Olahan Ikan Patin Baron Noorwendo


Oleh: Baron Noorwendo
Produk Makanan Olahan Ikan Patin
Upaya Eksplorasi Potensi Lokal untuk Menyediakan Produk Makanan Olahan Ikan yang Berkualitas dan Meningkatkan Kesejahteraan Kaum Ibu

Ide mengembangkan potensi ekonomi kaum ibu berawal dari pengamatan tidak sengaja atas local wisdom yang diperlihatkan para ibu tetangga kami saat membantu tetangga atau saudara yang sedang mengadakan hajatan atau resepsi suatu acara. Sistem kekeluargaan ternyata sudah mengandung unsur profesionalisme modern berupa pembagian tugas berdasarkan keahlian yang dimiliki.

Di sisi lain, keprihatinan terhadap buruknya kualitas jajanan anak-anak dan adanya pasokan ikan patin segar yang kontinu, mendorong keinginan untuk dapat membuat produk olahan ikan yang layak dikonsumsi oleh anak-anak dengan harga terjangkau.

Sementara, tidak jauh dari lokasi tempat tinggal kami, terdapat sentra pertanian ikan patin segar yang dapat memasok protein hewani secara berkesinambungan.

Tugas kami sebagai social entrepreneur adalah membuka akses agar potensi lokal tersebut dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi sekaligus memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi anak-anak dan hubungan sinergis dengan petani ikan patin segar.

Paling tidak ada empat aspek masalah yang dikelola dalam upaya pemberdayaan ini:

1. Kebutuhan produk olahan ikan yang berkualitas
Kandungan gizi pada ikan patin merupakan sumber protein hewani yang tinggi. Harga ikan patin segar relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis sumber protein hewani lainnya juga merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Kebutuhan gizi bagi masyarakat, terutama anak-anak, dapat diasup melalui produk olahan ikan yang meliputi:
1. Jajanan
2. Cemilan
3. Lauk pauk
Berbagai penelitian dan pengembangan teknik memasak telah memungkinkan kita untuk memproduksi makanan olahan ikan patin yang berkualitas dan atraktif dengan harga yang terjangkau.
2. Pemanfaatan pasca panen ikan patin segar
Seluruh bagian ikan patin mengandung nutrisi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tumbuh kembang anak. Daging, tulang dan kulit, semuanya dapat dimanfaatkan melalui proses yang higienis. Dengan memperkuat basis industri makanan olahan ikan, kita dapat membantu petani ikan untuk menjaga kestabilan harga ikan patin segar. Dengan sinergisitas ini, keberlangsungan pasokan ikan segar sebagai bahan baku industri olahan kita juga dapat dijamin. Perpanjangan masa kadaluwarsa ikan segar setelah diolah merupakan kunci pemanfaatan pasca panen.
3. Local genius kaum ibu
Kaum ibu dianugerahi kemampuan dan sensitivitas yang lebih tinggi dalam memasak. Naluri ibu untuk memberikan yang terbaik kepada anggota keluarganya merupakan local genius yang potensial untuk dikembangkan sebagai potensi ekonomi kreatif. Local genius ini didukung oleh local wisdom berupa ‘keguyuban’ para ibu di perkampungan. Saat memasak untuk kebutuhan acara resepsi (hajatan), keguyuban ibu-ibu sebenarnya sudah terstruktur dalam suatu sistem produksi yang modern. Adanya pembagian tugas berdasarkan keahlian sudah berjalan sejak lama. Kedua potensi lokal ini adalah potensi dahsyat yang dapat dieksplorasi menjadi kekuatan produksi ekonomi kreatif berupa makanan olahan ikan.
4. Pembangunan kebersamaan lingkungan menuju kesejahteraan
Sistem terbaik yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat adalah sistem kekeluargaan. Melalui pendekatan profesional kekeluargaan, kita dapat melibatkan berbagai potensi masyarakat di lingkungan tertentu. Dengan manajemen profesional kekeluargaan, sistem produksi yang efisien juga dapat diwujudkan. Profesionalisme kekeluargaan ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi warga masyarakat lainnya untuk ikut berpartisipasi menuju kemandirian produksi dan kesejahteraan ekonomi di lingkungan tersebut.

Di awali pada tanggal 15 Oktober 2010, melalui Program Pengabdian Masyarakat DRPM-UI, bersama dosen Teknik Kimia FTUI, yakni bapak Dr. Ir. Nelson Saksono, MT dan bapak Ir. Yuliusman, M.Eng, kami menjalankan program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang berjudul “Pelatihan Intensifikasi Pembuatan Abon Ikan Patin Berkualitas Tinggi untuk Pemenuhan Gizi dan Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok”.

Dari program tersebut, terbentuk 2 Kelompok Usaha Bersama (KUB):
1. KUB IBURATU FOOD, yang beralamat di Jl. Makam no. 96, Kp. Pitara RT 01/13, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, dan
2. KUB BINA SEJAHTERA, yang beralamat di Jl. Prisma no. 47, RT 02/09, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Kedua KUB tersebut masih terus berproduksi hingga saat ini. Keduanya sudah memenuhi persyaratan cara pembuatan makanan yang higienis dan halal. Hal tersebut dibuktikan dengan telah diterbitkannya sertifikasi P-IRT dari Dinas Kesehatan Kota Depok dan sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat.
No. Nama KUB No. P-IRT No. Sertifikat Halal
1. Iburatu Food 202327601387 01031064021011
2. Bina Sejahtera 202327601385 01031059460711

Kami mendapat kesempatan memperbanyak produk olahan ikan, memperluas segmen pasar dan merekrut lebih banyak kaum ibu, melalui program Community Engagement Grants 2013 (CEGS 2103) DRPM-UI, kembali didukung oleh bapak Dr. Ir. Nelson Saksono, MT, bapak Ir. Yuliusman, M.Eng serta bapak Banu Muhammad, SE, MSE, yang berjudul ‘Peningkatan Pendapatan Kelompok Usaha Abon Ikan Melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan dan Perbaikan Metode Pemasaran’.

Dalam beberapa waktu ke depan, kami berupaya untuk dapat memperbanyak produk olahan ikan patin berupa jajanan, cemilan dan lauk pauk serta tepung ikan dan saus pelengkap hidangan. Kami berharap upaya ini akan dapat mengoptimalkan potensi kaum ibu sehingga menjadi produsen makanan olahan ikan patin yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Depok, 26 Mei 2013

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s