Curhatnya Yasmin dan Kemala


Nama : Jasmine Humaira

NPM   : 1706985754

Jurusan: Teknik Kimia

Empat bulan.  Waktu yang cukup singkat untuk mengenal sosok asli seseorang.  Namun, dengan seorang dosen yang selalu hadir dengan raut muka dan gestur eskpresifnya, waktu tersebut telah cukup untuk meninggalkan kesan berarti bagi saya dan teman-teman mahasiswa.

Prof. Raldi.  Begitulah kita memanggilnya

Saya ingat hari itu, 5 Februari 2018.  Hari itulah ketika saya dan teman-teman memasuki kelas MPKT-A (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi-A), sebuah mata kuliah yang kabarnya akan membahas perihal yang ‘membosankan’—filsafat dan logika.  Saya dan teman-teman hanya dapat berharap semoga kita mendapatkan dosen yang kiranya dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga kita tak merasa jenuh akan 300 menit pertemuan di tiap minggunya. Kemudian, datanglah sosok Prof. ke dalam kelas.  Pertemuan pertama kami kala itu tak diawali dengan banyak basa-basi, melainkan presentasi akan karya beliau yang berupa inkubator.  Dari mulai fungsi hingga cara kerja inkubator tersebut.  Pada awalnya, saya merasa heran.  Ya, saya paham bahwa karya beliau tak ayal merupakan hasil dari aplikasi ilmu-ilmu keteknikan yang dimilikinya. Namun, pastinya telah banyak dosen yang pastinya telah menciptakan karya dari ilmu-ilmu yang sama. Lantas, apa istimewanya karya beliau? Lebih tepatnya, mengapa Prof.ini begitu bersemangaat menyuguhkan presentasi mengenai inkubator tersebut di awal-awal jam belajar? Oh, ternyata, inkubator tersebut tidak diciptakan, dikomersialkan untuk keuntungan diri semata, melainkan disebarkan oleh beliau secara cuma-cuma, alias gratis, untuk menolong hidup bayi-bayi prematur di Indonesia.  ‘Inkubator Gratis untuk Nusantara’, jika saya tak salah dalam mengingat titel yang tertera pada slide presentasinya. Beranjak dari keprihatinan beliau salah satunya terhadap tingginya angka meninggalnya bayi-bayi prematur di Indonesia yang kemudian menggerakkan beliau untuk menciptakan inkubator gratis sebagai sebuah aksi kepedulian dan pengabdian masyarakat.

Beberapa pertemuan selanjutnya berjalan dan segala suguhan penjelasan dan tayangan di channel televisi mengenai inkubator beliau masih kerap diputar.  Beberapa orang termasuk mahasiswa mungkin memandang suguhan-suguhan tersebut merupakan bentuk karya beliau semata.  Namun, menurut saya, Prof. memiliki pesan besar yang ingin disampaikan pada mahasiswanya.  Seperti ujaran beliau, menjadi seorang mahasiswa, apalagi mahasiswa Teknik, kita tak boleh memilliki niat hanya untuk menjadi sarjana yang akan direkrut menjadi pekerja korporat di perusahaan-perusahaan ternama.  Jangan sampai hidup kita hanya dipenuhi dengan memenuhi tuntutan bos-bos besar demi titel keren dan gaji besar yang akan mensejahterkaan diri semata.  Jika kita melakukan hal tersebut, maka kita hanya akan menjadi seorang follower sejati yang tak mau merangsang otaknya untuk berpikir dan menciptakan ide-ide kreatif.  Kita harus bergerak.  Kita harus mampu membuat suatu inovasi yang akan menciptakan perubahan bagi Indonesia, termasuk kemaslahatan masyarakat di dalamnya. Meski mungkin awalnya kita tidak mendapatkan dukungan dan apresiasi penuh atas kerja keras kita, namun apa pentingna sebuah apresiasi jika kita telah berhasil menciptakan puluhan  bahkan mungkin sejuta senyum orang-orang yang berbahagia akibat bantuan kita.  Jika kita ingin melakukan perubahan, maka mulailah dengan bersikap aware terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita.  Ide tak hanya dapat beranjak pada masalah-masalah yang orang keluhkan, namun ide juga dapat datang dari hal-hal kecil yang belum terpikirkan oleh orang sebelumnya.  Lebih baik lagi, jika hal yang ingin kita ubah terkait dengan passion maupun bekal skills yang kita punya. Dengan begitu, maka kita akan jarang merasa jenuh dalam perjalanan kita nantinya karena kita menjalankan apa yang kita sukai.

Tak butuh modal besar, kok, pada awalnya. Hal terpenting yang harus dibutuhkan dan dipertahankan ialah niat tulus untuk membantu orang lain. Dengan niat dan tekad yang kuat, serta diriingi konsistensi, kerja keras dan doa yang kuat, maka segala rintangan dapat kita hadapi.

Ujaran Prof. inilah yang seakan menjadi jawaban atas kebingungan saya selama ini. Usia saya telah menjelang 20 tahun,namun kontribusi pada orang-orang di sekitar saya lakukan hanya dapat dihitung jari. Takut, itulah yang saya rasakan. Saya bingung ingin memulai dari mana, apa langkah yang tepat untuk menciptakan perubahan. Tak ada modal, kemampuan pun minim. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur memasuki kelas ini. Setidaknya, saya sekarang memiliki gambaran akan hal-hal yang saya harus bangkitkan dan pertahankan dalam diri saya yang nantinya akan menciptakan perubahan yang mendatangkan manfaat bagi orang banyak dan berkelanjutan.

Terima kasih pada Prof. Raldi yang telah menjadi wake up call saya,baik dari cerita perjalanan berbagai usaha Prof, pandangan Prof. terhadap berbagai hal, terutama dalam meluruskan dan menerangkan stigma negatif yang orang-orang katakan terhadap generasi zaman ini yang terkesan sering tidak peduli terhadap lingkungannya sendiri dengan cara yang baik, mendorong kami untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dan solutif setiap kali kami mengerjakan tugas yang diberikan. Kesan berarti yang paling saya ingat dari bapak ialah bahwa bapak orang yang mendedikasikan hidupnya untuk selalu bermanfaat bagi sesama, baik umat maupun negara. Semoga saya dan teman-teman dapat menjadi orang seperti bapak sehingga Indonesia yang kita mimpikan sejak dahulu dapat terwujud.

-0-

Nama : Kemala Putri Aprilianti

NPM : 1706985262

Pesan dan Kesan Selama di MPKT-A 08

Sungguh tidak terasa, sekarang sudah berada diakhir perkuliahan di kelas MPKT-A 08. Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari kelas MPKT-A 08. Suka duka (dukanya karena udah mau pisah) dilewati bersama teman-teman dan guru kami tercinta Prof Raldi. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih khususnya untuk Prof Raldi yang sudah mengajarkan, membimbing, dan menginspirasi saya sebagai mahasiswa. Saya masih sangat ingat pertemuan pertama kami di MPKT-A 08, Prof. Raldi menceritakan bagaimana perjuangan Prof. Raldi dan tim untuk membantu wanita-wanita hebat dan bayinya dengan inkubator gratis. Dari kisah perjuangan Prof. Raldi, saya belajar bahwa ilmu yang kita dapatkan lebih baik digunakan untuk membantu sesama daripada hanya digunakan untuk memperkaya diri sendiri saja. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang seharusnya lebih bisa peka dan peduli pada masyarakat.

Selain itu, dengan MPKT-A saya belajar banyak hal seperti, kepribadian individu, individu dalam kelompok, sampai sikap individu terhadap bangsa dan negaranya. Hal tersebut sudah sangat baik apalagi saat Prof. Raldi menambahkan tugas tambahan mengenai isu-isu terkini di Indonesia yang berkaitan dengan materi dan mewajibkan aksi sosial saat proyek akhir. Menurut saya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk untuk mengaplikasikan teori yang sudah dipelajari. Selain itu, Prof. Raldi membiasakan saya dan teman-teman saya untuk tidak melulu memperkaya diri tapi juga membuat diri kami berguna bagi orang lain dan membiasakan kami untuk berpikir kritis menghasilkan ide-ide kretaif. Dengan harapan, saya dan teman-teman saya bisa dapat berkontribusi nyata untuk Indonesia dengan ide-ide kreatif tersebut.

Harapan saya, semoga Prof. Raldi diberikan kesehatan sehingga bisa tetap menjadi dosen yang hebat, baik, keren, dan inspiratif dan semoga inkubatornya dapat terus berkembang pesat. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada Prof. Raldi atas apa yang sudah Prof tanamkan pada kami. Saya juga mohon maaf apabila saya sebagai mahasiswa masih kurang baik dan semoga apa yang ditanamkan oleh Prof. Raldi dapat saya lakukan dan kembangkan sehingga dapat berguna bagi bangsa.

 

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s