Busway Bau Apek


Tahun 2004 saat busway (Bus Trans Jakarta) baru mulai ada, saya adalah termasuk -first period busway user- Biasanya saya naik mulai dari depan Masjid Al-Azhar di Kebayoran-baru, yang merupakan shelter pertama sesudah terminal bus Blok-M, dimana busway start untuk jurusan Blok M – Kota. Waktu itu belum banyak peminat nya sehingga hamper pasti saya dapat duduk. Dengan demikian perjalanan dari Kebayoran sampai Thamrin itu sangat menyenangkan bagi saya. Cukup 15-20 menit saya sudah sampai di Thamrin.
Terus-terang saja, dalam hati saya muji-muji Sutyoso (gub DKI saat itu), karena serasa memberikan solusi yang pas untuk saya, sekalipun belum tentu pas untuk penduduk DKI lainnya. Tahun 2006 saya tidak lagi menggunakan busway karena tujuan ngantor pagi sudah berubah. Dari pusat kota ke pinggir kota alias ke Depok. Lama kemudian saya naik busway lagi sekali-sekali, tentu saja jalurnya sudah lebih banyak di tahun 2009. Karena bukan pada peak-hour dari Pasar Minggu ke Jl Krakatau (Latuharhari) masih terasa nikmat, bahkan bisa ngambil video-klip dengan tenang.
Bulan lalu saya mau ke Kuningan, karena takut macet, maka jadilah saya naik busway dengan jalur Kementan ke kuningan. Disitulah saya lihat, padat sekali karena memang peak-hour sore jam 17. Berdesakan bau keringat plus asap plus apek tak karuan. Dan banyak orang pakai masker. Pintu susah payah nutupnya karena banyak orang dan seret. Petugasnya teriak terus nyuruh orang jangan masuk karena sudah penuh. Didalam terasa bus itu sudah reot dan uzur banget rasanya banyak bunyi2an seperti banyak baut yang gak dikencengin. Di shelter sepanjang pejaten penumpang banyak nunggu antri panjang dan tidak semua terangkut.
Tadi pagi saya baca di surat pembaca Koran Republika 26 Feb 2014, keluhan sorang pengguna busway:
Busway Tidak Nyaman
Saya adalah warga Jakarta yang setiap hari menggunakan busway untuk berangkat dan pulang kantor. Akhir2 ini saya merasakan busway makin tidak nyaman.
Yang saya rasakan AC didalam busway sering tidak menyala, ditambah lagi dengan bau kendaraan yang apek karena tidak pernah dibersihkan. Sebagian armada busway juga sudah tua. Kendaraan ini berbunyi berderit-derit ketika jalan yang membuat waswas penumpang. Saya mohon pak Jokowi bisa memperbaiki kondisi busway seperti saat awal beroperasi dulu.

Rasanya cocok dengan apa yang saya rasakan bulan lalu waktu menggunakan busway sore hari pulang kantor. Sama dengan surat pembaca Koran diatas, “Pak Jokowi tolong dong buswaynya diperbaiki seperti kaya dulu lagi”.
Duh cape deh jadi Jokowi, jadi tempat penampungan keluhan rakyat Jakarta. Gak papa ya, abis mau ngeluh ama siapa lagi ? Pejabat yang lain kan sudah tertutup mata dan telinga hatinya.

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s