Di Lautan Kita Jaya

From: muktiwibowo9@gmail.com
Date: Wed, 19 Dec 2012 01:50:09

Dear all,

SEBUAH CATATAN

Diawali dari pertemuan yang dihadiri para engineer alumni FTUI yang sangat peduli dengan dunia maritim pada saat buka puasa bersama yang lalu
Timbul gagasan untuk dapat mengerucutkan cita cita dan menelorkan sesuatu pemikiran (minimal) demi NKRI ini.

Berbekal semangat yang terus bertahan maka pertemuan dan pembicaraan kemarin malam lebih konstruktif dan lebih fokus.
Hadirin sepakat bahwa semua agenda pembicaraan bermuara pada kehidupan yang beraroma kemaritiman.

Sepakat bahwa semangat dan cita cita dibagi dalam dua agenda besar yang disebut “goal jangka pendek” dan “goal jangka panjang”
Goal jangka panjang merupakan pemikiran luhur yang sangat sederhana yaitu ingin mewujudkan dan menegaskan bahwa NKRI merupakan “Negara Maritim” dengan kata lain bahwa NKRI akan hidup dari sektor kemaritiman, dapat disebut juga bahwa NKRI nantinya akan mengutamakan perdagang melalui laut yang handal dan tertata, keamanan nasional yang sangat terorganisir diwilayah NKRI akan diutamakan dikawal disektor laut, juga meningkatkan industri maritim sehingga dapat menjadi “Back bone” negara kita.

Dari hal diatas tercetuslah “Goal jangka pendek” yang sangat memungkinkan untuk dilakukan tendangannya secara profesional.

Beberapa rencana goal jangka pendek: Diketahui bahwa bidang ESDM merupakan bola yang siap ditendang, dilihat dari kacamata “Kemaritiman” sangat diperlukan peningkatan transportasi untuk menunjang Power plant, sebut saja transportasi batubara, transportasi crew offshore, transportasi minyak dengan segala penunjangnya dan jangan dilupakan bahwa saat ini kebutuhan energy bersih sdh dapat kita proklamirkan motto “Goes to LNG power” yang artinya menyiapkan small LNG Carrier.

“Goal jangka pendek” yang lain adalah sektor pertahanan dan keamana wilayah NKRI yang disiapkan melalui sektor Maritim, dengan mewujutkan keamanan wilayah mulai dari tengah hingga “tapal batas wilayah” yang berupa halaman air yang harus dipagari dengan sistim barikade laut…..yang tentunya akan membuat sektor industri maritim akan meningkat.

“Goal jangka pendek” yang ketiga adalah bagaimana mewujutkan bahwa seluruh pelabuhan di NKRI ini menjadi pelabuhan yang aman, bersih dari pencemaran lingkungan serta dapat disinggahi oleh seluruh kapal yang sesuai dengan tidak ada masalah pada kedalaman alur karena pendangkalan, artinya KERUK SEMUA ALUR PELABUHAN

Dan tentunya “Goal Jangka pendek” lain masih menunggu.

Satu “Goal jangka panjang” dan Tiga “Goal jangka pendek” sudah lebih dari cukup untuk dimainkan.

Semangat akhirnya dilanjutkan dengan wacana untuk membuat sebuah Yayasan kemaritiman yang ditempel dengan label Makara UI disebut juga dengan logo “Krupuk Renyah” yang tersohor dan pasti digemari semua pihak.

Sekian semoga Allah SWT meridhoi semangat dan gagasan kita, CATATAN SELANJUTNYA HARUS TERBIT LEBIH DETAIL

Salam Maritim
Mukti Wibowo
Naval Architect
Marine Consultant

Iklan

Entrepreneur Leadership

Entrepreneur Leadership, judul salah satu sessi dalam kuliah ETIKA di FTUI oleh Raldi A. Koestoer.
90 orang peserta mahasiswa bakalan jadi Leader of Tomorrow… Nasehat yang utama adalah, semua lulusan UI harus jadi leader jangan sekedar jadi karyawan yang disuruh-suruh melulu walaupun pintar. Tapi Profesional pintar itu tidak pernah punya ide yang orisinil, akibatnya jadi mengerjakan pekerjaan orang terus,

Dirinya sendiri tak pernah menggagas tak pernah punya visi. Lama kelamaan kemampuannya menggagas menjadi hilang. Padahal orang bilang mereka pintar… tapi tak kreatif. Para profesional itukan karyawan… Direktur sekalipun, dia dikongkon terus oleh owner of the company.
Otak kanannya tak pernah digunakan, Sebenarnya itu tak beda dengan TKI dan TKW, bedanya cuma gajinya lebih besar saja.

Sebenarnya itulah intinya NASIONALISME.-

Bangun visi anda setiap hari, tak peduli apa itu, visi harus menjangkau melampaui batas-batas normal anda. Visi anda harus penuh makna, hal-hal yang lain apapun bentuknya adalah sesuatu yg sementara sifatnya. Namun visi anda tidak… dia adalah penghubung antara anda dengan budaya serta peradaban.-

(Ral 24-25 Nov 2011).-

——————————————————–

Dear Prof.
thanks you very much for your lesson today, it’s very impressive and interesting for me,
perkenalakan saya Hasnan pak, salah satu mahasiswa bapak, semoga bapak tidak keberatan saya email, saya baca-baca blog bapak, rasanya semangat saya kembali muncul, 6 tahun saya bekerja sebagai desain mesin, mold, di PT. EPSON, mulai thun 2009 saya mulai untuk bisnis sendiri, dengan menerima jasa desain, dan konsultasi, berupa desain mesin, desain cetakan plastik, dsb,
barangkali Prof butuh desain mesin, atau lainya, Insyallah saya bisa bantu,
silahkan lihat beberapa hasil kerja di http://satu-teknik.blogspot.com/
, mohon maaf karena belum semua bisa sy upload

semoga email ini tidak mengganggu bapak

wassalamulaikum
Hasnan

Profesional, Siapkah untuk mundur ?

-Jika tidak siap mengundurkan diri ataupun dipecat demi sesuatu yang anda yakini, anda bukanlah seorang profesional, anda hanya seorang budak belian (bb)-. Demikian disampaikan Gardner (2006).

Sedari awal para pekerja profesional (orang yang bekerja di perusahaan atau institusi) hanya terdidik untuk menciptakan keuntungan sebanyak-banyaknya bagi pemegang saham. Standar etis begitu mudah dicampakkan dalam dunia bisnis, karena banyak hukum didalamnya hanya bersifat sunnah. Akan direstui apabila itu diikuti, namun tak akan diberi sanksi apabila tidak dijalani.

Keberhasilan dalam membangun standar etis dalam berbisnis dan berkarya terutama ada didalam kesadaran diri sendiri. Kita harus memutuskan di sisi mana kita akan berdiri. Tidak dapat dipungkiri semakin banyak tantangan etis yang harus dihadapi para profesional ataupun organisasi dalam kehidupan sehari-hari, dari perkara kecil seperti penipuanhingga urusan besar seperti KORUPSI. Lihat kasus sekarang ini, satu atau dua menteri yang kebingungan berdiri dimana, ikut  terseret arus politik kekuasaan atau tetap profesional…

Mau pilih mana tetap pemain pro atau bb ?

(Dimodif dari trilogi E. Goestiandi).-