Mendikbud Nuh Nanti ditanya malaikat


Berikut ini adalah tulisan sdr Habearifin dalam bbrp tanggapannya tentang kasus RSBI dan UN yang diambil dari salah satu milis.

-0-

Untuk Pak Sukemi Re: [IGI]  Bahaya Laten RSBI Re: [keluargaunesa] Ij

 Wed Jan 23, 2013 1:35 am (PST) . Posted by: “habe arifin” habearifin
Jika memang pemerintah ingin kebijakannya baik, hal pertama yang harus dilakukan adalah tengoklah diri sendiri dulu, dg cara taatilah hukum, junjung setinggi-tingginya supremasi hukum. Ini bisa dilakukan secara simbolis: copot papan nama seluruh RSBI di sekitar 1.300an sekolah di Indonesia. Ini membutuhkan political will yang kuat. Tidak ada satu pun peraturan di negeri ini yang masih melegitimasi RSBI dan memasang papan namanya di sekolah-sekolah kita.

Hal kedua adalah cabut segera Permendiknas. Anggaran RSBI kembalikan ke DPR atau minta DPR menyetuji “pengalihan" anggaran agar Pak Nuh tidak dipenjara usai menjabat Mendikbud. (Kapan hari salah satu pejabat setingkat Dirjen di Kemdikbud sudah digiring ke KPK).

Hal ketiga adalah pembubaran UN. Nyatakan secara terbuka bahwa Kemdikbud mematuhi hasil putusan kasasi mahkamah agung dan tidak perlu lagi mencari-cari alasan, apalagi hanya sebuah pernyataan humas MA.

Saya sangat risau dengan pembangkangan ini. Kita semua mestinya berkontribusi memperbaikinya. Menyalakan lilin satu per satu di setiap keremangan. Jangan menambah masalah baru. Energi bangsa ini jangan dihabiskan hanya untuk berkonflik. Apa susahnya mentaati hukum. Dana UN yang sekitar 680 milyar kembalikan lagi ke DPR atau minta dialihkan untuk memperbaiki kualitas guru.

Coba bayangkan ketika di kuburan nanti Pak Nuh ditanya malaikat. “Nuh, aku lihat ada satu juta siswa ramai-ramai melakukan kemusyrikan, menyekutukan Allah dan menuhankan pensil yang dicelupkan ke air tuah Ponari hanya karena ingin lulus UN. Apa yang bisa kamu katakan Nuh?”

Menjadi pejabat hanya 5 tahun. Tapi pertanyaan malaikat ini akan mengirimkan kita ratusan tahun ke tempat yang baik atau buruk. Bergantung betul pada amal perbuatan kita di dunia.

Bangsa ini sudah rusak parah. Hadirnya KPK, hadirnya MK adalah sebuah ikhtiar untuk memperbaiki bangsa ini. Kemendikbud adalah satu-satunya harapan kita karena kita tidak memikirkan kondisi bangsa saat ini tapi 20-30 tahun yang akan datang.

Pembangkangan Mendikbud terhadap dua putusan hukum dari dua lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, MA dan MK, adalah sebuah catatan sejarah yang kusut. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana jika suatu hari kelak 20-30 juta siswa kita membangkang terhadap regulasi Mendikbud. Dengan demo PGRI saja, Kemdikbud sudah kelimpungan. Bagaimana bila yang membangkang 20 juta siswa se Indonesia.

Pembangkangan warga negara bukan tidak ada. Gerakan reformasi mampu menumbangkan keangkuhan penguasa. Ketua PBNU Said Aqil Syiraj bahkan pernah menyerukan masyarakat membangkang tidak membayar pajak. Jika ini dilakukan dan diserukan terus-menerus dan konsolidasi civil society semakin menguat, apa yang bisa dibanggakan sebagai penguasa apalagi hanya sebagai Mendikbud?

Yuk patuhi hukum. Yuk taati hukum. Jadikan hukum sebagai panglima. Jadikan diri kita dibutuhkan oleh bangsa ini dan bukan dijadikan sebagai musuh bangsa, musuh masyarakat.

Salam
Habe Arifin

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s