Jelang Pertemuan Agen Relawan


Ide menulis sesuatu menjelang pertemuan para agen relawan peminjaman gratis inkubator bayi ini baru datang tadi sore selagi pulang kantor. Kemarin saya posting di WA Agen Relawan, bahwa para agen perlu bertemu dan saya usul lokasinya (istilahnya sekarang TKP) sebaiknya di Jawa-Tengah. Semua tentu paham bahwa agen yang paling banyak itu berada di Jawa-Tengah dan Jogja. Jadi tentu lebih fair bila kita selenggarakan meeting itu di salah satu kota Jateng.

Bulan Juni lalu pak Adji dari Surabaya pernah juga usul ide yg sama. Walaupun saat itu saya setuju, namun dalam hati saya masih mikir. “Memangnya siapa yang mau sponsorin ?”

Setelah sabtu yang lalu saya bertemu dengan pak Candra dan pak Harry. Yang di FB saya panggil ‘Mujahid Joglo’ Jogja Solo, barulah terpikir oleh saya pentingnya sebuah pertemuan. Pertanyaan yang diajukan baik pak Candra maupun pak Harry membuat saya tersadar bahwa… banyak sekali pengalaman kami di Markas ini, yang notabene sudah menolong lebih dari 1500 an bayi, yang perlu di-share kepada para agen. Rasanya belum pernah ada, orang atau institusi sekalipun yang pernah menangani demikian banyak bayi prematur (yang pastilah bermasalah…FYI tidak ada bayi prematur yang tidak bermasalah) dengan metodologi yang sangat praktis. Buat kami di markas yang HANYA DUA ORANG SAJA, menolong bayi prematur seperti, kalau orang Betawi bilang ‘kaya makan kacang goreng aja’. Artinya saking seringnya kita lakukan setiap hari, sampai rasanya enteng saja tidak berat sama sekali. Bahkan tidak cemas sama sekali. Itupun kami kerjakan sambil kami bekerja profesional. Saya sebagai dosen di UI dan asisten saya mas Rehan, sambil sekolah menyelesaikan studi S2 nya. Kakak saya dokter anak senior (usianya 73 th) beliau inilah yang th 1989 dulu menyuruh saya untuk bikin inkubator, yang tentu saja sudah praktek puluhan tahun, tidak pernah menangani bayi prematur kembar tiga sedangkan kami di markas sudah beberapa kali menangani prematur kembar 3.

Satu hari ada rekan dosen kolega di lab yang datang pagi-pagi ngobrol di kantor saya sambil ngopi. Beliau tanya sudah berapa bayi yg ditangani, saya jawab biasa saja ‘sudah 1500’, demikian jawab saya, tentu saja ini membuatnya terkejut. Tapi pernyataan saya selanjutnya ini bikin beliau lebih kaget lagi. “Bulan lalu kami baru menolong bayi kembar tiga……  UNTUK YANG KETUJUH KALINYA”  – ini bikin kopinya muncrat dari mulut -. Untung saja beliau tidak menghadap ke saya, tapi rada kesamping, sehingga saya selamat dari semburan kopinya…

BTW masih ada segudang lagi cerita baik dari saya maupun mas Rehan, yang tidak akan habis dalam waktu 7 jam sekalipun. Karena tentu saja kepada para agen relawan saya akan cerita blak-blakan semua yang ada -behind the scene-. Isi dapurnya dari apa yang kami alami di markas. Saya sitir kata-kata pak Adji agen kita di Surabaya, bila ditanya apa suka dukanya mengurus peminjaman inkubator gratis ini ? … Tidak ada dukanya…SUKA SEMUA.

Kembali ke meeting yang kita rencanakan. Kira-kira saya sih satu hari penuh cukuplah untuk meeting kita agar bisa saling tukar menukar pengalaman. Kalau kita mulai jam 9 maka 15 menit pertama pembukaan dan agenda pertemuan. Setelah itu 15-30 menit perkenalan antar agen relawan, inipun bisa disambung dengan break kopi. Kemudian 1 jam pemaparan dari saya termasuk pemutaran beberapa kliping video. Dilanjut dg 1 jam tanya jawab dan komentar, usulan, dlsb. ISHOMA jam 12-13 Istirahat Sholat dan Makan Siang.

Acara siang 1 jam pertama ide saya adalah konten medis ttg 1) Kelahiran bayi 2) Bayi prematur 3) Bayi kuning. Tentu saja saya mengharap rekan senior perawat kita ibu Heni dan ibu Anggoro serta dokter Sylvie. Lebih berperan daripada saya sendiri. 1 jam lagi adalah Rencana selanjutnya. Misalnya Jateng perlu jadi contoh terutama karena sudah bisa saling mengisi antara 1 kota dengan kota lain yg inkubatornya kurang. Soft promotion seperti apa yg sesuai dengan visi misi kita. Lalu Bgmn mempercepat penyebaran ke Sumatera Kalimantan Sulawesi dan Indonesia Timur. Kerjasama seperti apa yang patut kita jalankan. Sudah ada penawaran dari satu BUMN utk CSR mereka, namun format yang sesuai masih perlu kita bicarakan.

Tentu saja saya berterimakasih kepada bapak-bapak yang sudah menyatakan ingin membantu dan mendukung. Untuk saya pernyataan itu kurang tegas. Pernyataan yg tegas itu begini: ” Saya Mr XXX bersedia untuk menjadi PIC nya”. Nah itu baru tegas. Itulah ide sementara yang ada, tentu saja usulan dan komentar dari para agen akan sangat dihargai untuk bisa meningkatkan layanan kita agar bisa menolong lebih banyak bayi prematur dan BBLR.

One response

  1. Semangat terus “maju tak gentar membantu bayi Indoneaia” jadi semangat saya mwenyongsong ailaturahim nasional relawan peminjaman inkubaror gratis di Yogja, ayo kawan persiapkan jiwa raga sepenuh hati dg share pengalaman share ide2 utk perbaikan kedepannya dan share cerita lucu dan unik yg pasti banyak kita temui saat bantu bayi kita tercinta. Salam bayi sehat Indonesia

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s