Tour CORDOBA

Keberangkatan 22 Dec 2018 – 05 Jan 2019

Ringkasan tour

Hari1

JAKARTA – DUBAI Sat, Dec 22 2018
Anda diharapkan berkumpul di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta untuk penerbangan menuju kota Milan, Italy.

Hari2

DUBAI – MILAN – NICE Sun, Dec 23 2018
Setibanya di Milan, Anda akan diajak ke kawasan Piazza Del Duomo. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju kota Nice di Perancis yang terkenal akan Promenade des Anglais nya, dengan bentangan pantai mediterania.
Makan Malam

Hari 3

NICE – CANNES – MONTE CARLO – MARSEILLE Mon, Dec 24 2018
Setelah makan pagi, Anda akan menyusuri French Riviera atau pesisir Cote d’Azur yang terkenal dengan pemandangan indah mulai dari Cannes, sebuah kota yang terkenal dengan Festival Film Dunia nya, Monte Carlo di Monaco yang sudah terkenal di seluruh dunia sebagai rumah dari orang-orang kaya kaum jetset, F1 di dalam kota dan kasino tertua di Eropa serta Royal Palace yang dekat dengan gereja tempat dimakamkan Putri Gratia Patricia, istri Pangeran Rainier III yang dahulunya adalah seorang artis kenamaan Amerika dengan nama Grace Kelly. Bermalam di Marseille, Perancis.
Makan Pagi , Malam

Hari 4

MARSEILLE – BARCELONA Tue, Dec 25 2018
Hari ini kita menuju kota Barcelona di Spanyol yang merupakan sebuah kota di wilayah Katalonia yang sudah berdiri sejak tahun 230 SM.
Makan Pagi , Malam

Hari 5

BARCELONA Wed, Dec 26 2018
Pagi ini berkunjung ke Katedral Sagrada Familia hasil karya Antonio Gaudi yang unik yang sampai saat ini belum selesai. Photo stop di depan Camp Nou Stadium yang merupakan stadium dari Klub sepakbola tim Barcelona, Stadium Estadi tempat Olimpiade 1992 di kawasan Montjuic Hill. Kemudian melewati Columbus Monument, Plaza de Catalunya, Paseo de Gracia, Casa Mila dan Casa Batlo.
Makan Pagi , Malam

Hari 6

BARCELONA – ZARAGOZA – MADRID Thu, Dec 27 2018
Perjalanan menuju negeri matador Madrid yang sudah menjadi ibukota Spanyol sejak tahun 1561, dengan singgah di Zaragoza untuk mengunjungi Basilica of Our Lady of the Pillar yang sangat besar dan indah.
Makan Pagi , Malam

Hari 7

MADRID Fri, Dec 28 2018
City tour di kota terbesar Spanyol ini akan mengunjungi Royal Palace tempat tinggal raja Spanyol dahulu dan melewati Puerta del Sol atau titik nol dari kota Madrid, Plaza de Espana dengan patung Cervantes penulis kisah Don Quixote yang terkenal dalam literatur Eropa, the Parliament. Dan berkesempatan berbelanja di Laz Rozas Outlet Designer. Malam hari Anda akan diajak menyaksikan Flamenco Show.
Makan Pagi , Malam

Hari 8

MADRID – LISBON Sat, Dec 29 2018
Pagi ini Anda akan menuju kota Lisbon dimana Anda akan kami ajak photo stop Cristo Rei patung Yesus tertinggi di Portugal.
Makan Pagi , Malam

Hari 9

LISBON -FATIMA – LISBON Sun, Dec 30 2018
Pagi ini menuju ke Fatima, kota ziarah yang sangat terkenal atas penampakan Bunda Maria terhadap tiga anak gembala dengan berkunjung ke rumah masa kecil dari Lucia, Francisco dan Jacinta serta Sanctuary of Our Lady of the Rosary, gereja yang dibangun untuk memperingati penampakan ini. Kembali ke kota Lisbon, mengunjungi Jeronimos Monastery (tutup setiap hari senin), Belem Tower yang menjaga keamanan dari mulut sungai Tagus serta Monument of Discoverers.
Makan Pagi , Malam

Hari 10
LISBON – SEVILLE Mon, Dec 31 2018
Perjalanan dilanjutkan menuju Seville untuk mengunjungi Taman Maria Luisa dan photo stop Giralda Cathedral and Tower.
Makan Pagi , Malam

Hari 11
SEVILLE – CORDOBA – GRANADA Tue, Jan 01 2019
Hari ini menuju kota Cordoba sebuah kota di Spanyol bagian selatan dengan mengunjungi La Mezquita yang terkenal dan Roman Bridge. Setelah itu Anda akan diantar menuju Granada mengunjungi Istana Alhambra yaitu istana musim panas Raja Moorish tempo dulu dengan suasana taman serta air mancur (apabila reservasi penuh akan digantikan ke Taman Generalife atau Royal Chapel).
Makan Pagi , Malam

Hari 12

GRANADA – TARIFA/ALGECIRAS – TANGER Wed, Jan 02 2019
Melanjutkan perjalanan menyusuri Costa del Sol disepanjang pesisir mediterania dengan pemandangan indah menuju kota Tarifa/Algeciras untuk beralih masuk ke benua Afrika dengan kapal Ferry ke Tanger di Morocco. Setibanya langsung ke hotel untuk beristirahat. Makan Pagi , Malam

Hari 13

TANGER – RABAT – CASABLANCA Thu, Jan 03 2019
Perjalanan di negara benua Afrika Utara ini menuju ibukota Rabat dimana Anda akan masuk ke dalam Casbah, sebuah kota benteng di tepi samudera yang sangat unik, dimana cat tembok disetiap rumah berwarna putih biru, Mohammed V Mausoleum dan Hassan Tower yang merupakan menara mesjid yang tak terselesaikan pembangunannya serta King’s Palace Rabat. Selanjutnya ke kota Casablanca yang berada di tepi samudera Atlantik ini. Makan Pagi , Malam

Hari 14

CASABLANCA – DUBAI Fri, Jan 04 2019
Hari ini menuju ke bandara untuk penerbangan kembali ke tanah air. Makan Pagi

Hari 15

DUBAI – JAKARTA Sat, Jan 05 2019
Hari ini tiba di Jakarta dengan penuh kenangan yang indah. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Anda dalam program perjalanan wisata bersama Kami.

Intro ME Des 2018

No NPM Nama NPPT NPRE NOME NFIN
1 1806187682 Rafid Fawwaz Fadhal 82 80 78,5 79,1
2 1806187695 Rafi Bagja Wirawan 82 80 72,5 75,5
3 1806187700 Shaffira Adelina Aristiana 82 80 82,0 81,2
4 1806187871 Arsalan Ghifari Kandung Sonda 82 80 72,5 75,5
5 1806187884 Muhammad Fakhri Nuh 82 80 80,0 80,0
6 1806187890 Ardaffa Kemal Rasha 82 80 76,3 77,8
7 1806227963 Harry Swaramadani 82 80 80,0 80,0
8 1806227976 Klaugusta Adimillenva 82 80 79,2 79,5
9 1806227982 Michael Jehan Pangestu 83 81 81,5 81,3
10 1806228013 Nizar Rizki Ramadhan 83 81 76,0 78,0
11 1806228026 Osdi Osbert Billi 83 81 80,5 80,7
12 1806228032 Patrick Kurnia 83 81 82,3 81,8
13 1806228045 Raditya Danendra Juzar 83 81 76,0 78,0
14 1806228064 Richard Sanders 82 80 80,0 80,0
15 1806228070 Rithwik Chandur Nathani 82 80 83,7 82,2
16 1806228096 William Irawan Terran 82 80 77,3 78,4
17 1806228101 Zakaria Bustami 82 80 84,0 82,4

NPPT = PPT ; NPRE = Presentasi ; NORE =  Oral Mid n Exams ; NFIN = Final

NFIN  = 0,4 x AVE NPPT NPRE  +  0,6 x NORE

Saat Meregang Nyawa

Tulisan dari seorang Dokter yg bertugas di RS Swasta – Jogjakarta..

“Seringnya mendapat giliran tugas menunggui mereka yang sedang menghadapi sakratul maut alias detik-detik menjelang lepasnya nyawa dari tubuh fisiknya, membuat saya banyak merenungkan apa arti dari semua ini.
Sebuah kesempatan belajar yang langka dan tidak semua orang bisa mengalaminya.

Apa pentingnya buat saya ?
Sangat penting, karena dari peristiwa itulah saya terus disadarkan bagaimana mengisi hari-hari yang saya jalani ini, agar bisa berakhir dengan penuh makna, mencapai tujuan yang diagendakan sejak sebelum saya diturunkan ke dunia, dan belajar menghargai waktu yang tersisa dengan hidup yang lebih berkualitas.

Cara orang meninggal dunia itu berbeda-beda.
Kemiripannya hanya pada tanda-tanda yang menyertai sebelum maut menjemput.
Wajah yang mendadak berubah, seperti bukan yang kita kenali selama ini.
Pucat, bahkan putih seperti tembok.
Terutama sorot mata mereka, yang sebentar kosong, sebentar gelisah, sebentar marah.
Perilaku juga berubah.
Ada yang keinginannya harus dituruti betapa pun anehnya.
Atau membuat orang lain kesal, dan yang bersangkutan sendiri marah atau uring-uringan.
Mereka juga jadi labil secara emosi.
Sedih, sering menangis tanpa tertahan lagi, takut ditinggal sendirian.
Semakin mendekati waktunya, semakin gelisah menanyakan hari, tanggal atau jam.
Juga tak betah lagi mengenakan segala macam alat bantu medis yang dimaksudkan untuk membuat mereka lebih lama bertahan hidup.

Yang membedakan adalah seberapa pasrah atau seberapa besar keyakinan mereka terhadap pemeliharaan semesta, semasa hidupnya.
Kebanyakan mereka yang simpel dan lurus-lurus saja hidupnya, tak banyak kuatir memikirkan ini itu hingga detil, lebih cepat “berangkat”nya.
Tapi jika masih ada banyak ganjalan di hati dan pikirannya, seringkali mengalami kesusahan pada saat jiwanya akan lepas dari tubuhnya.

Hal ini membuat saya berpikir, bahwa untuk mati dengan mudah tanpa melalui banyak siksaan, adalah dengan melatihnya semasa kita masih hidup di dunia.

Berlatih mati ?
Ya, Anda tidak salah baca, dan saya tidak sedang becanda.

Yang pertama perlu dilatih adalah soal keyakinan kita.
Yakin dan menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa segala sesuatu itu baik adanya, berujung kebaikan, dan selalu ada kebaikan walau nampaknya susah sekalipun.
Ini adalah fondasi yang sangat penting ketika nyawa kita tengah berada di ujung tanduk nanti.
Kebaikan yang selalu kita yakini dan pikirkan akan membuat kita menyambut kematian dengan tersenyum dan sukacita.
Putusnya nyawa dan keluarnya jiwa dari tubuh fisik kita akan lancar sama seperti ketika buang hajat besar, semakin kita rileks, akan semakin mudah, tapi semakin kita tegang, semakin susah lepas.

Latihan kedua adalah berlatih melepas.
Melepas apa saja yang selama ini kita anggap sebagai hak kita.
Sadarilah bahwa kita tidak memiliki apa-apa dan tidak berhak atas apa pun, termasuk memikirkan nasib orang-orang yang kita kasihi yang akan kita tinggalkan.
Itu bukan urusan dan tanggung jawab kita.
Mereka adalah milik semesta dan masing-masing memiliki urusannya sendiri-sendiri dengan semesta.

Lepaskan juga segala urusan harta, kekayaan dan apapun yang masih mengikat dan menguasai kita, sejak sekarang ini, selagi kita masih hidup.
Artinya, ini adalah latihan mental agar kita tidak terus menerus kuatir dan memikirkan sesuatu yang nantinya akan kita tinggalkan.
Melepaskan juga berarti melepaskan dendam, kemarahan, kepahitan, luka batin yang masih ada.
Bersihkan mulai dari sekarang ini, hingga tak ada sisa sama sekali.
Lepaskan juga pengampunan dan berkat kepada mereka yang pernah menyakiti hati, mengkhianati, mengakali kita, seikhlas-ikhlasnya.

Latihan juga tidak berhenti di aspek spiritual dan mental saja, namun juga di aspek fisik.
Memang tubuh fisik kita nantinya akan kita tinggalkan.
Tapi lebih enak mana meninggal dengan sehat atau dengan sakit ?
Berlatihlah menghormati dan menghargai tubuh kita mulai dari sekarang.
Mulai belajar mendengarkan suaranya, apa yang sebenarnya ia butuhkan, bukan apa yang kita (ego/nafsu) butuhkan.
Berikanlah apa yang tubuh inginkan sejak sekarang, agar ia tak membangkang atau menusuk di belakang pada saat kita tak berdaya lagi.
Tapi ini bukan berarti manipulasi ya.
Lakukanlah dengan ikhlas, karena mengasihi tubuh sendiri sama dengan melayani orang yang sedang sekarat.
Perlu hati-hati, cermat, penuh hormat.
Daripada nantinya tubuh kita habis dimakan obat, lebih baik memeliharanya dengan baik semasa kita masih bisa.
Berikan makanan yang sehat, olahraga yang cukup, sinar matahari pagi, dan air bersih yang sesuai kebutuhan.

Banyak lagi yang bisa kita latihkan untuk menyambut kematian dengan gembira dan bukan dengan air mata.
Sudah waktunya kita mengubah persepsi tentang kematian bukan lagi sebagai peristiwa dukacita tapi kemenangan yang perlu dirayakan.”

Selamat merenungkan dan mulai berlatih.

(Disalin dari FB Boedcah 081218).-