Students Now Leaders Tomorrow

Begitulah kira-kira judul yang lebih cocok untuk ceramah saya pada kuliah perdana Kapita Selekta untuk mahasiswa dari dua departemen yaitu Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Tentunya kali ini bukanlah kali pertama saya berbicara pada kuliah perdana Kapsel (begitu disingkatnya oleh mahasiswa), mungkin sudah yang kelima atau keenam kalinya, bahkan berturut-turut. Jadi sudah hampir mengalahkan Rudy Hartono juara olahraga bulutangkis di tournament All-England yang menjadi juara 7x berturut-turut. Entah mengapa pak Idrus sebagai dosen pengelola dari Dep Teknik Mesin selalu meminta saya untuk memberikan kuliah perdana Kapsel ini padahal ibu Tilani sebagai pengelola dari DTK pastilah sudah bosan melihat saya setiap kali, sekalipun saya tidak pernah merasa bosan untuk bertemu dengan ibu Tilani, karena dulu kami semua berasal dari satu jurusan di Teknik Mesin beberapa puluh tahun yang lalu.

Behind the scene

Ada baiknya saya cerita dulu tentang beberapa hal sebelum muncul di panggung Auditorium K301. Pak Idrus melalui SMS mengusul judul, yag buat saya rada aneh ‘Asam Urat’. Sambil mengatakan judul yang aneh malah menarik utk mhs. SMS nya yang ke 2 kali menegaskan “Betul judulnya itu ?” Ya gpp lah, saya pikir ada baiknya ditambah dengan kata-kata yang lebih serius supaya terkesan gak main-main. Jadilah judul itu lumayan cukup aneh tapi menarik

  • Asam Urat, Karier dan Musik     –

Baru sekali rasanya ada judul ceramah macam ini… Memang 2-3 minggu sebelumnya saya terkena penyakit asam urat sampai tak bisa jalan lihat tulisan saya tentang asam urat dengan akar melinjo.

Biasanya slide ppt yang saya bikin ada k.l. 10 an slide. Tapi kali ini sebenarnya saya tak mau pakai slide, maunya saya ngomong aja terus kaya stand-up komedi. Namun karena ada judul musiknya, mau tak mau harus pakai musik dong. Jadilah saya persiapkan, sambil mikir musik macam mana yang pantas utk ditampilkan. Sudah lama saya berniat utk kasi ceramah dibarengi dengan musik. Kalau boleh saya ingin jadi orang pertama yang bikin ceramah dibarengi dengan musik bahkan musik menjadi bagian yang integral dari ceramahnya. Dan hal ini sudah saya kerjakan bebrapa kali di kuliah Kapsel ini. Awalnya saya Cuma putar video saya lagi nyanyi bersama The Professor Band, bahkan sampai 2x ceramah tetap saya putar video yang sama. Nah kali ini harus lain dong, pasti nanti ibu Tilani bosan lihat videonya yang itu-itu saja. So mulailah saya cari mencari video saya yang lagi nyanyi. Untung ketemu waktu dulu th 2009 saya pernah nyanyi di FISIP-UI. Lain daripada itu saya juga mau kasi tunjuk bukan videonya saja tapi juga permainan music saya, untuk itu saya bawa gitar dan flute. Semester lalu saya sudah kasi ceramah dengan permainan music flute (suling). Jadilah dua alat itu saya bawa, dan sebenarnya saya agak malu bawanya ke auditorium atas. Karena nanti kalau ketemu orang pasti semua akan nanya ini itu “Koq bapak bawa alat-alat music, emangnya mau ngamen?” Terus saya jawab apa dong tergagap-gagap pastinya… lha wong orang mau ceramah koq yang dibawa alat musik.

Asam urat warning utk hidup sehat

Jumlah mhs yang hadir lebih dari 100 orang kalau boleh saya perkirakan ada 120 an kali. Kebanyakan tentu semester 6 lah kira-kira (saya memang tidak tahu Kapsel itu m.k. semester berapa ?), tentu usianya sekitar 20 tahunan. Yang cowo ganteng dan gagah yang cewe cantik dan pastinya semua kelihatan smart gitu, itulah sebabnya saya selalu bersemangat ceramah di depan orang muda harapan bangsa ini. Tentunya mereka ini juga masih sehat bodinya dan jarang kena penyakit. Tidak seperti kami yang tua-tua ini yang setiap hari bicaranya tentang penyakiiiit aja,,,… Coz why ? coz memang orang sudah berumur penyakit selalu ada-ada saja, baik pria maupun wanita. Dan banyak diantaranya yang terkena asam urat. Bicara kesehatan dengan anak muda pasti gak nyambung, tapi yang mau saya share justru bukan bagaimananya, tetapi tentang Paradigma Kesehatan yang saya pegang sejak 10 th ini. Jadi sudah sejak tahun 2000 saya tidak pernah minum obat dokter. Bagaimana bisa ? Aneh kah ? Lucu kah ?

Utamanya adalah saya tidak mau dijadikan tabung reaksi oleh dokter. Kalau kita flu saja lalu pergi ke dokter, maka lulusan fak kedokteran yang katanya pandai-pandai ini akan memberi kita obat minimal 6 macam. Obat sakit flu nya sendiri Cuma satu sedang lima yg lain adalah obat yang bukan-bukan. Yang Cuma utk nambah koceknya si dokter saja. Ada vitamin ini itu, ada anti biotic ini itu, pastilah bikin kita tambah gak enak badan. Itulah yang saya bilang kita dijadiin tabung reaksi sama lulusan Fak kedokteran yang salah didik itu, tanpa mengecilkan arti dari dokter yang benar-benar bekerja dengan baik (inipun kebanyakan dokter di daerah). Dan kemudian salinan resepnya mereka kasi ke detailman yang segera menghitung jatah prosentase utk dokter dari harga obat yang dibeli pasien. OK lah system yg kurang baik itu tak usah kita panjangkan lagi, tapi sekarang paradigma tadi. Kesehatan dari badan kita tentu tak lepas dari hubungan INPUT-PROSES-OUTPUT. Prosesnya sudah Tuhan yang bikin, proses yang sempurna. Saya bilang orang Bioproses tentu paling mengerti masalah ini, tanyalah pada mereka. Sehingga tinggallah inputnya kita atur, utamanya adalah MAKANAN. Kalau input bagus dan berkualitas pastilah outputnya juga akan bagus. Energi, dan semua yang terlihat ditubuh kita jadi proporsional, seperti layaknya orang-orang muda yang ada didepan saya waktu ceramah, energik dan bersinar. So…aturlah makananmu… jadi makanan yang mana yang bagus itu ? Tubuh kita ini sudah match dengan apa yang ada di alam. Coba deh pikir, jaman dahulu kan orang makan dengan sumber yang ada di alam ini saja. Jadi buah segar dan sayur segar itulah pasti yang bagus. Ikan dari sungai atau laut langsung dimasak. Jadi masih segar dan enak tidak didinginkan dulu sampai berhari-hari. Buah dan sayur segar itu hanya memerlukan waktu 15 menit dilambung utk nanti diproses terus ke usus. Sedangkan makanan yang sudah banyak diproses dan panjang pasti memakan waktu lama pizza kek… blackforest kek…, walaupun enak tapi lambung memerlukan waktu lama untuk menguraikannya. Dengan demikian proses yang lama ini memakan energy yang banyak dari tubuh kita, krn menggunakan otot dan syaraf bawah sadar. Lalu wajarlah kalau menurut food-combining, buah harus dimakan dahulu. Karena kalau tidak dia akan terhalang oleh makanan lain (nasi misalnya yg banyak itu) dan akhirnya buah keburu busuk sebelum sempat diproses. Dengan begitu sari buah jadi hilang manfaatnya. Karena saya tidak minum obat sel darah putih jadi terlatih karena dia banyak berperang melindungi tubuh dari serangan virus penyakit yang datang setiap hari. Sedangkan bila saya minum obat makan ‘kopassus’ saya jadi tidak bekerja karena sudah ditangani obat. Sesungguhnya imunitas tubuh kita yang sudah dikasi Tuhan ini haruslah selalu siap tempur dan makin banyak bertempur melawan virus makin terlatih dia.

Karier utk para leaders masa depan teknopreneur

Kebanyakan lulusan Sarjana Teknik kita ini ingin bekerja ditempat yang gajinya gede. Tentunya perusahaan asinglah, banyaknya dibidang minya, gas bumi dan tambang. Langsung saya jelek2in aja…Sorry banget nih apa boleh buat banyak juga teman dekat saya jadi ikut kena tampar. “Mereka itu hanya jadi budaknya orang-orang asing saja”. Direktur Chevron sendiri atau Dirut PTFI yang nota bene adalah orang Indonesia yang hebat berkualitas. Dan ada juga diantara mereka yang alumni kita, itu kerjanya Cuma ‘dikongkon’ sama orang bule aja. Berapa besarnya saham kita di PTFI, lihat sendiri di artikel ini. Prinsipalnya di Negara sanalah yang mengatur semuanya. SDA (Sumber Daya Alam) kita Cuma dijual murah aja. Sampai beberapa tahun y.l. pak DI mencari gas ke Iran karena di Dalam Negeri tidak bisa dapat. Padahal Negara kita kaya dengan gas bumi. Cuma gas kita sudah dikunci dengan kontrak2 jangka panjang. Nah kalau anda lulusan FTUI nanti kerja di company asing itu jadilah anda budak2 mereka itu. Sampai Dirutnya sekalipun. Paling selesai jadi Dirut 5 thn pensiun (paling lama itu juga) terus ngelamar kerja lagi. Sama dong ama lulusan baru yg umur 22-23 thn. Karena sudah terbiasa jadi follower (bahasa jeleknya bebek). Jadi anda berbuat apa utk bangsa ini ? Bandingkan dengan lulusan yang ikut dengan program ‘Indonesia Mengajar’, anak2 muda dengan idealisme yang luarbiasa… Saya sungguh terharu membaca kisah2 mereka. Jangan sekedar mau jadi orang cepat kaya saja tetapi hidup tidak berguna sampai di akhir hayat. Bahkan sudah ngeruk SDA negeri kita sendiri…Lihat bumi kalimantan yang hancur itu…trenyuh hati saya… Mari bangkit anak muda untuk Indonesia masa depan.

Siapa dong yang memimpin Indonesia nanti kalau bukan anda-anda, yang sekarang mhs di Universitas elit ini. Pastilah amanah ini pantasnya memang diserahkan pada anda-anda. Yang nanti seharusnya menjadi teknopreneur pemilik pabrik kimia, owner industry manufaktur, industry kelautan dlsb. Pastilah amanah ini tidak akan bisa dijalankan oleh tukang ojek, atau supir angkot. Mereka tidak memiliki ‘tools’ nya sedangkan anda sudah mendapat bekalnya selamasekolah di UI ini. Ayo bangkit… untuk masa depan. Tunjukkan jati diri anda yang sebenarnya, jangan sekedar jadi bebek-bebek aja…

Musik dalam kehidupan

Jangan dikira music itu tidak penting. Pernah tahu Einstein kan penerima hadiah nobel fisika, penemu teori relativitas yang tersohor itu. Penemu rumus E=mc2. Beliau pernah suatu saat diminta ceramah dikalangan elit di Eropa. Eh bukannya bicara tentang fisika, Einstein malah main biola dua jam penuh memperdengarkan karya-karya Mozart yang menjadi favoritnya. Karena memang sebenarnyalah beliau adalah pemain biola yang handal. Sering juga beliau berpartisipasi dalam orkestra dan musik kamar. Beliau bilang “Kalau saya bicara rumus-rumus fisika, maka tak seorangpun mengerti, tapi bila saya main music maka semua orang bisa menikmati.”

Musik itu menyeimbangkan diri kita, bahkan sekarang sudah banyak orang melakukan terapi penyembuhan dengan music. Jadi otak kita kiri dan kanan seimbang stress hilang bahkan ide-ide baru muncul karena adanya keselarasan syaraf kita yang bergetar bersama alunan music diseluruh otak dan sel tubuh. BTW ceramah dan music di auditorim itu bisa anda lihat di youtube, klik saja

Sudah dua kali lagu titanic saya mainkan bersama music minus one dalam ceramah Kapsel ini. Pastilah selalu ada salah-salahnya karena tidak pakai latihan, tapi tak masalah kan ? Yang penting bisa saya tunjukkan bahwa saya bisa memainkannya. Jarang orang memainkan flute, untuk saya sound-nya sangat istimewa bikin sayaraf saya jadi longgar. Seringkali kalau saya bunyikan dibelakang rumah, kodok dan katak berloncatan mereka ikut menikmatinya. Saking serunya saya bicara dan main music malah saya lupa memainkan gitar, padahal gitarnya sudah dipajang didepan. Tak apalah lain kali ya, kita dengar bersama solo gitar saya. Atau klik saja blok saya https://koestoer.wordpress.com/musik

Saya berharap anda semua kasi komen tentang ceramah dan tulisan ini. Dan untuk semua mhs peserta kuliah, mari kita bikin komunitas Kapsel mulai th ini 2013. Saya minta tolong Azimil mhs mesin utk jadi moderator milis. Dan kalau saya berharap anda jadi teknopreneur maka DTM ata DTK tidak penting lagi, karena kita pasti butuh semuanya, yang penting usaha bisa bergulir. Ingat cerita saya tentang pengusaha muda di Batam yang punya karyawan 6000 orang ?… Gila kan padahal dia gak pernah mengikuti pendidikan di sekolah elit seperti anda. So…ANDA PASTI BISA…

Ini milisnya,

Kapsel_2013_v1@yahoogroups.com

Itu tulisannya Kapsel underscored 2013…spy gak salah. Kita lanjutkan diskusi kita untuk Indonesia masa depan. Dan sesudah ini anda semua adalah MITRA SAYA.

Banyak diantara mhs, mereka berbakat seni juga artinya banyak waktu digunakan juga untuk bermain music. Ada dua mantan murid saya yang toh lulus juga, namun sekarang berkarier justru dibidang music bukan dibidang teknik. Buat saya sih ok ok aja yang penting anda enjoy menjalankannya. Gak usah terlampau banyak dipikirin. Biasanya orang lain, mungkin juga orang tua yang memikirkannya. Orangnya sendiri sih santai aja.

Guyz…Send your comments and opinions, c u.-

Bahan slide ppt bisa diunduh di 4shared:

http://www.4shared.com/file/4860n7mb/Kapita_Selekta_14_Feb_2013.html?

Iklan

Hancurnya Industri Maritim Kita

-0- Salinan dari detiknews-0-
Selasa, 15 Maret 2011

Penyebab Hancurnya Industri Maritim Indonesia
Agus Pambagio – detikNews

Jakarta – Indonesia sebagai salah satu negara maritim besar seharusnya mempunyai infrastruktur ke maritiman yang kuat, seperti, pelabuhan yang lengkap terkait dengan keperuntukannya, sumber daya manusia yang berkelas, berbagai jenis kapal yang berkelas di berbagai sektor termasuk armada TNI Angkatan Laut, armada kapal dagang/kontainer, armada kapal angkut migas dan batubara, armada kapal penangkap ikan, armada kapal penumpang yang modern, aman dan nyaman serta regulator sektor kemaritiman yang kuat dan disegani dunia internasional.

Namun apa mau dikata, tampaknya pernyataan diatas masih sebatas mimpi, belum kenyataan. Melihat perkembangan industri maritim di Indonesia saat ini, saya sedih dan gemas. Bagaimana tidak? Sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai hari ini industri martim kita dikelola secara kaki lima. Akibatnya tidak ada satupun Negaradi dunia ini yang segan dan menghormati Indonesia sebagai salah satu Negara maritimyang kuat.

Mereka hanya menempatkan Indonesia sebagai Negara tempat memasarkan produk kemaritiman mereka dan mengambil sumber daya yang ada. Mau bukti? Mari kita bahas satu persatu yang menurut saya ini merupakan faktor utama hancurnya industri maritim nasional. Sementara pemerintah tak mampu membereskannya, seperti biasa tidakada ketegasan!

Faktor Hambatan di Industri Maritim Nasional

Pertama, mari kita lihat sistem finansial untuk sektor maritim di Indonesia. Kebijakan sektor perbankan atau lembaga keuangan di Indonesia, yang sebagian besar keuntungannya diperoleh dari penempatan dana mereka di Sertifikat Bank Indonesia (SBI), untuk pembiayaan industri maritim sangat tidak mendukung. Mengapa?

Pertama, bunga pinjaman sangat tinggi. Berkisar antara 11% – 12% per tahun dengan 100% kolateral (senilai pinjaman). Bandingkan dengan sistem perbankan Singapura yang hanya mengenakan bunga 2% + LIBOR 2% (total sekitar 4%) per tahun. Dengan equity hanya 25% sudah bisa mendapatkan pinjaman tanpa kolateral terpisah karena kapal itu sendiri bisa menjadi jaminannya. Jadi tidak heran kalau pengusaha kapal nasional kesulitan mencari pembiayaan untuk membeli kapal, baik baru maupun bekas melalui sistem perbankan Indonesia.

Kedua,sesuai dengan Kepmenkeu No 370/KMK.03/2003 tetang Pelaksanaan Pajak Pertambahan Nilai yang Dibebaskan Atas Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan/atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu, pasal 1, ayat 1 huruf e, jelas bahwa sektor perkapalan mendapat pembebasan pajak. Namun semua pembebasan pajak itu kembali harus dibayar jika melanggar pasal 16. Artinya kebijakan tersebut banci. Apa isi pasal 16?

Sesuai dengan pasal 16: Pajak Pertambahan Nilai yang terutang pada impor atau pada saat perolehan Barang Kena Pajak Tertentu disetor kas negara apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak impor dan atau perolehan Barang Kena Pajak Tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 huruf e, huruf f, huruf g dan huruf h ternyata digunakan tidak sesuai dengan tujuan semula atau di pindahtangankan

kepada pihak lain baik sebagian atau seluruhnya?. Artinya, jika pengusaha kapal akan menjual kapalnya sebelum 5 tahun sejak pembelian harus membayar pajak kepada negara sebesar 22,5% dari harga penjualan (PPn 10%, PPh impor 7,5% dan bea masuk 5%).

Di Indonesia jarang ada kontrak penggunaan kapal lebih dari 5 tahun, paling banyak 2 tahun. Jadi jika tidak ada kontrak, supaya pengusaha kapal tidak menanggung rugi berkepanjangan mereka harus menjual kapalnya. Untuk itu pengusaha harus membayar pajak terhutang kepada Negara sesuai Pasal 16 tersebut. Benar-benar industri maritim negara ini dihambat kemajuannya dari segi kebijakan fiskalnya oleh negara, kok bisa ya?

Di negara lain seperti Singapura, pemerintah akan memberikan insentif, seperti pembebasan bea masuk pembelian kapal, pembebasan pajak bagi perusahaan pelayaran yang bertransaksi diatas USD 20 juta karena Pemerintah Singapura menyadari kalau investasi di industri pelayaran bersifat slow yielding sehingga perlu diberikan insentif. Kalaupun kapal harus dijual, Pemerintah Singapura membebaskan berbagai pajaknya.

Dari pemberian berbagai insentif bagi perusahaan pelayaran, Pemerintah mana pun akan berpikiran bahwa penerimaan dari pajak mungkin akan menurun namun penerimaan dari sektor lain pasti akan bertambah. Misalnya, semakin banyak tenaga kerja asing tinggal dan bekerja pada akhirnya akan semakin banyak uang yang dibelanjakan di negara tersebut. Selain itu transaksi perbankan biasanya juga akan semakin banyak, sehingga pendapatan Negara juga akan meningkat. Benar-benar negara negara dikelola oleh negarawan yang cerdas.

Ketiga, buruknya kualitas sumber daya maritim Indonesia menyebabkan biaya langsung industri maritim menjadi tinggi. Meski pun gaji tenaga Indonesia 1/3 gaji tenaga kerja asing tetapi karena rendahnya disiplin dan tanggungjawab, menyebabkan biaya yang harus ditanggung pemilik kapal berbendera dan berawak 100% orang Indonesia (sesuai dengan UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran) menjadi sangat tinggi. Ironisnya jika kapal berawak 100% asing yang mahal, ternyata pendapatan perusahaan pelayaran bisa meningkat 2x lipat. Aneh tapi nyata.

Keempat, persoalan klasifikasi industri maritim yang ada di tangan sebuah BUMN dibawah kendali Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), membuat industri maritim Indonesia semakin terpuruk. Semua kapal yang diklasifikasi atau disertifikasi oleh PT BKI, patut diduga tidak diakui oleh asuransi perkapalan kelas dunia atau kalaupun diakui, pemilik kapal harus membayar premi asuransi sangat mahal. Mengapa?

Hal tersebut patut diduga disebabkan dalam melakukan klasifikasi, PT BKI kurang profesional sehingga penilaiannya diragukan oleh semua pihak. Patut diduga PT BKI masih menganut paham dengan uang pelicin semua beres. Oleh sebab itu sebagian pemilik kapal tidak meregister kapalnya di Indonesia tetapi di Hong Kong, Malaysia atau Singapore. Akibatnya pelaksanaan UU No 17 tahun 2008 hanya retorika. Pengusaha kapal enggan meregister kapalnya di Indonesia karena klasifikasi yang dikeluarkan oleh PT BKI merupakan ‘pepesan kosong’ yang diragukan oleh semua lini sektor industri maritim global.

Langkah yang Harus Diambil Pemerintah

Jika industri maritim Indonesia mau berkembang dan siap bersaing dengan industri sejenis dikawasan, maka pemerintah dalam hal ini khususnya Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan harus membuka mata dan jangan mau dipengaruhi oleh para pelobi yang mewakili pihak-pihak yang mau untung sendiri tidak memikirkan bangsa ini.

Pertama, lakukan revitalisasi atau deregulasi di sektor fiskal sehingga kompetitif dengan beberapa Negara tetangga, kecuali Indonesia mau jadi pecundang terus. Kedua lakukan perombakan total dilingkungan lembaga pemberi klasifikasi sehingga dunia internasional pelayaran dan asuransi kerugian mengakui keberadaannya. Ketiga susun ulang kurikulum lembaga pendidikan maritim oleh Kemendiknas supaya Indonesia mempunyai SDM maritim yang berkualitas dan bertanggungjawab.

Beranikah Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Menteri Pendidikan Nasional melakukan perubahan drastis tersebut? Sebenarnya saya ragu karena para menteri tidak berani bertindak (kecuali sidak) jika presiden belum memberikan titah. Jadi mohon kepada Presiden SBY yang sangat saya hormati untuk segera memberikan titah kepada keempat Menteri tersebut secepatnya, sebelum industri maritim Indonesia tinggal nama. Salam.

*) Agus Pambagio adalah Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen.