I’tikaf masjid UI


Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan utk i’tikaf di masjid (berdiam diri di masjid) memperbanyak tadarus, zikir, banyak mendekatkan diri pada Allah SWT. Menulis i’tikaf rada repot jadi akan saya ringkaskan saja jadi itikaf jadi lebih mengindonesia.

Berbeda dg tahun2 sebelumnya biasanya masjid UI Depok tidak menyelenggarakan itikaf bareng, tapi kali ini kelihatannya mulai dikordinir, terlihat dari adanya poster pengumuman di beberapa tempat. Kebetulan saya lihat di pos masuk UI. Mohon maaf kalau saya salah, krn bbrp tahun y.l. saya datang itikaf di masjid UI tapi kelihatannya hanya ada bbrp orang saja dan tidak ada panitia yang mengurus, jadi seperti inisiatif perorangan saja. Biasanya ditandai dengan adanya qiyamulail berjamaah seperti di masjid lain. Tadi malam waktu saya sampai menjelang jam 23.00 kelihatan terjadi keributan di pos masuk, satu orang pengunjung terlihat seperti mau memukul satpam. Tapi berhasil dilerai sehingga keributan tidak berlanjut.

Parkir penuh, mobil saya tidak kebagian tempat sama sekali di parkiran masjid UI. Terpaksa saya keluar dan pakir di Fak Hukum, gak apa2 deh cuma jalan sedikit koq… Kalau mobil saja penuh, motor gak usah ditanya…Banyak banget. Jadi begitu masuk kedalam, para mutaqif bergeletakkan dengan berbagai posisi. Ada yang duduk tadarusan, ada ngobrol, anak kecil lari2an. Tentu saja tak sedikit yang ngorok dengan berbagai irama perkusi dan suara kodok bangkong. Jam 02.30 QL dimulai dengan juz 23 surat ke 36 surat Yasin. Suara imam mengalun merdu. Saat demikian ini yang saya sukai bila mendengar suara imam yg fasih banget dan lancar, serasa kita terbawa terbang tinggi melayang. Bahkan 2 hari lalu di Attin tak sedikit jemaah yang menangis sedu sedan termasuk imamnya sendiri, terlarut dalam bacaan yg syahdu. 10 rakaat ditambah 3 witir, mengikut metode Mekah Madinah, yang selesai dalam waktu satu jam.

Tentu saja jemaah didominasi oleh para mahasiswa, kelihatan dari wajahnya yang masih muda. Saya bergumam dalam hati…’Jangan2 saya sudah jadi orang yang paling tua diantara seluruh jemaah yang hadir ?’  Mengingat umur nabi yg k.l. 63 th dan berarti saya sudah tidak lama lagi 1-1,5 th lagi. Akan kah saya diberi waktu oleh Allah ? (sampai Ramadhan tahun2 y.a.d.).  Dan bila saya diberi waktu, amanah apa yang harus saya jalankan ? Suasana itikaf selalu menjadikan saya berkontemplasi merefleksi diri.

Beberapa mantan murid menegur saya, bila tak salah mereka ini para ETIKAWAN (mantan murid mata kuliah Etika, yang s/d th 2011 masih berasal dari 5 jurusan M, E, Mt, TI, TP). Krn seingat saya mereka bukan dari jurusan Mesin. Sudah barang tentu mereka kelihatan lebih dewasa, kan sudah jadi alumni bbrp tahun. Juga ada dosen FT tapi kami tak sempat ngobrol, krn hanya lihat dari jauh.

Rupanya panitia harus lebih siap lagi di hari2 mendatang, mengapa ? Karena pas jemaah mau wudhu dan gosok gigi sehabis sahur, ternyata air mati… lha gimana ? terbayang itu toilet baunya jadi gak karuan. Mau wudhu gak ada air, jadi terpaksa tayamum deh, atau yang masih punya sisa sedikit aqua di botol, bisa wudhu dg cara menghemat air. Panitia minta jemaah bersabar… Walau sampai pulang ba’da Subuhpun kelihatannya air masih belum ada.

Begitulah sedikit pengalaman itikaf keliling yang sudah saya jalankan sejak… Tahun 1994. Progresnya sangat nyata dari segi kuantitas. Dulu sepi dan hanya sedikit, yang ramai hany di masjid Istiqlal saja. Sekarang hampir di semua masjid jami diselenggarakan itikaf dan qiyamulail berjamaah di 10 hari terakhr Ramadhan. Tentang kualitas, lebih baik bila kita introspeksi saja pada diri masing2, sudah sampai dimana usaha peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT. Utamanya dari tindakan2 nyata kita dalam beramar ma’ruf nahi mungkar. (Ral 280616).-

Baca juga bbrp artikel lain ttg itikaf:

https://koestoer.wordpress.com/2006/11/03/itikaf-di-masjid-masjid-jami-jakarta/

https://koestoer.wordpress.com/2006/10/16/itikaf-di-malam-nuzulul-qur%E2%80%9Dan2005/

https://koestoer.wordpress.com/2013/07/30/si-fincang-fergi-itikaf/

20160627_234343

 

 

 

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s