Respons Ortu Bayi

SMS:

Janganlah memberi jadwal dalam pemberian ASI kepada bayi dan Jangan pula menunda-nunda pemberian ASI. Susui bayi kapanpun ia menunjukkan minat menyusu dan pastikan bahwa bayi menyusu selama yang ia inginkan. (Bidanku.com).- BTW, Gmn perkembangan bayinya ?

Jawaban dari Orang Tua Bayi Prematur

Alhamdulillah rabu kmn sdh 2,5 Prof.. insyaallah senin besok kita rencana kembalikan inkubatornya spy bs dpakai utk yg membutuhkan (Putri M Gurnhita)

Selamat Pagi Pa Prof, Bayi kami ada masalah dengan Jantungnya dan Sudah di Periksa ke Dokter specialis Jantung di Rs Eka Hospital, ternyata jantungnya bocor bagian dalam dan Luar. Sekarang masih di kasih obat sama Dokternya. Selain jantung perkembangannya cukup baik, berat badan menunjukan perkembangan signifiikan dengan berat 1360 gram. Terima kasih untuk Bantuan dan Kepedulian Kemanusiaan yg Tiada tara-Nya. Hanya Allah yg Bisa Membalas Kebaikan Pa Prof dan Rekan-rekan Mahasiswa di FTUI. Amin (Godelfridus)

-0-

Komunikasi diatas merupakan cuplikan kegiatan tim inkubator yang secara aktif berusaha membantu para ibu atau orang tua bayi prematur dengan meminjamkan inkubator bayi ke rumah-rumah para ibu bayi yang memerlukan alat tsb untuk bayinya. Sejauh ini pelayanan yang diberikan baru bisa mencakup untuk daerah Jabotabek saja, bahkan utamanya Jakarta Selatan dan Depok. Kami ingin mengembangkan kegiatan pengabdian masyarakat ini lebih luas lagi, untuk itu mohon masukan dan saran dari sahabat semua.

Saat ini kami menyediakan 6 buah inkubator dan selalu ‘habis dipinjam’, tentulah armada ini perlu ditambah namun sekaligus bersamaan dengan itu kami perlu mengembangkan sistem pelayanan terpadu agar segala sesuatunya berjalan lancar.

Bila ada yang memerlukan bantuan kami, silakan kontak:

Raldi A. Koestoer, SMS 0816-1992186

Email : koestoer@eng.ui.ac.id

(Ral – 020313).-

Obat bukan jawaban

Prof, sedikit sharing dr Milis

“Obat BUKAN JAWABAN”
(Dari Majalah “PESONA” Maret 2010, Halaman 80 — 82)

Ia mendidik pasiennya agar mengubah gaya hidup, tak tergantung pada obat dan tidak dibohongin dokter. Prinsipnya, pasien harus punya otonomi terhadap tubuh sendiri.

Cobalah berkunjung ke klinik dr. Tan Shot Yen diwilaya Bumi Serpong Damahi pada pukul 11 dihari kerja. Anda akan melihat dr. Tan menghadapi beberapa pasien. Sekilas, Anda mungkin berpikir dokter sedang marah-marah. Padahal ia sedang menjelaskan tentang gaya hidup sehat pada pasien barunya. Pasalnya, memang begitu gaya dr. Tan, menjelaskan dengan suara keras. Bila kita simak ucapannya, semua yang dijelaskannya sangat penting dan membukakan mata.

“Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu ‘bagaimana’. Bagaimana caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan, menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma tanya ‘bagaimana’, Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?” urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya. “Saya mau pasien yang taking ownership of their own body. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu menyuruh ini-itu? Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda.” Wah, dokter yang satu ini tampaknya memang lain dari yang lain.
Mendorong Gaya Hidup Sehat
Perbedaan mencolok dr. Tan dibanding dokter lain pada umumnya adalah ia tidak mudah memberi obat. Rata-rata pasien yang keluar dari ruang prakteknya tidak menggenggam resep. Kalaupun ada resep, biasanya hanya vaitamin dan omega-3, tergantung kondisi pasien.

“Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya ‘sakit apa’ lalu berkata ‘ini obatnya’? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskanasal usul penyakit. Pasien juga bego, padahal dia harusnya memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya,” jelas dr. Tan.

Sebagai ganti resep, dr. Tan memberikan pencerahan tentang gaya hidup sehat yang harus dijalani setiap orang. „Saya yakin semua dokter tahu bahwa DIABETES, STROKE, dan kanker adalah penyakit gaya hidup. Tapi pertanyaannya, seberapa jauh seorang dokter mau fight untuk memperbaiki gaya hidup pasiennya? Karena, penanganan pertama pasien seharusnya perubahan gaya hidup. Bila gagal, baru obat-obatan boleh dicoba.”

Dr. Tan mencontohkan, pasien yang sakit lutut akan disuruh minum obat, dioperasi, atau diganti tempurung lututnya. Padahal, titik beratnya adalah bobot tubuhnya. Jika si Pasien mengubah pola makan dan gaya hidup, berat badannya susut dan keluhan lututnya akan hilang. “Ibaratnya, mobil Mercedes pasti turun mesin kalau diisi bensin bajaj. Coba ganti dengan bensin super, pasti larinya kencang.”

Perubahan pola makan yang dianjurkan dr. Tan mungkin terdengar ekstrem. Ia mengimbau pasiennya untuk berhenti mengonsumsi gula, terigu, nasi, dan pati (singkong, kentang, ubi, jagung, taloas). Pasalnya, di dalam tubuh, jenis makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam. Benar, manusia butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat empat jenis makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan kenaikannya. Bersama insulin, keluar pula hormon eicosanoid buruk. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh ‘memelihara’ bakteri, jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri.

Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: satu ikat selada mentah atau dua cangkir brokoli setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah avokad, apel, atau pear. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang tersimpan menjadi lemak. Kadar gula darah sebelum dan sesudah makan pun rata-rata sama. Dan, hormon eicosanoid buruk takkan keluar sehingga tak mengundang penyakit. ‘Menu’ ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah dengan berbagai cara, asal tidak ditumis atau digoreng.

“Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah mengandung enzim dengan life force energy yang penting buat tubuh. Inilah pola makan asal yang sesuai fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Nenek moyang kita makan sayur dan buah tapi mereka kuat mendaki gunung danm berburu.”

Sakit adalah Introspeksi
Hal lain yang menarik dari dr. Tan adalah gelar M. Hum. Gelar itu didapat setelah ia mengambil pascasarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, tahun lalu. Menurutnya, kuliah S2 filsafat membuatnya memahami manusia secara mendalam dan holistic. Ia juga jadi mengerti ‘dosa ilmu kedokteran’ tentang mekanisasi tubuh manusia.

“Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama seteloah ditemukannya alat pacu dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah. Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh, emosi dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin. Kalau ada yang salah, kita pergi kebengkel. Dan, rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang b eberapa ahli, asal mereka sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter punya arogansi profesi. Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa benar,” tuturnya lugas.

Dr. Tan juga menyanyangkan bila manusia zaman sekarang mati-matian melawan dan menolak sakit. Padahal, sakiat adalah jalan untuk lebih memahami bahwa manusia atak selamanya diposisi atas.

“Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh kebelakang. Apa yang ‘jalan’ dan ‘nggak jalan’ selama ini? Nah, menjadi sembuh adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Tapi bagaimana pasien bisa introspeksi bila tak dibimbing menemukan kesembuhannya dan hanya dininabobokan oleh obat? Dunia yang mati rasa dan tak mau mengalami sakit adalah dunia yang melarikan diri, mengingkari diri sendiri,” lanjutnya.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya, obat dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk mendapatkan penghasilan lebih yang tak perlu demi obat. Lihatlah berapa banyak orang yang harus berusaha mati-matian demi kep-erluan berobat salah satu anggota keluarga.

Selalu Ingin Jadi Dokter

Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan lulus Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Sebagai siswi yang selalu mendapat nilai cemerlang dalam ilmu eksakta, menjadi dokter merupakan impiannya sejak dulu. Baginya, dibidang kedokteran, cara pikirnya yang eksakta bisa menemukan ‘kemanusiaannya’. Dalam diri pasien, ia menemukan benang merah antara fisik, emosi dan spiritual.
Ketika baru menjadi dokter, saya juga ngaco. Sekadar memberi obat pada pasien. Lama-lama saya pikir saya cuma perpanjangan pabrik obat,” kenangnya. Lalu ia pelan-pelan lebih menggunakan gaya hidup sehat. Perubahan ini dipicu oleh ayahnya, dr. Tan Tjiauw Liat, tokoh inspiratif yang membuatnya maju untuk melihat apa sebenarnya kebutuhan manusia.

Melihat begitu berapi-apinya dr. Tan saat memberikan p-encerahan gaya hidup pada pasien, siapapun mungkin akan b ertanya ‘apa tidak capek?’. “Lebih capek mana dibandingkan dokter yang ditunggangi perusahaan obat dan makanan? Saya mendapat energi bila melihat pasien sembuh. Mereka memegang kendali atas hidup mereka, tidak dibohongin dokter, dan tidak tergantung obat,” jawabnya.

Dr. Tan mengakui, sepak terjangnya kerap dipandang sebelah mata oleh koleganya. “Ada yang bilang saya idealis, bahkan mission impossible. Tapi saya yakin, dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa perubahan gaya hiduplah jawabannya. Masalahnya, mereka sendiri tidak menjalani gaya hidup itu. Ini membuat saya sebal. Kalau mereka merasa tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, jangan mengecilkan pasien dengan menganggap pasien juga takkan bisa. Pasien yang sudah parah dikasih obat apapun pasti mau. Apalagi Cuma disuruh Apalagi Cuma disuruh ganti nasi dengan sayur.”

Keluarga terpengaruh
Pola makan asal yang meniadakan gula, trigu, nasi, pati dan susu yang dijalani dr. Tan juga dilakukan oleh suami – Henry Remanleh – dan anak tunggalnya, Cilla. Menurut dr. Tan, mereka tidak menjalaninya karena terpaksa, tapi karena merasakan manfaatnya. “Putri saya 17 tahun, kadang terpengaruh pola makan temannya. Dia lalu mengeluh susah konsentrasi atau pencernaannya terganggu. Setelah itu dia back on track. Dia sudah meengonsumsi raw food sejak SMP atas pilihan sendiri. Anak itu mencontoh orang tuanya. Jangan harap anak makan dengan baik kalau Anda sendiri amburadul.”

Suaminya, Henry, adalah kinesiologis yang berkutat dengan masalah gerak dan pengaruhnya terhadap aspek kehidupan manusia. Henry juga instruktur brain gym. Ia berpraktek didtempat yang sama. Dr. Tan sangat menghargai pekerjaan suaminya karena memberdayakan masyarakat. “Brain gym terbukti bisa meningkatkan konsentrasi. Dengan pola makan sehat sejak kecil dan gerakan olahraga terstruktur, Anda tak perlu lagi minum obat,” katanyaa tegas.

Selain sibuk berpraktik dan menjadi pembicara talkshow, dr. Tan menjadi contributor untuk taboid dan majalah kesehatan. Selain itu, ia mengisi waktunya dengan membaca dan membuka jalur continuing medical education melalui internet. Karena itu, info dan data jurnal ilmiahnya selalu up to date – disamping buku-buku terbaru pemberian ayahnya.

Ia menjalani pilates, terkadang berenang, dan sesekali bermain piano. Kini ia sedang mengumpulkan kisah-kisah kamar paraktek untuk dijadikan tulisan imnspiratif agar para dokter memandang pasien lebih dari sekumpulan diagnosis.

Wah, sepertinya semangat dalam tubuh mungil ini seolah melonjak-lonjak dan tak pernah padam. Maju terus dr. Tan!

Nurul Hidayati Fithriyah

Kuliah Pipa Kalor dan Pengukuran Termal

Aktivitas ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa kali, sejak Juni 2012. Jadi awalnya adalah saya memberikan satu s/d 2 jam kuliah pendek tentang kasus penelitian S3. Kali ini kandidat S3 nya

Sdr Wayan Nata.

Dari sejak mulainya S3 di DTM-FTUI, baru kali inilah nampaknya, penelitian serius dilaksanakan. Promotornya Prof Nandy, sedangkan saya co-promotor. Ada dua mhs S2 fastrack yang ikut mendengar dan berpartisipasi. Kali ini saya mengajak Dr Engkos Kosasih yang punya keistimewaan dalam Matematika. Neliau juga adalah salah satu juri dari Ujian Penelitian 1 dari Sdr Wayan Nata bulan yang lalu.

Utamanya diskusi ini adalah pada video yg ditayangkan, jadi bukan pada teks ini. So mari kitasaksikan video yg durasinya 1 jam 40 menit, dengan topik seperti judul diatas.

Lihat juga kuliah yang lalu di:

https://koestoer.wordpress.com/thermo-hydraulics-discussion-21-june-2012/

Semoga bermanfaat…

Laporan ibu bayi prematur

Lapor Prof,
Hari ini kontrol ke dokter, beratnya skrg 2.475kg, panjang 53.5cm. Kenaikannya 420gr selama 2 minggu ini.
Kata dokter next kontrol 2mggu lagi, klo bs stabil naik sekitar 400-500gr sdh bs lbh sering diluar inkubator.
Skrg jg sdh pelan2 tidur di kasur klo siang2 udara panas.
Doakan perkembangannya naik terus biar inkubator yg disini bs dipergunakan utk yg lain yg lebih membutuhkan.
Laporan selesai.

¤mySograt&L-Berry®¤

Lighthalzen 20feb

 

 

 

 

 

 

 

Baca juga

https://koestoer.wordpress.com/bayi-kedinginan/

https://koestoer.wordpress.com/tim-inkubator-dengan-majalah-swa/

 

Simak juga berita ,etro tv

Hipotermia, Penyebab Utama Kematian Bayi Prematur

Kamis, 21 February 2013 | 18:43 WIB

Ilustrasi—vemale.com

Metrotvnews.com: Selain kendala berupa kurangnya alat dalam ruang NICU (neonatal intensive care unit), meninggalnya bayi prematur seperti Dera ternyata paling banyak disebabkan hipotermia, yakni suatu kondisi saat mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

“Pada saat dilahirkan, bayi haruslah memiliki suhu tubuh 36,5-37,5 derajat celsius. Di bawah itu, bayi harus segera diberikan perawatan khusus guna mencegah hipotermia,” kata Dr Risma Kerina Kaban, dari Divisi Neonatologi FKUI Departemen Kesehatan Anak RSCM pada Kamis (21/2).

Menurutnya, kondisi hipotermia bisa menyebabkan berbagai kondisi yang lebih parah lainnya seperti sesak napas yang akhirnya menyebabkan bayi prematur meninggal. Risiko kematian akan semakin besar bila bayi berada di daerah yang kurang terfasilitasi dengan baik yang rumah sakitnya kekurangan inkubator untuk menghangatkan bayi.

Gejala awal hipotermia yakni apabila suhu kurang dari 36 derajat celsius atau kedua kaki dan tangan bayi teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, bayi sudah mengalami hipotermia sedang (suhu 32-36 derajat Celsius).

Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh kurang dari 32 derajat celsius. Untuk mengukur suhu tubuh pada hipotermia pun diperlukan termometer ukuran rendah.

Dr Risma lalu menjelaskan ada beberapa metode guna mengatasi kondisi hipotermia pada bayi prematur selain menggantungkan pada alat inkubator di ruang NICU. Di antaranya selain meletakkan bayi baru lahir di infant warmer/inkubator, lapisi juga tubuhnya dengan plastik. “Di daerah pun sebenarnya metode ini bisa digunakan karena plastik akan mempertahankan panas tubuh,” katanya.

Selain itu, ada pula perawatan metode kanguru (PMK). “Salah satu tindakan lain untuk mencegah hipotermia pada bayi prematur adalah dengan PMK atau skin to skin. Ini adalah perawatan untuk bayi baru lahir yang mudah hanya dengan menggunakan badan ibu untuk menghangatkan badannya.” (Prita Daneswari/Ray)

Students Now Leaders Tomorrow

Begitulah kira-kira judul yang lebih cocok untuk ceramah saya pada kuliah perdana Kapita Selekta untuk mahasiswa dari dua departemen yaitu Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Tentunya kali ini bukanlah kali pertama saya berbicara pada kuliah perdana Kapsel (begitu disingkatnya oleh mahasiswa), mungkin sudah yang kelima atau keenam kalinya, bahkan berturut-turut. Jadi sudah hampir mengalahkan Rudy Hartono juara olahraga bulutangkis di tournament All-England yang menjadi juara 7x berturut-turut. Entah mengapa pak Idrus sebagai dosen pengelola dari Dep Teknik Mesin selalu meminta saya untuk memberikan kuliah perdana Kapsel ini padahal ibu Tilani sebagai pengelola dari DTK pastilah sudah bosan melihat saya setiap kali, sekalipun saya tidak pernah merasa bosan untuk bertemu dengan ibu Tilani, karena dulu kami semua berasal dari satu jurusan di Teknik Mesin beberapa puluh tahun yang lalu.

Behind the scene

Ada baiknya saya cerita dulu tentang beberapa hal sebelum muncul di panggung Auditorium K301. Pak Idrus melalui SMS mengusul judul, yag buat saya rada aneh ‘Asam Urat’. Sambil mengatakan judul yang aneh malah menarik utk mhs. SMS nya yang ke 2 kali menegaskan “Betul judulnya itu ?” Ya gpp lah, saya pikir ada baiknya ditambah dengan kata-kata yang lebih serius supaya terkesan gak main-main. Jadilah judul itu lumayan cukup aneh tapi menarik

  • Asam Urat, Karier dan Musik     –

Baru sekali rasanya ada judul ceramah macam ini… Memang 2-3 minggu sebelumnya saya terkena penyakit asam urat sampai tak bisa jalan lihat tulisan saya tentang asam urat dengan akar melinjo.

Biasanya slide ppt yang saya bikin ada k.l. 10 an slide. Tapi kali ini sebenarnya saya tak mau pakai slide, maunya saya ngomong aja terus kaya stand-up komedi. Namun karena ada judul musiknya, mau tak mau harus pakai musik dong. Jadilah saya persiapkan, sambil mikir musik macam mana yang pantas utk ditampilkan. Sudah lama saya berniat utk kasi ceramah dibarengi dengan musik. Kalau boleh saya ingin jadi orang pertama yang bikin ceramah dibarengi dengan musik bahkan musik menjadi bagian yang integral dari ceramahnya. Dan hal ini sudah saya kerjakan bebrapa kali di kuliah Kapsel ini. Awalnya saya Cuma putar video saya lagi nyanyi bersama The Professor Band, bahkan sampai 2x ceramah tetap saya putar video yang sama. Nah kali ini harus lain dong, pasti nanti ibu Tilani bosan lihat videonya yang itu-itu saja. So mulailah saya cari mencari video saya yang lagi nyanyi. Untung ketemu waktu dulu th 2009 saya pernah nyanyi di FISIP-UI. Lain daripada itu saya juga mau kasi tunjuk bukan videonya saja tapi juga permainan music saya, untuk itu saya bawa gitar dan flute. Semester lalu saya sudah kasi ceramah dengan permainan music flute (suling). Jadilah dua alat itu saya bawa, dan sebenarnya saya agak malu bawanya ke auditorium atas. Karena nanti kalau ketemu orang pasti semua akan nanya ini itu “Koq bapak bawa alat-alat music, emangnya mau ngamen?” Terus saya jawab apa dong tergagap-gagap pastinya… lha wong orang mau ceramah koq yang dibawa alat musik.

Asam urat warning utk hidup sehat

Jumlah mhs yang hadir lebih dari 100 orang kalau boleh saya perkirakan ada 120 an kali. Kebanyakan tentu semester 6 lah kira-kira (saya memang tidak tahu Kapsel itu m.k. semester berapa ?), tentu usianya sekitar 20 tahunan. Yang cowo ganteng dan gagah yang cewe cantik dan pastinya semua kelihatan smart gitu, itulah sebabnya saya selalu bersemangat ceramah di depan orang muda harapan bangsa ini. Tentunya mereka ini juga masih sehat bodinya dan jarang kena penyakit. Tidak seperti kami yang tua-tua ini yang setiap hari bicaranya tentang penyakiiiit aja,,,… Coz why ? coz memang orang sudah berumur penyakit selalu ada-ada saja, baik pria maupun wanita. Dan banyak diantaranya yang terkena asam urat. Bicara kesehatan dengan anak muda pasti gak nyambung, tapi yang mau saya share justru bukan bagaimananya, tetapi tentang Paradigma Kesehatan yang saya pegang sejak 10 th ini. Jadi sudah sejak tahun 2000 saya tidak pernah minum obat dokter. Bagaimana bisa ? Aneh kah ? Lucu kah ?

Utamanya adalah saya tidak mau dijadikan tabung reaksi oleh dokter. Kalau kita flu saja lalu pergi ke dokter, maka lulusan fak kedokteran yang katanya pandai-pandai ini akan memberi kita obat minimal 6 macam. Obat sakit flu nya sendiri Cuma satu sedang lima yg lain adalah obat yang bukan-bukan. Yang Cuma utk nambah koceknya si dokter saja. Ada vitamin ini itu, ada anti biotic ini itu, pastilah bikin kita tambah gak enak badan. Itulah yang saya bilang kita dijadiin tabung reaksi sama lulusan Fak kedokteran yang salah didik itu, tanpa mengecilkan arti dari dokter yang benar-benar bekerja dengan baik (inipun kebanyakan dokter di daerah). Dan kemudian salinan resepnya mereka kasi ke detailman yang segera menghitung jatah prosentase utk dokter dari harga obat yang dibeli pasien. OK lah system yg kurang baik itu tak usah kita panjangkan lagi, tapi sekarang paradigma tadi. Kesehatan dari badan kita tentu tak lepas dari hubungan INPUT-PROSES-OUTPUT. Prosesnya sudah Tuhan yang bikin, proses yang sempurna. Saya bilang orang Bioproses tentu paling mengerti masalah ini, tanyalah pada mereka. Sehingga tinggallah inputnya kita atur, utamanya adalah MAKANAN. Kalau input bagus dan berkualitas pastilah outputnya juga akan bagus. Energi, dan semua yang terlihat ditubuh kita jadi proporsional, seperti layaknya orang-orang muda yang ada didepan saya waktu ceramah, energik dan bersinar. So…aturlah makananmu… jadi makanan yang mana yang bagus itu ? Tubuh kita ini sudah match dengan apa yang ada di alam. Coba deh pikir, jaman dahulu kan orang makan dengan sumber yang ada di alam ini saja. Jadi buah segar dan sayur segar itulah pasti yang bagus. Ikan dari sungai atau laut langsung dimasak. Jadi masih segar dan enak tidak didinginkan dulu sampai berhari-hari. Buah dan sayur segar itu hanya memerlukan waktu 15 menit dilambung utk nanti diproses terus ke usus. Sedangkan makanan yang sudah banyak diproses dan panjang pasti memakan waktu lama pizza kek… blackforest kek…, walaupun enak tapi lambung memerlukan waktu lama untuk menguraikannya. Dengan demikian proses yang lama ini memakan energy yang banyak dari tubuh kita, krn menggunakan otot dan syaraf bawah sadar. Lalu wajarlah kalau menurut food-combining, buah harus dimakan dahulu. Karena kalau tidak dia akan terhalang oleh makanan lain (nasi misalnya yg banyak itu) dan akhirnya buah keburu busuk sebelum sempat diproses. Dengan begitu sari buah jadi hilang manfaatnya. Karena saya tidak minum obat sel darah putih jadi terlatih karena dia banyak berperang melindungi tubuh dari serangan virus penyakit yang datang setiap hari. Sedangkan bila saya minum obat makan ‘kopassus’ saya jadi tidak bekerja karena sudah ditangani obat. Sesungguhnya imunitas tubuh kita yang sudah dikasi Tuhan ini haruslah selalu siap tempur dan makin banyak bertempur melawan virus makin terlatih dia.

Karier utk para leaders masa depan teknopreneur

Kebanyakan lulusan Sarjana Teknik kita ini ingin bekerja ditempat yang gajinya gede. Tentunya perusahaan asinglah, banyaknya dibidang minya, gas bumi dan tambang. Langsung saya jelek2in aja…Sorry banget nih apa boleh buat banyak juga teman dekat saya jadi ikut kena tampar. “Mereka itu hanya jadi budaknya orang-orang asing saja”. Direktur Chevron sendiri atau Dirut PTFI yang nota bene adalah orang Indonesia yang hebat berkualitas. Dan ada juga diantara mereka yang alumni kita, itu kerjanya Cuma ‘dikongkon’ sama orang bule aja. Berapa besarnya saham kita di PTFI, lihat sendiri di artikel ini. Prinsipalnya di Negara sanalah yang mengatur semuanya. SDA (Sumber Daya Alam) kita Cuma dijual murah aja. Sampai beberapa tahun y.l. pak DI mencari gas ke Iran karena di Dalam Negeri tidak bisa dapat. Padahal Negara kita kaya dengan gas bumi. Cuma gas kita sudah dikunci dengan kontrak2 jangka panjang. Nah kalau anda lulusan FTUI nanti kerja di company asing itu jadilah anda budak2 mereka itu. Sampai Dirutnya sekalipun. Paling selesai jadi Dirut 5 thn pensiun (paling lama itu juga) terus ngelamar kerja lagi. Sama dong ama lulusan baru yg umur 22-23 thn. Karena sudah terbiasa jadi follower (bahasa jeleknya bebek). Jadi anda berbuat apa utk bangsa ini ? Bandingkan dengan lulusan yang ikut dengan program ‘Indonesia Mengajar’, anak2 muda dengan idealisme yang luarbiasa… Saya sungguh terharu membaca kisah2 mereka. Jangan sekedar mau jadi orang cepat kaya saja tetapi hidup tidak berguna sampai di akhir hayat. Bahkan sudah ngeruk SDA negeri kita sendiri…Lihat bumi kalimantan yang hancur itu…trenyuh hati saya… Mari bangkit anak muda untuk Indonesia masa depan.

Siapa dong yang memimpin Indonesia nanti kalau bukan anda-anda, yang sekarang mhs di Universitas elit ini. Pastilah amanah ini pantasnya memang diserahkan pada anda-anda. Yang nanti seharusnya menjadi teknopreneur pemilik pabrik kimia, owner industry manufaktur, industry kelautan dlsb. Pastilah amanah ini tidak akan bisa dijalankan oleh tukang ojek, atau supir angkot. Mereka tidak memiliki ‘tools’ nya sedangkan anda sudah mendapat bekalnya selamasekolah di UI ini. Ayo bangkit… untuk masa depan. Tunjukkan jati diri anda yang sebenarnya, jangan sekedar jadi bebek-bebek aja…

Musik dalam kehidupan

Jangan dikira music itu tidak penting. Pernah tahu Einstein kan penerima hadiah nobel fisika, penemu teori relativitas yang tersohor itu. Penemu rumus E=mc2. Beliau pernah suatu saat diminta ceramah dikalangan elit di Eropa. Eh bukannya bicara tentang fisika, Einstein malah main biola dua jam penuh memperdengarkan karya-karya Mozart yang menjadi favoritnya. Karena memang sebenarnyalah beliau adalah pemain biola yang handal. Sering juga beliau berpartisipasi dalam orkestra dan musik kamar. Beliau bilang “Kalau saya bicara rumus-rumus fisika, maka tak seorangpun mengerti, tapi bila saya main music maka semua orang bisa menikmati.”

Musik itu menyeimbangkan diri kita, bahkan sekarang sudah banyak orang melakukan terapi penyembuhan dengan music. Jadi otak kita kiri dan kanan seimbang stress hilang bahkan ide-ide baru muncul karena adanya keselarasan syaraf kita yang bergetar bersama alunan music diseluruh otak dan sel tubuh. BTW ceramah dan music di auditorim itu bisa anda lihat di youtube, klik saja

Sudah dua kali lagu titanic saya mainkan bersama music minus one dalam ceramah Kapsel ini. Pastilah selalu ada salah-salahnya karena tidak pakai latihan, tapi tak masalah kan ? Yang penting bisa saya tunjukkan bahwa saya bisa memainkannya. Jarang orang memainkan flute, untuk saya sound-nya sangat istimewa bikin sayaraf saya jadi longgar. Seringkali kalau saya bunyikan dibelakang rumah, kodok dan katak berloncatan mereka ikut menikmatinya. Saking serunya saya bicara dan main music malah saya lupa memainkan gitar, padahal gitarnya sudah dipajang didepan. Tak apalah lain kali ya, kita dengar bersama solo gitar saya. Atau klik saja blok saya https://koestoer.wordpress.com/musik

Saya berharap anda semua kasi komen tentang ceramah dan tulisan ini. Dan untuk semua mhs peserta kuliah, mari kita bikin komunitas Kapsel mulai th ini 2013. Saya minta tolong Azimil mhs mesin utk jadi moderator milis. Dan kalau saya berharap anda jadi teknopreneur maka DTM ata DTK tidak penting lagi, karena kita pasti butuh semuanya, yang penting usaha bisa bergulir. Ingat cerita saya tentang pengusaha muda di Batam yang punya karyawan 6000 orang ?… Gila kan padahal dia gak pernah mengikuti pendidikan di sekolah elit seperti anda. So…ANDA PASTI BISA…

Ini milisnya,

Kapsel_2013_v1@yahoogroups.com

Itu tulisannya Kapsel underscored 2013…spy gak salah. Kita lanjutkan diskusi kita untuk Indonesia masa depan. Dan sesudah ini anda semua adalah MITRA SAYA.

Banyak diantara mhs, mereka berbakat seni juga artinya banyak waktu digunakan juga untuk bermain music. Ada dua mantan murid saya yang toh lulus juga, namun sekarang berkarier justru dibidang music bukan dibidang teknik. Buat saya sih ok ok aja yang penting anda enjoy menjalankannya. Gak usah terlampau banyak dipikirin. Biasanya orang lain, mungkin juga orang tua yang memikirkannya. Orangnya sendiri sih santai aja.

Guyz…Send your comments and opinions, c u.-

Bahan slide ppt bisa diunduh di 4shared:

http://www.4shared.com/file/4860n7mb/Kapita_Selekta_14_Feb_2013.html?

Guru Besar UI – Harinaldi Dedi Priadi Djoko M Hartono

Pengukuhan Guru Besar baru di Universitas Indonesia, Fakultas Teknik, telah dilaksanakan tgl 13 Feb 2013 hari Rabu yang dipimpin oleh Ketua DGB-UI (Dewan Guru Besar UI) Prof DR dr Biran Affandi SpOG.
Dari Dep Tek Metalurgi dan Material : Prof Dr Ir Dedi Priadi DEA, dengan judul pidato, Peranan Teknologi Pembentukan Logam dan Pemanfaatan Material Baja dalam Manufaktur Logam Indonesia. Lahir di Jakarta 17 Okt 1959.
Dari Dep Teknik Mesin: Prof Dr Ir Harinaldi M.Eng. dengan judul pidato, Teknik Kontrol Aliran pada Rekayasa Termofluida dalam Menghadapi Tantangan Global Penghematan Energi.Lahir di Jakarta 30 Oktober 1968.
Dari Dep Teknik Sipil: Prof Dr Ir Djoko Mulyo Hartono SE M.Eng., dengan judul pidato: Perlindungan Air Permukaan Sebagai Air Baku Air Minum dan Tantangannya dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Lahir di Bandung 1 September 1952.
Laporan dari ketua DGB-UI menyatakan bahwa jumlah Guru Besar di UI sekarang ada 250. Yang terbanyak dari Fak Teknik ada 42, diikuti oleh Fak Kedokteran 35. Sepanjang umur UI baru kali ini jumlah GB FKUI disusul oleh Fak Teknik. Yang ketiga adalah FISIP, GB nya berjumlah 26.

Lihat video dan foto,

Anas Ndableg SBY Bingung

Beberapa hari terakhir ini bila kita dengar berita di TV maka persoalan politik yang sedang tophit adalah terjadinya perpecahan di tubuh Partai Demokrat (PD). Majelis Tinggi PD yang diketuai oleh Presiden RI SBY mengambil alih power dari tangan Ketua Umum partai yaitu Anas Urbaningrum yang merupakan tokoh politik muda yang kelihatannya cemerlang. Perselisihan ini dimulai dengan pernyataan menteri ESDM Jero Wacik yang meminta ketua Majelis Tinggi SBY ini untuk turun tangan karena dinilai elektabilitas partai terjun bebas alias jatuh dibawah partai besar lainnya.
Sejak diumumkan dari Cikeas bahwa urusan partai diambil alih ketua Majelis Tinggi, Anas kelihatan tetap tidak bergeming. Artinya dia tetap menjalankan tugasnya seperti biasa sebagai Ketua Umum. Bahkan berkegiatan ke daerah Lebaj yang diliput oleh semua media elektronik. Dan diputar terus menerus di salah satu media “Ketua Umum partai hanya satu Anas”, demikian sesumbarnya menantang SBY.
Malamnya SBY bikin Pakta Integritas, semua anggota Mjls Tinggi tanda tangan, kecuali Anas tentunya karena dia tidak hadir dengan alasan sakit. Anggota partai yg tersangkut masalah hukum atau narkoba diminta mengundurkan diri. Anas diminta konsentrasi pada masalah hukum.
Media terus memberitakan masalah ini. Tugas kepresidenan dengan sendiri agak terbengkelai karena SBY ngurusin partainya melulu. Sedangkan tokoh-tokoh partai lainnya kelihatan pada bermuka-dua mereka seperti biasa pasti bersifat bajing loncat yang mana nanti yang menang itu yang diikutin.
Melihat ndablegnya si Anas, kelihatannya SBY rada bingung. Mau diapain lagi nih orang, ternyata dia punya juga pendukung dari daerah, bahkan orang Yogya bilang kalau SBY melanggar AD-ART. Sehingga langkahnya ambil alih kekuasaan termasuk inkonstitusionil. Waduh SBY makin bingung dan makin ragu-ragu, jadi mau diapain nih Anas ?
Kelihatannya SBY juga gak berani ngapa2in, dia Cuma bisa gertak doang. Si Anas udah tahu banget tuh gaya SBY kaya gitu. Nampaknya Anas juga punya beberapa kunci yg berkaitan dengan SBY maupun anaknya yang baru lahir kemarin sore si Ibas. Mungkin kata Anas dalam hati:”Kalo lo macem2 ntar gue buka rahasia lo termasuk juga rahasia anak lo tuh.”
Mari kita saksikan dagelan partai demokrat ini. Sepertinya sih bakalan ngambang gitu aja. Kan SBY memang tidak tegas.

Bayi Kedinginan

Malam pak,

Saya baca blognya dan waktu itu liat reviewnya di metro tv, mau menanyakan apakah bisa meminjam inkubatornya utk bayi saya.

Saya lahiran 28 des 2012, berat bayi 1,6kg, diirawat di NICU/Perina 2 minggu.

Pulang ke rumah tanggal 11 januari kemarin dgn berat 1,650 dan sampai sekarang beratnya masih 1,9kg.

Bbrp hari terakhir ini sepertinya anak saya masuk angin krn lumayan rewel dan sering buang angin setelah nangis yg lumayan keras. Kebetulan kamar kami memang agak berangin dan cuaca buruk akhir2 ini menyebabkan kamar lebih sering terasa dingin dibanding hangat.

Jika saya bisa mendapatkan pinjaman inkubator dari prof tentunya akan sangat membantu sekali untuk menghangatkan bayi saya, dan bisaa membantu untuk lebih cepat proses naik berat badannya, karena dgn berat seperti skrg riskan sekali terkena penyakit.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih byk, Pak..

1) nama bayi 

- Lighthalzen Omar Gurnixxx

2)tgl lahir

- 28 desember 2012

 3) berat lahir

- 1,650 kg

 4) nama ibu, HP, email 

- Putxx M. Gurnixxx, 0838753876xx, putrimgurnixxx@gmail.com
			
5)nama ayah, HP, email 

- Pastovielxx M. Gurnixxx, 0812988150xx

7) alamat lengkap 

 - Jln. Swadaya Mulia No. xx

Ds. Limo - Cinere

Depok 165xx 

8) R Sakit mana 

- RSIA Hermina Ciputat

9) Kapan bisa pulang.

- sudah pulang dari tanggal 11 Januari

 10) Tahu drmana ttg kami ?

- internet & metro tv

-0-

Oke Prof, saya usahakan mobilnya utk senin.

Sebelumnya tks banyak utk bantuannya

------Original Message------

From: Koestoer

To: putrimgurnixxx@gmail.com
			
Subject: bisa ambil senin

Sent: Jan 26, 2013 10:57 AM

 Dear ibu putri,

 Kalau mau ambil hari senin bisa jam 10 an.

 Ukurannya cukup besar tinggi total 1,5 m panjang 100 cm lebar 80 cm.

 Ada baiknya ambil pakai mobil jeep.

 Salam

Bayi yang kedinginan…

Bapak bayi pakai jaket kepanasan

Kontak Peminjaman Gratis Inkubator Bayi utk Jakarta Selatan dan Depok:

SMS +62816 1992186

Email:   koestoer@eng.ui.ac.id

 

You lie…kamu bohong !

Kisah ini saya alami sewaktu ikut dalam sebuah seminar di Bali ISTP SANUR-BALI.
Sambil menunggu presentasi dari Prof A.C. McIntosh dari University of Leeds, saya
sempatkan sedikit waktu untuk menulis. Jadi saya hotel Grand Bali Beach dalam
rangka ISTP-14 (International Symposium on Transport Phenomena). Meeting para
ahli dibidang Transport Phenomena lebih detail lagi bidang Heat, Mass and
Momentum Transfer. Event ini sudah berlangsung sejak 14 tahun yang lalu setahun
sekali diselenggarakan berpindah-pindah. Tahun ini Indonesia kebagian dan yang jadi
host-nya adalah Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI tempat dimana saya
bekerja. Panitia penyelenggaranya semua adik-adik yunior saya, kebanyakan yang
sudah pada jadi doktor jadi relatif sudah pernah ikut seminar internasional macam ini.
Saya sudah presentasi kemarin sore di session Heat Transfer.

Bagus atau jelekpresentasi saya gak jadi soal yang penting sudah selesai jadi sudah lega tidak adabeban lagi rasanya. Kalau belum presentasi rasanya stress juga, biar udah pengalaman
berkali-kali tetep aja stress itu tidak bisa hilang. Yang penting kita bisa ikut berkiprah
didunia internasional. Paper international ini juga sarana untuk kenaikan pangkat bagi
dosen dan peneliti karena nilai angka kreditnya cukup besar. Hari ini hari terakhir
karena dari rencana simposium yang 3 hari diperpendek jadi hanya 2 hari saja
sedangkan hari ke 3 diisi tour ke Kinatamani untuk para peserta seminar.
Banyak peserta mundur karena bom Bali dan SARS.
Hal ini disebabkan banyak peserta yang mengundurkan diri karena peristiwa bom Bali
dan berjangkitnya SARS. Peserta dari Australia kebanyakan mundur karena trauma
bom Bali. Sedangkan peserta dari Timur Tengah banyak yang mundur karena takut
sama SARS. Awalnya ada 200 lebih peserta yang menyatakan kesediaannya untuk
datang namun karena kendala-kendala tadi makalah yang jadi tinggal hanya 94 saja di
Proceeding dan peserta yang datang mungkin hanya 70 lebih. Saya pribadi tentu lebih
senang seminarnya 2 hari saja apalagi di hari ke 3 ditawarin tour. Rencananya besok
saya mau ikut.
16.45
Dari kejauhan disebelah kiri terlihat 2 orang sedang mengayuh kano, disebelah kanan
jarak beberapa meter saja dari tempat saya duduk di pasir ada sepasang turis Jepang
muda sedang memandang laut santai. Persis di depan saya ada bapak sama anak
lakinya lagi menikmati pinggir pantai laut Sanur. Tak ketinggalan sepasang turis bule
disebelah kiri, tentu saja yang wanita berbikini walaupun yang body-nya sudah
banyak kendor disana-sini, Gak pa pa lah.. who cares ? Angin laut terus berhembus
segar, saya menikmatinya sambil menulis catatan harian ini yang nantinya saya
niatkan untuk melengkapi buku saya edisi 2003 yang lagi direformat oleh Qose, yang
terakhir ini mahasiswa sastra, nama aslinya Kosim, dia teman main band dan suka
bantuin nerjemahin macam-macam teks. Walaupun sekarang musim libur siswa
sekolah dan juga musim libur di Eropa dan Amerika, dan walaupun kelihatannya di
plane kemarin passengers banyak sekali, namun kelihatan sekali bahwa turis di Bali
ini berkurang banyak. Sanur yang tampak oleh saya terlihat sepi dibanding biasanya.
Dari sejak datang hari minggu saya belum mampir ke Kuta, banyak yang bilang toko-tokonya banyak yang tutup karena tidak ada pembeli.
Simposium ini berakhir sore ini, tadi session terakhir Heat Transfer saya jadi
Chairman. Dari sedianya ada 4 makalah yang akan dipresentasikan hanya ada 3 yang
hadir, Makalah pertama tadi dibawakan oleh orang India tapi nampaknya dia bukan
dari India yang aneh dia sebenarnya juga bukan authornya (penulisnya) dia Narayana
diminta oleh temannya india bernama Sreetamu yang sejak kemarin galak betul
nanyanya kepada setiap pemakalah mungkin dia pulang duluan. Tapi kelihatannya
okay dengan bahasa Inggris aksen India Narayana presentasi dengan cepat dan lancar.
Komentar dari audience ada beberapa salahsatunya dari McIntosh Prof dari Leeds
yang saya sebut diawal teks. Pertanyaan ini membuat suasana jadi lebih idup. Yang
kedua dari Hanyang Univ Korea Mr Park, dia bicara tentang optimasi Plate Heat
Exchanger. Kelihatannya audience kurang menangkap sehingga tidak ada yang tanya
terpaksalah saya nanya kebetulan saya mengerti sedikit, lumayanlah tanya jawab itu
dan pertanyaan saya memang ringan-ringan saja. Cuma saya agak kaget waktu saya
beri komentar awal, dia jawab “You lie!”, gila ini orang saya dibilang bohong tapi
dari ekspresi dia selanjutnya kelihatannya dia tidak bermaksud mengejek saya tapi
memang aksen orang korea itu agak aneh, cadel orang betawi bilang. Setelah
beberapa menit baru saya sadari bahwa komentar dia tadi itu maksudnya “You’re
right ! ”
Begitulah sering terjadi salah paham karena bahasa, untung tadi saya tidak cepat
marah. Presentasi ketiga juga banyak matematiknya, terus terang saya tidak mengerti
ternyata audiencenya cuma tinggal tiga orang dan tidak satupun yang tanya.
Terpaksalah sessi itu saya tutup demikian saja dan kami lebib cepat selesai dari sessi-sessi
lain karena memang hanya 3 makalah yang dibahas dari seharusnya 4.
Angin dan ombak dari arah laut menderu-deru, matahari sudah semakin condong
kearah barat sudah hampir satu jam saya duduk dan menulis dipantai sanur ini.
Gimana kalau saya main flute dulu dipinggir laut kan excited. Okay saya main dulu
ya… flutenya ada di ransel yang saya bawa ini. (17.15).
090703-20.00
Sembari nunggu pesawat mungkin 30 menit lagi take-off dari bandara Ngurah Rai,
saya sempatkan sedikit menulis… Wah tapi nampaknya pintu menuju pesawat sudah
terbuka mungkin sebentar lagi passenger akan disuruh naik boarding ke pesawat. Biar
aja deh sampai di announce… Benar aja dah dipanggil.

Ini di pesawat.-  Tadi pagi dengan bus saya ikut tour Kintamani bersama seluruh
partisipan seminar ISTP. Banyak juga yang ikut sehingga panitia perlu menyiapkan
dua bus lengkap dengan tour guide berbahasa Inggris. Tujuan pertama ke Batu Bulan
untuk melihat Barong and Keris Dance, selama satu jam. Rupanya tempatnya
memang sudah disiapkan untuk turis. Tempat duduknya bisa menampung ratusan
penonton memang banyak juga bus turis lain yang sengaja mampir disitu jadi sudah
well-organized. Dulu tahun 1987 atau 88, Wahyu anak barep saya waktu itu masih
kecil mungkin kelas satu SD, jurusan Mesin pernah piknik ke Bali, kayanya waktu itu
juga mampir ke tempat seperti ini tapi tidak sama karena seingat saya waktu itu
teaternya ditengah sawah. Sampai disitu jam 0900 kita sudah disambut dengan
gamelan bali, sementara itu berdatanganlah turis lain sampai jam setengah sepuluh
banyak juga turis mancanegara kira-kira fifty-fifty dengan turis domestik. Jam 0930
tarian mulai dengan munculnya penari barong dua orang belakang depan mirip
dengan barongsay cina. Sebelumnya sudah dibagikan penjelasan tentang tarian itu
dalam berbagai bahasa saya lihat ada juga bahasa korea dan jepang kelihatannya
penyelenggara sudah cukup siap dengan segala sesuatu kepentingan para turis baik
domestik maupun mancanegara.
Bagi saya tarian berikut musiknya sungguh bagus dan terasa asli dibawakan oleh
orang bali dan live show pula jadi sangat alamiah. Walaupun lembar keterangan
tentang tariannya kurang jelas, namun pesan yang disampaikan dapat tertangkap yaitu
pertikaian antara kebaikan dengan kebatilan tidak akan pernah berakhir sampai akhir
dunia. Senitari yang indah itu menunjukkan budaya bali yang tinggi dalam suasana
yang asli bali ini getaran jiwanya sangat terasa. Belakangan waktu saya tanya sama
Nyoman Wardana dari univ Brawijaya yang ikut seminar ini, pak wardana ngerti
dong ya apa yang dikatakan para penari itu, penari itu sambil menari juga menyanyi
ngidung dan bicara. “Wah gak ngerti, mereka itu bicara bahasa bali kuno”, gitu jawab
pak wardana.

-0-

Tulisan ini merupakan salah satu artikel yang ada di buku yang berjudul

DUA DEKADE dan bisa di download melalui address ;

http://www.4shared.com/zip/InmtBsNI/BukuDuaDekade.html


 

Asam Urat dengan Akar Melinjo

Asam Urat dengan Akar Melinjo

Pada suatu hari, yaitu hari Rabu, seseorang dengan lahap mengunyah setengah piring pucuk ubi dan ditambah dengan gulai otak dipadu dengan nasi hangat. Tentu saja makan memakan itu diselenggarakan dengan seksama dan khidmat di… Rumah Makan Padang. Wah…sayang sekali seseorang tersebut lupa memotret rumah makan yang bersejarah itu. Tapi lokasinya tak jauh dari daerah Jatisampurna karena baru saja mengunjungi yayasan KDM.

Seseorang itu adalah daku sendiri tentunya, yang keesokan harinya merasa jari-jari kakinya agak sakit. Namun jalan masih normal. Itu masih hari kamis disaat Jabotabek diserang banjir besar dimana banyak sekali daerah Jakarta terendam banjir terutama kampung melayu dan kampung pulo. Hampir semua tv menyajikan acara banjir Jakarta itu sebagai program utama. Sebagai akibatnya, meeting bisnis yg rencananya jumat jadi terpaksa pindah atas anjuran rekan yang dari Bogor, tadinya di Jakarta jadi ke
012413_0806_AsamUratden1.jpg

Figure 1 keadaan jumat siang setelah solat jumat

kota Bogor.

So… Berangkatlah daku ke Bogor berunding dengan 3 orang teman bisnis di Botani Square Starbuck. Padahal waktu itu jalan sudah TERPINCANG-PINCANG pakai sepatu sandal. Artinya saat itu Asam Urat sudah menyerang buku jari jempol kakiku. Kalau ditekan rasanya sakit, kalau jalandengan gaya jalan biasa, rasa sakit luarbiasa. Jadi daku berjalan dengan sedikit gaya turun naik alias pincang atau orang betawi bilang PENGKOR, dalam rangka mengurangi sakitnya itu. Pulang dari Bogor solat jumat di Depok dilakukan dengan susah payah. Terutama disaat duduk, kaki kanan rasanya sakit. Tapi karena kalo solat di Depok semua orang daku kenal jadi malu kalo solatnya kita beda. Maksudnya dengan gaya orang sakit sambil duduk saja. Pikiran daku, kalo aku solat beda nanti semua orang nanya2 kenapa, maka daku menjawabnya repot dan agak2 malu gitu.

Bangun pagi di hari Sabtu…Aduh…Mak…Sakit sekali kukukakiku, buku jari dan semua jari sakit nyut nyut tan…terus2an. Kalo jalan apalagi, terpaksa jalan sambil pegang dinding, pegang meja atau apa saja dipegang. Coz prinsipnya hanya bisa jalan dengan satu kaki, kaki kanan kalo nginjek gitu sakitnya minta ampun. Tongkatku yang sudah daku beli 20 tahun yang lalu sekarang mulai deh terpakai. Padahal dulu waktu beli, memang asal beli dan dalam hati bertanya-tanya kapan nanti saatnya daku akan menggunakan tongkat ini. Nah itulah saatnya, tanggal 19 Januari 2013 tongkat lama tsb mulai ada gunanya. Weekend itu banyak janji dibatalkan. Mulai dari yang pergi ke Yogya, yang tauziyah setelah nyantuni anak yatim setahun wafatnya ibu, lalu juga kawinan anaknya seorang Sahabat…

012413_0806_AsamUratden2.jpg

Figure 2 keadaan hari minggu pagi

Semua batal, coz kaki cenat cenut sakit …dan bukan itu saja tapi juga BENGKAK dan warnanya merah dalu. Jadi malamnya Daku kirimlah sms ke kakak menyatakan besok tak bisa datang karena diserang oleh Asam Urat ini. Tak dinyana kakak ini membalas sms menyuruh daku datang malam itu juga karena dia punya obat saktinya

katanya begini:”Minum malam paginya bisa langsung pencak silat”.

Wah… yang bener aja ni orang bohong apa gimana ? Tapi yang namanya orang sakit, gak begitu mikir macem2 ‘pokoknya yang penting sembuh’. Besok pagi baru daku minta tolong bos daku untuk mengambil the so called Obat Mujarab itu ke cipinang muara, untung daerah situ sekarang gak banjir lagi karena sudah ada banjir kanal timur. Jadi obatnya itu adalah

AIR SEDUHAN AKAR MELINJO.

012413_0801_AsamUratden3.jpg

Figure 3 akar melinjo yang sudah dicacah

Anehnya adalah buah atau biji melinjo, juga emping sangat dilarang untuk dimakan bagi orang yang kena asam urat, tapi malah akar pohonnya justru  menjadi obat bagi penyakit asam urat itu sendiri. Hebat memang… demikianlah Allah selalu menyediakan obat untuk segala jenis penyakit.

Dua botol daku dikirim, jam 11 pagi hari minggu daku minum segelas, jam 2 siang minum lagi segelas. Kemudian daku tidur siang. Bangun waktu bada ashar… wah rasa sakit kaki sudah berkurang banyak. Kalau tadinya sakitnya terasa cenut-cenut sekarang sudah jadi cenit-cenit… Tuh lumayan kan ? Untuk mereka yang belum pernah kena asam urat, perlu diketahui bahwa mereka yang kena asam urat ini biasanya sulit untuk tidur karena rasa sakit yang menyerang di kaki sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa tidur. Tapi sungguh aneh daku malah tidur nyenyak padahal siang juga sudah tidur.

Dan… bangun pagi alhamdulillah… Sakitnya sudah berkurang banyak lagi. Sebetulnya sudah tidak sakit lagi kecuali bila dipakai jalan. Artinya kaki kanan belum bisa digunakan untuk menumpu berat badan. Jadi kalau jalan masih pincang. Namun bengkaknya masih ada hanya sedikit berkurang dari waktu hari sabtu. Senin daku bisa ngantor walau pincang, tentu saja sebagai akibatnya semua orang bertanya kenapa daku pincang. ‘Gue kena asam urat !’ Demikian jawaban daku. Dan hampir semua mereka tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban daku. Tiada satupun diantara mereka yang ikut prihatin melihat daku sakit asam urat.

Begitulah pemirsa, orang yang tak tahu diri selalu ngeledekin orang lain yang kena asam urat akhirnya KETULAH kena batunya dirinya diserang asam urat dan seluruh dunia menertawakannya sebagai balasan terhadap perbuatannya yang suka ngeledek kawan2nya yang terkena asam urat. Lihat juga artikel :

https://koestoer.wordpress.com/ketulah-kena-saam-ruat/

Senin itu daku puasa jadi tidak makan apa-apa siangnya. Malamnya makan seperti biasa di rumah, selasa pagi waktu bangun, daku merasa agak sakit lagi di kaki kanan. Untung di rumah sudah pesan sama adik akar melinjo dan dia bisa dapat. Walau pakai tongkat lagi selasa itu, malam daku sudah bisa minum seduhan akar melinjo dengan menyeduhnya sendiri di rumah dari 3 botol air menjadi 2 botol seduhan akar melinjo. Kamis pagi ini kaki daku sudah normal kembali bengkaknya hilang, hanya tinggal warna merahnya masih ada sedikit. Dan daku sudah bisa berjalan normal seperti biasa alias tidak pincang lagi.

012413_0801_AsamUratden4.jpg

Figure 4 kamis pagi ini sdh tidak sakit lagi dan kempes

Lesson-learned nya adalah Jangan sekali-sekali ngeledekin orang pincang karena asam urat, nanti ketulah kena asam urat. Dan yang kedua adalah akar melinjo ternyata merupakan obat yang mujarab bagi mereka yang terkena asam urat. Karena baik bengkaknya maupun warna merahnya tak jadi soal sebenarnya…tapi sakit nyut2annya itu loh pemirsa… ampun deh nyeri banget dan terus2an gak brenti. Jadi kita diam saja nyut2annya terus menyerang. Akhirul kata saya doakan semua orang yang terkena asam urat agar segera sembuh dan bisa berkegiatan seperti biasa. Ral 24Jan13.-

 

Tambahan 26Jan13, copas dari Anton Katili Facebook.

Binahong
Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, melahirkan, khitan, segala luka2 dalam, radang usus. Melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah.
Cara Pemakaian.
untuk pemakaian dalam, ambil umbi secukupnya, dicuci bersih, kemudian direbus, setelah dingin disaring dan hasilnya diminum 2-3 kali sehari. Cara ini untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, typus, disentri, kesegaran jasmani, mencegah stroke, asam urat dan sakit pinggang. Namun dapat pula umbinya dikeringkan, lalu ditumbuk halus, kemudian dimasukkan kedalam kapsul 0,5 mh dan diminum 3 kali sehari.
Untuk pemakaian luar, daun dan batang ditumbuk halus kemudian dio;eskan pada bagian yg sakit.
Like ·  · Share

Bantu Korban Banjir Jakarta Mhs Alumni

 Meneruskan permintaan BEM FTUI untuk Tanggap Banjir Jakarta:

 Posko Bantuan di Ruang BEM FTUI menerima donasi uang; logistik 
 (pakaian, makanan siap santap, dll); Dana bisa ditransferkan ke BNI 
 0205885718 a.n. Rahmad Hidayat;  BSM 1637040729 a.n. Diah Ayu Salma.

  Konfirmasi via sms: "Nama Bank_jumlah transfer; CP: Diah 
 085693972041", bantuan dan doa kita sangat berarti untuk mereka, ayo 
 bergerak untuk membantu.

 Demikian hal ini kami sampaikan, selamat berbuat baik untuk sesama yang 
 membutuhkan uluran tangan kita, amin. Salam, anondho


DAN UNTUK ALUMNI, SUDAH ADA KORDINASI
Lihat email berikut

Sender: alumni_ftui@yahoogroups.com
Date: Sat, 19 Jan 2013 00:34:11
To: alumni_ftui@yahoogroups.com>
Reply-To: alumni_ftui@yahoogroups.com
Subject: [alumni_ftui] Ayo kita bantu korban banjir!

Selamat pagi,

Bang Ade Mt’85 sejak kemarin pagi sudah mengkoordinir dan menyalurkan langsung bantuan bagi korban banjir di Kampung Melayu dan Kampung Pulo.

Dana yang terkumpul dari alumni KAPA FTUI (Rp.2,000,000), Kosong Empat (Rp.10,000,000), teman-teman Metal’85 (Rp.9,000,000) dll sejumlah Rp.32,700,000 hingga pagi ini.

Sudah disalurkan sebanyak Rp.15,000,000 untuk obat-obatan, Rp.4,750,000 untuk keperluan tenda bermain, peralatan bermain, popok bayi dll. Selebihnya disalurkan hari ini atau berikutnya.

Mengingat banjir Jakarta diperkirakan belum mencapai puncak, maka diperlukan daya tahan secara fisik maupun materi utk membantu para korban banjir.

Karenanya jika ada sahabat alumni FTUI yang masih mau menyumbangkan baik cash maupun barang, monggo. Mudah-mudahan menjadi amal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun para korban banjir. Amiin.

Bantuan dana bisa ditransfer ke rekening berikut (laporan pertanggung-jawaban akan diumumkan kemudian):

Bank Mandiri a.n. Ryad Areshman, no rek 123-00-0422191-9

BNI a.n. Ryad Areshman, no rek 0228934862

BRI a.n. Ryad Areshman, no rek 2075-01-000026-56-0

BCA a.n. H Murniati L, no rek 6760072379

Salam,
Desi E’93

Fri Jan 18, 2013 5:50 pm (PST) . Posted by:

“Desi” desisyah

Sip. Ayo semuanya nggak pake sekat organisasi, nggak usah bawa-bawa nama dan atribut parpol, mari bantu sesama.

Yang melalui Bang Ade sudah terakumulasi Rp.35,700,000. Alhamdulillah dan semoga menjadi ladang amal buat kita semua. Orangnya udah nangkring di Kampung Pulo sejak tadi pagi, kalau mau ketemuan di sana contact aja 081287200040.

Salam,
Desi.

Ketulah kena Sa’am Ru’at

Dear Iman,

Man… Ane ketulah man suka ngeledekin ente…

Mulai pagi tadi ane jalan te pincang pincang…

Coz…

Ane kena…

SA’AM RU’AT

Buat rekan2 lain, plis jangan ngeledekin Iman,

ntar ketulah kaya ane gini te pincang pincang

Salam sehat selalu (biar pincang tetep optimis).-

-0-

Tadi pagi waktu dateng ane ketemu bang Rusdi. Dia ngeliat ane jalan pincang, bertanya dengan muka sedih “Lo kenapa te pincang-pincang begitu ? … Jatuh lo ya ? ”

“Kagak bang, ane kena penyakit Sa’am Ru’at “, gitu jawab ane.

Dia langsung ketawa ngakak..”..ha ha ha…rasain lo”.

Gitu tuh bang RUsdi, kalo ane jatuh dia berduka-cita kalo ane kena penyakit dia bersuka-cita. “Ente gimana sih bang… Pinjam sisir dong bang…”. Perlu diketahui bhw ybs sudah tidak ada rambutnya lagi sedangkan dulu waktu muda modalnya cuman ada sisir doang dikantong, sedangkan dompet kosong.

Nomenklatur : Sa’am Ru’at = Asam Urat.-

180120134527 kaki

180120134528 kaki

tebak yang sebelah mana yang terkena sa’am ru’at ?

Raldi 18 Jan 2013.-

Mantabs…Komen Mahasiswa

Mantabs…Komen Mahasiswa

Setiap akhir kuliah di UI dosen dapat masukan dari EDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa), Isinya tentang kwantifikasi penilaian mhs. Misalnya apakah mhs merasa penilaiannya fair atau tidak, apakah dosen tepat waktu atau tidak, dst..dst. Range-nya dari 1-6, 1 berarti jelek dan 6 sangat baik. Umumnya saya dapat nilai dari 4.5 keatas… gak pernah sampai 6 paling 5.9.

Itu sih biasa aja, tapi yang cukup menarik adalah komentar dari mhs, yang akan saya copy-paste dibawah ini. Perlu diketahui bahwa pengisian form digital ini anonym, jadi kita tidak tahu siapa orangnya. Tiap satu baris, satu orang (begitu kebanyakan).

Dari 8 kelas yang saya ajar secara resmi (artinya tertulis di SIAKNG) hanya 5 kelas yang memberi komentar. Kebanyakan diantara kelas yg tak berkomentar itu jumlahnya satu kelas hanya sedikit dibawah 6 orang. Namun demikian ada kelas yang Cuma 2 orang, 1 diantaranya kasi komen panjang. Lho ! jadi ada kelas yang tidak resmi yang saya ajar ? Betul, ini karena seorang rekan dosen pergi naik haji jadi saya menggantikannya untuk setengah semester. Perlu diketahui bahwa sepanjang karier saya mengajar baru sekarang inilah saya mengajar demikian banyak kelas… s/d 9 kelas. Namun karena dosen tua itu memang kaya SUPERMAN, jadi kelas mah jalan aja. Tua-tua keladi…makin tua makin JA’IM.-

Saran, kritik, ide, dan komentar untuk kelas kuliah: Teknopreneurship (Teknopreneur-02)

GILAAA!!!!!
Merci beaucoup Prof…
tunggu proposal kami berikutnya Prof, dan lebih nyata
motivasi-motivasi yang diberikan terkadang memotivasi, terkadang juga seperti kiat mencuci otak. semoga harapan prof tentang munculnya teknopreneur baru bisa segera terwujud, khususnya dari mahasiswa teknik mesin ui
mungkin bisa lebih banyak diberikan contoh real kehidupan seorang teknopreneur dari awal berjuang sampai sukses bisa menjadi seorang teknopreneur
terima kasih
adain workshop prof. dan juga kunjungan industri ke perusahaan teknologi
oke
terima kasih prof atas motivasiya, semoga saya bisa jadi teknopreneur
kedepannya kelas teknopreneur ini harus dibuat lebih praktikal lagi.. bukan cuma berhasil membuat produk. biarkan ide produk sederhana, intinya mahasiswa harus dibekali ilmu berdagang bukan saja ilmu membuat produk yang bakal laku di pasar.
kesan: sangat menginspirasi dan sangat memotivasi. pertahankan.
pemberian materi sudah baik, untuk kedepannya diharapkan ada kunjungan untuk lebih mendapati wawasan
………..,,,,,,,,,,,,,,
Mantaap!
fg
saya sangat merasa senang mengikuti kelas ini. masih banyak sekali mahasiswa yang perlu disadarkan akan teknopreneur ini. insyaAllah akan saya teruskan semangat ini😀
Terima Kasih pak :))
nice prof, nice !
Terimakasih
Terima kasih atas ilmu yang diberikan
Teriumakasih prof, semoga panjang umur dan sehat selalu. bakar terus semangat anak muda

 

Saran, kritik, ide, dan komentar untuk kelas kuliah: Teknopreneurship (Teknopreneur-01)

makasih pak…
setiap pertemuan selalu memberikan kata2 motivasi.. terus pertahankan pak..

 

Saran, kritik, ide, dan komentar untuk kelas kuliah: Etika Enjiniring (Etika Enjiniring-E)
Mata kuliah ini sangat spesial bagi saya, karena Prof. Raldi memberikan setiap materi sangat atraktif dan sangat antusias sehingga saya dapat memahami makna dari isi mata kuliah. Dan sungguh sangat bermanfaat ilmu yang telah diberikan, terima kasih banyak Prof selama satu semester telah membimbing saya walaupun di meeting class hanya terdapat dua mahasiswa tetapi semangat dalam mengajar karena pentingnya isi mata kuliah membuat saya semakin antusias untuk mengikuti dan menjalankan semua tugas kuliah yang diberikan. Terima kasih sekali lagi Prof.Raldi semoga amanah dan ilmu yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi saya dan terutama untuk lingkungan sekitar saya. Amiin..

 

Saran, kritik, ide, dan komentar untuk kelas kuliah: Pengukuran dan Metrologi (Pengukuran & Metro 1)…Yang ini ngajarnya berdua dengan pak Ario.
kedua dosen sudah cukup baik
terima kasih, Pak !:)
Saran, kritik, ide, dan komentar untuk kelas kuliah: Engineering Ethics (Engineering Ethics)
saya merasa banyak mendapat sesuatu dalam mata kuliah ini. pertahankan kinerjanya Pak Raldi
This has been the most fun class I have ever had in my whole life! Very interactive and the fact that we learn by doing is what makes this class worth it!
thanks
emang prof raldi ga ada dua nya. mau kelas apapun sama dia pasti tidak rugi ilmu. apalagi di ethics class. lanjutkan!
mata kuliah yang sangat amat baik karena mempelajari mental dari mahasiswa secara kepribadian
Prof Raldi termasuk salah satu dosen favorit saya di mata kuliah ini. Memang benar, kita tidak perlu banyak omong untuk menjadi sesuatu yang berharga dan diingat. Cukup lakukan apa yang kita bisa, dan kita akan menjadi seperti itu dengan sendirinya. Dan Prof Raldi telah membuktikannya. Terimakasih Prof untuk ilmunya selama 1 semester ini. Matkul yang paling nyantai, tapi paling bermakna..
Bapak Raldi sangat baik sebagai dosen yang memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Suasa kelas yang aktif membuat mahasiswa dapat berpikir kritis.

 

 

Banjir Jakarta warning TMC 17-18 Jan 2013

Ahlan wa sahlan: berikut kami sampaikan UPDATE Peringatan Dini Jabodetabek tgl. 17 Januari 2013, hasil pantauan citra radar cuaca hari ini pkl. 08.00 WIB : —

1). Terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wil Jabodetabek yg berpotensi terjadi hujan dgn intensitas lebat hingga sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pkl. 09.00 WIB menyeluruh di wil. Jabodetabek dan sekitarnya. —

2).Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pkl. 12.00 WIB dan meluas ke wil. wil. Kep. seribu, Cengkareng, Pluit, Penjaringan, Pademangan, Daan Mogot, Grogol, Kbn Jeruk, Tomang, harmoni, Kota, Ancol, Tjg Priok, Koja, Sunter, Kemayoran, Cempaka Putih, Pulomas, Pulogadung, Klp gading, Cakung, Bekasi, Pdk gede, Kalimalang, Duren Sawit, Klender, Kampung melayu, Jatinegara, Rawamangun, Pramuka, Salemba, Matraman, Senen, Gambir, Cikini, Menteng, Thamrin, Sudirman, Kuningan, Casablangka, Setiabudi, Gatot Subroto, Cawang, Halim, Cibubur, Cimanggis, Psr rebo Tangerang, BSD, Pamulang, Ciledug, Ciputat, Bintaro, Kebayoran, Cinere, Lbk bulus, Cilandak, Fatmawati, Pancoran, Psr minggu, Pejaten, Ragunan, Sawangan, Depok, Cibinong, Bogor dan sekitarnya. —

3) Bila kondisi cuaca signifikan masih berlanjut, akan dilakukan update sebelum masa berlaku peringatan dini berakhir.

Forecaster on Duty, BMKG.

info dari TMC Polda terkait kondisi banjir di Jabodetabek :

1. Di depan spbu mencong ciledug 2. Di sekitar giant alam sutera 3. Di seputaran pos 9 tj priuk4. Di depan citra land grogol dan trisakti

5. Di komp karang tengah permai 6. Jl bangka 9 pdk jaya 7. Di depan kantor dispenda daan mogot 8. Di pondok kacang timur ciledug 9. Di raya joglo

10. Di depan don bosco klp gading 11. Di jl denpasar kuningan jaksel 12. Di depan spbu pluit selatan dan Muara angke 13. Di depan balai kartini 14. Di depan samsat daan mogot

15. Di komp kartika ciledug 16. Di jl bojong raya cengkareng 17. Di depan mercu buana meruya 18. Perum taman palem lestari 19. Di depan wtc mangga dua

20. Jalan kp.melayu 21. Giant hypermart bekasi barat 22. Perum Duren Jaya bekasi dan perunas 3 23. Depan Mester jatinegara 24. Benhil dan depan atmajaya jalur lambat sdh tdk bisa d lwati kendaraan Dan di sebagian jalanan lalin sangat padat Di perkirakan jakarta akan terendam banjir terbesar di Indonesia yang akan dimulai dari sore ini jam 18’00 wib Disebabkan Pintu air katulampa akan dibuka sebab sudah tidak dapat menampung ketinggian air. Maka dari itu para masyarakat agar waspada di malam ini untuk antisipasi banjir kiriman sore ini. Tolong Bc ke semua keluarga dan kerabat kita semua.

Trima kasih atas partisipasinya.

Salam, TMC POLDA METRO JAYA JAKARTA

Tim Inkubator dengan Majalah SWA

Menyusul liputan dari media elektronik TVONE pada bulan Desember 2012 yang lalu, beritanya bisa disimak di

halaman ini, dan juga turunan beritanya.

Berikutnya tanggal 15 Januari 2013 hari Selasa, salah satu media cetak datang menemui tim Inkubator FTUI. Majalah SWA (kalau tak salah ini majalah bisnis ?) datang ke kampus UI diwakili oleh 2 wartawannya yaitu Rangga dan Wisnu. Mereka khusus datang utk meliput Tim Inkubator FTUI dengan aktifitasnya
PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR UTK BAYI PREMATUR.

Dibawah ini adalah isi dari wawancara tersebut.

1. Apa yang mendorong Anda membuat Inkubator bayi yang dapat disewakan dengan harga murah?

Wah ini jawabannya sebenarnya panjang. Baiklah saya coba persingkat sejarah aktivitas PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR ini. Koreksi sedikit, kami tidak menyewakan tetapi meminjamkan dengan gratis.

Alkisah di th 1989, kakak saya dokter anak membawa pulang sebuah inkubator buatan DN yang sdh rusak kerumahnya. Saya ada disitu, setelah saya lihat, saya bilang kpd kakak, inkubator ini banyak salahnya dlm pembuatan, terutama tanpa adanya pengaman utk pemanasannya dan sistem pemanasannya sendiri terkesan asal saja. Lalu dia bilang – Kamu paham sistemnya ? – Jawab saya – Tentu saja..- – Lho kenapa gak kamu saja yang bikin, daripada orang lain yang tidak mengerti, malah salah dan berbahaya untuk bayi ? -. Perlu diketahui sebelumnya bahwa background saya adalah Mechanical Engineering and Heat Transfer (Teknik Mesin dan Perpindahan Kalor). Mulailah terpikir oleh saya saat itu untuk membuat Inkubator bayi ini. Namun demikian baru tahun 1994/95 saya mulai meneliti dengan bahan kardus dan triplek yg dimensinya sebesar kabin bayi inkubator. Dari sisi energi, utk memenuhi ketentuan suhu 33-34 dgC di kabin bayi dengan memasang pemanas sekian watts dari bawah tidak ada problem namun utk mengendalikan suhu agar tetap konstan menjadi kendala karena harus menggunakan kontroler elektronik yg waktu itu cukup mahal (buatan eropa dan Jepang).

Singkat kata setelah melalui beberapa tugas skripsi dan munculnya produk dari NIC (New Industrial Countries, Taiwan Hongkong Korea. Cina saat itu blm muncul). Mulai ada kontroler yg relatif murah namun kinerjanya meyakinkan setelah melalui banyak kali pengujian. Produk pertama tugas skripsi inkubator bayi dari kayu muncul dengan sistem pemanas lampu tahun 2002. Kemudian group mhs FTUI th 2003 ikut PIMNAS ke XVI di Solo (Pekan Ilmiah Mhs Nasional). Kami menjadi primadona sehingga masuk berita harian KOMPAS setengah halaman. Namun demikian keputusan juri lebih bersifat politis ketimbang teknis sehingga kami tidak menjadi juara saat itu.

2. Seperti apa teknologinya? Apa yang membedakan dengan inkubator yang banyak dipergunakan di rumah sakit sekarang? Bagaimana soal reliabilitasnya?

Teknologi inkubator konvensional sebenarnya sangat simpel. Inti utamanya adalah kita ingin mendapatkan suhu 33-34 dgC yg sebenarnya adalah suhu yg sedikit lebih rendah dari suhu 37 dgC selama bayi dlm kandungan ibu. Berat bayi prematur (BBLR-Berat Bayi Lahir Rendah) sangat rendah dibawah 2 Kg (ada yang sampai 1,2 Kg), shg bayi tidak cukup punya energy (massa kalor) utk berada di suhu ruangan 28 dgC (hipotermia, bayi kedinginan). Tentu caranya adalah dengan memberikan kalor dgn pemanasan kedalam sistem dlm hal ini adalah pemasangan heater dibawah yg kemudian ditiup dg fan keatas dimana bayi berada. Teknologi selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan suhu itu tetap konstan 33-34 dgC yaitu dengan menggunakan kontroler elektronik. Dengan begitu suhu akan terjaga pada suhu dan kelembaban yang diinginkan.

Teknologi baru kami adalah membuat sistem dengan SIRKULASI ALAMIAH dan konveksi alamiah. Artinya udara dari bawah mengalir sendiri keatas tanpa fan dengan system ducting khusus dan system lubang fresh-air tertentu, serta dengan menggunakan pemanas yg dalam hal ini lampu dengan wattage yg kecil yang sdh diukur sesuai dengan kebutuhan kalor di ruang bayi. Sistem kami ini tidak menggunakan fan lagi, sehingga sangat silent (tak ada bunyinya) sehingga bayi merasa nyaman didalamnya. Bahan materinya juga khusus dipilih yang bersifat isolative terhadap bocor listrik, jadi sangat aman bagi bayi dan perawatnya. Kebutuhan listrik yang kecil ini (10x lebih kecil daripada inkubator biasa yang ada di Rumah Sakit) menyebabkan incubator ini bisa digunakan di rumah orang yg tidak mampu yg listriknya hanya terbatas 450 Watt saja. Untuk perbandingan,  konsumsi listrik segitu bila kita gunakan  incubator konvensional, maka listriknya sudah langsung habis, sehingga rumah tidak bisa pakai listrik utk keperluan lain. Sistem incubator grashof ini sudah kami uji coba berkali-kali pada berbagai keadaan. Pagi siang sore malam, utk derah dingin (mis Puncak), ruangan ber AC dan non AC. Namun demikian kami anjurkan agar tidak menggunakan AC, karena dalam ruang tanpa AC saja bayi premature sudah kedinginan apalagi kalau pakai AC. Dengan demikian dapat dikatakan incubator ini sangat reliable, sejauh ini sejak kami mulai dengan program peminjaman gratis, inkubator grashof sudah menyelamatkan sekian puluh bayi premature. Grashof sendiri adalah nama seorang peneliti Jerman dalam bidang konveksi alamiah yang wafat tahun 1897.

3. Kalau dijual, berapa kira-kira harganya? Apakah terjangkau oleh Puskesmas-Puskesmas di Indonesia, terutama di pelosok-pelosok?

Inkubator kami ini tidak untuk dijual, dan hanya akan dipergunakan untuk keperluan social membantu masyarakat, utamanya adalah utk membantu gol yg tidak mampu karena mereka harus membayar mahal utk berada di RS atau puskesmas, atau mungkin tidak ada akses sama sekali ke puskesmas apalagi Rumah Sakit.

Utk bagian yg komersial kami sudah punya perusahaan alkes yang memang diperuntukkan bagi kegiatan komersial meningkatkan produksi DN. Bila ada pihak yg memerlukan incubator bayi utk keperluan social membantu masyarakat miskin, silakan datang utk bekerjasama dengan kami.

4. Apakah memungkinkan diproduksi secara massal? Apakah dia perlu investor untuk memproduksinya secara massal?

Memproduksinya secara masal sangatlah mudah, namun sementara ini kami ingin membangun infrastrukturnya terlebih dahulu yg berbentuk jaringan dengan pihak lain dikota lain dengan mrk yg mempunyai visi misi yg sejalan dengan kami sehingga suatu saat nanti menjadi sebuah gerakan nasional diseluruh negeri untuk menyelamatkan bayi-bayi premature kita.

Bila ada investor yg mau membantu tentu saja bisa. Kami sebut ‘Angel Investor’ krn visi dan misinya harus sejalan dengan kami. Yaitu Mengutamakan kepentingan masyarakat banyak utamanya kaum yg tidak mampu. Sistem demikian ini sekarang dimungkinkan dengan adanya program2 CSR dari berbagai perusahaan, dimana mereka menyisihkan sebagian kecil profitnya utk membantu gol tdk mampu atau juga untuk pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan.

5. Apakah Anda sudah menghitung berapa besar kebutuhan untuk Puskesmas dan klinik-klinik kecil di seluruh Indonesia?

Pertanyaan ini lebih layak diajukan pada Kemenentrian Kesehatan yang lebih bertanggung jawab. Kami hanya ingin membantu langsung masyarakat dengan TINDAKAN NYATA dengan menggunakan ilmu yang ada pada kami serta kemampuan manajemen organisasi  dengan segala ketulusan dan keikhlasan sekaligus menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa atau siapa saja yg ingin belajar mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan Teknologi untuk rakyat.

Kami yakin bahwa Allah selalu ada beserta kami, timur dan barat adalah milik Allah kemana wajahmu menghadap disitulah Allah ada. Menolong satu jiwa berarti menolong semuanya. Raldi A. Koestoer – 08161992186 – koestoer@eng.ui.ac.id

Technopreneurship Entrepreneurship

Teknopreneurship Entrepreneurship, oleh Mario Melsadakh.-
Kuliah Teknopreneurship pada tanggal 3 Oktober 2012 bertopik tentang paradigma baru pembelajaran masa kini serta keberanian, tahan banting, risk taker, dan added value dalam kaitannya ke beberapa strategi untuk menjadi seorang teknopreneur.
Dewasa ini, paradigma pembelajaran telah banyak berubah, mulai dari tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, pertanyaan dalam pembelajaran, proses berpikir, dan evaluasi pembelajaran. Dari sisi tujuan pembelajaran, para peserta pembelajaran, yaitu mahasiswa, diminta untuk menemukan ilmu yang baru, dibandingkan dengan masa lalu, di mana peserta pembelajaran hanya diminta untuk menguasai ilmu yang dipelajarinya.
Pada sisi proses pembelajaran, dahulu, mahasiswa hanya diminta untuk mendengarkan dosen menjelaskan di kelas, sehingga peran mahasiswa hanya sebagai peserta pasif. Namun sekarang, mahasiswa sebagai peserta belajar diminta untuk berperan aktif, seperti dalam kegiatan diskusi, presentasi, dan sebagainya, sehingga mahasiswa tidak hanya bersikap pasif. Pusat pembelajaran bukan lagi terletak pada dosen/ guru (teacher centered), melainkan terletak pada murid/ mahasiswa (student/pupil centered). Dengan aktifnya murid, diharapkan tujuan pembelajaran yang baru, yaitu melahirkan ilmu, dapat tercapai.

Pusat topik bahasan juga berubah dalam pembelajaran yang baru. Dulu, pertanyaan yang diajukan di kelas hanya seputar apa, siapa, dimana, dan bagaimana. Pertanyaan yang demikian tidak buruk, melainkan tujuannya hanya sebatas pada pemahaman akan ilmu yang dipelajari. Namun, pada metode pembelajaran yang lebih baru, pertanyaan-pertanyaan tersebut diganti menjadi bagaimana kalau (“what if”). Pertanyaan tersebut bersifat mengkritisi terhadap ilmu yang sedang dipelajari, sehingga pengaplikasiannya dapat relevan pada masa kini, seputar kondisi apa yang dihadapi untuk menerapkan ilmu tersebut. Oleh karena itu, pola berpikir peserta didik diharapkan dapat menjadi lebih kritis.

Proses berpikir peserta didik juga diubah dalam paradigma pembelajaran yang baru. Kalau dulu, peserta didik hanya diminta untuk menghapal, mengerti, dan mengetahui apa yang dipelajarinya, sekarang, peserta didik diminta untuk berpikir kreatif, inovatif, dan imaginatif. Sebagaimana proses pembelajaran ada, maka akan terdapat pula evaluasi keberhasilan proses belajar tersebut. Paradigma yang lama, hanya menekankan evaluasi pembelajaran pada pertanyaan benar-salah, dan pilihan ganda. Akan tetapi, dengan metode yang demikian, kemungkinan jawaban hanya tertutup pada pertanyaan. Dengan cara ini, para peserta didik kurang dapat menunjukkan seberapa jauh ia telah mengembangkan hasil pembelajarannya, dan faktor-faktor seperti peluang menjawab soal ada, sehingga beberapa orang hanya bergantung pada “keberuntungannya” dalam menjawab soal. Namun kini, dengan metode yang baru, kemungkinan jawaban bervariasi, dan muncul pula pertanyaan-pertanyaan essay. Dengan demikian, guru/dosen dapat melihat dengan jelas seberapa jauh pemahaman yang dimiliki oleh murid/mahasiswa tersebut pada konsep-konsep yang telah dipelajari.
Topik lain yang disampaikan pada kuliah yang lalu adalah seputar keunggulan intelektual (keterpelajaran). Adapun keunggulan-keunggulan tersebut adalah integritas, percaya pada nalar, empati, kemerdekaan/ kemandirian, keberanian, rendah hati, rasa keadilan, dan tahan deraan. Tujuh sifat pertama memang sudah selayaknya ada pada diri kaum terpelajar, akan tetapi sifat “tahan deraan” adalah sangat unik. Dalam bahasa yang lebih akrab, dapat pula disebut “tahan banting”. Maksud dari tahan banting adalah kemampuan seseorang untuk tangguh dalam menghadapi tantangan di dalam perjalanannya. Dalam perjalanan untuk mencapai kesuksesan, seseorang mungkin akan gagal beberapa kali dalam mencoba. Dalam hal inilah, kaum terpelajar diminta untuk tidak berhenti berusaha, melainkan tetap teguh berjuang sampai mencapai tujuannya, yaitu kesuksesan. Terkait dalam hal itu adalah keberanian seseorang untuk memulai hal yang baru.

Bapak Raldi menjelaskan bahwa Bapak Arief Rahman sangat pantas untuk menyampaikan bahasan tentang keberanian, karena Bapak Arief Rahman sendiri adalah orang yang berani dan pemaaf; misalnya, beliau  mengunjungi Bapak Soeharto sewaktu sakit, meskipun dirinya sendiri telah beberapa kali dipenjara pada masa Orde Baru tapi diakhir masa Suharto beliau menjadi guru bagi cucu2nya..
Dalam kaitannya dengan keberanian, kaum terpelajar diminta untuk lebih berani untuk memulai hal-hal yang baru, yaitu usaha-usaha baru, yang sekiranya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Setiap usaha baru, pasti memiliki kendala-kendala tersendiri dan resiko akan kegagalan. Namun hal itu seharusnya bukan menjadi penghalang bagi kita untuk memulai usaha tersebut, melainkan harusnya menjadi pemicu bagi kita untuk berusaha lebih giat lagi. Sebagai calon teknopreneur yang akan membuka usaha baru di mada mendatang, kita harus berani mengambil resiko (risk taker) dan jangan hanya berdiam di zona nyaman (comfort zone) saja. Selain itu, untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik, terdapat juga beberapa watak yang perlu dikembangkan, seperti bertaqwa, fleksibel, keterbukaan, ketegasan, berencana, mandiri, toleransi, disiplin, berani ambil resiko, sportif, setia kawan, integritas, serta orientasi masa depan-penyelesaian tugas.
Untuk menjadi teknopreneur, tentu saja terdapat beberapa tantangan, khususnya dalam menjual produk-produk yang dibuat. Teknologi yang semakin maju seolah-olah membuat semua produk yang dapat diciptakan telah diciptakan. Belum lagi terdapat beberapa saingan dari produsen-produsen yang sudah lama menguasai pasar. Sebut saja negara Cina, yang produk-produknya telah banyak menguasai pasar, karena harga produk mereka relatif lebih murah dan diproduksi secara masal. Akan tetapi, sebagai seorang teknopreneur, kita harus memiliki strategi baru dalam menghadapi hal-hal tersebut. Kita harus menambah nilai-nilai yang baru pada produk yang akan kita jual, sehingga produk kita menjadi unik, orang-orang akan tertarik pada produk kita, serta memiliki nilai jual di pasar. Nilai tersebut adalah added value. Untuk dapat menghasilkan added value tersebut, kita harus berpikir lebih kreatif dan inovatif lagi, sehingga kita dapat melihat setiap hal yang dapat menjadi celah baru untuk dikembangkan dari setiap produk yang ada.
Kuliah kali ini, menurut saya, sangat bermanfaat, karena bersifat menyemangati para mahasiswa kelas teknopreneur untuk menjadi teknopreneur. Hal yang membuat saya tertarik adalah pembahasan tentang keberanian dan risk taker. Untuk membuka usaha yang baru, memang kita harus berani mengambil resiko, karena sejatinya, resiko itu pasti ada, meskipun kita berdiam diri. Oleh karena itu, kita tidak boleh takut untuk memulai sesuatu yang baru, seperti menciptakan produk-produk yang baru – menjadi seorang teknopreneur.

Bhosporus Topkapi Aya-Sofia

SAFARI TURKI
Tiba di kota Istanbul pada hari jumat 28 Des 2012, dari bandara langsung diajak untuk mengunjungi
Grand Bazzar
yaitu sebuah pusat perbelanjaan kota Istanbul, pasar tradisional besar yang telah ada sejak jaman Ottoman (Terakhir abad 19). Berbagai bang dijual mulai dari kerajinan kulit sampai dengan karpet besar dan kecil. Pemandu wisata orang lokal bernama Burhan sudah mewanti-wanti untuk berhati-hati dalam berbelanja, karena sekarang pasar ini sudah menjadi tujuan turis manca Negara maka harganya sudah melambung sedang kualitas tidak dijamin. Sedangkan bila anda menawar barang tidak bisa kurang dari 10-20% saja turunnya. Selain itu barang bermerk atau perhiasan tidak ada serifikatnya. Duh… untuk apa saya berbelanja kalau begitu ? Tapi untuk sekedar menyaksikan suasana Grand Bazzar dan berjalan-jalan saja tidak ada salahnya.

Safari Turki Seb Barat

IstanbulPamukkale Ankara

Memang suasana sangat ramai, banyak sekali turis dari manca negar berdatangan ke pasar ini. Tentu saja karena sudah menjadi pasar ini sudah menjadi salah satu tempat yang dipromosikan untuk dikunjungi oleh semua agen turis di Turki maupun di negara lain. Cuaca dingin dibawah 5 dgC menyebabkan semua harus berbaju tebal, bahkan perlu juga tutup kepala karena kuping terasa beku. Jalan-jalan di pasar ini seperti gurita bercabang-cabang, jadi bila tidak berhati-hati bisa tidak bisa balik pulang. Tak lama kami jalan, kelihatannya lebih enak duduk di cafe sambil cuci mata dan menikmati kopi turki yang harum baunya.

Grand Bazzar Istanbul Turki

Gran baazar turkey

Peta Safari
Ada baiknya sebelum melanjutkan bualan tentang wisata Turki sebelah barat ini kita melihat terlebih dahulu peta Turki bagian barat. Lihat peta Turki sebelah barat mulai dari kota Istanbul. Kota ini juga turki utara seb atasnya dibatas oleh – Laut Hitam -,
dan khusus kota Istanbul ini terletak antara dua laut dimana seb selatannya ada – laut Marmara -.
Kedua laut tersebut dihubungkan oleh – Selat Bosphorus -.

Safari Turki ini menjelajah dari Istanbul menyusur pinggir laut Marmara menuju kota – Izmir -.
Melalui tepi laut Marmara. Jadi pertama kearah kiri dulu, sepanjang jalan yang mulus dan sepi itu kami berada disebelah atas laut sehingga sore hari itu pinggir pantai ada di kiri bus, menjelang malam kami menyeberang selat menuju Turki bagian Asia (jadi tadinya di Turki bagian Eropa). Atau disebut ASIA MINOR. Penyeberangan sangat lancer dan hamper tak ada problem, dilaut yang tenang itu tahu-tahu2 20 menit berlalu kita sudah tiba di seberang atau bagian Asia. Menuju kota Izmir, lalu Kusadasi, Pamukkale, Antalya (d/h Anatolia), propinsi Canakkale dengan kota Konya. Setelah itu naik menuju ibukota Turki yaitu Ankara, kemudian Boru lalu balik Ke Istanbul dan pulang Jakarta via Abu Dhabi, Transit saja 5 jam di Bandara.

Bhosporus Cruise
Naik kapal di selat Bhosporus, sangat menyenangkan. Siang sampai sore hari dengan cuaca yang cerah tapi dingin menggigit serta sedikit angin, menyaksikan dan mendengarkan cerita peradaban Turki sejak 2000 tahun SM Sebelum Masehi s/d Turki Modern yang sekarang ini setelah menjadi Republik sejak 1923. Tuh…Gak tahu kan ? Kalau Turki mulai jadi Republik dengan presiden pertamanya Mustafa Kemal Attaturk. Sebelah kiri kapal adalah bagian Eropa, dengan berbagai gedung, fasilitas kesebelasan Galatasaray, Masjid Sultan Ahmet, Sekolah dan Universitas, dan tak lupa resotaran terapung untuk pesta elite Galatasaray. Jembatan besar yang membelah Istanbul dan selat Bhosporus ada dua jembatan besar yang terentang sejauh satu kilometer. Mirip dengan jembatan Jawa-Madura Suramadu. Diarah balik kapal pesiar ini menyusur bagian Asia yang kelihatannya malah kuran terfasilitasi disbanding bagian Eropa. Matahari tenggelam jam 5 sore disaat wisata kapal berakhir bersamaan dengan hirupan teh wangi ala Turki.

Istana Topkapi
Wisata jalan kaki di kota Istanbul ini, memang cukup melelahkan…Tak heran karena memang banyak yang bisa dilihat dan direnungkan. Oleh sebab ceritanya yang panjang dan peristiwa yang mengiringinya,tak habis kita pikir dan telaah. Luarbiasa sekali… Jadi apa yang ada di Topkapi ini ? Istana peninggalan jaman Ottoman ini meninggalkan banyak benda-benda bersejarah jaman lama, karena dalam kekuasaannya yang berabad-abad ini Turki merambah sampai ke Eropa dan Asia lainnya. Di Eropa sampai Prancis dan Jerman, di Asia hampir seluruh jazirah Arab dan Afrika.
Tentu saja ada peninggalan perhiasan dan baju-baju kekaisaran termasuk Mahkota jaman dulu.
Tentu saja ada peninggalan jaman Islam termasuk pedang Nabi, pedang para kalifah (Usman dan Ali), Quran jaman dulu dengan tulisan tangan, bahkan kunci pintu Ka’bah abad 16, Batu Hitam atau Hajar Aswad abad 16, ada juga disitu. Sayang di dalam itu kita tidak boleh mengambil foto karena selalu diawasi oleh ‘Jandarma’ alias polisi atau tentara Turki. Dan turisnya…aduh banyak sekali, jadi kami semua antri melihat segala sesuatu dengan lambat. Tapi tahukah anda dari Negara mana turis yang paling banyak ? Gak tahu kan ?
Tebak dulu dong…Biasanya dari Jepang ya…wehhh salah Jepang sejak tragedy Fukushima jadi Negara hemat alias pelit alias prihatin jadi penduduknya disuruh puasa jalan-jalan. Tanya aja tuh ama si Yuko dia pasti tahu deh. So… Dari Korea kah ? Kan negara itu banyak ngasih beasiswa untuk master dan doktor sehingga calon-calon mhs yang kelaparan dari Indonesia bisa dapat makan sambil belajar dan minum ginseng (spy kuat belajar sambil puasa)… wehhh…masih salah.
So turis yang paling banyak saya temukan di Turki itu adalah dari… e n d o n e s e a… Tuh gila ya tu negara, turisnya bisa paling banyak di Turki. Pantes aja pedagang kaki lima nya disana udah bisa ngomong betawi : » Morah…morah…semoa…doapoloh « . Begitu celotehnya pedagang sana.

Hippodrome Square
Terus jalan kaki nuju Hippodrome Square… Jadi apa itu Hippodrome ?
Hippo itu artinya kuda, dan drome itu jalanan bisa berarti lintasan pacuan. Jadi disitu tempat atraksi berkuda memanah dan tombak. Perlombaan adu ketangkasan berkuda dan upacara-upacara. Disitu ada obelisk hadiah dari raja Mesir. Sambil berjalan terus ditengah cuaca dingin dan napas keluar uap, tahu-tahu di depan sudah ada menara masjid yang tinggi dan lancip. Ternyata itulah…

Blue Mosque Masjid Sultan Ahmet
Orang Eropa menyebutnya Blue Mosque karena atap biru didalam masjid. Tetapi resminya bernama masjid Sultan Ahmet II. Besar sekali interiornya. Dihiasi dengan lampu Kristal melingkar dan membentang diatas. Mirip dengan masjid Nabawi di Madina. Jendela kaca timah (aduh…koq saya lupa apa namanya ? O iya …stain-glass… betul kah?). Sehingga pantulan dan transmisi sinar matahari menjadi berubah warna-warni. Sepatu harus dilepas dimasukkan kedalam kantong plastic yang sudah disediakan.

Hagia Sophia
Orang Indonesia lebih banyak menyebutnya Aya-Sofia. Dan dikenalnya di tanah melayu sebagai masjid. Memang ada benarnya, namun ternyata sejarah mereka menyimpan banyak peristiwa di Hagia-Sophia ini. Mereka yang nasrani menyebutnya gereja Aya-Sofia…? Mereka juga benar, coz sejarah tempat ini yang sekarang jadi Museum memang unik, seperti juga apa yg terlihat didalamnya. Bangunan awal sejak jaman Romawi sebelum masehi memang sudah dijadikan semacam istana atau kastil besar. Bersamaan dengan masuknya agama Kristen, maka berubahlah tempat ini menjadi gereja walau itu proses yang lambat karena awalnya agama Kristen juga ditolak di kerajaan Romawi dahulu. Namun setelah banyak penganut nasrani dan kemudian kaum ini berkuasaa maka tempat ini dijadikan gereja. Sehingga diujung atas terlhat gambar besar bunda maria sedang memangku Yesus. Seiring dengan masuknya Islam ke turki ini, gereja besar Hagia Sophia dijadikan masjid besar. Dan di dinding kanan atas atas terlihat tulisan aksara arab ‘Allah’ sedang dikiri atas tertulis ‘Muhammad’ dua tulisan besar itu mengapit bunda maria yang sedang memangku yesus. Inilah keunikan dari museum ini (demikianlah sekarang jadinya). Disekeliling atas ada grafir besar kaligrafi dari 4 kalifah Abubakar, Umar, Usman, ali, ditambah dengan Hasan dan Husen.
Sementara sampai disinidulu ceritanya nanti disambung lagi. (Raldi A. Koestoer 06Jan12).-

NB: Untuk komunitas ETIKAWAN, semua tempat yang disebutkan di artikel ini sekaligus jadi PR 15 Tahun yang kedua. Ingat yg pertama adalah diperbatasan Amerika-Canada ada plakat besar, apa tulisan yang tertera disitu.

Dewi tvone diliput Raldi-TV

Reporter tvone, DEWI, kali ini malah diliput oleh Raldi-TV di kampusUI Depok.
Dewi yang biasanya mewawancarai narasumber, sekarang terbalik malah diwawancarai oleh narasumber. Jadilah dia masuk TV dan di broadcast oleh Raldi-TVdi youtube.

Topik yang dibicarakan adalah

Peminjaman Gratis Inkubator Bayi
Info penting untuk ibu bayi prematur
karena inkubator ini bisa dipinjam di rumah sehingga
bayi bisa langsung di rawat dan diberi ASI
oleh ibunya sendiri. Dengan demikian bayi jadi cepat tumbuh sehat.
Semoga bermanfaat untuk mengurangi Angka Kematian Bayi.

Kontak : Raldi SMS 081619921xx (Center gateway incubator 0856 5931 2070)
Email koestoer@eng.ui.ac.id

Lihat juga berita sebelumnya di:

https://koestoer.wordpress.com/2012/12/18/tvone-diliput-oleh-tim-inkubator-ftui/

Salam sehat selalu.-

Respons masyarakat thd peminjaman inkubator

Berikut ini adalah tanggapan masyarakat terhadap acara RUANG KITAdi tvone tadi siang 19 Des 2012, tentang Peminjaman Gratis Inkubator Bayi sebagai Program Pengabdian Masyarakat DTM-FTUI.

Lihat dulu videonya :

Pinjam Gratis Inkubator utk bayi prematur

[http://www.useetv.com/live?code=tvone&starttime=1355898600&endtime=1355902200]

Irwansyah di NAD
Hlo mas raldi nm sy irwansyah tmpt tnggal aceh singkil (NAD) PT. PLB.ASTRA .sy tdi bru liht di tv 1@n sy trhru mlht byi kmbr .trngt sm ank sy .tpi syg gk slmt .krn inkubator di rmh skt ga ad ank sy lhir primatur ……????????

Pak sy lht tadi siang liputan di tv1 @n mslh mnjm kn inkubator kpd orng gk mmpu .kmi slut tnp biaya .seandai ny kt udh knl dari dulu mngkn ank sy bisa selmat.pak ank sy kmbr juga laki2 byi primtrur sm sprti yg bpk pnjmn ankubator yg di lput tv 1@n ….?

Ral
ya… emang program kami baru mulai jan 2012.. doain spy berkembang..

Ivan
Hi, sir. It has been a while, hasn’t it? How are you today?

fine surely…n u ?

I am also fine. I saw that you were on the television.

Really …? w h u been ?

You appeared on tvone. I just came back from Brisbane. I will return to there next month.

oh .. ok

Di Lautan Kita Jaya

From: muktiwibowo9@gmail.com
Date: Wed, 19 Dec 2012 01:50:09

Dear all,

SEBUAH CATATAN

Diawali dari pertemuan yang dihadiri para engineer alumni FTUI yang sangat peduli dengan dunia maritim pada saat buka puasa bersama yang lalu
Timbul gagasan untuk dapat mengerucutkan cita cita dan menelorkan sesuatu pemikiran (minimal) demi NKRI ini.

Berbekal semangat yang terus bertahan maka pertemuan dan pembicaraan kemarin malam lebih konstruktif dan lebih fokus.
Hadirin sepakat bahwa semua agenda pembicaraan bermuara pada kehidupan yang beraroma kemaritiman.

Sepakat bahwa semangat dan cita cita dibagi dalam dua agenda besar yang disebut “goal jangka pendek” dan “goal jangka panjang”
Goal jangka panjang merupakan pemikiran luhur yang sangat sederhana yaitu ingin mewujudkan dan menegaskan bahwa NKRI merupakan “Negara Maritim” dengan kata lain bahwa NKRI akan hidup dari sektor kemaritiman, dapat disebut juga bahwa NKRI nantinya akan mengutamakan perdagang melalui laut yang handal dan tertata, keamanan nasional yang sangat terorganisir diwilayah NKRI akan diutamakan dikawal disektor laut, juga meningkatkan industri maritim sehingga dapat menjadi “Back bone” negara kita.

Dari hal diatas tercetuslah “Goal jangka pendek” yang sangat memungkinkan untuk dilakukan tendangannya secara profesional.

Beberapa rencana goal jangka pendek: Diketahui bahwa bidang ESDM merupakan bola yang siap ditendang, dilihat dari kacamata “Kemaritiman” sangat diperlukan peningkatan transportasi untuk menunjang Power plant, sebut saja transportasi batubara, transportasi crew offshore, transportasi minyak dengan segala penunjangnya dan jangan dilupakan bahwa saat ini kebutuhan energy bersih sdh dapat kita proklamirkan motto “Goes to LNG power” yang artinya menyiapkan small LNG Carrier.

“Goal jangka pendek” yang lain adalah sektor pertahanan dan keamana wilayah NKRI yang disiapkan melalui sektor Maritim, dengan mewujutkan keamanan wilayah mulai dari tengah hingga “tapal batas wilayah” yang berupa halaman air yang harus dipagari dengan sistim barikade laut…..yang tentunya akan membuat sektor industri maritim akan meningkat.

“Goal jangka pendek” yang ketiga adalah bagaimana mewujutkan bahwa seluruh pelabuhan di NKRI ini menjadi pelabuhan yang aman, bersih dari pencemaran lingkungan serta dapat disinggahi oleh seluruh kapal yang sesuai dengan tidak ada masalah pada kedalaman alur karena pendangkalan, artinya KERUK SEMUA ALUR PELABUHAN

Dan tentunya “Goal Jangka pendek” lain masih menunggu.

Satu “Goal jangka panjang” dan Tiga “Goal jangka pendek” sudah lebih dari cukup untuk dimainkan.

Semangat akhirnya dilanjutkan dengan wacana untuk membuat sebuah Yayasan kemaritiman yang ditempel dengan label Makara UI disebut juga dengan logo “Krupuk Renyah” yang tersohor dan pasti digemari semua pihak.

Sekian semoga Allah SWT meridhoi semangat dan gagasan kita, CATATAN SELANJUTNYA HARUS TERBIT LEBIH DETAIL

Salam Maritim
Mukti Wibowo
Naval Architect
Marine Consultant

Royalti 1% Freeport

Coba baca di Koran Republika hari ini Rabu 19 Desember 2012, pada halaman 13 pojok kanan atas. Disitu ada artikel dengan judul:

Freeport Setuju Royalti 4 Persen.

Jadi sekarang ini lagi ada renegosiasi antara pemerintah Indonesia dengan PTFI. Indonesia diwakili oleh Dirjen Mineral dan Batubara. Ceritanya kita sekarang berusaha menuntu tambahan royalti 4% tembaga, 3,75 emas dan 3,25 untuk perak. Jadi itu yang baru ingin kita tuntut…

Nah jadi selama ini royalty itu berapa ?

Belum pernah tahu kan anda ? Kemana aja dari dulu ? Oh… iya ya lupa…Kita kan memang bukan bangsa yang berdaulat, jadi biarin aja deh.

Jawabannya ada di salah satu paragraf dalam artikel itu juga. Saya salinkan saja secara lengkap. Kalau anda tidak percaya beli deh koran itu hari ini 19 Des 2012. Maaf ini bukan iklan, saya tak ada hubungan sama sekali dengan agen koran. So… paragrafnya berbunyi demikian:

Namun, kenyataannya, PTFI masih membayarkan tarif royaldi kepada Indonesia sesuai Kontrak Karya (KK) tahun 1991. Dalam KK tersebut, besaran royalty tembaga 1,5%, royalti emas dan perak CUMA SATU PERSEN dari harga jual per kg.

…Help…help…anyone… duh tooolooong… Kang Agus…(Agus Muldya).
Duh kemana sih bang Marwan…(Marwan Batubara).
Itu kang Shelbi ada dimana ?…

Tolong urusin tuh si Amrik ternyata udah lebih 30 tahun ngejajah kita.

Para insinyur Metalurgi, Material, Tambang, Geologi, Geofisika,  pada kemana ? Para insinyur lain Mesin, Elektro, Industri, Kimia, akan segera bantu dari belakang depan dan samping, 3 dimensi deh pokoknya. Mending kita bikin NKRI sendiri  kalau begini jadinya. Pastinya sebelum th 1991 porsi kita lebih kecil lagi dari itu.

Prihatin banget… Kalau di darat kita tidak berdaulat…KITA KE LAUT AJA GUS… (numpang kapalnya pak Mukti).-

Salam Kebangsaan.-

TVOne diliput oleh Tim Inkubator FTUI

Tim TVone yang terdiri dari mbak Dewi, mas Marwan dan mas Joni datang ke lantai 2 DTM-FTUI. Mereka terperangah karena maksud hati meliput thu-tahu malah diliput oleh Tim Inkubator FTUI.
Lihat saja liputannya di video youtube ini.
Setelah diceritakan panjang lebar tentang pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim Inkubator yang lahir dari Lab Perpindahan Kalor DTMFTUI ini, mereka merasa terharu sehingga waktu pulang mereka menangis sampai termehek-mehek.
Duh kasihan sekali mereka…

The 9-year-old beggar

By: Michael Azeredo H

It has been quite a journey to find marginal people in Jakarta area to be interviewed. Though there are a lot of them, not all are easy to interview. Some did not even want to be asked anything, when I approached they left. It was tough and very challenging. It took me several times until I find my guts to meet these people and actually interact with them.

During my first trials, I had been trying to find garbage collector (pemulung) around house-estate, beggar at traffic lights conjunction, and I have gone to orphanage. My lack of guts to approach these people and ask them questions had led me to failure in my first trials.

I have always remembered what Prof. Raldi always said that we need guts to change. I came to realize that this interview could be my first step in achieving my guts to interact with other people. If I am not brave enough to approach these marginal people, how am I going to be able to interact with successful people? So I brave-up my mind.

It was in Pondok Indah where I met Ian and Rian. I was eating and I saw these 2 boys begging for money from desk to desk. When they came to my desk, they sang a song and I gave them money and asked them a few questions, but they seem scared and looked like they do not want to talk to me. But still I tried to talk to them in a nice way. Because I had something to do and needed to leave, I was not able to have a good conversation with them. When I was about to pay my parking fare, there was this girl that stayed there and asked for money. So I gave her money also and left right away.

I was not satisfied with myself and my conversation with them. So I decided to come back there and meet them after my work was done. About 40 minutes later, I came back to “Pertok” and was relieved to see those kids were still there. They were sitting and looked very tired under the intense sun light. So I approached them and tried to get to know them. They seemed to remember me. It turned out that the two boys and the girl were brothers and sister. The sister is Dian. They told me that they had not eaten anything for lunch, so I ordered food for the three of them and sat with them at one table.

While waiting for their food to come, I started to ask them questions about their life. The brothers and sister live together in Gang Subur, which is located near the traffic light in Pondok Pinang. Their parents also live there and apparently, they just had another baby. I was actually quite shocked when I heard about the baby. I was confused a little about how the parents were thinking. They were having a life situation, that might be said low quality life, and they still had another baby.

Ian, who is the eldest, told me that he has started going around as beggar since the age of 7. And now he is 9 which mean he has had about two years of experience as a beggar. While Rian, 7 year-old, and Dian, 6 year-old, had only come with their brothers for several months. Ian did this job with a sincere heart. He feels that he does what he do is not because he has to but because he needs to, so that he can fulfill his and Rian-Dian’s schools needs. All the money they earn in day will be used for buying books and school uniform. And the school’s fee is paid by the money earned by their parents, who worked as scavengers. I am glad to see that they actually still go to school and fight for it.

The food finally came and the brothers and sisters looked very happy. Their sorrows turned into smile in a second they saw good food. Dian said they almost never had a meal with meat. When the family has spare money, only then they can have rice and eggs. While usually at home, there is only rice and lalapan and sambal terasi. So I let them enjoy the nasi padang meal I ordered for them. Seeing them eating food that I normally eat makes me realize that I must be thankful for what God has given me. I could have good and nutritious food for three times a day, unlike the three kids that were in front of me, who eat good food only once a month and it is if only they have spare money. My heart is moved when I saw them smiling and laughing while they were eating. I am so lucky to be able to help them and make them happy even only for a day. It did not take a long time for them to finish the food and then, I continued talking with them about their life.

The eldest boy, Ian, felt really sorry for his brother and sisters because they also had to do what he does to fulfill their needs. Ian knows the tough world of doing this job and actually do not want any of his youngsters to be involved. But it is the will of Rian and Dian themselves to help their brothers. “It was very sad and hard to accept to see my brother do it alone. He has to be responsible for us that is why he chose to do this job. I was moved by what my brother has done and I am proud of him. He is my role model and I want to help him. So I decided to go with him and help him every day.” Said Rian. It was strong words for a kid who is only a second-grader. At a very young age, Ian, Rian and Dian already have to face the tough world of finding money. They have been mocked by people, hated by people, denied by people but they did not give up still trying to get money.

The first time Ian jumped into the job, he felt that he could not do this because he was denied by people many times. He got depressed. But when he came home and saw the two little kids could not have books and enough food, he was motivated and tried the job as a beggar again. His parents never really forced him to do it but they once asked Ian to find something that can help his brother and sister. The money earned by his parents are only enough to eat for a day. “To see my brother and sister have books and uniforms is my motivation.” Said Ian. During his first days, he was very ashame and scared of being mocked. But he brave up and kept doing it. What he thought at that moment was only to be able buy books and uniforms and nothing else. He wanted to finish school and so he wanted his brother-sister to finish school as well. And this pushed him over the limit of an ordinary young boy. At that age while other boys spend most of the time playing, Ian put that all aside and use the time to get money for his family. By the age of 7, Ian already knew how hard it is to find money while other boys could only ask money from their parents. Since then, Ian went directly from school, which finished at 1.00 noon, to the streets to get money by ngamen. He always came home with some money. Eventhough it was not much, but day after day he collected it until it was enough to buy books and other school needs. And some time when he had spare money, he bought food for his family. Eventhough he did not get to eat as well, he was fine with it. His parents once told him to stop and find something else because it was to hard for him. But Ian resists stopping and continued with the job. It was the only job that he could do at that moment because he was still young and did not have much knowledge yet.

Rian and Dian also felt the same way when they first joined their brother going to the streets. They walked from traffic lights to another traffic lights and sometimes to “Pertok” where usually get crowded at the lunch-hour. Almost 4 hours of intense sun light everyday and 2 kilometer walk do not break their spirit to get a better life. It was Ian who always motivate them everytime they are down.

Time went fast and it was 3 in the afternoon already, I asked them if it would be fine for me to come visit their parents and see where they live and they said yes. So I paid for the food and drinks, and straight away we walked together. From the eating place to the gate of the village took us about 15 minutes by walking. When I entered the gate, I sensed the aura of the surrounding different with the boulevard next to the wall. It was less-pollution but more people were going around. It was like everybody knew each other and they gathered with each other. Everyone was looking at me because maybe they knew I was a stranger in their village and I walked with three kids. I was a bit uncomfortable but I tried to act nice by greeting the people around to show that I did not bring harm to the village. After about another 15 minutes walk, I saw a small cube made out of triplex with a roof that was made of rice-straw (jerami). Rian and Dian ran to it where their mom was sitting in front with a baby on his hands, while Ian was still walking with me. I greeted Ms. Sinta and asked her permission of my presence. Thankfully, she accepeted me in her house. It was a very small place, maybe only 6 x 8 meter, with 2 small bed room and a kitchen.

Ms.Sinta is currently 38 year-old and works as a scavenger like her husband. She did not work that day because she still needed to take care of her newborn baby. Her husband was still away working to buy food for the family and for the baby. She and her husband had been a scavenger for more than 7 years. It was not the life they want but they could not do anything else. Ms. Sinta and her husband both came from Brebes, Middle Java. They came to Jakarta in 1998 to get a better life. But they came to Jakarta with bare hands of skills so it was hard for them to get a job. They felt hopeless until there was an offer to become a gardener in bekasi. Eventhough the pay was very low, it was better than getting nothing. But then, after 4 years they got fired because of the new management in that area. And again they were jobless. They tried and tried until finally they arrived here in Gang Subur village where the people were very nice and helpful. Since then, they chose a scavenger as a job to get money. The house that they lived in today was made out of some second-hand things they found in the streets, while some came from people in the village. She was very thankful that she could come to this village.

She is very grateful to have Ian, Rian and Dian as her children. She was once thinking that she would not be able to send them to school. But Ian has made it possible and he helped his parents send his little brother and sister to school. Ms. Sinta actually felt she had failed as parents because she could not give her children a proper life. Her children have had to work to help the family. It was not what she wanted but if it was for family and the children were fine and no heavy heart, then there was nothing I could do to stop them. They really wanted to help so I let them. Maybe it was tough for them but let it be a learning process for them. She believed that her children would all be successful one day.

“When my first child was born, my husband and I were frustated because we were already overwhelmed to feed ourself. And there was one more responsibility to feed. But we did not give up, we just did what we could and let Allah did His plans” said Ms. Sinta with tears starting to run down her cheeks. She was ashamed of herself when she saw other parents could buy things for their children, while for her to feed her children lots of works must be done. “I am so thankful of Ian because he takes care of me, my husband, and my other children especially his new-born brother” said Ms. Sinta with a smile. Her dream is to see her children graduated from high-school which she and her husband have not done in past. “I will try my best to support my beloved children” she continued. I then turned to Ian and asked him what he wanted to be and do when he grew up. He said “I want to be a cook so that I and my family can always eat good food”. As a young boy, he already has the heart and guts to help and fight for the people he loves eventhough sometimes there are obstacle he needs to face. He always manages to get back up again everytime he falls.

It was the most-memorable and heart-moving conversation in my life. It was almost 4 p.m and it was time for me to go. I thanked Ms.Sinta for sharing and giving me a new perspective in life. I also thanked Ian, Rian and Dian for allowing to get to know them. I believed that they can be successful one day. And with a simple goodbye and thank you I walked back to the place where I met the kids first.

As a 19 year-old coming from a family with a pretty good life, I felt that my life was nothing compared to Ian and his brother-sister. He had been through so many obstacles in life, at a young age he already has to work to find money. And his job was considered as an inapproprite job for kids. But he is doing it and not giving up. Ian has given me a new perspective in life and a new motivation. I must admit that Ian has more guts and more sincere heart than I do. I would make this as a motivation to brave-up my heart and mind. When I was a kid, I did not feel what Ian felt. I was getting toys and able to eat food I like, while Ian has to suffer and work hard to get food. This makes me see how lucky I am in this world. It moves my heart when I see how determined Ian to help his family. He has done real and meaningful doings to his family, while I have done almost nothing to help my family. If I do not have the guts to change for my family, how will I have the guts for other people in the society.

When Ms. Sinta said that she has failed as a parent, I totally disagree. She has everything it takes to be a good parent. She has the heart to work hard so that her children can go to a proper school. She made her children not to be hopeless with their situation. She gives Ian the motivation to change for the better.

I now have a new way to see my life. I shall not just sit and waiting something to happen, but I must change myself and make something happen because it is what bravery means. You will not be able to change others if you cannot change yourself. That is what Ian, the 9-year-old beggar, have taught me in life. He was able to change his mindset and want to work to help his family. And now because of it, he has been able to change me on how I see my own life.

It was too bad that I could only take picture with Ian, Rian and Dian, but not with their mom. It is because Ms. Shinta did not want her and her house picture taken. So I respected her by not taking pictures.

Rian

Termisian Tua 12/12/12

Termisian Tua pada meeting santai di Cibubur sambil makan ikan Patin di

Pdk Ikan Bakar

KALIMANTAN

Enaknya …luarbiasa…

Sekaligus merayakan hari…TIDAK JADI KIAMAT…

12/12/12 yang jatuh di hari rabu. Ini krn banyak yg nulis di internet 121212 bakal kiamat.

Ternyata tidak jadi kiamat …karena itu…

Kita rayakan dengan makan ikan patin yang enak sekali…

Lihat saja videonya, yg paling tua yg rambutnya paling putih.

Perlunya Pengalaman

Arti sebuah kata
Dulu kala saat mulai menangani sebuah proyek berjangka cukup panjang, beberapa staf muda yang baru lulus turut bekerja bersama saya. Katakanlah ringkasnya mereka menjadi bawahan saya. Saat proyek pertama start, kelihatan semua berjalan lancar dan beres, karena semua berasal dari satu ‘kandang’ baik pekerjaan maupun pergaulan berjalan smooth and seems without any problem. Tibalah 3 bulan waktu berjalan, proyek sudah perlu suplai ‘gizi’ dari penyandang dana.
Pergilah dua staf muda ke kantor BUXX besar tersebut, yang kantornya saat itu saja… ini 20 tahunan yang lalu lho… kantornya sudah 20 tingkat. Bayangkan bagaiman besarnya BUXX tersebut. Benar memang bukan saja di negara kita dia di’takuti’ tapi diantara negara-negara besar saat itu BUXX ini teramat sangat dihargai. Karena dua staf ini saat pulang sudah afternoon, jadi mereka tidak menghadap saya sebagai kepalanya, tapi makan siang dulu dan bincang-bincang dengan staf lain. Dua orang ini kelihatan bingung, lalu bingungnya ini mereka tularkan pada staf yang lain yang juga notabene muda alias seumur. Alkisah mereka sih semua sudah sarjana namun dengan pengalaman hanya job-training disana-sini dan utamanya dibidang teknis, tentulah masih kudu harus banyak belajar dari the so called the best teacher ever after or namely EXPERIENCES.
Dan apalagi…sekali lagi apalagi, separuh diantara mereka adalah wanita. Mereka ini jumlahnya total kira-kira adalah sepuluh orang dengan komposisi pria/wanitanya fifti-fifti. Tahulah apa jadinya kalau diantara mereka ini pada berkicau, ada yang kaya burung perkutut, ada yang suaranya nyaring kaya kutilang, adapula yang seperti burung camar hitam ditengah hutan. Jadi suaranya mirip kokok ayam. Begitu banyak jenis burung yang berkicau jadinya bukan malah terdengan merdu tapi… jadi mirip-mirip… melolong dan menggongong seperti serigala dan herder pada demo ke istana. Sepakatlah akhirnya mereka semua bersama-sama menghadap saya sebagai bos kecilnya, coz bos besarnya saat itu gak pernah ada di kantor karena beliau adalah seorang penyandang gelar VVIP (by google translation this means Very Very Idiot Person… gak deng salah).
Yang badannya paling gede, dia yang tadi ke kantor BUMX. Dia termasuk anak muda yang istimewa, orang bilang waktu mhs dia pinter banget sampai bisa ke Amrik ke sarangnya NASA krn prestasi akademisnya. Jadi banyak sebutanlah dia yang ter ini ter itu, dan di kantor kita dulu juga dia yang teeerrrbanyak jerawatnya.
“Wah pak… proyek kita terancam gagal”, demikian dia mulai preambule-nya. Berikut dia sampaikan batang tubuhnya “Kita harus segera mengeluarkan report atau surat atau apalah namanya utk BUXX sebagai penyandang dana sebagai prasyarat keluarnya pembayaran termin pertama” begitu permulaan batang tubuhnya dimulai. Temannya yang kurus jangkung menimpali “Kita harus segera meng-issue surat Ivevexxxxxxs, begitu kata kepala divisi sana pak “.
Burung kutilang dan kenari, mulai ikut-ikutan ngecepret “ Iya dong pak gimana nanti gaji kita kalau pembayaran pertama gak keluar ?” Burung beo mulai mendongak, dan sebagaimana tugasnya burung beo, maka diulanglah semua kalimat-kalimat dari burung-burung yang lain. Riuh rendahlah itu ruangan yang Cuma 2 petak seperti speaker dangdut pinggir jalan yang kebanyakan treble dan bas sekaligus, mirip bunyi knalpot Yamaha Honda dan scooter menjadi satu.
Maaak… amfyun… Pusing kepala saya mendengar celoteh anak-anak muda yang sok pinter ini. Sampai akhirnya saya bilang “Coba ulang kita musti meng-issue apa ?” begitu Tanya saya karena belum jelas sebenarnya apa yang harus di-issue. Dengan suara yang agak dikulum-kulum, si jangkung mengulang kata-katanya “Kita harus meng-issue …veveve …vovo …vois pak!”
“…Aaaappppaaaahhhh”, sekali lagi saya Tanya karena memang gak jelas.
Vovov…vois…pak …

Anak ini memang baru 3 bulan kursus bah Inggris di Kemayoran sana itupun dia sudah bolos 3x. Jadi wajar aja kalo bah Inggrisnya malah membingungkan dirinya sendiri.
Aduh apa ini maksudnya ? Saya bertanya sendiri. ‘Lukito coba lo telpon sana tanya tulisannya gimana, yg lo sebut tadi, telpon aja sekretarisnya kepala divisi, lo tungguin ya biar jelas semuanya’. Sambil rada ketakutan si Lucky nelpon juga sekretaris Kadiv. Biar bah Ing blepotan tapi anak ini panggilannya keren Lucky, walaupun dia pendiam orangnya.
Baliklah anak ini dengan secarik kertas, yang langsung diberikan pada saya.
Duh… saya terhenyak begitu melihat tulisan dikertas itu. Sepuluh detik kemudian saya terbahak-bahak dan termehek-mehek, karena yang tertulis sebuah kata yang termat sangat sederhana… yaitu…
I
N
V
O
I
C
E
Mereka semua melongo melihat saya tertawa…
‘Ini mah artinya SURAT TAGIHAN tahu…’ Jadi sepuluh orang itu yang notabene katanya anak2 pinter gak ada yang tahu apa artinya INVOICE. ‘ Sini saya bikinin.’  Langsung saya bikin draft di selembar kertas dengan judul besar
SURAT TAGIHAN…
Lalu saya kasi ke mereka untuk diketik computer karena memang begitulah seharusnya sebelum termin pertama keluar harus ada dari proyek surat tagihan dulu sehingga mereka jelas membayar berapa jumlah rupiahnya dan apalagi proyek yang cukup besar ini ada tagihan dolarnya juga.
Jadi nyatalah bahwa walaupun pintar orang-orang lulusan perguruan tinggi itu tetap perlu bahkan sangat perlu pengalaman kerja dan tentunya hal ini memerlukan waktu sehingga tidak ujug-ujug baru kelar sekolah terus sudah jadi Direktur Utama, karena… jangankan persoalan2 besar, istilah-istilah saja mereka belum banyak mengerti.

(Raldi A. Koestoer, 12/12/12)

AWAS EMAIL BOHONG

Pagi ini tahu-tahu saya dapat email bohong seperti dibawah ini.
Kasihan nih teman saya jadi kena fitnah…
Mhn maaf kpd nya … tapi dengan tujuan baik semoga tidak ada orang lain yang tertipu oleh surat semacam ini.

-0-

Subject My Predicament……….Tata Sutardi
Sender Tata Sutardi Add contact
Recipient tata_s131@hotmail.com Add contact
Reply-To tata_s131@hotmail.com Add contact
Date Today 05:20
As-Salaamu-alikum

I’m writing this message to you with sadness. I traveled to London, United Kingdom for a short vacation and unfortunately for me, I was mugged at a knife point last night at the park of the hotel where i lodged and all cash, credit cards and cell phone were all stolen from me, I have reported the robbery to the police but they are yet to find the muggers. My flight will leaves tomorrow and i am having problems paying my hotel bills.

The hotel manager won’t let me leave until i settle the bills Please, I need a loan from you to return back home and i want you to get back to me if you can help.

Tata Sutardi, ST, MT
Services and Commercial Manager
Energy Technology Center (B2TE)
Agency for the assessment and Application of Technology (BPPT)
PUSPIPTEK,Cisauk – Tangerang, 15314
Telp. 021.756000
Fax. 021.7260914

Didih alir dan dua fase

Alhamdulillah setelah melalui banyak pertemuan di dalam kelas BHT-TPF (Boiling Heat Transfer and Two Phase Flow) yang merupakan bagian dari kuliah Pasca Sarjana (S2) Dep Teknik Mesin Fak Teknik Univ Indonesia, lahirlah sebuah karya terjemahan yang merupakan buku kecil dengan judul

PERPINDAHAN KALOR PENDIDIHAN DAN ALIRAN DUA FASE

Hasil kerja bersama dari 17 orang mhs S2 ditambah dengan satu supervisor, yang berupa dokumen elektronik Ebook ini dimaksudkan untuk menambah perbendaharaan karya ilmiah dalam bidang BHT-TPF dan diharapkan untuk menjadi rujukan bagi anak bangsa yang nanti akan bergelut dalam bidang ilmu ini. Berbasiskan pada rujukan utama buku

– Engineering Data Book III, Chapter 12, Two-Phase Flow Patterns.

Keluaran dari Wolverine Tube, Engineering Thermal Innovation. Web-nya bisa diunduh dengan alamat:

http://www.wlv.com/products/databook/db3/data/db3ch12.pdf

dan rujukan tambahannya adalah, buku terbitan Pradnyaparamita tahun 1994:

– Aliran Dua Fase dan Fluks Kalor Kritis – oleh Raldi A. Koestoer dan Sasanti Proborini,

kami berusaha untuk menerjemahkan sebisa mungkin semua istilah dalam BHT-TPF kedalam bahasa Indonesia yang baku. Sehingga untuk itu kami membuat daftar istilah terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia disamping seperti biasa ada nomenklatur, agar mempermudah pengguna buku ini untuk memahami fenomena dalam aliran dua fase ini.

Setelah terbitnya buku ADF-FKK tahun 1994, dan yang sebenarnya buku itu aslinya selesai dibuat tahun 1992 (proses pencetakan memakan waktu hampir 2 tahun), berarti bahwa selama kurun waktu hampir 20 tahun belum
pernah ada lagi terbit buku dalam bahasa Indonesia tentang aliran dua fase. Maka muncullah ide, mengapa tidak kita remake remix dan remajakan sekaligus ditambah saja buku yang sudah lama itu. Sebagian besar ternyata masih relevan juga, namun bagaimanapun juga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan bergerak maju, sehingga perlulah kita
tambah dengan berbagai hal yang merupakan hasil pengembangan satu dekade terakhir ini utamanya setelah tahun 2000 an.

Kondisi inisial yang dimulai dari keadaan monofase likuid hampir semuanya sudah cukup dibahas dalam Mekanika Fluida. Disini digunakan rumus dan formula baku sehingga tidak ada keraguan dalam eksplorasi sebelum munculnya gelembung uap. Sebagai bagian dari aliran Multifase, diskusi dalam kelas diarahkan pada aliran monofase yang berasal dari satu substansi. Contoh yang paling nyata adalah air dengan uapnya (water and steam), bila berasal dari dua substansi misalnya air dengan udara. Dengan sendirinya penerapannya ada di evaporator, boiler atau kondenser. Dua fase itu sendiri juga dibatasi hanya untuk aliran likuid dan gas saja tanpa fase solid.Saat penting yang pertama adalah titik

munculnya gelembung, disusul dengan bahasan mengenai aliran didaerah prajenuh, lalu mulailah kita akan sibuk dengan berbagai pola aliran yang bisa kita persingkat menjadi tiga bagian saja yaitu pola aliran gelembung, pola aliran strata dan pola aliran cincin. Detailnya adalah pola aliran diantara ketiga pola tersebut.

Dua jenis aliran yang terjadi dalam satu peristiwa, yaitu yang pertama adalah aliran fluida sedangkan yang kedua adalah aliran kalor menyebabkan perlunya kita menyamakan dua bahasa yang berbeda ini dalam dimensi yang sama yaitu dalam BILANGAN TAK BERDIMENSI. Dengan begitu parameter fluida dan parameter kalor bisa berada dalam satu perahu formula yang sama.

Beberapa tokoh lama, sampai hari ini masih menjadi panutan diantaranya Hewitt-Robert, Taitel-Dukler, Lockhart-Martinelli, model-model yang mereka tampilkan masih valid sampai hari ini. Dan dalam banyak kasus masih bisa dibuktikan kebenarannya. Pendekatan non-engineering kiranya masih perlu digali lagi agar menjadi pendekatan engineering yang mengutamakan simplifikasi (make everything more simple) sehingga nanti dalam aplikasinya akan lebih mudah.

Diwakili oleh 17 anak muda, terlihat bahwasanya generasi yang muncul baru ini amat antusias untuk menggali ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga kami merasa bersyukur ibarat kata pepatah cina: gelombang yang di belakang telah menyusul gelombang yang di muka, dengan demikian sepertinya sudah syah amanah ini diserah terimakan pada generasi
penerus, yang akan mengembangkan ilmu ini serta tak lupa mengamalkan, mengaplikasikan, dan mengimplementasikan guna kepentingan bangsa Indonesia masa kini dan masa datang.

member of the group BHT_TPF

Ada kalanya kita memerlukan biaya besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun dengan cara yang cerdas kita tetap bisa mengembangkannya bahkan bisa menunjukkan kemanfaatan yang lebih, hanya dengan biaya yang minim dan terbatas. Allah memiliki semuanya, Allah pemilik ilmu dan Beliau memercikkan sedikit cipratannya kepada kita untuk kita amalkan. Allah pula yang membuka pintu hati, pintu pikiran dan kunci pemahaman, sehingga kita bisa mengerti dan selanjutnya meneruskan estafet pengembangannya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya.

Semoga apa yang telah dibuat bersama ini menjadi titik tolak bagi kita bahwa bila ada kemauan pastilah kita bisa berbuat sesuatu. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan membantu sehingga karya ini bisa menjadi kenyataan, dan khususnya untuk kelas BHT-TPF 2012, berdelapan belas… Jangan pernah berhenti berkarya.

Wassalam Raldi A. Koestoer 06 Des 2012, rev 07 Des 2012.-

-0-

Editing 10 Des 2012

Bisa diunduh GRATIS, plis klik:

https://koestoer.wordpress.com/map-of-heat-transfer/unduh-buku-pkp-aliran-dua-fase/

Salam.-

Mobil hemat energi UI juara 1

Assalamu’alaikum wrwb.

Bapak dan Ibu yth, Sekedar ingin menyampaikan sekilas berita tentang lomba mobil hemat energi Indonesia Energy Marathon Competition (IEMC) 2012 yang diselenggarakan oleh DIKTI dan sebagai panitia pelaksananya adalah ITS pada tanggal 23-25 November 2012 di sirkuit Kenjeran Park, Surabaya.

Alhamdulillah, tim Mobil hemat energi UI yaitu

Tim Prototipe Gasoline Nakoela Hore UI mendapatkan posisi juara 1

bersama dengan Tim ITS 1 karena konsumsi bahan bakar yang sama yaitu 338,1967 km/l. Dan sebagai juara 2 adalah Tim dari Poltek TEDC Bandung dg pencapaian 122 km/l.

Sedangkan untuk kategori Prototipe Listrik,

Tim Arjuna Hore UI mendapatkan juara 1

dengan pencapaian 155.6254 km/kWh dan posisi ke 2 adalah tim SAE_ZEV Otomasi ITS dengan pencapaian 141 km/kWh.

Semoga pencapaian ini dapat dipertahankan dan memotivasi Tim Mobil Hemat Energi UI untuk bekerja dengan lebih baik di kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) 2013 di Sepang Malaysia.

Akhirnya, seluruh tim mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan oleh Fakultas Teknik UI, Departemen Teknik Mesin, pihak sponsor yaitu Triaxis dalam support material body, serta dukungan dari seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Kami lampirkan hasil rekap pencapaian semua tim dan foto2 kegiatan selama di sana. Adapun link berita kami sampaikan di bawah e-mail ini. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum wrwb

Ario SB

 

Spirit of the nasionalism of youth

By: Andiza Firaldi

My visit and interview assignment were done in Friday, 5 October 2012. I and my friend, Afdal Gilang decided to go to Tanjung Barat and Lenteng Agung train station. Because I’ve seen some marginal people, like garbage man and beggar. And it’s not too far away from Depok. When we arrived there we can see some houses next to railway and there are some places where garbage man sells their garbage, in Bahasa we usually called it ‘pengepul’. But, all the garbage man seems to be busy. So we decided to look around some marginal people that weren’t busy. After looking for half hour finally we met a person that fulfills our criteria and we decided to have a chat with him. His name is Mukhtar, but he prefers to be called as ‘Abang Mukhtar’. He’s quite old and doesn’t have a job. He lives with his nephew and all of his needs are supplied from his nephew. Beside that he also received some money from the mosque near his home. What he does every day is just sitting around doing nothing. He seems to be satisfied by his condition and he doesn’t want to get a job to help his nephew. After several minutes chatting, we decided to look for other marginal people that we can interview because Abang Mukhtar can’t give us an interesting story and he tend to be passive. Our next marginal people that we interviewed named Sunyoto. He was born in 1946 and he’s a parking man. He moved from Jogja to Jakarta in 1962. He thought there are many jobs in Jakarta so he left his job in Jogja as farmer and moved to Jakarta. When he arrived in Jakarta the reality is not as easy as he thought so he became a kuli bangunan. He has 5 child and 3 of them have married, but 2 of them still studying in school. He has to pay 425 thousand rupiah per month for the school fee. While he only earns 30 thousand rupiah each day. It’s a quite a big amount for people like him, isn’t it? He has to spend half of his earning only for his child’s school fee. He hope the government rule about free school soon to be realized. He also has other disappointment for our government. He said now the government doesn’t care about marginal people. They only think about their wealth. So they became a corruptor. He hope the government will provide more jobs for marginal people instead of thinking only about their money.

From that visit and interview assignment I have some lessons such as never depend your life to other people. Abang Mukhtar is a bad example for all of us, he depend his life to other people. He doesn’t want to work for his life, luckily he have a kind nephew that want to fulfill his needs. Imagine if he doesn’t have a family like that. His live will be miserable and probably he will become a beggar. Begging for money from other people and doesn’t want to work for his own life. How Indonesia will develop into a better country if many people have this mindset? While in the other hand if we see Pak Sunyoto, he is independent, he doesn’t depend his life to other people like Abang Mukhtar. He wants to work for his life. He doesn’t want to be a beggar. He said why we want to depend our life to other people when we can work for our own life. Other lesson that I got is never forget your God. Even though Pak Sunyoto’s life is not as lucky as our life, he never forgets his God. He always thanks to God for his condition and his life. When he has a spare time, he goes to mosque and beritikaf. Sometimes he also read Quran in his spare time. And he doesn’t want to do a dirty job like thief and robber because he always remembers that God will always watching us.

If I compare their life with my life, there are many differences. I would to thank to God that my life is more prosperous than their life. I can study in school and I don’t need to pay it by myself. Other people want to study at school, but they can’t. They have to help their parents living their life. And I still have parents that can fulfill my needs without my help. Also I can live without any worries about things such as food, house, and any other main needs, but they still worried about that. And I’m lucky that I still have people who can support me like my parents, friends and teachers, they will always be there to support me when I need it. While many of them don’t have people who can always supporting behind them. Many of them were left by their parents when they were babies. They don’t have a figure that they can learn to. Many of them learn from the wrong person and they will become a criminal when they grow up.

Personally I want to help them resolve their problems. Of course as a student we must give some contribution for our country by helping some of unlucky people like marginal people. Because, after graduation we will be busy with our job and maybe we will forget to help them. I think they deserve a better life. Many of them have guts to do it, as an example Pak Sunyoto. He has guts to change his life by moving in to Jakarta. But, unfortunately he doesn’t have other skills besides farming and he even didn’t go to school because when he was a boy his parents told him to help them to take care about their farm. There are many ways to help people like Pak Sunyoto resolve their problems. As an example, you can hold a charity for them. From charity you can give them food, money, clothes and many other essential needs. Beside that we can introduced some of them to someone who need employees like cleaning service, gardener and other jobs that doesn’t require a lot of skills. If we can provide them a better job, they will have a better life. This is what I think of. But, since I’m still a student, I can’t provide them a job by myself. What I can do is just introduced them to people that I know can help them in matter of jobs. Besides that, we as student, we can give free lessons for child who can’t go to school. We can teach them how to read, write and calculate simple things. So at least we can reduce some of our population that can’t read and write. Because reading and writing is the most basic thing to get a new knowledge.

From my visit and interview activity with marginal people I can develop some relations with my magic word which is akhlak. Akhlak itself can be defined as a person’s behavior to do good deeds that driven by their consciousness. Akhlak it’s something that everyone need to have in their self. If everyone doesn’t have a good akhlak, imagine what can happen. This world will be in chaos. Criminals will be everywhere. People won’t care about other people and corruption case will be increased. What I see from my visit and interview activity is even though Pak Sunyoto having difficulties to living his family, he still works in a good way. He doesn’t even think to become a thief or robber, because he still has a good akhlak. Besides, he’s quite a religious man. He thinks if we do the best for our life, God will give us a better life. Besides our relationship with God, we must have a good relationship with other people. Because we’re not living alone in this world and sometimes we need other people to help us. With visit and interview activity itself we have make a good relationship with other people especially marginal people.

And from our ethical subject in Excellent Ethics class that we’ve discussed I can see some relationship with the visit and interview activity. Basically, our visit and interview assignment is like the practical exercise from what we’ve been discussing in class. As an example, for doing that assignment we need to have guts. Why we need guts? Because to interview people like garbage man, pengamen, beggar and other marginal people is not an easy task. We have to try to have a conversation with them. Even though we don’t know their backgrounds and what can they do to us. Besides guts we need to be friendly and we need to have a good empathy towards people like marginal people. If we don’t have those personalities it will be difficult to us to do this assignment because they won’t want to be interviewed by someone that looks like government official. Beside that with this assignment we may learn some new things from them. And maybe it can change our mindset towards marginal people.

What I think about the spirit of nationalism of Indonesian youth nowadays is tend to be decreasing if we compare it from the previous era. In the previous era, college student especially from Universitas Indonesia have a huge impact to our political issue. They led our people to delivered their aspiration and disappointment to our government. But, in this era Indonesian youth tend to be passive; they prefer to watch from behind. Even many of our Indonesian youth don’t care about what happened to our country. They don’t know any issue that is happening in Indonesia, and I’m considered as one of them. Why this can be happening? I think as the globalization kicks in our youth generation will less care about their country, they will be busy with their own interest such as games, sport and everything that more fun than just watching our country’s issue. Most of them rarely watch news or reading newspaper. Because nowadays there are many tv shows and books that are more attractive for youth generation. If we just sitting around doing nothing, our country will get worse than now. At least, we must make a contribution to our country. There are many ways to give a contribution to our country. As an example if we are graduated from university we can start working in local companies or become an entrepreneur. Because, as Prof Raldi said entrepreneur can help our country economics. We can’t depend our self to overseas company like Freeport, Chevron and many other companies that will cause our country become poorer. Because what they do is just harvesting our country’s assets and only our elites can get the profit from them. We can’t let this happen continuously. If we let this happen our country will not develop to a better country. We need to be an independence country in order to make Indonesia better. Speaking of being independence my personal dream is to make a geothermal power plant, because what I learn from intro to mechanical engineering Indonesia have a huge potential in term of geothermal energy and we can’t give them to other country. We need to explore it by our self so that we can enjoy what God has given to our country.

And based from our discussion in class about paradigm shift, mind-set, nationalism, stop being employees, integrity, independence, risk take and anti-corruption. I want to write some of my opinion for our actual society. Our society is full of many different levels of people from elites to marginal people. They all have different mind-set. If we talk about marginal people mindset, from my experience after interviewing some of them, they are only thinking about how to living their family. I don’t blame them for having such a narrow mindset, because it’s their obligation to fulfill their family needs. Some of them who have guts and can take a risk have tried to make a change to their life. Such as moving to Jakarta to find a better job. But, what can we do if we don’t have any education or skills. You can’t survive this world if you only depend on your guts. It’s a different story if we compare it to someone who have high education level. Of course they have skill and have been through education. But, from what Prof Raldi said they will only think about their salary. It’s their mindset to get high salary. They’re willing to be just an employee to get a high salary. If our entire scholar has an employee mindset, how this country will develop to a better country. They just following the orders from their boss and they are not willing to take a risk to be an independence person like entrepreneurs. We must make a paradigm shift for our people. We need to be independence. We can’t depend our future to overseas companies forever. Actually, they can adverse Indonesia. If we can explore our property by our self, we can be a rich country and our country will become a prosperous country. Unfortunately, some people don’t realize how great our potential is. But, many of our people who have realized our potential still don’t want to be independence and stop being an employee. They tend to be in their comfort zone which is being an employee. They don’t have guts to make a change in their life. It’s such a shame, because they are professionals and they have required skills to make it happen.

And last ethical subject that I want to talk about is anti-corruption. Prof Raldi is very concerned about this topic. He has discussed it with us many times in class. He said corruption it’s like a storm that hit us. If we don’t get out from there we can dragged in to that storm. No matter how strong we are, as the time goes by we will dragged into corruption, unless we get out from that environment. Corruption itself will cause negative effect to our nation. It’s very obvious that it will cause negative effect, because the money that should be used to our country development is being used for personal needs by those corruptors. They don’t hesitate to use it for their personal needs. Even though it’s not their money, it’s our people’s money. Many of our people don’t have their rights fulfilled because of these corruptors. These corruptors don’t have heart. They use their brain in the wrong way. It’s such a shame that they use their potential in the wrong way. Imagine if they use their brain in the right way. Our country problem will be solved one by one and our country will develop into a better country. That’s why we need to use our heart and brain before making a decision.

After half of semester being in excellent ethics class I received many new knowledge and experience. One of memorable experience that I’ve been through is to get to know marginal people. How they live their life, how they solve their problems and many other things that have amazed me. I never thought that they have a lot of interesting story that they can share to us. They have changed the way I think with their life stories. Beside visit and interview experience, I also get some new knowledge in class that later will be useful when I grow up. This knowledge is as important as other skills that we learn from other class. And this knowledge can be gotten only from Excellent Ethics class. While other class only care about our skills.  Prof Raldi has realized me that in reality we need to balance our brain and our heart. Because if we think only with our brain, we will only think about profit and loss. If it profitable for us we will do it no matter what. But, if it can inflict to a loss we won’t do it. As an example, if we see corruptors they don’t use their heart to make a decision, they only use their brain. Of course they are smart people, but they use their brain in the wrong way. They don’t care about our people. They only care about their wealth and how to get money as much as possible no matter how it takes without thinking the effect to other people. Besides having an excellent ethics, we need to have guts or in other word we can call it bravery. Because guts is one of the most important thing to have if we want to be a successful person. It doesn’t matter if we fail when we try. At least we do something and that’s more important than doing nothing.

Andiza Firaldi

1106071813

firaldi_94@hotmail.com

08159714714

Group 2

Akhlak

BPMigas mengapa harus bubar ?

Kurtubi : BP Migas Bubar Percepat Kemakmuran Rakyat!

Kurtubi Alumnus Colorado School of Mines (CSM), Denver Ecole Nationale Superieure du Petrole et des Moteurs (ENSPM), Paris pengajar Pascasarjana FE UI Pertamina ke depan haruslah didorong menjadi perusahaan minyak nasional yang besar, efisien dan transparan yang bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri dan memaksimumkan pengelolaan kekayaan migas nasional bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

BANYAK pihak merasa bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubar kan BP Migas bak halilintar di siang bolong. Mengagetkan karena tidak disangka-sangka. Suatu keputusan yang dirasakan sangat drastis.
Sebuah lembaga negara yang dikenal luas oleh rakyat berkat iklannya yang banyak terpampang di hampir semua media cetak dan elektronik ternyata kini harus menerima kenyataan: bubar! Bubar terhitung mulai dibacakannya keputusan MK pada pukul 11.00 WIB 13 November 2012 karena keberadaannya dinilai melanggar konstitusi.

Sebagai negara merdeka yang modern dan demokratis, seluruh kehidupan berbangsa haruslah didasarkan atas konstitusi, termasuk urusan pengelolaan kekayaan alam migas yang diatur dalam Pasal 33 UUD 1945, dengan ayat 3 menyatakan bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya (termasuk minyak dan gas yang ada di perut bumi) dikuasai negara dan dipakai untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Frasa `untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola kekayaan migas yang harus dikuasai negara. Ini berarti bahwa tidak boleh ada sistem tata kelola yang tidak memungkinkan tercapainya pengelolaan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Saat ini, frasa `untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ mustahil bisa dicapai karena sistem tata kelola yang diserahkan ke lembaga nonbisnis, dalam wujud BP Migas. Contoh konkret yang paling aktual ialah biaya pokok penyediaan (BPP) listrik oleh PLN yang melonjak berakibat melonjaknya subsidi listrik yang berujung pada naiknya TTL (tarif tenaga listrik) yang harus dibayar rakyat dan kalangan dunia usaha. Melonjaknya BPP listrik disebabkan pembangkit PLN kekurangan gas. Pada saat yang sama, gas dari Tangguh Papua diekspor ke luar negeri dengan harga sangat murah.

Ketiadaan gas untuk PLN dan terjualnya gas ke luar negeri dengan harga murah disebabkan status BP Migas sebagai pengelola kekayaan migas nasional, tidak bisa berbisnis, tidak bisa membangun pabrik LNG, dan tidak bisa menjual gas milik/bagian negara sehingga harus menunjuk pihak lain.
Potensi pelanggaran Sewaktu British/Beyond Petroleum ditunjuk membangun train 1 dan 2, dan seluruh kapasitas pabrik sebesar 7,5 juta ton direncanakan diekspor ke China, Korea, dan Ame rika Serikat,

di sini terjadi potensi pelanggaran hukum.

Mengapa ?

Sewaktu BP mengajukan POD (plan of development) ke BP Migas tidak ada satu tetes pun gas yang akan dihasilkan train 1 dan 2 dialokasikan untuk kepentingan dalam negeri?
Padahal pembangkit PLN dan kalangan industri sangat membutuhkan gas.
Kalau gas dari train 1 dan 2 sejak dini sebagian dialokasikan untuk dalam negeri, kebutuhan gas dalam negeri akan terpenuhi, tentu dengan terlebih dahulu membangun infrastrukturnya.

Menurut BPK, PLN rugi Rp37 triliun hanya dalam tempo dua tahun karena kekurangan gas. Ketika LNG Tangguh dijual murah ke China, potensi kerugian sekitar Rp30 triliun/tahun yang kalau harga jualnya tidak diubah untuk mengikuti harga jual yang normal, negara bisa rugi sekitar Rp600 triliun untuk masa kontrak 20 tahun.

Contoh lain kerugian negara dengan sistem tata kelola di bawah BP Migas ialah menyangkut blok produksi yang selesai kontrak. Hingga 2021, sekitar 12 blok produksi migas yang akan selesai kontrak, termasuk blok-blok besar seperti Blok Mahakam yang menghasilkan 34% dari produksi gas nasional, akan selesai pada 2017. Blok Rokan yang menghasilkan minyak mentah sekitar 47% dari produksi minyak nasional akan selesai pada 2021.

Menurut ketentuan, blok produksi yang selesai kontrak dikembalikan ke negara dengan seluruh asetnya sudah menjadi milik/hak negara, baik berupa sisa cadangan migas yang ada di perut bumi maupun semua infrastruktur produksi. Mestinya blok yang sudah selesai kontrak dikembalikan dan dilanjutkan pengoperasiannya oleh negara. Namun, karena BP Migas bukan perusahaan, mustahil bagi BP Migas untuk melanjutkan operasi produksinya. Akibatnya, timbul rekayasa untuk diperpanjang atau dioper ke kontraktor lain.

Memperpanjang kontrak blok produksi yang sudah selesai kontrak sama artinya dengan memberikan secara gratis (semacam sedekah) harta milik negara kepada kontraktor. Itu pasti melanggar konstitusi (Pasal 33), melanggar etika (karena rakyat Indonesia sendiri masih miskin), dan bahkan berpotensi melanggar hukum alias tindakan kriminal (dengan merekayasa/ kongkalikong).

Contoh Blok MAHAKAM

Pasalnya, meski kontraktor menjanjikan akan menginvestasikan dana besar, katakanlah dalam kasus Blok Mahakam misalnya mereka akan investasi US$5 miliar, toh seluruh dana yang diinvestasikan itu pasti akan dikembalikan sepenuhnya, lewat cost recovery. Jadi, kontraktor akan menerima uang gratis (semacam sedekah) dari Indonesia sebesar 30% dari nilai produksi gas setelah dikurangi cost recovery yang juga diterima utuh oleh kontraktor.

Kalau nilai sisa cadangan gas yang bisa diproduksi US$20 miliar dan tambahan investasi oleh kontraktor sebesar US$5 miliar, dalam tempo lima tahun produksi, investasi US$5 miliar akan diterima kembali secara utuh oleh kontraktor lewat cost recovery dan kontraktor akan memperoleh uang gratis dari Indonesia sebesar = (US$20 miliar ­ US$5 miliar) x 30% = US$4,5 miliar atau sekitar Rp42 triliun! Hitungan yang disederhana kan itu juga berlaku untuk Blok Rokan yang akan selesai kontrak pada 2021 dengan nilai sisa cadangan minyaknya bisa mencapai lebih dari US$100 miliar.

Agar blok produksi yang selesai kontrak (setelah dioperasikan kontraktor sekitar 50 tahun) bisa kembali 100% ke negara sehingga negara tidak `dipaksa’ untuk memberikan uang sedekah secara gratis kepada mereka, pihak yang diserahi mengelola kekayaan migas nasional dan yang menandatangani kontrak dengan kontraktor haruslah BUMN (Pertamina).

Tuduhan bahwa Pertamina memerankan fungsi ganda, sebagai operator sekaligus regulator, sehingga menimbulkan conflict of interest, merupakan tuduhan yang tidak benar yang sengaja dihembuskan IMF dan pihak-pihak tertentu untuk mengegolkan RUU Migas di DPR 1999-2001.

Pertamina tidak pernah sebagai regulator

Pertamina berdasarkan UU No 8/1971 adalah pemegang kuasa pertambangan yang bertugas memaksimumkan kekayaan migas bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pertamina bukan perusahaan migas yang harus bersaing dengan perusahaan asing di negerinya sendiri karena Pertamina mewakili negara sebagai `pemilik’ migas yang ada di perut bumi.
Mendorong Pertamina Pertamina berkontrak dengan perusahaan asing sebagai kontraktornya, bukan sebagai pesaing. Sejak Pertamina lahir hingga hari ini, Pertamina tidak pernah berfungsi sebagai regulator.
Yang membuat regulasi (regulator) dari dulu ialah pemerintah. Contoh sebelum UU Migas, produksi minyak masih tinggi, selalu di atas kuota OPEC. Setiap OPEC meminta Indonesia mengurangi produksi, pemerintahlah yang mengatur perusahaan-perusahaan mana yang harus mengurangi produksi.
Demikian juga dalam hal harga BBM.
Pemerintahlah yang memutuskan dan mengumumkan penaikan harga BBM.
Bukan regulasi Pertamina! Kini kembali tuduhan serupa dihembuskan pihak-pihak yang menginginkan agar negeri yang rakyat miskinnya sekitar 60 juta orang (standar kemiskinan Bank Dunia) harus menyedekahkan hartanya kepada para kontraktor dengan cara kekayaan migas nasional tetap dikelola BP Migas dan sejenisnya meski BP Migas sudah dibubarkan MK! Solusi yang sangat sementara melalui Perpres No 95/2012 yang mengalihkan tugas dan fungsi BP Migas ke lembaga nonbisnis di bawah koordinasi Kementerian ESDM harus segera disempurnakan lewat perpres yang baru atau lewat peraturan pemerintah pengganti UU (perppu) yang mengalihkan tugas dan fungsi BP Migas ke Pertamina.

Pertamina ke depan haruslah didorong menjadi perusahaan minyak nasional yang besar, efisien dan transparan yang bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri dan memaksimumkan pengelolaan kekayaan migas nasional bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Termasuk dibuka kemungkinan untuk memonetasi aset cadangan migas guna mengakumulasi dana untuk melunasi utang negara dan membiayai infrastruktur secara masif di seluruh Indonesia.

Peluang itu mungkin, dengan memanfaatkan perkembangan empiris dalam ilmu ekonomi energi dan sumber daya alam dalam 30 tahun terakhir ini, yakni aset yang berupa cadangan migas dan tambang yang ada di perut bumi, bersifat bankable (bisa dijadikan agunan di bank) untuk memperoleh pinjaman, dan juga bersifat tradeable (bisa diperdagangkan) meski aset/cadangan migas dan tambang secara fisik masih berada di perut bumi.

Yang bisa melakukan aksi bisnis seperti itu tentu pemilik dari aset tersebut yang harus diwakili BUMN, bukan oleh BP Migas dan lembaga sejenisnya yang tidak bisa berbisnis. Untuk itu, DPR dan pemerintah harus segera melahirkan UU baru yang mengatur tata kelola migas nasional yang menyatakan secara jelas bahwa kekayaan berupa cadangan yang ada di perut bumi dikuasai dan dimiliki negara. Kepemilikan oleh negara diserahkan kepada BUMN yang diberi tugas untuk memaksimumkan pengelolaannya bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat, termasuk dengan berkontrak dengan perusahaan asing/swasta dan dengan memonetasi aset cadangan migas.

Itu cara yang tepat dan konstitusional untuk mempercepat kemakmuran rakyat!

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/11/19/ArticleHtmls/BP-Migas-Bubar-Percepat-Kemakmuran-Rakyat-19112012022006.shtml?Mode=1

Posted by People’s Blog at 18:15 

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Reactions:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Links to this post

Buat sebuah Link

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Ada kesalahan di dalam gadget ini

FOLLOW TWITTER KAMI

TWITTER

PENGIKUT

FOLLOW BY EMAIL

Top of Form

Bottom of Form

 

Perkapalan UI…Semangat…

Oleh: Mukti Wibowo

-0-

Rekan2 ku,

Sulit untuk dipungkiri bahwa hamparan laut diantara kepulauan negara kita sangat memerlukan moda transportasi laut yang efisien, guna mengangkut penumpang ataupun barang dalam jumlah/kapasitas besar Ilmu pengetahuan dan teknologi perkapalan tanpa kita sadari telah berkembang pesat, kita tidak perlu melihat terlalu jauh kebelakang…cukup 10 tahun yang lalu…sudah terbukti banyak perobahan, bahkan 5 th lalu industri kapal aluminium belum terlihat namun saat ini sudah menyebar a.l. dari Batam-Lampung-Merak-Jakarta-Semarang-Surabaya-Madura-Banyuwangi….semua disana sdh terdapat shipyard pembuat kapal cepat konstruksi Aluminium ….

Tentunya industri perkapalan tidak akan lepas dari aturan2/regulasi mengenai perkapalan yang baru, ….contohnya 10 th lalu kita belum mengenal double skin…maka dengan dipagari rambu2 seluruh kapal tanker harus memiliki double skin, juga telah lahirnya aturan2 international yang merupakan system yang harus diimplementasikan diindustri pelayaran …Setelah berkembangnya hardware dan software hal ini semua menuntut berkembangnya brainware yaitu sdm yg didapat dan terinstall di kepala para engineer… ….

Mmmm tepat 10 th lalu saat saya diberikan kesempatan untuk sharing pengetahuan di perkapalan UI waktu itu angkatan 01 rasanya ingin menyampaikan seluruh apa yang saya ketahui…dan saat itu para mhs semangat…we are eager to do something…dan saat ini setelah saya melihat jumlah mhs dan mhsi perkapalan UI yang bertambah jumlahnya maka…terlihat semangat itu masih ada….we are STILL eager to do something….dan harapan kedepan mari kita terus semangat untuk mengembangkan perkapalan UI khususnya dan industri perkapalan di Indonesia umumnya

Buat ex mhs saya tentunya msh ingat saya pernah menulis…industri perkapalan indonesia

spt..Mutiara yang terlupakan….

Ayo mari maju… Hanya ada 1 kalimat yang cocok :

Bravo Perkapalan UI!

Salam kapal

Mukti

Lebak Bulus – Bukit Tinggi

Dengan Titian-Tour bocah2 berangkat ke Padang dari bandara Soeta pesawat Lion Air agak terlambat sedikit. Si Idham and si Utha, Si Ojhi dan si Ical, Si Kiki dan si Ridwan, Kemudian yang paling kecil si Arfin dan si Findra, And anaknya mama Lina si Ulul yang ditemani oleh Lisa dan Delon.
Udah cukup banyak tuh begundal-begundal dari Jakarta dan Bandung, mengisi hari liburnya di 1 Muharram 1434 H alias tgl 15 Nov 2012 yang jatuh pada hari kamis.
Video nunjukkin  Bocah2 lagi nunggu lion-air yang di delay 15 menit.
Video ini waktu sudah masuk pesawat Boeing 737-900ER semua kebagian tempat duduk. Untung gak ada yg berdiri. Kalo nggak kan susah di pesawat musti berdiri.

Uma2 yg ngikut Lina, Enny, Julia. Sedangkan bokap2 ada tiga kepala yaitu abab tono. abab abam dan abab ayib.

Jadinya 2 mlm nginep di Bukit Tinggi dan satu malam di Padang. Samapai di Bandara Minangkabau rombongan sudah disambut oleh Ajo A’an yang dengan ramah menemani seluruh perjalanan dari awalnya di bandara dan berakhir di bandara juga.

12 Nov Harkesnas QV Kematian Bayi

Hari ini 12 November dicanangkan sebagai Hari Kesehatan Nasional. Berita Utama harian Kompas membahas tentang problematika  kematian ibu dan bayi di negara kita ini dnegan judul

–          Serius, Kematian Ibu dan Anak –

157 ribu bayi di Indonesia  meninggal setiap tahun, tahun 2009 tercatat 5 ibu melahirkan 6 bayi meninggal, tahun 2011 ada 10 ibu melahirkan 29 bayi meninggal, jadi kondisinya makin buruk ? Lalu apa kerjanya Kementrian Kesehatan ?

Bandingkan dengan Negara lain Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran: Jepang 2, Sing 2, Korsel  4, Brunei  6, Malaysia  6, Thailand 11, Cina 13, Vietnam 17, Filipina 20, Indonesia 25, India 47, Timor Leste 46, Myanmar 46. Kita boleh bergembira karena menang dari Myanmar India dan Timor Leste, tapi coba dong lihat Thailand jauh diatas kita, bahkan Cina yang penduduknya 1,5 Milyar saja berada jauh diatas kita. Malu deh kita sama Vietnam aja kalah.

Tak usah banyak ribut dan tak usah banyak ngedumel, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menolong ibu dan bayi-bayi kita ini ? Generasi penerus ini harus kita selamatkan dan kita usahakan agar bertumbuh kembang secara sehat.

Departemen Teknik Mesin FTUI tahun 2010 yang lalu dalam implementasi Proyek IMHERE, melaksanakan program Appropriate Technology Implementation. Pada program ini, dosen yang telah menghasilkan produk tertentu di enforce untuk membuat dan kemudian menyumbangkan hasil karyanya untuk masyarakat. Salah satu diantaranya adalah produk INKUBATOR BAYI yang telah dimanufaktur dengan sukses sejak beberapa tahun yang lalu. Dua inkub telah disumbangkan pada puskesmas dan Rumah Sakit Ibu dan Anak, dan setelah dicek 6 bulan kemudian ternyata frekuensi penggunaannya sangat banyak. Sisa dana digunakan untuk membuat satu unit lagi yang kemudian kami pergunakan dalam

program PEMINJAMAN GRATIS inkubator bayi.

Berkat donasi dari relawan kami berhasil menambah armada incubator kami dengan berbagai cara bahkan dengan disain baru yang SANGAT HEMAT ENERGI, saat ini kami memiliki 6 unit incubator yang selalu siap untuk dipinjamkan secara gratis menolong bayi  premature di daerah Jakarta selatan dan Depok. Seperti minggu ini  ada 3 inkub kami sedang digunakan oleh bayi premature di daerah Depok dan sekitarnya. Bahkan hari ini kamipun satu jam lagi akan mengantarkan sebuah incubator bayi untuk dipinjam gratiskan ke bayi yang memerlukannya. Bapak bayi tadi pagi sudah mengirim sms, ini contohnya : – pak Klo jd d krim hari ni biar ga bingung k tmpat krja saya pt toa Galva industries jl raya jkt bogor km 34-35.Klo sdh sampe ksh kbr atau tanya satpam .Masdi bagian quality.Salam masdi.

Kemarin malampun sudah ada lagi yg minta pinjam incubator: – Nama bayi.haniyah salma,21 okt 2012,berat 1280 gram,ibu yanti sulistiawati,hp 085780731332. Ayah maryudin hp 087883006690 alamat jl.haji dimun rt 04/06 no 16 kel.sukamaju.kec.cilodong.depok RS.SENTRA MEDIKA,cisalak,bayi plg tggu bobotnya tambah,

Kebanyakan keluhan orang tua bayi adalah karena tidak mampu membayar Rumah Sakit dimana bayi premature lama berada di RS. Biayanya per hari bervariasai dari 500 rb s/d 5 juta rupiah. Ada suami istri insinyur saja mengeluh karena mereka terpaksa jual motor karena bayinya satu bulan berada di RS. Mereka bersyukur bahwasanya kami dari Lab Perpindahan kalor FTUI  bisa meminjamkan secara gratis incubator untuk bayi premature mereka. Jadilah program ini semacam CSR (Corporate Social Responsibility) dari DTM-FTUI.  Dari pengalaman kami selanjutnya, kebanyakan bayi bila sudah disusui oleh ibunya maka beratnya cepat sekali nambah. Sehingga bila bayi dirumah, maka ibunya bisa setiap hari memberikan ASI, maka dengan cepat bayi prematurnya tumbuh sampai berat normal.

Demikianlah usaha kami dalam rangka melaksanakan tugas pokok  Pengabdian Pada Masyarakat sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Indonesia Fakultas Teknik.

Salam Harkesnas.-

Lihat juga artikel

https://koestoer.wordpress.com/2012/10/08/maksa-pulang-bayi-prematur/

Gratis koq gak percaya

Dalam menjalankan fungsi Pengabdian Masyarakat, kami dari Dep Teknik Mesin UI memberikan pelayanan : PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR BAYI.

Utamanya adalah untuk menolong bayi premature, yang seringkali lama dirawat di Rumah Sakit, sehingga menghabiskan biaya yang banyak. Dan diantara permasalahannya itu adalah karena bayi mesti berada didalam incubator karena mengalami hipotermi.

Nampaknya di Jakarta ini pelayanan gratis sudah jarang ada, sehingga pelayanan kami dalam menolong bayi premature ini sering tidak dipercaya oleh masyarakat. Banyak yang ngomong kira-kira begini:”Haree geenee mana ada yang gratiiiisss…”

Foto: Inkubator ikut pameran teknologi di Balairung.-

Buat kami itu wajar saja karena kehidupan Jakarta ini yang sudah serba komersil mungkin menjadikan penduduknya berpola-pikir serba bayar. Memang juga kata-kata ‘profesinalisme’ itu menyesatkan. Artinya orang hanya mau kerja sesuai profesi dengan kualitas memadai …asal bayarannya cocok. Jadi kalau tidak dibayar para professional ini …TIDAK MAU BEKERJA. Duh…segitunya ya manusia. Padahal kami justru berpola-pikir sebaliknya, kami ingin bekerja dengan hati untuk menolong sesame manusia tidak perduli kaya miskin, tidak perduli agamanya apa, tidak perduli sukunya apa…TITIK.

Dan disuatu pagi muncullah SMS ke handphone saya, demikian.

Bapak Bayi:  Ibu sri suyxxx  pkerjaan swasta.Ayah masxx suwartoyo kerja swasta.Kp sindangkarsa rt05 rw09 sukamaju baru tapos depok.Bayi lahir cowo kmbar prematur sesar1.55Kg165.d rs tumbuh kembang 18.10.12 drawat 10Hr d rs.D rawat d rmh seminggu yg 1.55 meninggal.Yg 1.65D rwt d sentra medika depok smpe skrang.Tlong bsa bantu anak kami ga .Salam masxx.

RAK: Bisa

Bapak Bayi: CaraNya gimana.memang gratis beneran.Terus terang untuk nebus perawatan yg d rs tumbuh kembang saja entah darimana nanti.Belum yang d rs sentra medika sampe seKarang masih d rawat.Kami trauma klo pulang paksa apalagi skrang musim hujan.Trimakasih

RAK: Gratis koq

Bapak bayi: Terus kita gimana nih.nunggu bayi pulang dulu atau gimana.TeRus terang klo ada biaya kami ga bisa

RAK: Gak ada biaya sama sekali…boleh dtg ke t4 kami dulu utk lihat, Kampus UI Depok, FTUI Gd Dep Teknik Mesin Lt 2.

Bapak Bayi: Wkt terbatas ga smpe kapan.Menghubungi siapa

RAK: s/d bayinya sehat…

Bapak Bayi: Maksudnya untuk konsultasi ke ui sampe jam berapa. d luar jam kerja atau minggu bsa ga soalnya saya masih kerja

RAK: Utk ngeliat inkub-nya bukan utk konsultasi (saya bukan dokter). Kalau dtg hanya bisa waktu kerja, sabtu minggu tutup. Sampeyan ini terlalu banyak nanya. Pertanyaan berikut bila tdk penting tidak akan kami  jawab. Salam Raldi.-

Demikanlah sebuah sampel hubungan komunikasi antara kami dengan masyarakat yang utamanya adalah orang tua dari bayi premature. Alhamdulillah sejauh ini sudah cukup banyak yang mendapatkan pelayanan dari kami. Problemnya sekarang adalah adanya beberapa permintaan dari luar kota, bahkan cukup jauh, kami masih belum tahu lagi bagaimana bisa menangani masalah ini. Bila anda ad aide dan mungkin punya fasilitas, dengan tangan terbuka kami bersedia untuk bekerja sama. Salam Raldi 09Nov12.-

Yang paling beken mg ini 05nov12

Benar-benar diluar dugaan saya, bahwa artikel yang paling beken minggu ini adalah menyangkut dua orang tokoh nasional kita. Mereka adalah Presiden kita SBY dan wakilnya Budiono. Tentu ini disebabkan juga karena berita koran dan TV yg mengcover perjalanan SBY ke Inggris cozbeliau dihadiahi Knight Grand Cross in the Order of the Bath. So kalau kita terjemahkan secara letterlijk jadi Ksatria Besar Persimpangan dalam perintah di kamar mandi…

Dalam bincang politik diMetro-TV, pengamat Taufik Bahauddin dan Prof Tjipta Lesmana, mempertanyakan…Lho ada apa koq ujug-ujug SBY dapat gelas ksatriaitu. Belum pernah ada berita ini itu sebelumnya. Mereka bilang mohon rakyat diberi informasi, atas prestasi apa koq SBY dikasi gelar oleh ratu Inggris Elizabeth II.

Baru pada tgl 3Nov12 di harian Republika hal pertamakeluar judul berita -SBY dapat gelar, BP dapat ijin ekspansi gas Train 3 di Tangguh -. BP disini maksudnya adalah British Petroleum. Berita ini ada juga di koran Kompas hal 20 pada hari yg sama.

Then saya posting di satu milis ttg judul ini sambil nulis buntutnya:”Kalau nanti pada saatnya anda mimpin bangsa ini, jangan kaya gitu deh.” Threat ini kemudian menjadi topik yg hangat dalam milis, bahkan sampai hari ini (dari tgl 3 s/d 5 Nov). Sambil lalu dibawah saya posting juga artikel di page saya yg kemudian bikin Klik yg paling beken alias paling banya dilihat orang, yaitu:

https://koestoer.wordpress.com/others/si-oneng/sby-dan-budiono/

Ini buktinya bahwa posting atau artikel diatas paling banyak dilihat orang. Lihat jugablog saya hal depannya sebelah kanan. Ini buktinya dibawah ini.

Tulisan paling beken

Bagaimana komen anda ?

Hati-hati thd Narkoba

KETIKA SEKOLAH HARUS MEMILIH
Hari ini, aku pulang cepat. Ada pertemuan orangtua dengan manajemen sekolah sekaligus pembagian raport tengah semester setelah anak-anak selesai mengikuti ujian tengah semester.

Konon kabarnya … sekolah tidak pernah melakukan pertemuan dengan orangtua saat pengambilan raport tengah semester. Hal ini karena sebagian murid tinggal di asrama dan orangtua mereka ada yang tinggal di luar Jabodetabek. Bahkan ada yang tinggal di luar pulau Jawa. Tentu akan sangat merepotkan bila hanya untuk raport tengah semester saja mereka harus datang ke sekolah. Berat biayanya juga, terlebih bila mereka tidak memiliki rumah atau keluarga untuk ditumpangi.

Saya sendiri harus menyediakan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai sekolah dan sudah diperkirakan tiba kembali di rumah menjelang maghrib.

Begitulah … usai shalat dhuhur tanpa makan siang karena kebetulan sudah makan rujak nanas menjelang sahat, saya mulai berjalan menuju selatan Jakarta, menerobos kemacetan kota.

Tiba di sekolah sekitar jam 13.45, isi daftar hadir…. Alhamdulillah dapat nomor 2 untuk pengambilan raport. Mereka sudah mempersiapkan acar dengan sangat baik.
Seperti biasa … tidak ada acara yang bisa dilaksanakan dengan tepat waktu di Indonesia, apalagi di Jabodetabek. Kemacetan yang tidak bisa diduga memang jadi satu alasan klasik.

Sekitar jam 14.30, Humas Sekolah mempersilakan Direktur Pendidikan sekolah membuka acara dan menjelaskan mengapa mereka perlu berdialog dengan orangtua siswa. Memang ada kejadian luar biasa yang terjadi di sekolah. Seluruh orangtua sebetulnya sudah mengetahi selintas peristiwa luar biasa yang terjadi di sekolah baik melalui anak-anak maupun dari sms yang dikirimkan humas sekolah. Namun demikian , sekolah merasa perlu menjelaskan lebih detail untuk menghindari kesimpangsiuran berita.

Kejadiannya bermula pada hari Selasa menjelang pemilikada DKI pada bulan September yang lalu. Seperti biasa, setiap hari Selasa, siswa diperkenankan keluar asrama selama maksimum 1 jam, yaitu saat usai shalat ashar dan harus kembali menjelang shalat maghrib.

Tersebutlah beberapa siswa yang belakangan diketahui sering “mangkal” di suatu tempat di Depok, rupanya mendapat kabar ada obat baru yang murah meriah. Karena siswa asrama bukan penduduk asli, maka mereka mencari siswa yang tinggal di wilayah sekitar untuk menjadi penunjuk jalan menuju toko obat. Siswa penunjuk jalan yang kebetulan bukan penghuni asrama, hanya tahu bahwa temannya membutuhkan obat.

Pada peristiwa hari Selasa itu tidak memiliki dampak luar biasa. Mungkin obat yang dikonsumsi memang bukan penenang jenis keras.
***

Pemilukada DKI, membuat sekolah mengijinkan siswa asrama yang sudah memiliki hak pilih untuk pulang pada hari sebelumnya dan mereka harus kembali ke asrama pada sore hari setelah pemungutan suara usai.

Keesokan harinya … saat shalat Jum’at … ada beberapa kejadian “aneh” … Ada siswa yang mengulang-ulang khotbah dengan suara keras, ada yang linglung dan bahkan ada yang tertidur tanpa bisa dibangunkan.

Kejadian “aneh” tersebut terulang lagi saat mereka masuk kelas usai makan siang. Seorang siswa yang biasanya pendiam, hari itu begitu ceria … bahkan tanpa sungkan, dia mendekati guru perempuannya sambil berkata :
“Miss … anda hari ini cantik sekali…”

Salah satu siswa lainnya lalu maju meraih bahu si teman dan menenangkannya. Si guru yang terheran-heran dengan kejadian itu, lelau memperhatikan dengan seksama satu persatu siswa di kelasnya dan mendapati beberapa siswa berperilaku tidak semestinya. Dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah dan Direktur Pendidikan. Ke empat siswa lalu “ditarik” keluar kelas untuk dilakukan test urine. Kebetulan mereka masih memiliki sedkit aparat test, sisa pelaksanaan test urine siswa kelas X, usai hari raya Idul Fitri yang lalu.

Ternyata urine ke 4 siswa tersebut positif mengandung zat psikotropika. Dalam keadaan setengah teler, mereka dikorek keterangan lebih lanjut. Dari mulut mereka keluar 4 nama lagi yang kemudian juga diketahui positif menggunakan zat terlarang. Secara total ada 12 siswa yang terjaring, namun pada 4 orang terakhir, hasil testnya negatif.

Lihat lanjutannya di blog aslinya:

http://catatankecillina.blogspot.com/2012/10/ketika-sekolah-harus-memilih.html

Semoga bermanfaat terutama untuk orang tua atau keluarga yang mempunyai anak remaja di sekolah Menengah.

Knowing and Willing

………………………………………….
…KNOWING………………………
……is not enough………………
……….WE MUST APPLY…….

 

…WILLING………………………..
……is not enough……………..
………WE MUST DO………….

 

….A N D……………………………

……..DO IT NOW ! ………….

Prof Harinaldi Ulang Tahun

Usianya baru mencapai balak 4, masih relatif begitu muda tapi sudah menjadi Guru Besar… Nah itulah Prof Harinaldi, Ketua Departemen Teknik Mesin FTUI. Tepatnya tanggal 30 Oktober kemarin, namun dirayakan bersama beberapa dosen Teknik Mesin hari rabu 31 Okt di Restoran Korea Crystal Knowledge Perpustakaan UI.
Beberapa yang hadir diantaranya ada juga pak Dekan FTUI Prof Bambang Sugiarto. Rekan dosen kita yang tak pernah absen kalau ada acara makan-makan yaitu p Ganjar dan p Wahyu Nirbito (beliau setelah makan langsung terlihat mengantuk sekali, video ini menjadi bukti tak terbantahkan). Masih ada senior kita Prof Budiarso didampingi dosen -dosen lain.

Kelas Teknopreneur 2012 V2

Tampilan produk dari group dalam kelas reguler Teknopreneur. Beberapa produknya a.l. gulungan charger, generator angin, finfan pendingin laptop, pegangan di bus, jemur baju, botol susu hangat…dll

Awalnya saya bingun juga diawal semester koq saya harus mengajar tiga kelas teknopreneur sekaligus udah gitu ada yg bentrok lagi dua kelas. Setelah mat atur sana-sini akhirnya ada 1 kelas reguler saya gabng dengan 1 kelas paralel, Nah mulailah lancar kuliah Teknopreneur ini.
S/d midsemester disamping mendapat pencerahan tentang enterpreneur dan teknopreneur. Tugas kelompok adalah merencanakan mendisain dan membuat produk jadi. Hasil diskusi mereka kemudian ditampilkan di kelas pada kuliah kemarin 24 Okt 2012. Setelah finishing minggu ini diharapkan 2 minggu lagi bisa pameran di lobi.

Inilah tampilan kelas reguler

 

DAn berikut ini tampilan dari kelas paralel.