Buta Mata Buta Warna dan Buta Hati

Tercenung lama, geleng kepala berkali-kali, ada rasa sedikit sakit hati sedikit dendam untuk tidak mengatakannya sedikit-banyak menyumpah-nyumpah, kalau saya saja punya rasa seperti itu apalagi mereka yang benar-benar cacat tuna ini-itu, mendengar berita di Metrotv kemarin tentang seleksi calon mahasiswa untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN. Kalaulah negeri kita ini hancur karena ulah para koruptor… Kalaulah negeri kita ini kalah jauh prestasinya dibanding dengan negeri tetangga sekalipun mempunyai kekayaan alam berlimpah, Karena pejabatnya hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri dan golongannya… Itu sih semua soal biasa. Dalam beberapa tahun saja bisa diperbaiki bila pemerintah berganti dengan pejabat-pejabat yang amanah.
Tetapi…,  sekali lagi… tetapi… bila pejabat penentu kebijakan dunia pendidikan baik ditingkat nasional Diknas, maupun lokal perguruan tinggi menentukan kebijakan diskriminatif yang salah, melarang mereka yang Tuna-Netra, Tuna-Rungu, Buta Warna dan cacat lain untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas atau pendidikan tinggi lainnya, apapun bidangnya maka akibat buruknya sangatlah fatal. Masa depan bangsa ini akan tertutup kabut, atau penjajahan 350 th akan terulang lagi tanpa bisa bangkit. Jauh lebih parah dari kehancuran karena korupsi…
Mengapa demikian ? Mengapa masa depan bangsa bisa hancur karena pejabat pendidikan yang ‘the so-called’ intelek itu salah menentukan kebijakan.
Karena diskriminasi dan larangan diatas menyangkut pada marginalisasi pendidikan untuk kaum muda sekarang, anak-anak kita, cucu-cucu kita nanti. Pembatasan pada mereka yang sangat mungkin punya bakat dan otak yang cemerlang. Yang akan jadi pemimpin di masa depan nanti. Masa depan negara kita akan kelam dan tertutup kabut karena penentu kebijakan pendidikan kita berpikir sempit dan terkotak.
Andai mereka itu insinyur, pastilah mereka itu insinyur-insinyuran, bila mereka ST tentulah mereka itu ST-ST an. Andai mereka itu Doktor, pastilah mereka itu doktor-doktoran, andai mereka itu dokter, pastilah mereka itu dokter-dokteran.
Siapa itu dokter-dokteran, mereka itu dokter palsu, hanya anak kecil yang bermain dokter-dokteran. Jadi bukan dokter beneran, hanya bajunya saja tapi pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan seorang dokter tidak dimilikinya. Bila mereka Profesor pastilah bohong gelarnya itu, karena dia tidak tahu esensinya pendidikan…Apalagi…apalagi kalau dia professor ilmu pendidikan…pastilah itu gelar palsu yang sebenar-benarnya.
-0-
Alkisah sesorang di Inggris, kalau bicara terdengar seperti knalpot motor lagi idle, tidak ada orang yang bisa mengerti. Matanya juling hanya satu yang bisa melihat secara kabur, itupun tertutup kacamata tebal. Tidak bisa jalan, jadi sepanjang waktu menggunakan kursi roda, jadi dia cacat banget. Namun di Negara itu semua orang cacat bisa dan boleh sekolah ke perguruan tinggi dan boleh pilih jurusan apa saja. Sekarang ini kira2 umurnya beliau sudah 70 sekianlah. Saya membaca bukunya 10 th yang lalu. Disitu tertulis, beliau membuat sebuah formula atau rumus yang…yang satu rumusnya…panjangnya…panjangnya… 49 halaman. Kalau anda cukup intelek tebak saja siapa beliau itu, inisialnya SH. Silakan posting di FB.
-0-
Suatu hari di lab, kami bekerja dengan banyak kabel dan warna-warni dengan diameter yang cukup kecil. Warna yang bervariasi itu menunjukkan standar yang digunakan, apakah JIS, BS, ISO, AFNOR, DIN, atau ASTM (jaman itu belum ada CE). Dengan susah payah saya memisahkan kabel-kabel tersebut, toh akhirnya saya berhasil juga. Tidak seluruhnya saya menggunakan mata, separuh keberhasilan itu adalah karena saya menggunakan otak. Pada warna yang saya sulit membedakan, saya ukur resitance-nya dan karena tipe kabel itu memang materialnya berbeda maka dengan mudah kita bisa membedakan nilai resistance bahkan sudah langsung digitalized berbentuk angka. Pemisahan dan cara saya menangani persoalan itu saya ceritakan pada supervisor yang juga seorang GB. Beliau langsung kasi komen begini: “Alors donc…Vous-etes Daltonian hein… « Kira-kira artinya begini : « oh jadi kamu termasuk Daltonian. » Kenapa saya disebut Daltonian oleh Supervisor ini ?
Dulu anda pernah belajar tentang Hukum DALTON kan ? Nah rupanya si Dalton ini…BUTA WARNA. Oh jadi saya termasuk kaumnya Dalton ya… Gpp juga sih… Gak ada bedanya koq ama yang lain.
Ilmu di lab itu berbasis pada prinsip Seebeck – Peltier, sampai hari ini saya pakai dan sudah banyak dan akan lebih banyak lagi, menyelamatkan bayi premature yang berjuang sendirian melawan hyphothermia.
-0-
Dari 6 lelaki dalam keluarga ada 3 orang yang BW. Saya yang tengah, dan kakak saya paling tua dipanggil mas Yaxxxx, yang saya rasa otaknya paling kurang…hik…hik..hik… Bapaknya si Ninxx (Amxx Lutxxx, yang komen di FB tuh. Dia pasti cekikikan baca artikel ini, coz bapaknya dibilang otaknya paling kurang…)
Tapi sekurang-kurangnya otaknya (duh ini bahasa gak karuan)… toh dia bisa juga jadi DSA. Apa itu DSA ? Dokter Spesialis Anak. Tuh… otak yang paling kurang aja bisa jadi dokter bahkan spesialis lagi.
Wah saya ini adik yang kurang-ajar ya, kakak dibilang otaknya kurang. Minta maaf Mas…minta maaf sekali lagi…Sorry Ninxx… Sungguh ini cuman becanda. Maksudnya untuk menunjukkan bahwa si BW itu bisa jadi dokter bahkan spesialis, sudah ribuan anak kecil mendapatkan pelayanan beliau termasuk semua ponakan laki (duapuluh lebih)… disunat sama beliau. Tuh… heboh kan ?
Kemudian saya yang tengah… Wah ini gak fair kalo cerita tentang diri sendiri. So plis Tanya aja deh ama yang posting di FB. Si Aropa keren, Shoim ganteng (kesian deh lo im…), Azimil Rajo dirajo, Fariz Sepang… Siapa lagi tuh yang gak kesebut. Ceritain deh, yang bagus dan yang jelek biar fair. Tentang diri saya, gak pp koq saya di maki-maki. Saya anggap itu sebagai imbalannya saya suka maki-maki orang di dalam kelas.
Lalu adik saya, nah ini bedanya dengan saya rada banyak. Pertama… kalo saya pemain gitar, dia pemain biola. Saya di Universitas dia di pemerintahan, dia pendek saya tinggi…? Gak deng, terbalik. Kayanya dia kerjanya cuman cengangas-cengenges aja, tapi tahu-tahu jadi eselon satu di Kemenko. Itupun sambil main biola ujug-ujug jadi Doktor ilmu lingkungan. Kabarnya setelah selesai jadi Preskom di PT KXX sekarang jadi Preskom juga di PT PEXXX, semua BUMN. Kayanya dia dapat banyak kemudahan karena dia BW deh..? Tanya aja ama orangnya ada di FB tuh.
-0-
Saat saya melihat wawancara Metrotv dengan dua penyandang cacat buta mata Sarjana Hukum lulusan UI, saya terharu sangat waktu yang laki itu mengatakan bahwa dia bisa membaca web internet dengan jelas dan clear tanpa kesulitan apapun dengan computer khusus untuk orang cacat. Dia bilang “Dunia ini sudah terbuka luas bagi saya dengan berselancar tanpa halangan apapun didunia maya.” Duh…Mengapa harus ada pembatasan lagi, kalau mereka yang cacat itu saja sudah membuktikan dirinya mampu berprestasi sama dengan atau bahkan lebih daripada mereka yang normal, maka sungguh buta hatinya mereka yang menentukan kebijakan diskriminatif itu. Bagaimana perasaannya nanti kalau suatu saat mereka punya anak yang cacat yang nanti tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi padahal otaknya mampu. Percayalah bahwa bila kita peduli dan memberi kesempatan yang sama pada mereka yang cacat dengan mereka yang normal, maka hasil positifnya akan kita dapatkan berkali lipat di kemudian hari. Ini hukum alam saja sebenarnya.
-0-
Mewakili semua perasaan mereka yang punya kekurangan fisik, hati saya berdoa… Allah ampunilah mereka yang belum mengerti, maafkanlah kebijakannya yang kurang tepat. Turunkanlah hidayah dan petunjukmu agar mereka memperbaiki apa yang kurang tepat bagi para penyandang cacat…
Semoga Negara kita tahun ini betul-betul mendapat pemimpin yang adil dan amanah yang lebih adil pada mereka yang cacat yang lebih peduli kepada para difabel, memberi kesempatan yang sama pada si Buta Warna. Memberi bantuan pendidikan pada mereka yang kurang mampu. Sehingga masa depan anak cucu akan jauh lebih baik daripada masa kita sekarang.

NB:  Gara-gara postingan saya yang kontradiktif di FB, tadi pagi saya dicaci-maki oleh seseorang dengan SMS. Saya cuma balas “Sabar…sabar…”  Expecting tulisan ini meluruskan apa-apa yang masih bengkok, semoga bermanfaat untuk dunia pendidikan kita.

—000—

Copy status Facebook

SNMPTN : Mereka yg Buta Warna (calon mhs) dilarang masuk Teknik…hayo loh…rasain loh yg BW…Sial nasib loh… Emang elo-eloh dianggap otaknya gak nyampe koq… Jadi jangan suka sok pintar.
6Like ·  · Promote · Share
Iklan

You lie…kamu bohong !

Kisah ini saya alami sewaktu ikut dalam sebuah seminar di Bali ISTP SANUR-BALI.
Sambil menunggu presentasi dari Prof A.C. McIntosh dari University of Leeds, saya
sempatkan sedikit waktu untuk menulis. Jadi saya hotel Grand Bali Beach dalam
rangka ISTP-14 (International Symposium on Transport Phenomena). Meeting para
ahli dibidang Transport Phenomena lebih detail lagi bidang Heat, Mass and
Momentum Transfer. Event ini sudah berlangsung sejak 14 tahun yang lalu setahun
sekali diselenggarakan berpindah-pindah. Tahun ini Indonesia kebagian dan yang jadi
host-nya adalah Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI tempat dimana saya
bekerja. Panitia penyelenggaranya semua adik-adik yunior saya, kebanyakan yang
sudah pada jadi doktor jadi relatif sudah pernah ikut seminar internasional macam ini.
Saya sudah presentasi kemarin sore di session Heat Transfer.

Bagus atau jelekpresentasi saya gak jadi soal yang penting sudah selesai jadi sudah lega tidak adabeban lagi rasanya. Kalau belum presentasi rasanya stress juga, biar udah pengalaman
berkali-kali tetep aja stress itu tidak bisa hilang. Yang penting kita bisa ikut berkiprah
didunia internasional. Paper international ini juga sarana untuk kenaikan pangkat bagi
dosen dan peneliti karena nilai angka kreditnya cukup besar. Hari ini hari terakhir
karena dari rencana simposium yang 3 hari diperpendek jadi hanya 2 hari saja
sedangkan hari ke 3 diisi tour ke Kinatamani untuk para peserta seminar.
Banyak peserta mundur karena bom Bali dan SARS.
Hal ini disebabkan banyak peserta yang mengundurkan diri karena peristiwa bom Bali
dan berjangkitnya SARS. Peserta dari Australia kebanyakan mundur karena trauma
bom Bali. Sedangkan peserta dari Timur Tengah banyak yang mundur karena takut
sama SARS. Awalnya ada 200 lebih peserta yang menyatakan kesediaannya untuk
datang namun karena kendala-kendala tadi makalah yang jadi tinggal hanya 94 saja di
Proceeding dan peserta yang datang mungkin hanya 70 lebih. Saya pribadi tentu lebih
senang seminarnya 2 hari saja apalagi di hari ke 3 ditawarin tour. Rencananya besok
saya mau ikut.
16.45
Dari kejauhan disebelah kiri terlihat 2 orang sedang mengayuh kano, disebelah kanan
jarak beberapa meter saja dari tempat saya duduk di pasir ada sepasang turis Jepang
muda sedang memandang laut santai. Persis di depan saya ada bapak sama anak
lakinya lagi menikmati pinggir pantai laut Sanur. Tak ketinggalan sepasang turis bule
disebelah kiri, tentu saja yang wanita berbikini walaupun yang body-nya sudah
banyak kendor disana-sini, Gak pa pa lah.. who cares ? Angin laut terus berhembus
segar, saya menikmatinya sambil menulis catatan harian ini yang nantinya saya
niatkan untuk melengkapi buku saya edisi 2003 yang lagi direformat oleh Qose, yang
terakhir ini mahasiswa sastra, nama aslinya Kosim, dia teman main band dan suka
bantuin nerjemahin macam-macam teks. Walaupun sekarang musim libur siswa
sekolah dan juga musim libur di Eropa dan Amerika, dan walaupun kelihatannya di
plane kemarin passengers banyak sekali, namun kelihatan sekali bahwa turis di Bali
ini berkurang banyak. Sanur yang tampak oleh saya terlihat sepi dibanding biasanya.
Dari sejak datang hari minggu saya belum mampir ke Kuta, banyak yang bilang toko-tokonya banyak yang tutup karena tidak ada pembeli.
Simposium ini berakhir sore ini, tadi session terakhir Heat Transfer saya jadi
Chairman. Dari sedianya ada 4 makalah yang akan dipresentasikan hanya ada 3 yang
hadir, Makalah pertama tadi dibawakan oleh orang India tapi nampaknya dia bukan
dari India yang aneh dia sebenarnya juga bukan authornya (penulisnya) dia Narayana
diminta oleh temannya india bernama Sreetamu yang sejak kemarin galak betul
nanyanya kepada setiap pemakalah mungkin dia pulang duluan. Tapi kelihatannya
okay dengan bahasa Inggris aksen India Narayana presentasi dengan cepat dan lancar.
Komentar dari audience ada beberapa salahsatunya dari McIntosh Prof dari Leeds
yang saya sebut diawal teks. Pertanyaan ini membuat suasana jadi lebih idup. Yang
kedua dari Hanyang Univ Korea Mr Park, dia bicara tentang optimasi Plate Heat
Exchanger. Kelihatannya audience kurang menangkap sehingga tidak ada yang tanya
terpaksalah saya nanya kebetulan saya mengerti sedikit, lumayanlah tanya jawab itu
dan pertanyaan saya memang ringan-ringan saja. Cuma saya agak kaget waktu saya
beri komentar awal, dia jawab “You lie!”, gila ini orang saya dibilang bohong tapi
dari ekspresi dia selanjutnya kelihatannya dia tidak bermaksud mengejek saya tapi
memang aksen orang korea itu agak aneh, cadel orang betawi bilang. Setelah
beberapa menit baru saya sadari bahwa komentar dia tadi itu maksudnya “You’re
right ! ”
Begitulah sering terjadi salah paham karena bahasa, untung tadi saya tidak cepat
marah. Presentasi ketiga juga banyak matematiknya, terus terang saya tidak mengerti
ternyata audiencenya cuma tinggal tiga orang dan tidak satupun yang tanya.
Terpaksalah sessi itu saya tutup demikian saja dan kami lebib cepat selesai dari sessi-sessi
lain karena memang hanya 3 makalah yang dibahas dari seharusnya 4.
Angin dan ombak dari arah laut menderu-deru, matahari sudah semakin condong
kearah barat sudah hampir satu jam saya duduk dan menulis dipantai sanur ini.
Gimana kalau saya main flute dulu dipinggir laut kan excited. Okay saya main dulu
ya… flutenya ada di ransel yang saya bawa ini. (17.15).
090703-20.00
Sembari nunggu pesawat mungkin 30 menit lagi take-off dari bandara Ngurah Rai,
saya sempatkan sedikit menulis… Wah tapi nampaknya pintu menuju pesawat sudah
terbuka mungkin sebentar lagi passenger akan disuruh naik boarding ke pesawat. Biar
aja deh sampai di announce… Benar aja dah dipanggil.

Ini di pesawat.-  Tadi pagi dengan bus saya ikut tour Kintamani bersama seluruh
partisipan seminar ISTP. Banyak juga yang ikut sehingga panitia perlu menyiapkan
dua bus lengkap dengan tour guide berbahasa Inggris. Tujuan pertama ke Batu Bulan
untuk melihat Barong and Keris Dance, selama satu jam. Rupanya tempatnya
memang sudah disiapkan untuk turis. Tempat duduknya bisa menampung ratusan
penonton memang banyak juga bus turis lain yang sengaja mampir disitu jadi sudah
well-organized. Dulu tahun 1987 atau 88, Wahyu anak barep saya waktu itu masih
kecil mungkin kelas satu SD, jurusan Mesin pernah piknik ke Bali, kayanya waktu itu
juga mampir ke tempat seperti ini tapi tidak sama karena seingat saya waktu itu
teaternya ditengah sawah. Sampai disitu jam 0900 kita sudah disambut dengan
gamelan bali, sementara itu berdatanganlah turis lain sampai jam setengah sepuluh
banyak juga turis mancanegara kira-kira fifty-fifty dengan turis domestik. Jam 0930
tarian mulai dengan munculnya penari barong dua orang belakang depan mirip
dengan barongsay cina. Sebelumnya sudah dibagikan penjelasan tentang tarian itu
dalam berbagai bahasa saya lihat ada juga bahasa korea dan jepang kelihatannya
penyelenggara sudah cukup siap dengan segala sesuatu kepentingan para turis baik
domestik maupun mancanegara.
Bagi saya tarian berikut musiknya sungguh bagus dan terasa asli dibawakan oleh
orang bali dan live show pula jadi sangat alamiah. Walaupun lembar keterangan
tentang tariannya kurang jelas, namun pesan yang disampaikan dapat tertangkap yaitu
pertikaian antara kebaikan dengan kebatilan tidak akan pernah berakhir sampai akhir
dunia. Senitari yang indah itu menunjukkan budaya bali yang tinggi dalam suasana
yang asli bali ini getaran jiwanya sangat terasa. Belakangan waktu saya tanya sama
Nyoman Wardana dari univ Brawijaya yang ikut seminar ini, pak wardana ngerti
dong ya apa yang dikatakan para penari itu, penari itu sambil menari juga menyanyi
ngidung dan bicara. “Wah gak ngerti, mereka itu bicara bahasa bali kuno”, gitu jawab
pak wardana.

-0-

Tulisan ini merupakan salah satu artikel yang ada di buku yang berjudul

DUA DEKADE dan bisa di download melalui address ;

http://www.4shared.com/zip/InmtBsNI/BukuDuaDekade.html


 

Ujian Darwin Rio

Ujian pra-promosi Doktor (S3) sdr

Darwin Rio Budi Syaka

telah diselenggarakan 02 Des 2011 di Dep Teknik Mesin FTUI.

Dewan pengujinya adalah M. Idrus Alhamid (promotor), Budihardjo (ko-promotor), Nasruddin (ko-promotor), Dua penguji internal Raldi A. Koestoer (ketua sidang) dan Nandy Putra. Sedangkan penguji eksternalnya adalah Yuli santoso dariITB dan Ary Bachtiar dari ITS.
Judul disertasinya: Sistem Refrigerasi Cascade dengan menggunakan Refrigeran Ramah Lingkungan (Etana/CO2) untuk Aplikasi Temperatur Rendah.

Doktor T Mesin Gatot Prayogo

Telah berhasil mempertahankan disertasinya dan memperoleh gelar DOKTOR dalam bidang Ilmu Teknik Mesin yang dipertahankan dalam sidang terbuka Senat Akademik Univ Indonesia dipimpin oleh Ketua Dewan Guru Besar FTUI Prof Dr Harry Sudibyo Sutjokro, pada hari Kamis 04 Maret 2011

GATOT PRAYOGO

Dengan judul disertasi

Kerusakan Awal Makro Bahan Komposit GFRP Akibat Beban Tumbukan Berulang RAINDROP.

Promotor Prof Dr Ir Tresna P Soemardi SE MS, Ko-promotor Dr Ir Danardono AS DEA, Dr Ir Gandjar Kiswanto MENG. Penguji Prof Dr Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro, Prof Dr Ir Anne Zulfia S MSc, Prof Dr Ir Yanuar MSc M Eng, Prof Ir Jamasri PhD.

Lahir di Ponorogo pada 28 Maret 1959 (… sehingga oleh Prof B Suryawan sedikit dikomentari: ” Semestinya beliau lulus dari UNDIP… Universitas Di Ponorogo…”). Lulus dari Teknik Mesin FTUI tahun 1984, menikah dengan Dr Iriawati dan dikaruniai putra Genki Imam Prayogo dan putri Ghina Rahmadinia Prayogo. MEng di Toyohashi Univ of Technology.

Wisuda UI 05Feb2011

Lulusan program pendidikan akademik jenjang sarjana reguler UI semester gasal 2010-2011 berpredikat cumlaude ada 111 orang.-
Lulusan program Doktor yang ikut wisuda semester gasal 2010-2011 ada 54 orang 7 diantaranya dari Fak Teknik. Cumlauder Doktor dari FTUI yaitu:

DR Nahry

LUARBIASA…. Selamat utk bu Nahri dari Dep Tek Sipil.-

Coba tebak berapa IP nya ?

Tebak dulu dong berapa ?

Nih ya… tiga koma sembilan sembilan…

Nyaris bo’… nyaris empat.-

-0-

Berikut ini adalah berita salinan dari bisnisdotcom.

DEPOK: Universitas Indonesia hari ini meluluskan 3.498 wisudawan dari berbagai program studi di Balairung UI Kampus Depok, yang dipimpin langsung oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, di Balairung UI Kampus Depok.

Mahasiswa yang diwisuda pada tahun akademik 2010/2011 ini berasal dari program profesi, spesialis, magister, dan doktoral, serta program sarjana dan diploma/vokasi semester gasal.

Vishnu Juwono, Kepala Kantor Komunikasi UI, menuturkan para wisudawan tersebut sebanyak 203 orang dari program profesi, 143 program spesialis, 1.061 program magister, dan 67 wisudawan dari program doktor.

Pada upacara wisuda kali ini, katanya, sebanyak 28 wisudawan dari program profesi mendapatkan predikat cumlaude, dengan IPK tertinggi 3,80, diraih oleh Mario Hertanto dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Adapun, lulusan termuda  adalah Theodorus Hedwin Kadrianto, yang berhasil menyelesaikan studinya di FKG pada usia 22 tahun 7 bulan.

Sebanyak 12 wisudawan program spesialis, lanjutnya, meraih predikat cumlaude, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi mencapai 3,88 diraih oleh Dina Fauzia dari Fakultas Kedokteran.

Adapun, 127 wisudawan program magister meraih predikat cumlaude dan IPK 4.00 (IPK sempurna) diraih oleh Aini Suri Talita dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Pande Nyoman Laksmi Kusumawati dari Fakultas Ekonomi.

Pada program doktor, sebanyak enam wisudawan mendapatkan predikat cumlaude, dan IPK tertinggi diperoleh Nahry dari Fakultas Teknik dengan IPK 3,99.

Vishnu menuturkan acara wisuda dibagi dalam beberapa tahap dari pagi hingga sore. Untuk acara pukul 14.00-16.00 WIB,  UI akan mewisuda 1.072 peserta program sarjana reguler, 29 program sarjana kelas internasional, 787 program sarjana ekstensi, dan 136 program diploma.

Pada upacara wisuda kali ini, total wisudawan berpredikat cumlaude dari program sarjana reguler sebanyak 111 orang, dengan IPK tertinggi 3,87 diraih oleh Doni Jaya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.

Adapun, wisudawan termuda diraih Linda Puspita dengan IPK 3,52 dari Fakultas Kedokteran Gigi, yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 1 bulan. (yes)

Doktor Teknik Mesin FTUI

Pada tanggal 22 Sep 2010 telah diselenggarakan ujian promosi doktor S3 di Dep Teknik Mesin FTUI. Sebagai kandidatnya adalah

Harun Al Rosyid.

Sidang promosi dipimpin oleh Dekan FTUI

Prof Dr Ir Bambang Sugiarto MEng.

Promotor Prof Dr Ing Ir Raldi Artono Koestoer, ko-promotor Prof Dr Ing Ir Nandy Setiadi D Putra, Dr Ing Nasruddin Ir MSc, Penguji Prof Dr Ir Bambang Teguh DEA, Prof Dr Ir Yanuar MEng, Dr Ir HArinaldi MEng.-

Disertasi telah dipertahankan dengan baik, pertanyaan juri semua dapat dijawab dengan baik. Sidang juri menentukan predikatnya SANGAT MEMUASKAN.

Kita ucapkan selamat kepada Dr Ir Harun Al Rosyid MT, atas semangat usahanya yang tak pernah putus asa karena kandidat dikenal sudah berusia cukup lanjut bahkan lebih tua dari semua promotor dan juri. Adapun judul penelitiannya adalah:

(sorry nanti menyusul…).-

Editan 23 Sep 2010: Nah ini baru ketemu judul disertasinya.

Analisis Exergi Peningkatan Unjuk Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan Memanfaatkan Limbah Termal dan Pemasangan Siklus Biner Bawah.

Wisuda UI Program Doktor Magister Profesi Spesialis

Wisuda UI Program Doktor Magister Profesi Spesialis

Sidang terbuka Univ Indonesia di Balairung UI, Kampus Depok, untuk melepas Program jenjang profesi, Spesialis, Magister dan Doktor UI semester genap th ajaran 2008/2009.

Jumlah lulusan program pendidikan profesi  jenjang pertama (ini maksudnya dokter) FKUI menghasilkan lulusan terbayak 215 orang. Spesialis 135 orang, Magister semua 1789 dan yg terbanyak dari Fak Ekonomi 338 orang. Program Doktor sebanyak 104 orang terbanyak dari FISIP 21 orang.

IPK tertinggi utk program profesi Jenjang pertama diraih oleh Yustinus Eka dgn IPK 3,90. Tertinggi dari prog spesialis Fitri Ambarsari dan Heni Dwi Windarwati dengan IPK 4.00. Magister Dewi Yanti Liliana Dari Fak Komputer IPK 3,97.IPK tertinggi program Doktoer diraih oleh Moh Kemal Dermawan dari FISIP dgn IPK 4.00.

Lulusan termuda jenjang pertama profesiAngelina Agustin 22 th kurang sehari dengan IPK 3,64. Kurang apalagi tuh… Termuda spesialis Vika Novia Zamri FKG IPK 3,77 umur 27 th 9 bln. Termuda Magister Vika Rizkia dari Fak Teknik PS Metalurgi 23 th dg IPK 3,88. Doktor termuda dari FKG 34 th 10 bln IPK 3,86.

Kini tengah dikembangkan kajian integrasi antara program sarjana dan pasca sarjana. Bila magister selesai dalam 2 tahun  maka integrasi program sarjana dan pasca sarjana  ini menciptakan seorang magister dalam waktu 5 tahun.

Hal lain dalam pidato Rektor disampaikan bahwa Univ Indonesia termasuk the best six university di ASEAN, diantara NUS, Nanyang, Mahidol, Univ Malaya terus lupa lagi yg lain mana aja.-

Disamping perpustakaan yang lagi dibangun bulan september nanti akan dimulai pembangunan – Art and Cultural Center – Lokasinya di sisi timur dananu Kenanga samping Balairung, sehingga pusat kegiatan sivitas akademika untuk mengembangkan gagasan , karya cipta dan olahraga yang anantinya akan menghasilkan sivitas akademika yangtidak saja cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter, jiwa seni dan spiritual yang tinggi. Demikian Prof. Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri.

Dies Natalis UI ke 58 dan Wisuda 02 Feb 08

Dies Natalis UI ke 58 dan Wisuda 02 Feb 08 Sabtu 02 Feb kemarin saya hadir pada Dies Natalis dan wisuda program Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor. Sedangkan untuk S1 wisudanya siang hari jam 15, Pasca pagi hari jam 09.00, saya datang pagi saja.Dari pidato Rektor Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri, bisa dibaca bahwa wisudawan yg lulus total 1589 (profesi, Spesialis, S2, S3). Doktornya 49, Magister 1110, Spes 129, dan profesi 301. Doktornya paling banyak lulus dari FISIP 10 orang.-Renstra UI menetapkan 3 strategi dasar Integration, Excellence, dan Enterprising. Integrasi dicapai dg otonomi akademik dan organisasi, kebebasan mimbar, kreasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Mengubah multi fakultas menjadi universitas. Excellence dengan cyber-campus. Enterprising dengan pendanaan melalui dukungan riset, pelayanan pada masyarakat dan pengembangan ventura komersial.Sayangnya pidato ilmiah yang biasanya dibawakan oleh staf pengajar, kali ini diisi oleh alumni FISIP dan sarat berisi iklan Unilever. Sepertinya pemaparan iklan itu kurang sesuai dengan acara Dies Natalis dan Wisuda.