Musuh kita sebenarnya


Seberapa pedulikah kita pada tetangga kita yang masih dalam kemiskinan dan kebodohan alias kurang pendidikan. Kita lebih suka menuntut hak yang tinggi tanpa diimbangi dengan kewajiban kemanusiaan yang memadai. Tindakan menolong sesama sekarang ini masih terbatas bila ada bencana saja. Padahal bencana yang dahsyat itu sebenarnya ketika kemiskinan dan kebodohan masih mengelilingi kita.

Niat tulus dan keikhlasan dalam bekerja dan beraktivitas sangatlah kurang. Akibatnya keberkahan dan dan kebahagiaan hidup masih terasa jauh. Bila keikhlasan lebih diutamakan maka hidup terasa ringan. Disinilah seharusnya jihad kita, melawan kemiskinan dan kebodohan.

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s