Bhosporus Topkapi Aya-Sofia

SAFARI TURKI
Tiba di kota Istanbul pada hari jumat 28 Des 2012, dari bandara langsung diajak untuk mengunjungi
Grand Bazzar
yaitu sebuah pusat perbelanjaan kota Istanbul, pasar tradisional besar yang telah ada sejak jaman Ottoman (Terakhir abad 19). Berbagai bang dijual mulai dari kerajinan kulit sampai dengan karpet besar dan kecil. Pemandu wisata orang lokal bernama Burhan sudah mewanti-wanti untuk berhati-hati dalam berbelanja, karena sekarang pasar ini sudah menjadi tujuan turis manca Negara maka harganya sudah melambung sedang kualitas tidak dijamin. Sedangkan bila anda menawar barang tidak bisa kurang dari 10-20% saja turunnya. Selain itu barang bermerk atau perhiasan tidak ada serifikatnya. Duh… untuk apa saya berbelanja kalau begitu ? Tapi untuk sekedar menyaksikan suasana Grand Bazzar dan berjalan-jalan saja tidak ada salahnya.

Safari Turki Seb Barat

IstanbulPamukkale Ankara

Memang suasana sangat ramai, banyak sekali turis dari manca negar berdatangan ke pasar ini. Tentu saja karena sudah menjadi pasar ini sudah menjadi salah satu tempat yang dipromosikan untuk dikunjungi oleh semua agen turis di Turki maupun di negara lain. Cuaca dingin dibawah 5 dgC menyebabkan semua harus berbaju tebal, bahkan perlu juga tutup kepala karena kuping terasa beku. Jalan-jalan di pasar ini seperti gurita bercabang-cabang, jadi bila tidak berhati-hati bisa tidak bisa balik pulang. Tak lama kami jalan, kelihatannya lebih enak duduk di cafe sambil cuci mata dan menikmati kopi turki yang harum baunya.

Grand Bazzar Istanbul Turki

Gran baazar turkey

Peta Safari
Ada baiknya sebelum melanjutkan bualan tentang wisata Turki sebelah barat ini kita melihat terlebih dahulu peta Turki bagian barat. Lihat peta Turki sebelah barat mulai dari kota Istanbul. Kota ini juga turki utara seb atasnya dibatas oleh – Laut Hitam -,
dan khusus kota Istanbul ini terletak antara dua laut dimana seb selatannya ada – laut Marmara -.
Kedua laut tersebut dihubungkan oleh – Selat Bosphorus -.

Safari Turki ini menjelajah dari Istanbul menyusur pinggir laut Marmara menuju kota – Izmir -.
Melalui tepi laut Marmara. Jadi pertama kearah kiri dulu, sepanjang jalan yang mulus dan sepi itu kami berada disebelah atas laut sehingga sore hari itu pinggir pantai ada di kiri bus, menjelang malam kami menyeberang selat menuju Turki bagian Asia (jadi tadinya di Turki bagian Eropa). Atau disebut ASIA MINOR. Penyeberangan sangat lancer dan hamper tak ada problem, dilaut yang tenang itu tahu-tahu2 20 menit berlalu kita sudah tiba di seberang atau bagian Asia. Menuju kota Izmir, lalu Kusadasi, Pamukkale, Antalya (d/h Anatolia), propinsi Canakkale dengan kota Konya. Setelah itu naik menuju ibukota Turki yaitu Ankara, kemudian Boru lalu balik Ke Istanbul dan pulang Jakarta via Abu Dhabi, Transit saja 5 jam di Bandara.

Bhosporus Cruise
Naik kapal di selat Bhosporus, sangat menyenangkan. Siang sampai sore hari dengan cuaca yang cerah tapi dingin menggigit serta sedikit angin, menyaksikan dan mendengarkan cerita peradaban Turki sejak 2000 tahun SM Sebelum Masehi s/d Turki Modern yang sekarang ini setelah menjadi Republik sejak 1923. Tuh…Gak tahu kan ? Kalau Turki mulai jadi Republik dengan presiden pertamanya Mustafa Kemal Attaturk. Sebelah kiri kapal adalah bagian Eropa, dengan berbagai gedung, fasilitas kesebelasan Galatasaray, Masjid Sultan Ahmet, Sekolah dan Universitas, dan tak lupa resotaran terapung untuk pesta elite Galatasaray. Jembatan besar yang membelah Istanbul dan selat Bhosporus ada dua jembatan besar yang terentang sejauh satu kilometer. Mirip dengan jembatan Jawa-Madura Suramadu. Diarah balik kapal pesiar ini menyusur bagian Asia yang kelihatannya malah kuran terfasilitasi disbanding bagian Eropa. Matahari tenggelam jam 5 sore disaat wisata kapal berakhir bersamaan dengan hirupan teh wangi ala Turki.

Istana Topkapi
Wisata jalan kaki di kota Istanbul ini, memang cukup melelahkan…Tak heran karena memang banyak yang bisa dilihat dan direnungkan. Oleh sebab ceritanya yang panjang dan peristiwa yang mengiringinya,tak habis kita pikir dan telaah. Luarbiasa sekali… Jadi apa yang ada di Topkapi ini ? Istana peninggalan jaman Ottoman ini meninggalkan banyak benda-benda bersejarah jaman lama, karena dalam kekuasaannya yang berabad-abad ini Turki merambah sampai ke Eropa dan Asia lainnya. Di Eropa sampai Prancis dan Jerman, di Asia hampir seluruh jazirah Arab dan Afrika.
Tentu saja ada peninggalan perhiasan dan baju-baju kekaisaran termasuk Mahkota jaman dulu.
Tentu saja ada peninggalan jaman Islam termasuk pedang Nabi, pedang para kalifah (Usman dan Ali), Quran jaman dulu dengan tulisan tangan, bahkan kunci pintu Ka’bah abad 16, Batu Hitam atau Hajar Aswad abad 16, ada juga disitu. Sayang di dalam itu kita tidak boleh mengambil foto karena selalu diawasi oleh ‘Jandarma’ alias polisi atau tentara Turki. Dan turisnya…aduh banyak sekali, jadi kami semua antri melihat segala sesuatu dengan lambat. Tapi tahukah anda dari Negara mana turis yang paling banyak ? Gak tahu kan ?
Tebak dulu dong…Biasanya dari Jepang ya…wehhh salah Jepang sejak tragedy Fukushima jadi Negara hemat alias pelit alias prihatin jadi penduduknya disuruh puasa jalan-jalan. Tanya aja tuh ama si Yuko dia pasti tahu deh. So… Dari Korea kah ? Kan negara itu banyak ngasih beasiswa untuk master dan doktor sehingga calon-calon mhs yang kelaparan dari Indonesia bisa dapat makan sambil belajar dan minum ginseng (spy kuat belajar sambil puasa)… wehhh…masih salah.
So turis yang paling banyak saya temukan di Turki itu adalah dari… e n d o n e s e a… Tuh gila ya tu negara, turisnya bisa paling banyak di Turki. Pantes aja pedagang kaki lima nya disana udah bisa ngomong betawi : » Morah…morah…semoa…doapoloh « . Begitu celotehnya pedagang sana.

Hippodrome Square
Terus jalan kaki nuju Hippodrome Square… Jadi apa itu Hippodrome ?
Hippo itu artinya kuda, dan drome itu jalanan bisa berarti lintasan pacuan. Jadi disitu tempat atraksi berkuda memanah dan tombak. Perlombaan adu ketangkasan berkuda dan upacara-upacara. Disitu ada obelisk hadiah dari raja Mesir. Sambil berjalan terus ditengah cuaca dingin dan napas keluar uap, tahu-tahu di depan sudah ada menara masjid yang tinggi dan lancip. Ternyata itulah…

Blue Mosque Masjid Sultan Ahmet
Orang Eropa menyebutnya Blue Mosque karena atap biru didalam masjid. Tetapi resminya bernama masjid Sultan Ahmet II. Besar sekali interiornya. Dihiasi dengan lampu Kristal melingkar dan membentang diatas. Mirip dengan masjid Nabawi di Madina. Jendela kaca timah (aduh…koq saya lupa apa namanya ? O iya …stain-glass… betul kah?). Sehingga pantulan dan transmisi sinar matahari menjadi berubah warna-warni. Sepatu harus dilepas dimasukkan kedalam kantong plastic yang sudah disediakan.

Hagia Sophia
Orang Indonesia lebih banyak menyebutnya Aya-Sofia. Dan dikenalnya di tanah melayu sebagai masjid. Memang ada benarnya, namun ternyata sejarah mereka menyimpan banyak peristiwa di Hagia-Sophia ini. Mereka yang nasrani menyebutnya gereja Aya-Sofia…? Mereka juga benar, coz sejarah tempat ini yang sekarang jadi Museum memang unik, seperti juga apa yg terlihat didalamnya. Bangunan awal sejak jaman Romawi sebelum masehi memang sudah dijadikan semacam istana atau kastil besar. Bersamaan dengan masuknya agama Kristen, maka berubahlah tempat ini menjadi gereja walau itu proses yang lambat karena awalnya agama Kristen juga ditolak di kerajaan Romawi dahulu. Namun setelah banyak penganut nasrani dan kemudian kaum ini berkuasaa maka tempat ini dijadikan gereja. Sehingga diujung atas terlhat gambar besar bunda maria sedang memangku Yesus. Seiring dengan masuknya Islam ke turki ini, gereja besar Hagia Sophia dijadikan masjid besar. Dan di dinding kanan atas atas terlihat tulisan aksara arab ‘Allah’ sedang dikiri atas tertulis ‘Muhammad’ dua tulisan besar itu mengapit bunda maria yang sedang memangku yesus. Inilah keunikan dari museum ini (demikianlah sekarang jadinya). Disekeliling atas ada grafir besar kaligrafi dari 4 kalifah Abubakar, Umar, Usman, ali, ditambah dengan Hasan dan Husen.
Sementara sampai disinidulu ceritanya nanti disambung lagi. (Raldi A. Koestoer 06Jan12).-

NB: Untuk komunitas ETIKAWAN, semua tempat yang disebutkan di artikel ini sekaligus jadi PR 15 Tahun yang kedua. Ingat yg pertama adalah diperbatasan Amerika-Canada ada plakat besar, apa tulisan yang tertera disitu.

Dewi tvone diliput Raldi-TV

Reporter tvone, DEWI, kali ini malah diliput oleh Raldi-TV di kampusUI Depok.
Dewi yang biasanya mewawancarai narasumber, sekarang terbalik malah diwawancarai oleh narasumber. Jadilah dia masuk TV dan di broadcast oleh Raldi-TVdi youtube.

Topik yang dibicarakan adalah

Peminjaman Gratis Inkubator Bayi
Info penting untuk ibu bayi prematur
karena inkubator ini bisa dipinjam di rumah sehingga
bayi bisa langsung di rawat dan diberi ASI
oleh ibunya sendiri. Dengan demikian bayi jadi cepat tumbuh sehat.
Semoga bermanfaat untuk mengurangi Angka Kematian Bayi.

Kontak : Raldi SMS 081619921xx (Center gateway incubator 0856 5931 2070)
Email koestoer@eng.ui.ac.id

Lihat juga berita sebelumnya di:

https://koestoer.wordpress.com/2012/12/18/tvone-diliput-oleh-tim-inkubator-ftui/

Salam sehat selalu.-

Respons masyarakat thd peminjaman inkubator

Berikut ini adalah tanggapan masyarakat terhadap acara RUANG KITAdi tvone tadi siang 19 Des 2012, tentang Peminjaman Gratis Inkubator Bayi sebagai Program Pengabdian Masyarakat DTM-FTUI.

Lihat dulu videonya :

Pinjam Gratis Inkubator utk bayi prematur

[http://www.useetv.com/live?code=tvone&starttime=1355898600&endtime=1355902200]

Irwansyah di NAD
Hlo mas raldi nm sy irwansyah tmpt tnggal aceh singkil (NAD) PT. PLB.ASTRA .sy tdi bru liht di tv 1@n sy trhru mlht byi kmbr .trngt sm ank sy .tpi syg gk slmt .krn inkubator di rmh skt ga ad ank sy lhir primatur ……????????

Pak sy lht tadi siang liputan di tv1 @n mslh mnjm kn inkubator kpd orng gk mmpu .kmi slut tnp biaya .seandai ny kt udh knl dari dulu mngkn ank sy bisa selmat.pak ank sy kmbr juga laki2 byi primtrur sm sprti yg bpk pnjmn ankubator yg di lput tv 1@n ….?

Ral
ya… emang program kami baru mulai jan 2012.. doain spy berkembang..

Ivan
Hi, sir. It has been a while, hasn’t it? How are you today?

fine surely…n u ?

I am also fine. I saw that you were on the television.

Really …? w h u been ?

You appeared on tvone. I just came back from Brisbane. I will return to there next month.

oh .. ok

Di Lautan Kita Jaya

From: muktiwibowo9@gmail.com
Date: Wed, 19 Dec 2012 01:50:09

Dear all,

SEBUAH CATATAN

Diawali dari pertemuan yang dihadiri para engineer alumni FTUI yang sangat peduli dengan dunia maritim pada saat buka puasa bersama yang lalu
Timbul gagasan untuk dapat mengerucutkan cita cita dan menelorkan sesuatu pemikiran (minimal) demi NKRI ini.

Berbekal semangat yang terus bertahan maka pertemuan dan pembicaraan kemarin malam lebih konstruktif dan lebih fokus.
Hadirin sepakat bahwa semua agenda pembicaraan bermuara pada kehidupan yang beraroma kemaritiman.

Sepakat bahwa semangat dan cita cita dibagi dalam dua agenda besar yang disebut “goal jangka pendek” dan “goal jangka panjang”
Goal jangka panjang merupakan pemikiran luhur yang sangat sederhana yaitu ingin mewujudkan dan menegaskan bahwa NKRI merupakan “Negara Maritim” dengan kata lain bahwa NKRI akan hidup dari sektor kemaritiman, dapat disebut juga bahwa NKRI nantinya akan mengutamakan perdagang melalui laut yang handal dan tertata, keamanan nasional yang sangat terorganisir diwilayah NKRI akan diutamakan dikawal disektor laut, juga meningkatkan industri maritim sehingga dapat menjadi “Back bone” negara kita.

Dari hal diatas tercetuslah “Goal jangka pendek” yang sangat memungkinkan untuk dilakukan tendangannya secara profesional.

Beberapa rencana goal jangka pendek: Diketahui bahwa bidang ESDM merupakan bola yang siap ditendang, dilihat dari kacamata “Kemaritiman” sangat diperlukan peningkatan transportasi untuk menunjang Power plant, sebut saja transportasi batubara, transportasi crew offshore, transportasi minyak dengan segala penunjangnya dan jangan dilupakan bahwa saat ini kebutuhan energy bersih sdh dapat kita proklamirkan motto “Goes to LNG power” yang artinya menyiapkan small LNG Carrier.

“Goal jangka pendek” yang lain adalah sektor pertahanan dan keamana wilayah NKRI yang disiapkan melalui sektor Maritim, dengan mewujutkan keamanan wilayah mulai dari tengah hingga “tapal batas wilayah” yang berupa halaman air yang harus dipagari dengan sistim barikade laut…..yang tentunya akan membuat sektor industri maritim akan meningkat.

“Goal jangka pendek” yang ketiga adalah bagaimana mewujutkan bahwa seluruh pelabuhan di NKRI ini menjadi pelabuhan yang aman, bersih dari pencemaran lingkungan serta dapat disinggahi oleh seluruh kapal yang sesuai dengan tidak ada masalah pada kedalaman alur karena pendangkalan, artinya KERUK SEMUA ALUR PELABUHAN

Dan tentunya “Goal Jangka pendek” lain masih menunggu.

Satu “Goal jangka panjang” dan Tiga “Goal jangka pendek” sudah lebih dari cukup untuk dimainkan.

Semangat akhirnya dilanjutkan dengan wacana untuk membuat sebuah Yayasan kemaritiman yang ditempel dengan label Makara UI disebut juga dengan logo “Krupuk Renyah” yang tersohor dan pasti digemari semua pihak.

Sekian semoga Allah SWT meridhoi semangat dan gagasan kita, CATATAN SELANJUTNYA HARUS TERBIT LEBIH DETAIL

Salam Maritim
Mukti Wibowo
Naval Architect
Marine Consultant

Royalti 1% Freeport

Coba baca di Koran Republika hari ini Rabu 19 Desember 2012, pada halaman 13 pojok kanan atas. Disitu ada artikel dengan judul:

Freeport Setuju Royalti 4 Persen.

Jadi sekarang ini lagi ada renegosiasi antara pemerintah Indonesia dengan PTFI. Indonesia diwakili oleh Dirjen Mineral dan Batubara. Ceritanya kita sekarang berusaha menuntu tambahan royalti 4% tembaga, 3,75 emas dan 3,25 untuk perak. Jadi itu yang baru ingin kita tuntut…

Nah jadi selama ini royalty itu berapa ?

Belum pernah tahu kan anda ? Kemana aja dari dulu ? Oh… iya ya lupa…Kita kan memang bukan bangsa yang berdaulat, jadi biarin aja deh.

Jawabannya ada di salah satu paragraf dalam artikel itu juga. Saya salinkan saja secara lengkap. Kalau anda tidak percaya beli deh koran itu hari ini 19 Des 2012. Maaf ini bukan iklan, saya tak ada hubungan sama sekali dengan agen koran. So… paragrafnya berbunyi demikian:

Namun, kenyataannya, PTFI masih membayarkan tarif royaldi kepada Indonesia sesuai Kontrak Karya (KK) tahun 1991. Dalam KK tersebut, besaran royalty tembaga 1,5%, royalti emas dan perak CUMA SATU PERSEN dari harga jual per kg.

…Help…help…anyone… duh tooolooong… Kang Agus…(Agus Muldya).
Duh kemana sih bang Marwan…(Marwan Batubara).
Itu kang Shelbi ada dimana ?…

Tolong urusin tuh si Amrik ternyata udah lebih 30 tahun ngejajah kita.

Para insinyur Metalurgi, Material, Tambang, Geologi, Geofisika,  pada kemana ? Para insinyur lain Mesin, Elektro, Industri, Kimia, akan segera bantu dari belakang depan dan samping, 3 dimensi deh pokoknya. Mending kita bikin NKRI sendiri  kalau begini jadinya. Pastinya sebelum th 1991 porsi kita lebih kecil lagi dari itu.

Prihatin banget… Kalau di darat kita tidak berdaulat…KITA KE LAUT AJA GUS… (numpang kapalnya pak Mukti).-

Salam Kebangsaan.-

TVOne diliput oleh Tim Inkubator FTUI

Tim TVone yang terdiri dari mbak Dewi, mas Marwan dan mas Joni datang ke lantai 2 DTM-FTUI. Mereka terperangah karena maksud hati meliput thu-tahu malah diliput oleh Tim Inkubator FTUI.
Lihat saja liputannya di video youtube ini.
Setelah diceritakan panjang lebar tentang pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Inkubator yang lahir dari Lab Perpindahan Kalor DTMFTUI ini, mereka merasa terharu sehingga waktu pulang mereka menangis sampai termehek-mehek.
Duh kasihan sekali mereka…

The 9-year-old beggar

By: Michael Azeredo H

It has been quite a journey to find marginal people in Jakarta area to be interviewed. Though there are a lot of them, not all are easy to interview. Some did not even want to be asked anything, when I approached they left. It was tough and very challenging. It took me several times until I find my guts to meet these people and actually interact with them.

During my first trials, I had been trying to find garbage collector (pemulung) around house-estate, beggar at traffic lights conjunction, and I have gone to orphanage. My lack of guts to approach these people and ask them questions had led me to failure in my first trials.

I have always remembered what Prof. Raldi always said that we need guts to change. I came to realize that this interview could be my first step in achieving my guts to interact with other people. If I am not brave enough to approach these marginal people, how am I going to be able to interact with successful people? So I brave-up my mind.

It was in Pondok Indah where I met Ian and Rian. I was eating and I saw these 2 boys begging for money from desk to desk. When they came to my desk, they sang a song and I gave them money and asked them a few questions, but they seem scared and looked like they do not want to talk to me. But still I tried to talk to them in a nice way. Because I had something to do and needed to leave, I was not able to have a good conversation with them. When I was about to pay my parking fare, there was this girl that stayed there and asked for money. So I gave her money also and left right away.

I was not satisfied with myself and my conversation with them. So I decided to come back there and meet them after my work was done. About 40 minutes later, I came back to “Pertok” and was relieved to see those kids were still there. They were sitting and looked very tired under the intense sun light. So I approached them and tried to get to know them. They seemed to remember me. It turned out that the two boys and the girl were brothers and sister. The sister is Dian. They told me that they had not eaten anything for lunch, so I ordered food for the three of them and sat with them at one table.

While waiting for their food to come, I started to ask them questions about their life. The brothers and sister live together in Gang Subur, which is located near the traffic light in Pondok Pinang. Their parents also live there and apparently, they just had another baby. I was actually quite shocked when I heard about the baby. I was confused a little about how the parents were thinking. They were having a life situation, that might be said low quality life, and they still had another baby.

Ian, who is the eldest, told me that he has started going around as beggar since the age of 7. And now he is 9 which mean he has had about two years of experience as a beggar. While Rian, 7 year-old, and Dian, 6 year-old, had only come with their brothers for several months. Ian did this job with a sincere heart. He feels that he does what he do is not because he has to but because he needs to, so that he can fulfill his and Rian-Dian’s schools needs. All the money they earn in day will be used for buying books and school uniform. And the school’s fee is paid by the money earned by their parents, who worked as scavengers. I am glad to see that they actually still go to school and fight for it.

The food finally came and the brothers and sisters looked very happy. Their sorrows turned into smile in a second they saw good food. Dian said they almost never had a meal with meat. When the family has spare money, only then they can have rice and eggs. While usually at home, there is only rice and lalapan and sambal terasi. So I let them enjoy the nasi padang meal I ordered for them. Seeing them eating food that I normally eat makes me realize that I must be thankful for what God has given me. I could have good and nutritious food for three times a day, unlike the three kids that were in front of me, who eat good food only once a month and it is if only they have spare money. My heart is moved when I saw them smiling and laughing while they were eating. I am so lucky to be able to help them and make them happy even only for a day. It did not take a long time for them to finish the food and then, I continued talking with them about their life.

The eldest boy, Ian, felt really sorry for his brother and sisters because they also had to do what he does to fulfill their needs. Ian knows the tough world of doing this job and actually do not want any of his youngsters to be involved. But it is the will of Rian and Dian themselves to help their brothers. “It was very sad and hard to accept to see my brother do it alone. He has to be responsible for us that is why he chose to do this job. I was moved by what my brother has done and I am proud of him. He is my role model and I want to help him. So I decided to go with him and help him every day.” Said Rian. It was strong words for a kid who is only a second-grader. At a very young age, Ian, Rian and Dian already have to face the tough world of finding money. They have been mocked by people, hated by people, denied by people but they did not give up still trying to get money.

The first time Ian jumped into the job, he felt that he could not do this because he was denied by people many times. He got depressed. But when he came home and saw the two little kids could not have books and enough food, he was motivated and tried the job as a beggar again. His parents never really forced him to do it but they once asked Ian to find something that can help his brother and sister. The money earned by his parents are only enough to eat for a day. “To see my brother and sister have books and uniforms is my motivation.” Said Ian. During his first days, he was very ashame and scared of being mocked. But he brave up and kept doing it. What he thought at that moment was only to be able buy books and uniforms and nothing else. He wanted to finish school and so he wanted his brother-sister to finish school as well. And this pushed him over the limit of an ordinary young boy. At that age while other boys spend most of the time playing, Ian put that all aside and use the time to get money for his family. By the age of 7, Ian already knew how hard it is to find money while other boys could only ask money from their parents. Since then, Ian went directly from school, which finished at 1.00 noon, to the streets to get money by ngamen. He always came home with some money. Eventhough it was not much, but day after day he collected it until it was enough to buy books and other school needs. And some time when he had spare money, he bought food for his family. Eventhough he did not get to eat as well, he was fine with it. His parents once told him to stop and find something else because it was to hard for him. But Ian resists stopping and continued with the job. It was the only job that he could do at that moment because he was still young and did not have much knowledge yet.

Rian and Dian also felt the same way when they first joined their brother going to the streets. They walked from traffic lights to another traffic lights and sometimes to “Pertok” where usually get crowded at the lunch-hour. Almost 4 hours of intense sun light everyday and 2 kilometer walk do not break their spirit to get a better life. It was Ian who always motivate them everytime they are down.

Time went fast and it was 3 in the afternoon already, I asked them if it would be fine for me to come visit their parents and see where they live and they said yes. So I paid for the food and drinks, and straight away we walked together. From the eating place to the gate of the village took us about 15 minutes by walking. When I entered the gate, I sensed the aura of the surrounding different with the boulevard next to the wall. It was less-pollution but more people were going around. It was like everybody knew each other and they gathered with each other. Everyone was looking at me because maybe they knew I was a stranger in their village and I walked with three kids. I was a bit uncomfortable but I tried to act nice by greeting the people around to show that I did not bring harm to the village. After about another 15 minutes walk, I saw a small cube made out of triplex with a roof that was made of rice-straw (jerami). Rian and Dian ran to it where their mom was sitting in front with a baby on his hands, while Ian was still walking with me. I greeted Ms. Sinta and asked her permission of my presence. Thankfully, she accepeted me in her house. It was a very small place, maybe only 6 x 8 meter, with 2 small bed room and a kitchen.

Ms.Sinta is currently 38 year-old and works as a scavenger like her husband. She did not work that day because she still needed to take care of her newborn baby. Her husband was still away working to buy food for the family and for the baby. She and her husband had been a scavenger for more than 7 years. It was not the life they want but they could not do anything else. Ms. Sinta and her husband both came from Brebes, Middle Java. They came to Jakarta in 1998 to get a better life. But they came to Jakarta with bare hands of skills so it was hard for them to get a job. They felt hopeless until there was an offer to become a gardener in bekasi. Eventhough the pay was very low, it was better than getting nothing. But then, after 4 years they got fired because of the new management in that area. And again they were jobless. They tried and tried until finally they arrived here in Gang Subur village where the people were very nice and helpful. Since then, they chose a scavenger as a job to get money. The house that they lived in today was made out of some second-hand things they found in the streets, while some came from people in the village. She was very thankful that she could come to this village.

She is very grateful to have Ian, Rian and Dian as her children. She was once thinking that she would not be able to send them to school. But Ian has made it possible and he helped his parents send his little brother and sister to school. Ms. Sinta actually felt she had failed as parents because she could not give her children a proper life. Her children have had to work to help the family. It was not what she wanted but if it was for family and the children were fine and no heavy heart, then there was nothing I could do to stop them. They really wanted to help so I let them. Maybe it was tough for them but let it be a learning process for them. She believed that her children would all be successful one day.

“When my first child was born, my husband and I were frustated because we were already overwhelmed to feed ourself. And there was one more responsibility to feed. But we did not give up, we just did what we could and let Allah did His plans” said Ms. Sinta with tears starting to run down her cheeks. She was ashamed of herself when she saw other parents could buy things for their children, while for her to feed her children lots of works must be done. “I am so thankful of Ian because he takes care of me, my husband, and my other children especially his new-born brother” said Ms. Sinta with a smile. Her dream is to see her children graduated from high-school which she and her husband have not done in past. “I will try my best to support my beloved children” she continued. I then turned to Ian and asked him what he wanted to be and do when he grew up. He said “I want to be a cook so that I and my family can always eat good food”. As a young boy, he already has the heart and guts to help and fight for the people he loves eventhough sometimes there are obstacle he needs to face. He always manages to get back up again everytime he falls.

It was the most-memorable and heart-moving conversation in my life. It was almost 4 p.m and it was time for me to go. I thanked Ms.Sinta for sharing and giving me a new perspective in life. I also thanked Ian, Rian and Dian for allowing to get to know them. I believed that they can be successful one day. And with a simple goodbye and thank you I walked back to the place where I met the kids first.

As a 19 year-old coming from a family with a pretty good life, I felt that my life was nothing compared to Ian and his brother-sister. He had been through so many obstacles in life, at a young age he already has to work to find money. And his job was considered as an inapproprite job for kids. But he is doing it and not giving up. Ian has given me a new perspective in life and a new motivation. I must admit that Ian has more guts and more sincere heart than I do. I would make this as a motivation to brave-up my heart and mind. When I was a kid, I did not feel what Ian felt. I was getting toys and able to eat food I like, while Ian has to suffer and work hard to get food. This makes me see how lucky I am in this world. It moves my heart when I see how determined Ian to help his family. He has done real and meaningful doings to his family, while I have done almost nothing to help my family. If I do not have the guts to change for my family, how will I have the guts for other people in the society.

When Ms. Sinta said that she has failed as a parent, I totally disagree. She has everything it takes to be a good parent. She has the heart to work hard so that her children can go to a proper school. She made her children not to be hopeless with their situation. She gives Ian the motivation to change for the better.

I now have a new way to see my life. I shall not just sit and waiting something to happen, but I must change myself and make something happen because it is what bravery means. You will not be able to change others if you cannot change yourself. That is what Ian, the 9-year-old beggar, have taught me in life. He was able to change his mindset and want to work to help his family. And now because of it, he has been able to change me on how I see my own life.

It was too bad that I could only take picture with Ian, Rian and Dian, but not with their mom. It is because Ms. Shinta did not want her and her house picture taken. So I respected her by not taking pictures.

Rian

Termisian Tua 12/12/12

Termisian Tua pada meeting santai di Cibubur sambil makan ikan Patin di

Pdk Ikan Bakar

KALIMANTAN

Enaknya …luarbiasa…

Sekaligus merayakan hari…TIDAK JADI KIAMAT…

12/12/12 yang jatuh di hari rabu. Ini krn banyak yg nulis di internet 121212 bakal kiamat.

Ternyata tidak jadi kiamat …karena itu…

Kita rayakan dengan makan ikan patin yang enak sekali…

Lihat saja videonya, yg paling tua yg rambutnya paling putih.

Perlunya Pengalaman

Arti sebuah kata
Dulu kala saat mulai menangani sebuah proyek berjangka cukup panjang, beberapa staf muda yang baru lulus turut bekerja bersama saya. Katakanlah ringkasnya mereka menjadi bawahan saya. Saat proyek pertama start, kelihatan semua berjalan lancar dan beres, karena semua berasal dari satu ‘kandang’ baik pekerjaan maupun pergaulan berjalan smooth and seems without any problem. Tibalah 3 bulan waktu berjalan, proyek sudah perlu suplai ‘gizi’ dari penyandang dana.
Pergilah dua staf muda ke kantor BUXX besar tersebut, yang kantornya saat itu saja… ini 20 tahunan yang lalu lho… kantornya sudah 20 tingkat. Bayangkan bagaiman besarnya BUXX tersebut. Benar memang bukan saja di negara kita dia di’takuti’ tapi diantara negara-negara besar saat itu BUXX ini teramat sangat dihargai. Karena dua staf ini saat pulang sudah afternoon, jadi mereka tidak menghadap saya sebagai kepalanya, tapi makan siang dulu dan bincang-bincang dengan staf lain. Dua orang ini kelihatan bingung, lalu bingungnya ini mereka tularkan pada staf yang lain yang juga notabene muda alias seumur. Alkisah mereka sih semua sudah sarjana namun dengan pengalaman hanya job-training disana-sini dan utamanya dibidang teknis, tentulah masih kudu harus banyak belajar dari the so called the best teacher ever after or namely EXPERIENCES.
Dan apalagi…sekali lagi apalagi, separuh diantara mereka adalah wanita. Mereka ini jumlahnya total kira-kira adalah sepuluh orang dengan komposisi pria/wanitanya fifti-fifti. Tahulah apa jadinya kalau diantara mereka ini pada berkicau, ada yang kaya burung perkutut, ada yang suaranya nyaring kaya kutilang, adapula yang seperti burung camar hitam ditengah hutan. Jadi suaranya mirip kokok ayam. Begitu banyak jenis burung yang berkicau jadinya bukan malah terdengan merdu tapi… jadi mirip-mirip… melolong dan menggongong seperti serigala dan herder pada demo ke istana. Sepakatlah akhirnya mereka semua bersama-sama menghadap saya sebagai bos kecilnya, coz bos besarnya saat itu gak pernah ada di kantor karena beliau adalah seorang penyandang gelar VVIP (by google translation this means Very Very Idiot Person… gak deng salah).
Yang badannya paling gede, dia yang tadi ke kantor BUMX. Dia termasuk anak muda yang istimewa, orang bilang waktu mhs dia pinter banget sampai bisa ke Amrik ke sarangnya NASA krn prestasi akademisnya. Jadi banyak sebutanlah dia yang ter ini ter itu, dan di kantor kita dulu juga dia yang teeerrrbanyak jerawatnya.
“Wah pak… proyek kita terancam gagal”, demikian dia mulai preambule-nya. Berikut dia sampaikan batang tubuhnya “Kita harus segera mengeluarkan report atau surat atau apalah namanya utk BUXX sebagai penyandang dana sebagai prasyarat keluarnya pembayaran termin pertama” begitu permulaan batang tubuhnya dimulai. Temannya yang kurus jangkung menimpali “Kita harus segera meng-issue surat Ivevexxxxxxs, begitu kata kepala divisi sana pak “.
Burung kutilang dan kenari, mulai ikut-ikutan ngecepret “ Iya dong pak gimana nanti gaji kita kalau pembayaran pertama gak keluar ?” Burung beo mulai mendongak, dan sebagaimana tugasnya burung beo, maka diulanglah semua kalimat-kalimat dari burung-burung yang lain. Riuh rendahlah itu ruangan yang Cuma 2 petak seperti speaker dangdut pinggir jalan yang kebanyakan treble dan bas sekaligus, mirip bunyi knalpot Yamaha Honda dan scooter menjadi satu.
Maaak… amfyun… Pusing kepala saya mendengar celoteh anak-anak muda yang sok pinter ini. Sampai akhirnya saya bilang “Coba ulang kita musti meng-issue apa ?” begitu Tanya saya karena belum jelas sebenarnya apa yang harus di-issue. Dengan suara yang agak dikulum-kulum, si jangkung mengulang kata-katanya “Kita harus meng-issue …veveve …vovo …vois pak!”
“…Aaaappppaaaahhhh”, sekali lagi saya Tanya karena memang gak jelas.
Vovov…vois…pak …

Anak ini memang baru 3 bulan kursus bah Inggris di Kemayoran sana itupun dia sudah bolos 3x. Jadi wajar aja kalo bah Inggrisnya malah membingungkan dirinya sendiri.
Aduh apa ini maksudnya ? Saya bertanya sendiri. ‘Lukito coba lo telpon sana tanya tulisannya gimana, yg lo sebut tadi, telpon aja sekretarisnya kepala divisi, lo tungguin ya biar jelas semuanya’. Sambil rada ketakutan si Lucky nelpon juga sekretaris Kadiv. Biar bah Ing blepotan tapi anak ini panggilannya keren Lucky, walaupun dia pendiam orangnya.
Baliklah anak ini dengan secarik kertas, yang langsung diberikan pada saya.
Duh… saya terhenyak begitu melihat tulisan dikertas itu. Sepuluh detik kemudian saya terbahak-bahak dan termehek-mehek, karena yang tertulis sebuah kata yang termat sangat sederhana… yaitu…
I
N
V
O
I
C
E
Mereka semua melongo melihat saya tertawa…
‘Ini mah artinya SURAT TAGIHAN tahu…’ Jadi sepuluh orang itu yang notabene katanya anak2 pinter gak ada yang tahu apa artinya INVOICE. ‘ Sini saya bikinin.’  Langsung saya bikin draft di selembar kertas dengan judul besar
SURAT TAGIHAN…
Lalu saya kasi ke mereka untuk diketik computer karena memang begitulah seharusnya sebelum termin pertama keluar harus ada dari proyek surat tagihan dulu sehingga mereka jelas membayar berapa jumlah rupiahnya dan apalagi proyek yang cukup besar ini ada tagihan dolarnya juga.
Jadi nyatalah bahwa walaupun pintar orang-orang lulusan perguruan tinggi itu tetap perlu bahkan sangat perlu pengalaman kerja dan tentunya hal ini memerlukan waktu sehingga tidak ujug-ujug baru kelar sekolah terus sudah jadi Direktur Utama, karena… jangankan persoalan2 besar, istilah-istilah saja mereka belum banyak mengerti.

(Raldi A. Koestoer, 12/12/12)

AWAS EMAIL BOHONG

Pagi ini tahu-tahu saya dapat email bohong seperti dibawah ini.
Kasihan nih teman saya jadi kena fitnah…
Mhn maaf kpd nya … tapi dengan tujuan baik semoga tidak ada orang lain yang tertipu oleh surat semacam ini.

-0-

Subject My Predicament……….Tata Sutardi
Sender Tata Sutardi Add contact
Recipient tata_s131@hotmail.com Add contact
Reply-To tata_s131@hotmail.com Add contact
Date Today 05:20
As-Salaamu-alikum

I’m writing this message to you with sadness. I traveled to London, United Kingdom for a short vacation and unfortunately for me, I was mugged at a knife point last night at the park of the hotel where i lodged and all cash, credit cards and cell phone were all stolen from me, I have reported the robbery to the police but they are yet to find the muggers. My flight will leaves tomorrow and i am having problems paying my hotel bills.

The hotel manager won’t let me leave until i settle the bills Please, I need a loan from you to return back home and i want you to get back to me if you can help.

Tata Sutardi, ST, MT
Services and Commercial Manager
Energy Technology Center (B2TE)
Agency for the assessment and Application of Technology (BPPT)
PUSPIPTEK,Cisauk – Tangerang, 15314
Telp. 021.756000
Fax. 021.7260914

Didih alir dan dua fase

Alhamdulillah setelah melalui banyak pertemuan di dalam kelas BHT-TPF (Boiling Heat Transfer and Two Phase Flow) yang merupakan bagian dari kuliah Pasca Sarjana (S2) Dep Teknik Mesin Fak Teknik Univ Indonesia, lahirlah sebuah karya terjemahan yang merupakan buku kecil dengan judul

PERPINDAHAN KALOR PENDIDIHAN DAN ALIRAN DUA FASE

Hasil kerja bersama dari 17 orang mhs S2 ditambah dengan satu supervisor, yang berupa dokumen elektronik Ebook ini dimaksudkan untuk menambah perbendaharaan karya ilmiah dalam bidang BHT-TPF dan diharapkan untuk menjadi rujukan bagi anak bangsa yang nanti akan bergelut dalam bidang ilmu ini. Berbasiskan pada rujukan utama buku

– Engineering Data Book III, Chapter 12, Two-Phase Flow Patterns.

Keluaran dari Wolverine Tube, Engineering Thermal Innovation. Web-nya bisa diunduh dengan alamat:

http://www.wlv.com/products/databook/db3/data/db3ch12.pdf

dan rujukan tambahannya adalah, buku terbitan Pradnyaparamita tahun 1994:

– Aliran Dua Fase dan Fluks Kalor Kritis – oleh Raldi A. Koestoer dan Sasanti Proborini,

kami berusaha untuk menerjemahkan sebisa mungkin semua istilah dalam BHT-TPF kedalam bahasa Indonesia yang baku. Sehingga untuk itu kami membuat daftar istilah terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia disamping seperti biasa ada nomenklatur, agar mempermudah pengguna buku ini untuk memahami fenomena dalam aliran dua fase ini.

Setelah terbitnya buku ADF-FKK tahun 1994, dan yang sebenarnya buku itu aslinya selesai dibuat tahun 1992 (proses pencetakan memakan waktu hampir 2 tahun), berarti bahwa selama kurun waktu hampir 20 tahun belum
pernah ada lagi terbit buku dalam bahasa Indonesia tentang aliran dua fase. Maka muncullah ide, mengapa tidak kita remake remix dan remajakan sekaligus ditambah saja buku yang sudah lama itu. Sebagian besar ternyata masih relevan juga, namun bagaimanapun juga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan bergerak maju, sehingga perlulah kita
tambah dengan berbagai hal yang merupakan hasil pengembangan satu dekade terakhir ini utamanya setelah tahun 2000 an.

Kondisi inisial yang dimulai dari keadaan monofase likuid hampir semuanya sudah cukup dibahas dalam Mekanika Fluida. Disini digunakan rumus dan formula baku sehingga tidak ada keraguan dalam eksplorasi sebelum munculnya gelembung uap. Sebagai bagian dari aliran Multifase, diskusi dalam kelas diarahkan pada aliran monofase yang berasal dari satu substansi. Contoh yang paling nyata adalah air dengan uapnya (water and steam), bila berasal dari dua substansi misalnya air dengan udara. Dengan sendirinya penerapannya ada di evaporator, boiler atau kondenser. Dua fase itu sendiri juga dibatasi hanya untuk aliran likuid dan gas saja tanpa fase solid.Saat penting yang pertama adalah titik

munculnya gelembung, disusul dengan bahasan mengenai aliran didaerah prajenuh, lalu mulailah kita akan sibuk dengan berbagai pola aliran yang bisa kita persingkat menjadi tiga bagian saja yaitu pola aliran gelembung, pola aliran strata dan pola aliran cincin. Detailnya adalah pola aliran diantara ketiga pola tersebut.

Dua jenis aliran yang terjadi dalam satu peristiwa, yaitu yang pertama adalah aliran fluida sedangkan yang kedua adalah aliran kalor menyebabkan perlunya kita menyamakan dua bahasa yang berbeda ini dalam dimensi yang sama yaitu dalam BILANGAN TAK BERDIMENSI. Dengan begitu parameter fluida dan parameter kalor bisa berada dalam satu perahu formula yang sama.

Beberapa tokoh lama, sampai hari ini masih menjadi panutan diantaranya Hewitt-Robert, Taitel-Dukler, Lockhart-Martinelli, model-model yang mereka tampilkan masih valid sampai hari ini. Dan dalam banyak kasus masih bisa dibuktikan kebenarannya. Pendekatan non-engineering kiranya masih perlu digali lagi agar menjadi pendekatan engineering yang mengutamakan simplifikasi (make everything more simple) sehingga nanti dalam aplikasinya akan lebih mudah.

Diwakili oleh 17 anak muda, terlihat bahwasanya generasi yang muncul baru ini amat antusias untuk menggali ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga kami merasa bersyukur ibarat kata pepatah cina: gelombang yang di belakang telah menyusul gelombang yang di muka, dengan demikian sepertinya sudah syah amanah ini diserah terimakan pada generasi
penerus, yang akan mengembangkan ilmu ini serta tak lupa mengamalkan, mengaplikasikan, dan mengimplementasikan guna kepentingan bangsa Indonesia masa kini dan masa datang.

member of the group BHT_TPF

Ada kalanya kita memerlukan biaya besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun dengan cara yang cerdas kita tetap bisa mengembangkannya bahkan bisa menunjukkan kemanfaatan yang lebih, hanya dengan biaya yang minim dan terbatas. Allah memiliki semuanya, Allah pemilik ilmu dan Beliau memercikkan sedikit cipratannya kepada kita untuk kita amalkan. Allah pula yang membuka pintu hati, pintu pikiran dan kunci pemahaman, sehingga kita bisa mengerti dan selanjutnya meneruskan estafet pengembangannya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya.

Semoga apa yang telah dibuat bersama ini menjadi titik tolak bagi kita bahwa bila ada kemauan pastilah kita bisa berbuat sesuatu. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan membantu sehingga karya ini bisa menjadi kenyataan, dan khususnya untuk kelas BHT-TPF 2012, berdelapan belas… Jangan pernah berhenti berkarya.

Wassalam Raldi A. Koestoer 06 Des 2012, rev 07 Des 2012.-

-0-

Editing 10 Des 2012

Bisa diunduh GRATIS, plis klik:

https://koestoer.wordpress.com/map-of-heat-transfer/unduh-buku-pkp-aliran-dua-fase/

Salam.-

Mobil hemat energi UI juara 1

Assalamu’alaikum wrwb.

Bapak dan Ibu yth, Sekedar ingin menyampaikan sekilas berita tentang lomba mobil hemat energi Indonesia Energy Marathon Competition (IEMC) 2012 yang diselenggarakan oleh DIKTI dan sebagai panitia pelaksananya adalah ITS pada tanggal 23-25 November 2012 di sirkuit Kenjeran Park, Surabaya.

Alhamdulillah, tim Mobil hemat energi UI yaitu

Tim Prototipe Gasoline Nakoela Hore UI mendapatkan posisi juara 1

bersama dengan Tim ITS 1 karena konsumsi bahan bakar yang sama yaitu 338,1967 km/l. Dan sebagai juara 2 adalah Tim dari Poltek TEDC Bandung dg pencapaian 122 km/l.

Sedangkan untuk kategori Prototipe Listrik,

Tim Arjuna Hore UI mendapatkan juara 1

dengan pencapaian 155.6254 km/kWh dan posisi ke 2 adalah tim SAE_ZEV Otomasi ITS dengan pencapaian 141 km/kWh.

Semoga pencapaian ini dapat dipertahankan dan memotivasi Tim Mobil Hemat Energi UI untuk bekerja dengan lebih baik di kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) 2013 di Sepang Malaysia.

Akhirnya, seluruh tim mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan oleh Fakultas Teknik UI, Departemen Teknik Mesin, pihak sponsor yaitu Triaxis dalam support material body, serta dukungan dari seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Kami lampirkan hasil rekap pencapaian semua tim dan foto2 kegiatan selama di sana. Adapun link berita kami sampaikan di bawah e-mail ini. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum wrwb

Ario SB

 

Spirit of the nasionalism of youth

By: Andiza Firaldi

My visit and interview assignment were done in Friday, 5 October 2012. I and my friend, Afdal Gilang decided to go to Tanjung Barat and Lenteng Agung train station. Because I’ve seen some marginal people, like garbage man and beggar. And it’s not too far away from Depok. When we arrived there we can see some houses next to railway and there are some places where garbage man sells their garbage, in Bahasa we usually called it ‘pengepul’. But, all the garbage man seems to be busy. So we decided to look around some marginal people that weren’t busy. After looking for half hour finally we met a person that fulfills our criteria and we decided to have a chat with him. His name is Mukhtar, but he prefers to be called as ‘Abang Mukhtar’. He’s quite old and doesn’t have a job. He lives with his nephew and all of his needs are supplied from his nephew. Beside that he also received some money from the mosque near his home. What he does every day is just sitting around doing nothing. He seems to be satisfied by his condition and he doesn’t want to get a job to help his nephew. After several minutes chatting, we decided to look for other marginal people that we can interview because Abang Mukhtar can’t give us an interesting story and he tend to be passive. Our next marginal people that we interviewed named Sunyoto. He was born in 1946 and he’s a parking man. He moved from Jogja to Jakarta in 1962. He thought there are many jobs in Jakarta so he left his job in Jogja as farmer and moved to Jakarta. When he arrived in Jakarta the reality is not as easy as he thought so he became a kuli bangunan. He has 5 child and 3 of them have married, but 2 of them still studying in school. He has to pay 425 thousand rupiah per month for the school fee. While he only earns 30 thousand rupiah each day. It’s a quite a big amount for people like him, isn’t it? He has to spend half of his earning only for his child’s school fee. He hope the government rule about free school soon to be realized. He also has other disappointment for our government. He said now the government doesn’t care about marginal people. They only think about their wealth. So they became a corruptor. He hope the government will provide more jobs for marginal people instead of thinking only about their money.

From that visit and interview assignment I have some lessons such as never depend your life to other people. Abang Mukhtar is a bad example for all of us, he depend his life to other people. He doesn’t want to work for his life, luckily he have a kind nephew that want to fulfill his needs. Imagine if he doesn’t have a family like that. His live will be miserable and probably he will become a beggar. Begging for money from other people and doesn’t want to work for his own life. How Indonesia will develop into a better country if many people have this mindset? While in the other hand if we see Pak Sunyoto, he is independent, he doesn’t depend his life to other people like Abang Mukhtar. He wants to work for his life. He doesn’t want to be a beggar. He said why we want to depend our life to other people when we can work for our own life. Other lesson that I got is never forget your God. Even though Pak Sunyoto’s life is not as lucky as our life, he never forgets his God. He always thanks to God for his condition and his life. When he has a spare time, he goes to mosque and beritikaf. Sometimes he also read Quran in his spare time. And he doesn’t want to do a dirty job like thief and robber because he always remembers that God will always watching us.

If I compare their life with my life, there are many differences. I would to thank to God that my life is more prosperous than their life. I can study in school and I don’t need to pay it by myself. Other people want to study at school, but they can’t. They have to help their parents living their life. And I still have parents that can fulfill my needs without my help. Also I can live without any worries about things such as food, house, and any other main needs, but they still worried about that. And I’m lucky that I still have people who can support me like my parents, friends and teachers, they will always be there to support me when I need it. While many of them don’t have people who can always supporting behind them. Many of them were left by their parents when they were babies. They don’t have a figure that they can learn to. Many of them learn from the wrong person and they will become a criminal when they grow up.

Personally I want to help them resolve their problems. Of course as a student we must give some contribution for our country by helping some of unlucky people like marginal people. Because, after graduation we will be busy with our job and maybe we will forget to help them. I think they deserve a better life. Many of them have guts to do it, as an example Pak Sunyoto. He has guts to change his life by moving in to Jakarta. But, unfortunately he doesn’t have other skills besides farming and he even didn’t go to school because when he was a boy his parents told him to help them to take care about their farm. There are many ways to help people like Pak Sunyoto resolve their problems. As an example, you can hold a charity for them. From charity you can give them food, money, clothes and many other essential needs. Beside that we can introduced some of them to someone who need employees like cleaning service, gardener and other jobs that doesn’t require a lot of skills. If we can provide them a better job, they will have a better life. This is what I think of. But, since I’m still a student, I can’t provide them a job by myself. What I can do is just introduced them to people that I know can help them in matter of jobs. Besides that, we as student, we can give free lessons for child who can’t go to school. We can teach them how to read, write and calculate simple things. So at least we can reduce some of our population that can’t read and write. Because reading and writing is the most basic thing to get a new knowledge.

From my visit and interview activity with marginal people I can develop some relations with my magic word which is akhlak. Akhlak itself can be defined as a person’s behavior to do good deeds that driven by their consciousness. Akhlak it’s something that everyone need to have in their self. If everyone doesn’t have a good akhlak, imagine what can happen. This world will be in chaos. Criminals will be everywhere. People won’t care about other people and corruption case will be increased. What I see from my visit and interview activity is even though Pak Sunyoto having difficulties to living his family, he still works in a good way. He doesn’t even think to become a thief or robber, because he still has a good akhlak. Besides, he’s quite a religious man. He thinks if we do the best for our life, God will give us a better life. Besides our relationship with God, we must have a good relationship with other people. Because we’re not living alone in this world and sometimes we need other people to help us. With visit and interview activity itself we have make a good relationship with other people especially marginal people.

And from our ethical subject in Excellent Ethics class that we’ve discussed I can see some relationship with the visit and interview activity. Basically, our visit and interview assignment is like the practical exercise from what we’ve been discussing in class. As an example, for doing that assignment we need to have guts. Why we need guts? Because to interview people like garbage man, pengamen, beggar and other marginal people is not an easy task. We have to try to have a conversation with them. Even though we don’t know their backgrounds and what can they do to us. Besides guts we need to be friendly and we need to have a good empathy towards people like marginal people. If we don’t have those personalities it will be difficult to us to do this assignment because they won’t want to be interviewed by someone that looks like government official. Beside that with this assignment we may learn some new things from them. And maybe it can change our mindset towards marginal people.

What I think about the spirit of nationalism of Indonesian youth nowadays is tend to be decreasing if we compare it from the previous era. In the previous era, college student especially from Universitas Indonesia have a huge impact to our political issue. They led our people to delivered their aspiration and disappointment to our government. But, in this era Indonesian youth tend to be passive; they prefer to watch from behind. Even many of our Indonesian youth don’t care about what happened to our country. They don’t know any issue that is happening in Indonesia, and I’m considered as one of them. Why this can be happening? I think as the globalization kicks in our youth generation will less care about their country, they will be busy with their own interest such as games, sport and everything that more fun than just watching our country’s issue. Most of them rarely watch news or reading newspaper. Because nowadays there are many tv shows and books that are more attractive for youth generation. If we just sitting around doing nothing, our country will get worse than now. At least, we must make a contribution to our country. There are many ways to give a contribution to our country. As an example if we are graduated from university we can start working in local companies or become an entrepreneur. Because, as Prof Raldi said entrepreneur can help our country economics. We can’t depend our self to overseas company like Freeport, Chevron and many other companies that will cause our country become poorer. Because what they do is just harvesting our country’s assets and only our elites can get the profit from them. We can’t let this happen continuously. If we let this happen our country will not develop to a better country. We need to be an independence country in order to make Indonesia better. Speaking of being independence my personal dream is to make a geothermal power plant, because what I learn from intro to mechanical engineering Indonesia have a huge potential in term of geothermal energy and we can’t give them to other country. We need to explore it by our self so that we can enjoy what God has given to our country.

And based from our discussion in class about paradigm shift, mind-set, nationalism, stop being employees, integrity, independence, risk take and anti-corruption. I want to write some of my opinion for our actual society. Our society is full of many different levels of people from elites to marginal people. They all have different mind-set. If we talk about marginal people mindset, from my experience after interviewing some of them, they are only thinking about how to living their family. I don’t blame them for having such a narrow mindset, because it’s their obligation to fulfill their family needs. Some of them who have guts and can take a risk have tried to make a change to their life. Such as moving to Jakarta to find a better job. But, what can we do if we don’t have any education or skills. You can’t survive this world if you only depend on your guts. It’s a different story if we compare it to someone who have high education level. Of course they have skill and have been through education. But, from what Prof Raldi said they will only think about their salary. It’s their mindset to get high salary. They’re willing to be just an employee to get a high salary. If our entire scholar has an employee mindset, how this country will develop to a better country. They just following the orders from their boss and they are not willing to take a risk to be an independence person like entrepreneurs. We must make a paradigm shift for our people. We need to be independence. We can’t depend our future to overseas companies forever. Actually, they can adverse Indonesia. If we can explore our property by our self, we can be a rich country and our country will become a prosperous country. Unfortunately, some people don’t realize how great our potential is. But, many of our people who have realized our potential still don’t want to be independence and stop being an employee. They tend to be in their comfort zone which is being an employee. They don’t have guts to make a change in their life. It’s such a shame, because they are professionals and they have required skills to make it happen.

And last ethical subject that I want to talk about is anti-corruption. Prof Raldi is very concerned about this topic. He has discussed it with us many times in class. He said corruption it’s like a storm that hit us. If we don’t get out from there we can dragged in to that storm. No matter how strong we are, as the time goes by we will dragged into corruption, unless we get out from that environment. Corruption itself will cause negative effect to our nation. It’s very obvious that it will cause negative effect, because the money that should be used to our country development is being used for personal needs by those corruptors. They don’t hesitate to use it for their personal needs. Even though it’s not their money, it’s our people’s money. Many of our people don’t have their rights fulfilled because of these corruptors. These corruptors don’t have heart. They use their brain in the wrong way. It’s such a shame that they use their potential in the wrong way. Imagine if they use their brain in the right way. Our country problem will be solved one by one and our country will develop into a better country. That’s why we need to use our heart and brain before making a decision.

After half of semester being in excellent ethics class I received many new knowledge and experience. One of memorable experience that I’ve been through is to get to know marginal people. How they live their life, how they solve their problems and many other things that have amazed me. I never thought that they have a lot of interesting story that they can share to us. They have changed the way I think with their life stories. Beside visit and interview experience, I also get some new knowledge in class that later will be useful when I grow up. This knowledge is as important as other skills that we learn from other class. And this knowledge can be gotten only from Excellent Ethics class. While other class only care about our skills.  Prof Raldi has realized me that in reality we need to balance our brain and our heart. Because if we think only with our brain, we will only think about profit and loss. If it profitable for us we will do it no matter what. But, if it can inflict to a loss we won’t do it. As an example, if we see corruptors they don’t use their heart to make a decision, they only use their brain. Of course they are smart people, but they use their brain in the wrong way. They don’t care about our people. They only care about their wealth and how to get money as much as possible no matter how it takes without thinking the effect to other people. Besides having an excellent ethics, we need to have guts or in other word we can call it bravery. Because guts is one of the most important thing to have if we want to be a successful person. It doesn’t matter if we fail when we try. At least we do something and that’s more important than doing nothing.

Andiza Firaldi

1106071813

firaldi_94@hotmail.com

08159714714

Group 2

Akhlak

BPMigas mengapa harus bubar ?

Kurtubi : BP Migas Bubar Percepat Kemakmuran Rakyat!

Kurtubi Alumnus Colorado School of Mines (CSM), Denver Ecole Nationale Superieure du Petrole et des Moteurs (ENSPM), Paris pengajar Pascasarjana FE UI Pertamina ke depan haruslah didorong menjadi perusahaan minyak nasional yang besar, efisien dan transparan yang bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri dan memaksimumkan pengelolaan kekayaan migas nasional bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

BANYAK pihak merasa bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubar kan BP Migas bak halilintar di siang bolong. Mengagetkan karena tidak disangka-sangka. Suatu keputusan yang dirasakan sangat drastis.
Sebuah lembaga negara yang dikenal luas oleh rakyat berkat iklannya yang banyak terpampang di hampir semua media cetak dan elektronik ternyata kini harus menerima kenyataan: bubar! Bubar terhitung mulai dibacakannya keputusan MK pada pukul 11.00 WIB 13 November 2012 karena keberadaannya dinilai melanggar konstitusi.

Sebagai negara merdeka yang modern dan demokratis, seluruh kehidupan berbangsa haruslah didasarkan atas konstitusi, termasuk urusan pengelolaan kekayaan alam migas yang diatur dalam Pasal 33 UUD 1945, dengan ayat 3 menyatakan bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya (termasuk minyak dan gas yang ada di perut bumi) dikuasai negara dan dipakai untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Frasa `untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola kekayaan migas yang harus dikuasai negara. Ini berarti bahwa tidak boleh ada sistem tata kelola yang tidak memungkinkan tercapainya pengelolaan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Saat ini, frasa `untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ mustahil bisa dicapai karena sistem tata kelola yang diserahkan ke lembaga nonbisnis, dalam wujud BP Migas. Contoh konkret yang paling aktual ialah biaya pokok penyediaan (BPP) listrik oleh PLN yang melonjak berakibat melonjaknya subsidi listrik yang berujung pada naiknya TTL (tarif tenaga listrik) yang harus dibayar rakyat dan kalangan dunia usaha. Melonjaknya BPP listrik disebabkan pembangkit PLN kekurangan gas. Pada saat yang sama, gas dari Tangguh Papua diekspor ke luar negeri dengan harga sangat murah.

Ketiadaan gas untuk PLN dan terjualnya gas ke luar negeri dengan harga murah disebabkan status BP Migas sebagai pengelola kekayaan migas nasional, tidak bisa berbisnis, tidak bisa membangun pabrik LNG, dan tidak bisa menjual gas milik/bagian negara sehingga harus menunjuk pihak lain.
Potensi pelanggaran Sewaktu British/Beyond Petroleum ditunjuk membangun train 1 dan 2, dan seluruh kapasitas pabrik sebesar 7,5 juta ton direncanakan diekspor ke China, Korea, dan Ame rika Serikat,

di sini terjadi potensi pelanggaran hukum.

Mengapa ?

Sewaktu BP mengajukan POD (plan of development) ke BP Migas tidak ada satu tetes pun gas yang akan dihasilkan train 1 dan 2 dialokasikan untuk kepentingan dalam negeri?
Padahal pembangkit PLN dan kalangan industri sangat membutuhkan gas.
Kalau gas dari train 1 dan 2 sejak dini sebagian dialokasikan untuk dalam negeri, kebutuhan gas dalam negeri akan terpenuhi, tentu dengan terlebih dahulu membangun infrastrukturnya.

Menurut BPK, PLN rugi Rp37 triliun hanya dalam tempo dua tahun karena kekurangan gas. Ketika LNG Tangguh dijual murah ke China, potensi kerugian sekitar Rp30 triliun/tahun yang kalau harga jualnya tidak diubah untuk mengikuti harga jual yang normal, negara bisa rugi sekitar Rp600 triliun untuk masa kontrak 20 tahun.

Contoh lain kerugian negara dengan sistem tata kelola di bawah BP Migas ialah menyangkut blok produksi yang selesai kontrak. Hingga 2021, sekitar 12 blok produksi migas yang akan selesai kontrak, termasuk blok-blok besar seperti Blok Mahakam yang menghasilkan 34% dari produksi gas nasional, akan selesai pada 2017. Blok Rokan yang menghasilkan minyak mentah sekitar 47% dari produksi minyak nasional akan selesai pada 2021.

Menurut ketentuan, blok produksi yang selesai kontrak dikembalikan ke negara dengan seluruh asetnya sudah menjadi milik/hak negara, baik berupa sisa cadangan migas yang ada di perut bumi maupun semua infrastruktur produksi. Mestinya blok yang sudah selesai kontrak dikembalikan dan dilanjutkan pengoperasiannya oleh negara. Namun, karena BP Migas bukan perusahaan, mustahil bagi BP Migas untuk melanjutkan operasi produksinya. Akibatnya, timbul rekayasa untuk diperpanjang atau dioper ke kontraktor lain.

Memperpanjang kontrak blok produksi yang sudah selesai kontrak sama artinya dengan memberikan secara gratis (semacam sedekah) harta milik negara kepada kontraktor. Itu pasti melanggar konstitusi (Pasal 33), melanggar etika (karena rakyat Indonesia sendiri masih miskin), dan bahkan berpotensi melanggar hukum alias tindakan kriminal (dengan merekayasa/ kongkalikong).

Contoh Blok MAHAKAM

Pasalnya, meski kontraktor menjanjikan akan menginvestasikan dana besar, katakanlah dalam kasus Blok Mahakam misalnya mereka akan investasi US$5 miliar, toh seluruh dana yang diinvestasikan itu pasti akan dikembalikan sepenuhnya, lewat cost recovery. Jadi, kontraktor akan menerima uang gratis (semacam sedekah) dari Indonesia sebesar 30% dari nilai produksi gas setelah dikurangi cost recovery yang juga diterima utuh oleh kontraktor.

Kalau nilai sisa cadangan gas yang bisa diproduksi US$20 miliar dan tambahan investasi oleh kontraktor sebesar US$5 miliar, dalam tempo lima tahun produksi, investasi US$5 miliar akan diterima kembali secara utuh oleh kontraktor lewat cost recovery dan kontraktor akan memperoleh uang gratis dari Indonesia sebesar = (US$20 miliar ­ US$5 miliar) x 30% = US$4,5 miliar atau sekitar Rp42 triliun! Hitungan yang disederhana kan itu juga berlaku untuk Blok Rokan yang akan selesai kontrak pada 2021 dengan nilai sisa cadangan minyaknya bisa mencapai lebih dari US$100 miliar.

Agar blok produksi yang selesai kontrak (setelah dioperasikan kontraktor sekitar 50 tahun) bisa kembali 100% ke negara sehingga negara tidak `dipaksa’ untuk memberikan uang sedekah secara gratis kepada mereka, pihak yang diserahi mengelola kekayaan migas nasional dan yang menandatangani kontrak dengan kontraktor haruslah BUMN (Pertamina).

Tuduhan bahwa Pertamina memerankan fungsi ganda, sebagai operator sekaligus regulator, sehingga menimbulkan conflict of interest, merupakan tuduhan yang tidak benar yang sengaja dihembuskan IMF dan pihak-pihak tertentu untuk mengegolkan RUU Migas di DPR 1999-2001.

Pertamina tidak pernah sebagai regulator

Pertamina berdasarkan UU No 8/1971 adalah pemegang kuasa pertambangan yang bertugas memaksimumkan kekayaan migas bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pertamina bukan perusahaan migas yang harus bersaing dengan perusahaan asing di negerinya sendiri karena Pertamina mewakili negara sebagai `pemilik’ migas yang ada di perut bumi.
Mendorong Pertamina Pertamina berkontrak dengan perusahaan asing sebagai kontraktornya, bukan sebagai pesaing. Sejak Pertamina lahir hingga hari ini, Pertamina tidak pernah berfungsi sebagai regulator.
Yang membuat regulasi (regulator) dari dulu ialah pemerintah. Contoh sebelum UU Migas, produksi minyak masih tinggi, selalu di atas kuota OPEC. Setiap OPEC meminta Indonesia mengurangi produksi, pemerintahlah yang mengatur perusahaan-perusahaan mana yang harus mengurangi produksi.
Demikian juga dalam hal harga BBM.
Pemerintahlah yang memutuskan dan mengumumkan penaikan harga BBM.
Bukan regulasi Pertamina! Kini kembali tuduhan serupa dihembuskan pihak-pihak yang menginginkan agar negeri yang rakyat miskinnya sekitar 60 juta orang (standar kemiskinan Bank Dunia) harus menyedekahkan hartanya kepada para kontraktor dengan cara kekayaan migas nasional tetap dikelola BP Migas dan sejenisnya meski BP Migas sudah dibubarkan MK! Solusi yang sangat sementara melalui Perpres No 95/2012 yang mengalihkan tugas dan fungsi BP Migas ke lembaga nonbisnis di bawah koordinasi Kementerian ESDM harus segera disempurnakan lewat perpres yang baru atau lewat peraturan pemerintah pengganti UU (perppu) yang mengalihkan tugas dan fungsi BP Migas ke Pertamina.

Pertamina ke depan haruslah didorong menjadi perusahaan minyak nasional yang besar, efisien dan transparan yang bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri dan memaksimumkan pengelolaan kekayaan migas nasional bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Termasuk dibuka kemungkinan untuk memonetasi aset cadangan migas guna mengakumulasi dana untuk melunasi utang negara dan membiayai infrastruktur secara masif di seluruh Indonesia.

Peluang itu mungkin, dengan memanfaatkan perkembangan empiris dalam ilmu ekonomi energi dan sumber daya alam dalam 30 tahun terakhir ini, yakni aset yang berupa cadangan migas dan tambang yang ada di perut bumi, bersifat bankable (bisa dijadikan agunan di bank) untuk memperoleh pinjaman, dan juga bersifat tradeable (bisa diperdagangkan) meski aset/cadangan migas dan tambang secara fisik masih berada di perut bumi.

Yang bisa melakukan aksi bisnis seperti itu tentu pemilik dari aset tersebut yang harus diwakili BUMN, bukan oleh BP Migas dan lembaga sejenisnya yang tidak bisa berbisnis. Untuk itu, DPR dan pemerintah harus segera melahirkan UU baru yang mengatur tata kelola migas nasional yang menyatakan secara jelas bahwa kekayaan berupa cadangan yang ada di perut bumi dikuasai dan dimiliki negara. Kepemilikan oleh negara diserahkan kepada BUMN yang diberi tugas untuk memaksimumkan pengelolaannya bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat, termasuk dengan berkontrak dengan perusahaan asing/swasta dan dengan memonetasi aset cadangan migas.

Itu cara yang tepat dan konstitusional untuk mempercepat kemakmuran rakyat!

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/11/19/ArticleHtmls/BP-Migas-Bubar-Percepat-Kemakmuran-Rakyat-19112012022006.shtml?Mode=1

Posted by People’s Blog at 18:15 

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Reactions:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Links to this post

Buat sebuah Link

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Ada kesalahan di dalam gadget ini

FOLLOW TWITTER KAMI

TWITTER

PENGIKUT

FOLLOW BY EMAIL

Top of Form

Bottom of Form

 

Perkapalan UI…Semangat…

Oleh: Mukti Wibowo

-0-

Rekan2 ku,

Sulit untuk dipungkiri bahwa hamparan laut diantara kepulauan negara kita sangat memerlukan moda transportasi laut yang efisien, guna mengangkut penumpang ataupun barang dalam jumlah/kapasitas besar Ilmu pengetahuan dan teknologi perkapalan tanpa kita sadari telah berkembang pesat, kita tidak perlu melihat terlalu jauh kebelakang…cukup 10 tahun yang lalu…sudah terbukti banyak perobahan, bahkan 5 th lalu industri kapal aluminium belum terlihat namun saat ini sudah menyebar a.l. dari Batam-Lampung-Merak-Jakarta-Semarang-Surabaya-Madura-Banyuwangi….semua disana sdh terdapat shipyard pembuat kapal cepat konstruksi Aluminium ….

Tentunya industri perkapalan tidak akan lepas dari aturan2/regulasi mengenai perkapalan yang baru, ….contohnya 10 th lalu kita belum mengenal double skin…maka dengan dipagari rambu2 seluruh kapal tanker harus memiliki double skin, juga telah lahirnya aturan2 international yang merupakan system yang harus diimplementasikan diindustri pelayaran …Setelah berkembangnya hardware dan software hal ini semua menuntut berkembangnya brainware yaitu sdm yg didapat dan terinstall di kepala para engineer… ….

Mmmm tepat 10 th lalu saat saya diberikan kesempatan untuk sharing pengetahuan di perkapalan UI waktu itu angkatan 01 rasanya ingin menyampaikan seluruh apa yang saya ketahui…dan saat itu para mhs semangat…we are eager to do something…dan saat ini setelah saya melihat jumlah mhs dan mhsi perkapalan UI yang bertambah jumlahnya maka…terlihat semangat itu masih ada….we are STILL eager to do something….dan harapan kedepan mari kita terus semangat untuk mengembangkan perkapalan UI khususnya dan industri perkapalan di Indonesia umumnya

Buat ex mhs saya tentunya msh ingat saya pernah menulis…industri perkapalan indonesia

spt..Mutiara yang terlupakan….

Ayo mari maju… Hanya ada 1 kalimat yang cocok :

Bravo Perkapalan UI!

Salam kapal

Mukti

Lebak Bulus – Bukit Tinggi

Dengan Titian-Tour bocah2 berangkat ke Padang dari bandara Soeta pesawat Lion Air agak terlambat sedikit. Si Idham and si Utha, Si Ojhi dan si Ical, Si Kiki dan si Ridwan, Kemudian yang paling kecil si Arfin dan si Findra, And anaknya mama Lina si Ulul yang ditemani oleh Lisa dan Delon.
Udah cukup banyak tuh begundal-begundal dari Jakarta dan Bandung, mengisi hari liburnya di 1 Muharram 1434 H alias tgl 15 Nov 2012 yang jatuh pada hari kamis.
Video nunjukkin  Bocah2 lagi nunggu lion-air yang di delay 15 menit.
Video ini waktu sudah masuk pesawat Boeing 737-900ER semua kebagian tempat duduk. Untung gak ada yg berdiri. Kalo nggak kan susah di pesawat musti berdiri.

Uma2 yg ngikut Lina, Enny, Julia. Sedangkan bokap2 ada tiga kepala yaitu abab tono. abab abam dan abab ayib.

Jadinya 2 mlm nginep di Bukit Tinggi dan satu malam di Padang. Samapai di Bandara Minangkabau rombongan sudah disambut oleh Ajo A’an yang dengan ramah menemani seluruh perjalanan dari awalnya di bandara dan berakhir di bandara juga.

12 Nov Harkesnas QV Kematian Bayi

Hari ini 12 November dicanangkan sebagai Hari Kesehatan Nasional. Berita Utama harian Kompas membahas tentang problematika  kematian ibu dan bayi di negara kita ini dnegan judul

–          Serius, Kematian Ibu dan Anak –

157 ribu bayi di Indonesia  meninggal setiap tahun, tahun 2009 tercatat 5 ibu melahirkan 6 bayi meninggal, tahun 2011 ada 10 ibu melahirkan 29 bayi meninggal, jadi kondisinya makin buruk ? Lalu apa kerjanya Kementrian Kesehatan ?

Bandingkan dengan Negara lain Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran: Jepang 2, Sing 2, Korsel  4, Brunei  6, Malaysia  6, Thailand 11, Cina 13, Vietnam 17, Filipina 20, Indonesia 25, India 47, Timor Leste 46, Myanmar 46. Kita boleh bergembira karena menang dari Myanmar India dan Timor Leste, tapi coba dong lihat Thailand jauh diatas kita, bahkan Cina yang penduduknya 1,5 Milyar saja berada jauh diatas kita. Malu deh kita sama Vietnam aja kalah.

Tak usah banyak ribut dan tak usah banyak ngedumel, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menolong ibu dan bayi-bayi kita ini ? Generasi penerus ini harus kita selamatkan dan kita usahakan agar bertumbuh kembang secara sehat.

Departemen Teknik Mesin FTUI tahun 2010 yang lalu dalam implementasi Proyek IMHERE, melaksanakan program Appropriate Technology Implementation. Pada program ini, dosen yang telah menghasilkan produk tertentu di enforce untuk membuat dan kemudian menyumbangkan hasil karyanya untuk masyarakat. Salah satu diantaranya adalah produk INKUBATOR BAYI yang telah dimanufaktur dengan sukses sejak beberapa tahun yang lalu. Dua inkub telah disumbangkan pada puskesmas dan Rumah Sakit Ibu dan Anak, dan setelah dicek 6 bulan kemudian ternyata frekuensi penggunaannya sangat banyak. Sisa dana digunakan untuk membuat satu unit lagi yang kemudian kami pergunakan dalam

program PEMINJAMAN GRATIS inkubator bayi.

Berkat donasi dari relawan kami berhasil menambah armada incubator kami dengan berbagai cara bahkan dengan disain baru yang SANGAT HEMAT ENERGI, saat ini kami memiliki 6 unit incubator yang selalu siap untuk dipinjamkan secara gratis menolong bayi  premature di daerah Jakarta selatan dan Depok. Seperti minggu ini  ada 3 inkub kami sedang digunakan oleh bayi premature di daerah Depok dan sekitarnya. Bahkan hari ini kamipun satu jam lagi akan mengantarkan sebuah incubator bayi untuk dipinjam gratiskan ke bayi yang memerlukannya. Bapak bayi tadi pagi sudah mengirim sms, ini contohnya : – pak Klo jd d krim hari ni biar ga bingung k tmpat krja saya pt toa Galva industries jl raya jkt bogor km 34-35.Klo sdh sampe ksh kbr atau tanya satpam .Masdi bagian quality.Salam masdi.

Kemarin malampun sudah ada lagi yg minta pinjam incubator: – Nama bayi.haniyah salma,21 okt 2012,berat 1280 gram,ibu yanti sulistiawati,hp 085780731332. Ayah maryudin hp 087883006690 alamat jl.haji dimun rt 04/06 no 16 kel.sukamaju.kec.cilodong.depok RS.SENTRA MEDIKA,cisalak,bayi plg tggu bobotnya tambah,

Kebanyakan keluhan orang tua bayi adalah karena tidak mampu membayar Rumah Sakit dimana bayi premature lama berada di RS. Biayanya per hari bervariasai dari 500 rb s/d 5 juta rupiah. Ada suami istri insinyur saja mengeluh karena mereka terpaksa jual motor karena bayinya satu bulan berada di RS. Mereka bersyukur bahwasanya kami dari Lab Perpindahan kalor FTUI  bisa meminjamkan secara gratis incubator untuk bayi premature mereka. Jadilah program ini semacam CSR (Corporate Social Responsibility) dari DTM-FTUI.  Dari pengalaman kami selanjutnya, kebanyakan bayi bila sudah disusui oleh ibunya maka beratnya cepat sekali nambah. Sehingga bila bayi dirumah, maka ibunya bisa setiap hari memberikan ASI, maka dengan cepat bayi prematurnya tumbuh sampai berat normal.

Demikianlah usaha kami dalam rangka melaksanakan tugas pokok  Pengabdian Pada Masyarakat sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Indonesia Fakultas Teknik.

Salam Harkesnas.-

Lihat juga artikel

https://koestoer.wordpress.com/2012/10/08/maksa-pulang-bayi-prematur/

Gratis koq gak percaya

Dalam menjalankan fungsi Pengabdian Masyarakat, kami dari Dep Teknik Mesin UI memberikan pelayanan : PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR BAYI.

Utamanya adalah untuk menolong bayi premature, yang seringkali lama dirawat di Rumah Sakit, sehingga menghabiskan biaya yang banyak. Dan diantara permasalahannya itu adalah karena bayi mesti berada didalam incubator karena mengalami hipotermi.

Nampaknya di Jakarta ini pelayanan gratis sudah jarang ada, sehingga pelayanan kami dalam menolong bayi premature ini sering tidak dipercaya oleh masyarakat. Banyak yang ngomong kira-kira begini:”Haree geenee mana ada yang gratiiiisss…”

Foto: Inkubator ikut pameran teknologi di Balairung.-

Buat kami itu wajar saja karena kehidupan Jakarta ini yang sudah serba komersil mungkin menjadikan penduduknya berpola-pikir serba bayar. Memang juga kata-kata ‘profesinalisme’ itu menyesatkan. Artinya orang hanya mau kerja sesuai profesi dengan kualitas memadai …asal bayarannya cocok. Jadi kalau tidak dibayar para professional ini …TIDAK MAU BEKERJA. Duh…segitunya ya manusia. Padahal kami justru berpola-pikir sebaliknya, kami ingin bekerja dengan hati untuk menolong sesame manusia tidak perduli kaya miskin, tidak perduli agamanya apa, tidak perduli sukunya apa…TITIK.

Dan disuatu pagi muncullah SMS ke handphone saya, demikian.

Bapak Bayi:  Ibu sri suyxxx  pkerjaan swasta.Ayah masxx suwartoyo kerja swasta.Kp sindangkarsa rt05 rw09 sukamaju baru tapos depok.Bayi lahir cowo kmbar prematur sesar1.55Kg165.d rs tumbuh kembang 18.10.12 drawat 10Hr d rs.D rawat d rmh seminggu yg 1.55 meninggal.Yg 1.65D rwt d sentra medika depok smpe skrang.Tlong bsa bantu anak kami ga .Salam masxx.

RAK: Bisa

Bapak Bayi: CaraNya gimana.memang gratis beneran.Terus terang untuk nebus perawatan yg d rs tumbuh kembang saja entah darimana nanti.Belum yang d rs sentra medika sampe seKarang masih d rawat.Kami trauma klo pulang paksa apalagi skrang musim hujan.Trimakasih

RAK: Gratis koq

Bapak bayi: Terus kita gimana nih.nunggu bayi pulang dulu atau gimana.TeRus terang klo ada biaya kami ga bisa

RAK: Gak ada biaya sama sekali…boleh dtg ke t4 kami dulu utk lihat, Kampus UI Depok, FTUI Gd Dep Teknik Mesin Lt 2.

Bapak Bayi: Wkt terbatas ga smpe kapan.Menghubungi siapa

RAK: s/d bayinya sehat…

Bapak Bayi: Maksudnya untuk konsultasi ke ui sampe jam berapa. d luar jam kerja atau minggu bsa ga soalnya saya masih kerja

RAK: Utk ngeliat inkub-nya bukan utk konsultasi (saya bukan dokter). Kalau dtg hanya bisa waktu kerja, sabtu minggu tutup. Sampeyan ini terlalu banyak nanya. Pertanyaan berikut bila tdk penting tidak akan kami  jawab. Salam Raldi.-

Demikanlah sebuah sampel hubungan komunikasi antara kami dengan masyarakat yang utamanya adalah orang tua dari bayi premature. Alhamdulillah sejauh ini sudah cukup banyak yang mendapatkan pelayanan dari kami. Problemnya sekarang adalah adanya beberapa permintaan dari luar kota, bahkan cukup jauh, kami masih belum tahu lagi bagaimana bisa menangani masalah ini. Bila anda ad aide dan mungkin punya fasilitas, dengan tangan terbuka kami bersedia untuk bekerja sama. Salam Raldi 09Nov12.-

Yang paling beken mg ini 05nov12

Benar-benar diluar dugaan saya, bahwa artikel yang paling beken minggu ini adalah menyangkut dua orang tokoh nasional kita. Mereka adalah Presiden kita SBY dan wakilnya Budiono. Tentu ini disebabkan juga karena berita koran dan TV yg mengcover perjalanan SBY ke Inggris cozbeliau dihadiahi Knight Grand Cross in the Order of the Bath. So kalau kita terjemahkan secara letterlijk jadi Ksatria Besar Persimpangan dalam perintah di kamar mandi…

Dalam bincang politik diMetro-TV, pengamat Taufik Bahauddin dan Prof Tjipta Lesmana, mempertanyakan…Lho ada apa koq ujug-ujug SBY dapat gelas ksatriaitu. Belum pernah ada berita ini itu sebelumnya. Mereka bilang mohon rakyat diberi informasi, atas prestasi apa koq SBY dikasi gelar oleh ratu Inggris Elizabeth II.

Baru pada tgl 3Nov12 di harian Republika hal pertamakeluar judul berita -SBY dapat gelar, BP dapat ijin ekspansi gas Train 3 di Tangguh -. BP disini maksudnya adalah British Petroleum. Berita ini ada juga di koran Kompas hal 20 pada hari yg sama.

Then saya posting di satu milis ttg judul ini sambil nulis buntutnya:”Kalau nanti pada saatnya anda mimpin bangsa ini, jangan kaya gitu deh.” Threat ini kemudian menjadi topik yg hangat dalam milis, bahkan sampai hari ini (dari tgl 3 s/d 5 Nov). Sambil lalu dibawah saya posting juga artikel di page saya yg kemudian bikin Klik yg paling beken alias paling banya dilihat orang, yaitu:

https://koestoer.wordpress.com/others/si-oneng/sby-dan-budiono/

Ini buktinya bahwa posting atau artikel diatas paling banyak dilihat orang. Lihat jugablog saya hal depannya sebelah kanan. Ini buktinya dibawah ini.

Tulisan paling beken

Bagaimana komen anda ?

Hati-hati thd Narkoba

KETIKA SEKOLAH HARUS MEMILIH
Hari ini, aku pulang cepat. Ada pertemuan orangtua dengan manajemen sekolah sekaligus pembagian raport tengah semester setelah anak-anak selesai mengikuti ujian tengah semester.

Konon kabarnya … sekolah tidak pernah melakukan pertemuan dengan orangtua saat pengambilan raport tengah semester. Hal ini karena sebagian murid tinggal di asrama dan orangtua mereka ada yang tinggal di luar Jabodetabek. Bahkan ada yang tinggal di luar pulau Jawa. Tentu akan sangat merepotkan bila hanya untuk raport tengah semester saja mereka harus datang ke sekolah. Berat biayanya juga, terlebih bila mereka tidak memiliki rumah atau keluarga untuk ditumpangi.

Saya sendiri harus menyediakan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai sekolah dan sudah diperkirakan tiba kembali di rumah menjelang maghrib.

Begitulah … usai shalat dhuhur tanpa makan siang karena kebetulan sudah makan rujak nanas menjelang sahat, saya mulai berjalan menuju selatan Jakarta, menerobos kemacetan kota.

Tiba di sekolah sekitar jam 13.45, isi daftar hadir…. Alhamdulillah dapat nomor 2 untuk pengambilan raport. Mereka sudah mempersiapkan acar dengan sangat baik.
Seperti biasa … tidak ada acara yang bisa dilaksanakan dengan tepat waktu di Indonesia, apalagi di Jabodetabek. Kemacetan yang tidak bisa diduga memang jadi satu alasan klasik.

Sekitar jam 14.30, Humas Sekolah mempersilakan Direktur Pendidikan sekolah membuka acara dan menjelaskan mengapa mereka perlu berdialog dengan orangtua siswa. Memang ada kejadian luar biasa yang terjadi di sekolah. Seluruh orangtua sebetulnya sudah mengetahi selintas peristiwa luar biasa yang terjadi di sekolah baik melalui anak-anak maupun dari sms yang dikirimkan humas sekolah. Namun demikian , sekolah merasa perlu menjelaskan lebih detail untuk menghindari kesimpangsiuran berita.

Kejadiannya bermula pada hari Selasa menjelang pemilikada DKI pada bulan September yang lalu. Seperti biasa, setiap hari Selasa, siswa diperkenankan keluar asrama selama maksimum 1 jam, yaitu saat usai shalat ashar dan harus kembali menjelang shalat maghrib.

Tersebutlah beberapa siswa yang belakangan diketahui sering “mangkal” di suatu tempat di Depok, rupanya mendapat kabar ada obat baru yang murah meriah. Karena siswa asrama bukan penduduk asli, maka mereka mencari siswa yang tinggal di wilayah sekitar untuk menjadi penunjuk jalan menuju toko obat. Siswa penunjuk jalan yang kebetulan bukan penghuni asrama, hanya tahu bahwa temannya membutuhkan obat.

Pada peristiwa hari Selasa itu tidak memiliki dampak luar biasa. Mungkin obat yang dikonsumsi memang bukan penenang jenis keras.
***

Pemilukada DKI, membuat sekolah mengijinkan siswa asrama yang sudah memiliki hak pilih untuk pulang pada hari sebelumnya dan mereka harus kembali ke asrama pada sore hari setelah pemungutan suara usai.

Keesokan harinya … saat shalat Jum’at … ada beberapa kejadian “aneh” … Ada siswa yang mengulang-ulang khotbah dengan suara keras, ada yang linglung dan bahkan ada yang tertidur tanpa bisa dibangunkan.

Kejadian “aneh” tersebut terulang lagi saat mereka masuk kelas usai makan siang. Seorang siswa yang biasanya pendiam, hari itu begitu ceria … bahkan tanpa sungkan, dia mendekati guru perempuannya sambil berkata :
“Miss … anda hari ini cantik sekali…”

Salah satu siswa lainnya lalu maju meraih bahu si teman dan menenangkannya. Si guru yang terheran-heran dengan kejadian itu, lelau memperhatikan dengan seksama satu persatu siswa di kelasnya dan mendapati beberapa siswa berperilaku tidak semestinya. Dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah dan Direktur Pendidikan. Ke empat siswa lalu “ditarik” keluar kelas untuk dilakukan test urine. Kebetulan mereka masih memiliki sedkit aparat test, sisa pelaksanaan test urine siswa kelas X, usai hari raya Idul Fitri yang lalu.

Ternyata urine ke 4 siswa tersebut positif mengandung zat psikotropika. Dalam keadaan setengah teler, mereka dikorek keterangan lebih lanjut. Dari mulut mereka keluar 4 nama lagi yang kemudian juga diketahui positif menggunakan zat terlarang. Secara total ada 12 siswa yang terjaring, namun pada 4 orang terakhir, hasil testnya negatif.

Lihat lanjutannya di blog aslinya:

http://catatankecillina.blogspot.com/2012/10/ketika-sekolah-harus-memilih.html

Semoga bermanfaat terutama untuk orang tua atau keluarga yang mempunyai anak remaja di sekolah Menengah.

Knowing and Willing

………………………………………….
…KNOWING………………………
……is not enough………………
……….WE MUST APPLY…….

 

…WILLING………………………..
……is not enough……………..
………WE MUST DO………….

 

….A N D……………………………

……..DO IT NOW ! ………….

Prof Harinaldi Ulang Tahun

Usianya baru mencapai balak 4, masih relatif begitu muda tapi sudah menjadi Guru Besar… Nah itulah Prof Harinaldi, Ketua Departemen Teknik Mesin FTUI. Tepatnya tanggal 30 Oktober kemarin, namun dirayakan bersama beberapa dosen Teknik Mesin hari rabu 31 Okt di Restoran Korea Crystal Knowledge Perpustakaan UI.
Beberapa yang hadir diantaranya ada juga pak Dekan FTUI Prof Bambang Sugiarto. Rekan dosen kita yang tak pernah absen kalau ada acara makan-makan yaitu p Ganjar dan p Wahyu Nirbito (beliau setelah makan langsung terlihat mengantuk sekali, video ini menjadi bukti tak terbantahkan). Masih ada senior kita Prof Budiarso didampingi dosen -dosen lain.

Kelas Teknopreneur 2012 V2

Tampilan produk dari group dalam kelas reguler Teknopreneur. Beberapa produknya a.l. gulungan charger, generator angin, finfan pendingin laptop, pegangan di bus, jemur baju, botol susu hangat…dll

Awalnya saya bingun juga diawal semester koq saya harus mengajar tiga kelas teknopreneur sekaligus udah gitu ada yg bentrok lagi dua kelas. Setelah mat atur sana-sini akhirnya ada 1 kelas reguler saya gabng dengan 1 kelas paralel, Nah mulailah lancar kuliah Teknopreneur ini.
S/d midsemester disamping mendapat pencerahan tentang enterpreneur dan teknopreneur. Tugas kelompok adalah merencanakan mendisain dan membuat produk jadi. Hasil diskusi mereka kemudian ditampilkan di kelas pada kuliah kemarin 24 Okt 2012. Setelah finishing minggu ini diharapkan 2 minggu lagi bisa pameran di lobi.

Inilah tampilan kelas reguler

 

DAn berikut ini tampilan dari kelas paralel.

Kamuka Parwata KAPA-FTUI 40 thn

Betul seperti apa yg dikatakan oleh Bima Sukma ST dalam postingannya di komunitas group Kapa-FTUI, pertemuan ini adalah event yangterbesar yang pernah diselenggarakan oleh Kapa-ftui dalam rangka ulang tahunnya yang ke 40 bertempat di bumi perkemahan cibubur. Mungkin ada 200 orang yang hadir, persisnya berapa biar nanti panitia yg mengkonfirmasi. Tentu paling besar dari jumlah kehadiran anggota Kapa terutama para alumninya yang terwakili mulai dari angkatan tua atau pendirinya yaitu Arman Djohan Diponegoro (E67). Beberapa nama yg disebut oleh Arman sebagai pendiri diantaranya Widianto, Gunawan, Martin Djamin, Benny P., tentu mungkin masih ada lagi. Nantilah kita telusuri tentang sejarah berdirinya sebelum pendirinya ini … lebih baik kita katakan mumpung founding-fathers nya ini masih ada. Lanjut cerita, mereka itu katanya pergi ke pantai, binatang yg mereka temukan pertama itulah nanti yang akan jadi simbol dari organisasi ini. Ketemulah kemudian kura-kura yang kemudian menjadi lambang Kapa-FTUI.

Para senior ini, untuk tidak menyebutnya “tua” tentu kebanyakan sudah berambut putih dan berkepala botak. Jangan bandingakn dengan bagaimana mereka dulu…wuah… keren… dan BERANI. Nah itulah yang penting. Ada yang jarang terlihat hadir, dialah Marulam MP Simbolon (S70), selain Benny Pangkerego. Manusia 3 dekade Tito Sanyoto, hadir dengan tustelnya, Ramai juga angkatan yg aktif th 70 an hadir, Bang Ican, Tono,  Eddy Barnas, Herr dan Kristin, Ariadi Arioto, Roy Sarumpaet, Bito, Bowo. Banyak lagi tentunya maaf tidak tersebutkan namanya.

Ada dua hal yang jadi topik pada pertemuan ini, yang pertama adalah peluncuran buku 40 tahunn Kapa yang sduah diselesaikan pencetakkannya dan kedua adalah Yayasan KAPA-FTUI yang dipelopori oleh Firman Eddy (E80).

Yang senior pasti tidak akan menduga bahwa kelanjutannya dari organisasi pencinta alam  ini bisa begitu panjang 40 th bukan waktu yang sebentar. Mari kita pelihara terus kesatuan dan persahabatan dalam KAPA-FTUI.

Lecturer…what’s your creation ?

I wrote this script among several fun activities, include, reading a very interesting book and . the title of the book  is – an intellectual struggle; Biography Soedjatmoko – by M. Nursam. Today is Saturday  that means a weekend holiday, I have nothing special principally, so I spend my time to play the flute  a musical instrument which in recent years has become my passion. On TV, there were films Tomorrow Never Die – James Bond’s  film, the actor is not a new one but still remain  the same, once again  the JB, nowadays he’s been using mobile phone.

And certainly.. this should not be the last, I type this text with a new notebook Sony Vaio, a gift of my coleague’s Ristek (I prefer mention their names, Pupung, Jajang, Rudi, Wawan and Osmen in addition of course my ex secretary Yuli). And again today a bit different, especially for New Order era (orde baru jaman suharto) there was what the so called SUPER SEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret), surely in the year of 2006.

OK now let’s talk about the above title. This morning at ten o’clock I gave lecture about education to ITI’s teaching staff, they are all from Chemical Engineering department, Institut Teknologi Indonesia. This was not the first time I present my favorite topic in ITI but I’ve already three times giving such training in ITI. The first might be four or five years ago. Also they were from Chemical but the location was in Puncak. Give me three minutes to remind myselt when it was… 12 Jan 2001, a time that we (SMP1) had a reunion in Angki’s house and I met my old friend Erick. The second was in the year 2004, this time the audience came from Architectural departmentofITI. I remember pak Nana Mardio was the contact person from ITI. This morning the same (or almost the same) audiences, they were from Chemical department. But I saw more than 50 percent of them were different than before. More man than woman, for me it’s not normal, it used to be more woman than man in chemical engineering, am I right ?

Ibu Raskita took charge as a contact person. She made me a phone call and SMS since last month. In the list of program, it was mention that my lecture was in the second session just after ibu Dr Ilah Sailah, I guess She’s from IPB Bogor. When I arrived at 10, ibu Ilah had been giving her speech of competency based curriculum. Some of her slides remind me to many ideas of my next turn.

I took my time to listen carefully while trying a taste of a cup of tea sorry.. cofee. She was on time in finishing her turn. So I will do the same with mine. I’ve started with introducing myself and also my email and webpage. The most important for me is to inform my age to audience, because I looked younger than my age. It could be possible that if I didn’t mention my age, they will thought that I am a guy who was just born yesterday (anak yg baru lahir kemarin sore). I pointed out that I’ve finished my Doctor’s degree more than 20 years ago, for not being thought I am incompetence neither incapable. Not more than 3 minutes for intro then I started with Quantum Learning (QL).

I showed them some important points. The real teaching (or perhaps better called learning only) is to provide the student to have the skill – Learning how to learn – (Belajar bagaimana cara belajar). The chemical engineering is just the case, it could be any other subject. The student must discover themselves the formula which seemed that was found by them. The teachers have to guide students for having their own way to discover. The students should have to be, of course, active even proactive. Make their brain working and working always. Not only the brain but with all the body and nerve. One point which also important in my opinion in QL is –Writing- I brought with me 4 books that I’ve written to prove that since 1996 the year I’ve read QL for the 1st time, I’ve already produced many books due to QL (in ten years). And I’m very sure, if QL really touched people, teacher and lecturer especially, the impact will be incredible outstanding or ‘dahsyat’. Look since then (1996) I’ve been producing many-many books. The most interesting for me it’s not a scientific or technical book that I have written, but mostly my attention is focused on my ‘autobiography’ which is for me totally different than others.

Because it comes really from my mind without any reference that normally include in my papers, books or other produced document. Of course, there are some exceptions, as you will see in the book, I put also my assignment paper when I’d been in post graduate study in philosophy (1999). I followed 2 semesters only, I quit the school due to my duty as a Deputy Dean of FTUI in the year 2000. Many of the essays were made when I’ve been in visit or travel, to foreign university or lab or also for other purpose of visit to other city or neighbor country. Other influence is concerning my interest to develop the inner ability, this English trial shows the impact of my skill in mastering English, other foreign language of course I speak French (as well as English, this experiment English text will put me to the status of one of the international blogger.. isn’t that good ? What do you think then, send me your comments..).

Look, this was an example of my question to the audience:”After passing many years in university as a lecturer, have you ever been asking yourself, what is your creative work, which should be useful for other people ?”
I know there were some of them are old enough, 60 years old even 70.

“You ask yourself – what have I done, so far – . Is there any of you writing a scientific book. Or other creative result product from your own work, or from you and your team ?”
No one answered, they looked a bit shy. I know some of them, they were producing a scientific paper, but I continue: ”I’ve written many scientific paper, but for me, it’s useless. No one read my paper. It’s just adding my credit as a lecturer toward professor nothing others.” And a lot of professors, that never write a book that they should have to.

In brief, I’ve made them a shock therapy, especially for the people who already past 45 years old. Put everybody into a border line condition. Change the paradigm of their vision, make a change in their life first, and then change the way to teach in class. Increase the performance of themselves, new creation in their life. Make an invention and innovation.
In the middle of the presentation, I asked them to write or put into paper, what they want to change in their life, what kind of vision mission they have to perform in the next three years. Everybody tried to think and write, while I play some music with my flute. This showed how to make balance with the right brain. We’re not only working with our left brain as it is always thought by teacher in the class so that we always ignore our right brain capability. This should be so far the important thing forgotten by most people to have a balance in their life. And.. do you know which part of our brain correspond to a creation and innovation …? Right brain… surely.

In the end, they looked happy and seemed sorry that the organizer only put in program one hour twenty minutes for me, while in the past they conserved more than a halfday for my speech and presentation.

(This text first part written on March 11, last half part on March 12, 2006, with some addition 13 March 06, remake totally english 17Oct12).

Reformasi Pendidikan Indonesia

Dear all,
Jika ada waktu utk mengikuti Long March Reformasi Pendidikan Indonesia sila ikuti acara berikut ini.

Yth. Pemerhati, pelaku, pecinta.pendidikan Indonesia,

UNDANGAN LONG MARCH REFORMASI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, Minggu 28 Oktober 2012, jam 09.00-11.30 di Medan, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Bergerak dari satu meeting point di kota ke Balaikota.
Ajak murid, mahasiswa, guru, dosen, tokoh masyarakat. Siapkan spanduk2.
Untuk tema dan rencana Long March Reformasi Pendidikan Indonesia, Minggu 28/10/2012 jam 09.00-11.30 di Medan, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, dan Makassar, mohon bergabung di :

http://www.facebook.com/reformasi.pendidikan.indonesia

Tema Long March Reformasi Pendidikan :
1. Tidak ada lagi drill dan try-outs
2. Lebih banyak musik, seni dan olahraga di sekolah.
3. Tidak ada lagi UN
4. Biarkan guru2 yang menilai kami, bukan mesin pemindai.
5. Kembalikan kegembiraan ke sekolah kami.
6. Kami lebih ingin jujur, tidak cuma pintar. Tema2 ini bisa ditulis dalam spanduk yg dibawa saat long march.

Terimakasih. Koalisi Damai untuk Reformasi Pendidikan Indonesia.

Salam
Satria Dharma
http://satriadharma.com/

Nilai Tambah ToT Lemhannas

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salam Kebangsaan !!Semoga rekan rekan Ikat Lemhannas RI 2012 dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam rahmat serta lindungan dari Alloh SWT..aammin ya robbal’alaminMalam ini, melalui email ini.., saya ingin sedikit berbagi cerita dari apa yang telah terjadi hari ini..tanggal 9 Oktober 2012.Berawal dari informasi akan adanya pelatihan pelatih (T.o.T) Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaaan (PN2K) yang akan diselenggarakan
tgl 24-29 oleh Lemhannas RI, secara “mengejutkan” saya dapat ikut serta dalam pelatihan ini..dan akhirnya saya bertemu dengan 85 dosen
hebat diatas rata rata yang terpilih untuk bisa mengikuti pelatihan ini.Saat pertama mengikuti perkenalan di Treva internasional Hotel,saya masih menerawang…”ngapain acara ini? Ngambur ngamburin dana negara dan sangat tidak membumi” (ini adalah awal yang terpikir pada saat malam itu, karena banyak hal yang  menurut saya.., selevel kegiatan yang dikelola lemhannas, masih ada hal hal yang kurang terantisipasi, mulai dari tempat acara beralngsung hingga SPJ  hahaha..)
Akhirnya…, pada hari senin, tgl 24 September 2012, kegiatan pembukaan acara PN2K berjalan dari pagi hingga sore……..luar biasa, bertahap rasa penasaran dan keingintahuan saya mulai ada……: ehem -)

Sehingga, setelah makan malam dan sehabis menyanyikan beberapa lagu di music live hari itu (senin, 24 September 2012) …terpikir beberapa hal berkenaaan apa yang mungkin bisa saya lakukan untuk rasa membalas kepercayaan dari institusi, yang mengirimkan saya ke acara ini.

Berawal…..dari  (mungkin) melihat apa yang terjadi dikampus selama ini, hingga banyak “fenomena aneh” yang ingin diperbaiki.., tapi apa
daya, kemampuan, kesiapan dan hal lain yang ada (saya mengistilahkan “amunisi”).  Amunisi  yang saya punya belum yakin bisa mengubah hal tersebut. Langkah kecil yang terfikir berkenaan dengan kegiatan ToT PN2K ini adalah : menjadikan dosen yang lebih  profesional dibidangnya, terutama yang terkait dengan Pancasila, Kewarganegaraan, Bela Negara, budi Pekerti, Norma norma kehidupan dan lain sejenisnya tapi tidak terlepas dengan kemampuan keahlian dari dosen tersebut.Maka malam itu, saya sempat berkoordinasi dengan pimpinan bagaimana jika diadakannya semacam pelatihan atau lokakarya atau sejenisnya untuk mentransfer apa yang telah saya dapatkan dan bisa dipergunakan untuk kepentingan banyak di institusi saya. Secara garis besar saya sempat informasikan di web : http://ilkom.unila.ac.id/?p=94 berikut beberapa materi yang telah saya dapat, pada hari ke-2.Singkat cerita :  malam itu terfikir untuk membuat suatu acara, yang  acaranya alhamdulillahirobbil’alamin telah diselenggarakan tgl 9
Oktober  dan akan berakhir hingga tanggal 12 Oktober ini.  Goal yang diiinginkan adalah penyamaan atau penyegaran standarisasi calon dosen yang akan memberi mata kuliah Kewarganegaraan (PKn) dilingkup Universitas Lampung. Banyak hal yang bisa dibuat, mulai dari pemahanam perlunya Pemantapan Nilai Nilai Kebangasaan, hingga berakhir dengan teknik mengajar atau metode yang sesuai di tiap jurusan atau program studi masing masing. Jelas didalamnya ada SAP dan GBPP serta Bahan Ajar yang lain yang perlu dibuat atau perlu diperbaiki. Selain itu..sangat jelas : ada nya regenerasi dosen yang mengajar atau mengampu mata kuliahi kewarganegaran di instansi kami akan lebih banyak lagi.Alhamdulillahirobbil’alamin, acara hari pertama telah dilaksanakan, kehadiran Rektor maupun pejabat di lingkungan kampus hadir, dan
seluruh peserta adalah perwakilan dari masing masing fakultas dengan jumlah 35 Dosen. Dan dari pertemuan pagi tadi, informasi yang saya
dapatkan dari ToT PN2K telah saya sebarkan, begitu juga dengan informasi tentang keberadaan Ikatan Alumni ToT Lemhannas RI (IKAT
Lemhannas RI) yang didalamny, saya memperkenalkan diri sebagai Koordinator Wilayah Sumatera Bagaian Selatan IKAT Lemhannas RI  ,
berikut memberikan file file yang mendukung untuk acara pelatihan dosen kewarganeraan yang saya ambil dari materi yang saya dapatkan
dari pelatihan PN2K.Jejaring yang lain adalah : beberapa dosen senior di Unila juga pernah merasakan 3 bulan pendidikan kursus dosen kewarganegaraan yang pernah dilakukan di Lemhannas RI beberapa tahun yang lalu…, sehingga jejaring untuk lebih memperkuat dan mempererat silaturahhim yang pernah mengikuti kegiatan di lemhannnas maupun “icip icip” di lemhannas bisa terjalin lebih baik.

Yup..selanjutnya, masih banyak yang harus dikerjakan.., mulai menggarap lagi kerjasama dengan Korem 043 Garuda Hitam, maupun share
dengan para dosen/ guru se provinsi lampung. Pagi tadi juga, saya melaporkan bahwa : Koordinator Wilayah Sumbagsel IKAT Lemhannas RI 2012 telah membuat kerjasama untuk share materi dengan pengurus Wilayah Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer  (APTIKOM), insya allah akan menjadi bahan di Rakornas APTIKOM di Medan tanggal 18-20 Oktober nanti. Kelak…Dosen dosen Informatika
dan Komputer yang ada di Wilayah Sumatera bagian selatan (lampung, bengkulu., palembang, bangka belitung) akan mengadakan pelatihan
tersendiri dan disupport para alumni IKAT Lemhannas RI

Ya.., itu saja dulu infonya..bagian lain menyusul
dan dibawah ini adalah bebrapa gambar dari kegiatan yang dilakukan.

Salam hangat dan salam kebangsaan !
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Rangga Firdaus, M.Kom
NIP : 197410102008011015
Jurusan Ilmu Komputer – FMIPA Unila,

Koordinator Wilayah Sumatera Bagian Selatan
IKAT Lemhannas RI

Buku Saya 20 Tahun Lalu

Dahulu kala tahun 1992 dengan selesainya tugas akhir sdri Rini (Sasanti Proborini) kami melanjutkan dengan sedikit kerja, sehingga karya ilmiahnya bisa dilanjutkan menjadi sebuah buku. Jadi briefly lahirlah buku dengan judul:
ALIRAN DUA FASE DAN FLUKS KALOR KRITIS
Oleh Raldi Artono Koestoer dan Sasanti Proborini.
Sekian lama buku itu ‘nyungsep’ di perpustakaan, kali juga gak ada yang baca. Karena binatang yang dibicarakan disitu jarang ada yang tahu. Baru jelang tahun 2002-2003 beberapa mahasiswa Indonesia yang lagi melanjutkan studi master di Korea pada nanyain buku itu. Dan memang di pasaran sudah tidak ada dijual lagi, maklumlah sudah lama betul terbitnya. Jadi mereka saya kopikan buku saya alias fotokopi lalu dijilid dengan demikian mereka bisa baca bukunya dengan biaya murah.
Eh tahu2 tahun lalu ada lagi yang minta dikirimin buku jadul tersebut. Rupanya walau sudah lewat 20 tahun tapi ilmunya masih uptodate juga ya. Atau memang buku ilmiah jarang yang bikin paling tidak dibanding buku novel yang tiap hari ada terbit baru. Pantas saja di negara maju mereka yang bikin buku ilmiah dapat insentif baik uang maupun periode waktu bebas kerja utk menulis buku.
Baiklah kita syukuri saja kondisi ini, semoga buku dengan judul diatas bisa membantu para mahasiswa teknik dan sains maupun peneliti dibidang aliran 2 fase.
Berikut dibawah ini salah satu dari mereka yang membutuhkan buku saya…
-0-
Buku 18 th yang lalu
Baik Pak.
Terimakasih banyak atas bantuan Pak Koestoer.
Nanti akan saya transfer biayanya ke rek Bpk di CIMB Niaga.
Nanti Bpk akan saya sms bila sudah saya transfer.
Trims

Salam
Khaerul Amri A
________________________________________
Dari: Raldi Artono Koestoer <koestoer@eng.ui.ac.id
Kepada: Khaerul Amri <amri_ardhelaz@yahoo.co.id

Yth sdr Khaerul Amri,

Bukunya sudah dikirim.

Copy dan jilid Rp 25.300,-
Ong Kirim Rp 11.500,-

Total Rp 36.800,-

Kirim saja biayanya ke account bank

a.n. Raldi Artono Koestoer, CIMB Niaga nomor 005X-111XXX-000

Terimakasih, dan salam.-

Raldi

On Mon, 26 Mar 2012 00:03:48 +0800 (SGT), Khaerul Amri wrote:
oh begitu, baik Pak ini akan saya konsultasikan dulu dgn Dosen
Pembimbing saya. Karena dulu Beliau ketika sekolah S2 memperdalam ilmu
aliran dua fase dan menggunakan referensi dari Pak Koestoer, maka
Beliau meminta saya utk mencari referensi tersebut. Bila ternyata
Tugas Akhir saya ini memang membutuhkan ilmu dasar dari Bapak
Koestoer, mohon pertolongannya dengan sangat ya Pak. Karena ilmu Bapak
sangat berharga bagi saya.
trims

salam
Khaerul Amri

————————-
DARI: Raldi Artono Koestoer
KEPADA: Khaerul Amri
DIKIRIM: Senin, 26 Maret 2012 22:18

Ya mrk memang mengartikannya berbeda.
Terutama mereka yg berada didunia perminyakan pada umumnya mneggunakan
istilah dua fase utk minyak dan air.

Tapi dari segi ilmu aliran (fluida) maka yg disebut multi fase adalah
aliran bersamaan antara fase solid, liquid dan gas.
Sedangkan cabangnya adlah 2 fase yaitu either
solid-liquid
liquid-gas
or
solid-gas

Kalau demikian halnya, maka:

ANDA TIDAK MEMERLUKAN BUKU SAYA…

krn 2 fase disini maksudnya adalah liquid and gas.

Salam

Ral.-

On Sun, 25 Mar 2012 22:05:52 +0800 (SGT), Khaerul Amri wrote:
ini saya kirimkan jurnal aliran dua fase cairan-cairan

————————-
DARI: Raldi Artono Koestoer
KEPADA: Khaerul Amri
DIKIRIM: Minggu, 25 Maret 2012 14:25
JUDUL: Re: permohonan buku judul Sistem dan Aliran Dua Fase

Btw
Kalo miny mentah dan air itu satu fase…
Kecuali bila ke2 nya dipanaskan lewat boiling pointnya shg ada vapor
yg muncul..

buku yg dibuat 20 th lalu, semoga bermanfaat...

Maksa Pulang Bayi Prematur

Maksa Pulang
Cerita ini berkali-kali saya dengar dari para ibu bayi dan bapak bayi dimana bayinya lahir premature. Bayi premature artinya bayi lahir sebelum waktunya. Biasanya sebelum 37 minggu banyak juga 34-35 minggu , bahkan kurang dari itu, karena sesuatu dan lain hal, bayi sudah lahir.
Sebagai akibatnya banyak bayi premtur menderita hipotermi (kedinginan). Wajar saja karena dalam perut ibu, suhunya 37 C sedangkan begitu ‘mbrojol’ suhu udara luar 30 C bahkan sering di Rumah Sakit semua ruangan pakai AC pendingin jadi suhu lebih rendah lagi s/d 25-26 C. Ya so pastilah si bayi kecil yang beratnya saja dibawah normal (lebih kecil dari 2 kg) kedinginan dan menggigil terus. Wong bayi normal aja sering kedinginan juga. Apalagi karena beratnya kurang maka…ini bahasa kami dibidang – Heat Transfer – massa kalornya amat sedikit, sehingga simpanan energy dalam tubuhnya tidak sanggup menahan perbedaan suhu antara suhu luar dan suhu tubuh.
Nah dengan begitu si bayi perlu dimasukkan kedalam incubator (penghangat bayi) yang membuat suhu menjadi lebih hangat dari suhu luar yaitu menjadi antara 32-35 Celsius. Dengan demikian bayi jadi tidak lagi kedinginan dan nyaman tidur tanpa menggigil. Namun bayi premature sekalipun sudah tidak ada kelainan, berat badannya lambat naik ke berat normal, salah satu sebabnya adalah bayi tidak mendapatkan ASI (air Susu Ibu) karena ibunya sudah pulang kerumah sedang bayi masih di RS. Sehingga ada kesulitan member asupan ASI bagi bayi yang masih di RS. Lalu oleh pihak RS bayi dikasi susu botol, yang tentunya kurang match dengan si bayi. Dan tentunya berat badannya jadi lambat naiknya. Akibat inilah yang menjadikan si ibu bayi atau bapak bayi cemas, karena counter jalan terus. Bayar RS itu yang seharinya bervariasi dari Rp 350.000,- s/d Rp 5 juta, membuat ibu dan bapak bayi pusing tujuh keliling. Kalau saya ambil rata2 sejuta saja sehari maka bayi premature yang lama di RS, misal 3-4 minggu (seringnya lebih dari itu) akan bayar 30 juta’an. Bahkan ada suami istri muda yang bilang ke saya bahwa mereka samapi jual mobil segala. Karena harus menebus bayinya yang tinggal lama di RS. Lha kalo bayinya selamat masih untung… Kalo bayinya kemudian meninggal juga ? Gimana dong ?
Dua kali sial dua kali rugi. Udah sih bayar RS mahal eh… bayi meniggal pula… Sedih, sakit… rugi …gak tahu deh apa nyebutnya. Jadi dimana seharusnya kelahiran anggota baru mustinya menambah kebahagiaan keluarga tapi malah membawa petaka. Sejak kami bikin program PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI GRATIS, banyak bapak dan ibu bayi premature yang mengeluhkan hal ini pada kami.
Manajemen Kesehatan macam apa ini, mbok ya digratisin aja ongkos bayi lahir premature itu. Lain daripada itu, seringkali RS menahan bayi untuk tidak boleh pulang. Karena banyak tinjauan masalah kesehatn bayi premature yg belum bisa terpenuhi, seringkali bukan karena hiptermi saja. Nah si ayah karena cemas akan bayar mahal sering MAKSA minta supaya bayinya pulang saja kerumah. Biarin deh dirumah toh resikonya sama saja dengan di RS. Tapi masalahnya mereka sudah tidak kuat bayar RS soalnya.
Karena itu dengan program kami ini, sengaja kami selalu jawab “Ya kami bisa meminjamkan incubator bayi untuk dirumah”, maksudnya adalah dengan begitu si bapak PD ngomong ke RS kalo dirumah juga ada incubator. Banyak yang kemudian di OK kan oleh dokter di RS karena memang di rumah bayi bisa mendapatkan perawatan di incubator sekaligus bisa disusui oleh ibunya. Dan dari pengamatan kami selama ini, ternyata bayi yg mendapat ASI dari ibunya, beratnya cepat sekali bertambah menjadi berat normal bayi. Rata-rata satu minggu berat sudah naik s/d 2 kg, sehingga dalam waktu pendek bayi premature bisa sehat kembali. Istilah saya dan para mhs tim incubator “ASI tuh nendang banget”.
Dibawah ini contoh permintaan peminjaman incubator gratis kami, karena bapak bayi maksa minta bayinya segera pulang dari RS.
-0-

produk terakhir inkubator Grashof
Produk buatan Indonesia asli, TKDN 100%, hemat energi 10x lipat lbh hemat, enteng. Hanya utk dipinjam-gratiskan. DTM-FTUI.-

selamat pagi pak
,sya sonjaya umur 25th.
tgl 12 septmber kemarin istri sya melahirkan di RSCM, tetapi prematur dan itupun dioperasi.
berat bayi sya hanya 1100gr, slama dirawat saya mnggunakan jampergsal dan itu berlaku slama 28hri dan berakhir pda tgl 10 okt besok, tapi sya tdak punya biaya untuk melanjutkan perawatan sbagai pasien umum, jadi sya mmtuskan untuk mmbawa pulang paksa bayi saya. bisakah saya meminjam inkubator untuk merawat bayi saya dirumah?
berikut adalah biodata kami:
1.ibu Fxxxx xxxxxx m, 20th, alamat: kp.cilenggang rt.11/04 kel.cilenggang-kec. serpong-kota tangerang selatan, pekrjaan ibu rumah tangga.
2.bpk.Sxxxxx, zhaxxxxx@yahoo.co.id, hp +628193222xxxx, serabutan (gudang).
3. vixxxx xxxxxx, lhir 12/09/2012 di RSCM, berat 1100gr.
kondisi bayi stabil, tdk diinfus, sudah minum ASI, hanya beratnya msih 1500gr jadi belum keluar inkubator.
mohon dibantu dan trimakasih banyak sebelumnya.
-0-
Yah demikianlah kondisi rakyat kebanyakan kita. Jaminan kesehatan masih belum bisa meng-cover banyak hal, termasuk didalamnya problem kelahiran bayi premature ini.
-0-

Program : PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI – GRATIS

SMS +628161992186 (Raldi).-

Email koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

Ada lagi contoh, bapak yg pusing krn bayar RS mahal, per 05Nov12.-

Iyaa pak.. Bayi saya prematur 6 bulan.. Beratnya hanya 900 Gram, Butuh alat2 seperti diatas untuk bertahan hidup.. Bapak mgkn ada rujukan RS yang terjangkau untuk biaya perawatan NICU per hari nya? Saya sudah coba ke RS fatmawati, budi kemuliaan, cipto, harkit dll tapi semuanya full, Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk di Rujuk dari RS. Sentra Medika Cibinong ke RS lainnya yg lebih terjangkau biaya perawatan NICU per hari nya.. Saya sudah tidak sanggup membayar biayanya 5jt/hari di RS..😦

Maksa Pulang Bayi Prematur

Maksa Pulang
Cerita ini berkali-kali saya dengar dari para ibu bayi dan bapak bayi dimana bayinya lahir premature. Bayi premature artinya bayi lahir sebelum waktunya. Biasanya sebelum 37 minggu banyak juga 34-35 minggu , bahkan kurang dari itu, karena sesuatu dan lain hal, bayi sudah lahir.
Sebagai akibatnya banyak bayi premtur menderita hipotermi (kedinginan). Wajar saja karena dalam perut ibu, suhunya 37 C sedangkan begitu ‘mbrojol’ suhu udara luar 30 C bahkan sering di Rumah Sakit semua ruangan pakai AC pendingin jadi suhu lebih rendah lagi s/d 25-26 C. Ya so pastilah si bayi kecil yang beratnya saja dibawah normal (lebih kecil dari 2 kg) kedinginan dan menggigil terus. Wong bayi normal aja sering kedinginan juga. Apalagi karena beratnya kurang maka…ini bahasa kami dibidang – Heat Transfer – massa kalornya amat sedikit, sehingga simpanan energy dalam tubuhnya tidak sanggup menahan perbedaan suhu antara suhu luar dan suhu tubuh.
Nah dengan begitu si bayi perlu dimasukkan kedalam incubator (penghangat bayi) yang membuat suhu menjadi lebih hangat dari suhu luar yaitu menjadi antara 32-35 Celsius. Dengan demikian bayi jadi tidak lagi kedinginan dan nyaman tidur tanpa menggigil.

Bayar RS Mahal

Namun bayi premature sekalipun sudah tidak ada kelainan, berat badannya lambat naik ke berat normal, salah satu sebabnya adalah bayi tidak mendapatkan ASI (air Susu Ibu) karena ibunya sudah pulang kerumah sedang bayi masih di RS. Sehingga ada kesulitan member asupan ASI bagi bayi yang masih di RS. Kalau mau rawat gabung bisa saja, tapi bayarnya jadi leih mahal lagi.  Lalu oleh pihak RS bayi dikasi susu botol, yang tentunya kurang match dengan si bayi. Dan tentunya berat badannya jadi lambat naiknya. Akibat inilah yang menjadikan si ibu bayi atau bapak bayi cemas, karena counter jalan terus. Bayar RS itu yang seharinya bervariasi dari Rp 350.000,- s/d Rp 5 juta, membuat ibu dan bapak bayi pusing tujuh keliling. Kalau saya ambil rata2 sejuta saja sehari maka bayi premature yang lama di RS, misal 3-4 minggu (seringnya lebih dari itu) akan bayar 30 juta’an. Bahkan ada suami istri muda yang bilang ke saya bahwa mereka samapi jual mobil segala. Karena harus menebus bayinya yang tinggal lama di RS. Lha kalo bayinya selamat masih untung… Kalo bayinya kemudian meninggal juga ? Gimana dong ?
Dua kali sial dua kali rugi. Udah sih bayar RS mahal eh… bayi meniggal pula… Sedih, sakit… rugi …gak tahu deh apa nyebutnya.

Program peminjaman inkubator rumahan (gratis)

Jadi dimana seharusnya kelahiran anggota baru mustinya menambah kebahagiaan keluarga tapi malah membawa petaka. Sejak kami bikin program PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI GRATIS, banyak bapak dan ibu bayi premature yang mengeluhkan hal ini pada kami.
Manajemen Kesehatan macam apa ini, mbok ya digratisin aja ongkos bayi lahir premature itu. Lain daripada itu,  seringkali RS menahan bayi untuk tidak boleh pulang. Karena banyak tinjauan masalah kesehatn bayi premature yg belum bisa terpenuhi, seringkali bukan karena hiptermi saja. Nah si ayah karena cemas akan bayar mahal sering MAKSA minta supaya bayinya pulang saja kerumah. Biarin deh dirumah toh resikonya sama saja dengan di RS. Tapi masalahnya mereka sudah tidak kuat bayar RS.
Karena itu dengan program kami ini, sengaja kami selalu jawab

“Ya kami bisa meminjamkan incubator bayi untuk dirumah”,

maksudnya adalah dengan begitu si bapak PD ngomong ke RS kalo dirumah juga ada incubator. Banyak yang kemudian di OK kan oleh dokter di RS karena memang di rumah bayi bisa mendapatkan perawatan di incubator sekaligus bisa disusui oleh ibunya. Dan dari pengamatan kami selama ini, ternyata bayi yg mendapat ASI dari ibunya, beratnya cepat sekali bertambah menjadi berat normal bayi. Rata-rata satu minggu berat sudah naik s/d 2 kg, sehingga dalam waktu pendek bayi premature bisa sehat kembali. Istilah saya dan para mhs tim incubator

“ASI tuh nendang banget”.
Dibawah ini contoh permintaan peminjaman incubator gratis kami, karena bapak bayi maksa minta bayinya segera pulang dari RS.
-0-

produk terakhir inkubator Grashof
Produk buatan Indonesia asli, TKDN 100%, hemat energi 10x lipat lbh hemat, enteng. Hanya utk dipinjam-gratiskan. DTM-FTUI.-

selamat pagi pak
,sya sonjaya umur 25th.
tgl 12 septmber kemarin istri sya melahirkan di RSCM, tetapi prematur dan itupun dioperasi.
berat bayi sya hanya 1100gr, slama dirawat saya mnggunakan jampergsal dan itu berlaku slama 28hri dan berakhir pda tgl 10 okt besok, tapi sya tdak punya biaya untuk melanjutkan perawatan sbagai pasien umum, jadi sya mmtuskan untuk mmbawa pulang paksa bayi saya. bisakah saya meminjam inkubator untuk merawat bayi saya dirumah?
berikut adalah biodata kami:
1.ibu Fxxxx xxxxxx m, 20th, alamat: kp.cilenggang rt.11/04 kel.cilenggang-kec. serpong-kota tangerang selatan, pekrjaan ibu rumah tangga.
2.bpk.Sxxxxx, zhaxxxxx@yahoo.co.id, hp +628193222xxxx, serabutan (gudang).
3. vixxxx xxxxxx, lhir 12/09/2012 di RSCM, berat 1100gr.
kondisi bayi stabil, tdk diinfus, sudah minum ASI, hanya beratnya msih 1500gr jadi belum keluar inkubator.
mohon dibantu dan trimakasih banyak sebelumnya.
-0-
Yah demikianlah kondisi rakyat kebanyakan kita. Jaminan kesehatan masih belum bisa meng-cover banyak hal, termasuk didalamnya problem kelahiran bayi premature ini.
-0-

Program : PEMINJAMAN INKUBATOR BAYI – GRATIS

SMS Tim Inkubator UI – +62 856 5931 2070

(SMS Center gateway)

Email koestoer@eng.ui.ac.id

-0-

Ada lagi contoh, bapak yg pusing krn bayar RS mahal, per 05Nov12.-

Iyaa pak.. Bayi saya prematur 6 bulan.. Beratnya hanya 900 Gram, Butuh alat2 seperti diatas untuk bertahan hidup.. Bapak mgkn ada rujukan RS yang terjangkau untuk biaya perawatan NICU per hari nya? Saya sudah coba ke RS fatmawati, budi kemuliaan, cipto, harkit dll tapi semuanya full, Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk di Rujuk dari RS. Sentra Medika Cibinong ke RS lainnya yg lebih terjangkau biaya perawatan NICU per hari nya.. Saya sudah tidak sanggup membayar biayanya 5jt/hari di RS..😦

Hilang 3 files

Saya kehilangan 3 folders (bukan file deng tapi folder), berhubung daku tak tahu bgmn me-recovernya ya saya posting aja di facebook. Banyak yg respons dan drpd sy lupa krn gak langsung sy kerjain coz blm ada waktu, ya daku posting aja deh di blog, jd nanti klo ada waktu saya lihat blog saya aja untuk nyoba2 recover folder yg hilang itu.

-0-
Raldi Artono Koestoer
Tuesday at 10:10pm near Jakarta ·
help…help…help…Anybody…3 folder hilang dari flashdisk, coz td waktu kuliah pakai komputer mhs, antivirus menangkap ‘worm’ lalu di remove…eh tahu-tahu folder tdk bisa dibuka. Coba2 di rmh…malah 3 folder hilang. Ada yg bisa kasi advice gimana me-recover folder yg hilang ? plis plis plis bantuin dong…
Like · · Unfollow Post · Share
Hanif Doank and Edwar Ayahasan like this.

Eko Mulyono Mungkin cuma di-hide pak, jd foldernya td tampak (hidden). Kalo itu yg terjadi, di google tersedia banyak solusinya. Mhn maaf bila keliru.
Tuesday at 10:14pm via mobile · Like · 1

Dian Kuswanto klo memang sudah di remove, coba pake recuva pak

http://www.pusatgratis.com/software/tools-dan-utilities/mengembalikan-data-yang-hilang-dengan-software-gratis-recuva.html

semoga bermanfaat. Aamiin Yaa Mujiibassaailiin

Mengembalikan Data Yang Hilang Dengan Software Gratis: Recuva
http://www.pusatgratis.com
File anda terhapus secara tidak sengaja? Anda kehilangan file penting anda ketik…
See More
Tuesday at 10:22pm via mobile · Like · Remove Preview

ابواريان الحيدر mungkin ke hidden itu pak.
Bisa di coba buka command promt (windows key+R) trus ketik CMD lalu enter.

Kemudian pergi menuju partisi folder (misal: F) maka ketik saja di DOS tadi…See More
Tuesday at 10:26pm via mobile · Like

Raldi Artono Koestoer nunggu yg paling gampang…
Tuesday at 10:29pm · Like

Rianto Allolinggi di atas udah yg paling gampang pak, attribute filenya dirubah, bisa lewat commad prompt ato pake antivirus lokal itu
Tuesday at 10:56pm · Like

Raldi Artono Koestoer ya sy sdh coba dg command prompt. tp dg DIR tetap folder yg hilang tdk muncul… kumaha ? Heh Rianto kan dari Timika ? pa kbr ? msh disanakah ?
Tuesday at 11:02pm · Like

Kusnan Nuryadi Pa Raldi kalau hilang folder mah saya juga pernah dan tak bisa apa2. Atas pengalaman itu saya cara kuno saja setiap data saya back up di portable harddisc.
Yesterday at 5:20am · Like · 1

Ristanto Black Coba pake tune up undelete Pak.. itu yg termudah…
Yesterday at 5:44am via mobile · Like

Henni Koesmaningati Mungkin bisa juga tiap data langsung kirim ke email, jadi tersimpan di dunia maya yg dpt dibuka kembali di inbox n dmn saja. Betul ga ya? Sok tau kalee
Yesterday at 5:57am · Like

Henni Koesmaningati Ini pencegahan ya? Bukan solusi ya? Hahaha error.com
Yesterday at 5:59am · Like

Raldi Artono Koestoer ajauw anggir, terimakasih atas semua nasehat para sahabat. Gimana juga lebih bagus preventif daripada kuratif…jangan me nunda2 bikin backup…SETIAP HARI !!!
Yesterday at 6:47am · Like · 1

Nita Dotulong katanya ada yang bisa recover file yg hilang atau dihilangkan..tapi gak tau dimana..nanti kalo ada info aku kasih tau..hehehe..
Yesterday at 6:49am · Like

Rianto Allolinggi Raldi Artono Koestoer dari Kaimana pak.. kabar baik pak makasih, sementara ini iya masih di kaimana pak.
Yesterday at 7:22am · Like

Ahmad Rizal Siswantoro pkai recuva pak..
Yesterday at 8:46am · Like

Edwar Ayahasan tema yang menarik, banyak yg ngasih masukan
Yesterday at 4:28pm · Like

Raldi Artono Koestoer komen anda semua mau saya masukin di blog saya, soalnya sy blm ada waktu buat ngerjainnya…nah drpd lupa, sy copy aja terus posting di blog, shg nanti klo ada waktu baru dikerjain…trims semua.-
a few seconds ago · Like

Kondisi Kesehatan Saya

Bila anda seorang dokter, tolong dong komentarin kondisi kesehatan saya seperti apa yang tertera dalam laporan kesehatan yang kelihatannya komprehensif ini. Namun saking komprehensifnya, banyak hal yang saya tidak mengerti.

Tulis di komen bawah ya…

Thankyou.

-0-

(Element of human) Analysis Report Card
Name: Raldi Sex: Male Age: 58
Figure: Standard body weight(163cm, 59kg) Testing Time: 2012-10-04 12:42
1.The componential analysis of body
Componential classification Measurements Body moisture Muscle volume Lean body weight Weight
(1)Intracellular Fluid (L) 18.9
(2)Extracellular Fluid(L) 9.7 (6)Body moisture=(1)+(2)=28.6
(3)Protein(Kg) 11.14 (7)Muscle volume=(6)+(3)=39.8
(4)Inorganic substance(Kg) 2.03 (8)Lean body weight=(7)+(4)=41.8
(5)Body fat(Kg) 17.2 (9)Weight=(8)+(5)=59
2.Fat analysis
Property Substandard Standard Over stander
| | | | | | | | | | (sedikit diatas 95%)
80% 85% 90% 95% 100% 105% 110% 115% 120% 125%
1.Height(Cm) 163cm
Note:The average of height of male adult is 172cm, and of female is 162cm.
Predictor formula of standard height (inheritance)
The height of male=(the height of father + the height of mother)*1.08/2(cm)
The height of female=(the height of father*0.923+the height of mother)/2(cm)
Property Substandard Standard Over stander
| | | | | | | | | | (lebih sedikit dari 100%)
60% 70% 80% 90% 100% 110% 120% 130% 140% 150%
2.Weight(Kg) 59kg
Note:The way to calculate the standard body weight in World Health Organization
Male:(height(cm)-80)*70%
Female:(height(cm)-70)*60%.
Property Substandard Standard Over stander
| | | | | | | | | | (diatas 140%)
60% 70% 80% 90% 100% 110% 120% 130% 140% 150%
3.Muscle mass 39.8Kg
Note:The muscle is 35%-48% of weight. Muscle quantity in excess is not only to reduce the amount of muscle, but to change the weight of fat to increase the weight of muscle. With your muscles increasing, basal metabolism will improve. Basal metabolism means the energy to keep the basic functionality as breathing, body temperature, and blood circulation. When muscles increase, the basal metabolism will rise, even in a quiet, to burn fat, which will not due to obesity. Therefore, when the basal metabolism promote, even when eat the same, the fat will be gradually reduced. So we should increase the quality of muscle firstly, to promote basal metabolism to lose weight. Exercise to improve the power of the muscle and do some aerobics.
Property Substandard Standard Over stander
| | | | | | | | | | (sedikit diatas 140%)
20% 40% 60% 80% 100% 120% 140% 160% 180% 200%
4.Body fat content 17.20Kg
Note:Body fat content in healthy human: male 14%~20% , female 17%~24%.
Property Substandard Standard Over stander
| | | | | | | | | | (sedikit dibawah 30%)
0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% 45%
5.Body fat percentage 29.19%
Note:Body fat percentage refers to body fat content with the weight.
Body fat percentage of male: 14~20% is normal,20%-25% is overweight, >25% is obesity;
Body fat percentage of female: 17%~24% is normal?, 25%-30% is overweight, >30% is obesity.
Property Substandard Standard Over stander
| | | | | | | | | |
0.65 0.70 0.75 0.80 0.85 0.90 0.95 1.00 1.05 1.10
6.Ratio of abdominal fat 0.91
Note:It’s called waist-hip ratio, which is the ratio of waistline with tall, (WHR)=W(cm)/H(cm).

WHR Normal Fat in waist Fat in hip
Male 1.0 <1.0
Female 0.85 <0.85
3.Nourishment
Nourishment
Obesity degree of body(ODB) 101.5%
Body mass index (BMI) 22.2 Kg/M2
Basal metabolism rate(BMR) 1563 kcal
Body cell mass (BCM) 36.79 Kg
BMI– body mass index:
Low weight Standard Overweight Early obesity One-level obesity Two-level obesity Three-level obesity
=23 23~24.9 25~29.9 >30 >=40
BMR (unit:Calorie)
The basal metabolism refers to human body’s to refer to the human under foundation condition energy metabolism foundation condition to occupy sober and is peaceful, not muscular work factor influence’s and so on the time the ambient temperature food and mental strain condition unit interval/unit time’s basal metabolisms is called the foundation metabolism rate, namely each hour each square meter body surface sends out the quantity of heat does not surpass or is not lower than the normal value 15%, is the normal foundation metabolism rate the determination, when is main aiding method which clinical diagnosis thyroid gland illness gets sick, hyperthyroidism,the foundation metabolism rate may elevate obviously, the thyroid gland function is low when the foundation metabolism rate obviously cuts the foundation metabolism rate to lose weight has the very tremendous influence, every day right amountthe movement is helpful in raising body’s foundation metabolism rate, but will diet (is extremely fasts) will cut pe.
4.Integrated Assessment
Integrated Assessment
Muscle type Low weight Standard High weight
Low muscles type
Ordinary #
Muscles type
Nutriture Absent Well Excess
Protein #
Fattiness #
Inorganic salt #
Upper and lower balance Well-developed Standard Under developed
Upper limbs #
Lower limbs #
Symmetery Balanced Unbalanced
Upper limbs #
Lower limbs #
5.Weight control
Weight control
Target weight 58 Kg
Weight control -1 Kg
Fat control -1 Kg
Muscle control 0 Kg
1. Target weight: standard body weight according to height.
2. Weight control: weight need to change, negative value means need to decrease, positive value means need to increase.
3. Fat control: weight of fat need to change, negative value means need to decrease (Do aerobic exercise, increase metabolism, burn up extra fat, and increase muscular strength), positive value means need to increase.
4. Muscle control: standard weight of muscle according to height.
6.Body form Assessment
Body form Assessment:84
Standard declaration: >=70 means pass,>=80 means fine ,>=90 means excellent.
The test results for reference only and not as a diagnostic conclusion.

Hari batik nasional 2 Oktober

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Duh sebenarnya saya sudah 3x menulis artikel berkaitan dengan hari batik nasional ini, namun setelah selesai saya pload…eh hilang, entah pergi kemana itu teks. Pokoknya hilang aja. Lalu saya nulis lagi, tentu saja isinya agak lain dengan yang pertama karena gak bisa dong kita bikin artikel yang persis sama kata2nya. Lalu diupload lagi…eh hilang lagi… Gimana sih bikin jengkel.

Ya udah saya tinggalin aja. Lalu tadi daripada judulnya ada terus isinya gak ada saya isi foto saya aja lagi pakai batik tanggal 02 Oktober…

Gimana komen anda terhadap batik yang saya pakai ?

Not bad kah ?

Ayuuhh komen dong di box bawah. Terimakasih ssebelumnya. Salam.-

TOT Lemhannas

Dari mulai tgl 24 September s/d tgl 29, saya ikut pelatihan
TOT Lemhannas.
Tentu anda tahu dong maksudnya TOT…Ya’ betul…Training of Trainers. Sedangkan Lemhannas, awas…bukan Lemhanas ,jadi bukan Lembaga Pertahanan Nasional… Lalu apa dong ?
Nah ini yang bener Lemhannas adalah
Lembaga
Ketahanan
Nasional
Tuh biar tahu, kampusnya di Jl Kebon Sirih tembus ke Jl Merdeka Selatan Jakarta.

Perlu juga saya berbagi dengan anda semua apa-apa saja yang kami dapat dikursus satu minggu ini. Namun sebelum itu better saya critain dulu deh tentang beberapa hal. Semestinya kursus yang biasa diselenggarakan di Lemhannas ini periodenya cukup panjang dulu namanya KRA Kursus Reguler Angkatan lamanya 9,5 bulan. Lalu ada KSA lamanya 6 bulan, lalu ada beberapa lagi, sus ini sus itu  kursus ini kursus itu…saya gak inget banget.

Nah kalo jaman orde baru kursus2 ini sangat bergengsi karena kalo di TNI Polri adalah tiket untuk jadi perwira tinggi kalau asalnya pamen (dari koloneljadi brigjen dansetara dg itujuga di AL, AU dan Polri). Kemudian juga tiket untuk jadi eselon 1 (dirjen dan deputi di kementrian atau departemen), boleh dibilang ini diperuntukkan bagi calon pejabat tinggi pemerintahan. Dengan begitu para pejabat banyak saling kenal hal ini sangat memudahkan kordinasi dan kerja terpadu.

Sejak jaman perubahan Reformasi 1998-2000 keadaan mulai berubah. Walaupun k.l. masih sama  s/d tahun 2010 an.  Tapi kira-kira separuhnya sudah tidak sama lagi. Kalau dulu untuk jadi menteri musti lulus Lemhannas dulu tapi kalau sekarang tidak lagi. Kemudian jadi pejabat eselon 1 untuk para eseleon 2 (juga eselon 1 yang belum) nampaknya kalau dulu wajib. Tapi sekarang kliatannya gak gitu2 amat.

Nah sekarang TOT ini khusus untuk dosen dan durasinya satu minggu saja, karena menurut Gubernur Lemhannas nanti2 banyak kalangan perlu ditatar misalnya orang2 media, bahkan para politikus dan tak lupa juga adalah pengusaha. Menurut survey penceramah atau penatar yang lebih dipercaya karena tidak mewakili kepentingan sektoral adalah Dosen Perguruan Tinggi. Jadi berkumpullah 86 dosen dari 20 universitas baik jabotabek maupun dari daerah, sementara hanya sumatera dan Jawa saja. Mungkin nanti akan dikembangkan lebih jauh.

Mengenai konten bila saya sarikan pendek saja, mengenai 4 konsensus dasar atau kalangan lain menyebutnya 4 pilar, yaitu Pancasila, UUD45, NKRI dan Bineka Tunggal Ika. Memang ditengarai banyaknya konflik sekarang ini internal maupun external, sangat mungkin membahayakan kondisi  kesatuan negara kita.

Sepeda Santri

Oleh : Hendri DS Budiono

Penelitian tentang sepeda sudah saya lakukan sejak tahun 2006…selain didorong tentang keingintahuan tentang sepeda akan tetapi sebenarnya “lebih banyak didorong kepada semangat menjadikan produk dalam negeri menjadi tuan rumah dinegaranya sendiri”.

Dunia pernah melakukan revolusi penggantian sepeda dengan alat angkut yang lain dengan bahan bakar fosil (baca …Bahan Bakar Minyak atau BBM) sekitar tahun 1960an…termasuk Indonesia juga kena dampaknya (ingat Jogjakarta sebagai kota pelajar dengan sepedanya berubah dan hilanglah sepeda tersebut).

Dikala saat ini bahan bakar fosil mulai menipis dan masyarakat sadar akan kerusakan lingkungan, kemacetan dimana mana, meningkatnya tingkat kecelakaan, maka kembali perlahan lahan dengan malu malu manusia mulai mencoba untuk kembali ke sepeda, ibarat (roda itu bulat suatu saat ada diatas dan pastinya yang dibawah akan muncul kembali)

Indonesia dengan lebih dari 245juta jiwa yang tersegmentasi pada usia semuanya pasti membutuhkan sepeda, ada kebutuhan sepeda untuk anak SD, SMP,SMA, Perguruan Tinggi dan Para Lansia jangan lupa untuk saat ini berkembang adanya sepeda untuk anak2 Pra Sekolah artinya kebutuhan sepeda tidak akan hilang selama adanya pertumbuhan penduduk.

Data tentang kebutuhan sepeda di Indonesia tercatat 6 juta sepeda dibutuhkan setiap tahunnya sedangkan kapasitas industri yang ada hanya mampu sampai dengan 2juta setiap tahunnya berarti ada peluang pasar sebear 4 juta sepeda dibutuhkan di Indonesia.  Menarik untuk dicermati karena industri sepeda di Indonesia ternyata tidak sepenuhnya murni melakukan disain dan manufaktur sepeda akan tetapi kebanyakan memilih cukup puas dengan melakukan proses perakitan yang sebenarnya hanya memberi kontribusi sebesar 10% dari cost of produk karena berdasarkan teori dan ilmu praktis yang ada 70-80% cost of produk ada pada tahap disain, harusnya kita tidak boleh hanya cukup puas dengan tersedianya lapangan pekerjaan.

Tidak mudah memang mendorong produk dalam negeri untuk bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, kerja keras harus dilakukan bersama sama dari semua kalangan baik peran serta masyarakat, pemerintah, swasta dan tidak bisa sendiri sendiri.  Bukti menguasai teknologi dengan menghadirkan sepeda “SeliqUI” sepertinya tidak cukup dan ternyata produk sulit bersaing dengan produk yang ada di pasaran apalagi ditengah pengakuan masyarakat yang masih cukup rendah terhadap produk dalam negeri. Diperlukan terobosan baru untuk dapat membukakan mata masyarakat bahwa produk dalam negeri itu ada dan harus diberi kesempatan untuk berkembang, yaitu dengan mencoba memanfaatkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan nasional, sebagai contoh Pertamina pada tahun 2010 sempat memberi kesempatan untuk membuat 2500 sepeda dalam waktu 3 bulan bagi anak SD kelas 4 dan 5 dan dibagikan secara gratis dan merata ke 5 wilayah di Indonesia (Medan, Palembang, Jakarta, Semarang dan Surabaya) sedang pada tahun 2011 kembali memberi kesempatan dengan meminta untuk membuat dan mendistribusikan 800 sepeda untuk wilayah makasar dan Sorong.  Apa yang bisa ditarik dari program ini adalah masyarakat akan tahu bahwa produk lokal itu ada dan bisa berfungsi selayaknya sepeda sepeda merk lain yang ada di Indonesia akan tetapi bedanya adalah di rancang dan dibuat oleh industri dalam negeri walau baru 65% dan 35% masih tergantung kepada komponen luar indonesia yang sebenarnya bisa juga dibuat sendiri dengan alasan jumlah kebutuhan. Tidak hanya upaya membukakan mata masyarakat karena program ini juga mendorong membantu sesama dan meningkatkan jiwa nasionalisme.

Tidak hanya berhenti sampai disitu tahun 2012 kembali terobosan dilakukan dengan meluncurkan program “sepeda santri indonesia”, yaitu mencoba menularkan ilmu perancangan dan manufaktur “low cost bicycle” kepada santri-santri pondok pesantren Hidayatullah, Kalimulya, Depok melalui dukungan program pengabdian pada masyarakat UI 2012 (mohon maaf bukan bermaksud mengagungkan satu agama dan harusnya bisa diterapkan disemua kalangan). Subhanallah pelatihan membuat dan merakit sepeda yang diikuti oleh 23 peserta siswa IPS  dan diselenggarakan hanya dalam waktu 7 hari bisa menghasilkan 3 buah sepeda dan sekarang setiap hari menjadi kebanggaan dan alat transportasi mereka selama di pesantren (lihat depoklik.com). Pertanyaan yang timbul kenapa kok santri yang diajarkan, banyak pesantren yang karena kondisi dan ketidak jelasan prosedur birokrasi terpaksa mengandalkan mencari dukungan dana kesana kemari (tidak semua), karena banyak juga pesantren yang untuk mewujudkan cita cita dan idealismenya didukung dengan dana dari usaha lain yang bermanfaat pada sektor non pendidikan atau mungkin dana dari donatur seperti yang mungkin sudah kita lakukan. Banyak manfaat sebenarnya yang bisa kita dapatkan kalau program ini bisa dijalankan, tidak kurang dari 5 butir keuntungan yang bisa kita peroleh, yaitu :

  1. Kita menyumbang demi makin meningkatnya penguasaan ilmu keislaman
  2. Kita membantu operasional pondok pesantren
  3. Kita membantu mengurangi pandangan sebagian kecil masyarakat bahwa pesantren adalah sumber dari teroris
  4. Kita menyumbang demi tumbuhnya produk dalam negeri
  5. Kita menyumbang demi anak anak yang tidak bisa bersekolah karena alasan transportasi

Catatan : kita adalah bisa individu atupun kelompok ataupun CSR suatu perusahaan

Gelar Ilmu dan Invensi

Berbagai produk hasil penelitian telah dipamerkan pada acara Gelar Ilmu di Balairung Univ Indonesia tgl 12-13 Sep 2012. Utamanya adalah hasil dari berbagai fakultas di UI yang telah banyak melakukan penelitian. Ada juga beberapa kerjasama dengan pihak swasta baik yang masih dalam perintisan maupunnyang sudah bergulir.
Paralel dengan itu diselenggarakan juga berbagai workshop. Salah satu diantaranya adalah workshop Komersialisasi Invensi dan HAKI. Telah memaparkan presentasinya Chandra Darusman dari WIPO Singapore. Radjuli dari kemenhukham. Disamping dua inventor Nasikin dengan produk Bio-Ad dan Raldi A. Koestoer dengan produk Inkubatornya.

Walaupun workshopnya mengenai komersialisasi namun produk inkubator yang ditampilkan malah khusus inkubator non-komersial. Hal ini disebabkan karena produk lanjutan ini sekarang justru telah melewati tahap komersial bahkan memasuki tahap non-komersil sehingga program yang dijalankan adalah murni untuk membantu bayi prematur secara gratis didukung oleh fasilitas dari Dep Teknik MEsin FTUI yaitu Program Peminjaman Inkubator Gratis untuk menyelamatkan bayi prematur didaerah Jakarta dan sekitarnya. Untuk itulah didisain khusus Inkubator Grashof yang menggunakan prinsip Natural Convection, dimensinya lebih kecil namun konsumsi energinya sangat hemat, 20 Watt saja.  Selanjutnya nanti bila ada yayasan yang mendukung akan dilanjutkan kedaerah-daerah lain, dengan demikian akan banyak bayi prematur bisa tertolong.

Sedangkan aditif solar Bio-Ad dari Prof Nasikin telah banyak digunakan oleh perusahaan besar diseluruh Indonesia, sejauh ini sudah lebih dari 20 perusahaan besar yang merasa terbantu karena dengan produk ini konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Testimoni dari perusahaan Tambang Newmont di Nusa Tenggara, menyatakan bahwa dengan Bio-Ad ini penghematan konsumsi mereka bisa sampai dengan 12,5%. Anda bisa bayangkan bahwa konsumsi solar di Newmont menghabiskan pertahun s/d 1 Trilyun rupiah, jadi penghematan 12,5% berarti 125 M. Wuuuiiihhh … seharusnya prof Nasikin berhak dapat separuhnya, itu saja berarti 62,5 M… Luarbiasa…

Lengkapnya acara workshop bisa dilihat dibawah ini.
Sesi 1
“Komersialisasi Invensi”
Membangun Strategi Komersialisasi, Proses dan Pencapaian
Pembicara : Mr. Candra N Darusman, Deputy Director WIPO
Singapore Office
Riset Pasar dan Valuasi Teknologi
Pembicara : Mr. Hariyanto Salim, Associate Consultant, Business Innovation Center (BIC)
Komersialisasi Bidang Teknologi
Pembicara : Ir. Razilu, M.Sc, Direktur Teknologi dan Informasi
Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Kementerian Hukum dan HAM RI*
Moderator : Henny Marlina
Diskusi
ISHOMA
Sesi 2
“Berbagi Pengalaman dalam Komersialisasi Invensi”
Aditif yang disintesa dari minyak kelapa sawit menuju komersialisasi
Pembicara : Prof. Nasikin (Inventor)
Inkubator Bayi dengan Sarana Pengarah Panas
Pembicara : Prof. Raldi (Inventor)
Moderator : Dr Aries.

Pilrek UI News #2

Newsletter # 2 Pemilihan Rektor UI

Pendaftaran Rektor UI dimulai sejak 8 Agustus-7 September dan terbuka bagi seluruh
warga negara Indonesia. Bakal calon dapat mengunduh borang pendaftaran serta
mengumpulkan berkas pendaftaran di situs. Seleksi administratif akan dilakukan oleh
panitia pada 27 Agustus-10 September. Setelah lolos seleksi administrasi, para calon
dapat masuk ke cyber campaign tahap 1, yaitu saat mereka dapat mengunggah
keterangan tentang visi, misi dan program kerjanya di halaman situs yang disediakan
panitia. Pada tahap ini, masyarakat dapat membaca semua hal yang diunggah para
calon.
Saat cyber campaign tahap interaktif, masyarakat (dari dalam dan luar UI) dapat
memberikan pertanyaan dan komentar terhadap BCR. Saat inilah, para calon dapat
menangkap aspirasi sivitas akademika UI, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan masyarakat.
Bakal calon yang lolos seleksi administratif akan diseleksi oleh Senat Akademik pada 25-
28 September mengenai kesesuaian visi, misi, dan program kerjanya dengan Kebijakan
Umum UI. Dari seleksi tersebut akan dipilih 5 orang yang menjadi calon. Para calon
tersebut kemudian diseleksi oleh Majelis Wali Amanat (MWA) UI dengan
mempertimbangkan input yang diberikan oleh tim assessor profesional. Seleksi berupa
tanya jawab yang dilakukan oleh MWA UI (termasuk Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan) akan disiarkan melalui media massa. Rektor definitif akan dipilih oleh
MWA pada 9 Oktober 2012.

newsletter pemilihan rektor UI edisi 2 _final-1

Lihat BCR nya ada 17, klik saja

https://koestoer.wordpress.com/berita-ui/17-bcr/

 

Kwartet MAB di HBH FTUI lintas Angkatan

Kwartet MAB (Mata Air Biru, Tien-Ita-Diyan-Luki, ) ‘unjuk gigi’ pada Halal Bihalal Lintas Angkatan FTUI yang diselenggarakan oleh Manminsib dbk mas tris Budiono M. 02 Sept 2012 di gedung Lemhanas kebon Sirih. Diiringi oleh Nanta’s Band yang terdiri dari alumni dari Dep Tek Mesin (tua dan muda, anak dan bapak, Nanta M80, Iyan M06, Dani E08, Duan M05, & Arin FIB 09) .
Hadir mulai angkatan paling tua 64 s/d dengan Angk 93.
Banyak doorprize disebar diantaranya yang dapat sepeda lipat adl Anton Katili M71 dan microwave direbut oleh mas tris sendiri. Banyak yang hadir dibuntuti oleh cucunya termasuk MC mas Nardi. Sahibul bait Gublemhanas sempat juga mengiringi kwartet MAB ini dengan saxophone-nya.
Hadir juga founding fathers Bpk2 Boy Mewengkang dan Suhari Sargo. Acara fotow memotow lengkap utk tiap angkatan dan gabungan angkatan yg berdekatan. Pasti kita bisa lihat banyak foto di FB Manminsib setelah pertemuan HBH tadi. Tauziyah dari ustad Sofyan Harahap…luarbiasa.

Carek UI-1 dari FT tambah lagi

Ha…ha…ha…ini baru berita…
Atau ? Ini berita baru ? sebagian bukan berita baru sebagian betul-betul baru beritanya.

Jadi begini…

Dengar baik-baik ya… Duduk manis dulu lah…

s u d a h ?

Nah…Dengar ya,

saya sendiri juga baru tadi pagi dengarnya. Ini bukan berita resmi tapi boleh saya klaim setengah resmi.
Para alumni, dosen dan mahasiswa FTUI, kan sudah tahu kalau calon rektor dari FTUI ada beberapa. Kemarin alumni pada ribut di milis, pengen supaya ada konvensi agar calon dari FTUI kalau bisa berembuk supaya keluar satu nama saja.
Walaupun sudah berkali-kali saya bilang ke teman-teman alumni yang rada sok politik, bahwa hal itu tidak mungkin, toh beberapa kalangan berusaha mendesak supaya calon dari FTUI satu saja.

Ecek-eceknya supaya bisa dibilang kompak. Padahal tentu saja KOMPAK untuk TIDAK KOMPAK. Dari dulu juga kan begitu tapi kita pandai bersandiwara untuk pura-pura kompak. Terutama karena ada yel hohihohaha itu.

Forget all about that, now… lihat kenyataannya saja.
Sudah tahu kan calon yang empat orang itu. Sekalipun sudah tahu saya mau berteka-teki sedikit dengan mereka yang belum tahu atau disebut juga ‘kurang gaul’. Yaitu a.l. :

1) Prof RD gelarnya yg panjang saya gak tulis lagi deh, demikian juga dengan yg lain, tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap semua pencapaian calon-calon ini. Kayanya ahli energy.

2) Prof TI, yang ini saya yakin akan menang… lho kenapa ? …Menang tinggi soalnya.

3) Prof JW, mantan direktur, boleh Tanya atau tebak direktur apa.

4) Prof BS, gak usah ditanya friends FB nya ada 3000 an saking topnya.

Nah tuh sudah empat kan ?

Ya tadi pagi itu ada berita baru. Pertama waktu diberitakan sepertinya ada tambahan calon rektor satu lagi. Surprisingly…yang ini masih muda banget… Tapi jangan salah, portofolionya…boleh saya komen…

l u h u w a r b i h i y a s a h a…

Padahal kita-kita yang tua sih nyebutnya… wah tu anak baru lahir kemarin sore aja, koq udah berani maju… Eh liat dulu prestasinya, para seniornya aja kalah semua. Baiklokal, nasional, maupun internasional namanya terkenal bahkan dapat award segala.

Berarti itu calon rector yang kelima ya dari FTUI. Namanya saya singkat saja sehingga yang  kurang gaul jadi rada penasaran, Prof RR FT SR… tuh namanya panjang.

Nah ini sekarang calon ke enam.

Siapa beliau ?

Pernah menjabat di tempat tertinggi di UI…bisa nebak gak ?
Bener dari FT,
Jabatan tertinggi di UI ? Rektor dong ? Emang iya. Lho apa pernah ada rektor UI dari FTUI ?
Kan yang pernah ada cuman calon rektor UI doang ?
Bener emang…
Cuma meleset sedikit yaitu PLH Rektor alias Pelhar.

Nah tebak deh tuh dosen metal yang pulang dari Sheffield th 91.-

Udah ah enam orang…tak tertutup kemungkinan masih akan nambah lagi dari FTUI.

Dan kita harus bangga karena memang banyak jagoan dari FTUI yang memenuhi syarat utk UI-1, sedangkan dari Fakultas lain mungkin Cuma ada satu dua saja. Atau mereka banyak hambatan mental dari para seniornya, sedangkan di FTUI hambatan itu tidak ada sama sekali.

Bravo FTUI !

(Ral 270812-19.30).-