Temperatur Asam Urat


Jumat sore sudah mulai terasa, rada sakit di buku jari jempol. Sabtu pagi keluar deh itu rasa cekot-cekot yang sangat mengganggu karena rasa nyerinya. Tapi berhubung saya sudah janji mau warming-up itikaf, ya mau tak mau saya pergi juga itikaf malam minggu itu di masjid Attin.
Kenyataannya di masjid, sudah ramai sekali karena ada meeting pesantren tahfidz qur’an se jabotabek. Jadi banyaklah para santri yang ngumpul beritikaf ria dari yang kecil sampai yang tua.

Cilandak-20130729-01390
Alhamdulillah saya ditemani oleh Yudan dan Gandjar, sedangkan si Abu yang tugasnya ngomporin masih visit mertua. BTW saya sendiri saat itu masih jalan ‘ngesot’ pokoknya pincanglah. Mulai buka sorenya saya minum seduhan akar melinjo. Tapi sahurnya karena di masjid tak bisalah saya minum seduhan itu.
Ahad pagi bengkaknya mulai menonjol, Karena minum dua kali seduhan waktu buka dan sahur, pagi ini cekot-cekotnya sudah hilang. Dan seperti biasanya bengkaknya masih 2-3 hari lagi baru hilang.
Tak masalah deh, walau jalan masih tertatih-tatih yang penting nyeri sudah tak ada lagi. Dan sembar iseng saya ukurlah suhu bagian yang terkena asam urat di buku jempol. Anda bisa lihat dari infra-red thermometer yang saya foto berapa suhunya. Memang bagian yang bengkak itu pastilah suhu lebih tinggi. Buat mereka yang sudah pernah kena asam urat, pasti pernah megang bagian itu dan terasa lebih panas dari bagian lain.

 Ditembak dengan infra red thermometer terlihat bag asam urat suhunya lebih inggi

itulah beda suhu ant bag yg terkena Asur dan bag lain
Ditembak dengan infra red thermometer terlihat bag asam urat suhunya lebih tinggi 34,4 dgC

 

 

 

Coba deh foto diatas di klik, maka akan terlihat jelas bagian yang terkena sorotan laser itulah buku jempol dimana ngumpul purin yang bikin bengkak, dan suhunya tinggi, wapaupun yang diukur suhu kulit.

itulah beda suhu ant bag yg terkena Asur dan bag lain

Terlihat pada foto di display bagian yang lain suhu hanya 31 dgC.

Karena itulah kemarin saya kompres pakai handuk setengah basah. Tapi ya cekotnya masih tetap ada. Syukurlah pagi ini sudah tak nyeri lagi. Menurut say ini karena

khasiatnya seduhan akar melinjo tadi. Istri saya Lina bilang, ini karena saya tidak berusaha mengenali makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh.

Jadi saya makan apa emangnya sehingga terserang lagi ? Istri juga yang mengingatkan ” Itu tuh… bumbu kacang ” Begitu katanya, tentu saja sudah dua hari ini makan sate ayam dengan bumbu kacangnya yang lezat….ho ho ho… paantaas saja kan kacang-kacangan terlarang utk pengidap asam urat.

Oya, nanti malam mungkin saya itikaf  di masjid Pondok Indah. Siapa yang mau ikut ? Langsung datang saja kesana, saya sendiri datangnya jam 23 an…. C U There.-

Ral 290713.-

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s