Widening Your Way of Thingkin’ with this interview


Kabari: Bisa diceritakan bagaimana awalnya mengembangkan inkubator, lantas menyalurkannya secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang miliki bayi prematur?

Berawal dari teknik mesin dimana disana ada laboratorium perpindahan kalor. Sudah sejak lama melakukan riset, kemudian menjadi produk generasi pertama di tahun 2001.  Lalu terus dikembangkan, bahkan ingin bersaing dengan produk dari luar negeri. Dan tahun 2006, saya bersama beberapa murid mendirikan UKM. Semakin berkembang sempat juga joint venture dengan pihak lain namun pecah kongsi. Dan di Tahun 2010 ada proyek dari World Bank, melalui DIKTI lalu ke universitas kemudian ke masing-masing departemen. Proyek itu dibagi menjadi sub proyek yang salah satunya bernama ATI (Adcance Technology Implication), jadi kita mengimplikasikan hasil-hasil dari laboratorium. Dapatlah saya salah satu,  lalu kita buat inkubator kemudian  disumbangkan ke rumah-rumah sakit bersalin.

Lihat lanjutannya di:

http://kabarinews.com/raldi-koestoer-pencetus-inkubator-gratis/72307

interview inkubator

Iklan

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s