Kebun Raya Bogor, yang ditanam berbarengan dengan di Purwodadi pada 1950-an, belum bisa menghasilkan buah lantaran pengaruh cuaca.

Tapi itu bisa berbeda dengan Depok, yang berdekatan dengan Jakarta. Gumilar mengatakan kehadiran ki tambleg di UI mempunyai peran penting. “Baobab kami gunakan untuk konservasi dan riset,” kata Gumelar. Ia yakin berbagai khasiat, fungsi, dan karakteristik baobab berpotensi menjawab masalah manusia di masa depan. Kini krisis pangan sudah di depan mata akibat isu pemanasan global, perubahan iklim, dan pertambahan penduduk yang terus meningkat. Jika dimanfaatkan, Gumilar yakin, ki tambleg akan menjadi salah satu tumpuan dalam mempersiapkan nutrisi, kalsium, bahan pangan sayuran, dan pengembangan obat-obatan herbal.

Proyek ambisius itu masih harus melalui ujian panjang. Sementara ini, kesulitan yang sudah harus dihadapi adalah semua hal yang berkaitan dengan proses pemindahan pohon-pohon itu. Satu pohon memerlukan enam hari. Selain crane, dibutuhkan truk trailer beroda 26 untuk pengangkutan dari Subang, yang menempuh jarak 135 kilometer selama 17 jam. Biayanya bisa mencapai Rp 100 juta.

Rudy Prasetyo, Ananda Badudu (Depok)

Indonesia Japan Joint Symposium

The 4th IJJSS will be held on September 29 – October 1, 2010 at Bali, Indonesia, which Universitas Indonesia as the host of this symposium. This event is a continuation of the same two previous events, started at 2004 as realization of agreement between Chiba University and Universitas Indonesia. This symposium will provide an occasion to share and discuss various issues in comprehensive coverage of scientific and technology.

http://www.dailymotion.com/video/xf1538_indonesia-japan-joint-symposium-ijj_school

Youtube version, uploaded a bit late.-

The main objectives of this event are to provide a meeting that will enforce progress, stimulate growth and advance the state of knowledge between students and researcher from universities in Japan and Indonesia. Also, this event provides a forum for discussion of new ideas, research, development and applications, including techniques and methods to stimulate and inspired pioneering works.

Keynote Speech

Keynote Speaker I

Brief History of Autonomous Flying Robots at Chiba University

By Prof. K.Nonami, Department of Mechanical Engineering, Chiba University, 1-33 Yayoi-cho, Inage-ku, Chiba 263-8522, JAPAN

nonami@faculty.chiba-u.jp

ABSTRACT

The advance in robotics has boosted the application of autonomous vehicles to perform tedious and risky tasks or to be cost-effective substitutes for their human counterparts. Based on their working environment, a rough classification of the autonomous vehicles would include unmanned aerial vehicles (UAVs), unmanned ground vehicles (UGVs), and autonomous surface vehicles (ASVs). This paper presents the recent activities for this autonomous robots area including autonomous manipulator robots at Chiba University.

Keywords—Unmanned Aerial Vehicles and Micro Aerial Vehicles (UAVs and MAVs), Unmanned Ground Vehicles (UGVs), Autonomous Surface Vehicles (ASVs),Autonomous Dual Manipulator Robot.
BIOGRAPHY
Dr. Kenzo Nonami received Ph.D. degree in Mechanical Engineering in 1979 from Tokyo Metropolitan University. He joined Chiba University as an assistant professor from 1980 to 1985. He was a research scientist and a senior research scientist at NASA in USA from 1985 to 1988 during two years. After that he became an associate professor from 1988 to 1994. Since 1994, he has been a full professor in Department of Mechanical Engineering and Department of Electronics and Mechanical Engineering at Chiba University. Dr. Kenzo Nonami is in charge of the Vice President of Chiba University from April 1, 2008. His duties are a research and an internationalization promotion. His recent research interests are Fully autonomous unmanned small-scale helicopters, Micro aerial vehicles, Autonomous hexapod walking robot, Autonomous intelligent mobile robots with wheels, Autonomous dual manipulator and hand systems, Unmanned autonomous boats, Flywheel energy storage system powered electric vehicle, Motion and vibration control for robotics and mechatronics.

Keynote Speaker II “Indonesian Energy Balance Strategy in the future Based on Local Characteristics and Condition”, by Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer DEA and Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng., Department of Mechanical Engineering, Universitas Indonesia.
ABSTRACT

Future energy strategy of a country such Indonesia, should have to considere many local characteristics and condition. The problems must be explored and discussed from many points of view. The most important one, is in the supply sides, which is mainly nowadays supported by a fosil fuel such as oil, gas and coal. The availability of resources is limited and the environment impact due to the greedy exploitation and exploration, sometime could not be afforded by the local condition. The renewable resources such as biofuel, as well as solar and wind, must be developed faster in the industrial level

From the demand side (application and user) another characteristic appear. Mostly Indonesian industry were build in Java island, almost 60% of population (144 million people) also stay in Java Island, so as a consequence consumption of energy 80% is in Jamali island (Java, Madura and Bali). It means eventhough there are a lot of coal resources in Sumatra and Kalimantan, a very long transportation should be prepared to many location in Java island. As a matter a fact user in household, transportation and industry, would rather contribute their behavior in imbalancing the strategy. New energy including Nuclear, OTEC, tidal and other, in the next utilisation, must be taken into account due to many local potential in remote region.

Balance in considering many factors should be considered for the next 10 to 15 years in the future. Domestic utlisation of resources seems more important than that of income of the country from exporting natural resources.
BIOGRAPHY
Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer DEA— is a professor in Mechanical Engineering Department Faculty of Engineering University of Indonesia. He was born in Jakarta, 21 September 1954, and graduated in mechanical engineering FTUI in 1978. He finished the master’s education sector Energetics in Ecole Nationale Superieure de Mecanique et Aeronautique (ENSMA) – POITIER FRANCE in 1981, and Docteur-Ingenieuer in the field of Heat Transfer in Universite De Paris XII in 1985.

Beside served as professor in University of Indonesia, he is also active in writing scientific publication. Several scientific publications produced by him, among others, Combustion Study of Non-Carbonized Coal Briquette, Hydraulics Transport of Mud Slurry Flows in a Spiral Pipe, Research and Business Development Baby Incubator, Development of Broiler Chicken Compartment Heating System (DOC) Using Insulated Burner, Influence of Convection Fluid Heat Transfer Coefficient Convection with Nano-Particle Suspension Water (A12O3) on Fintube Heat Exchanger, Waste Peltier Element Two-Storied on the Application of Vaccines Box, the Increase of Film Condensation Heat Transfer Coefficient on a Vertical Cylindrical Condenser with Nanofluida A12O3 – Water as Cooling Fluid, Exergy Analysis of Steam Power Perfomance By Utilizing Thermal Plant Waste to Elect.

His first book was about computers and published in 1988. Then, the second book was published in 1994 titled Sistem dan Aliran Dua Fase (Two Phase System and Flows), and there was another books written in Heat Transfer field. He wrote proximally 40 national papers, and 4 international papers. He has given Heat Transfer lecture since 1985 and finished it in 2004. He also experts in Measurement Techniques, Research Methodology, and this year he gives Engineering Professional Study lecture. In 2006, he started produce medical equipments (Baby Incubator), and until July 2007 he has produced 30 incubators.

Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto M. Eng— is Professor at the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia. Born 13 July 1961 in Jakarta, he completed his Bachelor in Mechanical Engineering at FTUI in 1985. Then he completed his Master and Doctoral degree at Mechanical Engineering Department, Hokaido University, Japan in 1991 and1994 respectively.

He started his research and study since receiving research fund from study of Pertamina lubricant product profile (1995), research fund from Osaka Gas Foundation (1995). In 2000, research on Biofuel was started with his colleagues from BTMP-BPPT. In 2004 with his colleagues from Gas Petrochemicals Engineering he started research on BIOADITIVE and continued with BIOGASOLINE. In the year 2006, with colleagues from Transportation laboratory department of civil engineering, study of SPBU-SPBG master plan policy from DKI Jakarta City Planning Department was started.

His teaching career was started since 1986. Now he is still teaching internal combustion engine in Mechanical Engineering Department Universitas Indonesia. There are a lot of his works in either Journals or International and National Presentation such as Fire Safety Improvement of Rumah Toko Building by Smoke Shaft Systems; Flame Height of The Propane Flame Lift-Up; The Effect of Additional LPG in 4-Stroke Motor Cycle Engine Performance; Study of Biodiesel of Coconut and Corn Ethyl Ester Use by Processing with The Processor Series type in Diesel Engine Performance; The Influence of Additive Fuel and Lubrication for Gasoline Engine Performance and Exhaust Emissions, The 7th QIR 2004, QIR-FTUI-2004; “Analisa Hasil Uji Petik Emisi Kendaraan Lama di Jakarta ( Analysis of Old Vehicle Emission Result in Jakarta ) “, Jurnal Teknologi Desember 2004, FTUI – 2004; “Study Of Energy Alternative and Low Emissions Vehicle for Dual fuel Indirect Fuel Injection System”, Proc.Indonesia-Japan Joint scientific Symp.2004,Chiba University 20-22 Oct.2004; “Effect of Oxygenate as a Fuel Additive on VCR Engine Performance”, ICEE-2007,10-11 May 2007, Phuket Thailand; and a book titled “Buku Motor Pembakaran Dalam (Book of Internal Combustion Engine)”, Bambang Sugiarto ISBN: 979 97726-7-2.

Keynote Speaker III “Wearable Antennas for Body-Centric Wireless Communications “, by Prof. Takashi Ohira, IEEE Fellow, Toyohashi University of Technology (TUT), Japan
BIOGRAPHY Koichi Ito was born in Nagoya, Japan and received the B.S. and M.S. degrees from Chiba University, Chiba, Japan, in 1974 and 1976, respectively, and the D.E. degree from Tokyo Institute of Technology, Tokyo, Japan, in 1985, all in electrical engineering. From 1976 to 1979, he was a Research Associate at the Tokyo Institute of Technology. From 1979 to 1989, he was a Research Associate at Chiba University. From 1989 to 1997, he was an Associate Professor at the Department of Electrical and Electronics Engineering, Chiba University, and is currently a Professor at the Department of Medical System Engineering, Chiba University. From 2005 to 2009, he was Deputy Vice-President for Research, Chiba University. From 2008 to 2009, he was Vice-Dean of the Graduate School of Engineering, Chiba University. Since April 2009, he has been appointed as Director of Research Center for Frontier Medical Engineering, Chiba University. In 1989, 1994, and 1998, he visited the University of Rennes I, France, as an Invited Professor.

His main research interests include analysis and design of printed antennas and small antennas for mobile communications, research on evaluation of the interaction between electromagnetic fields and the human body by use of numerical and experimental phantoms, microwave antennas for medical applications such as cancer treatment, and antenna systems for body-centric wireless communications.

Professor Ito is a Fellow of the IEEE, a Fellow of the IEICE and a member of AAAS, the Bioelectromagnetics Society (BEMS), the Institute of Image Information and Television Engineers of Japan (ITE) and the Japanese Society for Thermal Medicine. He served as Chair of the Technical Group on Radio and Optical Transmissions, ITE from 1997 to 2001, Chair of the Technical Committee on Human Phantoms for Electromagnetics, IEICE from 1998 to 2006, Chair of the IEEE AP-S Japan Chapter from 2001 to 2002, TPC Co-Chair of the 2006 IEEE International Workshop on Antenna Technology (iWAT2006), Vice-Chair of the 2007 International Symposium on Antennas and Propagation (ISAP2007) in. Japan, General Chair of iWAT2008, Co-Chair of ISAP2008 and an AdCom member for the IEEE AP-S from 2007 to 2009. He currently serves as an Associate Editor for the IEEE Transactions on Antennas and Propagation, a Distinguished Lecturer for the IEEE AP-S, and Chair of the Technical Committee on Antennas and Propagation, IEICE. He has been appointed as General Chair of ISAP2012 to be held in Nagoya, Japan in 2012.

Keynote Speaker IV ” Wavelet Transform as a Tool in Signal Processing: Its application in Medical Images “, by Prof. Dadang Gunawan, Wireless and Signal Processing (WASP) Research Group, Electrical Engineering Department – University of Indonesia.
ABSTRACT

Nowadays signal processing has been created a significant effect. Signal processing can be found everywhere: in home appliances, in Cell Phone, TVs, Automobile, GPSs, Modem Scanner, and All kind of Communication Systems and Electronic Devices, and even in Medical Equipments. Technological advancement in recent years has proclaimed a new golden age for signal processing [1]. In medical imaging, the application of signal processing i.e. Digital Signal Processing (DSP) is also having a major impact on advancing the state of the art. The advantages of DSP are well established: They operate in real time, they are highly reliable, and they are very energy efficient. They are also relatively inexpensive [2]. One of tool in signal processing is transform, i.e., wavelet transform. The wavelet transform has become a popular for performing in many applications, including image processing; especially in removing noise, smoothing, segmenting, feature extraction, interpolating, pattern recognition, etc., from images. This paper describes the results of previous work and research is being done related to the wavelet transform of its applications in medical imaging

BIOGRAPHY

Professor Dadang Gunawan holds a Doctor of Philosophy (PhD) in Electrical & Electronics Engineering from University of Tasmania, Hobart–Australia, graduated in 1995. He holds a Master of Engineering (M.Eng.) in Electrical Engineering from KEIO University, Tokyo–Japan, graduated in 1989. And, he also holds Insinyur Degree (Ir.) from University of Indonesia, graduated in 1983. In 2004, he promoted to be a permanent professor in Electrical Engineering Department University of Indonesia

Since 1983 till now, he served as a Lecturer in Electrical Engineering Department University of Indonesia. His interested areas include Signal Processing and Wavelet Transform, Image and Video Compression, Coding and Transmission, Audio and Speech Coding, Magnetic Resonance Imaging, Object Classification, Signal Recovery, Noise Cancellation, Wireless and Multimedia Communication

From 2008-now, professor Dadang served as the Head of Telecommunication Laboratory Electrical Engineering Department University of Indonesia. From 2004-07, he served as the Vice Director for Academic Venture Institution Faculty of Engineering University of Indonesia. From 2000- 2004, he served as the Vice Dean for General administration & Finance Faculty of Engineering University of Indonesia. From 1998-2000, he served as Secretary of Postgraduate Electrical Engineering Study Program University of Indonesia. From 1996-98, he served as the Assistant for Academic of Head Electrical Engineering Department University of Indonesia

Since 1998 till now, he served as Reviewer of Journal Technology Faculty of Engineering University of Indonesia and Quality of Research Faculty of Engineering University of Indonesia. He served temporarily as reviewer for National & International Seminar/Conferences. He also served temporarily as reviewer for Dissertation of Doctor in Bandung Institute of Technology, and some of overseas University

Prof Dadang has published over one hundred papers in National & International Journal, Proceeding of Seminar/Conferences as either first Author or second and third Authors.

Professor Dadang’s awards include the award of services Satyalencana Karya Satya XX; Multi Years Research Grand Award of University Research for Graduate Education (URGE) Higher Education of Directorate General Ministry of Education & Culture Republic Indonesia; Research Grand from TORAY Indonesia. The Best Researcher 1995 Awards, for research activity in Science and Engineering, University of Indonesia; The Best of Selected Publish in International Journal 1995 Awards, University of Indonesia; Finalist of the Young Researcher 1995/96 Awards, the Indonesia Institute of Science & Technology (LIPI).
Professor

PSK Pusat Sate Kiloan

Kayanya ini restoran yang baru buka di Depok. Tempatnya persis di depan UI, kalau dari arah Jakarta persis sebelum fly-over sebelah kiri maka akan ada restoran PSK ini. Tentu spesialis kambing dong… ada tongsen gule dan sate kambing. Pastinya ada ayam juga.

Jadi kesitulah para dosen DTM tadi siang makan berhubung ada yang traktir ulang tahun yaitu…

Prof Budiarso.

Kita ucapkan selama ulang tahun semoga selalu sehat dan panjang umur. walaupun konon kabarnya KTP nya sudah berlaku seumur hidup ?

Mari kita lihat videonya.-

UI Rangking 201 SMS Rektor

SMS dari Rektor UI.-

Thursday October 8, 2009; 09.41 AM.-

UI updated news:

1) Hari ini rangking THESS direlease, UI hampir masuk 200 besar dunia, yaitu rangking 201 (tahun 2007 rangking 393, tahun 2008 rangking 287 dan tahun ini rangking 201, dengan demikian lompat melampaui 86 PT kelas dunia);

2) Rangking UI di Asia, dengan demikian, naik dari 50 menjadi 34, serta di tingkat ASEAN naik dari 6 menjadi rangking 5;

3) Hasil audit eksternal UI oleh akuntan publik ternama dinyatakan memperoleh opini tertinggi, yaitu clean opinion. Salam, Gumilar Rusliwa Somantri.-

***

According to the Quacquarelli Symonds (QS).com “Asian University Rankings” 2009, University of Indonesia (UI) is the best ranked institution from Indonesia, placed among the World’s top 50 list. Eight Indonesian universities are ranked among the Asian Top 200:

  • University of Indonesia – 50th
  • Gadjah Mada University (UGM) – 63rd
  • Bandung Institute of Technology (ITB) – 80th
  • Bogor Institute of Agriculture (IPB) – 119th
  • Airlangga University – 130th
  • Diponegoro University – 171st
  • Sebelas Maret University – 171st
  • Brawijaya University 191st

WEBOMETRICS

Gadjah Mada University was also ranked 1st in the nation and 57th in Asia, according to the Webometrics Ranking of Top 100 Asian Universities 2008. Institut Teknologi Bandung was ranked 76th in Asia.

List of Leading universities in Indonesia:

Public Institutions:

  • Andalas University
  • Syarif Hidayatullah State Islamic University
  • Syiah Kuala University
  • Brawijaya University
  • University of Jambi
  • Hasanuddin University
  • University of Palangkaraya
  • Tadulako University
  • Lambung Mangkurat University
  • Padang State Polytechnic
  • Jakarta State Polytechnic
  • Haluoleo University, Kendari
  • State University of Papua
  • State University of Medan
  • Sebelas Maret University
  • Electronics Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Institut Seni Indonesia
  • Institut Pertanian Bogor
  • Universitas Terbuka
  • Cenderawasih Univ
  • University of Airlangga
  • Diponegoro Univ
  • Gadjah Mada Univ
  • Uni of Indonesia
  • Universitas Padjadjaran
  • Institut Teknologi Bandung

Private Institutions:

  • Tarumanagara University
  • Trisakti Universit
  • Universitas Islam Indonesia
  • Universitas Katolik Parahyangan
  • Universitas Kristen Indonesia
  • Universitas Kristen Satya Wacana
  • Universitas Muhammadiyah Makassar
  • U of Surabaya
  • Swiss German Univ
  • Atma Jaya Univ
  • Bina Nusantara Univ
  • Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW
  • International Univ
  • Maranatha Christian Univ
  • Petra Christian Univ
  • President Univ

Bagaimana memesan SELIQUI? (6)

Berikut ini tentang pemesanan Sepeda Lipat UI.-

DAN INI DIA SEPEDA LIPAT HENDRI…

***

Bagaimana memesan SELIQUI? Juli 3, 2009

Pemesanan dapat dimulai saat ini. Siakan hubungi

Anang Saifuddin +62-81310126463, email  Anangsaifuddin@yahoo.com

Ramadita Budhi +62-‍+628161924335;  email ramaditabudhi@yahoo.com

a. Silakan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan (bisa lewat email).

b. Pembayaran Rp. 2.500.000,- dapat dilakukan dengan melakukan transfer ke rekening:

Bank Mandiri no 1570002263268  an. Hendri-Raldi  PT SUI

c. Fax, sms  atau email formulir pemesanan dan bukti transfer ke email Ramaditabudhi@yahoo.com

d. Nama dan alamat Anda akan kami catat. Silakan menunggu paling lambat 30 hari sejak formulir pemesanan kami terima.

e. Kami akan memberitahu bila SELIQUI Anda telah siap diambil.

Sebagai bentuk apresiasi kami kepada pemesan SELIQUI, 45 (empat puluh lima) pemesan pertama SELIQUI akan mendapat Certificate of Origin and Appreciation yang ditandatangani oleh Dekan FTUI. Sertifikat ini merupakan penghargaan kepada para pemesan SELIQUI karena telah membantu mendorong terciptanya technopreneur di lingkungan Fakultas Teknik khususnya dan di Universitas Indonesia pada umumnya. Sertifikat dan SELIQUI (20 buah) akan diserahkan pada puncak ulang tahun FTUI ke-45 di Depok.

Keterangan dan informasi lebih lanjut:

Ramadita Budhi +62-‍+628161924335;  email ramaditabudhi@yahoo.com

 

SELIQUI Specification Juni 27, 2009

General Folded Size 31 x 74 x 80 cm

Max Rider Weight 80 kg

Suggested Rider Height 140 cm – 180 cm

Frame and Fork Frame Steel ST 37, Hinge Double Lock (Extra Savety)

Fork Common, Steel, Black

Cockpit Handle fold designed, Hinge Double Lock (Extra Savety), Black

Saddle United, Black

Seatpost adjustable, steel

Seatclamp steel, Black

Brakes Front and Rear V-Brake, Black

Wheels Hub United, Alluminum Alloy, Black

Spokes Stainlesssteel

Rims Aluminum, 20”

Tires Kenda, Black

Transmission Derailleur Shimano Tourney RD

Freewheel Shimano 6 speed

Pedals Folding (spring), Black

Extras Kickstand side stand, Black

Paint Powder Coating, 3 Color: Yellow, Blue, and Black

Limited Edition Engineering Faculty 45th Anniversary,

Certificate of Originality

signed by Dean of Engineering Faculty

Berikut ini cara melipat:

Cuman Ber4 Ngegowesnya

Pagi2 Gagat udah ngesemes nanyain mo ngegowes, dan sy uda jawab oke dan cc ke bram henki dan heri. Spt biasa sy dtg j 7 lwt dikit but… masi sepi.

Gak lama si Iman ama anaknya Umar dateng… wuh si Umar uda gede ya. Lama gak ketemu, yg terakhir bulan puasa th lalu kali saya lihat si Umar, mu’takif kecil yg selalu i’tikaf bareng kalo bulan puasa bila sudah sampai di 10 hari terakhir.  En kemudian si bram nyusul. Rupanya balesan sms sy ke gagat gak nyampe x.-

Sambil santai ngomongin si Hery Fuad yg kena DBD digigit nyamuk hutan UI.

Lama nunggu yg lain gak dateng2, akhirnya kita berangkatlah ngider UI dengan santai. Dan ternyata banyak juga rombongan lain yg memanfaatkan sabtu yang cerah di areal UI dengan track sepedanya ini, untuk bersepeda santai seperti kami.

Video lokal kembali beraksi dengan mengambil beberapa momen di UI-wood dan jalanan hutan UI.

Si Culik ngawinin anaknye

Jaman dulu waktu kite2 pade sekole, bole dibilang jarang2 ketemu anak betawi masuk UI, teknik lagi. Nah temen kite ni tau2 nyempil ditenge orang jawe2 ama orang da’ang. Kalo kite ngomong ame jie, gini:” Lo dicariin no ama si Fulan…” temen kite ni nyautnye gini “Si Culik tu suru aje kemari jangan gue suru nyariin jie”.
Nah konyol gak tuh, semua orang dipanggil ame jie ‘Culik’.

Walhasil setelah ketauan gayenye kaya gitu, akhirnye semue pade bales dendem ame jie dengan manggil namenye “SI CULIK”.-

Betawi nyang jadi artis mah banyak. Kaya si Mandra noh.
Betawi nyang beduit mah banyak, gak heran deh tanahnya kan ribuan meter.
Betawi nyang maen lenong apelagi…bejibun.
Tapi… Betawi nyang punya pabrik…cuman jie orangnye…

IR YAHYA SALEH (M74).

Nyang beduit diantare kite banyaklah pokoknye. Tapi ni ye…kite semue kerjenye dikacungin orang mulu. Disuru-suru gitu… Nah si Culik ini sebaliknye. Jie NGACUNGIN orang mulu. Itu nyang kite pade kagum ame jie.
En tadi pagi jie ngawinin anaknye di Pia Ardia Garini Halim… en begini be yang bikin ane heran. Anaknye tu ye… cuantiiik banget boto en bahenol. Kagak kaya jie yang mirip kutu kupret begitu.-

Ni ade dikit pideonye walaupun kagak jelas tapi lumayan ada pelem begerak.

Kalo gue bilang orangnye sih kurang gaul. Abis nginternet kagak pernah. Waktu kliennye nanya email, jie kagak tau en nanya ama orang buat punya email gimane ? Orang bilang musti punye henpon blekberi. Jie langsung beli Blackbery…lumayan dari situ jie kenal email.

Nyok kite liat pabriknye…

Ni jie betawi salemba bluntas nyang patut dijadiin conto…Slamet lo Culik…

UI Raih Akreditasi Internsional

Sabtu, 13 Desember 2008 pukul 16:05:00
Universitas Indonesia Raih Akreditasi Internasional
Harian Republika (hal 19).-

DEPOK– Departemen Teknik Sipil dan Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) menorehkan prestasi besar di bidang akademis. Tim Penilaian Akreditasi Internasional ASEAN University Network-Quality Assurance mengumumkan, dua departemen tersebut telah lolos akreditasi internasional sehingga sejajar dengan universitas berkelas dunia lainnya.

Hasil penilaian disampaikan langsung oleh Deputy Executive Director ASEAN University Network, Nantana Gajaseni, kepada manajemen Universitas Indonesia yang dipimpin Rektor Universitas Indonesia, Gumilar Rusliwa Soemantri, di Lounge Area, lantai dasar Gedung Pusat Administrasi UI, Jumat (12/12).

”Implikasi dari diperolehnya akreditasi internasional ini, UI memiliki standar yang sama dengan universitas lain di dunia,” terang Gumilar. Maka itu, berbagai program pengembangan akademik, seperti transfer nilai kredit, kolaborasi riset, dan penyusunan jurnal bersama akan mudah direalisasikan.

Penilaian dilakukan pada aspek expected learning outcomes; cakupan program, spesifikasi program, rancangan kurikulum, didactic concept/teaching/learning strategy; penilaian terhadap mahasiswa, quality assurance; infrastuktur dan fasilitas, respon stakeholder.

Pengakuan internasional tersebut juga akan mendorong Indonesia menjadi pusat riset dunia dengan keunggulan komparatif yang dimiliki. Kepercayaan publik dunia, baik pemerintahan maupun industri akan muncul pula terhadap keberadaan universitas-universitas di Indonesia. Tentu saja, terang Gumilar, ini akan memperluas kesempatan putra-putri terbaik bangsa untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia.

Aplikasinya, industri-industri lokal maupun asing besar harapan akan memberikan kepercayaan lebih besar bagi universitas dalam pengembangan risetnya. Hal ini menjadikan universitas lebih membumi melalui hasil-hasil riset yang aplikatif dan digunakan oleh industri untuk masyarakat luas.

Kebangkitan bangsa-bangsa Asia, seperti Jepang dan Korea diraih melalui revolusi kebudayaan, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kuncinya terletak pada pendidikan formal yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Menurut Deputy Director Corporate Communications UI, Devie Rahmawati, langkah UI mengikuti program akreditasi internasional untuk tampil sebagai penyeimbang kekuatan dunia dalam membawa kesejahteraan dan peradaban yang lebih baik. Selanjutnya, UI menunggu akreditasi dari De La Salle University, Filipina, dan University of Malaya, Malaysia.

Sehari sebelumnya, Asean University Network (AUN)-QA Assessment menyelenggarakan workshop ‘Mekanisme Transfer Nilai Kredit antar Universitas di ASEAN’ yang dihadiri oleh perwakilan universitas dari anggota AUN, Kamis (11/12), di Sanur Room, Hotel Gran Melia, Jakarta.c84.

6 Dekan Bambang

6 dari 12 dekan di Universitas Indonesia memiliki nama depan Bambang

1. Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto M. Eng (FTUI)
2. Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono (FISIP)
3. Prof. Dr. Bambang PS Brojonegoro (FEUI)
4. Drs. Bambang Wispriyono APT Phd (FKM)
5. Dr. Bambang Wibawarta (FIB)
6. Prof.DR.drg.Bambang irawan (FKG)

Semua terpilih pada periode yang sekarang ini 2008-2012.

Semoga UI makin maju berkat ‘Bambang Bersaudara’ jadi Dekan, dan sebaiknya Rektor juga segera ganti nama jadi

Prof Dr der soz Bambang Gumilar R Somantri.-

Begitu kan lebih baik jadi solider sama Dekan-nya.

Kesan Pertama Begitu Mengesalkan..

Kelas Disain Penelitian S2 T Mesin 2007

Kelas Disain Penelitian S2 T Mesin 2007Kelas Disain Penelitian S2 Tek Mesin

********************************** 

Teks berikut ini adalah kesan-kesan dan opini dari mhs S2 Teknik Mesin FTUI terhadap mata kuliah yang saya asuh yaitu DISAIN PENELITIAN.

Tidak seluruhnya berjalan dengan smooth dan baik-baik saja. Ada juga beberapa friksi antara dosen dan mahasiswa, namun buat saya itu semua hal biasa, maklum jam terbang sudah keliwat lama dalam proses belajar mengajar. Baik atau buruk tak jadi soal, mungkin sebagian akan mengatakan, tentu yang diungkap oleh para student hanya yang baik-baiknya saja. Mereka kan takut dapat angka jelek kalo mengkritik dosennya. Itupun saya akui ada benarnya, namun lepas daripada itu, banyak yang bisa dilihat tentang suasana didalam kelas dari hanya sebuah jendela blog ini. Selamat membaca. (Raldi A. Koestoer).-

************************************ 

Kesan Pertama Begitu Mengesalkan, Ternyata…………………!!!

Nama : Subhan Nafis Npm : 0706173124.

Masih teringat ketika kali pertama masuk ke kelas desain penelitian, cukup kaget juga waktu dosen yang mengajar yaitu Prof.Dr. Raldi Koestoer langsung menyapa kita dalam bahasa Inggris. Hi How Are You Guys..? Secara serempak tanpa dikomando para mahasiswa termasuk saya menjawab: Iam fine sir, thanks you. Kami pikir itu adalah basa-basi biasa sebelum mulai perkuliahan di kelas desain penelitian jenjang pendidikan S2 Teknik Mesin di Universitas Indonesia. Ternyata bahasa Inggris jadi bahasa pengantar di perkuliahan tersebut. Sebagai seorang mahasiswa yang modal bahasa “wetan”-nya pas-pasan bahkan cenderung kurang, saya agak kerepotan juga dengan bahasa pengantar di kelas tersebut. Rasa kesal sih sedikit timbul ketika Mr. Raldi selalu berkata: “Try to talk in English”. Beliau bilang sering melihat “orang-orang pintar” dari Indonesia agak kewalahan kalau harus presentasi dalam bahasa Inggris di luar negeri. Jadi beliau menutut mahasiswa untuk aktif berbahasa Inggris. Nah ada satu lagi hal yang cukup memusingkan saya pada awal perkuliahan ini, yaitu Pak Raldi selalu menekankan bahwa penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa harus dapat berguna secara langsung bagi masyarakat, memberikan hasil nyata berupa barang jadi dan tidak hanya berupa paper-paper. Wah repot juga ternyata, bukankah seharusnya kuliah desain penelitian ini justru menekankan bagaimana mahasiswa mempersiapkan bahan untuk membuat tesis sebagai syarat kelulusan program S-2 nanti??..Tentu hal ini membuat sebagian besar mahasiswa bingung dan harus mengganti topik penelitiannya. Bukan hanya itu, tapi bagaimana kita mendapatkan biaya untuk membuat barang nyata sebagai suatu hasil penelitian. Seiring berjalannya waktu, kami para mahasiswa mulai merasakan manfaat yang sangat besar dari program yang diajarkan Pak Raldi. Banyak sekali keuntungan yang kami dapatkan, selain membuat prosedur penelitian yang baik, tanpa kami sadari pengetahuan kami dalam berbahasa Inggris juga kian meningkat. Ada satu hal yang mungkin tak akan pernah terlupakan dari Pak Raldi sebagai seorang Dosen, yaitu beliau sangat menekankan para mahasiswanya kelak menjadi orang yang cerdas tetapi juga berakhlak mulia. Bahwa hidup seseorang akan bernilai harganya jika orang tersebut berguna bagi masyarakat dan tidak membodohi masyarakat dengan melakukan tindak kejahatan seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Wah hal ini yang mungkin agak langka sekarang ini. Selain itu dengan mengikuti perkuliahan Pak Raldi kami dituntut untuk berpikir keras bagaimana sebuah penelitian yang baik dapat dilaksanankan, kalau perlu dengan biaya yang semurah mungkin, terlebih lagi biaya penelitian yang diperoleh dari APBN. Sehingga bangsa kita dapat bangkit dan mengejar ketinggalan kita dari bangsa lain, terutama kebobrokan moral yang kerap hinggap pada diri kita sebagai bangsa Indonesia. Kita akui bahwa kita sangat membutuhkan sosok-sosok Pak Raldi yang lain yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan semata namun lebih dari itu kita juga butuh bimbingan agar menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama terlebih lagi tanggung jawab kita dihadapan Allah SWT. Amiiin…..

KELASKU DI DESAIN (UNTUK MENYIAPKAN) PENELITIAN…

Tata Sutardi 0706173130.

Kesanku pada kelas ini tentunya merupakan gambaran hal yang pernah kurasakan pada saat kelas belum dimulai, saat pertama kali dimulai dan saat kelas sudah berjalan sampai saat ini. Ketika aku mengisi FRS (Formulir Rencana Studi), membayangkan kelas “Desain Penelitian” adalah kelas yang mirip dengan kelas bahasa Indonesia khususnya pada bagian penulisan karya ilmiah. Pada bagian tersebut tentunya aku akan banyak mendapatkan informasi yang cukup detil tentang penulisan suatu karya ilmiah atau tesis. Mulai dari penentuan topic, membuat latar belakang penelitian sampai dengan bagian kesimpulan atau rekomendasi, pokoknya tata cara penulisan tesis yang baik. Ketika aku pertama kali mengikuti kelas desain penelitian, mendengarkan dan mengikuti sang dosen membuatku teringat pada salah satu dosen ketika kuliah S1 dulu. Ya, aku menjadi teringat dengan bapak Dr. Kusmayanto Kadiman, ada kemiripan antara pak Raldi dengan pak Kus yang saat itu membuatku berpikir dan bertanya, apanya ya yang mirip ??. Akhirnya setelah beberapa saat, aku menemukan jawabannya, mmmhhh aku rasa karakter suaranya yang mirip. Kebetulan waktu aku kuliah S1, aku pernah mendapat training leadership dari pak Kus dengan menggunakan pengantar bahasa Inggris, jadi karakter suara pak Kus masih terasa di kepalaku. Dengan adanya pak Raldi, seolah olah memori itu terangkat kembali melalui kemiripan karakter suara dan terlebih lagi, materi yang pak Raldi berikan sering kali mengingatkan kami akan tanggung jawab moral dan sosial sebagai bagian kecil orang yang beruntung di Republik ini, bisa menikmati pendidikan sampai jenjang S2. Ketika aku mengikuti kelas desain penelitian sampai saat ini, isi perkuliahan yang terasa olehku adalah pengarahan agar kita segera menentukan topik penelitian. Pengingatan di awal masa perkuliahan ini memang cukup efektif, apalagi didukung dengan karakter Pak Raldi yang unik dan kadang-kadang membuat kami “sport” jantung dalam mengikuti kelas ini. Adanya tugas setiap minggu, khususnya tentang perkembangan rencana penelitian dan diarahkannya penelitian agar berorientasi pada produk/barang tidak sekedar tulisan, membuat kami dalam satu kelompok harus intensif berkomunikasi dan bekerja sama dalam menyelesaikan proposal penelitian yang kami usulkan. Alhamdulillah, sejauh ini kelompok kami dapat mengikuti dan menyelesaikan segala tugas dengan usaha sebaik-baiknya. Mudah-mudahan saja hasilnya juga memuaskan bagi kelompok kami khususnya. Satu hal lagi yang ingin saya tuliskan dan berkesan di kelas ini yaitu tentang kehadiran. Pak Raldi selalu menginginkan kehadiran mahasiswanya mencapai 100% dalam satu semester. Sebenarnya ini cukup berat, tapi alhamdulillah sampai saat ini aku masih bisa mengikuti 100% kuliah pak Raldi. Sampai saat ini belum ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat dapur ngebul yang bentrok dengan kuliah ini (hehehe..maklum, beasiswanya cuma pas saja. Pas mau beli laptop eh pas keluar beasiswanya hehehe..). Mudah-mudahannya ke depan juga tidak ada pekerjaan yang bentrok dengan kuliah ini khususnya. Tetapi jika pada suatu saat terjadi bentrok waktu untuk kedua hal tersebut, tentunya aku harus menghadapinya secara gentlement dan wise. Semoga kita bisa sukses dunia dan akherat dalam hidup ini…Amien..

————————— 

OPINI

Nama : Ulil Azmi NIM : 0706173143

Pada awalnya begitu saya melihat buku pedoman S2 teknik mesin saya melihat adanya satu mata kuliah yang terlihat sangat mudah yaitu Desain Penelitian. Desain penelitihan, bagi saya pribadi, cukup aneh sebagai salah satu mata kuliah yang diajarkan di tingkat program Pasca Sarjana. Hal ini dikarenakan desain penelitian merupakan satu-satunya mata kuliah yang tidak “ berbau” teknik, walaupun saya mengerti bahwa mata kuliah ini merupakan jembatan bagi para mahasiswa Pasca Sarjana untuk menulis karya ilmiah ataupun penelitian sebagai bahan tesisnya yang merupakan syarat mutlak mendapatkan gelar magister teknik (MT). Materi desain penelitian sudah didapatkan sewaktu menempuh pendidikan sarjana (S1), walaupun dengan nama yang berbeda, namun dengan materi yang sama yaitu bagaimana metodologi melakukan suatu penelitian yang baik dan benar. Olah karena itu, saya masuk untuk mengikuti mata kuliah ini dengan anggapan bahwa ini adalah mata kuliah yang mudah dan saya pasti lulus dengan mudah. Pada hari rabu, saya lupa tepatnya tangal berapa, kuliah pertama untuk mata kuliah desain penelitian dilaksanakan. Saya sempat terkejut saat mengetahui bahwa dosen untuk mata kuliah penelitian ini, yang pada awalnya menurut saya sangat mudah, diasuh oleh seorang guru besar (professor). Akan tetapi, saya lebih terkejut lagi begitu mendengar dari sang dosen bahwa bahasa yang digunakan dalam perkuliahan ini adalah bahasa yang tidak saya kuasai dengan baik dan benar yaitu bahasa inggris. Pada kuliah pertama itu juga sang dosen langsung meminta agar setiap mahasiswa mengajukan satu topik untuk dijadikan bahan penelitian. Ketika giliran saya diminta untuk mengajukan satu topik, saya langsung teringat satu hipotesis yang sangat berhubungan secara langsung dengan bidang kerja saya di pembangkit termal tenaga listrik yaitu, “ Semakin rendah suhu masuk kompresor, maka daya keluaran dari generator ( MW ) akan semakin tinggi. Saat perkuliahan berjalan beberapa kali, saya mulai menyadari bahwa mata kuliah ini tidak semudah yang saya kira, karena kita dituntut untuk membuat satu penelitian yang mempunyai manfaat bagi masyarakat dalam kelompok dan penelitian tersebut harus dapat dinyatakan dalam wujud yang nyata bukan hanya karya tulis semata. Pada awalnya saya menganggap penggunaan bahasa inggris akan membuat saya kesulitan, namun dengan berjalannya waktu saya mulai mengerti betapa bermanfaatnya penggunaan bahasa ini di perkuliahan. Di sinilah, menurut saya pribadi, satu-satunya tempat bagi saya untuk belajar dan mempraktekkan kemampuan bahasa inggris saya, karena kita megetehui semua bahwa bahasa inggris adalah bahasa yang sangat penting pada era globalisasi seperti sekarang ini. Dengan kondisi penguasaan bahasa yang “ babak belur” saya mulai terlatih dan belajar mengenai penggunaan bahasa inggris dalam percakapan.

—————————————–

PENDAPAT MENGENAI MATA KULIAH RESEARCH DESIGN

Siti Yubaidah 0706173111.

Apa ya yang mesti saya komentari tentang mata kuliah research design?? Yang jelas menurut pendapat saya banyak banget ilmu dan pengalaman baru yang saya peroleh. Tidak cuma kuliah di kelas tapi langsung terjun ke lapangan untuk menimba ilmu. Kebetulan topic penelitian kami kelompok I tentang pemanas untuk ayam. Jadi dech dengan sangat terpaksa aku harus survey ke peternakan dan masuk ke kandang ayam di kampung Cikoleang desa Pabuaran kec Gunung Sindur Bogor. Kata kata Terpaksa di sini mesti digaris bawahi nich bukan karena malas lho…tapi karena takut kena flu burung itu lho yang lagi mewabah. Mana baunya harum banget di dalam kandang. Ini pengalaman pertama foto berpose dengan ayam-ayam (Biasanya kan pemandangan alam sebagai latar belakang he..he). Geli juga sih…tapi seru banget apalagi kalo liat ke bawah hiiii…banyak banget kotoran ayam yang kita injak (tapi sudah bercampur sich dengan sekam). Apalagi kalo lihat gaya pak zaki yang kayak wartawan beneran.. Pasti ketawa. Ternyata banyak banget permasalahan di luar sana yang mesti kita pikirkan sebagai kaum intelektual, efek dari konversi minyak tanah ke gas ternyata besar sekali imbasnya ke rakyat kecil. Contohnya aja para peternak ini, mereka sekarang menggunakan kayu bakar yang di bakar di dalam drum bekas sebagai heater untuk ayam. Tragis banget khan… Thanks Pak Raldi atas masukannya selama ini, Bapak benar bahwa penelitian kita memang harus bermanfaat terutama untuk rakyat kecil. Dan sebagai solving problem terhadap masalah yang lagi dihadapi masyarakat saat ini. Kalo tidak dimulai dari kita dari hal-hal yang kecil, siapa yang akan memikirkan negeri ini. Yang kedua yang paling tidak bisa saya lupakan dari mata kuliah ini adalah bahasa pengantarnya bahasa Inggris. Maklum saya dilahirkan di kota yang bertetanggaan dengan kota kelahiran TUKUL. Makanya saya KATROK dan NDESO banget. Apalagi dengan logat JAVANESE yang sangat kental. Dengar orang ngomong in English aja udah stress berat. Teringat betul dalam benakku saat pertama kali masuk kuliah hari rabu tanggal 29 agustus 2007. Jam 10 masuklah kami di ruangan 103 gedung EC untuk kuliah Research Design. Begitu Pak Raldi masuk kelas dan berbicara rasanya mau copot jantung ini. Oh My God… bahasa pengantarnya Inggris. Sudah grogi duluan nich… Maklum nyadar akan kemampuan. Malu-maluin aja kuliah S2 UI, tapi keder duluan kalo dengar bahasa inggris. Bener-bener KATROK dan NDESO kayak TUKUL aja (Moga-moga rezeki saya juga kayak tukul. Amin).. Tapi Alhamdulillah setelah MID Test, sudah ada keberanian untuk ngomong dengan bahasa Inggris meski masih campur dengan bahasa Indonesia dan tetap dengan logat Javanese yang gak bisa hilang. Yang penting tetap berusaha dan ada kemauan untuk maju. Inget banget apa kata Pak Raldi “ Kita di kelas ini sama-sama masih belajar. Say something?” Thanks Pak Ral, bapak sudah membuat saya menyadari betapa pentingnya bahasa inggris. Tidak ada kata terlambat untuk memulai belajar lagi. InsyaAllah target saya lulus S-2 sudah fasih lah ngomong in English he..he. Sukses selalu buat Pak Raldi, dan buat Pasca Sarjana Teknik Mesin Angkatan 2007.Juga untuk anak-anak saya tercinta Putri dan Syauqi ayo mulai sekarang belajar Bahas Inggris biar nantinya gak katrok kayak mamanya. (ida-konversi energi 2007).

————————————-

CHANGE YOUR MIND!

Budi Haryanto NPM 0706173162

Serpong, 26 Nopember 2007

Alhamdulillah berkat beasiswa, tahun ini saya menjadi mahasiswa pasca sarjana UI. Walaupun dengan nilai TOEFL yang pas-pasan akhirnya diterima juga di jurusan Teknik Mesin. Semester satu ini ada empat mata kuliah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah mata kuliah desain penelitian yang dosennya Prof. Raldi A. Koestoer. Pertama kali masuk mata kuliah ini membuat saya agak stress, masalahnya bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris, sementara mata kuliah yang lain tetap menggunakan bahasa Indonesia. Saya kurang pe-de aja berbahasa inggris karena penguasaan terhadap bahasa itu kurang bagus. Perkiraan saya tentang mata kuliah ini adalah tentang teori dan metode yang harus dilakukan ketika akan melakukan penelitian. Perkiraan saya salah karena metode yang diajarkan ternyata kita langsung mencari topik penelitian yang sesungguhnya dan menyelesaikannya dalam semester ini secara berkelompok. Change your mind !… itulah kata-kata yang pernah diucapkan pak Raldi dan selalu teringat di pikiran saya. “Lakukanlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, carilah topik penelitian yang bisa memecahkan permasalahan di negeri ini” itulah kalimat yang selalu beliau ingatkan kepada kita. Dari situlah saya mulai merubah pola fikir dalam melakukan suatu penelitian. Mengenai absensi sangat ketat sekali, kita harus selalu masuk, tidak boleh izin sekalipun itu urgent, kecuali kita sakit keras atau orang tua kita meninggal katanya. Padahal menurut aturan fakultas minimal kehadiran adalah 75%. Pernah ada beberapa teman yang telat beberapa menit tidak boleh masuk. Saya rasa aturan ini sah-sah saja asalkan ada komitmen di awal antara dosen dengan mahasiswa, sehingga kita tidak kaget ketika ada hal-hal semacam itu. Ada beberapa hikmah yang bisa saya ambil dari mata kuliah ini. Pertama, saya jadi lebih terbiasa dalam listening & speaking . Kedua, pola fikir saya berubah ketika akan melakukan sebuah penelitian. Semoga opini ini bisa menambah motivasi bagi pak professor dalam mencetak peneliti-peneliti terbaik di negeri ini. Wassalaamualaikum…

———————————- 

Kesanku terhadap MK Desain Penelitian Di Program Master Teknik Mesin, Universitas Indonesia

Mahasiswa: Achmad Yahya T.P.

Saya adalah seorang dosen dengan pengalaman mengajar kurang lebih sekitar 3 tahun di perguruan tinggi, sehingga setidaknya saya mengetahui sedikit tentang teori-teori pendidikan dan aplikasinya secara real di dalam kelas. Dan pada saat saya pertama kali saya memasuki kelas Prof. Raldi, saya langsung dapat merasakan suasana yang sedikit berbeda dari suasana kelas kebanyakan yang kita temui di bangku kuliah. Saya tidak menemui kontrak kuliah dengan persentase penilaian pada setiap tes, dan saya juga tidak menemui gambaran sylabus tentang kuliah kami satu semester ke depan. Seolah Prof. Raldi ingin mengajak kami mencoba sebuah metode pembelajaran yang memang belum lazim diterapkan pada pendidikan di Indonesia, dan memang kesannya agak sedikit misterius. Bahkan ketika ditanya buku apa yang dijadikan referensi untuk kuliah ini, beliau hanya menjawab, “We don’t need any reference book. We have our huge library in the internet..” Ya, memang hal khusus lain yang menjadikan kuliah ini sangat mengesankan adalah bahwa kami di dalam kelas bercakap-cakap dengan bahasa Inggris, walalupun dengan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas. Ketika perkuliahan mulai berjalan, kami pun semakin merasakan bahwa memang kuliah Prof. Raldi ini benar-benar berbeda dan memiliki keunikan dibandingkan kuliah kami yang lain di Program Master Teknik Mesin ini. Setiap pertemuannya memiliki poin yang langsung dinilai oleh Prof. Raldi. Sehingga jika salah satu dari kami tidak mengikuti satu kali kuliah saja, maka dia akan kehilangan poin yang berpengaruh pada nilai akhir nanti. Hal ini tentu saja membuat kami berpikir ulang tentang skala prioritas yang biasanya berlaku di otak kami. Biasanya, kebanyakan orang yang mengambil kuliah pasca sarjana di Indonesia umumnya, memang tidak memberikan prioritas yang terlalu besar untuk menghadiri perkuliahan. Namun pada kuliah Desain Penelitian ini, kami harus men-set ulang paradigma itu. Bahkan Prof. Raldi berkata, “You are in University of Indonesia now. We are serious here. If you only want to get a Master Degree, you can buy it in ‘Ruko (rumah toko) University’ with only 2 million rupiah. But we are serious here, so you have to have priority to your study..”. Well, ini membuka mind-set kami bahwa memang jika kita ingin memiliki kualitas pendidikan yang baik, kita memang harus serius, dan tidak menganggap remeh. Sepertinya pemahaman seperti ini harus ditanamkan dalam-dalam di benak saya khususnya, sebagai seorang akademisi, agar pendidikan di Indonesia tidak kalah bersaing dengan pendidikan di negara maju. Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya dari kuliah Prof. Raldi, bahwa beliau sangat menekankan sejak awal, bahwa yang namanya penelitian itu harus berpijak pada sebuah asas manfaat bagi orang banyak. Beliau mengatakan bahwa betapa banyak uang, waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan oleh negara ini untuk melakukan berbagai penelitian baik di universitas-universitas maupun di lembaga-lemabaga penelitian, namun hasilnya yang nyata sedikit sekali dapat dinikmati oleh masyarakat kita. Terlalu banyak penelitian yang tidak bermanfaat, yang hanya berakhir pada sebuah buku laporan yang akhirnya hanya tersimpan di rak lemari. Sedangkan masyarakat kita pada saat ini begitu membutuhkan berbagai hasil pemikiran dari para akademisi dan para peneliti, terlalu banyak masalah yang ada di negeri ini yang sebenarnya amat membutuhkan penyelesaian. Jadi, mari kita stop melakukan berbagai penelitian yang menghamburkan uang itu! Yah, masih banyak kesan lain yang saya dapatkan dari kuliah ini, yang insya Allah menjadi pembelajaran yang berarti bagi saya. Terlebih lagi, setelah mengikuti kuliah ini, saya jadi lebih merasa berani untuk bicara dengan bahasa Inggris.

————————————-

OPINI

M. Zaki

Bila sekilas melihat perawakan Pak Raldi Koestoer, kita tidak akan menyangka bahwa beliau adalah seorang profesor. Lihatlah wajahnya yang masih segar dan rambutnya yang masih hitam lebat, tentu hal ini jauh dari bayangan kita tentang seorang profesor yang haruslah rambutnya telah banyak berguguran karena kebanyakan mikir. Dan ini membuktikan pada kita bahwa dugaan terlalu banyak berfikir akan mengakibatkan kebotakan adalah salah besar. Prof Raldi adalah peneliti yang memiliki segudang pengalaman, baik sebagai pengajar, peneliti, pembicara, maupun penulis buku. Menurut rekan kerja sesama dosen, Dr. Engkos Kosasih, beliau adalah salah satu dosen yang rajin dan produktif dalam menulis buku dan paper. Ada 52 paper dan 12 buah buku yang pernah ditulisnya, sungguh luar biasa. Sarjana alumni Universitas Indonesia ini hampir sudah menyatroni seluruh belahan dunia. Sebut saja Perancis, Negara di mana beliau meraih gelar Master dan Doktor-nya, lalu Jerman, Inggris, USA, negara-negara tetangga kita seperti Filipina, Brunei, Malaysia, dan lain sebagainya. Ini memperlihatkan pada kita bahwa beliau memiliki wawasan yang luas dan mampu dengan cepat beradaptasi dengan lingkunganya. Sebagai dosen, beliau terbilang sangat piawai dalam mengajarkan konsep berfikir dan menggunakan otak dalam menyiasati segala macam problematika hidup. Karena secara kebetulan beliau mengajar mata kuliah desain penelitian (research design) pada kelas master (S2) yang sedang saya jalani di Universitas Indonesia. Beliau selalu menekankan kepada kami selaku calon master untuk mulai bersikap sebagai master dari sekarang. “think as master and act as master..” Salah satu cara beliau mengajarkan agar kami bersikap sebagai master adalah dengan menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kuliahnya. Karena memang bahasa Inggris sangat diperlukan dan penting untuk terus dilatih, mengingat bahasa tersebut adalah bahasa internasional yang sangat efektif bila nantinya digunakan untuk membaca textbooks, journals, ataupun dalam menyampaikan fikiran kita dalam seminar-seminar ilmu pengetahuan nantinya. Beliau juga menekankan kepada kita untuk selalu peka dan mencoba berfikir untuk mencari solusi bagi masalah-masalah yang ada disekitar kita. Sehingga hasil penelitian kita nantinya dapat digunakan dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat sekitar kita. Terakhir, saya pribadi ingin mengucapkan terimakasih kepada prof Raldi yang telah mengajarkan kami sebagai manusia-manusia yang idealis. Karena tanpa idealisme kami tak akan ada bedanya dengan generasi sebelumnya, kami akan terjerat dan terbawa oleh arus budaya/kebiasaan yang tidak benar. Bersama doa bapak kami akan selalu berusaha untuk menjadi leader of change. Bukan sebagai follower yang bagai kerbau dicocok hidungya, yang mau saja disuruh kesana kemari tanpa tahu apa alasannya. Sehingga kerbau tersebut lupa, bahwa ia memiliki kekuatan yang cukup besar dan juga tanduk yang tajam untuk melawan. Naudzubillahimindzalik.

—————————————–

A B O U T   C O U R S E

By : Abrar Ridwan

Sangat berbeda dengan kuliah yang lain pertama kali merasakan kuliah yang memakai bahasa pengantar dengan bahasa inggris, dimana wawasan dan pengalaman pribadi sang dosen tereksplorasikan seluruhnya, satu hal yang terpenting dari kuliah ini adalah melatih mental setiap mahasiswa untuk mampu berbicara di depan umum berlatar-belakangkan seorang akademisi dan periset, banyak lmuwan yang mempunyai ide cemerlang dan brillian tetapi tidak mampu mengekspresikan atau mengungkapkan idenya ke khalayak ramai dan itu merupakan hal yang sangat disayangkan. Metode pegajaran dan pembelajaran di kuliah ini sangat objektif dan fair di dalam pemberian nilai, karena proses dan keaktifan mahasiswa dinilai sehingga memberi stimulasi tersendiri bagi kami untuk berlomba-lomba menunjukkan kemampuan diri. Sebagai seorang peneliti kelak kami dituntut untuk terbiasa menciptakan dan berbuat bagi kemashlahatan orang banyak bukan sebaliknya yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan, oleh sebab itu ide dan penelitian harus bersifat azas manfaat bagi masyarakat sekelilingnya secara langsung. Ada beberapa point yang harus ditumbuh-kembangkan di dalam kehidupan seseorang, dimana semua poin-poin ini saya dapatkan dari mata kuliah disain penelitian yaitu, direct problem solving yang artinya seorang periset harus selalu bisa seketika dapat memecahkan masalah dan fenomena yang terjadi di sekitarnya yaitu dengan cara banyak membaca dan melihat sehingga membiasakan mereka cepat dalam bertindak, yang kedua self gentlemen dimana ia harus bisa menerima kritikan (mau dikritik) dan terbuka luas terhadap masukan orang lain demi melengkapai khazanah ilmu yang ada, yang ketiga skill writing adalah senjata utama bagi mereka yang bergelut dibidang penelitian dan yang terakhir adalah kedisiplinan dan ini bukan barang dagangan yang bisa ditawar bagi siapa yang ingin sukses. Mengikuti matakuliah ini merupakan pengalaman tersendiri bagi saya disamping saya harus mempersiapkan bahan-bahan yang harus dipresentasikan untuk esoknya dan perubahan jadwal kuliah yang mendadak membuat saya harus bisa mentolerir dengan jadwal-jadwal yang telah saya susun sebelumnya, tapi hal tersebut dapat dimaklumi karena dosen mempunyai jadwal yang lebih padat daripada mahasiswa. Demikianlah ungkapan dan kesan yang saya dapat dari mata kuliah disain penelitian.

———————————————

“OPINIKU TENTANG MATA KULIAH DESAIN PENELITIAN”

Oleh : Cahyo Setyo Wibowo – Mesin 2007

Puji Syukur Kehadirat Alloh SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Dengan kasih-Nya telah memberi jalan serta kesempatan saya untuk bisa kuliah S2 di Universitas Indonesia sesuai dengan bidang kerja yaitu Jurusan Teknik Mesin. Terima kasih juga kepada Ibu, bapak, istri dan anak-anaku yang selalu memberikan dorongan semangat dan doanya. Atas semuanya itu saya menjalani kuliah di S2 ini dari awal dulu sampai sekarang dengan semangat dan senang hati, Apalagi kalau ingat bahwa biaya sekolah saya adalah dana dari APBN ( tukang becak, tukang sayur, kuli, pemulung dan sebagainya ikut menanggung biaya sekolah saya), tetapi setelah menjalaninya ada sesuatu yang aneh aku rasakan setiap hari selasa sore sampai pagi .Saya selalu stress, bingung dan campur-campur karena besuk paginya (rabu pagi tepatnya jam 10.00, BBWI) ada pelajaran ”Desain Penelitian”, Pertama selalu ada tugas setiap minggunya, kedua harus berbahasa inggris di kelas, padahal pada awalnya bayangan saya tentang mata kuliah ini adalah bagaimana cara penelitian, metodologi, dan sebagainya, Memang setelah saya pikir-pikir dan saya menjalani kuliah ini ternyata ada sesuatu yang saya dapat dari mata kuliah ini dan tidak ada di mata kuliah lainnya : pertama aku bingung dan heran kok aku jadi berani bicara di depan kelas dengan bahasa inggris walaupun hanya modal kata sambung dan buku saku ”what do you say in english ” selalu saya bawa kemana pergi, kedua ternyata secara langsung isi mata kuliah desain penelitian sudah saya jalani secara langsung dan menghasilkan ide penelitian dan secara kelompok kita jalani untuk menghasilkan produk yang nyata. Padahal selama ini saya sudah kerja delapan tahun di laboratorium teknologi gas ( empat tahun) dan bahan bakar minyak dan gas (empat tahun) sebagai analis, tetapi hanya menjalani rutinitas dan baru sadar kalau dilingkungan saya banyak sekali ide yang seharusnya dapat diwujudkan dalam penelitian yang nyata dengan biaya sekecil mungkin. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Raldi telah memberikan sesuatu yang beda kepada kami (ilmu, motivasi, saran, selalu menekankan untuk menjaga moral), Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang selalu melindungi, menyayangi dan mengasihi Bapak atas semuanya yang bapak lakukan, Dan mudah-mudahan kami menjadi ”Master yang berprestasi dan bermoral” yang berguna baik untuk keluarga, agama, lingkungan, tempat kerja, masyarakat dan bangsa Indonesia , Amin.

———————————-

KESAN SETELAH MENGIKUTI KELAS DESAIN PENELITIAN

Dimitri Rulianto NPM 0706256940

Kesan setelah saya mengikuti kuliah desain penelitian seperti iklan permen nano – nano beraneka ragam kesannya. Pada awal mulai kuliah Desain Penelitian saya bingung, sebab banyak hal yang diluar dugaan saya seperti dalam kuliah harus memakai bahasa Inggris, belum terbiasa dengan teknik pembelajaran yang digunakan, otak rasanya capek setiap selesai kuliah karena sebelum berbicara kita harus berpikir dulu untuk mengubah kata – kata yang ingin kita ucapkan ke dalam bahasa Inggris, senang karena dapat teman baru dan dapat tips – tips untuk membantu meraih apa yang kita inginkan. Sehingga saat ini saya sudah mengerti cara – cara melakukan penelitian dan mulai terbiasa dengan bahasa Inggris sehingga sedikit demi sedikit mengerti apa yang diterangkan Bapak Raldi di dalam kuliah, “even though” bila berbicara dalam bahasa Inggris masih belum lancar dan saat menulis dalam bahasa Inggris masih sering salah menulis ejaan atau susunan kata – kata dalam bahasa Inggris Dan setelah sekian lama mengikuti kuliah Desain Penelitian kami merasa senang walaupun sempat ada kejadian yang kurang mengenakan tetapi saya senang dapat mengikuti kuliah Desain Penelitian dan berharap kami semua dapat lulus dengan baik. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Raldi yang telah membagikan ilmu pengetahuannya dan banyak sekali memberikan pesan moral kepada kami seperti: jangan takut salah melakukan penelitian selama penelitian tersebut tidak merugikan orang lain, Jadilah peneliti yang memiliki moral dan budi pekerti yang baik, gunakan selalu otak kita untuk mencari ide – ide penelitian yang dapat langsung memecahkan masalah – masalah disekitar kita, buat biaya penelitian tersebut seminimal mungkin dengan memanfaatkan semaksimal mungkin segala peralatan yang ada disekitar kita untuk menunjang kegiatan penelitian tersebut and so on. Semoga apa yang saya peroleh dikuliah dapat saya terapkan di tempat saya bekerja.

———————————-

Komentar kuliah desain penelitian

Oleh: Gatot Eko Pramono

Hari pertama masuk kelas Desain Penelitaian (DP) masih bingung, dikuliah ini belajar apa ya. Dosenya sih saya sudah kenal, Prof Raldi yang sewaktu saya kuliah S1 juga pernah mengajar. Alhamdulillah, Prof Raldi memberikan gambaran mengenai mata kuliah ini dengan cukup jelas. Di mata kuliah ini saya bukan hanya diajarkan bagaimana cara kita melakukan suatu penelitian dengan metode- metode ilmiah, tapi yang lebih penting adalah tujuan dari penelitian yang kita lakukan. Banyak sekali peneliti-peneliti Imdonesia yang melakukan berbagai jenis penelitian dari berbagai disiplin ilmu namun tidak membuahkan hasil yang bermanfaat secara langsung untuk masyarakat Indonesia sedangkan mereka telah menghabiskan uang negara yang begitu besar jumlahnya. Melalui kuliah ini, Prof Raldi selalu mengingatkan, bahwa kita sebagai kaum intelektual hendaknya berjuang dan berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya dan upaya yang bisa kita berikan untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk masyarakat banyak, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan atau golongan tertentu. Selain merubah pola pikir mengenai penelitian, di kuliah ini juga kita diajarkan bagaimana caranya mengungkapkan ide dan pemikiran, terlepas dari baik atau tidaknya ide yang kita keluarkan. Yang paling penting adalah kita bsa meyampaikan ide kita kepada orang lain dengan cara-cara yang baik dan benar. Selain itu kita juga dipaksa menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan sehingga mau tidak mau kita juga harus belajar bahasa inggris. Hal ini tentu saja berdampak positif bagi seluruh mahasiswa karena dengan cara ini kemampuan bahasa inggris kita bisa meningkat.

—————————————

PENGALAMAN KULIAH DESAIN PENELITIAN

(Hariyotejo P-NPM 0706173093)

1. KOMUNIKASI AKTIF DALAM BHS INGGRIS Pertama kali agak kaget juga, berhubung jarang atau sudah sangat lama tidak memakai pengantar komunikasi dalam bahasa Inggris. Rasanya lidah terasa kaku dan sedikit kusut saat harus digunakan. Namun bisa adalah karena biasa, memang ada gunanya kita perlu mempraktekkan bahasa secara aktif melalui komunikasi, di samping membiasakan mulut agar tidak kaku dan tidak kagok juga membuat perbendaharaan kata-kata bisa kita perluas. Eh pikir-pikir supaya gak kaget juga kalau suatu saat ketemu sama native speaker.

2. IDE RISET YANG MEMBUMI (SOLUSI PROBLEM) Pengalaman berharga yang harus kita petik dari visi pembangunan menuju era tinggal landas adalah kurang kuatnya pembangunan industri pada sector hulu ataupun kurang optimalnya penguatan pada sector industri kecil/rakyat . Memang untuk mengejar ketinggalan teknologi kita perlu melaksanakan atau memperkuat pada sector hilir. Namun tidak bisa abaikan pula kekuatan dari sector industri kecil terhadap ekonomi bangsa. Sehingga paradigma bahwa kita harus selalu mampu mengembangkan teknologi dengan riset-riset yang high-tech yang hanya mengedepankan pengembangan disiplin ilmu dasar harus mulai diubah. Kita sekarang ini dituntut peran aktif untuk mengatasi kesulitan masyarakat akibat dampak krisis ekonomi dengan kontribusi inovasi teknologi yang dapat diterapkan langsung guna mengurangi beban ekonomi.

3. SHARING PENDAPAT MULTIDISIPLIN BERKELOMPOK

Terkadang berpikir sendiri terhadap sesuatu itu terasa amat berat dibanding jika disharingkan dengan teman. Karena ide, usulan ataupun persoalan itu akan menjadi cepat memperoleh solusi atau perbaikan apabila kita pecahkan secara bersama. Biar bagaimanapun kuatnya kita berpikir, kita masih membutuhkan interaksi dengan kawan apalagi dari mereka yang mungkin mempunyai wawasan berlebih.

4. SHARING PENDAPAT USULAN TEMATIK KELOMPOK Melatih diri untuk menerima masukan dari teman terhadap kekurangan atau ketidak sempurnaan suatu ide yang telah kita susun adalah sangat berguna untuk penyempurnaan atau perbaikan di masa berikutnya. Melalui diskusi atau sharing pendapat antar kelompok membuat ide kita menjadi lebih baik dan lebih lengkap terhadap kekurangan-kekurangan.

5. WAWASAN PENYUSUNAN RENCANA RISET SISTIMATIS

Untuk mendapatkan hasil ide penelitian yang bernilai tinggi sangatlah diperlukan penyusunan rencana yang matang dan memiliki nilai guna yang tinggi. Berawal dari tujuan yang dingin dicapai secara umum maupun spesifik penting didefinisikan pertama kalinya. Karena dari tujuan ini akan terurai sasaran maupun nilai guna dari kajian atau analisa penelitian.

————————————– 

Sekilas tentang mata kuliah Disain Riset

Nama / NPM : Jefri Helian /0606002976 Peminatan : TMPK

Saya adalah mahasiswa semester III Program S2 Fakultas Teknik Mesin, peminatan Teknik dan Manajemen Perlindungan Kebakaran (TMPK). Salah satu matakuliah yang sedang saya ikuti pada semester gasal ini adalah Disain Riset. Untuk mata kuliah ini adalah mata kuliah semester I yang harus saya ulang. Mata kuliah Disain Riset di ajarkan oleh Prof. Dr. Ir. Raldi Astono Koestur. Di bawah pak Raldi (begitu kami mahasiswa biasa bersapa kepada beliau), mata kuliah Disain Riset di arahkan kepada bagaimana mahasiswa dapat memahami dan menghayati bahwa sebagai manusia kita punya kewajiban memuliakan kehidupan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan ukuran dunia melalui olah pikir yang bersumber dari apa yang sudah diberikan Yang Maha Kuasa kepada setiap manusia yaitu otak untuk berpikir dan akal budi untuk memberikan sentuhan manusiawi dari setiap hasil proses berpikir kita. Beliau begitu sering menekankan kepada kami mahasiswanya dalam setiap kuliah bahwa dalam berkarya melalui proses berpikir itu kita seharusnya menghasilkan buah karya yang dapat dinikmati oleh orang banyak terutama yang menyentuh pada hal-hal yang dapat menyelesaikan solusi bagi masalah hidup orang banyak. Sesuatu yang tidk mahal dan mungkin sangat sederhana tapi sangat bermanfaat. Dalam memberikan tugas pak Raldi membagi menjadi dua jenis tugas yaitu tugas individu dan tugas kelompok (group). Tugas individu adalah tugas Disain riset yang mengarah pada riset yang akan di lakukan oleh mahasiswa secara perorangan sedangkan Tugas Kelompok adalah tugas Disain Riset yang dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari beberapa orang. Secara bertahap pak Ral mengajarkan kepada kami mulai dari pemilihan tema membuat background sampai dengan menjadi sebuah kerangka proposal penelitian untuk sebuah riset. Diakhir sesi biasanya pak Ral menyimpulkan apa pelajaran atau makna yang dapat diambil dalam setiap proses mendisain sebuah riset. Kami sering tergugah dengan pemikiran dan keprihatinan beliau tentang kondisi para periset sekarang yang banyak melakukan riset tapi tidak berpihak kepada kepentingan anak bangsa ini. Demikianlah sekilas tentang apa yang dapat saya rasakan dari bimbingan pak Raldi dalam mata kuliah Disain Riset.