Berantas Korupsi dengan Kasih Sayang

by Agus Muldya Natakusumah on Saturday, August 13, 2011 at 2:21pm

Memberantas Korupsi dengan Kasih sayang.

I.Fakta yang kita tahu.

  1. Agus condro membongkar kasus korupsi tetap dihukum dan pasti membuat orang yg ingin bongkar menjadi lebih baik mendiamkannya, siapa yg mau keluarganya terpaksa puasa akibat niat baik tersebut.
  2. Gayus Tambunan akan membongkar kasus yg lebih besar juga kelihatannya sudah pasti redup.
  3. Nazarudin hampir pasti menjadi pengisi penjara baru dan dengan melihat kasus sebelumnya akan sulit ia membingkar korupsi di DPR dan partainya. Terungkap juga bahwa Nazarudin belum dipecat dari DPR walau hal ini dianggap soal administrasi saja tetapi dalam soal bertatanegara hal ini tdk bisa diabaikan begitu saja krn nantinya bisa jadi soalnya dijadikan soal adm dan teknis saja serta selalu didorong kearah pemaafan saja, Ini berbahaya.
  4. Islam mengajarkan potong tangan bagi koruptor China potong kepala tetapi diindonesia potong masa tahanan sehingga pantasan korupstornya meningkat.
  5. 155 kepala daerah tk I dan 17 Gubernur sdg diproses hukum tetapi terasa bukan hanya sebagai pemberantasan korupsi saja karena dipersepsikan sebagai alat pamungkas politik supaya tdk mencalonkan diri lagi dan digusur.

Persepsi yg bisa dikatakan fakta atau Fakta yg dianggap benar ini bisa jadi tidak menguntungkan terhadap pemberantasan korupsi diindonesia.

Korupsinya sudah masih dan berjamaah serta dianggap juga siapa yang ada disitu akan melakukan hal yang sama dan koruptor juga akan lebih selamat jika rajin membagikan hasil korupsinya. Disisi lainnya juga perdebatan anggota parlemen akan kalah seru dengan kongkow bagi hasil diantara mereka pasca mengatur anggaran dan projek, semoga ini hanya persepsi yang dibangun saja karena jika benar begini sungguh sulit jalan normative melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

II.Korupsi walau kelihatannya Enak tetapi bukan hanya bahaya tetapi juga merusak&mencelakakan

Punya jaguar, hammer dan beberapa kendaraan lainnya rumah mewah, tabungan ratusan milliard sungguh pasti menyenangkan karena terkesan mau bersenang senang atau beramal. Mau ihktikaf di mekah dibulan puasa dan mau apa saja sungguh mudah dilakukan termasuk jika mau lakukan pelanggaran moral maklum duitnya ada termasuk untuk mempertahankan kekuasaan sekaligus menambah hartanya sangat mungkin bisa. Hanya apakah hanya begitu senangnya saja?…

Beberapa kawan mengingatkan jika anda kaya raya saja jangan lupa harus sering beramal dan berzakat. Alasannya paling sederhana kekayaannya berkurang dan anda sering salah dan sial atau tidak mendapat simpati sekeliling jika hanya menikmatinya sendiri juga akan mulai terserang penyakit dan berbagai persoalan ini kalau hanya pelit. Jika anda ditambah sombong dan suka menghina orang karena merasa berkuasa dan kaya maka soalnya akan lebih parah dan jangan sampai anda merasakan hukuman akibat anda berperilaku seperti ini.

Ingat ini kaya dengan jerih payah dan hanya punya kesalahan seperti itu. Sekarang bayangkan saja jika hasil kekayaan anda yg melimpah ruah itu hasil korupsi yang benar benar luar biasa mendapatkannya , apakah anda tidak akan dihukum oleh alam ini?….kenapa dihukum sederhana sekali karena mengambil haknya banyak orang atau satu orang sehingga akibat korupsi itu pasti ada yang menderita jadinya.

Kita tidak bersinetron tetapi sudah pasti kejahatan itu akan ada balsannya dan penderitaannya tidak perlu diceritakan disini karena pasti akan sangat sakit dan sengsara dan mencelakakan keluarga dan keturunannya.

III. Kita harus berubah dan melakukan perubahan.

Tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yg merubahnya?. Dalam kontek ini kita bukan ingin dibukanya sayembara berhadiah satu milyard bagi siapa siapa yg bisa membongkar kasus korupsi triliunan atau koruptor yg membeberkan konspirasi korupsi shg korupsi berhenti bukan hanya dibebaskan dan diberi bonus tetapi dengan melihat situasi skg sungguh sulit mengatakan jika korupsi akan berhenti jika kondisinya tetap seperti ini saja. Dan persoalannya kasian rakyat yg jatahnya dikorupsi serta kasian koruptornya juga karena siksaannya pasti akan datang dan bisa jadi baru adil jika ia lebih menderita dari rakyat yang jatahnya dikorupsi.

Pertanyaannya apakah Tuhan dan perangkatnya akan mampu disiasati dan ditahan sehingga siksanya tidak sampai?…jawabannya sungguh tidak mungkin jika sesuai ajaranNYA bahwa koruptor ini seharusnya dihukum demi keadilan walaupun rakyat yg sengsara hidupnya jika bisa mampu menjaga diri bisa juga akan mendapatkan kebaikan langsung.

Persoalan lainnya apakah rakyat berhak mendapatkan kebaikan jika mereka diam saja dan seakan mensetujui korupsi yg gila gilaan itu, jawabannya pasti tidak? Disinilah masyarakat harus bijak dan punya usahanya sendiri.

IV. Pengalaman dalam perubahan

Ah dia itu pejuang ternyata maling juga dan juga ada aktifist yg dulunya pejuang ternyata penikmat dan koruptor juga ini semua celotehan yg sudah umum dan itu memang biasa karena dimana mana pada dasarnya banyak juga yang tergoda karena berbagai kenikmatan.

Rakyat hanya dikorbankan sedang revolusi punya aturannya sendiri sehingga hanya elite pemenang revolusi itu sendiri yang akhirnya bisa menikmatinya rakyat sekali lagi hanya akan jadi korban. Ini juga pikiran yang umum dan banyak terjadi.

Pilihan paling baik untuk diri sendiri dan semuanya adalah memperbaiki diri sendiri masyarakat dan negara bangsa tetapi apakah akan terjadi otomatis karena pada dasarnya manusia mengarah kepada kesenangan dirinya sendiri dan membuat dosa?.

Memperbaiki diri sendiri kerja keras dan terus berdoa serta rajin menyuarakan ketidak setujuan terhadap kejahatan ini akan sangat berpengaruh dan dalam sistim Demokrasi jangan memilihnya lagi ketika pemilihan umum walau dalam sistim yg korup kertas suara dan rekapitulasinya bisa diganti ditengah jalan sehingga tetap saja hasilnya manipulasi.

Disisi lainnya jika dengan langkah demontrasi dan sabotase kombinasi politik juga sering kali menguntungkan broker revolusi?….

Semua jalan sepertinya membingungkan sekaligus memberikan harapan lalu jalan mana yg akan dipilih?…..

Yang pasti damai dan bekerja terus serta berdoa adalah pilihan utamanya. Ingat membiarkan kejahatan sama dengan membuka celah terkena kejahatan dan membiarkan orang lain celaka dan sesungguhnya akan mencelakakan diri sendiri juga pada akhirnya

yang pasti jika ada keinginan luhur kerja keras dan berjuang habis habisan maka Berkat Rahmat allah Yang maha Kuasa pengasih dan penyayang akan datang sehingga perjuangan akan berhasil. ini pengalaman sejarah diindonesia ini sejak kemerdekaannya.

Doakan secara sungguh sungguh para korupstor yang tidak juga sadar dan insyaf itu maka pasti akan terbuka jalannya sehingga mereka menghentikan kejahatannya dengan cara yg tidak disangka sangka sebelumnya.

Bagaimana pendapat anda kawan karena kita semua ingin dan harus membuat Indonesia terus lebih baik khan?

Agus muldya natakusumah

Iklan

Kang Agus…

Tahu-tahu kantor kami Sekawan Group di BSD Serpong, kedatangan tamu istimewa.

Sudah lama tak bertemu, beliau aktif dimana=mana. Terutama di Facebook (?) dengan

ulasan-ulasannya baik politik maupun sosial.

Agus Muldya, wakil ketua alumni periode yang sekarang (sebentar lagi abis)…

yah tahulah ceritanya sebagai kepala pengurus Bridge UI dari dulu (Gabriel-UI)

yang sudah banyak membawa nama harum bangsa di kancah internasional, beliau tentu

banyak oleh-oleh ceritanya. Apalagi pengalamannya 10 tahun sebagai ketua KOSTI,

gaulnya dari mulai supir sampai ketua organda. Namun beliau datang ini untuk

kembali menanamkan rasa nasionalisme anak bangsa, terutama bagi generasi muda

alumni FTUI, Serta tak lupa mendorong kewirausahaan yang memang menjadi salah satu

misi kami di Sekawan.

Hadir juga dari Warta TV, kang Syaefurrahman dan kang Chairul Achir (Mesin 90) dari ANTV.

Lihat video ceramahnya kang Agus…