7 Rektor Bantah Terima Fee

7 Rektor Tercatat Terima Fee dari Perusahaan Nazar
SELASA, 04 OKTOBER 2011 | 07:50 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO/Seto Wardhana

Berita terkait
Hari Ini Komite Etik KPK Periksa Haryono Umar
Nazar Siap Bersaksi di Sidang Wafid
Pengacara Tetap Ingin Nazar-Chandra Dikonfrontasi
Nazaruddin Akan Didampingi 5 Pengacara
O.C. Kaligis Berkolaborasi dengan Elza Syarief Tangani Kasus Nazaruddin

TEMPO Interaktif, Jakarta – Tujuh rektor perguruan tinggi membantah telah menerima fee atas proyek yang dimenangkan PT Anugrah Nusantara. Bantahan itu dikeluarkan guna merespon informasi yang menyatakan nama mereka tercatat dalam laporan keuangan perusahaan yang sahamnya dimiliki Anas Urbaningrum, kini Ketua Umum Partai Demokrat, dan mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersebut.

Berdasarkan data yang dilangsir situs Gresnews.com, aliran duit kepada para rektor itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun sejak 2007. Dalam laporan keuangan PT Anugrah, para rektor tercatat menerima duit dengan jumlah bervariasi dan untuk kepentingan yang beragam. Umumnya mereka tercatat menerima dana sebagai biaya entertaint.

Prof. Dr. Ir. Sudjarwo, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang namanya muncul dalam catatan itu mengakui pernah mengajukan proyek ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Namun ia membantah menerima duit dari PT Anugrah sebesar Rp 10 juta pada 3 Desember 2008. “Saya sama sekali tidak menerima sepeserpun uang dari perusahaan pemenang proyek,” kata dia di ruang kerja Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Senin 3 Oktober 2011.

Catatan transaksi lain adalah untuk rektor Universitas Mataram, saat itu Prof Mansur Ma’sum, sebesar Rp 25 juta yang terjadi pada 16 Desember 2008. Lalu Rektor Universitas Riau, kala itu Prof Dr Ashaluddin Jalil, pada 23 Januari 2008 senilai Rp 23 juta. Nama Prof. DR. Yogi Sugito, Rektor Universitas Brawijaya, Malang, tercatat pada transaksi 5 November 2008 sebesar Rp 410 ribu.

Aliran lainnya ditujukan kepada Rektor Universitas Sriwijaya, Palembang pada 28 September 2007, kala itu dijabat Prof Dr Ir Zainal Ridho Djaffar, berbentuk dolar setara Rp 45,9 juta. Rektor Universitas Udayana, Bali pada 30 Januari 2007, kala itu Prof I Made Bakta, sebesar Rp 20 juta.

Rektor Universitas Airlangga, Surabaya, pada 27 Agustus 2007, yang saat itu Prof Dr Fascihul Lisan, pun dicatat menerima Rp100 juta. Pejabat pembuat komitmen Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Jakarta juga disebut menerima aliran dana Rp 30 juta.

Seperti halnya Sudjarwo, para rektor dan pejabat universitas yang ditemui Tempo membantah telah menerima aliran dana dari PT Anugrah.”Tak benar rumor yang mengatakan ada fee dari perusahaan tersebut,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Rektorat Unair, Dr Mangestuti Agil Apt.

Berdasarkan surat perjanjian jual beli saham PT Anugrah Nusantara tertanggal 1 Maret 2007, tertulis Nazaruddin sebagai pihak pertama yang menjual 30 persen sahamnya kepada Anas. Dalam perjanjian kontrak yang disahkan notaris di Pekanbaru pada 5 Juli 2007 itu tertera tanda tangan dengan nama Anas. Belakangan Anas mengaku sudah keluar dari perusahaan itu.

L SUPRIYANTHO KHAFID | DINI MAWUNTYAS | BIBIN BINTARIADI | ARIS ANDRIANTO | SOETANA MONANG HASIBUAN | ARIHTA U SURBAKTI

SUROBOYO Airlines

Flight attendants announcement before the flight. (Kiriman email Yulianti Dewi).-

Pramugari SUROBOYO AIRLINES: “Isuk poro penumpang…
Engkok lek mripatmu pedhes, opo kupingmu kroso kophok’en, ndang untal’en permen’e yo..
Engkok ben blai slamet, tulung delok’en iki, yak opo carane masang sabuk.Yok opo ngancinge ben gak coplok, ben kenceng, yok opo carane nyoplok..klambi plampung ono ndhek ngisor kursimu, ojok mbok nggo sik, enten’ono Pakdhe Kapiten ngekek’i woro2..Iko ojok mbok pindah2, opo maneh mbok gowo muleh, nggo mbok pajang dhek ruang tamu, timbang tak pancal ndhiasmu ngarep mburi kiwo tengen.. Ngerti ndhak ?!Iko nggo klambi plampung’e, lebokno lewat tholok, kancing’en sabuk’e nok ngarep. Ojok kekencengen, engkok bingung gak isok ambegan….
Iko isok mbok sebul, sing penting ababmu gak mambu batang tekos…
Ben isok ngambang ndhek mbanyu, tarik’en penthil2an werno abang mbranang jambu bol iko. Eling, tariken dhek njobo psawat, engkok gak isok metu nek ndhok njero…Mlembung gede jehhh, lawange gak sedeng, mesti nyantol’e…
Nek meh metu tekan pesawat, antri yo, baris koyok sowang2an, holopis kuntul baris, diikk…
Nek ambegan’e wis mulai angel iko masker oksigen ceblok dewe tekok nduwur’e ndhiasmu, kop werno kuning2 iko nggon’en. Wong sitok, sitok ae.. Ojok rebutan pekk, ngisin2i rek…
Kertu petunjuk darurat ono ndhek sak kursi ngarepmu, woco’en yo. Ojok diapalno ngkok mbledosh mbun2anmu…
Wis ngono sek Ɣoo pakdhe, mbokdhe, paklek, bulek, cak, ning, tole, wuk. Ojok prengesan, ojok pecicilan, opo maneh sampe mentelengi pupu mulusku, timbang tak suaduk gingsulmu… modhiar ko-en. O îiyo…Nek arep moco2 pencet’en petekan nek nduwurmu iko. Iko nggo nguripno lampu.

Monorail Indonesia Kusnan

Siang tadi kami di Depok kedatangan biangnya monorail Indonesia, beliaulah orang Indonesia yang bisa bikin monorail dengan komponen disain dan manufaktur total 100% Dalam Negeri, dengan company nya yang bernama MBW (PT Melu Bangun Wiweka).

Tiga orang insinyur mesin sejati ini telah datang memperkenalkan proyek monorail mereka yang akan dibangun untuk kota Makasar (lho… koq bukan DKI Jakarta ?) dan berikutnya akan menyusul di Surabaya. Siapa saja mereka itu, mari saya perkenalkan:

1. Ir Kusnan Nuryadi IPU ACPE

2. Ir Arie Anggodo Kakiailatu

3. Ir Teguh Nugraha Kusnan MSc

Jadi ternyata di workshopnya  mereka sudah bikin prototipe baik struktur bawah maupun gerbong dan bogie-nya monorail ini dengan rancangan sendiri dan fabrikasi sendiri. Berbagai jenis monorail didunia telah didatangi dan dipelajari, sampai dengan Asia, Eropa Amerika Latin. Semua tak luput dari perhatian mereka dalam memperkuat disain dan fabrikasi monorail ini. Di Jakarta kerugian akibat macetnya lalulintas menurut studi SITRAMP th 2005 adalah 12,8 trilyun per tahun (apalagi sekarang pasti sudah 2x lipatnya daripada itu). Jadi teoritis karena membangun monorail ini biayanya hanya 5 trilyun maka dalam satu tahun saja sebenarnya sudah bisa balik modal. Namun demikian gubernur bang Foke, berdasarkan berita koran beberapa hari yang lalu, kelihatannya berbeda pendapat. Sehingga monorail di Jakarta ini yang sudah diawali tracknya di beberapa tempat malah akan dihentikan.

Monorail ini adalah sistem transportasi yang berbasis rel tunggal yang juga digunakan sebagai pendukung (support)dan jalur pengarah (guideway). Relnya berupa batang beton (beam) ataupun rel besi, sedangkan kendaraannya ada yang mencengkeram atau straddle dan ada yang menggantung atau suspended. Monorail cocok untuk transportasi di kota-kota di Indonesia karena tidak erlu pembebasan lahan. Coz dia dibangun diatas jalan publik jadi tak perlu lagi pembebasan lahan. Kemudian diatas tanah bandingkan biayanya kalau harus bikin terowongan bawah tanah.

Rancangan yang dikerjakan meliputi Bogie, gerbong, Track beam, Track switch, Typical situation, signaling, power supply dan Depo. Pengujian dan evaluasinya mencakup pembuatan lintasan 48 m di workshop, lintasan test sepanjang 1400 m juga studi tentang spesifikasi standar dan sertifikasi.

Bila ada yang berminat untuk mendapatkan materi presetasinya dlm pdf, silakan download di alamat:

http://www.4shared.com/document/tF2TFtWR/Presentation_monorel_UMUM-KN_d.html?

Bila ada kesulitan dalam downloading, harap lapor via email. Salam.-

200 Pekerja UI Protes Rektor

Rabu, 28/09/2011 11:52 WIB

200 Pekerja UI Geruduk Kemendiknas, Protes Rektor UI foto

M Rizki Maulana – detikNews
Share10


Jakarta – Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri sungguh dikepung unjuk rasa hari ini. Para mahasiswanya berdemo di Rektorat Kampus UI Depok. Sementara, sekitar 200 pegawai UI berunjuk rasa ke kantor Kemendiknas.

Sekitar 200 pegawai UI dari Paguyuban Pekerja UI datang dengan 3 bus besar ke kantor Kemendiknas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (28/9/2011), pukul 10.30 WIB. Mereka memakai baju batik dan pin bertuliskan ‘Pekerja UI Menggugat’.

Begitu massa yang terdiri dari para dosen dan karyawan UI ini datang, satpam langsung menutup gerbang Kemendiknas. Massa lantas berorasi di trotoar dan dipimpin orator dari mobil sound system.

“Alihkan status menjadi PNS seluruhnya. Jadikan UI kampus yang mendidik anak-anaknya menjadi penerus bangsa,” pekik orator.

Para pekerja UI menuntut kejelasan status kepegawaian mereka yang digantung bertahun-tahun oleh Rektorat. Mereka bukan PNS, tapi juga bukan pegawai BHMN. Akibatnya, standar kesejahteraan pun terabaikan.

“Pekerja UI menggugat!” demikian massa meneriakkan yel-yel.

Seorang dosen muda yang enggan disebutkan namanya menceritakan nasib para koleganya. Status kepegawaian yang tidak menjelas membuat para dosen tak ubahnya guru bimbel belaka.

“Dosen yang nggak jelas statusnya ini jadi kayak guru bimbel. Dibayar sesuai SKS, padahal nggak semua dosen bisa dapat SKS banyak,” ujarnya.

Pukul 11.15 WIB, 10 perwakilan pekerja UI dari berbagai fakultas, masuk untuk menemui Dirjen Dikti Djoko Santoso. Pekerja UI ini dipimpin Ketua Presidium Paguyuban Pekerja UI Andri Wibisana. Sementara massa yang lain melanjutkan aksi di depan Kemendiknas.

Aksi para pekerja UI ini membuat lalu lintas di Jl Jenderal Sudirman dari Bundaran Senayan arah ke Semanggi tersendat. Bus yang membawa massa diparkir di jalur lambat, dan para pengguna jalan pun banyak yang melambatkan kendaraan untuk melihat aksi.

Hingga pukul 11.30 WIB, aksi masih terus berlangsung. Sebelumnya, sekitar 500 mahasiswa UI juga menggelar demo pararel di depan Rektorat Kampus UI Depok.

Tuntutan para mahasiswa ini berbeda, yaitu meminta transparansi uang kuliah dan proses masuk UI yang adil. Namun, mahasiswa dan para pekerja UI sama-sama menuntut pertanggungjawaban Rektor Gumilar.

(fay/vit)

Pembobolan Dana Miliaran

BI Pelajari Pembobolan Dana Miliaran Rupiah di Mandiri & Syariah Bukopin
Idris Rusadi Putra – Okezone

Senin, 4 April 2011 16:19 wib

 0  2 Email0
Ilustrasi

Ilustrasi
JAKARTA – Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah mengatakan akan mempelajari kasus penggelapan dana miliaran rupiah yang terjadi di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Bukopin.

“Untuk yang ini akan dipelajari dulu permasalahannya, berkas-berkasnya,” jelas Difi di Jakarta, Senin (4/4/2011).

Dia mengatakan akan berpegang dengan Undang-Undang Perbankan dalam menangani masalah ini. Difi juga mengatakan jika pengawas bank akan meminta penjelasan dari dua bank tersebut.

“Nah nanti pengawas bank akan minta penjelasan dari bank tersebut, kita akan tindak lanjuti nanti sesuai dengan undang undang perbankan dan BI. Kalo ada pidana nanti penegak hukum yang menindak lanjutinya,” tukas Difi.

Sebelumnya, Anang Syaifudin yang merupakan Direktur Utama PT Medixie Sekawan Utama mengaku dibobol dananya di PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Bukopin. Anang pun mengadu ke Bank Indonesia (BI) pada hari ini.

“Ada kasus kejahatan perbankan diduga ada oknum pegawai KCP (kantor cabang pembantu) Bank Mandiri Rawa Lumbu Bekasi dan Bank Bukopin Syariah yang ikut bermain, bekerjasama dengan manajer keuangan PT Medixie Sekawan Utama, Yekti Sartono,” ujar Anang saat ditemui di Gedung Bank Indonesia.

Untuk kronologis kasusnya dia menceritakan, pada 5 Mei 2010, manajer keuangan PT Medixie Sekawan, Yekti Hartono melakukan pencairan cek ilegal di Bank Mandiri senilai Rp 720 juta.

Dia menjelaskan pengbamilan cek ini menyalahi prosedur perbankan karena otoritas cek adalah adalah dua orang, yaitu Anang Syifudin dan Muhammad Fauzan, serta stempel perusahaan, sedangkan cek tersebut hanya ditandatangani satu orang dan itu diduga dipalsukan. “Stempelnya pun palsu dan berbeda dengan specimen yang ada di bank” tambahnya.

Kemudian kasus yang kedua yang di adukan anang adalah tentang kasus pengambilan dana di Bank Syariah Bukopin cabang Melawai Jakarta Selatan. Yekti mencairkan rekening tabungan bisnis perusahaan senilai Rp7 miliar.

“Ini diduga juga melibatkan oknum pegawai Bank Syariah Bukopin karena penarikan dilakukan dalam waktu yang singkat dari 7 Januari sampai 22 Maret 2010 jumlahnya mencapai Rp7 miliar” tambahnya

Dan juga kemudian ada kasus ketiga adalah pencairan rekening perusahaannya sebesar Rp 13,5 miliar oleh Yekti di Bank Mandiri KCP Rawa Lumbu pada 7 Januari sampai 26 April 2010. “Semua kasus ini sudah saya laporkan juga ke Polda. Saat ini tidak ada itikad baik dari pimpinan Bank Mandiri dan Bank Syariah Bukopin,” pungkasnya. (wdi)

Dominasi Nasional Tambang Newmont?

Dominasi Nasional Tambang Newmont?

Marwan Batubara, Indonesian Resources Studies, IRESS

Status kepemilikan 2,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh PT Indonesia Masbaga Investama (IMI) masih menyimpan misteri yang harus diklarifikasi. Kisruh saham IMI ini muncul setelah perdebatan pemerintah dengan DPR terkait pembelian 7% saham NNT oleh Menteri Keuangnan dapat dianggap selesai. Menurut Presdir NNT Martiono, tidak ada yang salah dalam pembelian saham itu oleh IMI (Investor Daily/ID, 24/8/2011). Kita harus menolak tegas pernyataan Martiono. Karenanya, kasus saham IMI ini perlu diusut dan diselesaikan secara bermartabat.

Berdasrkan kontrak karya (KK) tahun 1986, 80% saham NNT dikuasai asing, Newmont dan Sumitomo (Newmont Venture Limited, NVL) dan 20% sisanya dikuasai swasta nasional, Pukuafu Indah (PI). Sesuai KK, NVL diwajibkan mendivestasikan 31% sahamnya masing-masing 3%, 7%, 7%, 7% dan 7% pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010. Dari 31% saham yang didivestasi, sebanyak 24% saham NNT telah dimiliki oleh konsorsium Multi Daerah Bersaing (MDB), dan 7% sisanya dibeli oleh pemerintah pusat/NKRI melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). MDB adalah konorsium milik Multcapital (75%) dan Daerah Maju Bersaing, DMB (25%). Sedang DMB sendiri adalah BUMD yang didirikan Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat). Dengan tuntasnya proses divestasi, komposisi pemegang saham NNT menjadi 49% NVL, 24% MDB, 20% PI dan 7% NKRI.

-0-

Misteri saham IMI ini dapat pula dilihat pada sikap PI yang mensomasi NVL (NIL dan NTMC) dalam pelaksanaan divestasi 24% dan 7% saham NNT. PI menggugat karena NVL tidak memberikan kesempatan kepada PI untuk mengajukan penawaran. Padahal PI menyatakan siap untuk membeli seluruh (31%) saham NNT. Jika pada prinsipnya, PI ingin menambah jumlah saham, maka logiskah jika pada saat yang bersamaan PI menjual 2,2% sahamnya kepada IMI? Seperti dijelaskan di atas, PI pernah membantah menjual saham kepada IMI dan menyatakan telah terjadi pemalsuan dokumen.

Kita tidak tahu apakah NVL, PI dan IMI melakukan kebohongan, sekedar bersandiwara atau bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan masing-masing. Namun satu hal yang kami yakini, bahwa NVL atau Newmont telah berperan sangat dominan sehingga dapat mempengaruhi atau mengendalikan PI dan IMI. Oleh sebab itu, kita wajar meragukan independensi keduanya. Kita pun khawatir bahwa IMI hanya berfungsi sebagai boneka asing.

 

Ketegasan Pemerintah?

Misteri 2,2% saham IMI harus segera dituntaskan karena sangat menentukan peran nasional untuk dapat mengendalikan tambang NNT. Kementerian ESDM dan Kepala BKPK telah menyatakan akan meneliti dan memeriksa kembali perpindahan 2,2% saham tersebut. Kalangan DPR juga menengarai adanya upaya pecah belah oleh asing dan meminta due diligent dilakukan. Namun hingga kini belum tampak ada hasilnya. Di sisi lain, NVL kukuh dengan sikapnya seperti diutarakan oleh Martiono di atas. Asing pasti akan terus berupaya mengamankan kepentingan, meskipun harus melakukan kebohongan atau pemaksaan sikap.

Oleh sebab itu pemerintah RI harus bersikap tegas. NVL telah melanggar kontrak. Rhode Blake dari NVL mengatakan, bila KK atau ketentuan hukum lainnya di Indonesia melarang penyandang dana memegang hak suara (voting right), maka NVL siap memperbaikinya. Apakah kita percaya begitu saja bahwa NVL tidak paham isi KK? Terbukti bahwa KK telah dilanggar dan kita dilecehkan. Tapi mengapa belum ada tindakan konkrit dari pemerintah? Pemerintah takut pada (perusahaan) Amerika?

Akhirnya, demi hukum dan martabat bangsa, pemerintah harus menterminasi kontrak NVL. Minimal pemerintah membatalkan transaksi 2,2% saham milik IMI. Selanjutnya demi kepentingan strategis negara, pemerintah dihimbau konsisten dengan sikapnya saat membeli 7% saham NNT, yakni untuk meningkatkan pendapatan negara dan menjadikan NNT sebagai laboratorium pajak. Yang juga sangat penting segera membentuk konsorsium nasional, gabungan saham 7% NKRI, 20% PI dan 24% MDB, agar dapat mengendalikan NNT.[]

Ada Apa dengan UI ?

ADA APA DENGAN UNIVERSITAS INDONESIA? #saveUI

dengan 16 komentar

Tadi pagi sampai siang (12 September 2011) saya mengikuti acara press release mengenai gerakan moral pembenahan tata kelola kampus Universitas Indonesia (UI) berlokasi di aula Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia (Fasilkom-UI). Saya mendapatkan informasi mengenai acara ini melalui pengurus pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) yang menyebarkan sms undangan terbuka sehari sebelumnya, untuk hadir pada acara tersebut. Informasi yang saya peroleh, beberapa Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas di UI juga berencana hadir, maka saya merasa saya perlu hadir juga, karena status saya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer UI (Iluni Fasilkom-UI).

Saya mengikuti acara tersebut dari awal sampai akhir, dimulai jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Para peserta yang hadir di dalam aula Fasilkom-UI sangat beragam, mulai dari beberapa Dekan Fakultas di lingkungan UI, para dosen dan guru besar, para mahasiswa, beberapa pengurus ikatan alumni, serta tentu saja para wartawan dari berbagai media (namanya juga press release). Acara dipandu oleh 3 (tiga) orang, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, kemudian juga Effendi Gozali dan Ade Armando, keduanya adalah dosen pada FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UI.

Berikut adalah ringkasan yang saya buat mengenai apa-apa yang dibahas atau disampaikan pada acara tersebut :

1. Sesungguhnya isu mengenai pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Saudi Arabia bukanlah isu utama yang saat ini menjadi fokus perhatian civitas akademia UI. Pemberian gelar tersebut hanyalah salah satu puncak gunung es tentang apa yang terjadi di Kampus UI saat ini, yaitu buruknya tata kelola (governance) organisasi kampus UI. Civitas akademia UI menyadari bahwa gelar yang sudah diberikan tersebut tidak bisa dicabut kembali, dan untuk itu, civita akademia UI tidak akan mempersoalkan lagi dan menganggap hal tersebut sudah tidak masalah lagi. Walaupun demikian, ini akan menjadi pelajaran yang berharga untuk kampus UI, terutama dalam pemberian gelar Doktor Honoris Causa ke depan.

2. Acara yang dilangsungkan tadi siang itu sebenarnya adalah acara yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang kebetulan mengambil tempat di kampus Fasilkom-UI, dan panitia pelaksana adalah BEM Fasilkom-UI. Jadi ini adalah acara kemahasiswaan, di mana di dalam kehidupan kampus, mahasiswa punya hak untuk mengadakan acara tersendiri dan tidak harus sejalan dengan pimpinan fakultas atau pimpinan universitas, selama dilakukan dengan baik dan tidak destruktif. Ini berarti, BEM-UI memberi panggung kepada pihak yang melakukan gerakan moral untuk pembenahan tata kelola organisasi UI untuk menyampaikan fakta-fakta guna keperluan press-release.

3. Gerakan moral ini secara tegas tidak memiliki keinginan untuk melakukan kudeta atau penggulingan (impeachment) terhadap Rektor UI saat ini, yaitu Prof. Gumilar Rusliwa Somantri. Gerakan ini menginginkan adanya suatu perbaikan yang lebih fundamental dan holistik, yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI yang saat ini dalam masa peralihan dari status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi perguruan tinggi umum yang dikelola oleh pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Nasional RI. Para civitas akademia UI merasa ini persoalan mendasar yang dihadapi oleh UI saat ini, dan berbagai persoalan yang muncul di permukaan seperti pemberian gelar Doktor Honoris Causa, masalah SPP mahasiswa, masalah dana penelitian, dan sebagainya, hanyalah hal-hal yang sifatnya akibat dari persoalan fundamental ini. Dengan demikian, pembenahan tata kelola organisasi UI adalah agenda yang sangat mendesak.

4. Gerakan moral ini sudah berjalan sejak beberapa waktu yang lalu, dan sudah dilaksanakan berbagai pertemuan sebelumnya. Gerakan moral ini didukung oleh beberapa guru besar di lingkungan UI (seperti Prof. Emil Salim), dan sebagai moral-support, 3 (tiga) orang dekan memberikan dukungannya, yaitu Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UI, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UI, serta Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI. Informasi yang saya peroleh dari beberapa pengurus BEM-UI mengatakan bahwa dekan-dekan fakultas yang lain di lingkungan UI masih belum menentukan sikap.

5. Akibat dari gerakan moral ini, beberapa pihak sudah mengalami intimidasi, entah oleh siapa, bahkan termasuk para dosen-dosen senior di UI yang pro terhadap gerakan ini, serta tentu saja para mahasiswa. Pernah sampai sebuah surat kaleng pada Forum Komunikasi Wartawan Depok yang berisikan transkrip rekaman percakapan melalui sms antar para tokoh gerakan tersebut. Hal itu hanya dimungkinkan melalui penyadapan pada telepon selular yang dipergunakan. Surat kaleng itu juga menyebutkan bahwa muncul gerakan di kalangan kampus UI yang ingin melakukan kudeta atau menggulingkan Rektor UI saat ini. Surat kaleng itu secara jelas menyebutkan siapa-siapa aktor utama gerakan tersebut, lengkap dengan transkrip percakapan sms antar mereka (tentu saja melalui penyadapan) yang menurut mereka juga sudah di-edit. Informasi ini juga saya peroleh dari beberapa dosen senior di UI yang pro terhadap gerakan moral ini.

6. Pada pertemuan tadi siang, gerakan tersebut kembali mempertegas bahwa tujuan mereka adalah untuk mempercepat terjadinya pembenahan tata kelola organisasi UI, bukan untuk mengkudeta atau menggulingkan Rektor saat ini. Tetapi jika memang seandainya ditemukan kesalahan pada Rektor, maka tentu saja Rektor tidak boleh lari dari tanggung jawab.

7. Pada pertemuan tadi siang, dipaparkan beberapa contoh kecil buruknya tata kelola organisasi di kampus UI, antara lain tata kelola keuangan. Ternyata biaya makan binatang peliharaan di rumah dinas Rektor UI diambil dari pos dana masyarakat (antara lain dari SPP mahasiswa). Jumlahnya sekitar Rp. 1,5 juta – Rp. 1,8 juta per bulan, dan angka ini di atas gaji seorang office boy per bulan di kampus UI yang masih di bawah UMR (upah minimum regional) di Depok. Dalam suatu kesempatan Rektor mengatakan bahwa biaya makan binatang peliharaan tersebut diambil dari gajinya, tetapi ternyata bukti-bukti pengeluaran uang menunjukkan lain, di mana gaji Rektor keluar dari pos SDM, sedangkan anggaran untuk makanan binatang peliharaan keluar dari pos “umum”. Hebatnya, pembelian makanan ikan dan makanan anjing peliharaan di rumah dinas Rektor tersebut untuk periode Oktober 2010 s/d Januari 2011 dimasukkan ke dalam kolom uraian “pengadaan konsumsi rapat di PAUI”. Pada pertemuan tersebut dibagikan fotokopi bukti-bukti pengeluaran uang yang menunjukkan fakta ini. Semua bukti-bukti ini diperoleh oleh dari whistle blower yang dilindungi oleh gerakan ini.

8. Untuk keperluan pencitraan, Rektor UI membayar “biaya penulisan wawancara utama 8 halaman serta foto yang tampik pada sampul majalah” pada Majalah Eksekutif edisi 370/September 2010 sebesar Rp. 44 juta. Tentu bisa dicari-cari alasan demi kepentingan Humas UI, tetapi siapa yang mengawasi atau mengaudit bahwa hal tersebut memang perlu dan signifikan untuk UI dan bukanlah untuk pencitraan pribadi.

9. Peralihan UI dari BHMN menjadi PTP (Perguruan Tinggi Pemerintah) juga membawa persoalan. Keberadaan organ-organ di masa BHMN pun mulai dipersoalkan, sehingga terdapat hubungan yang tidak harmonis antara Rektor UI dengan Majelis Wali Amanat (MWA). Informasi yang disampaikan adalah Rektor UI sudah membekukan MWA dan membentuk Senat Universitas (SU) sebagai organ baru dalam status sebagai PTP. Hal ini menjadi bahan perdebatan di kalangan guru besar Fakultas Hukum (FH) UI dan terdapat pro dan kontra. BEM-UI mendukung dipertahankannya keberadaan dan fungsi organ-organ penyelenggara UI berdasarkan PP 152 tahun 2000 selama proses transisi menuju terbentuknya yang baru berdasarkan RUU Perguruan Tinggi berjalan. Hilangnya keberadaan MWA serta Dewan Guru besar (DGB) serta menguatnya otoritas Rektor apabila struktur kelembagaan berbasis konsep PTP berdasarkan PP 66 tahun 2010 yang diterapkan berpotensi untuk memperlemah instrumen check and balances antar pemangku kepentingan dalam proses transisi yang sedang dilakukan kampus UI.

10. Pada pertemuan tadi siang, juga dilakukan gerakan sinis yaitu mengumpulkan sumbangan untuk makanan binatang peliharaan di rumah dinas Rektor agar biayanya tidak lagi diambil dari dana masyarakat (termasuk SPP dari mahasiswa).

Berikut ini adalah pendapat saya pribadi (bukan dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Ui ataupun anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Universitas Indonesia) berkaitan dengan acara tadi siang :

1. Dalam teori ilmi sosial, setiap gerakan maupun lawan dari gerakan tersebut, pasti mengusung agenda atau kepentingan tertentu. Rektor UI dan kelompok pendukungnya pasti punya kepentingan, dan tentu saja gerakan moral seperti ini juga punya kepentingan. Banyak pihak punya kepentingan. Tentu saja kita harus cermat dan jernih dalam menganalisis kepentingan-kepentingan tersebut. Saya memahami jika ada pihak yang sinis dengan sosok Effendi Gozali atau Ade Armando dalam gerakan ini (walaupun masih dipertanyakan juga), tetapi setidaknya moral-support yang ditunjukkan oleh 3 (tiga) dekan, yaitu FKUI, FEUI, dan Fasilkom-UI memberikan semacam “jaminan” mengenai kemurnian gerakan ini. Tetapi walaupun demikian, kawan-kawan mahasiswa terutama pengurus BEM-UI tetap harus kritis, dan tetap berada di koridor perjuangan yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI, dan hati-hati jangan sampai ditunggangi oleh pihak manapun.

2. Pihak luar sebaiknya menahan diri untuk tidak mencampuri dulu apa yang terjadi di kampus UI ini, termasuk organisasi Ikatan Alumni UI, karena memang organisasi ini berada di luar struktur UI. Sejatinya Iluni UI memberikan dukungan terhadap upaya-upaya pembenahan yang dilakukan di dalam UI, atau dengan kata lain keberpihakan Ikatan Alumni Ui haruslah kepada perbaikan, bukan kepada sosok atau personil tertentu. Kampus UI juga sedang mengalami proses pembelajaran yang sangat berharga.

3. Apapun, setiap fakta atau pun pernyataan yang disampaikan oleh pihak manapun, tetap harus disikapi dengan kritis. Kebenaran akan tetap sebuah kebenaran, dari manapun datangnya. Jangan sampai kita termakan isu atau rumor yang tidak jelas dari mana asal-usulnya.

4. Saya yakin, apa yang terjadi di UI saat ini, kemungkinan besar juga terjadi di berbagai kampus lain, tetapi mungkin belum terungkap ke permukaan. Mudah-mudahan apa yang terjadi di UI ini bisa menjadi pembelajaran untuk berbagai kampus di Indonesia ini.

Salam
Riri Satria

Be the first to like this post.

Ditulis oleh RIRI SATRIA (ketua Iluni Fasilkom).-

September 12, 2011 pada 9:29 pm

16 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Terima kasih Mas Riri atas tulisannya. It makes me clear to know what is actually happened with Universitas Indonesia :-) Bookmarked!

    AMYunusSeptember 14, 2011 pada3:08 pm

9 Penerima Gelar DR HC UI

DEPOK, KOMPAS.com – Sejak tahun 2009 sampai 2011 ini, Universitas Indonesia (UI) telah memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada sembilan orang.

Mereka antara lain dari dalam negeri dan luar negeri, dari sastrawan sampai kepala negara. Penentuan gelar doktor ini ditentukan oleh Komite Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa.

Sebagian besar gelar ini diberikan di Kampus UI, namun beberapa di antaranya, termasuk Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud diberikan di negaranya.

Inilah penerima gelar doktor honoris causa (HC) UI itu:
(1) Taufik Ismail bidang Ilmu Sastra diberikan 31 Januari 2009
(2) Taufik Abdullah bidang Ilmu Sejarah diberikan 31 Januari 2009
(3) Isidro F Aguillo Cano bidang Sistem Informasi diberikan 16 April 2009
(4) Prof Dr Daisaku Ideka bidang Ilmu Filsafat dan Perdamaian 10 Oktober 2009
(5) Prof Dr Ing BJ Habibie bidang Filsafat Teknologi 6 April 2011
(6) Abdullah Gul bidang Ilmu Politik 6 April 2011
(7) Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Haji Hassanal Bokiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam bidang Filsafat Kemanusiaan dan Peradaban 21 April 2011
(8) Prof APM Heintz MD Phd bidang Humanistic Medicine 26 Juli 2011
(9) Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud bidang Perdamaian Internasional dan Kemanusiaan 21 Agustus 2011

Senin (5/9/2011), Devie Rahmawati, Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI mengatakan pemberian gelar doktor honoris causa ini dilakukan dengan syarat yang sama oleh komite yang sama.

Namun polemik muncul ketika Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantro memberikan gelar doktor untuk Raja Abdullah bin Abdul-Aziz Al Saud.

 

 

 

 

Halal bihalal Dep Tek Mesin FTUI 11Sep11

Departemen Teknik Mesin FTUI menyelenggarakan Halal bihalal tgl 11 Sep 2011 di kediaman bapak tris Budiono jalan Amurang 39 Cinere. Hadir sesepuh DTM FTUI bapak Prof Nakolea Soenarta dan bpk Suhari Sargo.

Nasehat sesepuh didunia akademik kita harus jujur tak boleh bohong tapi boleh salah, sedangkan didunia politik orang boleh bohong tapi tidak boleh salah. Contohnya Agus Condro, sebagai whistle blower malah dihukum penjara. Maling di Saudi dipotong tangannya, Di cina koruptor dipotong kepalanya, tapi koruptor di Indonesia malah dipotong masa tahanannya.

Lihat video…

Rektor UI dan Presiden RI

Oleh EFFENDI GAZALI

Isinya menyebut tidak kurang 33 nama dari tujuh fakultas sebagai produser, sutradara, aktor utama, dan aktor tambahan skenario penggulingan.Hampir semua elemen sivitas akademika ada di situ: anggota Majelis Wali Amanah(MWA), gurubesar,dekan, senat akademik,dan ikatan alumni (iluni).

Jika dokumen itu benar, mengapa ada begitu banyak orang mau berbuat seperti itu? Apakah nama-nama sekaliber Emil Salim, Martani Huseini, Pratiwi Sudarmono, Harkristuti Harkrisnowo, Rhenald Kasali, Hikmahanto Juwana, Firmanzah, T Basarudin, Ratna Sitompul, Donny Gahral Adian, dan Ade Armando ”mempersoalkan” rektor tanpa alasan logis? Hanya semata iri, iseng, atau bahkan semua ingin menggulingkan dan berhasrat menjadi rektor seperti isi dokumen tersebut? Dengan gaya sensasi ”bom buku”, tiba-tiba sebuah dokumen diantar ke Kelompok Kerja Wartawan Depok.

Judulnya ”Dokumen Rahasia, Rekaman Percakapan dari Skenario Besar Penggulingan Rektor Universitas Indonesia”. Masuk ke masalah isi, ternyata utamanya adalah ”sadapan” pesan singkat (SMS) dari telepon beberapa nama di atas. Selain melanggar hukum,  sebagian isinya dipelintir dan diletakkan dalam konteks yang keliru. Selain sadap-menyadap bergaya intelijen ini, sesungguhnya masih ada aneka telepon dan SMS intimidatif  pada beberapa nama. Forum resmi Dokumen itupun tidak memuat apa yang terjadi dalam forum resmi. Sebagai contoh,dialog langsung Iluni  FISIP UI dengan Rektor UI atau forum terbuka antar-elemen sivitas akademika tanggal 5 September. Konteks pertanyaan kritisdan orasi dihilangkan sama sekali. Yang ada hanya kebenaran tunggal si penulis dokumen rahasia. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa intelijen dan gaya intimidasi masuk keurusan kepemimpinan sebuah universitas.

Jawabannya barangkali soal doktor honoris causa dari Rektor UI untuk Raja ArabSaudi. Jelas, sebagian besar warga U Iterluka dengan pemberian yang umumnya mereka ketahui dari media itu. Kalau tidak ada ”bocoran” berita dari arabnews.com, bisa jadi tak ada media di Indonesia dan warga UI yang tahu. Lepas dari perasaan tersebut, hampir semua nama yang dituduh justru sadar bahwa gelar itu relatif sulit dicabut. Ini terutama karena kesalahan utama nya bukan pada penerima, melainkan pada pemberi dan proses tata kelola yang bermasalah. Dokumen juga tidak menyebut peran mediator Dipo Alam. Padahal, justru nama Sekretaris Kabinet ini yang menimbulkan tandatanya soal kemungkinan intervensi pemerintah! Seharusnya sikap pemerintah jelas dalam kasus doktor honoris causa ini. Ketika Ruyati, tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, dieksekusi, Presiden SBY membuat konferensi per s(23/6) dan menyatakan telah menulis surat keprihatinan kepada Raja Arab Saudi.Isinya ”protes keras Kepala Negara RIatas eksekusi almarhumah Saudari Ruyati yang menabrak kelaziman norma dan tata krama internasional dengan tidak memberitahu pihak Indonesia”.

Lalu bagaimana mungkin, jika Presiden marah, Rektor UI dan utusan khusus presiden untuk Timur Tengah malah memberi Raja Arab Saudi gelar ke h o r m a t a n ? Apakah Presiden SBY cuma pura-pura marah demi pencitraan? Lalu melalui nama-nama pejabat negara di atas dia meminta Rektor UI memberikan penghargaan untuk ”berdamai”? Semogatidak. Karena jika benar, sandiwara pencitraan itu akan makin membuat banyak pihak terluka. Tuntaskan segera Bagaimana ke depan? Kisruh tata kelolaUI harus tuntas segera.

Selama ini, banyak pihak sadar bahwa membawa masalah ini ke media seperti membuka aib sendiri. Namun, filsafat dan etika komunikasi mengajarkan: lebih baik bicara untuk memperbaiki keadaan. Bandingkan dengan lembaga penegakan hukum kita yang tokoh-tokohnya justru saling menutupi aib. Jelaslahposisi kisruh ini relatif tidak ditujukan untuk mencabut gelar. Sebagian besar pihak justru menyambut opsi Mendiknas (Ko m p a s ,7/9) berupa memperpanjang masa jabatan MWA sampai transisi selesai dan mempercepat pemilihan rektor. Petahana tentu boleh maju sesuai aturan dan asas keadilan. Selesai masalah ini, energi dan waktu kita harus digunakan kembaliuntuk mengupas secara jernih ketidak jelasan nasib TKI, kasus Nazaruddin, Bank Century, IT KPU, rekening gendut, wisma atlet, korupsi Kemnakertrans, dan seterusnya.

EFFENDI GAZALI

Dosen UI, Namanya Juga Disebut dalam Dokumen Rahasia (Kompas 10 Sept 2011).

Kecelakaan Saipul Jamil, salah siapa?

Mohammad Adhitya

Staf pengajar Departemen Teknik Mesin UI

Kecelakaan Saipul Jamil, salah siapa?

OPINI | 08 September 2011 | 00:36286 2  1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Belakangan ini kita dikejutkan oleh kecelakaan tunggal yang merenggut jiwa di jalan Tol Cipularang. Duka cita mendalam penulis sampaikan kepada keluarga Saipul Jamil, semoga almarhumah ditempatkan disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amien. Selain itu penulis juga membaca beberapa komentar dari para pembaca di Kompas.com dan dari pihak pihak lain, yang isinya selain ungkapan duka mendalam kepada keluarga korban, juga banyak hal lain yang terkait dengan terjadinya kecelakaan tersebut. Mulai dari cerita pengalaman pembaca yang dapat kita terima dengan akal, hingga yang berbau mistik. Penulis dalam kesempatan ini mencoba untuk mencermati kejadian tersebut dari sudut pandang teknis dengan harapan agar kejadian serupa dapat dicegah oleh para pembaca sekalian. Tips awal, bacalah selalu secara seksama buku petunjuk penggunaan kendaraan Anda, disana juga telah dijelaskan baragam hal untuk keselamatan berkendara dan keawaetan kendaraan Anda.

Dalam setiap kondisi berkendara selalu telibat tiga hal pokok, yaitu manusia (baca: pengemudi), kendaraan dan lingkungan. Tidak terkecuali dalam kecelakaan seperti yang terjadi pada keluarga Saipul Jamil. Tiga hal pokok ini saling erat mempengaruhi satu sama lain, sehingga untuk menjelaskan suatu kejadian kecelakaan dengan utuh maka kita haruslah mencermatinya dari ketiga hal pokok tersebut. Faktor manusia tentu menjadi hal yang paling penting dan dominan dalam setiap kondisi berkendara, sebab pengemudilah yang selalu dapat secara aktif berkompromi terhadap dua hal pokok yang lain yaitu kendaraan dan lingkungan, namun penulis akan membahasnya belakangan.

Apakah kendaraan Anda fit? Kendaraan didesain dengan suatu kapasitas kerja tertentu. Dalam hal ini adalah jumlah penumpang, bobot muatan yang dapat dibawa dan jenis jalan yang dapat dilaluinya, misalkan jalan raya (on road) seperti kebanyakan kendaraan pada umumnya atau jalan tanah (off road) seperti yang dapat dilalui oleh kendaraan seperti Jip. Dalam tulisan ini, penulis membatasi pada kendaraan penumpang jalan raya pada umumnya. Desain kendaraan ini secara keseluruhan disesuaikan dengan daya kerja mesin sebagai penggerak kendaraan, rem sebagai penghambat gerak kendaraan dan sistem roda sebagai penopang kendaraan secara keseluruhan. Agar fungsi kendaraan dapat dipenuhi secara optimal, maka ketiga hal ini haruslah diperhatikan dan dirawat secara seksama.

Untuk keselamatan berkendara, kita harus memperhatikan sistem roda yang dalam hal ini terdiri atas suspensi, peredam kejut, velg serta ban. Sebaiknya kita tidak merubah sistem sistem tersebut seperti dengan menceperkan ataupun meninggikan kendaraan dikarenakan pabrikan telah memperhitungkan hal hal tersebut secara seksama untuk keselamatan berkendara yang optimal.

Dengan menceperkan atau meninggikan kendaraan, maka kita akan mengubah geometri suspensi yang kemudian akan mengubah pula posisi sumbu guling kendaraan yang akan berakibat pada berubahnya stabilitas asli kendaraan. Jika perubahan ini dilakukan dengan benar, maka stabilitas kendaraan dapat meningkat, namun jika salah maka kendaraan malah akan menjadi labil dan mudah terguling.

Kita juga harus memperhatikan kinerja peredam kejut (baca: shock absorber) yang berguna untuk menjaga agar ban menekan permukaan jalan secara memadai saat kendaraan bergerak (baca: gigitan ban kepada permukaan jalan). Jika shock absorber telah rusak, maka ban akan terpental pental dari permukaan jalan yang menyebabkan berkurangnya gigitan ban terhadap jalan, sedangkan kita bersama maklum bahwa kendaraan dapat bergerak maju atau berbelok sangat tergantung pada gigitan ban ke permukaan jalan. Artinya apabila shock absorber rusak, maka kendaraan akan sulit dikendalikan dan juga akan berdampak pada borosnya penggunaan bahan bakar, selain penumpang juga akan mudah mual karena terasa diayun ayun dalam kendaraan.

Hal yang juga penting adalah ban. Pabrik telah menghitung dengan seksama ukuran ban (baca: lebar telapak dan diameter ban) untuk keselamatan berkendara selain juga terkait dengan tenaga mesin. Dengan mengubah diameter ban, maka kita akan mengubah karakter tenaga kendaraan kita yang pada giliran lain juga berdampak pada perubahan konsumsi bahan bakar. Jika kita mengganti ban dengan tapak ban yang lebih lebar, maka secara umum hal ini akan meningkatkan kestabilan kendaraan, namun akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros. Selain kembangan ban, kita juga harus selalu teliti terhadap tekanan angin ban. Harus Anda pahami bahwa ban tidak seperti balon yang ukurannya dapat terus mengembang jika kita tiup terus menerus. Ban sejatinya memiliki ukuran yang tetap berapa banyakpun anda memompakan udara kedalamnya. Semakin banyak udara yang dipompa kedalam ban (baca: tekanan angin tinggi), maka akan semakin stabil bentuk ban, hal ini dikarenakan ban terbuat atas beberapa lapisan karet dan lapisan anyaman yang terbuat dari nyilon atau baja, nah anyaman anyaman inilah yang akan mempertahankan bentuk dan ukuran ban. Tekanan angin harus selalu dipantau dan disesuaikan dengan beban kendaraan. Selain tertera di buku petunjuk penggunaan kendaraan, biasanya di pintu supir atau di kerangka kendaraan disekitar pintu supir, pabrik telah menempelkan stiker yang mensyaratkan suatu tekanan ban tertentu terkait dengan jumlah penumpang. Semakin banyak jumlah penumpang, maka tekanan angin juga harus ditambah. Kondisi tekanan angin yang berlebih adalah selalu lebih baik dibandingkan tekanan angin yang kurang, namun tentu saja yang terbaik adalah sesuai dengan ketentuan yang telah disyaratkan. Tekanan angin ban yang kurang akan menyebabkan dinding ban menekuk secara berlebihan, selain juga akan timbul tekukan atau cekungan pada bidang permukaan ban yang bensentuhan dengan jalan yang kesemuanya akan menimbulkan panas berlebih pada ban. Hal ini selain berakibat pada pemborosan bahan bakar, juga sangat berbahaya karena kendaraan akan menjadi labil dan sulit dikendalikan akibat lenturan berlebih yang terjadi pada dinding ban, dalam hal lain, itulah mengapa ban yang memiliki dinding lebih kecil (baca: ban dengan profil tipis) akan menyebabkan kendaraan lebih stabil dikarenakan bentuknya yang juga lebih stabil dibandingkan ban berprofil tebal. Kurangnya tekanan angin inilah yang seterusnya akan merusak dinding ban (baca: retak retak karet ban bahkan putusnya anyaman kawat didalam ban) dan juga pada akhirnya memungkinkan terjadinya pecah ban. Untuk kembangan ban, tentu kita bersama sudah maklum, bahwa ban yang kembangannya sudah tipis apalagi botak akan sangat licin jika berada diatas permukaan jalan yang basah, hal ini amat sangat berbahaya bagi diri anda maupun pengguna jalan yang lain, jadi jangan pernah kompromi dengan kondisi ban kendaraan anda. Selain itu secara berkala sebaiknya perbaiki keseimbangan tiap ban anda (baca: di balance) agar kendaraan lebih stabil dan ban Andapun lebih awet. Pada proses balancing ini Anda juga secara langsung dapat memperhatikan kondisi velg kendaraan Anda terhadap kemungkinan kemungkinan kerusakan, seperti penyok, bengkok ataupun retak. Segera perbaiki atau ganti velg yang telah rusak karena dapat membahayakan Anda.

Apakah kondisi jalan dan lingkungan bersahabat? Perlu kita maklumi bersama bahwa kondisi jalan Tol Cipularang bergelombang dibeberapa ruas dan terdiri dari banyak tanjakan dan turunan yang cukup terjal. Apalagi terdapat beberapa ruas jalan yang belum diaspal. Permukaan jalan dari beton tidak sebaik aspal dalam hal gigit menggigit dengan ban dan cenderung lebih licin. Artinya anda harus lebih waspada di jalan beton.

Kondisi jalan yang bergelombang akan sangat berbahaya jika dilalui dengan kecepatan tinggi. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, maka akan semakin besar kemungkinan ban kehilangan gigitan ke permukaan jalan yang menyebabkan kendaraan akan sukar dikendalikan. Hal ini akan semakin berbahaya jika kendaraan harus merubah arah saat berpindah lajur misalnya ataupun jika jalannya memang berbelok. Maka jika anda menemui kondisi jalan seperti ini, segera kurangi kecepatan kendaraan anda. Di ruas jalan Tol Cipularang arah ke Jakarta yang dahulu anjlok, juga kita rasakan adanya perubahan sudut turunan jalan yang mendadak (baca: tidak mulus) sehingga kondisi ini juga memungkinkan terjadinya pantulan kendaraan yang berebihan dan kehilangan gigitan ban ke permukaan jalan. Jadi kurangi kecepatan kendaraan anda di ruas jalan tersebut. Jika kendaraan anda bertenaga cukup besar, maka biasanya juga dilengkapi dengan sistem rem yang memadai (baca: pakem) dan tanjakan serta turunan tidak menjadi soal berarti. Namun kondisinya akan jauh berbeda untuk kendaraan dengan tenaga relatif kecil (yang biasanya juga dengan rem berkapasitas kerja kecil) dan dimuati dengan penumpang penuh yang menyebabkan kendaraan menjadi berat. Kendaraan ini akan kesulitan menanjak (baca: bergerak pelan) dikarenakan tenaganya yang relatif kecil harus mengatasi beban kendaraan yang berat dan saat jalan menurun kendaraan akan meluncur cepat  karena berat penumpang yang banyak dan rem harus bekerja ekstra jika diperlukan untuk menahan laju kendaraan. Pengemudi harus ekstra waspada dalam hal terakhir ini, terlebih di jalan yang menurun dan berbelok.

Bagaimana dengan kondisi angin disekitar lokasi kecelakaan? Angin mungkin bagi beberapa pengendara nampak seperti hal yang sepele. Namun tahukan Anda, bahwa gaya hambat yang harus dilawan oleh mesin kendaraan anda utamanya adalah angin ini. Angin yang dimaksud disini bisa berupa angin yang datangnya dari depan, samping atau belakang kendaraan. Jika kendaraan Anda melawan angin (baca: angin bertiup dari arah depan menuju kendaraan Anda) maka Anda akan menekan pedal gas lebih dalam agar mesin lebih bertenaga, namun sebaliknya jika kendraan Anda didorong angin (baca: angin bertiup dari arah belakang mendorong kendaraan Anda) maka Anda cukup menekan pedal gas sedikit saja dan kendaraan terasa lebih laju. Pada prinsipnya, baik angin dari depan, maupun belakang, tidak banyak mempengaruhi kestabilan kendaraan selain menghambat atau menambah kelajuan kendaraan dan tentunya terkait dengan konsumsi BBM, namun yang harus diwaspadai justru angin yang datang dari arah samping. Dengan situasi dan kondisi jalan Tol Cipularang yang berbukit bukit dan berada didataran yang cukup tinggi, maka akan sangat mungkin timbul angin yang cukup besar. Pasti Anda maklum, perbedaan ketinggian akan menyebabkan perbedaan tekanan udara dan pada akhirnya perbedaan tekanan udara inilah yang menyebakan bertiupnya angin. Belum lagi jika ditambah peranan angin laut dan angin darat akibat bentuk pulau Jawa yang jarak utara-selatannya relatif pendek sehingga Tol Cipularang sangat mungkin juga dipengaruhi oleh kombinasi angin angin ini. Untuk kendaraan yang mempunyai luas penampang samping yang relatif kecil (baca: sedan) maka angin dari arah samping ini tidak terlalu terasa dampaknya, namun hal ini akan sangat berbeda untuk kendaraan yang memiliki luas penampang samping yang cukup besar (baca: kendaraan van) maka kendaraan ini akan sangat sensitif terhadap angin yang datangnya dari arah samping. Penulis akan berikan sedikit ilustrasi. Jika kendaraan anda berjenis van dan tiba-tiba ditiup oleh angin samping dari sebelah kiri yang besar, maka kendaraan anda akan terdorong ke arah kanan. Tentu saat terdorong ke arah kanan, anda akan berusaha mengoreksi arah kendaraan dengan membelokkan kendaraan kearah kiri. Saat anda mengoreksi arah kendaraan ke arah kiri, akan timbul gaya dorong sentrifugal kearah kanan pula (baca: saat Anda belok kiri, maka akibat belokan ini akan timbul gaya sentrifugal ke arah kanan atau melawan arah belok, itulah mengapa saat kita belok kiri badan kita seperti terdorong ke arah kanan atau sebaliknya) nah saat itu kendaraan kita akan jadi mudah terguling ke arah kanan, akibat dorongan angin dari sebelah kiri yang mendorong kendaraan kita ke kanan plus gaya sentrifugal yang arahnya ke kanan pula. Apalagi jika saat itu kita membawa barang bawaan yang diikatkan diatas atap kendaraan yang menyebabkan pusat titik berat kendaraan akan naik, wah dampaknya kendaraan akan menjadi labil berlipat lipat deh. Jadi sadari jenis kendaraan Anda sambil seksama perhatikan arah dan besar angin. Biasanya saya melihatnya dari kecondongan pohon pohon yang tertiup oleh angin, namun tentu hal ini hampir mustahil dilakukan pada malam hari, so waspada ya.

Bagaimana dengan keadaan pengemudi? Wah yang ini seperti saya ungkap diawal tulisan memegang peranan sangat vital. Singkatnya adalah sebagai berikut. Jangan pernah mengemudi jika Anda mengantuk, dalam kondisi ini kewaspadaan dan kemampuan refleks kita akan jauh menurun dan sampai pada titik tertentu Anda secara tidak sadar akan sudah tertidur, sekali lagi sayangi nyawa Anda anda keluarga. Jangan pernah membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan Anda, baik dalam jumlah maupun beratnya. Selalu ikat atau tempatkan barang bawaan Anda didalam kendaraan hingga tidak mudah bergeser. Sebab barang bawaan yang terlempar saat anda mengerem mendadak akan sangat berbahaya. Usahakan juga untuk selalu meletakkan barang bawaan yang berat serendah mungkin (baca: dilantai kendaraan jika memungkinkan) untuk menambah kestabilan kendaraan. Oh iya penumpang juga harus selalu diikat dengan sabuk pengaman dan dilarang bergerak gerak berlebihan (baca: berjoget di dalam kendaraan misalnya) sebab dapat mempengaruhi kestabilan kendaraan. Duduklah secara rileks atur jangkauan pijakan kaki ke pedal dan tangan kepada roda kemudi. (baca: rileks bukan dengan sandaran kursi yang terlalu rebah ataupun tegak, sebab keduanya akan menurunkan kemampuan koordinasi gerak tangan dan kaki jika suatu keadaan refleks diperlukan) Biasakan untuk menggenggam dengan halus roda kemudi (baca: seperti anda menggenggam beras di tangan anda agar tidak tumpah) di posisi jam 3 dan 9, dan pada posisi ini siku tangan harus agak menekuk. (baca: jika siku anda lurus, maka sandaran kursi anda terlalu rebah, namun jika siku anda terlalu menekuk maka sandaran kursi anda terlalu tegak) Atur kaca spion samping dan tengah dan posisi duduk terbaik adalah jika anda cukup melirik untuk melihat ke spion spion tersebut tanpa perlu menolehkan kepala. Jangan berbelok secara tiba-tiba dan mengerem secara tiba-tiba sebab keduanya akan berpengaruh buruk kepada stabilitas kendaraan anda. Dan yang terakhir tentu saja jangan lupa berdoa agar perjalanan anda selalu dipermudah dan berkah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam

Mohammad Adhitya

Penulis adalah staf pengajar di Departemen Teknik Mesin UI, pemegang Private Pilot Licence dan saat ini sedang studi S3 di Institut Otomotif, Universitas Teknik Braunschweig Jerman.

UI Terbaik di Indonesia

UI Terbaik di Indonesia versi World Univ Ranking 2011

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Berdasarkan penilaian yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2011/2012 pada 5 September, Universitas Indonesia (UI) berada pada peringkat ke-217 (peringkat 236 pada 2010). QS World University Ranking 2011/2012 yang menilai lebih dari 600 perguruan tinggi terbaik di dunia menempatkan UI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam Top 300 Universities in the World.

Dibandingkan dengan peringkat 2010, UI meningkat secara signifikan yaitu sebanyak 19 tingkat yaitu peringkat ke-217 (skor 45.10). Pada 2010 UI berada pada urutan ke-236 (skor 42.56). UI mengungguli sejumlah perguruan tinggi favorit di dunia seperti University of Notre Dame, United States (urutan ke-223, skor 44.8), Mahidol University Thailand (urutan ke-229, skor 43.10), University of Technology, Sydney Australia (urutan ke-268, skor 39.7).

Pemeringkatan QS World University Ranking 2011/2012 menilai pada lima rumpun ilmu yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science dan Social Sciences & Management. Pada bidang ilmu Arts and Humanities UI berada pada peringkat 142, bidang Engineering and Technology UI pada peringkat 232, bidang Life Sciences and Medicine peringkat 162, bidang Natural Science peringkat 258 dan bidang Social Sciences & Management pada peringkat 124. QS World University Ranking menggunakan enam parameter dalam pemeringkatan yaitu academic reputation (40 persen), employer reputation (10 persen), student/faculty ratio (20 persen), citations per faculty (20 persen), international faculty (5 persen) dan international students (5 persen). Prestasi Nasional Pencapaian ini tidak hanya milik UI sendiri, tetapi juga merupakan prestasi nasional. Ini karena prestasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di UI. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2010 telah mencanangkan program peningkatan kualitas dan daya saing internasional perguruan-perguruan tinggi nasional melalui program internasionalisasi. Program tersebut dimanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan pemberian beasiswa luar negeri bagi dosen, fasilitasi publikasi internasional, fasilitasi riset kolaborasi internasional, pelatihan bagi dosen, pengembangan sistem manajemen berbasis kinerja, dan sebagainya.

Strategi Peningkatan Daya Saing UI Jika dilihat dari parameter penilaian dalam pemeringkatan QS World University Ranking, indikator-indikator yang digunakan cukup komprehensif. Indikator yang dimaksud adalah kualitas akademik, publikasi, manajemen, rasio kecukupan dosen, serta pertukaran mahasiswa/ dosen internasional. Peningkatan kualitas pada unsur-unsur tersebut memerlukan kerja yang serius untuk mengembangkan potensi yang ada baik dari dalam maupun dari luar UI. UI sendiri sejak 2007 telah mencanangkan visi untuk menjadi universitas riset berkelas dunia. UI diharapkan dapat menjadi universitas yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dari karya-karya risetnya yang kualitasnya memiliki daya saing di tingkat internasional. Visi ini sejalan dengan Rencana Strategis Ditjen Dikti Kemdiknas 2010-2014, sehingga dukungan dan fasilitasi pemerintah melalui Kemdiknas memungkinkan UI mencapai visi tersebut.

Strategi UI untuk meningkatkan daya saing internasional terdiri dari konsolidasi internal, horisontalisme dan kolaborasi global. Konsolidasi internal dilakukan dengan memperkuat sistem administrasi dan manajemen pendidikan di UI. Di antaranya dengan melakukan integrasi sistem administrasi keuangan dan sumberdaya manusia. Administrasi keuangan UI sejak 2009 telah mulai terintegrasi dan transparan. Integrasi tersebut telah memungkinkan UI untuk melaksanakan program-program peningkatan kualitas dengan lebih baik dan mereduksi hambatan yang berasal dari kesulitan pembiayaan. Transparansi keuangan juga lebih terjamin dengan pengembangan sistem informasi yang lebih baik dan dilakukannya audit eksternal. Horisontalisme dilakukan dengan pengintegrasian rumpun ilmu.

Di ranah akademik, tradisi keilmuan yang multidisipliner di tiga rumpun ilmu, yaitu kesehatan, teknologi dan sosial mulai dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset. Kolaborasi global juga secara aktif dilakukan oleh UI dalam 4 tahun terakhir. Jumlah kerjasama internasional untuk program-program dual degree dan kelas internasional terus ditingkatkan. Kerja sama riset dengan universitas-universitas internasional terkemuka juga terus ditingkatkan.

Kinerja yang dihasilkan dari strategi ini cukup memuaskan. Dalam 2010, telah terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi jurnal hingga mencapai angka 200 persen, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan aturan organisasi menjadi pendukung pencapaian UI sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia. Pencapaian ini bukanlah hal mudah di tengah-tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sehingga diperlukan perjuangan tiada henti untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi UI sendiri maupun pendidikan Indonesia pada umumnya.

UI Tidak Untuk Dijual

Pendidikan Dasar Kapasitas – Trust Fund
UI Tidak untuk ‘Dijual’
Dikirim pada tanggal 6 September 2011 oleh bectrustfund 0

Kompas, Halaman 12 (2)
Profesor Emeritus Emil Salim dari Universitas Indonesia (UI) telah bergabung dengan paduan suara profesor dan dosen mengkritik keputusan terakhir rektor universitas untuk memberikan doctor honoris causa penghargaan untuk Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. Emil meminta rekan-rekannya untuk bekerja dan berkontribusi terhadap pembangunan negara itu dengan seluruh hati mereka dan bukan untuk tujuan komersial.
Pendidikan Dasar Kapasitas – Trust Fund
Pendidikan Dasar Kapasitas – Trust Fund
UI Tidak untuk ‘Dijual’
Dikirim pada tanggal 6 September 2011 oleh bectrustfund 0

Kompas, Halaman 12 (2)
Profesor Emeritus Emil Salim dari Universitas Indonesia (UI) telah bergabung dengan paduan suara profesor dan dosen mengkritik keputusan terakhir rektor universitas untuk memberikan doctor honoris causa penghargaan untuk Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. Emil meminta rekan-rekannya untuk bekerja dan berkontribusi terhadap pembangunan negara itu dengan seluruh hati mereka dan bukan untuk tujuan komersial.

UI Tidak untuk ‘Dijual’

Halal Bihalal FTUI 5Sep11

Acara Halal bihalal di FTUI 05 Sep 2011 telah dimulai sejak jam 8 pagi. Mereka yang datang jam 8.30

saja (termasuk saya) sudah harus menempuh salam2an sat setengah lingkaran saking sudah banyaknya

orang yang hadir. Berikutnya acara dilanjutkan dengan pidato dekan yang menyatakan UI berada dalam masa transisi.

Dekan FTUI belum menyatakan apakah dirinya bakal ikut pencalonan atau tidak (Rektor y.a.d), hal ini disinggung

krn banyak sms yang nanya hal itu.. Lalu lanjut dengan doorprize berupa amplop dari 100 rb s/d 300 rb,

handphone, blender, printer, sepeda 6 unit TV dan kulkas. Terakhir HB ditutup dengan makan daging kambing

dan ikan bakar.

Emil Kritik Cara Rektor

Depok – Kisruh pemberian gelar doktor Honoris Causa (HC) kepada Raja Saudi Arabia, dianggap warga Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu dari sekian banyak masalah yang dibuat Rektor UI Gumilar R Somantri. Guru Besar UI Prof Emil Salim meminta Rektor memperbaiki diri. (Detik.news).-

Lihat beritanya di blog ini,

klik saja:

https://koestoer.wordpress.com/berita-ui/emil-kritik-cara-rektor/

Nyekar TMP

Biasanya orang-orang nyekar sebelum hari raya idul fitri atau malah pada hari rayanya, tapi kali ini saya dan Lulu nyekar ke TMP Kalibata malah sesudah lebaran. Namun dengan demikian kami tidak kena macet dan sibuknya hari lebaran. Sehingga nyekar bisa terlaksana dengan tenang dan aman.

Nyekar atau ziarah kubur ini dilaksanakan pada 03 Sept 2011 di hari sabtu. Kenapa kakeknya Lulu jadi ada disini makamnya… ya karena beliau mantan Brigade 17 TRIP (Tentara Rep Indonesia Pelajar).-

Katakan TIDAK pada tirani di UI

Yth para Dosen, Mahasiswa, Alumni Universitas Indonesia dan masyarakat umum yang pro-keadilan..

Katakan TIDAK pada tirani di UI.

Hadiri pidato

Guru Besar Prof. Dr. Emil Salim,

di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,

hari Senin, 5 September 2011,

mulai pukul 10 pagi

“Sengkarut Rektor, Raja dan Ruyati”

Ikuti aksi menaruh batu di Rektorat UI tuliskan TKI/TKW utk mengingat penderitaan pahlawan devisa kita di Arab Saudi.

Salam,
Gadis Arivia

Guru Besar UI Mantap Gulingkan Rektor Gumilar Sumantri

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah guru besar Universitas Indonesia (UI) akan menggelar pertemuan untuk mematangkan rencana menggulingkan rektor UI Gumilar Sumantri. Rencananya, pertemuan akan digelar di kediaman Prof Emir Salim.

“Dari internal UI hari ini sebagian guru besar yang sepakat dengan wacana itu akan berkumpul di kediaman Prof Emil Salim,” kata Guru Besar Sosiologi UI Thamrin Amal Tamagola, saat dihubungi , Kamis (1/9/2011).

Selain mematangkan rencana menggulingkan Gumilar, pertemuan ini juga akan diberdayakan untuk menjaring dukungan bagi civitas akademi UI lain.

“Sampai saat ini sebagian besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga sudah memberikan dukungan mereka sepakat untuk menggulingkan Gumilar,” katanya.

Dukungan penggulingan, ujar Thamrin, Gumilar juga sudah disetujui oleh alumni UI yang tergabung di Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI).

“Mereka akan menggelar aksi menumpuk batu didepan rektorat yang bertulis nama TKI kita yang dipancung di Saudi Arabia,” tegas Thamrin.

Untuk diketahui wacana penggulingan Gumilar dipicu oleh pemberian gelar Doctor Honoris Causa bidang kemanusiaan kepada Raja Abdullah di Istana Al Safa, Saudi pada tanggal 21 Agustus 2011 lalu. Setelah pemberian gelar itu reaksi muncul pada internal UI. Gumilar dinilai tidak peka terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia akibat dipancungnya TKI Ruyati binti Satubi di Arab Saudi.

Apalagi pemberian gelar tersebut dilakukan Gumilar tanpa sepengetahuan civitas akademi Ui. “Gumilar itu tidak mengerti suasana kebatinan kita yang masih sangat sakit akibat tindakan kejam Saudi kepada TKI kita,” ujar Thamrin.

Penulis: Vanroy Pakpahan  |  Editor: Widya Buana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Isbat: Ayat atau Umat ? Sarlito

ISBAT: Demi Ayat atau Umat?

Sarlito Wirawan Sarwono

Senin, malam Selasa, 29 Agustus 2011, saya dan segenap keluarga besar ibu saya nonton sidang Isbat yang diketuai oleh Menteri Agama Surya Darma Ali, yang disiarkan di TV. Setiap malam takbiran keluarga kami memang selalu berkumpul di Rumah Piatu Muslimin, Jl. Kramat Raya, karena memang kami pengelola panti asuhan itu sejak didirikan oleh Eyang saya 80 tahun yang lalu.
Seperti diketahui, sidang Isbat adalah rapat yang dilakukan oleh pemerintah untuk menentukan 1 Syawal, dengan mengundang wakil-wakil ormas Islam, dan pakar (tadi malam ada wakil dari LAPAN dan kalau tidak salah dari pusat pengamat bintang, Boscha), bahkan saya lihat utusan perwakilan negara asing juga hadir (beberapa mengenakan gamish dan sorban Arab). Maka dengan penuh minatpun kami semua menyimak TV, karena sebelumnya sudah beredar isyu, bahwa ada kemungkinan bahwa lebaran akan jatuh pada hari Rabu, bukan hari Selasa.
Betul saja. Pedebatan terjadi, hampir satu jam, dan topiknya adalah kapan lebaran? Selasa atau Rabu? Maka utusan-utusan pun saling adu ayat dan hadis. Para pakar menimpali dengan pandangani lmiah dari segi ilmu falak, yang disebut juga ilmu astronomi (bukan astrologi).

——————————————–

…… mohon maaf dipotong disini. Karena ijin published dari prof Sarlito baru boleh sesudah tgl 4 Sept 2011, coz akan published di koran Sindo… sekali lagi mhn maaf… 01Sept11-12.40.-

-0-

Editing 04Sept2011

Betul saja. Pedebatan terjadi, hampir satu jam, dan topiknya adalah kapan lebaran? Selasa atau Rabu? Maka utusan-utusan pun saling adu ayat dan hadis. Para pakar menimpali dengan pandangani lmiah dari segi ilmu falak, yang disebut juga ilmu astronomi (bukan astrologi). Semuanya membela pendiriannya masing-masing. Yang percaya pada metode Rukyat hilal, mengatakan bahwa lebaran jatuh hari Rabu, karena 30 pengamat bulan yang dipasang di seantero negeri menyatakan tidak melihat hilal. Ada 2-3 orang yang dilaporkan melihat, tetapi ditolak. Tidak sah! Karena melanggar ayat-ayat …bla…bla… bla (Kok bisa ditolak ya? Padahal setiap pengamat hilal adalah petugas resmi yang disumpah. Jangan-jangan ada rekayasa).
Sebaliknya, penganut Hisab, tetap bertahan pada hari Selasa, dan wakil Muhamadiyah, yang kalah suara minta izin bahwa mereka akan tetap berlebaran besok, Selasa. Maka akhirnya Menteri Agamapun, dengan pertimbangan lebih banyak yang setuju dengan Rabu, menetapkan lebaran jatuh pada hari: Rabu, 31 Agustus, 2011.
***
Di situlah mulai terjadi kehebohan di panti asuhan RPM. Beduk yang sudah disiapkan tidak jadi ditabuh. Kembang api dan bingkisan-bingkisan yang sudah dijejer, siap untuk dibagi, disimpan lagi. Anak-anak yatim yang sudah duduk rapi, berjejer di ruang makan selepas sholat Isa, dibubarkan dan diuruh shalat taraweh lagi. Bagian dapur harus menyiapkan makan sahur lagi buat mereka, dan karena tidak ada persiapan sahur, maka ransum lebaran disantap saja buat sahur. Buat lebaran bisa masak lagi besok. Petugas salah satu stasiun TV yang sudah siap meliput acara takbiran pun kami minta untuk datang lagi besok.Tetapi yang peling repot adalah menetukan petugas-petugas penerima zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang masih akan berlanjut sehari lagi. Diperkirakan bahwa hampir separuh dari petugas ZIS berlebaran hari Selasa. Buat mereka, Islam Muhamadiyah, Islam NU, atau Islam KTP, gak perduli. Pokoknya lebaran Selasa. Titik.
Itu artinya mereka tidak mau bertugas lagi menerima ZIS pada hari Selasa. Padahal umat yang membayar zakat di panti asuhan RPM mencapai puncaknya pada malam takbiran pemerintah (bukan tahun ini saja, tetapi juga pada tahun-tahun yang lalu, di saat ada Lebaran kembar). Pada malam takbiran seperti itu, diperlukan banyak tenaga, termasuk yang harus menggotong beras dari truk/mobil ke gudang, sehingga semua petugas ZIS harus dikrahkan. Sampai larut malam, adik saya, Sarsito, yang mengomandoi petugas ZIS masih sibuk mencari tenaga bantuan.
Ibu saya (yang sudah berusia 89 tahun tetapi belum pelupa seperti Muhamad Nazarudin yang baru berumur 32 tahun) lebih pusing lagi. Hari pertama dan kedua rumahnya selalu penuh dengan tamu. Maklum sudah generasi eyang buyut. Beliau tidak bisa lagi membatalkan
cattering, pada jam 20.30. Maka beliaupun memutuskan untuk tetap berlebaran Selasa. Bukan karena beliau Muhamdiyah, apalagi Salafiyah, melainkan karena urusan
cattering saja. Jadi sudah bukan
llilahi-taala lagi, melainkan
cattering-taala. Otomatis segenap jajaran keluarganya (anak-anak, cucu, cicit) harus taat komando: hari Selasa kumpul di makam Eyang saya (bapak-ibunya ibu saya), sungkeman dan lebaran sesuai tradisi. Yang masih puasa silakan puasa, yang sudah lebaran silakan makan-makan (yang sudah disiapkan oleh
cattering). Hari Rabu ke makam ayah saya (suaminya ibu saya) dan seterusnya.
Tetapi kondisinya tidak semudah yang dibayangkan. Seorang keponakan saya yang masih mau puasa, mengeluh (di belakang Eyang-nya), “Trus ngapain kita sungkeman, padahal masih puasa”. Nah, lo! Dia benar juga. Buat yang masih puasa, tentu nggak afdol untuk beritual lebaran, karena lebaran atau Idul Fitri, ya harus selesaikan puasa dulu. Jadi diam-diam, keluarga besar kami sudah terbelah dua. Yang lebaran Selasa dengan ikhlas, dan yang terpaksa beritual lebaran, padahal dalam hatinya masih puasa.
***
Lebaran di negeri ini dan banyak negeri lain di seluruh dunia, bukan sekedar masalah religi, tetapi jauh lebih banyak masalah sosialnya. Lihatlah betapa orang mau bersusah payah untuk mudik, bahkan kalau perlu dengan berkorban waktu, tenaga, biaya, bahkan nyawa. Bukan karena perintah Allah. Tidak ada ayat Quran atau hadist sekalipun yang menyuruh umat pulang mudik. Orang tewas karena kelelahan antri tiket kapal/kereta api, tidak dinyatakan
syahid (bukan seperti perintah haji, kalau anda meninggal dalam haji, anda mati
syahid dan otomatis ahli surga). Tetapi karena pulang kampung memang sudah merupakan bagian dari tradisi atau budaya lebaran di Indonesia. Lebaran adalah masalah sosial-budaya, bukan masalah agama semata. Dalam bahasa Al Qur’an, lebaran adalah masalah
hablum minanas, bukan
hablul minallah.Padahal sepotong kalimatpun tidak keluar tentang masalah sosial-budaya ini dalam rapat Isbat malam Selasa yang lalu. Debat panjang yang diakhiri keputusan sesuai suara terbanyak (walau tanpa
voting), adalah debat tentang siapa yang paling benar di mata Allah (menurut versi masing-masing), padahal buat Allah sama saja. Mau Selasa, mau Rabu, atau gak mau lebaran sama sekali, juga tidak akan ada pengarunya buat Allah. Malah mungkin Allah di surga sana, gemes melihat sidang Isbat di Kemenag, Jakarta. “Ngapain sih ello-elo pada ngurusin guwe. Tuh, umat guwe yang musti elo urusin” (bahasa gaul versi Sarlito, maaf yang tidak berkenan, kan masih lebaran).
Mengapa debat itu tidak membicarakan bagaimana dampak lebaran Selasa atau Rabu pada kehidupan sosial umat. Mesjid-mesjid yang sudah siapkan tenda-tenda untuk sholat Ied dan harus bayar sewa tenda sehari lagi. Ibu-ibu yang terpaksa menyantap hidangan lebaran buat sahur dan tidak bisa masak lagi karena tidak ada anggaran. Mal-mal atau perusahaan-perushaan vital yang harus memayar lembur pegawainya sehari lagi, karena lenbur hari Selasa sudah tidak bisa dibatalkan lagi. Hubungan anak-orangtua, atau suami-isteri yang terganggu, karena yang satu mau lebaran Selasa dan yang lain Rabu. Si anak berkata sambil sungkem, “Bapak, maafkan saya”. Jawab si Bapak, “Belum, belum maaf-maafan. Besok lebarannya”. Acara-acara TV yang sudah disiapkan, yang harus diatur ulang penayanangannya karena pergeseran hari lebaran,
Dalam sidang Isbat
memang disebut-sebut, untuk saling menghargai, dan tidak saling menggangu. Utusan Muhamadiyah minta agar ibadah Idul Fitri hari Selasa diamankan oleh umat lainnya, sementara hari Rabu, umat Muhamadiyah siap mengamankan Idul Fitri dari umat lain.
Itu betul sekali. Allah pun berfirman “
lakum dinukum waliyadin” (agamu-agamamu, agamaku agamaku). Tetapi ayat itu dimaksudkan untuk umat dari agama lain. Jadi dengan umat non-Islam, termasuk Kristen, Yahudi, bahkan Ahmadiyah yang sudah kita anggap non-muslim, kita wajib saling menghargai dan saling menjaga. Tetapi untuk sesama muslim, berlaku dalil
ukuwah Islamiyah, persaudaraan sesama muslim. Adanya lebaran kembar ini, jelas menghancurkan
ukuwah Islamiyah. Karena itu, pemerintah Malaysia gak banyak cincong: Lebaran Selasa! Titik!

——————————————–

Jakarta, 30 Agustus 2011.

(Mohon maaf prof Sarlito, saya copas artikelnya dari milis, semoga bapak berkenan. Andai tidak berkenan nanti saya hapus. Ini mumpung masalahnya masih hangat… Salam saya Ral.-).

Selamat Iedul Fitri

Raldi A. Koestoer dan Keluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1432 H
Mohon maaf lahir dan batin
Taqaballahu mina wa minkum
Minal aidin wal faidzin

Ada do’a saya untuk anda,

please click:


Jagalah selalu silaturahmi diantara kita…
Salam.-

Perbedaan Idul Fitri

http://www.moonsighting.com/1432shw.html

Majlis al-Qada’ in Saudi Arabia has announced that Eidul Fitr will be on Tuesday, August 30, 2011.


Sighting Reports – Monday, 29 August 2011:

Australia:

Not Seen: Engr Manzoor A Mian (MCW member) from Melbourne, VIC reported: Shawal Crescent is not sighted in Australia today Monday 29/8/11.

Canada:

Not Seen: Syed Shahid Rashid (MCW member) from Mississauga Ontario reported: Today August 29, 2011, I was not able to sight the moon. The sky was clear but I did not witness any sighting. I also used binoculars. I continued the effort until 8:23 PM. The sunset in my city was at 8:00PM today.

Chile:

Seen: Fuad Musa from South Chile reported: Br. Fuad Musa made arrangements with his Sheikh to observe the Hilaal of Eid Ul Fitir 1432 AH on the beach several days before, he reported both himself, the Sheikh and a sister saw the Hilaal on Monday, 29th August, 2011 after sunset from the South of Chile.

China:

Not Seen, but Eid Declared: Dr. Musa·Minhai (MCW member) from Linxia, Gansu Province reported: I and some Imams of Mosque did not sight the hilal- for Shawwal by the naked eye and binocular on Monday, 29 August 2011 at Linxia city in China. There was not cloud at the horizon. Sky is very very clear. But some peoples declared that they sighted the hilal by the naked at other place in Linxia. So Imams of many Mosques have decided the first day of Shawwal is 30 August 2011 (Tuesday).

Dominican Republic:

Not Seen: Ahmad Abdul Haqq (MCW member) from Santo Domingo reported: The hilal for Eid al-Fitr & the 1st of Shawwal was not seen in the Dominican Republic. Three (3) Muslims from EID (Entidad Islámica Dominicana/Dominican Islamic Entity) were out looking. Two in the city of Santo Domingo and one in the city of Higüey. The sky was clear with a slight bit of clouds in the East. The hilal was not seen. We add 30 days to blessed Ramadan, alhamdulillah!

France:

Not Seen, but Eid declared: Rida Roty (MCW member) from Caen (Normandie) reported: France: Official Announcement Eid el Fitr: Tuesday 30 August. See the link http://www.saphirnews.com/L-Aid-el-Fitr-2011-fixe-au-mardi-30-aout-en-France_a13100.html

India:

Not Seen: Mohammed Mohsin Khan (MCW member) from Mumbai reported: Today Monday 29 August 2011 / 28 Ramadaan 1432 in India. Here in Mumbai Sunset was at 06:56 pm LT and Moonset was at 06:57 pm LT . So there was only 1 min difference . It was certain that the crescent would not be sighted anywhere in India today . I tried to sight the moon due to the 29th day according to the Ummul Qura calendar but Shawwaal crescent has not been sighted in India.

Indonesia:

Not Seen: AR Sugeng Riyadi (MCW member) from Surakarta, Java reported: On Monday, August 29, 2011, New Crescent of Shawwal 1432 AH was NOT SEEN, from any location in Indonesia. There are two reports from Jepara and Cakung that Hilal of Syawwal was SEEN, but the report was rejected. Religious Affairs Ministry of Indonesia decided that 1 Shawwal 1432 AH will be on Wednesday, August 31, 2011.

Netherlands:

Not Seen: Sheriel Nabie (MCW member) from Amsterdam reported: On Monday, August 29, 2011, New Crescent of Shawwal 1432 AH was NOT SEEN. Therefore Royate Hilal Commitee Netherlands (RHCN) announced that that they will complete 30 days of fasting tomorrow and Eid will be on Wednesday, 31 August 2011 (1 Shawwal 1432 AH) Wassalaam,

New Zealand:

Not seen: Sheikh Mohammad Amir, for Hilal Committee of New Zealand reported: On behalf of the Hilal Committee, I wish to inform that the new moon for Shawaal has not been sighted today. Therefore, the Hilal Committee would like to announce that we will complete 30 days of fasting tomorrow and Eid will be observed all over New Zealand on Wednesday, 31st August 2011.

Panama:

Not Seen: Saleh Bhai Bhattay (MCW member) from Panama City reported: In Panama City the moon was not seen on Monday 8/29/2011.

Philippines:

Eid declared: Dr. Mansoor Limba (MCW member) from Cotabato City reported: ‘Id al-Fitr declared amidst cloudy weather and occasional rain shower, Cotabato City-based Darul Ifta declared tomorrow (Tuesday/August 30, 2011) as ‘Id al-Fitr.

South Africa:

Not Seen (Clouds): Ammar Tahir (MCW member) from Cape Town reported: Today, Monday 29th August 2011, I, Ammar Tahir, together with 3 other Muslim brothers have gone in front of the Mouille Point lighthouse facing the Atlantic Ocean in Cape Town South Africa at Maghrib time. We used a 60X magnification telescope and also a Canon 400 mm lense to locate the Shawaal crescent on the horizon. We observed that the sun fully set at 626pm as per your calculation. However we were not able to sight the new Shawaal Hilaal due to the cloudy conditions on the horizon. We stayed at the location until 1904 pm but the cloudy conditions continued to cover the horizon. The Islamic authority of South Africa has therefore declared that 1st Shawaal to be on Wednesday 31st August 2011.

Not Seen: Rashid Motala (MCW member) from Durban reported: The United Ulama Council of South Africa have declared Ramadaan 30 days, the Hilaal not having been sighted anywhere in the country. Eid-ul-Fitr will be Wednesday.

Tanzania:

Not Seen: Hamza Rijal (MCW member) from Tiny Island of Zanzibar reported: In tiny island of Zanzibar we have failed to observed for the month of Shawal as result we complete 30 days for the month of Ramadhan . Eid Fitri will be on Wednesday 31 August 2011.

Turkey:

Not Seen (but Officially announced): Muhammed Cevad Turan from Istanbul reported: Shawwal Crescent is not sighted in Istanbul, Turkey as expected. However Turkish Religious Affairs Office officially declareted that 30th of August is 1st of Shawwal (Eid-fitr) according to calculations. Now it is 21:25 and we still waiting for South America’s reports to declare Eid-fitr.

USA:

Not Seen: Javad Torabinejad (MCW member) from Blacksburg VA reported: This evening (Monday, August 29, 2011), the crescent moon of Shavvwal was not sighted in Blacksburg, VA. I arrived at my sighting location about 7:30 pm EDT (sunset: 7:55; actual 7:50) and started scanning the expected area for the crescent, using a couple of pairs of binoculars (10X50 and 7X50). I stayed there till 7:55 pm (moonset: 7:59 pm). The western horizon was partly cloudy. At 7:35 pm, the temperature, dew point, relative humidity, and pressure were 73.4 F, 62.6 F, 69%, and 30.03 in, respectively.
Posted by: “Desrinda Syahfarin” desrinda@indosat.net.id desisyah
Tue Aug 30, 2011 12:10 am (PDT)

Iluni UI ttg Dr HC

Subject: Posting ketum ILUNI UI di milis Iluni Pusat ttg DR HC

Teman-teman yth,                 Membaca berita koran, saya juga kecewa atas penganugerahan DR (HC) kepada raja Saudi Arabia oleh Rektor UI, penghargaan tersebut terasa tidak tepat, tidak sensitif dan menurut  berita koran dilakukan dengan proses yang tidak “proper” (tidak mengikuti governance yang baik, tanpa melibatkan senat akademik) sehingga terkesan dilakukan secara “diam-diam”. Jika mengikuti logika di atas, maka protes  kepada Rektor UI sangat wajar dan perlu kita lakukan secara keras.                 Akan tetapi, ada banyak dimensi yang harus dipertimbangkan dengan baik. Pertama masalah penganugerahan gelarnya sendiri.   Perlu proses fact finding yang baik, sehingga kita ILUNI mengetahui persis latar belakang, pertimbangan mengapa DR (HC) diberikan kepada raja Saudi, proses penganugerahan apakah sudah dilakukan secara benar mengikuti governance yang baik, dan lain informasi yang relevan. Untuk itu kita perlu memperoleh informasi dari sumber primer, tidak hanya mendasarkan berita koran (yang belum tentu akurat).                 Kedua, (juga berdasarkan berita koran) protes dan ribut-ribut ini juga telah memasuki wilayah jabatan rektor, sehingga ada statement   yang menginginkan rektor di “gulingkan”. Jika sinyalemen ini benar, maka ini adalah masalah internal politics within UI. Perebutan jabatan rektor secara demokratis adalah hal yang wajar, dan polemik serta politiking di sekitar jabatan ini dapat dimengerti pula.  Namun jika issue internal politics digunakan secara   tidak tepat   serta menggunakan issue penganugerahan DR (HC) ini sebagai   rallying point, ILUNI perlu perlu lebih hati-hati, karena dua hal yaitu, pertama, seharusnya ILUNI  netral dalam hal jabatan dan/ atau proses pemilihan rektor, dan kedua, menggunakan atau menyalahgunakan issue penganugerahan DR(HC) ini secara berlebihan   dapat mempunyai implikasi yang luas terhadap nasib Tenaga Kerja / Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Arab Saudi, sebagaimana akan disinggung di bawah.                 Kepedulian para politisi dan LSM seperti Migrant Care terhadap kurang sensitifnya rektor dapat dimengerti. Namun reaksi yang berlebihan, seperti tuntutan pencabutan gelar kehormatan DR (HC) dari raja Saudi, perlu pertimbangan yang mendalam. Kritik yang terlalu menggebu-gebu, apalagi sampai “menohok” kehormatan raja Saudi akan menimbulkan reaksi yang sepadan. Perlu kita ingat bahwa Kerajaan Saudi  Arabia bukanlah Republik Indonesia, dimana kita bisa mengkritik dan mengolok-olok bahkan kadang-kadang menghina, siapa saja tanpa implikasi hukum dan tanggung jawab moral. Arab Saudi adalah sebuah kerajaan monarki absolut yang memiliki sovereignty sendiri, kita suka atau tidak. Jika kehormatan raja tertohok, maka banyak cara pemerintah atau pejabat Saudi untuk membalasnya, banyak secara formal diplomatik ataupun melalui cara lain yang tidak formal tapi bisa menyakitkan.                 Saat ini ada lebih dari 1 jutaan warga Indonesia yang mengadu nasib di Arab Saudi. Posisi mereka sangat vulnerable dan tergantung pada friendly policy dari Pemerintah Saudi. Jika pemerintah Saudi  tidak friendly terhadap mereka lagi, berbagai kebijakan yang berakibat negatif terhadap TKI/TKW dan WNI pada umumnya dapat diterapkan, seperti tidak memperpanjang visa, menutup akses terhadap TKI di masa datang, ataupun harrasment dalam berbagai bentuk. Ini dapat dilakukan tanpa  gembar-gembor cukup misalnya dengan ‘gesture negative’ dari penguasa terhadap WNI, dampaknya bisa sangat berat terhadap saudara-saudari kita di sana.                 Oleh karena itu, marilah kita proporsional dalam menanggapi masalah ini. Sebagai ILUNI dan sebagai komponen bangsa marilah kita berpikir dan bertindak secara bijak. Jika ada kekeliruan dari Rektor maka mari sama-sama kita dorong perbaikan sistem agar kekeliruan yang sama tidak terjadi di masa yang akan datang. Saya berpandangan bahwa raja Saudi tidak bertambah kehormatannya dengan pemberian DR(HC) dari UI, tetapi raja dan rakyat Saudi bisa sangat tersinggung kehormatan mereka jika perlakuan kita terhadap issue ini menjadi diluar kontrol, seperti menjadikan issue ini sebagai komoditas politik dalam negeri dengan menjadikan Raja Saudi sebagai sasaran.   Mari kita hentikan polemik ini sebelum raja Saudi mengembalikan DR (HC) yang diagerahkan. Jika ini terjadi maka mungkin kita akan dikutuk oleh banyak warga kita, baik yang sekarang sedang menjadi TKI ataupun potensial TKI,  yang masih mengharapkan mencari sesuap nasi di negeri kaya minyak itu.                 Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir bathin.                 Salam lebaran,                 Sofyan Djalil

Berikan Gelar Pada Raja Arab, Rektor UI Akan Dipanggil DPR

Jumat, 26/08/2011 16:17 WIB
Berikan Gelar Pada Raja Arab, Rektor UI Akan Dipanggil DPR
Adi Nugroho – detikNews

Jakarta – Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Raja Arab Saudi oleh Universitas Indonesia (UI) berbuntut panjang. Komisi IX DPR yang membidangi Ketenagakerjaan berencana akan memanggil Rektor UI, Gumilar R Soemantri.

“Akan kita panggil Rekrot UI untuk cari dasar pemikiran pemberian, dasar keputusan Rektor dipertanyakan. Apa kontribusi Raja Abdullah terhadap ilmu pengetahuan dan kemanusiaan?,” ujar anggota Komisi IX, Okky Asokawati di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/8/2011).

Okky mempermasalahkan gelar yang diberikan kepada Raja Arab Saudi, sebab selama ini banyak TKI yang mengalami kekerasan di negara tersebut. Tak hanya bertanya soal dasar pemberian gelar, Okky juga akan menanyakan seputar mekanisme pemberian gelar apakah syarat administrasinya telah terpenuhi. Ia mencium pemberian gelar ini hanya proyek mercusuar.

“Kita juga akan tanya apa persetujuan Mendiknas sudah didapatkan,” kata anggota Fraksi PPP yang juga mantan model papan atas ini.

Seperti diketahui, harian Arab News sebelumnya melansir, Rektor UI Prof Gumilar R.Sumantri datang Istana Al-Safa, Jeddah, untuk memberikan gelar Doktor HC pada Raja Abdullah pada Minggu, 21 Agustus. Gumilar memberikan gelar itu karena Raja Abdullah dianggap telah berkontribusi dalam mempromosikan pengajaran Islam yang moderat, mendukung perdamaian Palestina, dan menginisiasi dialog antar agama.

“Kami juga mengapresiasi Raja atas kontribusinya dalam bidang kemanusiaan dan usaha kerasnya dalam mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Gumilar

Pemberian gelar ini ditentang berbagai kalangan. Tak hanya oleh kalangan LSM tetapi juga dari civitas akademika UI sendiri.

“Saya akan lawan. Ini soal bangsa. Tapi perlawanan akan dilakukan dengan cara terhormat. Ada tata caranya. Para profesor juga akan bereaksi. Prof Emil Salim marah,” kata Guru Besar UI, Thamrin Amal Tamagola.

(adi/ndr)

Rektor UI terancam digulingkan

Rektor UI Terancam Digulingkan

JUM’AT, 26 AGUSTUS 2011 | 16:50 WIB

Gedung Rektorat Universitas Indonesia. TEMPO/Gunawan Wicaksono

 

TEMPO InteraktifJakarta – Guru Besar Sosiologi UI Thamrin Amal Tamagola mengatakan telah menggalang sejumlah dukungan untuk menggulingkan Gumilar dari kursi Rektor. Langkah itu menurut Thamrin dilakukan menyusul kekecewaan Civitas Akademika Universitas Indonesia terhadap kebijakan Gumilar Rosliwa Somantri, termasuk kebijakan pemberian gelar Doctor Honoraris Causa kepada Raja Arab Saudi yang dinilai tak lagi bisa ditoleransi. “Kalau kita lihat dari kebijakannya selama dua tahun belakangan ini, he must go out,” ujarnya ketika ditemui di Gedung DPR, Jumat 26 Agustus 2011.

Ia mengatakan kebijakan pemberian gelar Honoris Causa kepada Raja Abdullah dari Arab Saudi hanyalah puncak dari kebijakan Gumilar yang dianggap tak sesuai dengan tradisi UI. Kebijakan ini, lanjutnya, membuat banyak dosen dan guru besar UI berang. “Prof. Emil Salim saja sampai marah besar begitu tahu ini,” ujarnya.

Ia menceritakan, Gumilar beberapa pekan lalu bahkan sempat memerintahkan pengamanan UI untuk membubarkan aksi damai mahasiswa dengan cara kekerasan. “Jadi ada 20-an mahasiswa yang terluka dan masuk rumah sakit karena digebuki sekitar 200-an satpam UI sekitar 10 hari lalu,” ujarnya.

Padahal, ia melanjutkan, para mahasiswa itu hanya menggelar aksi damai terkait ongkos kuliah yang semakin mahal. “Mereka hanya berorasi soal UI yang semakin elitis karena biaya kuliah semakin mahal,” ujarnya.

Thamrin menambahkan, Gumilar sebenarnya merupakan orang yang cerdas dan pekerja keras. “Namun kalau sudah ada maunya, dia akan melakukan segala cara agar terwujud.” katanya. Thamrin mengaku turut bertanggung jawab atas tindakan Gumilar karena menurutnya Rektor UI tersebut masih terhitung muridnya. “Sewaktu saya pulang ngambil Phd dulu, dia ini baru lulus sarjana,” ujarnya.

Karena itu, Thamrin mengatakan secara internal ia dan beberapa orang dosen lainnya akan menggalang dukungan untuk meminta Majelis Wali Amanat UI mencopot Gumilar dari jabatannya. “Kami akan minta pertanggungjawabannya dan supaya dia dicopot,” ujarnya.

FEBRIYAN

Malam 27 Masjid P Indah

Tentu malam 27 Ramadhan adalah malam yang spesial. Konon kalau di Arab Mekah or Madinah, 27 Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar, jadi semua orang tumpleg bleg di masjidil haram. Tapi rupanya bukan di Mekah saja orang tumpleg di Masjid ternyata di Jakarta begitu juga. Buktinya parkiran mobil di masjid Pondok Indah sampai luber ke jalan bahkan jalan di depan masjid PI sudah hampir ketutup tinggal satu jalur, tiga jalur diambil oleh mutakif masjid di malam 27. Ternyata bukan mobil saja yg parkir di halaman masjid tapi juga bus, rupanya bus2 ini akan mengantar orang mudik bersama yang dikordinir oleh Indosat.
Berangkat dari rumah saya kali ini ditemani oleh 4 orang lagi, sungguh senang karena biasanya saya sendiri saja. Ibunya anak-anak ikut serta Lulu berikut dengan 2 ponakan lagi Ridwan dan Utha… Nah jadilah ramai seisi mobil ribut aja sejak dari rumah. Yang menyenangkan lagi adalah konsumsi sahur yang dibawa terdiri dari berbagai menu ala barat dan ala Indonesia… tuh kan begitu kalau ibu-ibu ikut itikaf.

Sebelumnya saya sudah janjian dengan dua orang. Yang pertama sms an dengan Boni Mamoedi, ini orang istimewa buat saya… Kenapa coba tebak ?…

Karena beliaulah teman saya itikaf pertama kali tahun 1994 di masjid Babut Taubah. Beliau keluar dari Kemang Pratama tahun 2005 sedangkan saya keluar sudah lebih dahulu  tahun 2000. Waktu dulu kalau itikaf di sana kami hanya berdua atau bertiga dengan Nunung Rahmat (pilot). Dan memang sejak 2005 itu saya tak pernah lagi ketemu BM ini. Minggu lalu saya kirim FB untuk ngajak itikaf, tapi karena kerjaannya di Kedutaan Italy sibuk, jadi BM baru bisa malam 27 ini. Yang kedua Bram (Sri Bramantoro) ini mitra bisnis2an di Sekawan Utama. Yang dari kemarin sudah saya ajak tapi baru bisa malam 27, maklumlah katanya kerjaan dunia gak abis-abis.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2370851316060&set=at.1690728793422.2095265.1393812868.717409284&type=1&theater

Qiayamulail mulai jam 2 lebih di-imami oleh Al-Hafidz yang membaca dengan fasih ayat Quran diantaranya ada ayat sajadah, saya ingat karena sujud tilawahnya. Cukup lama 1 jam sih ada, dan itu doa qunutnya… luarbiasa panjang nyaingin qunut yang di Mekah semua umat islam didunia di doa’in… luarbiasa… Filistin, Somalia, Kashmir, AlAqsa.. wah keliling dunia deh. Bodi saya kliatannya ok dan sehat saja karena tahun lalu qiyamulail 27 Ramadhan di Mekah di rakaat-rakaat akhir saya sudah tidak kuat berdiri lagi saking pegelnya kaki dan tangan, alias ngaminin qunut sambil duduk saja di lantai. Maklum kalo disana 2 jam lebih dari jam 1 s/d jam 3 lebih.

Setelah selesai solat malam 11 rakat include witir 3 rakaat, acara gelap2an dilanjutkan dengan muhasabah alias itung2an refleksi diri, Kalo tadi witir banyak yang nangis maka muhasabah ini  diiringi dengan tangis menangis juga. Selesai itu mulailah acara yg menggembirakan unyuk anak dan ponakan yaitu makan sahur bareng sejuta umat di masjid pondok indah. Baru disinilah saya ketemu Pak Boni Mamoedi yang ternyata parkir mobil sebelahan dengan saya. Makan ngobrol tertawa bersama para pengunjung lain membuat suasana malam menjadi lebih semarak. Terlihat juga teman itikaf Ramadhan yang lain Syahdan. Yang ini mah teman SMA saya yang selalu rajin datang ke Masjid PI di 10 malam terakhir.

BTW kalo mau tau suasana 27 Rmd di masjid Attin , lihat tulisan pendekar itikaf Depok  Imansyah di blognya:

http://imansyah88.wordpress.com/2011/08/27/itikaf-ramadhan-1432-h2011m/

Selesai solat subuh jamaah, saya tak ikut dengar ceramahnya tapi langsung balik pulang coz anak dan ponakan sudah ngantuk termasuk drivernya nih… rada kurang tidur akhir2 ini karena berbagai hal.

Tak terasa kita sudah berada dipenghujung Ramadhan. Kita akan segera berpisah… sungguh engkau seperti mahluk yang selalu menemani diriku ditengah malam dibulan yang suci ini. Tak ada yang tahu diantara kita apakah tahun muka kita masih bisa bertemu lagi. Satu teman mutakif yang dulu bertemu di malam2 terakhir sudah mendahului… Hermas Sutjipto,,, Semoga arwahnya berada ditempat yang indah seperti dulu kami sering bersama dimalam indah seribu bulan pada Ramadhan-ramadhan yang lalu. Lailatul qadr khairummin alfi syahri… Malam yang lebih indah dari seribu bulan…

Raldi A. Koestoer – 27 Rmd 1432H – 27 Agustus 2011.-

Malam 25 (itikaf)

Segala sesuatu rasanya sangat cepat berlalu. Tahu-tahu Ramadhan ini tadi malam sudah sampai malam ke 25 tahun hijriah 1432 alias tanggal 25 Agustus 2011. Di sepuluh hari terakhir ini saya tidak membuat jadwal khusus mau itikaf dimana, tapi se ‘grenjet’ hatinya aja. Jadi kalo malam 21 dimana saya mulai pertama itikaf, pendekar itikaf Depok Imansyah, mengajak saya untuk mengisi malam di Attin TAman Mini, maka malam 22 mood saya menuntun kaki untuk mengunjungi masjid Pondok Indah. Yang ahirnya dimalam 25 tadi malam saya kesitu lagi. Mutakif yang datang sudah 2x lipat dibanding malam 22 beberapa hari yang lalu.
Ada baiknya saya cerita sedikit tentang situasi dan kondisi masjid yang masing-masing saya ziarahi dari jam 11 malam s/d jam 05.30 pagi. DI Attin, yang saya senangi dan kagumi adalah tentang pemeliharaannya. Walaupun pengunjung banyak tapi masjid tetap terpelihara bersih baikdidalam maupun diluar. Satpam cukup banyak menjaga keamanan parkir, padahal halaman parkir mobil maupun motor penuh sekali.Air di toilet tersedia berlimpah. Kurangnya adalah jumlah WC sehingga banyak terjadi antrian. Urinoir (tempat pipis) tersedia banyak sehingga cukup untuk pengunjung yang memang mbludak di malam-malam ganjil. Masjid Elnusa, karena sekarang ada perbaikan jalan TB Simatupang, saya menjadi bingung masuk lewat mana dan tidak terlihat ada petunjuk gimana caranya akses ke masjid tersebut. Sebagai akibatnya tadi malam saya lewat terus saja karena mau berhenti juga tidak bisa karena mobil dibelakang sudah kasi klakson lampu. Itulah sebabnya saya terus saja ke Masjid Pondok Indah lagi. Karena itu yang terdekat dengan rumah saya.
But guyz, pada malam 24 kemarin saya berkelana agak jauh dimalam hari. Kemana saya mampir untuk itikaf, jadinya ?
Pasti anda tidak terpikir deh… yaitu ke masjid Sunda Kelapa. Mengapa saya koq tiba-tiba terpikir pergi kesitu ?
Sebenarnya tidak seratus persen tiba-tiba, kenapa ? Ya karena ini masjid masa kecil saya. Bahkan saya tahu situasi disitu sebelum masjid itu ada. Dulu disitu saya sering main sepeda, namanya Taman Sunda Kelapa. Jadilah sejak masjid itu mulai berdiri akhir tahun 60 an (kalo saya gak salah ingat) saya sering sholat jumat disitu. Tentu bagi saya masjid ini banyak memberi kenangan masa kecil dan masa muda. Tahun lalu saya mampir juga dimasjid ini dan bapak mantan wapres Yusuf Kalla juga itikaf disini. Beliau kan rumahnay dekat situ kalo gaks salah di Teuku Umar ya ? Dulu waktu beliau wapres, masjid ini dijaga paspampres kalo beliau itikaf.


Keliatannya anak muda dimasjid ini agak kreatif karena terlihat disitu poster para sponsor baik untuk buak puasa maupun untuk sahur. Dan memang pada kenyataanya sahur dibagikan gratis disitu nasi kotak dan baut saya cocok sekali dengna selera sungguh… lezat. Makanan yang saya bawa dari rumah sebagai bekal sahur jadi tak tersebtuh kecuai buah mangganya saja. Ada tersedia nasi kotak yang cukup untuk semua mutakif yang datang malam itu. Padahal yang datang itu banyak baik pria maupun wanita. Saya tebak jumlahnya adalah lebih dari 1000 orang pria wanita. Ruang bawah yang biasa digunakan untuk kawinan jadi ruangan untuk akhwat. Plaza belakang sekarang sudah dipugar diberi atap dan sejadah. Ruang masjid utama berpendingin AC jadi mewah lah. Dan yang terdengar oleh saya pengumuman pengurus masjid berdasarkan hitungan kotak amal malam kemarin terkumpul sejumlah uang… Berapa tebak ?

Delapan juta rupiah… Hebat ya semalam saja terkumpul sekian, pantas saja semua mutakif kebagian nasi kotak yang lezat dengan menu sehat berikut buahnya lagi. Belum lagi sumbangan para sponsor. Waktu tadarusan disediakan gratis teh sponsor (Mount Tea). Alhamdulillah.

Jadi mau itikaf kemana nanti malam… grenjet atinya belum bicara… Jadi gimana nanti aja…

Malam indah seribu bulan… malam yang sungguh tepat untuk kita merefleksi diri. Amati diri kita. Rasakanlah kita berada di kejauhan atau di ketinggian yang sedang memandang diri kita yang sedang berdoa pada Allah SWT. Lihatlah siapa dia ? Dia itulah kita yang sedang sujud taqarub pada Allah semata. Singkirkanlah semua kotoran yang melingkupi qolbu… hati yang seringkali iri dan dengki… mata yang selalu ingin melihat keindahan dunia semata. Arahkanlah sekarang pada mereka yang memerlukan bantuan kita, pada mereka yang miskin, pada mereka yang cacat, pada anak yatim, pada orang tua jompo… Semoga Allah SWT memberkati kita semua di Ramadhan yang suci ini. Sebentar lagi kita akan berpisah dengan bulan suci ini, semoga tertinggal amanahMu ya Allah agar kami terus menjadi orang yang bertaqwa.

Ral 25 Rmd 1432 H, 25 Agustus 2011.-

Ajakan Itikaf

Menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dianjurkan kaum muslimin untuk itikaf di masjid. Dan beberapa hari lalu saya sudah menerima ajakan itu dari sohib pendekar Itikaf dari Depok

IMANSYAH IBNU HAKIM

Mari kita sambut ajakannya. Demikian bunyi SMSnya:

Ya shoimiin, Selamat berbuka puasa. Just reminder, itikaf di attin taman mini mulai tgl 20 agts hari sabtu malam, see you n be there.

Berarti sabtu mlm minggu itu adalah malam ke 21. Ayo jangan lewatkan Ramadhan ini sia-sia.
Sedikit mengenai masjid Attin. Parkir luas, ruang solat lt 2 dengan babut yg tebal… so enak buat tidur. But at 2.30 o’clock anda akan dibangunkan dari tidur untuk tahajud berjamaah. Untuk yg lebih senang tidur di koridor plis bawa sejadah. Jangan lupa bawa makan sahur sendiri, tapi kalaupun tak bawa banyak penjaja makanan diluar termasuk minuman hangat. Enaknya sih bawa sarung karena nyamuknya sejenis marinir juga.

Tentang itikaf lebih komplit bisa di klik di:

https://koestoer.wordpress.com/ramadhan-dan-lebaran-hal-onoff/panduan-itikaf/

Buat adik-adik mahasiswa… Mumpung masih muda dan penuh semangat… ayo kita semarakkan masjid kita dengan itikaf. Buat yang sudah berkeluarga… kemungkinan halangannya setinggi gunung, jangan kuatir Allah SWT akan mengubah segalanya untuk anda, berdoalah.

Dan kalau mau lihat dan dengar cerita Dekan FTUI itikaf tahun lalu, klik saja:

https://koestoer.wordpress.com/ramadhan-dan-lebaran-hal-onoff/itikaf-dekan-ftui-di-attin/

Dan kalau mau membaca sedikit dongeng malam-malam yang indah, boleh juga untuk dilihat postingan saya beberapa waktu lalu:

https://koestoer.wordpress.com/ramadhan-dan-lebaran-hal-onoff/malam-indah-seribu-bulan/

OK, sampai ketemu di Attin, atau masjid jami mana saja yang penting gerakkan kaki anda menuju masjid di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Salam Ral 19Ag2011, 19 Rmd1432H.-

Upacara 17 an dan Satya lencana

Beberapa hari yl, mas Bud bilang: “Eh ikut upacara 17 an ya, kita dapet bintang lho…”  Setelah saya lihat daftarnya, ternyata bener juga dia. Ada beberapa dosen dari Teknik UI yg dpt… istilah resminya begini

Tanda Kehormatan SATYALENCANA KARYA SATYA.

Diberikan kepada mereka yang telah mengabdi selama 30 tahun pada negara. Tentu ada embel2nya begini – bekerja dengan penuh kesetiaan, penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin secara terus-menerus.

Kali ini di UI di serahkan pada upacara 17 Agustus 2011, dulu malah pada kesempatan lain, katanya yg datang malah sedikit. Sekarang ini dari 95 orang total diantaranya 57 orang dapat Satyalencana 30 th sisanya ada yg 20 th ada 10 th. Jadi kelihatannya lebih banyak yang tua-tua di UI ini… istilah seremnya ‘bencana demografi’.

Upacara 17 an dipenuhi oleh mahasiswa baru berseragam putih2 mereka dari Fakultas dan Vokasi. Yg terakhir ini istilah baru sekarang, kalau dulu disebutnya -Program D3 -. Dipimpin oleh Wakil Rektor bid Akademis dan Mahasiswa Dr Ir Muh Anis, beliau membacakan pidato Mendiknas. Penyematan tanda kehormatan hanya diwakili oleh 3 orang saja, sisanya setelah upacara selesai… pada berebutan di gedung convention blkg BNI.

Kata saya… lumayan jugalah daripada gak dapat bintang… Dan saya bangga juga koq dapat penghargaan ini karena merasa memang sudah betul bekerja serius di UI.

Kemarin saya lihat acara Sentilan-sentilun, si Butet bilang : “Kalau istri yang mengabdi pada suami… itukan kewajiban lho… kenapa musti dibintangi segala.” Itulah komennya pada penganugerahan bintang Adipradana beberapa hari yang lalu dari seorang suami kepada istrinya.

Rebutan bintang ada foto dan videonya, mari kita liat2…

Beberapa dari Teknik UI yang hadir: Heddy R Agah, Matsuri, Syahril A Rahim, Budihardjo, Budiarso, Iriantine, Raldi. Maaf kalau ada yg lupa, yg tidak terlihat Prof2 Tommy, Gotty dan Gunawan Tjahjono. Di group 20 th ada Ellen W Tangkudung, katanya:”Padahal sudah 26 th…”

Berantas Korupsi dengan Kasih Sayang

by Agus Muldya Natakusumah on Saturday, August 13, 2011 at 2:21pm

Memberantas Korupsi dengan Kasih sayang.

I.Fakta yang kita tahu.

  1. Agus condro membongkar kasus korupsi tetap dihukum dan pasti membuat orang yg ingin bongkar menjadi lebih baik mendiamkannya, siapa yg mau keluarganya terpaksa puasa akibat niat baik tersebut.
  2. Gayus Tambunan akan membongkar kasus yg lebih besar juga kelihatannya sudah pasti redup.
  3. Nazarudin hampir pasti menjadi pengisi penjara baru dan dengan melihat kasus sebelumnya akan sulit ia membingkar korupsi di DPR dan partainya. Terungkap juga bahwa Nazarudin belum dipecat dari DPR walau hal ini dianggap soal administrasi saja tetapi dalam soal bertatanegara hal ini tdk bisa diabaikan begitu saja krn nantinya bisa jadi soalnya dijadikan soal adm dan teknis saja serta selalu didorong kearah pemaafan saja, Ini berbahaya.
  4. Islam mengajarkan potong tangan bagi koruptor China potong kepala tetapi diindonesia potong masa tahanan sehingga pantasan korupstornya meningkat.
  5. 155 kepala daerah tk I dan 17 Gubernur sdg diproses hukum tetapi terasa bukan hanya sebagai pemberantasan korupsi saja karena dipersepsikan sebagai alat pamungkas politik supaya tdk mencalonkan diri lagi dan digusur.

Persepsi yg bisa dikatakan fakta atau Fakta yg dianggap benar ini bisa jadi tidak menguntungkan terhadap pemberantasan korupsi diindonesia.

Korupsinya sudah masih dan berjamaah serta dianggap juga siapa yang ada disitu akan melakukan hal yang sama dan koruptor juga akan lebih selamat jika rajin membagikan hasil korupsinya. Disisi lainnya juga perdebatan anggota parlemen akan kalah seru dengan kongkow bagi hasil diantara mereka pasca mengatur anggaran dan projek, semoga ini hanya persepsi yang dibangun saja karena jika benar begini sungguh sulit jalan normative melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

II.Korupsi walau kelihatannya Enak tetapi bukan hanya bahaya tetapi juga merusak&mencelakakan

Punya jaguar, hammer dan beberapa kendaraan lainnya rumah mewah, tabungan ratusan milliard sungguh pasti menyenangkan karena terkesan mau bersenang senang atau beramal. Mau ihktikaf di mekah dibulan puasa dan mau apa saja sungguh mudah dilakukan termasuk jika mau lakukan pelanggaran moral maklum duitnya ada termasuk untuk mempertahankan kekuasaan sekaligus menambah hartanya sangat mungkin bisa. Hanya apakah hanya begitu senangnya saja?…

Beberapa kawan mengingatkan jika anda kaya raya saja jangan lupa harus sering beramal dan berzakat. Alasannya paling sederhana kekayaannya berkurang dan anda sering salah dan sial atau tidak mendapat simpati sekeliling jika hanya menikmatinya sendiri juga akan mulai terserang penyakit dan berbagai persoalan ini kalau hanya pelit. Jika anda ditambah sombong dan suka menghina orang karena merasa berkuasa dan kaya maka soalnya akan lebih parah dan jangan sampai anda merasakan hukuman akibat anda berperilaku seperti ini.

Ingat ini kaya dengan jerih payah dan hanya punya kesalahan seperti itu. Sekarang bayangkan saja jika hasil kekayaan anda yg melimpah ruah itu hasil korupsi yang benar benar luar biasa mendapatkannya , apakah anda tidak akan dihukum oleh alam ini?….kenapa dihukum sederhana sekali karena mengambil haknya banyak orang atau satu orang sehingga akibat korupsi itu pasti ada yang menderita jadinya.

Kita tidak bersinetron tetapi sudah pasti kejahatan itu akan ada balsannya dan penderitaannya tidak perlu diceritakan disini karena pasti akan sangat sakit dan sengsara dan mencelakakan keluarga dan keturunannya.

III. Kita harus berubah dan melakukan perubahan.

Tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yg merubahnya?. Dalam kontek ini kita bukan ingin dibukanya sayembara berhadiah satu milyard bagi siapa siapa yg bisa membongkar kasus korupsi triliunan atau koruptor yg membeberkan konspirasi korupsi shg korupsi berhenti bukan hanya dibebaskan dan diberi bonus tetapi dengan melihat situasi skg sungguh sulit mengatakan jika korupsi akan berhenti jika kondisinya tetap seperti ini saja. Dan persoalannya kasian rakyat yg jatahnya dikorupsi serta kasian koruptornya juga karena siksaannya pasti akan datang dan bisa jadi baru adil jika ia lebih menderita dari rakyat yang jatahnya dikorupsi.

Pertanyaannya apakah Tuhan dan perangkatnya akan mampu disiasati dan ditahan sehingga siksanya tidak sampai?…jawabannya sungguh tidak mungkin jika sesuai ajaranNYA bahwa koruptor ini seharusnya dihukum demi keadilan walaupun rakyat yg sengsara hidupnya jika bisa mampu menjaga diri bisa juga akan mendapatkan kebaikan langsung.

Persoalan lainnya apakah rakyat berhak mendapatkan kebaikan jika mereka diam saja dan seakan mensetujui korupsi yg gila gilaan itu, jawabannya pasti tidak? Disinilah masyarakat harus bijak dan punya usahanya sendiri.

IV. Pengalaman dalam perubahan

Ah dia itu pejuang ternyata maling juga dan juga ada aktifist yg dulunya pejuang ternyata penikmat dan koruptor juga ini semua celotehan yg sudah umum dan itu memang biasa karena dimana mana pada dasarnya banyak juga yang tergoda karena berbagai kenikmatan.

Rakyat hanya dikorbankan sedang revolusi punya aturannya sendiri sehingga hanya elite pemenang revolusi itu sendiri yang akhirnya bisa menikmatinya rakyat sekali lagi hanya akan jadi korban. Ini juga pikiran yang umum dan banyak terjadi.

Pilihan paling baik untuk diri sendiri dan semuanya adalah memperbaiki diri sendiri masyarakat dan negara bangsa tetapi apakah akan terjadi otomatis karena pada dasarnya manusia mengarah kepada kesenangan dirinya sendiri dan membuat dosa?.

Memperbaiki diri sendiri kerja keras dan terus berdoa serta rajin menyuarakan ketidak setujuan terhadap kejahatan ini akan sangat berpengaruh dan dalam sistim Demokrasi jangan memilihnya lagi ketika pemilihan umum walau dalam sistim yg korup kertas suara dan rekapitulasinya bisa diganti ditengah jalan sehingga tetap saja hasilnya manipulasi.

Disisi lainnya jika dengan langkah demontrasi dan sabotase kombinasi politik juga sering kali menguntungkan broker revolusi?….

Semua jalan sepertinya membingungkan sekaligus memberikan harapan lalu jalan mana yg akan dipilih?…..

Yang pasti damai dan bekerja terus serta berdoa adalah pilihan utamanya. Ingat membiarkan kejahatan sama dengan membuka celah terkena kejahatan dan membiarkan orang lain celaka dan sesungguhnya akan mencelakakan diri sendiri juga pada akhirnya

yang pasti jika ada keinginan luhur kerja keras dan berjuang habis habisan maka Berkat Rahmat allah Yang maha Kuasa pengasih dan penyayang akan datang sehingga perjuangan akan berhasil. ini pengalaman sejarah diindonesia ini sejak kemerdekaannya.

Doakan secara sungguh sungguh para korupstor yang tidak juga sadar dan insyaf itu maka pasti akan terbuka jalannya sehingga mereka menghentikan kejahatannya dengan cara yg tidak disangka sangka sebelumnya.

Bagaimana pendapat anda kawan karena kita semua ingin dan harus membuat Indonesia terus lebih baik khan?

Agus muldya natakusumah

Ritech 2011 Pameran Riset dan Teknologi

Pameran Teknologi hasil Riset yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kemenristek ini sekaligus juga dibarengi dengan perayaan Hakteknas Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Kalo dulu ditandai dengan peluncuran pesawat  terbang N250.

Sekarang tidak pakai peluncuran apa2.Tapi banyak juga yang bisa dilihat sebagai hasil riset dari  berbagai litbang dan Universitas. Hanya masih kurang pemanfaatan hasil riset tsb. Implementasinya masih sangat minim. Yang agak berbeda tahun ini adalah munculnya beberapa penelitian dari pemerintah Daerah termasuk DKI sendiri. Selain itu Balitbang dari setiap kementrian juga menunjukkan hasil-hasil mereka walaupun seperti biasanya, kelanjutan pemanfaatan kepada masyarakat belum banyak terlihat.

BIC Bussiness Innovation Center memamerkan 103 Innovations yang juga sudah  terkumpul dalam bentuk buku. Bagian outdoor banyak diisi oleh teknologi militer hasil balitbang Kemhan.

Lihat video dan foto berikut:

http://www.youtube.com/watch?v=lyG-NpctH5Q

Diperkenalkan EcoPowerBooster oleh Fak Teknik Univ Nasional, bahan bakar bisa dihemat 20-70%. Hal ini nampaknya sangat diminati

oleh penggemar motor.

RITECH Expo 2011 yang bertemakan “Inovasi Untuk Kesejahteraan Rakyat”, secara resmi dibuka oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi RI, Suharna Surapranata, dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran. Sore hari, Presiden SBY berkesempatan datang untuk memberikan arahan dan berdialog dengan peneliti, perekayasa, inovator, industri dan mahasiswa dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama.

Salah satu aspek yang menjadi kendala dalam kolaborasi litbang dengan sektor produksi adalah adanya perbedaan/gap antara peneliti dan industri. Untuk itu, kementrian Ristek mendorong penguatan intermediasi iptek antara peneliti dan industri melalui BIC (Business Innovation Center)

Di Hakteknas 2011, BIC secara khusus melaksanakan serangkaian kegiatan, salah satunya business gathering, business matching yang melibatkan komunitas peneliti dan industri sampai terjadinya kerjasama antara lembaga litbang dengan industri. Selain itu juga launching buku “103 Inovasi Indonesia” yang berisikan hasil-hasil R&D dari lembaga litbang/perguruan tinggi seluruh Indonesia yang memiliki prospek komersialisasi.

Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) mendapat kesempatan untuk mengisi stand BIC,  yang bertempat di Hall B, No 01- 08, dengan menampilkan beberapa produk inovasi dukungan RAMP Indonesia seperti : Kompor Biomasa, Alat Perontok Padi, Alat Pancing Gurita, Obat Antidiabetes dari Buncis dan Biskuit Lele.
Disamping pameran ada juga seminar hasil riset oleh Lembaga Penelitian Kementrian, beberapa ttg kebijakan Teknologi Zuhal, Chairul Tabjung, Purnomo Yusgiantoro.   Pameran yang berlangsung hingga tanggal 12 Agustus dibuka untuk umum, mulai dari jam 9 pagi hingga sore

english for mechanical staffs

English course for mechanical engineering staff started two days ago. continuing with conversation this afternoon, the situation seems very attractive. Everybody speak mixed-languages and peoples were so active without any stress.

the course will continue next 2 days or friday afternoon after solat jumat.

Wawancara CEO Google dengan Tempo

TEMPO Interaktif, Eric Schmidt, Chief Executive Officer (CEO) Google periode 2001-2011 ini adalah seseorang dengan kepribadian terbuka. “Bagaimana dengan baju batik ini?” ia bertanya ramah ketika menerima Tempo.

Ia tersenyum lebar ketika dikatakan setelan batik krem lengan panjang itu cocok dipadu dengan celana panjang cokelat gelap dan sepatu warna senada yang dikenakannya.

Eric, yang kekayaannya ditaksir mencapai Rp 7 triliun, juga berpembawaan ceria. Setelah tak lagi menjabat CEO, ia mendapat tugas sebagai executive chairman untuk urusan eksternal.

Jumat dua pekan lalu, pria 56 tahun itu menerima Dwi Arjanto dan Eka Utami Aprilia dari Tempo di sela acara “Regional Entrepreneurship Summit” di Nusa Dua, Bali. Wawancara berlangsung di ruang Klungkung, Hotel Grand Hyatt, selama hampir satu jam.

Bagaimana perkembangan Google di Indonesia?

Indonesia adalah negara dengan penetrasi telepon seluler yang besar. Namun penetrasi Internet hanya 15-20 persen. Kami yakin perkembangan penggunaan Internet akan sangat cepat dalam beberapa tahun ke depan. Ini bisa menjadi kesempatan bisnis yang besar untuk Google.

Kapan Google akan membuka kantor di Indonesia?

Kami ingin membuka cabang di sini. Tapi ada beberapa detail dan hukum yang harus kami pastikan. Dari pelajaran di Cina, kami harus berhati-hati. Misalnya ada gesekan dengan perusahaan asing di Indonesia, itu bisa menjadi masalah.

Indonesia adalah negara pengguna Facebook terbesar kedua di dunia. Google punya social media?

Google punya Google Plus yang sudah keluar dua pekan lalu. Sejauh ini bisa dikatakan sukses. Kami memastikan dulu ini tidak rusak. Sekarang kami hanya mengundang secara terbatas. Tapi bulan depan Anda sudah bisa menggunakannya. Ada perbedaan dengan Twitter dan Facebook. Lebih banyak kendali pada privasi dan siapa teman Anda.

Penggunaan produk Google di Android masih bebas biaya. Bagaimana mendapatkan keuntungan?

Kami mendapatkan uang dari Android. Sebab setiap Android melakukansearch, kami mendapatkan iklan. Jadi, kami bisa menghasilkan banyak uang.

Strategi Google selanjutnya untuk Android khususnya untuk pasar berkembang?

Generasi berikutnya adalah Android dengan harga yang lebih terjangkau akan keluar tahun ini. Kami menjual lebih dari 50 ribu aktivasi sekarang. Beberapa ratus juta per tahun.

Tapi di Indonesia orang lebih banyak menggunakan BlackBerry. Bagaimana dengan hal itu?

Saya pikir Android akan datang dengan harga lebih rendah, lebih banyak fitur. Secara umum lebih baik daripada BlackBerry.

Bagaimana menciptakan budaya kerja untuk memunculkan inovasi?

Banyak perusahaan yang bekerja dengan sistem dari atas ke bawah. CEO mengatakan apa yang harus karyawan lakukan. Itu tidak baik. Akan lebih baik jika karyawan memberi tahu apa yang akan mereka lakukan, lalu kami bicara tentang ide.

Apa yang terbaik dari bekerja dengan Google?

Kami punya banyak lelucon. Soal makanan gratis, pijat, dan permainan gratis. Menyenangkan. Tapi sebenarnya orang di sekitar Anda sangat cerdas. Anda ingin bekerja sama dengan orang yang cerdas, bukan orang bodoh. Tugas saya adalah membuat semuanya terjadi.

Tentang Internet, apakah Anda berpikir itu positif atau negatif?

Secara keseluruhan, Internet sangat positif. Itu sumber utama untuk informasi dan hiburan. Isu Internet adalah privasi, keamanan, dan perbedaan budaya.

Kami percaya Internet baik bagi orang di negara ini. Jika saya tinggal di negara kepulauan dengan 17 ribu pulau seperti Indonesia, lalu ada Internet, itu akan mengubah dunia saya.

Melalui pulau saya, saya akan mendapat semua informasi yang ada. Setiap bahasa, situs, gambar, dan video. Lebih banyak yang bisa didapat daripada sekadar televisi. Anda bisa melihat setiap bahasa serta budaya.

Apa strategi Google pada bisnis Internet?

Sejauh ini terlihat cukup baik. Ada bisnis iklan dan kami punya semua platform untuk Android serta Chrome. Kami telah menanamkan investasi yang besar untuk itu.

Anda bukan CEO lagi. Apa Anda digeser karena dianggap tidak mampu lagi?

Tentu tidak. Larry Page (pendiri Google) dan saya bekerja sebagai tim. Saya melakukan hal-hal yang berkaitan dengan eksternal, seperti hubungan dengan pemerintah, media. Adapun Larry di kantor menjalankan bisnisnya.

Kedua pekerjaan itu dibutuhkan. Yang saya lakukan adalah menghabiskan banyak waktu untuk perjalanan panjang di pesawat, lalu kembali ke perusahaan di California. Itu tidak bisa dilakukan keduanya.

Kapan Anda berencana pensiun?

Itu satu-satunya pertanyaan yang tidak saya suka. Saya tidak punya rencana pensiun. Mengapa saya harus pensiun? Saya suka pekerjaan ini. Apa ada sesuatu yang salah?

Ketika Anda berinvestasi di Indonesia, apa yang bisa diberikan?

Hal paling penting yang bisa kami berikan kepada Indonesia adalah informasi. Informasi sangat kuat dan Google bebas biaya. Kami akan mempertahankan tetap bebas biaya.


PLN Bersih Dahlan Iskan

-0-

Berikut ini adalah ceritanya Dahlan Iskan Dirut PLN dimana namanya disebut-sebut oleh Nazaruddin. Apa sebenarnya permasalahannya ? Mari kita simak penjelasan beliau yang juga menunjukkan bahwa PLN sekarang sudah beda dengan PLN yang dulu. Boleh dibilang PLN sekarang sudah bersih dan ini semua berkat jasa seorang Dahlan Iskan yang betul-betul bisa menerapkan good leadership di BUMN ini. Salut untuk Dahlan Iskan.
-0-
To: mediacare@yahoogroups.com
Reply-To: mediacare@yahoogroups.com
Subject: Bls: [mediacare] Jawa Pos Terbaik Dunia

Memang benar, nama Dahlan Iskan di sebut-sebut oleh Nazarudin. Dan inilah jawaban Direktur PLN itu :
Senggolan Nazarudin
Dua kali nama PLN disenggol sedikit dalam kaitan dengan
Nazaruddin yang kini lagi buron itu. Yang pertama PLN dikaitkan dengan
tender batubara yang sampai membuat Nazaruddin bertengkar dengan partner bisnisnya. Yang kedua sekarang ini dalam kaitan dengan tender proyek
PLTU Kaltim/Riau. Saya senang dua hal itu disebut-sebut. Pertama saya
bisa numpang ngetop sebentar.Kedua,saya memiliki momentum untuk
mengkampanyekan “PLN baruâ€.
Soal batubara itu misalnya. Konon Nazaruddin memberi uang kepada
Daniel Sinambela untuk modal ikut tender batubara di PLN. Daniel menang
tender tapi tidak mengembalikan uangnya Nazaruddin. Daniel kemudian
dihajar Nazaruddin. Daniel masuk tahanan. Yang terjadi adalah Daniel
sebenarnya benar-benar menang tender. Bukan karena ada Nazaruddin
didalamnya. Tender itu dilakukan dengan system auction, sehingga tidak
ada peluang untuk diatur samasekali. Semua orang tahu system auction itu begitu transparansinya sehingga sangat kecil peluang untuk terjadi
permainan. Daniel menang tender karena penawaran harganya memang
sangat-sangat rendah.
Saking rendahnya, Daniel barangkali kesulitan mencari batubara yang
baik dengan harga yang masih bisa memberikan keuntungan baginya. Maka
batubara yang dikirim ke PLN pun batubara yang murah. Tentu tidak bisa
memenuhi kualitas yang ditentukan PLN. Yang hebat, petugas PLN di
lapangan berani menolak batubara ribuan ton tersebut. Akibat batubara
Daniel ditolak oleh PLN, Daniel tidak mendapatkan uang dari PLN. Karena
itu Daniel juga tidak bisa mengembalikan uangnya Nazaruddin. Nazaruddin
pun kehilangan uang puluhan miliar rupiah gara-gara ketegasan PLN.
Seandainya petugas PLN takut kepada Nazaruddin dan menerima begitu
saja batubara yang jelek itu tentu Nazaruddin bisa menyelamatkan uang
nya yang puuhan miliar itu. Namun karena batubaranya ditolak maka lenyap kan uangnya yang sangat besar itu. Dalam hal ini saya bangga dengan
petugas PLN di barisan paling depan tersebut. Seandainya pegawai PLN
tersebut bisa disogok tentu semuanya beres. Toh batubara jelek itu
sebentar lagi sudah tercampur dengan batubara ribuan ton lainnya. Tidak
akan gampang ketahuan.
Tentu saja saya bangga dengan pegawai PLN di bagian penerimaan
batubara itu. Saking bangganya sampai-sampai di DPR saya berseloroh :
kalau saja petugas itu seorang wanita akan langsung saya ciumi dia!
Bagaimana dengan tender PLTU Kaltim/Riau yang disebut-sebut Nazaruddin sekarang ini?
Saya pun penasaran. Sungguh saya pun ingin tahu apa yang sebenarny aterjadi ?
Tender tersebut dimenangkan oleh konsorsium PT Adhikarya (Kaltim)dan
konsorsium Rekayasa Industri (Riau). Sudah saya cek berulang-ulang bahwa proses tender sangat bersih dan profesional. Sampai-sampai teman
terbaik saya yang telah berjasa menyelamatkan hidup saya kalah di tender ini.
Pertanyaannya : siapakah yang memberi uang kepada Nazaruddin terkait dengan proyek ini?
Apakah orang PLN ? Atau pemenang tender ?Sebaiknya ini diusut. Saya
sangat berkepentingan dengan hasil pengusutan ini. Kalau orang PLN yang
memberikan uang, darimana asal-usul uang itu dan dengan tujuan apa?
Namun kalau, misalnya, pemenang tender yang memberi uang ke Nazaruddin, untuk apa dia memberi uang?
Bukankah dia menang tender bukan karena bantuan Nazaruddin ?
Apakah justru dia mengira menang tender itu berkat dukungan Nazaruddin ?
Tentu saya tidak tahu. Saya justru bertanya-tanya dalam hati. Kalau
benar begitu untuk apa pemenang tender itu memberi uang ke Nazaruddin ?
Sedekah ? Sumbangan?
Mestinya itu bukan sogok karena dia memenangkan tender bukan karena
jasa Nazaruddin. Saya penasaran atas pertanyaan-pertanyaan saya sendiri
itu. Karena itu saya mencoba mencari tahu.
Hasil penelusuran saya agak mengecewakan : ternyata masih banyak
peserta tender yang tidak percaya diri akan kemampuan mereka,lalu punya
backing orang kuat. Mereka belum percaya bahwa PLN sudah berubah. Mereka belum percaya bahwa di PLN bisa berubah. Mereka tidak percaya bahwa
backing itu sekarang tidak ada gunanya. Itulah sebabnya mengapa masih
ada peserta tender yang merasa perlu memiliki backing.
Keberadaan backing itu sendiri punya dua cerita. Ada peserta tender
yang memang mencari backing. Ada juga justru si backing yang
mencari-cari peserta tender. Terutama, yang diincar adalah peserta yang
sudah kelihatan punya peluang untuk menang. Si backing lantas
menakut-nakuti si peserta tender kalau dia tidak dikawal bisa saja
kalah.
Emosi peserta tender itu pun menjadi labil. Di satu pihak dia sudah
berada di ambang kemenangan. Peserta yang lolos tender tinggal sedikit,
katakanlah tiga. Kejiwaannya pun menjadi kemrungsung. Dalam keadaan
kemrungsung seperti itu dia ditakut-takuti oleh si backing. Kalau tidak
pakai backing dia akan dikalahkan. Ketika mengucapkan kata “akan
dikalahkan†itu bisa saja si backing seolah-olah sudah bicara dengan
pemilik proyek. Dalam situasi seperti itu peserta tender memilih jalan
yang paling save : diterima saja tawaran backing itu.
Celakanya tidak mustahil si backing tidak hanya mendatangi satu
peserta tapi juga peserta tender lainnya. Dengan demikian siapapun yang
menang backing pulalah yang paling menang. Saya sudah bisa menemukan
cara bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih. Bahkan sudah
mempraktekkannya setahun terakhir ini. Tender-tender di PLN tidak akan
terpengaruh oleh backing siapapun.
Bahkan dalam tender terbesar dalam sejarah PLN bulan lalu, yakni
tender proyek Rp 30 triliun di Jateng, PLN berhasil mengabaikan tekanan
para backing yang tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri.
Proyek Kaltim dan Riau itu tidak ada apa-apanya dibanding proyek di
Jateng itu. Tapi PLN berhasil lolos dari segala tekanan. PLN sudah tahu
bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih, tapi belum tahu bagaimana cara meyakinkan peseta tender agar menyadari bahwa backing sudah tidak
ada gunanya!

Lillahi maafiissamawati

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ

وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(284

Al Baqarah ayat 284.

Kepunyaan Allah segala apa yang ada dilangit dan di bumi. Dan jika kamu nyatakan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menyembunikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan kepadamu. Maka Allah mengampuni orang yang dikehendakiNya dan menyiksa orang yang dikehendakiNya. Dan Alah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

External Examiner di Khartoum

External Examiner di Khartoum
Univ of Medical Science and Technology Khartoum Sudan, mengundang saya untuk menjadi external examiner untuk ujian Bachelor of Eng. Sebenarnya saya nggantiin prof Tresna yang tahun lalu sudah kesana. Beberapa topiknya telah saya singgung pada artikel y.l. dan bisa dilihat di

https://koestoer.wordpress.com/2011/07/25/umst-khartoum-soudan-biomed-engineering/

Tentu sangat menarik karena semua menyangkut Biomedical Eng sehingga kemanfaatannya sangat jelas. Tak perlulah diceritakan kembali tentang ujian karena sudah ada di artikel tsb diatas.

Yang menarik juga adalah apa yg terjadi sesudahnya. Setelah ujian selesai tgl 26 Juli, kegiatan dilanjutkan dengan eksibisi proyek-proyek yg dikerjakanoleh mereka. Maka pada tanggal 27 pameran proyek mereka itu diselenggarakan dengan disaksikan oleh Rektornya Prof Mamoun Homeida (istilah mereka President of the University). Mereka juga mengundang pers, bahkan sayapun di wawancara oleh jurnalis dan difoto pula. Konon akan terbit hari senin tgl 31 Juli, di AKBAR newspaper dalam bahasa arab.

Tgl 28 Juli diselenggarakan Senat meeting of UMST. Jadi semua para pejabat yg terkait dengan kelulusan dari beberapa Fakultas dan departemen diantaranya, Busines dan Management, Kedokteran, Biomed Eng, dll semua diundang berikut dengan para external Examinar (Extex). Para Extex ini datang dari beberapa Negara untuk berbagai bidang. Yang saya ketahui adalah Afrika Selatan, UK, Saudi Arabia, Indonesia, Malaysia dan Jordania. Waktu naik bis dari hotel, kira-kira jumlahnya 20 an sih ada.

Dipimpin oleh Mamoun Homeida, para Ketua Dep memberikan laporan tentang hasil ujian para mahasiswa, sedangkan Extex diminta untuk memberi komen lisan. Sebelumnya Extex diminta membuat laporan tertulis tentang hasil ujian dan komentar serta usulan. Lumayan juga kerjaannya setiap hari jadi banyak. Sampai 3 hari pertama tak pernah istirahat jadinya.

http://www.youtube.com/watch?v=YqULb079FH0

Kali ini ada yang seru dari Senate meeting ini, Ceritanya begini, dari awal saya melihat bahwa proyek2 student ini bagus dan banyak diantaranya yang bisa dilanjutkan ke produk industrial untuk kemudian dipasarkan. Karena saya sudah memiliki pengalaman memproduksi dan menjual alat kesehatan, maka saya berpikir mengapa hasil mereka ini tidak dilanjutkan saja. Karena itu ide saya itu kemudian dibikin power pointnya oleh Sandi (mitra saya sebagai Extex).

Jadilah saya kemudian presentasi 20 menit utk 9 slides didepan semua peserta dengan power point berdiri didepan sambil ngomong sana sini. Walau bah Inggris belepotan (kalo dibanding dg orang Sudan yg berbhs Ingris British). Applaus dari para hadirin mengiringi berakhrnya presentasi saya yang memang menjadi istimewa karena tidak satupun diantara para Extex yang punya saran dan suggestion seperti kami. Yang lain semua bicara tentang kurikulum dan silabus atau dunia akademik. Dan mereka hanya bicara sambil duduk dikursinya saja, waktunya juga paling 5 menit ngomong. Cuma saya sendiri yang bicara tentang Academic cooperation to Industrial cooperation. Ide ini langsung disambut oleh Mamoun dengan menyampaikan bahwa mereka bersedia utk membiayai 2 proyeknya segera agar bisa masuk pasar. Saya sampaikan bahwa pasar di Ind besar ada ribuan RS besar dan kecil. Tentu mereka bengong karena Sudan penduduknya total 14 juta dan jumlah RS nya total paling tak lebih dari 50 an (mereka baru saja terbagi menjadi dua negara). Kontingen dari Indonesia, kali ini menjadi tophit dan super star dari meeting tersebut.

Pulang dari meeting sudah ½ 3 saya tidur dug-sreg kayanya saya nih kecapean juga, jadi bangun hanya utk solat dan tidur lagi. Padahal malamnya ada acara garden party dengan semua keluarga wisudawan. Untungnya supir L300 dari Universitas baik banget jadi yang lain sdh diantar ke Uni , dia balik lagi nungguin saya yang baru bangun jam ½ 9. Walau telat pestanya masih ramai, ada joget2 dan teriak2 ala sudan. Mungkin suasana bisa dilihat di video dan foto yang saya coba ambil dengan berbagai cara.

Waktu malam Extex pulang bersama di bis, ada madam dari South Africa (ini orang tulangnya gede banget 3x tulang lingkar tangan saya, tinggi lagi, ahli digital imaging, tapi suaranya halus dg aksen british). Dia bilang begini : « Hi, You impressed everybody, this morning… » Saya sambil belaga bodo bilang begini « Ouw really ? I don’t believe it.”

Please enjoy beberapa video…

http://www.youtube.com/watch?v=puZIwg5ZwRs&feature=related

Studentnya ada yang cantik dan ganteng juga… lihat deh…

http://www.youtube.com/watch?v=knPo-E4Dyj8&feature=related

Walau cuma punya sedikit waktu tapi sempat juga jalan2 3 jam di Khartoum, ini videonya.

http://www.youtube.com/watch?v=BuzwD3G-Huk&feature=related

(Ral – Doha – 03.43 – 30 Juli 2011).-

2nd Ed – UMST Khartoum Soudan Biomed Engineering

-0- Two parts of short articles, the second parts located after the comments of Prof Tresna. Enjoy the video as well, thanks. -0-.

Arriving in the morning around 11 local time at the int airport of Khartoum, we were picked up by the university’s staff, so that nothing problem in immigration neither custom. People took care of us very well.
Warm welcome of Dr Omer Abdalla and Dr El Nasri as a Dean and Deputy Dean of  Engineering Faculty of University of Medical Science and Technology, make us really feel at home. The Exams start at nine oclock with some final project, which are CAD of Schistosomiasis (Computer Aided Diagnosis), Infra Red Detector, Automated Blood Grouping, Robotic Surgeon.
Students demonstrate their skill in technical and presentation as well as their knowledge. Seems they are all good in mastering not only theory but also they are good in practice and implementation. Biomedical Engineering Department headed by Ms Hajar El-Tigani.
Please watch the video made by the youtube uploader.

In fact, University invite many examiners from different country, among others Kedah Malaysia, Johannesburg, Belfast UK, Jakarta Indonesia, Jordan, and others. Mamoun Hameida  the famous one who wants seriously increase the quality of graduate to international level, he is Rector of the University.

——————————————————————

Komentar Prof Tresna P. Soemardi:

Selamat Prof Raldiartono ketika saya minta Pak Ral untuk menguji Sarjana Biomedical Engr di Sudan karena kesibukan saya tidak bisa memenuhi undangan, apa yang Prof Ral katakan demikian adanya, sama dengan gambaran saya ketika saya menguji di UMST Sudan tahun 2010, suatu Universitas di Afrika dengan kesederhanaan kampus dan kesederhanaan fasilitas tetapi knowledge dan attitude yang berkelas dunia ternyata bisa diwujudkan.

Saya tidak mengatakan itu sebelum Prof berangkat….karena saya tidak ingin Prof Ral kecewa karena melihat airport, kemudian kampus,…kemudian ruang kuliah semua sangat sederhana……tidak seperti kampus kita yang tidak kalah megah dibanding Harvard atau MIT yang pernah saya kunjungi. Selamat sekali lagi anda mendapatkan pengalaman yang sama dengan saya.

Salam hangat Tresna Soemardi untuk Prof dan kolega-kolega di Sudan.
————————————–
(Ral).-
Mereka itu DAHSYAT… Spiritnya luarbiasa…

Translation:

I am very happy to hear direct from you about your very special experince in UMST Khartoum-Sudan, that was I have in 2010 when I invited as external examiner. I didn’t want to tell you about that before you experienced by yourself in Sudan and now you have it. Within the simplicity campus, class room, laboratory…….actually there is an unlimited passion to become a worldclass higher education in Medical Science and Technology……..Enjoy your stay in Sudan and my warm regards for collegues of UMST: Mr. Mamoun Homeida, Dr.Hajer, and Mr.Jorry and
all young staff in BME UMST. All the best
Tresna Soemardi

—000—

Second Day

In the second day at UMST, visit continue to examine the 5 final projects of the Biomed students, Which are :

– Transmission of Biological Signal using Bluetooth

– Non-invasive Continuous Blood Pressure Monitoring During Hemodialysis

– Electronic Medication Management System

– Air Bubble Detection Using Electronic Transducer for Hemo Machines

– Sleep Detector

Again the students show their ability in theory and practice in logical flow, methodology, adequate conclusion, as well as solving the problem.

There is only one word to represent their performance … OUTSTANDING.-

(Ral 260711).-

IIMS 2011 Motor Show

Tiap kali nonton Motor Show selalu saya terperangah oleh berbagai kemajuan di dunia otomotive dan otomobil… Buat saya seru banget. Kelihatan betul kemajuan industri dan teknologi, walaupun ini bukan kemajuan negara kita tapi negara lain toh saya tetap senang juga. Tentu banyak diantara kita mencibir… buatan dalam negeri maana ? Tetap kita harus kasi semangat sama industriawan kita, jangan putus asa, walau jadi tamu di negara sendiri tapi kita kudu usaha. Maklum ajalah di negeri ini lebih banyak jin dan setannya sehingga malaikat2 terpinggirkan bahkan sudah hampir nyebur ke laut.

Tetap semangat ngelihat show mobil orang. Eksibisi tetap ramai dan seru, berikut dengan semua show yang ada dari berbagai merk meobil, termasuk juga peragawatinya yang cantik dan memang didandani sedemikian rupa seksi dan bercahaya dengan warna warni disain yang matching dengan mobil baru yang dipajang untuk pengunjung yang juga sama keren-keren semua.

Dibuka pagi jam 10 oleh presiden SBY, masyarakat umum baru bisa masuk jam 15.00 dan itupun ngantrinya sudah cukup panjang. Karena dipaksa-paksa oleh ponakan dan anak saya terpaksa nganter juga siang bolong setelah solat jumat pastinya bolos kantorlah.
Tapi memang… ‘gak nyesel’ begitu kira-kira istilahnya… ngeliat show mobil dan juga ada show panggung khusus di Toyota besamapresenter cantik dan ganteng, yang sering muncul di tv-tv deh pokoknya. Suasana jadi ramai dan heboh.

The 19th Indonesia International Motor Show, 22-31 Juli 2011. Kali ini sengaja mengemukakan jargon spesial:

SUSTAINABLE GREEN TECHNOLOGY

Wuah mantap kan… Pameran di JIExpo Kemayoran di meriahkan oleh hampir semua merk mobil sedan dan juga truck bahkan ada sepeda dengan show ketrampilan… bingung pokoknya mau lihat yg mana.
Bukan itu saja tapi juga: Seminar – Seminar harian – test drive – IIMS drift war – ten days wim cycle BMX – Palm challenge – stunt show – Miss motor show.
Huh apalagi tuh…bingung deh.

 

Semua merk ada; KIA, Toyota, Daihatsu, Honda, Isuzu, Nissan. Itu yang Jepang Korea. Mau tahu yang baru…?
Geely dari China… luarbiasa kan ?
Eropa tentu tak kalah pamer, itu Mercedes, BMW dan Audi, Peugeot dan Italy dengan mobil sportnya.
Kemajuan teknologi bukan saja dari segi otomatik dan otomotif tapi juga dari keberpihakan industri saat ini kepada lingkungan mulai terlihat. Mobil ramah lingkungan seperti Prius dan lainnya mulai mengemuka baik yang kecil maupun skala menengah 2000 cc. Mulai dari Hybrid sistem, Elektrik, juga solar (tenaga surya).

Nazaruddin Kembali Bernyanyi

***Salinan dari Metrotvnews ***

Breaking News / Hukum & Kriminal / Selasa, 19 Juli 2011 17:38 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhamad Nazaruddin kembali bernyanyi. Kepada Metro TV Nazaruddin mengungkap berbagai borok di tubuh Partai Demokrat, termasuk keterlibatan Ketua Umum Anas Urbaningrum. Bahkan, Nazaruddin menuding Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah menerima uang. “KPK itu perampok,” tuding Nazaruddin.

Kepada Indra Maulana dari Metro TV yang mewawancarai melalui saluran telepon, Selasa (19/7), Nazaruddin menolak mengungkap di mana ia berada. Ia memastikan masih di luar negeri. Tapi ia tidak menjawab tegas saat ditanya apakah masih ada di Singapura. “Saya berada di tempat yang aman dari rekayasa politik.”

Nazaruddin menantang KPK untuk membuktikan ada aliran dana dari proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. “Jika KPK bisa membuktikan ada aliran ke rekening saya, saya akan pulang (ke Indonesia).”

Nazaruddin kembali menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum banyak menikmati uang dari proyek-proyek yang dibiayai APBN. Tender proyek itu dimenangi oleh perusahaan yang dimiliki Anas dan Nazaruddin. “Anas yang merekayasa semuanya, kok saya dijadikan tersangka,” kata politikus asal Riau itu.

Berbeda dengan keterangan sebelumnya, Nazaruddin mengaku ia hanya operator. “Saya ini bawahan Anas,” kata Nazaruddin. Ia kembali menegaskan, untuk memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat digelontorkan dana sebesar 20 juta dolar AS.

Nazaruddin juga mengungkap pertemuan Anas dengan Chandra Hamzah untuk mengatur pemilihan pimpinan KPK. Skenarionya, Chandra Hamzah dan Ade Raharja kembali terpilih sebagai pimpinan KPK. Dengan begitu, KPK tidak akan memanggil Anas, Angelina Sondakh dan Wayan Koster. Angie dan Koster merupakan anggota DPR dari Demokrat dan PDIP yang terlibat dugaan suap kasus Wisma Atlet.

Ada banyak hal-hal detil yang diungkapkan Nazaruddin ikhwal patgulipat proyek APBN, keterlibatan para politikus Demokrat, anggota DPR dan kebobrokan KPK. Ikuti keterangan Nazaruddin selengkapnya dalam video berita ini. (RIE)