Energi Nuklir Solusi Atasi Masalah Energi

Di copy paste dari Media Indonesia dot com

-0-

Senin, 09 Mei 2011 19:09 WIB

JAKARTA–MICOM: Energi nuklir diklaim sebagai bahan bakar yang bersih karena tidak mengeluarkan emisi atau CO2 dalam jumlah besar. Selain itu sisa hasil energi nuklir dapat didaur ulang untuk dijadikan energi kembali.

Hal tersebut disampaikan pengamat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Jon Respati dalam seminar “Energi Berkelanjutan untuk Pembangunan Nasional” di Jakarta, Senin (9/5). “METI tidak antinuklir karena memahami nuklir energi bersih dalam artian tidak mengeluarkan atau mengemisikan CO2,” katanya.

Jon menyampaikan bahwa selama ini energi nuklir selalu dikait-kaitkan dengan senjata nuklir. Padahal nuklir bisa digunakan sebagai energi bersih dan hal itu perlu didukung.

Maka penggunaan energi nuklir perlu dilakukan dengan persiapan yang jelas dan penguasaan teknologi yang mumpuni. “SDM (sumber daya manusia) kita sudah cukup mumpuni, cuma diperlukan suatu persiapan yang jelas,” ujar Jon.

Sementara Ketua Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) Budi Sudarsono mengatakan bahwa bencana gempa dan tsunami yang menimpa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima di Jepang membuat masyarakat takut. Namun ia menyampaikan bahwa bencana tersebut terjadi bukan karena kesalahan dalam pembangkit tersebut tetapi karena gempa.

Maka energi nuklir sebenarnya tidak terlalu beresiko seperti yang dibayangkan. “Tidak ada reaktor yang meledak, yang ada kepecahan tabung hidrogennya,” ujar Budi.

Dengan tingginya harga minyak dunia dan terbatasnya ketersediaan panas bumi, energi nuklir perlu dikembangkan. Mantan Presiden Greenpeace Patrick Moore mengatakan bahwa sampah (limbah) dari PLTN sangat sedikit. Hal itu dikarenakan dalam menghasilkan listrik besar, PLTN hanya memerlukan sedikit uranium.

“Limbahnya disimpan dalam cara yang aman. Tidak likuid, tidak korosif, hanya berbentuk pelet kecil. Katakanlah 1GW listrik hanya 80 ton sampahnya,” ungkap Moore. (ML/OL-04()

Iklan