Pertamina dipaksa


Dikutip dari salah satu milis.

Date: 2013/2/26 ; From: erick ridzky e_ridzky@hotmail.com>
Subject: [IA-ITB] MARI KITA CEGAH SAMA-SAMA KEBOHONGAN PUBLIK INI (BLOK MAHAKAM LAGI)
To: Sinergi IA-ITB sinergi-ia-itb@yahoogroups.com, Ikatan Alumni ITB ia-itb@yahoogroups.com
Andang Bachtiar
MARI KITA CEGAH SAMA-SAMA KEBOHONGAN PUBLIK INI (BLOK MAHAKAM LAGI)

Andang Bachtiar Dewan Penasehat IAGI

Peristiwa 7 tahun lalu – ketika pejabat Pertamina dipaksa bilang bahwa kita tidak mampu kelola Blok Cepu – akan berulang lagi beberapa saat nanti. Para pejabat PERTAMINA sudah mulai dipaksa untuk bicara ke rakyat bahwa Pertamina BELUM/TIDAK MAMPU mengelola Blok Mahakam, ditengah keinginan kuat masyarakat untuk tidak lagi membiarkan asset migas/energi kita dikuasai pihak asing setelah habis masa kontraknya.

Apakah kita akan membiarkan kebohongan2 itu diulangi lagi hanya dalam rangka kepentingan sekelompok / golongan tertentu yang sedang memegang tampuk kekuasaan untuk mendapatkan “konsesi” tertentu dari orang2 asing???

Jangan sampai kita para professional IAGI, HAGI, atau IATMI terjebak seperti 7 tahun yang lalu ketika salah satu dari kita disuruh bicara terbuka juga bahwa “kita” tidak mampu secara professional, teknologi dan finansial mengelola blok Cepu – kali ini untuk Blok Mahakam!! Jangan sampai terulang lagi. Mari kita sadarkan sama2, kita awasi sama2, kita teriaki sama2.

Saya cuplikkan berita hari ini yg meng”quote” Karen Agustiawan Dirut Pertamina yang “…sepakat dengan analogi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Migas (SKK Migas) Rudi Rubiandini. yang menyebutkan pengelolaan blok Mahakam seperti makan bubur ayam, Pertamina diharuskan belajar makan blok Mahakam dari pinggir dan selanjutnya ke tengah.”Kita coba dahulu berapa persen. Bila nanti sudah mampu, SKK migas juga akan memberikan 100 persen ke Pertamina,..” lengkapnya ikuti : http://www.merdeka.com/uang/pertamina-ogah-kelola-sendiri-blok-mahakam.html atau baca Koran Tempo hari ini yg menuliskan “PERTAMINA MENYERAH – Kementrian Energi menyarankan bagian Pertamina berkisar 30-40% saja. Disitu dituliskan bahwa Karen menyatakan: “Kami coba dulu beberapa persen. Bila nanti sudah mampu, SKK Migas juga akan member 100% ke Pertamina. Sesuai arahan Men BUMN & Presiden, Pertamina tidak hanya focus garap ladang minyak dalam negeri, tapi juga
ekspansi LN. Jadi, portofolionya nanti kami bagi…” Kalau kita analisis gerak-gerik para pejabat Negara dan pemegang amanah atas kekayaan migas-energi negeri ini terkait dengan Blok Mahakam, terlihat jelas sekali bagaimana ngotot-nya Ka SKK Migas dan Menteri ESDM meng-goal-kan usaha kembalinya perusahaan asing pemegang kontrak lama untuk menguasai.

Berita hari ini tadi itu menyusul berita serupa kemarin Senin 25 Feb 2013, tapi yang bicara adalah: Ari Sumarno, bekas Dirut Pertamina ketika Cepu diserahkan juga pengelolaannya ke pihak asing (Exxon Mobil) 2005-2006 yang lalu. Saya cuplikkan beritanya: “PT Pertamina (Persero) dinilai belum mampu mengelola Blok Mahakam tanpa bantuan operator lain. Pasalnya, dengan aset yang dimiliki saat ini, Pertamina belum juga mampu meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi di lapangan milik mereka sendiri. Mantan Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno mengatakan Blok Mahakam merupakan lapangan migas yang secara teknis sulit dikelola lantaran terdiri dari dua jenis lapangan yaitu di darat (onshore) dan di laut (offshore). Dengan begitu, diperlukan teknologi yang lebih rumit dibanding lapangan migas di darat.”Jadi direksi Pertamina jangan gegabah dan mudah mengatakan mampu mengoperasikannya sendiri. Tidak ada lapangannya yang teknis serumit itu atau volume produksinya
sebesar itu,” ujar Ari kepada wartawan di Jakarta Senin (25/2). Lengkapnya, ikuti: http://www.merdeka.com/uang/pertamina-dinilai-belum-mampu-kelola-blok-mahakam-sendiri.html

Untuk lebih melengkapi cermin masa lalu saya cuplikkan juga berita dr Jakarta Post MARET 2006 yang menyebutkan boss2 Pertamina ragu untuk mengoperasikan Blok Cepu, bahkan salah satu professional yang notabene anggota IAGI juga bicara di Metro TV bahwa “kita” tidak mampu mengelola Blok Cepu (belakangan setiap kali digugat oleh kawan2 dia selalu menyatakan: SAYA DIPAKSA, …sayang dia tidak mau membuat pernyataan terbuka tentang hal itu). Cuplikannya: ….” Meanwhile, in a Thursday talk show on Metro TV, the head of Pertamina’s Cepu block exploration and production unit, Hestu Bagyo, said that his company would be unable to operate the block alone due to a lack of technology and finance”. Lengkpnya ikuti: http://www.thejakartapost.com/news/2006/03/11/pertamina-boss-doubtful-cepu-block-operatorship.html

Semoga Allah SWT selalu memberi jalan terang kepada pemimpin2 kita. Semoga mereka semua sadar bahwa membohongi rakyat se Indonesia itu luar biasa besar dosanya!!! Kita mampu dan kita mau INDONESIA mengelola Blok Mahakam sendiri atau sebagai operator majority!!! Sudahlah, jangan diutak-utik lagi. Jangan lagi menyebar2kan kebohongan yang menyakitkan hati itu kepada rakyat negeri ini.

Allahuakbar

ADB Geologist Merdeka IAGI 0800
Semoga bermanfaat.

Salam,
-er-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s