Mhs FTUI Juara Nasional Design Product

Assww,
FTUI berhasil menjuarai Kompetisi Nasional Design Product and Ergonomics Chronics 2011 di UGM
Bapak dan Ibu dosen yth,
Alhamdulillah, kembali mahasiswa FTUI yaitu Anton Royanto (M’07),
Aisyah Iadha Nuraini (TI ’08), Iftitah Putri Haditia (TI ’08), Sofrida
Rosita Hanum (TI ’08) berhasil menjuarai Kompetisi Nasional Design
Product and Ergonomics di UGM pada Juni 2011.
Semoga prestasi yang ditorehkan terus dapat dipertahankan dan
dilanjutkan oleh generasi2 berikutnya.
Dan kerja team work antar Departemen bahkan antar Fakultas spt Tim
Robot atau Tim Shell Eco Marathon dapat ditularkan kepada tim2 lomba
lain di UI ini.
Tetap semangat dan raih prestasi setinggi2nya…

Wass,

Ario SB

Kemenangan Manis di Jogjakarta
-Anton Royanto (M’07)-

Dibentuk pada awal bulan Mei, dengan komposisi Aisyah Iadha Nuraini,
Iftitah Putri Haditia, Sofrida Rosita Hanum – Teknik Industri 2008, dan
Anton Royanto Ahmad – Teknik Mesin 2007, kami bersepakat untuk menamakan
tim kecil ini dengan “Kolam Susu”. Dalam kurun waktu 2 minggu, kami
menelurkan ide serta meraciknya menjadi sebuah proposal kecil untuk
dikirimkan kepada panitia Chronics 2011 selaku pembuat kompetisi
nasional Design Product and Ergonomics. Chronics 2011 merupakan
perlombaan tahun ke-4 dengan tema Supporting Tools for Parent and
Toddler. Perlombaan ini diadakan oleh teman teman Himpunan Mahasiswa
Teknik Industri (HMTI) UGM.

Peserta yang mendaftar sebanyak 61 tim dari berbagai perguruan tinggi
yang ada di Indonesia. Untuk melaju ke babak selanjutnya, panitia hanya
memilih 15 tim melalui babak penyisihan mini proposal. Kolam Susu
merupakan perwakilan yang lolos dari UI untuk berkompetisi selama 3 hari
di UGM, Jogjakarta. Walau kami memiliki cara masing masing untuk pergi
ke Jogjakarta, entah dengan bus maupun pesawat, tekad kami sudah bulat
untuk menjadi nomor satu.

Hari pertama cukup menegangkan. Kami mempresentasikan Volta Milk,
produk kami, kepada tiga dewan juri yang pakar dibidang desain,
ergonomi, dan psikologi anak. Dengan memperhatikan manner and matter,
kami berusaha tampil sebaik mungkin.

Hari kedua, Case Study, kompetisi yang memerlukan kekompakan tim
didalamnya. Taman Pintar Jogjakarta adalah tempat yang menarik untuk
mencari sebuah permasalahan yang harus dipecahkan oleh tim. Kami para
engineer muda dipacu untuk menyelesaikan masalah dalam kurun waktu 3
jam, kemudian kami tampilkan secara privat terhadap dewan juri. Di hari
kedua ini, akan dipilih 7 tim terbaik yang akan maju ke babak grand
final pada hari ke 3. Alhamdulillah, kami berada di peringkat ke 2.
foto kemenangan anton di ugm mei 2011
Hari ketiga, hari penentuan, kami harus membuat expo di Taman Pintar,
dan kami harus mempresentasikan hasil Full Proposal kami dengan sedikit
revisi yang direkomendasikan oleh dewan Juri. Walaupun energi kami sudah
banyak terkuras untuk mempersiapkan ini semua dalam waktu singkat, kami
tetap optimis. Doa selalu teriring dalam langkah langkah kami.
Alhamdulillah, 5 Juni 2011 adalah momen yang berbahagia untuk kami:
Kolam Susu menempati Juara 1, mengalahkan tim dari UGM dan ITS.
Kebahagiaan yang mengganti segala pengorbanan yang telah dilakukan.
Alhamdulillah.

Iklan

Tripod HP di Harpitnas

Gara-gara Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) tanggal 03 Juni 2011 yang jatuh dihari Jumat menyebabkan saya rada sedikit nganggur dipagi hari. Jadilah sembari ngopi dan makan roti saya ngopreg tripod handphone saya yang sekarang fiturnya udah sedikit nambah dan rada canggih (saya sendiri yang klaim bhw tripod hp ini canggih).

Lha jadi apa canggihnya ini tripod HP ?

Tentu anda harus lihat foto dulu yah… Nah sambil lihat foto, nih saya jelasin. Itu kalo anda mau denger, tapi kalo gak mau denger ya pindah aja channelnya alias klik web yang lain. Jadi tripod hp ini gabungan ama tripod kecil biasa yang buat tustel digabung sama asesorisnya yang dimodif dari botol shampo (lihat foto yah). Kenapa musti digabung ?

Nah ini lagi rahasianya… Tripod HP yang dulu karya saya beberapa tahun y.l., kalo mau search di blog ini juga ada (search aja tripod hp) dibagian search sebelah kanan. Yang itu gak ada tripod tustelnya langsung dibentuk dari botol shampo saja. Tahu nggak kekurangannya apa ? Yah kayanya sih kalo gak punya pengalaman dengan tripod dll gak bakalan tahu. Saya jadi tahu juga karena sering menggunakan fitur video klip HP. Tapi sebelumnya, anda tahu gak sih kenapa orang musti pakai tripod ? Kalo dipegang tangan doang baik kamera maupun alat rekam lainnya, hasil jeperetannya itu KURANG AJEG. Tuh itu tepatnya, kaya seperti rada goyang gitu, apalagi video keluarnya jadi rada blur. Terlebih lagi dengan kamera atau videocam digital yang megapixelnya rendah. Lha kalo megapixnya udah tinggi lalu apa penyakitnya kan tustel modern dan canggih MP nya sudah sampai 10-12-14 MP. Jadi tajam dan kalau dibesarkan ukuran postersekalipun jadi tidak pecah. Tapi… memorinya itu man… guede banget. Ini penyakitnya sehingga kalau kita transfer gambar via internet atau bluetooth jadinya luama sekali bahkan seringnya malah gagal. Padahal kita udah nunggu lama. Hal ini disebabkan karena koneksi internet di negara kita kebanyakan kurang bagus ya, bandwitdh nya rendah. Jadi kalau kita ingin transfer sebuah event saja tanpa mengingat kalitas video yang tinggi, maka lebih baik bila filenya kecil saja jangan gede-gede. Jadi transfer cukup dengan 2-3 menit saja selesai sudah.

Tripod Handphone tidak eksis di dunia ini. So guyz karena itu kalo kita mau kita punya hp difungsikan untuk kamera, maka tripodnya harus bikin sendiri. Dan ngiris2 botol shampo pakai cutter ini dan menempatkan Handphone ditengahnya menjadi salah satu alternatif yang promising. Kalau tidak percaya lihat knerjanya ini tripod HP:

Jadi saya sudah upload ke youtube 1300 video klip, sejak Januari 2008 sampai dg hari ini (3 Juni 2011).

Hanya dengan handphone saja. Sorry mungkin 70% nya yg dengan HP sisanya ada juga dengan videocam. Jadi kalao kita dengerin lagunya Dee (Dewi Lestari)… begini nih… – Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya -.

Juara upload video klip di youtube. Tapi kalo di Hongkong dan Australia, banyak yang lebih dari saya. Ini untuk individu ya bukan corporate. Kalo tv2 itu emang udah kerjaannya, they are so profesional…

Coba saya jelaskan sedikit sambil lihat foto tentunya. Jadi bagian bawahnya adalah tripod kecil biasa mungkin harganya 50 ribuanlah. Atasnya kan ada mur. Lalu botolshampo bawahnya say bor jadi bolong seukuran diameter mur tripod. Dengan sendirinya untuk bisa menjepit bagian atasnya musti kita baut seukuran mur itu. Biasanya sih mur kuping tapi kal gak ada, mur biasa aja asal deratnya cocok dengan baut tripod itu. BAgian tengah atas pakai cutter anda potonglah atau bolongin itu botol shampo seukuran HP anda. Karena saya pakai 2 jenis hp bekas (nokia e90 dan soner w800i) maka bentuk potongannya jadi rada aneh. ANda bisa potong sendiri sesuai ukuran hp anda. Keunggulan dari tripod hp botol shampo ini sekarang adalah kemampuannya untuk diputar kesemua arah. atau tepatnya arah hemisphere alias setengah bola atas. Itu kan keuntungannya tripod tustel dimana dia bisa di putar arahnya dalam 6 derajat kebebasan.

Jadi begitulah keunggulan tripod hp botol shampo ini dan karena di Indonesia ini sudah jarang ada orang GILA yang meng-upload 1300 video klip ke youtube dan dailymotion. Oran bilang ‘kurang kerjaan’ kali tu orang. Emang bener ternyata, buktinya ini di hari kejepit nasional dimana PNS yang gak liburan keluar kota pada bengong dirumah kaya saya ini. Jadilah saya nulis diblog si kupret ini yang memang udah lama gak saya isi, dan lama juga gak nulis artikel diblog sendiri.

 

 

Dan ini hasil jepretannya

Ketika Anakku Tidak Naik Kelas ….

Ketika Anakku Tidak Naik Kelas ….

Posted by: “Nanang”

nanang60@yahoo.com Thu Jun 25, 2009 12:48 am (PDT)

***
Tulisan sahabat saya ini rasanya seperti ‘lain daripada yang lain’. Buat saya luarbiasa, karena itu langsung saya curi anpa minta ijin lebih dahulu sehingga mungkin nanti dibelakang hari saya akan dituntut memplagiat tulisan orang.
Tapi biarin aja, untuk suatu kebaikan jangan pikir lama2… Kerjain aja.
Selamat membaca.-

***

Ketika anakku tidak naik kelas

Anakku, sejak balita idak pernah diam, bahkan saat tidur tidak pernah tenang,
selalu bergerak, bahkan pernah hilang dari pengawasan ketika kami berjalan-jalan 3
kali, ketika sedang di kota malang, dua kali di supermarket. Bocah lelaki ini tidak
sabaran dan ketika di SD, gurunya saat memberikan rapor selalu berkata bahwa jika
dia serius dalam belajar akan menjadi yang terbaik, namun dia tida kpeduli, tetap
bersikap dan melakukan sesuatu apa yg dia inginkan.

Anak itu putra sulungku, sekarang berusia 16 tahun dan beberapa bulan lagi dia 17
tahun. Saat di kelas 4 SD, matanya tertusuk gagang bendera kecil hingga menggencet
saraf korenanya dan membuatnya buta sebelah, mata kirinya masih bisa melihat. Kami
mengoperasi bekas tusukan itu di RS Mata terbaik di Indonesia habis habisan dan
tetap tidak berfungsi. Matanya agak juling, namun dia kami perlakukan apa adanya dan
tidak terasa menjadi minder, terbukti temannya sangat banyak, bahkan teman dekat
wanitanya gak kehitung.

Anak ini, sesuai kebiasaan kami, terdidik di suasana yang sangat demokratis. Kami
tidak pernah memaksakan sesuatu yg tidak prinsip, semisal memilih pakaian, memilih
warna cat kamar tidur, jenis sepatu, kecuali yang prinsip seperti sikap kepada
orangtua, jujur dan hal prinsip lain. Karena suasana seperti itu, kami sering
berdebat dalam banyak hal, termasuk dalam cara belajar dan apa yg ingin dicapai
serta diinginkan dalam keseharian. Disiplin tetap diterapkan, tetapi (mungkin salah)
tidak dengan paksaan secara lugas, seperti ayahku yg akan menyiram air ketempat
tidur hingga basah kuyup, ketika kami terlambat bangun pagi untuk sholat subuh.
Nyaris semua keputusan diambil dengan cara dialogis, tidak pemaksaan.

Di kelas 2 SMPN, si sulung ini mulai berulah, tidak pulang hingga jam 02.00 larut
malam dan kuancam di depan rumah di bawah pohon mangga di subuh hari, sambil
kupegang lehernya dan kuancungi tinju di depan mukanya agar tak mengulangi
kelakuannya. Mungkin dia jeri dengan ancaman itu, kelakuan sedikit berubah, meskipun
kabur dari sekolah sudah menjadi kebiasaannya. Saat naik kelas 3 nilainya diatas
rata2 kelas, meski tidak menjadi jawara di kelasnya dan ketika kelas 3 kelakuan agak
berubah, meski tetap saja ada absensi membolos, sendirian. Dia lulus UN dengan nilai
matematika hanya salah 1 dari semua soal. Aku lega dia bisa menyelesaikan SMPN-nya
dengan nilai UN yg cukup baik dan akhirnya dengan berliku liku berhasil masuk sebuah
SMAN yg cukup baik reputasinya di kotaku.

Kelas 1, mulai berulah. Sejak mulai masuk dia absen dan walikelasnya berang, tidak
mampu lagi menangani si sulung dan menyarankan untuk pindah ke SMAN lain, kebetulan
sistim di kotaku mungkin terjadi mutasi murid dari sebuah sekolah ke sekolah lain
asal nilai mencukupi, masuklah dia ke SMAN yg memang dia inginkan dengan reputasi yg
lebih baik dari SMAN saat dia masuk pertama kali, semester 2 kelas 1 dia lewati
dengan sangat baik, tanpa absen dan nilai rapor yg memuaskan (masih tetap tidak
jawara, karena sangat jarang belajar), kami berfikir dia sudah berubah, kelakuannya
dalam berteman semakin menjadi.

Ketika di SMP dia sudah mulai menjadi anak band, satu2nya yg dia lakukan secara
konsisten adalah berlatih band dengan teman2nya, yg lain, tidak janji.

Ketika kelas 2 SMA, dia memperoleh walikelas yg lugas, seperti polwan, sangat
berbeda dengan walikelas saat dia kelas 1 semester 2 yg, mesti lugas dan jutek,
namun bisa bersikap seperti teman, si sulung memfavoritkan guru ini dan disuruh apa
saja mau, sementara dengan walikalas yg baru, nyaris berantem, gara gara dia merasa
tidak bersalah, kepalanya dijedut dengan tangan di depan teman2nya. Aku maklum saja,
guru seperti polwan itu umum di SMAN sedangkan seperti walas kelas 1 semester 2 tadi
jarang diperoleh, lalu kubilang kepadanya ketika dia protes gurunya tidak enak
“Dimanapun kamu temui guru, tidak selalu enak. Jadi murid itu selalu sudah, itulah
belajar,… jangan minta diperlakukan khusus dong, kan ada 40 temanmu yg lain yg
juga punya masalah”. Dia diam saja.

Di kelas 2 itu, nilai rapor semester 1 kacau balau. Ada ulangan semesteran yg dia
tidak ikut dan tidak upaya untuk memperbaiki nilai, absennye juga tak terhitung.
Ketika kelas dua, walas “sang polwan” yg sudah bete melihat si sulung sudah
mengancam dia tidak akan naik kelas. Akhirnya, meski kelakuan si sulung di semester
2 mulai agak baik (absen sudah jauh membaik, ulangan juga mayoritas diikuti dan
sudah mulai mau membantu SMA-nya ngeband, dulu dia tdk pernah ngeband dengan teman
se sekeolah), namun sekolah punya putusan lain, si sulung tidak naik kelas-3 !!
Bibinya yg mengambil rapornya bercerita, ternyata si sulung ini juga sudah di vonis
seperti “penyakit menular” oleh walikelasnya, karena teman2 sekolahnya berusaha
menghindarinya, karena akan kena sangsi jika berdekatan dengan dia, semoga bibinya
salah dengar.

Buatku yang memiliki tradisi jawara, tidak naik kelas itu tentu memalukan tetapi
tidak segalagalanya, bahkan bisa menjadi pelajaran untuknya, bahwa kegagalan itu
mahal dan berharga, karena siapa pula yg bisa menjamin saudara misannya yg wakil
olimpiade tadi lebih sukses dan bahagia hidupnya dari si sulung yg “kacau” itu.
Dengan asumsi yg agak “menyenang nyenangkan hati” tadi, aku menerima saja dia tidak
naik kelas bahkan akan sangat aneh dan menjadi sesuatu yg “menipu” jika dia
“dipaksa” naik kelas juga. Proses hidup dia, statistically masih panjang, semoga dia
menjadi lempeng di ujung, karena kehidupan dia yg “semau-maunya” seperti seniman dan
selalu mengikuti proses kreatif itu memang mencemaskan.

Aku masygul dan ibunya sedih putra terbaiknya tidak naik kelas, sebuah sejarah baru
untuk keluarga ibunya, karena keponakannya yg di SMP mewakili kota depok dalam
olimpiade matematika, sementara si sulung, meski tidak bodoh, malah tidak naik
kelas. Si ibu tidak melihat bahwa si sulung sudah berkali kali mewakili “tidak
resmi” sekolahnya bermain band hingga sampai Jakarta. Ketika mendengar dia tidak
naik kelas, sms ku hanya “Akhirnya benar kamu tidak naik kelas dan pesanku cuma 1,
berubahlah dalam menjalani hidup, karena akhirnya semuanya ada ditanganmu dan
untukmu, apakah ingin sukses atau gagal dalam kehidupan ….”, dia tidak menjawab
sms itu.

email: nanang60@yahoo.com
http://ahmadrizali.com