RR Ka SKK Migas Ditangkap KPK


RR Ka SKK Migas ditangkap KPK

Berita hangat mulai kemarin, tertangkap-tangannya RR oleh KPK dengan barang bukti berupa uang 400 ribu USD dan 300 ribu USD. Haduh… Banyak banget uang itu, koq bisa-bisanya nyogok dengan uang segitu banyak ? Bersama RR juga ditangkap dua orang lagi yang diduga berasal dari perusahaan Kernel Oil yang punya maksud tertentu dengan menyuap RR.

RR dulu bak pahlawan

Teringat masa-masa dulu sewaktu Lumpur Lapindo Brantas baru menyembur dan tak bisa dihentikan. RR dengak latar belakang ilmu perminyakannya menjelaskan diberbagai media-massa tentang keyakinannya bahwa semburan lumpur itu disebabkan karena kesalahan prosedur dari perusahaan pengeboran bukan akibat gempa Yogya. Di Milis Migas, saat itu ulasan RR banyak didiskusikan dari segi teknis. RR mengusulkan solusi Relief-well, walau gagal dijalankan dari saat awal. Dan semua orang percaya ilmunya bisa dipertanggungjawabkan sehingga ulasannya dipercaya public. Walaupun kemudian keputusan pemerintah bertolak belakang dengan opini masyarakat dan sampai sekarang Lapindo tetap jadi masalah. Sedangkan ARB yang seharusnya sebagai pengusaha yang bertanggung jawab karena kesalahan pengeboran dari salah satu group perusahaannya kini menggadang-gadang dirinya untuk jadi capres melalui iklan ja’imnya di stasiun TV yg dimilikinya.

Namun, setelah menjabat Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Amien Widodo, Ketua Pusat Studi Kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menyayangkan sikap Rudi yang tiba-tiba berubah 180 derajat menyikapi kasus Lapindo. “Saat jadi Wamen ESDM, Rudi pernah bilang Lumpur Lapindo itu masalah kecil. Saya sangat kecewa,” kata dia.(Baca juga: Rudi Rubiandini, dari Kampus, Golf, ke Tahanan KPK)

Berdasarkan informasi dari sumber Tempo di KPK (www.tempo.co), dalam pemeriksaan, Rudi mengaku uang suap yang diterimanya akan diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik. Penyerahan itu bakal ia lakukan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Waryono Karno.

Ketika Tempo meminta konfirmasi, Waryono membantah tudingan itu. “Ya, Allah, ya, Rabi, enggak ada itu. Demi Allah, demi Allah, enggak mungkin itu,” ujar Waryono seusai menghadiri Pelantikan Pejabat Eselon I dan II Kementerian Energi, Kamis, 15 Agustus 2013.

Waryono lantas buru-buru pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun sebelumnya, ia mengaku bahwa KPK sempat menggeledah ruang kerjanya. Soal alasan penggeledahan itu, ia menyatakan tidak mengetahuinya. “Tidak ada kaitannya soal tender dengan Kementerian dan Sekretariat Jenderal, makanya saya bingung, kok, ada kaitannya dengan kami,” katanya.

Banyak Membela Kontraktor Asing

Sejak RR jadi Wamen, maka seringlah dia muncul di media massa. Yang paling sering saya lihat pernyataannya di TV dimana RR sering lebih memihak kontraktor asing (coba klik https://koestoer.wordpress.com/blok-mahakam-buat-ind-irres/ )daripada membela BUMN Migas kita. Hal ini sangat bertentangan dengan Wamen ESDM sebelumnya alm Widjajono Partowidagdo yang sangat konsisten membela kepentingan bangsa ini dalam menegakkan kedaulatan energy, utamanya dalam penggunaan gas sebagai backbone energy kita. Rasanya dulu waktu dia masih aktif jadi dosen terutama waktu masalah Lapindo, tidak seperti itu, kenapa sekarang sangat berubah. Belakangan saya tahu bahwa dia sudah sejak th 2008 jadi deputi di BP Migas yang kemudian dibubarkan MK. Jadi patut diduga bahwa RR sudah terkait kartel mafia migas sejak saat itu. Lebih lanjut dugaan saya meningkat atas wafatnya alm Widjajono Partowidagdo bukanlah sebuah kematian yang wajar. Hal ini patut diselidiki oleh yang berwajib. Biasanya orang baik yang idealis seperti ini menjadi batu sandungan bagi mafia kartel.

SKK Migas

Keberadaan badan inipun masih perlu dipertanyakan.  Setelah BP Migas dibubarkan MK, citra lama BP Migas di SKK Migas masih ada yaitu, boros, pro asing dan korup. Misalnya untuk mengajukan kontrak perpanjangan pengelolaan migas disinyalir ada uang gratifikasi (lihat Republika 15/08/13 page 6, opini). Menurut Mahfud MD, RR inilah dulu orang yang paling gigih menolak pembubaran BP Migas. Seperti juga sudah disinggung diatas karena badan ini memang banyak memberi keuntungan pihak asing tak beda juga dengan SKK Migas. Berarti perubahan ini cuma sekedar ganti baju, isi tetap sama.

Urusan pembelian minyak jatah negara saja perusahaan asing berani menyuap hingga 7 Milyar, apalagi untuk tender yang lain yang nilainya jauh lebih besar seperti eksplorasi ladang migas atau perpanjangan kontrak migas ? Tentulah size-nya jauh diatas tender pembelian minyak mentah. Perlu diwaspadai kemungkinan bisa digunakan sebagai biaya pemenangan pemilu 2014 untuk golongan politik tertentu.

Perusahaan yang berusaha menyuap Kernel Oil Pte merupakan salah satu perusahaan niaga atau trader minyak mentah. SKK Migas menunjuk (Melalui tender) penjual yang akan menjual minyak bagian negara. Produksi minyak mentah dan kondensat 800 ribu barel perhari (Ichsanoeddin Nursi menegaskan 840 ribu barel, Metrotv 150813), 85% bagian negara 15% bagian KKKS. 70% bag negara masuk kilang Pertamina (IN: 600 rb brl) sisanya diekspor jadi 240 rb demikian IN. Pihak ke 3 salah satunya Kernel inilah dari 40 an trader yang menjualkan minyak itu. Dimana permainan itu terjadi ? Satu HARGA yaitu harga pem berbasis ICP sedangkan jual di Singapore lebih, selisihnya kemana ? Dua VOLUME, sering turun naik jadi kalau ada kelebihan, selisihnya kemana? Dan 3 tata kelola keuangan yang tidak masuk ke APBN… Wuah… ini sangat mengherankan saya, gimana sih koq uang segitu besar tidak masuk APBN. Bahkan inilah yang juga diprotes oleh BPK pada salah satu sidang DPR. Barbasis 105 USD saja bisa masuk uang 7-10 T perbulan kalau harga diatas itu bisa s/d 20 T. Itu dari minyak mentah, sedangkan gas lain lagi ?  Tentang gas ini, gasbumi tradisional, gas metana batubara dan shale-gas, Pastilah Prof Widodo lebih tahu dari saya (Yuk… kita pancing dia ‘nyanyi’ soal gas)  …Weleh-weleh makin pusing ya ? Kalau saya aja pusing gimana orang awam lain ? Tapi itulah yang disukai koruptor migas ini, makanya mereka selalu cenderung bikin rumit persoalan supaya kita orang awam makin gak ngerti dan mereka makin merajalela dengan bancaan duit gede ini.

Tadi siang di TV disorot rumah Haji Maxxud dan Hajah Mxxoh… Siapa mereka itu ? Merekalah ortunya RR, yang terkenal di Tasik sebagai keluarga baik-baik dan dermawan. Wartawan sering keterlaluan, sampai ketenangan kota Tasikmalaya dan ketenangan keluarga menjadi terganggu. Tapi itulah akibat ulah seorang anak, yang tadinya jadi kebanggaan ortu, sekarang malah jadi sebaliknya…  Kata EAK rekan dosen “Istighfar deh…sekali lagi istighfar…”. Allah masih melindunginya, dia diberi kesempatan didunia ini untuk bertobat, lebih baik begitu. Sesungguhnya Allah masih sayang sehingga diberinya kesempatan untuk bertobat. Kalau nyawa sudah sampai di urat leher seperti Firaun, kesempatan itu sudah tertutup.

Praduga tak bersalah

Atas status RR, kita tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah. Hormati proses penyidikan oleh KPK, semoga ada titik terang dari mulai kasus ini. Kita dorong KPK untuk tidak ragu menyeret pejabat korup lainnya sehingga pembenahan di industri migas ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dan pada RR kita harapkan untuk berterus terang membuka siapa saja yang terlibat sehingga bisa membuka tabiryang selama ini ditutupi. Seperti apa yang telah dimention oleh rekan diatas anda masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertobat didunia ini, jangan dilewatkan. Dan untuk ortu dukunglah anak untuk berani membuka tabir ini, doakanlah anak agar selalu kembali kepada jalan yang diridhoi Allah, agar selamat dunia dan akhirat.

(Ral 150813, 22.30).-

2 responses

  1. Uang 400 ribu USD dan 300 ribu USD yang diterima RR itu sebenarnya bisa dibilang masih recehan bila dibandingkan dengan yang ada seluruhnya suap menyuap di mafia Migas. RR bisa menjadi pahlawan kembali apabila bersedia membongkar seluruh mafia yang ada di Migas. Kita tunggu saja apa yang akan RR katakan di pengadilan. Apakah RR sebagai pecundang atau mau menyelamatkan negeri ini dari tangan-tangan penjarah di negeri ini khususnya di sektor migas.

  2. Saya tertarik soal “LUMPUR LAPINDO”, teringat seorang kawan, dia ahli soal penanggulangan blasting, kebakaran ladang minyak. Saya lupa namanya, dia selichtingan kita, kalau gak salah dia anak ITB, tahun awal ’80 an, dia memadamkan kebakaran tambang minyak dibeberapa daerah baik di dalam dan diluar negeri. Saya tidak tahu, apakah dia masih ada. Salah satu teorinya adalah pengeboran dari samping lalu diledakkan, dan…maka, tertutuplah kebocoran tersebut. saya masih ingat, awal kebocoran “Lapindo” tidak separah kebakaran-2 ladang minyak terdahulu. seharusnya bisa dilakukan pengantisipasian dengan teori tsb.. Tapi hal itu tidak pernah disinggung dan apalagi dilakukan tindakan penanggulangan. Ma’af saya awan dalam soal perminyakan. Tetapi Teori kawan itu, saya masih ingat betul, bahkan dia melakukan pengeboran dari samping dengan jarak lebih dari i Km. dan berhasil. Rasanya waktu Lapindo, jarak pengeboran harusnya hanya beberapa ratus meter saja.
    Pertanyaannya adalah, apakah tidak ada ahli “blasting” di negeri ini?

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s