Laut Mati yg Harum


Tadi waktu ada acara quiznya Helmi Yahya di Metro-tv, ada pertanyaan yg bunyinya begini: ” Apakah benar tidak ada ikan yg hidup di danau laut Mati “. Walau tidak ikut quiz di rumah, saya menjawab dalam hati ” Benar “. Sayang peserta quiz banker wanita itu malah menjawab – salah -, karena itu dia harus out. Kemudian Helmi bilang, danau laut mati itu kadar garamnya tinggi bahkan manusia pun ngambang tidak tenggelam di laut itu.

-0-

Sudah lama saya tidak nulis ngisi blog, jadi di malam minggu ini kan saya ada waktu buat nulis setelah seminggu penuh dengan kerjaan campur aaduk antara membimbing, tugas merancang, tugas skripsi, tugas disertasi, mengajar dan juga tak lupa bisnis… Wow banyak kerjaannya ya… Padahal saya nganggur2 aja di ruangan kerja saya. Terakhir nulis tgl 11 April 2013 berarti 9 hari yang lalu. Itulah yang saya sebut..l a m a…

Back to our discussion ttg laut mati diatas. Quiz Helmi itu mengingatkan pengalaman saya waktu sempat mampir di laut Mati atau boleh juga disebut danau besar karena tidak punya koneksi dengan samudra luas, saat itu tahun 1995 bulan Desember…wah sudah lama ya, berarti 18 tahun y.l.  Kami rombongan umroh sebelum ke Mekah mampir dulu di kota-kota Timur Tengah yang lain diantaranya Amman Jordan, Jerusalem, Jerrico, West-Bank, dll. Nah dari Amman itulah kami mampir di laut Mati yang jaraknya… saya gak tahu persis tp kira2 100 km sih adalah.

Waktu turun dari bus, kira2 jam 11 pagi dipinggi pantai itu kami berjalan menuju laut. Angin bertiup sepoi dan…Masya-Allah… Maha Besar Allah… Angin itu sungguh harum mewangi baunya. Jadi sebegitu banyaknya angin yang bertiup dari laut, wangi… Duh kalau kita di hotel biasa hembusan angin itu datang dari semburab pengharum ruangan dengan bahan sintetis untuk pewangi ruangan. Tapi kali ini pengharum itu sungguh alami dan anginnya yang menghembus itu bukan semprotan tapi sesungguhnya angin laut… Sekali lagi MahaBesar Allah sang Maha Pencipta. Saya mempercepat jalan nuju air laut. Pikir saya kalau angin begini wangi tentu air lautnya juga wangi.

Belum berapa jauh dari air, saya lihatlah beberapa orang bule lagi…telentang di air laut. Artinya inilah yang dikatakan Helmi, manusia tidak tenggelam alias ngambang di air laut mati itu, karena massa jenisnya (berat jenis) lebih tinggi dari air atau air laut biasa disebabkan kadar garam yang tinggi. Padahal orang bule itu gendut2. Airnya kelihatan keruh menghitam, banyak tumbuhan laut, saya celupkan tangan saya, lalu saya kibas2 dikit, dan saya cium tangan saya… hmmm wangi…wangi bedak (powder yg buat muka biasa dipakai make-up para wanita). Makanya banyak produk kosmetik dari rumput laut asli laut mati, juga sabun dan wewangian lainnya.

Bukan itu saja, saya juga ingin tahu rasanya…Sambil bertanya dalam hati, barangkali asin rasanya karena kadar gramnya tinggi. Keruh rada hitam gitu dan kelihatan seperti berminyak… So, saya mundur maju untuk mencicipi langsung air laut ini. Akhirnya saya raup dengan dua tangan dan masukkan ke mulut…”Bruuuaahhh…”  Saya sembur lagi… Bah pahit sekali rasanya dilidah… saya meludah beberapa kali. Pahit… itu rasanya, tapi masa udah jauh2 dari Jakarta ke Laut Mati masa gak ngicipin rasa air laut Mati. Namun pahitnya tidak mengurangi kekaguman saya terhadap bau wanginya air laut itu.

Hoping someday saya balik lagi untuk waktu yang lebih lama biar tahu banyak ttg laut Mati. Saat itu kami hanya mampir 1-2 jam saja utk melanjutkan tour ke beberapa kota lain di Timur Tengah.

Raldi A. Koestoer – 20 April 2013.

 

Leave a Reply (boleh kasi komentar)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s