Visi Misi Negara Kesatuan


Banyaknya korupsi dengan berbagai bentuknya membuat pemerintah baik pusat maupun daerah kebingungan tidak tahu harus mulai darimana memperbaiki keadaan ini. KPK sudah mulai menunjukkan gigi dengan OTT beberapa koruptor baik tingkat pusat maupun daerah. Tapi karena begitu banyak bentuk korupsi kelihatan maupun tidak, tentu saja tidak semua bisa terlacak bahkan tentu saja berlaku hukum 90/10 yang terlacak hanya 10% dari yg tidak ketahuan. Sedangkan 90% lagi masih berjalan bahkan meningkat kualitas dan kuantitasnya.
Negara kita punya UUD-45 dan Pancasila, namun 2 tools itu masih hanya sampai dimulut saja belum dalam bentuk aksi yang masif. Untuk bisa sampai ketingkat pelaksanaan atau eksekusi dari UUD-45 dan Pancasila itu, mari kita berpikir secara komprehensif, yaitu metodologi implementasinya harus bagaimana.
Nah ini pola pikir saya dalam bentuk langkah demi langkah.
Visi Misi diatas saya terjemahkan menjadi arah negara kita 15 tahun kedepan. Bahkan duakata itu saya jadikan satu saja yaitu jadi VISIMISI. Begini pola pikirnya.
Pertama, arah 15 tahun itu kita jadikan satu kata saja yaitu Kesejahteraan Rakyat. Bila kita terjemahkan menjadi nilai kuantitatif maka income per keluarga menjadi 500 USD untuk keluarga yang termiskin. Bila ada keluarga yang tidak punya penghasilan maka dia dapat tunjangan sejumlah 500 itu untuk menghidupi keluarganya. Kita gunakan ukuran dolar saja biar tidak terlalu tergerus oleh inflasi. Dengan demikian jelas bahwa urusan bangsa ini kita fokuskan dulu ke masalah internal intinya. Jadi pendekatannya adalah dari dalam keluar. Yang dimaksud keluar itu adalah urusan luar negeri atau juga kerjasama external.
Kedua atau masalah selanjutnya yg perlu kita tangani adalah masalah HUKUM yang harus berpihak kepada kepentingan umum atau masyarakat banyak sesuai dengan amanah UUD-45. Jadi harus dibenahi lagi permasalahan Undang-undang, Peraturan Pemerintah baik Pusat maupun Daerah dan juga Peraturan yang dibuat oleh semua Kementerian. Berarti aparat dulu yang harus dibenahi. Terkait disini adalah para Penegak Hukum Hakim Jaksa Polisi dan mereka semua nanti berpartisipasi dalam pelaksanaan Hukum dan Peraturan. Dan sekarang ini sudah harus dikembangkan Pembuatan dan Penegakan Hukum berbasiskan Sistem Informasi (Komputer dan Teknologi Informasi). Tentu saja dengan acuan dan rujukan untuk kepentingan masyarakat banyak. Dengan demikian nanti sistem IPTEK dan Industri akan maju pesat karena didorong oleh Hukum dan Per-undang-undangan.
Bahkan dengan sistem Hukum yang benar maka kesehatan masyarakat menjadi terjamin. Pelayanan kesehatan dasar menjadi gratis untuk masyarakat bawah (BPJS kelas tiga gratis, BPJS kelas dua baru bayar karena hanya masalah lokal saja yg berbeda). Harus dibentuk LBH (Lembaga Bantuan Hukum) s/d ibaratnya tingkat Puskesmas. Dengan begini linkungan alam lokal juga terlindungi. Masalah Tataguna lahan teratasi.
Ketiga baru masalah Pendidikan. Sekolah diperbanyak terutama sekolah Kejuruan didaerah (SMK) sampai ke ujung timur (Papua). Tentu saja untuk sekolah standar s/d SMA/SMK harus gratis. Karena negara wajib mencerdaskan bangsa seperti apa yang ada di UUD-45. SMA Kelautan, perikanan, pesisir, perkapalan, pemanfaatan sungai, perlu diperbanyak. Pendidikan otak kanan harus dikedepankan karena pendekatan yang hanya mengagungkan ilmu hanya menjadikan koruptor-koruptor yang berilmu. Sehingga negara kita makin kacau, semua hanya berpikir untuk egonya saja. Softskill harus ada, IKIP harus dihidupkan lagi karena mereka inilah yang seharusnya meluruskan kembali pendidikan kita yang sekarang lebih berat pada pendidikan akademis semata. Seakan-akan gelar itulah yang menjadi tujuannya bukan kehidupan berkualitas dan harmonis yang menjadi tujuannya. Kita boleh punya banyak orang pintar tapi negara menjadi semakin kacau, karena si cerdik-pandai ini tereksploitasi oleh uang. Pendidikan adalah pendidikan yang memerdekakan manusia dari keterbatasan lahir dan batin menuju pada kehidupan yang berkualitas.

Memang siapa saya ? Siapa elu ? Koq sok berpikir besar untuk bangsa dan negara ?
Biarlah daripada tidak berkontribusi apa-apa. Tulisan ini toh untuk mennjukkan bahwa saya masih tetap peduli pada kehidupan bangsa ini. Diminta ataupun tidak saya tetap ingin berkontribusi.

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s