MOVE ON – Seri 2


Tentu saja artikel ini lanjutan dari seri 1… Nah di akhir seri 1 kita bicara ttg kementrian, khususnya Ristek (lihat seri-1: https://koestoer.wordpress.com/2017/03/03/move-on-seri-1/). Sekarang sejak disatukan jadi Kemenristekdikti maka…Tebak apa yang terjadi ?

Pastilah anda sudah tahu jawabannya kan ? Tapi mungkin istilahnya akan berbeda untuk masing2 orang. Menurut saya istilahnya adalah MAKIN MUBAZIR. Artinya semakin besar anggarannya mungkin jadi 10-20 x lipat dari 5-6 th lalu, tetapi program-programnya semakin tidak berguna untuk rakyat Indonesia. Jadi berguna untuk siapa ? Hanya untuk segolongan kecil orang saja. Siapa mereka itu ? Pertama ya orang2 di kementrian itu, yangpakai batik keren dan kadang pakai jas  mondar-mandir cengengesan karena merasa berjasa untuk negara, padahal cuma ngabisin budget negara tanpa manfaat untuk rakyat. Yang kedua adalah para peneliti baik di Universitas maupun di Litbang yang terus-menerus melaksanakan proyek penelitian yang samasekali tidak berguna untuk rakyat mau si TM sekalipun yang katanya jurnalnya ada di Q1 (yang paling bergengsi), nilai Scopusnya dan juga H-indexnya sudah banyak. Bukannyapenelitian itu tidak berguna sama sekali tetapi bagi saya cukup sekali dua kali saja setelah itu harus switch pada kemanfaatannya untuk orang banyak. Pengabdian Masyarakat (Darma ke 3 Universitas) adalah hilirnya. Jadi haru segera melangkah ke hilir jangan terus berada di muara. Tentu saja itu lebih enak karena berada di zone nyaman. Break-up the comfort zone…karena kalau tidak sebenarnya kita tetap di tempat bahkan sebenarnya mundur. Coba bandingkan dengan anak2 muda yang berada didunia digital sekarang ini ada yg sudah berhasil dengan ide kreatifnya membangun start-up business. Membuka lap kerja puluhan sampai ratusan ribu orang (lihat GOJEK).-

Karena berasal dari Univ yg sama  dg TM, kalau ketemu selalu saya tanya “Jadi…uda ada gunanya belum riset anda ?” Dia selalu tersipu malu, karena tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Dan kemudian muncullah jawabannya yang high-class yg tidak akan dimengerti oleh orang biasa, emang sih dia orang pintar jadi bisa aja car alasan yang seakan-akan masuk akal. Tapi buat saya semua itu NGOMONG-DOANG, wacana terus. Tidak pernah ada eksekusi. Kalau mau lihat kementrian yang berhasil maka lihatlah Kementrian Kelautan dan Perikanan yang panglimanya Susi Pujiastuti. Sangat membumi keberhasilan programnya jelas. Emang dia lulusan Universitas ? Pasti bukanlah. Jadi mereka yang gelarnya tinggi dan banyak, gak manfaat. Istilahnya mereka seperti singa yang mengembik. Tentu saja lebih bagus kambing yang mengaum.-

(seri-2 selesai dulu).-

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s