Anak Binaan Kp Dukuh


Tak dinyana, bila dibanding dengan kondisi tahun lalu, maka rumah anak binaan dari yayasan Nara Kreatif, sudah jauh…jauh lebih baik. Jadi tahun lalu hanya rumah kontrak 2 petak, lalu produksi kertas daur ulangnya ada di hal depan yang entah milik siapa. Tapi toh anak-anak dipimpin oleh NEZATULLAH, tetap bekerja dengan penuh semangat. Sekarang ini sudah ada ahlinya yang ikut menginap di rumah Kreatipreneur ini, sehingga banyak disain baru dari kertas dan boks daur ulang ini yang lebih indah dan penuh warna. Contoh dan beberapa sampel sudah dipajang di ruang tamu rumah sanggar ini.

Kemarin sore, Neza mengirim sms, bunyinya: Ass. Pak, saya mau mengingatkan untuk jadwal besok jam 9 pagi di yayasan kita, insya allah pihak bank bni syariah ingin silaturahmi. Terima kasih. Langsung saya jawab OK, karena prinsipnya mereka yang sudah memberikan bantuan harus kita sambut agar mereka yakin bahwa bantuannya memang sudah dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jadi melalui program CSR BNI Syariah ini, diwakili oleh Bu Mirna dan pak Iqbal sejumlah bantuan telah diberikan pada yayasan Nara Kreatif ini, dan kemudian dimanfaatkan untuk sewa rumah yang lebih representatif masih di daerah Kampung Dukuh ini juga namun lebih dekat ke perumahan BHP (saya lupa singkatan apa). BTW saya juga sudah mempertemukan Neza dengan prof Nandy manager fasilitas di FTUI, kali-kali aja anak-anak asuhan ini bisa dapat sedikit order peralatan administratif  berbasiskan bahan daur ulang dan material ramah lingkungan.

Jadilah pagi tadi saya langsung ke TKP dan ternyata masih 8.40 tapi pak Iqbal sudah datang lebih dahulu. Pak Nurrohim Kepala Sekolah Master (Masjid Terminal Depok) datang bersama dua rekannya. Beliau langsung mention bahwa sekolahnya didatangi mantan murid saya (lupa juga namanya), rupanya dia temannya pak Nurrohim juga, datang bersama dengan sekelompok alumni Jerman. Mereka memberikan beasiswa pada dua orang utk belajar melanjutkan sekolah di Jerman. Rupanya mantan murid ini baca di blog saya tentang sekolah Master di artikel terdahulu – Masternya sekolah Master -. Perlu diketahui bahwa sekolah Master ini adanya di Depok dan punya 3000 murid (pak Nurrohim ini sering merendah dengan mengatakan …baru…baru…3000 murid…), tentu jumlah segitu tidak istimewa bagi sebuah sekolah. Banyak sekolah yang muridnya lebih dari itu… Hanya sedikit bedanya disini… yaitu… Semua muridnya itu TIDAK BAYAR !

Sambil beliau nunjuk ke saya, ” Tuh berkat blognya prof Ral, mereka jadi datang dan memberi beasiswa ke Jerman..” Wah ini dia nih yang bikin saya semangat nulis di blog. Dampak positif inilah yang memang saya harapkan dari eksistensi blog ini, semoga bermanfaat terus selanjutnya. Saya lanjutkan ceritanya ‘pak Bo’im’ ini karena terlihat sekali beliau sangat mantap dan mapan pengalamanannya. Jadi dari ceritanya di Depok itu 4000 meter tanah lalu ada 2000 m yang sengketa dg pihak lain yang mau ambil utk apartemen… dan…duh… katanya ada TW dibelakang pendirian apartemen itu. Kabarnya TW mau menguasai seluruh stasiun dengan modal MOU HGU dengan pemda. Gak tahulah gimana jadinya, tapi lanjut cerita p Boim, cabang yang dibuka di daerah lain sudah ada beberapa mungkin ada 4-5 cabang lagi dengan hektaran tanah disumbang berbagai pihak. Yang terakhir ada ibu Atut dari Banten juga minta dikembangkan sekolah sejenis disana. Disamping itu ada usaha kambing ribuan ekor dan sapi puluhan ekor. Rupanya p Boim ini dulunya anak jalanan juga, jadi mantaplah ceritanya tentang anak jalanan yang dari kecil sudah dididik… kalo ada orang tidur…curi dompetnya. Penanganannya juga tidak mudah, pertama tentu harus ada program ‘penjinakkan’, ini istilah beliau, karena kalau tidak mereka akan sangat mengganggu karena berbagai kebiasaan premanisme yang sudah merupakan habit buruk dari hidup di jalan tanpa orang tua dan tanpa panutan.

Beberapa hal positif dari anak jalanan ini adalah umumnya mereka adalah PEMBELAJAR CEPAT. Hal ini karena biasa di jalan segala sesuatu harus dipahami intinya lalu dikerjakan bahkan tanpa metode ini itu yang rumit, semua langsung praktek. Kalau gagal nyawa taruhannya. So kalau ada guru yang ngajarnya gak bener malah bisa dibikin memble oleh mereka. Dan lagi sebenarnya mereka senang bila ada panutan atau figur ayah atau ibu kepada siapa mereka bisa berbagi perasaan. Demikian dijalankan bahwa setiap 4-5 orang selalu ada satu mentor bagi mereka sehingga pengawasan juga lebih mudah.

Rumah Kreatipreneur ini adalah tempat anak-anak binaan kampung dukuh bekerja membuat kertas daur ulang, berbentuk boks hiasan, perlengkapan administrasi sejenis map karton, stasioneri, dll. Bahannya dari kertas bekas dan gedebok pisang, yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk keperluan kantor dan sekolah.

Mulai tahun ini Rumah kreatipreneur bekerjasama dengan sekolah Master membuka sekolah untuk kejar paket A, B, C. Mereka sangat membutuhkan bantuan relawan mahasiswa untuk menjadi pengajar di sekolah yang baru dibuka ini. Perlu diketahui bahwa sekolah ini juga tidak bayar, jadi dimohon sekali bantuan mahasiswa yang idealismenya masih tinggi. So sambil kuliah bisa berbuat sesuatu yang manfaat dengan membagi ilmu untuk anak2 pengangguran dan anak yatim yang mau belajar.

Mereka yang berminat untuk membantu bisa mengontak saya (08161992186) kalau murid atau mantan murid saya pasti tahu email saya, silakan kontak aja. Atau juga bosnya anak binaan ini Nezatullah Ramadhan 085781056589. Tempatnya di Kampung Dukuh Kramat jati, nanti tanya aja tempat persisnya dimana, saya susah melukiskannya disini.

 

Beberapa produk dari Rumah Kreatipreneur

Kramat Jati-20130620-01336

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kramat Jati-20130620-01337

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kramat Jati-20130620-01335

2 responses

  1. Pak Raldi yth, saya kagum sekali dengan kegiatan itu. Saya saat ini didepan Net TV ada siaran ttg grup pembina anak jalanan itu, jadi langsung cari di internet dan dapat blog bapak. Saya ibu rumah tangga, mau usul boleh ya: saat ini kita mengurangi penggunaan tas plastik, tapi pembantu saya protes saat saya tidak bolehkan mereka belanja pakai kantong plastik. Kita butuh kantong untuk sampah, apakah bisa dibuat kantong sampah untuk rumahtangga yang ramah lingkungan ? kebutuhannya besar sekali karena sampah rumah diambil oleh tukang sampah akan berceceran bila tidak dikantongin; mendidik memisah sampah hasilnya masih mimpi. Perlu cepat ada produsen kantong sampah yang tidak boleh hancur sebelum 72 jam misalnya, pakai koran tanpa diproses terlalu cepat hancur. Semoga grup ini berhasil membuat kantong sampah ukuran kantong plastik untuk rumahtangga, kebutuhannya besar sehingga secara ekonomi rasanya bisa menghasilkan, bisa dapat hak paten juga. Sampaikan salam saya kepada adik adik hebat dalam kelompok hebat itu ya Pak Raldi….. sukses selalu !

    Toety, cipete

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s