Media dipenuhi Jokowi-Ahok


Tak tahan juga daku untuk tidak turut menulis tentang duet yang hebat dan heboh ini. Dari sebelum lebaran sampai hari ini sudah H+5 hampir semua media, baik elektronik maupun cetak, baik media sosial ataupun surat-surat elektronik milis, semua dipenuhi dengan berita keberhasilan yang luarbiasa dari pasangan gubernur DKI dan wakilnya ini.

Hari ini media elektronik dipenuhi dengan suksesnya Jokohok (demikian disingkat) memindahkan PKL (Pedagang Kaki Lima) dari pinggir jalan Mas Mansur  Kebon Jati, yang mengganggu laluliintas ke Blok G Pasar Tanah Abang. Saya sendiri bulan puasa kemarin pernah lewat jalan itu siang hari sabtu… Aduh macetnya minta ampun. Karena pinggirnya dipenuhi dengan PKL itu. Kalaupun tak ada PKL pastilah di jam sibuk akan penuh dengan kendaraan baik roda 2 maupun 4. Apalagi ditambah banyaknya PKL dan juga para pembelinya. Kesuksesan duet ini sebenarnya sudah didahului dengan banyak sukses lainnya dan yang sangat kentara adalah perubahan Waduk Pluit dari tadinya sampah menumpuk sekarang menjadi taman yang indah dengan menjaga fungsi waduknya seperti sediakala bahkan akan ditingkatkan lagi.

Sukses dihari ke 285 masa pemerintahannya ini menohok para gubernur DKI sebelumnya, bahkan yang mantan tentara sekalipun. Apalagi predesesernya yang konon ahli tata-kota dan ahli menangani banjir. Rakyat yang kini sudah bosan dengan ulah penguasa dan elit politik yang penuh pencitraan dan kebohongan, terlihat gembira bahkan penuh harapan sehingga gerakan media sosial yang tadinya mendukung Jokohok untuk gubernur DKI sekarang berubah menjadi dukungan pada Jokowi untuk jadi Presiden RI. Hal ini tidak mengherankan karena para penguasa dan elit politik itu memang sudah keterlaluan bermewah-mewah diatas penderitaan rakyat. Bahkan koruptor-koruptor itupun sering berkilah dan bersilat lidah tanpa merasa bersalah didepan TV. Seringkali disukung oleh para penjilatnya baik yang tahu malu (masih terus jadi pejabat tapi diam tak bicara) ataupun yang tak tahu malu menjilat penguasa lalim yang cuma ‘gede omong’ tanpa tindakan nyata.

Bedanya Jokowi-Ahok ini adalah kerjanya yang jelas merupakan – TINDAKAN NYATA

Bukan OMDO (omong doang – NATO) atau bahkan bukan NAPO (No Action Plan Only). Lihat tuh para menteri yang hanya punya planning tapi tanpa tindakan perbaikan nyata. Banyaknya korban dijalur pantura jadi salah satu contohnya.

Jokowi Perlu Kasi Training Elit Politik Lain

Jadi perlulah kiranya Jokowi ini kasi pelajaran sama elit penguasa dan elit politik bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin yang JUJUR dan Berani (memang jujur saja tidak cukup). Kalaulah si elit punya stasiun TV, tapi tak usahlah setiap jam mengiklankan dirinya, mengiklankan anaknya yang digadang-gadang sendiri untuk jadi tokoh masa depan. Bukan itu saja, mengiklankan juga istrinya biar kelihatan rukun, tak ketinggalan mengiklankan ibunya, supaya terlihat jadi anak yang berbakti. Dan tidak tanggung-tanggung bapaknya yang sudah lama almarhum pun disebut puluhan kali. Duh ini kampanye apa kampungan ?

Stasiun TV berita lain juga lumayan, rada sopan dengan mengetengahkan pidato orang berjanggut dengan gaya meniru-niru bung Karno yang sudah terkenal ahli retorika. Kalau pengusaha yang punya 3 stasiun TV sekaligus baru sampai idenya pada upaya mengulang-ulang kesuksesan bisnisnya.

Jokowi gak pakai gitu2an semua tuh… Lihat gaya bluksukannya yang natural. Tidak mengada-ada, rakyat bisa melihat kepolosannya. Rakyat tentu bisa melihat mana yang dengan ikhlas ingin menyejahterakan mereka, man yang sudah kelihatan akan berbohong nantinya andai jadi pemenang. Bahkan dari track-record saja sudah sangat jelas. Ahok juga berani menentang preman-preman yang berdemo mengatasnamakan PKL. Siapa dibelakang itu semua, pastilah preman politik. Orang yang idealis sejauh ini tidak punya dan tidak diberi kesempatan oleh sistem demokrasi yang masih belum matang ini. Jadi perlulah kiranya Jokowi kasi training para elit politik lain, seperti rekayasa gambar yang diupload oleh salah satu member group di facebook seperti gambar dibawah ini

Jokowi ngajarin elit politik bagaimana menjadi leader yang benar... karena selama ini mereka salah terus.

Jokowi ngajarin elit politik bagaimana menjadi leader yang benar… karena selama ini mereka salah terus.

Coba anda klik gambarnya untuk di zoom kelihatan nanti siapa toko2 itu. (gambar ini boleh ngopy dari salah satu account FB).

Sekali lagi ilmu berikut iniyang diperlukan para leaders, kalau diatas sudah disinggung Jujur dan berani, maka satu lagi diatas saya ulang, yaitu

BERTINDAK NYATA…

2 responses

  1. Setuju Prof,
    Kesimpulan dari data dan analisa diatas (kayak sidang aja.. wkwkwkwkkk..) kurang lebih adalah betapa bangsa ini sangat haus akan figur pemimpin yang jujur dan istiqomah. Sehingga dapat menjadi trigger untuk mematangkan “bangsa premature” yang diberikan kekayaan alam melimpah ini. Seperti halnya anak kecil yang diberikan warisan perusahaan besar, harus punya ajudan yang jujur agar mau berbagi ilmu dan bukan malah menguasai sendiri.
    Saya bukan penggemar politik karena saya sudah sangat apatis terhadap politik negeri dongeng ini. sampai-sampai pilkada jakarta putaran pertama saya golput. Tapi setelah debat cagub putaran kedua, saya sangat yakin Pak Jokowi lebih mengerti tata kota dibanding “ahlinya” (Pak Kumis-red). Bismillah, saya coblos Pak Jokohok sambil berdoa semoga beliau istiqomah dan ternyata doa saya dan puluhan juta pemilih Jokohok didengar.
    Yang saya takut dari kondisi ini, harapan Jokohok untuk bertahta menjadi RI 1 amatlah besar. Parpol2 mulai beramai-ramai “bersilaturahmi” ke kediaman jokowi berharap dapat mendongkrak elektabilitasnya di 2014. Akhirnya jika terpilih nanti, beliau hanya dimanfaatkan parpol (baca:sarang tikus) untuk meneruskan “sistem bagi hasil” di DPR.
    Tapi paling tidak sepak terjang Jokohok cukup membuat hati warga jakarta sedikit lebih tenang karena pemimpinnya mau bekerja untuk mereka.
    Dan mungkin ini cocok untuk bahan analisa selanjutnya, “Kalau RI 1, masih blusukan ??”

    Keep writing Prof,🙂

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s